PENGENDALIAN BEBAN YANG EFFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Tesis

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarajana S-2 Fakultas Teknik – Program Studi S-2 Teknik Elektro Minat : Magister Sistem Energi Elektrik

Diajukan oleh : Husna 14787/PS/MSEE/04

kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA AGUSTUS, 2006

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka

Yogyakarta, 4 Agustus 2006

Husna

iii

MIEE.. M.Ph. Soedjatmiko. Tesis ini dengan judul “ Pengendalian Beban yang Effekti terhadap kepuasan pelanggan. M. F Danang Wijaya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammbad SAW neserta kelurga .. Direktur sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada 2. M. dalam kesempatan ini pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ir.Sekretaris Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 5. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Tumiran.. selaku ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3. Selaku Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini. Selama Proses Penelitian ini.Eng. Ir.Sc.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Ir.Sc. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik.CEng.2 pada Jurusan Teknik Elektro Program Magister Sistem Energi Elektrik. banyak pihak yang telah membantu penulis. sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.D. T Haryono. disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S . ST. Selaku Pengelola Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 4. iv .MT.

Staf Pengajar dan seluruh karyawan Program MSEE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada serta Staf Pengajar dan seluruh karyawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 10. Teman – teman kost Gerbang merah Pogung Dalangan Sleman Yogyakarta.teman Mahasiswa Program MSEE angkatan IV 20004/2005 dan Mahasiswa Program S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada. Ibunda. Abang serta Adik tercinta. Bambang Sugiyantoro. yang telah banyak membantu dalam penulisan tesis ini 12. 4 Agustus 2006 Penulis Husna v . kririk dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dikemudian hari. Teman . dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. Apabila dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan. 11. Semua Pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian tesis ini. atas segala bantuannya hingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan 12. 7. Yogyakarta. Sunandar yang telah banyak membantu kegiatan penulis 13. PLN APJ Yogyakarta dan PT. Selaku Pembimbing Pendamping dalam penulisan tesis ini. Ayahanda. Ir. MT.PLN Ungaran Semarang 8.6. Staf karyawan PT.

tapi kita bisa berpengetahuam dengan pengetahuan orang lain ( Michel De Montaigne ) Sesungguhnya dunia ini kebodohan dan kesia – siaan. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. Para Guru. maka ia akan pergi dengan mencelamu. Sahabat dan handaitholan yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian tesis ini. Semua ilmu adalah Fakta yang memberatkan manusia. maka berbuat baiklah terhadapnya. kecuali yang dilakukan dengan niat yang ikhlas. kecuali tempat – tempat belajar. kecuali manusia memahami di jalan apa hidupnya bakal berakhir ( Imam Ali ) Wahai Anak Adam ( Masa ) Siangmu adalah tamumu. jika engkau berbuat baik kepadanya. kecuali yang diamalkan. Semua amalan adalah kemunafikan. Ibunda. vi . niscaya dia akan pergi dengan memujimu.Kita Tidak bisa menjadi Bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain. karena sesungguhnya. Dan keikhlasan ini berbahaya. Abang serta Adik tercinta. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya. Begitu juga dengan Malammu ( Al Hasan Al-Bahri ) Penulis Persembahkan Karya ini untuk : Allah SWT dan Rasulullah Ayahanda.

.6..3 1.. 6 Faedah penelitian ……………………………………………… 7. xi DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………….. 1. xii INTISARI …………………………………………………………………….2.4.7 Latar Belakang ………………………………………………… 1 Rumusan masalah ………………………………………………6 Keaslian Penelitian …………………………………………….5 1. 1. 11 Landasan Teori ………………………………………………. PENDAHULUAN 1. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2..1..……….….1.…...…. 1. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 7 Metodelogi Penelitian …………………………………………. 12 vii . Tinjauan Pustaka ……………………………………………. .. 2..…….2. 1. vii DAFTAR GAMBAR …………………………………………………. i HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………… ii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………… iii KATA PENGANTAR …………………………………………………. ...x DAFTAR TABEL ……………………………………………………..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………….. 8 Sistematika Pembahasan……………………………………… 10 BAB II..……….……. iii DAFTAR ISI …………………………………………………….xv BAB I. xiii ABSTRAK …………………………………………………………………….

3 2.4.2.………….3.2.……………………………….2.………………. 38 Tempat dan Jadwal Penelitian .4..1... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 4.2..4.1 2.3.…………………………. Hipotesis … …………………………………………………..1 3. 25 Pola Beban …………………………………………………… 25 2.. 2. Bahan Penelitian …………….………… 36 BAB III. 23 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY.4.…………………………………………… ..………33 2.2 Load Interuptible dan Load Curtailable ………………. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa . 3...3.……………………………… 38 Kesulitan-kesulitan Penelitian ……………………………… 39 BAB IV..3.………………………………… 42 viii .2.4.2. CARA PENELITIAN 3.…..4. 37 Alat Penelitian ….4.4.2.2..1 Load Time of Use Rates ( TOU ) ……………………………. 15 Pembangkitan ….2 2. …………………….Madura . 33 2. 27 2.……………………….……………………………. 30 2.5.1 Hasil ….2.2 Demand Side Management …………. 41 Hasil Pergeseran Beban .1 2.4 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali…………………… 12 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY………….………………………………………… 20. 40 Analisis Data .…………………………………………… 37 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data .1 Pengendalian Beban ………………………………………….2. 3.2.2. 4.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi ……… 34 2.Bali ………….2.2.2 2..2. 35 Rencana Penelitian … ….2.2. 3.

.……………………………………………. 54 DAFTAR PUSTAKA …. 5..…………………………………………… 53 Saran-saran ….3 Pembahasan Hasil Penelitian .2.57 ix .4. Kesimpulan ..……………………………………………………… 55 LAMPIRAN .………………………… 51 BAB V. PENUTUP 5.….………………………………………………………………….2 Perhitungan Insentif dan Kompensasi untuk pengendalian Beban…………………………………………………………47 4.. …..1.2.

…15 Gambar 2..1 Peta jaringan transmisi sistem Jawa-Madura.1 Kurva Beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 ……….20 Gambar 2.18 Gambar 2.. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY ………….14 Gambar 2.2 .5 Pengelompokan Pembangkit……………………………………….…28 Gambar 4.…19 Gambar 2.....1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian …….6.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004 ) …...……..3 Peta jaringan transmisi sistem Jateng dan DIY …………………..……………………….DAFTAR GAMBAR Gambar 1.Bali ………………. 9 Gambar 2. x .7 Kurva pertumbuhan beban puncak system jaeng dan DIY 3 November 2004……………………………………………….…26 Gambar 2.3 Setelah Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP……………………47 . Sebelum Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP…. 42 Gambar 4.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 ………………………………………….……… 44 Gambar 4.…………………………………………………………..

2 Tabel 2.…….1 Tabel 2.3 Besar Pergeseran ………………………………………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY……………………………………………………. Beban Setelah Pergeseran ………………….5 .…17 Beban Minimum / Beban Terendah PT. 50 xi ..4 PSA setelah pergeseran Beban ……………………………………….……………….….4 Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY ……………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY ……….17 Tabel 4.1 Beban Sebelum Pergeseran ………………………………….…44 Tabel 4.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 . Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.2 .16 Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY..…46 Tabel 4.….. 46 Tabel 4.17 Tabel 2.DAFTAR TABEL Tabel 2.16 Faktor Beban PT..…...……....3 Tabel 2..PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY …………………………………………………………………17 Tabel 2.

.….60 Lampiarn 5 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban ………………………………...… 57 Lampiran 2 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban ……………………….……….09) Bulan November 2004 setelah Pergeseran ( WBP – LWBP ) ……………………..66 Lampiran 8 Kuesioner ………………………………………………………….09) Bulan November 2004 setelah Pengurangan ( WBP – LWBP ) ……………….64 Lampiarn 7 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .…. Kondisi Awal KWH WBP ……………….59 Lampiarn 4 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .09) Bulan November 2004 sebelum Pengurangan ( WBP – LWBP ) ……………………..…….…………..62 Lampiarn 6 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .68 xii ..09) Bulan November 2003 0 0ktober 2004.... 58 Lampiran 3 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Satelah Pergeseran Beban ………………………..

Pada pembangunan sistem sistem tenaga listrik. 434/kWh). dengan berdasarkan pada analisis beban puncak. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya kompensasi bagi pelanggan dan optimisasi untuk pembangkit di Jawa Tengah dan Yogyakarta.00 s/d 06. yaitu pembangkit.00 s/d 22.00 (Rp. transmisi/distribusi dan beban.00 s/d 18. serta didukung dengan pengembangan energi untuk menjamin kesejahteraan. dengan infrastruktur untuk penyaluran energi listrik dengan keandalan tinggi. dengan komponen WBP 18.00 (Rp. Serta perlu dilakukan menejemen dan pengendalian dengan xiii . 309/kWh). Serta dukungan berbagai departemen terkait. secara umum disusun oleh beberapa bagian utama. LWBP2 dan WBP secara harian. termasuk pemotongan puncak beban dan pergeseran puncak beban. yaitu LWPP1. Analisis ini menghasilkan pergeseran untuk WBP menjadi LWBP yang berdasarkan pada perbaikan faktor daya. perlu dilakukan MoU dengan pemilik cadangan energi/swasta. 200/kWh) dan LWBP2 06. Hal ini dilakukan untuk mengontrol beban melalui demand side management (DSM). Terutama pada ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan untuk pembangunan segala aspek. LWBP1 22.00 (Rp. Selain itu untuk menjamin pelayanan sistem tenaga listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.INTISARI Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang didukung dengan pemerataan.

beban. Kata kunci: pergeseran. WBP.menggeser beban puncak WBP menjadi LWBP yang dapat meningkatkan efisiensi. LWBP. sistem xiv .

was done to load control demand side management (DSM). The result of this research is shifting of WBP to LWBP based on power factor improvement with components happen periodically WBP 18. LWBP.00 (Rp. LWBP1 22. 200/kWh) and LWBP2 06.00 s/d 06. Besider that Loading management and controlling shifting of WBP to LWBP could increase the efficiency. load. Keywords: shifting. the infrastructure of electric power system was established with high reliability. WBP. transmission. 309/kWh).00 (Rp. For serving the power system in Central Java and Jogjakarta.ABSTRACT The purposes of the national electricity are to increase the living society with regular energy supply and provide the continuation of electrical energy. valley filling. 434/kWh).00 (Rp. To support those programs.00 s/d 18. Electric power system is constructed by existing part such as power station. it must see MoU. system xv . LWBP2 and WBP on peak load of daily electricity. including peak clipping. available power station and energy stock. load shifting. and lines demand This research aimed is to calculate customer compensation cost and optimize power station in Central Java and Jogjakarta based on analyzing LWBP1. lines distribution.00 s/d 22.

1 . guna mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi. Penyediaan tenaga listrik perlu diselenggarakan secara efisien melalui kompetisi dan transparansi dalam iklim usaha yang sehat dengan pengaturan yang memberikan perlakuan yang sama kepada semua pelaku usaha serta memberikan manfaat yang adil dan merata kepada konsumen Peningkatan taraf hidup yang terjadi di Indonesia akibat adanya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan. masalah ini terkait dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mempengaruhi pola konsumsi tenaga listrik Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama : Pusat Pembangkitan. transmisi dan distribusi tenaga listrik( UU No 20 Thn 2002 ). Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari sistem pembangkitan kepada konsumen. menimbulkan banyak perubahan dalam standar dan pola kehidupan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN 1. Pengoperasian sistem tenaga listrik adalah suatu kegiatan usaha untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan antar sistem pembangkitan. Perubahan tersebut akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan daya listrik.1 Latar Belakang Pembangunan nasional bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

tetapi dengan biaya yang efisien. b. distribusi hingga pelayanan pelanggan. Perencanaan Operasi yaitu : pemikiran bagaimana sistem tenaga listrik akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. optimisasi.Perkembangan dan kemajuan dalam bidang kelistrikan terutama dalam dekade terakhir ini cukup pesat. keandalan serta mutu tenaga listrik. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. transmisi. Pelaksanaan dan pengendalian operasi yaitu : pelaksanaan dari Rencana operasi serta pengendaliaannya apabila terjadi hal – hal yang menyimpang 2 . Dalam operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. dengan mutu yang baik. efektif. bermutu dan bisa diandalkan. Perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu ( Marsudi D. Salah satu diantaranya dalam bidang pengelolaan sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan. yang utamanya ditujukan untuk memperoleh sistem yang aman. Koordinasi pemeliharaan peralatan. Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Pemikiran ini harus mencakup perkiraan dan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi. 1990 ) Untuk pengendalian operasi pada sistem tersebut perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimisasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan.

3 . maka operator harus segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal. 19 maret 2005 ). Sedangkan pada kondisi normal pembangkitan bisa diatur sedemikian rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. pemutusan sementara dan pembagian energi secara bergilir tidak dapat dihindari. Analisis Operasi yaitu : analisis atas hasil – hasil operasi untuk memberikan umpan balik bagi perencanaan operasi maupun bagi pelaksanaan dan pengendalian operasi. mulai kewalahan dalam melayani pelanggan dalam hal kebutuhan energi listrik. tanpa adanya pelanggan.dari recana operasi.( Republika. Ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia. kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus kiat pemasaran. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia tunggal energi listrik di Indonesia. Barangkali ada benarnya. Analisis operasi juga diperlukan untuk memberikan saran – saran bagi pengembangan sistem serta penyempurnaan pemeliharaan instalasi. Listrik kini sudah menjadi kebutuhan primer setiap masyarakat. Namun jika terjadi gangguan. dimana kualitas energi listrik yang diterima menurun. Pihak penyedia Energi tersebut harus berupaya menghargai pelanggan. c. Untuk perusahaan yang berwawasan pelanggan. suatu perusahaan tidak akan ada artinya. Tujuannya supaya sistem tenaga listrik untuk selalu tetap dalam kondisi normal. seperti kata orang pelanggan adalah raja. yang berimbas terhadap penyuplaian energi listrik ke konsumen.

Tangibles ( bukti langsung ) yaitu : meliputi fasilitas fisik. Krisis ekonomi yang mengakibatkan 4 .Kepuasan Pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antar tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian ( Rangkuti. serta kemudahan untuk dihubungi d. c. 2006 ). Reliability ( keandalan) yaitu : kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera. Masalah penyediaan energi saat ini merupakan issu nasional yang membutuhkan penanganan yang tepat. b. Assurance ( Jaminan ) yaitu : pengetahuan. dan memuaskan. e. Responsiveness ( Ketanggapan ) yaitu : kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik. Emphaty ( empati ) yaitu : rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan. lima Dimensi tersebut meliputi : a. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. perlengkapan karyawan dan sarana komunikasi. kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari resiko. akurat. memahami kebutuhan pelanggan.

baik pada besaran daya maupun waktunya yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan.pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat. Pembangkit sejenis ini disebut sebagai pembangkit pemikul beban puncak. Melihat begitu mengkhawatirkannya persoalan persediaan daya listrik ini. Periode Waktu Beban Puncak (WBP) terjadi dalam waktu yang relatif singkat ( kurang lebih 4 jam ).berbagai perubahan mendasar pada perekonomian dan pola supply demand energi mengakibatkan perubahan signifikan dalam biaya operasi penyediaan energi listrik. namun sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Kebijakan Demand Side Management (DSM) yang dilakukan oleh PLN bertujuan untuk mengubah perilaku pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien. Setidaknya ada tiga sasaran dari program DSM ini. Demand side management ( DSM ) adalah solusi yang tepat diterapkan. perusahaan listrik maupun masyarakat. yakni penghematan pemakaian listrik (energy conservation). 5 . Maka operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. pemangkasan pada beban puncak (load management) serta penggeseran beban dari waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak (load shifting).

Penelitian melalui eksprimen dengan metode pergeseran waktu konsumsi untuk mengurangi pemakaian KWH WBP dengan mengalihakan ke LWBP 6 .2. Pengendalian beban melalui pergeseran waktu konsumsi dari WBP ke LWBP tujuannnya untuk antisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan tenaga listrik pada saat beroperasi secara normal. Namun belum ada penelitian sebelumnya tentang evaluasi Pengendalian beban pada suatu sistem distribusi yang membahas aspek-aspek pengendalian beban yang efektif terhadap kepuasan pelanggan. Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi 4. Tingkat Konsumsi Pelanggan dalam penggunaan energi listrik.Dalam tesis ini akan diusulkan salah satu metode dalam pengalihan beban puncak. dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Keaslian Penelitian Studi tentang Pengendalian beban telah dilakukan dan dijumpai pada beberapa makalah dan tesis dengan berbagai metode kajian. 1.3. Rumusan masalah Dari latar belakang tersebut. Seberapa besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP 3. 1. Seberapa besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban 2. dalam hubungannya dengan penghematan energi.

keuntungan dan kerugian secara ekonomis serta harapan pelanggan yang berdampak pada penghematan energi listrik. berdasarkan aturan pentaripan yang berlaku saat ini. sementara pelanggan dapat menikmati pelayananan listrik dengan sewajarnya dan pihak penyuplai daya tidak dirugikan. 7 . Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1.5. Faedah Penelitian Dari hasil penelitian studi kinerja jaringan distribusi tentang pengendalian beban yang efektif akan dapat masukan bagi pengembangan pengetahuan mengenai usaha-usaha perencanaan jaringan distribusi.faktor yang mempengaruhi pola konsumsi 2. 1. sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara nasional Penelitian ini sungguh sangat berharga khususnya buat penulis sendiri dalam hal penerapan ilmu-ilmu dilapangan dengan menggunakan metode-metode yang sederhana. Mengetahui besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan listrik setelah mengalihkan energi listriknya dari WBP ke WLBP. Mengetahui besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP. 3.1. Mendapatkan besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban dan mendaptakan Faktor .4.

Tahap Pengolahan data Dari data diatas. b. Metodelogi penelitian yang ditempuh dapat dilihat dalam Gambar 1. Metodologi Penelitian Metodelogi penulisan yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu : a. Tahap Pengumpulan data dilapangan Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data di PLN dan informasi lainnya. dari hasil perhitungan tersebut akan disajikan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali Laporan tahunan PT. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 Neraca 2004 PT. maka dapat dihitung berapa besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan selama tahun 2004. adapun data tersebut diataranya : Profil beban Sistem JAMALI Profil beban golongan tarif tahun 2004 hasil Survey UGM Statistik 2003 dan 2004 PT. Tahap Studi Literatur Teori dan data diperoleh dari beberapa literatur dan informasi pendukung lainnya.6.1. 8 . PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 APJ Yogyakarta c.1 dibawah ini.

1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian 9 .Mulai Permasalahan Studi Literatur Pengumpulan data dan memasukkan data Pengolahan dan Analisis data Hasil Pengolahan data Tidak Persetujuan Laporan Ya Tidak Semua Telah Diproses Ya Selesai Gambar 1.

1. 10 . Pola Beban. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk pengendalian beban serta Hasil Penelitian dan Pembahasan 5. yang meliputi : Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali. Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang yang mencakup perumusan masalah. alat penelitian. Bab I. Metodelogi Penelitian dan sistematika penulisan. Load Time of Use Rates. Kecukupan Pasokan Sistem Jateng dan DIY. Tinjauan Pustaka. faedah penelitian. Bab II. tujuan penelitian. 3.Bali. Pembangkitan. hipotesis dan Rencana Penelitian. Analisis Data. Bab IV meliputi : Hasil. 4. Tempat dan Jadwal Penelitian. serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penulisan tesis ini. Cara penelitian menguraikan tentang bahan dan data penelitian. 2. Keaslian Penelitian. Teknik Pengumpulan dan pengolahan data. Load Interuptible danLoad Curtible. Pengendalian Beban melalui Insentif dan kompensasi. Landasan Teori.7 Sistematika Pembahasan Tesis ini ditulis berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. Bab V Penutup menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran. Sistem tenaga listrik Sub Sistem Jateng dan DIY. Demand Side Mangement. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa – Madura . Bab III. Hasil Pergeseran. Pengendalian Beban.

80 MVA atau 2.90 MW. daya mampu pembangkit akibat peningkatan permintaan yang lebih banyak dikonsumsikan pada saat WBP. harus disadari sebagai tanggung jawab bersama dalam upaya penghematan listrik. Program Pangkas Listrik pukul 18.33 MVA atau 1.90 MW dan Pembangkit Hydro : 368.143. yaitu: pembangkit.26 MW. penambahan pembangkit pada WBP merupakan biaya yang perlu diperhitungkan.50 MVA atau 1.50 MW. mau tidak mau menghemat energi harus dilakukan. ( PT.294. sehingga untuk mengefesiensikan pada saat tersebut harga listrik lebih mahal dibandingkan LWBP.769. peranan distribusi sangat penting. Saluran distribusi adalah yang terdekat dalam melayani konsumen energi listrik.00 hingga 22.774. Kapasitas terpasang pembangkit Jateng dan DIY tahun 2004 adalah sebesar 2.PLN P3B Region Jateng dan DIY tahun 2004 ) 11 .064. Agar kualitas penyedian energi listrik tetap terjaga ditentukan oleh keandalan bagian distribusi.16 MW dengan rincian Pembangkit Thermal : 1. saluran transmisi dan salurann distribusi. Akibatnya konsumenlah yang jadi korban. karena apabila terjadi gangguan atau kualitas buruk pada sistem distribusi akan dirasakan langsung oleh pelanggan ( Stevenson.198.00.83 MVA atau 320.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.448. sedangkan Beban rata – rata tahun 2004 adalah 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem energi listrik terdiri dari komponen utama. Semakin mahalnya Listrik. 1983 ). dan kapasitas seluruh trafo 2. pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak.

Kapasitas terpasang pembangkit untuk memasok beban sebesar 19. sektor komersial sebesar 11.042 MVA dan pelanggan 21.050 MW.Pada kondisi ini apabila satu unit pembangkit terbesar mengalami gangguan.018 GWh (14.29%).Variasi musim 1-3% jumlah 12 .770 GWh (45.4%).Pemakaian sendiri 3-4% .81 %). sistem Jawa-Bali sudah dalam kondisi kritis.2.1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali Sistem Jawa Madura Bali merupakan sistem interkoneksi dengan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV yang membentang sepanjang pulau Jawa dan dihubungkan dengan tegangan 150 kV dengan pulau Bali. Konsumsi tenaga listrik di Jawa-Bali pada akhir tahun 2004 sebesar 78. sektor rumah tangga 27.Pemeliharaan dan perbaikan pembangkit 12-15% . Penggunaan tenaga listrik sektor industri sebesar 35.2 Landasan Teori 2.951. Dengan daya tersambung 35.672 dengan beban puncak rata-rata 14. beban puncak diperkirakan akan mencapai 15.Penurunan kemampuan karena umur (derating) 2-3% .066 GWh dengan pertumbuhan 9.132 GWh (5.146 GWh (34.9%.700 MW dengan serta cadangan daya (reserve margin) 650 MW (4. Kemampuan pasokan pembangkit kepada sistem 14.11%) dan sektor Publik sebesar 4. Untuk tahun 2005.398 MW.615 MW dengan daya mampu netto 18. Penurunan kemampuan pasok pembangkit dibandingkan dengan kapasitas terpasang disebabkan oleh: .77 %).2.245 MW atau naik 5.66% terhadap tahun 2003.

Solusi utama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah penghematan. Peta jaringan transmisi sistem jawa madura bali saat ini seperti pada gambar 2. Disamping itu tingginya pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang belum dapat diimbangi dengan pasokan akibat terlambatnya pembangunan pembangkit baru.532 kmc.Cadangan operasi (reserve margin) minimal 5% Jumlah kapasitas terpasang dipasok dari 216 pembangkit yang tersebar di Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power (8952 MW)..1 dan Penggunaan Energi Listrik dapat dilihat dalam gambar 2. 13 . pengendalian operasi pada sistem ini akan mempunyai nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Disamping itu terdapat pembangkit Captive Power sebesar 6.2. PT PLN sebagai perusahaan pelayanan publik harus menyediakan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi keseluruhan permintaan termasuk beban puncak yang hanya terjadi beberapa jam saja. yang mutlak harus dilaksanakan oleh produsen dan konsumen tenaga listrik Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali juga merupakan sistem tenaga listrik yang terbesar di Indonesia dengan mengkonsumsi hampir 80% dari tenaga listrik yang diproduksi. PJB (6471 MW). PLN PMT (858 MW) dan Swasta (3334 MW) yang disalurkan melalui jaringan transmisi sepanjang 18. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk mengantisipasinya. Idealnya.110 MW.

1: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Madura Bali 14 .Gambar 2.

219. Muara Tawar 920. Pekalongan.95 %) Susut Transmisi/ Transmission Losses 2. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unit bisnis PLN di bidang pengusahaan ketengalistrikan di Jawa Tengah dan DIY. Yogyakarta.419 ( 100 %) PS GI/ Substation Use 62.307 %) Distribusi/ Distribution 90.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT. Tegal. Purwokerto.06 %) Gambar 2. yaitu Semarang.066.276 ( 2.07 %) Di salurkan ke PT. PT PLN Distribusi Jateng memilki unit satuan pelaksana cabang.99 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 56.680.727 ( 0.512 (28. Magelang.07 %) Energi tersedia di system/ Available energy in system 92. Kudus.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY Sistem ketenagalistrikan Sistem Jateng dan DIY merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik jawa Madura Bali ( JAMALI ).PT. dan Cilacap. 15 .99 %) Wilayah XI ( Bali )/ Region XI 311. PJB 26. Surakarta. Salatiga.137.204 ( 2. Klaten.23 %) PT.153 ( 0.34 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 22.813.395 ( 0.633. INDONESIA POWER 42.229 ( 0.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004) 2.308 ( 46.2.034 ( 97.

393.34 6. ke gardu . yang berkedudukan di Ungaran semarang.220 Volt ke pelanggan.Sistem kelistrikan di Jawa Tengah. kemudian disalurkan dengan jaringan distribusi 20 kV dan 6 kV maupun jaringan 380 .162.432.PLN ( Persero) Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY.936 0.731.09 Thn 2004 12.188. disuplai sistem interkoneksi di Jawa dan Bali dengan pembangkit yang terbesar di kedua pulau ini. Untuk kepentingan pelayanan pelanggan di DIY di tangani langsung oleh PT.1 : Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY Ke PLN Distribusi ( GWh ) Delta ( % ) Thn 2003 11.82 Thn 2004 6.685 12.758.133 0.999 5. dan 150 kV.2 : Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY Jenis Produksi ( MWh ) Terima dari Region lain & IBT( MWh ) Ke Region Lain ( MWh ) Konsumsi ( MWh ) Rugi Rugi Transmisi ( MWh ) % Thn 2003 5.262 6.99 16 .gardu induk didaerah pusat beban.487 122.972.79 2.244.PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Yogyakarta.066 96. Penggunaan tenaga tahun 2003 dan 2004 listrik dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut : Tabel 2.067 231. yang merupakan bagian dari manajemen PT.71 Tabel 2. disalurkan melalui transmisi 500 KV.496 11.225 136.PLN( Persero ) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem ketenagalistrikan untuk wilayah pelayanan propinsi DIY dikelola oleh PT.

46 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Tahun 2003 2004 Kenaikan Hari Kerja ( MW ) 2110 2267 7.30 WIB April Thn 2004 685.8 740.110.3 : Faktor Beban PT.00 WIB 1384.3 Februari 2004 1456.8 (%) 17 .6 Idul Fitri ( MW ) 1693 1774 4.30 WIB 1.60 10.4 2165.8 1979.55 24 Desember 2003 Pukul : 19.PLN ( Persero ) Region Jateng dan DIY Beban Puncak Beban Puncak Siang ( MWh ) Delta ( % ) Beban Puncak Beban Puncak Malam ( MWh ) Delta ( % ) 24 Oktober 2003 Pukul : 10.90 Tabel 2.267.380.8 Tahun Baru ( MW ) 1911 1951 2.rata ( MW ) Tahun 2003 63.4 Natal ( MW ) 1912 1980 3.1 2004 Hari Kerja Hari Mingg u Hari Natal Idul Fitri Peak Load / Tertinggi ( MW ) 2267.4 Min Load / Terendah ( MW ) 1114.30 WIB 2.040.1 12 Februari 2003 Pukul : 18.68 3 Nopember 2004 Pukul : 18.Tabel 2.00 WIB 2.0 Beban minimum Siang ( MWh ) Beban Minimum Beban minimum Malam ( MWh ) 676.40 7. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.9 1000.5.45 Tabel 2.39 15 September 2004 Pukul : 13.198.7 1774.4 1032.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Beban Minimum 26 Nopember 2003 Pukul : 13.10 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Jenis Faktor Beban % Beban rata .7 Tahun 2004 61.4 : Beban Minimum / Beban Terendah PT.1 Tabel 2.70 2.247.30 WIB 1.4 0.6 Pertumbuhan Beban Puncak PT.

1 ST1.1 AB14 B14 AB15 B15 AB16 B16 AB17 B17 PLSDO PYUNG 1 2 31.3 WLERI SLIMA TAMBAKLOROK 2X12.1 BTANG KLSRI U.2 GT1.0 GT1.3 MVA WBJAN PEDAN I II I II 1 60 60 60 MVA 60 MVA I II 2 3 30 30 30 MVA 1 2 Ngawi / manisrejo SLBRU WNGRI KLATN WSARI 1 BANTL SMANU I II 2 3 30 30 MVA 60 MVA I II 2 I II Keterangan : PP.3: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Tengah dan DIY ~ ~ 1 1 2 mobile ~ JELOK ~ ~ MDARI 2 sunyaragi 1 2 4 60 30 MVA 2 MVA 3 30 60 JKULO PATI MJNGO I II 1 30 30 I II 2 I II 1 2 30 60 MVA 1 MVA 2 20 30 MVA I II RBANG 1 2 20 30 MVA ~ I II ~ ~ ~ TIMO GJYAN MKRAN BDONO 1 20 60 MVA 2 2 BLORA I II 60 MVA 1 2 KNTUG I II JAJAR KDIRI 1 100 MX B4 AB4 A4 IBT-2 500 MVA 100 MX B5 AB5 A5 I II 1 60 2 3 60 16 MVA 16 16 25 MVAR MVA CEPU I II 1 2 20 16 MVA MRICA WALIN I II GDEAN BJGRO PALUR SRAGN I II I II 6.5 60 60 MVA 25 MX AUX 20MVA ~ 74.1 I II I II 2 60 16 MVA 1 2 I II 1 1 60MVA 60 60 MVA 60MVA 3 60 30 30 MVA 1 16 2 3 16 60 MVA 2 2 I II I II I II I II ~ ~ ~ ~ AUX 20M VA ST2.5 MVA 60 MVA I II 1 2 3 31.5 MVA I II PMLNG DIENG A A2 A3 AB5 AB1 AB2 B2 1 2 20 30 30 MVA 3 105 MX 105 MX 15 60 MVA B3 B4 2 2 3 1 AB3 B1 AB4 100M X B 1 2 I II IBT-2 IBT-1 500 500 MVA B5 I II I II I II 6.5 31.PT.3 GT1.3 MVA 100M X A1 UNGAR PWRDI KDNBO 1 2 I II SYUNG I II TJATI 54 MVA 30 60 MVA ~ ~ KBSEN 16 MVA 30 MVA GARNG TMGNG krian BAWEN KLMBU ~ I II 1 2 30 30 MVA I II 1 JPARA 2 I II mandirancan bandung selatan SDRJO ~ KUDUS I II 25 20 MX 30 MVA 2 1 20 30 MVA 20 MVA 60 I II I I II I II 2 1 30 30 30 MVA 2 3 1 30 16 MVA BRBES SCANG BRNGI 1 60 30 MVA BMAYU WSOBO II SGRAH 30 MVA I II 1 2 20 30 MVA 1 2 30 16 MVA I II 1 2 I ~ U3 U2 U1 MVA 30 2 A5 A4 AB4 AB3 AB2 AB1 B4 B3 B 2 60 30 MVA B 4 B1 AB1 A 1 2 30 30 MVA A1 IBT-1 500 MVA I II AB2 A2 B2 B1 60 60 MVA A3 A2 A1 AB5 A 1 2 30 MVA 1 30 KTNGR 30 16 MVA 25 MX II KLBKL I II 1 20 MVA 3 2 20 60 MVA MVA MNANG I II I II RWALO banjar 2 20 2 30 20 MVA ~ ~ U1 60 MVA I II U2 1 PJKLN GBONG 1 3 60 60 MVA 3 30 20 MVA 2 STARA 16 16 MVA I II LMNIS WATES 1 2 30 30 MVA 60 2 x 25 MVA MX I II customer 30 MVA U1 U2 ~ ~ ~ PLTG CLCAP 1 ~ SMPOR 1 2 30 20 MVA KBMEN PWRJO 1 2 1 2 30 16 MVA 3 20 30 MVA Gambar 2.2 U.5M VA ~ ~ ~ AA2.1 30 A10 A11 A13 AUX A A2 A5 AB5 B5 2 56 MVA B6 B7 AB6 AB7 AB2 AB4 B4 B 1 B2 B3 AB3 A3 A4 A7 AA1.2 GT2.4M W 18 .1 ~ ~ A14 ~ A15 A16 ~ A17 PKLON SRDOL I II 30MVA 1 I II 16 30 MVA AB13 B13 BB2.3 GT2.0 GT2. WNGRI Pm t kondisi masuk Pm t dibuka ( Pengaturan ) 1 2 60 20 MVA 2 1 2 30 30 MVA ~ ~ 12.1 A9 A12 AB12 B12 AB8 AB9 B9 B10 B11 AB10 AB11 B8 BB1.PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM JAWA TENGAH & DIY KONDISI NORMAL KLNGU RDRUT KRAPK PDLAM U.

38 ( 0.77 % ) TERIMA DARI REGION LAIN 6.338.59 ( 49.936.766.225.527.337.64 ( 0.75 ( 97.00 ( 12.PLTA 814.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 19 .291.99 % ) KIRIM KE REGION LAIN 136.08 % ) ENERGI YANG TERSEDIA 12.40 ( 2.34 ( 0.244.930.10 % ) KE DISTRIBUSI 12.32 % ) PRODUKSI PEMBANGKIT ( NETTO ) 6.70 % ) PLTG 39.162.83 % ) Gambar 2.602.55 % ) PLTU 1.486.05 ( 1.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.443.19 ( 50.78 ( 100 % ) RUGI TRANSMISI 122.89 % ) PLTGU 3.32 % ) PLTP 287.188.432.935.685.14 ( 6.67 ( 27.23 % ) PS GI 10.261.

yang umumnya dikelompokkan menjadi tiga segmen.2. yaitu pembangkit pemikul beban dasar (base load).3 Pembangkitan Sistem Tenaga listrik Jawa-Madura-Bali diproduksi oleh pembangkit dengan karakteristik teknis dan tingkat efisiensi yang berbeda.2. pemikul beban menengah (load follower) dan pemikul beban puncak (peaker). Gambar 2.5 menunjukkan ketiga kelompok pembangkit.masing pembangkit menjadi berbeda. gas alam. Sedangkan perbedaan karakteristik teknis menyebabkan posisi pembangkit dalam mensuplai beban sistem menjadi berbeda. minyak dan panas bumi. Perbedaan energi primer dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya produksi dari masing . serta bersumber dari beragam energi primer seperti air. batubara.5 Pengelompokan Pembangkit 20 . Gambar 2.

terkadang juga menjadi alasan mengapa pembangkit digolongkan sebagai pembangkit base load. ikatan kontrak pembelian bahan bakar berupa take-or-pay. PLTGU gas juga diposisikan sebagai base loader karena adanya ikatan kontrak take-or-pay pembelian gas alam.Pembangkit dengan karakteristik yang kurang fleksibel karena tidak dapat dihidupkan atau dimatikan dalam waktu yang singkat serta lambat dalam menaikkan/menurunkan pembebanan mengharuskan pembangkit untuk dioperasikan sepanjang pembangkit siap. Pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak meliputi pembangkit yang fleksibel baik dalam kecepatan perubahan pembebanan maupun start-stop pembangkit dan umumnya berskala dibawah 100 MW. Untuk sistem Jawa-Madura-Bali. Pembangkit base load biasanya berskala besar dan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan kelompok pembangkit lainnya. seperti pembangkit hidro run-off-river. serta pembangkit hidro yang memiliki sumber air yang hanya akan ekonomis bila dioperasikan. seperti PLTG minyak. pembangkit yang terikat kontrak take-or-pay bahan bakar seperti PLTP. PLTA waduk pada sistem Jawa-Madura-Bali seperti 21 . seperti PLTGU gas dan PLTU minyak. Pembangkit base load umumnya dioperasikan pada kapasitas terpasang maksimum sepanjang pembangkit tersebut siap serta sesuai dengan kesiapan sistem penyaluran. Pembangkit jenis ini contohnya PLTU batubara. PLTD serta PLTA waduk. Pembangkit kelompok ini digolongkan ke dalam pembangkit base load. Disamping keterbatasan teknis. Pembangkit kelompok load follower meliputi pembangkit yang lebih fleksibel namun lebih mahal dari pembangkit base load.

83 %. Faktor kapasitas tiap pembangkit akan berbeda antara satu dengan lainnya sesuai dengan fungsinya. Dengan kata lain.77. load follower atau peaker.70 % dan kesiapan pembangkit tipikal sebesar 97. maka dengan faktor beban sebesar 61. Namun. Faktor kesiapan adalah rasio antara jumlah jam pembangkit siap terhadap total jam dalam satu tahun. maka secara keseluruhan. Karena pembangkit memerlukan waktu untuk memelihara pembangkit dan adanya pola beban pada sistem yang tidak merata sepanjang hari. Bila sub sistem Jateng dan DIY diambil sebagai contoh. apakah sebagai pembangkit base load. dalam kurun setahun faktor kapasitas pembangkit pada sistem tidak akan pernah mencapai 100%. namun ada sebagian pembangkit base load terpaksa mungkin tidak dapat difungsikan sebagai base loader yang dibebani terus . Besar faktor kapasitas pembangkit disamping tergantung pada kesiapan pembangkit juga tergantung pada pola beban yang ada pada suatu sistem.menerus.PLTA Saguling dan Cirata difungsikan sebagai pembangkit pemotong beban puncak (peak-shaving) karena nilai ekonomis yang dimiliki. pengoperasian pembangkit ini sangat tergantung pada variasi musim. maka angka maksimum faktor kapasitas yang dapat dicapai adalah sebesar 49. Faktor kapasitas merupakan rasio antara energi yang disalurkan terhadap energi maksimum yang mampu diproduksi jika pembangkit dioperasikan pada kapasitas terpasangnya. faktor kapasitas ini berkaitan dengan faktor beban dan faktor kesiapan (availability factor) pembangkit. Ukuran yang sering digunakan untuk melihat tingkat utilitas pembangkitan adalah faktor kapasitas (capacity factor). melainkan harus disesuaikan operasinya 22 .

sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. daya dari PLTA dapat maksimum. variasi musim. dan kendala transmisi. Karena pembangkit load follower di sistem Jawa-Madura-Bali memiliki faktor kapasitas yang lebih kecil. Pengaturan ini harus merupakan kompromi dari kebutuhan pemeliharaan pembangkit yang berbeda-beda dan kebutuhan cadangan yang merata sepanjang tahun.1 Kecukupan Pasokan Sistem Jawa-Madura-Bali Kecukupan pasokan tenaga listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik pada saat beban puncak (neraca daya). 23 . Faktor kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Madura-Bali ini tidak berbeda jauh dengan faktor kapasitas pembangkit di sistem tenaga listrik negara lain 2. perbaikan instalasi. yaitu kurang dari 15%. Disamping itu.2. yaitu berkisar antara 30% hingga 50%.mengikuti perubahan pola beban. Pemeliharaan pembangkit harus diatur sedemikian rupa sehingga cadangan daya dapat merata sepanjang waktu. tetapi sebaliknya pada musim kering. maka faktor kapasitas untuk pembangkit ini otomatis akan menjadi kecil.3. hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasokan ini antara lain pemeliharaan. Sedangkan bagi pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak. Hal ini mengingat sifat tenaga listrik yang tidak dapat disimpan. PLTA akan menurun dayanya. Pada saat musim hujan. hanya dioperasikan pada periode WBP. Variasi musim akan mempengaruhi daya dari PLTA. kebutuhan tenaga listrik bersifat acak dan dinamis sehingga diperlukan strategi perkiraan beban dan penyediaan daya yang terdistribusi sesuai dengan dinamika kebutuhan beban. Dari sisi pasokan.

untuk mengantisipasi agar penggantian pembangkit dapat dilaksanakan secara cepat. Hal ini berarti bahwa apabila terjadi gangguan pada satu unit pembangkit. Hal lain yang sangat penting adalah cadangan operasi.bahkan ada beberapa PLTA yang tidak beroperasi. diperlukan juga cadangan dingin agar jaminan kecukupan daya dalam jangka lebih dari satu hari dapat dipenuhi. sedangkan cadangan operasi sekitar 620 MW. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan daya pada sistem sangat terbatas. Sehingga. Gangguan pembangkit dapat berupa berhentinya operasi pembangkit maupun berkurangnya kemampuan pembangkit secara tiba-tiba. Disamping cadangan putar. Realisasi neraca daya sistem Jawa-Madura-Bali sepanjang tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata cadangan putar yang tersedia selama tahun 2003 adalah sebesar 365 MW (jauh dibawah 615 MW). maka dibutuhkan cadangan putar yang cukup. sehingga apabila unit pembangkit terbesar tersebut terganggu maka pembangkit lain dapat langsung menggantikan. Dari sisi pembangkitan. Pada sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali kriteria cadangan menggunakan single contingency atau lebih dikenal dengan kriteria N-1. Cadangan ini dibutuhkan untuk menghadapi gangguan pembangkit serta deviasi perkiraan beban. Kondisi ini telah membawa konsekuensi pemadaman berupa pemutusan 24 . khususnya cadangan putar. Cadangan dingin maupun cadangan putar disebut sebagai cadangan operasi. Besarnya cadangan operasi sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan listrik. minimal sebesar satu unit pembangkit terbesar (615 MW). setiap saat harus tersedia cadangan. maka pasokan ke pemakai listrik tidak boleh terganggu.

Dalam table tersebut terlihat bahwa penerimaan tenaga listrik di DIY senantiasa meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan makin berkembangnya sektor ekonomi masyarakat.2. Ketersediaan energi listrik yang cukup bagi sektor – sektor tersebut akan menentukan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.3. tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. kecukupan pasokan daya juga sangat ditentukan oleh pertumbuhan beban. telekomunikasi dan sektor – sektor penggerak ekonomi lainnya. perdagangan.2. ( Media. Disamping dari sisi pasokan. 2005 ) 2. 25 . seperti dapat dilhat dalam Tabel 2.4 Pola Beban Penyediaan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas merupakan parameter penting bagi kemajuan sektor industri. ternyata juga sangat mempengaruhi tingkat permintaan energi listrik. Laju pertumbuhan dan perubahan pola hidup yang disebabkan arus globalisasi. 2.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY Pasokan Tenaga listrik untuk wilayah Jateng dan DIY yang diperoleh hampir seluruhya dari sistem interkoneksi JAMALI ditambah dengan produksi sendiri dengan kapasitas yang sangat kecil.2. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat.beban (load-curtailment). yang sepanjang tahun 2003 terjadi sebanyak 15 kali. agar pelaksanaan dari rencanaan operasi apabila terjadi hal – hal yang menyimpamg dari pengoperasiaan dapat terkendali.

Meskipun beban puncak terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Faktor beban adalah rasio antara beban 26 . bulanan maupun tahunan. pola beban harian sistem tenaga listrik system jateng dan DIY menunjukkan model-model yang berbeda.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Pola beban suatu sistem tenaga listrik seringkali direpresentasikan dengan ukuran faktor beban (load factor). 2500 2250 2000 1750 1500 HARI KERJA HARI NATAL IDUL FITRI TAHUN BARU 2001 1962 1824 1651 1719 2002 2061 1824 1689 1786 2003 2110 1912 1693 1911 2004 2267 1980 1774 1951 Gambar. pemakaian daya listrik tertinggi hanya terjadi selama kurang lebih 4 jam setiap harinya. Secara umum. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Waktu Beban Puncak (WBP). sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Menarik untuk diamati bahwa pada berbagai pola beban yang ada. yaitu pola untuk hari kerja.Pola beban adalah pola konsumsi tenaga listrik dalam kurun harian. 2. hari Minggu dan hari libur ( Gambar2. operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. Oleh karena itu. hari Sabtu..7 ).

00 WIB. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja. konsumen industri umumnya mengoperasikan pabrik selama 24 jam terus menerus akan sangat berbeda dengan konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. Sub-sistem Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebagian besar konsumennya berupa residensial. 27 . Semakin tinggi faktor beban suatu sistem maka semakin rata penggunaan tenaga listrik sepanjang waktu.4. Dalam gambar 2. 2.00 hingga 22. memiliki pola konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. Terlihat jelas pada waktu jam 07. operator sistem harus segera menaikkan pembebanan pembangkit yang belum dibebani penuh dengan memperhatikan kemampuan laju kenaikan beban masing-masing pembangkit serta mulai mengoperasikan pembangkit lain yang belum terhubung ke sistem. Angka faktor beban sesungguhnya merefleksikan kegiatan masyarakat setempat.7 dan kondisi beban harian sistem Jateng dan DIY tanggal 3 November 2004 (lampiran 1) pengunaan listrik dalam sehari terlihat fluktuasi beban yang bervariasi .rata-rata sistem dan beban puncak sistem. ini akan melayani beban sangat tinggi pada malam hari. terdapat kenaikan beban yang cukup tajam. Seperti pada lampiran 1 menunjukkan bahwa menjelang terjadinya beban puncak. harus kita sadari sebagai tanggung jawab kita bersama dalam upaya penghematan listrik.00). Untuk mengatasi kondisi semacam ini.00 hingga 16.1 Pengendalian Beban Pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak (18. namun juga kebutuhan rutin lainnya. kebutuhan beban cukup rendah.2.

951. Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.979.150 MW.7 1. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 2: 0 2 3 00 : 3 20 : 3 40 : 3 60 : 3 500 28 .4 2.0 2.7.0 2000 1. Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yang merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00.267. Kondisi ini dapat dianggap merupakan kebutuhan primer yang harus selalu tersedia.165.Kebutuhan beban terendah pada pukul 07.7 2.00 pagi hari diperkirakan karena baru dimulai aktifitas seperti melakukan perjalanan menuju tempat bekerja.267.4 1500 1000 80 : 3 1: 0 0 3 1: 0 2 3 1: 0 4 3 1: 0 6 3 1: 0 8 3 2: 0 0 3 W AKTU = = = = = WBP Idul Fitri WBP Tahun Baru WBP Natal WBP Hari Minggu WBP Hari Kerja 1.774. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00.4 1. KURVA BEBAN HARIAN SISTEM JA WA TENGA H & DIY TH 2004 MW 2500 2.4 Gambar 2.165.951.979.1 1.774.1 1. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12 -13 terjadi penurunan beban sebesar 100 .

Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan. dan ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walaupun beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6 -7 jam sehari. Penghematan pada WBP tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka. namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi 29 . Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini. Dengan demikian pembatasan pada jenis tersebut akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yang tentu saja merupakan beban berat bagi penyedia energi listrik. Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan beban puncak. karena setelah pukul 22. hampir 70% masyarakat belum sepenuhnya melakukan himbauan hemat energi dengan alasan pengurangan penggunaan listrik yang secara langsung mengurangi kenikmatan. Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran.Disamping itu juga Kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini terjadi pada pertokoan serta mall. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak. dan mungkin juga papan reklame. ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yangg mungkin saja mengurangi semangat bekerja walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi. Ketika malam hari listrik padam (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Berdasarkan hasil data kuesioner. Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yang sangat mudah untuk dikurangi.00 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang.

mengurangi kepentingan konsumen dan memberi dampak positif terhadap lingkungan ( Program Konservasi Energi dan Manajemen Energi.2 Demand Side Management Dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY akan menghadapi kondisi kritis dalam beberapa waktu ke depan. Dari sisi Konsumen.4. Salah satu langkah pengehematan adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yang memiliki efisiensi tinggi. 2. Untuk mengatasi kondisi kritis dalam jangka pendek dan panjang maka dilaksanakan langkah-langkah mengatasi kritis baik pada sisi kebutuhan yaitu melaksakan program Demand Side Management ( DSM ) maupun sisi penyediaan dengan menyelesaikan pembangunan beberapa pembangkit. 2002 ). Demand Side Management ( DSM ) Selain bermanfaat bagi sisi konsumen dan pemasok juga bermanfaat secara nasional yaitu : mengurangi laju pertumbuhan energi. Perusahaan listrik sebagai penyedia tenaga listrik akan memberikan keuntungan antara lain: 30 .2. dengan mengatur pemakian listrik disisi Konsumen akan memberikan manfaat bagi konsumen berupa penghematan biaya. menunda investasi pembangunan pembangkit listrik baru.akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Untuk konsumen industri akan berdampak pada biaya produksi yang semakin kecil sehingga dapat memperkuat daya saing.

Peak Clipping. Pengusahaan yang efisien. Valley Filling Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk menggunakan listrik pada periode dimana beban sistem pembangkit 31 . Energy conservation program. Penghematan energi nasional b. bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi kosumen dan kebutuhan tenaga listrik secara keseluruhan. yaitu sebagai pembatasan pemakaian lstrik pada WBP. Pengurangan pencemaran lingkungan DSM merupakan suatu kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan sehingga memperbaiki kurva beban sistem pembangkit dan mengurangi rekening listrik konsumen. sehingga biaya operasi akan lebih murah karena beban dasar dapat dioperasikan maksimum. Sedangkan secara nasional keberhasilan pelaksanaan pengaturan beban pada sisi konsumen dapat memberikan manfaat antara lain: a. Beberapa program DSM dan strategi pemilihan DSM yang tepat adalah sebagai berikut a. ( Pemangkasan Beban Puncak ) Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat WBP c. b. b.a. Investasi semakin efisien. yaitu dengan pengurangan pemakaian listrik pada WBP dan mengalihkannya pada LWBP maka faktor beban system akan menjadi lebih baik. maka dengan jumlah pembangkit yang sama dapat melayani konsumen yang lebih banyak dan dapat mengurangi atau menunda biaya pembangunan pembangkit baru.

membolehkan pemadaman atau pengurangan demand pelanggan utama (key customers demand) untuk memperbaiki fleksibilitas dengan menyesuaikan penyediaan kapasitas pembangkit dengan demand pelanggan. dipadamkan atau dialihkan sewaktu – waktu diperlukan f. Flexible load management program.00 WIB ). Pola ini jumlah energi yang digunakan tetap. Load shifting diterapkan akan memberikan kombinasi keuntungan peak clipping dan valley filling yaitu mengurangi beban puncak tanpa mengurangi konsumsi energi. Load building program. tapi hanya waktu pemakaiannya yang berubah.00 WIB ) dengan mengalihkan konsumsi pada LWBP ( Pukul 22. Dengan cara ini dapat memperbaiki factor kapasitas penggunaan sistem pembangkit yang pada gilirannya akan mengurangi biaya operasi. berarti pelanggan akan mengurangi pemakian Listrik pada WBP ( pukul 18.00 s/d 22.relative rendah atau pada pada saat LWBP. e. dan kompensasi layak diberikan kepada pelanggan yang bersedia listriknya dikurangi. Dengan kata lain pelanggan bukan mengurangi kapasitas pemakaian. Load Shifting ( Pergeseran Beban ). bertujuan meningkatkan konsumsi pelanggan dan demand tenaga listrik secara keseluruhan.00 s/d 18. yaitu mendorong pelanggan agar mengeser pemakaian tenaga listrik pada periode luar waktu beban puncak ( LWBP ) tanpa mengorbankan kepentingan pelanggan. 32 . cara ini dapat dicapai misalnya dengan menerapkan mekanisme Time of Use Rate. d.

Sedangkan Curtaible load adalah beban atau pemakaian oleh konsumen yang dapat dimatikan pada kondisi tertentu dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan terdapat kekurangan jumlah pembangkit karena gangguan di pembangkit besar atau sebab-sebab lain.2 . sehingga pada WBP peralatan tersebut akan terhenti suplai listriknya.Sebelum memilih program DSM yang tepat untuk dilaksanakan.2.2 Load Interruptible dan Load Curtailable Pada mekanisme ini terdapat dua macam beban yang dapat diatur. yaitu interruptible load dan curtaible load. Mekanisme ini akan mendorong pemakaian listrik oleh konsumen sebagian besar lebih pada LWBP dan akan mengurangi sebanyak mungkin pemakain listrik pada WBP. 2.2. Interruptible load merupakan beban atau pemakaian yang sudah tertentu waktu pemakaiannya.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) Pemberlakuan Time of Use ( TOU ) dimana Tarif WBP lebih Mahal dari tarif LWBP. 2.4. perusahaan listrik terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang telah terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang agar diperoleh manfaat yang paling maksimal. baik melalui peralatan otomatis di sisi konsumen sendiri atau secara remote control melalui pusat pengendali. hal ini dapat diterapkan pada sistem pendingin (cold storage) dan proses-proses pabrikasi lainnya yang tidak perlu beroperasi terus menerus.2. 33 .4. Ini tidak terlepas karena keterbatasan pasokan listrik. sementara pembangkit harus beroperasi normal.

Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% . Tujuannnya untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan listrik. Metode ini ada 2 jenis : Peduli Aktif dan Peduli Pasif.2. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya. yang bersedia menggeser pemakaian listriknya.00 . ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22. Peduli Aktif : PLN akan memberikan insentif kepada pelanggan yang bersedia mengggeser bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP.2.00.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan Terakhir 34 . Paket Peduli ( Pelanggan Dukung Keandalan Pasokan Listrik ) berupa insentif dan kompensasi bagi pelanggan yang bersedia menggeser beban WBP ke LWBP atau di potong bebannya pada WBP manakala diperlukan.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi Pemberian Insentif kepada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah.4.2. Ini merupakan kebijakan perusahaan dalam menambah pendapatan atau memperkecil kerugian. dari Waktu Beban Puncak (WBP) dari pukul 18.

Peduli Pasif : PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang bersedia dikurangi bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Pelanggan mendapatkan insentif atas pengurangan pemakaian listrik pada WBP. Kompensasi dan Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan. Besarnya Kompensasi : 4 X KVA beban yang dikurangi X jam lama pemotongan X ( 100% 2,5% ) Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = Biaya Beban TDL 2003 tahap IV 30 X 24

Insentif maupun kompensasi diberlakukan bagi pelanggan yang menggunakan kWH double atau daya diatas 200 KVA.

2.3 Hipotesis Berdasarkan Telaah Pustaka dan landasan teori yang telah

dikemukakan diatas. Maka : 1. Pengendalian dengan Menggeser pemakaian WBP ke LWBP akan memperoreh efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperbaiki faktor beban. 2. Pengendalian dengan Menggeser pemakain WBP ke LWBP akan mempengaruhi pola konsumsi pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi.

35

2.4 Rencana Penelitian Rencana Penelitian yang ditempuh guna pembuktian hipotesis diatas adalah : 1. Menghitung persentase besar pemakaian energi listrik dari WBP ke LWBP 2. Menentukan besarnya energi dan biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan akibat dari pengalihan beban WBP ke LWBP.

36

BAB III CARA PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian Bahan atau materi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Profil Beban 2. Data beban di PT. PLN ( Persero ) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 3. Buku yang berkaitan dengan materi permasalahan distribusi Tenaga listrik. 4. Makalah, Jurnal, dan Website yang berkaitan dengan pengendalian beban tenaga listrik.

3.2 Alat Penelitian Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data sehingga penelitian ini mendapatkan hasil yang diinginkan adalah : 1. Perangkat keras komputer Processor pentium IV, memori 128 Mbytes, dan monitor 14” . 2. Flash Disk dan CDRW 2. Perinter Canon i255. 3. Kertas Paper One HVS 80g/m2 4. Tinta Data Print 5. Perangkat Lunak Program Microsoft Word 2003

37

Pengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian 3.PLN Ungaran Semarang dan data PT. adapun langkah langkah pengolahan : 1. Perangkat Lunak Program Microsoft Excel 2003 7. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian. Sedangkan jadwal penelitian adalah : No Urutan Kegiatan September Bulan Pelaksanaan Penelitian Oktober November Desember Januari 1 2 3 4 5 6 7 8 Studi Pustaka Pengambilan Data Dilapangan Pengolahan Data Analisa Hasil/ Seminar I Hasil Penelitian Seminar II/ Pra Pendadaran Penyusunan Laporan Konsultasi Dosen Pembimbing Pendadaran 38 . Menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data 3. Semua data dikumpulkan dan data satu persatu apakah telah sesuai yang dibutuhkah dalam penelitian ini . Media lainnya yang mendukung proses tesis ini 3.4 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di PT.6. Pengolahan data dengan merumuskan permasalahan dari penelitian.3. PLN APJ Yogyakarta. 2. 4.

3.5 Kesulitan -Kesulitan Penelitian Kesulitan - kesulitan yang timbul selama penulis melakukan penelitian dan mencoba cari solusi adalah : 1. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengambilan data yang di butuhkan di tempat objek penelitian ( PT.PLN Ungaran Semarang dan PT.PLN APJ Yogyakarta), yang dapat menghambat tesis ini. Walau kadang ada bagian bagian yang enggan melayani dan cenderung menolak sama sekali

pengambilan data di tempat mereka. 2. Kesulitan mendapatkan buku-buku literatur, khususnya buku tentang pengendalian beban. Dalam hal ini penulis melakukan Browsing lewat Internet 3. Kadang data yang perlukan tidak bisa di dapatkan seketika, sehingga data tidak langsung diperoleh pada saat mengunjungi lokasi penelitian, itu lebih di sebabkan oleh kesibukan Pegawai yang pada saat itu memang sedang sibuk dengan tugas rutinnya. Mengingat lokasi pengambilan data jauh dari tempat tinggal penulis, pihak PT.PLN memberikan alamat email mereka untuk memudahkan data yang diperlukan

39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Berdasarkan tarif dasar listrik yang di anut PT.PLN, maka pelanggan dapat digolongkan dalam golongan sosial, rumah tangga, Bisnis, industri, kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, traksi, curah dan multi guna. Penggolongan tersebut diatas selanjutnya dapat diperinci menjadi segmen pelanggan yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk sektor Bisnis/komersial meliputi : retail toko, kantor, hotel, sekolah, dan sebagainya. Untuk sektor rumah tangga seperti pelanggan besar dan pelanggan kecil. Segementasi pelanggan juga dapat dilakukan berdasarkan batas daya seperti : s/d 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, di atas 2200 VA s/d 200 kVA, di atas 200 kVA. Namun hal ini kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda.

Pola

konsumsi

pelanggan

tiap-tiap

sektor

selanjutnya

dapat

diidentifikasi dengan melakukan pendataan peralatan listrik (end uses) yang digunakan oleh pelanggan seperti rencana, misalnya pada AC, kulkas, memasak, dan sebagainya serta prediksi potensi perubahan penggunaan end-uses dari pelanggan yang akan merubah pola konsumsi pelanggan. Masing-masing grup pelanggan akan mempunyai pola konsumsi pemakaian listrik yang berbeda satu dengan lainnya berdasarkan waktu penggunaan listrik mereka. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga yang menggunakan peralatan end uses

40

seperti penerangan, peralatan memasak dan kulkas lebih banyak menggunakan energi listrik di waktu malam. Sektor komersial pada umumnya menggunakan peralatan end uses pada siang hari, dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY defisit Seperti pada gambar 4.1 terlihat beban tidak merata mengalami

4.2. Analisis Data Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, akan dihitung besarnya pergeseran beban setelah pengalihan waktu konsumsi dan kemungkinan pemberian insentif maupun kompensasi yang diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening kepada pelanggan pelanggan golongan B3, I2, I3, I4 dan P2 , berdasarkan surat Edaran Direksi PT.PLN No.0013.E/DIR/2005 dan

No.016.E/DIR/2005. Akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Kebijakan ini diorientasikan untuk menghemat energi. Sebab PLN adalah pengguna bahan bakar solar terbesar di Indonesia. Bentuk konkretnya, PLN menyarankan agar pelanggan golongan di atas bisa mengalihkan waktu pemakaian energi listrik di luar waktu beban puncak. Kalau selama ini pemakaian listrik terbesar mereka antara pukul 18.00 - 22.00, disarankan digeser tengah malam hingga dinihari, atau pagi sampai siang hari

41

00 (Rp. untuk tujuan perbaikan faktor beban di sisi Distribusi. diberlakukan harga energi dengan 3 komponen tarif : .00 s/d 06.1 Hasil Pergeseran Beban Sesuai dengan Surat PLN Pusat No.0 0 0 W BP LW BP1 LW BP2 2 4 .WBP .0 0 0 1 8 .00 (Rp.LWBP 1 .0 0 0 2 2 . 01727/532/DDPKP/2005 tanggal 1 April 2005 Tentang Transfer Tenaga Listrik (PSA / Power Sales Agreement).00 s/d 18.1 Kurva beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 Pengendalian beban dengan cara menggeser /mengalihkan beban pelanggan dari WBP ke LWBP didasarkan pada laporan perjualan Aliran Listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan IV PT.0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 :0 :0 0 0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 0 3 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 7 8 9 6 0 1 0 1 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 5 2 24 :0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 Jam Gambar 4.0 0 0 2 6 .LWBP 2 : 18.0 0 0 1 6 .0 0 0 KW 2 0 . LWBP1 42 .2.0 0 0 1 4 . 434/kWh) : 22.4.00 (Rp. 200/kWh) : 06. 309/kWh) G R A F IK P E N G G O L O N G A N T A R IF BERD AS AR K AN PSA 2005 2 8 .PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta.00 s/d 22.

00 (Rp. dari tengah malam hingga pagi.00 s/d 13. LWBP 1 : 22.00 = 2 jam = Pemakaian energi 00.00 s/d 22.00 = 2 jam = istirahat 13.2 ) adalah : 1.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 (Rp.00 = 2 jam = waktu Istirahat 02. dari sore hingga malam hari.00 s/d 06. dan Bisnis. 200/kWh) = 8 Jam.00 s/d 18.00 s/d 16. Sosial. Rumah Tangga. 00 s/d 00. pada umunya untuk aktifitas kehidupan dan rumah tangga 22. pola konsumsi listrik sebelum pergeseran ( Gambar. Industri. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. WBP : 18.00 = 2 jam = pulang dari beraktifitas 43 . dari pagi hingga sore hari. LWBP 2 : 06. 434/kWh) = 4 Jam. dan Publik 06.00 s/d 08.00 s/d 02 .00 (Rp.00 = 3 jam = beraktifitas kembali 16.00 s/d 18. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. Rumah Tangga. 309/kWh) = 12 Jam.00 s/d 11.00 = 3 jam = Pemakaian Energy 05 s/d 06 = 1 jam = pemakaian Energy Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 3 jam 3. Sosial.00 s/d 05.00 = 3 jam = pemakaian energy 11. Bisnis.Berdasarkan pengamatan kurva beban sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 . Pemakaian penuh selama 4 jam 2.

000.713.9 1.2 2.2 sebelum pengalihan dari WBP ke LWBP 44 .91 69.032.774.584.6 2.9 1.Pada saat LWBP2 Total pemakaian Energy 6 jam dan waktu istirahat 6 jam.0 1 0.160.1 2.000.000.0 8.0 1.5 1.345.83 Idul Fitri ( MW ) 55. 7 2.73 Tahun Baru ( MW ) 60.0 2. Tabel 4.006.000.000. istirahat 9 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam.67 Kurba Beban Harian Siatem Jateng & DIY Tahun 2004 Sebelum Pergeseran Waktu Konsumsi 1 2.267.5 1.569.114.446.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.1 903.7 1.9 1. Pemakaian energi pada waktu LWBP 11 jam.1 Beban Sebelum Pergeseran Hari Minggu Tahun Kerja ( MW ) ( MW ) Beban Max Min Beban rata -rata/hari Faktor beban/hari (%) 76.0 0: 1:30 1:00 2:30 2:00 3:30 3:00 4:30 4:00 5:30 5:00 6:30 6:00 7:30 7:00 8:30 8:00 9:30 9 00 10 :30 10:00 11:30 11:00 1 2:30 12:00 13:30 1 3 :00 14:30 14 :00 1 5 :30 15:00 16 :30 16 :00 1 7 :3 0 1 7 :0 0 18:30 1 8:0 0 1 9 :3 0 19:00 20:30 20:00 21:3 0 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.8 1.000.000.432.0 Kerja 2.78 Natal ( MW ) 64.7 2.250.8 1.951.979.0 Natal Minggu 4.165.4 740.5 2.0 0.4 1.4 1.058.

Sosial.00 s/d 06.00 (Rp.00 = 3 jam = pemakaian energi 16. 06.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 s/d 04.00 s/d 17.3 ) adalah : 1.00 (Rp. 200/kWh) = 9 Jam.00 s/d 06.00 = 4 jam = jam istirahat 04. 434/kWh) = 4 Jam. LWBP 2 : 06.00 s/d 21.00 s/d 17. LWBP 1 : 21. 00 s/d 00.00 s/d 08. WBP : 17. tapi pemakaian energi dikurangi 25% 2.00 s/d 12. dari sore hingga malam hari.00 = 1 jam = saat pulang dari beraktifitas Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 7 jam dan waktu istirahat 4 jam Pemakaian energi pada waktu LWBP 12 jam.Setelah pergeseran waktu konsumsi ( Tabel 4.00 = 2 jam = pemakian energi Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 4 jam 3.00 = 3 jam = masih melakukan aktfitas 00.00 (Rp. istirahat 8 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam Dari pergeseran waktu konsumsi tersebut terlihat penghematan energi selama 24 jam menunjukkan angka yang cukup signifikan. 309/kWh) = 11 Jam.00 s/d 13. 21. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. Kalau pada hari kerja kita ambil 45 . Rumah Tangga. dan Bisnis. Pemakaian penuh 4 jam.00 s/d 16.00 = 1 jam = istirahat 13.00 = 4 jam = pemakaian energi 12.

4 55.91 2.4 1.341.247.2.4 13.032.99 2.Beban Setelah Pergeseran Hari Tahun Minggu Natal Idul Fitri Tahun Kerja Baru ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) beban 75.580.14 146.17 189. Sisa Pengurangan 1% selama 12 jam = 30% perbulan Tabel 4.3 Besar pergeseran Tahun Beban Max Min Beban rata – rata/hari Faktor beban/hari (%) Penghematan/hari Hari Kerja ( MW ) 886.896.242.442.5 Min 1.0 14.56 1.9 1.8 741.7 1.3 Mingg u ( MW ) 819.4 0 15.9 Natal ( MW ) 752.7 1.157.6 0 17.860.18 165.7 -0.5 0 18.5 Beban rata – rata/hari 1.68 1.404.104.5 1.2 912. pada waktu LWBP ditambah 2% selama 12 jam waktu pemakaian.0 54.74 Tabel 4.924.5 59.6 -9.9 2.07 1.11 146.9 1.1 Max 2.21 177.3 1.724.80 2.46 1.2 63.9 55.86 2.567.1 Idul Fitri ( MW ) 651.000.4 69.114.4 1. maka selama 24 pemakaian energi pada waktu WBP dikurangi 25% dari beban pemakaian sebelumnya.9 46 .881.0 Tahun Baru ( MW ) 700.1 Faktor beban/hari (%) 2.203.1 64.5 60.58 1.contoh persentase penghematan.8 1.0 49.

361/kVA/Jam 30 X 24 Jam 47 .0 0 1:30 1:00 2:30 : 2:00 3:30 3:00 4 30 4:00 5:30 : 5:00 6:30 6:00 7 30 7:00 8:30 : 8:00 9 30 9:0 10 :30 1 :0 0 10:30 11:00 11:30 2 12:00 13:30 13:00 1 :30 14:00 14:30 5 15:00 16:30 16:00 1 :30 17:00 17:30 8 18:00 19:30 19:00 2 :30 20:00 20:30 1 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.2.000.000.0 0.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP 4.500/kVA/bulan = 42.0 Kerja 2. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk penghendalian beban Kompensasi dan insentif diberikan kepada pelanggan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan bila pelanggan bersedia dikurangi bebannya pada saat diperlukan ( WBP ) namun pelanggan bisa juga terkena disentif apabila pemakaian melebihi yang disyaratkan.0 10.3.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta dengan beban yang dikurangi pada saat WBP masing – masing 25% dari beban Total Konsumsi.Kurva Beban Harian Sistem Jateng dan DIY setelah pergeseran beban 12.000.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.0 8.0 Natal Minggu 4.000.2. Untuk S.000. ( Lampiran 8 ) 1.000./TM > 200 kVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30. Sample perhitungan menurut transfer energi listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan III PT.

140.5% ) Rp 868 = Rp 16.2.17 Jumlah Insentif : ( 339.069 X 24 X ( 100% .240 KWH ) X 25% X ( 100% .240 KWH Biaya pemakaian S.361 = Rp 12.403.3 Murni = 1 dan S.2.936 + Rp 16.3 Komersil = 1.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 339.2.168. untuk S.5% ) Rp 42.Kompensasi : 4 X 3.526 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 263.326 = Rp 16.210 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan Novembe 2004 adalah sebesar = Rp 260.142. Untuk Region Jateng dan DIY k = 2 P : Faktor Pengali.526 KWH – 263.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1 X 434 /KWH = 868 Rp/kWH K : Faktor Perbandingan antara harga kwh WBP dengan harga kwh LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat.553 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .262 48 .

200 KWH ) X 25% X ( 100% .2.016 = Rp -56.096 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% ..3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1.3 Komersil > 200 KVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.140 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan November 2004 adalah sebesar = Rp 11.164.5% ) Rp 42.17 X 434 /KWH = 1.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 80.600 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 308.096 + Rp -56.2.044.200 KWH Biaya pemakaian S.2.365.500/kVA/bulan = 42.600 KWH – 308.016 Rp/kWH Jumlah Insentif : ( 80.365.201.140 = Rp -45.4 49 . Hasil selengkapnya lihat tabel 4.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam Kompensasi : 4 X 2825 X 24 X ( 100% .201.361 = Rp 11.2. Untuk S.5% ) Rp 1.

346.III Blok I.400 56.152 17.978.455.865 1 6 7 274 4.607.245 8.612 384. II.300VA 2.320.III Blok I.819 8.080 57.114 4.154 28.529.426 3.II Blok I.440 2.II Blok I.502.394 26.308.100 28.210 16.III Blok I.II.Ko > 200 Kva Jumlah S R.680 23.210 4.667 4.940 67.825 14.965 972 109.273.701 332.483 3.300.III Blok I.810 77.086) (20.174 27.379.600 37.798 351.407.000 1.056 72.364 30.803 166.Tabel 4.732 12.2 > 2201 s/d 200 kVA B.732.150 149.158 22.233 1.450 173.673.888.II.4 >30.275.336.530.100 35.433 6.002 35.004 5.000 115.860 354.000 KVA Yang dikurangi 4 847 948 436 471 5.II.993.II Blok I.300VA 2.200 VA R.675 4.308.400 WBP 6 65.1 450 VA 900 VA 1.550 111.792.397 14.981 124.320.3.301 1.140.373.050 142.571 Insentif 8 16.3 >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam I.738.300VA 2.586 434 396 23.553 11.949 9.360 1.564.724 433 1.897 346 621.1 450 VA 900 VA 1.096.100 18.600 1.II 4 17 13 116 258 11 33 Daya (VA) Tersambung 3 3.218.069 2.017.II Blok I.454.II.899.201.893 Blok I.II.074 16.600 VA Blok I Blok I.758 1.236.539 4.II Blok I.003 KWH LWBP 5 3.III Blok I.600 56.691 5 33 39 700 47.II Blok I.900 144.376 43.1A 450 VA R.000 9.315.4 PSA Setelah Pergeseran waktu konsumsi GOLONGAN TARIP 1 S.408 16.407) Diskon 10 28.340 3.600 1.III Blok I.2 450 VA 900 VA 1.013.000 56.097.139 3.093 55.605.365.165.600 1.885.147.270 37.587.693.200VA I.775.3 > 6.324.683 135.3 > 200 Kva S.958.II.269 5.300 VA 2.673.705.763 28.000 kVA 50 .1 220 VA S.125 Rp Disentif 9 (56.822 56 23.205 6.792 20.086) (66.284 15 20 15.070 1.174 15.455 5.931.200 3.3 > 200 kVA Jumlah B I.024 9.170 13.168.228 2.211.504.214 1.500.140) (20.196.II 3.500 438.000 4.000 11.1 450 VA 900 VA 1.III Blok I.365.763 13.766 1.2 >14 kVA s/d 200 kVA I.900 16.000 20.810 66.719 985.II Jumlah Pelanggan 2 7.860.231.202.II.III Blok I.014 37.340 857 1.700 3.389.200VA >2.357.992 16.781 5.841 1.591 90.II Blok I.870 Kompensasi 7 1.224 1.200VA >2200VA s/d 200K S.841 9.079 632 43.200VA B.332 47.810 354.170 22.449 10.625 2.II Blok I.876 5.358 4.800 15.079.600 5.786.256 113.900 6.095.608 140.969 293.140.700 21.400 21.696 - Jumlah R B.864 28.2 > 2201 s/d 6600 VA R.435 14.140) (56.211.820.152 215.411 47.943 33.096 53.100 12.446 65.600 22.325 Blok I.742.302.929.

Sistem pentarifan agaknya perlu dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan.396 257.975 541.299 47.105.137 125.747 8.700.303 3.200 VA P.731 31.001.961 4.1 450 VA 900 VA 1.545.3 Jumlah P Total >200 kVA 452 420 315 280 189 538 7 1.000 8. Untuk menentukan kepuasan pelanggan diperlukan data yang menggambarkan lima faktor lima dimensi jasa yang diwujudkan dalam bentuk harapan dan kenyataan.755 295.546.798 807 684 1.045.900 188.254.175 2.453 18. Jika dihasilkan barang dan jasa yang tidak bermutu.607.354 1.450 1.066.354 693.757 338.912.754 23.073 6.970.052 663.262 544.415.450 24.671 3.581 82.424. Dari hasil analisis terdapat keuntungan penghematan atau efisiensi transfer energi sebagai akibat pergeseran waktu Konsumsi dari WBP ke LWBP.Jumlah I P.258. Jika dihasilkan barang dan jasa yang harganya mahal.008 7.509 (66.258 230.682. kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu untuk merebut keunggulan dalam bersaing.375 2. namun demikian ada harga yang harus dibayar oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY APJ Yogyakarta sebagai dampak dari pergeseran beban tersebut dari sisi 51 .3 Pembahasan hasil Penelitian Dalam dunia yang penuh persaingan dewasa ini.822.407) (8.100 4.500 364.591 62.750 47 71 91 104 2. karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.808) 70.223 (763) 20. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak. maka pelanggan akan kabur.200 VA >2.471 24. pelanggan akan berpindah pada penyedia barang atau jasa yang lebih murah namun sama mutunya.200 283.028 112.494 14.136 5.254.650.2 P.991 59.000 415.175) (8.239.096 51.978 173.300 VA 2.666.664.584.800 9.175) (151.

7 MW dengan faktor beban 2. Dengan perkiraan pergeseran beban dari Gambar 2.99 %.dengan faktor beban 1.058.21 % 52 . sehingga dalam 1 hari penghematan 177. maka setelah pergeseran 75.3 MW. . didapat besar energi yang akan dialokasikan sebelum pergeseran untuk hari Kerja saja dalam 1 hari sebesar 76.91 %.pendapatan operasi yaitu berkurangnya penjualan energi listrik pada WBP dengn tarif lebih mahal bergeser ke lebih murah pada LWBP.7.4 MW dan faktor beban 2. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 dan data pada lampiran 1.881.

1. Salah satu strategi pola konsumsi yang dilakukan adalah dengan mengatur pemakaian listrik seperti dengan mengurangi pemakaian di malam hari dan memindahkannya pada waktu siang hari atau pagi hari. Pengendalian beban dengan mengalihkan sebahagian beban WBP ke LWBP dapat meningkatkan efisiensi harga pembelian listrik pembangkitan dan penyaluran. lima Dimensi tersebut 53 . Melalui pengendalian pergeseran beban. walaupun pihak penyuplai daya harus mengeluarkan biaya kompensasi kepada pelanggan besar. sedikitnya bisa mengatasi masalah sumber dan cadangan energi nasional yang semakin terbatas dan mahal. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat dismpulkan antar lain : 1. 3. 4. Kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda. 6.BAB V PENUTUP 5. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. Pengaturan beban disisi konsumen sangat bermanfaat baik dari sisi konsumen. perusahaan listrik maupun pemerintah. Pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan 2.

3. Tangibles ( bukti langsung ) Assurance ( Jaminan ) dan 5.2. Namun dapat menikmati kualitas pelayanan sebagaimana biasanya 2. Saran Sehubungan dengan masalah pengalihan beban pelanggan dari WBP ke LWBP .meliputi : Responsiveness ( Ketanggapan ).00 – 18. kerja sama dua sisi yakni produsen dan konsumen sangat diperlukan. Dengan demikian. Kecukupan pasokan daya listrik agar sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik 54 .00 WIB). bila semua pembangkit terpelihara dengan baik. Untuk mengatasi krisis energi listrik. Emphaty ( empati ). dan mengalihkan pemakaian ke Luar Waktu Beban Puncak ( Pukul 22. Sebagai produsen. sehingga timbulnya kesadaran pelanggan untuk mematuhi pemakian listrik terutama pada Waktu Beban Puncak (pukul 18. PLN dituntut untuk menyediakan kecukupan pasokan listrik.22. Pihak Penyedia energi agar terus mensosialisasikan tentang hemat energi . Reliability ( keandalan). Diharapkan suatau Perencanaan yang sistematis dan jadwal yang ketat atas pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik. masyarakat (khususnya kalangan industri dan rumah tangga) diharapkan partisipasinya mengendalikan pemakaian energi tersebut.00 . Sedangkan selaku konsumen. maka disaran kan : 1. Maka.00 ). maka defisit listrik dari satu pembangkit bisa secepatnya didukung oleh pembangkit lain.

1990. Singapore. Tesis “ Studi Kinerja Jaringan Distribusi dan Prakiraan Pertumbuhan Beban “. T. Kantor Pusat PT. 2003. regulation and Deregulation.PLN ( Persero ). 2004 “ Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Prov DIY 2004 “ Geoffrey Rothwell. Manjemen Pemasaran di Indonesia. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3032K/46/MEM/2001. 2005.DAFTAR PUSTAKA BerayanMunthe. Teknologi Sitem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis Scada.PLN ( Persero ) P3B. Jakarta 55 . IEEE Power Egineering serie Mohamed E. Marsudi D . Operasi Sistem Tenaga Listrik.E. 1995. “ Statistik 2002 PT. M. Jakarta.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. Fakultas Teknik UGM. Jakarta: Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral.PLN. Prenhallindo El-Hawary.2003. International Student Edition. Tentang Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. Electrical Power System. Kotler P dkk.El – Hawary Gonen. 1999. Salemba 3Empat . 2001. McGraw Hill Publishing Book Company. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers. Teknik Elekto Bonar Panjaitan. 1986. Electricity Economics. Balai Penerbit dan Humas ISTN PT. Inc. 1994. Electrical Power Distribution System Engineering.

“ Statistik 2004 PT. 2005.PLN ( Persero) 2005. Kantor Pusat PT.PLN ( Persero ).PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali.PLN ( Persero ). Profesor of Enginineering. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta Rangkuti F. Badan penerbit Universitas Diponegoro ( UNDIP ) Semarang. 2004. www. Stevenson Jr. P.PLN ( Persero ) P3B. 2005. P3B Jawa Bali Region Jateng dan DIY PT.PLN ( Persero ) Disjateng dan DIY dengan system Kompensasi Biaya “.id electrical 56 .PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. Distribusi Tenaga Listrik. Jakarta PT. Analisis system tenaga Listrik. 2005. 2001. “Laporan Beban penyulang hingga September 2005 Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta “ .WD. Jakarta PT. Emeritus North Carolina State University.PT. “ Laporan Tahunan PT.1983. Tesis “ Pengendalian Beban pada Distribusi Tenaga Listrik PT. Kantor Pusat PT. 2006 “ Measring Customer Satisfaction.PLN ( Persero ) P3B. Jakarat Rudy Styobudi. 2003. “Statistik 2003 PT.pln-jawa-bali.PLN ( Persero ). Tegangan Standar.co. Sulasno. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional. PT.Gramedia Pustaka Utama. MSEE Standar Nasional Indonesia..PLN ( Persero )P3B Region Jateng dan DIY Tahun 2004 “.T.

000.6 851.428.233.6 2.034.857.009.2 1.153.435.569.867.0 1.LAMPIRAN 1 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 1.1 1.797.8 Idul Fitri 1.5 761.951.6 1.496.8 1.2 1.6 1.9 64.2 76.038.221.4 1.9 1.250.1 1.9 903.7 1.9 943.0 1.114.7 1.390.771.1 929.4 1.063.8 760.7 1.3 1.4 1.621.7 1.443.649.5 1.8 942.063.4 1.316.7 1.3 1.5 1.165.600.933.5 1.0 1.214.528.570.700.409.742.5 1.4 740.065.8 1.237.468.777.900.320.5 1.339.6 1.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .356.0 931.0 2.031.2 751.4 1.2 1.1 1.0 1.1 1.071.0 1.9 1.3 1.090.4 1.0 1.4 1.3 1.024.4 1.1 1.416.859.8 1.4 1.6 1.2 1.401.687.9 1.2 1.406.710.7 1.120.432.8 1.064.2 1.951.751.3 802.238.324.032.3 1.424.739.5 1.603.623.1 1.650.581.9 1.586.9 1.9 2.5 1.0 1.470.2 1.9 1.519.774.019.120.0 948.8 1.267.045.7 2.1 1.2 2.124.569.839.7 1.184.045.0 2.5 1.9 55.490.3 2.2 1.9 1.4 1.042.5 1.976.145.326.569.1 1.8 933.139.4 1.1 1.8 1.433.0 1.8 1.4 1.3 1.4 1.5 1.0 1.4 1.8 Tahun Baru 1.368.053.8 933.7 2.0 1.346.5 1.884.4 1.7 1.7 1.1 903.7 907.0 1.3 1.4 1.510.3 1.3 2.881.119.033.604.050.037.7 1.3 1.6 1.752.7 751.1 926.4 Minggu 1.6 791.1 1.267.2 1.6 2.410.3 1.1 1.766.4 1.045.0 2.0 1.456.8 1.779.8 1.3 1.774.7 1.4 771.0 1.212.4 1.4 1.5 751.422.032.482.401.935.089.1 1.2 933.081.329.405.310.7 1.078.8 1.249.735.545.3 1.374.7 1.6 1.231.7 1.283.032.4 1.9 1.1 1.012.002.169.3 932.671.416.4 778.7 69.350.684.9 1.093.637.708.4 1.8 778.5 2.026.307.5 1.424.6 740.233.8 1.1 956.765.412.006.5 1.9 741.3 952.142.6 1.937.084.620.475.186.7 837.8 1.404.7 1.4 1.503.097.713.242.866.0 1.0 1.443.6 1.056.301.0 1.4 1.4 1.685.958.0 1.007.8 1.9 Natal 1.9 1.8 1.4 1.5 913.577.6 1.7 760.045.1 1.3 988.3 1.1 939.280.242.1 1.8 751.4 1.405.713.8 741.9 1.022.058.5 1.1 931.9 1.2 2.360.374.2 60.4 1.359.035.468.9 1.436.3 1.172.5 1.358.8 1.332.976.7 1.137.6 948.2 1.708.114.546.0 1.4 1.9 1.466.332.8 771.271.3 1.933.641.2 1.9 2.2 1.979.572.284.9 1.6 1.8 1.0 1.0 1.661.8 777.058.1 2.5 744.035.8 931.564.6 1.293.1 1.059.000.4 1.0 1.095.5 973.979.7 751.571.7 2.285.5 1.1 1.4 2.120.1 1.8 1.5 1.7 1.218.9 1.7 1.0 1.039.8 1.165.2 1.9 942.316.8 1.3 1.484.1 1.7 1.120.7 1.274.9 1.418.

4 10.7 0.1 60.3 9.0 16.0 0.0 0.2 0.1 53.4) Tahun Baru 0.0 0.9 651.6 10.5 9.0 39.5 0.0 29.1 12.0 0.7 700.8 12.1 0.0 0.4 15.0 42.3 10.4 14.LAMPIRAN 2 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 0.6 7.8 17.8 16.6 17.5 752.0 0.1 10.4 7.0 0.0) LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban Ket : 0 tidak ada penambahan atau pengurangan beban ( kondisi normal ) .7 16.7 49.1 10.0 0.3 10.2 32.5 49.0 0.8 13.6 11.0 7.5 9.0 15.6 19.0 0.0 17.9 14.6 59.0 26.2 60.5 10.0 Minggu 0.2 62.8 62.6 54.8 19.4 10.0 0.0 7.2 11.8 14.0 0.9 15.2 0.0 0.7 14.0 10.2 54.3 9.4 12.9 15.0 0.4 (0.7 15.8 10.8 0.0 0.6 58.2 12.7 (0.5 10.0) Idul Fitri 0.0 12.0 0.1 52.0 0.0 15.8 49.0 0.6 13.0 0.0 9.0 14.8 18.0 10.4 10.5 59.4 55.5 54.2 45.0 0.4 51.3 54.5 13.0 0.2 13.1 0.0 0.0 13.9 10.0 54.1 886.3 9.0 0.0 0.5 7.2 63.0 49.0 9.0 0.4 7.3 0.7 54.9 0.7 7.5 60.8 7.1 45.2 52.0 13.0 0.4 16.0 0.2 10.0 0.1 13.4 57.0 10.0 13.5 0.3 9.3 12.4 9.5 7.0 0.0 14.5 60.8 15.1 13.7 819.0 0.3 10.4 14.8 7.3 20.0 0.0 0.8 49.1 15.0 0.8 50.0 10.1 9.3 17.0 13.0 14.2 49.4 10.9 0.0 0.2 13.0 0.4 55.7 14.0 0.0 0.8 10.6 (0) Natal 0.0 62.0 0.6 (9.3 18.3 14.4 7.6 10.0 0.0 0.3 9.0 0.0 0.5 0.8 12.4 59.2 13.7 12.0 0.0 11.0 63.0 40.5 7.6 7.9 0.1 17.7 15.4 17.8 55.3 9.0 0.8 16.1 47.0 0.0 0.6 52.1 47.0 0.3 34.0 0.3 9.0 10.3 10.8 42.5 63.0 0.0 14.0 0.7 17.6 0.2 11.6 13.0 0.0 0.0 0.1 13.6 10.0 12.7 62.0 49.5 0.1 14.7 12.0 9.0 0.7 0.0 0.1 13.0 11.9 16.

339.179.198.261.5 1.3 1.760.032.881.996.1 1.085.9 1.0 1.7 1.3 1.8 942.0 1.574.9 1.2 1.621.765.7 1.3 1.511.418.224.3 1.505.1 1.120.730.3 1.1 1.702.8 1.7 1.4 MAX MIN 2.7 1.747.8 1.137.089.101.7 1.296.4 1.2 768.885.5 1.2 1.369.2 758.064.050.203.9 1.5 1.9 1.5 1.114.1 1.4 1.5 1.419.482.024.7 1.9 2.142.000.1 956.449.332.0 1.1 1.329.7 1.2 1.0 748.788.831.9 1.468.4 1.436.8 1.739.4 1.7 1.238.8 Idul Fitri 1.3 75.424.392.7 1.2 1.2 943.6 998.903.114.2 941.329.104.1 1.661.6 759.405.045.9 1.8 55.722.4 1.6 1.4 952.544.5 957.546.383.616.660.3 1.924.567.092.7 1.8 1.8 1.1 1.360.9 1.3 1.5 1.4 2.032.4 1.0 2.9 2.6 1.2 2.2 1.3 802.7 837.3 1.2 1.828.360.4 Minggu 1.0 1.813.055.4 1.5 1.022.7 1.1 957.5 1.4 771.073.725.2 1.0 1.724.5 1.6 1.1 1.9 748.287.012.432.3 1.2 Tahun Baru 1.7 1.1 1.569.388.131.339.8 1.458.8 1.7 1.045.4 1.2 1.580.333.048.5 759.323.4 1.3 1.649.525.9 1.0 1.069.084.4 2.1 2.924.2 1.044.881.8 1.9 59.6 1.7 1.5 973.9 1.033.8 941.416.4 1.4 768.8 2.796.2 1.728.8 1.2 2.3 1.6 1.8 1.877.1 917.571.0 1.337.3 1.2 953.8 1.5 939.6 2.620.6 1.5 1.6 1.0 912.490.285.688.482.2 1.2 1.456.586.6 1.8 942.036.6 1.3 749.882.619.1 2.4 64.9 1.6 785.428.184.9 1.2 1.7 1.424.063.029.9 1.2 1.139.4 1.8 1.332.1 1.5 1.727.6 1.426.401.3 759.2 1.7 1.401.7 1.5 922.9 1.3 1.8 1.5 786.5 935.0 1.066.246.059.9 1.5 1.4 1.9 1.007.387.045.073.4 1.019.7 1.159.9 1.7 741.169.4 1.466.1 1.4 1.5 1.2 1.7 1.6 1.1 913.7 2.8 2.139.896.9 1.203.381.4 1.724.4 69.703.577.717.152.254.030.013.320.1 1.032.717.007.056.847.187.033.1 1.404.6 1.8 779.4 1.364.5 1.7 1.7 1.3 1.406.104.093.242.271.244.588.6 1.2 1.0 2.637.390.5 744.1 1.2 1.6 1.860.3 1.953.233.545.597.7 1.6 2.0 1.9 Natal 1.060.5 851.857.416.132.443.3 941.104.081.623.585.484.424.3 1.3 1.3 1.920.9 1.035.5 1.184.296.9 1.LAMPIRAN 3 Kondisi Total beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Setelah Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 Kerja 1.359.477.658.0 1.1 931.5 912.704.7 1.878.9 778.293.591.5 1.358.4 1.3 942.0 1.498.896.060.1 1.2 1.306.314.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .752.175.000.2 2.095.1 1.410.9 1.342.0 769.1 1.8 933.7 1.9 1.0 1.650.1 751.049.4 1.8 1.3 1.107.8 1.9 1.6 791.0 1.602.2 1.685.8 1.106.9 1.9 1.3 1.047.461.031.

645 275.376 149.937.593 1.653.195 7.394 188.3.235 1.000 11.506.725.228 1.738.903.323.595 40.430 2.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA Blok I 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.126 229.045 671.575 JUMLAH Plgn 3 7.000 1.077.522.044.120 2.150.686 149.163.792. KWH Rp KVARH 10 11 23.990 11.800 6.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.903.110 2.395 4.380 652.805 303.352.465.952.821.400 19.225 5.022.237.829.440 14.000 303.670 56.678.139.272 7.895 1.676.760 6.088 2.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .555 123.406.397.920 3.294.690.730 1.315.257.714.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.799.425 895.340 1.495 50.551.441 492.150 2.665 15.505.340 .055 17.112.286 7.620.310.230 20.741 21.860.518 4.320 355.350 1.389.055 482.840 15.825.616 362.744.945 1.440 2.137.816 28.291.742.738.722 37.980 S.803 12.079.982.888.595 63.500 333.565 193.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SEBELUM PENGURANGAN ( WBP .169 79.095 4.933 166.961.397.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.047.200 703.491.426.157.525 125.302 118.765.800 13.275 5.955 226.000 11.397.590 JUMLAH 13=9+10+11+12 152.580.996.400 7.618.049.920 263.275.430.279 1.823 31.180 437.931.387.008.500 2.510.035 3.257.260.823.885 857 1.420.825 2.150.822.860 1.152 56.275.821.120 757.566.315 13.105 5.885.2 3.296.680 757.160 SUPLISI 12 995.597.Ko R.612 384.953.350 10.418.620 96.161 43.600 VA 3.1 S.630 1.200 1.020.200 VA Blok I Blok II Blok III R.191.600 437.680 1.566.520 163.732 810.886.479.327.533 231.139 37.904.124.004.253.494.700 3.920 1.616.994.080 691.200 37.478.826.000 208.705.745 2.923 176.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.772.860.675 5.844.505 4.297.620 25.757.587.571 619.600 7.300.020.870 7.725.350.100 2.886.220 438.214 3.284 21.764 1.595 11.105 386.389.410.910 60.335 12.529.625.976.380 2.514.000 56.020 541.095 2.097.100 320.620 10.240 308.860 1.915 31.064.780 133.400 280.516.269 5.3 S.650.121 1.076.040 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.961.432.130 311.060.296.000 42.110 19.300VA Blok I Blok II Blok III 2.105 1.897 346 15.638.397 15 20 15.502 5.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 483.LAMPIRAN 4 PT.994.400 PEMAKAIAN KVARH 8 BIAYA BEBAN 9 33.076.2 R.441 492.275 1.235 83.450 173.342.1A R.200 571.028.240 305.598 5.320.139.463.301 126.600 8.308.

734.200 35.194 1.899.637.454.037.659.800.240 892.933 520.515 45.000 20.120 19.600 30.881.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.840 6.889.975 40.388 917.300 VA 2.690.803 1.858.200 VA >2.876 5.100 4.4 P.031.249.769.990 398.720 615.545 244 176 1.609.050 1.761.835 - 97.440 969.335 34.843.934.860.431.140 148.695.600 56.471.783.600 (22.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 1.213.867.420 623.800 97.527.239.947.2 I.583 111.263.500 1.912.525 1.194.785 420 3.893 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.349.984.950 8.345 1.320.609.025 113.407.875 - 41.545.019.219.457.600 1.192.695.955 12.480 15.949 8.400 4.363 26.479 7.223.950 3.949.530.852.905 27.754 23.780.000 4.200 25.325 3.215.699.526.754.883 60.600 2.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 621.935 3.100 35.500 (12.991 438.074 3.000 415.579.513.600 22.340 34.740 1.048 4.163.560 261.660 34.088 89.300VA 2.200 VA P.471 63.600 1.480 2.1 Jumlah R 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.860 71.182.695 291.822 56 23.000 12.401 396.584.312.415.136) 1.255 1.752.978.255 23.052 663.607.844.252.463.600 116.105.780 915.600 5.071 2.455 137.2 P.661.420.669 2.346 502.610 16.900 10.116.970.240 1.037.480 2.800 3.118.003.354 693.785.880 17.260 238.522.402.900 6.345 94.704.584.270 3.455.880 1.385 1.200VA I.995 26.145 264.198 61.410 4.285 63.365.100.661.200 368.916.944.779 829.000 59.543.600 5.055 92.890 643.700 21.995 - 266.219.419.590 47.700.632.414.260 26.900 16.216.540 2.863 4.465 1.947 277.435.311.202.146 6.987.096.807.180 58.266.472.200 90.398.009.700.532.226 720.577.410 26.240 971.549.383.715.105 183.579.343.520.687.140 16.275 244.620.195) 854.048 4.250 58.180 1.820.358 4.529.600 3.318 6.177.868.440 2.177.017.250 187.3 I.494 63.200 283.156.377.100 28.644.800 4.587.199.921 40.360 45.006.131.578.000 115.961 2.437.303 3.912.851.3 I.752.089 2.040 2.949 4.000 590.100 138.990.932.067.084.415.340 34.384.800 2.360.562 109.001.800 6.500.136) 1.040 1.525 58.108 - - 8.392 7.600) 622.151.480 2.280 751.460 41.331.650.493.362 514.210 23.555 15.637.015 76.593.930.020 1.468.166 (38.762 105.000 9.240 94.200VA >2.279 422.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.370 .600 205.550 8.405 231.300VA 2.060 333.B.455 297.215 B.000 372.893.585 16.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.180 177.780.611.195.330 1.711.830 9.718.732.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.000 8.600 579.070 3.621 124.274 29.419.952.530 561.190 4.200 3.065 20.982 89.375 180.781 5.400 702.529.735.200 280.116.655 454.800 9.335.346 404.434.804 40.565 36.523.166 (38.013.828.198 61.500 364.900 188.391.

492.215 19.798.375 250.353.990 1.014.899.LAMPIRAN 5 PT.213.530 42.557.715.984 206.942.548 6.006.742.214 3.495.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.849.359 JUMLAH 13=9+10+11+12 114.445 14.171 1.500 503.557.450 173.426 62.000 11.117.450 4.265.685.897 346 621.792.866.969.880.269 5.070 4.120.871.447.499 11.995.490.669 2.619.325 15.946 47.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.079.Ko R.738.693 169.081 369.978.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PENGURANGAN ( WBP .462 BIAYA BEBAN 9 25.271.174.600 VA Jumlah R 3.573.300.637.535 25.275.485 145.798.164 1.709 8.044.673 15.284 21.333 2.218.956 6.281 3.686 23.501 3.000 4.803 12.690 1.430 231.2 SUPLISI 12 746.292.071 854.677.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .220.565.340 .798 9.100 10.395 - S.550 31.863.896 5.143.883.100 857 1.635.267.440 2.041 47.453.481.503.181 156.690.150 527.390 1.569 671.927.465 72.119 1.565.721.315.472.193.200 VA Blok I Blok II Blok III R.666 30.497.604 227.674.500 1.000 56.859.362 21.848 233.245.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.121 1.150 428.871 271.706.612 384.706 1.966 122.150 27.885 327.691 5.563.059 1.483.888.428.238.060 518.389 210.2 R.303.150 1.376 149.579 19.579 4.507.464.950 5.263 1.035.180 229.962.257.600 JUMLAH Plgn 3 7.472. KWH Rp KVARH 10 11 17.263 7.090 1.369.329 1.152 56.900 PEMAKAIAN KVARH 8 197.163.383.231 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.139 37.003 38.808.885.462.440 2.400 1.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 362.3.784 2.546 328.232.751.000 227.097.580 11.400 15 20 15.946 4.584.683 45.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.872.835 99.120 92.265 406.750 8.296 289.989.821 3.823 2.286.145 361.529.116.228.440 1.678.597.759.365.222.196 795.164.108.285.745.074.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.628.300.800 43.924 266.308.785 489.700 3.515.903 4.500 438.600 166.860.665 329.044.389.1A R.644 93.600 17.236 10.766.854.570.343.868.379 3.300VA Blok I Blok II Blok III 2.705.931.554.3 S.057.037.215.650 31.340 1.012.630 11.1 S.141.421 783.223 1.895.090 568.

600 22.191 917.700.929 20.938 43.105 111.382.992.759 45.291 69.412 73.805.393 3.978.341 103.195.299 15.389.080 727.609 5.528.401.2 P.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.031 B.102 998.587.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.B.910 1.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.246 20.301.200 2.480 2.988.350 73.695 178.058.514.137.200VA >2.650 755.494 276.900 188.100.288 756.073.956 183.032 - 1.313 36.610 11.480 2.015 1.520.189.991 .761 57.524.645 53.895.816 67.150 210.545.122.625 (9.1 450 VA 900 VA 1.593.300 VA 2.936.3 I.376 12.295 250.000 115.084 47.938 140.637.027.893 1.912.464.453 2.700.515.789 1.897 3.170.623 7.064.732.013.350 3.354 693.699.300 3.206 21.895.625 1.890.246 33.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.396) 640.358 4.000 4.580 1.585.599 1.650.876 5.437.415.585.463 2.000 9.892.801.399.700 434.135 385.774.3 I.815.800 9.447.571.595 83.787.000 415.303 2.500 442.930 669.200 VA >2.804 173.533.300VA 2.587.212 6.700 21.820.501 1.105 12.424 27.706.754 23.713 6.078.4 P.275.811.315 467.822 56 23.043.587.161.134.695.882.200 283.201 2.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.776 43.079 137.278 135.839 315 2.149.993 298.983.291 687.695.085 686.098.202.853 73.740.637.394.456.300.100 35.100 4.695 19.157.950 4.937 30.600 56.325 103.632.001.113.869.325.342.460 563.587.645.900 6.340 14.885 133.430 1.000 59.772 70.327.988.058 19.828.561.280 1.826.788.371.662.183.790 461.252.394.138.960.350 79.200 VA P.781 5.490.050 527.133.136 34.483.430 728.052 663.394 43.617.000 8.455.283.668 482.200) 466.105.170 540.762.744.466 93.633.847.894.100 28.273.200 3.998 1.805 910.350 73.115.063.339.885 1.064.648.350 5.925 7.664.851.200VA I.300VA 2.544 5.767.396.780 1.052.022 19.700 22.2 I.666 11.500 364.600 1.500.216 9.000 20.053 1.724.600 5.408 17.683.584.354.400 26.484.019 85.303 3.155 1.454.096.000 279.708 17.821.771 218.199.017.430 200.913 6.414.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.308 3.394 31.700 153.630 5.759 70.708.900 16.439 12.420 196.610 1.075.270 198.700 (17.991 340.396.450 87.

700 3.404.482 22.000 56.819.267.888.200 289.794.200 VA Blok I Blok II Blok III R.069.150 1.933 14.010.801.834.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .156 38.719.574 73.148.371.222 854.910.717.750 11.451 100.325 15.987.223.505.376 149.852.580 26.188.885.910 6.016.243.436.380.600 JUMLAH Plgn 3 7.860.044.267 3.187.434.803 12.451 235.223.400 15 20 15.332 71.2 3.663 7.064 236.773.529.915.554 66.904.269 5.004 4.219 31.430.196 24.902.268.794.389.340.284 21.732 7.696 640.834.540 3.383 60.745 540.931.665.494.123 1.458 7.303 1.465 536.835.772 10.705.043.450 173.370 9.377 14.020 629.951. KWH Rp KVARH 10 11 40.484.365 10.220 1.854 772.755.369.440.600 17.742.541 10.436.692 4.921.245.068.738.979 1.580.754 1.299.800 43.180 55.370 2.100 857 1.936.446.405.216.206 147.154.169.090 35.012 - SUPLISI 12 1.471 870.696.445.927.397.749 5.688 2.243.896 3.792.077 496.531.267 35.991.194 401.675 12.762.064 S.540 18.241.959 221.163 218.899.266 3.896 64.300VA Blok I Blok II Blok III 2.982 631.789.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PERGESERAN( WBP .165.118 6.275.416 2.LAMPIRAN 6 PT.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.993.887 826.834 1.500 2.018 75.784.290.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.459.887 129.545 959.079.607 774.848.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.062 1.3.865 1.150 428.318.016.584.219 683.071.897 346 621.612 384.680.833 112.231.073 20.301 179.101.434.139 37.495.454 50.333.864.792.125 590.2 R.078 24.105.092 20.379 4.491 107.769 776.068 121.384 1.764 3.508 369.545 342.647.865.265 5.152 56.749 233.931.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.775.728.424 PEMAKAIAN KVARH 8 197.440 1.828.939.742 326.1A R.600 VA Jumlah R 3.571.887 28.640 536.947.672.Ko R.000 11.390 501.118 2.376.158 13.627.050 20.621 4.440 152.892 5.318.703.841.097.376 22.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 855.694.1 S.293 1.500 438.430 231.300.768.324 192.600 166.124.378.877.337 26.214 3.315.050.072.554 1.761.008 7.157 8.349.096.720 2.029.807 JUMLAH 13=9+10+11+12 270.136.029.987 45.937 112.780.082 487.254.006 45.294.692 80.650 BIAYA BEBAN 9 60.742 1.000 4.458 5.173.167.960 4.440 2.857.626 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.340 1.770 5.994.384.243.616.936.769.400 1.934.040 551.909.631 13.3 S.417 170.189.745.073 9.365 2.285.886 90.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.340 .414 8.446 9.365 4.009 773.925.778.756 3.

392.368.791.042 126.640 64.875.991 166.884 13.692.968 29.036.634 5.682 90.097.329.619.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.694.160.095.757 136.654 1.500 364.456 46.361 3.887.335) 1.300VA 2.300VA 2.500.703 18.719 910.101.825 430.992.900 188.430 1.511.642 41.139.370 1.350 73.745 36.062 206.527.456.719.700 434.904 303.374.258 33.243.700.292.882 62.066.849.935 1.450.097 432.718.278.284 6.594 495.132.782.756 7.121 573.936.732.260 2.608.002 2.200VA >2.122 10.796.000 415.201.516.672 5.358 4.2 I.528.952.816.546 324.036.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.284 197.723.870 4.052 663.389 (38.369.047 245.147.400 13.700.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.069 1.430 200.600 56.948.466.111 462.249 74.581.106.166 1.249 102.809 404.421 79.179 804.000 2.958.562 15.978.089.754 23.824 1.045.127 12.990.564.144.606 4.786.147.645.866.893 1.653.456 41.995 (22.430.885 244.661.284.781 5.899) 1.359 1.584.861 3.838.760 1.629 4.030.046.921 1.595 29.702 704.972 27.303 3.415.454.579.135 1.686.702 2.301.291 2.272.772 166.292 6.600 22.866.243.165.077 468.1 450 VA 900 VA 1.058.026.300 1.053.275.829 6.179 219.364.097 409.398.238 2.355 1.201.267.028 3.640.661 4.545.263 3.500.087 1.470 40.889.716.630.822 56 23.882 62.594 84.600 1.713 35.633.300 VA 2.795 3.044.574.308.290.147 34.820.876 5.154.554 15.202.236 249 180 1.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.023 1.209 314.209.412 73.000 4.872 48.462.333 3.587.736 591.773 332.904 62.626.199.055 3.373 103.458.348 6.978.186.200 VA >2.629 4.929 4.844 14.455.409 2.871 2.202 80.017.421.044.308.013.100 35.490 26.058.350 3.315 744 6.532.900 6.818.026.480 46.064.848 29.685 51.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.848 262.222.187.195 6.480 422.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.630.434 3.462.719 41.623.495 319.103.722 92.892 530.3 I.912.600 5.849.364.115.466.131 B.093 412.100 28.893.000 20.434.494 651.726 7.995.144.359.967 163.800 9.457.075 3.000 115.200 3.613.649.432) 1.431.200VA I.991 .869 16.389 (38.848.171 46.870 5.315.766 282.064.991 106.678 17.901 47.093 586.200 660.200 283.331.342.609.096.860 515.129.B.572.203.452 363.133.388.4 P.292 (40.611.243 190.501.888.527.718 1.674.668.089 102.402.715 846.896 2.899) 1.292 72.147 34.200 VA P.126 8.033.386 12.415.900 16.486 158.467.700.000 9.497.610 1.790 22.856 3.001.000 8.188 4.300.282.100 4.700 21.772 53.918 14.414 112.000 59.354 693.926 4.2 P.102 998.781.684 200.137 107.3 I.838 8.

532.665.032.521.853.586.560 4.652 16.278 175.699 130.237 .080 253.503 215.279.489 33.053 957.401.2 R.147 42.853 58.241.1A R.187.875.857.542.3.780.618.836.120.999.796 42.350 52.084 103.429 11.846 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.655.726.958 3.510.951 388.041 729.373.rata KWH WBP Selama 12 Bulan Terakhir GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.307 641.232 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 513 513 444.938.852.499.532.159.024.116 4.037 1.950 423.600 420.539 35.867 14.067 33.012 463.085 257.350 6.603.975 1.976 1.686 110.314 834 1.871 2.707.257 8.620.355.480.856.162 4.211 257.032.445 1.500 4.533 6.750 1.908 54.561 10.358 14.841.964.489.630.717.660 10.766 158.275 1.964 4.340.605 90.892 1.547 1.348 851.867.680 266.834.018 15.149 52.LAMPIRAN 7 PT.913 2.329 2.155 3.082.285.927.981 260.186 DAYA (VA) PLGGN 4 1.217 146.887 393.526 434.217 448.230 24 8 14.588.072.456 2.309.082.994.185 15.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.186 171.614 2.708 54.823 115.673 2.497.686 1.857 8.126 PEMAKAIAN KVARH 8 31.080.907.138.342 18.544 145.677.730.417 3.893 199.785 30.074 1.546.842 54.386.659.889.440 3.518 187.690 31.808.395 5.459.290.545 411.477 2.444.709.240 1.016 23.561 5.879.605 132.887.321 9.3 S.221 - S.513 622.888 155.200 VA Blok I Blok II Blok III R.401.738 296.098 770.416.764.284 3.884 306.586.1 S.437.128 49.152.077.736.055.061 1.107.997.069 7.042.995 27.784.983 1.145.469 833.027 3.708.007 243. KWH Rp KVARH 10 11 22.425 4.187.230 121.366.651 5.308 18.438 587.562.697.855.509.546.526 434.561 7.380 536.Ko R.457 2.334.090 24.417 17.128 4.110.811.433 21.042.702 BIAYA BEBAN 9 69.574 2.615 314 604.255 3.987 540.842.300VA Blok I Blok II Blok III 2.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.734.566 10.932 1.676 41.015.910 1.443.362 2.064.118 1.532.528 4.161.126 103.018.111.133 16.853 58.985 77.890 15.908 381.826.561.277.798.501 JUMLAH 13=9+10+11+12 69.528.211.133 6.598 388.105.202 118.761.144 700.2 SUPLISI 12 297.067 137.163.239 17.513 621.906.535.073.310.09 ) BULAN NOVEMBER 2003 .071 142.251.709.458 1.262 7.266 116.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.658.735 660.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.867 35.340 2.546.526 80.278.284 116.621.882.859.566 25.316.094 4.111.278.869.978 262.600 VA Jumlah R JUMLAH Plgn 3 5 7.795.195.920.880 9.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .515.518 339.981 2.645 71.250 196.OKTOBER 2004 Kondisi Awal KWH WBP = Rata .777.556.561.

752.016.683 2.360.204 125.483 107.685.561.378 1.340.409.463 4.517 32.139.867 1.405 41.085 14.828.330.213 286.894.725 8.207 382.753.951 221.963 867.063 17.200 VA P.863.668 3.173 2.649.173.887 2.150 670.358.400 553.814.569.200 447.976.594 72.251.150.535.249.788.815.207.288.395 31.320 707.041.500 7.613.337 384.824.224.377.910 31.043.305 4.973.894 122.957.738 3.982.B.584 317.611.867 3.946 32.307 2.145.090 3.548 11.198 287.883.425 356.111.3 I.225 26.3 I.071 42.351 774.095 1.732.024.958.159 99.594 72.323.744.203 21.985 393.795.854 - 352.936.278.392.101.747.471 160.983 34.924 38.679.210 175.063 13.800.165.127 262.250.794.012.273 6.639 2.300 VA 2.161.993 5.250 108.037.843.612 58.230 20.967 3.200 1.795.552.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.016 2.415 340.836.033 4.640 4.300 312.219.589.097.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 14 113 262 30 14 453 429 318 274 193 515 7 1.623.266.368 904.033 12.648 43.604 19.878.037.809 568.505 2.358 20.644.896 2.036 1.663 6.587 2.723.812.964.900.604 192.766 166.646 2.808 2.429 2.648 54.114 101.544 428.473.166.978.873 125.687.668 1.220.130 6.094.450 206.673.438 402.554.534.727.784 4.197 3.115 8.455 24.310 1.551.333 8.744.029 94.207 3.775 39.765.866 16.939 232.199.150.370.162 516.537.408 8.407 .985 452.315.946 291.418.365 28.345 1.229.781 1.840 149.000 38.597.145 249.494.333.810.891 35.364.756.666 8.282.685.002 73.000 7.159 73.587 44.369 668.837 539 3.250.100 43.843 52.721.244 8.011 1.200VA >2.230 28.619 171.345 1.118 7.219 4.896 1.651 1.728 1.927 1.924.463 408.861.573 1.883 173.2 P.581.436 3.395 66.323.860.236 797.760.044.050.734.652.039 272.700 33.200 1.987 25.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.608.248.687 257.380 11.044 91.640 94.083.075.338.522.065.500 481.673.283 11.913 5.233.667 4.070.982 111.267 52.108.700.867 58.587 44.149.509.963 58.858 23.732 6.554.318 179.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.665.911.480 5.027 1.391.186 2.935.561 2.765 494.855 B.860 96.686.017 25.275 87.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.300VA 2.721.508.788 63.922 645.252.012 921.841 14.891.758 9.806.732.783 708.975 21.300VA 2.293 116.992 134.071 42.323.758.387 5.917 34.305 4.932.460 5.678.338.812.484 54 23.598 32.425 28.570 944.200VA I.230 165.245 2.111.245 4.773 22.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.812 58.012 921.963 6.135.213 690.166 3.545.883.198 1.242.782.118.1 450 VA 900 VA 1.892 834.583 15.217 5.819 857.292.200 VA >2.4 P.2 I.305 1.727 100.652 47.775.639 289 250 1.916.736 38.839.

Demikain atas kesediaan dan kerjasamanya.LAMPIRAN 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat. saya ucapkan terimakasih. Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mengenai PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN. saya mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr/I dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini. Hormat saya Husna Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Sistem Energi Elektrik Universitas Gadjah Mada . sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya.

..KUESIONER PENELITIAN PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN 1......... .................. 10... ................. Kawasan : .................. ..................... Kabupaten/kota 11................... Pekerjaan Tetap 6..................................................... : .............................. ( nama responden ) .........…………………………………….....……......................... Alamat : .. ............................. Agama 8....... : ...tahun : .........……. Nama Pelanggan 2.............. Nomor Pelanggan 4.............. : 1............ Umur 5............................ Jenis kelamin 7............Pinggiran Perkotaan 12.. Perempuan : . : ....................................... Laki – laki b............ Oktober 2005 .…...... : a..................................……………………………....Perkotaan 2............. Yogyakarta..... UP/UPJ PLN : ..

....000 d. Status dalam keluarga ( Lingkari salah satu ) a... Bulanan c.. Microwave j. Apabila Bapak/Ibu/Sdr/I krang jelas...000 e.. S2/S3 atau yang sederajat g. Rice Cooker k. Harian b.........500. < Rp 300.. Ibu Rumah Tangga b. Bagaimana pola pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I ? a...... 300. Anak d..000 d. SMA atau yang sederajat d.... 300..000 c.... Dispencer g. AC/ Kipas Angin l..500..000 – Rp 2. dua c. barang electronik.. Lainnya. Video CD d... < Rp 300..000 – Rp 2. 1. Saudara e. Berapa batas daya yang digunakan (R-1) a... Apakah Pendidikan Terakhir Bapak/Ibu/Sdr/I? a.... Kulkas b.500.... Rp..000...000 – Rp 500..700. 1... Tadio Tape f..sebutkan………….. Lainnya..000 – Rp 1000.. TNI f...000 e. pendapat.....sebutkan…………… 2. rumah. Sarjana Muda/Diploma e... 5. Rp.1000.. SD b. UMUM 1.Sebutkan.. Rp. Profesional: Dokter..000 g... Sarjana ( S-1 ) f. 900 VA c.. Apa Pekerjaan Bapak/Ibu/Sdr/I sekarang? a... tetapi tidak termasuk pengeluaran untuk kredit sperti: mobil.... 2200 VA . Pegawai Swasta e....000 – Rp 500.000...000 g.....000 – Rp 1...000 f.dan perasaan Bapak/Ibu/Sdr/I dengan memberi tanda pada pilihan yang tersedia. c. Lainnya. Rp. Ibu Rumag Tangga c..Pengacara h. Lainnya Sebutkan.. Rp.sebutkan…………… 3..500. Rp. Rp.....1000.Sebutkan..000 h... Wiraswasta g... Rp.. Q1. Dalam Satu bulan berap kira – kira berapa rupiah pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I? a.. Magic Jar h..000. 7... Rp.PETUNJUK PENGISIAN Mohon agar pertanyaan berikut diisi sesuai dengan sikap.. Rp. 450 VA b... Berapa jumlah tanggungan keluarga ( Jumlah anggota kelurga yang tinggal serumah dan menikmati fasilitas listrik yang sama ). 500... Televisi c. Terima kasih... a....Lainnya ...... SLTP c. Dosen/Pengajar 6.000 – Rp 1. Pegawai Negeri d.000 b. > Rp 2.. Lainnya... Mingguan d.. Peralatan apa saja yang dimiliki keluarga Bapak/Ibu/Sdr/I saat ini ? ( boleh diisi lebih dari satu ) a. Tiga d. 9. Berapakah Pengeluaran Keluarga perbulan untuk keperluan sehari – hari. Komputer e..000 b..000 – Rp 700. 8..dll? a...000 – Rp 1000..sebutkan…………… 4. > Rp 2... jangan ragu bertanya terlebih dahulu.000 – Rp 700.000 h. Kepala keluarga b. Lainnya.000 f.. 500.. Pembantu Rumah tangga f.. Lainnya Sebutkan..000 c.700.. 1300 VA d... Satu b. Blender i....000..

Biaya yang dikeluarkan untuk pasang baru atau perubahan daya( isi salah satu atau keduanya ) Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 3. sebutkan………………………. Murah b. Bayar Langsung ke loket tertentu b.000 – Rp 500. Pemasangan baru atau rubah daya ( isi salah satu atau keduanya ) tanggal Bulan Tahun Daya Daya sebelummnya saat ini Pasang Baru Perubahan Daya Kategori perubahan daya tambah tahun kategori PB PD 2.000 f.000 – Rp 300. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Rp. Bayar langsung melaui Bank d. > Rp 1. Biaya yang dibayarkan tersebut diatas ( lingkari salah satu sesuai dengan pendapat anda ) a.000 d.000 – Rp 1. 50. 20. Spanduk c. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui tentang Harga Resmi? a. Rp.000 c. Rp 300. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 4. MENGENAI PEMASANGAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. < Rp 20.000. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I yang dibayarkan biaya tersebut? Biaya Resmi 1 Biaya tidak resmi 2 jika memilih jawaban ke 2 silahkan lanjut ke Q3 5. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f.000 h. 500. Lainnya. Metode mana yang sebenarnya ingin Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan untuk membayar listrik a. Mahal sekali 7. Petugas PLN Q3. d. Bayar Langsung ke loket terentu b.000.100.sebutkan 2. Bayar langsung melalui KUD . Rp. Brosur/Leflet e. MENGENAI PEMBAYARAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Biaya Pemakain Listrik Perbulan a. Metode pembayaran yang Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan : a.000 e. Lainnya.000 b. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c.000 g. Bayar langsung melalui KUD e.Q2. sebutkan………………………. Lainnya. 3.000 – Rp 100. Kepada siapa Bapak/Ibu/Sdr/I membayar biaya teresebut Petugas PLN Kontraktor Pasang Baru Perubahan Daya 6. Bayar melalui ATM f. Wajar c. Rp. Mahal d. Bayar langsung melaui Bank d.000 – Rp 50. Titip pada orang lain g. Informasi dikantor PLN B.

sebutkan……………………….. Bayar melalui ATM g.……………... puas e. Sangat tidak puas c. Ya b....Mengenai pembacaan Meter Listrik. Tanggal berapa anda biasanya Bapak/Ibu/Sdr/I biasanya melakukan pembayaran rekening listrik? …………………………………………. 2. sangat puas f.. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Sistem Pembayarn rekening ( on – line atau manual ) Pelayanan informasi tagihan dapat dilakukan melalui operator Periode pembayaran rekening listrik Jam pelayanan pembayaran rekening listrik Respon petugas terhadap keluhan ketidaksesuaian tagihan pada rekening Tempat pembayan yang mudah di jangkau Kenyamanan di tempat pembayaran rekening Tersedia nomer urut antrian a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a a a a a a a b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e f f f f f f f f f f f f f f f .. sangat puas sekali Q4.. sangat tidak puas sekali b.. Hal yang berkaitan dengan Rekening 1.e. Sebutkan. Titip pada orang lain h. Menurut anda periode pembayaran listrik sebaiknya dari kapan sampai kapan?……………………………………. Sangat tidak puas c.. tidak puas d..………………………………………. puas e... sangat puas sekali Tingkat KEPENTINGAN a.. Berilah nilai pada beberapa peertanyaan berikut sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang Bapak/Ibu/Sdr/I rasakan. 5. sangat tidak puas sekali b. Pemotongan langsung dari rekening Bank f.. Alasan menunggak. Tingkat KEPUASAN a. No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Penampilan petugas rapi dan bersih Sikap petugas sopan Petugas mencatat dengan akurat ( sesuai dengan yang tertera pada meteran ) Petugas mengisi data kartu di kartu meter pelanggan Pencatatan dilakukan secara rutin Respon Petugas terhadap kesalahan baca meter Petugas menggunakan alat meter elektronik ( alat baca meter yang langsung melakukan perhitungan rekening listrik a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a b c d e f a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f Q5. sangat puas f.. 3. …. Lainnya.... tidak 4...... Apakah Anda pernah menunggak? a. tidak puas d... ………………………………… ……………………………………………………………………….

Brosur/Leflet d. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah menghubungi 123 atau 290123? a... Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Ya b....sebutkan... Informasi dikantor PLN B.Q6.. Lembaran Rekening Listrik g. Belum Pernah 2. Apakah anda pernah mendengar Program hemat energi? a........ PEMAHAMAN DAN PERSEPSI TENTANG HEMAT ENERGI 1.. Ya b.. Surat kabar/majalah b.. Apa tujuan Bapak/Ibu/Sdr/I menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 5. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui nomer tersebut? a. Mengenai Pelayanan 123 1. Radio d. Spanduk c. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah mendengar layanan 123 atau 290123? a.. Tidak 4.. Mengapa Bapak/Ibu/Sdr/I tidak menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Q8.. Televisi c. Lainnya... Petugas PLN e..sebutkan………………… 3... Penyuluhan PLN .. Lainnya. Hal yang berkaitan dengan pelayanan No 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 Pertanyaan Stabilitas tegangan Lama listrik padam Listrik sering padam Daya yang tersedia Dapat menggunakan listrik setiap kali membutuhkan ( tidak sering padam ) Kerapihan jaringan sekitar tempat tinggal anda Pemulihan kerusakan Keamanan jaringan sekitar tempat tinggal anda Kepedulian PLN terhadap kebutuhan pelanggan Kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar a a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f f f f f a a a a a a a a a a Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f F f f f Q9..... d. Tidak 2.. Pertanyaan Pelayanan ganggaun mudah dihubungi Pelayanan gangguan terbuka 24 jam Petugas sangat ramah menerima laporan gangguan Petugas cepat merespon laporan gangguan Petugas dating melakukan cek dan perbaikan ke tempat terjadinya gangguan Petugas mencatat semua laporan ganngguan Petugas memperbaiki gangguan dengan cepat Jadwal pemadaman Sebab – sebab pemdaman a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f f f a a a a a a a a a f f f f f f f f f Q7.. Hal yang berkaitan dengan Gangguan listrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9. Darimana anda memperoleh informasi tentang program tersebut? a........ Pernah b.selebaran/spanduk e.

.. ……………………………………………………………………………………………………. Mengikuti saran PLN c....... jam 18...00 c. Lainnya... anda sudah berusaha menghemat? a............... …………………………………………………………………………………….........……...3............ Apakah Pendapat/komentar Anda kalau listrik sering padam? ………………………………………………………………………………………………..... e......... sebutkan ..........00 ).. Surat kabar/majalah b. b...00 s/d 18.. Apakah Anda mengetahui kalau pada waktu beban puncak ( 18........... Lainnya........... …………………………………………………………………………………………………………………..……....... Mengikuti saran orang lain d....... ...................... sebutkan.....00 s/d 22.......... Sekarang sedang disosialisasikan agar menghemat energi waktu beban puncak ( 18.............00 s/d 22... 9.......………………… 15...... Tidak Mengikuti Himbauan tersebut c................. Sejak kapan anda mulai menghemat listrik? Bulan... Pernah b... tahun ................................................................... ………………………………………………………………………………………………...............00 s/d 06. Televisi c............... 13.. ………………………………………………………………………………………..... Apa alasan anda menghemat listrik? a........ Mengerti.......Untuk menghemat rekening listrik ( biaya ) b........................ Buruk... tidak pernah 6........................ Radio d.......... …………………....................……………… …………………………………………………………………………………………........ belum 8.. ……………………………………………………………………………………………………………………….................. Tidak tau d... sebutkan ..... dan pada Waktu luar beban puncak ( 22. Apa pendapat anda tentang himbauan tersebut........ Apakah Anda Bersedia untuk menggunakan peralatan listrik pada waktu luar beban puncak ( 22........00 d.... Tidak tau 4.............. b......... ……………………….... Darimana anda memperoleh informasi tentang hal terserbut? a.........……............…………………………...……….00)? Bersedia.. Tidak bersedia. alasan... Tidak tau 5............00 ) tarif listrik mahal......... Tau b.................. ………………………………………………………………………..........00 s/d 18.................................................. sebutkan .........…………………………………………………………………………………………….....00 b........................ Tidak tau c............ Tidak tentu e.. Apakah anda mengerti mengerti maksud dan tujuan program tersebut? a.. jam 22.................................. Penyuluhan PLN 7... Lainnya. kadang – kadang c... Saat Kapan anda banyak menggunakan peralatan listrik a.............. a.... Bagus............. karena .. sebutkan........... 14.... alasan ………………………………………………………………………………………………………... selebaran/spanduk f. Apa alasan anda menggunakan pada jam tersebut? …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………..... jam 06........ Sudah b...........00) tariff nya murah? a... karena ............ 11............. 10.00 s/d 18. Lainnya.. Mengikuti Himbauan tersebut b..... c.......... 12.... Lainnya... Apakah anda pernah mendengar bahwa PLN mengalami krisis energi atau kekurangan pasokan listrik? a...... Apakah selama ini dalam mengkonsumsi listrik..... tentang ........... Bagaimana Pendapat anda tentang program hemat energi? a...00 s/d 22...........

. KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SETELAH MENGHEMAT ENERGI LISTRIK 1.…….... buah.) .. Menurut Anda.. dengan Daya…… …watt 3.…watt ……………. berupa apa? ……………..sebanyak……. dengan Daya………. tidak c... Apakah peralatan yang anda gunakan tersebut tergolong peralatan yang hemat energi? a..... Tidak 2.. Ya b. 4..kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan . lainnya... KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SEBELUM MENGHEMAT ENERGI LISTRIK Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan .... Apa yang mendorong anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik tersebut? ( boleh lebih dari satu jawaban ) a........ merasa lebih nyaman c..Q10........ apakah anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik yang lain? a........ sebutkan ……………………………………………. Setelah menghemat listrik.. Q11..sebanyak……... semata – mata untuk memenuhi kebutuhan b........... Ya b..... tidak tau Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki dalam rangka penghematan Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) .)Rp ………. buah.. Jika Ya.....

............. sebutkan..... ………………………………………………………………............ Kalau tidak....... Seberapa pentingkah Listrik bagi anda? …………………………................................................. Q12....................................... berusaha lebih hemat b............…………………………………………………………………………………….Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan .................................................................... Apa Pendapat anda mengenai hemat energi? .......... .. bagaimana prilaku anda dalam pemakaian peralatan rumah tangga Yang lain ? a............................................ Dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penghematan..…………………………………….......)Rp ……………......... justru lebih boros c........................ sama saja d..........................................................) ....... ......................…… ………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………................................................... …………………………........ Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I Puas dengan pelayan yang diberikan oleh PLN selam ini? Kalau Iya..........................…………………………………………………………………………… ………….. EFEK PENGHEMATAN 1........ Dengan cara apa anda menghemat energi listrik? ............ .......... ………………………………………………………………......... ……………………………………………………………… 5..... sebutkan……………………… 2. Lainnya... 4....... 3...........kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan ...................... Sebutkan................................................

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.