Anda di halaman 1dari 45

MIOPIA

Oleh : Finna Ernica 07.70.0040 Siti Maria Ulfah 07.70.0258 Nur Farik 07.70.0099

Pembimbing : dr. Rini Kusumawardhany, Sp. M

IDENTITAS
Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Agama Suku Pekerjaan Alamat Tanggal Pemeriksaan : Nn. D : 15 Tahun ( 29 12 1996 ) : Perempuan : SMA kelas I : Islam : Jawa : Belum Bekerja : Sooko : 24 Agustus 2012

AUTO- ANAMNESA
Keluhan Utama Penglihatan kedua mata terasa kabur

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Sejak 1 minggu yang lalu penderita merasakan pandangan kabur pada kedua mata. Pandangan kabur apabila membaca jarak jauh dan huruf terlihat membayang. Pandangan kabur terjadi perlahan lahan dan semakin lama dirasa semakin kabur. Hal ini semakin diperberat ketika penderita duduk dibangku paling belakang, namun gejala berkurang ketika pasien duduk dibangku depan.

KELUHAN TAMBAHAN
Mata merah Kotoran mata Nyeri Pusing Silau Mual Berair Muntah (-) (-) (-) (+) bila membaca lama 1,5 jam (-) (-) (-) (-)

RIWAYAT KEBIASAAN
Pasien sering membaca sambil tiduran dan sering berada di depan komputer.

RIWAYAT PENYAKIT
Sejak 2 tahun yang lalu pasien telah menggunakan kacamata, tetapi pasien tidak tahu ukurannya. Hipertensi (-) Diabetes (-)

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Hipertensi (-) Diabetes (-) Ayah dan ibu pasien (+) menggunakan kacamata

RIWAYAT PENGOBATAN
Pasien memakai kacamata selama dua tahun

STATUS INTERNA
KU : Cukup Vital Sign Tensi Nadi RR Suhu K/L Thorax Abdomen Extremitas : 110 / 80 : 88 x/menit : 20 x/menit : 37 C : dbN : dbN : dbN : dbN

STATUS NEUROLOGI
Kesadaran Motorik Reflek Fisiologis Reflek Patologis : Compos Mentis (GCS 4-5-6 ) : dbN : dbN : tidak ditemukan

STATUS OFTALMOLOGIS
OCULI DEXTRA 6/20 6/20 S-1.25 D 6/6 dbN MADAROSIS (-) VISUS KOREKSI REFLEK FUNDUS SILIA PALPEBRA SUPERIOR OCULI SINISTRA 6/20 6/20 S-1.25 D 6/6 dbN MADAROSIS (-)

TRIKIASIS (-)
EDEMA (-) EKTROPION (-) ENTROPION (-) SIKATRIK (-) PTOSIS (-)

TRIKIASIS (-)
EDEMA (-) EKTROPION (-) ENTROPION (-) SIKATRIK (-) PTOSIS (-)

OCULI DEXTRA dbN RADANG (-) FOLIKEL (-) PAPIL (-) SIKATRIK (-) PSEUDOMEMBRAN (-) dbN SEKRET (-) INJ KONJUNG (-) INJ SILIARIS (-) PTERYGIUM(-) SIKATRIK (-) UL KUS (-) KORNEA KON.TARSAL INF KON.BULBI PALPEBRA INFERIOR SAKUS LAKRIMAL KON. TARSAL SUP

OCULI SINISTRA dbN RADANG (-) FOLIKEL (-) PAPIL (-) SIKATRIK (-) PSEUDOMEMBRAN (-) dbN SEKRET (-) INJ KONJUNG (-) INJ SILIARIS (-) PTERYGIUM(-) SIKATRIK (-) UL KUS (-)

OCULI DEXTRA

OCULI SINISTRA

HIFEMA (-)
HIPOPION (-) KRIPTE (+) BULAT, CENTRAL REGULER

BMD
IRIS PUPIL

HIFEMA (-)
HIPOPION (-) KRIPTE (+) BULAT, CENTRAL REGULER

DIAGNOSA
ODS : Miopia ringan compositus

TERAPI
Resep kacamata sesuai dengan koreksi

PROGNOSA
OCULI DEXTRA Quo ad visam Quo ad sanam Quo ad vitam Quo ad cosmeticam Dubia ad bonam Dubia ad bonam Dubia ad bonam Dubia ad bonam OCULI SINISTRA Dubia ad bonam Dubia ad bonam Dubia ad bonam Dubia ad bonam

SARAN
Kontrol pemeriksaan visus 6 bulan atau 1 tahun sekali

REFRAKSI
PERISTIWA PEMBELOKAN SINAR DI BIDANG SENTUH 2 MEDIA BENING YANG BERBEDA INDEKS BIASNYA UDARA MASUK MEDIA MATA MEDIA REFRAKTA : KORNEA HUMOR AKUOS LENSA MATA BADAN KACA

KORNEA :
MEMBIAS SINAR 80 % INDEKS BIAS 40 DIOPTRI

HUMOR AKUOS :
INDEKS BIAS 1.34

LENSA MATA :
MEMBIAS SINAR 20 % INDEKS BIAS 10 DIOPTRI

PERAN

STRUKTUR

MATA

LAIN

1. PUPIL : MENGATUR JML SINAR MASUK 2. RETINA / SARAF MATA : MELALUI MAKULA LUTEA RANGSANG ( BAY. BENDA ) OTAK

1. OBYEKTIF RETINOSKOPI OFTALMOSKOPI REFRAKTOMETER 2. SUBYEKTIF TRIAL & ERROR SARANA : GAMBAR OPTOTYPE E-CHARD HURUF DAN ANGKA

PEMERIKSAAN KELAINAN REFRAKSI

MENENTUKAN TAJAM PENGLIHATAN


KAMAR DG PENERANGAN CUKUP ( DAYLIGHT ) JARAK 5-6 METER DR KARTU BAKU ( SNELLEN ) MATA DIPERIKSA SATU-SATU TAJAM PENGLIHATAN ANGKA : PEMBILANG : JARAK ANTARA ORANG YANG DIPERIKSA DG KARTU BAKU / OPTOTYPE PENYEBUT : JARAK HURUF YG SEHRSNYA DAPAT DIBACA ORANG NORMAL

6/6 : DAPAT MELIHAT HURUF PD JARAK 6 M, DIMANA OLEH ORANG NORMAL DPT DILIHAT PD JARAK 6 M 6/30 : DAPAT MELIHAT HURUF PD JARAK 6 M, DIMANA OLEH ORANG NORMAL DPT DILIHAT PD JARAK 30 M BILA TDK DPT MELIHAT HURUF TERBESAR , DILAKUKAN UJI HITUNG JARI 3/60 : DAPAT MENENTUKAN JUMLAH JARI PD JARAK 3 M, YANG OLEH ORANG NORMAL DPT TERLIHAT PD JARAK 60M 1/60 : DAPAT MENGHITUNG JARI PD JARAK 1 M

BILA TDK DPT MENGHITUNG JUMLAH JARI, DILAKUKAN UJI LAMBAIAN TANGAN DIMANA ORANG NORMAL DPT MELIHAT LAMBAIAN TANGAN PD JARAK 300 M 1/300 : MELIHAT LAMBAIAN TANGAN PD JARAK 1 M BILA HANYA DPT MELIHAT ADANYA SINAR VISUS = 1/~ BILA TDK MENGENAL SINAR SAMA SEKALI VISUS = 0 ( BUTA TOTAL )

MEMERIKSA KELAINAN REFRAKSI


1. TENTUKAN VISUS OD OS

LAKUKAN PIN HOLE MAJU

2. AWALI DENGAN OD S + 2.5

TERANG LANJUTKAN DENGAN LENSA (+)

KABUR LENSA (-)

SAMPAI VISUS MENCAPAI 5/5 ATAU VISUS YANG TERBAIK

PENGERTIAN MIOPIA
suatu keadaan mata dimana sinar sejajar yang datang dari jarak tak terhingga, oleh mata dalam keadaan istirahat, di biaskan didepan retina, sehingga timbul suatu keadaan dimana mata mampu melihat objek yang dekat, tetapi kabur bila melihat objek - objek yang jauh letaknya.

ETIOLOGI
Genetika (Herediter):terjadi perubahan ukuran antero-posterior bola mata selama fase perkembangan Lingkungan : Banyaknya kerja mata pada jarak dekat kelemahan pada otot otot silier bola matayang mengontrol bentuk lensa mata Kombinasi Genetik dan Lingkungan

PATOFISIOLOGI
Miopia axial, dimana sumbu axial mata lebiih panjang dari normal Miopia Kurvatura, dikarenakan kurvatura kornea atau lensa lebih kuat dari normal Miopia indeks karena indeks bias mata lebih tinggi dari normal

PEMBAGIAN
1. MENURUT BERAT UKURAN
RINGAN : < - 3.00 DIOPTRI SEDANG : - 3.00 S/D 6.00 DIOPTRI BERAT : > - 6.00 DIOPTRI

2. BERDSR KEL. JARINGAN MATA


M. SIMPLEKS :
- KEL. PATOLOGIK (-) - BERAT UKURAN < - 6.00 DIOPTRI - VISUS DPT MENCAPAI 6/6

M. PATOLOGIK / PROGRESIF / MALIGNAN :

- KEL. FUNDUS PROGRESIF - BERAT UKURAN > - 6.00 D

GEJALA SUBYEKTIF
KABUR JAUH

MELIHAT JAUH MEMICINGKAN MATA

Astenovergens

GEJALA OBJEKTIF
MIOPIA SIMPLEKS PADA SEGMEN ANTERIOR DITEMUKAN BILIK MATA YANG DALAM DAN PUPIL YANG RELATIF LEBAR. BIASANYA DITEMUKAN BOLA MATA YANG AGAK MENONJOL. PADA SEGMEN POSTERIOR BIASANYA TERDAPAT GAMBARAN YANG NORMAL, ATAU DISERTAI KRESEN MIOPIA (MIOPIC CRESENT) YANG RINGAN DI SEKITAR PAPIL SARAF OPTIK.

MIOPIA PATOLOGIK GAMBARAN PADA SEGMEN ANTERIOR SERUPA DENGAN MIOPIA SIMPLEKS GAMBARAN YANG DITEMUKAN PADA SEMEN POSTERIOR BERUPA KELAINAN-KELAINAN PADA: BADAN KACA, DAPAT DITEMUKAN KEKERUHAN PAPIL SARAF OPTIK : TERLIHAT PIGMENTASI PERIPAPIL, CRESENT MIOPIA, PAPIL TERLIHAT LEBIH PUCAT YANG MELUAS TERUTAMA KE BAGIAN TEMPORAL. MAKULA BERUPA PIGMENTASI DI DAERAH RE TINA,KADANG DITEMUKAN PERDARAHAN SUBRETINA PADA DAERAH MAKULA

TERAPI
Kacamata

LENSA KONTAK UNTUK ANISOMETROPIA DAN MIOPIA TINGGI DIKENAL DUA JENIS LENSA KONTAK : LENSA KONTAK KERASYANG TERBUAT DARI BAHAN PLASTIK POLIMETILMETACRILAT (PMMA) DAN. LENSA KONTAK KERAS SECARA SPESIFIK DIINDIKASIKAN UNTUK KOREKSI ASTIGMATISMA IREGULER LENSA KONTAK LUNAK TERBUAT DARI BERMACAM-MACAM PLASTIK HIDROGEN DIGUNAKAN UNTUK MENGOBATI GANGGUAN PERMUKAAN KORNEA

BEDAH REFRAKTIF a.KORNEA : MENGUBAH KURVATURA PERMUKAAN ANTERIOR KORNEA (LASIK) b.LENSA : EKSTRAKSI LENSA JERNIH DIIKUTI DENGAN IMPLANTASI

KOMPLIKASI
ABLASIO RETINA VITREAL LIQUEFACTION DAN DETACHMENT STARBISMUS GLAUKOMA