Anda di halaman 1dari 235

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS VIII7 SMP NEGERI 2 PAREPARE

SKRIPSI

OLEH : HAEDIL NIM. 206 120 492

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE (UMPAR) 2010

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS VIII7 SMP NEGERI 2 PAREPARE

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Parepare

OLEH : HAEDIL NIM. 206 120 492

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE (UMPAR) 2010 ii

iii

MOTTO

Sebuah

kesuksesan

dapat

lahir

bukanlah

karena kebetulan atau keberuntungan semata

MELAINKAN Sebuah sukses terwujud karena diikrarkan serta melalui perencanaan yang matang, keyakinan, kerja keras, dan niat baik

Time is Pray
Hidup tak sekedar menggapai tapi ia butuh dinamika dan kemapanan jiwa

iv

Ilmu Tanpa Iman Luntur,


Iman Tanpa Ilmu Ngelantur

PERSEMBAHAN

Ya Allah Berikanlah kemampuan kepada Kami dalam mengamalkan segala ilmu kami, ajarakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat dan tambahkan ilmu kami, semoga apa yang telah menjadi asa dalam hidupku dapat terwujud dalam suatu realita.

Karya ini ku persembahkan sebagai ungkapan terima kasihku kepada kedua orang tuaku, guru-guruku dan saudarasaudaraku yang tersayang
v

ABSTRAK

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS VII7 SMP NEGERI 2 PAREPARE

Nama Nim Program Studi Jurusan Fakultas

: HAEDIL : 206 120 492 : Pendidikan Matematika : Pendidikan Matematika : Keguruan dan Ilmu Pendidikan vi

Nama Lembaga

: Universitas Muhammadiyah Parepare

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan keterampilan proses. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII7 SMP Negeri 2 Parepare tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 38 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing tiga kali pertemuan proses pembelajaran dan satu kali pertemuan dilakukan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tentang hasil belajar diambil dengan memberi tes pada akhir setiap siklus, sedangkan data tentang aktivitas guru dan aktivitas siswa diambil dengan menggunakan lembar observasi pada saat berlangsung proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan selama dua siklus, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIII7 SMP Negeri 2 Parepare mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan yang dapat dikemukakan tersebut diperoleh dari: (a) peningkatan rata-rata hasil belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dari 72,92 meningkat menjadi 81,24; (b) peningkatan ketuntasan belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dari 25 siswa menjadi 35 siswa; dan (c) rata-rata hasil observasi aktivitas siswa yang sesuai pembelajaran tiap kali pertemuan pada siklus I adalah 50,13% sedangkan pada siklus II mencapai 52,54%, ini berarti hasil observasi aktivitas siswa yang sesuai pembelajaran mengalami peningkatan sebanyak 2,41% .

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan inayah-Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: vii

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Kelas VIII7 SMP Negeri 2 Parepare. Selama penyusunan skripsi ini terdapat bermacam hambatan dan juga kendala yang penulis hadapi, namun berkat partisipasi yang berupa bantuan, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, hal ini dapat teratasi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini perkenankanlah penulis dengan rendah hati menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Drs. Syarifuddin Yusuf, M. Si, Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare. 2. Bapak Drs. H. M. Nasir S, M. Pd, dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare. 3. Ibu Dra. Marwati Abd. Malik, M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare sekaligus pembimbing I yang telah memberikan bantuan dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.
4.

Bapak Buhaerah, S. Pd, M. Pd, Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare sekaligus pembimbing II yang telah memberikan bantuan dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.

5.

Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Matematika yang telah membimbing dan mengarahkan penulis selama menjalani pendidikan di kampus Universitas Muhammadiyah Parepare

6.

Bapak Drs. Djamaluddin, M. Pd, kepala SMP Negeri 2 Parepare yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di SMP Negeri 2 Parepare.

viii

7.

Ibu Rasmi Rita Paja, S. Pd, guru bidang studi matematika sekaligus sebagai guru mitra dan observer yang senantiasa memberikan saran dan motivasi bagi penulis dalam ketercapaian penelitian ini

8.

Teristimewa rasa terima kasihku kepada kedua orang tuaku yang tercinta, H. Abd. Hamid dan Hj. Saleha yang senantiasa memberikan motivasi kepada penulis dan berkat doa tulusnya penulis mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik tepat pada waktunya.

9.

Saudara-saudaraku Haidal dan Hilda yang dengan tulus memanjatkan doa dan dukungan agar penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

10.

Sahabat-sahabatku Firdaus, Syarif, Fhadilah, Kamaria, Sry Hayani, Nirma safitri, dan komunitas Aritmatick yang senantiasa membantu dan memberikan motivasi yang sangat berarti demi kelancaran penyusunan skripsi ini.

11.

Rekan-rekan penelitian yang dengan setia membantu penulis dalam melakukan penelitian.

12.

Rekan-rekan seperjuangan mahasiswa jurusan pendidikan matematika yang memberikan bantuan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

13.

Semua pihak yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan yang diberikan. Disadari bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam skripsi ini

maka dengan segala kerendahan hati penulis senantiasa menerima saran dan kritik yang konstruk edukatif demi penyempurnaan skripsi ini. Akhirnya semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang berkepentingan dan mendapatkan ridho dari Allah SWT, Amin.

ix

Parepare,

Juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL.. x I

HALAMAN JUDUL.. PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI.... MOTTO DAN PERSEMBAHAN. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI.. DAFTAR TABEL.. DAFTAR LAMPIRAN.. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang... Rumusan Masalah...... Tujuan Penelitian....... Manfaat Penelitian..... BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR A. B. C. BAB III Kajian Pustaka....... Kerangka Berpikir..... Hipotesis Tindakan

ii iii iv vi vii x xii xiii 1 4 4 4

5 17 18

METODOLOGI PENELITIAN A. B. C. D. E. F. G. H. I. Jenis Penelitian.. Setting Penelitian........... Faktor yang Diteliti Definisi Operasional Variabel... Prosedur Penelitian Instrumen Penelitian.. Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data. Indikator Keberhasilan... 19 19 19 20 20 23 24 24 27 28 xi

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian.............................................. Ketuntasan Belajar Siswa...... Deskrifsi Hasil Observasi...... Refleksi Terhadap Pelaksanaan Proses Pembelajaran....... Pembahasan... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran.. DAFTAR PUSTAKA. LAMPIRAN-LAMPIRAN. DAFTAR RIWAYAT HIDUP..

32 33 39 40

44 44 45 47 212

DAFTAR TABEL

Tabel

Judul xii

Halaman

2. 1 4. 1 4. 2 4. 3 4. 4 4. 5 4. 6 4. 7 4. 8 4. 9

Pendekatan Keterampilan Proses......... Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus I.. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus I.. Statistik Skor hasil Belajar Matematika Siswa Siklus II.....

13 28 29 30

Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus II.... 31 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VIII.7 SMP Negeri 2 Parepare... Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VIII.7 SMP Negeri 2 Parepare... Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa ...... Persentase Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa (%)... Persentase Siswa yang Melakukan Aktivitas dalam Pembelajaran (%) ............................................................................... 32 32 34 34 35 36

4. 10 Hasil Analisis Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses .....

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Judul xiii

Halaman

A B C D E F G

Perangkat Pembelajaran .... Format Validasi . Instrumen Penelitian sebelum di validasi .. Instrumen Penelitian setelah di validasi Hasil Penelitian .. Analisis Hasil Penelitian ... Surat-surat dan dokumentasi .

47 108 125 146 170 202 207

xiv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mengantisipasi

perkembangan masa depan, karena pendidikan selalu diorientasikan pada penyerapan peserta didik untuk berperan di masa mendatang. Melalui pendidikan peserta didik diharapkan mampu untuk mandiri dan bertanggung jawab, sehingga dapat berperan serta dalam pembangunan nasional. Titik berat pembangunan pendidikan diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya untuk memacu penguasaan IPTEK perlu lebih disempurnakan dalam tingkat pengajaran ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berkembang semakin lama semakin cepat sehingga tidak mungkin para guru mengajarkan semua fakta dan konsep dari berbagai cabang ilmu kepada anak didik. Jika guru memaksakan mengajarkan semua fakta dan konsep dari berbagai cabang ilmu, maka sudah jelas target itu tidak tercapai. Apabila guru memaksakan kehendaknya, maka satu-satunya jalan adalah guru mengajarkan semua fakta dan konsep itu kepada siswa. Dengan demikian guru merupakan satu-satunya sumber informasi yang amat penting. Padahal kita semua tahu bahwa dalam prinsip-prinsip pengajaran tidaklah demikian halnya. Guru dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator dan motivator terhadap anak didik. Karena guru juga terdesak oleh adanya pencapaian target kurikulum, maka guru biasa memilih jalan yang termudah yakni menginformasikan fakta dan konsep melalui metode ceramah. Akibatnya para siswa tidak dilatih menemukan konsep dan juga tidak dilatih untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. 1

Dalam proses pembelajaran seyogyanya pengembangan konsep tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai anak didik. Apabila kita hanya mengembangkan konsep tanpa mengindahkan sikap dan nilai, akibatnya akan menciptakan intelektualisme. Selaras dengan tujuan pendidikan kita yaitu terciptanya insan pemikir yang manusiawi yang menyatu dalam suatu pribadi yang selaras, serasi dan seimbang, maka pendidikan kita hendaknya mampu mengembangkan konsep, sikap dan nilai. Kaitannya dengan pembelajaran matematika yang merupakan salah satu disiplin ilmu yang juga merupakan wahana pencapain tujuan dari pendidikan. Selain dapat mencerdaskan siswa, matematika juga dapat digunakan untuk membentuk kepribadian siswa, mengembangkan keterampilan serta memiliki sikap logis, kritis, cerdas, dan kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan uraian di atas penalaran merupakan aspek yang sangat penting dalam belajar matematika. Dalam proses pembelajaran tidak cukup bila hanya memberikan tekanan pada terampil menghitung dan mengerjakan soal, perhatian khusus juga harus diberikan pada bagaimana nalar dan sikap siswa dapat terbentuk serta kemampuan menerapkan pembelajaran akan merupakan penopang penting terbentuknya kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang mungkin dihadapinya. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru matematika di SMP Negeri 2 Parepare pada bulan November Tahun 2009, terlihat bahwa nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa pada ulangan harian kedua sebesar 60,51. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa masih jauh dari KKM yang ditetapkan

sekolah yaitu 65. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah, sebagian masih berorientasi pada pola pembelajaran yang banyak didominasi oleh guru. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual semata daripada pengembangan kemampuan belajar siswa. Keterlibatan siswa selama pembelajaran belum optimal sehingga berakibat pada perolehan hasil belajar siswa tidak optimal pula. Pola pengajaran yang selama ini digunakan oleh guru belum mampu membantu siswa dalam menyelesaikan soal-soal, mengaktifkan siswa dalam belajar, memotivasi siswa untuk mengemukakan ide dan pendapat mereka, bahkan para siswa enggan untuk bertanya kepada guru jika mereka belum paham terhadap materi yang diajarkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan ide/gagasan matematika secara optimal sehingga siswa menjadi lebih kreatif. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses. Pendekatan belajar mengajar yang menekankan bagaimana siswa belajar, bagaimana siswa mampu mengelolah perolehannya sehingga menjadi miliknya, dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupannya sesuai dengan kebutuhannya Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin berpartisipasi dalam meningkatkan proses belajar matematika. Dengan ini penulis mengangkat judul Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Parepare.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam tulisan ini dirumuskan sebagai berikut: apakah dengan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII7 SMP Negeri 2 Parepare? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui bahwa dengan pendekatan keterampilan proses dapat

meningkatkan hasil belajar matematika siswa. D. Manfaat Penelitian Jika ternyata di dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, maka diharapkan: 1. Para siswa dapat lebih termotivasi dalam belajar, mengetahui kelemahan belajarnya serta mampu memacu penalarannya dalam memecahkan masalah. 2. Dapat menjadi bahan pertimbangan oleh guru, khususnya guru matematika untuk memperbaiki program pengajarannya di kelas dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses. 3. 4. Dapat memberikan konstribusi yang baik bagi sekolah. Hasil penelitian ini akan memberikan pengalaman, wawasan dan motivasi bagi penulis sebagai calon guru untuk menjalani profesinya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Kajian Pustaka 1. Hakekat matematika James dan James (Suherman, 2001: 18) mengemukakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk susunan bersaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Johnson dan Rising (Suherman, 2001: 19) mengatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logis, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, referentasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. Mempelajari matematika tidak cukup hanya dipelajari dengan membaca saja. Memahami konsep matematika perlu memperhatikan konsep-konsep sebelumnya. Matematika tersusun secara hierarkis yang satu sama lain berkaitan dengan erat. Konsep lanjutan tidak akan dapat dipahami sebelum memahami konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat. Berdasarkan uraian di atas pada dasarnya mengatakan bahwa dalam hakekat matematika menjelaskan tentang suatu ide abstrak yang disusun secara hirarkis dengan pola mengorganisasikan, menggunakan istilah dengan cermat, susunan yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, serta dalam penarannya bersifat deduktif.

2. Pembelajaran matematika di sekolah Kegiatan pembelajaran di sekolah memuat gagasan-gagasan pokok

pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Komponen ini menyebutkan bahwa belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna dan pemahaman. Dengan demikian, dalam praktiknya, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun gagasan. Berikut dikemukakan prinsip kegiatan belajar mengajar dalam KBK menurut Muslich (2006: 25-27) yaitu Berpusat pada siswa; belajar dengan melakukan; mengembangkan kemampuan sosial; mengembangkan keingintahuan, imajinasi dan fitrah ber-Tuhan; mengembangkan keterampilan pemecahan masalah; mengembangkan kreativitas siswa; mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi; menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik; belajar sepanjang hayat; dan perpaduan kompetisi, kerja sama dan solidaritas. Pada umumnya, proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah, didominasi oleh guru, dan siswa hanya berperan sebagai objek pembelajaran. Guru berusaha memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya sehingga siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh guru tanpa berusaha untuk menemukan sendiri dan tidak mengembangkan kreatifitasnya. Dengan demikian diperlukan bagi seorang guru khususnya guru matematika untuk mengubah pola mengajarnya menjadi pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa untuk senantiasa aktif di dalam kegiatan pembelajaran.

3. Hasil belajar matematika

Jika berbicara mengenai hasil belajar, maka yang menjadi konteks dalam pembicaraan adalah keseluruhan proses yang telah dilalui oleh siswa khususnya belajar matematika. Ada tiga ranah hasil belajar yang dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom (Supriati, 2009: 6) yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurut Keller (Supriati, 2009: 6) hasil belajar adalah prestasi aktual yang ditampilkan oleh anak sedangkan usaha adalah perbuatan yang terarah pada penyelesaian tugas-tugas belajar. Ini berarti bahwa besarnya usaha adalah indikator dari adanya motivasi sedangkan hasil belajar dipengaruhi oleh besarnya usaha yang dilakukan oleh anak. Sedangkan menurut Abdurrahman (Supriati, 2009: 6) hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dari beberapa pendapat di atas mempunyai pernyataan berbeda, namun pada prinsipnya mempunyai makna yang sama yaitu hasil belajar matematika adalah tingkat pemahaman atau penguasaan yang diperoleh siswa berupa keterampilan kognitif, afektif dan psikomotorik setelah mengikuti proses belajar mengajar matematika dengan menggunakan tes sebagai evaluasi. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh inteligensi dan penguasaan awal anak tentang materi yang akan dipelajari. Ini berarti bahwa guru perlu menetapkan tujuan belajar sesuai dengan kapasitas inteligensi anak dan pencapaian tujuan belajar perlu menggunakan bahan apersepsi, yaitu bahan yang telah dikuasai oleh anak sebagai batu loncatan untuk menguasai bahan pelajaran baru. 4. Pendekatan keterampilan proses

a. Pengertian pendekatan keterampilan proses Trianto (2008: 72) mengemukakan bahwa keterampilan proses merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menentukan suatu konsep, prinsip, atau teori untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya. Keterampilan proses adalah cara memandang siswa secara utuh, cara memandang ini diterjemahkan dalam kegiatan belajar mengajar, sekaligus memperhatikan sikap, nilai dan keterampilan yang dimiliki siswa. Ketiga cara tersebut berkaitan dengan diri siswa dan keterampilan tersebut diwujudkan dalam kreativitas. Suryono (1991: 36) mengatakan bahwa pendekatan keterampilan proses itu dilaksanakan dengan menekankan pada bagaimana siswa belajar, bagaimana siswa mengelola perolehannya hingga menjadi miliknya, dipahami, dimengerti dan dapat diterapkan dalam kehidupannya sesuai dengan kebutuhannya. Berdasarkan penjelasan di atas, yang dimaksud dengan perolehannya disini adalah hasil belajar siswa dari pengalaman dan pengamatan terhadap lingkungannya yang dikelola menjadi suatu konsep yang diperolehnya melalui keterampilan proses. Dari beberapa pendapat di atas mempunyai pernyataan berbeda, namun pada prinsipnya mempunyai makna yang sama yaitu pendekatan keterampilan proses merupakan pendekatan yang mengarahkan siswa untuk mampu mengelolah konsep, prinsip atau teori yang ditemukan kemudian mampu untuk mengembangkan ke konsep yang lain dan pada akhirnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. b. Tujuan pendekatan keterampilan proses

Pendekatan keterampilan proses merupakan salah satu upaya yang penting untuk memperoleh keberhasilan belajar siswa yang optimal. Materi pelajaran akan lebih mudah dipelajari, dipahami, dihayati, dan diingat dalam waktu yang relatif lama bila siswa sendiri memperoleh pengalaman langsung dari peristiwa belajar tersebut melalui pengamatan atau eksprimen. Berikut ini tujuan pendekatan keterampilan proses menurut Muhammad (Trianto, 2008: 82) sebagai berikut: 1) Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, karena dalam keterampilan proses siswa dipacu untuk berpartisipasi secara aktif dan efisien dalam belajar. 2) Menuntaskan hasil belajar siswa secara serentak. 3) Menemukan dan membangun sendiri konsepsi serta dapat mendefinisikan secara benar untuk mencegah terjadinya miskonsepsi. 4) Untuk lebih memperdalam konsep, pengertian dan fakta yang dipelajarinya karena dengan latihan keterampilan proses, siswa sendiri yang berusaha mencari dan menemukan konsep tersebut. 5) Mengembangkan pengetahuan teori atau konsep dengan kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan menurut Suryono (1991: 37), tujuan pendekatan keterampilan proses sebagai berikut: 1) Memberi motivasi kepada siswa untuk selalu berperan aktif.

10

2) Memperdalam konsep, pengertian, dan fakta yang dipelajari siswa karena pada hakekatnya siswa sendiri yang mencari dan menemukan konsep. 3) Pengembangan pengetahuan teori 4) Persiapan dan latihan dalam menghadapi dan kenyataan hidup. 5) Mengembangkan sikap percaya diri. c. Kemampuan-kemampuan yang dikembangkan melalui keterampilan proses Jika keterampilan proses diwujudkan melalui pengaturan murid secara klasikal, kelompok kecil maupun individual, maka kegiatan yang menjurus ke arah pembangkitan kemampuan dan keterampilan mendasar adalah merupakan fokus perhatian guru. Keterampilan-keterampilan mendasar yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) Pemanasan Tujuan kegiatan ini untuk menyerahkan siswa pada pokok permasalahan agar siswa siap, baik secara mental, emosional maupun fisik. Kegiatan ini antara lain dapat berupa: a) Pengulasan langsung pengalaman yang pernah dialami siswa ataupun guru. b) Pengulasan bahan pengajaran yang pernah dipelajari pada waktu sebelumnya.
c) Kegiatan-kegiatan yang menggugah daan mengarahkan perhatian siswa antara lain

memintah pendapat/saran siswa, menunjukkan gambar, slide, film, atau benda lain. 2) Proses pembelajaran Proses pembelajaran hendaknya selalu mengikutkan siswa secara aktif guna mengembangkan kemampuan-kemanpuan siswa antara lain kemampuan mengamati,

11

menggolongkan,

menginterpretasikan,

meramalkan,

mengaplikasikan

konsep,

merencanakan penelitian, serta mengkomunikasikan hasil penemuannya. a) Pengamatan (Observasi) Pengamatan adalah penggunaan panca indera. Seseorang mengamati dengan penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan pembauan. Yang dimaksud dengan pengamatan disini adalah penggunaan indra secara optimal dalam rangkah memperoleh informasi yang memadai. b) Menggolongkan/mengklasifikasikan Menggolong-golongkan merupakan keterampilan mendasar dalam pola kegiatan ilmiah. Kemampuan menggolongkan benda, konsep, nilai atau kepentingan tertentu sangat diperlukan dalam proses berfikir. Dalam kegiatan penggolongan ini dituntut aktivitas siswa mulai dari pengamatan menghitung, mengukur, maupun membedakan dan menyamakan sekaligus. c) Interpretasi hasil pengamatan/Menafsirkan Menafsirkan adalah menjelaskan sesuatu yang telah terjadi berdasarkan dari pengamatan yang dilakukan. Tujuan kegiatan ini untuk menyimpulkan hasil pengamatan yang telah dilakukan berdasarkan pada pola hubungan antara hasil pengamatan yang satu dengan yang lainnya.

d) Meramalkan Keterampilan mengantisipasi atau menyimpulkan suatu hal yang akan terjadi pada waktu yang akan datang berdasarkan perkiraan atau kecenderungan dari pola

12

tertentu. Misalnya, berdasakan pengalaman tentang keadaan alam, tentang cuaca sebelumnya, siswa dapat meramalkan keadaan berdasarkan cuaca yang akan datang. e) Aplikasi (menerapkan) Konsep Yang dimaksud dengan menerapkan adalah yaitu menggunakan hasil belajar yang telah diketahui, dipelajari dalam situasi baru atau dalam menyelesaikan masalah, umpamanya yang memberikan tugas mengarang tentang sesuatu masalah yang dibicarakan dalam mata pelajaran yang lain. f) Perencanaan Penelitian Keterampilan yang amat penting karena ikut menentukan berhasil tidaknya melakukan penelitian. Keterampilan ini perlu dilatih sedini mungkin. Misalnya dalam pokok bahasan bangun ruang, anak dapat diajak untuk membuat bangun-bangun yang berasal dari sebuah bangun persegi panjang menjadi bangun yang lain. g) Mengomunikasikan Kegiatan ini bertujuan mengomunikasikan proses dan hasil penelitian kepada pihak yang berkepentingan, baik dalam bentuk kata-kata, grafik, bagan, maupun tabel secara lisan atau tertulis. Berikut ini kemampuan yang diterapkan dalam langkah-langkah pendekatan keterampilan proses dalam proses belajar mengajar adalah:

Tabel 2.1: Pendekatan Keterampilan Proses

13

Keterampilan 1 1. Melihat 2. Mendengar

Kemampuan 2

3. Merasa (kulit), meraba a. Mengamati 4. membau 5. Mencicipi atau mengecap 6. Mengukur 7. Menyimak 8. Membaca 1. Mencari persamaan b. Menggolongkan 2. Mencari perbedaan
3. Mengontraskan

1. Menafsirkan 2. Memberi Arti 3. Memproduksi c. Menafsirkan 4. Mencari Hubungan Waktu Dan Ruang 5. Menemukan Pola 6. Menarik Kesimpulan 7. Menggeneralisasikan 1. Mengantisipasi berdasarkan kecenderungan yang telah dimiliki 2. Penggunaan data dan pengamatan yang sesuain 3. Pengujian kebenaran dan ramalanramalan yang sesuai

d. Meramalkan

Lanjutan Tabel 1

14

2 1. Menggunakan Informasi, kesimpulan, konsep, hokum, teori, sikap, nilai atau keterampilan dalam situasi baru atau situasi lain.

e. Menerapkan

2. Menghitung 3. Menentukan variabel 4. Mengendalikan Variabel 5. Menghubungkan konsep 6. Merumuskan pertanyaan penilaian 7. Menyusun Hipotesis 8. Membuat model 1. Menentukan objek yang akan diteliti 2. Menentukan tujuan penelitian 3. Menentukan ruang lingkup penelitian 4. Menentukan sumber data

f. Merencanakan Penelitian

5. Menentukan cara menganalisis 6. Menentukan langkah-langkah pengumpulan data / informasi 1. Berdiskusi 2. Mendeklamasikan 3. Bertanya 4. Merenungkan

g. Komunikasi

5. Memperagakan 6. Mengungkapkan (dalam bentuk lisan, tulisan, gambar, gerak, dan keterampilan lain)

15

5. Kaitan karakteristik matematika dengan pendekatan keterampilan proses Dalam belajar matematika hendaklah diperhatikan hakekat belajar matematika dan subyek belajar matematika. Dalam hal ini guru matematika harus memperhatikan kemampuan dan kesiapan intelektual anak didik. Djaali (Mustika, 2008: 28) mengatakan bahwa belajar matematika akan efektif apabila pengajaran matematika yang diberikan memperhatikan kemampuan dan kesiapan intelektual anak. Dalam membicarakan intelektual atau struktur kognitif dan pengalaman belajar yang telah diperoleh anak. Berdasarkan pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa untuk memahami materi matematika pada tingkat tertentu diperlukan penguasaan bahan sebelumnya. Jika banyak kekurangan terhadap materi sebelumnya, maka siswa akan mengalami kesulitan dan sukar baginya untuk menguasai bahan ajar dengan penuh. Sesuai dengan prinsip pendekatan proses bahwa sebagian besar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara tuntas. Dengan demikian penguasaan penuh pada materi tertentu akan memudahkan siswa menguasai materi selanjutnya. Sehingga secara keseluruhan materi pelajaran matematika dapat dikuasai sepenuhnya sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Sebagai hasil dari penguasaan materi matematika khususnya dan peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya. Kemudian dalam hal pengajaran geometri terutama untuk bangun-bangun ruang nampaknya model pengajaran melalui pendekatan keterampilan proses dapat memberikan hasil yang baik. Hal ini dikarenakan dalam pengajaran dengan pendekatan keterampilan proses siswa bukan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek dalam pengajaran tersebut, artinya siswa belajar secara aktif. Misalnya: mencari luas

16

bangun kubus. Siswa diajak menemukan (menurunkan) rumusnya melalui pendekatan enam bujur sangkar, setelah itu baru menghitung luasnya. Satu keyakinan bahwa apabila pengajaran geometri terutama untuk bangun

ruang diajarkan dengan model pendekatan keterampilan proses, memberikan hasil yang baik dan memuaskan. 6. Pengertian geometri James/James (Mustika, 2008: 19) mengatakan bahwa geometri adalah ilmu yang berhubungan dengan bentuk dan besarnya (ukurannya) benda-benda. Sedangkan menurut Ruseffendi (1980: 2) bahwa geometri adalah aksiomatik dan kumpulan generalisasi, model dan bukti tentang bentuk-bentuk benda bidang dan ruang. Geometri dikatakan sebagai suatu sistem aksiomatik karena terdiri dari unsurunsur yang didefinisikan, postulat (aksioma atau asumsi) dan teori-teori atau dalil-dalil yang dibuat berdasarkan kepada unsur-unsur yang tidak didefenisikan. Suatu dalil dikatakan benar bila dapat dibuktikan secara matematika yaitu secara deduktif. Berdasarkan defenisi-defenisi di atas, setidaknya geometri ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari bentuk dan besarnya benda-benda. Dalam pembelajaran geometri di sekolah menengah pertama buku yang digunakan dalam proses belajar mengajar matematika adalah buku terbitan Balai Pustaka yang merupakan buku wajib bagi murid SMP. Geometri yang diambil dalam penelitian ini adalah geometri berdasarkan kurikulum SMP 2006 untuk kelas VIII yaitu meliputi bangun ruang yang terdiri atas kubus dan balok.

17

B. Kerangka Berpikir Pemilihan dan penggunaan pendekatan yang tepat dalam kegiatan proses pembelajaran merupakan suatu alternatif dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran, pengalaman belajar di sekolah harus fleksibel dan tidak kaku, serta perlu menekankan pada kreatifitas, rasa ingin tahu, bimbingan, dan pengarahan ke arah kedewasaan. Karena itu pendekatan yang harus dipilih adalah pendekatan keterampilan proses siswa dengan aspek mengajar aktif. Salah satu argumentansi dan asumsi dibalik kurang memuaskannya kualitas proses pembelajaran matematika adalah disamping matematika itu bersifat abstrak, juga disebabkan dari strategi pembelajaran dan pendekatan yang digunakan oleh pendidik kurang efektif dalam proses pembelajaran. Selain itu, rendahnya hasil belajar matematika yang masih berada di bawah nilai rata-rata kelas dipengaruhi oleh model pembelajaran yang kurang menantang siswa untuk aktif pada proses belajar mengajar. Kenyataan yang ada bahwa pendekatan dalam pengajaran yang sering dilakukan mempunyai kecenderungan guru yamg aktif sedangkan siswa cenderung pasif berakibat pemikiran anak kurang berkembang serta motivasi siswa dalam belajar menjadi kurang, sehingga peningkatan hasil belajar sulit dicapai. Salah satu alternatif yang bisa dijadikan solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa terkhusus pada materi bangun ruang adalah dengan penerapan pendekatan keterampilan proses. Pendekatan belajar mengajar yang menekankan bagaimana siswa belajar, bagaimana siswa mampu mengelolah perolehannya sehingga menjadi miliknya, dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupannya sesuai dengan kebutuhannya

18

Dengan penerapan pendekatan keterampilan proses, keabstrakan dari matematika dapat dikurangi, sehingga siswa dapat lebih merasakan dan memahami konsep matematika yang dipelajari dengan mudah, serta pada gilirannya dapat memberikan hasil belajar yang memuaskan. C. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka berpikir di atas maka rumusan hipotesisnya adalah jika dalam pembelajaran matematika menerapkan pendekatan keterampilan proses, maka hasil belajar matematika siswa dapat ditingkatkan.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researce) yang dilaksanakan dengan tahapan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. B. Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Parepare, selama dua bulan yaitu bulan Februari dan Maret pada tahun ajaran 2009/2010. Adapun subjek penelitiannya yaitu siswa kelas VIII7 semester genap dengan jumlah 38 siswa. C. Faktor Yang Diteliti Faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1. Faktor siswa, yaitu dengan melihat keaktifan dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru. 2. Faktor guru, yaitu dengan melihat cara guru menerapkan pendekatan keterampilan proses. 3. Faktor hasil belajar matematika yaitu dengan melihat sejauh mana keberhasilkan siswa dalam belajar matematika setelah diterapkan pendekatan keterampilan proses.

19

20

D. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran memahami variabel maka definisi variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yakni: a. Pendekatan keterampilan poses yaitu pendekatan dalam pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. b. Hasil belajar matematika siswa adalah hasil akhir yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. E. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 (dua) siklus. Siklus I dan siklus II masing-masing 4 kali pertemuan, dimana 3 kali pertemuan dilaksanakan proses belajar mengajar dan 1 kali pertemuan dilakukan tes akhir siklus. Secara rinci prosedur penelitian tindakan ini dijabarkan sebagai berikut: 1. Siklus I a. 1) Tahap Perencanaan Menelaah kurikulum SMP Kelas VIII yang sedang berjalan pada semester genap. 2) 3) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Menyiapkan sumber pembelajaran dan alat bantu (media) pengajaran dalam rangka optimalisasi pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan. serta untuk

21

4)

Menyusun istrumen penelitian berupa lember observasi, and alat penilaian. Sebelum instrument digunakan terlebih dahulu di validasi ahli

b.

Tahap pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses Kegiatan awal:

1) 2)

Mengingat materi sebelumnya Menanyakan materi yang belum dipahami. Mencermati penjelasan guru, dan Membagi diri dalam kelompok sesuai dengan Instruksi guru Kegiatan Inti:

3)
4)

Tahap I. Pengamatan : 1) Menyiapkan media pembelajaran di depan kelas 2) Menginstruksikan kepada siswa untuk dapat mengamati bangun ruang. Tahap II. Menggolongkan: 1) Pengindentifikasian suatu sifat umum 2) Mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang yang diamati Tahap III. Menafsirkan: 1) Memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan 2) Mengajukan penjelasan-penjelasan terhadap hasil pengamatan Tahap IV. Meramalkan:

22

1) Meramalkan sesuatu yang berhubungan dengan hasil penafsiran 2) Menanyakan kepada siswa unsur-unsur bangun ruang yang tidak diamati Tahap V. Menerapkan Konsep:
1) Memberikan penjelasan tentang unsur-unsur bangun ruang

2) Menghubungkan konsep yang satu dengan yang lain 3) Melakukan proses perhitungan Tahap VI. Merencanakan Penelitian: 1) Menentukan masalah (objek) yang akan diteliti 2) Melakukan proses penilitian Tahap VII. Komunikasi: 1) Mengomunikasikan hasil penelitian di depan kelas 2) Mendiskusikan hasil penelitian Kegiatan Penutup: 1) Menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan 2) Merevisi jawaban yang kurang tepat terhadap hasil jawaban yang diperoleh. c. Tahap observasi Observasi dilakukan selama berlangsungnya proses pembelejaran. Observasi ini dilakukan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat dan semua kejadian dicatat oleh observer. d. Tahap Refleksi

23

Data yang diperoleh dari hasil observasi, dikumpulkan dan dianalisis sehingga menjadi refleksi atas pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Refleksi tersebut selanjutnya didiskusikan dengan dosen pembimbing dan guru yang pada akhirnya akan menjadi acuan untuk melaksanakan tindakan selanjutnya pada siklus II.

2. Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tindakan pada siklus I. Dengan demikian pelaksanaan tindakan pada siklus II merupakan perbaikan dan pengembangan dari pelaksanaan tindakan siklus I. Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan pada siklus II tetap mengacu pada skenario pembelajaran seperti pada siklus I. F. Instrumen Penelitian Untuk mengambil data dalam penelitian digunakan instrumen yang berupa lembar observasi dan tes. Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas siswa dintaranya seperti bertanya terhadap materi yang kurang dipahami, mengamati bangun ruang, mengklasifikasikan/menggolonkan bangun ruang,

menafsirkan/memberi arti bangun ruang yang telah diamati, meramalkan sesuatu yang saling berkaitan dengan hasil penafsiran, menerapkan/mengaplikasikan konsep yang dipelajari, dan mengomunikasikan hasil pekerjaannya di depan kelas. Selain lembar observasi untuk siswa juga digunakan lembar observasi guru, untuk melihat aktivitas guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses. Sedangkan tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang tingkat keberhasilan siswa terhadap materi pelajaran matematika. Tes yang

24

telah disusun terlebih dahulu divalidasi oleh validator yang dalam hal ini guru matematika dan dosen pembimbing.

G. Teknik Pengumpulan Data 1. Sumber data Sumber data pada penelitian ini adalah siswa, guru, dan sekolah 2. Jenis Data Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil observasi. 3. Cara pengumpulan data a. Data tentang hasil belajar matematika siswa diambil dengan memberi tes pada akhir setiap siklus. b. Data tentang aktivitas guru dalam proses pembelajaran dan aktivitas siswa yang diantaranya bertanya tentang materi yang kurang dipahami, mengamati bangun ruang, menggolongkan bangun ruang, memberi arti bangun ruang yang telah diamati, serta kemempuan mengomunikasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, diambil dengan menggunakan lembar observasi pada saat berlangsung proses pembelajaran di dalam kelas. H. Teknik Analisis Data

25

Data kuantitatif yang terkumpul dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Sedangkan data kualitatif melaui pengkategorian. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar dalam bentuk nilai tertinggi, terendah, rentang nilai, deviasi, varians, tabel distribusi frekuensi dan persentase.

Berikut ini terdapat beberapa data yang diperlukan dengan analisis yang berbeda, yaitu: 1. Data berupa hasil belajar matematika siswa dianalisis dengan

menggunakan statistik deskriptif. Adapun pengkategorian yang digunakan adalah skala lima menurut Nurkancana (Masud, 2008: 16) yaitu: Penguasaan 90 % sampai 100 % dikategorikan sangat tinggi. Penguasaan 80 % sampai 89 % dikategorikan tinggi. Penguasaan 65 % sampai 79 % dikategorikan sedang. Penguasaan 55 % sampai 64 % dikategorikan rendah. Penguasaan 0 % sampai 54 % dikategorikan sangat rendah. Sedangkan untuk analisis kualitatif dalam hal ini aktifitas siswa adalah dengan melihat perubahan sikap siswa pada setiap siklus baik dari segi perhatian, kehadiran, keantusiasan, keaktifkan maupun kesungguhan siswa dalam mempelajari dan menyelesaikan masalah matematika. 2. a. Data berupa lembar observasi, yaitu: Lembar Observasi Aktivitas Siswa.

26

Data hasil penilaian pengamat untuk aktivitas siswa selama pembelajaran di analisis dengan menggunakan rumus: PTa =

Ta x 100 % T

Dengan: PTa = persentase aktivitas siswa untuk melakukan suatu jenis aktivitas

Ta = jumlah jenis aktivitas yang dilakukan siswa setiap pertemuan T = jumlah seluruh aktivitas setiap pertemuan Lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran.

b.

Data hasil penelitian pengamat terhadap kemampuan guru mengelola pembelajaran dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata setiap aspek yang diamati dalam mengelola pembelajaran dari banyak pertemuan. Kriteria tingkat kemampuan guru dalam pengelolahan pembelajaran (PB) sebagai berikut. 0,00 PB < 1,00 (Tidak Baik) 1,00 PB < 2,00 ( Kurang) 2,00 PB < 3,00 ( Sedang) 3,00 PB < 4,00 ( Baik) PB = 4 ( Sangat Baik) (Andi Rusdi. Tesis)

Kriteria pembelajaran dikatakan efektif ditinjau dari kemampuan guru mengelolah pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses. Bila aspek

27

berada pada tingkat kemampuan guru mengelolah pembelajaran minimal cukup. Selain itu perlu cermati perangkat apa saja yang harus direvisi.

I. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan yang diukur pada penelitian ini adalah: 1. Meningkatnya hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan Pendekatan Keterampilan Proses
2.

Meningkatnya persentase ketuntasan hasil belajar matematika. Yang dimaksud dengan tuntas apabila siswa telah mencapai skor penguasaan 65% dari skor ideal 100 dan 85% siswa telah tuntas secara klasikal.

3.

Meningkatnya aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.

28

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Hasil Analisis Deskriptif a. Hasil belajar siswa siklus I Analisis deskriptif menggunakan program SPSS for window pada siklus ini dilaksanakan tes hasil belajar matematika berbentuk soal essay yang dilaksanakan setelah melakukan Pendekatan Keterampilan Proses. Adapun data skor hasil belajar siswa dari tes sikuls I dapat dilihat pada Tabel 4.1 sebagai berikut: Tabel 4.1: Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus I Statistik Subjek Rata-rata Skor Rentang Skor Median Standar Deviasi Variansi Skor Terendah Skor Tertinggi Skor Ideal Nilai Statistik 38 72, 92 56 77 14, 131 199, 588 40 96 100

Berdasarkan Tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa skor rata-rata kemampuan belajar matematika siswa setelah diadakan tindakan pada siklus I dengan menggunakan 29

30

pendekatan keterampilan proses yaitu sebesar 72,92 dari skor ideal 100. Skor terendah yang dicapai adalah 40, dan skor tertinggi adalah 96. Jika skor kemampuan belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase pada table 4.2 .sebagai berikut : Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus I Skor 90 100 80 89 65 79 55 64 0 54 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah frekuensi 4 14 7 10 3 38 Persentase 10,5 36,8 18,42 26,31 7,9 100

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa persentase skor kemampuan belajar siswa setelah diberikan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dari 38 siswa, diperoleh 3 siswa atau 7,9% berada pada kategori sangat rendah, 10 siswa atau 26,31% berada pada kategori rendah, 7 siswa atau 18,42% berada pada kategori sedang, 14 siswa atau 39,47% berada pada kategori tinggi, dan 4 siswa atau 10,5% berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 4.1 menunjukkan skor rata-rata kemampuan belajar siswa pada siklus I yaitu 72,92. Jika skor rata-rata siswa tersebut dimasukkan pada tabel 4.2 maka skor rata-rata siswa berada pada kategori sedang. Hal

31

ini berarti bahwa rata-rata peningkatan kemampuan belajar siswa SMP Negeri 2 Parepare kelas VIII7 setelah pembelajaran matematika dengan Pendekatan

Keterampilan Proses berada dalam kategori sedang. b. Hasil belajar siswa siklus II Data skor kemampuan belajar siswa pada siklus II setelah menerapkan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 4.3

Tabel 4.3 : Statistik Skor hasil Belajar Matematika Siswa Siklus II Statistik Subjek Rata-rata Skor Rentang Skor Median Standar Deviasi Variansi Skor Terendah Skor Tertinggi Skor Ideal Nilai Statistik 38 81, 24 46 82,67 10,5 110, 348 54 100 100

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat bahwa skor rata-rata kemampuan belajar matematika siswa setelah diadakan tindakan pada siklus II dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses yaitu sebesar 81,08 dari skor ideal 100, skor terendah 54, dan skor tertinggi 100.

32

Jika skor kemampuan belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase pada table 4.4 sebagai berikut :

Tabel 4.4: Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Siklus II Skor 90 100 80 89 65 79 55 64 0 54 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Jumlah frekuensi 8 18 9 2 1 38 Persentase 21,05 47,37 23,68 5,26 2,63 100

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa persentase skor kemampuan belajar siswa setelah diberikan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dari 38 siswa, diperoleh1 siswa atau 2,63 % berada pada kategori sangat rendah, 2 siswa atau 5,26% berada pada kategori rendah, 9 siswa atau 23,68% berada pada kategori sedang, 18 siswa atau 47,37 % berada pada kategori tinggi, dan 8 siswa atau 21,05 % berada pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis data pada tabel 4.3 menunjukkan skor rata-rata kemampuan belajar siswa pada siklus II yaitu 81,24. Jika skor rata-rata siswa tersebut dimasukkan pada tabel 4.4 maka skor rata-rata siswa berada pada kategori tinggi. Hal

33

ini berarti bahwa rata-rata peningkatan kemampuan belajar siswa SMP Negeri 2 Parepare Kelas VIII.7 setelah pembelajaran matematika dengan Pendekatan Keterampilan Proses berada dalam kategori kategori tinggi.

B. Ketuntasan Belajar Siswa 1. Ketuntasan belajar untuk siklus I Berdasarkan hasil analisis maka gambaran ketuntasan kemampuan belajar matematika siswa dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VIII.7 SMP Negeri 2 Parepare Persenatse Skor 0 % - 64 % 65 % - 100 % Kategori Tidak Tuntas Tuntas Jumlah Frekuensi 13 25 38 Persentase (%) 34,21 65,79 100

Berdasarkan tabel 4.5 di atas menunjukkan persentase ketuntasan kelas sebesar 65,79% yaitu dari 38 siswa, yang termasuk dalam kategori tuntas 25 siswa dan 12 siswa yang termasuk dalam kategori tidak tuntas. Ini berarti terdapat 13 siswa yang perlu perbaikan karena mereka belum mencapai ketuntasan individual. 2. Ketuntasan belajar untuk siklus II Berdasarkan hasil analisis maka gambaran ketuntasan kemampuan belajar matematika siswa dapat dilihat pada tabel 4.6 Tabel 4.6: Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas VIII.7 SMP Negeri 2 Parepare Persenatse Skor 0 % - 64 % Kategori Tidak Tuntas Frekuensi 3 Persentase (%) 7,89

34

65 % - 100 %

Tuntas Jumlah

35 38

92,11 100

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan persentase ketuntasan kelas sebesar 92,11% yaitu dari 38 siswa , yang termasuk dalam kategori tuntas 35 siswa dan 3 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas. Secara keseluruhan data tersebut menunjukkan pencapain ketuntasan secara klasikal dimana melebihi dari pencapaian indikator yaitu 85%. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II dapat dikatakan bahwa terjadi peningktan hasil belajar matematika siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 2 Parepare pada semester genap 2009/2010 setelah digunakan pendekatan keterampilan proses. C. Deskrifsi Hasil Observasi 1. Hasil analisis observasi aktivitas siswa Jenis aktivitas siswa yang akan diamati merupakan segala aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pengamat akan mengamati dan mencatat segala aktivitas siswa dalam lembar observasi aktivitas siwa. Adapun jenis aktivitasnya yaitu, (1) Siswa yang bertanya terhadap materi yang kurang dipahami, (2) Siswa yang mengamati bangun ruang, (3) Siswa yang mengklasifikasikan/menggolongkan bangun ruang, (4) Siswa yang

menafsirkan/memberi arti bangun ruang yang telah diamati, (5) Siswa yang meramalkan sesuatu yang saling berkaitan hasil penafsiran, (6) Siswa yang menerapkan/mengaplikasikan konsep yang dipelajari, (7) Siswa yang melaksanakan penelitian (tugas lanjutan), (8) siswa yang mampu mengomunikasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, dan (9) Siswa yang mampu menyimpulkan materi.

35

Siklus

TABEL 4.7: Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa Aktivitas Siswa 2 3 4 5 6 7 8 9 Jumlah Pertemuan 1 38 38 38 38 38 38 38 38 38 342 Pertama 4 36 25 10 10 37 37 6 4 169 Kedua 5 36 24 11 10 36 36 8 4 170 Ketiga 3 38 25 11 10 38 38 8 4 175 Jumlah Aktivitas Siswa Siklus I 38 25 12 12 38 38 8 37 27 13 11 37 37 8 38 29 12 12 38 38 8 Jumlah Aktivitas Siswa Siklus II 516 178 178 183 539

II

Pertama Kedua Ketiga

3 4 4

4 4 4

Berdasarkan tabel 4.7 maka dapat digambarkan persentase hasil analisis aktivitas siswa pada tabel 4.8 dibawah ini. TABEL 4. 8 Persentase Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa (%) Aktivitas Siswa (%) Siklus Pertemuan 1 7 9 2 3 4 5 6 8 jumlah 11,11 11,11 11,11 11,11 11,11 11,11 11,11 11,11 11,11 Pertama 1,17 10,53 7,30 2,92 2,92 10,82 10,82 1,75 1,17 55,4 Kedua 1,46 10,53 7,01 3,21 2,92 10,53 10,53 2,34 1,17 39,17 I Ketiga 0,88 11,11 7,30 3,21 2,92 11,11 11,11 2,34 1,17 51,15 Pertama Kedua Ketiga Jumlah Persentase Aktivitas Siswa Siklus I 0,88 11,11 7,30 3,51 3,51 11,11 11,11 2,34 1,17 10,81 7,89 3,80 3,22 10,82 10,82 2,34 1,17 11,11 8,47 3,51 3,51 11,11 11,11 2,34 Jumlah Persentase Aktivitas Siswa Siklus II 1,17 1,17 1,17 145,72 47,53 52,04 49,92 149,49

II

36

Hasil penilaian pengamat untuk aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dianalisis dengan menggunakan rumus dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.9. TABEL 4.9: Persentase Siswa yang Melakukan Aktivitas dalam Pembelajaran (%) Siklus Pertemuan Ta T Pta Pertama 169 342 49,42 I Kedua 170 342 49,8 Ketiga 175 342 51,17 Jumlah Persentase Aktivitas Siswa Siklus I 150,39 Rata-rata Persentase Aktivitas Siswa Siklus I 50,13 Pertama 178 342 52,05 II Kedua 178 342 52,05 Ketiga 183 342 53,51 Jumlah Persentase Aktivitas Siswa Siklus I 157,61 Rata-rata Persentase Aktivitas Siswa Siklus I 52,54 Berdasarkan tabel 4.9 aktivitas siswa mengalami peningkatan dari silus I ke siklus II yaitu: 52,54% - 50,13% = 2,41% jadi, rata-rata perkembangan aktivitas siswa yang sesuai dengan pembelajaran dari siklus I ke II adalah 2, 41% 2. Hasil analisis observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses Observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses ini dilakukan oleh observer sekaligus sebagai guru mitra. Observasi terhadap kemampuan guru dengan pendekatan keterampilan proses ini dilakukan setiap kali pertemuan proses pembelajaran. Deskripsi hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses

37

dapat dilihat pada tabel 4.10 berdasarkan lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran sebagai berikut:

TABEL 4.10 Hasil Analisis Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran melalui Pendekatan Keterampilan Proses Siklus I Skor Pertemuan 1 2 3 2 3 4 Siklus II Skor Pertemuan 1 2 3 5 6 7

Aspek Yang Dinilai 1 1. Kegiatan Pendahuluan: a. Mengingatkan siswa pada bahan pengajaran yang pernah dipelajari sebelumnya b. Memotivasi siswa c. Menyampaikan tujuan pembelajaran d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen Jumlah Skor Bagian A (B A ) Rata-rata Skor Bagian A (B A ) 2. Kegiatan Inti a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan b. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil Lanjutanpengamatan Tabel 4.10 1 2 d. Kemampuan mengarahkan siswa

3 3 3 3 12 3

3 3 3 3 12 3

3 3 3 3 12 3

3 3 3 3 12 3

3 3 3 3 12 3

4 3 3 3 13 3,25

4 4

4 4

4 4

4 4

4 4

4 3

3 3 3

3 4 3

3 5 3

3 6 3

4 7 3

38

untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimiliki suatu bangun e. Kemampuan mengajarkan konsep f. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti g. Kemapuan menyampaikan tujuan penelitian h. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan penelitian i. Kemampuan menyampaikan cara penelitian atau menginstruksikan penelitian j. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengomunikasikan hasil penelitiannya di depan kelas Jumlah Skor Bagian B (B B ) Rata-rata Skor Bagian B (B B ) 3.. Kegiatan Penutup a. Kemampuan mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman materi pelajaran
b. Kemampuan memberikan tugas

4 3 3 2

4 3 3 3

4 3 3 3

4 3 3 3

4 3 3 3

4 3 3 3

3 3 3 4 4 4 35 36 36 38 39 39 3,19 3,27 3,27 3,45 3,55 3,55

mandiri (PR) dan memotivai siswa untuk mengerjakan tes kompotensi Jumlah Skor Bagian C (B C ) Rata-rata Skor Bagian C (B C )

3 6 3

3 6 3

3 6 3

3 7 3,5

4 8 4

4 8 4

Untuk siklus I Dimana,

39

P1 = Pertemuan pertama P2 = Pertemuan ke dua P3 = Pertemuan ke tiga 3 + 3,19 + 3 = 3,06 3 3 B + BB + BC 3 + 3,27 + 3 P2 = A = = 3,09 3 3 B A + BB + BC 3 + 3,27 + 3 P3 = = = 3,09 3 3 Rata-rata kemampuan guru mengelola pembelajaran pada siklus I adalah: P1 = = S1 = P1 + P2 + P3 3 = 3,06 + 3,09 + 3,09 = 3,08 3 B A + B B + BC

Untuk siklus II 3 + 3,45 + 3,5 = 3,32 3 3 B + B B + BC 3 + 3,55 + 4 P2 = A = = 3,52 3 3 B A + B B + BC 3,25 + 3,55 + 4 P3 = = = 3,6 3 3 Rata-rata kemampuan guru mengelola pembelajaran pada siklus II adalah: P1 = = 3,32 + 3,52 + 3,6 = 3,48 3 3 Jadi nilai rata-rata kemampuan guru mengelola pembelajaran dalam dua siklus adalah: S1 = =
Jumlah nilai rata rata siklus I dan siklus II 3,08 + 3,48 6,56 = = = 3,28 2 2 2

B A + B B + BC

P1 + P2 + P3

Sehingga kemampuan guru mengelola pembelajaran dapat dikatakan berada pada kategori baik. D. Refleksi terhadap Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Refleksi siklus I

40

Silus I ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan dimana tiga kali pertemuan diadakan proses pembelajaran dan satu kali pertemuan diadakan tes hasil belajar. Pada siklus I ini, siswa dibagi menjadi empat kelompok, tiap kelompok terdiri dari siswa yang heterogen. Pembagian kelompok ini dimaksudkan agar seluruh siswa lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru serta memudahkan guru dalam proses pengajaran. Temuan hasil penelitian pada siklus I ini dianalisis dan didiskusikan dengan guru mitra. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa terlihat kurang aktif mengikuti pelajaran, juga terdapat beberapa siswa yang kelihatan bingung dengan pendekatan yang dilakukan. Kebingunagan siswa jelas terlihat dari kesulitan siswa dalam menemukan pola-pola dalam penyelesaian suatu soal yang diberikan. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengingatkan kembali materi-materi prasyarat yang harus dikuasai. Dari jumalah 38 orang siswa hanya dua orang yang tidak hadir pada pertemuan pertama dan kedua, untuk mengajukan pertanyaan dan menjawab soal-soal masih di dominasi oleh siswa yang pandai. Umumnya siswa belum menunjukkan keberanian dan sikap percaya diri serta dipenuhi rasa takut. Untuk pencapaian hasil belajar siswa yang dinilai melalui tes hasil belajar pada akhir siklus pertama menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar, namun kriteria pencapaian penelitian belum tercapai. Setelah ditelusuri ternyata ketidaktercapain indikator ini disebabkan karena siswa belum terlihat aktif dalam proses pembelajaran yang berakibat pada pemahaman mereka terhadap materi belum maksimal. Dengan demikian, guru pelaksana pembelajaran direkomendasikan untuk memotivasi siswa untuk lebih aktif di dalam kelas.

41

2. Refleksi siklus II Pada siklus II ini, pelaksanaan penelitian dilaksanakan empat kali pertemuan, dimana tiga kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan satu kali pertemuan diadakan tes hasil belajar. Pada siklus II ini, keaktifan siswa semakin meningkat. Setiap siswa terlihat bersemangat melakukan percobaan dalam menyelesaikan suatu masalah, sehingga menambah perhatian, keaktifan, dan kesungguhan siswa dalam proses pembelajaran. Kehadiran siswa pada siklus II lebih meningkat dan umumnya siswa dapat mengerjakan dengan baik. Jika ada soal yang sulit dikerjakan, maka mereka menanyakan kepada teman yang lebih pintar atau langsung kepada guru. Keaktifan guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran serta kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses berimbas pula pada hasil pencapaian belajar siswa yang meningkat. Ketuntasan individu dan klasikal telah mencapai kriteria ketuntasan. Dengan demikian, kegiatan penelitian tindakan kelas dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan keterampilan proses siswa kelas VIII7 SMP Negeri 2 Parepare tidak dilanjutkan lagi ke silus berikutnya. E. Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Sarana yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa adalah Pendekatan Keterampilan Proses. Pendekatan yang menekankan bagaimana siswa mampu memahami permasalahn yang pada gilirannya mampu untuk diaplikasikan.

42

Dengan mengacu pada tahapan Keterampilan Proses yang diajukan di awal penelitian ini, maka secara keseluruhan pendekatan keterampilan proses telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa setiap siklus. Selain itu juga, pendekatan ini telah mampu mengaktifkan guru dan siswa dalam pembelajaran serta telah mampu mengubah pola mengajar guru yang selama ini digunakan. Pada siklus pertama, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran termasuk dalam kategori baik. Namun belum mampu membuat seluruh siswa aktif dalam

pembelajaran. Hal ini mungkin disebabkan karena siswa belum terbiasa dengan pola pembelajaran yang diperkenalkan guru. Pola pembelajaran yang selama ini senantiasa berorientasi pada pencapaian target menyelesaikan materi sehingga kurang memperhatikan kompetensi yang dimiliki siswa ini mengakibatkan siswa kurang mampu menyatakan pendapat, ide, dan pertanyaan baik kepada guru maupun kepada sesama teman. Siswa terbiasa mendengarkan penjelasan guru atau teman, maupun menghafal rumus-rumus. Ketidakaktifan sebagian siswa ini, disebabkan oleh pengelolaan pembelajaran guru. Secara keseluruhan kemampuan guru mengelola pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses sudah tergolong baik, namun pada indikator mengarahkan siswa untuk berdiskusi baik dengan guru maupun teman masih perlu ditingkatkan. Namun demikian pencapaian hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes siklus I sudah cukup baik. Dari 38 siswa sebagai subjek penelitian, terdapat 25 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan dan 13 orang siswa yang belum mampu mencapai kriteria ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil pencapaian belajar siswa pada siklus I, peneliti

43

bersama guru mitra berdiskusi untuk mencari solusi dari ketidaktercapaian target yang ditetapkan dalam penelitian ini pada siklus pertama. Hasil diskusi tersebut menganjurkan agar tetap melanjutkan kegiatan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses dengan penekanan pada aspek-aspek yang belum tercapai yaitu guru perlu meningkatkan upaya memotivasi siswa dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat dan pikiran mereka dengan cara melakukan penilaian khusus dari guru. Dari hasil diskusi ini maka kegiatan pembelajaran siklus kedua dilaksanakan. Siklus kedua dilaksanakan pada pertemuan kelima sampai kedelapan termasuk pemberian tes siklus II. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran lima sampai tujuh. Pada siklus ini kegiatan pembelajaran semakin baik, ditinjau dari segi guru dan siswa. Guru semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswapun makin aktif pula. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran. Walaupun tidak terlalu besar akan tetapi menunjukkan bahwa adanya peningkatan aktivitas yang dilakukan oleh siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,41%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendekatan keterampilan dapat meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Peningkatan keaktifan siswa ini juga berkat pola pengelolaan pembelajaran guru yang makin baik. Hasil penilaian terhadap kemampuan guru mengelolah pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses memperoleh penilaian baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru dalam penelitian ini sudah mampu mengelola pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses.

44

Kemampuan guru mengelolah pembelajaran dengan pendekatan ini selama proses pembelajaran berlangsung tersebut membuahkan hasil belajar siswa yang baik. Secara keseluruhan siswa kelas VIII7 yang dijadikan subjek penelitian sebanyak 38 orang, terdapat 35 orang mencapai kriteria ketuntasan dan 3 orang yang belum mencapai kriteria ketuntasan. Karena indikator keberhasilan penelitian ini yaitu meningkatnya hasil belajar matematika siswa dan ketuntasan hasil belajar matematika 85% tuntas secara klasikal telah tercapai, maka pengamat dan peneliti yang merangkap sebagai guru memutuskan untuk menghentikan atau tidak melanjutkan kegiatan pembelajaran ke siklus berikutnya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh: 1. Meningkatnya rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan pendekatan keterampilan proses dari siklus I sebesar 72,92 ke siklus II sebesar 81,24. 2. Meningkatnya ketuntasan belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dari 25 orang siswa meningkat menjadi 35 orang siswa, dan secara klasikal mencapai ketuntasan dengan 92,11%. 3. Meningkatnya aktivitas siswa dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II B. Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan penelitian maka diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Karena pendekatan keterampilan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, maka disarankan guru matematika untuk menggunakan pendekatan pembelajaran ini. 2. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin meneliti hal yang serupa, penulis menyarankan agar lebih bervariasi sehingga dapat membuat siswa lebih terpacu dan aktif dalam belajar demi meningkatkan kemampuan intelektual siswa.

45

46

DAFTAR PUSTAKA

Anwar.

2008. Menjadi Manusia Pembelajar. Tersedia pada (http://ww.anwarholil.blogspot.com). Diakses pada tanggal 25 Desember 2009. Parepare

Andi Rusdi. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran MM Realistik Materi Statistik di Kelas IX SMP Negeri 3 Parepare. Tesis. UNM badolo, Masud. 2008. Pedoman dan Teknik Penulisan Skripsi. Parepare. Buhaerah. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berdasarkan masalah Pada Materi Statistika di Kelas IX SMP. Tesis: Universitas Negeri Malang. Dalyono, M. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Haryati. 2008. Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VII. 2 SMP Negeri 3 Dua Pitue melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Skripsi: UMPAR. Hisbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Garfindo Mulyasa. 2007. Kurikiulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Rosdakarya. Muslich, Masnur. 2006. KTSP Pembelajaran Berbasis kompetensi dan Kontekstual. Jakarta. Bumi Aksara. Mustika. 2008. Efektivitas Pendekatan Keterampilan Proses dalam Peningkatan Prestasi Belajar Matematika di SMP Negeri 1 Parepare. Skripsi: Umpar. Ruseffendi, E. T. 1990. Pengajaran Matematika Moderen dan Masa Kini. Seri Keenam. Bandung : Tarsito. Suherman. Erman. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Sumiati, Asra. 2007. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana prima. Supriati. 2009. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah dengan Penilaian Portofolio pada Siswa. Parepare: Skripsi.

47

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Struktur Jurusan Matematika. 2008. Model-Model Pembelajaran Inovatif dan Assesmen Pembelajaran Matematika. Makassar: UNM.

Trianto. 2008. Mendesain Pembelajaran Kontekstual. Jakarta: Cerdas Pustaka.

48

LAMPIRAN A
PERANGKAT PEMBELAJARAN
RPP Bahan ajar

47

48

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJAR (RPP)


Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi waktu Pertemuan ke Standar Kompotensi : Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagianbagiannya serta menentukan ukurannya. Kompotensi Dasar : : SMPN 2 Parepare : Matematika : VIII/2 : bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit :1

Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma, dan limas. Indikator :

Menyebutkan unsur-unsur kubus, balok, prisma tegak, dan limas: titik sudut, rusuk, bidang sisi, diagonal bidang, diagonal ruang, bidang diagonal.

A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur kubus, balok, prisma tegak, dan limas. B. Materi Ajar Bangun ruang sisi datar C. Startegi Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Metode Pembelajaran : Pendekatan Keterampilan Proses : Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian Tugas

49

D. Langkah-langkah Pembelajaran No 1. Kegiatan Siswa Metode Waktu KEGIATAN AWAL Mengingatkan siswa pada Mengingat materi Ceramah 10 menit bahan pengajaran yang sebelumnya, pernah dipelajari sebelumnya, menanyakan materi yang belum dipahami, Memotivasi siswa, dan Ceramah Mendengarkan motivasi Menyampaikan tujuan guru Ceramah pembelajaran, dan Mencermati Membagi siswa dalam penyampaian tujuan Caramah beberapa kelompok secara pembelajarn guru, heterogen. Membagi diri dalam kelompok sesuai dengan instruksi guru. Kegiatan Inti ( 65 menit) Tahap I. Pengamatan Menyiapkan media Memperhatikan guru Ceramah 2 menit pembelajaran di depan kelas Menginstruksikan kepada Mengamati bangun Tanya setiap kelompok untuk dapat ruang yang telah jawab mengamati bangun ruang disiapkan oleh guru. yang telah disiapkan. Tahap II. Menggolongkan (mengklasifikasikan) Meminta kepada setiap Mengelompokkan Tanya 3 menit kelompok mengelompokkan bangun berdasarkan jawab bangun ruang berdasarkan jenisnya
jenisnya

Kegiatan Guru

2. 3. 4.

5. 6.

7.

Tahap III. Interpretasi hasil pengamatan Mengarahkan kepada setiap Menjelaskan bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah Jawab menjelaskan bangun ruang diamati. yang telah diamati sebelumnya. Tahap IV. Peramalan

3 menit

50 9. Menanyakan kepada siswa banyaknya unsur-unsur terhadap bangun ruang yang tidak amati. Menyebutkan Tanya banyaknya unsur-unsur jawab terhadap bangun yang tidak di amati 2 menit

Kegiatan Siswa Metode Waktu Tahap V. Menerapkan Konsep 10. Memberikan penjelasan Memperhatikan Ceramah 25 menit tentang unsur-unsur bangun penjelasan dari guru 11. ruang. Mengerjakan contoh Pemberian memberikan contoh soal. soal tugas Tahap VI. Merencanakan Penelitian 12. Menentukan objek yang akan Memperhatikan Ceramah 20 menit diteliti(dalam hal ini soal yang penjelasan dari guru berhubungan dengan bangun ruang) 13. Menentukan tujuan penelitian Memperhatikan Ceramah
penjelasan dari guru

No Kegiatan Guru

14. 15.

16.

17.

18. 19.

Menyiapkan alat & Menentukan alat dan bahan bahan penelitian, Menyampaikan cara Melaksanakan penelitian dan penelitian menginstruksikan untuk melaksanakan penelitian Tahap VII. Mengkomunikasikan Meminta kepada setiap Secara bergiliran, perwakilan kelompok untuk perwakilan kelompok dapat membahasakan hasil naik membahasakan penelitiaannya di depan kelas (mengkomunikasikan) hasil penelitiannya. KEGIATAN PENUTUP Bagi siswa yang belum Melakukan revisi mampu melakukan terhadap jawaban yang pemecahan masalah dengan salah benar, maka diberikan kesempatan untuk melakukan revisi. Membimbing siswa Menyimpulkan menyimpulkan pembelajaran pembelajaran yang telah dan dilakukan dan

Pemberian tugas Pemberian tugas

Pemberian 10 menit tugas

Pemberian 5 menit tugas

Ceramah &pemberi an tugas Pembrian tugas

memberikan tugas untuk Mencatat tugas rumah diselesaikan di rumah. E. Alat dan Sumber Belajar

51
Alat : Alat Tulis, model bangun ruang sisi datar

Sumber belajar : Buku Paket dan penunjang yang lain

F. Penilaian G. Instrumen Indikator Pencapaian kompetensi Menyebutkan unsurunsur kubus, balok, prisma tegak, dan limas Tehnik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Uraian Instrumen H G E D F C Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Bentuk Instrumen : Tes Tertulis uraian

1.

B A Perhatikan Gambar di atas. Sebutkan: a) sisi, rusuk, & titik sudut b) Diagonal sisi, diagonal ruang, dan bidang 2. diagonal. H E D A Sebutkan: B F C G

a) sisi, rusuk, & titik sudut b) Diagonal sisi, diagonal ruang, dan bidang diagonal. F D C A B E

52 3.

Sebutkan! a) sisi, rusuk, & titik sudut b) Diagonal sisi

Indikator Pencapaian kompetensi

Tehnik Penilaian

Bentuk Instrumen 4. Instrumen T

A B Sebutkan! a) sisi, rusuk, & titik sudut b) Diagonal sisi,

Jawaban Alternatif Jawaban 1. Diketahui Kubus ABCD.EFGH a) - Sisi pada Bangun di atas adalah ABCD, ABEF, EFHG, DCHG, BCGF, ADHE, - Rusuk Kubus adalah AB, BC, CD, AD, AE, EF, BF, FG, GH, EH, CG, DH. - Titik sudut adalah A, B, C, D, E, F, G, H, b) Diagonal sisi pada kubus adalah AC, BD, CF, CH, BG, DE, AH, BE, AF, DG, EG, FH - Diagonal ruang adalah AG, BH, CE, DF, - Bidang Diagonal adalah ABHG, EFCD, BCEH, ADFG, HDBF, EAGC Pedoman Penskoran 5 5 5 5 5 5 Bobot

30

53 2. Diketahui Balok ABCD.EFGH a) - Sisi pada Bangun di atas adalah ABCD, ABEF, EFHG, DCHG, BCGF, ADHE, - Rusuk Kubus adalah AB, BC, CD, AD, AE, EF, BF, FG, GH, EH, CG, DH. - Titik sudut adalah A, B, C, D, E, F, G, H, b) Diagonal sisi pada kubus adalah AC, BD, CF, CH, BG, DE, AH, BE, AF, DG, EG, FH - Diagonal ruang adalah AG, BH, CE, DF, - Bidang Diagonal adalah ABHG, EFCD, BCEH, ADFG, HDBF, EAGC 3. Prisma ABC.DEF a) Sisi Prisma segitiga adalah ABC, DEF, ACFD,BCFE - Rusuk Prisma Segitiga adalah AB, BC, AC, AD, BE, CF, DE, EF, DF - titik sudut Prisma Segitiga adalah A, B, C, D, E, F, b) Diagonal sisi Prisma Segitiga Adalah AE, BD, BF, CE, AF, CD 4.Limas T.ABCD a) Sisi Limas T.ABCD adalah ABCD, TAB, TBC, TCD, TAD - Rusuk Limas T.ABCD adalah AB, BC, CD, AD, TA, TB, TC, TD - Titik Sudut Limas T.ABCD adalah A, B, C, D, T b) Diagonal sisi Limas T.ABCD adalah DB dan AC 5 Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100, sebagai berikut: Nilai Akhir =
PerolehanSkor xskorIdeal(100) TotalSkor Parepare, 23 Februari 2010

5 5 5

5 5 5

30

5 5 5 5

20

5 5 5

20

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti

54

RASMI RITA P, S.Pd NIP.19720813 199802 2 005 Menyetujui, Kepala sekolah

HAEDIL NIM. 206 120 492

Drs. DJAMALUDDIN, M.Pd NIP. 19520421 197903 1 0009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJAR (RPP)


Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi waktu Pertemuan ke Standar Kompotensi : Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagianbagiannya serta menentukan ukurannya. Kompotensi Dasar : Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma, dan limas Indikator : Membuat jaring-jaring kubus dan balok : SMPN 2 Parepare : Matematika : VIII/2 : bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit :2

55 A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat Membuat jaring-jaring kubus dan balok B. Materi Ajar Bangun ruang sisi datar C. Startegi Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Metode Pembelajaran : Pendekatan Keterampilan Proses : Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian Tugas

D. Langkah-langkah Pembelajaran No 1. Kegiatan Siswa KEGIATAN AWAL Mengingatkan siswa pada bahan Mengingat materi pengajaran yang pernah dipelajari sebelumnya dan sebelumnya, menanyakan materi yang belum Menyampaikan pokok bahasan dipahami, yang akan diajarkan Mendengarkan pokok bahasan yang Menyampaikan tujuan akan dipelajari pembelajaran, dan Menyimak penyampaian tujuan Menginsruksikan siswa untuk pembelajaran guru kembali ke kelomponya Membagi diri dalam kelompok sesuai dengan instruksi guru. KEGIATAN INTI Tahap I. Pengamatan Kegiatan Guru Metode Ceramah Waktu 10 menit

2. 3. 4.

Ceramah Ceramah Caramah

56 5. 6. Menyiapkan media pembelajaran Memperhatikan guru Ceramah di depan kelas Menginstruksikan kepada setiap Mengamati bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah jawab mengamati bangun ruang yang disiapkan oleh guru. telah disiapkan. Tahap II. Menggolongkan (mengklasifikasikan) Meminta kepada setiap kelompok Mengelompokkan Tanya mengelompokkan bangun ruang bangun berdasarkan jawab berdasarkan jenisnya. jenisnya Tahap III. Interpretasi hasil pengamatan Mengarahkan kepada setiap Menjelaskan bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah Jawab menjelaskan bangun ruang yang diamati. telah diamati sebelumnya. Tahap IV. Peramalan 9. Menanyakan kepada siswa Menggambar bentuk Tanya bentuk jaring-jaring kubus dan jaring-jaring kubus jawab balok yang tanpa alas. dan balok tanpa alas. 2 menit 2 menit

7.

3 menit

3 menit

No 10. 11.

12.

13. 14. 15.

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Tahap V. Menerapkan Konsep Memberikan penjelasan tentang Memperhatikan jarring-jaring kubus dan balok penjelasan dari guru memberikan contoh soal. Mengerjakan contoh soal Tahap VI. Merencanakan Penelitian Menentukan objek yang akan Memperhatikan diteliti(dalam hal ini penjelasan dari guru berhubungan dengan jaringjaring kubus dan balok) Memperhatikan Menentukan tujuan penelitian
penjelasan dari guru

Metode Ceramah Pemberia n tugas Ceramah

Waktu 25 menit

20 menit

Ceramah Pemberia n tugas Pemberia n tugas

Menentukan alat dan bahan,

Menyiapkan alat & bahan

Menentukan cara penelitian dan Melaksanakan menginstruksikan melaksanakan penelitian penelitian Tahap VII. Mengkomunikasikan

57 16.
Meminta kepada setiap perwakilan kelompok untuk dapat membahasakan hasil penelitiaannya di depan kelas

17.

18. 19.

Secara bergiliran, perwakilan kelompok naik membahasakan (mengkomunikasikan ) hasil penelitiannya. KEGIATAN PENUTUP Bagi siswa yang belum mampu Melakukan revisi melakukan pemecahan masalah terhadap jawaban dengan benar, maka diberikan yang salah kesempatan untuk melakukan revisi. Membimbing siswa menyimpulkan pembelajaran Menyimpulkan dan pembelajaran yang telah dilakukan dan memberikan tugas untuk diselesaikan di rumah. Mencatat tugas rumah

Pemberia 10 ntugas menit

Pemberia n tugas

5 menit

Ceramah &pember ian tugas Pembrian tugas

E. Alat dan Sumber Belajar


Alat : Alat Tulis, model bangun ruang sisi datar, karton manila

Sumber belajar : Buku Paket dan penunjang yang lain

F. Penilaian Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Bentuk Instrumen : unjuk kerja

G. Instrumen Indikator Pencapaian kompetensi Membuat jaringjaring kubus, balok, Tehnik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Unjuk kerja Instrumen 1. Dengan menggunakan Karton manila buatlah!

58 prisma, dan limas a. jaring-jaring kubus yang panjang sisinya 6 cm b. jaring-jaring balok (p=8 cm,l=4 cm dan t= 5 cm! Pedoman penskoran

59 Jawaban : a. . Jaring-jaring kubus 6 cm Pedoman Penskoran Skor

H E D A F

6 cm
E C A E H D B F G C F

50

6 cm

100

b. H E D A 8 cm

Jaring-jaring balok G 5 F c m C 4 c Bm
H D

8 cm

50 5 cm C 4 cm
F G G

A E

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100, sebagai berikut: Nilai Akhir =
PerolehanSkor xskorIdeal (100) TotalSkor

Parepare, 11 Maret 2010 Mengetahui,

60 Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti

RASMI RITA P, S.Pd NIP.19720813 199802 2 005 Menyetujui, Kepala sekolah

HAEDIL NIM. 206 120 492

Drs. DJAMALUDDIN, M.Pd NIP. 19520421 197903 1 0009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJAR (RPP)


Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi waktu Pertemuan ke Standar Kompotensi : Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagianbagiannya serta menentukan ukurannya. Kompotensi Dasar : Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma, dan limas : SMPN 2 Parepare : Matematika : VIII/2 : bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit :3

61 Indikator : Membuat jaring-jaring prisma tegak dan limas A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat membuat jaring-jaring prisma tegak dan limas B. Materi Ajar Bangun ruang sisi datar C. Startegi Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Metode Pembelajaran : Pendekatan Keterampilan Proses : Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian Tugas

D. Langkah-langkah Pembelajaran No 1. 2. Kegiatan Siswa KEGIATAN AWAL Menginstruksikan kepada siswa Membagi diri dalam untuk dapat kembali ke kelompok sesuai kelomponya dengan instruksi Mengingatkan siswa pada bahan guru. Mengingat pengajaran yang pernah materi sebelumnya, dipelajari sebelumnya, Menanyakan materi yang belum Menyampaiakan pokok bahasan dipahami. baru Mendengarkan Menyampaikan tujuan pokok bahasan baru pembelajaran. Mencermati penyampaian tujuan pembelajarn guru Kegiatan Guru Metode Ceramah Ceramah Waktu 10 menit

3. 4.

Ceramah Caramah

62 KEGIATAN INTI Tahap I. Pengamatan Menyiapkan media Memperhatikan guru Ceramah pembelajaran di depan kelas Menginstruksikan kepada setiap Mengamati bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah jawab mengamati bangun ruang yang disiapkan oleh guru. telah disiapkan. Tahap II. Menggolongkan (mengklasifikasikan) Meminta kepada setiap kelompok Mengelompokkan Tanya mengelompokkan bangun ruang bangun ruang jawab berdasarkan jenisnya berdasarkan jenisnya. Tahap III. Interpretasi hasil pengamatan Mengarahkan kepada setiap Menjelaskan bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah di Jawab menjelaskan bangun ruang yang amati. telah diamati sebelumnya. Tahap IV. Peramalan Meminta kepada siswa untuk meramalkan bentuk Tanya dapat meramalkan bentuk jaring-jaring prisma jawab jaring-jaring prisma dan limas dan limas yang tidak yang tidak di amati di amati

5. 6.

2 menit

7.

3 menit

3 menit

9.

2 menit

No 10. 11.

Kegiatan Guru Memberikan penjelasan tentang jaring-jaring prisma tegak dan limas memberikan contoh soal.

Kegiatan Siswa Memperhatikan penjelasan dari guru

Metode Ceramah Pemberia n tugas Ceramah

Waktu 25 menit

Tahap V. Menerapkan Konsep

12.

13. 14. 15.

Mengerjakan contoh soal Tahap VI. Merencanakan Penelitian Menentukan objek yang akan Memperhatikan diteliti(dalam hal ini penjelasan dari guru berhubungan dengan jaringjaring prisma tegak dan limas) Memperhatikan Menentukan tujuan penelitian
penjelasan dari guru

20 menit

Ceramah Pemberia n tugas Pemberia n tugas

Menentukan alat dan bahan,

Menyiapkan alat & bahan

Menentukan cara penelitian dan Melaksanakan menginstruksikan

63 melaksanakan penelitian penelitian

16.

17.

18. 19.

Tahap VII. Mengkomunikasikan Secara bergiliran, perwakilan kelompok naik membahasakan (mengkomunikasikan ) hasil penelitiannya. KEGIATAN PENUTUP Bagi siswa yang belum mampu Melakukan revisi melakukan pemecahan masalah terhadap jawaban dengan benar, maka diberikan yang salah kesempatan untuk melakukan revisi. Membimbing siswa menyimpulkan pembelajaran Menyimpulkan dan pembelajaran yang telah dilakukan dan memberikan tugas untuk diselesaikan di rumah. Mencatat tugas rumah
Meminta kepada setiap perwakilan kelompok untuk dapat membahasakan hasil penelitiaannya di depan kelas

Pemberia 10 ntugas menit

Pemberia n tugas

5 menit

Ceramah &pember ian tugas Pembrian tugas

E. Alat dan Sumber Belajar


Alat : Alat Tulis, model bangun ruang sisi datar, karton manila

Sumber belajar : Buku Paket dan penunjang yang lain

F. Penilaian G. Instrumen Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Bentuk Instrumen : unjuk kerja

64 Indikator Pencapaian kompetensi Membuat jaringjaring kubus, balok, prisma, dan limas Tehnik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Unjuk kerja Instrumen 1. gambar jaringjaring bangun berikut

Pedoman penskoran Alternatif Jawaban Jaring-jaring prisma Pedoman Penskoran Skor

100

100
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100, sebagai berikut: Nilai Akhir =
PerolehanSkor xskorIdeal (100) TotalSkor

Parepare, 17 Maret 2010 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti

65 RASMI RITA P, S.Pd NIP.19720813 199802 2 005 Menyetujui, Kepala sekolah HAEDIL NIM. 206 120 492

Drs. DJAMALUDDIN, M.Pd NIP. 19520421 197903 1 0009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJAR (RPP)


Sekolah Mata Pelajaran : SMPN 2 Parepare : Matematika

66 Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi waktu Pertemuan ke Standar Kompotensi Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas dan bagianbagiannya serta menentukan ukurannya Kompotensi Dasar Menemukan rumus luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma tegak, dan limas. Indikator Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok B. Materi Ajar Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar C. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Metode Pembelajaran : Pendekatan Keterampilan Proses : Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian Tugas : VIII/2 : bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit :4

67 D. Langkah-langkah Pembelajaran No 1. 2. Kegiatan Siswa Metode Waktu KEGIATAN AWAL Menginstruksikan kepada Membagi diri dalam Ceramah 10 menit siswa untuk dapat ke kelompok sesuai dengan kelompoknya instruksi guru. Mengingatkan siswa pada Mengingat materi Ceramah bahan pengajaran yang sebelumnya, pernah dipelajari sebelumnya, Menanyakan materi Menyampaikan pokok yang belum dipahami. bahasan baru Menyimak Ceramah Menyampaikan tujuan Penyamnpaian pokok pembelajaran. bahasan baru Caramah Menyimak penyampaian tujuan pembelajaran dari guru KEGIATAN INTI Tahap I. Pengamatan Menyiapkan media Memperhatikan guru Ceramah 2 menit pembelajaran di depan kelas Menginstruksikan kepada Mengamati bangun Tanya setiap kelompok untuk dapat ruang yang telah jawab mengamati bangun ruang disiapkan oleh guru. yang telah disiapkan. Tahap II. Menggolongkan (mengklasifikasikan) Meminta kepada setiap Mengelompokkan Tanya 3 menit kelompok mengelompokkan bangun ruang jawab bangun ruang berdasarkan berdasarkan jenisnya
jenisnya

Kegiatan Guru

3. 4.

5. 6.

7.

Tahap III. Interpretasi hasil pengamatan Mengarahkan kepada setiap Menjelaskan bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah diamati Jawab menjelaskan bangun ruang sebelumnya. yang telah diamati sebelumnya. Tahap IV. Peramalan Meminta kepada siswa untuk Meramalkan rumus luas Tanya dapat meramalkan rumus luas permukaan dengan jawab permukaan kubus dan balok ukuran tertentu. dengan ukuran tertentu tanpa mengamati bentuk bangunya.

3 menit

9.

2 menit

68 No 10. 11. Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Tahap V. Menerapkan Konsep Memberikan penjelasan penurunan rumus luas permukaan kubus dan balok memberikan contoh soal. Memperhatikan penjelasan dari guru Metode Ceramah Pemberia n tugas Ceramah 20 menit Waktu 25 menit

12.

13. 14. 15.

Mengerjakan contoh soal Tahap VI. Merencanakan Penelitian Menentukan objek yang akan Memperhatikan diteliti(dalam hal ini penjelasan dari guru berhubungan dengan penurunan rumus luas Memperhatikan permukaan kubus dan balok) penjelasan dari guru Menentukan tujuan penelitian Menyiapkan alat & Menentukan alat dan bahan bahan,Menentukan cara penelitian dan Melaksanakan menginstruksikan penelitian melaksanakan penelitian

Ceramah Pemberia n tugas Pemberia n tugas

Tahap VII. Mengkomunikasikan 16. Secara bergiliran, perwakilan kelompok naik membahasakan (mengkomunikasikan) hasil penelitiannya. KEGIATAN PENUTUP 17. Bagi siswa yang belum Melakukan revisi mampu melakukan terhadap jawaban yang pemecahan masalah dengan salah benar, maka diberikan kesempatan untuk melakukan revisi. 18. Membimbing siswa Menyimpulkan menyimpulkan pembelajaran pembelajaran yang telah dan dilakukan dan 19. memberikan tugas untuk Mencatat tugas rumah diselesaikan di rumah. E. Alat dan Sumber Belajar
Meminta kepada setiap perwakilan kelompok untuk dapat membahasakan hasil penelitiaannya di depan kelas

Pemberia 10 menit ntugas

Pemberia n tugas

5 menit

Ceramah &pemberi an tugas Pemberia n tugas

Alat : Alat Tulis, model bangun ruang sisi datar, karton manila

Sumber belajar : Buku Paket dan penunjang yang lain F. Penilaian

69 G. Instrumen Indikator Pencapaian kompetensi Menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok Tehnik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Uraian Instrumen 1. Tentukan rumus luas permukaan balok jika panjang a cm, lebar b cm, dan tinggi c cm! Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Bentuk Instrumen : lisan dan tertulis

Jawaban Alternatif Jawaban Rumus Luas Permukaan: Luas Permukaan Balok = 2(pl + lt + pt) = 2 (a.b + b.c + a.c) 35 35 Pedoman penskoran Skor

100

= 2ab + 2bc +2ac cm2 30 Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100, sebagai berikut: PerolehanSkor xskorIdeal (100) Nilai Akhir = TotalSkor Parepare, 2 Maret 2010 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti

RASMI RITA P, S.Pd NIP.19720813 199802 2 005 Menyetujui, Kepala sekolah

HAEDIL NIM. 206 120 492

70 Drs. DJAMALUDDIN, M.Pd NIP. 19520421 197903 1 0009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJAR (RPP)


Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi waktu Pertemuan ke Standar Kompotensi Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas dan bagianbagiannya serta menentukan ukurannya Kompotensi Dasar Menemukan rumus luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma tegak, dan limas. Indikator Menemukan rumus luas permukaan Prisma dan Limas A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat menemukan rumus luas permukaan Prisma dan limas B. Materi Ajar Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar : SMPN 2 Parepare : Matematika : VIII/2 : bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit :5

71 C. Startegi Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Metode Pembelajaran : Pendekatan Keterampilan Proses :Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian Tugas

D. Langkah-langkah Pembelajaran No 1. 2. Kegiatan Siswa KEGIATAN AWAL Menginstruksikan kepada siswa Membagi diri dalam untuk dapat ke kelompoknya kelompok sesuai Mengingatkan siswa pada bahan dengan instruksi guru. pengajaran yang pernah Mengingat materi dipelajari sebelumnya, sebelumnya, Menyampaikan pokok bahasan Menanyakan materi baru yang belum dipahami. Menyampaikan tujuan Mendengarkan pokok pembelajaran. bahasan baru dari guru Mencermati penyampaian tujuan pembelajarn guru KEGIATAN INTI Tahap I. Pengamatan Menyiapkan media Memperhatikan guru pembelajaran di depan kelas Menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat Mengamati bangun mengamati bangun ruang yang ruang yang telah telah disiapkan. disiapkan oleh guru. Kegiatan Guru Metode Waktu

Ceramah 10 menit Ceramah

3. 4.

Ceramah Caramah

5. 6.

Ceramah Tanya jawab

2 menit

7.

Meminta kepada setiap kelompok mengelompokkan bangun ruang berdasarkan jenisnya

Tahap II. Menggolongkan (mengklasifikasikan) Mengelompokkan Tanya bangun ruang jawab berdasarkan jenisnya

3 menit

Tahap III. Interpretasi hasil pengamatan Mengarahkan kepada setiap Menjelaskan bangun Tanya kelompok untuk dapat ruang yang telah Jawab menjelaskan bangun ruang yang diamati. telah diamati sebelumnya.

3 menit

72 Tahap IV. Peramalan 9. Meminta kepada siswa untuk dapat meramalkan rumus luas permukaan prisma dan limas dengan ukuran tertentu terhadap bangun yang tidak diamati Meramalkan rumus Tanya luas permukaan prisma jawab dan limas dengan ukuran tertentu terhadap bangun yang tidak diamati. Metode Ceramah 2 menit

No 10.

11.

12.

13. 14. 15. 16.

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Tahap V. Menerapkan Konsep Memberikan penjelasan Memperhatikan penurunan rumus luas penjelasan dari guru permukaan Prisma tegak dan Limas memberikan contoh soal. Mengerjakan contoh soal Tahap VI. Merencanakan Penelitian Menentukan objek yang akan Memperhatikan diteliti(dalam hal ini penjelasan dari guru berhubungan dengan penurunan rumus luas permukaan Prisma dan limas Menentukan tujuan penelitian Memperhatikan Menentukan alat dan bahan, penjelasan dari guru Menentukan cara penelitian dan Menyiapkan alat & menginstruksikan bahan melaksanakan penelitian Melaksanakan penelitian Tahap VII. Mengkomunikasikan Meminta kepada setiap Secara bergiliran, perwakilan kelompok untuk dapat perwakilan kelompok membahasakan hasil naik membahasakan penelitiaannya di depan kelas (mengkomunikasikan) hasil penelitiannya. KEGIATAN PENUTUP Bagi siswa yang belum mampu Melakukan revisi melakukan pemecahan masalah terhadap jawaban yang dengan benar, maka diberikan salah kesempatan untuk melakukan revisi. Membimbing siswa menyimpulkan pembelajaran Menyimpulkan dan pembelajaran yang memberikan tugas untuk telah dilakukan dan diselesaikan di rumah. Mencatat tugas rumah

Waktu 25 menit

Pemberian tugas Ceramah 20 menit

Ceramah Pemberian tugas Pemberian tugas

Pemberian 10 tugas menit

17.

Pemberian 5 menit tugas

18. 19.

Ceramah &pemberi an tugas Pemberian tugas

73 E. Alat dan Sumber Belajar


Alat : Alat Tulis, model bangun ruang sisi datar, karton manila

Sumber belajar : Buku Paket dan penunjang yang lain

F. Penilaian G. Instrumen Indikator Pencapaian kompetensi Menemukan rumus luas permukaan prisma dan limas Tehnik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Uraian Instrumen 1.tentukan rumus luas permukaan prisma dibawah ini! F D a cm C a cm A a cm E p cm Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Bentuk Instrumen : lisan dan tertulis

Jawaban: Alternatif jawaban Rumus Luas Permukaan Prisma: Luas permukaan Prisma = (2 x luas alas) + (keliling alas x tinggi prisma) Keliling alas = (a + a + a) = 3a cm S = .k =1/2. 3a = 3/2 a cm Luas alas = s( s a )( s a )( s a) Pedoman penskoran 15 15 20 Skor

100

74 =

3 3 3 3 a( a a )( a a )( a a) 2 2 2 2 3 1 1 1 20 = a a a a 2 2 2 2 3 4 = 16 a 20 1 2 2 = a 3 cm 4 1 2 3 Rumus luas permukaan = (2 x a 3 )+ ( a x b) 10 4 2 3 2 = 2a 3 + a b 2 Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100, sebagai berikut:
Nilai Akhir =
PerolehanSkor xskorIdeal (100) TotalSkor

Parepare, 8 Maret 2010 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti

RASMI RITA P, S.Pd NIP.19720813 199802 2 005 Menyetujui, Kepala sekolah

HAEDIL NIM. 206 120 492

Drs. DJAMALUDDIN, M.Pd NIP. 19520421 197903 1 0009

75

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJAR (RPP)


Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi waktu Pertemuan ke : SMPN 2 Parepare : Matematika : VIII/2 : bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit :6 (Enam)

Standar Kompotensi Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas dan bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya Kompotensi Dasar Menemukan rumus luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma tegak, dan limas. Indikator

76 Menghitung luas permukaan kubus dan balok A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat Menghitung luas permukaan kubus dan balok B. Materi Ajar Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar C. Startegi Pembelajaran Pendekatan Pembelajaran Metode Pembelajaran : Pendekatan Keterampilan Proses : Ceramah, Tanya jawab, dan Pemberian Tugas

D. Langkah-langkah Pembelajaran No 1. 2. 3. 4. Kegiatan Siswa Metode KEGIATAN AWAL Menginstruksikan kepada Membagi diri dalam Ceramah siswa untuk dapat ke kelompok sesuai dengan kelompoknya instruksi guru. Mengingat Ceramah Mengingatkan siswa pada materi sebelumnya, bahan pengajaran yang Menanyakan materi yang pernah dipelajari belum dipahami. Ceramah sebelumnya, Mendengarkan pokok Menyampaikan pokok bahasan baru dari guru Caramah bahasan baru Mencermati penyampaian tujuan pembelajarn guru Menyampaikan tujuan pembelajaran. KEGIATAN INTI Tahap I. Pengamatan Menyiapkan media Memperhatikan guru Ceramah pembelajaran di depan kelas Mengamati bangun ruang Tanya Menginstruksikan kepada yang telah disiapkan oleh jawab setiap kelompok untuk guru. dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. Tahap II. Menggolongkan (mengklasifikasikan) Meminta kepada setiap Mengelompokkan bangun Tanya Kegiatan Guru Waktu 10 menit

5. 6.

2 menit

7.

3 menit

77
kelompok mengelompokkan bangun ruang berdasarkan jenisnya

ruang berdasarkan jenisnya

jawab

Tahap III. Interpretasi hasil pengamatan Mengarahkan kepada Menjelaskan bangun ruang Tanya setiap kelompok untuk yang telah diamati. Jaab dapat menjelaskan bangun ruang yang telah diamati sebelumnya.

3 menit

No 9.

10. 11.

12.

13. 14. 15.

Kegiatan Siswa Tahap IV. Peramalan Meminta kepada siswa Meramalkan luas permukaan untuk dapat meramalkan kubus dan balok dengan luas permukaan kubus dan ukuran tertentu terhadap balok dengan ukuran bangun ruang yang tidak di tertentu terhadap bangun amati yang tidak di amati Tahap V. Menerapkan Konsep Memberikan penjelasan Memperhatikan penjelasan menghitung luas dari guru permukaan Kubus dan Balok Mengerjakan contoh soal memberikan contoh soal. Tahap VI. Merencanakan Penelitian Menentukan objek yang Memperhatikan penjelasan akan diteliti(dalam hal ini dari guru berhubungan dengan menghitung luas permukaan kubus dan balok) Memperhatikan penjelasan Menentukan tujuan dari guru penelitian Menentukan alat dan Menyiapkan alat & bahan bahan, Menentukan cara penelitian Melaksanakan penelitian dan menginstruksikan melaksanakan penelitian Tahap VII. Mengkomunikasikan

Kegiatan Guru

Metode Tanya jawab

Waktu 2 menit

Ceramah Pemberia n tugas Ceramah

25 menit

20 menit

Ceramah Pemberia n tugas Pemberia n tugas

78 Secara bergiliran, perwakilan kelompok naik perwakilan kelompok untuk membahasakan dapat membahasakan hasil (mengkomunikasikan) hasil penelitiaannya di depan kelas penelitiannya. KEGIATAN PENUTUP 17. Bagi siswa yang belum Melakukan revisi terhadap mampu melakukan jawaban yang salah pemecahan masalah dengan benar, maka diberikan kesempatan 18. untuk melakukan revisi. Menyimpulkan Membimbing siswa pembelajaran yang telah menyimpulkan dilakukan dan 19. pembelajaran dan memberikan tugas untuk Mencatat tugas rumah diselesaikan di rumah. E. Alat dan Sumber Belajar 16.
Meminta kepada setiap

Pemberia ntugas

10 menit

Pemberia n tugas

5 menit

Ceramah &pemberi an tugas Pembrian tugas

Alat : Alat Tulis, model bangun ruang sisi datar, karton manila

Sumber belajar : Buku Paket dan penunjang yang lain

F. Penilaian G. Instrumen Indikator Pencapaian kompetensi Menghitung luas permukaan kubus dan balok Tehnik Penilaian Tes Tertulis Bentuk Instrumen Uraian Instrumen Tentukan luas permukaan kubus jika panjang rusuknya adalah 13 cm! Pedoman penskoran Jawaban : Skor Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Bentuk Instrumen : lisan dan tertulis

79 Luas Permukaan kubus = 6s2 Karena s = 13 cm. maka L = 6s2 = 6(13)


2

100

= 6(169) = 1.014 cm2 Jadi, luas permukaan Kubus adalah 1.014 cm2 Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100, sebagai berikut: Nilai Akhir =
PerolehanSkor xskorIdeal (100) TotalSkor

Parepare, 9 Maret 2010 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti

RASMI RITA P, S.Pd NIP.19720813 199802 2 005 Menyetujui, Kepala sekolah

HAEDIL NIM. 206 120 492

Drs. DJAMALUDDIN, M.Pd NIP. 19520421 197903 1 0009

80

Lampiran : Materi Ajar 1


UNSUR-UNSUR KUBUS, BALOK, PRISMA, DAN LIMAS
A. Mengenal dan Mengidentifikasi Sisi, Rusuk, Titik Sudut, Diagonal Bidang, Diagonal Ruang, dan Bidang Diagonal Kubus Perhatikan ruang kelasmu. 1. Berbentuk bangun ruang apakah ruang kelasmu, balok atau kubus? 2. Saat ini kalian berada pada bagian mana dari ruang kelas itu, bagian dalam atau bagian luar? 3. Bagian dalam dan luar ruang kelasmu dibatasi oleh beberapa dinding, bukan? Dinding itu merupakan batas yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar ruang kelas. Berapa banyaknya dinding itu? Bagaimanakah bentuknya? 4. Apakah ruang kelasmu hanya dibatasi dinding-dinding saja? 5. Apakah langit-langit dan lantai kelasmu merupakan batas ruang kelasmu? Mengapa? 6. Apakah langit-langit dan lantai merupakan bidang datar? Mengapa?

81 7. Bila ruang kelasmu dianggap sebagai balok atau kubus, maka dinding serta langit-langit dan lantai ruang yang membatasi bagian dalam dan luar kelasmu dapat dipandang sebagai bidang. Berapa banyak bidang yang membatasi kubus atau balok? 8. Perhatikan bahwa pada bangun ruang (tidak hanya kubus dan balok) terdapat bidang yang membatasi bagian dalam dan bagian luar bangun ruang. Bidang yang demikian itu disebut bidang sisi dan untuk selanjutnya disebut sisi saja. Sisi bangun ruang dapat berbentuk bidang datar atau bidang lengkung. Dapatkah kalian menunjukkan bangun ruang yang memiliki sisi berbentuk bidang lengkung? Sebutkan! 9. Perhatikan pertemuan (perpotongan) antara dinding dengan dinding, dinding dengan langit-langit dan dinding dengan lantai ruang kelasmu. Apakah yang terjadi? Jelaskan.
10. Bila ruang kelasmu dianggap merupakan bangun kubus atau balok, dan

dinding-dinding, langit-langit serta lantai ruang kelasmu merupakan sisisisinya, maka perpotongan sisi-sisi itu membentuk sebuah garis. Berapa banyak garis yang terjadi? Perhatikan bahwa sisi-sisi bangun ruang (tidak hanya kubus dan balok) ada yang saling berpotongan membentuk sebuah garis (garis lurus atau lengkung). Garis tersebut dinamakan rusuk. 11. Sebutkan bangun ruang yang rusuknya merupakan garis lengkung? 12. Perhatikan kembali ruang kelasmu yang merupakan model bangun ruang. Coba amati, adakah tiga rusuk yang berpotongan di satu titik? Jika ada, sebutkan dan berapa banyaknya?
13. Pertemuan dua atau lebih rusuk pada bangun ruang membentuk suatu titik.

Titik yang demikian ini dinamakan titik sudut. Berikan contoh titik sudut pada ruang kelasmu. 1. KUBUS
Pernahkah kalian melihat dadu? Dadu merupakan salah satu alat permainan yang berbentuk kubus. Apa yang dimaksud dengan kubus?

82 Perhatikan Gambar 1.1 secara saksama. Gambar tersebut menunjukkan sebuah bangun ruang yang semua sisinya berbentuk persegi dan semua rusuknya sama panjang. Bangun ruang seperti itu dinamakan kubus. Gambar 1.1 menunjukkan sebuah kubus ABCD.EFGH yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut Gambar 1.1 Kubus ABCD.EFGH a. Sisi/Bidang Sisi kubus adalah bidang yang membatasi kubus. Dari Gambar 1.1 terlihat bahwa kubus memiliki 6 buah sisi yang semuanya berbentuk persegi, yaitu ABCD (sisi bawah), EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan), CDHG (sisi belakang), BCGF (sisi samping kiri), dan ADHE (sisi samping kanan).

b. Rusuk Rusuk kubus adalah garis potong antara dua sisi bidang kubus dan terlihat seperti kerangka yang menyusun kubus. Pada Gambar 1.1 Kubus ABCD.EFGH memiliki 12 buah rusuk, yaitu

AB, BC, CD, AD, EF , FG, HE, AE , BF , CG, dan DH


Rusuk-rusuk yang terletak pada satu bidang dan tidak berpotongan dinamakan rusuk-rusuk yang sejajar. Rusuk-rusuk yang sejajar di antaranya AB // DC // EF // HG . Rusuk-rusuk yang terletak pada satu bidang dan mempunyai titik perpotongan dinamakan rusuk-rusuk yang berpotongan. Rusuk-rusuk yang saling berpotongan di antaranya AB dengan AE , BC dengan CG , dan EH dengan

83
HD . Rusuk-rusuk yang tidak sebidang, tidak sejajar, dan tidak memiliki titik

perpotongan dinamakan rusuk-rusuk yang bersilangan. Rusuk-rusuk yang saling bersilangan di antaranya AB dengan CG , AD dengan BF , dan BC dengan HD .

c. Titik Sudut Titik sudut kubus adalah titik potong antara dua rusuk. Dari Gambar 1.1 terlihat kubus ABCD. EFGH memiliki 8 buah titik sudut, yaitu titik A, B, C, D, E, F, G, dan H.

Selain ketiga unsur di atas, kubus juga memiliki diagonal. Diagonal pada kubus ada tiga, yaitu diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal.

d. Diagonal Bidang

Gambar 1.2 Diagonal Bidang Kubus ABCD.EFGH Pada kubus tersebut terdapat garis yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu sisi/bidang. Ruas garis tersebut dinamakan sebagai diagonal bidang. Diagonal bidang suatu kubus adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada setiap bidang atau sisi kubus. Diagonal bidang yang lain adalah
BE , AC , BG , AH , CH , DE , DG , AF , CF , EG , FH , BD , dll. Kubus mempunyai 12 diagonal bidang.

84 e. Diagonal Ruang

Gambar 1.3 HB merupakan diagonal ruang kubus ABCD.EFGH Perhatikan kubus ABCD.EFGH pada Gambar 8.4. Pada kubus tersebut, terdapat ruas garis HB yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu ruang. Ruas garis tersebut disebut diagonal ruang. Diagonal ruang adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan dalam suatu ruang. Diagonal ruang yang lain adalah mempunyai 4 diagonal ruang. Contoh Soal : Dari gambar kubus di samping, tentukan: a. panjang diagonal bidang AC, b. panjang diagonal ruang AF.
AG , DF , CE , dll. Kubus

Jawab:
a. Diketahui: AB = 5 cm BC = 5 cm

Untuk mencari panjang diagonal bidang AC, digunakan Teorema Pythagoras. AC2 = AB2 + BC2 = 52 + 52 = 25 + 25 = 50 AC = 50 cm = 5 2 cm Jadi, panjang diagonal bidang AC adalah 5 2 cm
b. Diketahui AC = 5 2 cm, CF = AB= 5 cm

Untuk mencari panjang diagonal ruang CD digunakan Teorema Pythagoras.

85 AF2 = AC2 + CF2 = (5 2 )2+ 52 = 50 + 25 AF = 75 = 5 3 Jadi, panjang diagonal ruang AF adalah 5 3 cm

f. Bidang Diagonal

Gambar 1.4 ACGE merupakan bidang diagonal kubus ABCD.EFGH Perhatikan kubus ABCD.EFGH pada Gambar 8.5 secara saksama. Pada gambar tersebut, terlihat dua buah diagonal bidang pada kubus ABCD. EFGH yaitu AC dan EG . Ternyata, diagonal bidang AC dan EG beserta dua rusuk kubus yang sejajar, yaitu AE dan CG membentuk suatu bidang di dalam ruang kubus bidang ACGE pada kubus ABCD. Bidang ACGE disebut sebagai bidang diagonal. Bidang diagonal suatu kubus adalah bidang yang dibatasi dua rusuk dan dua diagonal bidang suatu kubus. Bidang diagonal yang lain adalah BCEH, ADFG, BDHF, ABGH, CDEF. Kubus mempunyai 6 bidang diagonal. 2. BALOK Banyak sekali benda-benda di sekitar kita yang memiliki bentuk seperti balok. Misalnya, kotak korek api, dus air mineral, dus mie instan, batu bata, dan lain-lain. Mengapa benda-benda tersebut dikatakan berbentuk balok?

86 Perhatikan gambar kotak korek api pada di atas. Jika kotak korek api tersebut digambarkan secara geometris, hasilnya akan tampak seperti pada Gambar 1.5. Bangun Gambar 1.5 Balok ABCD.EFGH ruang ABCD.EFGH pada gambar tersebut memiliki tiga pasang sisi berhadapan yang sama bentuk dan ukurannya, di mana setiap sisinya berbentuk

persegipanjang. Bangun ruang seperti ini disebut balok. Berikut ini adalah unsur-unsur yang dimiliki oleh balok ABCD.EFGH pada Gambar 1.5. a. Sisi/Bidang Sisi balok adalah bidang yang membatasi suatu balok. Dari Gambar 1.5, terlihat bahwa balok ABCD.EFGH memiliki 6 buah sisi berbentuk persegipanjang. Keenam sisi tersebut adalah ABCD (sisi bawah), EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan), DCGH (sisi belakang), BCGF (sisi samping kiri), dan ADHE (sisi samping kanan). Sebuah balok memiliki tiga pasang sisi yang berhadapan yang sama bentuk dan ukurannya. Ketiga pasang sisi tersebut adalah ABFE dengan DCGH, ABCD dengan EFGH, dan BCGF dengan ADHE. b. Rusuk
Sama seperti dengan kubus, balok ABCD.EFGH memiliki 12 rusuk. yaitu

AB, BC, CD, AD, EF , FG, HE, AE , BF , CG, dan DH


c. Titik Sudut Dari Gambar 1.5, terlihat bahwa balok ABCD.EFGH memiliki 8 titik sudut, yaitu A, B, C, D, E, F, G, dan H.

87 Sama halnya dengan kubus, balok pun memiliki istilah diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal2. Berikut ini adalah uraian mengenai istilahistilah berikut: d. Diagonal Bidang

Gambar 1.6 Diagonal Bidang

Ruas garis AC yang melintang antara dua titik sudut yang saling berhadapan pada satu bidang, yaitu titik sudut A dan titik sudut C, dinamakan diagonal bidang balok ABCD.EFGH. Diagonal bidang suatu balok adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada setiap balok. Balok memiliki 12 digonal bidang. e. Diagonal Ruang

Gambar 1.7 Diagonal Ruang Ruas garis CE yang menghubungkan dua titik sudut C dan E pada balok ABCD.EFGH seperti pada Gambar 8.14 disebut diagonal ruang balok tersebut. Jadi, diagonal ruang terbentuk dari ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan di dalam suatu bangun ruang. Balok memiliki 4 digonal ruang.

88 f. Bidang Diagonal

Gambar 1.8 Bidang Diagonal Perhatikan balok ABCD.EFGH pada Gambar 8.15. Dari gambar tersebut terlihat dua buah diagonal bidang yang sejajar, yaitu diagonal bidang HF dan DB. Kedua diagonal bidang tersebut beserta dua rusuk balok yang sejajar, yaitu DH dan BF membentuk sebuah bidang diagonal. Bidang BDHF adalah bidang diagonal balok ABCD.EFGH. Bidang diagonal balok adalah bidang yang dibatasi dua rusuk dan dua diagonal bidang suatu balok. Bidang diagonal balok berjumlah 6 bidang.

3. PRISMA

(a)

(b)

(c)

Gambar 1.9 Perhatikan Gambar 1.9. Gambar tersebut menunjukkan beberapa contoh bangun ruang prisma. Bangun-bangun ruang tersebut mempunyai bidang alas dan bidang atas yang sejajar dan kongruen. Sisi lainnya berupa sisi tegak berbentuk jajargenjang atau persegi panjang yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya. Bangun seperti itu dinamakan prisma. Berdasarkan rusuk tegaknya, prisma dibedakan menjadi dua, yaitu prisma tegak dan prisma miring. Prisma tegak adalah

89 prisma yang rusuk-rusuk tegaknya tegak lurus pada bidang atas dan bidang alas. Prisma miring adalah prisma yang rusuk-rusuk tegaknya tidak tegak lurus pada bidang atas dan bidang alas. Gambar 1.9 (c) adalah salah satu contoh prisma miring. Prisma miring disebut juga prisma condong. Berdasarkan bentuk alasnya, terdapat prisma segitiga, prisma segi empat, prisma segi lima, dan seterusnya. Jika alasnya berupa segi n beraturan maka disebut prisma segi n beraturan. Gambar 1.9 (a) disebut prisma tegak segi empat, Gambar 1.9 (b) disebut prisma tegak segitiga, dan Gambar 1.9 (c) disebut prisma miring segi empat beraturan. Setiap bangun ruang pasti memiliki tinggi atau kedalaman. Apakah yang dimaksud tinggi prisma? Tinggi prisma adalah jarak antara bidang alas dan bidang atas. Tinggi prisma ditunjukkan pada Gambar 1.10 Dalam matematika, sisi depan, sisi belakang, sisi samping kanan dan sisi samping kiri dinamakan sisi/bidang tegak, sedang sisi bawah dinamakan sisi/bidang alas dan sisi yang terakhir/paling atas dinamakan sisi/bidang atas.

Gambar 1.10 Selanjutnya perhatikan Gambar 9.3. Gambar tersebut menunjukkan prisma tegak segitiga ABC.DEF. a. Titik A, B, C, D, E, dan F adalah titik sudut prisma.

90 b. ABC adalah bidang atas prisma.

Gambar 1.11

c. DEF adalah bidang alas prisma. d. Bidang ACFD, BCFE, dan ABED adalah sisi tegak prisma. Secara keseluruhan prisma segitiga mempunyai 6 sisi. adalah

e. Rusuk-rusuknya terdiri dari 9 rusuk, 3 diantaranya AD, CF , dan BE tersusun atas tiga buah rusuk. f. Diagonal Bidang

rusuk-rusuk tegak prisma. Bidang atas dan bidang alas prisma masing-masing

Gambar 1.12 Dari gambar tersebut terlihat ruas garis DC yang terletak di sisi depan kanan (sisi tegak) ditarik dari dua titik sudut yang saling berhadapan sehingga ruas garis DC disebut sebagai diagonal bidang pada bidang prisma segitiga ABC.DEF g. Bidang Diagonal

Gambar 1.13 Prisma tegak segitiga tidak mempunyai diagonal ruang dan memiliki 6 bidang diagonal diantaranya adalah DFG, EFH Setelah memahami uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut. Diagonal bidang alas adalah garis yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak bersebelahan pada bidang alas.

91 Bidang diagonal adalah bidang yang memuat diagonal bidang alas dan diagonal bidang atas serta keduanya sejajar. Diagonal ruang adalah garis yang menghubungkan titik sudut pada alas dengan titik sudut pada bidang atas yang tidak terletak pada sisi tegak yang sama. Pada prisma tegak, untuk menentukan banyak diagonal bidang, banyak bidang diagonal, dan banyak diagonal ruang dengan rumus berikut:
n(n 3) 2 n(n 3) 2

Banyak diagonal bidang prisma segi n =

Banyak bidang diagonal prisma segi n =

Banyak diagonal ruang prisma segi n = n (n - 3) ; Dengan n = banyaknya sisi pada alasnya.

4. LIMAS

(a)

(b)

92

(c)

Gambar 1.14

(d)

Gambar 1.14 adalah contoh bangun ruang limas. Limas adalah bangun ruang yang alasnya berbentuk segi banyak (segitiga, segi empat, atau segi lima) dan bidang sisi tegaknya berbentuk segitiga yang berpotongan pada satu titik. Titik potong dari sisi-sisi tegak limas disebut titik puncak limas. Seperti halnya prisma, pada limas juga diberi nama berdasarkan bentuk bidang alasnya. Jika alasnya berbentuk segitiga maka limas tersebut dinamakan limas segitiga. Jika alas suatu limas berbentuk segi lima beraturan maka limas tersebut dinamakan limas segi lima beraturan. Berdasarkan bentuk alas dan sisi-sisi tegaknya limas dapat dibedakan menjadi limas segi n beraturan dan limas segi n sebarang. Secara umum, unsur-unsur yang dimiliki oleh sebuah limas sebagai berikut. a. Sisi/Bidang Coba kamu perhatikan lagi bentuk limas pada Gambar 1.14 (a) . Dari gambar tersebut, terlihat bahwa setiap limas memiliki sisi samping yang berbentuk segitiga. Pada limas segiempat E.ABCD, sisi-sisi yang terbentuk adalah sisi ABCD (sisi alas), ABE (sisi depan), DCE (sisi belakang), BCE (sisi samping kiri), dan ADE (sisi samping kanan). b. Rusuk Perhatikan kembali limas segiempat E.ABCD pada Gambar 1.14 (b). Limas tersebut memiliki 4 rusuk alas dan 4 rusuk tegak. Rusuk alasnya adalah AB, BC, CD, dan DA. Adapun rusuk tegaknya adalah AE, BE, CE, dan DE. c. Titik Sudut

93 Jumlah titik sudut suatu limas sangat bergantung pada bentuk alasnya. Setiap limas memiliki titik puncak (titik yang letaknya atas). Coba kamu perhatikan limaslimas pada Gambar 1.14. Limas segitiga memiliki 4 titik sudut, limas segiempat memiliki 5 titik sudut, limas segilima memiliki 6 titik sudut, dan limas segienam memiliki 7 titik sudut. d. Diagonal Bidang dan Bidang Diagonal

Gambar 1.15 Diagonal bidang dari limas segiempat di atas adalah ACdan BD . Bidang diagonal dari limas segiempat di atas adalah EABC dan EADC

Lampiran : Materi Ajar 2


JARING-JARING KUBUS DAN BALOK
A. Jaring-Jaring Kubus dan Balok 1. Jaring-Jaring Kubus Perhatikan gambar kubus di bawah ini, sebuah kubus ABCD.EFGH .

94
Guntinglah sepanjang rusuk, EH , EF , FG , FB , FB , BC , BA , AD

seperti Gambar 1.16 (a) Buka/bentangkan kubus tersebut menurut rusuk-rusuk yang telah digunting tadi, sehingga diperoleh bangun seperti Gambar 1.16 (c).

(a)

(b)
Gambar 1.16

Keterangan:

arah guntingan

(c)

Bangun yang kalian peroleh disebut jaring-jaring kubus.

Jaring-jaring kubus adalah sebuah bangun datar yang jika dilipat menurut ruas-ruas garis pada dua persegi yang berdekatan akan membentuk bangun kubus.

95 Jika dilakukan hal yang sama pada kegiatan di atas namun dengan alur yang berbeda maka akan diperoleh berbagai macam bentuk jaring-jaring kubus. Terdapat berbagai macam bentuk jaring-jaring kubus. Di antaranya sebagai berikut.

Beberapa contoh jaring-jaring kubus 2. Jaring-Jaring Balok

96

Gambar 1.17

Bangun yang diperoleh disebut jaring-jaring balok Jaring-jaring balok adalah sebuah bangun datar yang jika dilipat menurut ruas-ruas garis pada dua persegi panjang yang berdekatan akan membentuk bangun balok.

Jika dilakukan hal yang sama pada kegiatan di atas namun dengan alur yang berbeda maka akan diperoleh berbagai macam bentuk jaring-jaring balok. Terdapat berbagai macam bentuk jaring-jaring balok. Di antaranya sebagai berikut.

97

Beberapa contoh jaring-jaring balok

Lampiran : Materi Ajar 3

98 JARING-JARING PRISMA DAN LIMAS 1. jaring-jaring Prisma Kalian telah mempelajari jaring-jaring kubus dan balok. Bagaimana bentuk jaring-jaring pada prisma dan limas? Untuk mengetahuinya, perhatikan cara membuat jaring-jaring prisma dan limas sebagai beikut. Untuk dapat membuat jarin-jaring prisma, lakukan kegiatan berikut. F D (a) C A B A C 1. Buatlah prisma ABC.DEF seperti gambar (a) di atas dari kertas karton 2. Guntinglah AD, AB, BC, DE, dan EF kemudian bentangkan.
3. Kalian akan memperoleh bentu seperti gambar (b). bangun yang

F E D E F

(b) B C A

dihasilkan disebut jaring-jaring prisma

2. Jaring-jaring Limas Untuk membuat jaring-jaring limas, lakukan kegiatan berikut. 1. Buatlah limas T.ABCD seperti pada gambar (a) di bawah ini 2. Guntinglah menurut TA, TB, dan TC kemudian bentangkan.

99
3. Kalian akan memperoleh bentuk seperti gambar (b). bangun yang dihasilkan

disebut jaring-jaring limas. T T A A B Latihan lukislah jaring-jaring bangun dibawah ini! a. b. C T B C T

penyelesaian: a. Jaring-jaring prisma

b. Jaring-jaring limas

100

Lampiran : Materi Ajar 4


RUMUS LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK

A. Rumus Luas Permukaan Kubus Coba kamu perhatikan Gambar 1.20 berikut ini.

Gambar 1.20

Dari Gambar 1.20 terlihat suatu kubus beserta jaring-jaringnya. Untuk mencari luas permukaan kubus, berarti sama saja dengan menghitung luas jaring-jaring kubus tersebut. Oleh karena jaring-jaring kubus merupakan 6 buah persegi yang sama dan kongruen maka L = luas permukaan kubus s = panjang rusuk kubus Luas permukaan kubus = luas jaring jaring kubus = 6 (s s) = 6 s2

101 L = 6 s2 Jadi, luas permukaan kubus dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut RUMUS L = 6( s s )= 6s2 LUAS SISI B. Rumus Luas Pemukaan Balok KUBUS Cara menghitung luas permukaan balok sama dengan cara menghitung luas permukaan kubus, yaitu dengan menghitung semua luas jaring-jaringnya. Coba kamu perhatikan gambar berikut.

(a) (b) Gambar 1.20 Misalkan, rusuk-rusuk pada balok diberi nama p (panjang), l (lebar), dan t (tinggi) seperti pada gambar .Denga n demikian, luas permukaan balok tersebut adalah Luas permukaan balok = luas persegipanjang 1 + luas persegipanjang 2 + luas persegipanjang 3 + luas persegipanjang 4 + luas persegipanjang 5 + luas persegipanjang 6 = (p l) + (p t) + (l t) + (p l) + (l t) + (p t) = (p l) + (p l) + (l t) + (l t) + (p t) + (p t) = 2 (p l) + 2(l t) + 2(p t) = 2 ((p l) + (l t) + (p t) = 2 (pl+ lt + pt) Jadi, luas permukaan balok dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut. RUMUS LUAS SISI BALOK

L=2(pl )+2(pt ) +2(lt )

102

atau Lampiran : Materi Ajar 5

L = 2{(p x l) + (p x t) + (l x t)}

Luas permukaan Prisma dan Limas

1. Luas permukaan Prisma Perhatikan gambar di bawah ini. Terlihat pada gambar (a) adalah sebuah prisma tegak segitiga ABC.DEF, sedangkan gambar (b) menunjukkan jaringjaring dari prisma tegak segitiga ABC.DEF.

F D C A A B ABC = E D

F E F D

B C DEF dan

Dari gambar di atas, diketahui bahwa

AD = BE = CF sehingga luas permukaan prisma ABC.DEF sebagai berikut. Luas permukaan Prisma = luas luas BCFE = 2 x luas BE) = 2 x luas ABC + (AB + BC + AC) x AD ABC + (AB x AD) + (AC x FD) + luas (BC x ABC + luas DEF + luas ABED + luas ACFD +

= 2 x Luas alas + (keliling Alas x tinggi prisma)

103 Keliling alas x tinggi prisma disebut luas selubung prisma Jadi, Luas Permukaan Prisma = (2 x luas alas) + (keliling alas x tinggi prisma)

2. Luas Permukaan Limas TT T

S P P Q (a) Q

R R

S T P

R T Q (b) T

Perhatikan gambar di atas. Terlihat bahwa gambar (a) adalah sebuah limas T. PQRS, sedangkan gambar (b) menunjukkan jaring-jaring yang terbentuk dari lima tersebut. Dar gambar (b) dapat diperoleh bahwa. Luas permukaan limas = luas PQRS + luas PQT + luas RST

+ luas PST = luas alas + jumlah luas semua sisi tegak Jika limas T.PQRS adalah limas segi empat beraturan. Diperoleh PQT= RST = PST = PQT) QRT.

Luas permukaan limas = luas alas + (4 x

Luas permukaan limas segi n beraturan dirumuskan sebagai berikut

104 Luas Permukaan limas segi n beraturan = luas alas + (n x luas satu sisi tegaknya)

Contoh: 1. tentukan rumus luas permukaan bangun di bawah ini! F D Jawab: a cm Ca cm A E p cm

B a cm Luas permukaan Prisma = (2 x luas alas) + (keliling alas x tinggi prisma) Keliling alas = (a + a + a) = 3a cm S = .k =1/2. 3a = 3/2 a cm Luas alas = =

s ( s a)( s a )(s a)

3 3 3 3 a ( a a )( a a)( a a ) 2 2 2 2 3 1 1 1 a a a a 2 2 2 2 3 4 16 a
1 2 3 cm2 4a 1 2 3 a 3 )+ ( 2 a x b) 4
2

Rumus luas permukaan = (2 x

= 2a

3+

3 ab 2

105

Lampiran : Materi Ajar 6

MENGHITUNG LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK

Luas Permukaan Kubus

LKubus = 6( s s ) = 6s2 dengan L = luas permukaan kubus s = panjang rusuk kubus Luas Permukaan Balok LBalok = 2(p x l) + 2(l x t) + 2(p x t) = 2{(p x l) + (l x t) + (p x t)} Dengan, L = luas permukaan balok p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok Contoh 1:

106 Sebuah kubus panjang setiap rusuknya 8 cm. Tentukan luas permukaan kubus tersebut. Jawab: Dik: s = 8 cm Dit: Lkubus? Penyelesaian: Luas permukaan kubus = 6s2 = 6 x 82 = 384 cm Contoh 2: Sebuah balok berukuran (6 x 5 x 4) cm. Tentukan luas permukaan balok. Jawab: Dik:Balok berukuran (6 x 5 x 4) cm artinya panjang = 6 cm, lebar = 5 cm, dan tinggi 4 cm. p balok = 6 cm l balok = 5 cm t balok = 4 cm Dit: Lbalok? Penyelesaian: Luas permukaan balok = 2{(p x l) + (l x t) + (p x t)} = 2{(6 x 5) + (5 x 4) + (6 x 4)} = 2(30 + 20 + 24) = 2(74) Lbalok = 148 cm2

107 Menentukan Luas Permukaan Kubus serta Balok jika Ukuran Rusuknya Berubah Bagaimana jika panjang rusuk-rusuk kubus dan balok tersebut berubah? Apakah luas permukaan dan volumenya ikut berubah? Untuk lebih jelasnya, pelajari uraian berikut. Dengan memerhatikan Gambar 1.23 di bawah, kalian akan memperoleh sebagai berikut. (a) Luas permukaan kubus (a) adalah L = 6s2 = 6 x 32 = 6 x 9 = 54 cm2.

(b) Luas permukaan kubus (b) adalah L = 6s2 = 6 x 62 = 6 x 36 = 216 cm2. Gambar 1.23 (c) Luas permukaan kubus (c) L= 6s2 = 6 x 92 = 6x 81 = 486 cm2 9 cm

(c) Sekarang kalian perhatikan panjang rusuk kubus pada Gambar 1.23 (a), (b), dan (c). Kalian akan memperoleh

panjang rusuk kubus (b) = 2 x panjang rusuk kubus (a),

sehingga luas permukaan kubus (b) = 6 x (panjang rusuk kubus (b))2 = 6 x (2 x panjang rusuk kubus (a))2 = 6 x (2 x 3)2

108 = 6 x 22 x 32 = 22 x 6 x 32 = 22 x 54 = 216 cm2


panjang rusuk kubus (c) = 3 x panjang rusuk kubus (a),

sehingga luas permukaan kubus (c) = 6 x (panjang rusuk kubus (c))2 = 6 x (3 x panjang rusuk kubus (a))2 = 6 x (3 x 3)2 = 6 x 32 x 32 = 32 x 6 x 32 = 32 x 54 = 486 cm2 Dari uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut. Jika panjang rusuk suatu kubus = s, luas permukaan = L kemudian panjang rusuk kubus itu diperbesar atau diperkecil k kali maka Lbaru = 6 (ks x ks) = 6k2s2 = k2 x 6s2 = k2L dengan Lbaru = luas permukaan kubus setelah diperbesar atau diperkecil L = luas permukaan kubus semula

109 Dengan cara yang sama, kalian dapat menemukan luas permukaan jika ukuran panjang, lebar, atau tingginya diubah. Suatu balok memiliki panjang = p, lebar = l, tinggi = t, dan luas permukaan = L. Balok itu kemudian diubah ukurannya menjadi panjang = ap, lebar = bl, dan tinggi = ct dengan a, b, c konstanta positif. Kalian akan memperoleh Lbaru = 2((ap x bl) + (bl x ct) + (ap x ct)) = 2(ab(p x l) + bc(l x t) + ac(p x t))

Bagaimana jika a = b = c? Eksplorasilah hal tersebut. Apakah kalian akan memperoleh kesimpulan seperti berikut ini?

Lbaru = 2((ap x bl) + (bl x ct) + (ap x ct)) = 2(ab(p x l) + bc(l x t) + ac(p x t)) = 2(a2((p x l) + (l x t) + (p x t))) = a2 x ((p x l)) + (l x t) + (p x l) = a2L Lbaru = luas permukaan balok setelah diubah ukurannya L = luas permukaan balok semula

Contoh: Sebuah kubus panjang rusuknya 12 cm, kemudian rusuk tersebut diperkecil sebesar Jawab: kali panjang rusuk semula. Berapa luas kubus setelah diperkecil?

110 s = 12 cm, k = Lbaru = 6 (ks x ks) = 6k2s2 = k2 x 6s2

Lbaru = 6 ( (12) x (12) = 6 x ( )2 x 122 = ( )2 x 6(12)2 = x 842 = 216 cm

111

LAMPIRAN B

FORMAT VALIDASI & HASIL VALIDASI


Format Validasi RPP Format Validasi THB Format Validasi Lembar Observasi aktivitas siswa

Format Validasi Lembar Observasi Kemampuan Guru Mengelola pembelajaran

108

109

109 LEMBAR VALIDASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator

: Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil :

Pekerjaan/ Jabatan : Petunjuk! Berikan tanda ( ) dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan: 1. Berarti kurang Baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik

NO I

ASPEK YANG DINILAI TUJUAN 1. Kemampuan yang terkandung dalam kompetensi dasar 2. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator pencapaian hasil belajar 3. Rumusan indikator pencapaian hasil belajar 4. Operasional rumusan indikator pencapaian hasil belajar 5. Indikator pencapaian hasil belajar sesuai dengan tingkat perkembangan siswa MATERI YANG DISAJIKAN 1. Kebenaran materi/isi 2. Materi dikelompokkan dalam bagian-bagian yang jelas 3. Sesuai dngan KTSP ASPEK YANG DINILAI 4. Menggunakan metode penyajian

SKOR PENILAIAN 1 2 3 4

II

NO

SKOR PENILAIAN 1 2 3 4

110 5. 6. III IV Kelengkapan belajar yang layak Materi sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual siswa SARANA DAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN 1. Pembelajaran didukung oleh sarana yang digunakan 2. Alat Bantu sesuai dengan materi pembelajaran METODE DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pencapaian hasil belajar siswa didukung oleh metode dan Kegiatan pembelajaran 2. Proses pemecahan masalah didukung oleh metode dan Kegiatan pembelajaran Secara umum Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini: (lingkari sesuai dengan penilaian bapak/ ibu)
1. Kurang baik, sehingga belum dapat dipakai dan masih memerlukan konsultasi 2. Cukup, sehingga dapat dipakai tetapi dengan banyak revisi.

3. Baik, sehingga dapat dipakai tetapi dengan sedikit revisi 4. Sangat baik, sehingga dapat dipakai tanpa revisi Komentar dan saran perbaikan: .. .. .. . Parepare, Validator _________________ April 2010

LEMBAR VALIDASI TES HASIL BELAJAR Mata Pelajaran : Matematika

111 Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil :

Pekerjaan/ Jabatan : Petunjuk! Berikan tanda cek ( )dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan: 1. Berarti kurang Baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik BIDANG TELAAH MATERI SOAL 1. 2. 3. 4. SKALA KRITERIA Soal-soal sesuai dengan indikator Soal-soal sesuai dengan aspek yang diukur Batasan pertanyaan dirumuskan dengan jelas Mencakup materi pelajaran secara PENILAIAN 1 2 3 4

reprensentatip 1. Petunjuk mengerjakan soal ditanyakan dengan jelas 2. Kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran ganda 3. Rumusan pertanyaan soal menggunakan kalimat Tanya atau perintah yang jelas

KONSTRUKSI

BIDANG TELAAH BAHASA

SKALA KRITERIA 1. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar 2. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti PENILAIAN 1 2 3 4

112 3. Menggunakan istilah (kata-kata) yang dikenal siswa Waktu yang digunakan sesuai dengan mata pelajaran.

WAKTU

Kesimpulan penilaian secara umum: (lingkarilah yang sesuai) Tes Hasil Belajar ini:
1. Kurang baik, sehingga belum dapat dipakai dan masih memerlukan konsultasi 2. Cukup, sehingga dapat dipakai tetapi dengan banyak revisi.

3. Baik, sehingga dapat dipakai tetapi dengan sedikit revisi 4. Sangat baik, sehingga dapat dipakai tanpa revisi Mohon tuliskan butir-bitir revisi pada kolom saran berikut atau menuliskan langsung pada naskah. Saran: . .. ........ ........ Parepare, Validator April 2010

________________

LEMBAR VALIDASI AKTIVASI SISWA Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil :

113 Pekerjaan/ Jabatan : Petunjuk ! Berikan tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan : 1. Berarti kurang baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik N o I URAIAN SKALA PENILAIAN 1 2 3 4

Aspek Petunjuk : Petunjuk lembar pengamatan dinyatakan dengan jelas II Aspek Cakupan Aktivitas : 1. Kategori aktivitas siswa yang diamati dinyatakan dengan jelas 2. Kategori siswa yang diamati termuat dengan jelas 3. Kategori siswa yang diamati dapat teramati dengan jelas III Aspek Bahasa : 1. Menggunakan Bahasa yang sesuai 2. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami 3. Menggunakan pertanyaan yang komunikatif

Simpulan secara umum: (lingkarilah yang sesuai) Aktivitas Siswa ini:


1. Kurang baik, sehingga belum dapat dipakai dan masih memerlukan konsultasi 2. Cukup, sehingga dapat dipakai tetapi dengan banyak revisi.

3. Baik, sehingga dapat dipakai tetapi dengan sedikit revisi 4. Sangat baik, sehingga dapat dipakai tanpa revisi Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran berikut : Saran : ........................................................................................................................

114 ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Parepare, Validator April 2010

_______________

LEMBAR VALIDASI KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil :

Pekerjaan/ Jabatan :

115 Petunjuk ! Berikan tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan : 1. Berarti kurang baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik N o 1 2 Petunjuk Petunjuk lembar pengamatan dinyatakan dengan jelas Kegiatan Pembelajaran a. Kategori aktivitas siswa yang diamati dinyatakan dengan jelas b. Kategori siswa yang diamati termuat dengan jelas c. Kategori siswa yang diamati dapat teramati dengan jelas 3 Bahasa a. Menggunakan Bahasa yang sesuai b. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami c. Menggunakan pertanyaan yang komunikatif SKALA URAIAN PENILAIAN 1 2 3 4

Simpulan penilaian Aktivitas Siswa ini:

secara umum: (lingkarilah yang sesuai) lembar observasi

kemampan guru dalam mengelola pembelajaran ini:


1. Kurang baik, sehingga belum dapat dipakai dan masih memerlukan konsultasi 2. Cukup, sehingga dapat dipakai tetapi dengan banyak revisi.

3. Baik, sehingga dapat dipakai tetapi dengan sedikit revisi 4. Sangat baik, sehingga dapat dipakai tanpa revisi Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran berikut : Saran : ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ Parepare, April 2010

116 Validator

______________

LEMBAR VALIDASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil : Rasmi Rita P, S. Pd

Pekerjaan/ Jabatan : Guru SMP Negeri 2 Parepare Petunjuk! Berikan tanda ( ) dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan: 1. Berarti kurang Baik

117 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik NO I ASPEK YANG DINILAI TUJUAN 1. Kemampuan yang terkandung dalam kompetensi dasar 2. Penjabaran kompetensi dasar ke dalam indikator pencapaian hasil belajar 3. Rumusan indikator pencapaian hasil belajar 4. Operasional rumusan indikator pencapaian hasil belajar 5. Indikator pencapaian hasil belajar sesuai dengan tingkat perkembangan siswa MATERI YANG DISAJIKAN 1. Kebenaran materi/isi 2. Materi dikelompokkan dalam bagian-bagian yang jelas 3. Sesuai dngan KTSP SKOR PENILAIAN 1 2 3 4

II

118

119 LEMBAR VALIDASI TES HASIL BELAJAR Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil : Rasmi Rita P, S. Pd

Pekerjaan/ Jabatan : Guru SMP Negeri 2 Parepare Petunjuk! Berikan tanda cek ( )dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan: 1. Berarti kurang Baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik BIDANG TELAAH KRITERIA 1. Soal-soal sesuai dengan indikator MATERI SOAL 2. Soal-soal sesuai dengan aspek yang diukur 3. Batasan pertanyaan dirumuskan dengan jelas SKALA PENILAIAN 1 2 3 4

4. Mencakup materi pelajaran secara reprensentatip 1. Petunjuk mengerjakan soal ditanyakan dengan jelas 2. Kalimat soal tidak menimbulkan KONSTRUKSI penafsiran ganda 3. Rumusan pertanyaan soal menggunakan kalimat Tanya atau perintah yang jelas

120

121 LEMBAR VALIDASI AKTIVASI SISWA Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil : Rasmi Rita P, S. Pd

Pekerjaan/ Jabatan : Guru SMP Negeri 2 Parepare Petunjuk ! Berikan tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan : 1. Berarti kurang baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik N o I URAIAN SKALA PENILAIAN 1 2 3 4

Aspek Petunjuk : Petunjuk lembar pengamatan dinyatakan dengan jelas II Aspek Cakupan Aktivitas : 1. Kategori aktivitas siswa yang diamati dinyatakan dengan jelas 2. Kategori siswa yang diamati termuat dengan jelas 3. Kategori siswa yang diamati dapat teramati dengan jelas III Aspek Bahasa :
1.

2. dipahami 3. Menggunakan pertanyaan yang komunikatif

Menggunakan Bahasa yang sesuai Menggunakan bahasa yang mudah

122

123 LEMBAR VALIDASI KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/ Semester Pembelajaran Penulis Nama Validator : Matematika : Bangun Ruang Sisi Datar : VIII. 7/ Genap : Pendekatan Keterampilan Proses : Haedil : Rasmi Rita P, S. Pd

Pekerjaan/ Jabatan : Guru SMP Negeri 2 Parepare Petunjuk ! Berikan tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai menurut pendapat Bapak/Ibu Keterangan : 1. Berarti kurang baik 2. Berarti cukup 3. Berarti baik 4. Berarti sangat baik N o 1 URAIAN SKALA PENILAIAN 1 2 3 4

Petunjuk Petunjuk lembar pengamatan dinyatakan dengan jelas 2 Kegiatan Pembelajaran a. Kategori aktivitas siswa yang diamati dinyatakan dengan jelas b. Kategori siswa yang diamati termuat dengan jelas c. Kategori siswa yang diamati dapat teramati dengan jelas 3 Bahasa a. Menggunakan Bahasa yang sesuai b. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami c. Menggunakan pertanyaan yang komunikatif

124

LAMPIRAN C

Instrumen Sebelum di Validasi Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Tes Hasil Belajar

Alternatif penyelesaian

Format Lembar Observasi

125

126

127

128

129

130

132

TES PRESTASI BELAJAR(SIKLUS I) MATA PELAJARAN KELAS WAKTU : Matematika : VIII SMP Negeri 2 Parepare : 90 menit

SELESAIKAN SOAL ESSAY DIBAWAH INI!


1. Dengan menggunakan gambar kubus dan balok berikut ini! H E D C A B S P Q R F G T W U V

a. Sebutkan bidang Kubus dan Balok! b. Sebutkan diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal dari Kubus dan Balok! 2. Dengan menggunakan gambar prisma dan limas berikut ini! F D C A B P Q E S R

133

a. Tentukan bidang-bidang (sisi) pada prisma dan limas tersebut. b. Tentukan diagonal bidang dan diagonal bidang dari bangun tersebut.

3. Berdasarkan gambar dibawah lukislah : a. Jaring-jaring kubus ABCD.EFGH H E F G

D A b. Jaring-jaring balok ABCD.EFGH, W T S P 4. berdasarkan gambar dibawah lukislah! a) jaring-jaring prisma B

V U R Q

b) Jaring-jaring Limas

134

KUNCI JAWABAN TES PRESTASI BELAJAR (SIKLUS I) No


1.

Alternatif Jawaban siswa


a. Bidang kubus dan Balok
H E D A B F C G

Bobot Skor
V U

W T S P Q

4 20
V U

ABCD adalah bidang (sisi) b. Kubus


H E D A B F C G

PQRS adalah bidang (sisi) Balok W T S P Q

4 4 4

BC adalah Diagonal ruang FC adalah Diagonla bidang EBCH adalah Bidang Diagonal Diagonal

QW adalah Diagonal ruang TQ adalah Diagonal Bidang QUWS adalah Bidang

135

2.

a. Bidang prisma dan limas F D C A B P Q E S R T 4

20
PQRS adalah bidang

ABC adalah bidang (sisi) (sisi)

4 b. prisma dan limas F D C A B P E s Q R T 4 4

Diagonal bidang adalah AE Bidang diagonal

PR adalah diagonal TPR adalah bidang

136

3.

a. Jaring-jaring Kubus ABCD.EFGH


H E D A B F C G H D

G C G H

A E

B F

30
5 7

b. Jaring-jaring Balok ABCD.EFGH W T S P Q V H U R E

G C B F G 7 G 3 F 5

D A E H

4.

a. Jaring-jaring prisma F D C A B E

F D E F D

3 5

A C

A 7 3 30

b. jarring-jaring limas 5

137

TES PRESTASI BELAJAR(SIKLUS II) MATA PELAJARAN KELAS WAKTU : Matematika : VIII SMP Negeri 2 Parepare : 90 menit

SELESAIKAN SOAL ESSAY DIBAWAH INI!


1. Perhatikan bangun dibawah ini!

138

P cm (a) (b)

a. tentukan rumus luas permukaan pada gambar (a) b. tentukan rumus luas permukaan pada gambar (b)

2. Perhatikan bangun di bawah ini! F D C a cm A (a) (b) a. Tentukan rumus luas permukaan pada gambar (a) b. Tentukan rumus luas permukaan pada gambar (b) 3. Hitunglah luas permukaan kubus yang panjang rusuk-rusuknya a. 8 cm b. 10 cm 4. Hitunglah luas permukaan balok jika diketahui panjang, lebar, dan tingginya sebagai berikut! a. 6 cm, 3 cm, 4 cm b. 7 cm, 2 cm, 5 cm c. 4 cm, 2 cm, 3 cm c. 12 cm a cm B P E b cm r cm S R T

p cm

139

No

KUNCI JAWABAN TES PRESTASI BELAJAR (SIKLUS II) Alternatif Jawaban siswa Bobot Skor

140

1.

a. pada gambar (a) merupakan gambar kubus. Rumus luas permukaan kubus = 6s2 Karena, panjang rusuk kubus p cm. maka Rumus luas permukaan kubus = 6p2 cm2 b. pada gambar (b) merupakan gambar balok. Rumus luas permukaan balok = 2(pl + pt + lt) Karena panjang(p) = a cm, lebar (l) = b cm, dan tinggi(t) = c cm. maka Rumus LPB = 2{(a.b) + (a.c) + (b.c)} = (2ab + 2ac + 2bc) cm2

4 4 20

2.

a. pada gambar (a) merupakan gambar prisma. Rumus Luas permukaan Prisma = (2xluas alas) +(Keliling bidang alas x tinggi) Luas alas = .a.a= a2/2
x = a2 + a2 x=a 2

Keliling alas = a + a + a 2
= (2+ 2 )a Tinggi prisma = b cm Rumus LP Prisma = (2 x a2/2) + ((2+ 2 )a x b) = a2 + ((2+ 2 )ab) cm2

4 20

b. Pada gambar (b) adalah gambar limas Rumus Luas PermukaanLimas = Luas alas +

141

jumlah luas segitiga bidang sisi tegaknya Luas alas = P2 cm2 Luas bidang sisi tegak = .p . r Jadi, jumlah luas bidang sisi tegak = 4 . .p . r = 2pr Rumus LP limas = p2 + 2pr = (p + 2r)p cm2
4

3.

luas permukaan kubus dengan panjang rusuk sebagai berikut: a. panjang rusuknya 8 cm Luas permukaan Kubus = s2 = 82 = 64 cm2 b. panjang rusuknya 10 cm Luas permukaan Kubus = s2 = 102 = 100 cm2 c. Panjang rusuknya 12 cm Luas permukaan Kubus = s2 = 12 = 144 cm
2 2

2 3 5 2 3 5 2 3 5

30

142

4.

Luas permukaan Balok dengan panjang, lebar, dan tinggi sebagai berikut! a. 6 cm, 3cm, 4 cm Luas permukaan Balok = 2(pl + pt + lt) = 2(6.3 + 6.4 + 3.4) = 2(18 + 24 + 12) = 2 (54) = 108 cm2 b. 7 cm, 2 cm, 3 cm Luas permukaan Balok = 2(pl + pt + lt) = 2(7.2 + 7.3 + 2.3) = 2(14 + 21 + 6) = 2(41) = 82 cm2 c. 4 cm, 2 cm, 3 cm Luas permukaan balok = 2(pl + pt + lt) = 2(4.2 + 4.3 + 2.3) = 2 (8 + 12 + 6) = 2(26) = 52 cm2
2 2 2 2 2 2 2 2 30 2 2 2 2 2 2 2

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

143

DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES I. Lembar Pengamatan


No kemampuan yang Dinilai Pertemuan pada Siklus I 1 2 3 4 Pertemuan pada Siklus II 5 6 7 8

1. 2. 3.

Jumlah Siswa yang hadir Mengamati bangun ruang

Mengklasifikasikan/menggolongkan bangun ruang 4. Menafsirkan/memberi arti bangun ruang yang telah diamati 5. Meramalkan sesuatu yang saling berkaitan dengan hasil penafsiran 6. Menerapkan/mengaplikasikan konsep yang dipelajari 7. Bertanya materi yang belum dipahami 8. Menjawab pertanyaan dari siswa yang lain 8. Melaksanakan penelitian (tugas lanjutan) 9. Mengomunikasikan hasil pekerjaannya di depan kelas 10. Kemampuan menyimpulkan materi II. Komentar dan saran pengamat: . . . .

144

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi : . : ..../..... : /..... : .. : .. : .. : .. : .. : ..

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

1 : berarti Tidak Baik 2 : berarti Kurang Baik

3 : berarti cukup Baik 4 : berarti Sangat Baik

B. Lembar Pengamatan:

145

No 1.

Aspek yang diamati 1 Kegiatan Pendahuluan: a. Kemampuan memotivasi siswa/mengkomunasikan tujuan pembelajaran b. Kemampuan menghubungkan pelajaran saat itu dengan pelajaran sebelumnya c. Kemampuan menginformasikan langkah-langkah pembelajaran/membahas PR Nilai Rata-rata

Nilai 3

2.

Kegiatan Inti: a. Kemampuan menyajikan bangun ruang b. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep g. Kemampuan mengarahkan siswa melakukan penelitian h. Kemampuan menghargai berbagai pendapat siswa i. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengomunikasikan hasil penelitiannya di depan kelas j. Kemampuan mendorong siswa untuk mau bertanya, mengeluarkan pendapat atau menjawab pertanyaan k. Kemampuan mengajukan dan menjawab pertanyaan Nilai Rata-rata Kegiatan Penutup: a. Kemampuan mengarahkan siswa untuk membuat/

3.

....

....

....

...

146

No

Aspek yang diamati menegaskan rangkuman materi pelajaran b. Kemampuan memberikan tugas mandiri (PR) dan memotivasi siswa untuk mengerjakan tes kompetensi Nilai Rata-rata

Nilai 3

4. 5.

Kemampuan Mengelola Waktu: Nilai Rata-rata Suasana Kelas: a. Antusias Siswa b. Antusias Guru Nilai Rata-rata

C. Saran dan Komentar Pengamat: Parepare,

Pengamat/Observer

LAMPIRAN D

Instrumen Setelah di Validasi Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Tes Hasil Belajar Alternatif penyelesaian Format Lembar Observasi

146

147

148

149

150

151

152

153

154

155

TES HASIL BELAJAR (SIKLUS I) MATA PELAJARAN KELAS WAKTU : Matematika : VIII SMP Negeri 2 Parepare : 90 menit

SELESAIKAN SOAL ESSAY DIBAWAH INI!


1. Dengan menggunakan gambar kubus dan balok berikut ini! H E D C A a. b. B Sebutkan bidang Kubus dan Balok! Sebutkan diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal dari S P Q R F G T W U V

Kubus dan Balok!

2. Dengan menggunakan gambar prisma dan limas berikut ini! F D C A B P Q E S R T

156

a. b.

Tentukan bidang-bidang (sisi) pada prisma dan limas tersebut. Tentukan diagonal bidang dan diagonal bidang dari bangun tersebut.

3. Berdasarkan gambar dibawah lukislah : a. Jaring-jaring kubus ABCD.EFGH H E F G

D A b. Jaring-jaring balok ABCD.EFGH, W T S P 4. berdasarkan gambar dibawah lukislah! a) jaring-jaring prisma F D C A B E A B

V U R Q

b) Jaring-jaring Limas T

D B

157

KUNCI JAWABAN TES HASIL BELAJAR (SIKLUS I) No


1.

Alternatif Jawaban siswa


a. Bidang kubus dan Balok
H E D A B F C G

Bobot Skor
V U

W T S P Q

4 20
V U

ABCD adalah bidang (sisi) b. Kubus


H E D A B F C G

PQRS adalah bidang (sisi) Balok W T S P Q

4 4 4

BC adalah Diagonal ruang FC adalah Diagonla bidang EBCH adalah Bidang Diagonal

QW adalah Diagonal ruang TQ adalah Diagonal Bidang QUWS adalah Bidang Diagonal

158

2.

a. Bidang prisma dan limas F D C A B P Q E S R T 4

20
PQRS adalah bidang (sisi)

ABC adalah bidang (sisi)

b. prisma dan limas F D C A B P E s T

4 4 R 4 Q PR adalah diagonal Bidang

Diagonal bidang adalah AE TPR adalah bidang diagonal 3. a. Jaring-jaring Kubus ABCD.EFGH
H E D A B F C G H

H D

G C G H

A E

B F

7 5

30

b. Jaring-jaring Balok ABCD.EFGH W T S P Q V H U R

G C G

159

3 E A E H B F G F 7 5

4.

a. Jaring-jaring prisma F D C A B E A D

F E F D

3 7

B C

A 5 3 7 30

b. jarring-jaring limas

D A B

160

TES HASIL BELAJAR (SIKLUS II) MATA PELAJARAN KELAS WAKTU : Matematika : VIII SMP Negeri 2 Parepare : 90 menit

SELESAIKAN SOAL ESSAY DIBAWAH INI!


1. Perhatikan bangun dibawah ini!

P cm (a)

a (b)

c. tentukan rumus luas permukaan pada gambar (a) d. tentukan rumus luas permukaan pada gambar (b) 2. Perhatikan bangun di bawah ini! F S R T

161

D C a cm A (a) a cm

E b cm r cm

p cm (b)

c. Tentukan rumus luas permukaan pada gambar (a) d. Tentukan rumus luas permukaan pada gambar (b) 3. Hitunglah luas permukaan kubus yang panjang rusuk-rusuknya a. 8 cm b. 10 cm 4. Sebuah bingkisan dimasukkan kedalam kotak, kemudian dibungkus menggunakan kertas kado. Ukuran kado 40 cm x 25 cm x 12 cm. Tentukan luas kertas kado yang diperlukan untuk membungkus kado tersebut. c. 12 cm

162

No
1.

KUNCI JAWABAN TES HASIL BELAJAR (SIKLUS II) Alternatif Jawaban siswa Bobot Skor
a. pada gambar (a) merupakan gambar kubus. Rumus luas permukaan kubus = 6s2 Karena, panjang rusuk kubus p cm. maka Rumus luas permukaan kubus = 6p2 cm2 b. pada gambar (b) merupakan gambar balok. Rumus luas permukaan balok = 2(pl + pt + lt) Karena panjang(p) = a cm, lebar (l) = b cm, dan tinggi(t) = c cm. maka Rumus LPB = 2{(a.b) + (a.c) + (b.c)} = (2ab + 2ac + 2bc) cm2
4 4 4 4 20 4

163

2.

a. pada gambar (a) merupakan gambar prisma. Rumus Luas permukaan Prisma = (2xluas alas) +(Keliling bidang alas x tinggi) Luas alas = .a.a= a2/2
x = a2 + a2
a x

x=a 2

Keliling alas = a + a + a 2
= (2+ 2 )a Tinggi prisma = b cm Rumus LP Prisma = (2 x a2/2) + ((2+ 2 )a x b) = a2 + ((2+ 2 )ab) cm2

4 20

b. Pada gambar (b) adalah gambar limas Rumus Luas PermukaanLimas = Luas alas + jumlah luas segitiga bidang sisi tegaknya Luas alas = P2 cm2 Luas bidang sisi tegak = .p . r Jadi, jumlah luas bidang sisi tegak = 4 . .p . r = 2pr Rumus LP limas = p2 + 2pr = (p + 2r)p cm2
4

164

3.

luas permukaan kubus dengan panjang rusuk sebagai berikut: d. panjang rusuknya 8 cm Luas permukaan Kubus = s2 = 82 = 64 cm2 e. panjang rusuknya 10 cm Luas permukaan Kubus = s2 = 102 = 100 cm2 f. Panjang rusuknya 12 cm Luas permukaan Kubus = s2 = 122 = 144 cm2
2 3 5 30 2 3 5 2 3 5

4.

Diketahui : kado yang berbentu balok, dengan ukuran: Panjang = 40 cm Lebar = 25 cm Tinggi = 12 cm Ditanyakan : luas kertas kado yang diperlukan ? Penyelesaian : Karena bentuknya seperti balok, maka luas kertas kado sama dengan mencari luas permukaan balok. L = 2 (p.l + l.t + l.t) = 2 (40.25 + 40.12 + 25.12) = 2 (1000 + 4800 + 300) = 2 (5200) = 10.400 cm2 Jadi luas kertas kado yang diperlukan adalah 10.400 cm2
3 3 3 3 3 3 30 3 2 2 2 3

165

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES Hari/Tanggal Observasi : .. Pertemuan ke- /No. RP Jam ke- /Pukul Nama Guru : ......./.. : /..... : ..

Pendidikan Terakhir Guru:.. Nama sekolah Kelas/Semester Materi Uraian Materi : .. : .. : .. : ..

I. Petunjuk:

166

A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

II. Lembar Pengamatan


No Aktivitas yang Dinilai Rentang waktu Jumlah siswa pada aktivitas tertentu 1-10 menit 10-12 menit 12-15 menit 15-18 menit 18-20 menit 20-45 menit 45-65 menit 65-75 menit 75-80 menit

1. Bertanya terhadap materi yang kurang dipahami 2. Mengamati bangun ruang 3. Mengklasifikasikan/menggolongkan bangun ruang 4. Menafsirkan/memberi arti bangun ruang yang telah diamati 5. Meramalkan sesuatu yang saling berkaitan dengan hasil penafsiran 6. Menerapkan/mengaplikasikan konsep yang dipelajari 7. Melaksanakan penelitian (tugas lanjutan) 8. Mengomunikasikan hasil pekerjaannya di depan kelas 9. Kemampuan menyimpulkan materi III. Komentar dan saran pengamat:

167

Parepare, Maret 2010 Observer

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: . : ..../..... : /..... : .. : .. : .. : /.... : .. : ..

168

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran yang

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan

169

No

Aspek yang diamati kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep


g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan penelitian.

Nilai 2 3 4

j. Kemampuan menyampaikan cara penelitian dan menginstruksikan melaksanakan penelitian k. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengomunikasikan hasil penelitiannya di depan kelas 3. Nilai Rata-rata Kegiatan Penutup: a. Kemampuan mengarahkan siswa untuk membuat/ menegaskan rangkuman materi pelajaran b. Kemampuan memberikan tugas mandiri (PR) dan memotivasi siswa untuk mengerjakan tes kompetensi Nilai Rata-rata 4. Kemampuan Mengelola Waktu: Nilai Rata-rata

....

....

....

...

...

C. Saran dan Komentar Pengamat: Parepare,

170

Observer

170

LAMPIRAN E

Hasil Penelitian
THB Lembar Observasi aktivitas siswa Lembar Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran

170

171

DAFTAR NILAI SISWA KELAS VIII7 SMP NEGERI 2 PAREPARE No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. NAMA SISWA ADI PRAWIRA N AGRIYANTI FATIAR AISYAH MILA RESKY A. HATIKA INTAN A AYU LESTARI CATUR SUCI S DAMAYANTI DARWIS GILANG RAMADHAN HAERUL HERFIRA DESY F ILHAM AKBAR ALMAN FADLI INDKA PURNAMA SARI IRFAN SUSILO JAMAL JAYANTI WILDA SARI JULYATMI KURNIA JUMRIANI KASMAWANI MEGALIN PUJIANA MIZWAR MUNIR NENO AULIA MAHRUM NIZAM T NURALIYAH NURKHAIRA MAZITA J NURUL WIDYASTUTIK OKTAVERA HUTABRI PUTRI IMAMPIRAMMIN REKSY PRADANA RIO AGUSTIAWAN RAJAB RIZAL SAFITRA SERLIAWATI SUBARJA YASIN YANRI TULUNG BONGI YAYAH FAUSIA ALFAH YULIANA YUSRIN NISMAYANTI TES HASIL BELAJAR SIKLUS I SIKLUS II 80 82 82 89 96 95 55 77 64 80 93 76 64 84 55 56 80 81 64 75 65 87 60 83 75 77 80 80 85 77 75 80 64 82 80 76 87 90 58 64 64 85 80 85 42 54 88 92 70 94 84 90 82 88 67 92 40 63 77 85 77 81 59 64 50 64 86 84 87 100 80 93 96 89 80 87

172

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 3 Maret 2010 : I : 09:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Unsur-unsur Bangun Ruang Sisi Datar

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

173

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan yang pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep
g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan penelitian.

174

175

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Kamis, 4 Maret 2010 : II : 07:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Jaring-jaring Kubus dan balok

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

176

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan yang pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep
g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan

penelitian.

177

178

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 10 Maret 2010 : III : 09:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Jaring-jaring prisma dan limas

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

179

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan yang pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep
g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan penelitian.

180

181

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 17 Maret 2010 : V : 07:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Luas Permukaan Prisma dan limas

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

182

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan yang pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep
g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan

penelitian.

183

184

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Kamis, 18 Maret 2010 : VI : 07:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Luas Permukaan Prisma dan Limas

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

185

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan yang pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep
g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan

penelitian.

186

187

LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN GURU MENGELOLA PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 24 Maret 2010 : VII : 09:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Luas permukaan Kubus dan balok

A. Petunjuk:

Berilah tanda cek () pada kolom nilai yang sesuai menurut penilaian Bapak/Ibu:

0 : berarti Tidak Baik 1 : berarti Kurang Baik 2 : berarti Cukup

3 : berarti Baik 4 : berarti Sangat Baik

188

B. Lembar Pengamatan: No 1. Aspek yang diamati Kegiatan Pendahuluan:


a. Mengingatkan siswa pada bahan yang pernah dipelajari sebelumnya, b. Memotivasi siswa, c. Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan d. Membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen. pengajaran

Nilai 1 2 3

Nilai Rata-rata 2. Kegiatan Inti:


a. Kemampuan menyiapkan media pembelajaran di depan kelas

..

b. Kemampuan menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk dapat mengamati bangun ruang yang telah disiapkan. c. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat mengelompokkan bangun ruang d. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat memberikan penafsiran terhadap hasil pengamatan e. Kemampuan mengarahkan siswa untuk dapat meramalkan sesuatu yang berdasarkan kecenderungan yang dimilki f. Kemampuan mengajarkan konsep
g. Kemampuan menyampaikan objek yang akan diteliti(dalam hal ini soal yang berhubungan dengan bangun ruang) h. Kemampuan Menyampaikan tujuan penelitian i. Kemampuan menyampaikan alat dan bahan

.. ..

..

penelitian.

189

190

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 3 Maret 2010 : I : 09:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Unsur-unsur Bangun Ruang Sisi Datar

I. Petunjuk: A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

191

192

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Kamis, 4 Maret 2010 : II : 07:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar :Jaring-jaring Kubus dan balok

I. Petunjuk: A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

193

194

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 10 Maret 2010 : III : 09:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar :Jaring-jaring prisma dan limas

I. Petunjuk: A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

195

196

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 17 Maret 2010 : V : 07:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar :Luas Permukaan Prisma dan limas

I. Petunjuk: A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

197

198

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Kamis, 18 Maret 2010 : VI : 07:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Luas Permukaan Prisma dan Limas

I. Petunjuk: A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

199

200

LEMBAR OBSERVASI TENTANG AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES

Hari/Tanggal Observasi Pertemuan ke-/No. RPP Jam ke- /Pukul Nama Guru Pendidikan Terakhir Guru Nama sekolah Kelas/Semester Materi Sub Materi

: Rabu, 24 Maret 2010 : VII : 09:30 : Rasmi Rita p, S. Pd : S1 : SMP Negeri 2 Parepare. : VIII.7 : Bangun Ruang Sisi Datar : Luas permukaan Kubus dan balok

I. Petunjuk: A. Amatilah Aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. B. Tuliskan hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, dengan prosedur sebagai berikut: 1. Dengan waktu tertentu, pengamat melihat aktivita siswa satu persatu 2. pengamat mengisi jumlah siswa yang melakukan aktifitas tertentu.

201

LAMPIRAN F

Analisis
Hasil Penelitian

202

203

203

Statistics Siklus I N Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentiles 25 50 75 a Calculated from grouped data. b Percentiles are calculated from grouped data. Statistics Siklus II N Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Percentiles 25 50 75 a Calculated from grouped data. b Multiple modes exist. The smallest value is shown c Percentiles are calculated from grouped data. Valid Missing Valid Missing

38 0 72,92 77,00(a) 80 14,105 198,940 -,523 ,383 -,346 ,750 56 40 96 2771 62,67(b) 77,00 82,67

38 0 81,24 82,67(a) 66(b) 10,505 110,348 -,864 ,383 ,627 ,750 46 54 100 3087 76,60(c) 82,67 88,67

204

Hasil Belajar Matematika Frequency 1 1 1 2 1 1 1 5 1 1 1 2 2 7 2 1 1 1 2 1 1 1 1 38 Percent 2,6 2,6 2,6 5,3 2,6 2,6 2,6 13,2 2,6 2,6 2,6 5,3 5,3 18,4 5,3 2,6 2,6 2,6 5,3 2,6 2,6 2,6 2,6 100,0 Valid Percent 2,6 2,6 2,6 5,3 2,6 2,6 2,6 13,2 2,6 2,6 2,6 5,3 5,3 18,4 5,3 2,6 2,6 2,6 5,3 2,6 2,6 2,6 2,6 100,0 Cumulative Percent 2,6 5,3 7,9 13,2 15,8 18,4 21,1 34,2 36,8 39,5 42,1 47,4 52,6 71,1 76,3 78,9 81,6 84,2 89,5 92,1 94,7 97,4 100,0

Valid

40 42 50 55 58 59 60 64 65 67 70 75 77 80 82 84 85 86 87 90 93 94 96 Total

Kategori Hasil Belajar Matematika Frequency 4 14 7 10 3 38 Percent 10,5 36,8 18,4 26,3 7,9 100,0 Valid Percent 10,5 36,8 18,4 26,3 7,9 100,0 Cumulative Percent 10,5 47,4 65,8 92,1 100,0

Valid

90-100 (Sangat Tinggi) 80-89 (Tinggi) 65-79 (Sedang) 55-64 (Rendah) 0-54 (Sangat Rendah) Total

Ketuntasan Belajar Cumulative Percent 65,8 100,0

Valid

65-100 (Tuntas) 0-64 (Tidak Tuntas) Total

Frequency 25 13 38

Percent 65,8 34,2 100,0

Valid Percent 65,8 34,2 100,0

Hasil Belajar Matematika

205

Valid

54 56 63 66 75 76 77 80 81 82 83 84 85 87 88 89 90 92 93 94 95 100 Total

Frequency 1 1 1 3 1 2 3 3 2 2 1 2 3 2 1 2 2 2 1 1 1 1 38

Percent 2,6 2,6 2,6 7,9 2,6 5,3 7,9 7,9 5,3 5,3 2,6 5,3 7,9 5,3 2,6 5,3 5,3 5,3 2,6 2,6 2,6 2,6 100,0

Valid Percent 2,6 2,6 2,6 7,9 2,6 5,3 7,9 7,9 5,3 5,3 2,6 5,3 7,9 5,3 2,6 5,3 5,3 5,3 2,6 2,6 2,6 2,6 100,0

Cumulative Percent 2,6 5,3 7,9 15,8 18,4 23,7 31,6 39,5 44,7 50,0 52,6 57,9 65,8 71,1 73,7 78,9 84,2 89,5 92,1 94,7 97,4 100,0

Kategori Hasil Belajar Matematika Frequency 8 18 9 2 1 38 Percent 21,1 47,4 23,7 5,3 2,6 100,0 Valid Percent 21,1 47,4 23,7 5,3 2,6 100,0 Cumulative Percent 21,1 68,4 92,1 97,4 100,0

Valid

90-100 (Sangat Tinggi) 80-89 (Tinggi) 65-79 (Sedang) 55-64 (Rendah) 0-54 (Sangat Rendah) Total

Ketuntasan Belajar Cumulative Percent 92,1 100,0

Valid

65-100 (Tuntas) 0-64 (Tidak Tuntas) Total

Frequency 35 3 38

Percent 92,1 7,9 100,0

Valid Percent 92,1 7,9 100,0

206

Histogram
14

12

10

y c n u q e r F

2 Mean = 72.92 Std. Dev. = 14.105 N = 38 0 40 50 60 70 80 90 100

Hasil Belajar M atem atika

Siklus I
10

y c n u q e r F
4 2

M ean = 81.24 Std. Dev. = 10.505 N = 38 0 50 60 70 80 90 100

Hasil Belajar MSiklus II atem atika

LAMPIRAN G

Surat-Surat Dan Dokumentasi

207

208

209

210

211

212

DAFTAR RIWAYAT HIDUP HAEDIL, Lahir di Parepare 11 September 1988. Anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan ayahanda H. Abd. Hamid dan ibunda Dahlia. Mulai memasuki jenjang pendidikan dasar di SD Negeri 19 Parepare dari tahun 1994 hingga tahun 2000. Kemudian lanjut ke jenjang pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 2 Parepare tahun 2000 dan tamat pada tahun 2003. Kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Parepare pada tahun 2003 dan tamat pada tahun 2006. Tahun 2006 memasuki jenjang pendidikan tinggi Strata Satu (S1) di Universitas Muhammadiyah Parepare Program Studi Pendidikan matematika dan komputasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.