Anda di halaman 1dari 3

Aliran aliran pendidikan Diatas telah dijelaskan bahwa pendidikan adalah upaya proses menemukan, menjadi dan mengembangkan

n diri sendiri dalam keseluruhan dimensi kpribadian, dalam kaitan ini, maka pengertian pendidikan adalah membantu, membina dan mengarahkan seseorang agar berkembang seoptimal mungkin. Dalam kaitannya dengan proses menjadi maka pengertian pendidikan adalah membantu, membina dan mengarahkan agar peserta didik berkembang sesuai dengan jati dirinya, peserta didik diberi kebebasan seluas luasnya, berdasarkan potensi yang ada pada dirinya. Untuk menjadi apa orang itu kelak, tentu pendidikan akan mengarahkan ke arah yang baik, ke arah yang dapat membawa peserta didik tersebut kepada sesuatu yang lebih berarti dan lebih bermakna bagi dirinya dan bagi diri orang lain atau masyarakat. Berikut ini akan dibahas tentang pendapat ahli tentang pelaksanaan pendidikan terhadap anak yang dikemukakan dalam beberapa aliran berikut ini. a. Nativisme Aliran ini dipelopori oleh Schoupenhauer filsuf bangsa jerman (1788 1860), yang berpendapat bahwa manusia lahir dengan pembawaan baik dan buruk. Perkembangan manusia telah ditentukan oleh faktor faktor yang dibawa manusia sejak lahir. Lingkungan tidak mempunyai peran apa, pembawaan yang menentukan. Faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan manusia telah ditentukan oleh pembawaan, mau jadi apa kelak hanyalah menunggu waktu saja. Menurut kaum nativisme, pendidikan tidak dapat mengubah sifat sifat pembawaan, dengan kata lain, pendidikan tidak mempunyai arti apa apa, merupakan pekerjaan yang sia sia. Sesuai dengan hal itu maka dalam ilmu pendidikan aliran ini disebut juga sebagai pesimisme paedagogis. b. Naturalisme Aliran ini dipelopori oleh J.J Rousseau seorang filsuf bangsa prancis (1712 1778). Beliau berpendapat dalam bukunya Emile bahwa semua adalah baik pada waktu baru datang dari tangan Sang Pencipta, tetapi semua menjadi buruk ditangan manusia. Semua manusia yang baru lahir dengan pembawaan yang buruk. Bagaimana hasil perkembangannya kemudian sangat ditentukan oleh pendidikan yang diterimanya atau mempengaruhinya. Atau secara sederhana dikatakan bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan BAIK. Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi lingkungan. Pendidikan yang diberikan orang dewasa malah dapat merusak pembawaan baik anak itu. Rousseau, sebagai

pendidik mengajukan pendidikan alam. Artinya, anak hendaklah dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri menurut alamnya; manusia atau masyarakat jangan banyak mencampurinya. Jadi aliran naturalisme memandang tidak perlu adanya pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan bakat dan kemampuan anak didik. Aliran ini disebut negativisme, karena berpendapat bahwa pendidikan hanya membiarkan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan sendirinya sesua dengan bawaanna, serahkanlah anak ke pada alamnya. c. Empirisme Tokoh aliran ini adalah John Locke (1632 1704), seorang filsuf bangsa inggris, yang berpendapat bahwa manusia lahir kedunia ini sebagai kertas kosong, bersih, putih, atau sebagai meja berlapis lilin (Tabula Rasa) yang belum ada tulisan diatasnya. Jadi intinya manusia lahir kedunia ini tanpa pembawaan. Aliran empirisme berlawanan dengan penganut aliran nativisme, karena mereka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa sama sekali ditentukan oleh lingkungannya. Pengalaman yang diproleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulanstimulan. Stimulasi ini berasal dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk pendidikan. Manusia dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik atau kearah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau pendidik-pendidiknya. Dengan demikian pendidikan diyakini sebagai sebagai maha kuasa bagi pembentukan anak didik. Karena pendapatnya yang demikian, maka dalam ilmu pendidikan disebut juga Aliran Optimisme Paedagogis. Teori ini disebut juga teori Tabula Rasa yang berarti bahwa jiwa manusia diumpamakan sebagai suatu kertas putih atau meja lilin yang masih bersih, belum ada tulisan apa apa. d. Konvergensi Tokoh aliran ini adalah William Stern, seorang ahli ilmu jiwa bangsa jerman (1871 1939). Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua duanya menentukan perkembangan manusia. William stern berpendapat bahwa aliran nativisme dan empirisme masing masing terlalu ekstrim kepada pengaruh bawaan atau bakat dan lingkungan atau pendidikan. Ia juga berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu.

Kedua-duanya (pembawaan dan lingkungan) mempunyai pengaruh yang sama besar bagi perkembangan anak. Pendapat ini semua bermaksud menghilangkan pendapat berat sebelah dari aliran nativisme dan empirisme dengan mengkombinasikannya. Pada mulanya pendapat ini diterima oleh banyak orang karena mampu menerangkan kejadiankejadian dalam kehidupan masyarakat. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya banyak orang yang berkeberatan dengan pendapat tersebut dan mengatakan kalau perkembangan manusia itu hanya ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan, maka hal ini tak ubahnya kehidupan hewan. Sebab hewan itu pertumbuhannya hasil dari pembawaan dan lingkungan. Hewan hanya terserah kepada pembawaan keturunannya dan pengaruhpengaruh lingkungannya. Perkembangan pada hewan seluruhnya ditentukan oleh kodrat, oleh hukum alam. Sedangkan manusia berbeda dengan hewan disamping dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan, manusia aktif dan kreatif dalam mewujudkan perkembangan itu.

Dapusnya : dari buku diktat dan :Wahyuddin usman. 2010. ALIRAN

PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA. yogyakarta : universitas islam indonesia