Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

MODUL 02
TEKANAN HIDROSTATIS









KELOMPOK 13
Jauzy anibya (0806329344)
Krisman Sinaga (0806329363)
Maisarah Rizky (0806329413)
Martina Manurung (0806454304)
Melky (0806329445)

Waktu Praktikum : JUMAT, 20 Maret 2010
Asisten Praktikum : KEISHA
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf :



LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2010

DEPOK 2010
MODUL H-02
TEKANAN HIDROSTATIS

A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mencari besarnya gaya hidrostatis pada bidang vertikal.
2. Mencari hubungan antara tinggi muka air dan massa beban pada alat
peraga.

B. PERALATAN
1. Meja hidrolika.
2. Alat peraga tekanan hidrostatis.
3. Beban.
4. Mistar.
5. Jangka sorong.

C. TEORI
Setiap benda yang berada di dalam air akan mendapat tekanan tegak lurus
permukaannya sebesar h g. . p ( p adalah massa jenis air).
Besarnya gaya tekan pada bidang rata adalah :
cg
gAy F p = ..(1)
Dan titik kerjanya dari muka air adalah :
u sin
|
|
.
|

\
|
+ =
cg
cg
cg cf
Ay
I
y Z ..(2)

Dimana :
= massa jenis air.


g = percepatan gravitasi.
y
cg
= jarak titik berat bidang dari muka air.
A = luas permukaan bidang rata.
I
cg
= momen inersia bidang rata terhadap sumbu horisontal yang memotong
titik berat bidang.
= sudut kemiringan bidang terhadap permukaan air.
Z
cf
= jarak titik kerja gaya dari muka air.

Untuk keadaan tenggelam sebagian berlaku persamaan :
|
.
|

\
|
+ =
3 2
1
2
y
d a by mL p ...(3)
( )
L
d a b
L
b
y
m
2 6
2
+
+ =
p p
..(4)

Untuk keadaan tenggelam seluruhnya berlaku persamaan :
|
|
.
|

\
|
+ + =
cg
cg
y
d d
a bdy mL
12 2 2
1
2
p .(5)
2
d
y y
cg
= (6)
( )
L
a d bd
y
d
a
L
bd
m
6
3
2
2
+

|
.
|

\
|
+ =
p p
.(7)




Gambar 1. Sketsa Alat Percobaan Tekanan Hidrostatis.

D. LANGKAH PERCOBAAN
1. Mengukur panjang a, L, d, dan b pada alat peraga.
2. Mengatur kaki penyangga agar bejana benar-benar datar.
3. Meletakkan piringan beban pada ujung lengan timbangan.
4. Mengatur beban pengatur keseimbangan sampai lengan timbangan
kembali datar (seimbang).
5. Meletakkan beban pada piringan beban.
6. Menutup katup penguras dan mengisi bejana dengan air sedikit demi
sedikit sampai lengan timbangan kembali mendatar.
7. Mencatat ketinggian muka air (h) pada kolom data yang sesuai.
8. Melakukan langkah 5 s.d 7 sampai ketinggian muka air maksimum.
9. Mengurangi beban sesuai dengan penambahannya.
10. Menurunkan muka air dengan membuka katup penguras sampai lengan
timbangan kembali mendatar.
11. Mencatat ketinggian muka air (h) pada kolom data yang sesuai.
12. Melakukan langkah 9 s.d 11 sampai ketinggian minimum.




E. PENGOLAHAN DATA
Data yang diperoleh pada percobaan adalah sebagai berikut :
Untuk dimensi benda kuadran :
a = 10 cm = 100 mm
b = 7.5 cm = 75 mm
d = 10 cm = 100 mm
L = 27.5 cm = 275 mm



Untuk benda tenggelam sebagian datanya dapat dilihat pada tabel 1
dibawah ini.
Tabel 1. Data Hasil Percobaan untuk Benda Tenggelam Sebagian.
Pengisian Tangki Pengosongan Tangki
h(x) h
2
m/h
2
(y) Massa
Tinggi Muka Air
(h
1
) Massa
Tinggi Muka Air
(h
2
)
(gr) (cm) (gr) (mm) (mm) (mm2) (gr/mm2)
50 46 50 46 46 2116 0,023629
70 55 70 55 55 3025 0,02314
90 62 90 62 62 3844 0,023413
110 69 110 69 69 4761 0,023104
130 75 130 75 75 5625 0,023111
150 81 150 81 81 6561 0,022862
170 87 170 87 87 7569 0,02246
190 92 190 92 92 8464 0,022448
210 97 210 98 97,5 9506,25 0,022091

Untuk benda tenggelam seluruhnya dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini

Tabel 2. Data Hasil Percobaan untuk Benda Tenggelam Seluruhnya.
Pengisian Tangki Pengosongan Tangki
h(x) h
2
m(y) Massa
Tinggi Muka Air
(h
1
) Massa
Tinggi Muka Air
(h
2
)
(gr) (mm) (gr) (cm) (cm) (cm2) (gr)
230 103 230 103 103 10609 230
250 109 250 109 109 11881 250
270 114 270 112 113 12769 270
290 119 290 118 118,5 14042,25 290
310 122 310 123 122,5 15006,25 310
330 127 330 127 127 16129 330
350 133 350 133 133 17689 350
370 138 370 138 138 19044 370









Untuk mencari nilai dari a dan b dari percobaan ini adalah dengan menggunakan
metode regresi linear dimana untuk keadaan benda tenggelam sebagian, h sebagai
sumbu x dan m/h
2
sebagai sumbu y. Sedangkan untuk benda tenggelam
seluruhnya, h sebagai sumbu x dan m sebagai sumbu y.
No x Y x
2
y
2
xy
1 50 0,023629 2500 0,000558 1,181474
2 70 0,02314 4900 0,000535 1,619835
3 90 0,023413 8100 0,000548 2,10718
4 110 0,023104 12100 0,000534 2,541483
5 130 0,023111 16900 0,000534 3,004444
6 150 0,022862 22500 0,000523 3,429355
7 170 0,02246 28900 0,000504 3,818206
8 190 0,022448 36100 0,000504 4,265123
9 210 0,022091 44100 0,000488 4,639053
1170 0,20626 176100 0,004729 26,60615

Persamaan regresinya adalah a bx y + =
Dimana
( ) ( )( )
( ) ( )
2 2
x x n
y x xy n
b


= dan
( )( ) ( )( )
( ) ( )
2 2
2
x x n
xy x x y
a


=
Sedangkan nilai dari
( ) ( )( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
2 2 2 2
y y n x x n
y x xy n
r


=

1. mencari nilai b, a dan R
2
percobaan.

()()()
(

)()




()(

)()()
(

)()





()()()
((

)()

)((

)()





Persamaan regresi liniernya menjadi y = -8,65x10
-6
x +0,24


Gambar 2. Grafik h vs m/h
2
untuk Benda Tenggelam Sebagian

2. mencari nilai b dan a secara teori.



()




3. mencari kesalahan relatif.
Setelah mendapat nilai dari b dan a percobaan dan teori, maka dapat
diperoleh besarnya kesalahan relatif pada percobaan tenggelam sebagian
ini dengan menggunakan rumus :
|


|
y = -9E-06x + 0.024
R = 0.9021
0.022
0.0225
0.023
0.0235
0.024
0 50 100 150 200 250
(
m
/
h
2
)

g
r
/
m
m
2

h (mm)
Grafik h vs m/h
2




|

|

|

|

Untuk benda tenggelam seluruhnya pengolahan datanya adalah sebagai berikut.

Tabel 4. Data Perhitungan Regresi Linear untuk Benda Tenggelam Seluruhnya.
No x Y x
2
y
2
Xy
1 103 230 10609 52900 23690
2 109 250 11881 62500 27250
3 112,5 270 12656,25 72900 30375
4 118,25 290 13983,06 84100 34292,5
5 122,75 310 15067,56 96100 38052,5
6 127 330 16129 108900 41910
7 133 350 17689 122500 46550
8 138 370 19044 136900 51060
963,5 2400 117058,9 736800 293180

1. mencari nilai b, a dan R
2
percobaan.

()()()
(

)()





()(

)()()
(

)()





()()()
((

)()

)((

)()




Persamaan regresi liniernya menjadi y = 4,059x 188,927


Gambar 3. Grafik h vs m untuk Benda Tenggelam Seluruhnya.

2. mencari nilai b dan a secara teori.

(

( )




3. Mencari kesalahan relatif.
Setelah mendapat nilai dari b dan a percobaan dan teori, maka dapat
diperoleh besarnya kesalahan relatif pada percobaan tenggelam sebagian
ini dengan menggunakan rumus :
|


|
|
()

|
|
()

|
y = 4.0596x - 188.93
R = 0.998
200
220
240
260
280
300
320
340
360
380
400
90 100 110 120 130 140 150
m

(
g
r
)

h (mm)
h vs m



F. ANALISIS
1. Analisis Percobaan
Percobaan tekanan hidrostatis ini dimulai dengan mempersiapkan alat peraga
berupa benda kuadran (quarter-circle block) yang terhubung dengan sebuah
lengan bersendi. Sendi (pivot) berada tepat sejajar dengan sisi datar benda
kuadran. Dimensi a, b, L, dan d diketahui dengan mengukurnya menggunakan
penggaris dan jangka sorong, yang nilainya secara berurutan 100 mm, 75 mm,
275 mm, dan 100 mm. Pertama-tama lengan diseimbangkan dengan cara
memutar-mutar counter-weight yang ada di ujung lengan sebelah kanan. Keadaan
dikatakan seimbang adalah apabila permukaan bawah lengan yang datar sejajar
dengan garis tengah pada skala penyeimbang (pada skala penyeimbang ada 3
buah garis).

Kemudian percobaan dimulai dengan memberikan beban sebesar 50 gram pada
ujung lengan di sebelah kiri. Akibat pemberian beban ini benda kuadran akan
timpang (tidak seimbang) dan akan turun sehingga lengan tidak lagi seimbang.
Untuk menyeimbangkannya kembali maka tangki diisi dengan air sampai lengan
kembali seimbang dengan garis tengah pada skala penyeimbang dan mencatat
tinggi air pada tangki. Langkah ini diulangi kembali sampai pemberian beban
mencapai 450 gram dimana setiap penambahan beban adalah kelipatan dari 20
gram. Pada setiap penambahan beban jangan lupa untuk mencatat tinggi
permukaan air pada tangki. Metode ini dinamakan filling tank. Setelah metode
filling tank selesai, percobaan dilanjutkan dengan metode draining tank. Pada
metode ini beban dikurangi setiap kelipatan dari 20 gram. Untuk
menyeimbangkan lengan, maka air pada tangki harus dikeluarkan sedikit demi
sedikit denagn cara membuka katup penguras sampai lengan kembali seimbang.
Tinggi permukaan air pada tangki kemudian dicatat. Langkah ini diulangi kembali
sampai beban mencapai 50 gram. Tujuan dari kedua metode ini adalah untuk
mendapatkan data yang lebih presisi.




2. Analisis Hasil
Pada percobaan ini akan dicari besarnya nilai dari a dan b percobaan untuk
keadaan tenggelam sebagian dan tenggelam seluruhnya. Yang dimaksud dengan
keadaan tenggelam sebagian adalah keadaan dimana tinggi permukaan air pada
tangki lebih kecil daripada 100 mm, sedangkan keadaan tenggelam seluruhnya
adalah keadaan dimana tinggi permukaan air pada tangki lebih besar dari 100
mm. Kemudian nilai a dan b percobaan ini akan dibandingkan hasilnya dengan
nilai a dan b secara teoritis dan dicari persentase kesalahan relatifnya antara data
teori dan percobaan. Pada data hasil percobaan ini keadaan tenggelam sebagian
adalah untuk pembebanan dari beban 50 gram sampai beban seberat 210 gram.
Untuk keadaan tenggelam seluruhnya adalah dari pembebanan beban 210 gram
sampai beban seberat 370 gram.

Untuk keadaan tenggelam sebagian, menentukan nilai a dan b percobaan adalah
dengan menggunakan metode regresi linear dimana tinggi muka air atau h (rata-
rata, antara filling dan draining method) sebagai sumbu x dan m/h
2
sebagai sumbu
y. Kemudian mencari nilai b dengan menggunakan persamaan
( ) ( )( )
( ) ( )
2 2
x x n
y x xy n
b


= dan mencari nilai a dengan menggunakan persamaan
( )( ) ( )( )
( ) ( )
2 2
2
x x n
xy x x y
a


= . Dari percobaan ini diperoleh nilai b sebesar -
8,65E-6 dan nilai a sebesar 0.24. Persamaan regresi linearnya adalah y = -8,65E-
6x + 0.24. Grafik dari keadaan tenggelam sebagian dapat dilihat pada gambar di
bawah.




Gambar 4. Grafik h vs m/h
2
untuk Benda Tenggelam Sebagian.

Dari grafik di atas dapat diperoleh nilai dari koefisien korelasi (R
2
). Nilai
koefisien korelasi ini menunjukkan sebaran data dan keterikatan hubungan antara
nilai x dan y yang nilainya berkisar dari 0 sampai 1. Jika nilai R
2
mendekati 0
maka keterikatan antara x dan y sangat jauh sedangkan jika nilai R
2
mendekati 1
maka keterikatan antara x dan y sangat dekat. Dari percobaan ini diperoleh nilai
R
2
sebesar 0.902 artinya hubungan antara x dan y pada percobaan ini sangat dekat
dan persamaan regresi linearnya tepat mewakili sebaran data. Dari grafik ini juga
dapat diperoleh bahwa hubungan antara h dan m/h
2
yang saling berbanding
terbalik yang berarti jika nilai h semakin besar maka nilai m/h
2
akan semakin
kecil.

Sedangkan secara teori untuk keadaan tengelam sebagian, nilai b dapat dicari dari
persamaan
L
b
b
6
p
= dan nilai a dapat dicari dari persamaan
( )
L
d a b
a
2
+
=
p
.
Setelah memasukkan nilai-nilai tersebut ke dalam persamaan diatas maka
diperoleh nilai b sebesar -4,54E-5 dan nilai a sebesar 0,02727. Perbandingan
antara nilai a dan b percobaan dengan teori dapat dilihat pada tabel di bawah ini.




y = -9E-06x + 0.024
R = 0.9021
0.022
0.0225
0.023
0.0235
0.024
0 50 100 150 200 250
(
m
/
h
2
)

g
r
/
m
m
2

h (mm)
Grafik h vs m/h
2



Tabel 5. Perbandingan Nilai a dan b untuk Benda Tenggelam Sebagian.
a b
Percobaan 0,24 -8,65x10
-6

Teori 0,02727 -4,54E-5
Kesalahan relatif 11.14% 80,69%


Berikutnya untuk keadaan tenggelam seluruhnya, nilai a dan b percobaan didapat
dengan menggunakan rumus yang sama dengan keadaan tenggelam sebagian
dimana
( ) ( )( )
( ) ( )
2 2
x x n
y x xy n
b


= dan
( )( ) ( )( )
( ) ( )
2 2
2
x x n
xy x x y
a


= . Namun pada
keadaan tenggelam seluruhnya, sebagai sumbu x adalah y (tinggi muka air) dan
sebagai sumbu y adalah m. Nilai b dan a percobaan yang diperoleh adalah b
sebesar 4,059 dan a sebesar -188.927. Grafik persamaan regresinya dapat dilihat
pada gambar di bawah ini.


Gambar 5. Grafik h vs m untuk Benda Tenggelam Seluruhnya.


Sehingga persamaan regresinya adalah y = 4,09090x 188.81 dengan nilai dari
koefisien korelasi atau R
2
sebesar 0.9998. Karena nilai dari R
2
mendekati angka
1, maka korelasi antara nilai x dan y pada percobaan ini sangat erat. Grafik ini
y = 4.0596x - 188.93
R = 0.998
200
220
240
260
280
300
320
340
360
380
400
90 100 110 120 130 140 150
m

(
g
r
)

h (mm)
h vs m


juga menggambarkan bahwa pada keadaan tenggelam seluruhnya, ketinggian air
pada tangki bertambah tinggi seiring dengan bertambah besarnya beban.
Sedangkan secara teori, nilai b diperoleh dari persamaan
L
d
a bd
b
|
.
|

\
|
+
=
2
p
dan
nilai a diperoleh dari persamaan
( )
L
a d bd
a
6
3
2
+
=
p
. Dari persamaan ini
diperoleh nilai b sebesar 4,0909 dan nilai a sebesar -188.81. Perbandingan antara
nilai a dan b percobaan dengan teori dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6. Perbandingan Nilai a dan b untuk Benda Tenggelam Seluruhnya.
a b
Percobaan -188.92 4,059
Teori -181.81 4,09
Kesalahan relatif 3,2% 0,779 %



3. Analisa Kesalahan
Dalam melakukan praktikum biasanya terdapat kesalahan-kesalahan yang
menyebabkan penyimpangan terhadap hasil percobaan sehingga tidak
diperoleh kesalahan relatif sebesar 0. Kesalahan-kesalahan tersebut antara
lain adalah sebagai berikut.
1. Kesalahan dalam penyeimbangan lengan dimana bagian bawah
lengan yang datar tidak tepat berada di garis tengah.
2. Kesalahan dalam pembacaan tinggi muka air pada tangki yang
tidak tepat akibat terjadinya miniskus air yang menyebabkan tinggi
air pada saat pengisian dan pengosongan tangki tidak memberikan
nilai pembacaan yang sama dan juga posisi mata yang tidak tegak
lurus dengan nilai yang dibaca.
3. Kesalahan dalam mencatat data percobaan.


4. Kesalahan dalam pembulatan angka pada saat perhitungan yang
menyebabkan data yang diperoleh kurang sesuai dengan hasil yang
diperoleh dari perhitungan teori.

G. KESIMPULAN
1. Percobaan ini bertujuan untuk mencari besarnya gaya hidrostatis pada
bidang vertikal dan mencari hubungan antara tinggi muka air dan massa
beban pada alat peraga.
2. Beban pada ujung lengan diseimbangkan dengan cara memberikan air
sehingga timbul gaya hidrostatis pada bidang datar benda kuadran dengan
asumsi jumlah momen dipangkal lengan akibat gaya hidrostatis dan beban
adalah nol.
3. Persamaan yang berlaku pada percobaan ini untuk keadaan tenggelam
sebagian adalah
( )
L
d a b
L
b
y
m
2 6
2
+
+ =
p p
dan untuk kondisi tenggelam
seluruhnya adalah
( )
L
a d bd
y
d
a
L
bd
m
6
3
2
2
+

|
.
|

\
|
+ =
p p
.
4. Untuk kondisi tenggelam sebagian diperoleh nilai a
percobaan
= 0,241
gr/mm
2
, a
teori
= 0,02727 gr/mm
2
, b
percobaan
= -8.65E-65gr/mm
3
, dan b
teori
= -
4,54E-5 gr/cm
3
dengan kesalahan relatif untuk a = 11.14% dan kesalahan
relatif untuk b = 80.69 %.
5. Untuk kondisi tenggelam seluruhnya diperoleh nilai a
percobaan
= -188.92gr,
a
teori
= -181.81gr, b
percobaan
= 4,059gr/mm
3
, dan b
teori
= 4.09gr/mm
3
dengan
kesalahan relatif untuk a = 3.2 % dan kesalahan relatif untuk b = 0.779 %.
6. Pada grafik kondisi tenggelam sebagian dan tenggelam seluruhnya
diperoleh nilai R
2
yang mendekati nilai 1. Masing-masing bernilai 0.902
dan 0.998 yang menunjukkan bahwa hubungan antara x dan y sangat erat
dan grafik tersebut mewakili sebaran data.
7. Pada kondisi tenggelam sebagian dapat diperoleh hubungan antara h dan
m/h
2
yang saling berbanding terbalik yang berarti jika nilai y semakin
besar maka nilai m/h
2
akan semakin kecil.


8. Pada kondisi tenggelam seluruhnya diperoleh hubungan antara h dan m
saling berbanding lurus yang berarti jika nilai h semakin besar maka nilai
m juga akan semakin bertambah besar.

H. REFERENSI
Bruce R. Munson, Donald F. Young, dan Theodore H. Okiishi, Fundamentals of
Fluid Mechanics. Ed. IV (New York: John Willey & Sons, Inc., 2002).
Jain, A.K,. Fluid Mechanics. Penerbit Erlangga. Jakarta, 1980.
Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Modul
Praktikum Mekanika Fluida dan Hidrolika. Depok: Laboratorium Hidrolika,
Hidrologi, dan Sungai, 2009.