P. 1
16167628-TesisPDF

16167628-TesisPDF

|Views: 74|Likes:
Dipublikasikan oleh Abet Kristalistianto

More info:

Published by: Abet Kristalistianto on Oct 31, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2016

pdf

text

original

Sections

  • Gambar 1.1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian
  • 2.2.1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali
  • 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004)
  • 2.2.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY
  • 2.2.3 Pembangkitan
  • Gambar 2.5 Pengelompokan Pembangkit
  • 2.2.3.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY
  • 2.2.4 Pola Beban
  • Gambar. 2.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY
  • 2.2.4.1 Pengendalian Beban
  • 2.2.4.2 Demand Side Management
  • 2.2.4.2.1 Load Time of Use Rates ( TOU )
  • 2.2.4.2 .2 Load Interruptible dan Load Curtailable
  • 2.2.4.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi
  • 3.1 Bahan Penelitian
  • 3.3. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
  • 3.4 Tempat dan Jadwal Penelitian
  • 4.2. Analisis Data
  • Tabel 4.1 Beban Sebelum Pergeseran
  • Tabel 4.2.Beban Setelah Pergeseran
  • Tabel 4.3 Besar pergeseran
  • Gambar 4.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP

PENGENDALIAN BEBAN YANG EFFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Tesis

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarajana S-2 Fakultas Teknik – Program Studi S-2 Teknik Elektro Minat : Magister Sistem Energi Elektrik

Diajukan oleh : Husna 14787/PS/MSEE/04

kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA AGUSTUS, 2006

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka

Yogyakarta, 4 Agustus 2006

Husna

iii

Tumiran. Ir.Sekretaris Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 5. M. selaku ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.. Soedjatmiko. Ir. dalam kesempatan ini pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.. T Haryono. iv . Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Direktur sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada 2. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik.Sc.MIEE. banyak pihak yang telah membantu penulis.2 pada Jurusan Teknik Elektro Program Magister Sistem Energi Elektrik.MT.Eng. ST. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammbad SAW neserta kelurga . Selaku Pengelola Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 4. Selaku Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini. sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Selama Proses Penelitian ini. M.. Ir.D. F Danang Wijaya. disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S .CEng.Sc.Ph. M. Tesis ini dengan judul “ Pengendalian Beban yang Effekti terhadap kepuasan pelanggan.

Selaku Pembimbing Pendamping dalam penulisan tesis ini. Abang serta Adik tercinta. Teman – teman kost Gerbang merah Pogung Dalangan Sleman Yogyakarta. yang telah banyak membantu dalam penulisan tesis ini 12. 7. Staf Pengajar dan seluruh karyawan Program MSEE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada serta Staf Pengajar dan seluruh karyawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 10. MT. Apabila dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. Teman . Sunandar yang telah banyak membantu kegiatan penulis 13. 11.teman Mahasiswa Program MSEE angkatan IV 20004/2005 dan Mahasiswa Program S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada.6. Semua Pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian tesis ini. Ayahanda. 4 Agustus 2006 Penulis Husna v . Ir.PLN Ungaran Semarang 8. Bambang Sugiyantoro. atas segala bantuannya hingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan 12. PLN APJ Yogyakarta dan PT. Staf karyawan PT. kririk dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dikemudian hari. Ibunda. Yogyakarta.

tapi kita bisa berpengetahuam dengan pengetahuan orang lain ( Michel De Montaigne ) Sesungguhnya dunia ini kebodohan dan kesia – siaan. kecuali manusia memahami di jalan apa hidupnya bakal berakhir ( Imam Ali ) Wahai Anak Adam ( Masa ) Siangmu adalah tamumu. maka ia akan pergi dengan mencelamu. kecuali yang dilakukan dengan niat yang ikhlas. Sahabat dan handaitholan yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian tesis ini. vi . Ibunda. Abang serta Adik tercinta. karena sesungguhnya. maka berbuat baiklah terhadapnya. niscaya dia akan pergi dengan memujimu. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. jika engkau berbuat baik kepadanya. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya. kecuali tempat – tempat belajar. kecuali yang diamalkan. Semua ilmu adalah Fakta yang memberatkan manusia. Semua amalan adalah kemunafikan. Begitu juga dengan Malammu ( Al Hasan Al-Bahri ) Penulis Persembahkan Karya ini untuk : Allah SWT dan Rasulullah Ayahanda. Para Guru. Dan keikhlasan ini berbahaya.Kita Tidak bisa menjadi Bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain.

PENDAHULUAN 1.…….. i HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………… ii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………… iii KATA PENGANTAR …………………………………………………. 8 Sistematika Pembahasan……………………………………… 10 BAB II.1. vii DAFTAR GAMBAR ………………………………………………….………. 1. 12 vii . . 2..1. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 7 Metodelogi Penelitian ………………………………………….….4.xv BAB I..2. xi DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………..3 1. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2. .6. 11 Landasan Teori ……………………………………………….7 Latar Belakang ………………………………………………… 1 Rumusan masalah ………………………………………………6 Keaslian Penelitian …………………………………………….. xiii ABSTRAK ……………………………………………………………………..…. 1. xii INTISARI ……………………………………………………………………...x DAFTAR TABEL …………………………………………………….. Tinjauan Pustaka …………………………………………….5 1. 1. 1......……. 6 Faedah penelitian ……………………………………………… 7. iii DAFTAR ISI …………………………………………………….……….…..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………….2.

15 Pembangkitan ….5. 2.2 Demand Side Management …………. 35 Rencana Penelitian … ….2.………………...2..4..2.Bali ………….Madura .2. 3..………………………………………… 20.4... Bahan Penelitian ……………..4.2.4. 4.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) …………………………….………………………………… 42 viii ..4.2.2.1 2. 27 2.2 2.…………………………………………… . 3.…………………………. ……………………..2 Load Interuptible dan Load Curtailable ……………….4. 40 Analisis Data . 30 2.1 2.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi ……… 34 2.………… 36 BAB III.2.2.2.1 Hasil ….2 2.2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 33 2. Hipotesis … …………………………………………………..2.2.2..…………. 41 Hasil Pergeseran Beban .……………………………… 38 Kesulitan-kesulitan Penelitian ……………………………… 39 BAB IV.………………………………. 23 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY.3. 4.…………………………………………… 37 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data . 3.3 2.2. 38 Tempat dan Jadwal Penelitian . 25 Pola Beban …………………………………………………… 25 2.4.………33 2.4.2.4 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali…………………… 12 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY………….1 Pengendalian Beban ………………………………………….…………………………….2.3.1 3. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa . 37 Alat Penelitian …. CARA PENELITIAN 3.3..….3.1.……………………….

Kesimpulan .…………………………………………… 53 Saran-saran ….4.1.. 54 DAFTAR PUSTAKA ….…………………………………………….………………………………………………………………….3 Pembahasan Hasil Penelitian ..2. 5. PENUTUP 5.57 ix .2 Perhitungan Insentif dan Kompensasi untuk pengendalian Beban…………………………………………………………47 4.. ….….2. ..………………………… 51 BAB V.……………………………………………………… 55 LAMPIRAN .

.…15 Gambar 2.Bali ……………….. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY ………….5 Pengelompokan Pembangkit……………………………………….…28 Gambar 4.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.……… 44 Gambar 4. 42 Gambar 4..PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 ………………………………………….1 Kurva Beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 ………..20 Gambar 2.…19 Gambar 2.7 Kurva pertumbuhan beban puncak system jaeng dan DIY 3 November 2004……………………………………………….1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian …….3 Setelah Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP……………………47 .PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004 ) …...3 Peta jaringan transmisi sistem Jateng dan DIY …………………. Sebelum Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP….. 9 Gambar 2. x .1 Peta jaringan transmisi sistem Jawa-Madura....……………………….18 Gambar 2.………………………………………………………….4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.2 .6.14 Gambar 2..…26 Gambar 2.…….2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.

.3 Besar Pergeseran ………………………………………….1 Beban Sebelum Pergeseran ………………………………….. Beban Setelah Pergeseran ………………….16 Faktor Beban PT.…44 Tabel 4. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.…17 Beban Minimum / Beban Terendah PT.DAFTAR TABEL Tabel 2..16 Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY.2 .2 Tabel 2.3 Tabel 2.…..….4 PSA setelah pergeseran Beban ……………………………………….. 50 xi .…46 Tabel 4.4 Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY ……………….6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .…….5 ..1 Tabel 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY …………………………………………………………………17 Tabel 2..……………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY……………………………………………………...….…….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY ……….17 Tabel 4.17 Tabel 2.. 46 Tabel 4.

.59 Lampiarn 4 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ..66 Lampiran 8 Kuesioner …………………………………………………………...60 Lampiarn 5 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ..………..09) Bulan November 2004 setelah Pengurangan ( WBP – LWBP ) ………………. Kondisi Awal KWH WBP ……………….62 Lampiarn 6 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III . 58 Lampiran 3 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Satelah Pergeseran Beban ……………………….09) Bulan November 2004 sebelum Pengurangan ( WBP – LWBP ) …………………….09) Bulan November 2004 setelah Pergeseran ( WBP – LWBP ) …………………….….…..09) Bulan November 2003 0 0ktober 2004.…….68 xii ..… 57 Lampiran 2 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban ………………………..………….64 Lampiarn 7 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban ………………………………..

Selain itu untuk menjamin pelayanan sistem tenaga listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.00 (Rp.00 (Rp. Hal ini dilakukan untuk mengontrol beban melalui demand side management (DSM). termasuk pemotongan puncak beban dan pergeseran puncak beban.00 s/d 18.INTISARI Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang didukung dengan pemerataan. dengan berdasarkan pada analisis beban puncak. yaitu LWPP1.00 (Rp. Pada pembangunan sistem sistem tenaga listrik. Serta perlu dilakukan menejemen dan pengendalian dengan xiii . dengan infrastruktur untuk penyaluran energi listrik dengan keandalan tinggi. dengan komponen WBP 18. 309/kWh). Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya kompensasi bagi pelanggan dan optimisasi untuk pembangkit di Jawa Tengah dan Yogyakarta. transmisi/distribusi dan beban. 434/kWh). LWBP1 22. secara umum disusun oleh beberapa bagian utama. Analisis ini menghasilkan pergeseran untuk WBP menjadi LWBP yang berdasarkan pada perbaikan faktor daya.00 s/d 22. serta didukung dengan pengembangan energi untuk menjamin kesejahteraan. Serta dukungan berbagai departemen terkait.00 s/d 06. yaitu pembangkit. perlu dilakukan MoU dengan pemilik cadangan energi/swasta. LWBP2 dan WBP secara harian. 200/kWh) dan LWBP2 06. Terutama pada ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan untuk pembangunan segala aspek.

menggeser beban puncak WBP menjadi LWBP yang dapat meningkatkan efisiensi. Kata kunci: pergeseran. sistem xiv . beban. WBP. LWBP.

LWBP1 22. valley filling.00 (Rp. available power station and energy stock. WBP. transmission. To support those programs. Besider that Loading management and controlling shifting of WBP to LWBP could increase the efficiency.00 s/d 22. Electric power system is constructed by existing part such as power station.00 s/d 06. the infrastructure of electric power system was established with high reliability.00 (Rp.00 (Rp. and lines demand This research aimed is to calculate customer compensation cost and optimize power station in Central Java and Jogjakarta based on analyzing LWBP1. 434/kWh). 200/kWh) and LWBP2 06. load. LWBP2 and WBP on peak load of daily electricity. system xv . LWBP. lines distribution. it must see MoU. For serving the power system in Central Java and Jogjakarta. load shifting. 309/kWh).ABSTRACT The purposes of the national electricity are to increase the living society with regular energy supply and provide the continuation of electrical energy. Keywords: shifting. The result of this research is shifting of WBP to LWBP based on power factor improvement with components happen periodically WBP 18. was done to load control demand side management (DSM).00 s/d 18. including peak clipping.

menimbulkan banyak perubahan dalam standar dan pola kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan daya listrik. Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi.1 Latar Belakang Pembangunan nasional bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Penyediaan tenaga listrik perlu diselenggarakan secara efisien melalui kompetisi dan transparansi dalam iklim usaha yang sehat dengan pengaturan yang memberikan perlakuan yang sama kepada semua pelaku usaha serta memberikan manfaat yang adil dan merata kepada konsumen Peningkatan taraf hidup yang terjadi di Indonesia akibat adanya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan. masalah ini terkait dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mempengaruhi pola konsumsi tenaga listrik Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama : Pusat Pembangkitan. transmisi dan distribusi tenaga listrik( UU No 20 Thn 2002 ).BAB I PENDAHULUAN 1. Pengoperasian sistem tenaga listrik adalah suatu kegiatan usaha untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan antar sistem pembangkitan. 1 . guna mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari sistem pembangkitan kepada konsumen.

yang utamanya ditujukan untuk memperoleh sistem yang aman. Dalam operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Pelaksanaan dan pengendalian operasi yaitu : pelaksanaan dari Rencana operasi serta pengendaliaannya apabila terjadi hal – hal yang menyimpang 2 . Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. distribusi hingga pelayanan pelanggan. Koordinasi pemeliharaan peralatan. bermutu dan bisa diandalkan. 1990 ) Untuk pengendalian operasi pada sistem tersebut perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimisasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. optimisasi. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi. Perencanaan Operasi yaitu : pemikiran bagaimana sistem tenaga listrik akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu.Perkembangan dan kemajuan dalam bidang kelistrikan terutama dalam dekade terakhir ini cukup pesat. dengan mutu yang baik. tetapi dengan biaya yang efisien. Salah satu diantaranya dalam bidang pengelolaan sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan. Perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu ( Marsudi D. b. transmisi. Pemikiran ini harus mencakup perkiraan dan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban. efektif. keandalan serta mutu tenaga listrik.

3 . tanpa adanya pelanggan. Namun jika terjadi gangguan. pemutusan sementara dan pembagian energi secara bergilir tidak dapat dihindari. Ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia. maka operator harus segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal. Tujuannya supaya sistem tenaga listrik untuk selalu tetap dalam kondisi normal.( Republika. Sedangkan pada kondisi normal pembangkitan bisa diatur sedemikian rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. dimana kualitas energi listrik yang diterima menurun. Barangkali ada benarnya. suatu perusahaan tidak akan ada artinya. 19 maret 2005 ). yang berimbas terhadap penyuplaian energi listrik ke konsumen. Untuk perusahaan yang berwawasan pelanggan. seperti kata orang pelanggan adalah raja. mulai kewalahan dalam melayani pelanggan dalam hal kebutuhan energi listrik. Analisis operasi juga diperlukan untuk memberikan saran – saran bagi pengembangan sistem serta penyempurnaan pemeliharaan instalasi. Pihak penyedia Energi tersebut harus berupaya menghargai pelanggan. kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus kiat pemasaran. c. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia tunggal energi listrik di Indonesia.dari recana operasi. Analisis Operasi yaitu : analisis atas hasil – hasil operasi untuk memberikan umpan balik bagi perencanaan operasi maupun bagi pelaksanaan dan pengendalian operasi. Listrik kini sudah menjadi kebutuhan primer setiap masyarakat.

Assurance ( Jaminan ) yaitu : pengetahuan. serta kemudahan untuk dihubungi d. b. Emphaty ( empati ) yaitu : rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan. Responsiveness ( Ketanggapan ) yaitu : kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik. akurat. memahami kebutuhan pelanggan. Tangibles ( bukti langsung ) yaitu : meliputi fasilitas fisik. lima Dimensi tersebut meliputi : a. Reliability ( keandalan) yaitu : kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa.Kepuasan Pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antar tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian ( Rangkuti. 2006 ). Masalah penyediaan energi saat ini merupakan issu nasional yang membutuhkan penanganan yang tepat. c. kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari resiko. perlengkapan karyawan dan sarana komunikasi. e. dan memuaskan. Krisis ekonomi yang mengakibatkan 4 .

yakni penghematan pemakaian listrik (energy conservation).berbagai perubahan mendasar pada perekonomian dan pola supply demand energi mengakibatkan perubahan signifikan dalam biaya operasi penyediaan energi listrik. 5 .pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. namun sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Pembangkit sejenis ini disebut sebagai pembangkit pemikul beban puncak. Kebijakan Demand Side Management (DSM) yang dilakukan oleh PLN bertujuan untuk mengubah perilaku pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien. Periode Waktu Beban Puncak (WBP) terjadi dalam waktu yang relatif singkat ( kurang lebih 4 jam ). baik pada besaran daya maupun waktunya yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan. Maka operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat. Demand side management ( DSM ) adalah solusi yang tepat diterapkan. perusahaan listrik maupun masyarakat. Setidaknya ada tiga sasaran dari program DSM ini. pemangkasan pada beban puncak (load management) serta penggeseran beban dari waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak (load shifting). Melihat begitu mengkhawatirkannya persoalan persediaan daya listrik ini.

Tingkat Konsumsi Pelanggan dalam penggunaan energi listrik. dalam hubungannya dengan penghematan energi. Namun belum ada penelitian sebelumnya tentang evaluasi Pengendalian beban pada suatu sistem distribusi yang membahas aspek-aspek pengendalian beban yang efektif terhadap kepuasan pelanggan.Dalam tesis ini akan diusulkan salah satu metode dalam pengalihan beban puncak. Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi 4.2. 1.3. Rumusan masalah Dari latar belakang tersebut. dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Seberapa besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban 2. Seberapa besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP 3. Pengendalian beban melalui pergeseran waktu konsumsi dari WBP ke LWBP tujuannnya untuk antisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan tenaga listrik pada saat beroperasi secara normal. Keaslian Penelitian Studi tentang Pengendalian beban telah dilakukan dan dijumpai pada beberapa makalah dan tesis dengan berbagai metode kajian. Penelitian melalui eksprimen dengan metode pergeseran waktu konsumsi untuk mengurangi pemakaian KWH WBP dengan mengalihakan ke LWBP 6 . 1.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. 1. Mengetahui besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan listrik setelah mengalihkan energi listriknya dari WBP ke WLBP. berdasarkan aturan pentaripan yang berlaku saat ini. Mendapatkan besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban dan mendaptakan Faktor . sementara pelanggan dapat menikmati pelayananan listrik dengan sewajarnya dan pihak penyuplai daya tidak dirugikan.faktor yang mempengaruhi pola konsumsi 2.4. 3. Mengetahui besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP.5. keuntungan dan kerugian secara ekonomis serta harapan pelanggan yang berdampak pada penghematan energi listrik. Faedah Penelitian Dari hasil penelitian studi kinerja jaringan distribusi tentang pengendalian beban yang efektif akan dapat masukan bagi pengembangan pengetahuan mengenai usaha-usaha perencanaan jaringan distribusi. 7 .1. sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara nasional Penelitian ini sungguh sangat berharga khususnya buat penulis sendiri dalam hal penerapan ilmu-ilmu dilapangan dengan menggunakan metode-metode yang sederhana.

PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 Neraca 2004 PT. PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali Laporan tahunan PT. Metodologi Penelitian Metodelogi penulisan yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu : a. Tahap Studi Literatur Teori dan data diperoleh dari beberapa literatur dan informasi pendukung lainnya. Tahap Pengolahan data Dari data diatas.1.6. maka dapat dihitung berapa besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan selama tahun 2004. Metodelogi penelitian yang ditempuh dapat dilihat dalam Gambar 1.1 dibawah ini. 8 . adapun data tersebut diataranya : Profil beban Sistem JAMALI Profil beban golongan tarif tahun 2004 hasil Survey UGM Statistik 2003 dan 2004 PT. b. dari hasil perhitungan tersebut akan disajikan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 APJ Yogyakarta c. Tahap Pengumpulan data dilapangan Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data di PLN dan informasi lainnya.

Mulai Permasalahan Studi Literatur Pengumpulan data dan memasukkan data Pengolahan dan Analisis data Hasil Pengolahan data Tidak Persetujuan Laporan Ya Tidak Semua Telah Diproses Ya Selesai Gambar 1.1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian 9 .

hipotesis dan Rencana Penelitian. 10 . alat penelitian. Pembangkitan. Landasan Teori. Teknik Pengumpulan dan pengolahan data. Bab V Penutup menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran. Load Time of Use Rates. Kecukupan Pasokan Sistem Jateng dan DIY. Bab III. 2. Bab IV meliputi : Hasil. Demand Side Mangement. Metodelogi Penelitian dan sistematika penulisan. 3.1. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk pengendalian beban serta Hasil Penelitian dan Pembahasan 5. Pola Beban. Load Interuptible danLoad Curtible. tujuan penelitian. Cara penelitian menguraikan tentang bahan dan data penelitian. Bab I.Bali. 4. Analisis Data. Pengendalian Beban. Tinjauan Pustaka. Pengendalian Beban melalui Insentif dan kompensasi. Sistem tenaga listrik Sub Sistem Jateng dan DIY. Tempat dan Jadwal Penelitian. serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penulisan tesis ini. Hasil Pergeseran. Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang yang mencakup perumusan masalah. yang meliputi : Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali. Keaslian Penelitian. Bab II.7 Sistematika Pembahasan Tesis ini ditulis berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa – Madura . faedah penelitian.

294.90 MW. sehingga untuk mengefesiensikan pada saat tersebut harga listrik lebih mahal dibandingkan LWBP.16 MW dengan rincian Pembangkit Thermal : 1. 1983 ).198.448.26 MW. peranan distribusi sangat penting.00. Agar kualitas penyedian energi listrik tetap terjaga ditentukan oleh keandalan bagian distribusi.PLN P3B Region Jateng dan DIY tahun 2004 ) 11 . Saluran distribusi adalah yang terdekat dalam melayani konsumen energi listrik. pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak.00 hingga 22.50 MVA atau 1. saluran transmisi dan salurann distribusi. Program Pangkas Listrik pukul 18.1 Tinjauan Pustaka Sistem energi listrik terdiri dari komponen utama.50 MW. karena apabila terjadi gangguan atau kualitas buruk pada sistem distribusi akan dirasakan langsung oleh pelanggan ( Stevenson. penambahan pembangkit pada WBP merupakan biaya yang perlu diperhitungkan.769. dan kapasitas seluruh trafo 2. Semakin mahalnya Listrik. Kapasitas terpasang pembangkit Jateng dan DIY tahun 2004 adalah sebesar 2. ( PT.83 MVA atau 320. yaitu: pembangkit.064. Akibatnya konsumenlah yang jadi korban.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.80 MVA atau 2. sedangkan Beban rata – rata tahun 2004 adalah 2.33 MVA atau 1.143. mau tidak mau menghemat energi harus dilakukan.774. daya mampu pembangkit akibat peningkatan permintaan yang lebih banyak dikonsumsikan pada saat WBP. harus disadari sebagai tanggung jawab bersama dalam upaya penghematan listrik.90 MW dan Pembangkit Hydro : 368.

Pemeliharaan dan perbaikan pembangkit 12-15% .29%).066 GWh dengan pertumbuhan 9.Pemakaian sendiri 3-4% .050 MW.Pada kondisi ini apabila satu unit pembangkit terbesar mengalami gangguan.615 MW dengan daya mampu netto 18. Dengan daya tersambung 35. Untuk tahun 2005.77 %).9%.672 dengan beban puncak rata-rata 14. Konsumsi tenaga listrik di Jawa-Bali pada akhir tahun 2004 sebesar 78.81 %). Kapasitas terpasang pembangkit untuk memasok beban sebesar 19. Penurunan kemampuan pasok pembangkit dibandingkan dengan kapasitas terpasang disebabkan oleh: .042 MVA dan pelanggan 21.1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali Sistem Jawa Madura Bali merupakan sistem interkoneksi dengan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV yang membentang sepanjang pulau Jawa dan dihubungkan dengan tegangan 150 kV dengan pulau Bali.018 GWh (14.4%). sektor komersial sebesar 11. Penggunaan tenaga listrik sektor industri sebesar 35.11%) dan sektor Publik sebesar 4. sektor rumah tangga 27.2.Variasi musim 1-3% jumlah 12 .951.132 GWh (5.770 GWh (45.245 MW atau naik 5.398 MW. beban puncak diperkirakan akan mencapai 15. sistem Jawa-Bali sudah dalam kondisi kritis.2.700 MW dengan serta cadangan daya (reserve margin) 650 MW (4. Kemampuan pasokan pembangkit kepada sistem 14.Penurunan kemampuan karena umur (derating) 2-3% .2 Landasan Teori 2.146 GWh (34.66% terhadap tahun 2003.

Idealnya.2.Cadangan operasi (reserve margin) minimal 5% Jumlah kapasitas terpasang dipasok dari 216 pembangkit yang tersebar di Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power (8952 MW). PLN PMT (858 MW) dan Swasta (3334 MW) yang disalurkan melalui jaringan transmisi sepanjang 18. Disamping itu terdapat pembangkit Captive Power sebesar 6. PJB (6471 MW).. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk mengantisipasinya.532 kmc.1 dan Penggunaan Energi Listrik dapat dilihat dalam gambar 2. pengendalian operasi pada sistem ini akan mempunyai nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Disamping itu tingginya pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang belum dapat diimbangi dengan pasokan akibat terlambatnya pembangunan pembangkit baru. yang mutlak harus dilaksanakan oleh produsen dan konsumen tenaga listrik Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali juga merupakan sistem tenaga listrik yang terbesar di Indonesia dengan mengkonsumsi hampir 80% dari tenaga listrik yang diproduksi. Solusi utama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah penghematan.110 MW. 13 . PT PLN sebagai perusahaan pelayanan publik harus menyediakan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi keseluruhan permintaan termasuk beban puncak yang hanya terjadi beberapa jam saja. Peta jaringan transmisi sistem jawa madura bali saat ini seperti pada gambar 2.

Gambar 2.1: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Madura Bali 14 .

34 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 22.307 %) Distribusi/ Distribution 90.633.204 ( 2.2.229 ( 0.07 %) Energi tersedia di system/ Available energy in system 92.23 %) PT.512 (28. yaitu Semarang.034 ( 97. dan Cilacap. Pekalongan.727 ( 0.99 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 56.308 ( 46.07 %) Di salurkan ke PT. PT PLN Distribusi Jateng memilki unit satuan pelaksana cabang.419 ( 100 %) PS GI/ Substation Use 62. Klaten.219.066. Kudus.95 %) Susut Transmisi/ Transmission Losses 2.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT. PJB 26. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unit bisnis PLN di bidang pengusahaan ketengalistrikan di Jawa Tengah dan DIY.99 %) Wilayah XI ( Bali )/ Region XI 311.153 ( 0.PT. Yogyakarta.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004) 2. Muara Tawar 920.276 ( 2.137. 15 .680. INDONESIA POWER 42.395 ( 0. Tegal. Surakarta.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY Sistem ketenagalistrikan Sistem Jateng dan DIY merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik jawa Madura Bali ( JAMALI ).813. Purwokerto. Magelang. Salatiga.06 %) Gambar 2.

685 12.220 Volt ke pelanggan. disalurkan melalui transmisi 500 KV.432.244. Untuk kepentingan pelayanan pelanggan di DIY di tangani langsung oleh PT. Sistem ketenagalistrikan untuk wilayah pelayanan propinsi DIY dikelola oleh PT.936 0.1 : Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY Ke PLN Distribusi ( GWh ) Delta ( % ) Thn 2003 11.487 122.34 6.067 231.133 0.162. ke gardu .393.79 2.758.496 11.gardu induk didaerah pusat beban.262 6. yang berkedudukan di Ungaran semarang. dan 150 kV.999 5.731.71 Tabel 2.2 : Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY Jenis Produksi ( MWh ) Terima dari Region lain & IBT( MWh ) Ke Region Lain ( MWh ) Konsumsi ( MWh ) Rugi Rugi Transmisi ( MWh ) % Thn 2003 5.82 Thn 2004 6.09 Thn 2004 12.99 16 .PLN ( Persero) Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY.188. yang merupakan bagian dari manajemen PT.PLN( Persero ) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.225 136. disuplai sistem interkoneksi di Jawa dan Bali dengan pembangkit yang terbesar di kedua pulau ini. Penggunaan tenaga tahun 2003 dan 2004 listrik dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut : Tabel 2.972.PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Yogyakarta.Sistem kelistrikan di Jawa Tengah. kemudian disalurkan dengan jaringan distribusi 20 kV dan 6 kV maupun jaringan 380 .066 96.

46 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Beban Minimum 26 Nopember 2003 Pukul : 13.7 1774.30 WIB 1.5.40 7.45 Tabel 2.4 : Beban Minimum / Beban Terendah PT.4 Natal ( MW ) 1912 1980 3.8 1979.90 Tabel 2.6 Pertumbuhan Beban Puncak PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Jenis Faktor Beban % Beban rata .040.110.70 2.rata ( MW ) Tahun 2003 63.8 Tahun Baru ( MW ) 1911 1951 2.3 Februari 2004 1456.30 WIB 1.9 1000.4 Min Load / Terendah ( MW ) 1114.7 Tahun 2004 61.8 (%) 17 .PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Tahun 2003 2004 Kenaikan Hari Kerja ( MW ) 2110 2267 7.4 2165.247.00 WIB 1384.30 WIB April Thn 2004 685.4 1032.Tabel 2.380.1 Tabel 2.8 740.PLN ( Persero ) Region Jateng dan DIY Beban Puncak Beban Puncak Siang ( MWh ) Delta ( % ) Beban Puncak Beban Puncak Malam ( MWh ) Delta ( % ) 24 Oktober 2003 Pukul : 10.39 15 September 2004 Pukul : 13.55 24 Desember 2003 Pukul : 19.30 WIB 2.0 Beban minimum Siang ( MWh ) Beban Minimum Beban minimum Malam ( MWh ) 676. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.10 2.4 0.6 Idul Fitri ( MW ) 1693 1774 4.3 : Faktor Beban PT.1 2004 Hari Kerja Hari Mingg u Hari Natal Idul Fitri Peak Load / Tertinggi ( MW ) 2267.00 WIB 2.1 12 Februari 2003 Pukul : 18.60 10.68 3 Nopember 2004 Pukul : 18.267.198.

5 31.1 A9 A12 AB12 B12 AB8 AB9 B9 B10 B11 AB10 AB11 B8 BB1.2 GT2.1 AB14 B14 AB15 B15 AB16 B16 AB17 B17 PLSDO PYUNG 1 2 31.2 GT1.3 GT1.2 U.3 MVA WBJAN PEDAN I II I II 1 60 60 60 MVA 60 MVA I II 2 3 30 30 30 MVA 1 2 Ngawi / manisrejo SLBRU WNGRI KLATN WSARI 1 BANTL SMANU I II 2 3 30 30 MVA 60 MVA I II 2 I II Keterangan : PP.3 MVA 100M X A1 UNGAR PWRDI KDNBO 1 2 I II SYUNG I II TJATI 54 MVA 30 60 MVA ~ ~ KBSEN 16 MVA 30 MVA GARNG TMGNG krian BAWEN KLMBU ~ I II 1 2 30 30 MVA I II 1 JPARA 2 I II mandirancan bandung selatan SDRJO ~ KUDUS I II 25 20 MX 30 MVA 2 1 20 30 MVA 20 MVA 60 I II I I II I II 2 1 30 30 30 MVA 2 3 1 30 16 MVA BRBES SCANG BRNGI 1 60 30 MVA BMAYU WSOBO II SGRAH 30 MVA I II 1 2 20 30 MVA 1 2 30 16 MVA I II 1 2 I ~ U3 U2 U1 MVA 30 2 A5 A4 AB4 AB3 AB2 AB1 B4 B3 B 2 60 30 MVA B 4 B1 AB1 A 1 2 30 30 MVA A1 IBT-1 500 MVA I II AB2 A2 B2 B1 60 60 MVA A3 A2 A1 AB5 A 1 2 30 MVA 1 30 KTNGR 30 16 MVA 25 MX II KLBKL I II 1 20 MVA 3 2 20 60 MVA MVA MNANG I II I II RWALO banjar 2 20 2 30 20 MVA ~ ~ U1 60 MVA I II U2 1 PJKLN GBONG 1 3 60 60 MVA 3 30 20 MVA 2 STARA 16 16 MVA I II LMNIS WATES 1 2 30 30 MVA 60 2 x 25 MVA MX I II customer 30 MVA U1 U2 ~ ~ ~ PLTG CLCAP 1 ~ SMPOR 1 2 30 20 MVA KBMEN PWRJO 1 2 1 2 30 16 MVA 3 20 30 MVA Gambar 2.5 MVA I II PMLNG DIENG A A2 A3 AB5 AB1 AB2 B2 1 2 20 30 30 MVA 3 105 MX 105 MX 15 60 MVA B3 B4 2 2 3 1 AB3 B1 AB4 100M X B 1 2 I II IBT-2 IBT-1 500 500 MVA B5 I II I II I II 6.3: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Tengah dan DIY ~ ~ 1 1 2 mobile ~ JELOK ~ ~ MDARI 2 sunyaragi 1 2 4 60 30 MVA 2 MVA 3 30 60 JKULO PATI MJNGO I II 1 30 30 I II 2 I II 1 2 30 60 MVA 1 MVA 2 20 30 MVA I II RBANG 1 2 20 30 MVA ~ I II ~ ~ ~ TIMO GJYAN MKRAN BDONO 1 20 60 MVA 2 2 BLORA I II 60 MVA 1 2 KNTUG I II JAJAR KDIRI 1 100 MX B4 AB4 A4 IBT-2 500 MVA 100 MX B5 AB5 A5 I II 1 60 2 3 60 16 MVA 16 16 25 MVAR MVA CEPU I II 1 2 20 16 MVA MRICA WALIN I II GDEAN BJGRO PALUR SRAGN I II I II 6.1 BTANG KLSRI U.PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM JAWA TENGAH & DIY KONDISI NORMAL KLNGU RDRUT KRAPK PDLAM U.3 GT2.5M VA ~ ~ ~ AA2.4M W 18 .1 ST1.PT.1 ~ ~ A14 ~ A15 A16 ~ A17 PKLON SRDOL I II 30MVA 1 I II 16 30 MVA AB13 B13 BB2.5 60 60 MVA 25 MX AUX 20MVA ~ 74.0 GT2.1 30 A10 A11 A13 AUX A A2 A5 AB5 B5 2 56 MVA B6 B7 AB6 AB7 AB2 AB4 B4 B 1 B2 B3 AB3 A3 A4 A7 AA1.0 GT1. WNGRI Pm t kondisi masuk Pm t dibuka ( Pengaturan ) 1 2 60 20 MVA 2 1 2 30 30 MVA ~ ~ 12.5 MVA 60 MVA I II 1 2 3 31.1 I II I II 2 60 16 MVA 1 2 I II 1 1 60MVA 60 60 MVA 60MVA 3 60 30 30 MVA 1 16 2 3 16 60 MVA 2 2 I II I II I II I II ~ ~ ~ ~ AUX 20M VA ST2.3 WLERI SLIMA TAMBAKLOROK 2X12.

PLTA 814.225.32 % ) PLTP 287.261.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.75 ( 97.10 % ) KE DISTRIBUSI 12.19 ( 50.602.08 % ) ENERGI YANG TERSEDIA 12.55 % ) PLTU 1.05 ( 1.936.89 % ) PLTGU 3.291.337.244.486.00 ( 12.78 ( 100 % ) RUGI TRANSMISI 122.67 ( 27.162.40 ( 2.83 % ) Gambar 2.766.930.188.59 ( 49.32 % ) PRODUKSI PEMBANGKIT ( NETTO ) 6.432.338.99 % ) KIRIM KE REGION LAIN 136.38 ( 0.34 ( 0.23 % ) PS GI 10.70 % ) PLTG 39.527.935.14 ( 6.443.77 % ) TERIMA DARI REGION LAIN 6.64 ( 0.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 19 .685.

5 Pengelompokan Pembangkit 20 . minyak dan panas bumi.masing pembangkit menjadi berbeda.3 Pembangkitan Sistem Tenaga listrik Jawa-Madura-Bali diproduksi oleh pembangkit dengan karakteristik teknis dan tingkat efisiensi yang berbeda.2.2. batubara. yaitu pembangkit pemikul beban dasar (base load). Gambar 2. Gambar 2. Perbedaan energi primer dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya produksi dari masing . yang umumnya dikelompokkan menjadi tiga segmen. serta bersumber dari beragam energi primer seperti air. gas alam. Sedangkan perbedaan karakteristik teknis menyebabkan posisi pembangkit dalam mensuplai beban sistem menjadi berbeda. pemikul beban menengah (load follower) dan pemikul beban puncak (peaker).5 menunjukkan ketiga kelompok pembangkit.

Pembangkit dengan karakteristik yang kurang fleksibel karena tidak dapat dihidupkan atau dimatikan dalam waktu yang singkat serta lambat dalam menaikkan/menurunkan pembebanan mengharuskan pembangkit untuk dioperasikan sepanjang pembangkit siap. PLTD serta PLTA waduk. Pembangkit kelompok ini digolongkan ke dalam pembangkit base load. seperti PLTG minyak. PLTA waduk pada sistem Jawa-Madura-Bali seperti 21 . Untuk sistem Jawa-Madura-Bali. seperti PLTGU gas dan PLTU minyak. Pembangkit base load umumnya dioperasikan pada kapasitas terpasang maksimum sepanjang pembangkit tersebut siap serta sesuai dengan kesiapan sistem penyaluran. ikatan kontrak pembelian bahan bakar berupa take-or-pay. Pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak meliputi pembangkit yang fleksibel baik dalam kecepatan perubahan pembebanan maupun start-stop pembangkit dan umumnya berskala dibawah 100 MW. Pembangkit base load biasanya berskala besar dan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan kelompok pembangkit lainnya. Pembangkit kelompok load follower meliputi pembangkit yang lebih fleksibel namun lebih mahal dari pembangkit base load. Disamping keterbatasan teknis. pembangkit yang terikat kontrak take-or-pay bahan bakar seperti PLTP. serta pembangkit hidro yang memiliki sumber air yang hanya akan ekonomis bila dioperasikan. terkadang juga menjadi alasan mengapa pembangkit digolongkan sebagai pembangkit base load. seperti pembangkit hidro run-off-river. Pembangkit jenis ini contohnya PLTU batubara. PLTGU gas juga diposisikan sebagai base loader karena adanya ikatan kontrak take-or-pay pembelian gas alam.

Bila sub sistem Jateng dan DIY diambil sebagai contoh. Ukuran yang sering digunakan untuk melihat tingkat utilitas pembangkitan adalah faktor kapasitas (capacity factor). Faktor kapasitas tiap pembangkit akan berbeda antara satu dengan lainnya sesuai dengan fungsinya. apakah sebagai pembangkit base load.PLTA Saguling dan Cirata difungsikan sebagai pembangkit pemotong beban puncak (peak-shaving) karena nilai ekonomis yang dimiliki. Karena pembangkit memerlukan waktu untuk memelihara pembangkit dan adanya pola beban pada sistem yang tidak merata sepanjang hari.83 %. melainkan harus disesuaikan operasinya 22 . namun ada sebagian pembangkit base load terpaksa mungkin tidak dapat difungsikan sebagai base loader yang dibebani terus .menerus. maka secara keseluruhan. maka dengan faktor beban sebesar 61.70 % dan kesiapan pembangkit tipikal sebesar 97.77. Namun. Dengan kata lain. maka angka maksimum faktor kapasitas yang dapat dicapai adalah sebesar 49. dalam kurun setahun faktor kapasitas pembangkit pada sistem tidak akan pernah mencapai 100%. load follower atau peaker. Faktor kapasitas merupakan rasio antara energi yang disalurkan terhadap energi maksimum yang mampu diproduksi jika pembangkit dioperasikan pada kapasitas terpasangnya. faktor kapasitas ini berkaitan dengan faktor beban dan faktor kesiapan (availability factor) pembangkit. Faktor kesiapan adalah rasio antara jumlah jam pembangkit siap terhadap total jam dalam satu tahun. Besar faktor kapasitas pembangkit disamping tergantung pada kesiapan pembangkit juga tergantung pada pola beban yang ada pada suatu sistem. pengoperasian pembangkit ini sangat tergantung pada variasi musim.

maka faktor kapasitas untuk pembangkit ini otomatis akan menjadi kecil. Disamping itu.3. Variasi musim akan mempengaruhi daya dari PLTA. yaitu kurang dari 15%. Karena pembangkit load follower di sistem Jawa-Madura-Bali memiliki faktor kapasitas yang lebih kecil. variasi musim. Faktor kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Madura-Bali ini tidak berbeda jauh dengan faktor kapasitas pembangkit di sistem tenaga listrik negara lain 2. kebutuhan tenaga listrik bersifat acak dan dinamis sehingga diperlukan strategi perkiraan beban dan penyediaan daya yang terdistribusi sesuai dengan dinamika kebutuhan beban. daya dari PLTA dapat maksimum. Dari sisi pasokan. yaitu berkisar antara 30% hingga 50%. PLTA akan menurun dayanya. tetapi sebaliknya pada musim kering.2. 23 . hanya dioperasikan pada periode WBP. Hal ini mengingat sifat tenaga listrik yang tidak dapat disimpan.mengikuti perubahan pola beban. hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasokan ini antara lain pemeliharaan. dan kendala transmisi. Sedangkan bagi pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak. perbaikan instalasi. sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. Pengaturan ini harus merupakan kompromi dari kebutuhan pemeliharaan pembangkit yang berbeda-beda dan kebutuhan cadangan yang merata sepanjang tahun.1 Kecukupan Pasokan Sistem Jawa-Madura-Bali Kecukupan pasokan tenaga listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik pada saat beban puncak (neraca daya). Pada saat musim hujan. Pemeliharaan pembangkit harus diatur sedemikian rupa sehingga cadangan daya dapat merata sepanjang waktu.

maka dibutuhkan cadangan putar yang cukup. Realisasi neraca daya sistem Jawa-Madura-Bali sepanjang tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata cadangan putar yang tersedia selama tahun 2003 adalah sebesar 365 MW (jauh dibawah 615 MW). Pada sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali kriteria cadangan menggunakan single contingency atau lebih dikenal dengan kriteria N-1. sehingga apabila unit pembangkit terbesar tersebut terganggu maka pembangkit lain dapat langsung menggantikan. Cadangan dingin maupun cadangan putar disebut sebagai cadangan operasi. untuk mengantisipasi agar penggantian pembangkit dapat dilaksanakan secara cepat. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan daya pada sistem sangat terbatas. Gangguan pembangkit dapat berupa berhentinya operasi pembangkit maupun berkurangnya kemampuan pembangkit secara tiba-tiba. Sehingga. maka pasokan ke pemakai listrik tidak boleh terganggu. minimal sebesar satu unit pembangkit terbesar (615 MW). Disamping cadangan putar. Hal ini berarti bahwa apabila terjadi gangguan pada satu unit pembangkit. diperlukan juga cadangan dingin agar jaminan kecukupan daya dalam jangka lebih dari satu hari dapat dipenuhi.bahkan ada beberapa PLTA yang tidak beroperasi. Dari sisi pembangkitan. Besarnya cadangan operasi sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan listrik. setiap saat harus tersedia cadangan. Kondisi ini telah membawa konsekuensi pemadaman berupa pemutusan 24 . khususnya cadangan putar. sedangkan cadangan operasi sekitar 620 MW. Cadangan ini dibutuhkan untuk menghadapi gangguan pembangkit serta deviasi perkiraan beban. Hal lain yang sangat penting adalah cadangan operasi.

telekomunikasi dan sektor – sektor penggerak ekonomi lainnya.3.4 Pola Beban Penyediaan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas merupakan parameter penting bagi kemajuan sektor industri. yang sepanjang tahun 2003 terjadi sebanyak 15 kali. Laju pertumbuhan dan perubahan pola hidup yang disebabkan arus globalisasi. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat. 2005 ) 2. tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. kecukupan pasokan daya juga sangat ditentukan oleh pertumbuhan beban. Dalam table tersebut terlihat bahwa penerimaan tenaga listrik di DIY senantiasa meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan makin berkembangnya sektor ekonomi masyarakat. Ketersediaan energi listrik yang cukup bagi sektor – sektor tersebut akan menentukan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Disamping dari sisi pasokan. perdagangan.2.2. seperti dapat dilhat dalam Tabel 2.2.beban (load-curtailment). ( Media. ternyata juga sangat mempengaruhi tingkat permintaan energi listrik. 2.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY Pasokan Tenaga listrik untuk wilayah Jateng dan DIY yang diperoleh hampir seluruhya dari sistem interkoneksi JAMALI ditambah dengan produksi sendiri dengan kapasitas yang sangat kecil. 25 . agar pelaksanaan dari rencanaan operasi apabila terjadi hal – hal yang menyimpamg dari pengoperasiaan dapat terkendali.

6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Pola beban suatu sistem tenaga listrik seringkali direpresentasikan dengan ukuran faktor beban (load factor). hari Minggu dan hari libur ( Gambar2.Pola beban adalah pola konsumsi tenaga listrik dalam kurun harian. Meskipun beban puncak terjadi dalam waktu yang relatif singkat. 2500 2250 2000 1750 1500 HARI KERJA HARI NATAL IDUL FITRI TAHUN BARU 2001 1962 1824 1651 1719 2002 2061 1824 1689 1786 2003 2110 1912 1693 1911 2004 2267 1980 1774 1951 Gambar. Faktor beban adalah rasio antara beban 26 . bulanan maupun tahunan. operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. hari Sabtu. Menarik untuk diamati bahwa pada berbagai pola beban yang ada..7 ). pemakaian daya listrik tertinggi hanya terjadi selama kurang lebih 4 jam setiap harinya. pola beban harian sistem tenaga listrik system jateng dan DIY menunjukkan model-model yang berbeda. Oleh karena itu. yaitu pola untuk hari kerja. 2. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Waktu Beban Puncak (WBP). sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Secara umum.

memiliki pola konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga.4. Sub-sistem Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebagian besar konsumennya berupa residensial. Angka faktor beban sesungguhnya merefleksikan kegiatan masyarakat setempat. konsumen industri umumnya mengoperasikan pabrik selama 24 jam terus menerus akan sangat berbeda dengan konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. operator sistem harus segera menaikkan pembebanan pembangkit yang belum dibebani penuh dengan memperhatikan kemampuan laju kenaikan beban masing-masing pembangkit serta mulai mengoperasikan pembangkit lain yang belum terhubung ke sistem. namun juga kebutuhan rutin lainnya. 27 .00 hingga 16. 2. Semakin tinggi faktor beban suatu sistem maka semakin rata penggunaan tenaga listrik sepanjang waktu. Terlihat jelas pada waktu jam 07. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja. kebutuhan beban cukup rendah. Untuk mengatasi kondisi semacam ini. harus kita sadari sebagai tanggung jawab kita bersama dalam upaya penghematan listrik.2. Dalam gambar 2.1 Pengendalian Beban Pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak (18. Seperti pada lampiran 1 menunjukkan bahwa menjelang terjadinya beban puncak.rata-rata sistem dan beban puncak sistem.00). ini akan melayani beban sangat tinggi pada malam hari.00 WIB. terdapat kenaikan beban yang cukup tajam.7 dan kondisi beban harian sistem Jateng dan DIY tanggal 3 November 2004 (lampiran 1) pengunaan listrik dalam sehari terlihat fluktuasi beban yang bervariasi .00 hingga 22.

951. KURVA BEBAN HARIAN SISTEM JA WA TENGA H & DIY TH 2004 MW 2500 2.7.267. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 2: 0 2 3 00 : 3 20 : 3 40 : 3 60 : 3 500 28 .00 pagi hari diperkirakan karena baru dimulai aktifitas seperti melakukan perjalanan menuju tempat bekerja.4 1500 1000 80 : 3 1: 0 0 3 1: 0 2 3 1: 0 4 3 1: 0 6 3 1: 0 8 3 2: 0 0 3 W AKTU = = = = = WBP Idul Fitri WBP Tahun Baru WBP Natal WBP Hari Minggu WBP Hari Kerja 1.979. Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.7 1.150 MW. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12 -13 terjadi penurunan beban sebesar 100 .165.1 1.267. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00.165.774. Kondisi ini dapat dianggap merupakan kebutuhan primer yang harus selalu tersedia. Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yang merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00.Kebutuhan beban terendah pada pukul 07.7 2.979.4 Gambar 2.0 2000 1.4 1.0 2.951.774.4 2.1 1.

cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak. Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini. hampir 70% masyarakat belum sepenuhnya melakukan himbauan hemat energi dengan alasan pengurangan penggunaan listrik yang secara langsung mengurangi kenikmatan. Ketika malam hari listrik padam (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Berdasarkan hasil data kuesioner. Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan beban puncak. dan mungkin juga papan reklame. karena setelah pukul 22. Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yang sangat mudah untuk dikurangi. Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan.Disamping itu juga Kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini terjadi pada pertokoan serta mall. ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yangg mungkin saja mengurangi semangat bekerja walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi. Penghematan pada WBP tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka.00 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang. Dengan demikian pembatasan pada jenis tersebut akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yang tentu saja merupakan beban berat bagi penyedia energi listrik. namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi 29 . dan ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walaupun beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6 -7 jam sehari. Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran.

2. Perusahaan listrik sebagai penyedia tenaga listrik akan memberikan keuntungan antara lain: 30 . 2002 ). menunda investasi pembangunan pembangkit listrik baru.akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Dari sisi Konsumen. Untuk konsumen industri akan berdampak pada biaya produksi yang semakin kecil sehingga dapat memperkuat daya saing. Salah satu langkah pengehematan adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yang memiliki efisiensi tinggi. dengan mengatur pemakian listrik disisi Konsumen akan memberikan manfaat bagi konsumen berupa penghematan biaya.2. mengurangi kepentingan konsumen dan memberi dampak positif terhadap lingkungan ( Program Konservasi Energi dan Manajemen Energi. Demand Side Management ( DSM ) Selain bermanfaat bagi sisi konsumen dan pemasok juga bermanfaat secara nasional yaitu : mengurangi laju pertumbuhan energi. Untuk mengatasi kondisi kritis dalam jangka pendek dan panjang maka dilaksanakan langkah-langkah mengatasi kritis baik pada sisi kebutuhan yaitu melaksakan program Demand Side Management ( DSM ) maupun sisi penyediaan dengan menyelesaikan pembangunan beberapa pembangkit.4.2 Demand Side Management Dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY akan menghadapi kondisi kritis dalam beberapa waktu ke depan.

Pengusahaan yang efisien. Investasi semakin efisien. Valley Filling Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk menggunakan listrik pada periode dimana beban sistem pembangkit 31 . Beberapa program DSM dan strategi pemilihan DSM yang tepat adalah sebagai berikut a. Sedangkan secara nasional keberhasilan pelaksanaan pengaturan beban pada sisi konsumen dapat memberikan manfaat antara lain: a. ( Pemangkasan Beban Puncak ) Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat WBP c.a. b. sehingga biaya operasi akan lebih murah karena beban dasar dapat dioperasikan maksimum. Energy conservation program. bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi kosumen dan kebutuhan tenaga listrik secara keseluruhan. maka dengan jumlah pembangkit yang sama dapat melayani konsumen yang lebih banyak dan dapat mengurangi atau menunda biaya pembangunan pembangkit baru. Penghematan energi nasional b. yaitu sebagai pembatasan pemakaian lstrik pada WBP. b. yaitu dengan pengurangan pemakaian listrik pada WBP dan mengalihkannya pada LWBP maka faktor beban system akan menjadi lebih baik. Pengurangan pencemaran lingkungan DSM merupakan suatu kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan sehingga memperbaiki kurva beban sistem pembangkit dan mengurangi rekening listrik konsumen. Peak Clipping.

dipadamkan atau dialihkan sewaktu – waktu diperlukan f.00 s/d 18. Dengan cara ini dapat memperbaiki factor kapasitas penggunaan sistem pembangkit yang pada gilirannya akan mengurangi biaya operasi. dan kompensasi layak diberikan kepada pelanggan yang bersedia listriknya dikurangi. bertujuan meningkatkan konsumsi pelanggan dan demand tenaga listrik secara keseluruhan. Load Shifting ( Pergeseran Beban ).relative rendah atau pada pada saat LWBP. Flexible load management program.00 s/d 22.00 WIB ). berarti pelanggan akan mengurangi pemakian Listrik pada WBP ( pukul 18. Dengan kata lain pelanggan bukan mengurangi kapasitas pemakaian. tapi hanya waktu pemakaiannya yang berubah. membolehkan pemadaman atau pengurangan demand pelanggan utama (key customers demand) untuk memperbaiki fleksibilitas dengan menyesuaikan penyediaan kapasitas pembangkit dengan demand pelanggan. Load shifting diterapkan akan memberikan kombinasi keuntungan peak clipping dan valley filling yaitu mengurangi beban puncak tanpa mengurangi konsumsi energi. Load building program. cara ini dapat dicapai misalnya dengan menerapkan mekanisme Time of Use Rate. e. Pola ini jumlah energi yang digunakan tetap. 32 . yaitu mendorong pelanggan agar mengeser pemakaian tenaga listrik pada periode luar waktu beban puncak ( LWBP ) tanpa mengorbankan kepentingan pelanggan. d.00 WIB ) dengan mengalihkan konsumsi pada LWBP ( Pukul 22.

Sebelum memilih program DSM yang tepat untuk dilaksanakan.4. 2.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) Pemberlakuan Time of Use ( TOU ) dimana Tarif WBP lebih Mahal dari tarif LWBP. Ini tidak terlepas karena keterbatasan pasokan listrik. hal ini dapat diterapkan pada sistem pendingin (cold storage) dan proses-proses pabrikasi lainnya yang tidak perlu beroperasi terus menerus.4. perusahaan listrik terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang telah terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang agar diperoleh manfaat yang paling maksimal.2 . baik melalui peralatan otomatis di sisi konsumen sendiri atau secara remote control melalui pusat pengendali. sehingga pada WBP peralatan tersebut akan terhenti suplai listriknya.2. Mekanisme ini akan mendorong pemakaian listrik oleh konsumen sebagian besar lebih pada LWBP dan akan mengurangi sebanyak mungkin pemakain listrik pada WBP. Interruptible load merupakan beban atau pemakaian yang sudah tertentu waktu pemakaiannya.2.2.2 Load Interruptible dan Load Curtailable Pada mekanisme ini terdapat dua macam beban yang dapat diatur. sementara pembangkit harus beroperasi normal. yaitu interruptible load dan curtaible load. 33 . Sedangkan Curtaible load adalah beban atau pemakaian oleh konsumen yang dapat dimatikan pada kondisi tertentu dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan terdapat kekurangan jumlah pembangkit karena gangguan di pembangkit besar atau sebab-sebab lain. 2.

Metode ini ada 2 jenis : Peduli Aktif dan Peduli Pasif. Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan Terakhir 34 . Tujuannnya untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan listrik. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya. yang bersedia menggeser pemakaian listriknya.2. dari Waktu Beban Puncak (WBP) dari pukul 18. Paket Peduli ( Pelanggan Dukung Keandalan Pasokan Listrik ) berupa insentif dan kompensasi bagi pelanggan yang bersedia menggeser beban WBP ke LWBP atau di potong bebannya pada WBP manakala diperlukan.2.4. ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22.00 .2. Ini merupakan kebijakan perusahaan dalam menambah pendapatan atau memperkecil kerugian.00. Peduli Aktif : PLN akan memberikan insentif kepada pelanggan yang bersedia mengggeser bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi Pemberian Insentif kepada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah.

Peduli Pasif : PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang bersedia dikurangi bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Pelanggan mendapatkan insentif atas pengurangan pemakaian listrik pada WBP. Kompensasi dan Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan. Besarnya Kompensasi : 4 X KVA beban yang dikurangi X jam lama pemotongan X ( 100% 2,5% ) Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = Biaya Beban TDL 2003 tahap IV 30 X 24

Insentif maupun kompensasi diberlakukan bagi pelanggan yang menggunakan kWH double atau daya diatas 200 KVA.

2.3 Hipotesis Berdasarkan Telaah Pustaka dan landasan teori yang telah

dikemukakan diatas. Maka : 1. Pengendalian dengan Menggeser pemakaian WBP ke LWBP akan memperoreh efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperbaiki faktor beban. 2. Pengendalian dengan Menggeser pemakain WBP ke LWBP akan mempengaruhi pola konsumsi pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi.

35

2.4 Rencana Penelitian Rencana Penelitian yang ditempuh guna pembuktian hipotesis diatas adalah : 1. Menghitung persentase besar pemakaian energi listrik dari WBP ke LWBP 2. Menentukan besarnya energi dan biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan akibat dari pengalihan beban WBP ke LWBP.

36

BAB III CARA PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian Bahan atau materi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Profil Beban 2. Data beban di PT. PLN ( Persero ) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 3. Buku yang berkaitan dengan materi permasalahan distribusi Tenaga listrik. 4. Makalah, Jurnal, dan Website yang berkaitan dengan pengendalian beban tenaga listrik.

3.2 Alat Penelitian Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data sehingga penelitian ini mendapatkan hasil yang diinginkan adalah : 1. Perangkat keras komputer Processor pentium IV, memori 128 Mbytes, dan monitor 14” . 2. Flash Disk dan CDRW 2. Perinter Canon i255. 3. Kertas Paper One HVS 80g/m2 4. Tinta Data Print 5. Perangkat Lunak Program Microsoft Word 2003

37

Media lainnya yang mendukung proses tesis ini 3. Menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data 3.3. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian. Sedangkan jadwal penelitian adalah : No Urutan Kegiatan September Bulan Pelaksanaan Penelitian Oktober November Desember Januari 1 2 3 4 5 6 7 8 Studi Pustaka Pengambilan Data Dilapangan Pengolahan Data Analisa Hasil/ Seminar I Hasil Penelitian Seminar II/ Pra Pendadaran Penyusunan Laporan Konsultasi Dosen Pembimbing Pendadaran 38 . Perangkat Lunak Program Microsoft Excel 2003 7. Pengolahan data dengan merumuskan permasalahan dari penelitian. 2.4 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di PT. 4. adapun langkah langkah pengolahan : 1. Pengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian 3.PLN Ungaran Semarang dan data PT. Semua data dikumpulkan dan data satu persatu apakah telah sesuai yang dibutuhkah dalam penelitian ini . PLN APJ Yogyakarta.6.

3.5 Kesulitan -Kesulitan Penelitian Kesulitan - kesulitan yang timbul selama penulis melakukan penelitian dan mencoba cari solusi adalah : 1. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengambilan data yang di butuhkan di tempat objek penelitian ( PT.PLN Ungaran Semarang dan PT.PLN APJ Yogyakarta), yang dapat menghambat tesis ini. Walau kadang ada bagian bagian yang enggan melayani dan cenderung menolak sama sekali

pengambilan data di tempat mereka. 2. Kesulitan mendapatkan buku-buku literatur, khususnya buku tentang pengendalian beban. Dalam hal ini penulis melakukan Browsing lewat Internet 3. Kadang data yang perlukan tidak bisa di dapatkan seketika, sehingga data tidak langsung diperoleh pada saat mengunjungi lokasi penelitian, itu lebih di sebabkan oleh kesibukan Pegawai yang pada saat itu memang sedang sibuk dengan tugas rutinnya. Mengingat lokasi pengambilan data jauh dari tempat tinggal penulis, pihak PT.PLN memberikan alamat email mereka untuk memudahkan data yang diperlukan

39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Berdasarkan tarif dasar listrik yang di anut PT.PLN, maka pelanggan dapat digolongkan dalam golongan sosial, rumah tangga, Bisnis, industri, kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, traksi, curah dan multi guna. Penggolongan tersebut diatas selanjutnya dapat diperinci menjadi segmen pelanggan yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk sektor Bisnis/komersial meliputi : retail toko, kantor, hotel, sekolah, dan sebagainya. Untuk sektor rumah tangga seperti pelanggan besar dan pelanggan kecil. Segementasi pelanggan juga dapat dilakukan berdasarkan batas daya seperti : s/d 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, di atas 2200 VA s/d 200 kVA, di atas 200 kVA. Namun hal ini kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda.

Pola

konsumsi

pelanggan

tiap-tiap

sektor

selanjutnya

dapat

diidentifikasi dengan melakukan pendataan peralatan listrik (end uses) yang digunakan oleh pelanggan seperti rencana, misalnya pada AC, kulkas, memasak, dan sebagainya serta prediksi potensi perubahan penggunaan end-uses dari pelanggan yang akan merubah pola konsumsi pelanggan. Masing-masing grup pelanggan akan mempunyai pola konsumsi pemakaian listrik yang berbeda satu dengan lainnya berdasarkan waktu penggunaan listrik mereka. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga yang menggunakan peralatan end uses

40

seperti penerangan, peralatan memasak dan kulkas lebih banyak menggunakan energi listrik di waktu malam. Sektor komersial pada umumnya menggunakan peralatan end uses pada siang hari, dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY defisit Seperti pada gambar 4.1 terlihat beban tidak merata mengalami

4.2. Analisis Data Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, akan dihitung besarnya pergeseran beban setelah pengalihan waktu konsumsi dan kemungkinan pemberian insentif maupun kompensasi yang diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening kepada pelanggan pelanggan golongan B3, I2, I3, I4 dan P2 , berdasarkan surat Edaran Direksi PT.PLN No.0013.E/DIR/2005 dan

No.016.E/DIR/2005. Akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Kebijakan ini diorientasikan untuk menghemat energi. Sebab PLN adalah pengguna bahan bakar solar terbesar di Indonesia. Bentuk konkretnya, PLN menyarankan agar pelanggan golongan di atas bisa mengalihkan waktu pemakaian energi listrik di luar waktu beban puncak. Kalau selama ini pemakaian listrik terbesar mereka antara pukul 18.00 - 22.00, disarankan digeser tengah malam hingga dinihari, atau pagi sampai siang hari

41

01727/532/DDPKP/2005 tanggal 1 April 2005 Tentang Transfer Tenaga Listrik (PSA / Power Sales Agreement).LWBP 2 : 18.LWBP 1 .0 0 0 1 6 .00 s/d 22.0 0 0 2 2 .4.00 (Rp.0 0 0 2 6 .0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 :0 :0 0 0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 0 3 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 7 8 9 6 0 1 0 1 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 5 2 24 :0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 Jam Gambar 4.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta.0 0 0 KW 2 0 . diberlakukan harga energi dengan 3 komponen tarif : .2.WBP . 309/kWh) G R A F IK P E N G G O L O N G A N T A R IF BERD AS AR K AN PSA 2005 2 8 .1 Kurva beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 Pengendalian beban dengan cara menggeser /mengalihkan beban pelanggan dari WBP ke LWBP didasarkan pada laporan perjualan Aliran Listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan IV PT.1 Hasil Pergeseran Beban Sesuai dengan Surat PLN Pusat No. 200/kWh) : 06.0 0 0 W BP LW BP1 LW BP2 2 4 .0 0 0 1 4 . LWBP1 42 .0 0 0 1 8 .00 s/d 06. untuk tujuan perbaikan faktor beban di sisi Distribusi.00 s/d 18.00 (Rp.00 (Rp. 434/kWh) : 22.

00 s/d 11.00 = 3 jam = pemakaian energy 11.00 = 3 jam = Pemakaian Energy 05 s/d 06 = 1 jam = pemakaian Energy Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 3 jam 3. dari tengah malam hingga pagi. Rumah Tangga. LWBP 1 : 22. dan Bisnis.00 s/d 22. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. LWBP 2 : 06. Rumah Tangga. dari sore hingga malam hari. WBP : 18.00 (Rp.00 = 3 jam = beraktifitas kembali 16.00 (Rp.00 s/d 05. dari pagi hingga sore hari.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 s/d 18. 200/kWh) = 8 Jam.00 s/d 16.00 s/d 08. pada umunya untuk aktifitas kehidupan dan rumah tangga 22. dan Publik 06. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. pola konsumsi listrik sebelum pergeseran ( Gambar.Berdasarkan pengamatan kurva beban sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .00 = 2 jam = waktu Istirahat 02. Pemakaian penuh selama 4 jam 2. Bisnis.00 = 2 jam = istirahat 13.00 = 2 jam = Pemakaian energi 00. Sosial.00 s/d 13.00 s/d 06. Sosial.00 s/d 02 . 434/kWh) = 4 Jam.2 ) adalah : 1. 309/kWh) = 12 Jam. 00 s/d 00.00 (Rp.00 = 2 jam = pulang dari beraktifitas 43 .00 s/d 18. Industri.

774.0 Kerja 2.713.000.4 1. 7 2.165.2 2.000.032. Pemakaian energi pada waktu LWBP 11 jam.160.951.7 1.7 2.4 1.569.9 1.1 2.000.5 2.432.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.000.446.000.6 2.114.0 8.4 740.78 Natal ( MW ) 64.1 903.0 2.267.584.73 Tahun Baru ( MW ) 60.000.8 1.0 1.250.91 69.5 1.0 1 0.9 1.83 Idul Fitri ( MW ) 55.0 0: 1:30 1:00 2:30 2:00 3:30 3:00 4:30 4:00 5:30 5:00 6:30 6:00 7:30 7:00 8:30 8:00 9:30 9 00 10 :30 10:00 11:30 11:00 1 2:30 12:00 13:30 1 3 :00 14:30 14 :00 1 5 :30 15:00 16 :30 16 :00 1 7 :3 0 1 7 :0 0 18:30 1 8:0 0 1 9 :3 0 19:00 20:30 20:00 21:3 0 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.9 1.979.058.345.8 1.5 1.1 Beban Sebelum Pergeseran Hari Minggu Tahun Kerja ( MW ) ( MW ) Beban Max Min Beban rata -rata/hari Faktor beban/hari (%) 76.67 Kurba Beban Harian Siatem Jateng & DIY Tahun 2004 Sebelum Pergeseran Waktu Konsumsi 1 2. istirahat 9 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam.0 0.2 sebelum pengalihan dari WBP ke LWBP 44 .0 Natal Minggu 4. Tabel 4.006.000.Pada saat LWBP2 Total pemakaian Energy 6 jam dan waktu istirahat 6 jam.

309/kWh) = 11 Jam.00 s/d 12.00 s/d 16.00 = 3 jam = pemakaian energi 16.00 s/d 21.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08. Rumah Tangga. istirahat 8 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam Dari pergeseran waktu konsumsi tersebut terlihat penghematan energi selama 24 jam menunjukkan angka yang cukup signifikan.00 = 2 jam = pemakian energi Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 4 jam 3.00 (Rp. dan Bisnis. Sosial. LWBP 2 : 06.00 s/d 04.00 = 4 jam = pemakaian energi 12. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan.00 s/d 06.00 = 4 jam = jam istirahat 04.00 s/d 17. Pemakaian penuh 4 jam.00 s/d 13.00 = 3 jam = masih melakukan aktfitas 00. 200/kWh) = 9 Jam. LWBP 1 : 21. tapi pemakaian energi dikurangi 25% 2. 434/kWh) = 4 Jam. 21. Kalau pada hari kerja kita ambil 45 .00 (Rp.00 s/d 06. 06.00 s/d 08.3 ) adalah : 1. dari sore hingga malam hari.Setelah pergeseran waktu konsumsi ( Tabel 4. WBP : 17.00 (Rp.00 s/d 17.00 = 1 jam = istirahat 13.00 = 1 jam = saat pulang dari beraktifitas Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 7 jam dan waktu istirahat 4 jam Pemakaian energi pada waktu LWBP 12 jam. 00 s/d 00.

2 63. pada waktu LWBP ditambah 2% selama 12 jam waktu pemakaian.0 Tahun Baru ( MW ) 700.8 1.56 1.86 2.442.4 69. maka selama 24 pemakaian energi pada waktu WBP dikurangi 25% dari beban pemakaian sebelumnya.07 1.9 46 .2 912.5 Min 1.9 55.7 1.5 1.9 1.68 1.91 2.4 13.0 14.242.3 1.8 741.5 Beban rata – rata/hari 1.1 Faktor beban/hari (%) 2.341.4 1.860.3 Besar pergeseran Tahun Beban Max Min Beban rata – rata/hari Faktor beban/hari (%) Penghematan/hari Hari Kerja ( MW ) 886.99 2.000.contoh persentase penghematan.5 59. Sisa Pengurangan 1% selama 12 jam = 30% perbulan Tabel 4.5 0 18.032.18 165.104.247.7 -0.1 64.9 Natal ( MW ) 752.157.567.5 60.0 54.2.881.4 1.7 1.Beban Setelah Pergeseran Hari Tahun Minggu Natal Idul Fitri Tahun Kerja Baru ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) beban 75.58 1.9 2.80 2.74 Tabel 4.4 55.0 49.114.11 146.4 0 15.21 177.3 Mingg u ( MW ) 819.17 189.580.9 1.404.14 146.6 -9.46 1.924.1 Idul Fitri ( MW ) 651.724.6 0 17.1 Max 2.203.896.

0 10.2.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP 4.0 0. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk penghendalian beban Kompensasi dan insentif diberikan kepada pelanggan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan bila pelanggan bersedia dikurangi bebannya pada saat diperlukan ( WBP ) namun pelanggan bisa juga terkena disentif apabila pemakaian melebihi yang disyaratkan.500/kVA/bulan = 42.000.000./TM > 200 kVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.3.Kurva Beban Harian Sistem Jateng dan DIY setelah pergeseran beban 12. Untuk S.2.000.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta dengan beban yang dikurangi pada saat WBP masing – masing 25% dari beban Total Konsumsi.000.000.0 Kerja 2. Sample perhitungan menurut transfer energi listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan III PT.0 Natal Minggu 4.000.0 8.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam 47 .0 0 1:30 1:00 2:30 : 2:00 3:30 3:00 4 30 4:00 5:30 : 5:00 6:30 6:00 7 30 7:00 8:30 : 8:00 9 30 9:0 10 :30 1 :0 0 10:30 11:00 11:30 2 12:00 13:30 13:00 1 :30 14:00 14:30 5 15:00 16:30 16:00 1 :30 17:00 17:30 8 18:00 19:30 19:00 2 :30 20:00 20:30 1 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4. ( Lampiran 8 ) 1.

2.210 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan Novembe 2004 adalah sebesar = Rp 260.361 = Rp 12.168. untuk S.2.140.526 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 263.Kompensasi : 4 X 3.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 339.3 Komersil = 1.5% ) Rp 42.526 KWH – 263.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1 X 434 /KWH = 868 Rp/kWH K : Faktor Perbandingan antara harga kwh WBP dengan harga kwh LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat.936 + Rp 16.142.3 Murni = 1 dan S.17 Jumlah Insentif : ( 339.262 48 .240 KWH ) X 25% X ( 100% .326 = Rp 16. Untuk Region Jateng dan DIY k = 2 P : Faktor Pengali.069 X 24 X ( 100% .240 KWH Biaya pemakaian S.2.403.5% ) Rp 868 = Rp 16.553 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .

5% ) Rp 1. Hasil selengkapnya lihat tabel 4.201.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam Kompensasi : 4 X 2825 X 24 X ( 100% .2.096 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .365.044.365.016 = Rp -56.200 KWH ) X 25% X ( 100% .600 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 308.361 = Rp 11.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1.200 KWH Biaya pemakaian S.2.500/kVA/bulan = 42.164.17 X 434 /KWH = 1.096 + Rp -56.600 KWH – 308.016 Rp/kWH Jumlah Insentif : ( 80.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 80.5% ) Rp 42.4 49 .3 Komersil > 200 KVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.2.140 = Rp -45.. Untuk S.201.140 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan November 2004 adalah sebesar = Rp 11.2.

000 1.000 9.200VA >2200VA s/d 200K S.625 2.II Blok I.200VA B.4 PSA Setelah Pergeseran waktu konsumsi GOLONGAN TARIP 1 S.100 12.300.860.II.376 43.700 21.539 4.340 857 1.600 5.095.600 37.096. II.070 1.3.810 66.600 1.210 4.450 173.2 >14 kVA s/d 200 kVA I.069 2.969 293.3 >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam I.300VA 2.013.600 22.841 1.III Blok I.365.680 23.400 21.408 16.200 VA R.000 11.900 144.284 15 20 15.865 1 6 7 274 4.III Blok I.360 1.270 37.II.591 90.893 Blok I.II.407) Diskon 10 28.III Blok I.981 124.308.529.056 72.165.004 5.079 632 43.876 5.Tabel 4.086) (20.365.218.147.000 4.1 450 VA 900 VA 1.325 Blok I.357.200VA I.093 55.140) (20.320.455.308.978.900 16.II Blok I.079.389.II Blok I.214 1.168.2 > 2201 s/d 6600 VA R.074 16.096 53.701 332.792.742.125 Rp Disentif 9 (56.724 433 1.841 9.586 434 396 23.587.174 27.000 KVA Yang dikurangi 4 847 948 436 471 5.553 11.II.696 - Jumlah R B.II.154 28.693.114 4.100 28.358 4.4 >30.340 3.965 972 109.673.897 346 621.III Blok I.530.III Blok I.205 6.300VA 2.600 1.426 3.502.993.1 450 VA 900 VA 1.150 149.097.600 VA Blok I Blok I.454.2 > 2201 s/d 200 kVA B.500 438.256 113.3 > 6.301 1.860 354.211.732.943 33.086) (66.336.II Blok I.024 9.000 56.273.364 30.435 14.820.483 3.786.888.200VA >2.003 KWH LWBP 5 3.300 VA 2.1A 450 VA R.899.433 6.571 Insentif 8 16.608 140.446 65.201.803 166.1 220 VA S.992 16.1 450 VA 900 VA 1.228 2.864 28.705.302.196.324.564.269 5.II Blok I.002 35.931.100 35.100 18.233 1.732 12.202.III Blok I.III Blok I.691 5 33 39 700 47.373.397 14.315.211.152 17.224 1.822 56 23.275.738.719 985.3 > 200 Kva S.II Blok I.683 135.394 26.158 22.885.320.407.000 115.763 28.170 13.II.II 4 17 13 116 258 11 33 Daya (VA) Tersambung 3 3.792 20.607.014 37.673.379.819 8.II.550 111.140.139 3.II Blok I.440 2.346.763 13.612 384.825 14.667 4.605.152 215.400 56.170 22.870 Kompensasi 7 1.174 15.900 6.800 15.600 56.758 1.000 kVA 50 .700 3.798 351.050 142.236.210 16.810 77.II Blok I.449 10.781 5.775.140) (56.3 > 200 kVA Jumlah B I.II Jumlah Pelanggan 2 7.000 20.332 47.II 3.504.958.231.200 3.455 5.300VA 2.940 67.2 450 VA 900 VA 1.675 4.766 1.810 354.400 WBP 6 65.Ko > 200 Kva Jumlah S R.245 8.017.500.949 9.III Blok I.929.600 1.140.080 57.411 47.

kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu untuk merebut keunggulan dalam bersaing.407) (8.066.666.991 59.375 2. Dari hasil analisis terdapat keuntungan penghematan atau efisiensi transfer energi sebagai akibat pergeseran waktu Konsumsi dari WBP ke LWBP. namun demikian ada harga yang harus dibayar oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY APJ Yogyakarta sebagai dampak dari pergeseran beban tersebut dari sisi 51 .453 18.754 23.450 24.650.100 4.822.223 (763) 20.671 3.136 5.396 257.303 3.300 VA 2.970.354 693.000 415.200 VA P.262 544.254.239.494 14.755 295.424.978 173.3 Pembahasan hasil Penelitian Dalam dunia yang penuh persaingan dewasa ini. Jika dihasilkan barang dan jasa yang harganya mahal.137 125.757 338.354 1. pelanggan akan berpindah pada penyedia barang atau jasa yang lebih murah namun sama mutunya.008 7.2 P. karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.175) (8. maka pelanggan akan kabur.258 230.471 24.900 188.052 663.000 8.545.912.664.200 283.509 (66.Jumlah I P.607.258.175) (151.700.415. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak.500 364.1 450 VA 900 VA 1.105.584.975 541.591 62.254.096 51.798 807 684 1.450 1.001.3 Jumlah P Total >200 kVA 452 420 315 280 189 538 7 1.200 VA >2.045.750 47 71 91 104 2. Jika dihasilkan barang dan jasa yang tidak bermutu.581 82.682.299 47.731 31.028 112.073 6.961 4.808) 70.175 2.800 9. Untuk menentukan kepuasan pelanggan diperlukan data yang menggambarkan lima faktor lima dimensi jasa yang diwujudkan dalam bentuk harapan dan kenyataan.747 8. Sistem pentarifan agaknya perlu dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan.546.

maka setelah pergeseran 75.058.91 %.pendapatan operasi yaitu berkurangnya penjualan energi listrik pada WBP dengn tarif lebih mahal bergeser ke lebih murah pada LWBP.881. sehingga dalam 1 hari penghematan 177.7.7 MW dengan faktor beban 2.21 % 52 .dengan faktor beban 1. . Dengan perkiraan pergeseran beban dari Gambar 2.3 MW. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 dan data pada lampiran 1.99 %.4 MW dan faktor beban 2. didapat besar energi yang akan dialokasikan sebelum pergeseran untuk hari Kerja saja dalam 1 hari sebesar 76.

Melalui pengendalian pergeseran beban. Pengaturan beban disisi konsumen sangat bermanfaat baik dari sisi konsumen. Pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan 2. walaupun pihak penyuplai daya harus mengeluarkan biaya kompensasi kepada pelanggan besar. 4. Pengendalian beban dengan mengalihkan sebahagian beban WBP ke LWBP dapat meningkatkan efisiensi harga pembelian listrik pembangkitan dan penyaluran. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. perusahaan listrik maupun pemerintah. 6. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat dismpulkan antar lain : 1. Salah satu strategi pola konsumsi yang dilakukan adalah dengan mengatur pemakaian listrik seperti dengan mengurangi pemakaian di malam hari dan memindahkannya pada waktu siang hari atau pagi hari. sedikitnya bisa mengatasi masalah sumber dan cadangan energi nasional yang semakin terbatas dan mahal.1. Kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda. lima Dimensi tersebut 53 . 3.BAB V PENUTUP 5.

masyarakat (khususnya kalangan industri dan rumah tangga) diharapkan partisipasinya mengendalikan pemakaian energi tersebut.meliputi : Responsiveness ( Ketanggapan ). maka disaran kan : 1. Reliability ( keandalan).00 – 18.00 WIB). maka defisit listrik dari satu pembangkit bisa secepatnya didukung oleh pembangkit lain. Emphaty ( empati ). Untuk mengatasi krisis energi listrik. kerja sama dua sisi yakni produsen dan konsumen sangat diperlukan. PLN dituntut untuk menyediakan kecukupan pasokan listrik.00 . 3. Sedangkan selaku konsumen.2. sehingga timbulnya kesadaran pelanggan untuk mematuhi pemakian listrik terutama pada Waktu Beban Puncak (pukul 18. Sebagai produsen. Pihak Penyedia energi agar terus mensosialisasikan tentang hemat energi . Diharapkan suatau Perencanaan yang sistematis dan jadwal yang ketat atas pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik.00 ). Maka.22. dan mengalihkan pemakaian ke Luar Waktu Beban Puncak ( Pukul 22. Tangibles ( bukti langsung ) Assurance ( Jaminan ) dan 5. Namun dapat menikmati kualitas pelayanan sebagaimana biasanya 2. Dengan demikian. bila semua pembangkit terpelihara dengan baik. Saran Sehubungan dengan masalah pengalihan beban pelanggan dari WBP ke LWBP . Kecukupan pasokan daya listrik agar sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik 54 .

1994. Kotler P dkk. Manjemen Pemasaran di Indonesia. 2003. Inc. Tentang Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. Teknologi Sitem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis Scada.DAFTAR PUSTAKA BerayanMunthe. Fakultas Teknik UGM. IEEE Power Egineering serie Mohamed E. 2004 “ Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Prov DIY 2004 “ Geoffrey Rothwell. 2005. Electricity Economics. Tesis “ Studi Kinerja Jaringan Distribusi dan Prakiraan Pertumbuhan Beban “. M. Operasi Sistem Tenaga Listrik.E. Marsudi D . Keputusan Menteri ESDM Nomor 3032K/46/MEM/2001. Kantor Pusat PT. Jakarta: Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral. 1995. Teknik Elekto Bonar Panjaitan. Singapore. “ Statistik 2002 PT. 1990. 1999.El – Hawary Gonen. regulation and Deregulation. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers.PLN ( Persero ) P3B.PLN ( Persero ).2003. 1986. Balai Penerbit dan Humas ISTN PT.PLN. Electrical Power Distribution System Engineering. T. International Student Edition. Prenhallindo El-Hawary. 2001.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. McGraw Hill Publishing Book Company. Jakarta. Salemba 3Empat . Jakarta 55 . Electrical Power System.

PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta Rangkuti F. 2005. Sulasno.PLN ( Persero ). 2003..PLN ( Persero) 2005. “ Laporan Tahunan PT.PLN ( Persero )P3B Region Jateng dan DIY Tahun 2004 “.WD. Tegangan Standar.PT. MSEE Standar Nasional Indonesia.PLN ( Persero ) Disjateng dan DIY dengan system Kompensasi Biaya “. “ Statistik 2004 PT.PLN ( Persero ). “Laporan Beban penyulang hingga September 2005 Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta “ . Distribusi Tenaga Listrik. 2005. Tesis “ Pengendalian Beban pada Distribusi Tenaga Listrik PT.PLN ( Persero ) P3B. 2005.co. Analisis system tenaga Listrik.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. Emeritus North Carolina State University. P3B Jawa Bali Region Jateng dan DIY PT. Stevenson Jr. Jakarta PT. Kantor Pusat PT. 2006 “ Measring Customer Satisfaction.PLN ( Persero ). “Statistik 2003 PT.id electrical 56 . Jakarat Rudy Styobudi. PT. Jakarta PT.1983.pln-jawa-bali. Kantor Pusat PT.PLN ( Persero ) P3B. 2004. Profesor of Enginineering.Gramedia Pustaka Utama. P. Badan penerbit Universitas Diponegoro ( UNDIP ) Semarang. 2001. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. www.T.

332.9 1.3 1.432.6 2.0 1.958.119.774.4 1.641.1 1.339.4 1.037.0 931.5 1.405.4 740.416.435.572.0 948.038.7 837.933.186.424.569.3 1.332.081.3 952.359.2 2.065.4 1.7 1.8 1.5 913.900.9 741.045.7 1.7 1.012.053.468.7 1.050.8 Idul Fitri 1.935.242.237.078.8 1.3 1.519.1 1.777.4 1.4 1.4 1.169.933.7 1.867.5 1.8 1.233.456.6 851.3 2.482.249.024.3 1.031.0 2.1 1.4 771.621.0 1.5 1.586.090.510.5 1.951.059.360.124.5 1.242.2 1.6 791.5 1.1 2.857.951.084.2 1.416.056.5 1.250.765.4 1.6 1.8 1.8 1.8 1.095.9 1.6 1.4 778.032.9 1.5 1.1 1.089.771.267.326.859.7 1.0 1.1 956.120.8 1.7 2.468.3 1.3 1.1 1.6 948.139.884.937.3 1.153.571.4 2.033.120.2 1.9 1.8 931.528.0 2.165.4 1.604.316.0 1.4 1.358.390.1 1.8 942.1 1.214.329.7 751.685.LAMPIRAN 1 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 1.063.404.9 1.271.6 1.5 1.4 1.0 1.320.3 802.5 1.1 1.4 Minggu 1.797.5 1.405.470.3 988.9 1.7 760.9 1.713.8 Tahun Baru 1.661.7 1.6 740.4 1.3 1.283.9 55.774.8 1.000.2 1.274.284.7 1.5 744.5 1.8 741.035.2 2.8 1.8 771.4 1.7 1.0 1.034.1 1.0 1.093.7 1.779.564.5 1.9 942.545.165.4 1.7 1.7 1.2 1.2 1.145.570.019.5 761.8 1.032.6 1.7 751.5 751.137.466.9 1.039.0 1.307.374.5 1.4 1.7 1.742.5 2.8 778.433.4 1.3 1.9 2.7 2.401.2 1.0 1.1 931.866.142.490.000.058.4 1.1 1.4 1.120.8 751.1 1.4 1.3 1.032.710.713.620.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .8 1.1 929.0 1.7 69.979.231.8 760.8 1.8 1.410.114.301.045.9 1.2 933.976.8 1.035.881.687.637.8 1.8 1.9 1.0 1.6 2.428.569.623.1 1.569.071.752.9 2.6 1.2 60.0 1.8 933.0 1.422.6 1.9 Natal 1.4 1.6 1.324.221.042.1 1.3 1.496.2 76.671.114.7 1.2 1.002.009.238.1 1.045.418.436.577.9 903.120.739.3 1.603.0 1.1 1.218.406.2 751.8 777.4 1.3 1.1 1.3 2.0 1.6 1.9 1.976.063.7 2.6 1.1 1.9 1.7 1.212.3 1.1 926.4 1.026.401.8 1.9 1.424.1 939.4 1.356.9 1.285.8 933.503.4 1.374.979.4 1.2 1.443.0 1.045.280.172.0 1.650.233.7 1.293.409.058.0 1.1 1.346.5 1.0 2.839.6 1.9 1.368.9 943.9 64.7 1.9 1.9 1.267.546.5 1.581.3 932.4 1.8 1.766.4 1.484.684.350.097.475.4 1.7 1.1 903.310.735.649.2 1.708.7 907.316.022.4 1.006.0 1.7 1.064.3 1.0 1.600.8 1.443.7 1.5 1.2 1.184.2 1.4 1.007.5 973.1 1.412.700.2 1.751.3 1.0 1.6 1.0 1.708.

0 13.6 10.0 49.2 0.4 7.3 20.8 14.0 14.4 15.0 0.0 0.0 0.0 13.0 0.7 15.1 17.6 19.0 0.2 54.0 39.7 12.5 752.1 52.9 14.4 9.3 10.0 0.9 0.0 42.0 0.0 54.2 11.0 0.8 62.8 10.7 49.0 Minggu 0.3 9.0 0.5 13.8 19.0 10.0 40.3 54.0 0.4 7.0 0.0 10.9 651.0 0.0 63.2 52.8 12.0 0.5 10.0 0.6 7.4 10.1 14.7 7.2 13.8 49.0 14.4) Tahun Baru 0.5 49.5 9.0 0.5 0.0 0.0 0.3 9.6 11.0 11.3 9.0 14.0 15.1 13.3 9.7 700.6 13.0 0.9 0.0 0.6 10.7 14.6 59.4 55.7 62.0 7.0 0.4 57.0 0.0 10.4 10.1 9.0 0.6 0.8 16.0 0.0 17.3 10.3 14.1 13.0 9.5 59.3 12.8 13.0 0.2 32.0 0.8 49.9 15.0 0.2 45.1 53.6 (0) Natal 0.0 0.9 15.0 0.0 9.6 17.7 14.1 15.0 0.0 0.6 10.8 18.6 13.0 0.8 0.0) LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban Ket : 0 tidak ada penambahan atau pengurangan beban ( kondisi normal ) .9 10.5 54.0 0.4 10.6 7.2 12.8 7.8 12.1 10.4 7.4 51.8 7.8 55.7 17.0 0.4 17.0 7.6 58.0 0.0 0.0 0.0 0.5 63.5 0.3 9.0 14.0 0.0 16.5 9.2 10.4 55.5 7.7 819.4 14.4 (0.0 49.9 0.3 34.0 0.2 63.1 12.1 886.0 0.0 0.0 10.3 17.0 62.0 0.7 (0.2 13.5 0.0 0.6 54.0 0.5 10.3 18.5 60.8 16.0 0.3 10.0 11.4 16.1 60.0 13.1 13.3 9.1 0.7 54.0 9.5 7.4 10.0 13.3 9.2 13.0 0.7 0.0 12.0 0.3 10.7 12.0 0.4 59.3 0.7 16.0 0.5 60.9 16.0) Idul Fitri 0.0 0.2 60.8 10.1 0.0 0.0 10.5 7.4 12.0 0.8 17.1 13.8 50.1 10.1 47.0 15.0 29.1 45.7 15.0 26.6 (9.7 0.0 0.0 0.8 42.6 52.LAMPIRAN 2 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 0.2 11.5 0.4 14.0 12.2 62.1 47.2 0.0 0.8 15.2 49.

022.4 1.032.2 943.0 1.546.332.224.2 1.724.139.045.4 1.063.6 1.5 1.8 1.4 2.466.0 1.8 1.3 75.661.6 1.724.477.7 1.9 1.019.2 Tahun Baru 1.2 758.7 1.9 2.882.360.5 1.6 2.029.9 1.007.702.860.081.9 1.9 1.2 1.2 1.032.2 1.4 64.342.0 1.1 1.3 1.728.3 1.131.012.2 1.623.3 1.244.031.104.7 1.0 1.896.069.765.703.203.574.5 1.813.544.5 1.885.238.8 942.073.101.0 1.6 1.104.1 1.339.1 1.9 1.036.2 1.4 1.3 1.5 1.650.3 759.035.9 2.1 1.013.1 1.739.8 1.847.6 998.2 1.569.1 1.044.1 913.388.332.049.7 1.3 1.857.9 1.8 1.5 922.4 1.616.056.9 1.107.159.9 1.1 1.3 1.7 1.179.401.9 1.418.8 1.050.7 1.4 1.033.1 1.9 1.7 1.8 1.591.4 1.1 1.4 MAX MIN 2.410.505.4 1.8 1.089.426.443.114.5 786.2 1.1 917.7 1.2 2.323.0 1.142.8 Idul Fitri 1.3 1.7 1.545.619.424.5 1.085.5 1.6 1.5 939.9 59.4 1.2 768.8 1.1 1.6 1.2 2.5 1.390.401.0 1.9 1.456.7 1.293.359.104.0 1.1 1.306.449.567.9 778.246.5 744.2 1.092.7 1.1 1.5 1.6 1.2 953.996.7 1.9 1.024.924.7 741.7 1.7 1.1 1.0 1.060.2 1.0 769.896.3 1.285.9 1.6 759.287.9 1.1 1.4 1.271.084.3 941.369.3 1.878.060.5 912.4 1.152.688.7 1.717.490.184.685.588.4 1.881.3 1.3 1.0 2.498.187.7 837.0 1.2 1.2 1.314.1 751.404.4 771.8 1.7 1.364.2 1.387.2 1.4 1.1 1.419.064.9 1.704.5 1.4 1.007.233.6 1.8 779.073.649.2 1.381.4 Minggu 1.620.2 1.2 1.3 1.8 2.3 942.169.3 802.1 1.920.6 1.0 2.320.000.0 1.924.137.4 768.831.358.184.436.4 1.LAMPIRAN 3 Kondisi Total beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Setelah Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 Kerja 1.032.296.6 1.203.5 1.392.066.8 1.660.571.484.8 1.1 957.3 1.9 1.120.580.424.881.621.9 1.717.055.4 1.7 1.360.3 1.461.033.405.416.329.468.8 1.2 941.8 941.296.3 1.5 759.7 1.000.9 1.8 933.4 2.3 749.747.428.4 1.114.5 973.7 1.383.416.725.788.828.2 1.132.139.1 2.059.1 931.2 2.432.6 785.4 952.752.9 1.0 1.175.9 Natal 1.6 2.3 1.9 1.7 1.3 1.7 1.482.0 1.7 1.458.5 957.9 1.877.6 1.602.406.329.7 1.6 1.4 1.8 2.658.2 1.0 748.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .3 1.8 942.482.333.5 851.5 1.8 1.4 1.585.5 1.8 1.6 791.9 1.730.525.5 1.4 69.7 2.0 912.597.1 2.760.047.045.048.5 935.106.8 55.261.9 1.242.093.424.953.1 1.577.045.586.722.254.9 1.095.8 1.6 1.3 1.6 1.1 956.8 1.9 748.2 1.4 1.903.198.337.637.5 1.7 1.3 1.511.727.5 1.6 1.796.030.339.

406.380 652.000 303. KWH Rp KVARH 10 11 23.425 895.821.822.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.600 437.590 JUMLAH 13=9+10+11+12 152.060.126 229.291.235 1.690.079.195 7.180 437.799.600 VA 3.000 56.823.077.840 15.903.620 96.725.302 118.139.625.826.886.294.394 188.105 1.315 13.257.028.566.620 25.680 1.803 12.994.150.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA Blok I 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.214 3.200 VA Blok I Blok II Blok III R.575 JUMLAH Plgn 3 7.163.980 S.638.120 2.494.816 28.080 691.397.088 2.765.518 4.823 31.620.821.505.600 8.976.764 1.389.200 37.150.200 571.945 1.495 50.725.516.714.297.100 2.064.844.612 384.665 15.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.618.514.055 17.829.397 15 20 15.130 311.225 5.430.420.400 7.387.2 3.555 123.296.105 5.380 2.500 2.502 5.732 810.139.920 1.LAMPIRAN 4 PT.533 231.772.441 492.805 303.440 2.279 1.000 208.308.792.744.152 56.760 6.112.100 320.653.955 226.008.000 1.284 21.757.020.510.340 .235 83.670 56.045 671.310.020 541.389.160 SUPLISI 12 995.410.076.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.1 S.825.161 43.376 149.200 1.350 1.860.952.915 31.237.506.110 2.580.678.598 5.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .587.705.3.047.020.350.400 PEMAKAIAN KVARH 8 BIAYA BEBAN 9 33.745 2.240 308.937.630 1.895 1.491.520 163.522.886.953.676.044.320 355.150 2.738.432.440 14.730 1.137.124.593 1.315.1A R.055 482.275.220 438.994.121 1.275 1.885.566.426.076.157.478.800 13.269 5.616 362.595 40.961.910 60.780 133.551.335 12.230 20.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SEBELUM PENGURANGAN ( WBP .616.565 193.897 346 15.300.571 619.275.004.933 166.903.920 3.904.395 4.000 11.260.441 492.228 1.350 10.257.645 275.982.191.860 1.450 173.022.600 7.286 7.000 42.240 305.105 386.301 126.931.800 6.595 11.500 333.722 37.272 7.200 703.479.139 37.860.529.2 R.996.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 483.597.169 79.700 3.860 1.049.525 125.923 176.342.738.Ko R.397.320.352.400 19.340 1.888.920 263.825 2.418.095 2.300VA Blok I Blok II Blok III 2.505 4.465.040 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.463.095 4.620 10.253.675 5.990 11.680 757.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.097.741 21.961.686 149.296.870 7.885 857 1.275 5.3 S.000 11.397.110 19.035 3.742.650.400 280.323.595 63.327.430 2.120 757.

410 26.340 34.500 364.440 969.249.000 8.695.480 2.303 3.200 3.800 9.000 4.843.600 1.769.890 643.145 264.754.995 - 266.040 1.000 372.780.000 415.2 I.522.335.650.300VA 2.200 280.715.065 20.009.223.325 3.437.414.455 137.354 693.340 34.933 520.660 34.120 19.609.600 30.140 16.851.905 27.345 1.949.900 188.637.525 1.405 231.560 261.192.781 5.240 971.899.180 58.375 180.419.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 621.370 .934.001.180 1.695 291.270 3.807.252.400 4.100 35.780 915.195) 854.3 I.048 4.565 36.550 8.195.200VA >2.006.385 1.860 71.912.200VA I.166 (38.800 3.260 238.562 109.990 398.735.609.280 751.479 7.454.136) 1.331.180 177.194.584.1 Jumlah R 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.210 23.700.828.593.100.949 8.800 4.067.785.219.600 5.880 1.116.200 25.577.587.529.600 5.590 47.800 6.699.875 - 41.105.335 34.687.761.131.060 333.600 116.734.978.151.240 94.084.930.146 6.740 1.198 61.116.415.876 5.240 1.349.695.108 - - 8.585 16.711.779 829.420.000 590.401 396.984.419.000 20.465 1.435.783.863 4.177.345 94.893.200 35.912.659.198 61.2 P.363 26.889.500 (12.513.543.975 40.637.318 6.020 1.362 514.420 623.800 97.549.182.493.250 58.019.527.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 1.579.255 1.343.852.583 111.704.525 58.820.700 21.600 579.803 1.199.526.311.661.555 15.578.177.400 702.410 4.100 28.346 404.950 3.440 2.200 90.540 2.360.402.4 P.274 29.530.900 10.532.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.858.600 3.055 92.040 2.200 283.844.916.037.392 7.780.190 4.105 183.881.000 12.752.921 40.867.970.B.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.3 I.407.480 2.494 63.003.822 56 23.455 297.156.266.434.718.202.785 420 3.935 3.520.471 63.200 368.037.194 1.136) 1.031.216.360 45.515 45.995 26.661.523.255 23.987.383.071 2.048 4.015 76.655 454.530 561.279 422.883 60.690.893 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.545.330 1.468.050 1.500.070 3.320.644.346 502.472.880 17.600 1.600 22.947 277.460 41.415.800 2.932.275 244.952.720 615.610 16.500 1.961 2.900 16.463.240 892.455.025 113.579.263.600 205.752.804 40.457.200 VA P.529.166 (38.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.398.600 (22.830 9.140 148.840 6.990.732.365.860.480 15.620.250 187.621 124.096.754 23.600) 622.300 VA 2.800.239.600 56.391.762 105.163.835 - 97.600 2.000 9.100 138.584.052 663.900 6.955 12.431.226 720.213.700.312.219.982 89.947.944.669 2.074 3.388 917.471.868.300VA 2.358 4.949 4.384.260 26.088 89.991 438.100 4.377.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.480 2.545 244 176 1.607.632.000 115.013.118.000 59.215.089 2.215 B.200 VA >2.950 8.017.611.285 63.

669 2.037.570.174.074.263 1.070 4.141.012.275.966 122.895.375 250.164.057.548 6.215.Ko R.000 56.044.315.706.150 527.495.222.507.1A R.490.497.546 328.872.503.214 3.164 1.721.859.969.849.798.100 857 1.557.365.792.674.359 JUMLAH 13=9+10+11+12 114.619.745.440 1.218.426 62.267.139 37.300.565.3.215 19.569 671.766.678.265.453.445 14.447.759.379 3.554.292.150 27.000 227.421 783.883.880.196 795.995.059 1.481.269 5.650 31.097.924 266.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.500 438.213.597.584.485 145.400 1.635.440 2.006.150 428.3 S.376 149.389 210.693 169.956 6.962.821 3.108.236 10.871 271.2 SUPLISI 12 746.081 369.854.465 72.946 47.430 231.751.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.685.285.428.450 173.100 10.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PENGURANGAN ( WBP .563.362 21.284 21.071 854.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.798 9.896 5.LAMPIRAN 5 PT.390 1.440 2.000 11.079.600 166.990 1.644 93.709 8.257.691 5.300.163.117.579 4.666 30.120.784 2.014.383.003 38.665 329.340 .885 327.706 1.529.281 3.238.450 4.245.041 47.785 489.121 1.500 1.000 4.223 1.462 BIAYA BEBAN 9 25.389.628.600 JUMLAH Plgn 3 7.897 346 621.462.900 PEMAKAIAN KVARH 8 197.823 2.686 23.2 R.303.044.395 - S.220.690.690 1.868.630 11.931.738.200 VA Blok I Blok II Blok III R.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.120 92.600 17.150 1.600 VA Jumlah R 3.557.637.700 3.472.325 15.400 15 20 15.742.673 15.232.501 3.090 1.353.116.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .271.499 11.715.984 206.343.296 289.860.286.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.263 7.090 568.300VA Blok I Blok II Blok III 2.550 31.143.265 406.119 1.472.1 S.885.604 227.483.535 25.193.677.573.950 5.580 11.903 4.848 233.798.035.152 56.978.369.181 156.228.500 503.803 12.927.171 1.464.515.530 42.942.565.683 45.888.308. KWH Rp KVARH 10 11 17.579 19.612 384.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 362.899.871.060 518.835 99.329 1.333 2.989.808.180 229.705.750 8.340 1.800 43.946 4.231 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.145 361.866.863.492.

587.520.500.645.466 93.415.200VA I.270 198.084 47.983.781 5.295 250.000 279.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.633.623 7.437.885 133.100.358 4.430 1.052.200 283.464.000 20.3 I.936.600 56.600 1.300 3.105.149.283.300.420 196.424 27.780 1.929 20.200 2.930 669.900 6.155 1.291 687.394 43.632.625 (9.301.4 P.052 663.100 28.897 3.744.645 53.666 11.157.617.439 12.350 3.988.683.412 73.648.191 917.275.788.787.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.828.455.895.625 1.078.394 31.695.291 69.340 14.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.288 756.950 4.585.161.200) 466.700 153.B.399.376 12.454.587.273.851.027.058 19.102 998.396.430 200.300VA 2.610 1.938 140.826.064.993 298.630 5.839 315 2.571.199.699.050 527.800 9.912.805 910.137.252.695 19.202.001.183.759 70.447.350 5.013.350 73.043.913 6.350 79.105 12.762.079 137.480 2.956 183.514.113.650 755.170.122.754 23.882.500 364.811.000 59.150 210.544 5.382.650.998 1.713 6.135 385.890.080 727.396.708.484.032 - 1.300VA 2.483.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.610 11.790 461.821.341 103.396) 640.732.801.453 2.978.706.490.1 450 VA 900 VA 1.600 5.774.895.308 3.133.022 19.724.017.494 276.700 (17.085 686.820.073.450 87.695 178.700 434.098.847.772 70.991 .708 17.339.894.354.2 I.212 6.528.822 56 23.876 5.767.200 VA >2.136 34.393 3.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.587.408 17.789 1.389.170 540.700.700.206 21.019 85.700 21.991 340.000 415.000 8.585.063.2 P.910 1.000 4.325.053 1.892.992.246 33.456.100 4.280 1.501 1.303 2.278 135.105 111.664.134.031 B.189.593.515.327.115.776 43.303 3.354 693.394.058.315 467.325 103.200 3.3 I.662.561.759 45.342.900 188.000 115.463 2.400 26.893 1.695.853 73.937 30.524.138.064.100 35.394.869.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.761 57.500 442.015 1.637.246 20.599 1.609 5.900 16.816 67.740.200 VA P.299 15.300 VA 2.216 9.545.805.815.587.600 22.668 482.700 22.938 43.430 728.584.401.988.804 173.580 1.480 2.414.460 563.885 1.195.200VA >2.960.350 73.771 218.201 2.371.533.637.000 9.595 83.925 7.313 36.096.075.

864.2 R.325 15.807 JUMLAH 13=9+10+11+12 270.775.688 2.436.254.936.841.877.450 173.694.139 37.762.266 3.936.062 1.389.284 21.078 24.761.380.275.365 2.692 80.2 3.173.077 496.574 73.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .Ko R.600 VA Jumlah R 3.152 56.150 428.243.349.772 10.745.947.833 112.909.933 14.285.405.458 7.910.200 VA Blok I Blok II Blok III R.299.784.931.100 857 1.495.459.069.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PERGESERAN( WBP .902.756 3.390 501.097.749 5.484.848.072.158 13.440.865 1.887 28.163 218.064 236.626 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.780.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.073 9.792.934.465 536.768.987.318.951.899.789.340 1.794.101.125 590.010.200 289.029.303 1.231.436.370 2.376 149.124.925.454 50.222 854.987 45.384.910 6.892 5.446.650 BIAYA BEBAN 9 60.451 100.096.414 8.540 3.105.612 384.370 9.769 776.189.223.188.194 401.500 438.749 233.554 1.044.006 45.700 3.887 129.196 24.009 773.118 6.764 3.043.400 15 20 15.665.742 1.819.000 56.857.265 5.440 1.852.379 4.994.365 4.631 13.778.742 326.029.719.434.770 5.803 12.828.340 .742.169.377 14.755.187.092 20.016.082 487.500 2.915.979 1.416 2.991.245.647.897 346 621.300.640 536.424 PEMAKAIAN KVARH 8 197.545 959.440 152.008 7.064 S.773.434.400 1.627.445.865.376 22.3 S.LAMPIRAN 6 PT.018 75.854 772.794.404.792.451 235.446 9.800 43.769.068.214 3.1A R.531.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.692 4.835.720 2.004 4.584.927.243.600 166.378.545 342.118 2.491 107.834.000 11.040 551.223.333.607 774.324 192.993.300VA Blok I Blok II Blok III 2.705.050.293 1.383 60.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.896 3.337 26.937 112.267 3.3.982 631.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.887 826.529.959 221.315.020 629.696.243.268.728.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 855.505.156 38.365 10.886 90.732 7.369.340.000 4.332 71.157 8.1 S.430.068 121.600 17.016.931.754 1.219 31.154.430 231.371.417 170.888.680.738.050 20.508 369.801.267 35.290.540 18.580.554 66.267.885.580 26.220 1.471 870.269 5.294.012 - SUPLISI 12 1.745 540.376.571.219 683.206 147.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.696 640.384 1.165.482 22.458 5.440 2.071.834 1.397.148.136.180 55.494.301 179.600 JUMLAH Plgn 3 7.167.090 35.939.860.123 1.241.216.621 4. KWH Rp KVARH 10 11 40.541 10.921.073 20.750 11.079.150 1.834.703.616.904.675 12.960 4.663 7.672.717.896 64.318.

838.374.002 2.500.000 415.642 41.103.861 3.901 47.258 33.355 1.480 422.640.144.3 I.308.127 12.342.849.786.126 8.017.066.2 P.000 59.036.402.415.600 5.870 5.389 (38.165.359.249 102.757 136.904 303.756 7.284.692.409 2.600 22.661.301.421.100 35.766 282.929 4.629 4.171 46.978.736 591.001.359 1.682 90.106.329.700.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.368.882 62.640 64.187.495 319.926 4.773 332.139.892 530.480 46.249 74.645.685 51.364.818.719 910.848 29.200VA I.026.202.100 28.896 2.844 14.816.186.871 2.848 262.713 35.462.781.455.856 3.936.654 1.087 1.633.062 206.500 364.678 17.715 846.719 41.188 4.300 1.044.102 998.292 (40.348 6.243.095.918 14.200VA >2.457.354 693.732.160.466.089.849.884 13.875.532.900 6.154.564.292 6.458.990.308.623.611.131 B.545.284 197.796.702 2.661 4.686.033.434 3.179 219.501.594 495.333 3.995 (22.243 190.350 3.470 40.825 430.275.866.036.968 29.414 112.398.432) 1.3 I.415.885 244.992.700 434.572.000 2.236 249 180 1.838 8.064.147 34.B.609.431.899) 1.630.649.434.876 5.096.195 6.772 53.824 1.202 80.606 4.882 62.822 56 23.093 412.166 1.000 115.135 1.238 2.300VA 2.042 126.820.129.364.373 103.200 VA >2.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.579.389 (38.887.144.053.121 573.101.899) 1.272.047 245.745 36.581.303 3.829 6.267.292.147 34.800 9.361 3.668.1 450 VA 900 VA 1.369.260 2.115.000 9.702 704.494 651.694.300.893 1.456 41.991 166.222.754 23.430 1.292 72.089 102.587.452 363.013.600 56.809 404.137 107.284 6.000 8.243.594 84.055 3.058.023 1.069 1.077 468.132.674.358 4.511.795 3.4 P.331.315.991 .097 432.122 10.562 15.454.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.000 20.972 27.629 4.872 48.456.889.653.952.097 409.450.626.790 22.278.490 26.200 283.466.719.290.064.672 5.093 586.199.430 200.026.263 3.370 1.722 92.716.300 VA 2.291 2.610 1.608.900 16.388.600 1.045.782.058.848.200 3.044.860 515.718.2 I.781 5.912.870 4.430.684 200.421 79.791.967 163.700 21.000 4.282.619.392.046.584.028 3.386 12.203.209 314.528.595 29.335) 1.904 62.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.995.133.948.634 5.527.100 4.350 73.700.497.630.527.111 462.462.703 18.718 1.486 158.546 324.412 73.978.723.456 46.179 804.574.201.866.613.726 7.467.760 1.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.772 166.209.900 188.991 106.500.147.052 663.147.958.315 744 6.075 3.516.200 660.201.893.030.921 1.200 VA P.400 13.300VA 2.869 16.935 1.700.888.554 15.097.

250 196.128 4.459.032.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.811.348 851.284 116.798.785 30.697.686 1.362 2.708.586.600 VA Jumlah R JUMLAH Plgn 3 5 7.680 266.366.162 4.532.469 833.784.118 1.913 2.145.067 137.417 3.OKTOBER 2004 Kondisi Awal KWH WBP = Rata .620.884 306.042.237 .887 393.503 215.120.561 10.766 158.730.417 17.823 115.950 423.255 3.107.615 314 604.334.603.110.211.518 339.373.907.186 171.600 420.574 2.144 700.588.605 90.981 2.561 5.528.889.677.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .951 388.726.077.111.489 33.277.278.981 260.042.871 2.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.445 1.526 80.032.856.978 262.734.686 110.561.240 1.867 35.526 434.221 - S.836.645 71.750 1.094 4.651 5.518 187.425 4.358 14.037 1.308 18.699 130.185 15.Ko R.278 175.566 25.875.528 4.892 1.279.284 3.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.444.018 15.605 132.071 142.879.630.340.007 243.958 3.480.300VA Blok I Blok II Blok III 2.024.999.2 SUPLISI 12 297.217 448.416.239 17.997.1 S.658.857 8.975 1.532.983 1.853.262 7.085 257.09 ) BULAN NOVEMBER 2003 .546.497.510.111.012 463.598 388.852.072.994.055.985 77.251.290.736.477 2.499.285.266 116.126 PEMAKAIAN KVARH 8 31.690 31.808.652 16.867.187.795.908 381.457 2.834.556.458 1.586.395 5.566 10.2 R.910 1.082.080.437.735 660.053 957.547 1.3 S.230 121.976 1.707. KWH Rp KVARH 10 11 22.562.660 10.676 41.350 52.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.316.927.857.659.561.853 58.126 103.061 1.501 JUMLAH 13=9+10+11+12 69.456 2.561 7.200 VA Blok I Blok II Blok III R.152.232 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 513 513 444.908 54.964.090 24.761.380 536.433 21.869.440 3.906.882.275 1.159.717.544 145.230 24 8 14.080 253.893 199.987 540.842.665.855.105.073.513 621.709.888 155.069 7.350 6.867 14.489.340 2.709.920.128 49.560 4.535.964 4.217 146.342 18.195.532.074 1.018.780.084 103.542.3.513 622.LAMPIRAN 7 PT.133 6.027 3.438 587.187.533 6.329 2.521.859.257 8.041 729.777.149 52.515.386.211 257.016 23.098 770.186 DAYA (VA) PLGGN 4 1.rata KWH WBP Selama 12 Bulan Terakhir GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.539 35.321 9.655.842 54.500 4.708 54.278.545 411.621.241.015.067 33.202 118.546.887.163.443.673 2.738 296.841.309.1A R.702 BIAYA BEBAN 9 69.614 2.155 3.890 15.147 42.995 27.618.796 42.064.355.853 58.161.526 434.846 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.932 1.764.509.429 11.314 834 1.401.938.310.116 4.546.133 16.082.138.401.307 641.880 9.826.

207 3.471 160.964.500 7.958.738 3.517 32.873 125.573 1.765.358 20.685.747.358.839.982 111.173 2.161.108.963 867.065.094.043.623.744.522.727 100.275 87.815.760.292.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.608.288.207.648 54.668 1.683 2.407 .837 539 3.118 7.651 1.824.016 2.967 3.721.266.400 553.765 494.251.732 6.333.545.569.855 B.951 221.939 232.199.534.250.166 3.111.775.597.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.300 VA 2.649.806.425 356.318 179.150.283 11.455 24.159 99.985 452.250 108.548 11.310 1.463 408.887 2.415 340.166.795.611.728 1.075.351 774.613.425 28.775 39.4 P.213 690.037.033 12.391.963 6.267 52.666 8.978.101.229.756.071 42.330.408 8.027 1.840 149.333 8.041.883.500 481.808 2.244 8.368 904.252.784 4.225 26.932.063 17.900.860 96.305 1.300VA 2.896 2.910 31.186 2.561.230 28.230 165.554.913 5.200VA I.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.050.782.584 317.736 38.135.033 4.245 4.973.450 206.668 3.337 384.395 31.936.686.858 23.867 3.409.594 72.220.392.561 2.794.723.752.619 171.843.700 33.323.380 11.861.118.891 35.892 834.946 32.795.012 921.854 - 352.891.589.494.554.866 16.037.436 3.017 25.248.924.587 2.814.159 73.236 797.828.165.640 4.781 1.927 1.758 9.405 41.509.139.721.338.673.788 63.783 708.644.505 2.250.197 3.024.207 382.570 944.734.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 14 113 262 30 14 453 429 318 274 193 515 7 1.B.935.810.773 22.678.145 249.282.345 1.639 2.758.663 6.867 1.917 34.473.725 8.150.2 I.200 447.604 19.200 VA P.011 1.836.987 25.364.982.365 28.652.083.788.029 94.894 122.036 1.812.418.883.000 7.111.323.300VA 2.687 257.878.812 58.293 116.992 134.508.369 668.273 6.744.200 1.395 66.896 1.127 262.323.340.370.646 2.242.278.843 52.732.429 2.219.483 107.766 166.063 13.345 1.819 857.438 402.002 73.537.198 287.924 38.203 21.583 15.162 516.000 38.812.230 20.665.673.957.867 58.338.044.863.198 1.460 5.809 568.213 286.100 43.219 4.975 21.016.652 47.012 921.200 1.145.039 272.130 6.204 125.233.245 2.732.3 I.976.700.685.480 5.307 2.320 707.800.315.044 91.224.727.200VA >2.463 4.963 58.679.594 72.598 32.911.484 54 23.3 I.097.1 450 VA 900 VA 1.378 1.587 44.300 312.249.860.071 42.150 670.149.983 34.946 291.604 192.305 4.639 289 250 1.551.581.985 393.667 4.210 175.587 44.115 8.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.993 5.612 58.544 428.916.894.305 4.922 645.387 5.640 94.114 101.687.012.360.377.2 P.200 VA >2.217 5.841 14.173.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.753.535.095 1.070.648 43.552.883 173.090 3.085 14.

Demikain atas kesediaan dan kerjasamanya. Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mengenai PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN.LAMPIRAN 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat. saya mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr/I dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini. sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya. Hormat saya Husna Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Sistem Energi Elektrik Universitas Gadjah Mada . saya ucapkan terimakasih.

: ............................................ 10......... Kawasan : ...... Laki – laki b...……………………………………....tahun : ................................ Yogyakarta............................... ...Pinggiran Perkotaan 12.......Perkotaan 2.......…......... Kabupaten/kota 11.... : 1.. Nama Pelanggan 2....KUESIONER PENELITIAN PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN 1............................................ ( nama responden ) .........……………………………........... Umur 5...... Nomor Pelanggan 4.……... UP/UPJ PLN : ..... : . Perempuan : ... Alamat : ........ Jenis kelamin 7........... : ........ ....... Pekerjaan Tetap 6... ............................................................................. .........................…….... Oktober 2005 .......................................... : a................................ Agama 8..............

. 500.. barang electronik. Kulkas b. Berapa batas daya yang digunakan (R-1) a.000 e.000 d.000 – Rp 500...Sebutkan. 8....... 500. rumah.500.. Lainnya Sebutkan.. Mingguan d.... 300. Rp.. Apabila Bapak/Ibu/Sdr/I krang jelas. Pegawai Negeri d.. Rp. Lainnya Sebutkan....000 – Rp 1000.000 c.Sebutkan. Dalam Satu bulan berap kira – kira berapa rupiah pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I? a. Rp. SMA atau yang sederajat d.000 h..000 – Rp 700...... Tadio Tape f..000 – Rp 2. Berapakah Pengeluaran Keluarga perbulan untuk keperluan sehari – hari.. Q1.000 d..... Televisi c. Rp. Anak d. 900 VA c.... Profesional: Dokter.000 c. > Rp 2.. Ibu Rumag Tangga c. a...500.dan perasaan Bapak/Ibu/Sdr/I dengan memberi tanda pada pilihan yang tersedia..700.. Blender i. Rp.. 450 VA b. S2/S3 atau yang sederajat g. jangan ragu bertanya terlebih dahulu.000.sebutkan…………… 3.. pendapat. Rp... 1.... Lainnya. 9......sebutkan…………… 2... Wiraswasta g....... AC/ Kipas Angin l.. Rice Cooker k. Harian b. Magic Jar h..... Lainnya...000 g. 5. SLTP c.....Lainnya .. Apakah Pendidikan Terakhir Bapak/Ibu/Sdr/I? a.. Saudara e...000 f. Berapa jumlah tanggungan keluarga ( Jumlah anggota kelurga yang tinggal serumah dan menikmati fasilitas listrik yang sama )..000 – Rp 1.000 e.. Dispencer g... Rp.dll? a.000 h.000 – Rp 2. Rp.. 7... Video CD d.. Terima kasih... Peralatan apa saja yang dimiliki keluarga Bapak/Ibu/Sdr/I saat ini ? ( boleh diisi lebih dari satu ) a..... > Rp 2..sebutkan…………...000 – Rp 1000... 1....000 b....000 f.000 – Rp 700.. Lainnya..500. Satu b.. Bulanan c....000. dua c... Ibu Rumah Tangga b.. Pegawai Swasta e. c. Kepala keluarga b... 1300 VA d... Sarjana ( S-1 ) f.. SD b. 2200 VA .1000.PETUNJUK PENGISIAN Mohon agar pertanyaan berikut diisi sesuai dengan sikap.Pengacara h.... Sarjana Muda/Diploma e. Dosen/Pengajar 6...000. UMUM 1.sebutkan…………… 4. Rp. Status dalam keluarga ( Lingkari salah satu ) a.... Pembantu Rumah tangga f. Lainnya.. Apa Pekerjaan Bapak/Ibu/Sdr/I sekarang? a.. Lainnya..000 – Rp 1. tetapi tidak termasuk pengeluaran untuk kredit sperti: mobil. Rp......000 b..500.700. Komputer e. TNI f.1000. 300..000. < Rp 300.000 – Rp 500. Bagaimana pola pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I ? a... Tiga d.000 g.... < Rp 300.... Microwave j..

Biaya yang dikeluarkan untuk pasang baru atau perubahan daya( isi salah satu atau keduanya ) Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 3.000 – Rp 50. Rp 300. Metode pembayaran yang Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan : a. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Bayar melalui ATM f. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 4. MENGENAI PEMBAYARAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1.000 – Rp 300.000 h. Petugas PLN Q3.000 f. Bayar langsung melaui Bank d. 3. Spanduk c. Titip pada orang lain g. Rp. Rp. < Rp 20. Biaya Pemakain Listrik Perbulan a. Bayar Langsung ke loket tertentu b. Murah b. Biaya yang dibayarkan tersebut diatas ( lingkari salah satu sesuai dengan pendapat anda ) a. sebutkan………………………. Bayar Langsung ke loket terentu b. Bayar langsung melalui KUD e.000 d.000 b.100.000 – Rp 1. Rp. Lainnya. 20. Lainnya.000. Lainnya.000 g. Wajar c. Rp.Q2. Brosur/Leflet e. Mahal d. Mahal sekali 7. MENGENAI PEMASANGAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c.000 c. sebutkan………………………. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I yang dibayarkan biaya tersebut? Biaya Resmi 1 Biaya tidak resmi 2 jika memilih jawaban ke 2 silahkan lanjut ke Q3 5. Pemasangan baru atau rubah daya ( isi salah satu atau keduanya ) tanggal Bulan Tahun Daya Daya sebelummnya saat ini Pasang Baru Perubahan Daya Kategori perubahan daya tambah tahun kategori PB PD 2. 500. 50.000 e. Bayar langsung melaui Bank d. d.000. Bayar langsung melalui KUD .sebutkan 2. > Rp 1.000 – Rp 500. Metode mana yang sebenarnya ingin Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan untuk membayar listrik a. Kepada siapa Bapak/Ibu/Sdr/I membayar biaya teresebut Petugas PLN Kontraktor Pasang Baru Perubahan Daya 6.000 – Rp 100. Informasi dikantor PLN B. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui tentang Harga Resmi? a.

.. sangat puas sekali Tingkat KEPENTINGAN a.………………………………………. Tingkat KEPUASAN a. puas e..... Lainnya. Berilah nilai pada beberapa peertanyaan berikut sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang Bapak/Ibu/Sdr/I rasakan. tidak puas d........ sebutkan……………………….. Menurut anda periode pembayaran listrik sebaiknya dari kapan sampai kapan?……………………………………. Tanggal berapa anda biasanya Bapak/Ibu/Sdr/I biasanya melakukan pembayaran rekening listrik? …………………………………………. Titip pada orang lain h.. 5.. sangat puas f.. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Sistem Pembayarn rekening ( on – line atau manual ) Pelayanan informasi tagihan dapat dilakukan melalui operator Periode pembayaran rekening listrik Jam pelayanan pembayaran rekening listrik Respon petugas terhadap keluhan ketidaksesuaian tagihan pada rekening Tempat pembayan yang mudah di jangkau Kenyamanan di tempat pembayaran rekening Tersedia nomer urut antrian a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a a a a a a a b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e f f f f f f f f f f f f f f f ..e..Mengenai pembacaan Meter Listrik. Sangat tidak puas c. Sebutkan. Sangat tidak puas c.……………. 3... sangat tidak puas sekali b. sangat puas sekali Q4. tidak 4.. Ya b.. puas e.. No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Penampilan petugas rapi dan bersih Sikap petugas sopan Petugas mencatat dengan akurat ( sesuai dengan yang tertera pada meteran ) Petugas mengisi data kartu di kartu meter pelanggan Pencatatan dilakukan secara rutin Respon Petugas terhadap kesalahan baca meter Petugas menggunakan alat meter elektronik ( alat baca meter yang langsung melakukan perhitungan rekening listrik a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a b c d e f a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f Q5. tidak puas d. Hal yang berkaitan dengan Rekening 1... Alasan menunggak. Bayar melalui ATM g. 2. sangat tidak puas sekali b. …. Apakah Anda pernah menunggak? a. sangat puas f. Pemotongan langsung dari rekening Bank f. ………………………………… ………………………………………………………………………..

.... Lembaran Rekening Listrik g. Mengapa Bapak/Ibu/Sdr/I tidak menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Q8... Ya b... Darimana anda memperoleh informasi tentang program tersebut? a.. Radio d.......sebutkan.... Televisi c.... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah mendengar layanan 123 atau 290123? a. Brosur/Leflet d. Penyuluhan PLN .... Spanduk c. Ya b. Hal yang berkaitan dengan Gangguan listrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9.. Apakah anda pernah mendengar Program hemat energi? a.. Tidak 2... Pernah b. Lainnya. Belum Pernah 2. Pertanyaan Pelayanan ganggaun mudah dihubungi Pelayanan gangguan terbuka 24 jam Petugas sangat ramah menerima laporan gangguan Petugas cepat merespon laporan gangguan Petugas dating melakukan cek dan perbaikan ke tempat terjadinya gangguan Petugas mencatat semua laporan ganngguan Petugas memperbaiki gangguan dengan cepat Jadwal pemadaman Sebab – sebab pemdaman a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f f f a a a a a a a a a f f f f f f f f f Q7. PEMAHAMAN DAN PERSEPSI TENTANG HEMAT ENERGI 1.... Informasi dikantor PLN B.sebutkan………………… 3.. d.. Surat kabar/majalah b. Hal yang berkaitan dengan pelayanan No 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 Pertanyaan Stabilitas tegangan Lama listrik padam Listrik sering padam Daya yang tersedia Dapat menggunakan listrik setiap kali membutuhkan ( tidak sering padam ) Kerapihan jaringan sekitar tempat tinggal anda Pemulihan kerusakan Keamanan jaringan sekitar tempat tinggal anda Kepedulian PLN terhadap kebutuhan pelanggan Kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar a a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f f f f f a a a a a a a a a a Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f F f f f Q9... Petugas PLN e.. Tidak 4..selebaran/spanduk e.Q6. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah menghubungi 123 atau 290123? a.. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f.. Mengenai Pelayanan 123 1. Lainnya.. Apa tujuan Bapak/Ibu/Sdr/I menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 5. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui nomer tersebut? a.

......... Lainnya... Radio d...............................00 ) tarif listrik mahal.... sebutkan .........Untuk menghemat rekening listrik ( biaya ) b...........00 s/d 22........... Lainnya............. alasan ……………………………………………………………………………………………………….……............... Lainnya... Tidak tau 4... Tidak tau d............................ ................00 s/d 18... Apakah Anda mengetahui kalau pada waktu beban puncak ( 18....... ………………………………………………………………………………………………............. Tidak bersedia....00 s/d 22....... ………………………………………………………………………............... Penyuluhan PLN 7.. Saat Kapan anda banyak menggunakan peralatan listrik a...................... Lainnya......... ……………………………………………………………………………………………………... 14.…………………………. kadang – kadang c.. Mengerti..........……………………………………………………………………………………………....... selebaran/spanduk f. Apakah selama ini dalam mengkonsumsi listrik.00 s/d 18... sebutkan ................ e.... c......... Tidak tentu e.. Buruk..... jam 06.. Bagus...... Sejak kapan anda mulai menghemat listrik? Bulan......... Tidak Mengikuti Himbauan tersebut c. Surat kabar/majalah b...............................................00 s/d 06.....................................00) tariff nya murah? a............... b.... sebutkan.........................................…….00 )......................00 s/d 22. ……………………………………………………………………………………...... Tau b........... ………………………..3....... sebutkan.00 s/d 18..00)? Bersedia..... anda sudah berusaha menghemat? a. tidak pernah 6.......... 9.. Pernah b... Darimana anda memperoleh informasi tentang hal terserbut? a.………………… 15......……………… …………………………………………………………………………………………... a.....00 b..... Sekarang sedang disosialisasikan agar menghemat energi waktu beban puncak ( 18...... alasan. …………………... karena . ………………………………………………………………………………………………………………….00 d................... Lainnya............ 13. Televisi c... Apa pendapat anda tentang himbauan tersebut.................... ……………………………………………………………………………………………………………………….... sebutkan ......... Apa alasan anda menggunakan pada jam tersebut? …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………...........................................……….....00 c....... belum 8.. dan pada Waktu luar beban puncak ( 22... Sudah b...... 12.....……. 10........ karena ................................ b....................... Bagaimana Pendapat anda tentang program hemat energi? a..... jam 18........ ………………………………………………………………………………………................. 11.... Mengikuti saran PLN c...... jam 22...... Mengikuti saran orang lain d...... Tidak tau 5............... Apakah Pendapat/komentar Anda kalau listrik sering padam? ………………………………………………………………………………………………. tahun ...... Apakah anda mengerti mengerti maksud dan tujuan program tersebut? a........... Tidak tau c. Apakah Anda Bersedia untuk menggunakan peralatan listrik pada waktu luar beban puncak ( 22.......... tentang . Apakah anda pernah mendengar bahwa PLN mengalami krisis energi atau kekurangan pasokan listrik? a......... Apa alasan anda menghemat listrik? a.. Mengikuti Himbauan tersebut b........

... merasa lebih nyaman c..…….. apakah anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik yang lain? a.. tidak c..…watt …………….... Menurut Anda..Q10. dengan Daya…… …watt 3....... Apa yang mendorong anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik tersebut? ( boleh lebih dari satu jawaban ) a... Ya b........ tidak tau Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki dalam rangka penghematan Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) ..... berupa apa? …………….) . Q11..kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan .. Jika Ya..... buah... sebutkan ……………………………………………. Setelah menghemat listrik....)Rp ………..... Ya b.. 4. dengan Daya……….. buah..sebanyak……. semata – mata untuk memenuhi kebutuhan b.. Apakah peralatan yang anda gunakan tersebut tergolong peralatan yang hemat energi? a.... KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SETELAH MENGHEMAT ENERGI LISTRIK 1..sebanyak……. Tidak 2........... KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SEBELUM MENGHEMAT ENERGI LISTRIK Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan ... lainnya.

........................ sama saja d............................. Kalau tidak....................... berusaha lebih hemat b..................................... Sebutkan.........Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan ................................................ 3.... EFEK PENGHEMATAN 1.......…………………………………………………………………………… …………....... ………………………………………………………………............……………………………………............................ Lainnya....................... Dengan cara apa anda menghemat energi listrik? . Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I Puas dengan pelayan yang diberikan oleh PLN selam ini? Kalau Iya....................) ............................ bagaimana prilaku anda dalam pemakaian peralatan rumah tangga Yang lain ? a...... Dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penghematan..................... 4..............…… ………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..........)Rp …………….......…………………………………………………………………………………….......... ……………………………………………………………… 5..................................... …………………………................ sebutkan....... ..... ......... .. sebutkan……………………… 2...... Seberapa pentingkah Listrik bagi anda? …………………………........................... Apa Pendapat anda mengenai hemat energi? ......................kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan ................................................................... ………………………………………………………………............. Q12.......... justru lebih boros c.........................

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->