P. 1
Presentation 1

Presentation 1

|Views: 19|Likes:
Dipublikasikan oleh Efri Dianti

More info:

Published by: Efri Dianti on Oct 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

IDENTIFIKASI KULTUR JAMUR

Kelompok A2 Devi Purnamasari I Dhewinta Anggita S Efri Dianti Endang Wahyuni P07143212006 P07143212007 P07143212008 P07143212009

PENDAHULUAN

 

Jamur adalah : tumbuh-tumbuhan berbentuk sel atau benang bercabang, mempunyai dinding dari selulosa atau kitin atau keduanya, mempunyai protoplasma yang mengandung satu atau lebih, tidak mempunyai klorofil dan berkembang biak secara aseksual, seksual atau keduanya Mikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jamur (mykes: jamur dan logos: ilmu) Penyakit yang disebabkan oleh jamur disebut mikosis Yeast merupakan jenis jamur uniseluler yang tidak berfilamen berbentuk ovoid atau spheroid. Bentuk yeast dapat sperikal sampai ovoid, kadang dapat membentuk miselium semu. Ukuran juga bervariasi. Struktur yang dapat diamati meliputi dinding sel, sitoplasma, vakuol air, globula lemak dangranula. Kebanyakan yeast melakukan reproduksi secara aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polar

MORFOLOGI
Jamur  Berbeda dg tanaman atau bakteri  Termasuk eukaryote, memiliki inti, membran inti dan mitokondria  Mengabsorsi nutrien dari lingkungan  Kebanyakan jamur adalah aerob  Tumbuh baik pd pH normal  Perlu kelembaban untuk pertumbuhan, tetapi spora dan conidia mampu hidup pada lingkungan yg kering Yeast  Merupakan sel tunggal  Tidak berfilamen  Berbentuk ovoid atau spheroid  Khamir bersifat mikroskopik sebagai sel bebas yang sederhana. Biasanya berbentuk bulat atau lonjong, termasuk sel eukariotik. Berkembang biak secara seksual maupun aseksual

IDENTIFIKASI JAMUR
1.

Identifikasi mikroorganisme menggunakan Kriteria Genotip identifikasi karakteritis jamur menggunakan teknik molekuler untuk analisis DNA dan RNA Identifikasi jamur menggunakan kriteria Fenotif :  Mikroskopis : KOH 10 %  Mikroskopis : Slide Kultur  Isolasi : morfologi Koloni dengan Identifikasi: penanaman pada media Saboraud agar/Potato Dextrosa Agar  Kebutuhan lingkungan untuk pertumbuhan  Kebutuhunan nutrisi dan kemampuan metabolik

2.

PERBEDAAN YEAST DAN JAMUR
perbedaan bentuk Permukaan sifat yeast Seperti kapas dan circular Tidak rata Seluler jamur bulat Permukaan kusam dan licin uniseluler

Infeksi jamur menurut tempat :
1. Mikosis superfisial, yang mengenai lapisan permukaan kulit 2. Mikosis cutaneous, yang terkena lapisan keratinisasi dari kulit, rambut atau kuku. 3. Mikosis subcutaneous, mengenai lapisan bawah kulit meliputi otot dan jaringan konektif.. 4. Mikosis sistemik, mengenai organ internal dan jaringan sebelah dalam. Seringkali tempat infeksi awal adalah paru-paru, kemudian menyebar melalui darah Histoplasmosis, Blastomyces, Cocciodes

BIAKAN

Media isolasi primer Sabaroud dextrose agar (SDA), SDA dg antibiotik, brain heart infusion (BHI) diperkaya dg darah dan antibiotik. pH: mendekati netral (mendekati 7) Antibiotik yg digunakan :  kloramfenikol, untuk menghambat pertumbuhan bakteri  Cyclohexamide , untuk menghambat saprobic fungi.

PENGAMBILAN, PENANGANAN, DAN PENGIRIMAN SAMPEL

Pengambilan sampel yg tepat merupakan kunci sukses dalam diagnosis infeksi jamur. Sampel segera dikirim ke lab. Kebanyakan jamur tumbuh lambat. Keterlambatan pengiriman mengakibatkan pertumbuhan kontaminan shg memperkecil kemungkinan menemukan penyebab Sampel yg paling lazim: sekret sal. nafas, rambut, kulit, kuku, jaringan, darah atau sumsum tulang

BAGAN ALUR KULTUR JAMUR/YEAST
sampel

Inokulasi : SDA atau PDA

Inkubasi s/d 1 minggu (diamati setiap hari)

Koloni: Miselia Mikro kultur (Inkubasi 2×24 jam)

Koloni: Yeast Germ tube (Inkubasi ±30menit)

Identifikasi: hifa konidiospora

Identifikasi: pseudohifa

HASIL PENGAMATAN
Candida albicans

Ket: Tekstur koloni lembek seperti koloni bakteri. Blastospora kecil terletak pada sekitar septa semu. Pada ujung hifa terdapat spora yang menebal dan bulat disebut klamidiospora.

Pada Germ tube test dinyatakan positif bila tampak adanya pseudohifa.

ASPERGILUS NIGER

Ket: Tekstur koloni powder dengan warna putih sampai kehitaman Hifa bersepta. Konidiofora tidak bercabang dan muncul dari hifa. Susunan sterigmata seperti jari tangan.

PAECHYLOMICES

Ket: Tekstur koloni velvet/bludru. Konidiospora oval. Sterigmata tidak beraturan.

Rhizopus sp

Ket: Tekstur koloni filamen/benang. Hifa tak bersepta, bergranula dan memanjang penuh dengan inti. Sporangiospora terdapat dalam sporangium berbentuk bulat dan kadang-kadang sudah keluar dari sporangium.

Mucor

Ket: Tekstur koloni filamen. Tidak punya akar. Sporangiospora terdapat dalam sporangium berbentuk bulat dan kadangkadang sudah keluar dari sporangium.

Trycophyton

Ket: Tekstur koloni powder Hifa berbentuk spiral Mikrokonidia bundar, Makrokonidia berbentuk pensil dan terdiri atas beberapa sel

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->