PENGENDALIAN BEBAN YANG EFFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Tesis

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarajana S-2 Fakultas Teknik – Program Studi S-2 Teknik Elektro Minat : Magister Sistem Energi Elektrik

Diajukan oleh : Husna 14787/PS/MSEE/04

kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA AGUSTUS, 2006

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka

Yogyakarta, 4 Agustus 2006

Husna

iii

2 pada Jurusan Teknik Elektro Program Magister Sistem Energi Elektrik.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. T Haryono. selaku ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3. ST.Eng. Soedjatmiko. Ir.Sc.MIEE. Ir. M.D.Sekretaris Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 5. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Selaku Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini.. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik.CEng. disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S .. sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Selama Proses Penelitian ini. Ir. Direktur sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada 2. F Danang Wijaya.Ph. Tumiran. Tesis ini dengan judul “ Pengendalian Beban yang Effekti terhadap kepuasan pelanggan. M..MT. Selaku Pengelola Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 4. banyak pihak yang telah membantu penulis. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammbad SAW neserta kelurga . dalam kesempatan ini pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. M.Sc. iv .

Abang serta Adik tercinta. Bambang Sugiyantoro.6. Staf Pengajar dan seluruh karyawan Program MSEE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada serta Staf Pengajar dan seluruh karyawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 10. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis.teman Mahasiswa Program MSEE angkatan IV 20004/2005 dan Mahasiswa Program S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada. Apabila dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan. PLN APJ Yogyakarta dan PT. MT. 7. Semua Pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian tesis ini. kririk dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dikemudian hari. Ibunda. yang telah banyak membantu dalam penulisan tesis ini 12. Staf karyawan PT. Selaku Pembimbing Pendamping dalam penulisan tesis ini. Ir.PLN Ungaran Semarang 8. Teman – teman kost Gerbang merah Pogung Dalangan Sleman Yogyakarta. Yogyakarta. atas segala bantuannya hingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan 12. Sunandar yang telah banyak membantu kegiatan penulis 13. 11. 4 Agustus 2006 Penulis Husna v . Teman . Ayahanda.

tapi kita bisa berpengetahuam dengan pengetahuan orang lain ( Michel De Montaigne ) Sesungguhnya dunia ini kebodohan dan kesia – siaan. kecuali yang dilakukan dengan niat yang ikhlas. Begitu juga dengan Malammu ( Al Hasan Al-Bahri ) Penulis Persembahkan Karya ini untuk : Allah SWT dan Rasulullah Ayahanda. Abang serta Adik tercinta. vi . Dan keikhlasan ini berbahaya. Semua amalan adalah kemunafikan. Ibunda. karena sesungguhnya. kecuali yang diamalkan. niscaya dia akan pergi dengan memujimu. kecuali tempat – tempat belajar. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya. kecuali manusia memahami di jalan apa hidupnya bakal berakhir ( Imam Ali ) Wahai Anak Adam ( Masa ) Siangmu adalah tamumu. maka berbuat baiklah terhadapnya. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis.Kita Tidak bisa menjadi Bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain. Para Guru. Sahabat dan handaitholan yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian tesis ini. jika engkau berbuat baik kepadanya. maka ia akan pergi dengan mencelamu. Semua ilmu adalah Fakta yang memberatkan manusia.

1.7 Latar Belakang ………………………………………………… 1 Rumusan masalah ………………………………………………6 Keaslian Penelitian ……………………………………………. .xv BAB I...1. PENDAHULUAN 1...5 1..….….……….…….…....6...3 1. 11 Landasan Teori ………………………………………………. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2. 1. vii DAFTAR GAMBAR …………………………………………………. .……….2.4.. 1.1. iii DAFTAR ISI ……………………………………………………. Tinjauan Pustaka ……………………………………………. xi DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………….. i HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………… ii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………… iii KATA PENGANTAR …………………………………………………. 6 Faedah penelitian ……………………………………………… 7.... 12 vii .DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………. 1. xiii ABSTRAK ……………………………………………………………………. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 7 Metodelogi Penelitian …………………………………………. 2.x DAFTAR TABEL ……………………………………………………. xii INTISARI ……………………………………………………………………. 8 Sistematika Pembahasan……………………………………… 10 BAB II.2.…….

.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) …………………………….2. 4.3.2.4.. 33 2.2 2.2.………………………………… 42 viii .5.2.4 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali…………………… 12 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY………….4..4.3.2.3. 23 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY.2 Load Interuptible dan Load Curtailable ………………. 25 Pola Beban …………………………………………………… 25 2.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi ……… 34 2.3 2.2.2.. 35 Rencana Penelitian … ….1 Hasil ….……………………….………… 36 BAB III.4.………………………………………… 20. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.….4. 41 Hasil Pergeseran Beban .………………………….1 2. Bahan Penelitian …………….……………………………….1. CARA PENELITIAN 3.2 2.………………..1 2.2. 3. Hipotesis … ………………………………………………….2.2.2.4.2. 40 Analisis Data .2. …………………….4..Bali ………….. 2.…………………………………………… 37 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data .2 Demand Side Management ………….. 30 2.4.…………………………………………… .2.2.1 3.……………………………. 38 Tempat dan Jadwal Penelitian .2. 3.3. 3.1 Pengendalian Beban ………………………………………….Madura .………….……………………………… 38 Kesulitan-kesulitan Penelitian ……………………………… 39 BAB IV.. 27 2.. 37 Alat Penelitian ….………33 2..2.. 4. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa . 15 Pembangkitan …..

4. 5. PENUTUP 5.2 Perhitungan Insentif dan Kompensasi untuk pengendalian Beban…………………………………………………………47 4.57 ix .3 Pembahasan Hasil Penelitian . Kesimpulan .2.1.………………………………………………………………….…………………………………………… 53 Saran-saran ….………………………… 51 BAB V. ….……………………………………………………… 55 LAMPIRAN .2. 54 DAFTAR PUSTAKA …...….. .……………………………………………..

6.7 Kurva pertumbuhan beban puncak system jaeng dan DIY 3 November 2004……………………………………………….2 .14 Gambar 2. Sebelum Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP…. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY ………….DAFTAR GAMBAR Gambar 1.…15 Gambar 2.18 Gambar 2.…26 Gambar 2.Bali ………………. x .……..2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT. 42 Gambar 4..5 Pengelompokan Pembangkit………………………………………..………………………... 9 Gambar 2.…19 Gambar 2.1 Peta jaringan transmisi sistem Jawa-Madura.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.1 Kurva Beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 ……….3 Peta jaringan transmisi sistem Jateng dan DIY …………………..1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian …….20 Gambar 2..3 Setelah Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP……………………47 .…………………………………………………………..PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004 ) ….PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 …………………………………………..…28 Gambar 4..……… 44 Gambar 4..

17 Tabel 2.1 Tabel 2.16 Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY..PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY ……….5 ..…46 Tabel 4. 46 Tabel 4.2 Tabel 2.3 Besar Pergeseran ………………………………………….16 Faktor Beban PT.17 Tabel 4.1 Beban Sebelum Pergeseran ………………………………….6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .DAFTAR TABEL Tabel 2.…….…44 Tabel 4.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY …………………………………………………………………17 Tabel 2. 50 xi .4 PSA setelah pergeseran Beban ………………………………………... Beban Setelah Pergeseran ………………….2 .…….3 Tabel 2.….…..4 Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY ………………...….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY……………………………………………………... Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.………………..…17 Beban Minimum / Beban Terendah PT.

..64 Lampiarn 7 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban ……………………………….09) Bulan November 2003 0 0ktober 2004. Kondisi Awal KWH WBP ……………….…….………….... 58 Lampiran 3 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Satelah Pergeseran Beban ……………………….….59 Lampiarn 4 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .09) Bulan November 2004 setelah Pergeseran ( WBP – LWBP ) ……………………..… 57 Lampiran 2 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban ……………………….66 Lampiran 8 Kuesioner ………………………………………………………….68 xii ..09) Bulan November 2004 sebelum Pengurangan ( WBP – LWBP ) …………………….….……….60 Lampiarn 5 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ..62 Lampiarn 6 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ....09) Bulan November 2004 setelah Pengurangan ( WBP – LWBP ) ……………….

secara umum disusun oleh beberapa bagian utama. Serta dukungan berbagai departemen terkait. Terutama pada ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan untuk pembangunan segala aspek.INTISARI Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang didukung dengan pemerataan. termasuk pemotongan puncak beban dan pergeseran puncak beban.00 (Rp. Selain itu untuk menjamin pelayanan sistem tenaga listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta. yaitu pembangkit. transmisi/distribusi dan beban.00 (Rp. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya kompensasi bagi pelanggan dan optimisasi untuk pembangkit di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada pembangunan sistem sistem tenaga listrik. dengan berdasarkan pada analisis beban puncak. serta didukung dengan pengembangan energi untuk menjamin kesejahteraan.00 s/d 06. 309/kWh). LWBP2 dan WBP secara harian. perlu dilakukan MoU dengan pemilik cadangan energi/swasta.00 s/d 22. 434/kWh). Hal ini dilakukan untuk mengontrol beban melalui demand side management (DSM). dengan infrastruktur untuk penyaluran energi listrik dengan keandalan tinggi. yaitu LWPP1. Serta perlu dilakukan menejemen dan pengendalian dengan xiii . Analisis ini menghasilkan pergeseran untuk WBP menjadi LWBP yang berdasarkan pada perbaikan faktor daya. LWBP1 22.00 s/d 18. 200/kWh) dan LWBP2 06.00 (Rp. dengan komponen WBP 18.

WBP.menggeser beban puncak WBP menjadi LWBP yang dapat meningkatkan efisiensi. sistem xiv . LWBP. beban. Kata kunci: pergeseran.

434/kWh). The result of this research is shifting of WBP to LWBP based on power factor improvement with components happen periodically WBP 18. Electric power system is constructed by existing part such as power station. LWBP2 and WBP on peak load of daily electricity. load.00 (Rp. available power station and energy stock. WBP. 200/kWh) and LWBP2 06. For serving the power system in Central Java and Jogjakarta. and lines demand This research aimed is to calculate customer compensation cost and optimize power station in Central Java and Jogjakarta based on analyzing LWBP1. it must see MoU.ABSTRACT The purposes of the national electricity are to increase the living society with regular energy supply and provide the continuation of electrical energy. LWBP.00 s/d 06. was done to load control demand side management (DSM).00 s/d 18.00 (Rp. load shifting.00 s/d 22. To support those programs. system xv . LWBP1 22. transmission.00 (Rp. 309/kWh). including peak clipping. valley filling. Besider that Loading management and controlling shifting of WBP to LWBP could increase the efficiency. Keywords: shifting. the infrastructure of electric power system was established with high reliability. lines distribution.

masalah ini terkait dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mempengaruhi pola konsumsi tenaga listrik Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama : Pusat Pembangkitan. 1 . menimbulkan banyak perubahan dalam standar dan pola kehidupan masyarakat. guna mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Pengoperasian sistem tenaga listrik adalah suatu kegiatan usaha untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan antar sistem pembangkitan. transmisi dan distribusi tenaga listrik( UU No 20 Thn 2002 ). Penyediaan tenaga listrik perlu diselenggarakan secara efisien melalui kompetisi dan transparansi dalam iklim usaha yang sehat dengan pengaturan yang memberikan perlakuan yang sama kepada semua pelaku usaha serta memberikan manfaat yang adil dan merata kepada konsumen Peningkatan taraf hidup yang terjadi di Indonesia akibat adanya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan. Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari sistem pembangkitan kepada konsumen.BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan nasional bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi. Perubahan tersebut akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan daya listrik.

optimisasi. yang utamanya ditujukan untuk memperoleh sistem yang aman. bermutu dan bisa diandalkan. dengan mutu yang baik. efektif. distribusi hingga pelayanan pelanggan. Pelaksanaan dan pengendalian operasi yaitu : pelaksanaan dari Rencana operasi serta pengendaliaannya apabila terjadi hal – hal yang menyimpang 2 . Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Salah satu diantaranya dalam bidang pengelolaan sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan. Dalam operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. 1990 ) Untuk pengendalian operasi pada sistem tersebut perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimisasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. Perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu ( Marsudi D. Koordinasi pemeliharaan peralatan. tetapi dengan biaya yang efisien. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi. transmisi. Perencanaan Operasi yaitu : pemikiran bagaimana sistem tenaga listrik akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. b. Pemikiran ini harus mencakup perkiraan dan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban.Perkembangan dan kemajuan dalam bidang kelistrikan terutama dalam dekade terakhir ini cukup pesat. keandalan serta mutu tenaga listrik.

Pihak penyedia Energi tersebut harus berupaya menghargai pelanggan. pemutusan sementara dan pembagian energi secara bergilir tidak dapat dihindari. Namun jika terjadi gangguan. Listrik kini sudah menjadi kebutuhan primer setiap masyarakat. Tujuannya supaya sistem tenaga listrik untuk selalu tetap dalam kondisi normal. 19 maret 2005 ). Analisis Operasi yaitu : analisis atas hasil – hasil operasi untuk memberikan umpan balik bagi perencanaan operasi maupun bagi pelaksanaan dan pengendalian operasi. c.( Republika. kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus kiat pemasaran. maka operator harus segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal. Analisis operasi juga diperlukan untuk memberikan saran – saran bagi pengembangan sistem serta penyempurnaan pemeliharaan instalasi. mulai kewalahan dalam melayani pelanggan dalam hal kebutuhan energi listrik. dimana kualitas energi listrik yang diterima menurun. Ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia. tanpa adanya pelanggan. Untuk perusahaan yang berwawasan pelanggan. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia tunggal energi listrik di Indonesia. Sedangkan pada kondisi normal pembangkitan bisa diatur sedemikian rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. suatu perusahaan tidak akan ada artinya. seperti kata orang pelanggan adalah raja. 3 . Barangkali ada benarnya. yang berimbas terhadap penyuplaian energi listrik ke konsumen.dari recana operasi.

e.Kepuasan Pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antar tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian ( Rangkuti. serta kemudahan untuk dihubungi d. c. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. perlengkapan karyawan dan sarana komunikasi. Emphaty ( empati ) yaitu : rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan. dan memuaskan. Assurance ( Jaminan ) yaitu : pengetahuan. kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari resiko. lima Dimensi tersebut meliputi : a. b. akurat. Reliability ( keandalan) yaitu : kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera. Tangibles ( bukti langsung ) yaitu : meliputi fasilitas fisik. memahami kebutuhan pelanggan. Responsiveness ( Ketanggapan ) yaitu : kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik. Masalah penyediaan energi saat ini merupakan issu nasional yang membutuhkan penanganan yang tepat. Krisis ekonomi yang mengakibatkan 4 . 2006 ).

berbagai perubahan mendasar pada perekonomian dan pola supply demand energi mengakibatkan perubahan signifikan dalam biaya operasi penyediaan energi listrik.pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. yakni penghematan pemakaian listrik (energy conservation). Setidaknya ada tiga sasaran dari program DSM ini. Periode Waktu Beban Puncak (WBP) terjadi dalam waktu yang relatif singkat ( kurang lebih 4 jam ). baik pada besaran daya maupun waktunya yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan. pemangkasan pada beban puncak (load management) serta penggeseran beban dari waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak (load shifting). Melihat begitu mengkhawatirkannya persoalan persediaan daya listrik ini. Pembangkit sejenis ini disebut sebagai pembangkit pemikul beban puncak. Kebijakan Demand Side Management (DSM) yang dilakukan oleh PLN bertujuan untuk mengubah perilaku pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien. perusahaan listrik maupun masyarakat. namun sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Maka operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. Demand side management ( DSM ) adalah solusi yang tepat diterapkan. 5 . Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat.

Seberapa besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP 3. 1. Keaslian Penelitian Studi tentang Pengendalian beban telah dilakukan dan dijumpai pada beberapa makalah dan tesis dengan berbagai metode kajian. Pengendalian beban melalui pergeseran waktu konsumsi dari WBP ke LWBP tujuannnya untuk antisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan tenaga listrik pada saat beroperasi secara normal.2. Penelitian melalui eksprimen dengan metode pergeseran waktu konsumsi untuk mengurangi pemakaian KWH WBP dengan mengalihakan ke LWBP 6 .Dalam tesis ini akan diusulkan salah satu metode dalam pengalihan beban puncak. dalam hubungannya dengan penghematan energi. dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. Namun belum ada penelitian sebelumnya tentang evaluasi Pengendalian beban pada suatu sistem distribusi yang membahas aspek-aspek pengendalian beban yang efektif terhadap kepuasan pelanggan. Tingkat Konsumsi Pelanggan dalam penggunaan energi listrik. 1. Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi 4. Rumusan masalah Dari latar belakang tersebut. Seberapa besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban 2.3.

Faedah Penelitian Dari hasil penelitian studi kinerja jaringan distribusi tentang pengendalian beban yang efektif akan dapat masukan bagi pengembangan pengetahuan mengenai usaha-usaha perencanaan jaringan distribusi. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. berdasarkan aturan pentaripan yang berlaku saat ini. sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara nasional Penelitian ini sungguh sangat berharga khususnya buat penulis sendiri dalam hal penerapan ilmu-ilmu dilapangan dengan menggunakan metode-metode yang sederhana. keuntungan dan kerugian secara ekonomis serta harapan pelanggan yang berdampak pada penghematan energi listrik.5. Mengetahui besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP.1. 3. Mengetahui besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan listrik setelah mengalihkan energi listriknya dari WBP ke WLBP. Mendapatkan besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban dan mendaptakan Faktor . 7 . 1.faktor yang mempengaruhi pola konsumsi 2. sementara pelanggan dapat menikmati pelayananan listrik dengan sewajarnya dan pihak penyuplai daya tidak dirugikan.4.

PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 APJ Yogyakarta c. PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali Laporan tahunan PT. Metodologi Penelitian Metodelogi penulisan yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu : a. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 Neraca 2004 PT. Tahap Pengolahan data Dari data diatas. adapun data tersebut diataranya : Profil beban Sistem JAMALI Profil beban golongan tarif tahun 2004 hasil Survey UGM Statistik 2003 dan 2004 PT.1.6. dari hasil perhitungan tersebut akan disajikan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. Tahap Studi Literatur Teori dan data diperoleh dari beberapa literatur dan informasi pendukung lainnya. maka dapat dihitung berapa besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan selama tahun 2004. 8 . b. Metodelogi penelitian yang ditempuh dapat dilihat dalam Gambar 1. Tahap Pengumpulan data dilapangan Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data di PLN dan informasi lainnya.1 dibawah ini.

1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian 9 .Mulai Permasalahan Studi Literatur Pengumpulan data dan memasukkan data Pengolahan dan Analisis data Hasil Pengolahan data Tidak Persetujuan Laporan Ya Tidak Semua Telah Diproses Ya Selesai Gambar 1.

7 Sistematika Pembahasan Tesis ini ditulis berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. Bab I. faedah penelitian. 10 . serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penulisan tesis ini. Sistem tenaga listrik Sub Sistem Jateng dan DIY. Bab V Penutup menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran. Bab III. Pengendalian Beban. hipotesis dan Rencana Penelitian. Analisis Data. Cara penelitian menguraikan tentang bahan dan data penelitian. tujuan penelitian.1. Demand Side Mangement. Bab IV meliputi : Hasil. Hasil Pergeseran. Tempat dan Jadwal Penelitian. Pembangkitan. Load Time of Use Rates. Pola Beban.Bali. alat penelitian. Tinjauan Pustaka. Pengendalian Beban melalui Insentif dan kompensasi. 4. Kecukupan Pasokan Sistem Jateng dan DIY. Load Interuptible danLoad Curtible. 3. Bab II. Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang yang mencakup perumusan masalah. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa – Madura . yang meliputi : Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali. Landasan Teori. Teknik Pengumpulan dan pengolahan data. 2. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk pengendalian beban serta Hasil Penelitian dan Pembahasan 5. Metodelogi Penelitian dan sistematika penulisan. Keaslian Penelitian.

Agar kualitas penyedian energi listrik tetap terjaga ditentukan oleh keandalan bagian distribusi. mau tidak mau menghemat energi harus dilakukan. harus disadari sebagai tanggung jawab bersama dalam upaya penghematan listrik.294. ( PT. Kapasitas terpasang pembangkit Jateng dan DIY tahun 2004 adalah sebesar 2.50 MW.448.50 MVA atau 1.143. dan kapasitas seluruh trafo 2.00.26 MW.PLN P3B Region Jateng dan DIY tahun 2004 ) 11 .90 MW dan Pembangkit Hydro : 368. Semakin mahalnya Listrik.90 MW.769. karena apabila terjadi gangguan atau kualitas buruk pada sistem distribusi akan dirasakan langsung oleh pelanggan ( Stevenson. sehingga untuk mengefesiensikan pada saat tersebut harga listrik lebih mahal dibandingkan LWBP. Akibatnya konsumenlah yang jadi korban. Program Pangkas Listrik pukul 18. yaitu: pembangkit.80 MVA atau 2. 1983 ). Saluran distribusi adalah yang terdekat dalam melayani konsumen energi listrik. peranan distribusi sangat penting.00 hingga 22.198. daya mampu pembangkit akibat peningkatan permintaan yang lebih banyak dikonsumsikan pada saat WBP. penambahan pembangkit pada WBP merupakan biaya yang perlu diperhitungkan.774.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem energi listrik terdiri dari komponen utama. saluran transmisi dan salurann distribusi. pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak.33 MVA atau 1.83 MVA atau 320.064.16 MW dengan rincian Pembangkit Thermal : 1. sedangkan Beban rata – rata tahun 2004 adalah 2.

Dengan daya tersambung 35.245 MW atau naik 5.Pemakaian sendiri 3-4% .1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali Sistem Jawa Madura Bali merupakan sistem interkoneksi dengan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV yang membentang sepanjang pulau Jawa dan dihubungkan dengan tegangan 150 kV dengan pulau Bali.770 GWh (45.018 GWh (14.9%.050 MW. Untuk tahun 2005.672 dengan beban puncak rata-rata 14. Kemampuan pasokan pembangkit kepada sistem 14.29%).4%). Kapasitas terpasang pembangkit untuk memasok beban sebesar 19.042 MVA dan pelanggan 21. sistem Jawa-Bali sudah dalam kondisi kritis. sektor rumah tangga 27. Penurunan kemampuan pasok pembangkit dibandingkan dengan kapasitas terpasang disebabkan oleh: . Konsumsi tenaga listrik di Jawa-Bali pada akhir tahun 2004 sebesar 78.951.132 GWh (5. sektor komersial sebesar 11.Penurunan kemampuan karena umur (derating) 2-3% . Penggunaan tenaga listrik sektor industri sebesar 35. beban puncak diperkirakan akan mencapai 15.2 Landasan Teori 2.Variasi musim 1-3% jumlah 12 .2.11%) dan sektor Publik sebesar 4.77 %).146 GWh (34.81 %).66% terhadap tahun 2003.Pemeliharaan dan perbaikan pembangkit 12-15% .2.700 MW dengan serta cadangan daya (reserve margin) 650 MW (4.Pada kondisi ini apabila satu unit pembangkit terbesar mengalami gangguan.066 GWh dengan pertumbuhan 9.615 MW dengan daya mampu netto 18.398 MW.

Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk mengantisipasinya. Disamping itu tingginya pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang belum dapat diimbangi dengan pasokan akibat terlambatnya pembangunan pembangkit baru.Cadangan operasi (reserve margin) minimal 5% Jumlah kapasitas terpasang dipasok dari 216 pembangkit yang tersebar di Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power (8952 MW). Idealnya. yang mutlak harus dilaksanakan oleh produsen dan konsumen tenaga listrik Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali juga merupakan sistem tenaga listrik yang terbesar di Indonesia dengan mengkonsumsi hampir 80% dari tenaga listrik yang diproduksi. Peta jaringan transmisi sistem jawa madura bali saat ini seperti pada gambar 2. Solusi utama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah penghematan.2. PLN PMT (858 MW) dan Swasta (3334 MW) yang disalurkan melalui jaringan transmisi sepanjang 18. Disamping itu terdapat pembangkit Captive Power sebesar 6. 13 .1 dan Penggunaan Energi Listrik dapat dilihat dalam gambar 2. PJB (6471 MW).532 kmc. PT PLN sebagai perusahaan pelayanan publik harus menyediakan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi keseluruhan permintaan termasuk beban puncak yang hanya terjadi beberapa jam saja.. pengendalian operasi pada sistem ini akan mempunyai nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik kepada konsumen.110 MW.

1: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Madura Bali 14 .Gambar 2.

95 %) Susut Transmisi/ Transmission Losses 2.34 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 22.276 ( 2.PT.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY Sistem ketenagalistrikan Sistem Jateng dan DIY merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik jawa Madura Bali ( JAMALI ).06 %) Gambar 2.07 %) Di salurkan ke PT.2. PT PLN Distribusi Jateng memilki unit satuan pelaksana cabang.727 ( 0. Klaten.813.219.153 ( 0.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004) 2.137. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unit bisnis PLN di bidang pengusahaan ketengalistrikan di Jawa Tengah dan DIY. dan Cilacap. Muara Tawar 920. Purwokerto.066.308 ( 46.034 ( 97. Salatiga.395 ( 0.229 ( 0. Magelang.23 %) PT.99 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 56. Yogyakarta.419 ( 100 %) PS GI/ Substation Use 62.07 %) Energi tersedia di system/ Available energy in system 92.633.307 %) Distribusi/ Distribution 90.512 (28. 15 . Pekalongan. yaitu Semarang. Surakarta.680. PJB 26. INDONESIA POWER 42. Tegal.99 %) Wilayah XI ( Bali )/ Region XI 311.204 ( 2. Kudus.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.

82 Thn 2004 6. Untuk kepentingan pelayanan pelanggan di DIY di tangani langsung oleh PT.262 6.936 0.066 96.487 122. Sistem ketenagalistrikan untuk wilayah pelayanan propinsi DIY dikelola oleh PT. disalurkan melalui transmisi 500 KV.432.220 Volt ke pelanggan. yang merupakan bagian dari manajemen PT. ke gardu .225 136.067 231.972.1 : Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY Ke PLN Distribusi ( GWh ) Delta ( % ) Thn 2003 11.79 2.99 16 .gardu induk didaerah pusat beban.34 6.188.758.162.2 : Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY Jenis Produksi ( MWh ) Terima dari Region lain & IBT( MWh ) Ke Region Lain ( MWh ) Konsumsi ( MWh ) Rugi Rugi Transmisi ( MWh ) % Thn 2003 5.244. Penggunaan tenaga tahun 2003 dan 2004 listrik dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut : Tabel 2.PLN ( Persero) Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY. yang berkedudukan di Ungaran semarang.731.09 Thn 2004 12. dan 150 kV.685 12.496 11.PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Yogyakarta.393.PLN( Persero ) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Sistem kelistrikan di Jawa Tengah.133 0.999 5. disuplai sistem interkoneksi di Jawa dan Bali dengan pembangkit yang terbesar di kedua pulau ini.71 Tabel 2. kemudian disalurkan dengan jaringan distribusi 20 kV dan 6 kV maupun jaringan 380 .

380.198.267.3 Februari 2004 1456.8 (%) 17 .10 2.1 2004 Hari Kerja Hari Mingg u Hari Natal Idul Fitri Peak Load / Tertinggi ( MW ) 2267.30 WIB 1.4 0.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Tahun 2003 2004 Kenaikan Hari Kerja ( MW ) 2110 2267 7.3 : Faktor Beban PT.040.4 2165.Tabel 2.90 Tabel 2.110.30 WIB 2.4 1032.00 WIB 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Jenis Faktor Beban % Beban rata .7 1774.70 2.4 : Beban Minimum / Beban Terendah PT.8 1979.1 Tabel 2.68 3 Nopember 2004 Pukul : 18.30 WIB April Thn 2004 685.8 Tahun Baru ( MW ) 1911 1951 2.8 740.9 1000.55 24 Desember 2003 Pukul : 19.45 Tabel 2. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.0 Beban minimum Siang ( MWh ) Beban Minimum Beban minimum Malam ( MWh ) 676.7 Tahun 2004 61.6 Idul Fitri ( MW ) 1693 1774 4.00 WIB 1384.rata ( MW ) Tahun 2003 63.60 10.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Beban Minimum 26 Nopember 2003 Pukul : 13.46 2.30 WIB 1.40 7.4 Min Load / Terendah ( MW ) 1114.PLN ( Persero ) Region Jateng dan DIY Beban Puncak Beban Puncak Siang ( MWh ) Delta ( % ) Beban Puncak Beban Puncak Malam ( MWh ) Delta ( % ) 24 Oktober 2003 Pukul : 10.39 15 September 2004 Pukul : 13.247.5.4 Natal ( MW ) 1912 1980 3.6 Pertumbuhan Beban Puncak PT.1 12 Februari 2003 Pukul : 18.

1 I II I II 2 60 16 MVA 1 2 I II 1 1 60MVA 60 60 MVA 60MVA 3 60 30 30 MVA 1 16 2 3 16 60 MVA 2 2 I II I II I II I II ~ ~ ~ ~ AUX 20M VA ST2.3 MVA WBJAN PEDAN I II I II 1 60 60 60 MVA 60 MVA I II 2 3 30 30 30 MVA 1 2 Ngawi / manisrejo SLBRU WNGRI KLATN WSARI 1 BANTL SMANU I II 2 3 30 30 MVA 60 MVA I II 2 I II Keterangan : PP.3 WLERI SLIMA TAMBAKLOROK 2X12. WNGRI Pm t kondisi masuk Pm t dibuka ( Pengaturan ) 1 2 60 20 MVA 2 1 2 30 30 MVA ~ ~ 12.5 MVA I II PMLNG DIENG A A2 A3 AB5 AB1 AB2 B2 1 2 20 30 30 MVA 3 105 MX 105 MX 15 60 MVA B3 B4 2 2 3 1 AB3 B1 AB4 100M X B 1 2 I II IBT-2 IBT-1 500 500 MVA B5 I II I II I II 6.2 GT2.1 ST1.5M VA ~ ~ ~ AA2.1 ~ ~ A14 ~ A15 A16 ~ A17 PKLON SRDOL I II 30MVA 1 I II 16 30 MVA AB13 B13 BB2.PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM JAWA TENGAH & DIY KONDISI NORMAL KLNGU RDRUT KRAPK PDLAM U.2 U.PT.1 30 A10 A11 A13 AUX A A2 A5 AB5 B5 2 56 MVA B6 B7 AB6 AB7 AB2 AB4 B4 B 1 B2 B3 AB3 A3 A4 A7 AA1.2 GT1.3 GT1.5 31.3 MVA 100M X A1 UNGAR PWRDI KDNBO 1 2 I II SYUNG I II TJATI 54 MVA 30 60 MVA ~ ~ KBSEN 16 MVA 30 MVA GARNG TMGNG krian BAWEN KLMBU ~ I II 1 2 30 30 MVA I II 1 JPARA 2 I II mandirancan bandung selatan SDRJO ~ KUDUS I II 25 20 MX 30 MVA 2 1 20 30 MVA 20 MVA 60 I II I I II I II 2 1 30 30 30 MVA 2 3 1 30 16 MVA BRBES SCANG BRNGI 1 60 30 MVA BMAYU WSOBO II SGRAH 30 MVA I II 1 2 20 30 MVA 1 2 30 16 MVA I II 1 2 I ~ U3 U2 U1 MVA 30 2 A5 A4 AB4 AB3 AB2 AB1 B4 B3 B 2 60 30 MVA B 4 B1 AB1 A 1 2 30 30 MVA A1 IBT-1 500 MVA I II AB2 A2 B2 B1 60 60 MVA A3 A2 A1 AB5 A 1 2 30 MVA 1 30 KTNGR 30 16 MVA 25 MX II KLBKL I II 1 20 MVA 3 2 20 60 MVA MVA MNANG I II I II RWALO banjar 2 20 2 30 20 MVA ~ ~ U1 60 MVA I II U2 1 PJKLN GBONG 1 3 60 60 MVA 3 30 20 MVA 2 STARA 16 16 MVA I II LMNIS WATES 1 2 30 30 MVA 60 2 x 25 MVA MX I II customer 30 MVA U1 U2 ~ ~ ~ PLTG CLCAP 1 ~ SMPOR 1 2 30 20 MVA KBMEN PWRJO 1 2 1 2 30 16 MVA 3 20 30 MVA Gambar 2.5 60 60 MVA 25 MX AUX 20MVA ~ 74.0 GT1.3: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Tengah dan DIY ~ ~ 1 1 2 mobile ~ JELOK ~ ~ MDARI 2 sunyaragi 1 2 4 60 30 MVA 2 MVA 3 30 60 JKULO PATI MJNGO I II 1 30 30 I II 2 I II 1 2 30 60 MVA 1 MVA 2 20 30 MVA I II RBANG 1 2 20 30 MVA ~ I II ~ ~ ~ TIMO GJYAN MKRAN BDONO 1 20 60 MVA 2 2 BLORA I II 60 MVA 1 2 KNTUG I II JAJAR KDIRI 1 100 MX B4 AB4 A4 IBT-2 500 MVA 100 MX B5 AB5 A5 I II 1 60 2 3 60 16 MVA 16 16 25 MVAR MVA CEPU I II 1 2 20 16 MVA MRICA WALIN I II GDEAN BJGRO PALUR SRAGN I II I II 6.3 GT2.1 AB14 B14 AB15 B15 AB16 B16 AB17 B17 PLSDO PYUNG 1 2 31.4M W 18 .5 MVA 60 MVA I II 1 2 3 31.0 GT2.1 BTANG KLSRI U.1 A9 A12 AB12 B12 AB8 AB9 B9 B10 B11 AB10 AB11 B8 BB1.

34 ( 0.32 % ) PRODUKSI PEMBANGKIT ( NETTO ) 6.291.00 ( 12.23 % ) PS GI 10.08 % ) ENERGI YANG TERSEDIA 12.19 ( 50.225.64 ( 0.162.432.935.337.77 % ) TERIMA DARI REGION LAIN 6.99 % ) KIRIM KE REGION LAIN 136.486.188.443.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.59 ( 49.83 % ) Gambar 2.78 ( 100 % ) RUGI TRANSMISI 122.527.602.930.936.05 ( 1.32 % ) PLTP 287.338.70 % ) PLTG 39.685.38 ( 0.75 ( 97.14 ( 6.PLTA 814.55 % ) PLTU 1.40 ( 2.10 % ) KE DISTRIBUSI 12.261.244.766.89 % ) PLTGU 3.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 19 .67 ( 27.

yang umumnya dikelompokkan menjadi tiga segmen.2. Gambar 2. gas alam. yaitu pembangkit pemikul beban dasar (base load). batubara.3 Pembangkitan Sistem Tenaga listrik Jawa-Madura-Bali diproduksi oleh pembangkit dengan karakteristik teknis dan tingkat efisiensi yang berbeda. minyak dan panas bumi. pemikul beban menengah (load follower) dan pemikul beban puncak (peaker).5 menunjukkan ketiga kelompok pembangkit.masing pembangkit menjadi berbeda. Perbedaan energi primer dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya produksi dari masing . serta bersumber dari beragam energi primer seperti air.5 Pengelompokan Pembangkit 20 . Gambar 2.2. Sedangkan perbedaan karakteristik teknis menyebabkan posisi pembangkit dalam mensuplai beban sistem menjadi berbeda.

ikatan kontrak pembelian bahan bakar berupa take-or-pay. Untuk sistem Jawa-Madura-Bali. pembangkit yang terikat kontrak take-or-pay bahan bakar seperti PLTP. Pembangkit jenis ini contohnya PLTU batubara. seperti pembangkit hidro run-off-river. PLTA waduk pada sistem Jawa-Madura-Bali seperti 21 . seperti PLTGU gas dan PLTU minyak. terkadang juga menjadi alasan mengapa pembangkit digolongkan sebagai pembangkit base load. Pembangkit base load umumnya dioperasikan pada kapasitas terpasang maksimum sepanjang pembangkit tersebut siap serta sesuai dengan kesiapan sistem penyaluran. Disamping keterbatasan teknis. PLTGU gas juga diposisikan sebagai base loader karena adanya ikatan kontrak take-or-pay pembelian gas alam. Pembangkit kelompok ini digolongkan ke dalam pembangkit base load. Pembangkit base load biasanya berskala besar dan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan kelompok pembangkit lainnya. Pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak meliputi pembangkit yang fleksibel baik dalam kecepatan perubahan pembebanan maupun start-stop pembangkit dan umumnya berskala dibawah 100 MW. serta pembangkit hidro yang memiliki sumber air yang hanya akan ekonomis bila dioperasikan. Pembangkit kelompok load follower meliputi pembangkit yang lebih fleksibel namun lebih mahal dari pembangkit base load. seperti PLTG minyak. PLTD serta PLTA waduk.Pembangkit dengan karakteristik yang kurang fleksibel karena tidak dapat dihidupkan atau dimatikan dalam waktu yang singkat serta lambat dalam menaikkan/menurunkan pembebanan mengharuskan pembangkit untuk dioperasikan sepanjang pembangkit siap.

namun ada sebagian pembangkit base load terpaksa mungkin tidak dapat difungsikan sebagai base loader yang dibebani terus . melainkan harus disesuaikan operasinya 22 . Dengan kata lain. dalam kurun setahun faktor kapasitas pembangkit pada sistem tidak akan pernah mencapai 100%. Faktor kapasitas merupakan rasio antara energi yang disalurkan terhadap energi maksimum yang mampu diproduksi jika pembangkit dioperasikan pada kapasitas terpasangnya. Namun. load follower atau peaker. pengoperasian pembangkit ini sangat tergantung pada variasi musim. maka secara keseluruhan.menerus. Faktor kesiapan adalah rasio antara jumlah jam pembangkit siap terhadap total jam dalam satu tahun. maka dengan faktor beban sebesar 61. Ukuran yang sering digunakan untuk melihat tingkat utilitas pembangkitan adalah faktor kapasitas (capacity factor). Karena pembangkit memerlukan waktu untuk memelihara pembangkit dan adanya pola beban pada sistem yang tidak merata sepanjang hari.70 % dan kesiapan pembangkit tipikal sebesar 97. apakah sebagai pembangkit base load. Bila sub sistem Jateng dan DIY diambil sebagai contoh.77.PLTA Saguling dan Cirata difungsikan sebagai pembangkit pemotong beban puncak (peak-shaving) karena nilai ekonomis yang dimiliki. faktor kapasitas ini berkaitan dengan faktor beban dan faktor kesiapan (availability factor) pembangkit. Faktor kapasitas tiap pembangkit akan berbeda antara satu dengan lainnya sesuai dengan fungsinya.83 %. maka angka maksimum faktor kapasitas yang dapat dicapai adalah sebesar 49. Besar faktor kapasitas pembangkit disamping tergantung pada kesiapan pembangkit juga tergantung pada pola beban yang ada pada suatu sistem.

Faktor kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Madura-Bali ini tidak berbeda jauh dengan faktor kapasitas pembangkit di sistem tenaga listrik negara lain 2. Dari sisi pasokan.mengikuti perubahan pola beban. Karena pembangkit load follower di sistem Jawa-Madura-Bali memiliki faktor kapasitas yang lebih kecil.3. perbaikan instalasi. 23 . sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. variasi musim. hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasokan ini antara lain pemeliharaan. Variasi musim akan mempengaruhi daya dari PLTA. yaitu berkisar antara 30% hingga 50%. kebutuhan tenaga listrik bersifat acak dan dinamis sehingga diperlukan strategi perkiraan beban dan penyediaan daya yang terdistribusi sesuai dengan dinamika kebutuhan beban. maka faktor kapasitas untuk pembangkit ini otomatis akan menjadi kecil. tetapi sebaliknya pada musim kering.1 Kecukupan Pasokan Sistem Jawa-Madura-Bali Kecukupan pasokan tenaga listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik pada saat beban puncak (neraca daya). PLTA akan menurun dayanya. Disamping itu. yaitu kurang dari 15%. Sedangkan bagi pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak. Hal ini mengingat sifat tenaga listrik yang tidak dapat disimpan. hanya dioperasikan pada periode WBP. Pada saat musim hujan. Pemeliharaan pembangkit harus diatur sedemikian rupa sehingga cadangan daya dapat merata sepanjang waktu. Pengaturan ini harus merupakan kompromi dari kebutuhan pemeliharaan pembangkit yang berbeda-beda dan kebutuhan cadangan yang merata sepanjang tahun. daya dari PLTA dapat maksimum.2. dan kendala transmisi.

sedangkan cadangan operasi sekitar 620 MW. Sehingga. setiap saat harus tersedia cadangan. Cadangan ini dibutuhkan untuk menghadapi gangguan pembangkit serta deviasi perkiraan beban. Dari sisi pembangkitan. khususnya cadangan putar. Realisasi neraca daya sistem Jawa-Madura-Bali sepanjang tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata cadangan putar yang tersedia selama tahun 2003 adalah sebesar 365 MW (jauh dibawah 615 MW). sehingga apabila unit pembangkit terbesar tersebut terganggu maka pembangkit lain dapat langsung menggantikan. Gangguan pembangkit dapat berupa berhentinya operasi pembangkit maupun berkurangnya kemampuan pembangkit secara tiba-tiba. minimal sebesar satu unit pembangkit terbesar (615 MW). Kondisi ini telah membawa konsekuensi pemadaman berupa pemutusan 24 . Hal ini menunjukkan bahwa cadangan daya pada sistem sangat terbatas. Disamping cadangan putar. Cadangan dingin maupun cadangan putar disebut sebagai cadangan operasi. maka dibutuhkan cadangan putar yang cukup.bahkan ada beberapa PLTA yang tidak beroperasi. Pada sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali kriteria cadangan menggunakan single contingency atau lebih dikenal dengan kriteria N-1. Hal ini berarti bahwa apabila terjadi gangguan pada satu unit pembangkit. maka pasokan ke pemakai listrik tidak boleh terganggu. untuk mengantisipasi agar penggantian pembangkit dapat dilaksanakan secara cepat. diperlukan juga cadangan dingin agar jaminan kecukupan daya dalam jangka lebih dari satu hari dapat dipenuhi. Hal lain yang sangat penting adalah cadangan operasi. Besarnya cadangan operasi sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan listrik.

2. seperti dapat dilhat dalam Tabel 2.2. telekomunikasi dan sektor – sektor penggerak ekonomi lainnya. Dalam table tersebut terlihat bahwa penerimaan tenaga listrik di DIY senantiasa meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan makin berkembangnya sektor ekonomi masyarakat. yang sepanjang tahun 2003 terjadi sebanyak 15 kali. Ketersediaan energi listrik yang cukup bagi sektor – sektor tersebut akan menentukan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. ternyata juga sangat mempengaruhi tingkat permintaan energi listrik. perdagangan.2. Laju pertumbuhan dan perubahan pola hidup yang disebabkan arus globalisasi. ( Media.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY Pasokan Tenaga listrik untuk wilayah Jateng dan DIY yang diperoleh hampir seluruhya dari sistem interkoneksi JAMALI ditambah dengan produksi sendiri dengan kapasitas yang sangat kecil.beban (load-curtailment).2. Disamping dari sisi pasokan. 2005 ) 2. tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. kecukupan pasokan daya juga sangat ditentukan oleh pertumbuhan beban.4 Pola Beban Penyediaan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas merupakan parameter penting bagi kemajuan sektor industri. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat.3. 25 . agar pelaksanaan dari rencanaan operasi apabila terjadi hal – hal yang menyimpamg dari pengoperasiaan dapat terkendali.

6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Pola beban suatu sistem tenaga listrik seringkali direpresentasikan dengan ukuran faktor beban (load factor). Secara umum. pola beban harian sistem tenaga listrik system jateng dan DIY menunjukkan model-model yang berbeda. hari Minggu dan hari libur ( Gambar2. Faktor beban adalah rasio antara beban 26 . pemakaian daya listrik tertinggi hanya terjadi selama kurang lebih 4 jam setiap harinya. Oleh karena itu.7 ). Menarik untuk diamati bahwa pada berbagai pola beban yang ada. yaitu pola untuk hari kerja. bulanan maupun tahunan.. 2. 2500 2250 2000 1750 1500 HARI KERJA HARI NATAL IDUL FITRI TAHUN BARU 2001 1962 1824 1651 1719 2002 2061 1824 1689 1786 2003 2110 1912 1693 1911 2004 2267 1980 1774 1951 Gambar. operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Meskipun beban puncak terjadi dalam waktu yang relatif singkat. hari Sabtu. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Waktu Beban Puncak (WBP).Pola beban adalah pola konsumsi tenaga listrik dalam kurun harian.

namun juga kebutuhan rutin lainnya. ini akan melayani beban sangat tinggi pada malam hari.4. harus kita sadari sebagai tanggung jawab kita bersama dalam upaya penghematan listrik.00 WIB. Sub-sistem Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebagian besar konsumennya berupa residensial.1 Pengendalian Beban Pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak (18. 2. Angka faktor beban sesungguhnya merefleksikan kegiatan masyarakat setempat.00 hingga 16.7 dan kondisi beban harian sistem Jateng dan DIY tanggal 3 November 2004 (lampiran 1) pengunaan listrik dalam sehari terlihat fluktuasi beban yang bervariasi . operator sistem harus segera menaikkan pembebanan pembangkit yang belum dibebani penuh dengan memperhatikan kemampuan laju kenaikan beban masing-masing pembangkit serta mulai mengoperasikan pembangkit lain yang belum terhubung ke sistem. kebutuhan beban cukup rendah. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja. Terlihat jelas pada waktu jam 07. Semakin tinggi faktor beban suatu sistem maka semakin rata penggunaan tenaga listrik sepanjang waktu. terdapat kenaikan beban yang cukup tajam. 27 .2.00). memiliki pola konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. konsumen industri umumnya mengoperasikan pabrik selama 24 jam terus menerus akan sangat berbeda dengan konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. Dalam gambar 2. Untuk mengatasi kondisi semacam ini. Seperti pada lampiran 1 menunjukkan bahwa menjelang terjadinya beban puncak.rata-rata sistem dan beban puncak sistem.00 hingga 22.

Kebutuhan beban terendah pada pukul 07. KURVA BEBAN HARIAN SISTEM JA WA TENGA H & DIY TH 2004 MW 2500 2.165.4 1500 1000 80 : 3 1: 0 0 3 1: 0 2 3 1: 0 4 3 1: 0 6 3 1: 0 8 3 2: 0 0 3 W AKTU = = = = = WBP Idul Fitri WBP Tahun Baru WBP Natal WBP Hari Minggu WBP Hari Kerja 1. Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yang merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00.165.774. Kondisi ini dapat dianggap merupakan kebutuhan primer yang harus selalu tersedia.1 1.267.7 1.7.4 2.0 2000 1. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12 -13 terjadi penurunan beban sebesar 100 .951.0 2.979.267.00 pagi hari diperkirakan karena baru dimulai aktifitas seperti melakukan perjalanan menuju tempat bekerja.979.1 1.4 1. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 2: 0 2 3 00 : 3 20 : 3 40 : 3 60 : 3 500 28 . Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.7 2. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00.774.150 MW.951.4 Gambar 2.

dan mungkin juga papan reklame. Ketika malam hari listrik padam (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan. Dengan demikian pembatasan pada jenis tersebut akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yang tentu saja merupakan beban berat bagi penyedia energi listrik. namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi 29 . hampir 70% masyarakat belum sepenuhnya melakukan himbauan hemat energi dengan alasan pengurangan penggunaan listrik yang secara langsung mengurangi kenikmatan.00 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang. Penghematan pada WBP tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka. Berdasarkan hasil data kuesioner. Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak. Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran. Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yang sangat mudah untuk dikurangi. karena setelah pukul 22. Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan beban puncak. ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yangg mungkin saja mengurangi semangat bekerja walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi. dan ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walaupun beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6 -7 jam sehari.Disamping itu juga Kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini terjadi pada pertokoan serta mall.

Salah satu langkah pengehematan adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yang memiliki efisiensi tinggi. Untuk mengatasi kondisi kritis dalam jangka pendek dan panjang maka dilaksanakan langkah-langkah mengatasi kritis baik pada sisi kebutuhan yaitu melaksakan program Demand Side Management ( DSM ) maupun sisi penyediaan dengan menyelesaikan pembangunan beberapa pembangkit.2 Demand Side Management Dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY akan menghadapi kondisi kritis dalam beberapa waktu ke depan.akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. 2002 ). Perusahaan listrik sebagai penyedia tenaga listrik akan memberikan keuntungan antara lain: 30 . Untuk konsumen industri akan berdampak pada biaya produksi yang semakin kecil sehingga dapat memperkuat daya saing. 2. menunda investasi pembangunan pembangkit listrik baru.2.4. mengurangi kepentingan konsumen dan memberi dampak positif terhadap lingkungan ( Program Konservasi Energi dan Manajemen Energi. dengan mengatur pemakian listrik disisi Konsumen akan memberikan manfaat bagi konsumen berupa penghematan biaya. Demand Side Management ( DSM ) Selain bermanfaat bagi sisi konsumen dan pemasok juga bermanfaat secara nasional yaitu : mengurangi laju pertumbuhan energi. Dari sisi Konsumen.

yaitu sebagai pembatasan pemakaian lstrik pada WBP. Pengusahaan yang efisien.a. b. maka dengan jumlah pembangkit yang sama dapat melayani konsumen yang lebih banyak dan dapat mengurangi atau menunda biaya pembangunan pembangkit baru. sehingga biaya operasi akan lebih murah karena beban dasar dapat dioperasikan maksimum. Pengurangan pencemaran lingkungan DSM merupakan suatu kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan sehingga memperbaiki kurva beban sistem pembangkit dan mengurangi rekening listrik konsumen. Penghematan energi nasional b. b. Peak Clipping. Energy conservation program. Beberapa program DSM dan strategi pemilihan DSM yang tepat adalah sebagai berikut a. Valley Filling Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk menggunakan listrik pada periode dimana beban sistem pembangkit 31 . bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi kosumen dan kebutuhan tenaga listrik secara keseluruhan. Investasi semakin efisien. Sedangkan secara nasional keberhasilan pelaksanaan pengaturan beban pada sisi konsumen dapat memberikan manfaat antara lain: a. yaitu dengan pengurangan pemakaian listrik pada WBP dan mengalihkannya pada LWBP maka faktor beban system akan menjadi lebih baik. ( Pemangkasan Beban Puncak ) Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat WBP c.

00 WIB ) dengan mengalihkan konsumsi pada LWBP ( Pukul 22. Load Shifting ( Pergeseran Beban ). Pola ini jumlah energi yang digunakan tetap. cara ini dapat dicapai misalnya dengan menerapkan mekanisme Time of Use Rate. Load shifting diterapkan akan memberikan kombinasi keuntungan peak clipping dan valley filling yaitu mengurangi beban puncak tanpa mengurangi konsumsi energi.00 s/d 22. e. 32 .00 s/d 18. tapi hanya waktu pemakaiannya yang berubah. bertujuan meningkatkan konsumsi pelanggan dan demand tenaga listrik secara keseluruhan.00 WIB ). d. membolehkan pemadaman atau pengurangan demand pelanggan utama (key customers demand) untuk memperbaiki fleksibilitas dengan menyesuaikan penyediaan kapasitas pembangkit dengan demand pelanggan. Dengan kata lain pelanggan bukan mengurangi kapasitas pemakaian. yaitu mendorong pelanggan agar mengeser pemakaian tenaga listrik pada periode luar waktu beban puncak ( LWBP ) tanpa mengorbankan kepentingan pelanggan. Load building program. Flexible load management program. dan kompensasi layak diberikan kepada pelanggan yang bersedia listriknya dikurangi. dipadamkan atau dialihkan sewaktu – waktu diperlukan f. berarti pelanggan akan mengurangi pemakian Listrik pada WBP ( pukul 18.relative rendah atau pada pada saat LWBP. Dengan cara ini dapat memperbaiki factor kapasitas penggunaan sistem pembangkit yang pada gilirannya akan mengurangi biaya operasi.

baik melalui peralatan otomatis di sisi konsumen sendiri atau secara remote control melalui pusat pengendali. hal ini dapat diterapkan pada sistem pendingin (cold storage) dan proses-proses pabrikasi lainnya yang tidak perlu beroperasi terus menerus. Mekanisme ini akan mendorong pemakaian listrik oleh konsumen sebagian besar lebih pada LWBP dan akan mengurangi sebanyak mungkin pemakain listrik pada WBP. 2.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) Pemberlakuan Time of Use ( TOU ) dimana Tarif WBP lebih Mahal dari tarif LWBP. sehingga pada WBP peralatan tersebut akan terhenti suplai listriknya.2 . Ini tidak terlepas karena keterbatasan pasokan listrik.2.4.Sebelum memilih program DSM yang tepat untuk dilaksanakan.2. perusahaan listrik terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang telah terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang agar diperoleh manfaat yang paling maksimal. yaitu interruptible load dan curtaible load. 2. sementara pembangkit harus beroperasi normal.4. 33 . Interruptible load merupakan beban atau pemakaian yang sudah tertentu waktu pemakaiannya. Sedangkan Curtaible load adalah beban atau pemakaian oleh konsumen yang dapat dimatikan pada kondisi tertentu dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan terdapat kekurangan jumlah pembangkit karena gangguan di pembangkit besar atau sebab-sebab lain.2 Load Interruptible dan Load Curtailable Pada mekanisme ini terdapat dua macam beban yang dapat diatur.2.

2. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya. Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi Pemberian Insentif kepada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah. yang bersedia menggeser pemakaian listriknya.2.2. Paket Peduli ( Pelanggan Dukung Keandalan Pasokan Listrik ) berupa insentif dan kompensasi bagi pelanggan yang bersedia menggeser beban WBP ke LWBP atau di potong bebannya pada WBP manakala diperlukan. Tujuannnya untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan listrik. ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan Terakhir 34 . Ini merupakan kebijakan perusahaan dalam menambah pendapatan atau memperkecil kerugian. Metode ini ada 2 jenis : Peduli Aktif dan Peduli Pasif.00. Peduli Aktif : PLN akan memberikan insentif kepada pelanggan yang bersedia mengggeser bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP.4.00 . dari Waktu Beban Puncak (WBP) dari pukul 18.

Peduli Pasif : PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang bersedia dikurangi bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Pelanggan mendapatkan insentif atas pengurangan pemakaian listrik pada WBP. Kompensasi dan Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan. Besarnya Kompensasi : 4 X KVA beban yang dikurangi X jam lama pemotongan X ( 100% 2,5% ) Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = Biaya Beban TDL 2003 tahap IV 30 X 24

Insentif maupun kompensasi diberlakukan bagi pelanggan yang menggunakan kWH double atau daya diatas 200 KVA.

2.3 Hipotesis Berdasarkan Telaah Pustaka dan landasan teori yang telah

dikemukakan diatas. Maka : 1. Pengendalian dengan Menggeser pemakaian WBP ke LWBP akan memperoreh efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperbaiki faktor beban. 2. Pengendalian dengan Menggeser pemakain WBP ke LWBP akan mempengaruhi pola konsumsi pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi.

35

2.4 Rencana Penelitian Rencana Penelitian yang ditempuh guna pembuktian hipotesis diatas adalah : 1. Menghitung persentase besar pemakaian energi listrik dari WBP ke LWBP 2. Menentukan besarnya energi dan biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan akibat dari pengalihan beban WBP ke LWBP.

36

BAB III CARA PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian Bahan atau materi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Profil Beban 2. Data beban di PT. PLN ( Persero ) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 3. Buku yang berkaitan dengan materi permasalahan distribusi Tenaga listrik. 4. Makalah, Jurnal, dan Website yang berkaitan dengan pengendalian beban tenaga listrik.

3.2 Alat Penelitian Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data sehingga penelitian ini mendapatkan hasil yang diinginkan adalah : 1. Perangkat keras komputer Processor pentium IV, memori 128 Mbytes, dan monitor 14” . 2. Flash Disk dan CDRW 2. Perinter Canon i255. 3. Kertas Paper One HVS 80g/m2 4. Tinta Data Print 5. Perangkat Lunak Program Microsoft Word 2003

37

adapun langkah langkah pengolahan : 1. Menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data 3. Pengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian 3.3. Pengolahan data dengan merumuskan permasalahan dari penelitian.4 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di PT. 2. Semua data dikumpulkan dan data satu persatu apakah telah sesuai yang dibutuhkah dalam penelitian ini . Media lainnya yang mendukung proses tesis ini 3.6. Perangkat Lunak Program Microsoft Excel 2003 7.PLN Ungaran Semarang dan data PT. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian. Sedangkan jadwal penelitian adalah : No Urutan Kegiatan September Bulan Pelaksanaan Penelitian Oktober November Desember Januari 1 2 3 4 5 6 7 8 Studi Pustaka Pengambilan Data Dilapangan Pengolahan Data Analisa Hasil/ Seminar I Hasil Penelitian Seminar II/ Pra Pendadaran Penyusunan Laporan Konsultasi Dosen Pembimbing Pendadaran 38 . PLN APJ Yogyakarta. 4.

3.5 Kesulitan -Kesulitan Penelitian Kesulitan - kesulitan yang timbul selama penulis melakukan penelitian dan mencoba cari solusi adalah : 1. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengambilan data yang di butuhkan di tempat objek penelitian ( PT.PLN Ungaran Semarang dan PT.PLN APJ Yogyakarta), yang dapat menghambat tesis ini. Walau kadang ada bagian bagian yang enggan melayani dan cenderung menolak sama sekali

pengambilan data di tempat mereka. 2. Kesulitan mendapatkan buku-buku literatur, khususnya buku tentang pengendalian beban. Dalam hal ini penulis melakukan Browsing lewat Internet 3. Kadang data yang perlukan tidak bisa di dapatkan seketika, sehingga data tidak langsung diperoleh pada saat mengunjungi lokasi penelitian, itu lebih di sebabkan oleh kesibukan Pegawai yang pada saat itu memang sedang sibuk dengan tugas rutinnya. Mengingat lokasi pengambilan data jauh dari tempat tinggal penulis, pihak PT.PLN memberikan alamat email mereka untuk memudahkan data yang diperlukan

39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Berdasarkan tarif dasar listrik yang di anut PT.PLN, maka pelanggan dapat digolongkan dalam golongan sosial, rumah tangga, Bisnis, industri, kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, traksi, curah dan multi guna. Penggolongan tersebut diatas selanjutnya dapat diperinci menjadi segmen pelanggan yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk sektor Bisnis/komersial meliputi : retail toko, kantor, hotel, sekolah, dan sebagainya. Untuk sektor rumah tangga seperti pelanggan besar dan pelanggan kecil. Segementasi pelanggan juga dapat dilakukan berdasarkan batas daya seperti : s/d 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, di atas 2200 VA s/d 200 kVA, di atas 200 kVA. Namun hal ini kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda.

Pola

konsumsi

pelanggan

tiap-tiap

sektor

selanjutnya

dapat

diidentifikasi dengan melakukan pendataan peralatan listrik (end uses) yang digunakan oleh pelanggan seperti rencana, misalnya pada AC, kulkas, memasak, dan sebagainya serta prediksi potensi perubahan penggunaan end-uses dari pelanggan yang akan merubah pola konsumsi pelanggan. Masing-masing grup pelanggan akan mempunyai pola konsumsi pemakaian listrik yang berbeda satu dengan lainnya berdasarkan waktu penggunaan listrik mereka. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga yang menggunakan peralatan end uses

40

seperti penerangan, peralatan memasak dan kulkas lebih banyak menggunakan energi listrik di waktu malam. Sektor komersial pada umumnya menggunakan peralatan end uses pada siang hari, dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY defisit Seperti pada gambar 4.1 terlihat beban tidak merata mengalami

4.2. Analisis Data Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, akan dihitung besarnya pergeseran beban setelah pengalihan waktu konsumsi dan kemungkinan pemberian insentif maupun kompensasi yang diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening kepada pelanggan pelanggan golongan B3, I2, I3, I4 dan P2 , berdasarkan surat Edaran Direksi PT.PLN No.0013.E/DIR/2005 dan

No.016.E/DIR/2005. Akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Kebijakan ini diorientasikan untuk menghemat energi. Sebab PLN adalah pengguna bahan bakar solar terbesar di Indonesia. Bentuk konkretnya, PLN menyarankan agar pelanggan golongan di atas bisa mengalihkan waktu pemakaian energi listrik di luar waktu beban puncak. Kalau selama ini pemakaian listrik terbesar mereka antara pukul 18.00 - 22.00, disarankan digeser tengah malam hingga dinihari, atau pagi sampai siang hari

41

1 Kurva beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 Pengendalian beban dengan cara menggeser /mengalihkan beban pelanggan dari WBP ke LWBP didasarkan pada laporan perjualan Aliran Listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan IV PT.00 (Rp. 200/kWh) : 06.0 0 0 1 4 .0 0 0 1 6 .00 s/d 22.0 0 0 KW 2 0 .2.00 s/d 06. diberlakukan harga energi dengan 3 komponen tarif : . untuk tujuan perbaikan faktor beban di sisi Distribusi.WBP .4. 434/kWh) : 22.0 0 0 1 8 . 01727/532/DDPKP/2005 tanggal 1 April 2005 Tentang Transfer Tenaga Listrik (PSA / Power Sales Agreement). LWBP1 42 .0 0 0 2 6 .LWBP 2 : 18.00 (Rp.0 0 0 2 2 .00 (Rp.0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 :0 :0 0 0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 0 3 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 7 8 9 6 0 1 0 1 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 5 2 24 :0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 Jam Gambar 4.0 0 0 W BP LW BP1 LW BP2 2 4 .1 Hasil Pergeseran Beban Sesuai dengan Surat PLN Pusat No. 309/kWh) G R A F IK P E N G G O L O N G A N T A R IF BERD AS AR K AN PSA 2005 2 8 .PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta.LWBP 1 .00 s/d 18.

00 s/d 05. 200/kWh) = 8 Jam.00 s/d 11.00 = 2 jam = Pemakaian energi 00. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan.00 = 2 jam = waktu Istirahat 02. LWBP 1 : 22. 434/kWh) = 4 Jam. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. Industri.00 = 2 jam = pulang dari beraktifitas 43 .00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08. dari tengah malam hingga pagi.00 s/d 22. pola konsumsi listrik sebelum pergeseran ( Gambar. Sosial.00 s/d 16. dari pagi hingga sore hari.00 (Rp.00 (Rp.00 = 3 jam = pemakaian energy 11. 00 s/d 00.Berdasarkan pengamatan kurva beban sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .00 (Rp. pada umunya untuk aktifitas kehidupan dan rumah tangga 22.00 s/d 08.00 s/d 06.00 s/d 18.00 s/d 18.00 = 2 jam = istirahat 13.00 = 3 jam = beraktifitas kembali 16. dan Bisnis.00 = 3 jam = Pemakaian Energy 05 s/d 06 = 1 jam = pemakaian Energy Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 3 jam 3.00 s/d 02 . Pemakaian penuh selama 4 jam 2. WBP : 18.00 s/d 13. Bisnis. dari sore hingga malam hari. dan Publik 06.2 ) adalah : 1. Sosial. Rumah Tangga. LWBP 2 : 06. Rumah Tangga. 309/kWh) = 12 Jam.

Pada saat LWBP2 Total pemakaian Energy 6 jam dan waktu istirahat 6 jam.432.91 69.446.774.006.8 1.8 1.569. Pemakaian energi pada waktu LWBP 11 jam.345.5 1.114.7 2.9 1.2 sebelum pengalihan dari WBP ke LWBP 44 .0 2.0 1.67 Kurba Beban Harian Siatem Jateng & DIY Tahun 2004 Sebelum Pergeseran Waktu Konsumsi 1 2.000.0 0.160.000.0 Kerja 2.0 8.267.7 1.1 2.250.9 1.6 2.4 740.000. Tabel 4.2 2.032.1 Beban Sebelum Pergeseran Hari Minggu Tahun Kerja ( MW ) ( MW ) Beban Max Min Beban rata -rata/hari Faktor beban/hari (%) 76.000.000.4 1.4 1.5 1.165.584.73 Tahun Baru ( MW ) 60.000.0 Natal Minggu 4.058.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.713. 7 2.000. istirahat 9 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam.83 Idul Fitri ( MW ) 55.979.1 903.5 2.0 0: 1:30 1:00 2:30 2:00 3:30 3:00 4:30 4:00 5:30 5:00 6:30 6:00 7:30 7:00 8:30 8:00 9:30 9 00 10 :30 10:00 11:30 11:00 1 2:30 12:00 13:30 1 3 :00 14:30 14 :00 1 5 :30 15:00 16 :30 16 :00 1 7 :3 0 1 7 :0 0 18:30 1 8:0 0 1 9 :3 0 19:00 20:30 20:00 21:3 0 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.951.0 1 0.9 1.78 Natal ( MW ) 64.

00 (Rp.00 (Rp.00 s/d 06.00 s/d 08. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan.00 s/d 16. 200/kWh) = 9 Jam.00 = 3 jam = masih melakukan aktfitas 00.00 s/d 13. WBP : 17. Sosial.00 = 4 jam = pemakaian energi 12. 434/kWh) = 4 Jam.00 s/d 12.00 s/d 21.00 s/d 17. 00 s/d 00. LWBP 2 : 06.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 = 1 jam = istirahat 13. Pemakaian penuh 4 jam.3 ) adalah : 1. dan Bisnis.Setelah pergeseran waktu konsumsi ( Tabel 4.00 s/d 06.00 = 3 jam = pemakaian energi 16. 06. LWBP 1 : 21. Kalau pada hari kerja kita ambil 45 . 309/kWh) = 11 Jam.00 s/d 17. Rumah Tangga. 21. dari sore hingga malam hari.00 = 1 jam = saat pulang dari beraktifitas Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 7 jam dan waktu istirahat 4 jam Pemakaian energi pada waktu LWBP 12 jam. tapi pemakaian energi dikurangi 25% 2.00 = 4 jam = jam istirahat 04.00 = 2 jam = pemakian energi Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 4 jam 3. istirahat 8 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam Dari pergeseran waktu konsumsi tersebut terlihat penghematan energi selama 24 jam menunjukkan angka yang cukup signifikan.00 s/d 04.00 (Rp.

5 Min 1.5 60.80 2.9 1.07 1.21 177.114.5 59.404. maka selama 24 pemakaian energi pada waktu WBP dikurangi 25% dari beban pemakaian sebelumnya.17 189.99 2.9 Natal ( MW ) 752.2 912.18 165.46 1.91 2.924.580.4 69.1 Idul Fitri ( MW ) 651.contoh persentase penghematan.567.881.56 1.4 0 15.7 -0.9 46 .7 1.4 55.74 Tabel 4.242.6 -9. pada waktu LWBP ditambah 2% selama 12 jam waktu pemakaian.341.247.8 1.Beban Setelah Pergeseran Hari Tahun Minggu Natal Idul Fitri Tahun Kerja Baru ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) beban 75.0 Tahun Baru ( MW ) 700.000.68 1.032.86 2.4 1.724.9 1.11 146.0 14.203.3 Mingg u ( MW ) 819.1 Max 2.1 64.157.2.5 1.9 55.3 Besar pergeseran Tahun Beban Max Min Beban rata – rata/hari Faktor beban/hari (%) Penghematan/hari Hari Kerja ( MW ) 886.104.0 49.7 1.4 1.896.9 2.860.2 63.58 1.5 Beban rata – rata/hari 1.1 Faktor beban/hari (%) 2.5 0 18.442.4 13.0 54.14 146. Sisa Pengurangan 1% selama 12 jam = 30% perbulan Tabel 4.6 0 17.8 741.3 1.

000.000.000.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP 4.0 0.2.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta dengan beban yang dikurangi pada saat WBP masing – masing 25% dari beban Total Konsumsi./TM > 200 kVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.000.3.000. Untuk S.0 Kerja 2.0 8.0 0 1:30 1:00 2:30 : 2:00 3:30 3:00 4 30 4:00 5:30 : 5:00 6:30 6:00 7 30 7:00 8:30 : 8:00 9 30 9:0 10 :30 1 :0 0 10:30 11:00 11:30 2 12:00 13:30 13:00 1 :30 14:00 14:30 5 15:00 16:30 16:00 1 :30 17:00 17:30 8 18:00 19:30 19:00 2 :30 20:00 20:30 1 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.Kurva Beban Harian Sistem Jateng dan DIY setelah pergeseran beban 12. Sample perhitungan menurut transfer energi listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan III PT. ( Lampiran 8 ) 1.0 10. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk penghendalian beban Kompensasi dan insentif diberikan kepada pelanggan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan bila pelanggan bersedia dikurangi bebannya pada saat diperlukan ( WBP ) namun pelanggan bisa juga terkena disentif apabila pemakaian melebihi yang disyaratkan.500/kVA/bulan = 42.000.0 Natal Minggu 4.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam 47 .2.

Kompensasi : 4 X 3. untuk S.361 = Rp 12.553 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .240 KWH Biaya pemakaian S.2.262 48 .5% ) Rp 868 = Rp 16.210 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan Novembe 2004 adalah sebesar = Rp 260. Untuk Region Jateng dan DIY k = 2 P : Faktor Pengali.526 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 263.3 Komersil = 1.142.240 KWH ) X 25% X ( 100% .168.140.936 + Rp 16.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1 X 434 /KWH = 868 Rp/kWH K : Faktor Perbandingan antara harga kwh WBP dengan harga kwh LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat.17 Jumlah Insentif : ( 339.069 X 24 X ( 100% .5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 339.2.326 = Rp 16.3 Murni = 1 dan S.526 KWH – 263.2.5% ) Rp 42.403.

4 49 .201.600 KWH – 308.365.140 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan November 2004 adalah sebesar = Rp 11. Hasil selengkapnya lihat tabel 4.200 KWH ) X 25% X ( 100% .365.016 = Rp -56.500/kVA/bulan = 42. Untuk S.096 + Rp -56.164..2.5% ) Rp 42.201.2.600 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 308.140 = Rp -45.5% ) Rp 1.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam Kompensasi : 4 X 2825 X 24 X ( 100% .044.016 Rp/kWH Jumlah Insentif : ( 80.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 80.361 = Rp 11.200 KWH Biaya pemakaian S.2.3 Komersil > 200 KVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.17 X 434 /KWH = 1.2.096 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1.

III Blok I.125 Rp Disentif 9 (56.346.069 2.II 4 17 13 116 258 11 33 Daya (VA) Tersambung 3 3.365.II.870 Kompensasi 7 1.140.301 1.607.000 4.978.150 149.763 28.200 VA R.553 11.320.205 6.097.200VA B.897 346 621.000 56.II Blok I.210 4.600 56.174 15.530.158 22.865 1 6 7 274 4.673.270 37.841 9.201.571 Insentif 8 16.300 VA 2.810 354.992 16.483 3.803 166.373.539 4.231.080 57.II Blok I.000 kVA 50 .940 67.000 11.929.211.766 1.605.564.810 77.358 4.320.738.433 6.600 37.4 PSA Setelah Pergeseran waktu konsumsi GOLONGAN TARIP 1 S.357.273.214 1.III Blok I.949 9.325 Blok I.732.502.360 1.174 27.591 90.600 22.810 66.II.864 28.224 1.300VA 2.218.860.308.724 433 1.820.969 293.1 450 VA 900 VA 1.300VA 2.454.002 35.II Jumlah Pelanggan 2 7.Ko > 200 Kva Jumlah S R.017.600 5.364 30.II.000 KVA Yang dikurangi 4 847 948 436 471 5.742.667 4.100 18.200VA I.II Blok I.379.822 56 23.256 113.3 > 200 kVA Jumlah B I.426 3.000 20.408 16.200VA >2.074 16.152 215.168.095.763 13.586 434 396 23.732 12.993.608 140.II 3.154 28.II.079.100 12.798 351.550 111.056 72.700 3.2 >14 kVA s/d 200 kVA I.096 53.876 5.000 1.389.625 2.504.086) (20.1 220 VA S.228 2.455.673.440 2.II.3.701 332.397 14.693.100 28.211.332 47.152 17.308.500.792.300VA 2.400 56.II Blok I.170 22.284 15 20 15.943 33.680 23.500 438.024 9.050 142.411 47.139 3.600 1.000 9.407) Diskon 10 28.600 1.900 144.2 > 2201 s/d 6600 VA R.587.II.III Blok I.340 3.II Blok I.III Blok I.612 384.003 KWH LWBP 5 3.245 8.1A 450 VA R.786.315.093 55.931.376 43.449 10.696 - Jumlah R B.758 1.III Blok I.147.004 5.100 35.096.3 >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam I.014 37.202.781 5.236.III Blok I.140.275.841 1.4 >30.900 6.455 5.400 WBP 6 65.140) (20.III Blok I.775.792 20.079 632 43.336.900 16.1 450 VA 900 VA 1.819 8.683 135.981 124.800 15.170 13.958.600 1.000 115.893 Blok I.200 3.210 16.860 354.2 450 VA 900 VA 1.1 450 VA 900 VA 1.3 > 6.705.070 1.3 > 200 Kva S.365.965 972 109.529.200VA >2200VA s/d 200K S.114 4.140) (56.II Blok I.600 VA Blok I Blok I.086) (66. II.719 985.165.III Blok I.446 65.675 4.Tabel 4.300.691 5 33 39 700 47.324.340 857 1.233 1.435 14.2 > 2201 s/d 200 kVA B.II.825 14.394 26.450 173.196.885.II Blok I.700 21.888.899.II Blok I.269 5.302.013.400 21.407.

757 338.509 (66.354 693.798 807 684 1.650.396 257.682.300 VA 2. Dari hasil analisis terdapat keuntungan penghematan atau efisiensi transfer energi sebagai akibat pergeseran waktu Konsumsi dari WBP ke LWBP.546.666.961 4.450 24.494 14. Sistem pentarifan agaknya perlu dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan.354 1.Jumlah I P.175) (151.008 7.3 Pembahasan hasil Penelitian Dalam dunia yang penuh persaingan dewasa ini.3 Jumlah P Total >200 kVA 452 420 315 280 189 538 7 1.096 51. kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu untuk merebut keunggulan dalam bersaing.545.000 8.978 173.750 47 71 91 104 2. karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. maka pelanggan akan kabur.200 VA P.700. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak.808) 70. Jika dihasilkan barang dan jasa yang tidak bermutu.991 59.200 283.136 5.731 31.066.052 663.000 415.664.453 18.028 112.671 3.591 62.407) (8.105.755 295.424. pelanggan akan berpindah pada penyedia barang atau jasa yang lebih murah namun sama mutunya.303 3.175 2.262 544.200 VA >2.450 1.045.747 8.2 P.375 2.239.175) (8.100 4.073 6.258.754 23.137 125.001.822.975 541.900 188.254.607.223 (763) 20.581 82. Jika dihasilkan barang dan jasa yang harganya mahal.299 47.912.254. namun demikian ada harga yang harus dibayar oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY APJ Yogyakarta sebagai dampak dari pergeseran beban tersebut dari sisi 51 .970.1 450 VA 900 VA 1.584.415.471 24.800 9.500 364. Untuk menentukan kepuasan pelanggan diperlukan data yang menggambarkan lima faktor lima dimensi jasa yang diwujudkan dalam bentuk harapan dan kenyataan.258 230.

91 %.881.dengan faktor beban 1.pendapatan operasi yaitu berkurangnya penjualan energi listrik pada WBP dengn tarif lebih mahal bergeser ke lebih murah pada LWBP.3 MW.7. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 dan data pada lampiran 1. . maka setelah pergeseran 75.058.21 % 52 .4 MW dan faktor beban 2. Dengan perkiraan pergeseran beban dari Gambar 2. didapat besar energi yang akan dialokasikan sebelum pergeseran untuk hari Kerja saja dalam 1 hari sebesar 76. sehingga dalam 1 hari penghematan 177.7 MW dengan faktor beban 2.99 %.

sedikitnya bisa mengatasi masalah sumber dan cadangan energi nasional yang semakin terbatas dan mahal. 3. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat dismpulkan antar lain : 1. 6.1. lima Dimensi tersebut 53 . perusahaan listrik maupun pemerintah. walaupun pihak penyuplai daya harus mengeluarkan biaya kompensasi kepada pelanggan besar. Pengendalian beban dengan mengalihkan sebahagian beban WBP ke LWBP dapat meningkatkan efisiensi harga pembelian listrik pembangkitan dan penyaluran.BAB V PENUTUP 5. Melalui pengendalian pergeseran beban. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. Salah satu strategi pola konsumsi yang dilakukan adalah dengan mengatur pemakaian listrik seperti dengan mengurangi pemakaian di malam hari dan memindahkannya pada waktu siang hari atau pagi hari. 4. Pengaturan beban disisi konsumen sangat bermanfaat baik dari sisi konsumen. Pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan 2. Kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda.

3.2.00 . Reliability ( keandalan).22. Dengan demikian.00 ). sehingga timbulnya kesadaran pelanggan untuk mematuhi pemakian listrik terutama pada Waktu Beban Puncak (pukul 18. masyarakat (khususnya kalangan industri dan rumah tangga) diharapkan partisipasinya mengendalikan pemakaian energi tersebut. PLN dituntut untuk menyediakan kecukupan pasokan listrik. kerja sama dua sisi yakni produsen dan konsumen sangat diperlukan. Untuk mengatasi krisis energi listrik. Diharapkan suatau Perencanaan yang sistematis dan jadwal yang ketat atas pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik. Emphaty ( empati ). dan mengalihkan pemakaian ke Luar Waktu Beban Puncak ( Pukul 22. Kecukupan pasokan daya listrik agar sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik 54 . Sebagai produsen. Maka. bila semua pembangkit terpelihara dengan baik. maka disaran kan : 1. Tangibles ( bukti langsung ) Assurance ( Jaminan ) dan 5. Saran Sehubungan dengan masalah pengalihan beban pelanggan dari WBP ke LWBP .00 WIB). maka defisit listrik dari satu pembangkit bisa secepatnya didukung oleh pembangkit lain. Namun dapat menikmati kualitas pelayanan sebagaimana biasanya 2. Sedangkan selaku konsumen.meliputi : Responsiveness ( Ketanggapan ). Pihak Penyedia energi agar terus mensosialisasikan tentang hemat energi .00 – 18.

Manjemen Pemasaran di Indonesia. Salemba 3Empat .DAFTAR PUSTAKA BerayanMunthe. Tentang Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. Marsudi D . 1994.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. 2004 “ Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Prov DIY 2004 “ Geoffrey Rothwell. Operasi Sistem Tenaga Listrik.2003.El – Hawary Gonen. Electrical Power System. International Student Edition. McGraw Hill Publishing Book Company. 2003. Teknologi Sitem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis Scada. Singapore. Tesis “ Studi Kinerja Jaringan Distribusi dan Prakiraan Pertumbuhan Beban “. IEEE Power Egineering serie Mohamed E. Jakarta 55 . Electrical Power Distribution System Engineering. 1999. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers. 1990. Prenhallindo El-Hawary. regulation and Deregulation. M. Electricity Economics. Kotler P dkk. Fakultas Teknik UGM. Balai Penerbit dan Humas ISTN PT.PLN ( Persero ) P3B. Jakarta: Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3032K/46/MEM/2001. 1986. 2001. Inc.PLN ( Persero ).E. Kantor Pusat PT. 2005. T. Teknik Elekto Bonar Panjaitan. “ Statistik 2002 PT. 1995. Jakarta.PLN.

Jakarta PT.Gramedia Pustaka Utama. Kantor Pusat PT.. “ Statistik 2004 PT.co. “Laporan Beban penyulang hingga September 2005 Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta “ . Distribusi Tenaga Listrik. Jakarta PT.id electrical 56 . PT. Kantor Pusat PT.PLN ( Persero )P3B Region Jateng dan DIY Tahun 2004 “.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali.pln-jawa-bali.PLN ( Persero ) P3B.PLN ( Persero ). 2006 “ Measring Customer Satisfaction. Profesor of Enginineering.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali.WD.PLN ( Persero ).PLN ( Persero ) Disjateng dan DIY dengan system Kompensasi Biaya “.PT. Sulasno. 2001. Badan penerbit Universitas Diponegoro ( UNDIP ) Semarang. “Statistik 2003 PT. 2005. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional. MSEE Standar Nasional Indonesia.PLN ( Persero ). 2005. Tesis “ Pengendalian Beban pada Distribusi Tenaga Listrik PT. P. 2004. Analisis system tenaga Listrik.1983. P3B Jawa Bali Region Jateng dan DIY PT. Emeritus North Carolina State University. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta Rangkuti F.PLN ( Persero) 2005. Stevenson Jr.PLN ( Persero ) P3B. www. Tegangan Standar. Jakarat Rudy Styobudi. 2005. “ Laporan Tahunan PT. 2003.T.

8 760.7 837.242.8 1.951.4 1.249.078.5 1.2 1.7 2.3 1.8 942.329.436.059.5 744.8 Idul Fitri 1.710.2 751.545.468.114.4 1.0 1.774.4 1.867.5 1.5 1.9 942.9 1.8 1.0 1.5 1.032.410.5 1.5 1.2 1.063.120.569.5 761.231.9 1.1 1.571.661.570.390.884.0 2.7 1.8 1.024.042.032.708.7 1.0 1.1 1.045.708.433.5 1.8 1.979.4 778.569.4 Minggu 1.684.316.4 1.416.274.9 903.7 2.3 1.7 1.4 1.700.432.797.137.064.9 1.0 1.153.065.8 1.0 1.019.8 1.621.058.7 1.9 1.032.1 931.039.4 1.3 2.424.933.221.0 1.000.007.3 1.2 1.5 1.401.6 1.687.374.026.169.316.0 2.9 Natal 1.045.359.3 2.742.406.0 1.1 1.546.4 1.5 1.034.3 988.3 1.1 1.739.4 1.090.620.7 1.1 939.8 1.5 1.8 777.267.186.6 948.4 1.7 1.0 1.7 1.1 1.374.0 1.332.935.881.1 1.9 1.120.6 2.4 1.1 1.979.5 1.124.7 1.012.405.9 1.470.006.9 1.284.976.063.7 907.866.735.1 903.3 1.424.037.7 1.022.510.2 1.350.1 1.1 1.8 1.401.671.214.8 1.081.3 1.6 1.859.4 1.752.2 1.0 1.7 1.242.002.7 1.045.6 2.484.564.8 1.310.6 851.422.5 1.283.0 2.035.9 1.4 1.6 1.119.165.218.3 952.332.5 913.577.4 1.1 929.3 1.0 931.468.4 1.7 2.368.4 1.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .358.8 771.8 1.1 1.766.1 1.2 1.089.9 1.900.7 69.9 1.1 1.2 2.2 2.6 1.0 1.0 1.4 1.2 1.5 751.713.4 1.2 1.3 1.9 1.603.4 1.528.4 740.774.8 931.058.4 1.1 926.9 1.8 1.3 1.503.0 948.2 76.250.3 932.238.1 956.976.2 1.212.097.285.466.267.033.320.7 1.765.779.4 1.951.435.233.050.958.418.0 1.9 943.142.623.9 55.5 1.839.0 1.937.035.4 1.8 1.409.5 1.8 1.326.405.9 1.2 60.356.8 1.7 1.412.2 1.4 1.2 1.009.280.5 1.933.360.120.572.324.456.751.9 1.6 1.8 778.1 1.1 2.095.9 2.2 1.4 1.7 1.7 1.0 1.569.301.600.685.7 760.404.5 1.8 1.3 1.6 1.7 1.9 741.4 1.4 771.038.5 1.777.1 1.339.581.713.093.8 741.641.4 1.4 1.857.031.172.0 1.3 1.490.3 1.586.519.271.0 1.8 933.1 1.0 1.114.2 1.LAMPIRAN 1 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 1.9 1.428.237.307.0 1.1 1.6 791.139.071.3 802.637.8 751.649.7 1.7 751.293.5 973.3 1.346.4 1.8 1.056.145.1 1.7 1.3 1.0 1.0 1.1 1.045.8 Tahun Baru 1.184.8 933.233.053.416.482.4 1.4 1.3 1.4 2.3 1.9 1.2 933.6 740.6 1.771.9 1.6 1.443.7 1.1 1.000.0 1.5 2.443.120.650.9 2.604.8 1.475.6 1.6 1.7 1.496.084.9 64.7 751.8 1.6 1.165.

0 0.0 14.0 40.5 0.5 54.0 39.3 10.6 (0) Natal 0.2 13.0 62.0 0.6 58.5 0.4 10.0 10.5 49.2 32.9 15.1 0.1 10.2 0.8 49.0 9.1 12.0 15.0 7.1 9.8 16.0 12.3 54.0 0.0 11.7 7.0 49.4 57.0 0.1 45.0 0.5 9.0 0.0 42.0 0.0 0.7 0.1 0.6 54.0 49.4 (0.0 29.0 0.5 10.8 17.2 60.0 0.0 0.0 0.0 12.0 16.3 9.6 10.1 15.0 0.4 15.2 49.3 20.8 49.6 17.6 0.0 10.7 (0.0) Idul Fitri 0.1 47.1 17.4 51.0 0.2 62.0 0.5 752.0 9.8 13.2 45.6 (9.8 18.3 12.0 10.5 60.7 49.7 0.4 7.0 0.6 11.8 42.3 14.0 0.2 12.1 60.0 0.0 9.0 0.0 14.7 14.4 55.0 0.1 14.0 0.0 0.3 9.8 16.5 10.5 60.1 13.8 62.7 54.5 13.2 54.0 10.4 12.7 12.0 63.0 10.9 15.5 63.7 17.8 12.4 7.6 52.6 10.3 10.9 0.8 7.9 14.0 0.0 Minggu 0.0 0.6 10.7 15.7 14.3 10.0 0.2 0.4 10.3 34.2 11.3 9.8 10.0 13.0 15.3 18.0 0.9 0.5 0.4 55.8 19.8 10.0 54.0 26.3 0.0 7.5 7.0 14.0 0.0 0.3 9.1 13.4 59.0 0.3 10.0 11.2 13.0 0.6 7.1 52.6 13.0 0.0 0.5 0.0 0.7 62.4 7.LAMPIRAN 2 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 0.3 9.2 10.5 7.9 16.0 13.0 0.6 59.8 14.0 0.6 7.9 0.1 47.4 9.0 0.2 11.1 13.1 13.0 0.4 14.8 0.0 0.7 819.0 17.3 17.4 14.2 13.5 9.4 10.2 63.4 10.0 0.8 15.0 0.0 0.0 0.9 651.0 0.9 10.7 700.0 0.0 0.0 13.4) Tahun Baru 0.0 0.0) LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban Ket : 0 tidak ada penambahan atau pengurangan beban ( kondisi normal ) .1 10.0 0.1 886.6 13.5 7.0 0.0 14.2 52.0 0.0 0.4 16.0 0.7 12.7 15.3 9.4 17.5 59.8 55.7 16.0 0.3 9.6 19.8 7.8 12.0 0.0 0.0 0.8 50.0 13.1 53.

650.5 957.2 1.571.9 1.390.585.104.5 935.8 Idul Fitri 1.107.4 1.7 1.6 1.0 1.8 1.2 1.323.813.3 802.739.730.637.092.049.788.0 1.466.760.3 1.320.246.6 1.045.2 1.060.198.4 1.8 1.5 1.5 939.428.2 1.0 1.019.660.881.619.717.254.9 1.6 1.702.8 942.406.392.5 1.1 2.383.2 1.4 1.059.114.2 941.9 1.1 1.2 1.717.271.8 1.8 2.244.142.847.5 1.9 1.688.878.9 1.387.9 Natal 1.093.333.8 1.5 1.7 1.095.7 1.877.4 1.6 1.332.920.623.511.9 748.0 1.1 1.602.7 1.000.7 1.616.3 1.7 1.7 1.139.580.0 1.306.6 1.3 942.7 1.8 1.405.1 1.8 942.7 1.9 1.649.882.9 1.490.342.5 973.5 744.5 1.073.953.4 771.621.063.3 1.106.5 1.285.725.0 1.3 1.588.6 1.032.468.007.5 1.5 1.8 1.1 1.120.030.6 1.6 1.9 1.089.137.3 75.0 1.9 1.3 1.022.727.1 913.9 1.203.044.456.3 1.3 1.482.7 1.7 837.661.1 1.024.3 1.360.6 791.033.7 2.7 1.332.482.1 1.3 1.8 1.658.577.296.060.436.6 785.7 1.424.9 778.7 1.4 1.4 1.525.424.443.544.314.056.5 1.6 1.1 751.724.401.704.9 1.505.896.2 758.4 768.1 1.4 1.032.903.364.416.2 1.8 941.329.6 1.4 1.000.9 1.175.3 759.339.4 64.4 1.7 741.574.7 1.2 953.3 1.031.203.703.0 2.1 1.0 1.7 1.2 1.9 1.8 1.8 1.6 1.4 69.0 912.9 2.2 1.337.2 1.3 749.7 1.765.3 1.5 1.0 1.132.3 941.238.179.5 1.546.796.4 1.1 1.7 1.8 2.2 2.4 2.484.131.3 1.0 769.9 1.2 1.404.8 933.296.7 1.7 1.9 1.036.6 2.085.2 1.996.416.1 1.104.2 1.047.0 2.2 943.831.159.5 1.3 1.924.4 1.1 1.8 1.032.6 998.2 1.4 2.9 1.5 1.2 768.569.424.747.1 931.4 1.3 1.2 1.3 1.064.5 786.449.1 1.7 1.1 1.8 1.6 759.728.184.4 Minggu 1.187.233.1 1.752.169.6 2.5 759.7 1.242.007.545.0 1.029.4 1.896.293.8 1.4 1.358.066.1 1.1 1.033.012.069.045.084.2 2.388.3 1.7 1.4 952.8 55.5 1.0 748.567.9 1.1 956.685.339.1 957.586.4 1.2 1.1 1.620.369.9 59.458.2 2.184.4 1.1 2.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .8 1.722.152.3 1.2 Tahun Baru 1.048.9 1.857.8 779.101.2 1.9 1.5 922.7 1.828.114.4 MAX MIN 2.261.477.9 1.4 1.6 1.461.426.5 1.2 1.597.0 1.104.081.073.381.035.8 1.045.8 1.LAMPIRAN 3 Kondisi Total beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Setelah Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 Kerja 1.418.1 917.0 1.360.9 1.885.050.055.6 1.401.9 1.359.724.6 1.924.3 1.9 1.881.432.224.9 2.2 1.498.9 1.4 1.419.5 851.013.3 1.5 1.8 1.5 912.287.2 1.329.860.139.4 1.7 1.0 1.3 1.410.591.

077.516.888.410.600 7.180 437.376 149.620 10.240 308.2 R.076.191.620 25.953.020 541.225 5.296.593 1.440 2.598 5.105 5.522.826.400 19.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.792.139.080 691.680 757.738.479.565 193.920 3.150.441 492.575 JUMLAH Plgn 3 7.514.616.257.595 40.722 37.150.200 571.394 188.126 229.195 7.269 5.616 362.110 2.860.982.980 S.272 7.139.725.764 1.895 1.000 42.112.816 28.566.426.139 37.450 173.860 1.618.780 133.275.137.340 .495 50.110 19.350 10.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.441 492.064.284 21.510.260.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 483.885 857 1.800 6.463.097.518 4.478.200 1.597.700 3.860.653.163.060.505 4.335 12.004.600 8.799.389.600 437.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA Blok I 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.340 1.008.275 5.742.551.152 56.738.502 5.886.291.3 S.088 2.000 11.380 2.491.095 4.275 1.035 3.650.387.714.310.803 12.680 1.397.571 619.105 386.915 31.520 163.494.100 320.315 13.286 7.323.625.400 PEMAKAIAN KVARH 8 BIAYA BEBAN 9 33.297.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .257.886.300VA Blok I Blok II Blok III 2.933 166.Ko R.397.418.920 1.395 4.397 15 20 15.253.955 226.961.100 2.200 703.124.300.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SEBELUM PENGURANGAN ( WBP .425 895.055 17.772.903.302 118.095 2.805 303.000 11.620.757.040 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.705.000 1.315.105 1.294.000 303.741 21.079.580.160 SUPLISI 12 995.638.765.022.744.350.961.044.600 VA 3.555 123.055 482.120 757.320.937.169 79.529.230 20.990 11.678.590 JUMLAH 13=9+10+11+12 152.000 56.506.825.821.235 83.994.430.725.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.665 15.420.910 60.047.161 43.432.952.400 7.860 1.400 280.870 7.825 2.745 2.028.2 3.200 VA Blok I Blok II Blok III R.296.342.430 2.996.157.675 5.821.237.397.406.670 56.630 1.000 208.620 96.220 438.595 63.327.645 275.823.732 810.829.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.505.130 311.823 31.587.844.150 2.440 14.228 1. KWH Rp KVARH 10 11 23.903.076.020.275.994.235 1.525 125.822.320 355.920 263.279 1.200 37.1A R.931.595 11.800 13.1 S.923 176.LAMPIRAN 4 PT.612 384.214 3.049.730 1.350 1.3.389.121 1.301 126.020.840 15.566.240 305.885.120 2.897 346 15.976.500 2.352.500 333.945 1.904.308.676.686 149.760 6.533 231.690.380 652.045 671.465.

365.118.146 6.822 56 23.468.216.932.695.800.400 702.434.000 20.280 751.140 148.661.515 45.067.752.210 23.715.B.420.346 502.620.136) 1.471 63.2 P.935 3.600 579.934.600 22.532.921 40.195.700 21.200VA >2.609.660 34.930.000 372.867.020 1.136) 1.360.108 - - 8.410 26.116.593.949 4.346 404.800 97.600 5.048 4.116.177.584.529.560 261.431.240 971.783.852.407.463.255 1.781 5.526.600 56.003.899.226 720.391.880 1.995 - 266.650.400 4.166 (38.330 1.991 438.480 2.013.200 280.800 3.611.240 1.402.195) 854.213.000 4.600 (22.3 I.740 1.145 264.527.250 187.454.734.198 61.579.084.912.607.479 7.769.001.700.215.343.370 .984.405 231.912.522.140 16.600 2.950 3.263.000 415.239.876 5.194 1.860.392 7.100 28.858.550 8.990.780.883 60.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.457.420 623.006.695 291.300 VA 2.584.754.835 - 97.637.699.720 615.089 2.019.982 89.200 3.600 205.900 6.785 420 3.285 63.200VA I.900 16.780 915.933 520.401 396.300VA 2.889.529.180 1.335.398.312.661.800 2.875 - 41.182.198 61.480 2.331.500.785.074 3.900 10.711.494 63.460 41.754 23.523.525 58.525 1.455 297.800 6.199.600 5.655 454.031.472.687.252.419.260 26.610 16.465 1.015 76.695.828.202.690.105 183.590 47.632.200 VA P.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 621.480 15.804 40.471.950 8.166 (38.340 34.820.037.493.621 124.325 3.048 4.303 3.219.800 4.100 35.279 422.530 561.579.955 12.868.4 P.060 333.905 27.609.435.952.414.565 36.455 137.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.192.543.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.949.240 892.587.190 4.437.362 514.762 105.480 2.200 368.177.900 188.345 1.311.384.000 115.562 109.000 9.1 Jumlah R 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.644.354 693.949 8.052 663.377.000 590.215 B.025 113.700.975 40.240 94.520.780.131.659.194.961 2.860 71.223.440 2.600 3.100 138.916.255 23.540 2.318 6.893 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.990 398.3 I.669 2.388 917.163.096.863 4.009.944.249.349.800 9.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 1.180 58.718.040 1.947 277.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.987.037.250 58.275 244.893.000 8.270 3.300VA 2.065 20.000 59.752.156.260 238.340 34.383.583 111.440 969.385 1.266.071 2.513.585 16.577.995 26.320.732.807.2 I.180 177.500 (12.419.978.070 3.947.120 19.735.844.410 4.704.455.890 643.200 35.335 34.500 1.545 244 176 1.803 1.274 29.050 1.000 12.345 94.779 829.105.100 4.415.600 1.545.415.017.530.363 26.088 89.600 116.500 364.578.761.840 6.600 30.200 VA >2.100.549.843.358 4.851.200 283.970.830 9.600 1.040 2.375 180.151.219.055 92.200 90.880 17.200 25.360 45.600) 622.637.881.555 15.

150 428.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.950 5.485 145.978.281 3.070 4.495.580 11.430 231.871 271.171 1.074.500 438.565.119 1.678.369.389 210.044.557.766.600 VA Jumlah R 3.570.501 3.548 6.897 346 621.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.421 783.081 369.565.579 19.223 1.883.462.686 23.759.267.389.462 BIAYA BEBAN 9 25.821 3.666 30.721.604 227.376 149.286.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.745.265 406.673 15.942.1 S.257.706 1.465 72.000 4.535 25.263 1.375 250.483.193.863.100 10.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 362.037.872.379 3.472.924 266.215.600 166.Ko R.220.490.738.835 99.563.962.097.546 328.644 93.285.500 1.353.059 1.888.705.150 527.472.275.300VA Blok I Blok II Blok III 2.750 8.859.880.181 156.690.900 PEMAKAIAN KVARH 8 197.232.343.041 47.800 43.503.006.196 795.866.860.700 3.215 19.044.868.120.798.180 229.628.557.995.464.984 206.145 361.2 R.784 2.150 27.848 233.751.956 6.213.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.445 14.808.163.507.265.296 289.674.269 5.340 .143.931.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .325 15.000 227.057.619.709 8.600 17.121 1.966 122.000 56.400 15 20 15.450 173.635.554.329 1.990 1.300.500 503.218.798 9.120 92.383.706.284 21.690 1.164 1.854.362 21.060 518.440 1.440 2.400 1.650 31.3.231 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.530 42.497.691 5.117.946 4.871.447.141.569 671.630 11.742.792.090 568.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.529.612 384.164.584.012.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PENGURANGAN ( WBP .515.100 857 1.LAMPIRAN 5 PT.315.1A R.222.174.440 2.637.849.969.669 2.292.683 45.214 3.600 JUMLAH Plgn 3 7.453.333 2.823 2.340 1.014.989.426 62.3 S.139 37.263 7.035.492.228.450 4.946 47. KWH Rp KVARH 10 11 17.895.150 1.573.236 10.079.899.665 329.359 JUMLAH 13=9+10+11+12 114.803 12.579 4.116.108.785 489.896 5.238.693 169.499 11.303.000 11.200 VA Blok I Blok II Blok III R.798.365.152 56.715.481.071 854.677.685.271.395 - S.550 31.390 1.300.885.2 SUPLISI 12 746.903 4.927.090 1.245.885 327.003 38.428.597.308.

079 137.695.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.340 14.483.075.500 442.826.303 2.216 9.394 31.938 43.052.100 28.930 669.424 27.415.105.300VA 2.105 111.617.3 I.453 2.706.950 4.774.593.699.936.400 26.759 45.585.252.291 687.767.466 93.080 727.027.058 19.133.633.501 1.1 450 VA 900 VA 1.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.515.500.625 1.520.900 188.533.683.713 6.394 43.063.450 87.890.137.358 4.744.805.412 73.885 133.815.780 1.300 VA 2.246 20.732.820.138.587.882.399.500 364.191 917.052 663.295 250.456.000 8.776 43.170 540.414.724.327.600 5.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.893 1.700 21.2 I.031 B.650 755.762.992.662.350 3.514.437.032 - 1.394.759 70.155 1.454.396.637.587.000 115.800 9.157.900 6.212 6.430 1.561.100 4.113.900 16.058.463 2.666 11.201 2.480 2.015 1.801.000 9.700 434.851.170.206 21.895.396.839 315 2.371.623 7.447.275.494 276.050 527.599 1.135 385.102 998.350 73.430 200.460 563.200VA I.700.100.700 (17.571.524.811.600 1.584.788.270 198.587.313 36.354.929 20.761 57.420 196.019 85.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.105 12.189.869.350 5.828.393 3.000 59.339.396) 640.315 467.408 17.668 482.816 67.439 12.134.291 69.484.625 (9.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.609 5.772 70.708 17.430 728.299 15.280 1.325.853 73.200 VA >2.301.354 693.847.3 I.183.100 35.300.376 12.545.350 73.664.200VA >2.695 19.115.382.805 910.200 VA P.645.630 5.455.892.895.978.064.200 283.084 47.308 3.632.273.885 1.288 756.490.648.394.789 1.787.B.464.771 218.897 3.700 22.708.913 6.587.528.912.000 4.202.894.983.822 56 23.300VA 2.645 53.781 5.325 103.910 1.480 2.246 33.600 22.278 135.303 3.695.001.580 1.600 56.150 210.700 153.993 298.610 11.988.4 P.300 3.991 340.200 3.610 1.790 461.064.136 34.022 19.073.342.000 20.401.096.991 .053 1.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.000 279.585.650.700.956 183.122.998 1.000 415.017.938 140.013.078.199.283.200 2.925 7.200) 466.161.804 173.341 103.195.937 30.876 5.595 83.098.085 686.821.754 23.149.637.988.695 178.2 P.350 79.740.544 5.389.960.043.

650 BIAYA BEBAN 9 60.947.921.904.370 9.471 870.371.118 6.607 774.886 90.794.440 2.150 1.090 35.300VA Blok I Blok II Blok III 2.465 536.841.267 3.742 1.241.365 4.384 1.877.269 5.012 - SUPLISI 12 1.784.LAMPIRAN 6 PT.365 10.245.078 24.389.294.043.899.069.284 21.500 438.631 13.750 11.934.340.008 7.885.931.214 3.254.016.761.380.768.071. KWH Rp KVARH 10 11 40.494.096.029.755.775.700 3.101.377 14.833 112.982 631.531.672.340 1.792.616.500 2.696 640.987.446.430.044.738.484.2 3.434.807 JUMLAH 13=9+10+11+12 270.029.445.376 149.897 346 621.194 401.243.778.451 100.915.865 1.125 590.933 14.571.079.742.436.745 540.574 73.864.379 4.324 192.910.163 218.495.719.545 959.959 221.508 369.789.612 384.994.068.580.505.165.780.647.887 28.450 173.216.803 12.405.200 289.072.3.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .454 50.436.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 855.200 VA Blok I Blok II Blok III R.854 772.621 4.400 1.000 4.150 428.173.2 R.772 10.541 10.3 S.937 112.400 15 20 15.267 35.187.384.332 71.800 43.223.764 3.009 773.243.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PERGESERAN( WBP .219 31.231.196 24.397.936.152 56.050.540 18.325 15.834 1.300.987 45.010.887 826.376 22.742 326.167.020 629.951.383 60.016.040 551.082 487.000 11.749 5.417 170.728.819.770 5.416 2.337 26.554 1.910 6.769 776.458 5.640 536.600 17.694.860.626 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.206 147.064 236.378.290.584.688 2.430 231.482 22.459.835.675 12.414 8.318.268.365 2.792.118 2.834.Ko R.663 7.440 152.097.745.446 9.223.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.848.909.188.794.068 121.540 3.960 4.600 VA Jumlah R 3.892 5.340 .545 342.896 3.285.857.600 JUMLAH Plgn 3 7.931.692 4.062 1.018 75.939.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.243.404.333.769.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.627.991.390 501.434.050 20.073 9.705.754 1.1 S.865.979 1.696.136.158 13.006 45.299.105.1A R.440 1.169.370 2.265 5.293 1.887 129.004 4.266 3.580 26.749 233.303 1.157 8.732 7.369.124.376.139 37.077 496.148.896 64.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.888.189.680.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.902.156 38.219 683.064 S.000 56.554 66.267.154.692 80.123 1.451 235.220 1.301 179.222 854.925.315.092 20.275.828.349.318.440.703.458 7.756 3.936.180 55.665.773.717.720 2.073 20.852.993.529.491 107.927.424 PEMAKAIAN KVARH 8 197.801.600 166.762.834.100 857 1.

860 515.B.001.103.165.195 6.486 158.900 16.106.466.036.480 46.101.000 4.918 14.968 29.527.756 7.796.904 62.350 73.200 283.201.093 412.822 56 23.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.450.626.899) 1.992.236 249 180 1.869 16.786.329.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.642 41.579.300 1.772 166.222.000 8.685 51.284 197.781.415.062 206.888.972 27.861 3.368.848 262.633.884 13.848.200VA >2.364.421 79.066.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.719.595 29.870 5.790 22.929 4.058.600 1.127 12.809 404.133.200 VA P.075 3.017.594 495.872 48.2 P.064.3 I.432) 1.102 998.292 6.554 15.044.684 200.348 6.587.053.186.171 46.462.936.355 1.885 244.629 4.700 434.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.494 651.609.160.893.856 3.686.781 5.866.055 3.795 3.028 3.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.434 3.935 1.100 35.300.135 1.308.333 3.284.249 74.243.594 84.389 (38.058.630.013.546 324.200 VA >2.528.871 2.315.668.023 1.844 14.899) 1.718 1.952.129.421.800 9.649.203.661.773 332.718.501.849.613.978.896 2.430 1.882 62.188 4.147.608.278.723.284 6.816.187.467.480 422.757 136.089.300 VA 2.824 1.400 13.046.414 112.545.263 3.179 804.611.958.144.694.026.093 586.634 5.991 166.036.700.415.000 415.300VA 2.600 22.030.132.892 530.4 P.838.042 126.876 5.600 5.470 40.069 1.000 59.653.258 33.370 1.600 56.398.466.097 409.848 29.511.144.089 102.044.000 20.000 115.1 450 VA 900 VA 1.900 188.702 704.137 107.292 72.782.912.2 I.045.002 2.574.882 62.887.290.202 80.412 73.3 I.388.722 92.202.719 910.111 462.900 6.490 26.581.661 4.760 1.726 7.458.700.131 B.100 4.308.335) 1.791.402.147 34.096.629 4.430 200.430.201.431.500 364.126 8.209.732.364.645.456 41.434.995 (22.200 660.745 36.766 282.179 219.623.275.921 1.978.354 693.359 1.527.640.331.052 663.619.500.147 34.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.392.893 1.495 319.303 3.243 190.095.097 432.606 4.139.243.238 2.719 41.820.700 21.359.350 3.926 4.703 18.715 846.369.672 5.115.077 468.736 591.386 12.358 4.166 1.272.047 245.702 2.991 .267.373 103.199.967 163.409 2.000 9.292 (40.300VA 2.454.374.818.948.700.654 1.516.087 1.990.249 102.457.532.282.870 4.315 744 6.754 23.497.200VA I.033.991 106.260 2.713 35.291 2.000 2.849.200 3.064.026.456.154.292.829 6.838 8.361 3.866.674.904 303.100 28.452 363.610 1.389 (38.209 314.889.342.584.995.564.562 15.462.772 53.678 17.500.455.301.097.825 430.572.692.147.456 46.630.682 90.122 10.640 64.716.875.121 573.901 47.

680 266.211 257.230 24 8 14.032.976 1.09 ) BULAN NOVEMBER 2003 .429 11.546.588.871 2.645 71.566 10.072.018 15.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.547 1.795.3 S.440 3.708.417 3.082.997.042.350 6.018.241.697.600 420.155 3.981 260.910 1.067 137.334.251.126 103.890 15.920.526 434.285.561 10.938.073.310.887 393.690 31.266 116.766 158.380 536.395 5.116 4.425 4.077.144 700.080.090 24.444.985 77.600 VA Jumlah R JUMLAH Plgn 3 5 7.016 23.152.064.133 6.443.880 9.037 1.308 18.882.437.852.875.561.777.074 1.307 641.489 33.764.255 3.433 21.750 1.879.187.709.796 42.826.528.709.964 4.846 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.859.1 S.195.497.284 3.532.509.856.651 5.080 253.185 15.145.798.614 2.2 R.987 540.518 339.111.458 1.366.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .841.761.055.489.855.149 52.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.823 115.012 463.556.163.978 262.853 58.250 196.438 587.673 2.237 .665.362 2.562.560 4.842 54.857.561 5.350 52.677.995 27.659.027 3.574 2.445 1.042.658.708 54.906.278.240 1.094 4.699 130.120.686 1.620.544 145.348 851.717.417 17.290.126 PEMAKAIAN KVARH 8 31.340.785 30.500 4.279.401.107.457 2.277.217 146.618.128 4.186 171.994.342 18.105.927.975 1.532.187.842.836.515.118 1.477 2.211.309.501 JUMLAH 13=9+10+11+12 69.958 3.503 215.983 1.630.041 729.780.853 58.Ko R.162 4.950 423.416.655.811.615 314 604.221 - S.808.908 381.535.3.262 7.401.528 4.373.884 306.084 103.586.159.586.321 9.358 14.061 1.857 8.2 SUPLISI 12 297.329 2.964.686 110.526 80.707.110.545 411.024.230 121.546.1A R.459.981 2.605 90.561 7.147 42.480.015. KWH Rp KVARH 10 11 22.533 6.738 296.082.133 16.278.OKTOBER 2004 Kondisi Awal KWH WBP = Rata .300 VA Blok I Blok II Blok III 2.736.603.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.128 49.314 834 1.892 1.561.138.111.202 118.456 2.275 1.067 33.098 770.LAMPIRAN 7 PT.007 243.999.071 142.907.660 10.702 BIAYA BEBAN 9 69.053 957.513 621.239 17.521.316.539 35.rata KWH WBP Selama 12 Bulan Terakhir GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.499.730.542.893 199.284 116.032.734.834.186 DAYA (VA) PLGGN 4 1.676 41.546.300VA Blok I Blok II Blok III 2.908 54.867 35.889.869.513 622.867 14.951 388.469 833.566 25.161.232 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 513 513 444.605 132.867.340 2.386.069 7.217 448.200 VA Blok I Blok II Blok III R.853.598 388.888 155.726.526 434.735 660.932 1.532.085 257.257 8.621.887.652 16.784.913 2.355.278 175.518 187.510.

065.090 3.200VA I.450 206.987 25.292.854 - 352.604 192.135.036 1.207 3.922 645.365 28.775 39.012 921.843 52.500 481.894.810.939 232.837 539 3.278.584 317.535.573 1.782.338.305 4.224.687 257.747.824.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.891.569.037.976.867 58.570 944.248.963 58.725 8.415 340.783 708.964.391.561.345 1.418.161.300 312.409.173.975 21.896 1.230 28.315.836.667 4.318 179.425 356.766 166.033 4.307 2.721.678.159 99.646 2.4 P.648 54.561 2.522.883.002 73.685.252.544 428.500 7.765 494.333 8.360.033 12.936.011 1.149.405 41.3 I.891 35.118.649.913 5.855 B.173 2.210 175.283 11.554.219.186 2.992 134.471 160.249.197 3.075.812 58.978.400 553.029 94.752.589.611.957.282.932.581.860 96.873 125.982 111.230 165.213 286.587 2.841 14.408 8.508.809 568.139.858 23.337 384.220.644.207.330.027 1.333.946 32.552.463 4.225 26.200 1.744.310 1.130 6.198 287.756.727.545.480 5.985 452.166.455 24.230 20.463 408.016.300 VA 2.738 3.594 72.652.097.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 14 113 262 30 14 453 429 318 274 193 515 7 1.665.963 867.509.024.484 54 23.795.673.843.758 9.203 21.244 8.2 I.044.685.041.916.323.819 857.765.071 42.273 6.896 2.320 707.554.037.663 6.784 4.162 516.165.429 2.085 14.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.866 16.723.594 72.233.883.000 7.728 1.159 73.245 4.651 1.700 33.598 32.639 289 250 1.338.800.323.840 149.043.071 42.251.358 20.534.788.517 32.101.548 11.806.640 4.878.917 34.883 173.815.039 272.460 5.760.619 171.387 5.494.604 19.395 66.683 2.867 1.967 3.217 5.358.108.118 7.305 4.438 402.200 447.323.000 38.063 17.951 221.652 47.537.973.369 668.100 43.407 .910 31.597.924 38.583 15.993 5.788 63.860.267 52.648 43.012 921.127 262.613.B.3 I.639 2.982.364.985 393.300VA 2.200VA >2.673.612 58.145 249.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.150 670.666 8.753.758.623.867 3.063 13.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.266.219 4.229.958.668 1.111.863.083.473.812.242.345 1.114 101.207 382.808 2.300VA 2.378 1.732.166 3.794.095 1.305 1.340.012.236 797.727 100.199.200 VA P.436 3.828.732 6.679.935.150.200 1.721.198 1.288.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.587 44.250 108.245 2.370.773 22.2 P.293 116.900.351 774.392.094.963 6.380 11.887 2.145.483 107.368 904.587 44.732.736 38.204 125.892 834.551.395 31.050.070.150.111.250.115 8.775.983 34.700.016 2.505 2.425 28.213 690.927 1.640 94.744.839.250.200 VA >2.377.044 91.795.017 25.608.668 3.861.1 450 VA 900 VA 1.687.911.781 1.275 87.686.812.946 291.924.814.734.894 122.

Hormat saya Husna Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Sistem Energi Elektrik Universitas Gadjah Mada .LAMPIRAN 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat. saya mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr/I dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini. saya ucapkan terimakasih. sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya. Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mengenai PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN. Demikain atas kesediaan dan kerjasamanya.

......…... Nama Pelanggan 2............ UP/UPJ PLN : ......... ................................…….............. : .. Pekerjaan Tetap 6........ Jenis kelamin 7............................... Laki – laki b............Perkotaan 2... : ......................................……………………………………...... Umur 5...... Oktober 2005 ......................... Perempuan : ...... ( nama responden ) ....... : a... 10................ Kawasan : ..... : 1............ Agama 8.......................................... : .........Pinggiran Perkotaan 12.... Alamat : ..tahun : ........ ........…….....KUESIONER PENELITIAN PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN 1. ..........................................……………………………........................................ Nomor Pelanggan 4...................... Kabupaten/kota 11...................... Yogyakarta.............. ....

.. pendapat.sebutkan…………… 4. Sarjana Muda/Diploma e.. < Rp 300. Kulkas b....... 8. Lainnya.. Rp..000 d. 9.... Mingguan d.. 1... UMUM 1.....500......000 – Rp 2.... Rp... Pegawai Negeri d.. Blender i.. 2200 VA .000 – Rp 1000....000.. Magic Jar h..000 h.. Bagaimana pola pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I ? a. Apa Pekerjaan Bapak/Ibu/Sdr/I sekarang? a. Lainnya Sebutkan.. Rp.1000... SMA atau yang sederajat d..... tetapi tidak termasuk pengeluaran untuk kredit sperti: mobil.1000.000 g..000 g.000 c. Video CD d.dll? a.. a.. Apakah Pendidikan Terakhir Bapak/Ibu/Sdr/I? a... Pembantu Rumah tangga f.000 e. Dalam Satu bulan berap kira – kira berapa rupiah pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I? a. Berapa jumlah tanggungan keluarga ( Jumlah anggota kelurga yang tinggal serumah dan menikmati fasilitas listrik yang sama ). jangan ragu bertanya terlebih dahulu.. Rp.700. 1. Berapakah Pengeluaran Keluarga perbulan untuk keperluan sehari – hari...000 – Rp 1.......... Harian b...500.000 f........ 900 VA c.. 1300 VA d. 300.000 – Rp 700... SD b.000 – Rp 1000. Q1. < Rp 300. Tiga d. Televisi c. Rp..sebutkan…………… 2. 500. Lainnya..000 – Rp 700.... Sarjana ( S-1 ) f.. barang electronik. Peralatan apa saja yang dimiliki keluarga Bapak/Ibu/Sdr/I saat ini ? ( boleh diisi lebih dari satu ) a... Dosen/Pengajar 6.000.. Tadio Tape f.. 450 VA b. Lainnya.. Rp..500... Profesional: Dokter...000 – Rp 500. Rp. Pegawai Swasta e.. Rp..000. Microwave j. 7... 5.. Satu b.Lainnya ..500. > Rp 2. Lainnya. AC/ Kipas Angin l..... Status dalam keluarga ( Lingkari salah satu ) a.. Rp. Anak d. Lainnya Sebutkan. Berapa batas daya yang digunakan (R-1) a..Pengacara h......700.....000 – Rp 2.Sebutkan....000 f. Wiraswasta g.000 c.000 b. Ibu Rumag Tangga c. > Rp 2. Apabila Bapak/Ibu/Sdr/I krang jelas.sebutkan………….sebutkan…………… 3. Rp. Rice Cooker k... S2/S3 atau yang sederajat g..dan perasaan Bapak/Ibu/Sdr/I dengan memberi tanda pada pilihan yang tersedia. dua c.. Saudara e..000 – Rp 500.000..000 – Rp 1.. TNI f.000 e.. Ibu Rumah Tangga b.000 d. 500... Komputer e....... 300... Kepala keluarga b.. Lainnya. Dispencer g.PETUNJUK PENGISIAN Mohon agar pertanyaan berikut diisi sesuai dengan sikap.... c..000 h.000 b. Bulanan c... Terima kasih. rumah. SLTP c..Sebutkan.

000 c. Rp. Rp. 3. MENGENAI PEMASANGAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. 50. Bayar langsung melaui Bank d.000 – Rp 300. Metode mana yang sebenarnya ingin Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan untuk membayar listrik a.000 g. 500. Mahal sekali 7. Murah b. Kepada siapa Bapak/Ibu/Sdr/I membayar biaya teresebut Petugas PLN Kontraktor Pasang Baru Perubahan Daya 6. Rp. Bayar melalui ATM f.000 e.sebutkan 2. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c.000 b. Mahal d. Informasi dikantor PLN B.000. Pemasangan baru atau rubah daya ( isi salah satu atau keduanya ) tanggal Bulan Tahun Daya Daya sebelummnya saat ini Pasang Baru Perubahan Daya Kategori perubahan daya tambah tahun kategori PB PD 2.000 d. Lainnya. > Rp 1. Brosur/Leflet e. Biaya yang dikeluarkan untuk pasang baru atau perubahan daya( isi salah satu atau keduanya ) Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 3.000 – Rp 1. < Rp 20. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui tentang Harga Resmi? a. Lainnya. Bayar Langsung ke loket tertentu b. d. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Biaya yang dibayarkan tersebut diatas ( lingkari salah satu sesuai dengan pendapat anda ) a.000 – Rp 50. Bayar langsung melaui Bank d. Metode pembayaran yang Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan : a. Wajar c. 20. Biaya Pemakain Listrik Perbulan a. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Rp 300.000.100. Rp.000 – Rp 100. Titip pada orang lain g. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 4. Spanduk c. Petugas PLN Q3. Lainnya. sebutkan……………………….000 – Rp 500. MENGENAI PEMBAYARAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Bayar langsung melalui KUD e. Bayar langsung melalui KUD . sebutkan……………………….000 h.000 f. Bayar Langsung ke loket terentu b.Q2. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I yang dibayarkan biaya tersebut? Biaya Resmi 1 Biaya tidak resmi 2 jika memilih jawaban ke 2 silahkan lanjut ke Q3 5.

. Pemotongan langsung dari rekening Bank f. sangat puas f. 3.. sangat tidak puas sekali b.. sangat puas sekali Tingkat KEPENTINGAN a... Sangat tidak puas c. Sangat tidak puas c. ….. Ya b. Alasan menunggak. sangat tidak puas sekali b...... ………………………………… ………………………………………………………………………. sebutkan……………………….Mengenai pembacaan Meter Listrik. 5. Menurut anda periode pembayaran listrik sebaiknya dari kapan sampai kapan?……………………………………. sangat puas f. Lainnya.. Berilah nilai pada beberapa peertanyaan berikut sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang Bapak/Ibu/Sdr/I rasakan. Sebutkan.……………... Bayar melalui ATM g. Hal yang berkaitan dengan Rekening 1..e... Apakah Anda pernah menunggak? a... Titip pada orang lain h. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Sistem Pembayarn rekening ( on – line atau manual ) Pelayanan informasi tagihan dapat dilakukan melalui operator Periode pembayaran rekening listrik Jam pelayanan pembayaran rekening listrik Respon petugas terhadap keluhan ketidaksesuaian tagihan pada rekening Tempat pembayan yang mudah di jangkau Kenyamanan di tempat pembayaran rekening Tersedia nomer urut antrian a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a a a a a a a b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e f f f f f f f f f f f f f f f . Tanggal berapa anda biasanya Bapak/Ibu/Sdr/I biasanya melakukan pembayaran rekening listrik? …………………………………………..………………………………………... tidak 4. puas e. sangat puas sekali Q4. 2... tidak puas d... Tingkat KEPUASAN a.. puas e. tidak puas d. No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Penampilan petugas rapi dan bersih Sikap petugas sopan Petugas mencatat dengan akurat ( sesuai dengan yang tertera pada meteran ) Petugas mengisi data kartu di kartu meter pelanggan Pencatatan dilakukan secara rutin Respon Petugas terhadap kesalahan baca meter Petugas menggunakan alat meter elektronik ( alat baca meter yang langsung melakukan perhitungan rekening listrik a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a b c d e f a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f Q5.

Hal yang berkaitan dengan Gangguan listrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9.. Spanduk c.Q6.. Lainnya.....sebutkan. Ya b. Informasi dikantor PLN B. Lembaran Rekening Listrik g. Petugas PLN e. Penyuluhan PLN ... Mengenai Pelayanan 123 1... d. Radio d..... Ya b.... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah mendengar layanan 123 atau 290123? a... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah menghubungi 123 atau 290123? a.. Tidak 4... PEMAHAMAN DAN PERSEPSI TENTANG HEMAT ENERGI 1. Darimana anda memperoleh informasi tentang program tersebut? a. Pernah b.....selebaran/spanduk e.. Brosur/Leflet d. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui nomer tersebut? a...sebutkan………………… 3. Surat kabar/majalah b. Apa tujuan Bapak/Ibu/Sdr/I menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 5. Hal yang berkaitan dengan pelayanan No 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 Pertanyaan Stabilitas tegangan Lama listrik padam Listrik sering padam Daya yang tersedia Dapat menggunakan listrik setiap kali membutuhkan ( tidak sering padam ) Kerapihan jaringan sekitar tempat tinggal anda Pemulihan kerusakan Keamanan jaringan sekitar tempat tinggal anda Kepedulian PLN terhadap kebutuhan pelanggan Kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar a a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f f f f f a a a a a a a a a a Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f F f f f Q9.... Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Belum Pernah 2... Pertanyaan Pelayanan ganggaun mudah dihubungi Pelayanan gangguan terbuka 24 jam Petugas sangat ramah menerima laporan gangguan Petugas cepat merespon laporan gangguan Petugas dating melakukan cek dan perbaikan ke tempat terjadinya gangguan Petugas mencatat semua laporan ganngguan Petugas memperbaiki gangguan dengan cepat Jadwal pemadaman Sebab – sebab pemdaman a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f f f a a a a a a a a a f f f f f f f f f Q7. Lainnya..... Mengapa Bapak/Ibu/Sdr/I tidak menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Q8.. Apakah anda pernah mendengar Program hemat energi? a. Televisi c. Tidak 2..

............... …………………………………………………………………………………………………………………... Apa alasan anda menghemat listrik? a................ karena ... ………………………………………………………………………………………………... anda sudah berusaha menghemat? a. Apa alasan anda menggunakan pada jam tersebut? …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………......... Penyuluhan PLN 7........................... Saat Kapan anda banyak menggunakan peralatan listrik a.. ……………………………………………………………………………………............. Apa pendapat anda tentang himbauan tersebut................. Lainnya....... Radio d.............. tentang ................. a..……………… …………………………………………………………………………………………...... Mengerti... kadang – kadang c.... Apakah anda pernah mendengar bahwa PLN mengalami krisis energi atau kekurangan pasokan listrik? a........ Apakah Pendapat/komentar Anda kalau listrik sering padam? ………………………………………………………………………………………………....... belum 8.. ………………….……………………………………………………………………………………………........……..............……....... Apakah Anda Bersedia untuk menggunakan peralatan listrik pada waktu luar beban puncak ( 22... 10.... Pernah b................. Tidak bersedia..... Tidak tentu e.. b.... Lainnya.......…………………………...... karena ... Sudah b.. e........00 s/d 22... tidak pernah 6....……..............………………… 15..............00 )...... jam 06............... Apakah anda mengerti mengerti maksud dan tujuan program tersebut? a. Tidak tau d. alasan ………………………………………………………………………………………………………...... tahun ............. Televisi c..... Lainnya......00 s/d 22...00 c.... Bagus.... 12.......... b... Buruk... Sekarang sedang disosialisasikan agar menghemat energi waktu beban puncak ( 18. 13.00 s/d 18........00) tariff nya murah? a..................00)? Bersedia......... sebutkan....................... selebaran/spanduk f... Tidak Mengikuti Himbauan tersebut c........00 b.. Sejak kapan anda mulai menghemat listrik? Bulan........... sebutkan ................. ……………………………………………………………………………………………………………………….......... Mengikuti Himbauan tersebut b......................00 s/d 22..............00 d......... sebutkan ..........Untuk menghemat rekening listrik ( biaya ) b... Surat kabar/majalah b....3.............................. Lainnya........................ 9..00 s/d 06.... Mengikuti saran orang lain d..00 s/d 18.......... jam 18.......................... ……………………………………………………………………………………………………..................... sebutkan...... sebutkan ................ alasan........00 ) tarif listrik mahal... jam 22............ Apakah selama ini dalam mengkonsumsi listrik................. dan pada Waktu luar beban puncak ( 22...... ……………………………………………………………………………………….............. Mengikuti saran PLN c........................ Darimana anda memperoleh informasi tentang hal terserbut? a......……….. Tidak tau 4..... 11.......... Tidak tau 5.......... Lainnya. ………………………......... Tau b. Bagaimana Pendapat anda tentang program hemat energi? a............... c...... ………………………………………………………………………...... Tidak tau c.................... 14.. Apakah Anda mengetahui kalau pada waktu beban puncak ( 18.........00 s/d 18......

. Apa yang mendorong anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik tersebut? ( boleh lebih dari satu jawaban ) a. tidak c.. lainnya. Ya b... sebutkan …………………………………………….sebanyak…….. Menurut Anda. dengan Daya…… …watt 3..... KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SETELAH MENGHEMAT ENERGI LISTRIK 1...…watt ……………....... Q11...... Setelah menghemat listrik.Q10.... tidak tau Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki dalam rangka penghematan Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) .......kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan . buah..) .…….... berupa apa? ……………... semata – mata untuk memenuhi kebutuhan b... KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SEBELUM MENGHEMAT ENERGI LISTRIK Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan . Jika Ya..... Apakah peralatan yang anda gunakan tersebut tergolong peralatan yang hemat energi? a..sebanyak…….... 4.... merasa lebih nyaman c. dengan Daya………........ Tidak 2.. apakah anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik yang lain? a... buah.)Rp ………. Ya b......

........................ …………………………...... bagaimana prilaku anda dalam pemakaian peralatan rumah tangga Yang lain ? a...……………………………………………………………………………………....................................................…………………………………………………………………………… …………..................................................... Apa Pendapat anda mengenai hemat energi? ........ 4. Lainnya.... ............ ............. ………………………………………………………………. Q12........……………………………………........................................................... berusaha lebih hemat b..kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan .... EFEK PENGHEMATAN 1.................) ....................... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I Puas dengan pelayan yang diberikan oleh PLN selam ini? Kalau Iya.......................................................................Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan ............ sebutkan........................)Rp ……………... Dengan cara apa anda menghemat energi listrik? ..................................................................... Seberapa pentingkah Listrik bagi anda? …………………………......…… ………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………. sebutkan……………………… 2............ ………………………………………………………………... sama saja d................................... justru lebih boros c...................... 3..................... . ……………………………………………………………… 5............... Sebutkan. Kalau tidak....................... Dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penghematan.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.