Anda di halaman 1dari 24

BRONCHOPNEUMONIA

NAZWA 201020401011147

Definisi
Bronkopneumonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu suatu peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus disekitarnya, yang sering menimpa anak-anak dan balita, yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing.

Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak infiltrat. ( Whalley and Wong, 1996).

Epidemiologi

Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah lima tahun (balita)

Di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, menunjukkan; prevalensi nasional ISPA: 25,5% (16 provinsi di atas angka nasional), angka kesakitan (morbiditas) pneumonia pada Bayi: 2.2 %, Balita: 3%, angka kematian (mortalitas) pada bayi 23,8%, dan Balita 15,5%

Etiologi
USIA Lahir 20 hari ETIOLOGI YANG SERING BAKTERI E. colli Streptococcus group B Listeria monocytogenes ETIOLOGI YANG JARANG BAKTERI Bakteri anaerob Streptococcus group D Haemophillus influenza Streptococcus pneumonia Ureaplasma urealyticum VIRUS Virus Sitomegalo Virus Herpes simpleks BAKTERI Bordetella pertussis Haemophillus influenzae tipe B Moraxella catharalis Staphylococcus aureus Ureaplasma urealyticum VIRUS Virus Sitomegalo BAKTERI Haemophillus influenzae tipe B Moraxella catharalis Neisseria meningitides Staphylococcus aureus VIRUS Virus Varisela-Zoster

3 minggu 3 bulan

BAKTERI Chlamydia trachomatis Streptococcus pneumoniae VIRUS Virus Adeno Virus Influenza Virus Parainfluenza 1, 2, 3 Respitatory Syncytical Virus BAKTERI Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Streptococcus pneumoniae VIRUS Virus Adeno Virus Influenza Virus Parainfluenza Virus Rino Respiratory Synncytial virus BAKTERI Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Streptococcus pneumoniae

4 bulan 5 tahun

5 tahun remaja

BAKTERI Haemophillus influenza Legionella sp Staphylococcus aureus VIRUS Virus Adeno Virus Epstein-Barr Virus Influenza Virus Parainfluenza Virus Rino Respiratory Syncytial Virus Virus Varisela-Zoster

Faktor Resiko
BBLR
Polusi udara ( asap rokok atau polusi industri)

Tdk imunisasi

Kolonisasi bakteri patogen di nasofaring

Pneumonia pd masa bayi


Tdk dpt ASI yg adekuat

Def. Vit A

Penularan

Droplets mencapai udara ketika orang yang terinfeksi dengan kuman ini batuk atau bersin.

Bakteri atau virus yang normalnya ada pada mulut, tenggorokan, atau hidung secara tidak sengaja masuk ke paru.

Melalui darah, khususnya selama dan segera setelah lahir.

Klasifikasi
A. Berdasarkan klinis dan epidemiologi

B. Berdasarkan lokasi infeksi

Pneumonia komuniti (Community-acquired pneumonia= CAP) Penumonia nosokomial (Hospital-acquired Pneumonia= HAP) Pneumonia pada penderita immunocompromised Pneumonia aspirasi

Pneumonia lobaris Bronko pneumonia (Pneumonia lobularis) Pneumonia interstisial

C. Berdasarkan Etiologi(12) Tabel 2. Klasifikasi pneumonia pada anak menurut etiologi Jenis Bakteri Mikroorganisme Pneumococcus, Streptococcus, Staphylococcus, Haemophillus influenzae, Pseudomonas aeruginosa. Respiratory syncitial virus, adenovirus, sitomegalovirus, virus influenza dan Pneumocystis carinii pneumonia, Q fever, Mycoplasma pneumoniae pneumonia, Klamidia, dll Aspergilus,Koksidioidomikosis, Histoplasma Cairan amnion, makanan, cairan lambung, benda asing

Virus atau kemungkinan virus Pneumonitis bronkiolitis interstitial

Infeksi lain : - Jamur - Aspirasi - Sindrom Loeffler - Pneumonia hipostatik - Pneumonia oleh obat / radiasi - Pneumonia hipersensitivitas

Patogenesis
Mikroorganisme sal.respiratori par bag. perifer edema jaringan paru proliferasi kuman jar. sekitar. Bagian paru tsb. konsolidasi : serbukan sel PMN, fibrin, eritrosit, cairan edema, kuman stadium hepatisasi merah. Selanjutnya : deposisi fibrin bertambah, tdp fibrin dan lekosit PMN di alveoli, fagositosis cepat stadium hepatisasi kelabu. jumlah makrofag meningkat di alveoli, degenerasi sel, fibrin menipis, kuman dan debris menghilang stadium resolusi

Manifestasi Klinis
Bronkopneumonia biasanya di dahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas selama beberapa hari
Gambaran infeksi umum : Demam suhu bisa mencapai 39-40oC dan kadang dapat juga disertai dengan kejang akibat demam yang tinggi. Sakit kepala Gelisah Malaise Penurunan nafsu makan Keluhan gastrointestinal mual, muntah, diare Gambaran gangguan respiratori: Batuk produktif Sesak nafas Retraksi dada Takipnea Napas cuping hidung Penggunaan otat pernafasan tambahan Sianosis Merintih

Pmx Penunjang
Darah lengkap

C reaktif protein

Uji serologis

Pemeriksaan mikrobiologis

Foto toraks

Diagnosis Banding
Pneumonia lobaris

Bronkiolitis

Aspirasi benda asing

Atelektasis

Tuberkulosis

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Umum Pemberian Antibiotik
Amoksisilin pilihan pertama untuk antibiotik oral pada anak < 5 tahun. Antibiotik iv (ampisilin dan kloramfenikol, co-amoxiclav, ceftriaxone, dan cefotaxime) neonatus 2 bulan yaitu ampisilin dan gentamisin. Pada usia > 2 bulan, lini pertama ampisilin diberikan bila dalam 3 hari tidak ada perbaikan dapat ditambahkan kloramfenikol, lini kedua dapat diberikan seftriaxone.

Oksigen Cairan intravena Antipiretik dan analgetik menjaga kenyamanan pasien dan mengontrol batuk. Nebulizer dengan 2 agonis atau NaCl memperbaiki mucocilliary clearance.

Pencegahan
Imunisasi terhadap Hib, pneumococcus, campak, dan pertusis

Nutrisi yang adekuat

Memperbaiki faktor lingkungan seperti menjaga kebersihan pada rumah yang padat

Komplikasi
Pneumothorax Infeksi ekstrapulmoner (meningitis purulenta)

Perikarditis purulenta

Efusi pleura

Empiema torasis

Pneumonia

Abses paru

POMR
Data Base Clue & Cue Problem List Initial Dx Dx IDENTITAS Nama: An. Khurinada Jenis Kelamin: Perempuan Usia: 4 bln Alamat: Tamanan Tgl MRS: 21- 022012 Jam MRS: 09.45 No. RM: 233055 Anamnesis KU: Batuk RPS: Pasien batuk sejak 3 hari, batuk grok-grok, dahak (+) tdk bisa keluar. Pilek sejak 3 hari, ingus kental. Panas (+) setelah imunisasi DPT III 6 hari yg lalu, kejang (-). Sesak (+) sejak 3 hari, sesak terutama terlihat setelah batuk. Minum (ASI) pasien seperti biasa. Perempuan, 4 bulan Kesadaran : Composmentis RR : 60x/mnt (takipnea) N: 158x/mnt t : 37.4C BB:6100 gram Status Gizi : Baik Turgor normal, CRT < 2dtk A/I/C/D : -/-//+ -Kepala dan Leher Mata: mata cowong (+) Hidung : sekret (+), nafas cuping hidung (-) Mulut : mukosa basah (+), pucat (-), sianosis (-) Cough produktif (+) Dispnea (+) Vomit (+) Diare (+) Retraksi epigastrial (+) Rhonki (+) Wheezing (+) Bronchopneu monia DD: Bronkiolitis P.Lobaris Atelektasis Tuberculosis DL FL UL SE Foto Thorax Tx Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari tiap 6 jam Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari tiap 6 jam Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x1/2 cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari L-Bio 1x1 sachet Planning Monitoring 1.Inspeksi keadaan umum anak 2.Vital sign (RR, HR, T, inspeksi & auskultasi paru) Edukasi 1. Hindari faktor pencetus Hindari asap rokok Hindari polusi udara Kebersihan lingkungan Hindari kontak penderita batuk 2.Perbaiki life style 3.Informasi kepada keluarga tentang penyakit anak dan prognosisnya 4. Pasien tetap diberikan minuman (ASI) seperti biasa

Data Base

Clue & Cue

Problem List

Initial Dx Dx Tx

Planning Monitoring Edukasi

Muntah (+) sejak 3 hari, muntah 3-5 kali/hari, muntah cairan berwarna putih disertai dahak. Minum (ASI) normal seperti biasa. BAB cair sejak 3 hari, 3-5 kali/hari, warna kehijauan, berampas, berlendir dan tanpa darah.BAK normal seperti biasa. RPD: Pasien belum pernah sakit seperti ini sebelumnya RPK: Keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat sakit seperti ini. Riwayat Kelahiran: Anak lahir ditolong oleh bidan di RSUD Gambiran. Umur kehamilan 38-39 minggu. Anak lahir spontan langsung menangis, dengan berat badan lahir 3000 gram dan panjang badan 45 cm. Bayi tidak tampak kebiruan dan kuning. Riwayat Imunisasi: Bayi mendapat imunisasi di puskesmas. Anak dirawat dirumah, dalam keadaan sehat tidak ada kelainan bawaan dan tidak kuning. Riwayat imunisasi hingga saat ini BCG, Polio I/II/III, DPT I/II/III, Hepatitis B. Ibu di imunisasi TT (+) di puskesmas (sebelum menikah 1x).

-Thoraks Paru : simetris, retraksi epigastrial (+), nyeri tekan (-), sonor, Rhonki (+), Wheezing (+). Jantung : S1 S2 tunggal, bising jantung (-) -Abdomen Supel, nyeri tekan (), hepar dan lien tidak teraba, meteorismus (-), asites (-), BU(+) meningkat. -Extremitas Akral hangat, oedem (-)

Data Base

Clue & Cue

Problem List

Initial Dx Dx Tx

Planning Monitoring Edukasi

Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum: Keadaan Sakit: tampak sesak Kesadaran : CM Tanda vital: Nadi 158x/mnt, RR 60x/mnt , Suhu 37,4C BB 6100 gr, status gizi -2SD s/d 2SD= BB Normal - Kepala & Leher: Mata : Anemis (-), Ikterus (-), mata cowong (+) Telinga : Sekret (-) Hidung : Sekret (+), perdarahan (), nafas cuping hidung (-) Mulut : pucat (-), sianosis (-), mukosa bibir & mulut basah, faring hiperemis (+), lidah kotor (-) Leher : pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran kelenjar tiroid (-), pergeseran trakhea (-) - Thorax: Bentuk Normal, Payudara Normal a. Paru Inspeksi : Diam simetris ; pergerakan simetris ; retraksi epigastrial (+) Palpasi : Pergerakan simetris ; Fremitus raba sama kanan-kiri Perkusi : Suara ketok sonor Auskultasi : suara napas abnormal wheezing +/+; ronchi +/+

Data Base

Clue & Cue

Problem List

Initial Dx Dx Tx

Planning Monitoring Edukasi

b. Jantung Pembesaran Normal Auskultasi: S1 S2 tunggal, bising tidak ada


- Abdomen: Meteorismus (-) , Ascites (-) , fenomena papan catur (-) , Hepar tidak teraba , Lien tidak teraba , Bising usus meningkat - Inguinal, Genitalia, Anus: Tidak ada kelainan - Ekstremitas: Tidak ada kelainan, akral hangat - Tulang belakang: Normal Hasil Laboratorium DL: Leukosit 9000/uL, Eritrosit 4,33 Hb 10,9 g/dL Hematokrit 34,1% Trombosit 522.000/uL GDA 106 mg/dl UL: leukosit 0-1, erytrosit 1-2 epitel 1-2 FL: Eritrosit (-), Leukosit (-) Foto Thorax Tampak infiltrat pada pulmo dextra & sinistra, pembesaran lymphonodi (+) Sinus costophrenicus lancip, diafragma licin, CTR 0,5 Kesan: - Bronchopneumonia dextra & sinistra, susp e.c KP primer (Lab+Klinis?), cor (N)

Foto Thorax

FOLLOW UP
TGL 22-02-2012 S Sesak (+), batuk (+), grok-grok, dahak tdk bisa keluar. Panas (). Muntah (+) 2 kali, warna putih disertai dahak. Pilek (+). BAB cair 2 kali,warna kehijauan, lendir (+), ampas (+), darah (-). BAK dbn. Minum (ASI) dbn. O KU : Baik Kesadaran : CM Tax 37,3C RR: 66 x/mnt N : 100x/mnt a/i/c/d : -/-/-/+ K/L: mata cowong (+), Thorax : simetris, sonor, rh+/+, wh+/+, retraksi epigastrial (+) Cor : S1S2 tunggal Abd. : BU (), supel, timpani Ekst: akral hangat A Bronchopneumonia Bronchopneumonia P Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari L-Bio 1x1 sachet Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari Fisioterapi L-Bio 1x1 sachet

23-02-2012

Batuk (+), grok-grok, dahak tdk bisa keluar. Pilek (+).Sesak (+), muntah (-), panas (+). BAB cair 1 kali,warna kekuningan, ampas (+), lendir (+), darah (-). BAK dbn. Minum dbn.

KU : Baik Kesadaran : CM Tax 37,5C RR: 44 x/mnt N : 128x/mnt a/i/c/d : -/-/-/+ K/L: mata cowong (+) Thorax : simetris, sonor, rh+/+, wh+/+, retraksi epigastrial (+) Cor : S1S2 tunggal Abd. : BU (), supel, meteorismus (+) Ekst: akral hangat

TGL 24-02-2012

S Batuk (+) sudah berkurang, pilek (+) sudah berkurang, panas (-). Muntah (+) 1 kali,BAB cair 1 kali, lendir (+), ampas (+).BAK dbn, minum dbn. Setelah difisioterapi, mata melihat keatas.

O KU : Baik Kesadaran : CM Tax 36,5C RR: 32 x/mnt N : 130x/mnt a/i/c/d : -/-/-/K/L: mata cowong (+) Thorax : simetris, sonor, rh+/+, wh+/+ Cor : S1S2 tunggal Abd. : BU (), supel, meteorismus (+) Ekst: akral hangat

A Bronchopneumonia Bronchopneumonia

P Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari Fisioterapi stop L-Bio 1x1 sachet Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari L-Bio 1x1 sachet

25-02-2012

Batuk (+) berkurang, panas (-), BAB cair 3 kali, ampas (+), lendir (-), BAK dbn. Minum sedikit.

KU : Baik Kesadaran : CM Tax 36,2C RR: 30 x/mnt N : 108x/mnt a/i/c/d : -/-/-/K/L: mata cowong (+) Thorax : simetris, sonor, rh+/+, wh-/Cor : S1S2 tunggal Abd. : BU (), supel, meteorismus (+) Ekst: akral hangat

TGL 26-02-2012

S Batuk (+) jarang, panas (-). BAB cair 3 kali, ampas (+), lendir (+). BAK dbn. Minum dbn.

O KU : Baik Kesadaran : CM Tax 36,5C RR: 34 x/mnt N :110x/mnt a/i/c/d : -/-/-/K/L: mata cowong Thorax: simetris, sonor, rh+/+, wh-/Cor : S1S2 tunggal Abd. : BU (N), supel, meteorismus (-) Ekst: akral hangat

A Bronchopneumonia

P Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x1/2 cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari L-Bio 1x1 sachet

27-0221012

Batuk (+) jarang, panas (-). BAB cair 1 kali, ampas (+), lendir (+). BAK dbn. Minum dbn.

KU : Baik Kesadaran : CM Tax 36,4C RR: 40 x/mnt N :120x/mnt a/i/c/d : -/-/-/K/L: dbn Thorax: simetris, sonor, rh+/+, wh-/Cor : S1S2 tunggal Abd. : BU (N), supel, meteorismus (-) Ekst: akral hangat

Bronchopneumonia

Infus N4 6 tpm makro Pemasangan O2 nasal 2 lpm Nebulizer 2 agonis / NaCl Ampisilin 100 mg/kgBB/hari Kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari Paracetamol syr 3x cth (saat pasien panas) Ambroksol 2x1/2 cth Oralit 50-100 mg tiap BAB Zinc 10 mg/hari L-Bio 1x1 sachet KRS