Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH BAHASA INDONESIA PENGGUNAAN TANDA BACA (FUNGTUASI)

DisusunOleh : 1. Muhammad Fahmi Salim 0651 11077 2. Yunan Helmi 0651 11 076

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PAKUAN 2011

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah tidak lupa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan tugas makalah Bahasa Indonesia ini. Dalam proses pengumpulan data-data dan juga proses pembuatan makalah ini tidak lepas dari kerja keras kelompok kami. Makalah yang kami buat adalah dalam penggunaan tanda baca, yang di masa kini kurang begitu diperhatikan dan jarang dipergunakan dalam suatu kepentingan yang non formal. Semoga dengan makalah yang kami buat ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kita tentang seberapa pentingnya penggunaan tanda baca yang benar sesuai dengan EYD. Kami sadar dalam penulisan makalah ini banyak terdapat beberapa kekurangan. Akan tetapi kami yakin makalah ini dapat bermanfaat buat kita semua. Selamat membaca.

Bogor, Oktober 2011

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah pelambang bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisanya dalam suatu bahas. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalakan huruf, suku kata, atau kata, sedangakan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman hidup, terutama dalam bahasa tulis. Keteraturan dalam bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Ibarat sedang menyetir kendaraan, ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika para pengemudi mematuhi rambu itu, terciptalah lalu lintas yang tertib, teratur, dan tidak semrawut. Seperti itulah kira kira bentuk hubungan antara pemakai dengan ejaan. 1.2 Masalah Pada masalah ini, kami akan menjelaskan bagaimana cara penggunaan tanda baca yang baik dan benar. Di sini kami menuliskan macam macam tanda baca beserta aturan letak penggunaan dan fungsi dari macam-macam tanda baca tersebut, sehingga kita bisa memahami bagaimana cara penggunaan tanda baca yang baik dan benar, karena dalam aturan penggunaan tanda baca, banyak sekali masalah masalah penulisan tanda baca yang kurang tepat sehingga terkadang sulit untuk memahami isi tentang tulisan yang ditulis dalam sebuah karya tulis. 1.3 Ruang Lingkup Ruang Lingkup EYD mencakup lima aspek yaitu: 1. Pemakaian Huruf 2. Penulisan Huruf 3. Penulisan Kata

4. Penulisan Unsur Serapan 5. Pemakaian Tanda Baca Pemakaian tanda baca (pungtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan dengan kaidahnya masing-masing. Di dalam hal ini, kita akan mempelajari ejaan yang nomor lima yaitu penggunaan tanda baca. 1.4 Tujuan Adapun tujuan yang ingin kami capai dari penulisan karya tulis ini adalah: 1. Dapat memahami fungsi dari macam-macam tanda baca yang ada 2. Dapat memahami tata cara dan letak dalam penggunaan tanda baca 3. Dapat membuat sebuah karya tulis dengan tanda baca yang baik dan benar 4. Dapat memahami dan mengembangkan tulisan dengan tanda baca yang baik dan benar. 1.5 Manfaat Dengan diselesaikanya makalah ini, kami dapat memberikan manfaat antara lain: 1. Dapat menulis karya ilmiah dengan Ejaan tanda baca yang benar 2. Dapat menggunakan tanda baca yang sesuai dengan konteks kalimat yang ada 3. Dapat memahami penggunaan tanda baca untuk menulis sebuah karya ilmiah yang baik dan benar.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pemakaian Tanda Baca ( Pungtuasi ) Dalam hal pembuatan karangan ilmiah, kesalahan huruf dan tanda baca sering muncul. Dalam penulisan tanda baca sering sekali kita lalai dan melakukan kesalahan dalam penulisanya, sehingga menjadikan karangan atau karya ilmiah kita menjadi sebuah karya yang kurang baik karena ada kesalahan dalam penulisanya. Dari berbagai kesalahan itu, sebenarnya para penulis karya ilmiah mampu untuk membuat tulisannya, akan tetapi mereka sering lalai dan ceroboh dalam penggunaan tanda baca. Karena apa, tanda baca selalu di anggap sepele dalam penggunaanya sehingga kadang menjadikan kalimat itu menjadi rancu dan berbeda arti. Suatu contoh kita ambil kalimat kucing makan tikus mati. Dalam konteks kalimat ini jika tidak kita beri pemisah tanda baca maka akan menjadikanya sulit untuk dipahamai. Dari kalimat kucing makan tikus mati siapakah yang mati dalam konteks kalimat ini?, akan tetapi apabila kita ganti konteks kalimat ini dengan pemberian tanda baca seperti ini kucing makan, tikus mati, siapakah yang mati dalam konteks kalimat ini?, kemudian apabila kita gunakan konteks kalimat ini kucing makan tikus, mati, siapakah yang mati dalam konteks kalimat ini? Kucing makan tikus mati adalah salah satu contoh kalimat yang banyak persepsi apabila kita salah menggunakan tanda bacanya. Oleh karena itu, pemakaian tanda baca dalam penyusunan kalimat sangat perlu untuk diperhatikan. 2.2 Macam-macam tanda baca Tanda tanda baca yang dipakai dalam penulisan yaitu: 1. Tanda titik ( . ) 2. Tanda koma ( , ) 3. Tanda titik koma ( ; ) 4. Tanda titik dua ( : ) 5. Tanda hubung ( - )

6. Tanda pisah (

7. Tanda elipsis () 8. Tanda Tanya ( ? ) 9. Tanda seru ( ! ) 10. Tanda kurung (()) 11. Tanda kurung siku ( [] ) 12. Tanda petik ganda ( ) 13. Tanda petik tunggal ( ) 14. Tanda garis miring ( / ) 15. Tanda penyingkat ( ) 2.3 Fungsi tanda baca Dari macam-macam tanda baca yang telah disebutkan di atas, masing masing tanda baca memiliki fungsi dan kegunaanya. Fungsi dari macam-macam tanda tersebut adalah: 1. Tanda Titik (.) Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Misalanya: Ayahku tinggal di Solo. Saya bekerja disini. Tanda titik tidak dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan. Misalnya: 1. Patokan Umum III. Departemen Pendidikan Nasional. 2. Tanda Koma (,) Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Misalnya: Saya membeli kertas, pena, dan tinta. Satu, dua,tiga.

3. Tanda Titik Koma (;) Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Misalnya: Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku-buku yang baru dibeli ayahnya. 4. Tanda Titik Dua (:) Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari. 5. Tanda Hubung (-) Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh penggantian baris. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru Sebagaimana kata pribahasa, tak ada gayang tak retak 6. Tanda Pisah ( __ ) Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang member penjelasan di luar bangun utana kalimat. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu saya yakin akan tercapai diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Seminar dan lokakarya penyuntingan buku diselenggarakan oleh Dikti tanggal 12 Februari 16 Maret 1990. 7. Tanda Elipsis () Tanda baca ellipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus atau dihilangkan.

Misalnya: Kalau begitu ya, apa boleh buat. Sebab kemerosotan akan diteliti. Tanda baca harus digunakan dengan hati-hati. Catatan: Jika bagian yang dihilangkan itu mengakhiri kalimat, perlu dipakai titik empat: tiga menandai penghilangan dan satu untuk menandai akhir kalimat. 8. Tanda Tanya ( ? ) Tanda tanya dipakai di akhir tanda tanya. Tanda tanya dalam kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya. Misalnya: Uangnya sebanyak sepuluh juta rupiah (?) hilang. Katanya ia berumur seratus tahun (?) Di setiap ibukota provinsi (?) mereka punya perusahaan. 9. Tanda Seru ( ! ) Tanda seru dipakai menggambarkan perintah, kesungguhan, emosi kuat. Misalnya: Bersihkan kamar itu sekarang juga! Masakan, pahlawan menipu negara! Alangkah piciknya pejabat itu! 10. Tanda Kurung ( ( ) ) Tanda kurung dipakai sebagai mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Misalnya: DIP ( Daftar Isian Proyek ) kantor itu sudah selesai. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul Ubud ( nama tempat yang terkenal di Bali ) di tulis pada tahun 1962.

11. Tanda Kurung Siku ( [ ] ) Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang di tulis orang lain. Tanda itu jadi isyarat bahwa kesalahn itu memang terdapat didalam naskah asal. Misalnya: Sang Sapurba men [d] engar bunyi gemerisik Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Misalnya: ( Perbedaan antara dua macam proses ini [lihat Bab I] tidak dibicarakan ). 12. Tanda Petik Ganda ( ) Tanda petik dipakai mengapit petikan langsung, judul syair, karangan, istilah yang mempunyai arti khusus atau kurang dikenal. Misalnya: Kata Hasan, Saya ikut. Sajak Aku karangan Chairil Anwar. Ia memakai celana cubrai. 13. Tanda Petik Tunggal ( ) Tanda petik tunggal mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Misalnya: Lailatul Qadar Malam bernilai 14. Tanda Garis Miring ( / ) Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat. Misalnya: No. 7/PK/1973 Tanda Garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per, atau nomor alamat. Misalnya: Mahasiswa/mahasiswi

Harganya Rp. 1.500/lembar Jalan Daksinapati IV/3 15. Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ) Tanda apostrof digunkan untuk menyingkat kata. Tanda ini banyak digunakan dalam ragam sastra. Misalnya: kan kucari dari akan kucari. lah tiba dari telah tiba.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Penggunaan tanda baca perlu diperhatikan dalam penulisan karya tulis atau karya ilmiah. Masing masing tanda baca memiliki aturan dan tata letak penggunaanya, sehingga kita harus cermat dalam menggunakan tanda baca dan menempatkan tanda baca pada aturan yang telah di tetapkan. Penggunaan ejaan yang disempurnakan (EYD) sangat dibutuhkan dalam penulisan karya tulis ilmiah agar sebuah karya tulis ilmiah tersebut dapat tersusun dengan baik dan mudah dipahami. Dari berbagai macam sumber yang telah kami baca, maka penggunaan tanda baca perlu untuk dipahami dan dipelajari lebih detail agar penggunaan tanda baca pada karya ilmiah yang kita buat menjadi benar dan mudah dipahami oleh orang-orang yang akan membaca karya tulis kita. 3.2 Saran Dari tugas makalah tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti halnya yang sudah kami harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah ini, yaitu semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menambah wawasan kita dan pemahaman kita mengenai pengguanaan tanda baca yang baik dan benar yang tentu saja sesuai dengan EYD. Dan demikian makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati atau belum sesuai dengan apa yang Anda harapkan, kami mohon maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kami agar dalam tugas-tugas selanjutnya, kami dapat menyelesaikannya dengan lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Anynomous. 2011. Buku Pintar Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta : Cabe Rawet Arifin, Zaenal E. S & Amran Tasai. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi Hs. Wijono. 2005. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia Lumbanbatu, Leonardus. 2008. Menulis Tertib & Sitematik membuat Manusia Tepat dan Cermat . Bogor Situmorang, Drs. B.P. 1982. Bahasa Indonesia sebagai Bahan kuliah dasar untuk Perguruan Tinggi. Flores: Nusa Indah