Anda di halaman 1dari 8

Anatomi Hati adalah organ yang terbesar yang terletak di sebelah kanan atas rongga perut di bawah diafragma.

Beratnya 1.500 gr atau 2,5 % dari berat badan orang dewasa normal. Pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati terbagi menjadi lobus kiri dan lobus kanan yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme. Lobus kanan hati lebih besar dari lobus kirinya dan mempunyai 3 bagian utama yaitu : lobus kanan atas, lobus caudatus, dan lobus quadratus.17,18 Untuk mengetahui perbedaan bentuk hati normal dan tidak normal dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 2.1 Anatomi Hati Gambar 2.2 Hati Normal Gambar 2.3 Kanker Hati Universitas Sumatera Utara

Hati disuplai oleh dua pembuluh darah yaitu : 19 a. Vena porta hepatica yang berasal dari lambung dan usus, yang kaya akan nutrien seperti asam amino, monosakarida, vitamin yang larut dalam air, dan mineral. b. Arteri hepatica, cabang dari arteri kuliaka yang kaya akan oksigen. Cabang-cabang pembuluh darah vena porta hepatica dan arteri hepatica mengalirkan darahnya ke sinusoid. Hematosit menyerap nutrien, oksigen, dan zat racun dari darah sinusoid. Di dalam hematosit zat racun akan dinetralkan sedangkan nutrien akan ditimbun atau dibentuk zat baru, dimana zat tersebut akan disekresikan ke peredaran darah tubuh.19 2.1.2 Fisiologi Hati Fungsi utama hati yaitu : 17 a. Untuk metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Bergantung kepada kebutuhan tubuh, ketiganya dapat saling dibentuk. b. Untuk tempat penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe) serta vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E, dan K), glikogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh (contohnya : pestisida DDT). c. Untuk detoksifikasi dimana hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat. d. Untuk fagositosis mikroorganisme, eritrosit, dan leukosit yang sudah tua atau rusak. e. Untuk sekresi, dimana hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorbsi lemak

Hati (hepar) merupakan pusat metabolisme tubuh yang menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen (hypogastrica dekstra dan sebagian epigastrica). Batas atas hati berada sejajar dengan ruang interkostal V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga VIII kiri. Permukaan posterior hati berbentuk cekung dan terdapat celah transversal sepanjang 5 cm dari sistem porta hepatis. Omentum minor terdapat mulai dari sistem porta yang mengandung arteri hepatika, vena porta dan duktus koledokus. Sistem porta terletak di depan vena kava dan di balik kandung empedu. Unit fungsional dasar hati adalah lobulus hati, yang berbentuk silindris dengan panjang beberapa milimeter dan berdiameter 0,8 sampai 2 milimeter. Hati manusia berisi 50.000 sampai 100.000 lobulus. Setiap lobuli hepar disusun oleh vena sentralis, sel parenkim hepar, hepatosit, kapiler empedu, dan sinusoid. Pada bagian perifer tertentu, lobuli dipisahkan oleh jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris, pembuluh limfe, saraf, dan pembuluh darah. Daerah ini dinamakan kanalis porta (celah porta). Kanalis porta mengandung jaringan pengikat yang di dalamnya terdapat trigonum kiernann yang terdiri dari: cabang-cabang vena porta, cabang-cabang arteri hepatica, duktus biliferus, pembuluh limfe, dan saraf (Dorland, 2006; Guyton, 1998; Junqueira, 2007; Snell, 2006). Fungsi dasar hati dapat dibagi menjadi (1) fungsi vaskular untuk menyimpan dan menyaring darah, (2) fungsi metabolisme yang berhubungan dengan sebagian besar sistem metabolisme tubuh, dan (3) fungsi sekresi yang berperan membentuk empedu yang mengalir melalui saluran empedu ke saluran pencernaan. Dalam fungsi vaskularnya hati adalah sebuah tempat mengalir darah yang besar. Hati juga dapat dijadikan tempat penimpanan sejumlah besar darah. Hal ini diakibatkan hati merupakan suatu organ yang dapat diperluas. Aliran limfe dari hati juga sangat tinggi karena pori dalam sinusoid hati sangat permeable. Selain itu di hati juga terdapat sel Kupffer (derivat sistem retikuloendotelial atau monosit-makrofag) yang berfungsi untuk menyaring darah (Guyton, 1998).

Fungsi metabolisme hati dibagi menjadi metabolisme karbohidrat, lemak, protein, dan lainnya. Dalam metablosime hepar fungsi hati : (1) menyimpan glikogen; (2) me-ngubah galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa; (3) glukoneogenesis; (4) membentuk senyawa kimia penting dari hasil perantara metabolisme karbohidrat. Dalam metabolisme lemak fungsi hati : (1) kecepatan oksidasi beta asam lemak yang sangat cepat untuk mensuplai energi bagi fungsi tubuh yang lain; (2) pembentukan sebagian besar lipoprotein; (3) pembentukan sejumlah besar kolesterol dan fosfolipid, dan (4) penguraian sejumlah besar karbohidrat dan protein menjadi lemak. Dalam metabolisme protein hati berfungsi : (1) deaminasi asam amino; (2) pembentukan ureum untuk mengeluarkan amonia dari dalam tubuh; (3) pembentukan protein plasma; (4) interkonversi diantara asam amino yang berbeda (Guyton, 1998). Fungsi sekresi hati membentuk empedu juga sangat penting. Salah satu zat yang dieksresi ke empedu adalah pigmen bilirubin yang berwarna kuning-kehijauan. Bilirubin adalah hasi akhir dari pemecahan hemoglobin. Bilirubin merupakan suatu alat mendiagnosis yang sangat bernilai bagi para dokter untuk mendiagnosis penyakit darah hemolitik dan berbagai tipe penyakit hati (Guyton, 1998).

Hepar, Hati, Anatomi dan Fisiologi


Posted on 14 February 2011 by ArtikelBedah Hepar adalah kelenjar terbesar dalam tubuh yang memiliki berat berkisar 1200 1600 gr. Berat pada laki-laki 1400 1600 gr dan pada perempuan 1200 1400 gr (1). Berat hepar tergantung pada berat masing-masing tubuh, yaitu 1,8 % 3,1 % dari total berat tubuh, pada infant memiliki berat yang agak lebih yaitu kira-kira 5% sampai 6 % dari total berat tubuh. Ukuran tranversal dari hepar berkisar 20 cm- 22,5 cm, dan ukuran vertikal berkisar 15 cm 17,5 cm, dengan diameter anteroposterior terbesar berkisar 10 cm12,5 cm. Hepar mempunyai konsistensi kenyal, berwarna coklat kemerahan. Bentuk hepar adalah piramid , yang puncaknya dibentuk oleh bagian pada lobus sinistra, sedangkan basisnya pada sisi lateral kanan yang lokasi pada dinding thorax kanan. Hepar dibungkus peritoneum viseralis kecuali gallbladder bed, porta hepatis dan di posterior pada daerah yang disebut bare area dari hepar di kanan dari vena cava inferior. Di bawah peritoneum terdapat kapsula Glisson, yang meliputi seluruh permukaan organ; kapsula ini pada hilus atau porta hepatis di permukaan inferior, melanjutkan diri ke dalam massa hati, membentuk rangka untuk cabang-cabang vena porta, arteri hepatika dan saluran empedu. Duplikasi peritoneum yang meluas dari dinding abdomen anterior dan diafragma ke hepar membentuk ligamentum yang mempertahankan organ hepar pada tempatnya. Duplikasi horizontal peritoneum membentuk lig.coronary yang nampak jika menarik hepar ke bawah. Tepi kanan yang bebas dari lig.coronary membentuk lig.triangular kanan dan ujung kiri membentuk lig.triangular kiri yang melekat pada apeks lobus kiri dan mencapai procesus fibrous hepar yang melekat pada diafragma. Dari pertengahan lig.coronary muncul lig.falciform yang meluas ke anterior sebagai membrana tipis menghubungkan permukaan hepar ke diafragma, dinding abdomen dan umbilikus. Lig.teres (obliterasi vena umbilikalis) yang berjalan ditepi inferior lig.falciform dari umbilikus sampai fisura umbilkalis. Fisura umbilikalis berada pada permukaan inferior hepar

sinistra dan terdapat triad portal kiri. Lig.falciform, sebagai penanda permukaan yang jelas, yang secara historis digunakan untuk pembagian lobus hepar kiri dan lobus hepar kanan Hepar dibagi menjadi 2 lobus utama yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri yang lebih kecil. Walaupun ligamentum falciform sering digunakan untuk membagi hepar menjadi lobus kanan dan kiri, true / surgical Couinauds segmental anatomy dari hepar yang paling banyak digunakan oleh ahli bedah sebagai deskripsi secara anatomi fungsional atau anatomi modern. Sedangkan deskripsi secara klasik atau tradisional anatomi, hepar di bagi menjadi empat lobus yaitu lobus kanan, lobus kiri, kaudatus, dan quadratus. Bagaimanapun juga deskripsi lobus secara tradisional ini yang berdasarkan pada anatomi permukaan tidak menggambarkan true segmental anatomy dari hepar seperti pada couinaud. Klasifikasi Couinaud membagi hepar kedalam 4 sektor didasarkan pada jalannya tiga vena hepatika utama. Masing-masing sektor menerima suplai darah dari pedikel portal secara terpisah. Dalam scissura utama terdapat vena hepatika media yang berjalan dari sisi kiri vena cava suprahepatika ke bagian tengah fossa kandung empedu. Secara fungsional scissura utama membagi hepar menjadi lobus kanan dan lobus kiri yang tidak bergantung pada aliran portal dan arsitektur biliaris. Secara singkat, penanda yang dari kandung empedu sampai sisi kiri vena cava inferior (di kenal dengan fisura portal atau Cantlie,s line) membagi hepar menjadi lobus kanan dan kiri . Lobus kanan lebih lanjut dibagi menjadi segmen anterior dan segmen posterior. Lobus kiri dibagi menjadi segmen medial (yang dikenal lobus quadratus) yang menempati sisi kanan ligamentum falciform dan fisura umbilikalis dan segmen lateral menempati sisi kirinya. Sistim yang di kenal seperti ini cukup untuk tindakan mobilisasi hepar dan tindakan hepar yang sederhana, tetapi tidak dapat menggambarkan lebih banyak kerumitan dan anatomi fungsional yang di perlukan bagi ahli bedah hepar. Hepar selanjutnya dibagi atas 8 segmen yang masing-masing disuplai oleh pedikel yang terdiri dari vena portal, arteri hepatika dan duktus biliaris. Segmensegmen ini lebih lanjut di bagi kedalam 4 sektor yang dipisahkan oleh scissura yang mengandung tiga vena hepatika utama. Sistim ini mula-mula digambarkan pada tahun 1957 oleh Goldsmith dan Woodburney sebagaimana juga oleh Couinaud, yang mengambarkan anatomi hepar , dimana itu paling berkaitan dengan pembedahan hepar Scissura utama terdapat vena hepatika media yang berada pada arah anteroposterior dari fosa kandung empedu sampai ke sisi kiri vena cava inferior dan membagi hepar menjadi hemiliver kiri dan kanan. Garis dari scissura yang di kenal juga sebagai Cantlie,s line. Hepar kanan dibagi menjadi sektor anterior (segmen V dan segmen VIII) dan sektor posterior (segmen VI dan segmen VII) oleh scissura kanan yang mana terdapat vena hepatika kanan. Pedikel portal kanan yang terdiri atas arteri hepatika kanan, vena porta kanan dan duktus biliaris kanan yang kemudian menjadi pedikel anterior kanan dan pedikel posterior kanan yang mensuplai sektor anterior dan posterior. Hepar kiri memiliki fisura yang nampak berada di sepanjang permukaan inferior yang di sebut fisura umbilikalis. Ligamentum teres (sisa vena umbilikalis) berada pada fisura ini. Ligamentum falciform berhubungan dengan fisura umbilikalis dan ligamentum teres . Fisura umbilikalis bukan merupakan scissura, tidak mengandung vena hepatika dan pada kenyataannya mengandung vena portal kiri (triad yang terdiri atas vena portal kiri,arteri hepatika kiri dan duktus biliaris kiri) yang berada pada fisura ini,bercabang untuk memberi makan hepar kiri. Scissura kiri berada di posterior ligamentum teres dan terdapat vena hepatika kiri. Hepar kiri dibagi menjadi sektor anterior (segmen III dan IV) dan sektor posterior (segmen II- sektor yang hanya terdiri dari satu segmen ) oleh scisura kiri. Sedangkan lobus kaudatus (segmen I) merupakan bagian posterior hepar. Pada hilus hepar,triad portal kanan merupakan pedikel extrahepatika yang pendek kira-kira 1 1,5 cm sebelum memasuki jaringan hepar dan bercabang atau mensuplai ke sektor anterior dan

posterior dari hepar kanan. Bentuk percabangan vena-vena portal sektor ini kedalam sub bagian hepar kanan menjadi 4 segmen yaitu segmen V (anterior dan inferior) dan segmen VIII( anterior dan superior) membentuk sektor anterior dan segmen VI (posterior dan inferior) dan VII ( posterior dan superior) membentuk sektor posterior. Sebaliknya , untuk triad portal kiri memiliki panjang saluran extrahepatika 4 cm berada di bagian inferior lobus quadratus (segmen IV B) yang berjalan secara tranversal di bungkus dalam peritoneal sheath yang berada pada ujung atas omentum minus. Morfologi dan segmen Dilihat dari permukaan anterior, hepar terdiri atas Lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme hepatis dan fossa sagitalis sinistra. Dilihat dari permukaan posterior, terlihat lobus hepatis dextra yang terbagi lagi menjadi 3 buah lobus yaitu Lobus caudatus, lobus quadratus dan lobus hepatis dextra itu sendiri. 1. Lobus Hepatis Dextra Lobus ini mempunyai ukuran yang lebih besar daripada lobus hepatis sinistra, yaitu kira-kira 5/6 bagian dari seluruh hepar. Lobus ini terletak di hipokondrium dextra dimana dipisahkan dengan lobus hepatis sinistra oleh ligamentum falciforme pada facies diafragma, sedangkan pada facies visceralis dipisahkan oleh fossa sagitalis sinistra (Facies sagitalis sinistra dibentuk oleh fossa ductus venosi pada bagian dorso cranial dan fossa vena umbilikalis pada bagian ventro caudal). Pada facies visceralis lobus hepatis dextra terdapat 2 buah fossa yaitu fossa vesica fellea yang ditempati oleh fundus dari vesica fellea dan fossa vena cava yang ditempati oleh vena cava inferior. Kedua fossa ini bersama-sama membentuk fossa sagitalis dextra. Diantara kedua fossa sagitalis sinistra dan dextra terdapat cekungan yang berjalan melintang yang disebut porta hepatis yang membagi 2 bagian menjadi lobus qudratus dan lobus caudatus (Spigeli) 2. Lobus Quadratus hepatis Lobus ini terletak pada facies inferior dari lobus hepatis dextra, dibatasi oleh : Anterior oleh margo anterior hepatis Dorsal oleh porta hepatis Sebelah kiri oleh fossa vena umbilicalis Sebelah kanan oleh fossa vessica fellea. Pada gross anatomi, lobus ini dideskripsikan sebagai bagian dari lobus hepatis dextra, tetapi secara fungsional lebih berhubungan dengan lobus hepatis sinistra. 3. Lobus Caudatus hepatis Lobus caudatus ini terletak di facies posterior lobus hepatis dextra setinggi vertebra thoracal X XI, dibatasi : Dibagian ventro caudal olehporta hepatis Sebelah kanan oleh fossa vena cava Sebelah kiri oleh fossa ductus venosi Lobus ini mempunyai tonjolan yang agak ke antero lateral, yang memisahkan fossa vena cava dan fossa vesica fellea, yang dinamakan processus caudatus. Disebelah kiri dari processus caudatus, berbatasan dengan porta hepatis dan fossa ductus venosi, terdapat processus papillaris. 4. Lobus Hepatis sinistra Lobus ini bentuknya jauh lebih kecil daripada lobus hepatis dextra, lebih pipih dan hanya berukuran kira-kira 1/6 dari ukuran hepar keseluruhannya. Lobus hepatis sinistra ini terletak didalam region epigastrium dan sedikit didalam hypocondrium kiri. Lobus ini terletak disebelah kiri dari ligamentum falciforme, tidak memiliki subdivisi dan berakhir pada pada bagian apeks yang tipis pada quadrant kiri atas.

5. Segmen Couinaud Clinical nomenclature yang dapat diterima secara luas adalah yang dideskripsikan oleh Couinaud (1957) dan Healey and Schroy (1953) Arsitektur dalam dari hepar dibagi menjadi beberapa segmen, secara utama didasarkan atas segmen Couinaud. Couinaud menjadikan distribusi dari portal dan vena hepatis sebagai dasar sedangkan Healey dan Schroy mempelajari arteri dan anatomi bilier. Hepar lebih jauh lagi dibagi menjadi beberapa segmen, setiap segmen tersebut disuplai oleh cabang arteri hepatis, vena porta dan duktus bilier. Lobus kiri terdiri dari segmen I, II, III dan IV dan segmen V, VI, VII, dan VIII mengisi lobus kanan. Lobus kanan lebih jauh lagi dapat dibagi menjadi sektor anterior dan posterior. Sektor posterior kanan dibentuk oleh segment VI dan VII dan anterior kanan dibentuk oleh segmen V dan VIII. Segmen kiri juga dapat dibagi menjadi beberapa bagian; Segmen IV sesuai dengan sektor medial kiri dan segmen II dan III sesuai dengan sektor lateral kiri. Segmen I sesuai dengan lobus caudatus dan segmen IV sesuai dengan lobus quadratus. Fiksasi Hepar Fiksasi Hepar dilakukan atau dimungkinkan oleh adanya : 1. Ligamenta Ligamentum Falciforme hepatis di ventral Omentum minus di caudomedial Ligamentum triangulare hepatis sinsitrum et dextra di lateral dan medial Ligamentum coronarii hepatis sinistra et dextra di cranial Ligamentum teres hepatis di caudal Ligamentum venosum arantii di caudal 2. Vena hepatica Vena ini menfiksasi hepar ke dinding posterocranial cavum abdominis terhadap vena cava inferior. 3. Desakan negative dari cavum thoracis yaitu adanya daya isap dari tekanan negative tadi ke arah ventrocranial, terhadap organ-organ didalam cavum abdominis. 4. Desakan positif dari cavum abdomini yaitu adanya dorongan dari organ-organ satu dengan yang lainnya didalam cavum abdominis dan oleh kontraksi otot-otot dinding abdomen. Lymphonodus Hepatis Hepar merupakan organ yang mempunyai system limfatika yang terbesar dibandingkan dengan viscera abdominis lainnya. Lymponodus hepatis terdiri atas kelompok superficialis dan profunda. Kelompok superificialis terdiri atas : a. Pada facies inferior dan anterior hepatis b. Pada facies superior dan posterior menuju ke lymponodus para aorta dan ada yang menuju lymponodi parasternal. c. Pada facies posterior sebagian menuju ke lymponodus coelica seterusnya ke cisterna chili Kelompok profunda; sebagian besar menuju lymponodi hepatis dan sebagian kecil saja yang menuju ke lymponodi paraaorta. Innervasi Hepar Hepar mendapat innervasi dari : 1. Nn. Splancnici Bersifat simpatis untuk pembuluh darah didalam hepar. Nervus vagus dextra et sinistra. Bersifat parasimpatis dan berasal dari chordae anterior dan posterior nn. Vagus. Keduanya masuk ke dalam ligamentum hepatodoudenale. Menuju portae hepatis. 2. Nn.Phrenicus dextra Setelah masuk kedalam cavum abdominis akan menuju ke pleksus coeleacus untuk kemudian

mengikuti ligamentum hepatoduodenale sampai ke porta hepatis. Nervus ini bersifat viscera afferent untuk ligamentum falciforme hepatis, ligamentum coronaria hepatis, ligamentum triangulare hepatis serta capsula Glissoni. VASKULARISASI HEPAR Vascularisasi Hepar Sirkulasi darah pada hepar dibentuk oleh arteri hepatica, vena porta, dan vena hepatica, disebut sirkulasi portal. Arteri celiakus yang bercabang berasal dari aorta muncul dari hiatus diafragma, yang secara karakteristik sangat pendek dan bercabang menjadi arteri gastrika kiri, arteri lienalis dan arteri hepatika komunis. 1. Arteri hepatica communis Merupakan cabang dari arteri coeliaca, berjalan ke ventral agak ke kanan pada margo superior pancreas, di sebelah dorsal pars superior duodeni. Kemudian arteri itu membelok dan masuk ke dalam ligamentum hepatoduodenale di bagian caudal foramen epiploicum Winslowi; berjalan didalam ligamentum itu bersama-sama dengan duktus choledocus, vena portae, pembuluh limfe, dan serabut saraf menuju porta hepatis. Didalam ligamentum hepatoduodenale, arteri hepatis comunis berada disebelah anterior agak ke kiri dari duktus choledocus dan berada disebelah anterior vena porta. Sampai pada porta hepatis, arteri hepatica communis bercabang menjadi 2 yaitu : a. Arteri hepatica propria dextra Berjalan di sebelah ventral vena porta, kemudian menyilang ductus hepaticus communis, berjalan terus ke kanan dan sebelum masuk ke dalam lobus hepatis dextra memberi cabang arteri cystica, yang memberi suplai darah kepada vesica fellea. b. Arteri hepatica propria sinistra Berjalan ke arah porta hepatis, berada disebelah kiri dari duktus hepaticus dextra dan sebelum masuk ke dalam lobus hepatis sinistra memberi cabang ke cranial dan caudal, serta memberi suplai darah untuk capsula hepatis glissoni dan lobus caudatus hepatis. 2. Vena portae hepatis Dibentuk oleh gabungan antara vena mesenterica superior dan vena lienalis. Berjalan disebelah dorsal pars superior duodeni, lalu berjalan ascendens masuk ke dalam ligamentum hepatoduodenale. Didalam ligamentum hepatoduodenale, vena porta berada disebelah dorsal dari arteri hepatica communis, sampai pada porta hepatis, vena portae bercabang 2 membentuk ramus dextra dan sinistra, dan bersama-sama dengan arteri hepatica propria dextra dan sinistra masuk kedalam lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra. 3. Vena Hepatica Membawa darah dari hepar masuk kedalam vena cava inferior. Terdiri dari : a. Upper group, terdiri dari 3 vena yang besar b. Lower group, yang jumlah bervariasi dan ukurannya kebih kecil. Arteri hepatika komunis, berjalan dalam jarak yang pendek di retroperitoneal kemudian melewati permukaan suprior dan sisi kiri dari duktus hepatika komunis. Arteri hepatika komunis mensuplai 25 % aliran darah ke hepar dan vena porta mensuplai sisanya yaitu 75 %. Dari aksis celiakus, arteri hepatika komunis menuju ke atas dan kelateral berdekatan dengan duktus biliaris komunis. Arteri gastroduodenal yang mensuplai proksimal duodenum dan pankreas adalah cabang pertama dari arteri hepatika komunis. Lalu arteri gastrika kanan sebagai cabangnya yang menuju ke kurvatura minor dalam omentum minus. Kemudian arteri hepatika melintas menuju hilus dan segera bercabang menjadi arteri hepatika kanan dan kiri. Saat melalui ligamentum hepatoduodenal arteri hepatika komunis, duktus biliaris komunis dan vena porta dibungkus dengan peritonel sheath dalam suatu ligamentum hepatoduodenal.

Arteri hepatika kanan bercabang lebih dulu dari duktus biliaris komunis dan vena porta. 80 % kasus arteri hepatika kanan berada diposterior duktus hepatika komunis sebelum masuk parenkim hepar. 20% kasus, arteri hepatika kanan di anterior duktus hepatika komunis. Setelah mencapai parenkim hepar arteri hepatika kanan bercabang ke sektor anterior kanan (segmen V dan VIII) dan posterior kanan (segmen VI dan VII). Cabang ke sektor posterior awalnya melintas secara horizontal melalui hilar tranverse fissure dari Banz yang secara normal berada pada basis segmen V dan bersebelahan dengan procesus kaudatus. Arteri hepatika kiri melintas secara vertikal menuju fisura umbilikalis dimana memberi cabangcabang kecil (sering disebut middle hepatic artery) ke segmen IV, sebelum meneruskan mensuplai segmen II dan III. Tambahan cabang-cabang kecil dari arteri hepatika kiri mensuplai lobus kaudatus (segmen I) walau cabang-cabang arteri kaudatus dapat juga berasal dari arteri hepatika kanan. Vena porta dan duktus biliaris segmental dan sektoral mengikuti cabang-cabang arteri hepatica Aliran darah hepar berasal dari 2 sumber yaitu vena portal dan arteri hepatika. Ini merupakan 25 % dari cardiac output (COP). Vena portal memberikan aliran darah dan sebagian darah vena portal telah melewati kapiler gastrointestinal; banyak oksigen telah terpakai. Darah yang dari arteri hepatika mengandung banyak oksigen dan oksigen digunakan oleh hepar berasal dari arteri hepatika. Cabang vena portal dan arteri hepatika, memberi cabang venula portal, arterial hepatika yang masuk ke acinus hepatika. Aliran darah dari pembuluh-pembuluh terminal ini ke sinusoid yang mana merupakan jaringan kapiler dari hepar. Sinusoid berhubungan dengan pembuluh hepatika terminal. Drainase venula-venula terminal ini di bentuk cabang-cabang besar vena hepatika yang merupakan tributaries vena cava inferior. Tekanan vena portal secara normal sekitar 10 mmHg pada manusia, dan aliran vena hepatika sekitar 5 mHg. Mean pressure pada cabang-cabang arteri hepatika yang membungkus sinusoid sekitar 90 mmHg.