Anda di halaman 1dari 8

MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi

direktori koleksi hobiis profil hobiis online store

UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum

PAKAN IKAN ARTIKEL Ikan, seperti pada umumnya mahluk bertulang Artemia belakang lainnya, memerlukan berbagai jenis gizi Daphnia (kutu air) untuk memenuhi kebutuhan energi yang Ulat Hongkong diperlukannya untuk hidup dan berkembang. Astaxanthin Berbagai kandungan gizi pada pakan ikan Bloodworm memiliki fungsi tersendiri untuk menjaga ikan agar tetap hidup dan tumbuh: protein, lipid, dan Kebutuhan Nutrisi karbohidrat diperlukan untuk menyediakan Ikan energi, disamping itu protein pada khususnya Lumbricus rubellus diperlukan untuk pertumbuhan. Komposisi pakan Resep "Beef Heart" ikan oleh karenanya memegang peranan yang Pengalaman Kultur penting. Sebagai contoh, protein yang diberikan Kutu Air pada ikan harus dapat menyediakan semua asam Cacing Tanah amino esensial yang diperlukan, lipid harus Infusoria mengandung jenis asam lemak yang Microworm tepat. Berbagai jenis hara lainnya juga diperlukan Paramecium tetapi jumlah keperlukannya sangat sedikit. Proporsi keperluan gizi ikan dan jumlahnya ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu: spesies, tahap pertumbuhan, status reproduksi, dan faktor-faktor luar seperti suhu, habitat, dan musim. Spesies ikan telah berevolusi sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pakannya yang sesuai, oleh karena itu berbagai perilaku dalam mencari makan bisa bervariasi dari yang bisa disebut normal: seperti memakan tumbuhan, invertebrata akuatik, atau memakan ikan lain; sampai yang mungkin tergolong aneh: seperti memakan sirip atau sisik, memakan buahbuahan, kotoran, atau lumpur. Mereka juga telah berevolusi dalam tatacara mengamankan pakan mereka. Diet dan Sistem Pencernaan Salah satu jenis evolusi ikan terhadap jenis

pakannya dicirikan dengan terdapatnya sistem pencernaan yang berbeda. Beberapa ikan menjadi termasuk pada kelompok pemakan algae atau tumbuhan (hirbovora), lainnya termasuk pada pemakan daging (karnivora), sedangkan sisanya termasuk pada pemakan segala (omnivora). Pengelompokan selanjutnya dapat dilakukan pada jenis pakan yang dikonsumsi, sebagai contoh ikan karnifora dapat dibagi lagi menjadi ikan insektifora (pemakan serangga), mullusifora (pemakan invertebrata),dan piscifora (pemakan ikan) Ikan herbifora perlu mengolah pakannya berupa "sayuran". Ikan jenis ini berevolusi dengan membentuk usus yang panjang yang agar dapat mengakomodasikan keluaran yang kontinyu secara perlahan dari bahan-bahan asal tumbuhan yang dicernanya. Pada beberapa spesies sistem pencernaannya mengandung jenis bakteri tertentu untuk mambantu dalam memroses serat-serat tumbuhan seperti selulosa agar dapat menghasilkan gula sederhana yang selanjutkan akan diserap dengan mudah oleh tubuhnya. Ikan pemakan ikan secara fisiologi telah beradaptasi untuk mampu mengolah ikan secara keseluruhan. Ikan ini tidak memerlukan usus yang panjang. Mereka pada dasarnya dilengkapi dengan perut yang mampu mencerna pakan dalam jumlah besar dengan bantuan asam perut dan berbagai jenis enzim. Dengan kondisi sistem perncernaan yang berbeda tersebut akan menjadi jelas bagi kita mengenai permasalahan-permalahan yang mungkin timbul apabila kita memberikan pakan berupa sayuran pada ikan pemakan ikan, atau sebaliknya, memberikan ikan mentah pada ikan pemakan sayuran. Ikan pemakan daging pada umumnya sangat bersifat selektif, sehingga apabila dipaksakan untuk memakan pakan berbahan dasar sayuran, maka perutnya tidak akan efesien dalam mengolah jenis pakan tersebut. Akibatnya ikan bisa kelaparan dan mengalami ketidakseimbangan gizi yang pada akhirnya akan membawanya ke kematian. Berbeda halnya dengan ikan piscivora,

ikan herbivora kebanyakan lebih bersifat pemakan fakultatif -mereka berevolusi memakan bagian tumbuhan karena makanan tersebut paling banyak tersedia bagi mereka, akan tetapi pada dasarnya mereka gemar makanan lain yang lebih bergizi apabila tersedia. Oleh karena itu ikan herbivora akan memakan dengan lahap daging ikan segar yang diberikan padanya. Dan karena kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan dengat dengan diet normlanya, berupa tumbuhan, ikan tersebut malah bisa mendapatkan gizi lebih banyak dari yang diperlukan. Kelebihan protein pada diet ikan akan digunakannya sebagai sumber energi dan akan lebih dikataboliskan dibandingkan dengan karbohidrat dan lipid. Kelebihan protein yang tidak proposional pada akhirnya akan di ekskresikan dalam bentuk amonia yang bisa menjadi bahan cemaran pada air akuarium. Perkembangan Kekhususan Jenis Pakan Ikan Perlu diingat bahwa ikan-ikan yang mempunyai kekhususan sangat spesifik pada jenis pakannya ketika dewasa, ternyata, pada umumnya, pada masa burayak memiliki kesamaan dalam jenis pakannya. Ibu alam rupanya telah menciptakan mekanisme ini untuk memudahkan hidup mereka, dengan berbagai alasan. Pertama mereka mungkin tidak bisa mencerna jenis pakan untuk ikan dewasa, sebagai contoh ikan pemakan ikan bisa mendapatkan kesulitan untuk mendapat ikan yang lebih kecil dari tubuhnya ketika masih burayak untuk dimakan. Kedua apabila dari masa burayak sudah terspesialisasi maka pakan tertentu tidak akan dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhannya. Banyak bukti menunjukkan bahwa ikan-ikan yang dewasanya adalah herbivora, ternyata pada masa burayaknya adalah omnivora atau pemakan serangga. Ketiga, ukuran burayak yang kecil mengisaratkan bahwa mereka mampu mendeteksi dan memanfaatkan makanan renik, seperti invertebrata akuatik, yang ukurannya terlalu kecil bagi ikan dewasa. Oleh karena itu, burayak akan memangsa jasad renik pada awal kehidupannya, setelah itu meningkat pada pakan hidup kecil lainya ketika mereka tumbuh, sebelum

akhirnya berubah total pada masa dewasanya. Hal ini perlu diketahui dalam hubungannya dengan pemberian pakan pada burayak ikan. HAL SELANJUTNYA Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com

Copyright 2002-2012 O-FISH. All Rights Reserved

KEBUTUHAN NUTRISI PAKAN ALAMI DAN BUATAN Kebutuhan masyarakat dunia terhadap protein hewani ikan terus meningkatseiring dengan peningkatan populasi penduduk dunia. Sejak tahun 1990-an, produksi perikanan tangkap mengalami stagnasi dan cenderung menurun akibat kerusakanlingkungan laut dan upaya penangkapan ikan illegal. Oleh karena itu pemenuhankonsumsi ikan dunia hanya diharapkan dari usaha budidaya ikan. Keberhasilan usaha budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh 3 faktor yang sama pentingnya, yaitu breeding(pemuliaan biakan, bibit), feeding (pakan) dan management (tata laksana). Namun jika dilihat dari total biaya produksi dalam usaha budidaya ikan, maka kontribusi pakan adalah yang paling tinggi sekitar 75%. Pada umumnya pengertian pakan (feed)digunakan untuk hewan, sedangkan pengertian pangan (food) digunakan untuk manusia. Berkaitan dengan pakan, maka dihadapkan pada masalah-masalah kualitatif,kuantitatif, kontinuitas dan keseimbangan zat pakan yang terkandung didalamnya.Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada hewan ternak (baik berupa bahan organik maupun anorganik) yang sebagian atau seluruhnya dapatdicerna tanpa mengganggu kesehatannya. Zat pakan adalah bagian dari bahan pakanyang dapat dicerna, dapat diserap dan bermanfaat bagi tubuh (ada 6 macam zat pakan: air, mineral, karbohidrat, lemak, protein dan vitamin). Seperti halnya hewanlain, ikan pun membutuhkan zat gizi tertentu untuk kehidupannya, yaitu untuk menghasilkan tenaga, menggantikan sel-sel yang rusak dan untuk tumbuh. Pakanyang dimakan ikan berasal alam disebut pakan alami dan dari buatan manusia disebut pakan buatan. Dalam praktiknya, pakan alami sudah terdapat secara alami dalam perairan kolam tempat pemeliharan ikan. Pakan alami sangat bagus diberikan padaikan yang masih dalam stadia benih, terutama saat benih ikan berumur 3-15 hari.Sedangkan pakan buatan diramu dari beberapa bahan baku yang memilii kandungannutrisi spesifik. Bahan baku diolah secara sederhana atau diolah di pabrik secaramasal dan menghasilkan pakan buatan berbentuk pellet, tepung, remeh atau crumbledan pasta.

pertumbuhan memerlukan kandungan protein relative lebih tinggi dibandingkandengan stadia lanjut dimana nutrisi banyak difungsikan untuk pertahanan hidup.Ikan Nila ( T ilapia nilotica) misalnya, jumlah pakan buatan yang diberikan berkisar 3% dari berat badannya (atau dari total berat ikan yang dipelihara) per hari.Frekuensi pemberian pakannya (feeding frequency) bisa diberikan 3 kali waktufeeding misalnya pagi, siang, dan sore. Sementara itu, Lele (Clarias batrachus) jumlah pakan yang diberikan sebanyak 5-10% dari berat totalnya dengan frekuensi3 kali sehari yakni pagi, siang, dan sore. Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) yanghidupnya omnifora dimana di stadia awal berukuran 1-10 cm makannya plankton,udang kecil, dan ikan kecil, maka setelah berukuran 20 cm hampir 70% perutnyadiisi oleh udang-udangan dan 30%-nya ikan-ikan kecil. Pemberian pakan ikan initergantung pada ukurannya. Untuk ikan dengan berat kurang dari 100 g diberisebanyal 810% dari berat ikan yang dipelihari per hari, sedangkan untuk ikandengan berat lebih dari 100 g sebanyak 3-4% dari berat total ikan yang dipelihara.Sedangkan frekuensi pemberian pakannya adalah 3-4 kali per hari sedangkan ikan besar bisa 2 kali per hari dilakukan pada saat setelah matahari terbit dan sebelummatahari terbenam. Pada densitas pakan yang tinggi menyebabkan masalah padakondisi suhu tinggi. Baik reproduksi pakan hidup, misal kopepoda ataumikroalgae, dan metabolisme, misalnya terjadi kenaikkan konsumsi oksigen dan produksi ammonia, semua biota hidup dalam tanki pemeliharaan akan naik.2. Particle texture, Size and Shape ( T ekstur butiran, ukuran dan bentuk)

T ekstur butiran pakan merupakan faktor penting sehingga pakan tetap terkontroldalam keadaan stabil densitasnya (intact) dan terkontrol kandungan airnya.Stabilitas pakan dalam air (water stability of feed) menjadi hal penting sehingga pakan sampai pada sasarannya tanpa mengalami kerusakan yang mengurangi nilainutrisinya. Ukuran rata-rata pakan buatan disesuaikan dengan diameter usofaguslarva kultivan. Kelemahan penggunaan pakan buatan biasanya terletak padaketidak elastiknya pakan dibanding pakan hidup dan tidak kompatibelnya pakansetelah ditelan oleh kultivan. Padahal pakan harus bisa ditelan (ingestible),kemudian masuk dalam system pencernaan kultivan untuk dicerna (digestible). 3. Feeding FrequencyKuantitas maupun kualitas bahan pakan yang dikonsumsi kultivan ditargetkanuntuk memenuhi syarat gizi bagi pertumbuhannya. Frekuensi pemberian makanantergantung kepada Gut Evacuation T ime atau masa pengosongan lambungkultivan, kebiasaan makan hewan kultivan.4. Feeding PeriodicityPeriode makan suatu kultivan berbeda satu sama lain. Ada yang makan pada periode gelap, ada yang makan pada periode terang.5. Feeding HabitsCara makan biota berbeda-beda satu sama lain. Kebiasaan tersebut berkaitandengan kebiasaan hidupnya. Udang yang hidupnya di dasar (demersal) akanmakan di dasar dengan cara mengerat. Sementara itu ikan hiu memakan ikan laindengan mengoyak dagingnya. Banyak ikan memakan dengan cara menelanlangsung korbannya.6. Food HabitsKebiasaan makanan yang dikonsumsi oleh biota. Hal ini sesuai dengankesukaannya terhadap jenis makanan tertentu (food preferences) seperti: particulate feeders, filter feeders, suspension feeder dan prey strikers. Berdasarkanvariasi makanannya dibedakan sebagai makro atau mikro phytopahagous, zooplanktivorous, detrivorous, molluscivorous, piscivorous dan sebagainya.7. Feeding RateKecepatan makan biota per satuan waktu tertentu.8. Feeding T imeWaktu yang dibutuhkan biota untuk memakan jumlah tertentu makanan yangdiberikan.9. Feeding ScheduleJadwal pemberian makanan kepada biota sesuai dengan kebutuhannya. Ada biotayang makan malam hari maka jadwal makannya harus dibuat malam hari.Demikian sebaliknya bila biota makannya pagi, siang atau sore hari. Pakan tersebut bisa diberikan secara manual tetapi juga bisa diberikan secara otomatisdengan alat automatic feeders.10. Food atau Feed Conversion Ratio (FCR)Secara praktis diartikan sebagai jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg berat hewan kultivan. Secara biologis FCR merupakankemampuan biota (kultivan) untuk merubah pakan menjadi daging. Semakinrendah nilai FCR maka semakin rendah jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg daging kultivan. Artinya, pakan tersebut semakin efisien untuk diubah menjadi daging oleh kultivan. Secara ekonomis ini menguntungkan karenamenekan beaya produksi karena murahnya beaya pakan. Artinya, bila kultivanherbivora diberi pakan nabati yang relatif murah, kemudian kultivan bisa merubahmenjadi protein hewani yang mahal harganya, maka ini akan menguntungkan bagiakuakulturis. Kebutuhan Nutrisi Ikan Nutrisi pakan lebih berperan dibandingkan dengan jumlah pakan yangdiberikan (keseimbangan antara kualitas dan kuantitas). Zat-zat gizi sesuai dengankebutuhan tubuh ikan antara lain protein (dengan asam amino esensial; 20-60%),lemak (dengan asam lemak esensial; 4-8%), karbohidrat ( 30%), vitamin danmineral. Protein, karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi untuk maintenancedan pertumbuhan bagi kultur ikan / udang. Lemak dan karbohidrat harus cukup untuk meminimalisasi penggunaan protein sebagai

sumber energi utama sehingga proteinyang ada tersedia digunakan secara optimal untuk pertumbuhan ikan/udang. Darisejumlah pakan yang dimakan, hanya 10% yang digunakan untuk pertumbuhan /menambah berat; selebihnya digunakan sebagai sumber energi; atau tidak dapatdicerna sehingga mempengaruhi FCR (food convertion rate). y Protein Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan, baik untuk pertumbuhan maupununtuk menghasilkan tenaga. Protein nabati (asal tumbuh-tumbuhan), lebih sulit dicernakan daripada protein hewani (asal hewan), hal ini disebabkan karena protein