Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN AWAL PRAKTIKUM EKSPERIMEN II A SEL SURYA (KBK-1)

Nama NPM Partner NPM Hari/Tgl Praktikum Asisten : Gerry Ananda M. : 140310100079 : Sandi Saepulloh : 140310100069 : Selasa / 6 November 2012 :

LABORATORIUM FISIKA LANJUTAN JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

LEMBAR PENGESAHAN SEL SURYA (KBK-1)

Nama NPM Partner I NPM Hari/Tgl Praktikum Asisten

: Gerry Ananda M. : 140310100079 : Sandi Saepulloh : 140310100069 : Selasa / 6 November 2012 :

LP

SP

LA

Jatinangor, 6 November 2012 Asisten

(.)

Bab I Pendahuluan
I.1 Latar Belakang Sel surya bergantung pada efek fotovoltaik untuk menyerap energi matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Efek Fotovoltaik adalah komponen semikonduktor yang dapat mengkonversikan energi matahari langsung menjadi energi listrik. Energi surya fotovoltaik dihasilkan dengan mengubah energi matahari menggunakan sel surya yang terdiri dari rangkaian panel unsur semikonduktor, misalnya lapisan unsur silikon yang tipis. Lempengan silikon dipasang dengan posisi sejajar dalam sebuah panel yang terbuat dari alumunium atau baja anti karat dan dilindungi oleh kaca atau plastik. Lempengan silikon ini dirangkai secara seri menggunakan kisi-kisi kabel penghantar arus listrik. Bila sel surya terkena matahari maka pada lapisan silikon terjadi pemisahan elektron dari atom silikon sehingga dibangkitkan arus listrik.

I.2 Tujuan Percobaan 1. Mempelajari efek fotovoltaik. 2. Menentukan karakteristik Sel Surya. 3. Mengoptimalisasi konversi energi surya menjadi energi listrik.

BAB II TEORI DASAR

Sel surya dalah piranti elektronik yang dapat mengubah cahaya (matahari) menjadi tegangan listrik atau yang dikenal dengan efek fotovoltaik, atau dengan kata lain sel surya merupakan sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah besar dioda p-n junction dimana dalam hadirnya cahaya mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Karakteristik sel surya dinyatakan oleh beberapa parameter antara lain efisiensi konversi dan stabilitas efisiensi yang merupakan aspek penting dalam proses konversi energi oleh sel surya. Dan besarnya daya yang masuk dan daya yang keluar dari sel surya bergantung pada daya maksimumnya. Komponen dasar sel surya adalah bahan semikonduktor. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada diantara konduktor dan isolator, dan merupakan bahan dasar untuk komponen aktif dalam alat elektronika. Sedangkan strukturnya pada umumnya memanfaatkan fenomena persambungan semikonduktor (semiconductor junction) seperti diode p-n (persambungan semikonduktor tipe-p dan tipe-n), diode Schottky (persambungan logam dan semikonduktor) dan sel

fotoelektrokomia (persambungan semikonduktor dengan elektrolit).

Semikonduktor Tipe-P dan Tipe-N Ketika suatu kristal silikon di-doping dengan unsur golongan kelima, misalnya arsen, maka atom-atom arsen itu akan menempati ruang diantara atom-atom silikon yang mengakibatkan munculnya elektron bebas pada material campuran tersebut. Elektron bebas tersebut berasal dari kelebihan elektron yang dimiliki oleh arsen terhadap lingkungan sekitarnya, dalam hal ini adalah silikon. Semikonduktor jenis ini kemudian diberi nama semikonduktor tipe-n. Hal yang sebaliknya terjadi jika kristal silikon didoping oleh unsur golongan ketiga, misalnya boron, maka kurangnya elektron valensi boron dibandingkan dengan silikon mengakibatkan munculnya hole yang bermuatan positif pada semikonduktor tersebut. Semikonduktor ini dinamakan semikonduktor tipep. Adanya tambahan pembawa muatan tersebut mengakibatkan semikonduktor ini akan

lebih banyak menghasilkan pembawa muatan ketika diberikan sejumlah energi tertentu, baik pada semikonduktor tipe-n maupun tipe-p.

Semikonduktor sambungan p-n Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n disambungkan maka akan terjadi difusi hole dari tipe-p menuju tipe-n dan difusi elektron dari tipe-n menuju tipe-p. Difusi tersebut akan meninggalkan daerah yang lebih positif pada batas tipe-n dan daerah lebih negatif pada batas tipe-p. Batas tempat terjadinya perbedaan muatan pada sambungan pn disebut dengan daerah deplesi. Adanya perbedaan muatan pada daerah deplesi akan mengakibatkan munculnya medan listrik yang mampu menghentikan laju difusi selanjutnya. Medan listrik tersebut mengakibatkan munculnya arus drift. Namun arus ini terimbangi oleh arus difusi sehingga secara keseluruhan tidak ada arus listrik yang mengalir pada semikonduktor sambungan p-n tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, elektron adalah partikel bermuatan yang mampu dipengaruhi oleh medan listrik. Kehadiran medan listrik pada elektron dapat mengakibatkan elektron bergerak. Hal inilah yang dilakukan pada sel surya sambungan p-n, yaitu dengan menghasilkan medan listrik pada sambungan p-n agar elektron dapat mengalir akibat kehadiran medan listrik tersebut. Ketika semikonduktor sambungan p-n disinari maka akan terjadi pelepasan elektron dan hole pada semikonduktor tersebut. Lepasnya pambawa muatan tersebut mengakibatkan penambahan kuat medan listrik di daerah deplesi. Adanya kelebihan muatan ini akan mengakibatkan muatan ini bergerak karena adanya medan listrik pada daerah deplesi. Pada keadaan ini, arus drift lebih besar daripada arus difusi sehingga secara keseluruhan dihasilkan arus berupa arus drift, yaitu arus yang dihasilkan karena kemunculan medan listrik. Arus inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sel surya sambungan p-n sebagai arus listrik. Prinsip kerja sel surya Gambar dibawah ini adalah gambar-gambar tingkat energi. Daerah antara dua bahan tersebut adalah deplesi, karena muatan pembawa pada daerah tersebut menjadi agak menipis (terdeplesi). Elektron dari keadaam donor tipe-n mengisi keadaan aseptor dari bahan tipe-p. Dalam daerah ini donor tidak menyediakan elektron bagi pita konduksi dan keadaan aseptor tidak menyediakan lubang dalam pita valensi.

ECB p

qVo

EF p
EVB p

ECB n

EF n
ECB p

n Diagram pita energi sambungan p-n

Pada keadaan setimbang atau tanpa medan luar, tingkat energi fermi E F akan sama diseluruh bagian pada saat keadaannya setimbang. Perbedaan konsentrasi elektron dan hole didaerah-p dan daerah-n menyebabkan difusi elektron ke daerah-p dan hole ke daerah n. Atom-atom pengotor akan membentuk daerah arus muatan terbatas (chargelimited-current). Arus difusi dan field current offset dalam keseimbangan satu sama lain. Potensial difusi pada sambungan p-n tergantung pada jumlah doping dan berkaitan dengan perbedaan tingkat energi Fermi pada daerah p dan n pada keadaan terpisah. Jarak antara pita Valensi dan pita konduksi untuk silikon pada temperatur kamar adalah E=1,1 eV dan potensial difusinya adalah 0,5 sampai 0,7 V. Jika cahaya atau foton jatuh mengenai sambungan p-n akan terbentuk pasangan elektron hole yang dipisahkan oleh ruang muatan. Jika g jumlah pasangan elektron hole yang dihasilkan persatuan luas dan U tegangan yang diberikan antara sambungan p-n, maka akan dihasilkan arus elektron dan hole dengan kerapatan : J = e(expe U/kT 1)(n0Dct/Lc2+p0 Dh /Lh) eg Dimana : e k T L D = muatan elektron = konstanta Bolztman = temperatur = panjang difusi elektron dan hole = konstanta difusi untuk elektron dan hole

N0,P0 = konsentrasi pembawa muatan pembawa minoritas pada keadaan setimbang

Sedangkan rapat arus yang dihubung singkat adalah :


J eg

Penting halnya mengenai efiensi konversi dari sel surya, karena hal ini dapat menjelaskan seberapa baik sel surya yang digunakan. Besarnya efisensi konversi ( ) ini didefinisikan sebagai :

di mana : Pmax Pin

Pm ax x 100 % Pin

= Daya maksimum yang dapat dihasilkan oleh sel surya = Daya masukan ( input ) yang diterima oleh sel surya

Daya maksimum dapat dinyatakan dalam Fill Factor (FF) yang didefinisikan sebagai : FF =
Vm ax.I m ax x100 % VOC .I SC

Dalam besaran ini daya maksimum menjadi Pmax = Vmax . Imax = VOC . ISC . FF Dengan : VO = tegangan saat arus minimum atau disebut tegangan terbuka. Isc = arus saat tegangannya minimum atau arus hubung singkat (mendekati nol)

Bab III Metodelogi percobaan

Alat dan Bahan Percobaan : 1. Modul sel surya Fungsi : Sebagai alat petunjuk praktikum. 2. Rheostat/Potensiometer Fungsi : Sebagai alat pengukur potensial. 3. Multimeter digital dua buah

Fungsi : Sebagai alat pengukur tegangan listrik. 4. Power Supply Fungsi : Sebagai penghubung alat listrik ke sumber listrik. 5. Sumber cahaya 6. Detektor cahaya (Thermopile) 7. Air blower 8. Perlengkapan lainnya

Prosedur Percobaan : 1. Menentukan intensitas cahaya : a. Menempatkan sumber cahaya dan detektor pada jarak tertentu (minimal 50 cm), mengukur intensitas cahaya dengan menggunakan detektor cahaya (Thermopile). b. Memvariasikan jarak sumber cahaya dengan detektor untuk mendapatkan titik dengan intensitas yang berbeda. 2. Menentukan arus hubung singkat dan tegangan terbuka : a. Merangkai Sel Surya seperti pada gambar 3 dalam modul. b. Menempatkan sumber cahaya sedemikian rupa sehingga seluruh permukaan panel Sel Surya tersinari. c. Mengatur potensiometer/hambatan geser pada posisi resistansi maksimum. Mencatat nilai yang ditunjukkan masing-masing alat ukur (Voltmeter dan Amperemeter). d. Menurunkan resistansi hambatan geser secara perlahan, dan mencatat nilai pembacaan pada masing-masing alat ukur untuk setiap perubahan resistansi. Melakukan sampai nilai resistansi mencapai harga minimum. (Cat : Arus hubung singkat dan tegangan terbuka dipengaruhi temperatur, untuk temperatur kamar gunakan Air blower dingin). 3. Menentukan ketergantungan aus hubung singkat dan tegangan terbuka terhadap temperatur :

a. Meniupkan udara panas ke permukaan sel surya, mengukur temperatur permukaan secara langsung menggunakan thermometer. (Jangan menyentuh permukaan sel surya, lapisan p-nya mudah rusak). b. Mengulangi prosedur percobaan (2). 4. Menentukan kurva karakteristik pada intensitas cahaya yang berbeda : a. Mengulangi prosedur percobaan (2), untuk jarak antara sumber cahaya dan sel surya (Intensitas cahaya telah diukur pada 2.1) yang berbeda. Melakukan untuk beberapa variasi jarak. 5. Menentukan kurva karakteristik pada kondisi lingkungan yang berbeda : Mengulangi prosedur percobaan (2), dengan : a. Melakukan pendinginan dengan Blower. b. Tanpa pendinginan. c. Cahaya terlebih dahulu dilewatkan melalui pelat kaca. 6. Mengamati pengaruh panjang gelombang terhadap rapat arus : Mengulangi prosedur percobaan (2), dengan : a. Menggunakan sumber cahaya yang berbeda. b. Cahaya terlebih dahulu dilewatkan melalui filter berbagai warna. 7. Mengamati karakteristik konversi alat dibawah pengaruh sinar matahari : Mengulangi prosedur percobaan (2) dengan menggunakan sinar matahari langsung.

I. TUGAS KBK 1. Pada eksperimen ini, sebagai bahan dasar sel surya digunakan bahan semikonduktor. Bahan mekanisme konversi cahaya menjadi tegangan listrik oleh bahan semikonduktor. Berdasarkan mekanisme tersebut berikan prediksi apakah efek fotovoltaik ini juga dapat terjadi pada bahan lain (non-semikonduktor). Jawab : Dapat saja terjadi, sebab prinsip kerja yang terjadi adalah pemanfaatan mobilitas elektron pada pita energi. Tetapi mengapa digunakan bahan semikonduktor sebab peluang eksitasi termal melewati celah pita bahan semikonduktor relatif besar, maka konduktivitas elektrik bahan sangat dipengaruhi suhu dan struktur pita bahan semikonduktor dapat diubah sehingga dapat merubah-rubah energi Fermi didalamnya.

2. Buat perencanaan bagaimana modul-modul sel surya (4 modul) disusun untuk mendapatkan daya maksimum. Dari segi instrumentasi yang digunakan pada eksperimen ini, faktor apa saja yang dapat menurunkan efisiensi/daya maksimum. Bagaimana cara mengatasinya. Rencanakan juga perangkat penyimpanan energi listrik yang dihasilkan agar energi surya dapat juga dimanfaatkan pada saat tidak ada sinar matahari (malam hari atau hari mendung). Jawab : Pertama adalah mengatur jarak antara sumber dan sel surya, diusahakan sedekat mungkin agar senar yang datang tertangkap semua dan masih memiliki energi termal yang relatif tinggi, kedua adalah memperbesar luas permukaan sel surya dan membuat lapisan sel surya setipis mungkin agar memudahkan eksitasi elektron yang disebabkan energi eksitasi termal. Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah fill faktornya yaitu dengan mendaptkan hasil perkalian tegangan terbuka dan arus hubungsingkat sebesar mungkin. 3. Bagaimana /dimana modul sel surya harus dipasang agar diperoleh daya maksimum (bahas keterkaitannya dengan letak geografis dan posisi bumi terhadap matahari/musim, dll). Jawab : Modul sel surya harus dipasang sedekat mungkin dengan sumber cahaya dan diarahkan sebaik mungkin menghadap sumber tersebut sehingga dapat menangkap intensitasnya secara maksimal, bila sumber cahaya matahari maka lebih bagus saat matahari sedang terik-teriknya/tidak terhalang sesuatu sehingga dapat

memaksimalkan daya intensitas yang ditangkap. 4. Dari perangkat pemanfaatan energi surya yang ada, apa kelebihan dan kekurangan sel fotofoltaik. Jawab : Kelebihan sel fotovoltaik adalah tidak terbatasnya sumber energi yang digunakan untuk menimbulkan energi listrik. Modul kelengkapannya lebih sederhana daripada modul untuk pemanfaatan energi lain seperti energi udara, gelombang laut dll. Kerugiannya adalah mahalnya bahan sel surya itu sendiri-tidak dapat diproduksi masal, daya yang dihasilkan relatif kecil dan tidak sama dengan sumber yang dipakai 5. Dari segi keselamatan lingkungan, bahas keuntungan dan kerugian panggunaan sel surya sebagai sarana pemanfaatan energi surya.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.alpensteel.com/article/46-102-energi-matahari--surya--solar/381-prinsipkerja-sel-surya-p-n.html 2. http://mufari.files.wordpress.com/2009/10/semikonduktor.pdf 3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya 4. http://zkarnain.tripod.com/selsurya.html