Anda di halaman 1dari 6

Nama Kelas

: Putri nuraini : VII 5

Manusia adalah makhluk yang berakal dan mampu mengusai makhluk lain. Ada beberapa ciri fisik dan nonfisik yang membedakan manusia dengan kera maupun dengan makhluk yang lain : 1. Ciri Fisik Berjalan tegak dengan kedua kaki 2. Ciri Nonfisik a. Hidup Berkelompok b. Bermain peran sampai dewasa c. Mengenal hierakki, bahasa, musik / seni d. Monogami ( kawin dengan satu pasangan ) e. Mengenal pembagian kerja dan pembagian makanan f. Omnivora opportunistis ( memakan apa saja, coba-coba ) g. Berpikir, perencanaan, berbicara/bahasa, ingatan Orang awam sering menyatakan bahwa yang membedakan manusia dengan Makhluk yang lain adalah karena, manusia berakal dan berbudaya. Noecortex(lapisan luar / lapisan yang melindungi otak ). Manusia purba artinya manusia yang hidup pada zaman prasejarah, saat manusia belum mengenal tulisan, saat dibumi baru mulai ada kehidupan, dan peradaban belum begitu berkembang . 1. Fosil adalah sisa kerangka manusia, hewan atau tumbuhan yang telah membatu ( menjadi batu ), umumnya terdapat di dalam lapisan bumi, fosil yang menjadi ciri khusus manusia purba dari suatu lapisan kulit bumi dinamakan fosil pandu atau leit fossil. 2. Artefak yaitu alat-alat yang digunakan oleh manusia prasejarah, misalnya alat-alat dari batu, tulang, perunggu, dan besi. Alat-alat itu juga disebut manufak. 3. Abris sous roche yaitu tempat tinggal manusia purba yang berbentuk ceruk-ceruk dalam batu karang untuk perlindungan dari hujan dan panas. Contoh: Abris sous roche, antara lain: Gua Lawa di Sampung, Ponorogo, Gua Leang-Leang di Sulawesi Selatan, dan guagua di Banjarnegara. 4. Kjokkenmoddinger artinga sampah dapur (kjokken = dapur) , modding = sampah). 5. Masyarakat tradisional yaitu masyarakat yang masih mempertahankan budaya asli atau masyarakat suku terasing. Usaha dari para ahli Paleoantropologi untuk menemukan fosil-fosil manusia purba adalah dengan melakukan penggalian pada lapisan-lapisan kulit bumi. Ada beberapa cara untuk mengetahui usia fosil, yaitu sebagai berikut : Metode pengukuran waktu relatif, yaitu menentukan usia fosil berdasarkan umur batuan disekitarnya.

1.

2.

Metode pengukuran waktu absolut, yaitu mengukur unsur kimia radioaktif dalam batuan dan fosil untuk mengetahui masa terbentuknya.

1.

Fosil Manusia Purba di Indonesia

Sudah sejak akhir abad ke-19 arkeolog asing mengadakan penelitian manusia purba di Indonesia. Kegiatan penelitian manusia purba di Indonesia dibagi dalam tiga tahap berikut: 1. Tahun 1889 1909 2. Tahun 1931 1941 3. Tahun 1952 Sekarang Penelitian manusia purba pertama di Indonesia adalah sorang dokter Belanda yang bernama Eugene Dubois. Ia meneliti fosil yang ditemukan, yakni fosil Pithecanthropus erectus. Baru-baru ini ditemukan fosil manusia purba jenis Australomelanesid di Kalimantan selatan dan jenis Homo Floresiensis di Flores. Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia antara lain sebagai berikut : Meganthropus Paleojavanicus Oleh karena, itu dinamakan Meganthropus Paleojavanicus, yang artinya manusia besar tertua di Pulau Jawa. Fosilnya ditemukan oleh G.H.R. Von Koenigswald di Sangiran, Solo pada tahun 1936 dan 1941. Makanan utama makhluk ini adalah sejenis tumbuhtumbuhan. b. Pithecanthropus Pithecanthropus yaitu sebagai berikut : 1) Pithecanthropus Erectus, manusia kera yang berjalan tegak. Fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil dekat Ngawi. 2) Pithecanthropus Robustus, manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya. Fosilnya ditemukan oleh G.H.R. Von Koenigswald dan F. Weidenrich pada tahun 1939 di Lembah Bengawan Solo. 3) Pithecanthropus Mojokertensis, manusia kera dari Mojokerto. Fosilnya ditemukan pada tahun 1936 di Perning, Mojokerto oleh Duyfjes, G.H.R. Von koegniswald, dan Cokrohandoyo. c. Homo Manusia purba jenis ini antara lain sebagai berikut : 1) Homo Soloensis Manusia ini disebut demikian, karena fosilnya banyak di temukan sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, yaitu Ngandong. Sambung macan, dan Sangiran. Fosilnya ditemukan pada tahun 1931 1934 oleh Ter haar dan Oppennorth, serta oleh G.H.R. Von Koenigswald 2) Homo Wajakensis Fosilnya ditemukan oleh Von Koenigswald dan eugene Dubois pada tahun 1888 dan 1889 di Desa Campurdarat, Wajak, Tulungagung. Manusia purba ini diberi nama Homo Wajakensis, artinya manusia dari Wajak. Bentuk manusia ini diperkirakan mirip dengan penduduk asli Australia (Suku Aborigin). Oleh karena itu, Eugene Dubois menggolongkan jenis manusia ini kedalam golongan Australoid. a.

3) Homo Australomelanesid Homo Australomelanesid artinya manusia dari Kepulauan Melanesia Selatan. Diperkirakan berumur 18000 4500 SM. Fosil jenis manusia ini ditemukan di Kjokkenmoddinger (bukit kerang) di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, dan gua-gua di Jawa, misalnya Gua Sampung (Ponorogo), Gua Prajekan (Tuban), Gua Peturuh (Bondowoso) serta gua-gua di Flores. 4) Homo Mongoloid Fosil jenis ini ditemukan di gua-gua dekan Lamoncong dan Soppeng di Sulawesi Selatan. 5) Homo Floresiensis Fosil jenis manusia ini ditemukan oleh tim dari Indonesia dan Australia pada tahun 2003 . di Liang Bua, Flores. Temuan ini diperkirakan merupakan kerangka wanita dewasa, tinggi badan sekitar 1 meter, dnegan volume otak hanya 417 c, kemungkinan termasuk Homo Erectus kerdil. Umur diperkirakan 18.000 tahun. Profesor Teuku Jacob berpendapat bahwa temuan itu sebenarnya dalah manusia modern seperti kita (homo sapiens) yang tumbuh kerdil akibat penyakit otak yang disebut mocrocephaly. 2. Fosil Manusia Purba di Luar Indonesia Fosil manusia purba ditemukan diluar Indonesia misalnya di daratan Asia, Afrika, dan Eropa. Beberapa fosil memiliki kesamaan dengan fosil yang ada di Indonesia. a. Manusia Purba di Asia Salah satu tempat ditemukannya fosil manusia purba di daratan Asia adalah di Cina, tepatnya di Gua Chou-Koe-Tien, Beijing. Fosil ini diberi nama Homo Pekinensis (Sinanthropus Pekinensis). Fosilnya ditemukan antara tahun 1927 1937 oleh Davidson Black dan W.C. Pei. Homo Pekinensis diperkirakan berumur 500.000 tahun dan 300.000 tahun. Selain di Cina, manusia purba juga ditemukan di Ubeidiya (Israel), Skul (Israel, Qahzeh (Israel), Tabun (Palestina), Shanidar (Irak, dan di Nermada (India). b. Manusia Purba di Asutralia Di Australia juga ditemukan fosil Homo Sapiens yang amat mirip dengan fosil Homo Wajakensis. Fosil ini ditemukan di Danau Mungo, dinegara bagian New South Wales. Fosil sejenis juga ditemukan di Tanjung Huan, Papua Nugini. c. Manusia Purba di Eropa 1) Homo Sapiens Basillus (Homo Fimaldi) Basillus berarti rendah. Fosilnya ditemukan di Monaco, Perancis Selatan. 2) Homo Piltdown (Eouanthropus Dowson) Fosil Homo Piltdown ditemukan pada tahun 1911 oleh Charles Dowson di Sussex, Inggris, dan fosil itu juga diberi nama Eouanthropus Dowson (Eouanthropus berarti mulai fajarnya manusia). 3) Homo Heidelbergensi Fosilnya ditemukan di beberapa tempat yaitu sebagai berikut : a) Meuer, heidelberg, Jerman pada tahun 1907 oleh Dr. Schoetensack. Dikenal juga dengan sebutan heidelberg man atau Meuer Jaw. b) Arago, Prancis Selatan pada tahun 1971 oleh henry De Lumley. Jenis manusia ini juga dikenal dengan nama Homo Sapiens Arago Tautavel man. 4) Homo Neanderthalensis Fosilnya ditemukan di beberapa tempat, yaitu :

a) Di Feldhofer, Lembah sungai Neander, Jerman pada tahun 1856 oleh Johan C. Fuhlrott. Fosilnya kemudian diteliti oleh Dr. William King dan terkenal dengan seburan Homo Neanderthalensis Feldhofer, jenis manusia ini hidup sezaman dengan Homo Wajakensis. b) Di Grotto of Spy dOrneau, Belgia pada tahun 1886 oleh Marcel de Puydt, Max Lohest, dan Rudolf Virchow. c) Didekat Krapina, kroasia pada tahun 1899 oleh Dragutin Gorjanovic dan Kramberger. Gorjanovic mempublikasikan temuannya pada tahun 1906 dan terkenal dengan sebutan Krapina Site d) Di La-Chapelle-Auz-Saints, Prancis pada tahun 1908 oleh Amadee, Jean Bouyssonie, dan bardon. Hasil temuan fosil ini kemudian diselidiki oleh Boule dan terkenal dengan sebutan Old Man. e) Di Saint Cesaire, Prancis pada tahun 1979 oleh Francois Leveque 5) Homo Atapuerca Fosilnya ditemukan pada tahun 1992 dan 1993 oleh Juan Luis Arsuaga di Sima de los huesos, Spanyol Utara 6) Homo Petralona Fosilnya ditemukan pada tahun 1960 oleh seorang penduduk desa di petralona, Yunani. 7) Homo Cro-Magnon Fosilnya ditemukan pada tahun 1868 di Les Eyzies, prancis oleh Lartet. Fosil manusia ini juga ditemukan di Dordogne )Prancis), Steinheim (Jerman), Swanscombe (Inggris), dan Dotnivertonice (Cekoslovakia). Homo cro-magnon yang juga disebut homo terra amata ini merupakan nenek moyang ras kaukasoid. d. Manusia Purba di Afrika 1. Ardipithecus Ramidus Fosilnya ditemukan oleh Tim White, berhane Asfaw, dan Gen Suwa pada tahun 1992 1994 di Aramis, Etiopia. 2. Kanapoi Hominid Fosilnya ditemukan oleh prof. Bryan Patterson pada tahun 1965 di Kanapol, kenya. 3. Autralopithecus Anamensis Fosilnya ditemukan oleh Peter Nzube, Kamoya Kimeu pada tahun 1994 di Kanapol, Kenya 4. Australopithecus Afarensis Fosilnya ditemukan dibeberapa tempat, yaitu sebagai berikut : a) Di Hadar, Etiopia pada tahun 1973, 1974, 1975 dan 1991 oleh Donald Johanson, Tom Gray, Bill Kimbel, dan Yoel rak. b) Di Laetoli, Tanzania pada tahun 1978 oleh Paul Abell 5. Kenyathropus Platyops Fosilnya ditemukan oleh Justus Erus pada tahun 1999 di Lomekwi, Kenya 6. Australopithecus Africanus Fosilnya ditemukan di dua tempat, yaitu sebagai berikut : a) Di Taung, Botswana pada tahun 1924 oleh Raymon Dart. b) Di Sterkfontien, Afrika Selatan pada tahun 1947 oleh Robert Broom dan J.T Robinson.

7.

8.

9.

10.

11.

12. 13.

14.

15.

16.

17. 18. 19.

20.

21.

Plesianthropus Transvaalensis Fosilnya ditemukan oleh Robert Broom pada tahun 1936 di Sterkfontien, Afrika Selatan. Ausralopithecus Garhi Fosilnya ditemukan oleh Yohanes Haile Sellassie pada tahun 1997 di Sterkfontien, Afrika Selatan Australopithecus Little Foot Fosilnya ditemukan oleh Ron Clarke antara tahun 1994 1997 di Sterkfontien, Afrika Selatan. Australopithecus Aethiopicus Fosilnya ditemukan oleh Alan Walker pada tahun 1985 di Turkana Barat, kenya. Manusia jenis ini dikenal dengan sebutan The Black Skull Paranthropus Robustus Fosilnya ditemukan oleh seorang anak sekolah, Gert Terblanche pada tahun 1983 di Kromdraal, Afrka Selatan. Paranthropus Crassidens Fosilnya ditemukan oleh Fourie pada tahun 1950 di Swartkrans, Afrika Selatan Australopithecus Robustus Fosilnya ditemukan oleh Andre Keyser pada tahun 1994 di Gua Drimolen, Afrika Selatan. Zinjathropus Fosilnya ditemukan oleh Mary Leakey pada tahun 1959 di Olduva, Tanzia. Zinathropus disebut juga Nutcracker Man. Australopithecus Boisei Fosilnya ditemukan di dua tempat, yaitu sebagai berikut : a) Di dekat Danau Turkana, kenya pada tahun 1969 dan 1970 oleh Richard Leakey. b) Di Konso, Etiopia pada tahun 1993 dan 1997 oleh A. Amzaye dan Suwa. Homo Habilis Fosilnya ditemukan di beberapa tempat, antara lain sebagai berikut : a) Di Olduvai, Tanzia oleh Louis Leakey dan mary Leakey (1931), jonathan Leakey (1964), Peter Nzube (1968) dan Tim White (1986). b) Di Koobi Fora, Kenya pada tahun 1973 oleh paul Abeli dan kamoya Kimeu c) Di Sterkfontein, Afrika Selatan pada tahun 1976 oleh Alan Hughes Homo Rudolfiensis Fosilnya ditemukan oleh bernard Ngeneo pada tahun 1972 di Koobi Fora, kenya Homo Erectus Chellean Man Fosilnya ditemukan oleh Louis Leakey pada tahun 1960 di olduvai, Tanzania. Homo Erectus Pinhead Fosilnya ditemukan oleh Margareth Cropper pada tahun 1960 di Olduvai, Tanzania. Homo Ergaster Fosilnya ditemukan di dua tempat yaitu sebagai berikut : a) Di Koobi Fora, kenya oleh Bernard Ngeneo pada tahun 1975 b) Di Nariokotome, dekat danau Turkana, Kenya oleh Kamoya kimeu, pada tahun 1984. Homo Fhodesiensis Fosilnya ditemukan pada tahun 1921 di Brokern, Hill, Rhodesia utara, Zambia.

22. Homo Asselar Fosilnya ditemukan ditengah gurun sahara yaitu Timbuktu, Mali. Manusia purba jenis ini merupakan nenek moyang ras negroid. 23. Homo Kanan dan Homo Kenjera Kedua jenis manusia purba ini lazim disebut Homo Africanus. Fosilnya ditemukan di dekat danau Turkanan di lothagan antara tahun 1986 1972 oleh Prof. Bryan Patterson, William W. Howell, dan Richard Leakey. 24. Homo Africanus Nyarasiensis Fosilnya ditemukan di Nyarasa, Afrika Timur dan Afar, Etiopia oleh Dr. Maurica Taleb dan Dr. Don C. Johanson. 25. Homo Sapiens dari Olduvai Fosilnya ditemukan di dua tempat, yaitu sebagai berikut : a) Di Celah Olduvai, pada tahun 1970-an oleh Louis leakey. b) Di Leatoly, Tanzania pada tahun 1977 oleh Mary Leakey, temuan Mary Leakey ini kemudian di teliti dan dipelajari oleh sejumlah ahli Paleoantropologi antara lain Dr. Don C. Johanson dan Dr. Tim White.