Anda di halaman 1dari 5

A. Memeriksa komponen sistem pneumatic 1. Udara kempa a. Komposisi udara b. Karakteristik udara c.

Keuntungan dan kerugian penggunaan udara kempa d. Kompresor 1) Tujuan penggunaan kompresor 2) Syarat udara kempa 3) Akibat suplai udara yang tidak memenuhi syarat e. Komponen umum pembangkit udara kempa f. Prosedur pemantauan penggunaan udara kempa 2. Pengenalan pada sistem pneumatik a. Pengertian fluida b. Pengertian fluid power system c. Perbedaan hidrolik dengan pneumatik d. Struktur kerja sistem pneumatic e. Penerapan sistem pneumatik di industri 1) Tujuan 2) Macam gerakan 3) Macam penggunaaan pada bidang-bidang industri f. Keselamatan kerja pada sistem pneumatik 1) Keamanan pada clamping device 2) Polusi lingkungan 3) Cara bekerja dengan aman B. Mengidentifikasi, memperbaiki/mengganti sistem komponen pneumatik yang rusak 1. Unit pelayanan udara (air service unit) 2. Konduktor dan konektor a. Konduktor (penyalur) b. Konektor 3. Unit pengatur (control element) a. Macam cara pengaturan b. Macam desain katup c. Macam katup menurut fungsinya d. Katup pengarah (directional control valves) e. Katup satu arah (non return valves) 1) Check valve 2) Shuttle valve 3) Quick exaust valve f. Katup pengatur tekanan 1) Pressure regulating valve 2) Katup pembatas tekanan atau katup pengaman (pressure relief valve) 3) Sequence valve

g. Time delay valve (katup penunda) h. Katup pengatur aliran (flow control valve) 1) Fixed flow control 2) Adjustable flow control 3) Adjustable flow control with check valve by pass 4. Unit penggerak (working element = actuator) a. Linear motion actuator (penggerak lurus) 1) Single acting clynder 2) Double acting clynder b. Rotary motion actuator (penggerak putar) 1) Air motor 2) Rotary actuator (limited rotary actuator) c. Types of mounting (cara-cara pengikatan) 5. Diagram sirkuit pneumatik a. Direct control silinder kerja tunggal b. Direct control silinder kerja ganda c. Indirect control d. Sirkuit semi otomatis e. Sirkuit otomatis f. Sirkuit dengan pengatur waktu dan katup buang cepat Memperbaiki komponen sistem pneumatik A. Melakukan pemeliharaan untuk pemeriksaan/pengaturan pada sistem pneumatik 1. Langkah membuat sirkuit 2. Sirkuit pneumatik dengan dua aktuator 3. Kontrol penunda waktu gerak berangkai dua aktuator 4. Sirkuit pneumatik dengan tiga aktuator 5. Penyusunan diagram sirkit dengan sistem cascade 6. Diagram sirkuit dengan shift register (pemindah saluran) 7. Penerapan khusus sirkit pneumatik B. Mempersiapkan pencarian kesalahan pada sistem pneumatik 1. Analisis diagram sirkit a. Aliran kontrol b. Penandaan elemen c. Penggambaran komponen (simbol) d. Garis pemipaan (pipe line) C. Perbaikan dan/atau perbaikan berat sistem tenaga pneumatik 1. Aspek analisis a. Konstruksi elemen pneumatik b. Fungsi komponen c. Cara pemasangan komponen (clamping system)

Cara kerja setiap komponen Analisis sirkuit (rangkaian) pneumatik Analisis penggunaan udara kempa Analisis kesehatan dan keselamatankerja 1) Alat-alat keselamatan kerja 2) Tempat kerja yang aman 3) Pencemaran lingkungan 4) Penyebab kecelakaan dan gangguan kesehatan D. Pengkajian sistem pneumatik 1. Sistematika pemeliharaan

d. e. f. g.

A. Konsep dasar pneumatik 1. Definisi sistem pneumatik 2. Penerapan sistem pneumatik 3. Karakteristik udara bertekanan a. Keuntungan b. Kekurangan B. Komponen sistem pneumatik 1. Struktur sistem pneumatik dan aliran sinyal 2. Pengadaan dan penyaluran udara bertekanan 3. Unit pemelihara udara bertekanan (air service unit) a. Pelumasan udara bertekanan b. Penyaring udara bertekanan c. Pengatur udara bertekanan 4. Katup a. Katup kontrol arah b. Katup satu arah (non return valve) dan turunannya c. Katup kontrol aliran d. Katup kontrol tekanan e. Prosesor : katup dan elemen logika 1) Dual pressure valve 2) Shuttle valve 5. Aktuator a. Macam gerakan 1) Gerak lurus 2) Gerak putar b. Karakteristik kinerja silinder 1) Gaya piston 2) Panjang langkah 3) Kecepatan piston

C. Simbol dan standart dalam pneumatik 1. Simbol pengadaan udara bertekanan 2. Simbol katup kontrol arah 3. Metoda aktuasi 4. Aktuator a. Aktuator linier b. Aktuator rotasi D. Solusi pneumatik secara sistematis 1. Disain diagram dan tata letak rangkaian 2. Penomoran komponen 3. Contoh suatu permasalahan E. Pengembangan rangkaian dasar 1. Kontrol langsung dari suatu silinder pneumatik 2. Kontrol tak langsung silinder pneumatik 3. Fungsi logika : and, or 4. Rangkaian memori dan kontrol kecepatan silinder 5. Time delay (katup penunda waktu) F. Perancangan sistem pneumatik (silinder banyak) 1. Metode intuitif a. Notasi singkatan 1) Bentuk tabel 2) Bentuk vektor 3) Notasi singkat b. Diagram langkah c. Diagram kontrol d. Contoh perancangan 2. Metode cascade a. Langkah b. Contoh perancangan G. Dasar-dasar elektropneumatik 1. Sistem komponen dan aliran sinyal a. Aktuator b. Kontrol element c. Processor d. Sensor e. Energy supply f. Katup kontrol arah g. Saklar dan relay h. Aktuator 2. Simbol-simbol listrik H. Perancangan sistem kontrol elektropneumatik 1. Langkah perancangan

2. Penuntun perancangan a. Pneumatik b. Elektrik 3. Rangkaian dasar elektropneumatik a. Kontrol langsung dan tidak langsung b. Operasi logika c. Rangkaian dengan time delay d. Sistem kontrol sekuens pada rangkaian elektropneumatik