Anda di halaman 1dari 7

Nama Mata Kuliah Dosen

: Yanet Kristin Muna : Misiologi : Royke Lepa, S.E., M.Mis

MISIOLOGI

Penulis kitab Para Rasul adalah Lukas. Isi kitab ini yaitu memuat kisah pelayanan Kristus melalui hidup para murid-Nya atau rasul-Nya. Tiga pokok pembahasan kitab yaitu mengenai kepemimpinan Petrus atas Gereja Yahudi, penganiayaan orang-orang percaya di bawah kepemimpinan Saulus dan kisah pertobatan Saulus. Paulus memimpin 3 perjalanan penginjilan yang luas yaitu kepada umat nonYahudi ia mengajar dan mengambar Injil dengan berani. Namun perjalanan pekabaran Injil oleh Paulus tidak berjalan tanpa hambatan, melainkan penuh dengan berbagai macam hambatan. Berulangkali ia ditolak oleh orang-orang Kristen karena pernah menganiaya jemaat, kemudian karena Injil ia dilempari baju hingga hamper mati, dipenjarakan di Filipi bersama Silas, dan dianiaya di Yerusalem. PengInjilan (MISI) Paulus:

Perjalanan misionaris Paulus yang pertama (Kisah para rasul 13: 1-14:28). -Perjalanan pengInjilan Paulus dan Barnabas harus berlayar ke Siprus dari Seleukia. Disana menghadapi seorang tukar sihir dan nabi palsu, namanya Baryesus atau di sebut Elimas disana ada seorang gubernur bernama Sergius Paulus yang ingin mendengar Injil. Tukang sihir yang mencoba membelokan iman gubernur menjadi buta selama beberapa hari melihat itu gubernur semakin terkejut oleh ajaran Tuhan dalam

perjalanan ini Yohanes yang disebut juga Markus menjadi pembantu yang menyertai mereka -Di Antiokhia Pisidia Paulus dan kawan-kawannya kecuali Yohanes pergi ke rumah ibadat pada hari sabat disitu Paulus berbicara mengenai janji Allah kepada kepada umat Israel dan penggenapannya didalam diri Yesus Kristus yaitu janji mengenai mesias atau juruselamat. Kebangkitan Yesus. Disini Paulus memberitakan kabar yang baru yang belum pernah didengar oleh orang-orang baik Yahudi maupun non-Yahudi. Kabar itu mengenai seruan pengampunan dosa dan pembebasan ats dosa bukan bedasarkan hukum taurat Musa melain kan anugerah Tuhan atau keselamtan untuk semua bangsa. Pada pertemuan hari sabat selanjutnya banyak orang dating hamoir seluruh kota berkumpul untuk mendengar firman Allah. Tetapi, orang Yahudi menjadi iri hati dan menghujat Paulus, mereka membntah perkataan Paulus. Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah dan pembesar-pembesar kota itu sehingga menimbulkan penganiaayan atas Paulus dan Barnabas. -Ikonium Paulus dan Barnabas mengajar di rumah ibadah orang Yahudi sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya. Tetapi orang di kota itu terbbagi menjadi dua kelompok yang satu memihak kepada orang Yahudi yaitu menentang dan memihak kepada kedua rasul itu. Kemudian merekan menyingkir ke Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. -Listra Paulus mengadakan mujizat kesembuhan kepada seorang yang lumpuh sejak ia dilahirkan.distu mereka dianggap dewa-dewa , Barnabas diseut zZus dan Paulus disebut Hermes orang-orang ingin mempersembahkan korban untuk mereka. Tetapi Paulus dan Barnabas menolak. Lalu datanglah orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium menghasut orang banyak. Paulus dilempari dengan batu dan di seret kelluar kota merka menyangkal

Paulus sdudah mati. Setelah bankit kembali, keesokan harinya murid-murid mempercya serta Barnabas ke Derbe. -Derbe Paulus memberitakn Injil dan memperoleh banyak murid. Kemudian Paulus dan Barnabas kembali ke Antiokhia untuk menguatkan iman percaya murid-murid ia menetapkan penatua-penatua dari Derbe mereka menjelajah seluruh Pisidia dan sampai di Pampilia. Merka memberitakn Injil di Perga sampai ke Atali di pantai darti situ berlayar ke Antiokhia.

Perjalanan pengInjilan Paulus yang ke dua (Kisah Para Rasul 15:35-18:23) -Perjalanan PengInjilan Paulus yang ke dua dimulai ketika Paulus dan Barnabas berselisih di Antiokhia. Mereka berdua tidak sepaham, Barnabas ke Siprus karena ingin bersama-sama Yohanes yang disebut Markus sedangkan Paulus memilih dengan Silas dan Timotius untuk meneguhkan iman jemaat di Siria dan Kilikia. -Perjalanan mereka melintasi tanah Firgia dan Galatia sampai ke Misia. Di Troas Paulus mendapat penglihatan tentang seorang Makedonia yang berseru menyeberanglah ke masri dan tolonglah kami!. -Paulus di penjara dengan Silas di Filipi Meskipun Paulus dan rekannya ditangkap dan dipenjarakan karena memberitakan Injil, Justru ketika di penjara seorang kepala Penjara Filipi bertobat. -Tesalonika Paulus dan Silas datang ke rumah ibadat selama 3 sabat berturut-turut. Mereka memberitakan bahwa Yesus adalah Raja. Hal ini membuat hati orang-orang Yahudi yang lain serta pembesar-pembesar kota menjadi gelisah. Namun, ada seorang yang menjadi percaya yaitu Yason dan menerima tumpangan Paulus dan Silas.

Setelah dari Tesalonika mereka menuju ke Berea orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya karena mereka memiliki kerelaan hati untuk menyelidiki kitab suci. Ketika orang Yahudi dari tesalonika dating untuk menghasut orang-orang percaya di sana, mereka justru tidak terpengaruh bahkan berusaha melindungi rasul-rasul itu. Paulus ke Atena, sedangkan Silas dan Timotius masih di Berea. -Paulus di Atena Hati Paulus menjadi sedih karena di kota itu penuh dengan patung-patung penyembahan berhala. Tetapi hatinya sedikit terhibur karena orang-orang Atena memiliki rasa keingintahuan tinggi. Mereka mencintai ilmu pengetahuan baru, mereka senang bertukar pikiran dan bersifat terbuka terhadap Paulus. Hal ini dianggap Paulus sebagai suatu celah untuk memberitakan Injil. Para ahli pikir dari golongan epikuros dan stoa pun memberikan kesempatan kepada Paulus untuk berbicara di sidang Aeropagus. Mereka semua senang dengan perkataan Paulus kecuali pernyataannya tentang kebangkitan orang mati. Banyak di antara mereka meninggalkan siding namun ada pula beberapa orang yang menjadi percaya yaitu Dionisius seorang majelis Aeropagus dan perempuan yang bernama Damaris. -Paulus di Korintus Di Korintus ada sepasang suami istri yang percaya yaitu Akwila dan Priskila yang baru dating dari Italia karena kaisar Klaudius memerintahkan semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Di sana pula Paulus kembali bertemu dengan Silas dan Timotius. Ia tinggal selama satu setengah tahun lamanya karena Tuhan menyuruhnya tinggal di situ. Banyak orang yang menjadi percaya di antaranya kepala-kepala rumah ibadat yaitu Sostenes dam Krispus. Dan seorang yang lain bernama Titius Yustus. Tetapi ketika pergantian gubernur oleh Galio maka ia menganiaya orang-orang percaya itu. Setelah beberapa hari lamanya Paulus beserta Akwila dan Priskila berangkat ke Efesus dan

Paulus bertolak sampai ke Kaisarea dan berangkat kembali ke Antiokhia. Ia menjelajah seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.

Perjalanan PengInjilan Paulus yang ke tiga (Kisah para rasul 18:24-21:14) Di Efesus ada seorang Yahudi bernama Apolos, ia fasih berbicara dan mahir dalam soalp-soal kitab suci. Ia mengajarkan pula tentang Jalan Tuhan dan tentang Yesus di rumah ibadat. Priskila dan akwila dari Korintus tertarik untuk berdiskusi bersama-sama untuk menjelaskan tentang Jalan Allah itu. Setelah menerima tuntunan, Apolos

menyeberang ke Akhaya dan di sana ia menjadi sangat berguna bagi orang-orang percaya. -Paulus di Efesus Selama 2 tahun di sana ia mengajar orang percaya di ruang kuliah Tiranus. Ia membabtis orang-orang yang percaya dengan babpitasn Yesus sebab sebelumnya mereka memakai babtisan Yohanes. Setidaknya 12 orang menjadi percaya dan menerima Roh Kudus. Paulus memberitakan pula mengenai kerajaan Allah. Namun, hambatan kembali muncul sebab adapula yang tegar hatinya dan tidak mau diyakinkan. Oleh karena itu Paulus memisahkan murid-muridnya dari orang-orang yang tidak percaya itu. Paulus melakukan mujizat-mujizat di antaranya menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Hambatan silih berganti harus menghadang Paulus. Yaitu 7 orang anak Skewa yang adal;ah seorang imam kepala Yahudi. Mereka itu adalah tukang jampi Yahudi. Mereka mencoba menyebut nama Yesus atas orang yang kerasukan setan. Tetapi roh jahat itu menjawab mereka katanya: Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?. Dengan peristiwa itu anak-anak Skewa menjadi kalah dan makin tersiarlah firman Tuhan di sana, banyak orang-orang yang pernah mencoba ilmu sihir mengumpulkan kitab-kitabnya lalau membakarnya di depan mata semua orang.

Terjadi huru-hara di gedung kesenian di Efesus oleh seorang pembuat patung berhala bernama Demetrius. Ia menghasut banyak pembuat patung dan berkata bahwa Paulus membuat mereka akan kehilangan pekerjaannya sebgai pembuat patung berhala sebab telah banyak orang yang telah menjadi percaya di sana. Ia berkata juga bahwa dewi Artemis sudah kehilangan kebesarannya jika Paulus terus memberitakan Injil di sana. -Paulus kembali ke Makedonia Dari sana Paulaus melanjutkan perjalanan ke Troas. Di situ ia menjelajahi makedonia sampai di tanah Yunani. Dari Troas ke Miletus dan si sana Paulus berpesan untuk mengumpulkan penatua jemaat Efesus dan terjadilah pertemuan yang mengharukan karena Paulus ingin pergi ke Yerusalem dan mati di sana, ia berpesan dan meneguhkan iman jemaat. -Paulus di Tirus dan di Kaisarea Murid-murid kemali menasihati Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem. Tetapi tekad Paulus sudah bulat untuk kesana, sesampainya di rumah Filipus yaitu seorang pemberita Injil yang ditunjuk dari 7 orang di Yerusalem datanglah seorang nabi bernama Agabus. Ia bernubuat bahwa Paulus akan diikat oleh orang Yahudi di Yerusalem. Namun sama sekali tidak mempengaruhi niat Paulus untuk memberitakan Injil Kristus di Yerusalem. -Paulus dan Yakobus bertemu di Yesusalem Paulus akhirnya tiba di Yerusalem dengan disambut baik oleh murid Yesus salah satunya Yakobus. Ia bertemu dengan semua penatua yang hadir di rumah Manason dan ia bersaksi dan menceriktakan dengan terperinci tentang perbuatan Allah yang telah menyelamatkan dia sepanjang perjalanan pengInjilannya di luar Yerusalem yaitu di antara bangsa-bangsa non-Yahudi. Mendengar perbuatan Allah yang luar biasa itu, semua orang yang ada di sana memuliakan Allah. Mulai dari saat itu para penatua membuat pentahiran di Bait Allah yaitu baik orang Yahudi maupun orang dari bangsa lain yang menjadi percaya.

-Paulus ditangkap Sedang dalam Bait Allah orang-orang Yahudi yang dating dari Asia menhasut rakyat dengan berkata bahwa Paulus telah menajiskan Bait Allah dengan membawa orang Yunani ke dalamnya. Paulus menentang Hukum Taurat dan mengajarkan semua orang untuk menentang bangsa Yahudi. Maka gemparlah tempat itu banyak orang yang berkerumun memukuli Paulus dan kepala pasukan mengikat dia dengan dua rantai. Ketika di bawah ke markas Paulus meminta ijin untuk mengadakan pembelaan dirinya. Ia berbicara tentang dirinya dan kesaksian hidupnya terhadap semua orang. Namun pun demikian banyak orang-orang Yahudi tidak lagi menghiraukannya.