PENGENDALIAN BEBAN YANG EFFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Tesis Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarajana S-2 Fakultas Teknik – Program Studi S-2 Teknik Elektro Minat : Magister Sistem Energi Elektrik Diajukan oleh : Husna 14787/PS/MSEE/04 kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA AGUSTUS, 2006 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka Yogyakarta, 4 Agustus 2006 Husna iii KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammbad SAW neserta kelurga , sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Tesis ini dengan judul “ Pengendalian Beban yang Effekti terhadap kepuasan pelanggan, disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S - 2 pada Jurusan Teknik Elektro Program Magister Sistem Energi Elektrik, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Selama Proses Penelitian ini, banyak pihak yang telah membantu penulis, dalam kesempatan ini pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Direktur sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada 2. Ir. Tumiran, M.Eng.,Ph.D. selaku ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3. Ir. T Haryono, M.Sc.,CEng,MIEE, Selaku Pengelola Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 4. F Danang Wijaya, ST.,MT.Sekretaris Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 5. Ir. Soedjatmiko, M.Sc. Selaku Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini. iv 6. Ir. Bambang Sugiyantoro, MT. Selaku Pembimbing Pendamping dalam penulisan tesis ini. 7. Staf karyawan PT. PLN APJ Yogyakarta dan PT.PLN Ungaran Semarang 8. Staf Pengajar dan seluruh karyawan Program MSEE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada serta Staf Pengajar dan seluruh karyawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 10. Ayahanda, Ibunda, Abang serta Adik tercinta, dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. 11. Teman - teman Mahasiswa Program MSEE angkatan IV 20004/2005 dan Mahasiswa Program S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada, yang telah banyak membantu dalam penulisan tesis ini 12. Sunandar yang telah banyak membantu kegiatan penulis 13. Teman – teman kost Gerbang merah Pogung Dalangan Sleman Yogyakarta, atas segala bantuannya hingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan 12. Semua Pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian tesis ini. Apabila dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan, kririk dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dikemudian hari. Yogyakarta, 4 Agustus 2006 Penulis Husna v Kita Tidak bisa menjadi Bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuam dengan pengetahuan orang lain ( Michel De Montaigne ) Sesungguhnya dunia ini kebodohan dan kesia – siaan, kecuali tempat – tempat belajar. Semua ilmu adalah Fakta yang memberatkan manusia, kecuali yang diamalkan. Semua amalan adalah kemunafikan, kecuali yang dilakukan dengan niat yang ikhlas. Dan keikhlasan ini berbahaya, kecuali manusia memahami di jalan apa hidupnya bakal berakhir ( Imam Ali ) Wahai Anak Adam ( Masa ) Siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya, karena sesungguhnya, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya, maka ia akan pergi dengan mencelamu. Begitu juga dengan Malammu ( Al Hasan Al-Bahri ) Penulis Persembahkan Karya ini untuk : Allah SWT dan Rasulullah Ayahanda, Ibunda, Abang serta Adik tercinta, dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. Para Guru, Sahabat dan handaitholan yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian tesis ini. vi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………..……….. i HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………… ii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………… iii KATA PENGANTAR …………………………………………………..……. iii DAFTAR ISI ……………………………………………………..………..…. vii DAFTAR GAMBAR …………………………………………………..…….. ...x DAFTAR TABEL ……………………………………………………..…..…... xi DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………. xii INTISARI ……………………………………………………………………. xiii ABSTRAK ……………………………………………………………………. .xv BAB I. PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3 1.4. 1.5 1.6. 1.7 Latar Belakang ………………………………………………… 1 Rumusan masalah ………………………………………………6 Keaslian Penelitian …………………………………………….. 6 Faedah penelitian ……………………………………………… 7. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 7 Metodelogi Penelitian …………………………………………. 8 Sistematika Pembahasan……………………………………… 10 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1. 2.2. Tinjauan Pustaka …………………………………………….. 11 Landasan Teori ………………………………………………. 12 vii 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.3.1 2.2.3.2 2.2.4 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali…………………… 12 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY…………. 15 Pembangkitan ….….………………………………………… 20. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa - Madura - Bali ………….. 23 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY..…………. 25 Pola Beban …………………………………………………… 25 2.2.4.1 Pengendalian Beban …………………………………………. 27 2.2.4.2 Demand Side Management ………….……………………….. 30 2.2.4.2.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) …………………………….. 33 2.2.4.2.2 Load Interuptible dan Load Curtailable ……………….………33 2.2.4.4.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi ……… 34 2.3. 2.4. Hipotesis … ………………………………………………….. 35 Rencana Penelitian … ….…………………………..………… 36 BAB III. CARA PENELITIAN 3.1 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. Bahan Penelitian …………….………………………………. 37 Alat Penelitian ….…………………………………………… 37 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data .……………….. 38 Tempat dan Jadwal Penelitian ..……………………………… 38 Kesulitan-kesulitan Penelitian ……………………………… 39 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.2. 4.2.1 Hasil …..…………………………….. …………………….. 40 Analisis Data ..…………………………………………… . 41 Hasil Pergeseran Beban ..………………………………… 42 viii 4.2.2 Perhitungan Insentif dan Kompensasi untuk pengendalian Beban…………………………………………………………47 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian .. …..………………………… 51 BAB V. PENUTUP 5.1. 5.2. Kesimpulan .….…………………………………………… 53 Saran-saran …..……………………………………………. 54 DAFTAR PUSTAKA ….……………………………………………………… 55 LAMPIRAN .…………………………………………………………………. ..57 ix DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian …….………………………... 9 Gambar 2.1 Peta jaringan transmisi sistem Jawa-Madura- Bali ………………...14 Gambar 2.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004 ) …..…15 Gambar 2.3 Peta jaringan transmisi sistem Jateng dan DIY …………………...18 Gambar 2.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 ………………………………………….…19 Gambar 2.5 Pengelompokan Pembangkit……………………………………….20 Gambar 2.6. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY …………..…26 Gambar 2.7 Kurva pertumbuhan beban puncak system jaeng dan DIY 3 November 2004………………………………………………..…28 Gambar 4.1 Kurva Beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 ……….………………………………………………………….. 42 Gambar 4.2 . Sebelum Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP…..…….……… 44 Gambar 4.3 Setelah Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP……………………47 . x DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY ……………….16 Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY...16 Faktor Beban PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY ……….…17 Beban Minimum / Beban Terendah PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY……………………………………………………...17 Tabel 2.5 . Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY …………………………………………………………………17 Tabel 2.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 ....17 Tabel 4.1 Beban Sebelum Pergeseran ………………………………….….….…44 Tabel 4.2 . Beban Setelah Pergeseran ………………….……………….…….…46 Tabel 4.3 Besar Pergeseran ………………………………………….……..…... 46 Tabel 4.4 PSA setelah pergeseran Beban ………………………………………. 50 xi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban ……………………………….… 57 Lampiran 2 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban ………………………..………….…. 58 Lampiran 3 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Satelah Pergeseran Beban ………………………..……….….59 Lampiarn 4 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III - 09) Bulan November 2004 sebelum Pengurangan ( WBP – LWBP ) …………………….60 Lampiarn 5 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III - 09) Bulan November 2004 setelah Pengurangan ( WBP – LWBP ) ………………..…….62 Lampiarn 6 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III - 09) Bulan November 2004 setelah Pergeseran ( WBP – LWBP ) …………………….....64 Lampiarn 7 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III - 09) Bulan November 2003 0 0ktober 2004, Kondisi Awal KWH WBP ………………...66 Lampiran 8 Kuesioner …………………………………………………………...68 xii INTISARI Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang didukung dengan pemerataan, serta didukung dengan pengembangan energi untuk menjamin kesejahteraan. Terutama pada ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan untuk pembangunan segala aspek. Serta dukungan berbagai departemen terkait, dengan infrastruktur untuk penyaluran energi listrik dengan keandalan tinggi. Pada pembangunan sistem sistem tenaga listrik, secara umum disusun oleh beberapa bagian utama, yaitu pembangkit, transmisi/distribusi dan beban. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya kompensasi bagi pelanggan dan optimisasi untuk pembangkit di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dengan berdasarkan pada analisis beban puncak, yaitu LWPP1, LWBP2 dan WBP secara harian. Hal ini dilakukan untuk mengontrol beban melalui demand side management (DSM), termasuk pemotongan puncak beban dan pergeseran puncak beban. Analisis ini menghasilkan pergeseran untuk WBP menjadi LWBP yang berdasarkan pada perbaikan faktor daya, dengan komponen WBP 18.00 s/d 22.00 (Rp. 434/kWh), LWBP1 22.00 s/d 06.00 (Rp. 200/kWh) dan LWBP2 06.00 s/d 18.00 (Rp. 309/kWh). Selain itu untuk menjamin pelayanan sistem tenaga listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta, perlu dilakukan MoU dengan pemilik cadangan energi/swasta. Serta perlu dilakukan menejemen dan pengendalian dengan xiii menggeser beban puncak WBP menjadi LWBP yang dapat meningkatkan efisiensi. Kata kunci: pergeseran, LWBP, WBP, beban, sistem xiv ABSTRACT The purposes of the national electricity are to increase the living society with regular energy supply and provide the continuation of electrical energy. To support those programs, the infrastructure of electric power system was established with high reliability. Electric power system is constructed by existing part such as power station, transmission, lines distribution, and lines demand This research aimed is to calculate customer compensation cost and optimize power station in Central Java and Jogjakarta based on analyzing LWBP1, LWBP2 and WBP on peak load of daily electricity. was done to load control demand side management (DSM), including peak clipping, valley filling, load shifting, The result of this research is shifting of WBP to LWBP based on power factor improvement with components happen periodically WBP 18.00 s/d 22.00 (Rp. 434/kWh), LWBP1 22.00 s/d 06.00 (Rp. 200/kWh) and LWBP2 06.00 s/d 18.00 (Rp. 309/kWh). For serving the power system in Central Java and Jogjakarta, it must see MoU, available power station and energy stock. Besider that Loading management and controlling shifting of WBP to LWBP could increase the efficiency. Keywords: shifting, LWBP, WBP, load, system xv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan nasional bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, guna mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Penyediaan tenaga listrik perlu diselenggarakan secara efisien melalui kompetisi dan transparansi dalam iklim usaha yang sehat dengan pengaturan yang memberikan perlakuan yang sama kepada semua pelaku usaha serta memberikan manfaat yang adil dan merata kepada konsumen Peningkatan taraf hidup yang terjadi di Indonesia akibat adanya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan, menimbulkan banyak perubahan dalam standar dan pola kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan daya listrik, masalah ini terkait dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mempengaruhi pola konsumsi tenaga listrik Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama : Pusat Pembangkitan, Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi. Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari sistem pembangkitan kepada konsumen. Pengoperasian sistem tenaga listrik adalah suatu kegiatan usaha untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan antar sistem pembangkitan, transmisi dan distribusi tenaga listrik( UU No 20 Thn 2002 ). 1 Perkembangan dan kemajuan dalam bidang kelistrikan terutama dalam dekade terakhir ini cukup pesat. Salah satu diantaranya dalam bidang pengelolaan sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga pelayanan pelanggan, yang utamanya ditujukan untuk memperoleh sistem yang aman, dengan mutu yang baik, tetapi dengan biaya yang efisien, efektif, bermutu dan bisa diandalkan. Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. Perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu ( Marsudi D, 1990 ) Untuk pengendalian operasi pada sistem tersebut perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimisasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. Dalam operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Perencanaan Operasi yaitu : pemikiran bagaimana sistem tenaga listrik akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. Pemikiran ini harus mencakup perkiraan dan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban. Koordinasi pemeliharaan peralatan, optimisasi, keandalan serta mutu tenaga listrik. b. Pelaksanaan dan pengendalian operasi yaitu : pelaksanaan dari Rencana operasi serta pengendaliaannya apabila terjadi hal – hal yang menyimpang 2 dari recana operasi. Tujuannya supaya sistem tenaga listrik untuk selalu tetap dalam kondisi normal. Namun jika terjadi gangguan, maka operator harus segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal. Sedangkan pada kondisi normal pembangkitan bisa diatur sedemikian rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. c. Analisis Operasi yaitu : analisis atas hasil – hasil operasi untuk memberikan umpan balik bagi perencanaan operasi maupun bagi pelaksanaan dan pengendalian operasi. Analisis operasi juga diperlukan untuk memberikan saran – saran bagi pengembangan sistem serta penyempurnaan pemeliharaan instalasi. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia tunggal energi listrik di Indonesia, mulai kewalahan dalam melayani pelanggan dalam hal kebutuhan energi listrik, Ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia, pemutusan sementara dan pembagian energi secara bergilir tidak dapat dihindari. yang berimbas terhadap penyuplaian energi listrik ke konsumen, dimana kualitas energi listrik yang diterima menurun,( Republika, 19 maret 2005 ). Listrik kini sudah menjadi kebutuhan primer setiap masyarakat. Pihak penyedia Energi tersebut harus berupaya menghargai pelanggan, seperti kata orang pelanggan adalah raja. Barangkali ada benarnya, suatu perusahaan tidak akan ada artinya, tanpa adanya pelanggan. Untuk perusahaan yang berwawasan pelanggan, kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus kiat pemasaran. 3 Kepuasan Pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antar tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian ( Rangkuti, 2006 ). Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. lima Dimensi tersebut meliputi : a. Responsiveness ( Ketanggapan ) yaitu : kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik. b. Reliability ( keandalan) yaitu : kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan. c. Emphaty ( empati ) yaitu : rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan, serta kemudahan untuk dihubungi d. Assurance ( Jaminan ) yaitu : pengetahuan, kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari resiko. e. Tangibles ( bukti langsung ) yaitu : meliputi fasilitas fisik, perlengkapan karyawan dan sarana komunikasi. Masalah penyediaan energi saat ini merupakan issu nasional yang membutuhkan penanganan yang tepat. Krisis ekonomi yang mengakibatkan 4 berbagai perubahan mendasar pada perekonomian dan pola supply demand energi mengakibatkan perubahan signifikan dalam biaya operasi penyediaan energi listrik. Demand side management ( DSM ) adalah solusi yang tepat diterapkan. Melihat begitu mengkhawatirkannya persoalan persediaan daya listrik ini, Kebijakan Demand Side Management (DSM) yang dilakukan oleh PLN bertujuan untuk mengubah perilaku pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien, baik pada besaran daya maupun waktunya yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan, perusahaan listrik maupun masyarakat. Setidaknya ada tiga sasaran dari program DSM ini, yakni penghematan pemakaian listrik (energy conservation), pemangkasan pada beban puncak (load management) serta penggeseran beban dari waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak (load shifting). Periode Waktu Beban Puncak (WBP) terjadi dalam waktu yang relatif singkat ( kurang lebih 4 jam ), namun sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Maka operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. Pembangkit sejenis ini disebut sebagai pembangkit pemikul beban puncak. Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat- pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. 5 Dalam tesis ini akan diusulkan salah satu metode dalam pengalihan beban puncak. Pengendalian beban melalui pergeseran waktu konsumsi dari WBP ke LWBP tujuannnya untuk antisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan tenaga listrik pada saat beroperasi secara normal. 1.2. Rumusan masalah Dari latar belakang tersebut, dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Seberapa besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban 2. Seberapa besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP 3. Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi 4. Tingkat Konsumsi Pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi. 1.3. Keaslian Penelitian Studi tentang Pengendalian beban telah dilakukan dan dijumpai pada beberapa makalah dan tesis dengan berbagai metode kajian. Namun belum ada penelitian sebelumnya tentang evaluasi Pengendalian beban pada suatu sistem distribusi yang membahas aspek-aspek pengendalian beban yang efektif terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian melalui eksprimen dengan metode pergeseran waktu konsumsi untuk mengurangi pemakaian KWH WBP dengan mengalihakan ke LWBP 6 1.4. Faedah Penelitian Dari hasil penelitian studi kinerja jaringan distribusi tentang pengendalian beban yang efektif akan dapat masukan bagi pengembangan pengetahuan mengenai usaha-usaha perencanaan jaringan distribusi, keuntungan dan kerugian secara ekonomis serta harapan pelanggan yang berdampak pada penghematan energi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara nasional Penelitian ini sungguh sangat berharga khususnya buat penulis sendiri dalam hal penerapan ilmu-ilmu dilapangan dengan menggunakan metode-metode yang sederhana. 1.5. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. Mendapatkan besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban dan mendaptakan Faktor - faktor yang mempengaruhi pola konsumsi 2. Mengetahui besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP, sementara pelanggan dapat menikmati pelayananan listrik dengan sewajarnya dan pihak penyuplai daya tidak dirugikan. 3. Mengetahui besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan listrik setelah mengalihkan energi listriknya dari WBP ke WLBP, berdasarkan aturan pentaripan yang berlaku saat ini. 7 1.6. Metodologi Penelitian Metodelogi penulisan yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu : a. Tahap Studi Literatur Teori dan data diperoleh dari beberapa literatur dan informasi pendukung lainnya. b. Tahap Pengumpulan data dilapangan Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data di PLN dan informasi lainnya, adapun data tersebut diataranya : Profil beban Sistem JAMALI Profil beban golongan tarif tahun 2004 hasil Survey UGM Statistik 2003 dan 2004 PT. PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali Laporan tahunan PT. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 Neraca 2004 PT. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 APJ Yogyakarta c. Tahap Pengolahan data Dari data diatas, maka dapat dihitung berapa besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan selama tahun 2004. dari hasil perhitungan tersebut akan disajikan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. Metodelogi penelitian yang ditempuh dapat dilihat dalam Gambar 1.1 dibawah ini. 8 Mulai Permasalahan Studi Literatur Pengumpulan data dan memasukkan data Pengolahan dan Analisis data Hasil Pengolahan data Tidak Persetujuan Laporan Ya Tidak Semua Telah Diproses Ya Selesai Gambar 1.1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian 9 1.7 Sistematika Pembahasan Tesis ini ditulis berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. Bab I. Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang yang mencakup perumusan masalah, Keaslian Penelitian, faedah penelitian, tujuan penelitian, Metodelogi Penelitian dan sistematika penulisan. 2. Bab II. Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, yang meliputi : Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali, Sistem tenaga listrik Sub Sistem Jateng dan DIY, Pembangkitan, Kecukupan Pasokan Sistem Jawa – Madura - Bali, Kecukupan Pasokan Sistem Jateng dan DIY, Pola Beban, Pengendalian Beban, Demand Side Mangement, Load Time of Use Rates, Load Interuptible danLoad Curtible, Pengendalian Beban melalui Insentif dan kompensasi, hipotesis dan Rencana Penelitian. 3. Bab III. Cara penelitian menguraikan tentang bahan dan data penelitian, alat penelitian, Teknik Pengumpulan dan pengolahan data, Tempat dan Jadwal Penelitian, serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penulisan tesis ini. 4. Bab IV meliputi : Hasil, Analisis Data, Hasil Pergeseran, Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk pengendalian beban serta Hasil Penelitian dan Pembahasan 5. Bab V Penutup menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran. 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem energi listrik terdiri dari komponen utama, yaitu: pembangkit, saluran transmisi dan salurann distribusi. Saluran distribusi adalah yang terdekat dalam melayani konsumen energi listrik. Agar kualitas penyedian energi listrik tetap terjaga ditentukan oleh keandalan bagian distribusi, peranan distribusi sangat penting, karena apabila terjadi gangguan atau kualitas buruk pada sistem distribusi akan dirasakan langsung oleh pelanggan ( Stevenson, 1983 ). Kapasitas terpasang pembangkit Jateng dan DIY tahun 2004 adalah sebesar 2.143,33 MVA atau 1.769,16 MW dengan rincian Pembangkit Thermal : 1.774,50 MVA atau 1.448,90 MW dan Pembangkit Hydro : 368,83 MVA atau 320,26 MW, dan kapasitas seluruh trafo 2.294,80 MVA atau 2.064,50 MW, sedangkan Beban rata – rata tahun 2004 adalah 2.198,90 MW, daya mampu pembangkit akibat peningkatan permintaan yang lebih banyak dikonsumsikan pada saat WBP, penambahan pembangkit pada WBP merupakan biaya yang perlu diperhitungkan, sehingga untuk mengefesiensikan pada saat tersebut harga listrik lebih mahal dibandingkan LWBP. Akibatnya konsumenlah yang jadi korban. Semakin mahalnya Listrik, mau tidak mau menghemat energi harus dilakukan. Program Pangkas Listrik pukul 18.00 hingga 22.00, pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak, harus disadari sebagai tanggung jawab bersama dalam upaya penghematan listrik. ( PT.PLN P3B Region Jateng dan DIY tahun 2004 ) 11 2.2 Landasan Teori 2.2.1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali Sistem Jawa Madura Bali merupakan sistem interkoneksi dengan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV yang membentang sepanjang pulau Jawa dan dihubungkan dengan tegangan 150 kV dengan pulau Bali. Konsumsi tenaga listrik di Jawa-Bali pada akhir tahun 2004 sebesar 78.066 GWh dengan pertumbuhan 9.66% terhadap tahun 2003. Penggunaan tenaga listrik sektor industri sebesar 35.770 GWh (45,81 %), sektor rumah tangga 27.146 GWh (34,77 %), sektor komersial sebesar 11.018 GWh (14,11%) dan sektor Publik sebesar 4.132 GWh (5,29%). Dengan daya tersambung 35,042 MVA dan pelanggan 21.951.672 dengan beban puncak rata-rata 14.050 MW. Kapasitas terpasang pembangkit untuk memasok beban sebesar 19.615 MW dengan daya mampu netto 18.398 MW. Kemampuan pasokan pembangkit kepada sistem 14.700 MW dengan serta cadangan daya (reserve margin) 650 MW (4.4%).Pada kondisi ini apabila satu unit pembangkit terbesar mengalami gangguan, sistem Jawa-Bali sudah dalam kondisi kritis. Untuk tahun 2005, beban puncak diperkirakan akan mencapai 15.245 MW atau naik 5,9%. Penurunan kemampuan pasok pembangkit dibandingkan dengan kapasitas terpasang disebabkan oleh: - Pemakaian sendiri 3-4% - Penurunan kemampuan karena umur (derating) 2-3% - Pemeliharaan dan perbaikan pembangkit 12-15% - Variasi musim 1-3% jumlah 12 - Cadangan operasi (reserve margin) minimal 5% Jumlah kapasitas terpasang dipasok dari 216 pembangkit yang tersebar di Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power (8952 MW), PJB (6471 MW), PLN PMT (858 MW) dan Swasta (3334 MW) yang disalurkan melalui jaringan transmisi sepanjang 18.532 kmc. Disamping itu terdapat pembangkit Captive Power sebesar 6.110 MW. Disamping itu tingginya pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang belum dapat diimbangi dengan pasokan akibat terlambatnya pembangunan pembangkit baru. Idealnya, PT PLN sebagai perusahaan pelayanan publik harus menyediakan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi keseluruhan permintaan termasuk beban puncak yang hanya terjadi beberapa jam saja. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk mengantisipasinya. Solusi utama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah penghematan, yang mutlak harus dilaksanakan oleh produsen dan konsumen tenaga listrik Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali juga merupakan sistem tenaga listrik yang terbesar di Indonesia dengan mengkonsumsi hampir 80% dari tenaga listrik yang diproduksi, pengendalian operasi pada sistem ini akan mempunyai nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Peta jaringan transmisi sistem jawa madura bali saat ini seperti pada gambar 2.1 dan Penggunaan Energi Listrik dapat dilihat dalam gambar 2.2. 13 Gambar 2.1: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Madura Bali 14 PT. INDONESIA POWER 42.680.308 ( 46,07 %) Energi tersedia di system/ Available energy in system 92.633.419 ( 100 %) PS GI/ Substation Use 62.229 ( 0.07 %) Di salurkan ke PT. PJB 26.813.512 (28,95 %) Susut Transmisi/ Transmission Losses 2.137.276 ( 2,307 %) Distribusi/ Distribution 90.066.034 ( 97,23 %) PT. Muara Tawar 920.395 ( 0.99 %) Wilayah XI ( Bali )/ Region XI 311.153 ( 0,34 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 22.219.204 ( 2.99 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 56.727 ( 0,06 %) Gambar 2.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004) 2.2.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY Sistem ketenagalistrikan Sistem Jateng dan DIY merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik jawa Madura Bali ( JAMALI ). Dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unit bisnis PLN di bidang pengusahaan ketengalistrikan di Jawa Tengah dan DIY, PT PLN Distribusi Jateng memilki unit satuan pelaksana cabang, yaitu Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Magelang, Kudus, Salatiga, Pekalongan, Klaten, dan Cilacap. 15 Sistem kelistrikan di Jawa Tengah, disuplai sistem interkoneksi di Jawa dan Bali dengan pembangkit yang terbesar di kedua pulau ini, disalurkan melalui transmisi 500 KV, dan 150 kV. ke gardu - gardu induk didaerah pusat beban, kemudian disalurkan dengan jaringan distribusi 20 kV dan 6 kV maupun jaringan 380 - 220 Volt ke pelanggan. Sistem ketenagalistrikan untuk wilayah pelayanan propinsi DIY dikelola oleh PT.PLN ( Persero) Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY, yang berkedudukan di Ungaran semarang. Untuk kepentingan pelayanan pelanggan di DIY di tangani langsung oleh PT.PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Yogyakarta, yang merupakan bagian dari manajemen PT.PLN( Persero ) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penggunaan tenaga tahun 2003 dan 2004 listrik dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut : Tabel 2.1 : Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY Ke PLN Distribusi ( GWh ) Delta ( % ) Thn 2003 11.393,79 2,09 Thn 2004 12.162,34 6,71 Tabel 2.2 : Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY Jenis Produksi ( MWh ) Terima dari Region lain & IBT( MWh ) Ke Region Lain ( MWh ) Konsumsi ( MWh ) Rugi Rugi Transmisi ( MWh ) % Thn 2003 5.758,999 5.972.067 231.496 11.731.066 96.133 0,82 Thn 2004 6.188.262 6.244.225 136.685 12.432.487 122.936 0,99 16 Tabel 2.3 : Faktor Beban PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Jenis Faktor Beban % Beban rata - rata ( MW ) Tahun 2003 63,46 2.040,7 Tahun 2004 61,70 2.198,90 Tabel 2.4 : Beban Minimum / Beban Terendah PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Beban Minimum 26 Nopember 2003 Pukul : 13.30 WIB April Thn 2004 685,3 Februari 2004 1456,0 Beban minimum Siang ( MWh ) Beban Minimum Beban minimum Malam ( MWh ) 676,1 12 Februari 2003 Pukul : 18.00 WIB 1384,1 Tabel 2.5. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.PLN ( Persero ) Region Jateng dan DIY Beban Puncak Beban Puncak Siang ( MWh ) Delta ( % ) Beban Puncak Beban Puncak Malam ( MWh ) Delta ( % ) 24 Oktober 2003 Pukul : 10.30 WIB 1.247,4 0,55 24 Desember 2003 Pukul : 19.00 WIB 2.110,10 2,39 15 September 2004 Pukul : 13.30 WIB 1.380,60 10,68 3 Nopember 2004 Pukul : 18.30 WIB 2.267,40 7,45 Tabel 2.6 Pertumbuhan Beban Puncak PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Tahun 2003 2004 Kenaikan Hari Kerja ( MW ) 2110 2267 7.4 Natal ( MW ) 1912 1980 3.6 Idul Fitri ( MW ) 1693 1774 4.8 Tahun Baru ( MW ) 1911 1951 2.1 2004 Hari Kerja Hari Mingg u Hari Natal Idul Fitri Peak Load / Tertinggi ( MW ) 2267.4 2165.8 1979.7 1774.4 Min Load / Terendah ( MW ) 1114.4 1032.9 1000.8 740.8 (%) 17 PT.PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM JAWA TENGAH & DIY KONDISI NORMAL KLNGU RDRUT KRAPK PDLAM U.1 ST1.0 GT1.3 GT1.2 GT1.1 BTANG KLSRI U.2 U.3 WLERI SLIMA TAMBAKLOROK 2X12,5M VA ~ ~ ~ AA2.1 A9 A12 AB12 B12 AB8 AB9 B9 B10 B11 AB10 AB11 B8 BB1.1 30 A10 A11 A13 AUX A A2 A5 AB5 B5 2 56 MVA B6 B7 AB6 AB7 AB2 AB4 B4 B 1 B2 B3 AB3 A3 A4 A7 AA1.1 I II I II 2 60 16 MVA 1 2 I II 1 1 60MVA 60 60 MVA 60MVA 3 60 30 30 MVA 1 16 2 3 16 60 MVA 2 2 I II I II I II I II ~ ~ ~ ~ AUX 20M VA ST2.0 GT2.3 GT2.2 GT2.1 ~ ~ A14 ~ A15 A16 ~ A17 PKLON SRDOL I II 30MVA 1 I II 16 30 MVA AB13 B13 BB2.1 AB14 B14 AB15 B15 AB16 B16 AB17 B17 PLSDO PYUNG 1 2 31,5 31,5 MVA 60 MVA I II 1 2 3 31,5 60 60 MVA 25 MX AUX 20MVA ~ 74,5 MVA I II PMLNG DIENG A A2 A3 AB5 AB1 AB2 B2 1 2 20 30 30 MVA 3 105 MX 105 MX 15 60 MVA B3 B4 2 2 3 1 AB3 B1 AB4 100M X B 1 2 I II IBT-2 IBT-1 500 500 MVA B5 I II I II I II 6,3 MVA 100M X A1 UNGAR PWRDI KDNBO 1 2 I II SYUNG I II TJATI 54 MVA 30 60 MVA ~ ~ KBSEN 16 MVA 30 MVA GARNG TMGNG krian BAWEN KLMBU ~ I II 1 2 30 30 MVA I II 1 JPARA 2 I II mandirancan bandung selatan SDRJO ~ KUDUS I II 25 20 MX 30 MVA 2 1 20 30 MVA 20 MVA 60 I II I I II I II 2 1 30 30 30 MVA 2 3 1 30 16 MVA BRBES SCANG BRNGI 1 60 30 MVA BMAYU WSOBO II SGRAH 30 MVA I II 1 2 20 30 MVA 1 2 30 16 MVA I II 1 2 I ~ U3 U2 U1 MVA 30 2 A5 A4 AB4 AB3 AB2 AB1 B4 B3 B 2 60 30 MVA B 4 B1 AB1 A 1 2 30 30 MVA A1 IBT-1 500 MVA I II AB2 A2 B2 B1 60 60 MVA A3 A2 A1 AB5 A 1 2 30 MVA 1 30 KTNGR 30 16 MVA 25 MX II KLBKL I II 1 20 MVA 3 2 20 60 MVA MVA MNANG I II I II RWALO banjar 2 20 2 30 20 MVA ~ ~ U1 60 MVA I II U2 1 PJKLN GBONG 1 3 60 60 MVA 3 30 20 MVA 2 STARA 16 16 MVA I II LMNIS WATES 1 2 30 30 MVA 60 2 x 25 MVA MX I II customer 30 MVA U1 U2 ~ ~ ~ PLTG CLCAP 1 ~ SMPOR 1 2 30 20 MVA KBMEN PWRJO 1 2 1 2 30 16 MVA 3 20 30 MVA Gambar 2.3: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Tengah dan DIY ~ ~ 1 1 2 mobile ~ JELOK ~ ~ MDARI 2 sunyaragi 1 2 4 60 30 MVA 2 MVA 3 30 60 JKULO PATI MJNGO I II 1 30 30 I II 2 I II 1 2 30 60 MVA 1 MVA 2 20 30 MVA I II RBANG 1 2 20 30 MVA ~ I II ~ ~ ~ TIMO GJYAN MKRAN BDONO 1 20 60 MVA 2 2 BLORA I II 60 MVA 1 2 KNTUG I II JAJAR KDIRI 1 100 MX B4 AB4 A4 IBT-2 500 MVA 100 MX B5 AB5 A5 I II 1 60 2 3 60 16 MVA 16 16 25 MVAR MVA CEPU I II 1 2 20 16 MVA MRICA WALIN I II GDEAN BJGRO PALUR SRAGN I II I II 6,3 MVA WBJAN PEDAN I II I II 1 60 60 60 MVA 60 MVA I II 2 3 30 30 30 MVA 1 2 Ngawi / manisrejo SLBRU WNGRI KLATN WSARI 1 BANTL SMANU I II 2 3 30 30 MVA 60 MVA I II 2 I II Keterangan : PP. WNGRI Pm t kondisi masuk Pm t dibuka ( Pengaturan ) 1 2 60 20 MVA 2 1 2 30 30 MVA ~ ~ 12,4M W 18 PLTA 814.935.14 ( 6,55 % ) PLTU 1.602.291.00 ( 12,89 % ) PLTGU 3.443.338.67 ( 27,70 % ) PLTG 39.766.38 ( 0,32 % ) PLTP 287.930.40 ( 2,32 % ) PRODUKSI PEMBANGKIT ( NETTO ) 6.188.261.59 ( 49,77 % ) TERIMA DARI REGION LAIN 6.244.225,19 ( 50,23 % ) PS GI 10.527,64 ( 0,08 % ) ENERGI YANG TERSEDIA 12.432.486,78 ( 100 % ) RUGI TRANSMISI 122.936,34 ( 0.99 % ) KIRIM KE REGION LAIN 136.685,05 ( 1.10 % ) KE DISTRIBUSI 12.162.337,75 ( 97,83 % ) Gambar 2.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 19 2.2.3 Pembangkitan Sistem Tenaga listrik Jawa-Madura-Bali diproduksi oleh pembangkit dengan karakteristik teknis dan tingkat efisiensi yang berbeda, serta bersumber dari beragam energi primer seperti air, batubara, gas alam, minyak dan panas bumi. Perbedaan energi primer dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya produksi dari masing - masing pembangkit menjadi berbeda. Sedangkan perbedaan karakteristik teknis menyebabkan posisi pembangkit dalam mensuplai beban sistem menjadi berbeda, yang umumnya dikelompokkan menjadi tiga segmen, yaitu pembangkit pemikul beban dasar (base load), pemikul beban menengah (load follower) dan pemikul beban puncak (peaker). Gambar 2.5 menunjukkan ketiga kelompok pembangkit. Gambar 2.5 Pengelompokan Pembangkit 20 Pembangkit dengan karakteristik yang kurang fleksibel karena tidak dapat dihidupkan atau dimatikan dalam waktu yang singkat serta lambat dalam menaikkan/menurunkan pembebanan mengharuskan pembangkit untuk dioperasikan sepanjang pembangkit siap. Pembangkit kelompok ini digolongkan ke dalam pembangkit base load. Disamping keterbatasan teknis, ikatan kontrak pembelian bahan bakar berupa take-or-pay, terkadang juga menjadi alasan mengapa pembangkit digolongkan sebagai pembangkit base load. Pembangkit base load biasanya berskala besar dan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan kelompok pembangkit lainnya. Pembangkit base load umumnya dioperasikan pada kapasitas terpasang maksimum sepanjang pembangkit tersebut siap serta sesuai dengan kesiapan sistem penyaluran. Pembangkit jenis ini contohnya PLTU batubara, pembangkit yang terikat kontrak take-or-pay bahan bakar seperti PLTP, serta pembangkit hidro yang memiliki sumber air yang hanya akan ekonomis bila dioperasikan, seperti pembangkit hidro run-off-river. Pembangkit kelompok load follower meliputi pembangkit yang lebih fleksibel namun lebih mahal dari pembangkit base load, seperti PLTGU gas dan PLTU minyak. Untuk sistem Jawa-Madura-Bali, PLTGU gas juga diposisikan sebagai base loader karena adanya ikatan kontrak take-or-pay pembelian gas alam. Pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak meliputi pembangkit yang fleksibel baik dalam kecepatan perubahan pembebanan maupun start-stop pembangkit dan umumnya berskala dibawah 100 MW, seperti PLTG minyak, PLTD serta PLTA waduk. PLTA waduk pada sistem Jawa-Madura-Bali seperti 21 PLTA Saguling dan Cirata difungsikan sebagai pembangkit pemotong beban puncak (peak-shaving) karena nilai ekonomis yang dimiliki. Namun, pengoperasian pembangkit ini sangat tergantung pada variasi musim. Ukuran yang sering digunakan untuk melihat tingkat utilitas pembangkitan adalah faktor kapasitas (capacity factor). Faktor kapasitas merupakan rasio antara energi yang disalurkan terhadap energi maksimum yang mampu diproduksi jika pembangkit dioperasikan pada kapasitas terpasangnya. Faktor kapasitas tiap pembangkit akan berbeda antara satu dengan lainnya sesuai dengan fungsinya, apakah sebagai pembangkit base load, load follower atau peaker. Besar faktor kapasitas pembangkit disamping tergantung pada kesiapan pembangkit juga tergantung pada pola beban yang ada pada suatu sistem. Dengan kata lain, faktor kapasitas ini berkaitan dengan faktor beban dan faktor kesiapan (availability factor) pembangkit. Faktor kesiapan adalah rasio antara jumlah jam pembangkit siap terhadap total jam dalam satu tahun. Karena pembangkit memerlukan waktu untuk memelihara pembangkit dan adanya pola beban pada sistem yang tidak merata sepanjang hari, maka secara keseluruhan, dalam kurun setahun faktor kapasitas pembangkit pada sistem tidak akan pernah mencapai 100%. Bila sub sistem Jateng dan DIY diambil sebagai contoh, maka dengan faktor beban sebesar 61.70 % dan kesiapan pembangkit tipikal sebesar 97,83 %, maka angka maksimum faktor kapasitas yang dapat dicapai adalah sebesar 49,77. namun ada sebagian pembangkit base load terpaksa mungkin tidak dapat difungsikan sebagai base loader yang dibebani terus - menerus, melainkan harus disesuaikan operasinya 22 mengikuti perubahan pola beban. Karena pembangkit load follower di sistem Jawa-Madura-Bali memiliki faktor kapasitas yang lebih kecil, yaitu berkisar antara 30% hingga 50%. Sedangkan bagi pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak, hanya dioperasikan pada periode WBP, maka faktor kapasitas untuk pembangkit ini otomatis akan menjadi kecil, yaitu kurang dari 15%. Faktor kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Madura-Bali ini tidak berbeda jauh dengan faktor kapasitas pembangkit di sistem tenaga listrik negara lain 2.2.3.1 Kecukupan Pasokan Sistem Jawa-Madura-Bali Kecukupan pasokan tenaga listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik pada saat beban puncak (neraca daya). Hal ini mengingat sifat tenaga listrik yang tidak dapat disimpan, sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. Disamping itu, kebutuhan tenaga listrik bersifat acak dan dinamis sehingga diperlukan strategi perkiraan beban dan penyediaan daya yang terdistribusi sesuai dengan dinamika kebutuhan beban. Dari sisi pasokan, hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasokan ini antara lain pemeliharaan, variasi musim, perbaikan instalasi, dan kendala transmisi. Pemeliharaan pembangkit harus diatur sedemikian rupa sehingga cadangan daya dapat merata sepanjang waktu. Pengaturan ini harus merupakan kompromi dari kebutuhan pemeliharaan pembangkit yang berbeda-beda dan kebutuhan cadangan yang merata sepanjang tahun. Variasi musim akan mempengaruhi daya dari PLTA. Pada saat musim hujan, daya dari PLTA dapat maksimum, tetapi sebaliknya pada musim kering, PLTA akan menurun dayanya, 23 bahkan ada beberapa PLTA yang tidak beroperasi. Hal lain yang sangat penting adalah cadangan operasi. Cadangan ini dibutuhkan untuk menghadapi gangguan pembangkit serta deviasi perkiraan beban. Gangguan pembangkit dapat berupa berhentinya operasi pembangkit maupun berkurangnya kemampuan pembangkit secara tiba-tiba. Sehingga, untuk mengantisipasi agar penggantian pembangkit dapat dilaksanakan secara cepat, maka dibutuhkan cadangan putar yang cukup. Disamping cadangan putar, diperlukan juga cadangan dingin agar jaminan kecukupan daya dalam jangka lebih dari satu hari dapat dipenuhi. Cadangan dingin maupun cadangan putar disebut sebagai cadangan operasi. Besarnya cadangan operasi sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan listrik. Pada sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali kriteria cadangan menggunakan single contingency atau lebih dikenal dengan kriteria N-1. Hal ini berarti bahwa apabila terjadi gangguan pada satu unit pembangkit, maka pasokan ke pemakai listrik tidak boleh terganggu. Dari sisi pembangkitan, setiap saat harus tersedia cadangan, khususnya cadangan putar, minimal sebesar satu unit pembangkit terbesar (615 MW), sehingga apabila unit pembangkit terbesar tersebut terganggu maka pembangkit lain dapat langsung menggantikan. Realisasi neraca daya sistem Jawa-Madura-Bali sepanjang tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata cadangan putar yang tersedia selama tahun 2003 adalah sebesar 365 MW (jauh dibawah 615 MW), sedangkan cadangan operasi sekitar 620 MW. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan daya pada sistem sangat terbatas. Kondisi ini telah membawa konsekuensi pemadaman berupa pemutusan 24 beban (load-curtailment), yang sepanjang tahun 2003 terjadi sebanyak 15 kali. Disamping dari sisi pasokan, kecukupan pasokan daya juga sangat ditentukan oleh pertumbuhan beban. ( Media, 2005 ) 2.2.3.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY Pasokan Tenaga listrik untuk wilayah Jateng dan DIY yang diperoleh hampir seluruhya dari sistem interkoneksi JAMALI ditambah dengan produksi sendiri dengan kapasitas yang sangat kecil, seperti dapat dilhat dalam Tabel 2.2. Dalam table tersebut terlihat bahwa penerimaan tenaga listrik di DIY senantiasa meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan makin berkembangnya sektor ekonomi masyarakat. 2.2.4 Pola Beban Penyediaan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas merupakan parameter penting bagi kemajuan sektor industri, perdagangan, telekomunikasi dan sektor – sektor penggerak ekonomi lainnya. Ketersediaan energi listrik yang cukup bagi sektor – sektor tersebut akan menentukan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Laju pertumbuhan dan perubahan pola hidup yang disebabkan arus globalisasi, ternyata juga sangat mempengaruhi tingkat permintaan energi listrik. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat, tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan, agar pelaksanaan dari rencanaan operasi apabila terjadi hal – hal yang menyimpamg dari pengoperasiaan dapat terkendali. 25 Pola beban adalah pola konsumsi tenaga listrik dalam kurun harian, bulanan maupun tahunan. Secara umum, pola beban harian sistem tenaga listrik system jateng dan DIY menunjukkan model-model yang berbeda, yaitu pola untuk hari kerja, hari Sabtu, hari Minggu dan hari libur ( Gambar2.7 ). Menarik untuk diamati bahwa pada berbagai pola beban yang ada, pemakaian daya listrik tertinggi hanya terjadi selama kurang lebih 4 jam setiap harinya. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Waktu Beban Puncak (WBP). Meskipun beban puncak terjadi dalam waktu yang relatif singkat, sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Oleh karena itu, operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak.. 2500 2250 2000 1750 1500 HARI KERJA HARI NATAL IDUL FITRI TAHUN BARU 2001 1962 1824 1651 1719 2002 2061 1824 1689 1786 2003 2110 1912 1693 1911 2004 2267 1980 1774 1951 Gambar. 2.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Pola beban suatu sistem tenaga listrik seringkali direpresentasikan dengan ukuran faktor beban (load factor). Faktor beban adalah rasio antara beban 26 rata-rata sistem dan beban puncak sistem. Angka faktor beban sesungguhnya merefleksikan kegiatan masyarakat setempat. Semakin tinggi faktor beban suatu sistem maka semakin rata penggunaan tenaga listrik sepanjang waktu. konsumen industri umumnya mengoperasikan pabrik selama 24 jam terus menerus akan sangat berbeda dengan konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. Sub-sistem Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebagian besar konsumennya berupa residensial, memiliki pola konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga, ini akan melayani beban sangat tinggi pada malam hari. Seperti pada lampiran 1 menunjukkan bahwa menjelang terjadinya beban puncak, terdapat kenaikan beban yang cukup tajam. Untuk mengatasi kondisi semacam ini, operator sistem harus segera menaikkan pembebanan pembangkit yang belum dibebani penuh dengan memperhatikan kemampuan laju kenaikan beban masing-masing pembangkit serta mulai mengoperasikan pembangkit lain yang belum terhubung ke sistem. 2.2.4.1 Pengendalian Beban Pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak (18.00 hingga 22.00), harus kita sadari sebagai tanggung jawab kita bersama dalam upaya penghematan listrik. Dalam gambar 2.7 dan kondisi beban harian sistem Jateng dan DIY tanggal 3 November 2004 (lampiran 1) pengunaan listrik dalam sehari terlihat fluktuasi beban yang bervariasi . Terlihat jelas pada waktu jam 07.00 hingga 16.00 WIB, kebutuhan beban cukup rendah. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja, namun juga kebutuhan rutin lainnya. 27 Kebutuhan beban terendah pada pukul 07.00 pagi hari diperkirakan karena baru dimulai aktifitas seperti melakukan perjalanan menuju tempat bekerja. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12 -13 terjadi penurunan beban sebesar 100 - 150 MW. Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yang merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00. Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kondisi ini dapat dianggap merupakan kebutuhan primer yang harus selalu tersedia. KURVA BEBAN HARIAN SISTEM JA WA TENGA H & DIY TH 2004 MW 2500 2,267.4 2,165.0 2000 1,979.7 1,951.1 1,774.4 1500 1000 80 : 3 1: 0 0 3 1: 0 2 3 1: 0 4 3 1: 0 6 3 1: 0 8 3 2: 0 0 3 W AKTU = = = = = WBP Idul Fitri WBP Tahun Baru WBP Natal WBP Hari Minggu WBP Hari Kerja 1,774.4 1,951.1 1,979.7 2,165.0 2,267.4 Gambar 2.7. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 2: 0 2 3 00 : 3 20 : 3 40 : 3 60 : 3 500 28 Disamping itu juga Kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini terjadi pada pertokoan serta mall, dan mungkin juga papan reklame. Dengan demikian pembatasan pada jenis tersebut akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yang tentu saja merupakan beban berat bagi penyedia energi listrik. Ketika malam hari listrik padam (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan beban puncak, karena setelah pukul 22.00 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang. Penghematan pada WBP tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka. Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini. Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran, dan ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walaupun beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6 -7 jam sehari. Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yang sangat mudah untuk dikurangi. Berdasarkan hasil data kuesioner, hampir 70% masyarakat belum sepenuhnya melakukan himbauan hemat energi dengan alasan pengurangan penggunaan listrik yang secara langsung mengurangi kenikmatan. ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yangg mungkin saja mengurangi semangat bekerja walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi. Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan, cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak, namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi 29 akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Salah satu langkah pengehematan adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yang memiliki efisiensi tinggi. 2.2.4.2 Demand Side Management Dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY akan menghadapi kondisi kritis dalam beberapa waktu ke depan. Untuk mengatasi kondisi kritis dalam jangka pendek dan panjang maka dilaksanakan langkah-langkah mengatasi kritis baik pada sisi kebutuhan yaitu melaksakan program Demand Side Management ( DSM ) maupun sisi penyediaan dengan menyelesaikan pembangunan beberapa pembangkit. Demand Side Management ( DSM ) Selain bermanfaat bagi sisi konsumen dan pemasok juga bermanfaat secara nasional yaitu : mengurangi laju pertumbuhan energi, menunda investasi pembangunan pembangkit listrik baru, mengurangi kepentingan konsumen dan memberi dampak positif terhadap lingkungan ( Program Konservasi Energi dan Manajemen Energi, 2002 ). Dari sisi Konsumen, dengan mengatur pemakian listrik disisi Konsumen akan memberikan manfaat bagi konsumen berupa penghematan biaya. Untuk konsumen industri akan berdampak pada biaya produksi yang semakin kecil sehingga dapat memperkuat daya saing. Perusahaan listrik sebagai penyedia tenaga listrik akan memberikan keuntungan antara lain: 30 a. Investasi semakin efisien, yaitu sebagai pembatasan pemakaian lstrik pada WBP, maka dengan jumlah pembangkit yang sama dapat melayani konsumen yang lebih banyak dan dapat mengurangi atau menunda biaya pembangunan pembangkit baru. b. Pengusahaan yang efisien, yaitu dengan pengurangan pemakaian listrik pada WBP dan mengalihkannya pada LWBP maka faktor beban system akan menjadi lebih baik, sehingga biaya operasi akan lebih murah karena beban dasar dapat dioperasikan maksimum. Sedangkan secara nasional keberhasilan pelaksanaan pengaturan beban pada sisi konsumen dapat memberikan manfaat antara lain: a. Penghematan energi nasional b. Pengurangan pencemaran lingkungan DSM merupakan suatu kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan sehingga memperbaiki kurva beban sistem pembangkit dan mengurangi rekening listrik konsumen. Beberapa program DSM dan strategi pemilihan DSM yang tepat adalah sebagai berikut a. Energy conservation program, bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi kosumen dan kebutuhan tenaga listrik secara keseluruhan. b. Peak Clipping. ( Pemangkasan Beban Puncak ) Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat WBP c. Valley Filling Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk menggunakan listrik pada periode dimana beban sistem pembangkit 31 relative rendah atau pada pada saat LWBP. Dengan cara ini dapat memperbaiki factor kapasitas penggunaan sistem pembangkit yang pada gilirannya akan mengurangi biaya operasi. d. Load Shifting ( Pergeseran Beban ), yaitu mendorong pelanggan agar mengeser pemakaian tenaga listrik pada periode luar waktu beban puncak ( LWBP ) tanpa mengorbankan kepentingan pelanggan. berarti pelanggan akan mengurangi pemakian Listrik pada WBP ( pukul 18.00 s/d 22.00 WIB ) dengan mengalihkan konsumsi pada LWBP ( Pukul 22.00 s/d 18.00 WIB ). Pola ini jumlah energi yang digunakan tetap, tapi hanya waktu pemakaiannya yang berubah. cara ini dapat dicapai misalnya dengan menerapkan mekanisme Time of Use Rate. Load shifting diterapkan akan memberikan kombinasi keuntungan peak clipping dan valley filling yaitu mengurangi beban puncak tanpa mengurangi konsumsi energi. e. Flexible load management program, membolehkan pemadaman atau pengurangan demand pelanggan utama (key customers demand) untuk memperbaiki fleksibilitas dengan menyesuaikan penyediaan kapasitas pembangkit dengan demand pelanggan. Dengan kata lain pelanggan bukan mengurangi kapasitas pemakaian, dan kompensasi layak diberikan kepada pelanggan yang bersedia listriknya dikurangi, dipadamkan atau dialihkan sewaktu – waktu diperlukan f. Load building program, bertujuan meningkatkan konsumsi pelanggan dan demand tenaga listrik secara keseluruhan. 32 Sebelum memilih program DSM yang tepat untuk dilaksanakan, perusahaan listrik terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang telah terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang agar diperoleh manfaat yang paling maksimal. 2.2.4.2.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) Pemberlakuan Time of Use ( TOU ) dimana Tarif WBP lebih Mahal dari tarif LWBP. Mekanisme ini akan mendorong pemakaian listrik oleh konsumen sebagian besar lebih pada LWBP dan akan mengurangi sebanyak mungkin pemakain listrik pada WBP. Ini tidak terlepas karena keterbatasan pasokan listrik, sementara pembangkit harus beroperasi normal. 2.2.4.2 .2 Load Interruptible dan Load Curtailable Pada mekanisme ini terdapat dua macam beban yang dapat diatur, yaitu interruptible load dan curtaible load. Interruptible load merupakan beban atau pemakaian yang sudah tertentu waktu pemakaiannya, sehingga pada WBP peralatan tersebut akan terhenti suplai listriknya, baik melalui peralatan otomatis di sisi konsumen sendiri atau secara remote control melalui pusat pengendali, hal ini dapat diterapkan pada sistem pendingin (cold storage) dan proses-proses pabrikasi lainnya yang tidak perlu beroperasi terus menerus. Sedangkan Curtaible load adalah beban atau pemakaian oleh konsumen yang dapat dimatikan pada kondisi tertentu dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan terdapat kekurangan jumlah pembangkit karena gangguan di pembangkit besar atau sebab-sebab lain. 33 2.2.4.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi Pemberian Insentif kepada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah. yang bersedia menggeser pemakaian listriknya, dari Waktu Beban Puncak (WBP) dari pukul 18.00 , ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22.00. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya. Ini merupakan kebijakan perusahaan dalam menambah pendapatan atau memperkecil kerugian. Paket Peduli ( Pelanggan Dukung Keandalan Pasokan Listrik ) berupa insentif dan kompensasi bagi pelanggan yang bersedia menggeser beban WBP ke LWBP atau di potong bebannya pada WBP manakala diperlukan. Tujuannnya untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan listrik. Metode ini ada 2 jenis : Peduli Aktif dan Peduli Pasif. Peduli Aktif : PLN akan memberikan insentif kepada pelanggan yang bersedia mengggeser bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% - 2,5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan Terakhir 34 Peduli Pasif : PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang bersedia dikurangi bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Pelanggan mendapatkan insentif atas pengurangan pemakaian listrik pada WBP. Kompensasi dan Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan. Besarnya Kompensasi : 4 X KVA beban yang dikurangi X jam lama pemotongan X ( 100% 2,5% ) Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = Biaya Beban TDL 2003 tahap IV 30 X 24 Insentif maupun kompensasi diberlakukan bagi pelanggan yang menggunakan kWH double atau daya diatas 200 KVA. 2.3 Hipotesis Berdasarkan Telaah Pustaka dan landasan teori yang telah dikemukakan diatas. Maka : 1. Pengendalian dengan Menggeser pemakaian WBP ke LWBP akan memperoreh efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperbaiki faktor beban. 2. Pengendalian dengan Menggeser pemakain WBP ke LWBP akan mempengaruhi pola konsumsi pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi. 35 2.4 Rencana Penelitian Rencana Penelitian yang ditempuh guna pembuktian hipotesis diatas adalah : 1. Menghitung persentase besar pemakaian energi listrik dari WBP ke LWBP 2. Menentukan besarnya energi dan biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan akibat dari pengalihan beban WBP ke LWBP. 36 BAB III CARA PENELITIAN 3.1 Bahan Penelitian Bahan atau materi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Profil Beban 2. Data beban di PT. PLN ( Persero ) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 3. Buku yang berkaitan dengan materi permasalahan distribusi Tenaga listrik. 4. Makalah, Jurnal, dan Website yang berkaitan dengan pengendalian beban tenaga listrik. 3.2 Alat Penelitian Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data sehingga penelitian ini mendapatkan hasil yang diinginkan adalah : 1. Perangkat keras komputer Processor pentium IV, memori 128 Mbytes, dan monitor 14” . 2. Flash Disk dan CDRW 2. Perinter Canon i255. 3. Kertas Paper One HVS 80g/m2 4. Tinta Data Print 5. Perangkat Lunak Program Microsoft Word 2003 37 6. Perangkat Lunak Program Microsoft Excel 2003 7. Media lainnya yang mendukung proses tesis ini 3.3. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian. adapun langkah langkah pengolahan : 1. Semua data dikumpulkan dan data satu persatu apakah telah sesuai yang dibutuhkah dalam penelitian ini . 2. Pengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian 3. Pengolahan data dengan merumuskan permasalahan dari penelitian. 4. Menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data 3.4 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di PT.PLN Ungaran Semarang dan data PT. PLN APJ Yogyakarta. Sedangkan jadwal penelitian adalah : No Urutan Kegiatan September Bulan Pelaksanaan Penelitian Oktober November Desember Januari 1 2 3 4 5 6 7 8 Studi Pustaka Pengambilan Data Dilapangan Pengolahan Data Analisa Hasil/ Seminar I Hasil Penelitian Seminar II/ Pra Pendadaran Penyusunan Laporan Konsultasi Dosen Pembimbing Pendadaran 38 3.5 Kesulitan -Kesulitan Penelitian Kesulitan - kesulitan yang timbul selama penulis melakukan penelitian dan mencoba cari solusi adalah : 1. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengambilan data yang di butuhkan di tempat objek penelitian ( PT.PLN Ungaran Semarang dan PT.PLN APJ Yogyakarta), yang dapat menghambat tesis ini. Walau kadang ada bagian bagian yang enggan melayani dan cenderung menolak sama sekali pengambilan data di tempat mereka. 2. Kesulitan mendapatkan buku-buku literatur, khususnya buku tentang pengendalian beban. Dalam hal ini penulis melakukan Browsing lewat Internet 3. Kadang data yang perlukan tidak bisa di dapatkan seketika, sehingga data tidak langsung diperoleh pada saat mengunjungi lokasi penelitian, itu lebih di sebabkan oleh kesibukan Pegawai yang pada saat itu memang sedang sibuk dengan tugas rutinnya. Mengingat lokasi pengambilan data jauh dari tempat tinggal penulis, pihak PT.PLN memberikan alamat email mereka untuk memudahkan data yang diperlukan 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Berdasarkan tarif dasar listrik yang di anut PT.PLN, maka pelanggan dapat digolongkan dalam golongan sosial, rumah tangga, Bisnis, industri, kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, traksi, curah dan multi guna. Penggolongan tersebut diatas selanjutnya dapat diperinci menjadi segmen pelanggan yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk sektor Bisnis/komersial meliputi : retail toko, kantor, hotel, sekolah, dan sebagainya. Untuk sektor rumah tangga seperti pelanggan besar dan pelanggan kecil. Segementasi pelanggan juga dapat dilakukan berdasarkan batas daya seperti : s/d 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, di atas 2200 VA s/d 200 kVA, di atas 200 kVA. Namun hal ini kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda. Pola konsumsi pelanggan tiap-tiap sektor selanjutnya dapat diidentifikasi dengan melakukan pendataan peralatan listrik (end uses) yang digunakan oleh pelanggan seperti rencana, misalnya pada AC, kulkas, memasak, dan sebagainya serta prediksi potensi perubahan penggunaan end-uses dari pelanggan yang akan merubah pola konsumsi pelanggan. Masing-masing grup pelanggan akan mempunyai pola konsumsi pemakaian listrik yang berbeda satu dengan lainnya berdasarkan waktu penggunaan listrik mereka. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga yang menggunakan peralatan end uses 40 seperti penerangan, peralatan memasak dan kulkas lebih banyak menggunakan energi listrik di waktu malam. Sektor komersial pada umumnya menggunakan peralatan end uses pada siang hari, dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY defisit Seperti pada gambar 4.1 terlihat beban tidak merata mengalami 4.2. Analisis Data Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, akan dihitung besarnya pergeseran beban setelah pengalihan waktu konsumsi dan kemungkinan pemberian insentif maupun kompensasi yang diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening kepada pelanggan pelanggan golongan B3, I2, I3, I4 dan P2 , berdasarkan surat Edaran Direksi PT.PLN No.0013.E/DIR/2005 dan No.016.E/DIR/2005. Akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Kebijakan ini diorientasikan untuk menghemat energi. Sebab PLN adalah pengguna bahan bakar solar terbesar di Indonesia. Bentuk konkretnya, PLN menyarankan agar pelanggan golongan di atas bisa mengalihkan waktu pemakaian energi listrik di luar waktu beban puncak. Kalau selama ini pemakaian listrik terbesar mereka antara pukul 18.00 - 22.00, disarankan digeser tengah malam hingga dinihari, atau pagi sampai siang hari 41 4.2.1 Hasil Pergeseran Beban Sesuai dengan Surat PLN Pusat No. 01727/532/DDPKP/2005 tanggal 1 April 2005 Tentang Transfer Tenaga Listrik (PSA / Power Sales Agreement), untuk tujuan perbaikan faktor beban di sisi Distribusi, diberlakukan harga energi dengan 3 komponen tarif : - WBP - LWBP 1 - LWBP 2 : 18.00 s/d 22.00 (Rp. 434/kWh) : 22.00 s/d 06.00 (Rp. 200/kWh) : 06.00 s/d 18.00 (Rp. 309/kWh) G R A F IK P E N G G O L O N G A N T A R IF BERD AS AR K AN PSA 2005 2 8 .0 0 0 2 6 .0 0 0 W BP LW BP1 LW BP2 2 4 .0 0 0 2 2 .0 0 0 KW 2 0 .0 0 0 1 8 .0 0 0 1 6 .0 0 0 1 4 .0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 :0 :0 0 0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 0 3 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 7 8 9 6 0 1 0 1 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 5 2 24 :0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 Jam Gambar 4.1 Kurva beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 Pengendalian beban dengan cara menggeser /mengalihkan beban pelanggan dari WBP ke LWBP didasarkan pada laporan perjualan Aliran Listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan IV PT.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta. LWBP1 42 Berdasarkan pengamatan kurva beban sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 , pola konsumsi listrik sebelum pergeseran ( Gambar.2 ) adalah : 1. WBP : 18.00 s/d 22.00 (Rp. 434/kWh) = 4 Jam, dari sore hingga malam hari, pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan, Sosial, Rumah Tangga, dan Bisnis. Pemakaian penuh selama 4 jam 2. LWBP 1 : 22.00 s/d 06.00 (Rp. 200/kWh) = 8 Jam, dari tengah malam hingga pagi, pada umunya untuk aktifitas kehidupan dan rumah tangga 22. 00 s/d 00.00 = 2 jam = Pemakaian energi 00.00 s/d 02 .00 = 2 jam = waktu Istirahat 02.00 s/d 05.00 = 3 jam = Pemakaian Energy 05 s/d 06 = 1 jam = pemakaian Energy Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 3 jam 3. LWBP 2 : 06.00 s/d 18.00 (Rp. 309/kWh) = 12 Jam, dari pagi hingga sore hari. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan, Sosial, Rumah Tangga, Bisnis, Industri, dan Publik 06.00 s/d 08.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 s/d 11.00 = 3 jam = pemakaian energy 11.00 s/d 13.00 = 2 jam = istirahat 13.00 s/d 16.00 = 3 jam = beraktifitas kembali 16.00 s/d 18.00 = 2 jam = pulang dari beraktifitas 43 Pada saat LWBP2 Total pemakaian Energy 6 jam dan waktu istirahat 6 jam. Pemakaian energi pada waktu LWBP 11 jam, istirahat 9 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam. Tabel 4.1 Beban Sebelum Pergeseran Hari Minggu Tahun Kerja ( MW ) ( MW ) Beban Max Min Beban rata -rata/hari Faktor beban/hari (%) 76,058. 7 2,267.4 1,114.4 1,584.6 2,91 69,432.0 2,165.0 1,032.9 1,446.5 2,78 Natal ( MW ) 64,569.9 1,979.7 1,000.8 1,345.2 2.83 Idul Fitri ( MW ) 55,713.5 1,774.4 740.8 1,160.7 2,73 Tahun Baru ( MW ) 60,006.9 1,951.1 903.5 1,250.1 2,67 Kurba Beban Harian Siatem Jateng & DIY Tahun 2004 Sebelum Pergeseran Waktu Konsumsi 1 2,000.0 1 0,000.0 8,000.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6,000.0 Natal Minggu 4,000.0 Kerja 2,000.0 0.0 0: 1:30 1:00 2:30 2:00 3:30 3:00 4:30 4:00 5:30 5:00 6:30 6:00 7:30 7:00 8:30 8:00 9:30 9 00 10 :30 10:00 11:30 11:00 1 2:30 12:00 13:30 1 3 :00 14:30 14 :00 1 5 :30 15:00 16 :30 16 :00 1 7 :3 0 1 7 :0 0 18:30 1 8:0 0 1 9 :3 0 19:00 20:30 20:00 21:3 0 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.2 sebelum pengalihan dari WBP ke LWBP 44 Setelah pergeseran waktu konsumsi ( Tabel 4.3 ) adalah : 1. WBP : 17.00 s/d 21.00 (Rp. 434/kWh) = 4 Jam, dari sore hingga malam hari, pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan, Sosial, Rumah Tangga, dan Bisnis. Pemakaian penuh 4 jam, tapi pemakaian energi dikurangi 25% 2. LWBP 1 : 21.00 s/d 06.00 (Rp. 200/kWh) = 9 Jam, 21. 00 s/d 00.00 = 3 jam = masih melakukan aktfitas 00.00 s/d 04.00 = 4 jam = jam istirahat 04.00 s/d 06.00 = 2 jam = pemakian energi Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 4 jam 3. LWBP 2 : 06.00 s/d 17.00 (Rp. 309/kWh) = 11 Jam, 06.00 s/d 08.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 s/d 12.00 = 4 jam = pemakaian energi 12.00 s/d 13.00 = 1 jam = istirahat 13.00 s/d 16.00 = 3 jam = pemakaian energi 16.00 s/d 17.00 = 1 jam = saat pulang dari beraktifitas Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 7 jam dan waktu istirahat 4 jam Pemakaian energi pada waktu LWBP 12 jam, istirahat 8 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam Dari pergeseran waktu konsumsi tersebut terlihat penghematan energi selama 24 jam menunjukkan angka yang cukup signifikan, Kalau pada hari kerja kita ambil 45 contoh persentase penghematan, maka selama 24 pemakaian energi pada waktu WBP dikurangi 25% dari beban pemakaian sebelumnya, pada waktu LWBP ditambah 2% selama 12 jam waktu pemakaian, Sisa Pengurangan 1% selama 12 jam = 30% perbulan Tabel 4.2.Beban Setelah Pergeseran Hari Tahun Minggu Natal Idul Fitri Tahun Kerja Baru ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) beban 75,881.4 69,242.1 64,404.9 55,567.5 59,860.1 Max 2,203.9 2,104.4 1,924.3 1,724.7 1,896.5 Min 1,114.4 1,032.9 1,000.8 741.2 912.5 Beban rata – rata/hari 1,580.9 1,442.5 1,341.8 1,157.7 1,247.1 Faktor beban/hari (%) 2,99 2,86 2,91 2,80 2,74 Tabel 4.3 Besar pergeseran Tahun Beban Max Min Beban rata – rata/hari Faktor beban/hari (%) Penghematan/hari Hari Kerja ( MW ) 886.2 63.5 0 18.46 1,21 177.3 Mingg u ( MW ) 819.5 60.6 0 17.07 1,17 189.9 Natal ( MW ) 752.4 55.4 0 15.68 1,18 165.1 Idul Fitri ( MW ) 651.0 49.7 -0.4 13.56 1,14 146.0 Tahun Baru ( MW ) 700.0 54.6 -9.0 14.58 1,11 146.9 46 Kurva Beban Harian Sistem Jateng dan DIY setelah pergeseran beban 12,000.0 10,000.0 8,000.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6,000.0 Natal Minggu 4,000.0 Kerja 2,000.0 0.0 0 1:30 1:00 2:30 : 2:00 3:30 3:00 4 30 4:00 5:30 : 5:00 6:30 6:00 7 30 7:00 8:30 : 8:00 9 30 9:0 10 :30 1 :0 0 10:30 11:00 11:30 2 12:00 13:30 13:00 1 :30 14:00 14:30 5 15:00 16:30 16:00 1 :30 17:00 17:30 8 18:00 19:30 19:00 2 :30 20:00 20:30 1 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP 4.2.2. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk penghendalian beban Kompensasi dan insentif diberikan kepada pelanggan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan bila pelanggan bersedia dikurangi bebannya pada saat diperlukan ( WBP ) namun pelanggan bisa juga terkena disentif apabila pemakaian melebihi yang disyaratkan. Sample perhitungan menurut transfer energi listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan III PT.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta dengan beban yang dikurangi pada saat WBP masing – masing 25% dari beban Total Konsumsi. ( Lampiran 8 ) 1. Untuk S.3./TM > 200 kVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.500/kVA/bulan = 42.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam 47 Kompensasi : 4 X 3,069 X 24 X ( 100% - 2,5% ) Rp 42.361 = Rp 12.168.553 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% - 2,5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 339.526 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 263.240 KWH Biaya pemakaian S.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1 X 434 /KWH = 868 Rp/kWH K : Faktor Perbandingan antara harga kwh WBP dengan harga kwh LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat, Untuk Region Jateng dan DIY k = 2 P : Faktor Pengali, untuk S.3 Murni = 1 dan S.3 Komersil = 1.17 Jumlah Insentif : ( 339.526 KWH – 263.240 KWH ) X 25% X ( 100% - 2.5% ) Rp 868 = Rp 16.140.210 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan Novembe 2004 adalah sebesar = Rp 260.936 + Rp 16.142.326 = Rp 16.403.262 48 2.. Untuk S.3 Komersil > 200 KVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.500/kVA/bulan = 42.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam Kompensasi : 4 X 2825 X 24 X ( 100% - 2,5% ) Rp 42.361 = Rp 11.201.096 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% - 2,5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 80.600 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 308.200 KWH Biaya pemakaian S.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1,17 X 434 /KWH = 1.016 Rp/kWH Jumlah Insentif : ( 80.600 KWH – 308.200 KWH ) X 25% X ( 100% - 2.5% ) Rp 1.016 = Rp -56.365.140 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan November 2004 adalah sebesar = Rp 11.201.096 + Rp -56.365.140 = Rp -45.164.044. Hasil selengkapnya lihat tabel 4.4 49 Tabel 4.4 PSA Setelah Pergeseran waktu konsumsi GOLONGAN TARIP 1 S.1 220 VA S.2 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA >2200VA s/d 200K S.3 > 200 Kva S.3.Ko > 200 Kva Jumlah S R.1A 450 VA R.1 450 VA 900 VA 1.300 VA 2.200 VA R.2 > 2201 s/d 6600 VA R.3 > 6.600 VA Blok I Blok I,II,III Blok I,II,III Blok I,II,III Blok I,II,III Blok I, II,III Blok I,II,III Blok I,II,III Blok I,II,III Blok I,II Jumlah Pelanggan 2 7,539 4,214 1,340 857 1,284 15 20 15,269 5,612 384,803 166,376 43,152 17,139 3,897 346 621,325 Blok I,II Blok I,II Blok I,II Blok I,II Blok I,II 3,876 5,781 5,000 4,358 4,822 56 23,893 Blok I,II Blok I,II Blok I,II Blok I,II Blok I,II 4 17 13 116 258 11 33 Daya (VA) Tersambung 3 3,389,340 3,792,600 1,742,000 1,885,400 21,931,100 12,275,000 11,300,000 56,315,440 2,529,450 173,079,150 149,738,400 56,097,600 37,705,800 15,860,700 3,888,500 438,899,600 1,732,600 5,202,900 6,500,000 9,587,600 56,978,100 35,454,000 115,455,200 3,600 22,100 28,600 1,096,900 16,017,700 21,820,000 20,013,000 KVA Yang dikurangi 4 847 948 436 471 5,483 3,069 2,825 14,079 632 43,270 37,435 14,024 9,426 3,965 972 109,724 433 1,301 1,625 2,397 14,245 8,864 28,865 1 6 7 274 4,004 5,455 5,003 KWH LWBP 5 3,766 1,586 434 396 23,002 35,154 28,608 140,174 15,152 215,446 65,074 16,205 6,411 47,949 9,841 1,273,224 1,819 8,449 10,408 16,591 90,981 124,798 351,691 5 33 39 700 47,683 135,056 72,400 WBP 6 65,810 77,050 142,860 354,810 354,810 66,701 332,900 144,870 Kompensasi 7 1,211,228 2,095,070 1,530,360 1,775,680 23,165,732 12,168,553 11,201,096 53,147,719 985,940 67,502,550 111,929,093 55,605,014 37,373,992 16,236,675 4,324,969 293,958,233 1,379,114 4,786,433 6,231,841 9,504,080 57,407,943 33,993,256 113,302,667 4,394 26,364 30,758 1,211,100 18,218,158 22,196,792 20,357,571 Insentif 8 16,140,210 16,140,210 4,346,174 27,336,125 Rp Disentif 9 (56,365,140) (56,365,140) (20,320,086) (20,320,086) (66,607,407) Diskon 10 28,308,763 28,308,763 13,673,170 13,673,170 22,564,332 47,693,696 - Jumlah R B.1 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA B.2 > 2201 s/d 200 kVA B.3 > 200 kVA Jumlah B I.1 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA >2.200VA I.2 >14 kVA s/d 200 kVA I.3 >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam I.4 >30.000 kVA 50 Jumlah I P.1 450 VA 900 VA 1,300 VA 2.200 VA >2.200 VA P.2 P.3 Jumlah P Total >200 kVA 452 420 315 280 189 538 7 1,303 3,052 663,991 59,001,900 188,200 283,500 364,000 415,800 9,415,100 4,700,000 8,545,754 23,912,354 693,584,494 14,750 47 71 91 104 2,354 1,175 2,136 5,978 173,396 257,798 807 684 1,223 (763) 20,747 8,096 51,581 82,375 2,105,262 544,471 24,450 24,450 1,066,591 62,045,137 125,258 230,755 295,757 338,008 7,650,671 3,666,073 6,664,453 18,970,975 541,424,731 31,682,299 47,822,509 (66,607,407) (8,254,175) (8,254,175) (151,546,808) 70,258,028 112,239,961 4.3 Pembahasan hasil Penelitian Dalam dunia yang penuh persaingan dewasa ini, kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu untuk merebut keunggulan dalam bersaing. Jika dihasilkan barang dan jasa yang tidak bermutu, maka pelanggan akan kabur. Jika dihasilkan barang dan jasa yang harganya mahal, pelanggan akan berpindah pada penyedia barang atau jasa yang lebih murah namun sama mutunya. Untuk menentukan kepuasan pelanggan diperlukan data yang menggambarkan lima faktor lima dimensi jasa yang diwujudkan dalam bentuk harapan dan kenyataan. Sistem pentarifan agaknya perlu dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan, cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak, karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Dari hasil analisis terdapat keuntungan penghematan atau efisiensi transfer energi sebagai akibat pergeseran waktu Konsumsi dari WBP ke LWBP, namun demikian ada harga yang harus dibayar oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY APJ Yogyakarta sebagai dampak dari pergeseran beban tersebut dari sisi 51 pendapatan operasi yaitu berkurangnya penjualan energi listrik pada WBP dengn tarif lebih mahal bergeser ke lebih murah pada LWBP. Dengan perkiraan pergeseran beban dari Gambar 2.7. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 dan data pada lampiran 1, didapat besar energi yang akan dialokasikan sebelum pergeseran untuk hari Kerja saja dalam 1 hari sebesar 76,058.7 MW dengan faktor beban 2,91 %, maka setelah pergeseran 75,881.4 MW dan faktor beban 2,99 %, sehingga dalam 1 hari penghematan 177.3 MW, ,dengan faktor beban 1,21 % 52 BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat dismpulkan antar lain : 1. Pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan 2. Pengendalian beban dengan mengalihkan sebahagian beban WBP ke LWBP dapat meningkatkan efisiensi harga pembelian listrik pembangkitan dan penyaluran, walaupun pihak penyuplai daya harus mengeluarkan biaya kompensasi kepada pelanggan besar. Melalui pengendalian pergeseran beban, sedikitnya bisa mengatasi masalah sumber dan cadangan energi nasional yang semakin terbatas dan mahal. 3. Kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda. Salah satu strategi pola konsumsi yang dilakukan adalah dengan mengatur pemakaian listrik seperti dengan mengurangi pemakaian di malam hari dan memindahkannya pada waktu siang hari atau pagi hari. 4. Pengaturan beban disisi konsumen sangat bermanfaat baik dari sisi konsumen, perusahaan listrik maupun pemerintah. 6. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. lima Dimensi tersebut 53 meliputi : Responsiveness ( Ketanggapan ), Reliability ( keandalan), Emphaty ( empati ), Tangibles ( bukti langsung ) Assurance ( Jaminan ) dan 5.2. Saran Sehubungan dengan masalah pengalihan beban pelanggan dari WBP ke LWBP , maka disaran kan : 1. Untuk mengatasi krisis energi listrik, kerja sama dua sisi yakni produsen dan konsumen sangat diperlukan, Sebagai produsen, PLN dituntut untuk menyediakan kecukupan pasokan listrik. Sedangkan selaku konsumen, masyarakat (khususnya kalangan industri dan rumah tangga) diharapkan partisipasinya mengendalikan pemakaian energi tersebut. Maka, Pihak Penyedia energi agar terus mensosialisasikan tentang hemat energi , sehingga timbulnya kesadaran pelanggan untuk mematuhi pemakian listrik terutama pada Waktu Beban Puncak (pukul 18.00 - 22.00 WIB), dan mengalihkan pemakaian ke Luar Waktu Beban Puncak ( Pukul 22.00 – 18.00 ). Namun dapat menikmati kualitas pelayanan sebagaimana biasanya 2. Diharapkan suatau Perencanaan yang sistematis dan jadwal yang ketat atas pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik. Dengan demikian, bila semua pembangkit terpelihara dengan baik, maka defisit listrik dari satu pembangkit bisa secepatnya didukung oleh pembangkit lain. 3. Kecukupan pasokan daya listrik agar sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik 54 DAFTAR PUSTAKA BerayanMunthe, 2005. Tesis “ Studi Kinerja Jaringan Distribusi dan Prakiraan Pertumbuhan Beban “. Teknik Elekto Bonar Panjaitan, 1999. Teknologi Sitem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis Scada, Prenhallindo El-Hawary, M.E. 1995. Electrical Power System. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers, Inc. Fakultas Teknik UGM, 2004 “ Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Prov DIY 2004 “ Geoffrey Rothwell,2003. Electricity Economics, regulation and Deregulation, IEEE Power Egineering serie Mohamed E.El – Hawary Gonen, T. 1986. Electrical Power Distribution System Engineering. Singapore. International Student Edition, McGraw Hill Publishing Book Company. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3032K/46/MEM/2001. 2001. Tentang Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT.PLN. Jakarta: Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral. Kotler P dkk, 1994. Manjemen Pemasaran di Indonesia, Salemba 3Empat , Jakarta. Marsudi D , 1990. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Balai Penerbit dan Humas ISTN PT.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali, 2003, “ Statistik 2002 PT.PLN ( Persero ) P3B, Kantor Pusat PT.PLN ( Persero ), Jakarta 55 PT.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali, 2004, “Statistik 2003 PT.PLN ( Persero ) P3B, Kantor Pusat PT.PLN ( Persero ), Jakarta PT.PLN ( Persero ), 2005, “ Laporan Tahunan PT.PLN ( Persero )P3B Region Jateng dan DIY Tahun 2004 “, P3B Jawa Bali Region Jateng dan DIY PT.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali, 2005, “ Statistik 2004 PT.PLN ( Persero ) P3B, Kantor Pusat PT.PLN ( Persero ), Jakarta PT.PLN ( Persero) 2005, “Laporan Beban penyulang hingga September 2005 Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta “ , P.T. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta Rangkuti F, 2006 “ Measring Customer Satisfaction, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarat Rudy Styobudi, 2005. Tesis “ Pengendalian Beban pada Distribusi Tenaga Listrik PT.PLN ( Persero ) Disjateng dan DIY dengan system Kompensasi Biaya “. MSEE Standar Nasional Indonesia. 2003. Tegangan Standar. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional. Stevenson Jr.,WD.1983. Analisis system tenaga Listrik. Profesor of Enginineering, Emeritus North Carolina State University. Sulasno, 2001, Distribusi Tenaga Listrik, Badan penerbit Universitas Diponegoro ( UNDIP ) Semarang. www.pln-jawa-bali.co.id electrical 56 LAMPIRAN 1 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 1,661.2 1,649.7 1,623.9 1,621.7 1,650.8 1,765.3 1,857.5 1,713.2 1,710.9 1,564.5 1,320.5 1,186.5 1,139.4 1,114.4 1,142.5 1,169.2 1,242.1 1,274.7 1,284.0 1,283.6 1,301.5 1,280.3 1,233.8 1,249.2 1,233.8 1,238.1 1,324.5 1,316.4 1,310.8 1,356.1 1,374.1 1,360.7 1,390.9 1,503.4 1,900.9 2,214.2 2,267.4 2,250.6 2,237.6 2,242.0 2,221.2 2,153.5 2,064.2 1,976.3 1,859.2 1,779.0 1,735.6 1,708.2 76,058.7 2,267.4 1,114.4 Minggu 1,571.3 1,569.5 1,546.9 1,545.4 1,577.0 1,685.0 1,739.7 1,687.3 1,600.4 1,470.1 1,231.8 1,078.4 1,033.0 1,032.9 1,032.9 1,059.5 1,058.5 1,063.1 1,063.1 1,084.4 1,081.3 1,090.3 1,045.4 1,045.6 1,045.4 1,035.7 1,056.0 1,095.9 1,097.0 1,120.8 1,120.0 1,184.1 1,271.3 1,422.8 1,771.7 2,089.3 2,145.9 2,165.0 2,124.1 2,119.7 2,120.3 2,065.1 1,933.8 1,867.0 1,742.9 1,671.5 1,603.5 1,570.7 69,432.0 2,165.0 1,032.9 Natal 1,482.4 1,468.4 1,466.7 1,456.8 1,424.0 1,424.6 1,416.6 1,435.3 1,475.8 1,490.5 1,418.3 1,212.4 1,120.2 1,050.6 1,031.0 1,045.0 1,039.4 1,038.0 1,053.2 1,035.4 1,034.4 1,037.4 1,026.4 1,022.8 1,000.8 1,007.4 1,019.1 1,009.4 1,012.8 1,002.1 1,071.0 1,137.7 1,285.9 1,433.0 1,620.3 1,839.7 1,958.1 1,979.7 1,976.1 1,933.0 1,866.0 1,777.4 1,641.7 1,572.4 1,496.2 1,468.2 1,404.8 1,350.9 64,569.9 1,979.7 1,000.8 Idul Fitri 1,405.2 1,428.6 1,416.3 1,401.3 1,401.3 1,410.9 1,436.4 1,484.0 1,581.8 1,604.8 1,326.3 988.6 851.3 802.6 791.4 771.8 771.8 778.8 777.7 751.7 760.8 760.7 751.5 761.5 751.5 744.9 741.2 751.8 741.6 740.8 751.4 778.7 837.1 939.7 1,218.3 1,708.1 1,774.4 1,766.8 1,751.3 1,752.1 1,684.4 1,637.7 1,586.9 1,510.1 1,409.9 1,316.2 1,307.6 1,293.9 55,713.5 1,774.4 740.8 Tahun Baru 1,443.5 1,406.7 1,359.4 1,358.5 1,332.6 1,339.6 1,332.0 1,346.7 1,374.6 1,412.0 1,329.2 1,093.9 1,024.1 956.8 942.8 933.8 933.1 929.9 943.6 948.0 948.3 932.1 926.0 931.9 942.1 931.2 933.8 931.7 907.9 903.5 913.3 952.5 973.4 1,042.9 1,172.8 1,519.7 1,881.4 1,951.1 1,937.1 1,935.5 1,884.1 1,797.7 1,700.7 1,569.7 1,528.8 1,443.9 1,405.0 1,368.2 60,006.9 1,951.1 903.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban LAMPIRAN 2 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 17.1 17.1 15.6 13.2 11.9 0.0 0.0 0.0 0.0 12.4 12.7 12.8 12.8 13.0 12.8 12.3 12.5 0.0 0.0 13.2 13.2 13.1 13.6 13.7 0.0 0.0 42.1 53.2 62.0 63.5 63.0 62.7 62.8 62.2 60.3 20.6 19.8 18.6 17.8 17.4 17.1 886.2 63.5 0.0 Minggu 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 16.9 16.0 14.7 12.3 10.8 0.0 0.0 0.0 0.0 10.6 10.6 10.6 10.8 10.8 10.9 10.5 10.5 0.0 0.0 10.6 11.0 11.0 11.2 11.2 0.0 0.0 39.8 49.6 58.5 60.1 60.6 59.5 59.4 59.4 57.8 19.3 18.7 17.4 16.7 16.0 15.7 819.5 60.6 (0) Natal 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 14.4 14.8 14.9 14.2 12.1 0.0 0.0 0.0 0.0 10.4 10.4 10.5 10.4 10.3 10.4 10.3 10.2 0.0 0.0 10.2 10.1 10.1 10.0 10.7 0.0 0.0 40.1 45.4 51.5 54.8 55.4 55.3 54.1 52.2 49.8 16.4 15.7 15.0 14.7 14.0 13.5 752.4 55.4 (0.0) Idul Fitri 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 14.8 15.8 16.0 13.3 9.9 0.0 0.0 0.0 0.0 7.7 7.8 7.8 7.5 7.6 7.6 7.5 7.6 0.0 0.0 7.4 7.5 7.4 7.4 7.5 0.0 0.0 26.3 34.1 47.8 49.7 49.5 49.0 49.1 47.2 45.9 15.9 15.1 14.1 13.2 13.1 12.9 651.0 49.7 (0.4) Tahun Baru 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 13.5 13.7 14.1 13.3 10.9 0.0 0.0 0.0 0.0 9.3 9.3 9.4 9.5 9.5 9.3 9.3 9.3 0.0 0.0 9.3 9.3 9.1 9.0 9.1 0.0 0.0 29.2 32.8 42.6 52.7 54.6 54.2 54.2 52.8 50.3 17.0 15.7 15.3 14.4 14.1 13.7 700.0 54.6 (9.0) LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban Ket : 0 tidak ada penambahan atau pengurangan beban ( kondisi normal ) LAMPIRAN 3 Kondisi Total beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Setelah Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 Kerja 1,661.2 1,649.7 1,623.9 1,621.7 1,650.8 1,765.3 1,857.5 1,730.3 1,728.0 1,580.2 1,333.7 1,198.4 1,139.4 1,114.4 1,142.5 1,169.2 1,254.5 1,287.5 1,296.8 1,296.4 1,314.5 1,293.1 1,246.1 1,261.6 1,233.8 1,238.1 1,337.7 1,329.5 1,323.9 1,369.7 1,387.9 1,360.7 1,390.9 1,461.3 1,847.7 2,152.2 2,203.9 2,187.6 2,175.0 2,179.2 2,159.0 2,093.2 2,084.8 1,996.0 1,877.8 1,796.8 1,752.9 1,725.3 75,881.4 MAX MIN 2,203.9 1,114.4 Minggu 1,571.3 1,569.5 1,546.9 1,545.4 1,577.0 1,685.0 1,739.7 1,704.1 1,616.4 1,484.8 1,244.1 1,089.2 1,033.0 1,032.9 1,032.9 1,059.5 1,069.1 1,073.7 1,073.7 1,095.2 1,092.1 1,101.2 1,055.9 1,056.1 1,045.4 1,035.7 1,066.6 1,106.8 1,107.9 1,132.0 1,131.2 1,184.1 1,271.3 1,383.0 1,722.1 2,030.8 2,085.8 2,104.4 2,064.6 2,060.4 2,060.9 2,007.2 1,953.1 1,885.6 1,760.3 1,688.2 1,619.5 1,586.4 69,242.1 2,104.4 1,032.9 Natal 1,482.4 1,468.4 1,466.7 1,456.8 1,424.0 1,424.6 1,416.6 1,449.7 1,490.6 1,505.4 1,432.5 1,224.6 1,120.2 1,050.6 1,031.0 1,045.0 1,049.8 1,048.4 1,063.7 1,045.7 1,044.7 1,047.7 1,036.6 1,033.0 1,000.8 1,007.4 1,029.3 1,019.5 1,022.9 1,012.1 1,081.7 1,137.7 1,285.9 1,392.9 1,574.9 1,788.2 1,903.3 1,924.3 1,920.8 1,878.9 1,813.8 1,727.7 1,658.2 1,588.2 1,511.2 1,482.9 1,418.8 1,364.4 64,404.9 1,924.3 1,000.8 Idul Fitri 1,405.2 1,428.6 1,416.3 1,401.3 1,401.3 1,410.9 1,436.4 1,498.9 1,597.6 1,620.9 1,339.6 998.5 851.3 802.6 791.4 771.8 779.5 786.6 785.5 759.2 768.4 768.3 759.0 769.1 751.5 744.9 748.6 759.3 749.0 748.2 758.9 778.7 837.1 913.4 1,184.2 1,660.2 1,724.7 1,717.3 1,702.3 1,703.1 1,637.2 1,591.9 1,602.8 1,525.2 1,424.0 1,329.3 1,320.6 1,306.8 55,567.5 1,724.7 741.2 Tahun Baru 1,443.5 1,406.7 1,359.4 1,358.5 1,332.6 1,339.6 1,332.0 1,360.1 1,388.3 1,426.1 1,342.5 1,104.8 1,024.1 956.8 942.8 933.8 942.5 939.2 953.1 957.5 957.8 941.5 935.3 941.3 942.1 931.2 943.2 941.1 917.0 912.5 922.4 952.5 973.4 1,013.7 1,139.9 1,477.2 1,828.7 1,896.5 1,882.9 1,881.3 1,831.4 1,747.3 1,717.7 1,585.4 1,544.1 1,458.3 1,419.1 1,381.9 59,860.1 1,896.5 912.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban LAMPIRAN 4 PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III - 09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SEBELUM PENGURANGAN ( WBP - LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300VA Blok I Blok II Blok III 2.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.3 S.3.Ko R.1A R.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA Blok I 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.200 VA Blok I Blok II Blok III R.2 R.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.600 VA 3,897 346 15,860,700 3,888,500 2,397,441 492,055 17,139 37,705,800 6,004,161 43,152 56,097,600 8,257,933 166,376 149,738,400 19,799,397 15 20 15,269 5,612 384,803 12,275,000 11,300,000 56,315,440 2,529,450 173,079,150 2,020,920 1,738,600 7,580,120 757,620 25,952,593 1,284 21,931,100 2,410,885 857 1,885,400 280,228 1,340 1,742,000 208,518 4,214 3,792,600 437,575 JUMLAH Plgn 3 7,539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 483,394 188,302 118,923 176,169 79,301 126,533 231,741 21,722 37,686 149,110 19,823 31,126 229,279 1,150,121 1,260,764 1,757,680 1,430,400 7,008,680 757,620 10,772,286 7,294,272 7,886,035 3,253,675 5,387,990 11,157,732 810,235 1,465,598 5,982,100 320,571 619,502 5,064,088 2,397,441 492,055 482,491,780 133,257,275 1,139,310,860 1,690,076,095 2,994,237,920 263,240 308,200 571,440 14,800 13,816 28,616 362,112,500 333,350,000 1,551,323,105 1,904,597,045 671,566,495 50,886,000 42,510,670 56,903,400 PEMAKAIAN KVARH 8 BIAYA BEBAN 9 33,994,040 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp. KWH Rp KVARH 10 11 23,028,915 31,514,595 63,420,840 15,860,200 37,327,235 83,426,760 6,076,315 13,844,910 60,676,505 4,765,000 11,516,620 96,297,180 437,163,020 541,996,080 691,020,200 703,418,430 2,821,352,805 303,296,350 1,821,150,825 2,625,937,920 3,903,587,425 895,124,120 2,397,638,105 5,522,653,130 311,406,380 652,191,110 2,961,139,525 125,022,645 275,678,745 2,506,725,630 1,342,616,240 305,566,105 386,200 1,825,494,220 438,823,380 2,976,395 4,049,714,275 5,478,225 5,620,291,335 12,826,595 11,822,479,870 7,829,195 7,308,665 15,137,860 1,618,230 20,047,730 1,060,961,895 1,044,077,095 4,389,432,000 303,296,350 10,275,320,945 1,650,725,595 40,520 163,505,320 355,555 123,463,955 226,565 193,744,160 SUPLISI 12 995,590 JUMLAH 13=9+10+11+12 152,953,980 S.1 S.2 3,389,340 B.1 Jumlah R 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.300VA 2.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 621,325 3,876 5,781 5,000 4,358 4,822 56 23,893 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1,303 3,052 663,991 438,899,600 1,732,600 5,202,900 6,500,000 9,587,600 56,978,100 35,454,000 115,455,200 3,600 22,100 28,600 1,096,900 16,017,700 21,820,000 20,013,000 59,001,900 188,200 283,500 364,000 415,800 9,415,100 4,700,000 8,545,754 23,912,354 693,584,494 63,661,200 368,226 720,388 917,180 1,391,479 7,947,392 7,659,120 19,003,785 420 3,863 4,621 124,071 2,650,949 8,084,400 4,199,480 15,067,804 40,340 34,198 61,166 (38,136) 1,037,346 502,600 2,579,048 4,216,562 109,529,471 63,661,200 90,947 277,279 422,455 297,933 520,401 396,779 829,530 561,949 4,549,074 3,398,318 6,239,880 17,584,545 244 176 1,669 2,194 1,961 2,660 34,982 89,089 2,384,146 6,752,800 3,620,000 12,889,921 40,340 34,198 61,166 (38,136) 1,037,346 404,800 2,579,048 4,118,762 105,263,108 - - 8,343,970,975 40,704,455 137,868,105 183,312,200 280,163,465 1,711,990,200 25,949,734,255 23,100,600 116,457,180 177,431,100 138,493,275 244,529,250 187,735,990 398,219,695 291,195,440 2,365,434,385 1,852,131,270 3,718,520,830 9,513,249,015 76,860 71,280 751,050 1,009,240 892,255 1,223,600 30,349,410 26,435,740 1,213,402,935 3,609,177,040 1,916,761,800 6,800,151,210 23,219,065 20,532,565 36,699,600 (22,881,600) 622,407,600 205,311,880 1,637,695,480 2,522,984,590 47,607,471,875 - 41,715,145 264,420 623,240 971,335 34,335,420,375 180,526,655 454,415,720 615,577,440 969,578,600 5,930,527,190 4,783,530,955 12,934,156,560 261,540 2,463,070 3,031,055 92,105,330 1,769,700,410 4,252,867,040 2,523,754,550 8,644,182,995 26,851,905 27,377,515 45,543,500 (12,687,195) 854,019,060 333,952,020 1,637,695,480 2,912,752,285 63,215,944,215 B.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.3 I.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.300VA 2.200VA >2.200VA I.2 I.3 I.4 P.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1,300 VA 2.200 VA >2.200 VA P.2 P.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 1,419,240 1,419,240 94,345 94,345 1,006,893,600 3,360,932,025 113,400 702,780 915,200 35,320,180 58,116,525 58,116,525 1,858,995 - 266,803 1,331,600 579,480 2,177,883 60,274 29,088 89,362 514,468,890 643,690,000 590,383,500 1,785,593,950 3,632,840 6,844,950 8,843,900 10,194,405 231,611,460 41,828,585 16,609,250 58,437,835 - 97,800 97,800 4,266,363 26,260 26,260 238,583 111,860,000 372,987,555 15,414,807,610 16,780,140 16,780,140 148,472,360 45,192,370 LAMPIRAN 5 PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III - 09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PENGURANGAN ( WBP - LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300VA Blok I Blok II Blok III 2.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.3 S.3.Ko R.1A R.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.200 VA Blok I Blok II Blok III R.2 R.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.600 VA Jumlah R 3,897 346 621,325 15,860,700 3,888,500 438,899,600 17,139 37,705,800 43,152 56,097,600 166,376 149,738,400 15 20 15,269 5,612 384,803 12,275,000 11,300,000 56,315,440 2,529,450 173,079,150 1,284 21,931,100 857 1,885,400 1,340 1,742,000 4,214 3,792,600 JUMLAH Plgn 3 7,539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 362,546 328,181 156,389 210,171 1,808,164 1,515,690 1,303,950 5,685,090 568,215 19,464,445 14,849,548 6,193,450 4,503,121 1,798,081 369,041 47,745,900 PEMAKAIAN KVARH 8 197,430 231,150 428,580 11,100 10,362 21,462 BIAYA BEBAN 9 25,495,530 42,677,550 31,883,003 38,164,500 503,674,871 271,584,375 250,012,500 1,163,492,329 1,428,447,784 2,245,678,440 1,267,557,071 854,483,145 361,868,835 99,942,956 6,257,978,231 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp. KWH Rp KVARH 10 11 17,271,686 23,635,946 47,565,630 11,895,150 27,995,426 62,570,070 4,557,236 10,383,683 45,507,379 3,573,750 8,637,465 72,222,885 327,872,265 406,497,060 518,265,150 527,563,823 2,116,014,604 227,472,263 1,365,863,119 1,969,453,440 2,927,690,569 671,343,090 1,798,228,579 4,141,989,848 233,554,785 489,143,333 2,220,854,644 93,766,984 206,759,059 1,880,044,223 1,006,962,180 229,174,579 19,462,300,691 5,871,896 5,481,499 11,353,395 - S.1 S.2 SUPLISI 12 746,693 169,924 266,666 30,390 1,213,673 15,035,798 9,619,946 4,108,669 2,232,296 289,650 31,286,359 JUMLAH 13=9+10+11+12 114,715,485 145,308,120 92,597,966 122,628,990 1,238,044,196 795,721,421 783,057,821 3,292,074,000 227,472,263 7,706,490,709 8,866,859,903 4,215,218,501 3,037,285,706 1,369,120,665 329,117,535 25,751,565,281 3,389,340 B.1 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3,876 5,781 5,000 4,358 4,822 56 23,893 1,732,600 5,202,900 6,500,000 9,587,600 56,978,100 35,454,000 115,455,200 3,600 22,100 28,600 1,096,900 16,017,700 21,820,000 20,013,000 59,001,900 188,200 283,500 364,000 415,800 9,415,100 4,700,000 8,545,754 23,912,354 693,584,494 276,170 540,291 687,885 1,043,609 5,960,544 5,744,340 14,252,839 315 2,897 3,466 93,053 1,988,212 6,063,300 3,149,610 11,300,853 73,350 73,350 79,058,032 - 1,064,430 1,064,430 200,102 998,700 434,610 1,633,412 73,350 73,350 3,199,772 70,759 70,759 45,206 21,816 67,022 19,695 19,695 178,937 30,528,341 103,401,079 137,484,150 210,122,599 1,283,992,650 755,170,200 2,520,699,019 85,050 527,085 686,400 26,490,135 385,851,668 482,767,500 442,787,625 1,339,195,463 2,724,630 5,133,713 6,632,925 7,645,804 173,708,595 83,895,000 279,740,666 11,561,105,708 17,325,450 87,342,885 133,073,325 103,869,956 183,396,938 140,801,993 298,664,771 218,396,580 1,774,075,789 1,389,098,453 2,788,890,623 7,134,936,761 57,645 53,460 563,288 756,930 669,191 917,700 22,762,058 19,826,805 910,052,201 2,706,882,780 1,437,571,350 5,100,113,408 17,414,299 15,399,424 27,524,700 (17,161,200) 466,805,700 153,983,910 1,637,695,480 2,301,662,313 36,115,027,776 43,587,394 43,587,394 31,371,439 12,456,938 43,828,376 12,585,105 12,585,105 111,354,270 198,315 467,430 728,501 1,394,246 33,894,278 135,394,991 340,811,790 461,683,080 727,183,950 4,447,895,393 3,587,648,216 9,700,617,420 196,155 1,847,303 2,273,291 69,078,998 1,327,275,308 3,189,650,280 1,892,815,913 6,483,137,246 20,138,929 20,533,136 34,157,625 (9,515,396) 640,514,295 250,464,015 1,637,695,480 2,593,988,084 47,821,382,031 B.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.3 I.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA >2.200VA I.2 I.3 I.4 P.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1,300 VA 2.200 VA >2.200 VA P.2 P.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1,303 3,052 663,991 LAMPIRAN 6 PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III - 09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PERGESERAN( WBP - LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300VA Blok I Blok II Blok III 2.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.3 S.3.Ko R.1A R.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.200 VA Blok I Blok II Blok III R.2 R.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.600 VA Jumlah R 3,897 346 621,325 15,860,700 3,888,500 438,899,600 17,139 37,705,800 43,152 56,097,600 166,376 149,738,400 15 20 15,269 5,612 384,803 12,275,000 11,300,000 56,315,440 2,529,450 173,079,150 1,284 21,931,100 857 1,885,400 1,340 1,742,000 4,214 3,792,600 JUMLAH Plgn 3 7,539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 855,607 774,508 369,077 496,004 4,267,266 3,571,764 3,071,158 13,405,384 1,340,987 45,936,090 35,044,933 14,616,541 10,627,365 4,243,471 870,937 112,680,324 192,068 121,301 179,692 80,887 129,064 236,376 22,156 38,440 152,092 20,219 31,749 233,865 1,173,123 1,285,979 1,792,834 1,459,008 7,148,854 772,772 10,987,732 7,440,157 8,043,756 3,318,749 5,495,750 11,380,887 826,440 1,494,910 6,101,742 326,982 631,892 5,165,370 2,445,390 501,896 64,934,424 PEMAKAIAN KVARH 8 197,430 231,150 428,580 26,196 24,454 50,650 BIAYA BEBAN 9 60,169,451 100,719,018 75,243,886 90,068,220 1,188,672,696 640,939,125 590,029,500 2,745,841,896 3,371,136,770 5,299,801,118 2,991,434,688 2,016,580,222 854,010,451 235,865,377 14,768,828,626 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp. KWH Rp KVARH 10 11 40,761,180 55,780,833 112,254,887 28,072,554 66,069,206 147,665,365 10,755,078 24,505,491 107,397,414 8,434,050 20,384,417 170,446,009 773,778,545 959,333,062 1,223,105,754 1,245,050,621 4,993,794,465 536,834,540 3,223,436,960 4,647,910,118 6,909,349,742 1,584,369,692 4,243,819,446 9,775,096,040 551,189,293 1,154,378,265 5,241,216,959 221,290,082 487,951,379 4,436,904,365 2,376,430,745 540,852,006 45,931,029,631 13,857,675 12,936,337 26,794,012 - SUPLISI 12 1,762,194 401,020 629,332 71,720 2,864,267 35,484,482 22,703,073 9,696,458 5,268,219 683,574 73,835,807 JUMLAH 13=9+10+11+12 270,728,545 342,927,163 218,531,200 289,404,416 2,921,784,303 1,877,902,554 1,848,016,458 7,769,294,640 536,834,540 18,187,318,073 20,925,789,370 9,947,915,663 7,167,994,267 3,231,124,769 776,717,383 60,773,694,064 S.1 S.2 3,389,340 B.1 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3,876 5,781 5,000 4,358 4,822 56 23,893 1,732,600 5,202,900 6,500,000 9,587,600 56,978,100 35,454,000 115,455,200 3,600 22,100 28,600 1,096,900 16,017,700 21,820,000 20,013,000 59,001,900 188,200 283,500 364,000 415,800 9,415,100 4,700,000 8,545,754 23,912,354 693,584,494 651,760 1,275,087 1,623,409 2,462,918 14,066,884 13,528,258 33,608,315 744 6,838 8,179 219,606 4,686,844 14,282,756 7,421,490 26,626,456 41,147 34,882 62,389 (38,899) 1,058,093 586,002 2,630,629 4,374,243 190,694,722 92,766 282,825 430,904 303,892 530,809 404,715 846,121 573,188 4,640,055 3,466,284 6,364,678 17,936,236 249 180 1,702 2,238 2,000 2,713 35,682 90,871 2,431,829 6,887,856 3,692,400 13,147,719 41,147 34,882 62,389 (38,899) 1,058,093 412,896 2,630,629 4,201,137 107,368,370 1,064,430 1,064,430 200,102 998,700 434,610 1,633,412 73,350 73,350 3,199,772 166,991 166,991 106,685 51,486 158,171 46,480 46,480 422,292 72,046,885 244,026,546 324,462,594 495,889,333 3,030,222,654 1,782,201,672 5,948,849,684 200,718 1,243,921 1,619,904 62,516,719 910,609,935 1,139,331,300 1,044,978,795 3,160,501,292 6,430,127 12,115,562 15,653,703 18,044,097 409,952,284 197,992,200 660,187,972 27,284,209,470 40,888,062 206,129,209 314,053,047 245,133,097 432,816,773 332,292,702 704,848,860 515,415,929 4,186,818,861 3,278,272,348 6,581,781,869 16,838,450,757 136,042 126,166 1,329,359 1,786,355 1,579,291 2,165,772 53,718,456 46,791,260 2,147,723,195 6,388,243,361 3,392,668,386 12,036,267,642 41,097,745 36,342,640 64,958,292 (40,500,432) 1,101,661,452 363,402,028 3,308,144,870 4,875,106,594 84,674,649,089 102,866,249 102,866,249 74,036,595 29,398,373 103,434,968 29,700,848 29,700,848 262,796,077 468,023 1,103,135 1,719,263 3,290,421 79,990,495 319,532,179 804,315,824 1,089,572,069 1,716,154,122 10,497,033,126 8,466,849,790 22,893,457,111 462,926 4,359,634 5,364,967 163,026,434 3,132,369,726 7,527,574,661 4,467,045,554 15,300,203,901 47,527,872 48,458,202 80,611,995 (22,456,335) 1,511,613,736 591,095,075 3,308,144,870 5,564,995,414 112,301,645,131 B.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.3 I.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA >2.200VA I.2 I.3 I.4 P.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1,300 VA 2.200 VA >2.200 VA P.2 P.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1,303 3,052 663,991 LAMPIRAN 7 PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III - 09 ) BULAN NOVEMBER 2003 - OKTOBER 2004 Kondisi Awal KWH WBP = Rata - rata KWH WBP Selama 12 Bulan Terakhir GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300VA Blok I Blok II Blok III 2.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.3 S.3.Ko R.1A R.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.200 VA Blok I Blok II Blok III R.2 R.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.600 VA Jumlah R JUMLAH Plgn 3 5 7,500 4,061 1,314 834 1,230 24 8 14,976 1,908 381,766 158,676 41,652 16,255 3,615 314 604,186 DAYA (VA) PLGGN 4 1,027 3,373,155 3,655,275 1,707,983 1,834,433 21,659,342 18,163,425 4,532,708 54,927,348 851,186 171,709,071 142,808,842 54,145,867 35,761,358 14,736,958 3,532,950 423,546,232 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 513 513 444,887 393,250 196,978 262,362 2,159,574 2,618,513 621,133 6,697,211 257,566 25,588,239 17,857,069 7,111,395 5,279,871 2,032,526 434,853 58,561,518 187,686 110,217 146,985 77,266 116,893 199,090 24,147 42,699 130,133 16,785 30,503 215,074 1,082,118 1,077,456 2,278,987 540,533 6,277,085 257,566 10,658,561 7,195,262 7,734,417 3,042,651 5,105,321 9,709,098 770,547 1,401,964 4,938,884 306,438 587,094 4,386,340 2,032,526 434,853 58,561,518 339,526 80,600 420,126 PEMAKAIAN KVARH 8 31,162 4,539 35,702 BIAYA BEBAN 9 69,067 33,764,908 54,841,796 42,726,128 49,499,735 660,853,380 536,107,605 132,964,240 1,510,826,857 8,910 1,889,355,614 2,855,920,686 1,630,111,932 1,080,290,217 448,072,230 121,110,257 8,024,869,846 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp. KWH Rp KVARH 10 11 22,859,995 27,795,350 52,780,018 15,316,489 33,777,645 71,677,350 6,064,867 14,120,149 52,459,560 4,187,429 11,241,605 90,334,545 411,211,012 463,842,053 957,852,080 253,521,981 2,489,042,126 103,073,750 1,798,717,477 2,546,532,440 3,811,665,469 833,620,673 2,251,603,128 4,784,542,738 296,310,513 622,444,329 2,443,562,202 118,882,981 260,366,457 2,161,528,037 1,138,152,680 266,997,016 23,437,999,890 15,907,913 2,401,308 18,309,221 - S.1 S.2 SUPLISI 12 297,007 243,544 145,185 15,144 700,880 9,285,561 5,187,892 1,586,307 641,284 116,041 729,417 17,546,501 JUMLAH 13=9+10+11+12 69,067 137,497,278 175,856,823 115,515,888 155,278,458 1,535,906,445 1,509,867,598 388,887,528 4,018,879,084 103,082,660 10,055,556,561 10,730,875,116 4,994,015,284 3,621,708,975 1,586,340,951 388,836,690 31,480,416,237 B.1 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3,993 5,640 4,784 4,245 4,484 54 23,200 1,782,217 5,075,663 6,219,758 9,338,267 52,608,700 33,340,250 108,364,854 - 352,150 670,892 834,651 1,278,963 6,936,118 7,288,063 17,360,837 539 3,460 5,293 116,429 2,537,732 6,744,219 4,358,063 13,765,736 38,071 42,587 44,594 72,012 921,985 452,173 2,721,305 4,292,727 100,678,029 94,687 257,463 408,127 262,765 494,415 340,236 797,500 481,463 4,111,639 2,824,480 5,964,866 16,037,639 289 250 1,573 1,887 2,505 2,788 63,843 52,587 2,250,387 5,727,436 3,649,380 11,752,924 38,071 42,587 44,594 72,012 921,985 393,307 2,721,305 4,233,860 96,863,027 1,323,198 1,323,198 287,345 1,016,783 708,683 2,012,812 58,867 58,867 3,815,002 73,159 73,159 99,917 34,841 14,840 149,598 32,946 32,946 291,405 41,878,992 134,613,210 175,391,039 272,685,896 1,581,545,570 944,686,166 3,150,800,873 125,213 690,378 1,250,983 34,597,162 516,101,819 857,370,337 384,982,305 1,795,118,197 3,843,500 7,037,666 8,753,548 11,043,951 221,561,982 111,860,000 38,044,438 402,145,085 14,883,760,858 23,978,483 107,900,619 171,338,894 122,065,939 232,409,471 160,861,207 382,806,145 249,377,561 2,135,522,036 1,534,494,967 3,644,220,244 8,652,665,044 91,114 101,320 707,963 867,867 1,139,927 1,282,365 28,973,455 24,173,728 1,165,758,668 3,041,333,668 1,935,249,130 6,199,679,203 21,891,017 25,552,225 26,756,100 43,207,400 553,111,318 179,569,781 1,685,687,808 2,535,775,648 43,315,161,910 31,554,395 31,554,395 66,050,604 19,894,115 8,473,640 94,418,358 20,812,230 20,812,230 165,094,204 125,450 206,766 166,652 47,310 1,248,095 1,794,273 6,024,896 2,083,333 8,108,230 28,149,883 173,883,544 428,224,809 568,828,368 904,916,913 5,252,810,667 4,508,150,283 11,836,814,584 317,646 2,266,207 3,673,275 87,744,345 1,747,911,090 3,924,623,016 2,330,788,408 8,097,323,987 25,734,517 32,589,891 35,509,648 54,251,351 774,673,300 312,242,011 1,723,732,245 2,958,732,963 58,392,166,855 B.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.3 I.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.300VA 2.200VA >2.200VA I.2 I.3 I.4 P.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1,300 VA 2.200 VA >2.200 VA P.2 P.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 14 113 262 30 14 453 429 318 274 193 515 7 1,186 2,922 645,738 3,975 21,775 39,200 1,070,583 15,932,425 28,795,033 12,976,612 58,839,604 192,213 286,425 356,200 447,725 8,957,033 4,700,000 7,611,773 22,551,369 668,229,407 LAMPIRAN 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat, Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mengenai PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN, saya mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr/I dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini, sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya, Demikain atas kesediaan dan kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih. Hormat saya Husna Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Sistem Energi Elektrik Universitas Gadjah Mada KUESIONER PENELITIAN PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN 1. Nama Pelanggan 2. Nomor Pelanggan 4. Umur 5. Pekerjaan Tetap 6. Jenis kelamin 7. Agama 8. Alamat : .......................................................... : ......................................................... : ....................tahun : .......................................................... : a. Laki – laki b. Perempuan : .......................................................... : ...............….......……....……............ ..............……………………………. ..……………………………………. 10. Kabupaten/kota 11. Kawasan : .......................................................... : 1.Perkotaan 2.Pinggiran Perkotaan 12. UP/UPJ PLN : .......................................................... Yogyakarta, Oktober 2005 . ...................................... . ( nama responden ) PETUNJUK PENGISIAN Mohon agar pertanyaan berikut diisi sesuai dengan sikap, pendapat,dan perasaan Bapak/Ibu/Sdr/I dengan memberi tanda pada pilihan yang tersedia. Apabila Bapak/Ibu/Sdr/I krang jelas, jangan ragu bertanya terlebih dahulu. Terima kasih. Q1. UMUM 1. Status dalam keluarga ( Lingkari salah satu ) a. Kepala keluarga b. Ibu Rumag Tangga c. Anak d. Saudara e. Pembantu Rumah tangga f. Lainnya,sebutkan…………… 2. Dalam Satu bulan berap kira – kira berapa rupiah pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I? a. < Rp 300.000 b. Rp. 300.000 – Rp 500.000 c. Rp. 500.000 – Rp 700.000 d. Rp.700.000 – Rp 1000.000 e. Rp.1000.000 – Rp 1.500.000 f. Rp. 1.500.000 – Rp 2.000.000 g. > Rp 2.000.000 h. Lainnya,sebutkan…………… 3. Berapakah Pengeluaran Keluarga perbulan untuk keperluan sehari – hari, tetapi tidak termasuk pengeluaran untuk kredit sperti: mobil, rumah, barang electronik,dll? a. < Rp 300.000 b. Rp. 300.000 – Rp 500.000 c. Rp. 500.000 – Rp 700.000 d. Rp.700.000 – Rp 1000.000 e. Rp.1000.000 – Rp 1.500.000 f. Rp. 1.500.000 – Rp 2.000.000 g. > Rp 2.000.000 h. Lainnya,sebutkan…………… 4. Bagaimana pola pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I ? a. Harian b. Bulanan c. Mingguan d.Lainnya ,Sebutkan............................ 5. Apa Pekerjaan Bapak/Ibu/Sdr/I sekarang? a. Ibu Rumah Tangga b. Pegawai Negeri d. Pegawai Swasta e. Wiraswasta g. Profesional: Dokter,Pengacara h. Lainnya Sebutkan....................................... c. TNI f. Dosen/Pengajar 6. Berapa jumlah tanggungan keluarga ( Jumlah anggota kelurga yang tinggal serumah dan menikmati fasilitas listrik yang sama ). a. Satu b. dua c. Tiga d. Lainnya,sebutkan…………. 7. Apakah Pendidikan Terakhir Bapak/Ibu/Sdr/I? a. SD b. SLTP c. SMA atau yang sederajat d. Sarjana Muda/Diploma e. Sarjana ( S-1 ) f. S2/S3 atau yang sederajat g. Lainnya,Sebutkan....................................... 8. Peralatan apa saja yang dimiliki keluarga Bapak/Ibu/Sdr/I saat ini ? ( boleh diisi lebih dari satu ) a. Kulkas b. Televisi c. Video CD d. Komputer e. Tadio Tape f. Dispencer g. Magic Jar h. Blender i. Microwave j. Rice Cooker k. AC/ Kipas Angin l. Lainnya Sebutkan....................................... 9. Berapa batas daya yang digunakan (R-1) a. 450 VA b. 900 VA c. 1300 VA d. 2200 VA Q2. MENGENAI PEMASANGAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Pemasangan baru atau rubah daya ( isi salah satu atau keduanya ) tanggal Bulan Tahun Daya Daya sebelummnya saat ini Pasang Baru Perubahan Daya Kategori perubahan daya tambah tahun kategori PB PD 2. Biaya yang dikeluarkan untuk pasang baru atau perubahan daya( isi salah satu atau keduanya ) Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 3. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 4. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I yang dibayarkan biaya tersebut? Biaya Resmi 1 Biaya tidak resmi 2 jika memilih jawaban ke 2 silahkan lanjut ke Q3 5. Kepada siapa Bapak/Ibu/Sdr/I membayar biaya teresebut Petugas PLN Kontraktor Pasang Baru Perubahan Daya 6. Biaya yang dibayarkan tersebut diatas ( lingkari salah satu sesuai dengan pendapat anda ) a. Murah b. Wajar c. Mahal d. Mahal sekali 7. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui tentang Harga Resmi? a. Informasi dikantor PLN B. Spanduk c. Brosur/Leflet e. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Lainnya, sebutkan………………………. d. Petugas PLN Q3. MENGENAI PEMBAYARAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Biaya Pemakain Listrik Perbulan a. < Rp 20.000 b. Rp. 20.000 – Rp 50.000 c. Rp. 50.000 – Rp 100.000 d. Rp.100.000 – Rp 300.000 e. Rp 300.000 – Rp 500.000 f. Rp. 500.000 – Rp 1.000.000 g. > Rp 1.000.000 h. Lainnya,sebutkan 2. Metode pembayaran yang Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan : a. Bayar Langsung ke loket tertentu b. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Bayar langsung melaui Bank d. Bayar langsung melalui KUD e. Bayar melalui ATM f. Titip pada orang lain g. Lainnya, sebutkan………………………. 3. Metode mana yang sebenarnya ingin Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan untuk membayar listrik a. Bayar Langsung ke loket terentu b. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Bayar langsung melaui Bank d. Bayar langsung melalui KUD e. Pemotongan langsung dari rekening Bank f. Bayar melalui ATM g. Titip pada orang lain h. Lainnya, sebutkan………………………. Berilah nilai pada beberapa peertanyaan berikut sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang Bapak/Ibu/Sdr/I rasakan. Tingkat KEPUASAN a. sangat tidak puas sekali b. Sangat tidak puas c. tidak puas d. puas e. sangat puas f. sangat puas sekali Tingkat KEPENTINGAN a. sangat tidak puas sekali b. Sangat tidak puas c. tidak puas d. puas e. sangat puas f. sangat puas sekali Q4.Mengenai pembacaan Meter Listrik. No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Penampilan petugas rapi dan bersih Sikap petugas sopan Petugas mencatat dengan akurat ( sesuai dengan yang tertera pada meteran ) Petugas mengisi data kartu di kartu meter pelanggan Pencatatan dilakukan secara rutin Respon Petugas terhadap kesalahan baca meter Petugas menggunakan alat meter elektronik ( alat baca meter yang langsung melakukan perhitungan rekening listrik a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a b c d e f a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f Q5. Hal yang berkaitan dengan Rekening 1. Tanggal berapa anda biasanya Bapak/Ibu/Sdr/I biasanya melakukan pembayaran rekening listrik? …………………………………………. 2. Menurut anda periode pembayaran listrik sebaiknya dari kapan sampai kapan?…………………………………….. 3. Apakah Anda pernah menunggak? a. Ya b. tidak 4. Alasan menunggak, Sebutkan, ….……………………………………….……………........................... ………………………………… ………………………………………………………………………. 5. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Sistem Pembayarn rekening ( on – line atau manual ) Pelayanan informasi tagihan dapat dilakukan melalui operator Periode pembayaran rekening listrik Jam pelayanan pembayaran rekening listrik Respon petugas terhadap keluhan ketidaksesuaian tagihan pada rekening Tempat pembayan yang mudah di jangkau Kenyamanan di tempat pembayaran rekening Tersedia nomer urut antrian a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a a a a a a a b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e f f f f f f f f f f f f f f f Q6. Hal yang berkaitan dengan Gangguan listrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9. Pertanyaan Pelayanan ganggaun mudah dihubungi Pelayanan gangguan terbuka 24 jam Petugas sangat ramah menerima laporan gangguan Petugas cepat merespon laporan gangguan Petugas dating melakukan cek dan perbaikan ke tempat terjadinya gangguan Petugas mencatat semua laporan ganngguan Petugas memperbaiki gangguan dengan cepat Jadwal pemadaman Sebab – sebab pemdaman a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f f f a a a a a a a a a f f f f f f f f f Q7. Mengenai Pelayanan 123 1. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah mendengar layanan 123 atau 290123? a. Ya b. Tidak 2. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui nomer tersebut? a. Informasi dikantor PLN B. Spanduk c. Brosur/Leflet d. Petugas PLN e. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Lembaran Rekening Listrik g. Lainnya,sebutkan………………… 3. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah menghubungi 123 atau 290123? a. Ya b. Tidak 4. Apa tujuan Bapak/Ibu/Sdr/I menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 5. Mengapa Bapak/Ibu/Sdr/I tidak menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Q8. Hal yang berkaitan dengan pelayanan No 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 Pertanyaan Stabilitas tegangan Lama listrik padam Listrik sering padam Daya yang tersedia Dapat menggunakan listrik setiap kali membutuhkan ( tidak sering padam ) Kerapihan jaringan sekitar tempat tinggal anda Pemulihan kerusakan Keamanan jaringan sekitar tempat tinggal anda Kepedulian PLN terhadap kebutuhan pelanggan Kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar a a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f f f f f a a a a a a a a a a Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f F f f f Q9. PEMAHAMAN DAN PERSEPSI TENTANG HEMAT ENERGI 1. Apakah anda pernah mendengar Program hemat energi? a. Pernah b. Belum Pernah 2. Darimana anda memperoleh informasi tentang program tersebut? a. Surat kabar/majalah b. Televisi c. Radio d.selebaran/spanduk e. Lainnya,sebutkan......................................... d. Penyuluhan PLN 3. Apakah anda mengerti mengerti maksud dan tujuan program tersebut? a. Mengerti, tentang ................................................................................. …………………......................................................... b. Tidak tau 4. Bagaimana Pendapat anda tentang program hemat energi? a. Bagus, karena ........................................................................................ b. Buruk, karena ........................................................................................ c. Tidak tau 5. Apakah anda pernah mendengar bahwa PLN mengalami krisis energi atau kekurangan pasokan listrik? a. Pernah b. tidak pernah 6. Darimana anda memperoleh informasi tentang hal terserbut? a. Surat kabar/majalah b. Televisi c. Radio d. selebaran/spanduk f. Lainnya, sebutkan......................................... e. Penyuluhan PLN 7. Apakah selama ini dalam mengkonsumsi listrik, anda sudah berusaha menghemat? a. Sudah b. kadang – kadang c. belum 8. Sejak kapan anda mulai menghemat listrik? Bulan........................ tahun ......................... 9. Apa alasan anda menghemat listrik? a.Untuk menghemat rekening listrik ( biaya ) b. Mengikuti saran PLN c. Mengikuti saran orang lain d. Lainnya, sebutkan ................................................................................. 10. Saat Kapan anda banyak menggunakan peralatan listrik a. jam 18.00 s/d 22.00 b. jam 22.00 s/d 06.00 c. jam 06.00 s/d 18.00 d. Tidak tentu e. Lainnya, sebutkan......................................... 11. Apa alasan anda menggunakan pada jam tersebut? …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………. 12. Sekarang sedang disosialisasikan agar menghemat energi waktu beban puncak ( 18.00 s/d 22.00 ). Apa pendapat anda tentang himbauan tersebut.. a. Mengikuti Himbauan tersebut b. Tidak Mengikuti Himbauan tersebut c. Tidak tau d. Lainnya, sebutkan ................................................................................. 13. Apakah Anda mengetahui kalau pada waktu beban puncak ( 18.00 s/d 22.00 ) tarif listrik mahal, dan pada Waktu luar beban puncak ( 22.00 s/d 18.00) tariff nya murah? a. Tau b. Tidak tau c. Lainnya, sebutkan ................................................................................. 14. Apakah Anda Bersedia untuk menggunakan peralatan listrik pada waktu luar beban puncak ( 22.00 s/d 18.00)? Bersedia, alasan ………………………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………………………………………... ………………………………………………………………………………………………………………….……. Tidak bersedia, alasan, ………………………………………………………………………………………..……... ………………………………………………………………………......................................................................... …………………………………………………………………………………………………….………………… 15. Apakah Pendapat/komentar Anda kalau listrik sering padam? ……………………………………………………………………………………………….……….……………… …………………………………………………………………………………………..………………………….. ………………………..……………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………………….……............................ Q10. KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SEBELUM MENGHEMAT ENERGI LISTRIK Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan .......................) .................kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan .......................)Rp ………...……. Q11. KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SETELAH MENGHEMAT ENERGI LISTRIK 1. Setelah menghemat listrik, apakah anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik yang lain? a. Ya b. Tidak 2. Jika Ya, berupa apa? …………….sebanyak…….. buah, dengan Daya……….…watt …………….sebanyak…….. buah, dengan Daya…… …watt 3. Apa yang mendorong anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik tersebut? ( boleh lebih dari satu jawaban ) a. semata – mata untuk memenuhi kebutuhan b. merasa lebih nyaman c. lainnya, sebutkan …………………………………………….. 4. Menurut Anda, Apakah peralatan yang anda gunakan tersebut tergolong peralatan yang hemat energi? a. Ya b. tidak c. tidak tau Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki dalam rangka penghematan Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan .......................) .................kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan .......................)Rp ……………. Q12. EFEK PENGHEMATAN 1. Dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penghematan, bagaimana prilaku anda dalam pemakaian peralatan rumah tangga Yang lain ? a. berusaha lebih hemat b. justru lebih boros c. sama saja d. Lainnya, sebutkan……………………… 2. Dengan cara apa anda menghemat energi listrik? ................................................................................................................................. .................................................................................................................................. 3. Apa Pendapat anda mengenai hemat energi? .................................................................................................................................. ................................................................................................................................... 4. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I Puas dengan pelayan yang diberikan oleh PLN selam ini? Kalau Iya. Sebutkan, …………………………..……………………………………. ………………………………………………………………. Kalau tidak, sebutkan, ………………………………………………………………. ……………………………………………………………… 5. Seberapa pentingkah Listrik bagi anda? …………………………..…………………………………………………………………………… …………..……………………………………………………………………………………..…… ………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful