Anda di halaman 1dari 11

PENYELESAIAN KONFLIK DI MALVINAS MELALUI JASA BAIK SEKRETARIS JENDRAL PBB

I. KASUS POSISI I.A. PARA PIHAK 1. Republik Argentina adalah sebuah negara Amerika Latin yang terletak di bagian selatan benua Amerika Selatan, posisinya berada di antara Pegunungan Andes di barat dan Samudra Atlantik di selatan.. Argentina mempunyai kawasan yang luas dan merupakan negara terbesar kedelapan di dunia, sedangkan ibu kotanya Buenos Aires adalah salah

satu metropolitan yang terpadat di dunia. Negara ini berbatasan dengan Paraguay dan Bolivia di sebelah utara, Brasil dan Uruguay di

timur laut dan Chili di sebelah barat. Negara ini dalam perang Malvinas (atau pihak Inggris menyebut nya pulau Falkland) menyerang pulau tersebut dengan bantuan dari negara Amerkia Selatan lain terutama pada tanggal 2 April 1981 dengan nama operasi Rosario. 2. Inggris adalah negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern

Ireland). Negara-negara lainnya adalah Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Inggris yang wilayahnya meliputi 2/3 pulau Britania, berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan dengan Wales di sebelah barat (berbeda dengan Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara), Di perang Malvinas atau pulau falkland Inggris dibantu Oleh amerika dan negara NATO kecuali spanyol.

I.B. URAIAN FAKTA 1. Pada 20 Desember 1981 Pedagang besi tua Argentina Constantio Davidoff datang ke leith, Georgia Selatan. Davidoff diantar kapal pemecah es Angkatan Laut Argentina yang memasuki Wilayah Leith tanpa izin dari British Antarctic Survey, perwakilan pemerintah Inggris disana. 2. Pada 9 januari 1982 Kedubes Inggris di Argentina mengirim nota protes untuk pendaratan tanpa izin rombongan Davidoff di Georgia Selatan yang merupakan wilayah di pulau Falkland/malvinas 3. Pada 12 Januari angkatan bersenjata Argentina mulai merencanakan invansi ke falkland. 4. Pada 25 Febuari 1982 Deputi Menlu Inggris Richard Lucas membicarakan masalah kedaulatan wilayah dengan wakil Argentina, Erneto Ros, di New york dari

5. Pada 20 Maret Perdana Mentri Thatcher memerintahkan kapal HMS Endurance berlayar ke Georgia Selatan untuk melindungi wilayah tersebut. Ikut serta 23 Royal Marines dibawah pimpinan Letnan Keith Milis 6. Pada 26 Maret 1982 Argentina mengklaim bahwa kepulauan Falkland/malvinas dan Georgia Selatan adalah bagian dari negaranya. Tak ada lagi negosiasi dengan London. Lima kapal perang Argentina mendekati Georgia selatan. Menlu Lord Carrington meminta Menlu AS Alexander Haig untuk membujuk Argentina untuk mengurungkan operasi militer ke wilayah tersebut 7. Pada 31 Maret 1982 Junta Argentina memutuskan final untk menginvasi Falkland/Malvinas. Perdana Mentri Teatcher meminta bantuan presiden Amerika Ronald Reagen agar Argentina

mengurungkan niat. 8. Pada 2 April 1982 setelah menolak bujukan Reagen, Galtieri memerintahkan invasi ke kepulauan Falkland. Pukul 3.25 pagi, Gubernur Hunt mengumumkan darurat perang. Pasukan elit Argentina mendarat di Mullet Creek pukul 04.30, york bay pada 05.30 dan mulai kontak senjata dengan marinir inggris pada pukul 06.00. tiga tentara gugur. Pukul 09.15, gubernur Hunt menyerah dan Argentina mengambil-alih Port stanley dan wilayah Falkland/malvinas.

9. Pada 7 April 1982

Reagen menyetujui misi perdamaian Menlu

Alexander Haig ke london dan Buenos Aries, Iggris membekukan aset Argentina senilai 1,4 miliar dollar yang tersimpan di bank bank inggris. 10.Pada 12 April 1982 Inggris megnumumkan zona eksklusif perang 200 mil dari garis pantai kepulauan Falkland. Kapal selam nuklir HMS Spartan mengawasi Port Sanley 11.Pada 10 April 1982 Argentina menolak usulan damai Haig, meski Inggris menyetujui transfer kiedaulatan pada 31 Desember 1982 dan memperkenankan warga Argentina tinggal di Falkland/Malvinas. 12.Pada 26 April 1982 Thatcher mengumumkan bahwa upaya diplomasi dengan Argentina sudah di tutup. 13.Pada 30 April 1982 zona ekslusif total diberlakukan di sekitar falklands/malvinas, panglima divisi penyerbuan Mayjen marinir Jeremy moore dan pimpinan Brigade komando 3, merancang serbuan darat. Reagen menghentikan misi perdamaian Haig dan menyatakan siap mendukung Inggris. 14.2 Mei 1982 Kapal penjelajah Argentina General Belgarno di tenggelamkan oleh kapal selam nuklir HMS Conqueror. 360 marinir tewas. Peru menyatakan ingin membantu upaya damai. 15.3 Mei 1982 Galteri menolak proposal damai Peru.

16.21 Mei 1982 Pasukan Inggris mendarat di sancarlos. Operasi Sutton dimulai. Frigat HMS Ardent tenggelam di San Carlos oleh serangan udara Argentina, 22 awak nya tewas. Dua heli Inggris dan 15 pesawat Argentina tertembak jatuh. PBB mulai serius membahas pertikaian ini. 17.3 Juni 1982 Pertemuan di Versailles membahas akhir konflik Falkland. Reagen mengajukan 5 poin terhadap Inggris 18.Inggris dan AS memveto usulan gencatan senjata yang diajukan oleh Panama dan Spanyol. Spanyol mengkritik keras aksi militer Inggris ini dan menjadi satu satunya negara NATO yang tidak mendukung tindakan Inggris. 19.11 Juni 1982 pertempuran Port Stanley dimulai, dengan serangan Inggris terhadap pertahanan Argentina, 23 prajurit Inggris dan 50 personel Argentina gugur. 20.Pada 14 Juni 1982 Pasukan Argentina menyerah kalah di Port Stanley, Brigjen Menendez menyerah di hadapan Mayjen Jeremy Moore. 21.17 Juni 1982 Presiden Galteri mengundurkan diri. Lima hari kemudian posisinya digantikan Jendral Reynaldo Bignone 22..Pada tahun 2003, Argentina kembali mempermasalahkan keabsahan pulau Malvinas sebagai milik Inggris. Walaupun Argentina telah kalah perang, tetap saja Argentina masih tidak bisa terima pulau malvinas menjadi pulau negara Inggris. Jadi Argentina ingin pulau Malvinas

menjadi bagian dari kedaulatannya. keinginan ini diikuti dengan media massa. di berita televisi, disiarkan tentang ajakan pemerintah untuk kembali menguasai Malvinas. 23.Pada 16 Febuari 2010 setelah 3 dasawarsa setelah kekalahan dengan Inggris, Argentina meningkatkan perselisihan nya dengan Inggris mengenai Kepulauan Falkland/Malvinas dengan memeritahkan semua kapal yag menuju kepulauan yang diperebutkan itu untuk meminta izin dari Buenos Aires. Presiden Argentina Cristina Kirchner, mengeluarkan Dekrit mengontrol semua pelayaran de dan dari pulau tersebut. 24.Rabu 19 Mei 2010 kantor berita Reuters melaporkan bahwa, Presiden Argentina, Cristina Kirchner, kembali meminta dibukanya pintu perundingan masalah kepulauan Malvinas (Falkland) dengan Inggris yang memanfaatkan panggung KTT Uni Eropa. Pada tanggal 10 september 2011 Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) akan menugaskan calon penerus takhta Kerajaan Inggris Raya itu ke Kepulauan Falkland, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Malvinas, di lepas pantai Argentina-Amerika Latin yang berlangsung di Madrid, Spanyol, untuk menyampaikan seruan bagi dibukanya kembali perundingan masalah sengketa kepulauan tersebut.

25.Pada tanggal 27 Januari 2012 Argentina menuduh Inggris tidak mematuhi resolusi PBB yang melarang membangun secara unilateral untuk kegiatan penambangan minyak di landas kontinen wilayah sekitarnya

I.C. PERMASALAHAN HUKUM Bagaimanakah Penyelesain sengketa pulau Malvinas/Falkland melalui fungsi jasa baik sekertaris jendral PBB?

II. PENELUSURAN BAHAN HUKUM 1. Berdasarkan pasal 33(2) Piagam PBB para pihak bersengketa pertamatama harus menyelesaikan sengketa lewat negoisasi, penyelidikan, mediasi, konsiliasi, arbitrase, penyelesaian menurut hukum, serta melalui badan-badan regional atau jalan damai lain yang dapat mereka tentukan sendiri. 2. Berdasarkan pasal 52 Piagam PBB, penyelesaian sengketa yang dapat mengancam perdamaian dunia sebelum diserahkan kepada Dewan

Keamanan harus diselesaikan terlebih dahulu secara damai melalui badan regional atau organisasi regional yang ada. 3. Pasal 98 dan 99 Piagam PBB. Pasal 98 merupakan fungsi Dewan Keamanan, Majelis Umum, Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC), dan Dewan Perwalian yang didelegasikan kepada Sekjen. 4. Pasal 99 piagam PBB memberikan kekuasaan kepada sekjen untuk membawa ke Dewan Keamanan sengketa-sengketa yang menurut pendapatnya dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

III. ANALISA HUKUM 1. Perang Malvinas/Falkland antara Inggris dan Argentina kurung waktu 6 bulan pada tahun 1981-1982 yang akhirnya di menangkan oleh Inggris walaupun dalam kurun waktu pertempuran tersebut juga sudah ada negosiasi damai dll oleh PBB namun di tolak oleh salah satu pihak masing-masing, sebenarnya mundurnya Argentina dari Falkland/Malvinas tanpa masih menyisakan masalah yang belum tuntas terbukti sampai 2012 masih terjadi sengketa antara Inggris dan Argentina. Ini artinya perang tersebut dapat suatu saat meletup kembali.

2. Untuk menyelesaikan sengketa ketahap yang lebih lanjut (melalui Jasa baik sekertaris jendral PBB) maka dapat lebih mudah melakukan penyelesaian sengketa secara damai terlebih dahulu, juga penyelesaian lewat badan regional ataupun penyelesaian secara hukum. Negosiasi, mediasi dll bisa di lakukan antara Inggris dan Argentina secara baik baik., di dasari bawa Korban yang cukup banyak di kedua belah pihak dan penyebab peperangan yang hanya di karenakan pengalihan pandangan pada rejim militer Argentina yang goncang, sangat di mungkinkan kedua negara melakukan negosiasi terlebih dahulu Penyerahan kepada Dewan Keamanan di rasakan tidak memungkinkan di karenakan salah satu pihak yaitu Inggris adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang mempunyai hak veto atas keputusan dewan keamanan, di rasa tdak mungkin bagi Argentina untuk setuju mengajukan masalah tersebut ke Dewan Keamanan yang bisa diramalkan akan mementingkan kepentingan Inggris sebagai anggota tetap Dewan Keamanan maka Dewan Keamanan maupun Majelis umum dapat memerintahkan Sekertaris Jendral untuk menggunakan jasa baiknya. Maka dalam hal ini penyelesaian sengketa melalui Jasa baik Sekertaris Jendral sangat di mungkinkan untuk mengakhiri peperangan di pulalu Falkland/Malvinas melihat segi histori penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh Sekertaris Jendral. Yang lebih mengutamakan dialog di antara keduablah pihak.

IV. PENDAPAT HUKUM. 1. Dari analisa di atas dapat saya simpulkan bahwa konflik yang terjadi selama 30 tahun ini sudah merupakan kategori sengketa yang dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional, oleh karenanya lebih di utamakan melakukan dialog dengan penggunaan Jasa Baik Sekertaris Jendral PBB sebelum menyelesaikan melalui Mahkamah International

2. Dari konflik tersebut diharapkan dapat dicapai melalui penyelesaian secara damai, serta diharapkan dari kedua pihak tersebut dapat diupayakan untuk membuat perjanjian damai agar Perang Malvinas/Falkland yang sejatinya belum berakhir tersebut dapat secara resmi berakhir.

3. Menurut penulis bahwa penyelesaian menggunakan jasa baik Sekertaris Jendral PBB merupakan salah satu jalan keluar konflik Malvinas/Falkland yang berkepanjangan dimana Sekertaris Jendral tidak hanya menyampaikan dialog diantara kedua belah pihak, tetapi juga memberikan Usulan-usulan untuk mencapai kesepakatan dan dapat meminta bantuan Intrnasional untuk menyelesaikan kasus Malvinas/Falkland tersebut.

4. Masih menurut penulis, jika pihak-pihak yang bersengketa masih merasa belum menunjukkan kepuasan terhadap jalan keluar yang ditawarkan oleh Sekretaris Jenderal, maka pihak-pihak yang bersengketa dapat kasus ini ke tingkat Mahkamah Internasional. meneruskan

V. DAFTAR PUSTAKA 1. Charter of The United Nation 2. Adolf, Huala, Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional, Bandung: Sinar Grafika, 2004 3. Majalah Angkasa Edisi Koleksi, Guerra De Las Malvinas, Jakarta: PT Mediarona Dirgantara