Anda di halaman 1dari 40

Biometrika I

Ade Setiawan
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Persamaan Linier
Persamaan linear (linear equation) dengan n variabel
x
1
, x
2
, x
n
adalah persamaan yang dapat dinyatakan
dalam bentuk:

a
1
x
1
+ a
2
x
2
+ + a
n
x
n
= b
dimana a
1
, a
2
, ,a
n
dan b merupakan konstanta real.

Variabel-variabel dalam persamaan linier seringkali
disebut sebagai faktor-faktor yang tidak diketahui
(unknows).

2
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Persamaan Linier
Persamaan yang semua variabelnya berpangkat 1
Contoh:
x + y + 2z = 9

Bukan Persamaan Linier:
x + 2yz = 9
x
2
+ 2 y = 9
3
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Solusi Persamaan Linier
Solusi dari persamaan linier a
1
x
1
+ a
2
x
2
+ + a
n
x
n
= b
adalah suatu urutan dari n bilangan s
1
,s
2
,, s
n

sedemikian rupa sehingga persamaan tersebut akan
terpenuhi jika kita menggantikan x
1
= s
1
, , x
n
= s
n
.
Kumpulan semua solusi dari persamaan itu disebut
himpunan solusi (solution set) atau disebut juga solusi
umum (general solution) dari persamaan tersebut.

4
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Sistem Persamaan Linier (SPL)
Suatu sistem dengan beberapa (2 atau lebih)
persamaan linier.
Contoh:
x + y = 3
3x 5y = 1
Ruang Solusi:
berupa semua ordered-pair (nilai-x, nilai-y) yang harus
memenuhi semua persamaan linier dalam sistem tersebut;
untuk sistem ini ruang solusinya { (2, 1) }

5
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Sistem Persamaan Linier (SPL)
6
n n nn n n
n n
n n
b x a x a x a
b x a x a x a
b x a x a x a
= + + +
+
= + +
= + + +

2 2 1 1
2 2 2 22 1 21
1 1 2 12 1 11

n n nn n n
n
n
b
b
b
x
x
x
a a a
a a a
a a a

2
1
2
1
2 1
2 22 21
1 12 11
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Sistem Persamaan Linier
Kita ingin menentukan apakah sebuah sistem
persamaan linier mempunyai solusi, yaitu menemukan
bilangan-bilangan x
1
, x
2
, ,x
n
yang memenuhi setiap
persamaan pada sistem persamaan linier tersebut.
Kita katakan sebuah sistem adalah konsisten
(consistent) jika sistem tersebut mempunyai solusi.
Jika sebuah sistem tidak mempunyai solusi disebut
takkonsisten (inconsistent).

7
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Sistem Persamaan Linier
Terdapat 3 macam kemungkinan penyelesaian dari
sistem persamaan linier, yaitu :
Solusi yang unik. Hanya ada satu himpunan nilai (s1, s2, ...,
sn) yang memenuhi sistem persamaan linier tersebut.
Tidak ada solusi. Tidak ada himpunan nilai (s1, s2, ..., sn)
yang memenuhi sistem persamaan linier tersebut.
Solusi yang ada tidak berhingga. Ada lebih dari satu (tak
berhingga) himpunan nilai (s1, s2, ..., sn) yang memenuhi
sistem persamaan linier tersebut.

8
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Sistem Persamaan Linier
Contoh:
Mempunyai Solusi:
x + y = 5
3x + 2y = 12

Tidak mempunyai Solusi:
x + y = 5
x + y = 6

Mempunyai Solusi tak hingga:
x + y = 5
2x + 2y = 10

9
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Metode Dasar Penyelesaian SPL
Metode dasar untuk menyelesaikan sistem persamaan
linier adalah dengan menggantikan sistem yang ada
dengan sistem baru yang memiliki himpunan solusi
yang sama tetapi penyelesaiannya lebih mudah. Salah
satu cara yang sering digunakan untuk mendapatkan
sistem yang baru adalah dengan melakukan operasi
baris yang disebut operasi baris elementer (elementary
row operation). Operasi baris elementer dilakukan
dengan:
Mengalikan baris dengan konstanta tak nol.
Menukarkan posisi dua baris.
Menambahkan kelipatan suatu baris ke baris lainnya.

10
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Metode Penyelesaian SPL
Beberapa metode
penyelesaian sistem
persamaan linier:
Metode Grafis
Cramer
Eliminasi Gauss
Eliminasi Gauss-Jordan
Matriks Invers
Dekomposisi LU
Lelaran Jacobi
Lelaran Gauss-Seidel


Metode Dasar Penyelesaian SPL
n n nn n n
n n
n n
b x a x a x a
b x a x a x a
b x a x a x a
= + + +
+
= + +
= + + +

2 2 1 1
2 2 2 22 1 21
1 1 2 12 1 11

n n nn n n
n
n
b
b
b
x
x
x
a a a
a a a
a a a

2
1
2
1
2 1
2 22 21
1 12 11
11
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Metode Grafis
Metode ini menemukan solusi dari sistem persamaan
linier simultan dengan menggambarkan setiap
persamaan pada koordinat bidang datar untuk
menentukan titik potong (interseksi). Metode ini
digunakan hanya untuk dua buah bilangan yang tidak
diketahui (x
1
dan x
2
).
Langkah Pengerjaan:
Tulis setiap persamaan dalam bentuk slopeintersepsi
(x
2
=mx
1
+b)
Gambar setiap persamaan pada bidang yang sama.
Temukan koordinat titik potongnya.
Cek titik potong tersebut.


12
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh
Tentukan penyelesaian persamaan linier simultan non
homogen berikut:
x
1
+ x
2
= 5
3x
1
+ 2x
2
= 12

Solusi:
Gambar kedua persamaan tersebut pada sistem koordinat
yang sama

Metode Grafis
13
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Metode Grafis
Contoh:
x
1
+ x
2
= 5 x
2
= 5 x
1
3x
1
+ 2x
2
= 12 x2 = (12 3x
1
)/2


Metode Grafis
Solusi:
x
1
= 2; x
2
= 3
14
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Cara determinan (Cramer)
Untuk menghitung variabel x:

A
A
a a a
a a a
a a a
a a b
a a b
a a b
x
nn n n
n
n
nn n n
n
n
) 1 (
2 1
2 22 21
1 12 11
2
2 22 2
1 12 1
1
=

A
A
a a a
a a a
a a a
a b a
a b a
a b a
x
nn n n
n
n
nn n n
n
n
) 2 (
2 1
2 22 21
1 12 11
1
2 2 21
1 1 11
2
=

A
A
A
b a a
b a a
b a a
x
n
n n n
n
) (
2 1
2 22 21
1 12 11
=

15
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh:
16
Selesaikan sistem persamaan dengan metode
Cramer:

Cara determinan (Cramer)
1 3 2
3 3 4 4
5 3 2
3 2 1
3 2 1
3 2 1
= +
= +
= +
x x x
x x x
x x x
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Jawaban:

=
1
3
5
,
1 3 2
3 4 4
1 3 2
b A
Cara determinan (Cramer)
20
1 3 2
3 4 4
1 3 2
=

= A
A
A
x
n
n
) (
=
1
20
20
1 3 2
3 4 4
1 3 2
1 3 1
3 4 3
1 3 5
1
= =

= x
2
20
40
20
1 1 2
3 3 4
1 5 2
2
= =

= x
3
20
60
20
1 3 2
3 4 4
5 3 2
3
= =

= x
3 ; 2 ; 1
3 2 1
= = = x x x
17
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
2. Eliminasi Gauss
dibentuk matriks segitiga
atas
solusi var x dihitung
dengan teknik penyulihan
mundur (backward
substitution)


...
/
2 , 2
, 2 1 1 , 2 2
2
2 , 2 1 1 , 2 2 2 , 2
1 , 1
, 1 1
1 1 , 1 1 1 , 1
dst
a
x a x a b
x
b x a x a x a
a
x a b
x b x a x a
a b x b x a
n n
n n n n n n n
n
n n n n n n n n n n
n n
n n n n
n n n n n n n n
nn n n n n nn






=
= + +

= = +
= =

n n nn
n
n
n
b
b
b
b
x
x
x
x
a
a a
a a a
a a a a

3
2
1
3
2
1
3 33
2 23 22
1 13 12 11
0 0 0
0 0
0
18
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Prinsip Gauss
Eliminasi Gauss
Mentransformasi sistem Ax = b menjadi
Ux = y
U = Matriks segitiga atas
solusi x diperoleh dengan penyulihan mundur

4 44
3 34 33
2 24 23 22
1 14 13 12 11
y] [U, menjadi
i dieliminas
4 44 43 42 41
3 34 33 32 31
2 24 23 22 21
1 14 13 12 11
0 0 0
0 0
0
b a
b a a
b a a a
b a a a a
b a a a a
b a a a a
b a a a a
b a a a a
Sistem Persamaan
Linier
Matriks Augmented Eliminasi Gaus Substitusi Balik
Operasi Baris
Elementer
19
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Proses Eliminasi Gauss
Proses Eliminasi terdiri dari:
Pertukaran: urutan dua persamaan dapat ditukar karena
pertukaran tersebut tidak mempengaruhi solusi akhir
Penskalaan: persamaan dapat dikali dengan konstanta
bukan nol, karena perkalian tersebut tidak mempengaruhi
solusi akhir
Penggantian: persamaan dapat diganti dengan selisih
persamaan itu dengan gandaan persamaan lain.
baris
r
= baris
r
m
p,r
baris
p


Eliminasi Gauss
20
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Penyulihan Mundur
6 3
4 5 6
7 4 7 2
20 3 2 4
4
4 3
4 3 2
4 3 2 1
=
= +
= +
= + +
x
x x
x x x
x x x x
Eliminasi Gauss
0 dan 1 ..., , 2 , 1 ,
1
= =

+ =
kk
kk
n
k j
j kj k
k
a n n k
a
x a b
x
3
4
) 2 ( 3 ) 1 ( 2 ) 4 ( 1 20
4
2
) 2 ( 4 ) 1 ( 7 7
1
6
)) 2 ( 5 4 (
2
3
6
1
2
3
4
=
+
=
=

+
=
=

=
= =
x
x
x
x
21
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Eliminasi Gauss:
Selesaikan sistem persamaan dengan metode eliminasi
Gauss:

Eliminasi Gauss
1 3 2
3 3 4 4
5 3 2
3 2 1
3 2 1
3 2 1
= +
= +
= +
x x x
x x x
x x x
22
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id

15 5 0 0
7 1 2 0
5 1 3 2
~
~
6 2 6 0
7 1 2 0
5 1 3 2 ~
1 1 3 2
3 3 4 4
5 1 3 2
2 2
6
3 1 2
2
3
1 2
4
2
R R R R
R R
Jawaban Eliminasi Gauss :
Eliminasi Gauss
Keterangan:
R
2
4/2R
1
artinya elemen-elemen pada baris ke-2 dikurangi dengan duakali (4/2)
elemen-elemen pada baris ke-1
1
2
) 6 3 5 (
; 2
2
) 3 7 (
; 3
5
15
1 2 3
=
+
= =

+
= =

= x x x
Pivot
Persamaan Pivot
23
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Tata Ancang Pivoting
Jika pivot a
pp
=0, baris ke-k tidak dapat digunakan untuk
mengeliminasi elemen pada kolom p, karena terjadi
pembagian dengan nol
Solusi:
cari baris ke-k dengan a
kp
= 0 dan k > p
Pertukarkan baris p dengan baris k

24
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Tata Ancang Pivoting :
Selesaikan sistem persamaan dengan metode eliminasi
Gauss:

Tata Ancang Pivoting
6 4 8 2
9 6 3
2 2
3 2 1
2 1
3 2 1
= + +
= +
= + +
x x x
x x
x x x
25
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
( )
( )

3 3 0 0
2 2 4 0
2 1 2 1
(*)
2 2 4 0
3 3 0 0
2 1 2 1 ~
6 4 8 2
9 0 6 3
2 1 2 1
2 3 1 1
2
3
1 1
3
2
R R R R
R R
Jawaban Tata Ancang Pivoting :
Tata Ancang Pivoting
Keterangan: Angka dalam kurung = pivot
1 ; 1 ; 3
3
3
1 2 3
= = =

= x x x
Tukar baris 2 dengan 3
Pivot = 0
26
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Gauss Jordan
Variasi dari Metode Eliminasi Gauss
Matriks A dieliminasi jadi Matriks Identitas
Tidak diperlukan penyulihan mundur
Solusinya didapat dari kolom vektor b hasil proses eliminasi

n n nn
n
n
b
b
b
b a a a
b a a a
b a a a
1 0 0
0 1 0
0 0 1
2
1
42 41
2 2 22 21
1 1 12 11

n n
b x
b x
b x
=
=
=

2 2
1 1
: Solusinya
) (s
b Ix b Ax = =
27
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Ringkasan Eliminasi Gauss -Jordan
Gauss Jordan
Sistem Persamaan
Linier
Matriks Augmented
Eliminasi Gaus-
Jordan
Solusi
Operasi Baris
Elementer
28
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Gauss Jordan :
Selesaikan sistem persamaan dengan metode eliminasi
Gauss-Jordan:

Gauss Jordan
1 3 2
3 3 4 4
5 3 2
3 2 1
3 2 1
3 2 1
= +
= +
= +
x x x
x x x
x x x
29
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
| |
( )
| |
( )
| |
( )

3 1 0 0
2 0 1 0
1 0 0 1
~
5 . 0
) 25 . 1 (
3 1 0 0
5 . 3 5 . 0 1 0
75 . 2 25 . 1 0 1
) 5 /(
~
~
15 5 0 0
5 . 3 5 . 0 1 0
75 . 2 25 . 1 0 1
6
~
5 . 1
6 2 6 0
5 . 3 5 . 0 1 0
5 . 2 5 . 0 5 . 1 1
) 2 /(
6 2 6 0
7 1 2 0
5 . 2 5 . 0 5 . 1 1
1 ) 2 (
1 4
~
1 1 3 2
3 3 4 4
5 . 2 5 . 0 5 . 1 1 2 /
1 1 3 2
3 3 4 4
5 1 3 2
3 2
3 1
3
2 3
2 1
2
3
2
1
R R
R R
R
R R
R R
R
R R
R R
R
Jawaban Gauss Jordan :
Gauss Jordan
3 ; 2 ; 1
3 2 1
= = = x x x
30
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Matriks Balikan
b A x
b Ax
1
=
=
] | [ ] | [
1
J - G eliminasi

A I I A

nn
n
n
nn
n
n
p p p
p p p
p p p
a a a
a a a
a a a

42 41
2 22 21
1 12 11
42 41
2 22 21
1 12 11
1 0 0
0 1 0
0 0 1
1 0 0
0 1 0
0 0 1
A I I A
-1

31
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Matriks Balikan :
Selesaikan sistem persamaan dengan metode Matriks
Invers:

Matriks Balikan
1 3 2
3 3 4 4
5 3 2
3 2 1
3 2 1
3 2 1
= +
= +
= +
x x x
x x x
x x x
32
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Jawaban Matriks Balikan :
| |
( )
| |
( )
| |
( )

2 . 0 6 . 0 1 1 0 0
1 . 0 2 . 0 5 . 0 0 1 0
25 . 0 0 25 . 0 0 0 1
~
5 . 0
) 25 . 1 (
2 . 0 6 . 0 1 1 0 0
0 5 . 0 1 5 . 0 1 0
0 75 . 0 1 25 . 1 0 1
) 5 /(
~
~
1 3 5 5 0 0
0 5 . 0 1 5 . 0 1 0
0 75 . 0 1 25 . 1 0 1
6
~
5 . 1
1 0 1 2 6 0
0 5 . 0 1 5 . 0 1 0
0 0 5 . 0 5 . 0 5 . 1 1
) 2 /(
1 0 1 2 6 0
0 1 2 1 2 0
0 0 5 . 0 5 . 0 5 . 1 1
1 ) 2 (
1 4
~
1 0 0 1 3 2
0 1 0 3 4 4
0 0 5 . 0 5 . 0 5 . 1 1 2 /
1 0 0 1 3 2
0 1 0 3 4 4
0 0 1 1 3 2
3 2
3 1
3
2 3
2 1
2
3
2
1
R R
R R
R
R R
R R
R
R R
R R
R
Matriks Balikan

3
2
1
1
3
5
2 . 0 6 . 0 1
1 . 0 2 . 0 5 . 0
25 . 0 0 25 . 0
3
2
1
x
x
x
33
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Dekomposisi LU

nn
n
n
n
n n n
nn n n n
n
n
n
u
u u
u u u
u u u u
l l l
l l
l
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a

0 0 0
0 0
0
1
0 1
0 0 1
0 0 0 1
3 33
2 23 22
1 13 12 11
3 2 1
32 31
21
3 2 1
3 33 32 31
2 23 22 21
1 13 12 11

b Ux L
b Ax
y
=
=
LU A=
A L U
b Ly
Maka
y Ux
Misalkan
=
=
:
:
34
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Dekomposisi LU...
Dekomposisi LU

=
n n nn
n
n
n
y
y
y
y
x
x
x
x
u
u u
u u u
u u u u
y Ux

3
2
1
3
2
1
3 33
2 23 22
1 13 12 11
0 0 0
0 0
0

=
n n
n n n
b
b
b
b
y
y
y
y
l l l
l l
l
b Ly

3
2
1
3
2
1
3 2 1
32 31
21
1
0 1
0 0 1
0 0 0 1
nilai y
1
, y
2
, ..., y
n
diperoleh dengan teknik penyulihan maju
nilai x
1
, x
2
, ..., x
n
diperoleh dengan teknik penyulihan mundur
35
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Metode Pemfaktoran
Metode LU Gauss
Metode Dolittle

Dekomposisi LU
36
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Metode LU Gauss
Dekomposisi LU
Nyatakan A sebagai A = IA
Eliminasikan matriks A diruas kanan menjadi matriks segitiga atas U.
Tempatkan faktor pengali m
ij
pada posisi l
ij
dimatriks I
Setelah proses Gauss selesai, matriks I menjadi L dan matriks A diruas
kanan menjadi U

nn n n n
n
n
n
nn n n n
n
n
n
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a
a a a a

3 2 1
3 33 32 31
2 23 22 21
1 13 12 11
3 2 1
3 33 32 31
2 23 22 21
1 13 12 11
1 0 0 0
0 1 0 0
0 0 1 0
0 0 0 1
A I A
L U
37
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Pemfaktoran LU Gauss
Dekomposisi LU

2 6 0
1 2 0
1 3 2
~
1 3 2
3 4 4
1 3 2
1
2
2
3
1
2
4
2
R R
R R
U
R R
=

5 0 0
1 2 0
1 3 2
~
2 6 0
1 2 0
1 3 2
2
2
6
3

=
1 1
0 1 2
0 0 1
32
m
L
Tempatkan faktor pengali m
21
=4/2=2 pada posisi l
21

Tempatkan faktor pengali m
31
=-2/2=-1 pada posisi l
31


Teruskan proses eliminasi Gauss pada matriks A


=
1 3 1
0 1 2
0 0 1
L
Tempatkan faktor pengali m
32
=6/-2 =-3 pada posisi l
32


= =
5 0 0
1 2 0
1 3 2
1 3 1
0 1 2
0 0 1
: LU A Jadi
38
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Contoh Dekomposisi LU Gauss:
Selesaikan sistem persamaan dengan metode
Dekomposisi LU Gauss:

Dekomposisi LU
1 3 2
3 3 4 4
5 3 2
3 2 1
3 2 1
3 2 1
= +
= +
= +
x x x
x x x
x x x
39
Biometrik I (Sistem Persamaan Linier) Ade Setiawan 2010 http://ilmutanah.unpad.ac.id
Jawaban Dekomposisi LU Gauss
Dekomposisi LU

=
1
3
5
,
1 3 2
3 4 4
1 3 2
b A

=
5 0 0
1 2 0
1 3 2
U
Dari contoh pemfaktoran
Eliminasi Gauss diperoleh:


=
1 3 1
0 1 2
0 0 1
L


=
1
3
5
1 3 1
0 1 2
0 0 1
3
2
1
y
y
y
b Ly
15 3 1 1
7 2 3 3
5
3
2
2 1 3
1 2
3 2 1
2 1
1
= + + =
= = =
+
+
y y y
y y
y y y
y y
y



= =
15
7
5
5 0 0
1 2 0
1 3 2
3
2
1
x
x
x
y Ux
1 5
2 7
3 15
3 2
2
1
2
3
3 2 1
3 2
3
= =
= =
= =
+

x
x
x
x x y
x x
x
Penyulihan maju
Penyulihan mundur
40