Anda di halaman 1dari 9

Barium adalah salah satu unsur yang termasuk ke dalam unsur logam alkali tanah.

Barium biasanya ditemukan dalam bentuk barit (BaSO4) dan witerit (BaCO3). Barium sulfat dalam bentuk senyawa lebih dikenal dengan nama barite yaitu senyawa sulfat berbentuk serbuk halus, berwarna putih atau kekuningan, tidak berbau dan tidak berasa.

Senyawa unsur Barium


Barium adalah unsur yang sangat reaktif, artinya mudah bereaksi dengan unsur lainnya sehingga jarang sekali ditemukan barium murni di alam. Biasanya contoh senyawa Barium berbentuk BaO, BaO2, BaCl2, BaO2, BaSO4, BaCO3, Ba(NO3), dan Ba(OCl)2. Cara perolehan logam barium sama dengan logam kalsium dan stronsium, yaitu melalui reduksi halida dengan natrium (Na). Senyawa Barium Sulfat digunakan sebagai media kontras untuk diagnosis sinar-X perut sebab senyawa ini tidak larut dalam asam klorida, sebagai nyala hijau pada kembang api, bahan penyamak kulit, bahan cat, racun tikus dan pereaksi analitik
Sejarah (Yunani, barys, berat) Baryta telah dibedakan dari kapur oleh Scheel di tahun 1774. Unsur ini ditemukan oleh Sir Humphrey Davy di tahun 1808. 1. Sumber Barium ditemukan hanya terkombinasi dengan unsur lainnya, terutama dengan sulfat dan karbonat dan dipersiapkan secara elektrolisis dengan klorida. 2. Sifat-sifat Barium merupakan unsur metalik, lunak, dan barium murni bewarna perak keputih-putihan seperti timbal. Ia masuk golongan grup alkali dan mirip kalsium secara kimia. Logam ini teroksida dengan mudah dan harus disimpan dalam bensin atau bahan cair lainnya yang tidak mengandung oksigen. Barium terdekomposisi oleh air atau alkohol. 3. Kegunaan Logam ini digunakan sebagai getter dalam tabung vakum. Senyawa-senyawa yang penting adalah peroksida, klorida, sulfat, nitrat dan klorat. Lithopone, pigmen yang mengandung barium sulfat dan seng sulfida memiliki sifat penutup yang kuat dan tidak menjadi gelap atau hitam oleh sulfida. Barium sulfat digunakan dalam cat, diagnostik sinar x-ray dan dalam pembuatan kaca. Barite sering digunakan sebagai agen pemberat dalam fluida pengebor sumur minyak dan digunakan dalam pembuatan karet. Barium karbonat digunakan dalam racun tikus. Sedangkan nitrat dan klorat memberikan warna pada pertunjukan kembang api. Semua senyawa barium yang larut dalam air atau asam sangat berbahaya. Barium yang muncul secara alami merupakan campuran tujuh isotop. Dua puluh dua isotop radioaktif barium lainnya telah ditemukan.

Isolasi Magnesium (Mg)

1. Magnesium (Mg) diperoleh dgn beberapa cara. Salah satunya adalah dari batuan dolomite & air laut, yg mengandung 0,13% Mg. Pertama-tama dolomite dikalsinasi mjadi campuran CaO/MgO dr mana kalsium akn dihilangkan dgn penukar ion menggunakan air laut. Kesetimbangannnya disukai krn kelarutan Mg(OH)2 lebih rendah daripada Ca(OH)2 : Ca(OH)2.Mg(OH)2 + Mg2+ 2 Mg(OH)2 + Ca2+ Proses yg paling penting utk mdapatkan logam adalah pertama, elektrrolisis leburan campuran halida (misalnya MgCl2 + CaCl2 + NaCl) dari logam yg paling kurang elektropositif, Mg, ditampung, kemudian reduksi MgO atau dolomite yang dikalsinasi (MgO.CaO). yang terakhir dipanaskan dgn ferosilikon : CaO.MgO + FeSi = Mg + silikat Ca dan Fe Dan Mg didistilasi. mgO dpt dipanaskan dgn batu bara pada 20000 & logamnya ditampung dgn pencucian cepat dari kesetimbangan bersuhu tinggi yg berjalan ke kanan : MgO + C Mg + CO Beberapa kgunaan Magnesium (Mg) seperti pada Mg(OH)2 yaitu utk mengobati penyakit maag & menetralisir asam lambung, magnesium klorida (MgCl2.6H2O) digunakan dlm pembuatan kain katun, kertas, semen, & keramik. Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) yg dikenal dgn garam Inggris (Epsom salt) dan magnesium oksida (MgO), digunakan pd pembuatan kosmetik & obat pencuci perut. Sedangkan campuran Magnesium (Mg), aluminium & baja digunakan pd bahan pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, vacuum cleaner, alat-alat optic & furniture. Tetaplah setia bersama ArtikelKimia dan telusuri artikel lain yg berhubungan dg: Makalah Kimia Unsur Gol. II A : Magnesium (Mg)
2. Ciri Kalsium (Ca)

Kalsium (Ca) bwarna putih keperakan & merupakan logam yg lunak diproduksi dgn elektrolisis garam kalsium khlorida, CaCl2, leleh. 3. Kegunaan Logam Kalsium (Ca) ini digunakan sebagai agen pereduksi dlm mempersiapkan logamlogam lain semacam torium, uranium, zirkonium, dsb. Elemen ini juga digunakan sebagai agen pencampur logam aluminium, berilium, tembaga, timbal, & campuran logam magnesium. CaO dan Ca(OH)2 digunakan dalam industri baja, CaSO4 sebagai bahan semen, Kalsium karbonat (CaCO3) sebagai bahan obat (antacid) dan bahan pengisi dan pelapis kertas, Kalsium dihidrogen posfat (Ca(H2PO4)2) digunakan sebagai bahan

pupuk CaOCl2 sebagai disinfektan, Gips (CaSO4.2H2O) digunakan dlm bidang kesehatan utk penderita patah tulang & utk cetakan gigi, Ca(OH)2 digunakan dlm pembuatan basa lain, sebagai serbuk pemutih dlm pemurnian gula & kapur dinding, Kalsium klroida (CaCl2) senagai pelebur es di jalan raya pd musim dingin dn utk menurunkan titik beku pd musim dingin.

PENDAHULUAN Radium (Ra) adalah salah satu unsur logam alkali tanah yang berasal dari kerak bumi, empat
226 228 234 223

isotop di antaranya ada yang bersifat radioaktif, yaitu isotop Ra, Ra, Ra, dan Ra [1]. Yang dimaksud radium secara umum adalah radionuklida dengan nomor massa 226 dan nomor atom 88
226 226

yang dinyatakan
230

88

Ra

atau biasanya ditulis


238

Ra. Radionuklida tersebut merupakan anak luruh

thorium-230 ( Th) dari deret uranium-238 ( U). Sifat fisika yang dimiliki, antara lain berat atom 226,5 dengan nomor atom 88, konfigurasi
2 -10

elektron 7s , jari-jari ionik 1,40 angstrom (1 angstrom = 10


226

m), dan titik lebur 700 C. Di samping


222

itu,

Ra bersifat radioaktif dengan waktu paroh 1622 tahun dan memancarkan radiasi alfa dengan
226

energi 4,79 MeV. Anak luruh dari Ra adalah gas radon ( Rn). keberadaann gas radon di lingkungan mencapai jumlah sangat besar, sekitar 58 % dari total radon alamiah. Gas radon tersebut
226

dapat memberikan bahaya radiologik terhadap saluran pernafasan. Adapun seperti unsur kalsium (Ca) yang mudah terakumulasi di dalam tulang.

Ra sendiri bersifat

Radium menjadi terkenal karena sering dimanfaatkan orang sebagai sumber radiasi untuk radiografi dalam bidang industri dan medik. Radium memiliki sifat pendar (luminescent), yang ada kaitannya dengan suatu zat pendar padat, seperti seng sulfit, yang dapat berguna untuk membuat angka telepon yang bercahaya di tempat yang gelap. Daya pengionannya telah dimanfaatkan untuk keelektrikan statik, eliminator dan klep elektronik. Radium bersama dengan berilium dapat dipakai sebagai sumber neutron. Dalam bentuk senyawa kimia, radium dapat membentuk garam asam kuat, seperti RaCl , BaBr , dan
2 2

Ra(NO )

3 2 .

Garam sulfat, karbonat, dan fosfat radium adalah lebih sedikit dapat larut dibanding
2+ 2+ 2+ 2+

dengan nitrat dan khlor. Orde daya larut relatif bervariasi dengan anion. Untuk sulfat, daya larutnya menurun dalam orde Ca < Sr < Pb < Ra [1]. Distribusi radium ke lingkungan diperkirakan akan memberi kontribusi cemaran zat radioaktif di lingkungan. Makalah ini memberikan suatu informasi keberadaan radium dalam lingkungan global, dipandang dari sudut data yang tersedia dalam berbagai matriks lingkungan. Hasil studi menunjukkan bahwa radium dapat ditemukan dalam berbagai matriks lingkungan, seperti batubatuan, tanah, air (air tanah, air laut, air mineral, dan air dari sumber air panas), tanaman (tanaman darat dan tanaman air), hewan (hewan darat dan hewan air), udara, dan manusia. Dalam konteks distribusi radium secara alamiah di lingkungan, informasi kadar radium dalam berbagai komponen yang telah tersedia tidaklah cukup untuk mewakili suatu penyajian global, karena sangat luasnya daerah pengamatan. Data kadar radium dalam berbagai komponen lingkungan umumnya berasal dari negara-negara maju, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, Australia, India,

Jepang, Cina, dan Italia, karena negara-negaratersebut telah banyak memanfaatan radium dalam berbagai bidang sektor kehidupan. Pemanfaatan radium untuk memenuhi kebutuhan hidup, mendorong orang melakukan penambangan radium secara besar-besaran. Radium pernah dijadikan suatu bahan yang komersil untuk diproduksi yang diawali oleh sebuah Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis (1902) yang telah mengeluarkan dana untuk memproduksi radium dalam skala pabrik. Pelaksanaan penambangan radium telah dilakukan oleh pemerintah Austria di St. Joanchimsthal. Antara 1913 dan 1922, persediaan radium dunia telah dikuasai oleh produksi Amerika Serikat dan negara penyalur radium di negara-negara Eropa.Berkaitan dengan hal tersebut distribusi radium beserta anak luruhnya ke lingkungan perlu ditangani secara sungguh-sungguh. Distribusi radium beserta anak luruhnya (radon, polonium, timbal, dan bismuth) dalam bentuk partikel debu kemungkinan dapat memberikan resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, terutama para pekerja tambang [2]. MEKANISME SEBARAN RADIUM DI LINGKUNGAN Menurut Frissel, dkk, mekanisme migrasi radium dari mineral (batu-batuan) tanpa disolusi dari mirneral dapat dibedakan tiga tahap, yaitu [3] :
228

1. Radium migrasi dari kisi-kisi kristal mineral yang terbentuk dalam posisi interstitial (kecuali Ra) menuju ke kapiler atau pori-pori kecil dalam mineral. 2. Kesetimbangan adsorpsi yang dibuat antara radium dalam kapiler mineral dan radium pada dinding radium teradsorpsi pada dinding tersebut. 3. Selama kontak mineral dengan air tanah, radium yang terkandung dalam kapiler, mengakibatkan air akan terdifusi ke luar dari kapiler tersebut (jika ada kesesuaian gradien kadar radium dalam air) dan akan didesorpsi dari dinding kapiler. Masuknya radium dari dalam tanah ke air, dapat secara alami, yaitu dengan migrasi seperti yang telah dijelaskan di atas, di samping itu juga dapat berasal dari atmosfer akibat dari kegiatan manusia yang memanfaatkan sumber-sumber alam dari dalam tanah, misalnya kegiatan penambangan, terutama tambang fosfat termasuk limbah pabrik pembuatan pupuk fosfat, PLTU batubara (coal fly
226

ash), bahan-bahan bangunan (gipsum, semen, dan pasir). Akibat lepasan


14 226

Ra ke lingkungan karena

kegiatan manusia, menurut Dickson diperkirakan bahwa sekitar 2,4 10 Bq/tahun masuk ke dalam lapisan atmosfer. Kadar Ra dalam lapisan troposfer berkurang dengan ketinggian dan kadarnya sangat rendah di lapisan atmosfer atas. Distribusi vertikal dalam lapisan untuk lapisan stratosfer
238 210

rendah sama dengan kadar U, Pb, dan Pb (stabil), yang semua bersumber pada permukaan bumi [4]. Kejadian alami dan kegiatan manusia memberi kontribusi cemaran radium di lapisan atmosfer,
226 226

yang akhirnya Ra dapat jatuh ke bumi bersama-sama dengan air hujan. Kontribusi Ra di lingkungan yang berasal dari atmosfer relatif kecil, sedangkan kontribusi paling besar berasal dari air buangan akibat kegiatan penambangan, terutama penambangan batubara sampai mencapai kadar ratusan Bq/kg. Pernah dilaporkan di Prusia (1983), hasil penggalian batubara 2,8 10 ton dapat
226 3

menghasilkan lepasan

Ra total tahunan ke lingkungan (sungai) mendekati 6 10 Bq[4]. Sehingga


226

12

kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan oleh

Ra baik yang berasal dari kegiatan manusia


226

maupun secara alami perlu dikendalikan secara sungguh-sungguh. Jejak radionuklida Ra dari bermacam-macam sumber pencemar melalui berbagai media dan masuk ke dalam tubuh manusia diperlihatkan pada Gambar 1 [5].

226

Untuk memberikan tengara kemungkinan adanya cemaran Ra di lingkungan, biasanya diberikan suatu batas kadar tertinggi yang diizinkan untuk sampel lingkungan, misalnya

Alkali Tanah (Alkaline Earth)

Unsur Alkali Tanah mempunyai sifat yang menyerupai unsur Alkali. Unsur Alkali Tanah umumnya merupakan logam, cenderung membentuk ion positif, dan bersifat konduktif, baik termal maupun elektrik. Unsur Alkali Tanah kurang elektropositif (lebih elektronegatif) dan kurang reaktif bila dibandingkan unsur Alkali. Semua unsur Golongan IIA ini memiliki sifat kimia yang serupa, kecuali Berilium (Be). Yang termasuk unsur Golongan IIA adalah Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IIA, sebab Radium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh membentuk unsur baru lainnya. Konfigurasi elektron menunjukkan unsur-unsur Golongan IIA memiliki dua elektron valensi. Dengan demikian, untuk mencapai kestabilan, unsur Golongan IIA melepaskan dua elektron membentuk ion bermuatan positif dua (M2+). Dalam satu golongan, dari Berilium sampai Barium, jari-jari unsur meningkat. Peningkatan ukuran atom diikuti dengan peningkatan densitas unsur. Sebaliknya, energi ionisasi dan keelektronegatifan berkurang dari Berilium sampai Radium. Semakin besar jari-jari unsur, semakin mudah unsur melepaskan elektron valensinya. Potensial standar reduksi (Ered) menurun dalam satu golongan. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan reduktor meningkat dalam satu golongan dari Berilium sampai Barium. 1. Magnesium adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (urutan keenam, sekitar 2,5% massa kerak bumi). Beberapa bijih mineral yang mengandung logam Magnesium, antara lain brucite, Mg(OH)2, dolomite (CaCO3.MgCO3), dan epsomite (MgSO4.7H2O). Air laut merupakan sumber Magnesium yang melimpah (1,3 gram Magnesium per kilogram air laut). Magnesium diperoleh melalui elektrolisis lelehan MgCl2. 2. Magnesium tidak bereaksi dengan air dingin. Magnesium hanya bereaksi dengan air panas (uap air). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Mg(s) + H2O(g) > MgO(s) + H2(g) Magnesium juga bereaksi dengan udara membentuk Magnesium Oksida dan Magnesium Nitrida. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 Mg(s) + O2(g) > 2 MgO(s) 3 Mg(s) + N2(g) > Mg3N2(s) Magnesium Oksida bereaksi lambat dengan air menghasilkan Magnesium Hidroksida (milk of magnesia), yang digunakan sebagai zat aktif untuk menetralkan asam lambung berlebih. Reaksi pembentukan milk of magnesia adalah sebagai berikut :

MgO(s) + H2O(l) > Mg(OH)2(s) Hidroksida dari Magnesium merupakan basa kuat. Semua unsur Golongan IIA membentuk basa kuat, kecuali Be(OH)2 yang bersifat amfoter. Senyawa bikarbonat, MgHCO3 (maupun CaHCO3), menyebabkan kesadahan air sementara (dapat dihilangkan dengan cara pemanasan). 3. Logam Magnesium terutama digunakan dalam bidang konstruksi. Sifatnya yang ringan menjadikannya sebagai pilihan utama dalam pembentukan alloy (paduan logam). Logam Magnesium juga digunakan dalam proteksi katodik untuk mencegah logam besi dari korosi (perkaratan), reaksi kimia organik (reaksi Grignard), dan sebagai elektroda baterai . Sementara itu, dalam sistem kehidupan, ion Mg2+ ditemukan dalam klorofil (zat hijau daun) tumbuhan dan berbagai enzim pada organisme yang mengkatalisis reaksi biokimia penunjang kehidupan. 1. Sumber Kerak bumi mengandung 3,4 persen massa unsur Kalsium. Kalsium dapat ditemukan dalam berbagai senyawa di alam, seperti limestone, kalsit, dan batu gamping (CaCO3); dolomite (CaCO3.MgCO3); gypsum (CaSO4.2H2O); dan fluorite (CaF2). Logam Kalsium dapat diperoleh melalui elektrolisis lelehan CaCl2. Kalsium (sama seperti Stronsium dan Barium) dapat bereaksi dengan air dingin membentuk hidroksida, Ca(OH)2. Senyawa Ca(OH)2 ini dikenal dengan istilah slaked lime atau hydrate lime. Reaksi tersebut jauh lebih lambat bila dibandingkan reaksi logam Alkali dengan air. Ca(s) + 2 H2O(l) > Ca(OH)2(aq) + H2(g) Kapur (lime), CaO, atau sering disebut dengan istilah quicklime, adalah salah satu material tertua yang dikenal manusia sejak zaman purba. Quicklime dapat diperoleh melalui penguraian termal senyawa Kalsium Karbonat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CaCO3(s) > CaO(s) + CO2(g) Slaked lime juga dapat dihasilkan melalui reaksi antara quicklime dengan air. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CaO(s) + H2O(l) > Ca(OH)2(aq) Quicklime digunakan pada industri metalurgi sebagai zat aktif untuk menghilangkan SO2 pada bijih mineral. Sementara slaked lime digunakan dalam pengolahan air bersih. Logam Kalsium digunakan sebagai agen penarik air (dehydrating agent) pada pelarut organik. Unsur Kalsium merupakan komponen utama penyusun tulang dan gigi. Ion kalsium dalam tulang dan gigi terdapat dalam senyawa kompleks garam fosfat, yaitu hidroksiapatit (Ca5(PO4)3OH). Ion Kalsium juga berfungsi sebagai kofaktor berbagai enzim, faktor penting dalam proses pembekuan darah, kontraksi otot, dan transmisi sinyal sistem saraf pusat.

Untuk membedakan unsur-unsur Golongan IIA, dapat dilakukan pengujian kualitatif melalui tes nyala. Saat masing-masing unsur dibakar dengan pembakar Bunsen, akan dihasilkan warna nyala yang bervariasi. Magnesium menghasilkan nyala berwarna putih terang, Kalsium menghasilkan nyala berwarna merah bata, Stronsium menghasilkan nyala berwarna merah terang, sedangkan Barium menghasilkan nyala berwarna hijau. Garam yang terbentuk dari unsur Golongan IIA merupakan senyawa kristalin ionik tidak berwarna. Garam tersebut dapat dibentuk melalui reaksi logam, oksida logam, atau senyawa karbonat dengan asam. Berikut ini adalah contoh beberapa reaksi pembentukan garam : 1. Mg(s) + 2 HCl(aq) > MgCl2(aq) + H2(g) 2. MgO(s) + 2 HCl(aq) > MgCl2(aq) + H2O(l) 3. MgCO3(s) + 2 HCl(aq) > MgCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g) Senyawa nitrat mengalami penguraian termal membentuk oksida logam, nitrogen dioksida, dan gas oksigen. Sebagai contoh : 2 Mg(NO3)2(s) > 2 MgO(s) + 4 NO2(g) + O2(g) Senyawa karbonat mengalami penguraian termal membentuk oksida logam dan gas karbon dioksida. Sebagai contoh : BaCO3(s) > BaO(s) + CO2(g) Sejarah (Strontian, kota di Skotland). Elemen ini berhasil diisolasi leh Davey dengan cara elektrolisis di tahun 1808, tetapi Adair Crawford di tahun 1790 menemukan mineral baru (strontianite) yang berbeda dengan mineral-mineral barium lainnya. 1. Bentuk Strontium ditemukan sebagian besar dalam bentuk celestite and strontianite. Logam ini dapat dipersiapkan dengan cara elektrolisis klorida terfusi yang bercampur dengan kalium klorida. Atau bisa juga dengan cara mereduksi strontium oksida dengan aluminium di dalam vakum pada suhu dimana strontium tersuling. Ada tiga bentuk alotropik logam ini dengan titik transisi pada 235 dan 540 derajat Celcius. 2. Sifat-sifat Strontium lebih lunak dibanding kalsium dan terdekomposisi dalam air secara cepat. Ia tidak menyerap nitrogen dibawah suhu 380 derajat Celcius. Elemen ini harus direndam dalam minyak tanah (kerosene) untuk menghindari oksidasi. Logam strontium yang baru terbelah memiliki warna keperak-perakan, tapi dapat dengan cepat menjadi kuning jika teroksidasi. Logam ini jika terbelah secara halus dapat terbakar di udara secara spontan. Garam-garam strontium memberikan warna yang indah pada lidah api dan digunakan di pertunjukan kembang api dan produksi flares. Strontium alami merupakan campuran dari 4 isotop yang stabil.

3. Isotop Ada enam belas isotop Sr yang labil. Yang paling penting adalah 90Sr dengan paruh waktu sepanjang 29 tahun. Isotop ini salah satu produksi detonasi bom nuklir dan membahayakan kesehatan. Isotop ini juga merupakan pemancar sinar beta yang paling lama hidupnya dan digunakan pada alat-alat SNAP (Systems for Nuclear Auxiliary Power). Peralatan ini punya potensial kegunaan di pesawat antariksa, stasiun cuaca terpencil, alat navigasi terapung, dll karena ia ringan, tahan lama dan memiliki sumber listrik nuklir. 4. Kegunaan Kegunaan terbesar strontium pada saat ini adalah dalam produksi gelas kaca untuk tabung TV bewarna. Strontium juga digunakan dalam memproduksi magnet ferrite dan dalam penyulingan seng. Strontium titanate merupakan bahan menarik untuk aplikasi optik karena memiliki indeks pantul yang tinggi dan dispersi optik yang lebih besar daripada berlian. Senyawa tidak ditemukan secara alami di alam dan telah digunakan sebagai batu permata, tetapi sangat lunak.

Sejarah
(Yunani: beryllos, beryl; juga disebut Glucinium atau Glucinum, kata dari Yunani glykys, yang berarti manis). Ditemukan sebagai oksida oleh Vauquelin dalam beryl dan di zamrud di tahun 1798. Logam ini diisolasi pada tahun 1828 oleh Wohler dan Bussy (mereka tidak berkolaborasi) dengan reaksi kimia kalium atas berilium klorida.

1. Sumber-sumber
Berilium ditemukan di dalam 30 jenis mineral, yang paling penting di antaranya adalah bertandite, beryl, chrysoberyl, dan phenacite. Beryl dan bertrandite merupakan sumber komersil yang penting untuk unsur berilium dan senyawa-senyawanya. Kebanyakan metal ini sekarang dipersiapkan dengan cara mereduksi berilium florida oleh logam magnesium. Logam berilium baru tersedia untuk industri pada tahun 1957.

2. Sifat-sifat
Logam ini berwarna seperti baja, keabu-abuan. Ia memiliki sifat yang sangat menarik. Sebagai salah satu logam yang sangat ringan, unsur ini memiliki salah satu titik cair yang tinggi di antara logam-logam ringan. Modulus elastisitasnya sekitar sepertiga lebih besar dibanding baja. Berilium memiliki konduktivitas kalor yang sangat bagus, non-magnetik, dan tahan serangan konsentrasi asam nitrat. Unsur ini juga memiliki sifat transparan (permeability) terhadap sinar X dan jika dibombardir oleh partikel-partikel alpha, seperti dari radium atau polonium, netronnetron terproduksi dalam jumlah sekitar 30 netron/sejuta partikel alpha.

3. Kegunaan
Berilium juga digunakan sebagai alloying agent dalam produksi tembaga berilium, yang banyak digunakan untuk per, kontak listrik, elektroda las dan alat-alat lainnya yang didesain untuk tidak

memancarkan percikan api. Logam ini digunakan sebagai bahan struktur untuk pesawat kecepatan tinggi, pesawat antariksa dan satelit komunikasi. Kegunaan lainnya termasuk kerangka windshield, brake discs, support beams dan komponen-komponen struktural untuk pesawat ulang-alik. Karena berilium relatif transparan terhadap sinar X, lapisan tipis logam ini digunakan di litografi sinar X untuk reproduksi microminiature integrated circuits. Pada suhu biasa, berilium tidak mudah teroksidasi di udara, walau kemampuannya menyayat kaca mungkin karena terbentuknya lapisan tipis oksida.

Penanganan
Berilium dan garam-garamnya sangat beracun dan harus ditangani secara sangat hati-hati. Berilium dan senyawa-senyawanya tidak boleh dirasa dengan lidah untuk membuktikan rasa manis alami logam ini. Logam ini, dan campuran logamnya beserta garam-garamnya dapat ditangani dengan baik jika peraturan penanganan mereka dipatuhi. Jangan pernah menangani berilium sebelum memahami cara-cara menangani berilium dengan benar.