Anda di halaman 1dari 19

Perilaku Serangga

Oleh: Kelompok 6 Abdul Rahman Wahid Haidir M. Darussalam Saifullah Nurdin Rizki Amaliah Iksan Lahusen Sumber : google.com Iswati La Ode Mustarim M11111333 M11111334 M11111336 M11111337 M11111338 M11111339 M11111341 M11111342

Abu Ubaidah Khalid M11111340

Jenis-jenis perilaku serangga

jam biologis yang memungkinkan serangga menentukan kapan waktu beraktifitas dan beristirahat diurnal atau serangga yang hidup selama periode harian

Berdasarkan ritme serangga di bagi menjadi:

nokturnal atau serangga yang aktif pada malam hari

Berdasarkan kebiasaan makan pada serangga, maka terdapat 4 tipe serangga: Fitopagus (pemakan jaringan tumbuhan), Karnivora (pemakan jaringan hewan), Saprofagus (pemakan bahan organik yang telah mati dan juga mikrorganisme), Omnivora (memakan lebih dari 1 jenis makanan). Terdapat dua pola perilaku makan pada serangga: Menemukan sumber makanan potensial. Serangga karnivora mendeteksi perpindahan mangsa dengan mengandalkan indera penglihatan, walaupun sinyal berupa getaran juga berpengaruh. Herbivora menggunakan penglihatan atau bau busuk untuk mendeteksi sumber makanan. Beberapa parasit, seperti nyamuk mendeteksi temperatur, karbon dioksida, dan bau badan. Setelah sumber makanan ditemukan, terjadi proses penentuan makanan yang akan dikonsumsi, biasanya dengan menggunakan organ reseptor di bagian mulut (terutama di bagian palpi), antena atau tarsi, tergantung kepada jenis spesiesnya. Lalat kuda (hose flies) merasakan makanan dengan menggunakan tarsi yang kemudian membuat pemendekan pada proboscis, dilanjutkan dengan menentukan makanan oleh reseptor yang ada di bagian labelum (bibir) dan akhirnya mulai mengkonsumsi makanan tersebut. Tidak semua makanan dapat dikonsumsi oleh serangga. Jika makanan tersebut tidak disukai oleh serangga, maka ia meninggalkannya dan pergi mencari sumber makanan yang baru.

Contoh serangga
Fitopagus (pemakan jaringan tumbuhan), Karnivora (pemakan jaringan hewan), Saprofagus (pemakan bahan organik yang telah mati dan juga mikrorganis me), Omnivora (memakan lebih dari 1 jenis makanan).

(kopulasi atau persetubuhan) merupakan tindakan yang dilakukan sepasang hewan (termasuk manusia) dengan menggabungkan atau menyentuhkan alat kelamin kepada alat kelamin pasangannya. Dibutuhkan stimulus Stimulus tersebut terdiri dari penglihatan, pendengaran, penciuman (termasuk feromon), atau sentuhan Kunang-kunang Pasangan dapat ditemukan melalui pancaran cahaya dari bagian abdomennya yang dinamakan sebagai organ luminescen. Tipe strategi betina memberikan sinyal spesifik yang menarik bagi jantan. jantan membalasnya dengan pola cahaya yang spesifik.

Orientasi pada serangga digunakan sebagai titik acuan dalam menemukan makanan maupun jalan pulang ke sarang. bulan, matahari juga pohon, sungai, jalan raya, dan bebatuan besar dapat digunakan untuk penentuan posisi Contoh : lebah tari Jauh Sumber putar Makanan (dari sarang) Dekat tari

Fungsi utama untuk penyebaran individu menuju tempat baru yang sesuai. Contoh migrasi dapat dilihat pada kupu-kupu raja (Danaus plexippus) di Amerika. Tidak tahan Musim dingin

bermigrasi ke selatan

Populasi di bagian barat, terbang menuju daerah San Fransisco selatan yg lebih sejuk, dimana pada populasi di bagian tengah dan timur bermigrasi sejauh ribuan mil melewati Amerika Serikat dan Teluk Meksiko menuju daerah pegunungan barat dari Mexico City. Musim dingin selanjutnya, kelompok tersebut bubar dan bermigrasi ke arah utara dan meletakkan telurnya pada daun milkweed sebagai makanan

Autotomi Perilaku serangga dengan melepaskan salah satu bagian dari tubuhnya pada saat dicengkram oleh predator. Contoh pada Serangga tongkat, yang memiliki suatu daerah yang lemah di bagian trochanter (daerah tonjolan tulang paha, tempat melekatnya otot), yang dapat dilepas di bawah tekanan yang ekstrim

Gerak Refleks Perilaku serangga dengan berpura-pura mati ketika diganggu dan tidak bergerak secara tiba selama beberapa detik hingga beberapa jam. Contoh pada Kumbang yang berpura-pura mati dan tidak bergerak untuk menghindari gerakannnya tersebut menjadi rangsangan bagi predator untuk menyerang.

Perdarahan Refleks
Ketika terancam, beberapa serangga mampu menekan hemolimfa yang merupakan cairan dalam sistem sirkulasi dari beberapa arthropod (termasuk laba-laba, udang renik apa-apa sebagai kepiting dan udang, dan juga beberapa serangga seperti stonefly) dari kelenjar dengan struktur yang khusus. Kumbang koksi dan kumbang blister adalah contoh dari perdarahan refleks. Biasanya hemolimfa tersebut mengandung substansi racun seperti

Merupakan salah satu bentuk pertahanan diri pada serangga dengan melakukan sekseri atau pengeluaran zat yang nasih di perlukan oleh tubuh yang biasanya berupa racun untuk menjauhkan pemangsa darinya. Contoh pada rayap family Nasutitermes yang mengeluarkan racun dari organnya yang merupakan perbesaran kelenjar tulang dahi dan sebagian dari masa kepala yang

Perilaku suara dapat dilihat pada ngengat Arctiid (Noctuidae, Geometridae). Ngengat ini memiliki tympana metatoraks yang dapat mendeteksi gaung yang dikeluarkan oleh kelelawar untuk mencari mangsa. Saat suara ultrasonik dikeluarkan oleh kelelawar maka ngengat akan segera menghindar.

Menyembunyikan diri dengan warna dengan cara menyatu dengan lingkungannya dan serangga yang melakukan penyamaran warna tidak akan ditemukan kecuali pada saat mereka bergerak.Contoh pada walkingstick

Kupu-kupu Lanternaria posphorea memiliki keistimewaan tersendiri dalam bentuk kamuflase di alam. Kupu-kupu ini memiliki lukisan mata raksasa pada sayap mereka. Ketika kupu-kupu merasakan adanya bahaya, misalnya predator seperti burung kecil pemakan serangga dan capung yang sedang mencari makan, ia tiba-tiba membentangkan sayapnya lebarlebar. Dua mata raksasa terlihat menakutkan bagi burung, sehingga burung tersebut segera pergi meninggalkannya. Mata palsu ini merupakan cara pertahanan diri paling ampuh bagi kupu-kupu. Musuh terbesar dari pemangsa kupu-kupu ini adalah burung hantu, dimana penampakan di sayap belakang kupu-kupu pada umumnya adalah lukisan burung hantu. Dengan kata lain, kupu-kupu mempertahankan diri dengan menyerupai wajah musuh dari para pemangsanya, karena semua burung kecil dan serangga takut pada burung hantu.

Terbagi 2: 1. Batesian

mimikri Mimik terbatas pada spesies-spesies tertentu yang dengan mimikri ini serangga yang bermimikri mendapat keuntungan karena predator tertipu oleh kemiripan mimik dengan model yang tidak disukai Contoh : lalat dronefly adalah lalat penghisap nektar bunga. Untuk melindungi dirinya pada saat makan ia melakukan mimikri menyerupai lebah agar tidak dimangsa oleh predator dan juga agar tidak disengat oleh lebah pencari makan.

2. Mullerian mimikri Pada tipe ini baik model maupun mimik tidak disukai oleh predator dan keduanya akan dihindari oleh vertebrata predator. Contoh : kupu-kupu viceroy (Limenitis archippus) melakukan mimikri menyerupai kupu-kupu raja (Danaus plexippus) yang beracun, dikarenakan pada bagian sayap terdapat akumulasi racun dari tanaman milkweed yang merupakan pakan utama bagi larva kupu-kupu raja.

Sekian dan Terima kasih