Anda di halaman 1dari 10

RANGKAIAN PENYEARAH JEMBATAN

KELOMPOK ANGGOTA KELOMPOK

:3 : 1. AVIANTO MARINDA 2. M HUSAIN EFFENDI 3. NADIA RANDIKA P

KELAS MATA KULIAH

: T. Telekomunikasi 3D : ELKA ANALOG

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2012

TUJUAN
Menyelidiki dan mempelajari sifat-sifat dari bermacam-macam rangkaian penyearah Mempelajari karakteristik dan sifat bermacam-macam filter untuk penyearah gelombang

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


1. Trafo step down 6 V dan 12 V 2. Multimeter 3. Osiliskop 4. Dioda jembatan (bridge) 5. Tahanan 6. Kapasitor 7. Kabel-kabel penghubung : 1 buah : 2 buah : 1 buah : 1 buah : 4 K : 1 F, 22 F, 100 F, dan 1 mF

DASAR TEORI
Rangkaian penyearah gelombang penuh adalah rangkaian yang menyearahkan satu gelombang penuh (puncak dan lembah). Rangkaian gelombang penuh dibedakan menjadi rangkaian jembatan dioda dan rangkaian center tap.

Gambar 2. Rangkaian penyearah gelombang penuh menggunakan jembatan dioda

Rangkaian penyearah jembatan dibuat dengan menggunakan empat buah dioda dengan membentuk sistem jembatan. Penyearah Jembatan menentukan polaritas arus mengalir berdasarkan gelombang sinus yang dapat melintasinya menuju beban. Pada gambar 2, terlihat simbol yang digunakan Empat penyearah (D1 hingga D4) masingmasing terhubung membentuk penyearah jembatan gelombang .

RANGKAIAN PERCOBAAN

Gambar 1. Rangkaian Penyearah Jembatan

LANGKAH KERJA
1. Membuat rangkaian seperti Gambar 1 dengan RL sebesar 4 K dan Vin(ac) = 24 Vpp. 2. Mengukur besar Vout(dc) dan Iout. 3. Menggambar bentuk gelombang Vin(ac) dan Vout(dc). 4. Menambahkan filter C sebesar 1 F paralel dengan RL dan ulangi langkah 2) dan 3). 5. Selanjutnya, mengganti filter C berturut-turut sebesar 22 F, 100 F dan 1 mF lalu mengulang langkah 2) dan 3).

HASIL PERCOBAAN
Tabel Rangkaian Penyearah Jembatan (Bridge) Vout(dc) (V) ukur Tanpa C C = 1F C = 22 F C = 100 F C = 1mF 4.6 5.6 6.4 7.4 7.6 Iout(dc) (mA) ukur 0.82 1 1.28 6 1.28 I diode (mA) ukur 0.42 0.58 0.14 0.18 0.07

ANALISIS
Prinsip kerja dari rangkaian dioda jembatan ini adalah ketika rangkaian jembatan mendapatkan siklus positif dari siklus sinyal ac, arus akan mengalir ke beban (RL) melalui D2 (forward bias) dan dari RL akan dikembalikan ke sumber ac melalui D3. Pada dioda D1 dan D4 bersifat off. Hal ini terjadi karena D1 dan D4 mendapat bias mundur (reverse bias) karena arus mengalir pada D2 dan D3.. Hal ini diperlihatkan pada ilustrasi gambar di bawah ini, dimana jalur arus yang disearahkan diberi warna merah.

Gambar 3. Rangkaian penyearah gelombang penuh pada saat silus positif Pada saat rangkaian mendapatkan siklus negatif, arus akan mengalir ke beban (RL) melalui D4 (forward bias) dan dari beban akan dikembalikan ke sumber ac melalui D1. Hal ini membuat D1 dan D4 mendapat bias mundur (reverse bias). Hal ini diperlihatkan

pada ilustrasi gambar di bawah ini, dimana jalur arus yang disearahkan diberi warna merah.

Gambar 4. Rangkaian

penyearah gelombang penuh pada saat siklus negatif

Hal ini membuat setengah gelombang pertama dan kedua dapat disearahkan dan inilah mengapa rangkaian dioda jembatan ini disebut sebagai rangkaian Penyearah Gelombang Penuh.

Nilai DC atau Nilai Rata-rata

Pada prinsipnya, nilai dc penyearah gelombang penuh sebagai berikut :

karena nilai dari

= 0,636 V, sehingga :

VDC = 0.636 VP
Frekuensi Keluaran Frekuensi sinyal gelombang penuh adalah dua kali frekuensi masukan. Hal ini karena sebuah keluaran gelombang penuh mempunyai dua kali periode masukan gelombang sinus, hanya saja rectifier gelombang penuh membalikkan masing-masing periode setengah negatif sehingga kita mendapatkan jumlah dua kali periode positif sehingga :

fout = 2fIn
Penambahan Filter Kurva keluaran arus dan tegangan dari penyearah gelombang penuh terlihat tidak linear dan ini mengakibatkan timbulnya noise. Noise yang dihasilkan pada penyearah gelombang penuh ini masih tinggi dan tidak layak untuk digunakan sebagai catudaya

karena catudaya adalah perangkat elektronika yang membutuhkan noise rendah. Oleh sebab itu, untuk memperhalus keluaran dari penyearah gelombang agar menghasilkan keluaran yang linear dan noise yang rendah maka keluaran harus disaring (filtering) menggunakan kapasitor.

Gambar 5. Penambahan filter RC.

Gambar 6. Bentuk sinyal input dan output penyearah berfilter. Tegangan keluaran dari penyearah ini memiliki noise yang lebih kecil jika dibandingkan dengan rangkaian sebelumnya. Hal ini karena ketika tegangan turun,

maka muatan listrik yang tersimpan dalam kapasitor akan dilepaskan sehingga bentuk tegangannya turun lebih landai. Kemiringan penurunan ini tergantung pada besarnya RL dan kapasitas Kapasitor. Semakin besar dua komponen ini maka tegangan akan semakin halus dan linear.

Faktor Kerut (Ripple)


Keluaran dari penyearah terdiri dari tegangan searah dan tegangan bolak balik atau ripple. Faktor kerut didefinisikan :

Dimana : Vr (rms) Vdc = harga tegangan kerut yang terukur oleh voltmeter AC. = harga tegangan keluaran DC yang terukur oleh voltmeter DC

Tegangan kerut adalah berbanding langsung terhadap arus beban (RL).

KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dan pembahasan yang diperoleh ketika mengamati bentuk tegangan yang dihasilkan oleh penyearah arus gelombang penuh, disimpulkan bahwa Penyearah Gelombang Penuh adalah penyearah arus yang menggunakan lebih dari satu dioda sehingga keluaran yang dihasilkan adalah bentuk gelombang penuh, dimana pada tegangan dioda positif, arus dioda mengalir, dan pada tegangan negatif, arus dioda juga mengalir.

DAFTAR PUSTAKA
Syahyr, Ahmad. Makalah Rangkaian Dioda sebagai Penyearah. Mukti, Bayu Kuncoro. http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/arus-bolak-balikac/rangkaian-penyearah-gelombang-rectifier-circuit.html. 25 Juni 2010 Dwiono, Wakhyu. http://trensains.com/rectifier.htm. 2008.

LAMPIRAN Hasil Percobaan

Foto-foto Tegangan Output

Rangkaian Jembatan Tanpa C (Capasitor)

Rangkaian Jembatan dengan tambahan Kapasitor C = 1 F

Rangkaian Jembatan dengan tambahan Kapasitor C = 22 F

Rangkaian Jembatan dengan tambahan Kapasitor C = 100 F

Rangkaian Jembatan dengan tambahan Kapasitor C = 1 mF