PENGENDALIAN BEBAN YANG EFFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Tesis

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarajana S-2 Fakultas Teknik – Program Studi S-2 Teknik Elektro Minat : Magister Sistem Energi Elektrik

Diajukan oleh : Husna 14787/PS/MSEE/04

kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA AGUSTUS, 2006

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka

Yogyakarta, 4 Agustus 2006

Husna

iii

T Haryono. M. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S .Ph. Selama Proses Penelitian ini.Sc.MIEE. Ir. dalam kesempatan ini pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.2 pada Jurusan Teknik Elektro Program Magister Sistem Energi Elektrik. iv .Sekretaris Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 5...Sc. Ir. F Danang Wijaya. ST. Direktur sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada 2.CEng.Eng. Selaku Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini. Soedjatmiko.. Ir. M.KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. M.D. banyak pihak yang telah membantu penulis. Selaku Pengelola Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 4. Tesis ini dengan judul “ Pengendalian Beban yang Effekti terhadap kepuasan pelanggan.MT. sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Tumiran. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammbad SAW neserta kelurga . selaku ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3.

Bambang Sugiyantoro. MT. Ibunda.6. Staf karyawan PT. 4 Agustus 2006 Penulis Husna v . Apabila dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan. Ayahanda. Abang serta Adik tercinta. Staf Pengajar dan seluruh karyawan Program MSEE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada serta Staf Pengajar dan seluruh karyawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 10. Ir. atas segala bantuannya hingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan 12. yang telah banyak membantu dalam penulisan tesis ini 12. Yogyakarta. Semua Pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian tesis ini. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. kririk dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dikemudian hari. Teman – teman kost Gerbang merah Pogung Dalangan Sleman Yogyakarta. 11. 7. PLN APJ Yogyakarta dan PT. Teman .teman Mahasiswa Program MSEE angkatan IV 20004/2005 dan Mahasiswa Program S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada.PLN Ungaran Semarang 8. Sunandar yang telah banyak membantu kegiatan penulis 13. Selaku Pembimbing Pendamping dalam penulisan tesis ini.

Para Guru. Semua amalan adalah kemunafikan. Dan keikhlasan ini berbahaya. kecuali yang dilakukan dengan niat yang ikhlas. kecuali manusia memahami di jalan apa hidupnya bakal berakhir ( Imam Ali ) Wahai Anak Adam ( Masa ) Siangmu adalah tamumu. Sahabat dan handaitholan yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian tesis ini. Semua ilmu adalah Fakta yang memberatkan manusia. vi . Begitu juga dengan Malammu ( Al Hasan Al-Bahri ) Penulis Persembahkan Karya ini untuk : Allah SWT dan Rasulullah Ayahanda. kecuali yang diamalkan. jika engkau berbuat baik kepadanya. maka berbuat baiklah terhadapnya. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. kecuali tempat – tempat belajar. Abang serta Adik tercinta. niscaya dia akan pergi dengan memujimu.Kita Tidak bisa menjadi Bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain. Ibunda. karena sesungguhnya. maka ia akan pergi dengan mencelamu. tapi kita bisa berpengetahuam dengan pengetahuan orang lain ( Michel De Montaigne ) Sesungguhnya dunia ini kebodohan dan kesia – siaan. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya.

6 Faedah penelitian ……………………………………………… 7. 8 Sistematika Pembahasan……………………………………… 10 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.. 2..1.x DAFTAR TABEL …………………………………………………….. i HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………… ii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………… iii KATA PENGANTAR ………………………………………………….….…. 11 Landasan Teori ……………………………………………….6.. 1..……. 1.5 1.1. xiii ABSTRAK ……………………………………………………………………. PENDAHULUAN 1. vii DAFTAR GAMBAR ………………………………………………….2..……….DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………….. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 7 Metodelogi Penelitian …………………………………………. xi DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………. 1.4..2....xv BAB I. 1. Tinjauan Pustaka ……………………………………………. .3 1. iii DAFTAR ISI ……………………………………………………. xii INTISARI ……………………………………………………………………. 12 vii ..….………... .……..7 Latar Belakang ………………………………………………… 1 Rumusan masalah ………………………………………………6 Keaslian Penelitian …………………………………………….

………………………….4.. 15 Pembangkitan ….1.…………………………………………… 37 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data ..….1 3. Hipotesis … ………………………………………………….1 Load Time of Use Rates ( TOU ) …………………………….1 2.………………………………………… 20. CARA PENELITIAN 3..4.2 Load Interuptible dan Load Curtailable ……………….3 2. 25 Pola Beban …………………………………………………… 25 2.4.2.4.2...2. 40 Analisis Data .2.2. 37 Alat Penelitian ….3..2.2. Bahan Penelitian …………….2.2.. 38 Tempat dan Jadwal Penelitian .2 Demand Side Management ………….4.4.……………………….2.……………………………….. 2.3. 4.2.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi ……… 34 2.2.5.2. 35 Rencana Penelitian … ….…………………………………………… . Kecukupan Pasokan Sistem Jawa . 41 Hasil Pergeseran Beban . 33 2. 3.1 Pengendalian Beban ………………………………………….………….. 4. 3.Bali ………….. 23 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY.……………….………… 36 BAB III.1 2.………33 2.……………………………… 38 Kesulitan-kesulitan Penelitian ……………………………… 39 BAB IV.4 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali…………………… 12 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY…………..1 Hasil ….2.4. 3.……………………………. ……………………. 30 2.………………………………… 42 viii .2 2.2.3.3. 27 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4..4.2 2.Madura .2.2..

………………………………………………………………….1.….……………………………………………..……………………………………………………… 55 LAMPIRAN . 54 DAFTAR PUSTAKA ….2. …..57 ix . 5.…………………………………………… 53 Saran-saran …. PENUTUP 5.3 Pembahasan Hasil Penelitian .. Kesimpulan .2 Perhitungan Insentif dan Kompensasi untuk pengendalian Beban…………………………………………………………47 4.2.4.. .………………………… 51 BAB V.

2 .Bali ……………….…….7 Kurva pertumbuhan beban puncak system jaeng dan DIY 3 November 2004………………………………………………..3 Setelah Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP……………………47 .PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 ………………………………………….………………………………………………………….…28 Gambar 4. x .1 Peta jaringan transmisi sistem Jawa-Madura..5 Pengelompokan Pembangkit………………………………………. 9 Gambar 2. Sebelum Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP….6.1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian …….2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT...14 Gambar 2..18 Gambar 2.……… 44 Gambar 4.…15 Gambar 2.3 Peta jaringan transmisi sistem Jateng dan DIY ………………….DAFTAR GAMBAR Gambar 1.………………………..PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004 ) …....4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.…26 Gambar 2..…19 Gambar 2. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY ………….1 Kurva Beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 ……….. 42 Gambar 4.20 Gambar 2.

…17 Beban Minimum / Beban Terendah PT. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.…..4 Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY ……………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY …………………………………………………………………17 Tabel 2.…44 Tabel 4.….3 Tabel 2..…. Beban Setelah Pergeseran ………………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY ………. 46 Tabel 4.1 Beban Sebelum Pergeseran …………………………………..1 Tabel 2..17 Tabel 2.16 Faktor Beban PT.5 .PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY…………………………………………………….2 Tabel 2...2 .………………..…….4 PSA setelah pergeseran Beban ……………………………………….3 Besar Pergeseran ………………………………………….17 Tabel 4. 50 xi .6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .…46 Tabel 4...…….DAFTAR TABEL Tabel 2..16 Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY.

.…..59 Lampiarn 4 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .62 Lampiarn 6 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ...09) Bulan November 2004 sebelum Pengurangan ( WBP – LWBP ) …………………….09) Bulan November 2004 setelah Pergeseran ( WBP – LWBP ) ……………………. Kondisi Awal KWH WBP ………………. 58 Lampiran 3 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Satelah Pergeseran Beban ……………………….… 57 Lampiran 2 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban ………………………..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban ……………………………….09) Bulan November 2003 0 0ktober 2004.09) Bulan November 2004 setelah Pengurangan ( WBP – LWBP ) ……………….64 Lampiarn 7 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ..68 xii ..…..60 Lampiarn 5 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ...66 Lampiran 8 Kuesioner ………………………………………………………….……….…….…………..

00 (Rp.00 (Rp. 434/kWh).00 (Rp.00 s/d 22. Terutama pada ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan untuk pembangunan segala aspek.INTISARI Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang didukung dengan pemerataan.00 s/d 06. 309/kWh). 200/kWh) dan LWBP2 06. dengan infrastruktur untuk penyaluran energi listrik dengan keandalan tinggi. dengan berdasarkan pada analisis beban puncak. Serta perlu dilakukan menejemen dan pengendalian dengan xiii . yaitu LWPP1. LWBP2 dan WBP secara harian. serta didukung dengan pengembangan energi untuk menjamin kesejahteraan. Analisis ini menghasilkan pergeseran untuk WBP menjadi LWBP yang berdasarkan pada perbaikan faktor daya. Pada pembangunan sistem sistem tenaga listrik. LWBP1 22. yaitu pembangkit. perlu dilakukan MoU dengan pemilik cadangan energi/swasta. Serta dukungan berbagai departemen terkait. Hal ini dilakukan untuk mengontrol beban melalui demand side management (DSM). Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya kompensasi bagi pelanggan dan optimisasi untuk pembangkit di Jawa Tengah dan Yogyakarta. secara umum disusun oleh beberapa bagian utama. termasuk pemotongan puncak beban dan pergeseran puncak beban. Selain itu untuk menjamin pelayanan sistem tenaga listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta. transmisi/distribusi dan beban. dengan komponen WBP 18.00 s/d 18.

LWBP.menggeser beban puncak WBP menjadi LWBP yang dapat meningkatkan efisiensi. WBP. Kata kunci: pergeseran. beban. sistem xiv .

00 (Rp.00 (Rp. LWBP1 22. Besider that Loading management and controlling shifting of WBP to LWBP could increase the efficiency. transmission. 434/kWh). load shifting. was done to load control demand side management (DSM). including peak clipping. For serving the power system in Central Java and Jogjakarta. load. Electric power system is constructed by existing part such as power station. available power station and energy stock. 200/kWh) and LWBP2 06.ABSTRACT The purposes of the national electricity are to increase the living society with regular energy supply and provide the continuation of electrical energy. LWBP2 and WBP on peak load of daily electricity.00 (Rp. it must see MoU. lines distribution. WBP.00 s/d 06. LWBP. 309/kWh).00 s/d 18. Keywords: shifting.00 s/d 22. and lines demand This research aimed is to calculate customer compensation cost and optimize power station in Central Java and Jogjakarta based on analyzing LWBP1. The result of this research is shifting of WBP to LWBP based on power factor improvement with components happen periodically WBP 18. system xv . the infrastructure of electric power system was established with high reliability. valley filling. To support those programs.

Penyediaan tenaga listrik perlu diselenggarakan secara efisien melalui kompetisi dan transparansi dalam iklim usaha yang sehat dengan pengaturan yang memberikan perlakuan yang sama kepada semua pelaku usaha serta memberikan manfaat yang adil dan merata kepada konsumen Peningkatan taraf hidup yang terjadi di Indonesia akibat adanya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan. Perubahan tersebut akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan daya listrik.1 Latar Belakang Pembangunan nasional bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi. 1 . Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari sistem pembangkitan kepada konsumen. transmisi dan distribusi tenaga listrik( UU No 20 Thn 2002 ). masalah ini terkait dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mempengaruhi pola konsumsi tenaga listrik Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama : Pusat Pembangkitan. Pengoperasian sistem tenaga listrik adalah suatu kegiatan usaha untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan antar sistem pembangkitan.BAB I PENDAHULUAN 1. guna mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. menimbulkan banyak perubahan dalam standar dan pola kehidupan masyarakat.

Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi. b. distribusi hingga pelayanan pelanggan. efektif. optimisasi. Koordinasi pemeliharaan peralatan. yang utamanya ditujukan untuk memperoleh sistem yang aman. tetapi dengan biaya yang efisien. 1990 ) Untuk pengendalian operasi pada sistem tersebut perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimisasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. bermutu dan bisa diandalkan. Perencanaan Operasi yaitu : pemikiran bagaimana sistem tenaga listrik akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. transmisi.Perkembangan dan kemajuan dalam bidang kelistrikan terutama dalam dekade terakhir ini cukup pesat. Pemikiran ini harus mencakup perkiraan dan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban. Perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu ( Marsudi D. keandalan serta mutu tenaga listrik. dengan mutu yang baik. Salah satu diantaranya dalam bidang pengelolaan sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan. Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Pelaksanaan dan pengendalian operasi yaitu : pelaksanaan dari Rencana operasi serta pengendaliaannya apabila terjadi hal – hal yang menyimpang 2 . Dalam operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a.

Analisis Operasi yaitu : analisis atas hasil – hasil operasi untuk memberikan umpan balik bagi perencanaan operasi maupun bagi pelaksanaan dan pengendalian operasi.( Republika. Ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia. Tujuannya supaya sistem tenaga listrik untuk selalu tetap dalam kondisi normal. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia tunggal energi listrik di Indonesia. c. pemutusan sementara dan pembagian energi secara bergilir tidak dapat dihindari. 19 maret 2005 ). Barangkali ada benarnya.dari recana operasi. maka operator harus segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal. tanpa adanya pelanggan. 3 . Sedangkan pada kondisi normal pembangkitan bisa diatur sedemikian rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. Untuk perusahaan yang berwawasan pelanggan. Analisis operasi juga diperlukan untuk memberikan saran – saran bagi pengembangan sistem serta penyempurnaan pemeliharaan instalasi. kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus kiat pemasaran. Listrik kini sudah menjadi kebutuhan primer setiap masyarakat. dimana kualitas energi listrik yang diterima menurun. suatu perusahaan tidak akan ada artinya. Namun jika terjadi gangguan. mulai kewalahan dalam melayani pelanggan dalam hal kebutuhan energi listrik. Pihak penyedia Energi tersebut harus berupaya menghargai pelanggan. yang berimbas terhadap penyuplaian energi listrik ke konsumen. seperti kata orang pelanggan adalah raja.

Krisis ekonomi yang mengakibatkan 4 . Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. lima Dimensi tersebut meliputi : a. Masalah penyediaan energi saat ini merupakan issu nasional yang membutuhkan penanganan yang tepat. 2006 ).Kepuasan Pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antar tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian ( Rangkuti. Reliability ( keandalan) yaitu : kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera. dan memuaskan. perlengkapan karyawan dan sarana komunikasi. kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari resiko. c. Tangibles ( bukti langsung ) yaitu : meliputi fasilitas fisik. e. Assurance ( Jaminan ) yaitu : pengetahuan. Emphaty ( empati ) yaitu : rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan. akurat. memahami kebutuhan pelanggan. serta kemudahan untuk dihubungi d. b. Responsiveness ( Ketanggapan ) yaitu : kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik.

Maka operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. perusahaan listrik maupun masyarakat. Melihat begitu mengkhawatirkannya persoalan persediaan daya listrik ini. Pembangkit sejenis ini disebut sebagai pembangkit pemikul beban puncak. yakni penghematan pemakaian listrik (energy conservation). Kebijakan Demand Side Management (DSM) yang dilakukan oleh PLN bertujuan untuk mengubah perilaku pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien. Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat. Demand side management ( DSM ) adalah solusi yang tepat diterapkan.pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. 5 .berbagai perubahan mendasar pada perekonomian dan pola supply demand energi mengakibatkan perubahan signifikan dalam biaya operasi penyediaan energi listrik. namun sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. baik pada besaran daya maupun waktunya yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan. pemangkasan pada beban puncak (load management) serta penggeseran beban dari waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak (load shifting). Setidaknya ada tiga sasaran dari program DSM ini. Periode Waktu Beban Puncak (WBP) terjadi dalam waktu yang relatif singkat ( kurang lebih 4 jam ).

Penelitian melalui eksprimen dengan metode pergeseran waktu konsumsi untuk mengurangi pemakaian KWH WBP dengan mengalihakan ke LWBP 6 .2. Pengendalian beban melalui pergeseran waktu konsumsi dari WBP ke LWBP tujuannnya untuk antisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan tenaga listrik pada saat beroperasi secara normal.3. Rumusan masalah Dari latar belakang tersebut. 1. Seberapa besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban 2. dalam hubungannya dengan penghematan energi. 1. Keaslian Penelitian Studi tentang Pengendalian beban telah dilakukan dan dijumpai pada beberapa makalah dan tesis dengan berbagai metode kajian.Dalam tesis ini akan diusulkan salah satu metode dalam pengalihan beban puncak. Tingkat Konsumsi Pelanggan dalam penggunaan energi listrik. Namun belum ada penelitian sebelumnya tentang evaluasi Pengendalian beban pada suatu sistem distribusi yang membahas aspek-aspek pengendalian beban yang efektif terhadap kepuasan pelanggan. Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi 4. Seberapa besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP 3. dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut : 1.

keuntungan dan kerugian secara ekonomis serta harapan pelanggan yang berdampak pada penghematan energi listrik.5. 1.1.faktor yang mempengaruhi pola konsumsi 2. sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara nasional Penelitian ini sungguh sangat berharga khususnya buat penulis sendiri dalam hal penerapan ilmu-ilmu dilapangan dengan menggunakan metode-metode yang sederhana. Faedah Penelitian Dari hasil penelitian studi kinerja jaringan distribusi tentang pengendalian beban yang efektif akan dapat masukan bagi pengembangan pengetahuan mengenai usaha-usaha perencanaan jaringan distribusi. Mengetahui besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP.4. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. 7 . Mendapatkan besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban dan mendaptakan Faktor . sementara pelanggan dapat menikmati pelayananan listrik dengan sewajarnya dan pihak penyuplai daya tidak dirugikan. berdasarkan aturan pentaripan yang berlaku saat ini. 3. Mengetahui besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan listrik setelah mengalihkan energi listriknya dari WBP ke WLBP.

8 .1 dibawah ini. maka dapat dihitung berapa besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan selama tahun 2004. Tahap Pengolahan data Dari data diatas.6. Metodelogi penelitian yang ditempuh dapat dilihat dalam Gambar 1. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 APJ Yogyakarta c. dari hasil perhitungan tersebut akan disajikan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. Tahap Pengumpulan data dilapangan Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data di PLN dan informasi lainnya. PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali Laporan tahunan PT. Metodologi Penelitian Metodelogi penulisan yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu : a.1. b. adapun data tersebut diataranya : Profil beban Sistem JAMALI Profil beban golongan tarif tahun 2004 hasil Survey UGM Statistik 2003 dan 2004 PT. Tahap Studi Literatur Teori dan data diperoleh dari beberapa literatur dan informasi pendukung lainnya. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 Neraca 2004 PT.

1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian 9 .Mulai Permasalahan Studi Literatur Pengumpulan data dan memasukkan data Pengolahan dan Analisis data Hasil Pengolahan data Tidak Persetujuan Laporan Ya Tidak Semua Telah Diproses Ya Selesai Gambar 1.

Tinjauan Pustaka. Teknik Pengumpulan dan pengolahan data. 10 . Cara penelitian menguraikan tentang bahan dan data penelitian. Analisis Data. 4. serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penulisan tesis ini. Keaslian Penelitian.7 Sistematika Pembahasan Tesis ini ditulis berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. Pengendalian Beban melalui Insentif dan kompensasi. Pembangkitan. Tempat dan Jadwal Penelitian. Bab III. Load Interuptible danLoad Curtible.1. 2.Bali. Hasil Pergeseran. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa – Madura . hipotesis dan Rencana Penelitian. Pola Beban. Metodelogi Penelitian dan sistematika penulisan. Landasan Teori. alat penelitian. Load Time of Use Rates. faedah penelitian. Bab V Penutup menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran. yang meliputi : Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali. Demand Side Mangement. Bab IV meliputi : Hasil. Bab II. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk pengendalian beban serta Hasil Penelitian dan Pembahasan 5. tujuan penelitian. Sistem tenaga listrik Sub Sistem Jateng dan DIY. 3. Bab I. Pengendalian Beban. Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang yang mencakup perumusan masalah. Kecukupan Pasokan Sistem Jateng dan DIY.

( PT.26 MW.198.143. Semakin mahalnya Listrik.83 MVA atau 320.00.769. Agar kualitas penyedian energi listrik tetap terjaga ditentukan oleh keandalan bagian distribusi. sehingga untuk mengefesiensikan pada saat tersebut harga listrik lebih mahal dibandingkan LWBP.90 MW dan Pembangkit Hydro : 368.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. peranan distribusi sangat penting. Program Pangkas Listrik pukul 18. penambahan pembangkit pada WBP merupakan biaya yang perlu diperhitungkan.50 MVA atau 1. pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak.80 MVA atau 2.16 MW dengan rincian Pembangkit Thermal : 1.00 hingga 22.33 MVA atau 1. 1983 ).294.064. Akibatnya konsumenlah yang jadi korban.1 Tinjauan Pustaka Sistem energi listrik terdiri dari komponen utama. Saluran distribusi adalah yang terdekat dalam melayani konsumen energi listrik. mau tidak mau menghemat energi harus dilakukan.448. saluran transmisi dan salurann distribusi. dan kapasitas seluruh trafo 2. harus disadari sebagai tanggung jawab bersama dalam upaya penghematan listrik.PLN P3B Region Jateng dan DIY tahun 2004 ) 11 .90 MW. Kapasitas terpasang pembangkit Jateng dan DIY tahun 2004 adalah sebesar 2. daya mampu pembangkit akibat peningkatan permintaan yang lebih banyak dikonsumsikan pada saat WBP.50 MW. yaitu: pembangkit. sedangkan Beban rata – rata tahun 2004 adalah 2. karena apabila terjadi gangguan atau kualitas buruk pada sistem distribusi akan dirasakan langsung oleh pelanggan ( Stevenson.774.

245 MW atau naik 5.132 GWh (5. Penurunan kemampuan pasok pembangkit dibandingkan dengan kapasitas terpasang disebabkan oleh: . Untuk tahun 2005.81 %). Penggunaan tenaga listrik sektor industri sebesar 35.2.398 MW. Kemampuan pasokan pembangkit kepada sistem 14.146 GWh (34.770 GWh (45.Pada kondisi ini apabila satu unit pembangkit terbesar mengalami gangguan.951. beban puncak diperkirakan akan mencapai 15.615 MW dengan daya mampu netto 18. sektor rumah tangga 27.4%). Kapasitas terpasang pembangkit untuk memasok beban sebesar 19.66% terhadap tahun 2003.2.018 GWh (14.Variasi musim 1-3% jumlah 12 .77 %). sistem Jawa-Bali sudah dalam kondisi kritis.9%.700 MW dengan serta cadangan daya (reserve margin) 650 MW (4.2 Landasan Teori 2. Konsumsi tenaga listrik di Jawa-Bali pada akhir tahun 2004 sebesar 78.11%) dan sektor Publik sebesar 4.1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali Sistem Jawa Madura Bali merupakan sistem interkoneksi dengan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV yang membentang sepanjang pulau Jawa dan dihubungkan dengan tegangan 150 kV dengan pulau Bali.066 GWh dengan pertumbuhan 9.Penurunan kemampuan karena umur (derating) 2-3% .29%).042 MVA dan pelanggan 21.050 MW.672 dengan beban puncak rata-rata 14. Dengan daya tersambung 35. sektor komersial sebesar 11.Pemeliharaan dan perbaikan pembangkit 12-15% .Pemakaian sendiri 3-4% .

Solusi utama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah penghematan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk mengantisipasinya. 13 . Peta jaringan transmisi sistem jawa madura bali saat ini seperti pada gambar 2. pengendalian operasi pada sistem ini akan mempunyai nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. PT PLN sebagai perusahaan pelayanan publik harus menyediakan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi keseluruhan permintaan termasuk beban puncak yang hanya terjadi beberapa jam saja.532 kmc. Disamping itu tingginya pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang belum dapat diimbangi dengan pasokan akibat terlambatnya pembangunan pembangkit baru. Idealnya. PJB (6471 MW).2. Disamping itu terdapat pembangkit Captive Power sebesar 6. yang mutlak harus dilaksanakan oleh produsen dan konsumen tenaga listrik Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali juga merupakan sistem tenaga listrik yang terbesar di Indonesia dengan mengkonsumsi hampir 80% dari tenaga listrik yang diproduksi.110 MW. PLN PMT (858 MW) dan Swasta (3334 MW) yang disalurkan melalui jaringan transmisi sepanjang 18..1 dan Penggunaan Energi Listrik dapat dilihat dalam gambar 2.Cadangan operasi (reserve margin) minimal 5% Jumlah kapasitas terpasang dipasok dari 216 pembangkit yang tersebar di Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power (8952 MW).

Gambar 2.1: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Madura Bali 14 .

308 ( 46. INDONESIA POWER 42.99 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 56. Surakarta.99 %) Wilayah XI ( Bali )/ Region XI 311.419 ( 100 %) PS GI/ Substation Use 62.23 %) PT.204 ( 2. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unit bisnis PLN di bidang pengusahaan ketengalistrikan di Jawa Tengah dan DIY.727 ( 0. PJB 26.512 (28.07 %) Energi tersedia di system/ Available energy in system 92. Pekalongan.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT. yaitu Semarang.066. Salatiga.06 %) Gambar 2.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004) 2. Muara Tawar 920.813.680.633.034 ( 97.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY Sistem ketenagalistrikan Sistem Jateng dan DIY merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik jawa Madura Bali ( JAMALI ). Yogyakarta. Kudus. Tegal.95 %) Susut Transmisi/ Transmission Losses 2.2.153 ( 0. Purwokerto. 15 .07 %) Di salurkan ke PT.395 ( 0. PT PLN Distribusi Jateng memilki unit satuan pelaksana cabang.219.229 ( 0.137.307 %) Distribusi/ Distribution 90.PT. dan Cilacap. Klaten. Magelang.276 ( 2.34 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 22.

yang merupakan bagian dari manajemen PT.1 : Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY Ke PLN Distribusi ( GWh ) Delta ( % ) Thn 2003 11. disuplai sistem interkoneksi di Jawa dan Bali dengan pembangkit yang terbesar di kedua pulau ini. Sistem ketenagalistrikan untuk wilayah pelayanan propinsi DIY dikelola oleh PT.34 6.393. yang berkedudukan di Ungaran semarang.99 16 .Sistem kelistrikan di Jawa Tengah.220 Volt ke pelanggan. ke gardu .09 Thn 2004 12.731. Untuk kepentingan pelayanan pelanggan di DIY di tangani langsung oleh PT. disalurkan melalui transmisi 500 KV.758.82 Thn 2004 6.999 5.262 6.685 12.162. dan 150 kV.432. Penggunaan tenaga tahun 2003 dan 2004 listrik dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut : Tabel 2.066 96.487 122.PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Yogyakarta.71 Tabel 2.133 0.PLN( Persero ) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.244.2 : Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY Jenis Produksi ( MWh ) Terima dari Region lain & IBT( MWh ) Ke Region Lain ( MWh ) Konsumsi ( MWh ) Rugi Rugi Transmisi ( MWh ) % Thn 2003 5.gardu induk didaerah pusat beban.188.067 231.79 2.936 0. kemudian disalurkan dengan jaringan distribusi 20 kV dan 6 kV maupun jaringan 380 .972.225 136.PLN ( Persero) Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY.496 11.

PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Tahun 2003 2004 Kenaikan Hari Kerja ( MW ) 2110 2267 7.4 Natal ( MW ) 1912 1980 3.8 (%) 17 .8 Tahun Baru ( MW ) 1911 1951 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Beban Minimum 26 Nopember 2003 Pukul : 13.00 WIB 2.60 10.0 Beban minimum Siang ( MWh ) Beban Minimum Beban minimum Malam ( MWh ) 676.3 : Faktor Beban PT.8 1979.4 Min Load / Terendah ( MW ) 1114.00 WIB 1384.7 1774. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.4 0.90 Tabel 2.110.1 2004 Hari Kerja Hari Mingg u Hari Natal Idul Fitri Peak Load / Tertinggi ( MW ) 2267.198.30 WIB 2.45 Tabel 2.3 Februari 2004 1456.1 Tabel 2.380.Tabel 2.9 1000.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Jenis Faktor Beban % Beban rata .30 WIB 1.PLN ( Persero ) Region Jateng dan DIY Beban Puncak Beban Puncak Siang ( MWh ) Delta ( % ) Beban Puncak Beban Puncak Malam ( MWh ) Delta ( % ) 24 Oktober 2003 Pukul : 10.40 7.10 2.4 1032.1 12 Februari 2003 Pukul : 18.30 WIB April Thn 2004 685.4 2165.8 740.30 WIB 1.6 Idul Fitri ( MW ) 1693 1774 4.5.70 2.46 2.040.4 : Beban Minimum / Beban Terendah PT.55 24 Desember 2003 Pukul : 19.267.7 Tahun 2004 61.247.68 3 Nopember 2004 Pukul : 18.rata ( MW ) Tahun 2003 63.6 Pertumbuhan Beban Puncak PT.39 15 September 2004 Pukul : 13.

1 ST1.5 31.3 MVA WBJAN PEDAN I II I II 1 60 60 60 MVA 60 MVA I II 2 3 30 30 30 MVA 1 2 Ngawi / manisrejo SLBRU WNGRI KLATN WSARI 1 BANTL SMANU I II 2 3 30 30 MVA 60 MVA I II 2 I II Keterangan : PP.2 U.1 BTANG KLSRI U.2 GT2. WNGRI Pm t kondisi masuk Pm t dibuka ( Pengaturan ) 1 2 60 20 MVA 2 1 2 30 30 MVA ~ ~ 12.1 ~ ~ A14 ~ A15 A16 ~ A17 PKLON SRDOL I II 30MVA 1 I II 16 30 MVA AB13 B13 BB2.5 MVA I II PMLNG DIENG A A2 A3 AB5 AB1 AB2 B2 1 2 20 30 30 MVA 3 105 MX 105 MX 15 60 MVA B3 B4 2 2 3 1 AB3 B1 AB4 100M X B 1 2 I II IBT-2 IBT-1 500 500 MVA B5 I II I II I II 6.3 GT2.1 A9 A12 AB12 B12 AB8 AB9 B9 B10 B11 AB10 AB11 B8 BB1.1 AB14 B14 AB15 B15 AB16 B16 AB17 B17 PLSDO PYUNG 1 2 31.3: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Tengah dan DIY ~ ~ 1 1 2 mobile ~ JELOK ~ ~ MDARI 2 sunyaragi 1 2 4 60 30 MVA 2 MVA 3 30 60 JKULO PATI MJNGO I II 1 30 30 I II 2 I II 1 2 30 60 MVA 1 MVA 2 20 30 MVA I II RBANG 1 2 20 30 MVA ~ I II ~ ~ ~ TIMO GJYAN MKRAN BDONO 1 20 60 MVA 2 2 BLORA I II 60 MVA 1 2 KNTUG I II JAJAR KDIRI 1 100 MX B4 AB4 A4 IBT-2 500 MVA 100 MX B5 AB5 A5 I II 1 60 2 3 60 16 MVA 16 16 25 MVAR MVA CEPU I II 1 2 20 16 MVA MRICA WALIN I II GDEAN BJGRO PALUR SRAGN I II I II 6.PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM JAWA TENGAH & DIY KONDISI NORMAL KLNGU RDRUT KRAPK PDLAM U.PT.5 60 60 MVA 25 MX AUX 20MVA ~ 74.3 MVA 100M X A1 UNGAR PWRDI KDNBO 1 2 I II SYUNG I II TJATI 54 MVA 30 60 MVA ~ ~ KBSEN 16 MVA 30 MVA GARNG TMGNG krian BAWEN KLMBU ~ I II 1 2 30 30 MVA I II 1 JPARA 2 I II mandirancan bandung selatan SDRJO ~ KUDUS I II 25 20 MX 30 MVA 2 1 20 30 MVA 20 MVA 60 I II I I II I II 2 1 30 30 30 MVA 2 3 1 30 16 MVA BRBES SCANG BRNGI 1 60 30 MVA BMAYU WSOBO II SGRAH 30 MVA I II 1 2 20 30 MVA 1 2 30 16 MVA I II 1 2 I ~ U3 U2 U1 MVA 30 2 A5 A4 AB4 AB3 AB2 AB1 B4 B3 B 2 60 30 MVA B 4 B1 AB1 A 1 2 30 30 MVA A1 IBT-1 500 MVA I II AB2 A2 B2 B1 60 60 MVA A3 A2 A1 AB5 A 1 2 30 MVA 1 30 KTNGR 30 16 MVA 25 MX II KLBKL I II 1 20 MVA 3 2 20 60 MVA MVA MNANG I II I II RWALO banjar 2 20 2 30 20 MVA ~ ~ U1 60 MVA I II U2 1 PJKLN GBONG 1 3 60 60 MVA 3 30 20 MVA 2 STARA 16 16 MVA I II LMNIS WATES 1 2 30 30 MVA 60 2 x 25 MVA MX I II customer 30 MVA U1 U2 ~ ~ ~ PLTG CLCAP 1 ~ SMPOR 1 2 30 20 MVA KBMEN PWRJO 1 2 1 2 30 16 MVA 3 20 30 MVA Gambar 2.0 GT1.1 I II I II 2 60 16 MVA 1 2 I II 1 1 60MVA 60 60 MVA 60MVA 3 60 30 30 MVA 1 16 2 3 16 60 MVA 2 2 I II I II I II I II ~ ~ ~ ~ AUX 20M VA ST2.4M W 18 .0 GT2.2 GT1.3 WLERI SLIMA TAMBAKLOROK 2X12.5M VA ~ ~ ~ AA2.1 30 A10 A11 A13 AUX A A2 A5 AB5 B5 2 56 MVA B6 B7 AB6 AB7 AB2 AB4 B4 B 1 B2 B3 AB3 A3 A4 A7 AA1.3 GT1.5 MVA 60 MVA I II 1 2 3 31.

75 ( 97.32 % ) PLTP 287.40 ( 2.225.59 ( 49.486.00 ( 12.70 % ) PLTG 39.38 ( 0.527.291.188.32 % ) PRODUKSI PEMBANGKIT ( NETTO ) 6.338.261.99 % ) KIRIM KE REGION LAIN 136.19 ( 50.602.162.766.337.936.34 ( 0.23 % ) PS GI 10.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 19 .4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.05 ( 1.89 % ) PLTGU 3.08 % ) ENERGI YANG TERSEDIA 12.935.83 % ) Gambar 2.77 % ) TERIMA DARI REGION LAIN 6.14 ( 6.244.10 % ) KE DISTRIBUSI 12.443.930.67 ( 27.64 ( 0.432.55 % ) PLTU 1.78 ( 100 % ) RUGI TRANSMISI 122.685.PLTA 814.

pemikul beban menengah (load follower) dan pemikul beban puncak (peaker). batubara.5 Pengelompokan Pembangkit 20 .2.5 menunjukkan ketiga kelompok pembangkit. gas alam. minyak dan panas bumi. Gambar 2. yaitu pembangkit pemikul beban dasar (base load). Perbedaan energi primer dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya produksi dari masing . yang umumnya dikelompokkan menjadi tiga segmen. Gambar 2. serta bersumber dari beragam energi primer seperti air.masing pembangkit menjadi berbeda.2. Sedangkan perbedaan karakteristik teknis menyebabkan posisi pembangkit dalam mensuplai beban sistem menjadi berbeda.3 Pembangkitan Sistem Tenaga listrik Jawa-Madura-Bali diproduksi oleh pembangkit dengan karakteristik teknis dan tingkat efisiensi yang berbeda.

Disamping keterbatasan teknis. pembangkit yang terikat kontrak take-or-pay bahan bakar seperti PLTP. Untuk sistem Jawa-Madura-Bali. PLTGU gas juga diposisikan sebagai base loader karena adanya ikatan kontrak take-or-pay pembelian gas alam. Pembangkit base load biasanya berskala besar dan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan kelompok pembangkit lainnya. Pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak meliputi pembangkit yang fleksibel baik dalam kecepatan perubahan pembebanan maupun start-stop pembangkit dan umumnya berskala dibawah 100 MW. Pembangkit jenis ini contohnya PLTU batubara. Pembangkit kelompok ini digolongkan ke dalam pembangkit base load. Pembangkit kelompok load follower meliputi pembangkit yang lebih fleksibel namun lebih mahal dari pembangkit base load. Pembangkit base load umumnya dioperasikan pada kapasitas terpasang maksimum sepanjang pembangkit tersebut siap serta sesuai dengan kesiapan sistem penyaluran. seperti PLTGU gas dan PLTU minyak. PLTD serta PLTA waduk.Pembangkit dengan karakteristik yang kurang fleksibel karena tidak dapat dihidupkan atau dimatikan dalam waktu yang singkat serta lambat dalam menaikkan/menurunkan pembebanan mengharuskan pembangkit untuk dioperasikan sepanjang pembangkit siap. seperti PLTG minyak. seperti pembangkit hidro run-off-river. PLTA waduk pada sistem Jawa-Madura-Bali seperti 21 . terkadang juga menjadi alasan mengapa pembangkit digolongkan sebagai pembangkit base load. serta pembangkit hidro yang memiliki sumber air yang hanya akan ekonomis bila dioperasikan. ikatan kontrak pembelian bahan bakar berupa take-or-pay.

Faktor kesiapan adalah rasio antara jumlah jam pembangkit siap terhadap total jam dalam satu tahun. apakah sebagai pembangkit base load.70 % dan kesiapan pembangkit tipikal sebesar 97. faktor kapasitas ini berkaitan dengan faktor beban dan faktor kesiapan (availability factor) pembangkit.menerus. namun ada sebagian pembangkit base load terpaksa mungkin tidak dapat difungsikan sebagai base loader yang dibebani terus . Namun.77.PLTA Saguling dan Cirata difungsikan sebagai pembangkit pemotong beban puncak (peak-shaving) karena nilai ekonomis yang dimiliki. Karena pembangkit memerlukan waktu untuk memelihara pembangkit dan adanya pola beban pada sistem yang tidak merata sepanjang hari. Ukuran yang sering digunakan untuk melihat tingkat utilitas pembangkitan adalah faktor kapasitas (capacity factor). Dengan kata lain. Bila sub sistem Jateng dan DIY diambil sebagai contoh. pengoperasian pembangkit ini sangat tergantung pada variasi musim. dalam kurun setahun faktor kapasitas pembangkit pada sistem tidak akan pernah mencapai 100%. Faktor kapasitas tiap pembangkit akan berbeda antara satu dengan lainnya sesuai dengan fungsinya. maka angka maksimum faktor kapasitas yang dapat dicapai adalah sebesar 49. Besar faktor kapasitas pembangkit disamping tergantung pada kesiapan pembangkit juga tergantung pada pola beban yang ada pada suatu sistem.83 %. melainkan harus disesuaikan operasinya 22 . maka secara keseluruhan. maka dengan faktor beban sebesar 61. load follower atau peaker. Faktor kapasitas merupakan rasio antara energi yang disalurkan terhadap energi maksimum yang mampu diproduksi jika pembangkit dioperasikan pada kapasitas terpasangnya.

Hal ini mengingat sifat tenaga listrik yang tidak dapat disimpan. dan kendala transmisi. Pada saat musim hujan. sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. Variasi musim akan mempengaruhi daya dari PLTA. kebutuhan tenaga listrik bersifat acak dan dinamis sehingga diperlukan strategi perkiraan beban dan penyediaan daya yang terdistribusi sesuai dengan dinamika kebutuhan beban.1 Kecukupan Pasokan Sistem Jawa-Madura-Bali Kecukupan pasokan tenaga listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik pada saat beban puncak (neraca daya). PLTA akan menurun dayanya. variasi musim. tetapi sebaliknya pada musim kering. Sedangkan bagi pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak. Disamping itu.3. Pemeliharaan pembangkit harus diatur sedemikian rupa sehingga cadangan daya dapat merata sepanjang waktu. yaitu kurang dari 15%. 23 .mengikuti perubahan pola beban. hanya dioperasikan pada periode WBP. Faktor kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Madura-Bali ini tidak berbeda jauh dengan faktor kapasitas pembangkit di sistem tenaga listrik negara lain 2. hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasokan ini antara lain pemeliharaan. Karena pembangkit load follower di sistem Jawa-Madura-Bali memiliki faktor kapasitas yang lebih kecil. perbaikan instalasi. maka faktor kapasitas untuk pembangkit ini otomatis akan menjadi kecil. Dari sisi pasokan. Pengaturan ini harus merupakan kompromi dari kebutuhan pemeliharaan pembangkit yang berbeda-beda dan kebutuhan cadangan yang merata sepanjang tahun. yaitu berkisar antara 30% hingga 50%.2. daya dari PLTA dapat maksimum.

Cadangan ini dibutuhkan untuk menghadapi gangguan pembangkit serta deviasi perkiraan beban. sehingga apabila unit pembangkit terbesar tersebut terganggu maka pembangkit lain dapat langsung menggantikan. Dari sisi pembangkitan. Realisasi neraca daya sistem Jawa-Madura-Bali sepanjang tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata cadangan putar yang tersedia selama tahun 2003 adalah sebesar 365 MW (jauh dibawah 615 MW). Kondisi ini telah membawa konsekuensi pemadaman berupa pemutusan 24 . Hal ini menunjukkan bahwa cadangan daya pada sistem sangat terbatas. Besarnya cadangan operasi sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan listrik. khususnya cadangan putar. Pada sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali kriteria cadangan menggunakan single contingency atau lebih dikenal dengan kriteria N-1. maka dibutuhkan cadangan putar yang cukup. sedangkan cadangan operasi sekitar 620 MW. Disamping cadangan putar. Gangguan pembangkit dapat berupa berhentinya operasi pembangkit maupun berkurangnya kemampuan pembangkit secara tiba-tiba. untuk mengantisipasi agar penggantian pembangkit dapat dilaksanakan secara cepat. diperlukan juga cadangan dingin agar jaminan kecukupan daya dalam jangka lebih dari satu hari dapat dipenuhi. maka pasokan ke pemakai listrik tidak boleh terganggu. Hal lain yang sangat penting adalah cadangan operasi. Cadangan dingin maupun cadangan putar disebut sebagai cadangan operasi. Hal ini berarti bahwa apabila terjadi gangguan pada satu unit pembangkit. minimal sebesar satu unit pembangkit terbesar (615 MW). Sehingga. setiap saat harus tersedia cadangan.bahkan ada beberapa PLTA yang tidak beroperasi.

2. seperti dapat dilhat dalam Tabel 2. telekomunikasi dan sektor – sektor penggerak ekonomi lainnya. Ketersediaan energi listrik yang cukup bagi sektor – sektor tersebut akan menentukan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. ternyata juga sangat mempengaruhi tingkat permintaan energi listrik.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY Pasokan Tenaga listrik untuk wilayah Jateng dan DIY yang diperoleh hampir seluruhya dari sistem interkoneksi JAMALI ditambah dengan produksi sendiri dengan kapasitas yang sangat kecil. kecukupan pasokan daya juga sangat ditentukan oleh pertumbuhan beban. agar pelaksanaan dari rencanaan operasi apabila terjadi hal – hal yang menyimpamg dari pengoperasiaan dapat terkendali. 2. 25 . tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan.2. 2005 ) 2. perdagangan.3. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat. ( Media.4 Pola Beban Penyediaan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas merupakan parameter penting bagi kemajuan sektor industri.beban (load-curtailment). yang sepanjang tahun 2003 terjadi sebanyak 15 kali. Disamping dari sisi pasokan. Dalam table tersebut terlihat bahwa penerimaan tenaga listrik di DIY senantiasa meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan makin berkembangnya sektor ekonomi masyarakat. Laju pertumbuhan dan perubahan pola hidup yang disebabkan arus globalisasi.2.

Faktor beban adalah rasio antara beban 26 . hari Minggu dan hari libur ( Gambar2. 2500 2250 2000 1750 1500 HARI KERJA HARI NATAL IDUL FITRI TAHUN BARU 2001 1962 1824 1651 1719 2002 2061 1824 1689 1786 2003 2110 1912 1693 1911 2004 2267 1980 1774 1951 Gambar. yaitu pola untuk hari kerja. Oleh karena itu.Pola beban adalah pola konsumsi tenaga listrik dalam kurun harian. Secara umum. Menarik untuk diamati bahwa pada berbagai pola beban yang ada.7 ). sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. pemakaian daya listrik tertinggi hanya terjadi selama kurang lebih 4 jam setiap harinya. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Waktu Beban Puncak (WBP). Meskipun beban puncak terjadi dalam waktu yang relatif singkat. bulanan maupun tahunan. operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. hari Sabtu. pola beban harian sistem tenaga listrik system jateng dan DIY menunjukkan model-model yang berbeda.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Pola beban suatu sistem tenaga listrik seringkali direpresentasikan dengan ukuran faktor beban (load factor).. 2.

00 WIB.2. memiliki pola konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. 2. Dalam gambar 2.00 hingga 22. 27 . Untuk mengatasi kondisi semacam ini. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja. Angka faktor beban sesungguhnya merefleksikan kegiatan masyarakat setempat.7 dan kondisi beban harian sistem Jateng dan DIY tanggal 3 November 2004 (lampiran 1) pengunaan listrik dalam sehari terlihat fluktuasi beban yang bervariasi . konsumen industri umumnya mengoperasikan pabrik selama 24 jam terus menerus akan sangat berbeda dengan konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. Seperti pada lampiran 1 menunjukkan bahwa menjelang terjadinya beban puncak. kebutuhan beban cukup rendah.4. terdapat kenaikan beban yang cukup tajam. ini akan melayani beban sangat tinggi pada malam hari. operator sistem harus segera menaikkan pembebanan pembangkit yang belum dibebani penuh dengan memperhatikan kemampuan laju kenaikan beban masing-masing pembangkit serta mulai mengoperasikan pembangkit lain yang belum terhubung ke sistem.1 Pengendalian Beban Pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak (18.00). Sub-sistem Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebagian besar konsumennya berupa residensial. Terlihat jelas pada waktu jam 07. Semakin tinggi faktor beban suatu sistem maka semakin rata penggunaan tenaga listrik sepanjang waktu.00 hingga 16. namun juga kebutuhan rutin lainnya.rata-rata sistem dan beban puncak sistem. harus kita sadari sebagai tanggung jawab kita bersama dalam upaya penghematan listrik.

7.00 pagi hari diperkirakan karena baru dimulai aktifitas seperti melakukan perjalanan menuju tempat bekerja.4 Gambar 2.774.7 2.0 2.Kebutuhan beban terendah pada pukul 07.165.165. KURVA BEBAN HARIAN SISTEM JA WA TENGA H & DIY TH 2004 MW 2500 2.1 1.4 1500 1000 80 : 3 1: 0 0 3 1: 0 2 3 1: 0 4 3 1: 0 6 3 1: 0 8 3 2: 0 0 3 W AKTU = = = = = WBP Idul Fitri WBP Tahun Baru WBP Natal WBP Hari Minggu WBP Hari Kerja 1. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 2: 0 2 3 00 : 3 20 : 3 40 : 3 60 : 3 500 28 .150 MW.267.267.951.979.4 1. Kondisi ini dapat dianggap merupakan kebutuhan primer yang harus selalu tersedia.951.4 2.7 1.0 2000 1. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12 -13 terjadi penurunan beban sebesar 100 .979. Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yang merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00.774. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00. Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.1 1.

hampir 70% masyarakat belum sepenuhnya melakukan himbauan hemat energi dengan alasan pengurangan penggunaan listrik yang secara langsung mengurangi kenikmatan. dan mungkin juga papan reklame. Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran.Disamping itu juga Kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini terjadi pada pertokoan serta mall. Ketika malam hari listrik padam (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Penghematan pada WBP tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka. dan ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walaupun beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6 -7 jam sehari. karena setelah pukul 22. Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan beban puncak. Berdasarkan hasil data kuesioner. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak. ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yangg mungkin saja mengurangi semangat bekerja walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi. namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi 29 . Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yang sangat mudah untuk dikurangi. Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini.00 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang. Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan. Dengan demikian pembatasan pada jenis tersebut akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yang tentu saja merupakan beban berat bagi penyedia energi listrik.

Perusahaan listrik sebagai penyedia tenaga listrik akan memberikan keuntungan antara lain: 30 . menunda investasi pembangunan pembangkit listrik baru. Demand Side Management ( DSM ) Selain bermanfaat bagi sisi konsumen dan pemasok juga bermanfaat secara nasional yaitu : mengurangi laju pertumbuhan energi. dengan mengatur pemakian listrik disisi Konsumen akan memberikan manfaat bagi konsumen berupa penghematan biaya. Salah satu langkah pengehematan adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yang memiliki efisiensi tinggi. 2002 ). Untuk mengatasi kondisi kritis dalam jangka pendek dan panjang maka dilaksanakan langkah-langkah mengatasi kritis baik pada sisi kebutuhan yaitu melaksakan program Demand Side Management ( DSM ) maupun sisi penyediaan dengan menyelesaikan pembangunan beberapa pembangkit. 2.akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Untuk konsumen industri akan berdampak pada biaya produksi yang semakin kecil sehingga dapat memperkuat daya saing.2 Demand Side Management Dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY akan menghadapi kondisi kritis dalam beberapa waktu ke depan.2.4. mengurangi kepentingan konsumen dan memberi dampak positif terhadap lingkungan ( Program Konservasi Energi dan Manajemen Energi. Dari sisi Konsumen.

sehingga biaya operasi akan lebih murah karena beban dasar dapat dioperasikan maksimum. Pengusahaan yang efisien. Peak Clipping. Sedangkan secara nasional keberhasilan pelaksanaan pengaturan beban pada sisi konsumen dapat memberikan manfaat antara lain: a. Valley Filling Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk menggunakan listrik pada periode dimana beban sistem pembangkit 31 . Investasi semakin efisien.a. yaitu sebagai pembatasan pemakaian lstrik pada WBP. Penghematan energi nasional b. yaitu dengan pengurangan pemakaian listrik pada WBP dan mengalihkannya pada LWBP maka faktor beban system akan menjadi lebih baik. b. Beberapa program DSM dan strategi pemilihan DSM yang tepat adalah sebagai berikut a. ( Pemangkasan Beban Puncak ) Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat WBP c. b. bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi kosumen dan kebutuhan tenaga listrik secara keseluruhan. maka dengan jumlah pembangkit yang sama dapat melayani konsumen yang lebih banyak dan dapat mengurangi atau menunda biaya pembangunan pembangkit baru. Energy conservation program. Pengurangan pencemaran lingkungan DSM merupakan suatu kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan sehingga memperbaiki kurva beban sistem pembangkit dan mengurangi rekening listrik konsumen.

Load building program. tapi hanya waktu pemakaiannya yang berubah. membolehkan pemadaman atau pengurangan demand pelanggan utama (key customers demand) untuk memperbaiki fleksibilitas dengan menyesuaikan penyediaan kapasitas pembangkit dengan demand pelanggan. Load shifting diterapkan akan memberikan kombinasi keuntungan peak clipping dan valley filling yaitu mengurangi beban puncak tanpa mengurangi konsumsi energi. dipadamkan atau dialihkan sewaktu – waktu diperlukan f. e. yaitu mendorong pelanggan agar mengeser pemakaian tenaga listrik pada periode luar waktu beban puncak ( LWBP ) tanpa mengorbankan kepentingan pelanggan. berarti pelanggan akan mengurangi pemakian Listrik pada WBP ( pukul 18.00 s/d 18. Flexible load management program.00 WIB ). Load Shifting ( Pergeseran Beban ). Dengan kata lain pelanggan bukan mengurangi kapasitas pemakaian. bertujuan meningkatkan konsumsi pelanggan dan demand tenaga listrik secara keseluruhan.00 s/d 22. Pola ini jumlah energi yang digunakan tetap.00 WIB ) dengan mengalihkan konsumsi pada LWBP ( Pukul 22. Dengan cara ini dapat memperbaiki factor kapasitas penggunaan sistem pembangkit yang pada gilirannya akan mengurangi biaya operasi. dan kompensasi layak diberikan kepada pelanggan yang bersedia listriknya dikurangi. d. cara ini dapat dicapai misalnya dengan menerapkan mekanisme Time of Use Rate. 32 .relative rendah atau pada pada saat LWBP.

Interruptible load merupakan beban atau pemakaian yang sudah tertentu waktu pemakaiannya.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) Pemberlakuan Time of Use ( TOU ) dimana Tarif WBP lebih Mahal dari tarif LWBP. 2. perusahaan listrik terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang telah terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang agar diperoleh manfaat yang paling maksimal.2. sehingga pada WBP peralatan tersebut akan terhenti suplai listriknya. yaitu interruptible load dan curtaible load.4.2 Load Interruptible dan Load Curtailable Pada mekanisme ini terdapat dua macam beban yang dapat diatur.2. hal ini dapat diterapkan pada sistem pendingin (cold storage) dan proses-proses pabrikasi lainnya yang tidak perlu beroperasi terus menerus. Sedangkan Curtaible load adalah beban atau pemakaian oleh konsumen yang dapat dimatikan pada kondisi tertentu dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan terdapat kekurangan jumlah pembangkit karena gangguan di pembangkit besar atau sebab-sebab lain. sementara pembangkit harus beroperasi normal. Ini tidak terlepas karena keterbatasan pasokan listrik.4. baik melalui peralatan otomatis di sisi konsumen sendiri atau secara remote control melalui pusat pengendali. 33 .2.Sebelum memilih program DSM yang tepat untuk dilaksanakan. Mekanisme ini akan mendorong pemakaian listrik oleh konsumen sebagian besar lebih pada LWBP dan akan mengurangi sebanyak mungkin pemakain listrik pada WBP.2 . 2.

Ini merupakan kebijakan perusahaan dalam menambah pendapatan atau memperkecil kerugian.2. Metode ini ada 2 jenis : Peduli Aktif dan Peduli Pasif. Peduli Aktif : PLN akan memberikan insentif kepada pelanggan yang bersedia mengggeser bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan Terakhir 34 .2. ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22. Tujuannnya untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan listrik.4. yang bersedia menggeser pemakaian listriknya. Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .2.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi Pemberian Insentif kepada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah. dari Waktu Beban Puncak (WBP) dari pukul 18. Paket Peduli ( Pelanggan Dukung Keandalan Pasokan Listrik ) berupa insentif dan kompensasi bagi pelanggan yang bersedia menggeser beban WBP ke LWBP atau di potong bebannya pada WBP manakala diperlukan. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya.00.00 .

Peduli Pasif : PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang bersedia dikurangi bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Pelanggan mendapatkan insentif atas pengurangan pemakaian listrik pada WBP. Kompensasi dan Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan. Besarnya Kompensasi : 4 X KVA beban yang dikurangi X jam lama pemotongan X ( 100% 2,5% ) Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = Biaya Beban TDL 2003 tahap IV 30 X 24

Insentif maupun kompensasi diberlakukan bagi pelanggan yang menggunakan kWH double atau daya diatas 200 KVA.

2.3 Hipotesis Berdasarkan Telaah Pustaka dan landasan teori yang telah

dikemukakan diatas. Maka : 1. Pengendalian dengan Menggeser pemakaian WBP ke LWBP akan memperoreh efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperbaiki faktor beban. 2. Pengendalian dengan Menggeser pemakain WBP ke LWBP akan mempengaruhi pola konsumsi pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi.

35

2.4 Rencana Penelitian Rencana Penelitian yang ditempuh guna pembuktian hipotesis diatas adalah : 1. Menghitung persentase besar pemakaian energi listrik dari WBP ke LWBP 2. Menentukan besarnya energi dan biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan akibat dari pengalihan beban WBP ke LWBP.

36

BAB III CARA PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian Bahan atau materi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Profil Beban 2. Data beban di PT. PLN ( Persero ) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 3. Buku yang berkaitan dengan materi permasalahan distribusi Tenaga listrik. 4. Makalah, Jurnal, dan Website yang berkaitan dengan pengendalian beban tenaga listrik.

3.2 Alat Penelitian Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data sehingga penelitian ini mendapatkan hasil yang diinginkan adalah : 1. Perangkat keras komputer Processor pentium IV, memori 128 Mbytes, dan monitor 14” . 2. Flash Disk dan CDRW 2. Perinter Canon i255. 3. Kertas Paper One HVS 80g/m2 4. Tinta Data Print 5. Perangkat Lunak Program Microsoft Word 2003

37

Media lainnya yang mendukung proses tesis ini 3.PLN Ungaran Semarang dan data PT. 4. Sedangkan jadwal penelitian adalah : No Urutan Kegiatan September Bulan Pelaksanaan Penelitian Oktober November Desember Januari 1 2 3 4 5 6 7 8 Studi Pustaka Pengambilan Data Dilapangan Pengolahan Data Analisa Hasil/ Seminar I Hasil Penelitian Seminar II/ Pra Pendadaran Penyusunan Laporan Konsultasi Dosen Pembimbing Pendadaran 38 . Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian. PLN APJ Yogyakarta. Pengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian 3.4 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di PT.3. 2. Perangkat Lunak Program Microsoft Excel 2003 7. Semua data dikumpulkan dan data satu persatu apakah telah sesuai yang dibutuhkah dalam penelitian ini .6. adapun langkah langkah pengolahan : 1. Pengolahan data dengan merumuskan permasalahan dari penelitian. Menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data 3.

3.5 Kesulitan -Kesulitan Penelitian Kesulitan - kesulitan yang timbul selama penulis melakukan penelitian dan mencoba cari solusi adalah : 1. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengambilan data yang di butuhkan di tempat objek penelitian ( PT.PLN Ungaran Semarang dan PT.PLN APJ Yogyakarta), yang dapat menghambat tesis ini. Walau kadang ada bagian bagian yang enggan melayani dan cenderung menolak sama sekali

pengambilan data di tempat mereka. 2. Kesulitan mendapatkan buku-buku literatur, khususnya buku tentang pengendalian beban. Dalam hal ini penulis melakukan Browsing lewat Internet 3. Kadang data yang perlukan tidak bisa di dapatkan seketika, sehingga data tidak langsung diperoleh pada saat mengunjungi lokasi penelitian, itu lebih di sebabkan oleh kesibukan Pegawai yang pada saat itu memang sedang sibuk dengan tugas rutinnya. Mengingat lokasi pengambilan data jauh dari tempat tinggal penulis, pihak PT.PLN memberikan alamat email mereka untuk memudahkan data yang diperlukan

39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Berdasarkan tarif dasar listrik yang di anut PT.PLN, maka pelanggan dapat digolongkan dalam golongan sosial, rumah tangga, Bisnis, industri, kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, traksi, curah dan multi guna. Penggolongan tersebut diatas selanjutnya dapat diperinci menjadi segmen pelanggan yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk sektor Bisnis/komersial meliputi : retail toko, kantor, hotel, sekolah, dan sebagainya. Untuk sektor rumah tangga seperti pelanggan besar dan pelanggan kecil. Segementasi pelanggan juga dapat dilakukan berdasarkan batas daya seperti : s/d 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, di atas 2200 VA s/d 200 kVA, di atas 200 kVA. Namun hal ini kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda.

Pola

konsumsi

pelanggan

tiap-tiap

sektor

selanjutnya

dapat

diidentifikasi dengan melakukan pendataan peralatan listrik (end uses) yang digunakan oleh pelanggan seperti rencana, misalnya pada AC, kulkas, memasak, dan sebagainya serta prediksi potensi perubahan penggunaan end-uses dari pelanggan yang akan merubah pola konsumsi pelanggan. Masing-masing grup pelanggan akan mempunyai pola konsumsi pemakaian listrik yang berbeda satu dengan lainnya berdasarkan waktu penggunaan listrik mereka. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga yang menggunakan peralatan end uses

40

seperti penerangan, peralatan memasak dan kulkas lebih banyak menggunakan energi listrik di waktu malam. Sektor komersial pada umumnya menggunakan peralatan end uses pada siang hari, dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY defisit Seperti pada gambar 4.1 terlihat beban tidak merata mengalami

4.2. Analisis Data Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, akan dihitung besarnya pergeseran beban setelah pengalihan waktu konsumsi dan kemungkinan pemberian insentif maupun kompensasi yang diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening kepada pelanggan pelanggan golongan B3, I2, I3, I4 dan P2 , berdasarkan surat Edaran Direksi PT.PLN No.0013.E/DIR/2005 dan

No.016.E/DIR/2005. Akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Kebijakan ini diorientasikan untuk menghemat energi. Sebab PLN adalah pengguna bahan bakar solar terbesar di Indonesia. Bentuk konkretnya, PLN menyarankan agar pelanggan golongan di atas bisa mengalihkan waktu pemakaian energi listrik di luar waktu beban puncak. Kalau selama ini pemakaian listrik terbesar mereka antara pukul 18.00 - 22.00, disarankan digeser tengah malam hingga dinihari, atau pagi sampai siang hari

41

200/kWh) : 06.00 (Rp.LWBP 2 : 18.0 0 0 W BP LW BP1 LW BP2 2 4 .2.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta.4.0 0 0 KW 2 0 . diberlakukan harga energi dengan 3 komponen tarif : .1 Kurva beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 Pengendalian beban dengan cara menggeser /mengalihkan beban pelanggan dari WBP ke LWBP didasarkan pada laporan perjualan Aliran Listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan IV PT.00 s/d 06. untuk tujuan perbaikan faktor beban di sisi Distribusi. 434/kWh) : 22.1 Hasil Pergeseran Beban Sesuai dengan Surat PLN Pusat No.0 0 0 1 8 .0 0 0 2 6 .0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 :0 :0 0 0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 0 3 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 7 8 9 6 0 1 0 1 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 5 2 24 :0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 Jam Gambar 4.0 0 0 2 2 .00 (Rp. LWBP1 42 .LWBP 1 .00 s/d 18.00 s/d 22.00 (Rp.WBP .0 0 0 1 4 . 01727/532/DDPKP/2005 tanggal 1 April 2005 Tentang Transfer Tenaga Listrik (PSA / Power Sales Agreement).0 0 0 1 6 . 309/kWh) G R A F IK P E N G G O L O N G A N T A R IF BERD AS AR K AN PSA 2005 2 8 .

dan Publik 06. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. 00 s/d 00. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan.Berdasarkan pengamatan kurva beban sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .00 s/d 05.00 s/d 08.00 s/d 16.00 s/d 18.00 s/d 13. Pemakaian penuh selama 4 jam 2.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08. Industri.00 = 2 jam = waktu Istirahat 02. Sosial.00 = 3 jam = beraktifitas kembali 16. Rumah Tangga. Sosial.00 = 2 jam = istirahat 13.00 s/d 18.00 = 2 jam = pulang dari beraktifitas 43 .00 (Rp.2 ) adalah : 1. 434/kWh) = 4 Jam. Rumah Tangga.00 s/d 02 . dari pagi hingga sore hari. dari tengah malam hingga pagi.00 s/d 22. LWBP 1 : 22. Bisnis.00 (Rp. pola konsumsi listrik sebelum pergeseran ( Gambar. LWBP 2 : 06. dari sore hingga malam hari.00 s/d 11. 309/kWh) = 12 Jam. pada umunya untuk aktifitas kehidupan dan rumah tangga 22. dan Bisnis. 200/kWh) = 8 Jam.00 s/d 06.00 = 3 jam = pemakaian energy 11.00 = 3 jam = Pemakaian Energy 05 s/d 06 = 1 jam = pemakaian Energy Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 3 jam 3.00 = 2 jam = Pemakaian energi 00.00 (Rp. WBP : 18.

0 Kerja 2.0 1 0.713.114.1 Beban Sebelum Pergeseran Hari Minggu Tahun Kerja ( MW ) ( MW ) Beban Max Min Beban rata -rata/hari Faktor beban/hari (%) 76.6 2.951.165.006.5 1.4 740.774.73 Tahun Baru ( MW ) 60.000.979. istirahat 9 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam.432.000.345.67 Kurba Beban Harian Siatem Jateng & DIY Tahun 2004 Sebelum Pergeseran Waktu Konsumsi 1 2.7 2.8 1.0 0: 1:30 1:00 2:30 2:00 3:30 3:00 4:30 4:00 5:30 5:00 6:30 6:00 7:30 7:00 8:30 8:00 9:30 9 00 10 :30 10:00 11:30 11:00 1 2:30 12:00 13:30 1 3 :00 14:30 14 :00 1 5 :30 15:00 16 :30 16 :00 1 7 :3 0 1 7 :0 0 18:30 1 8:0 0 1 9 :3 0 19:00 20:30 20:00 21:3 0 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.4 1.1 903.160.584.5 1.0 1.1 2.250.0 0. Pemakaian energi pada waktu LWBP 11 jam.8 1.0 Natal Minggu 4.91 69.000.83 Idul Fitri ( MW ) 55.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.4 1.Pada saat LWBP2 Total pemakaian Energy 6 jam dan waktu istirahat 6 jam.9 1.78 Natal ( MW ) 64.000.7 1.2 2.0 8.446.9 1.9 1.000.032.000. Tabel 4.058.000.267. 7 2.5 2.569.2 sebelum pengalihan dari WBP ke LWBP 44 .0 2.

21.00 s/d 06. tapi pemakaian energi dikurangi 25% 2. Pemakaian penuh 4 jam. Kalau pada hari kerja kita ambil 45 .00 = 1 jam = istirahat 13.00 = 4 jam = jam istirahat 04. istirahat 8 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam Dari pergeseran waktu konsumsi tersebut terlihat penghematan energi selama 24 jam menunjukkan angka yang cukup signifikan.00 = 4 jam = pemakaian energi 12.Setelah pergeseran waktu konsumsi ( Tabel 4.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 s/d 17.00 (Rp.3 ) adalah : 1.00 (Rp.00 s/d 21.00 s/d 08. LWBP 2 : 06.00 s/d 06.00 s/d 17. dari sore hingga malam hari. Rumah Tangga. Sosial.00 s/d 13. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan.00 (Rp. WBP : 17.00 = 2 jam = pemakian energi Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 4 jam 3.00 = 1 jam = saat pulang dari beraktifitas Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 7 jam dan waktu istirahat 4 jam Pemakaian energi pada waktu LWBP 12 jam.00 = 3 jam = pemakaian energi 16.00 = 3 jam = masih melakukan aktfitas 00. 200/kWh) = 9 Jam. LWBP 1 : 21. 00 s/d 00. 06. 309/kWh) = 11 Jam. 434/kWh) = 4 Jam. dan Bisnis.00 s/d 16.00 s/d 12.00 s/d 04.

5 0 18.1 64.3 1.000.0 14.7 1.46 1.896.114.6 -9.442.4 0 15.580.6 0 17.5 59.1 Faktor beban/hari (%) 2. pada waktu LWBP ditambah 2% selama 12 jam waktu pemakaian.242.07 1.91 2.58 1.56 1.8 741.567.99 2.9 1.9 2.8 1.7 -0.4 69.9 Natal ( MW ) 752.0 54.724.9 55.1 Max 2. Sisa Pengurangan 1% selama 12 jam = 30% perbulan Tabel 4.11 146.203.86 2.9 46 .2 63.contoh persentase penghematan.0 49.341.924.0 Tahun Baru ( MW ) 700.881.404.157.4 1.247.032.9 1.21 177.Beban Setelah Pergeseran Hari Tahun Minggu Natal Idul Fitri Tahun Kerja Baru ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) beban 75.7 1.2 912.80 2.68 1.14 146.4 1.74 Tabel 4.2.5 60.3 Mingg u ( MW ) 819.18 165.17 189.5 1.3 Besar pergeseran Tahun Beban Max Min Beban rata – rata/hari Faktor beban/hari (%) Penghematan/hari Hari Kerja ( MW ) 886.5 Beban rata – rata/hari 1.860.1 Idul Fitri ( MW ) 651.4 13.5 Min 1.4 55.104. maka selama 24 pemakaian energi pada waktu WBP dikurangi 25% dari beban pemakaian sebelumnya.

000.0 10.000.000./TM > 200 kVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta dengan beban yang dikurangi pada saat WBP masing – masing 25% dari beban Total Konsumsi.0 0.2.0 Natal Minggu 4.2.0 8. ( Lampiran 8 ) 1. Untuk S.500/kVA/bulan = 42.000.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk penghendalian beban Kompensasi dan insentif diberikan kepada pelanggan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan bila pelanggan bersedia dikurangi bebannya pada saat diperlukan ( WBP ) namun pelanggan bisa juga terkena disentif apabila pemakaian melebihi yang disyaratkan.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam 47 . Sample perhitungan menurut transfer energi listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan III PT.0 0 1:30 1:00 2:30 : 2:00 3:30 3:00 4 30 4:00 5:30 : 5:00 6:30 6:00 7 30 7:00 8:30 : 8:00 9 30 9:0 10 :30 1 :0 0 10:30 11:00 11:30 2 12:00 13:30 13:00 1 :30 14:00 14:30 5 15:00 16:30 16:00 1 :30 17:00 17:30 8 18:00 19:30 19:00 2 :30 20:00 20:30 1 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.000.000.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP 4.Kurva Beban Harian Sistem Jateng dan DIY setelah pergeseran beban 12.3.0 Kerja 2.

Kompensasi : 4 X 3.17 Jumlah Insentif : ( 339.168.361 = Rp 12.3 Komersil = 1. untuk S.5% ) Rp 868 = Rp 16.140.142.2.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1 X 434 /KWH = 868 Rp/kWH K : Faktor Perbandingan antara harga kwh WBP dengan harga kwh LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 339.240 KWH ) X 25% X ( 100% .069 X 24 X ( 100% .936 + Rp 16.5% ) Rp 42.262 48 .2.403. Untuk Region Jateng dan DIY k = 2 P : Faktor Pengali.526 KWH – 263.553 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .210 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan Novembe 2004 adalah sebesar = Rp 260.526 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 263.326 = Rp 16.2.240 KWH Biaya pemakaian S.3 Murni = 1 dan S.

365.2.361 = Rp 11.016 Rp/kWH Jumlah Insentif : ( 80.2. Hasil selengkapnya lihat tabel 4.600 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 308.17 X 434 /KWH = 1.3 Komersil > 200 KVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.2.5% ) Rp 1.2.201.600 KWH – 308.201.140 = Rp -45.096 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .016 = Rp -56.365.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 80. Untuk S.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam Kompensasi : 4 X 2825 X 24 X ( 100% .3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1.164..200 KWH Biaya pemakaian S.140 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan November 2004 adalah sebesar = Rp 11.200 KWH ) X 25% X ( 100% .096 + Rp -56.5% ) Rp 42.044.4 49 .500/kVA/bulan = 42.

168.435 14.069 2.200VA >2200VA s/d 200K S.407) Diskon 10 28.781 5.3 >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam I.4 >30.086) (66.449 10.200VA I.841 1.2 >14 kVA s/d 200 kVA I.900 16.174 27.300VA 2.454.II Blok I.336.738.200VA >2.992 16.608 140.885.897 346 621.218.365.II Blok I.394 26.700 21.228 2.100 28.079 632 43.152 17.301 1.732 12.825 14.308.003 KWH LWBP 5 3.900 6.214 1.446 65.553 11.000 115.600 56.400 21.455.086) (20.II.154 28.II.200 VA R.860 354.426 3.114 4.766 1.079.340 857 1.211.1 450 VA 900 VA 1.III Blok I.II Blok I.017.300VA 2.1 450 VA 900 VA 1.719 985.000 11.170 13.893 Blok I.200 3.775.819 8.097.III Blok I.683 135.324.360 1.II Blok I.140.600 1.786.Tabel 4.100 18.096.798 351.050 142.1A 450 VA R.612 384.400 WBP 6 65.Ko > 200 Kva Jumlah S R.3 > 200 kVA Jumlah B I.165.300.625 2.931.408 16.004 5.742.792.2 > 2201 s/d 200 kVA B.000 20.675 4.210 16.389.965 972 109.411 47.373.201.315.000 kVA 50 .III Blok I.450 173.174 15.245 8.200VA B.529.810 354.600 22.340 3.680 23.379.056 72.358 4.256 113.365.000 56.860.270 37.724 433 1.586 434 396 23.070 1.096 53.483 3.325 Blok I.152 215.571 Insentif 8 16.500.696 - Jumlah R B.II.433 6.II Blok I.600 37.269 5.763 13.500 438.150 149.093 55.810 66.002 35.II.024 9.233 1.300VA 2.763 28.958.275.II.940 67.100 35.095.870 Kompensasi 7 1.693.949 9.732.864 28.899.III Blok I.080 57.II Blok I.607.140.888.II Jumlah Pelanggan 2 7.013. II.407.346.320.800 15.236.600 VA Blok I Blok I.564.II Blok I.074 16.158 22.000 KVA Yang dikurangi 4 847 948 436 471 5.300 VA 2.308.673.667 4.II.320.332 47.140) (56.455 5.929.502.397 14.100 12.210 4.III Blok I.376 43.II 3.2 450 VA 900 VA 1.803 166.284 15 20 15.140) (20.3 > 6.550 111.3.943 33.231.758 1.810 77.530.969 293.147.357.224 1.364 30.273.III Blok I.2 > 2201 s/d 6600 VA R.205 6.1 220 VA S.539 4.876 5.600 1.1 450 VA 900 VA 1.000 1.587.II Blok I.600 5.170 22.014 37.820.440 2.302.211.691 5 33 39 700 47.202.841 9.000 4.400 56.4 PSA Setelah Pergeseran waktu konsumsi GOLONGAN TARIP 1 S.3 > 200 Kva S.900 144.673.600 1.605.978.196.III Blok I.504.993.II.125 Rp Disentif 9 (56.591 90.981 124.139 3.865 1 6 7 274 4.701 332.792 20.III Blok I.II 4 17 13 116 258 11 33 Daya (VA) Tersambung 3 3.705.822 56 23.000 9.700 3.

591 62. Dari hasil analisis terdapat keuntungan penghematan atau efisiensi transfer energi sebagai akibat pergeseran waktu Konsumsi dari WBP ke LWBP.912.584.509 (66. namun demikian ada harga yang harus dibayar oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY APJ Yogyakarta sebagai dampak dari pergeseran beban tersebut dari sisi 51 .2 P.Jumlah I P.975 541.396 257.808) 70.991 59.545.239.900 188.500 364.750 47 71 91 104 2.375 2.066.001.755 295.254.415.028 112.300 VA 2.978 173.450 1.136 5.200 283. maka pelanggan akan kabur.453 18. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak. Sistem pentarifan agaknya perlu dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan.262 544.754 23.045.052 663.546.666.3 Jumlah P Total >200 kVA 452 420 315 280 189 538 7 1.682.303 3.581 82. kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu untuk merebut keunggulan dalam bersaing.798 807 684 1.258.073 6.407) (8.700.299 47.961 4.747 8.822.424. Untuk menentukan kepuasan pelanggan diperlukan data yang menggambarkan lima faktor lima dimensi jasa yang diwujudkan dalam bentuk harapan dan kenyataan.200 VA P.000 8.175 2.354 1.254. Jika dihasilkan barang dan jasa yang tidak bermutu.1 450 VA 900 VA 1.757 338.800 9.175) (8.137 125.671 3.354 693.650.471 24.450 24.000 415.175) (151.100 4.223 (763) 20.607.096 51.008 7.200 VA >2. Jika dihasilkan barang dan jasa yang harganya mahal.494 14.970.3 Pembahasan hasil Penelitian Dalam dunia yang penuh persaingan dewasa ini. pelanggan akan berpindah pada penyedia barang atau jasa yang lebih murah namun sama mutunya. karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.731 31.105.258 230.664.

881.7 MW dengan faktor beban 2. didapat besar energi yang akan dialokasikan sebelum pergeseran untuk hari Kerja saja dalam 1 hari sebesar 76. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 dan data pada lampiran 1.058. Dengan perkiraan pergeseran beban dari Gambar 2.99 %.pendapatan operasi yaitu berkurangnya penjualan energi listrik pada WBP dengn tarif lebih mahal bergeser ke lebih murah pada LWBP.dengan faktor beban 1. maka setelah pergeseran 75. sehingga dalam 1 hari penghematan 177. .7.91 %.3 MW.21 % 52 .4 MW dan faktor beban 2.

walaupun pihak penyuplai daya harus mengeluarkan biaya kompensasi kepada pelanggan besar. 4. sedikitnya bisa mengatasi masalah sumber dan cadangan energi nasional yang semakin terbatas dan mahal. Salah satu strategi pola konsumsi yang dilakukan adalah dengan mengatur pemakaian listrik seperti dengan mengurangi pemakaian di malam hari dan memindahkannya pada waktu siang hari atau pagi hari.1. Pengaturan beban disisi konsumen sangat bermanfaat baik dari sisi konsumen.BAB V PENUTUP 5. perusahaan listrik maupun pemerintah. 6. lima Dimensi tersebut 53 . Pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan 2. Kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat dismpulkan antar lain : 1. Pengendalian beban dengan mengalihkan sebahagian beban WBP ke LWBP dapat meningkatkan efisiensi harga pembelian listrik pembangkitan dan penyaluran. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. Melalui pengendalian pergeseran beban. 3.

Saran Sehubungan dengan masalah pengalihan beban pelanggan dari WBP ke LWBP . Maka. Emphaty ( empati ).00 ). kerja sama dua sisi yakni produsen dan konsumen sangat diperlukan.00 – 18. Reliability ( keandalan). maka defisit listrik dari satu pembangkit bisa secepatnya didukung oleh pembangkit lain. Untuk mengatasi krisis energi listrik. Dengan demikian. Kecukupan pasokan daya listrik agar sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik 54 . dan mengalihkan pemakaian ke Luar Waktu Beban Puncak ( Pukul 22.00 WIB).2.meliputi : Responsiveness ( Ketanggapan ). bila semua pembangkit terpelihara dengan baik. PLN dituntut untuk menyediakan kecukupan pasokan listrik. masyarakat (khususnya kalangan industri dan rumah tangga) diharapkan partisipasinya mengendalikan pemakaian energi tersebut. Namun dapat menikmati kualitas pelayanan sebagaimana biasanya 2. 3. Sedangkan selaku konsumen. Tangibles ( bukti langsung ) Assurance ( Jaminan ) dan 5. maka disaran kan : 1. Diharapkan suatau Perencanaan yang sistematis dan jadwal yang ketat atas pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik.22. Pihak Penyedia energi agar terus mensosialisasikan tentang hemat energi . Sebagai produsen. sehingga timbulnya kesadaran pelanggan untuk mematuhi pemakian listrik terutama pada Waktu Beban Puncak (pukul 18.00 .

Marsudi D . 1999. 1994.PLN ( Persero ) P3B.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. Tentang Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. 2003. Tesis “ Studi Kinerja Jaringan Distribusi dan Prakiraan Pertumbuhan Beban “. Prenhallindo El-Hawary. Electricity Economics. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3032K/46/MEM/2001.PLN ( Persero ).PLN. Fakultas Teknik UGM. Inc. 2004 “ Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Prov DIY 2004 “ Geoffrey Rothwell. Salemba 3Empat . 1986. Manjemen Pemasaran di Indonesia. 1995. “ Statistik 2002 PT. Jakarta 55 .E. IEEE Power Egineering serie Mohamed E. Kotler P dkk. Teknik Elekto Bonar Panjaitan.DAFTAR PUSTAKA BerayanMunthe. Teknologi Sitem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis Scada. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Jakarta: Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral. T. Electrical Power System. 1990. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers. 2005. McGraw Hill Publishing Book Company. Kantor Pusat PT. regulation and Deregulation. M.El – Hawary Gonen. Electrical Power Distribution System Engineering. 2001. Jakarta. International Student Edition. Balai Penerbit dan Humas ISTN PT. Singapore.2003.

Kantor Pusat PT. Tesis “ Pengendalian Beban pada Distribusi Tenaga Listrik PT. 2003.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. “Statistik 2003 PT. Kantor Pusat PT.id electrical 56 . 2005. Jakarat Rudy Styobudi. “Laporan Beban penyulang hingga September 2005 Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta “ . Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.PLN ( Persero ) P3B.PLN ( Persero ).1983. www. Profesor of Enginineering.Gramedia Pustaka Utama.co. MSEE Standar Nasional Indonesia. “ Statistik 2004 PT.WD. “ Laporan Tahunan PT.T. Stevenson Jr. PT.PLN ( Persero) 2005.PLN ( Persero ) Disjateng dan DIY dengan system Kompensasi Biaya “. 2004. P. 2001. Badan penerbit Universitas Diponegoro ( UNDIP ) Semarang.PT.PLN ( Persero ). 2006 “ Measring Customer Satisfaction. 2005.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. Distribusi Tenaga Listrik.PLN ( Persero ). Tegangan Standar. Jakarta PT. P3B Jawa Bali Region Jateng dan DIY PT. 2005.pln-jawa-bali. Emeritus North Carolina State University. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta Rangkuti F. Sulasno.PLN ( Persero )P3B Region Jateng dan DIY Tahun 2004 “. Jakarta PT.. Analisis system tenaga Listrik.PLN ( Persero ) P3B.

8 741.0 1.4 1.9 1.0 1.4 1.2 1.7 751.0 1.7 1.231.545.3 1.5 1.012.859.2 1.120.053.603.443.1 1.708.032.031.7 2.7 2.172.1 1.346.7 837.2 1.000.320.9 1.139.242.976.4 1.390.316.0 1.165.084.4 1.7 1.406.0 1.900.7 1.8 751.6 2.0 1.713.8 1.4 1.374.6 1.4 1.7 1.310.600.416.0 1.1 929.307.752.350.1 1.0 1.8 1.356.3 1.114.124.637.7 907.9 1.416.6 851.1 1.8 1.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .405.056.0 2.404.3 1.661.9 2.1 1.3 1.5 1.774.8 933.7 1.6 1.4 1.6 1.5 1.6 1.623.242.1 1.5 913.035.9 1.5 751.045.026.470.332.6 1.9 942.5 1.2 933.979.9 64.081.2 60.1 1.2 751.935.033.4 1.339.0 948.5 1.064.5 1.120.1 1.0 931.142.9 943.797.5 973.422.2 1.6 1.063.569.329.774.090.1 1.7 1.221.581.045.979.2 76.267.4 1.8 1.571.7 1.8 1.165.857.271.5 1.867.1 903.2 1.3 988.4 778.466.1 1.490.5 2.324.3 1.233.9 1.8 1.5 744.293.4 1.7 1.4 1.8 1.267.604.771.332.708.739.1 939.2 2.958.9 Natal 1.000.7 760.0 1.089.212.5 1.569.8 1.2 1.4 Minggu 1.078.735.3 1.2 1.316.6 791.045.546.1 1.5 1.250.5 1.5 1.8 778.042.8 1.7 1.059.237.7 1.1 1.569.4 1.8 1.6 1.9 1.713.9 1.058.6 1.032.496.5 1.050.0 1.119.1 1.034.374.360.284.7 1.8 1.3 932.1 1.186.218.484.0 1.443.410.9 2.8 933.4 1.7 1.9 1.4 1.436.249.4 2.4 1.866.7 69.742.503.0 1.4 1.777.8 1.418.7 1.564.238.4 1.9 1.6 1.280.435.4 1.065.3 2.839.7 751.976.3 1.2 1.285.8 1.7 1.0 1.7 1.424.1 956.358.9 1.274.9 1.3 802.684.519.468.779.8 Tahun Baru 1.3 1.8 1.037.577.9 1.641.3 952.8 942.058.9 903.475.9 1.3 2.432.0 1.4 1.5 1.1 2.2 1.5 1.093.6 1.035.063.710.1 931.7 1.0 1.283.032.097.424.3 1.3 1.7 1.326.4 1.145.022.687.4 1.045.3 1.482.8 1.4 740.933.937.6 740.8 1.6 1.002.570.233.7 2.572.0 1.1 1.7 1.0 1.881.3 1.024.153.006.2 1.9 1.456.4 1.4 1.412.4 1.368.685.0 1.9 1.9 1.095.007.700.766.409.1 1.8 1.8 1.1 926.649.405.3 1.428.8 777.4 1.5 761.671.071.5 1.2 1.4 1.5 1.3 1.LAMPIRAN 1 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 1.2 1.620.621.401.510.1 1.8 931.4 1.9 741.8 1.7 1.433.120.1 1.951.4 1.765.0 2.401.0 1.751.3 1.359.0 1.1 1.6 2.3 1.009.8 771.8 Idul Fitri 1.951.9 1.0 1.120.019.5 1.137.0 2.114.184.650.4 1.2 2.038.7 1.468.301.933.528.0 1.9 55.2 1.214.4 771.884.586.6 948.8 760.169.039.

8 0.0 0.0 7.1 0.9 16.3 10.4 51.0 0.0 0.7 12.1 10.0 13.0 0.0 13.7 54.0 Minggu 0.3 9.1 13.1 13.1 10.0 42.0 0.1 45.0 0.2 63.5 63.6 58.9 0.2 54.6 52.8 15.0 0.0 29.0 0.4 12.0 0.8 12.0 63.0 11.5 0.2 62.0 0.4 14.7 49.6 7.0 9.5 13.7 15.8 12.2 12.4 17.4 55.4 7.6 19.1 886.0 0.0 14.4 10.4 59.0 0.8 42.7 14.0 0.0 0.6 10.0 0.1 47.8 19.4 (0.1 52.0 0.0 0.4 10.2 32.1 47.3 9.2 13.0 0.8 7.0 14.0 15.2 60.5 60.0 0.8 50.0 0.6 13.6 11.7 700.5 59.0 12.0 10.3 9.7 (0.2 49.0 16.7 17.0 0.0 0.5 0.3 18.7 14.0 0.5 7.9 651.0 0.6 54.0 0.4 57.3 14.0 0.0 0.0) Idul Fitri 0.9 14.0 0.0 17.0 0.1 53.0 0.2 11.4 55.0 39.8 7.5 49.8 55.5 752.8 10.0 7.0 10.9 15.0 14.0 11.5 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 49.LAMPIRAN 2 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 0.0 0.9 15.7 15.0 0.2 11.0 0.1 9.6 10.8 17.2 13.6 17.2 0.0 0.0 0.3 0.3 9.0 0.2 0.0 0.1 15.0 15.4 7.8 13.9 0.4 15.3 9.0 13.7 7.0 10.2 13.5 0.5 9.0 0.7 0.0 0.1 17.0 0.3 10.8 10.4 9.3 10.8 16.0 0.5 7.0 54.3 17.0 10.0 9.5 9.0 26.0 0.1 14.0 0.0 9.0 10.0 0.7 819.6 0.2 10.3 9.8 18.0 0.5 60.1 0.0 62.2 52.5 54.7 12.6 (0) Natal 0.0 0.8 16.0 13.0 0.3 54.8 14.1 12.0 0.6 59.3 9.3 20.6 10.5 7.0 0.1 60.8 49.7 16.3 34.7 62.4 7.6 13.8 62.9 0.0 12.0 14.0 49.0) LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban Ket : 0 tidak ada penambahan atau pengurangan beban ( kondisi normal ) .4 10.2 45.4) Tahun Baru 0.5 10.4 10.8 49.9 10.0 0.6 (9.6 7.7 0.0 0.4 16.1 13.4 14.3 10.1 13.0 40.5 10.3 12.

6 1.4 1.339.4 1.4 1.085.571.882.482.2 2.3 1.3 1.4 2.1 913.9 1.428.3 1.567.5 935.369.588.019.6 998.5 1.6 785.3 1.6 1.203.7 1.2 1.577.484.5 1.9 2.7 1.4 1.1 1.1 956.4 1.360.224.0 2.8 1.3 1.623.418.8 1.903.8 1.727.1 1.728.5 1.1 1.114.296.739.2 1.3 1.5 1.9 1.1 1.0 1.5 1.4 1.032.7 1.2 943.360.254.410.045.049.081.847.5 1.104.1 1.388.059.703.8 2.8 1.401.169.7 1.4 952.6 1.620.358.060.233.000.329.2 1.0 912.032.7 1.6 1.9 1.597.179.9 2.8 1.392.574.8 Idul Fitri 1.0 1.4 2.092.8 933.104.3 1.7 1.424.416.424.2 1.4 1.306.8 942.137.7 1.3 941.511.084.342.8 942.007.482.6 791.717.5 1.2 1.033.120.3 1.323.152.2 1.602.114.3 1.1 957.885.089.5 912.383.095.9 1.5 1.6 1.055.8 1.024.244.1 1.064.7 1.142.0 769.477.4 768.725.1 1.106.5 1.650.424.3 1.591.6 1.7 1.9 1.660.390.8 55.9 59.0 1.056.5 1.6 1.9 778.7 1.7 741.3 1.3 1.2 2.030.139.022.2 1.3 1.3 1.3 802.4 1.545.416.0 1.047.048.9 1.381.296.616.2 1.4 1.702.107.1 1.0 1.029.7 1.730.8 1.0 1.2 1.5 939.2 1.747.007.271.6 2.5 1.788.419.2 1.093.0 1.461.4 1.4 1.3 1.7 1.7 1.9 1.7 837.0 1.184.242.063.881.5 973.658.1 2.704.9 1.6 1.9 1.7 1.069.458.9 1.7 1.2 768.831.9 1.2 1.7 1.287.4 1.036.3 942.5 786.387.031.3 759.449.8 1.7 2.1 1.9 1.8 1.3 75.1 1.9 1.4 1.3 1.033.7 1.104.996.3 749.333.490.1 1.175.0 1.5 744.498.013.2 1.4 1.9 1.7 1.426.1 1.012.032.0 1.332.2 Tahun Baru 1.1 1.443.364.9 1.546.2 758.585.1 1.9 1.2 1.436.1 931.920.4 64.468.2 941.1 751.765.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .9 1.4 1.9 1.7 1.860.337.405.2 1.828.359.688.760.0 1.2 1.6 1.4 1.261.0 2.044.2 1.332.1 1.6 1.035.752.139.1 1.6 759.5 1.878.406.LAMPIRAN 3 Kondisi Total beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Setelah Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 Kerja 1.813.4 1.9 1.456.2 1.857.000.159.203.045.924.544.4 69.8 2.2 1.7 1.953.6 1.432.6 1.924.722.724.4 Minggu 1.5 922.724.3 1.9 Natal 1.5 1.0 748.9 1.132.881.6 1.8 1.586.0 1.9 748.466.621.5 759.2 2.314.045.619.877.073.8 1.3 1.4 MAX MIN 2.649.8 779.8 1.184.101.8 941.5 957.0 1.329.685.580.293.9 1.717.7 1.6 1.8 1.131.2 1.404.246.525.9 1.1 917.198.896.2 953.4 771.060.320.637.896.187.6 2.5 851.8 1.4 1.9 1.505.066.1 1.569.1 2.8 1.073.3 1.4 1.5 1.9 1.5 1.7 1.7 1.661.285.796.050.238.401.3 1.7 1.5 1.8 1.339.

294.725.700 3.551.653.430.000 208.150 2.953.463.805 303.240 305.886.LAMPIRAN 4 PT.638.565 193.821.047.418.076.275 5.100 2.732 810.495 50.112.275.505 4.494.764 1.744.600 437.3 S.502 5.923 176.903.823 31.150.886.000 1.300.897 346 15.595 40.620 25.235 83.237.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SEBELUM PENGURANGAN ( WBP .616 362.825 2.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.049.315.320 355.593 1.350 1.441 492.440 14.1 S.120 757.980 S.516.335 12.400 19.822.157.937.760 6.765.257.200 1.844.380 2.529.742.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.397.160 SUPLISI 12 995.931.690.008.910 60.214 3.990 11.600 8.514.620 96.291.302 118.616.500 333.860.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .505.680 1.284 21.120 2.225 5.126 229.180 437.994.028.035 3.441 492.961.952.738.397 15 20 15.130 311.3.618.982.257.394 188.430 2.350.510.080 691.821.597.139.600 VA 3.020.380 652.139 37.376 149.888.105 5.055 482.920 1.506.595 11.315 13.650.088 2.491.200 37.121 1.945 1.020 541.200 VA Blok I Blok II Blok III R.686 149.389.996.620 10.680 757.000 42.465.738.340 .253.000 11.040 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.095 2.301 126.139.060.670 56.105 386.055 17.722 37.110 2.022.200 703.310.994.169 79.580.566.598 5.714.260.860 1.279 1.095 4.612 384.228 1.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.600 7.000 11.275 1.077.161 43.269 5.630 1.575 JUMLAH Plgn 3 7.426.915 31.826.272 7.230 20.895 1.432.425 895.920 3.320.235 1.020.800 13.920 263.240 308.2 R.885.000 56.520 163.757.191.Ko R.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA Blok I 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.400 PEMAKAIAN KVARH 8 BIAYA BEBAN 9 33.105 1.860.440 2.297.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 483.097.860 1.397.079.163.590 JUMLAH 13=9+10+11+12 152.308.829.676.933 166.296.000 303.342.450 173.064.150.518 4.780 133.665 15.725.961.745 2.410.772.625.340 1.323.152 56.200 571.645 275.522.823.137.395 4.587.044.840 15.400 7.275.885 857 1.976.004.566.730 1.300VA Blok I Blok II Blok III 2.350 10.420.555 123.327.800 6.705.045 671.870 7.595 63.397.678.792.387.479.741 21.533 231.2 3.675 5.286 7.904.124.1A R.195 7.500 2.296.076.620.220 438.478.110 19.400 280.406.816 28.955 226.100 320.389.799.803 12.903.825.525 125. KWH Rp KVARH 10 11 23.571 619.352.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.

240 1.194 1.800 9.250 58.930.600 (22.280 751.020 1.752.180 1.180 177.800 2.200 VA >2.500 364.690.260 26.800 97.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.402.343.800.180 58.084.800 3.761.500 1.001.398.752.532.905 27.455.166 (38.260 238.166 (38.975 40.345 1.239.600 3.048 4.037.300VA 2.100 138.990.555 15.990 398.3 I.780.346 404.661.949 4.660 34.600 205.067.978.526.346 502.899.199.335 34.543.384.195) 854.868.454.383.932.520.540 2.089 2.400 702.200 368.136) 1.410 26.900 10.471 63.065 20.991 438.912.331.472.947 277.949.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.215.040 1.934.584.000 8.019.781 5.480 2.600 5.600 116.916.950 3.545.600 56.052 663.300 VA 2.358 4.345 94.055 92.607.255 1.610 16.419.060 333.984.279 422.360.198 61.048 4.025 113.860.407.320.216.219.783.070 3.223.000 4.156.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.893.000 20.769.250 187.785 420 3.933 520.500 (12.858.116.944.699.340 34.140 148.695 291.803 1.362 514.145 264.419.100.108 - - 8.200VA I.732.545 244 176 1.377.900 188.590 47.000 372.822 56 23.365.620.330 1.720 615.263.669 2.715.455 297.621 124.471.415.285 63.105 183.440 969.637.370 .875 - 41.522.270 3.240 94.000 9.213.354 693.893 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.527.565 36.275 244.600) 622.562 109.240 892.800 4.000 59.711.388 917.844.584.318 6.644.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 621.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.900 6.840 6.4 P.695.3 I.754.000 115.202.118.2 P.009.780.659.611.140 16.700.695.734.579.415.363 26.100 35.780 915.146 6.579.549.000 590.921 40.200 280.851.100 4.600 2.883 60.120 19.455 137.335.860 71.779 829.435.880 17.995 26.718.587.949 8.311.525 58.040 2.401 396.013.071 2.585 16.003.987.632.525 1.1 Jumlah R 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.740 1.116.700 21.804 40.017.947.190 4.912.200 25.468.200 35.219.420 623.876 5.600 1.560 261.210 23.037.303 3.434.609.700.131.465 1.494 63.583 111.000 415.151.513.200 90.440 2.704.163.074 3.828.863 4.900 16.200 283.460 41.889.349.609.015 76.807.600 5.800 6.650.600 22.577.955 12.950 8.982 89.177.867.410 4.785.754 23.252.480 2.400 4.375 180.405 231.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 1.006.530.192.392 7.200VA >2.530 561.B.249.578.325 3.177.274 29.661.762 105.843.529.881.050 1.655 454.961 2.735.515 45.2 I.312.240 971.420.226 720.593.463.529.391.600 1.255 23.479 7.360 45.300VA 2.830 9.600 30.852.340 34.437.457.480 2.995 - 266.200 3.550 8.088 89.194.215 B.500.480 15.880 1.414.266.100 28.820.523.935 3.096.198 61.970.136) 1.952.835 - 97.200 VA P.195.687.182.637.890 643.600 579.385 1.493.000 12.431.031.105.

141.529.742.150 27.139 37.677.499 11.121 1.1A R.000 11.071 854.074. KWH Rp KVARH 10 11 17.245.281 3.691 5.863.428.962.866.340 .440 2.619.090 1.690.785 489.600 17.859.285.784 2.481.000 227.213.665 329.600 166.766.563.823 2.685.215.666 30.573.472.500 1.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.100 10.383.492.220.222.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.196 795.359 JUMLAH 13=9+10+11+12 114.163.871 271.674.200 VA Blok I Blok II Blok III R.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.236 10.3.271.340 1.081 369.465 72.570.600 VA Jumlah R 3.257.792.530 42.116.375 250.214 3.628.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .286.900 PEMAKAIAN KVARH 8 197.650 31.942.376 149.362 21.597.117.300.238.565.848 233.635.759.400 15 20 15.060 518.275.150 1.171 1.174.035.885 327.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PENGURANGAN ( WBP .218.821 3.119 1.108.300VA Blok I Blok II Blok III 2.686 23.946 4.464.854.497.150 428.453.044.390 1.872.515.557.849.120 92.546 328.296 289.885.315.164 1.120.070 4.798.808.400 1.895.389.835 99.927.232.868.079.1 S.490.003 38.612 384.450 173.263 1.715.990 1.143.263 7.145 361.966 122.3 S.989.995.495.090 568.228.706 1.535 25.500 503.750 8.379 3.231 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.501 3.426 62.333 2.899.150 527.292.303.097.880.888.329 1.152 56.421 783.678.044.041 47.440 2.447.440 1.365.267.700 3.507.751.978.059 1.579 19.548 6.Ko R.883.798 9.803 12.445 14.903 4.984 206.705.265 406.LAMPIRAN 5 PT.369.450 4.000 4.012.690 1.503.164.950 5.389 210.472.745.215 19.2 R.037.897 346 621.554.325 15.181 156.946 47.2 SUPLISI 12 746.565.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.500 438.871.630 11.014.430 231.462.956 6.550 31.343.693 169.057.600 JUMLAH Plgn 3 7.604 227.395 - S.706.569 671.931.800 43.580 11.483.100 857 1.300.223 1.557.462 BIAYA BEBAN 9 25.798.969.584.353.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 362.924 266.721.006.896 5.683 45.637.709 8.644 93.284 21.193.485 145.000 56.308.669 2.860.579 4.269 5.180 229.738.265.673 15.

100 4.270 198.273.930 669.483.450 87.683.455.561.371.650 755.885 133.000 415.460 563.032 - 1.017.300.585.929 20.893 1.805 910.988.063.350 79.490.587.202.666 11.000 9.000 279.700 21.759 70.080 727.991 .882.212 6.394.771 218.774.695.408 17.100.393 3.781 5.595 83.105.789 1.400 26.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.195.252.520.073.890.708.456.992.064.300 VA 2.098.587.700 22.816 67.399.978.900 16.463 2.4 P.1 450 VA 900 VA 1.136 34.708 17.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.585.246 20.206 21.466 93.762.623 7.700.515.303 3.031 B.787.100 28.885 1.600 1.303 2.464.200 283.183.216 9.354.000 20.584.571.191 917.200VA I.100 35.480 2.695.732.912.514.189.412 73.617.064.3 I.544 5.772 70.058 19.801.938 43.199.761 57.246 33.424 27.201 2.075.776 43.291 687.354 693.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.350 73.447.960.587.600 56.700 (17.000 4.759 45.910 1.630 5.084 47.820.3 I.632.300 3.340 14.155 1.648.633.439 12.301.913 6.170 540.454.767.740.724.161.988.043.453 2.800 9.137.805.350 73.394 43.754 23.382.625 1.500.993 298.500 364.815.022 19.200) 466.096.900 6.892.609 5.394 31.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.645 53.288 756.149.790 461.300VA 2.415.414.580 1.826.637.079 137.610 1.134.853 73.545.052 663.839 315 2.138.983.895.937 30.610 11.358 4.000 8.052.713 6.828.350 5.342.058.587.105 111.135 385.308 3.115.013.2 I.998 1.437.821.533.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.528.956 183.325.200 VA >2.430 200.B.780 1.2 P.401.170.847.645.113.150 210.200 3.480 2.050 527.700.313 36.524.295 250.122.700 434.430 1.494 276.300VA 2.291 69.200 2.085 686.900 188.876 5.625 (9.339.275.600 22.695 178.811.200 VA P.280 1.950 4.599 1.700 153.851.102 998.000 59.133.105 12.000 115.600 5.822 56 23.500 442.668 482.894.420 196.027.078.484.396.299 15.341 103.706.396.394.650.053 1.695 19.637.804 173.327.019 85.396) 640.430 728.015 1.897 3.699.593.376 12.283.664.501 1.157.991 340.869.315 467.925 7.938 140.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.200VA >2.325 103.350 3.278 135.788.744.662.895.001.389.936.

200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.807 JUMLAH 13=9+10+11+12 270.828.000 11.073 9.043.340 1.284 21.834.440 1.440 152.621 4.325 15.446 9.125 590.440 2.580.700 3.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.124.163 218.220 1.896 3.915.000 4.267 35.400 1.200 289.324 192.222 854.268.068.390 501.090 35.888.835.500 2.762.775.300VA Blok I Blok II Blok III 2.694.877.3.101.010.768.887 28.440.214 3.219 31.451 235.450 173.040 551.931.405.180 55.784.754 1.434.156 38.761.434.029.062 1.887 129.318.531.150 1.778.078 24.993.118 2.079.896 64.188.152 56.982 631.383 60.LAMPIRAN 6 PT.554 1.755.742 326.749 5.495.092 20.123 1.886 90.384.157 8.169.494.616.430.607 774.459.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PERGESERAN( WBP .921.384 1.416 2.436.574 73.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.803 12.340 .909.792.097.696.860.728.745 540.380.445.458 5.979 1.819.834.315.082 487.370 2.275.769 776.370 9.300.269 5.150 428.663 7.254.647.927.3 S.377 14.245.414 8.770 5.626 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.789.196 24.369.692 80.301 179.072.118 6.285.Ko R.680.545 342.187.266 3.400 15 20 15.600 VA Jumlah R 3.987 45.243.571.068 121.529.424 PEMAKAIAN KVARH 8 197.794.936.937 112.800 43.006 45.545 959.600 17.158 13.887 826.148.482 22.417 170.505. KWH Rp KVARH 10 11 40.792.852.885.223.451 100.243.008 7.902.705.299.1 S.340.600 JUMLAH Plgn 3 7.854 772.100 857 1.892 5.627.931.2 R.960 4.764 3.801.293 1.772 10.397.959 221.672.223.096.500 438.189.554 66.020 629.934.540 3.750 11.371.167.267 3.471 870.009 773.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.732 7.303 1.631 13.430 231.016.044.378.458 7.991.738.154.206 147.933 14.379 4.000 56.290.910 6.717.640 536.841.780.696 640.794.389.833 112.773.404.365 10.029.719.675 12.173.365 2.446.834 1.241.756 3.580 26.857.064 236.016.865.749 233.936.194 401.376.365 4.1A R.2 3.904.864.012 - SUPLISI 12 1.951.720 2.541 10.703.136.742.294.454 50.073 20.650 BIAYA BEBAN 9 60.600 166.508 369.376 22.994.231.925.910.018 75.267.665.947.243.745.333.688 2.484.318.540 18.064 S.769.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.004 4.105.692 4.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .077 496.265 5.848.050 20.165.899.987.200 VA Blok I Blok II Blok III R.349.865 1.584.742 1.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 855.897 346 621.465 536.332 71.337 26.436.216.939.376 149.071.050.612 384.219 683.069.139 37.491 107.

899) 1.033.300VA 2.036.456.126 8.546 324.278.995.100 4.147.315 744 6.870 5.715 846.166 1.978.796.562 15.633.3 I.089.044.790 22.545.200VA I.402.044.300VA 2.017.653.872 48.495 319.773 332.036.000 8.466.782.700.300.718 1.348 6.678 17.791.187.301.B.866.912.885 244.884 13.723.303 3.952.000 115.875.888.139.042 126.672 5.222.137 107.462.342.991 .292.052 663.587.000 9.350 73.824 1.732.275.133.144.719 910.147.626.899) 1.058.290.030.361 3.600 1.100 35.335) 1.200VA >2.292 (40.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.282.630.093 412.511.291 2.075 3.516.201.719.700.023 1.634 5.564.115.300 VA 2.200 283.249 74.649.921 1.111 462.200 VA P.713 35.093 586.929 4.844 14.686.978.272.354 693.047 245.500.882 62.000 20.308.848.454.703 18.258 33.786.388.199.818.398.188 4.421 79.490 26.829 6.373 103.887.400 13.661 4.121 573.2 I.097.284.594 495.129.452 363.991 166.995 (22.450.584.202 80.619.645.661.2 P.497.600 56.243.355 1.045.871 2.892 530.500.972 27.415.263 3.595 29.900 6.186.466.781.300 1.849.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.374.106.700 21.640 64.368.820.760 1.064.486 158.236 249 180 1.900 188.700 434.692.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.992.364.058.4 P.1 450 VA 900 VA 1.606 4.809 404.165.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.948.055 3.200 3.284 197.629 4.611.195 6.936.100 28.026.935 1.866.329.389 (38.392.456 46.838.000 59.171 46.642 41.430.990.179 804.389 (38.501.893.757 136.630.421.654 1.000 2.736 591.795 3.249 102.415.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.132.359 1.013.350 3.096.719 41.462.431.870 4.160.893 1.087 1.412 73.455.825 430.147 34.610 1.359.179 219.869 16.848 29.772 166.901 47.370 1.457.726 7.861 3.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.002 2.089 102.754 23.200 660.430 200.203.102 998.702 704.876 5.527.101.772 53.494 651.608.613.053.028 3.958.200 VA >2.756 7.882 62.292 72.623.904 303.702 2.434 3.147 34.718.572.077 468.127 12.900 16.554 15.331.684 200.609.062 206.292 6.456 41.209.532.409 2.500 364.358 4.238 2.066.838 8.781 5.581.600 22.816.260 2.284 6.640.202.315.414 112.097 432.000 4.097 409.766 282.674.103.308.069 1.918 14.480 422.131 B.369.527.896 2.904 62.154.3 I.095.722 92.267.122 10.716.209 314.574.694.629 4.860 515.528.849.700.991 106.364.822 56 23.579.685 51.682 90.470 40.889.600 5.001.144.467.926 4.968 29.668.458.430 1.434.000 415.745 36.243 190.386 12.432) 1.201.856 3.135 1.333 3.064.026.967 163.046.800 9.480 46.848 262.243.594 84.

300VA Blok I Blok II Blok III 2.018.655.278 175.443.811.823 115.605 132.795.869.077.275 1.LAMPIRAN 7 PT.144 700.562.735 660.600 420.857 8.067 33.433 21.997.798.084 103.853.334.620.018 15.012 463.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .880 9.090 24.884 306.730.560 4.702 BIAYA BEBAN 9 69.042.133 6.875.600 VA Jumlah R JUMLAH Plgn 3 5 7.329 2.250 196.867 35.232 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 513 513 444.266 116.186 171.690 31.230 121.500 4.546.686 110.964.071 142.094 4.053 957.528.027 3.853 58.834.499.586.147 42.362 2.659.852.316.561 5.355.085 257.855.2 SUPLISI 12 297.032.074 1.082.871 2.221 - S.697.111.489 33.444.321 9.459.717.016 23.994.340 2.913 2.890 15.951 388.350 52.200 VA Blok I Blok II Blok III R.750 1.3 S.734.202 118.777.796 42.658.145.680 266.241.618.686 1.699 130.251.186 DAYA (VA) PLGGN 4 1.761.277.082.307 641.417 17.857.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.401.340.386.859.532.938.958 3.284 3.237 .853 58.879.708.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.401.128 49.887 393.846 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.907.255 3.932 1.677.042.546.535.676 41.574 2.152.518 339.910 1.437.257 8.856.230 24 8 14.784.032.826.161.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.138.892 1. KWH Rp KVARH 10 11 22.015.110.726.09 ) BULAN NOVEMBER 2003 .513 621.908 54.976 1.342 18.155 3.217 448.457 2.766 158.217 146.185 15.239 17.149 52.477 2.007 243.469 833.614 2.1A R.111.736.116 4.278.588.964 4.887.836.842 54.373.497.163.882.521.738 296.556.314 834 1.118 1.348 851.278.539 35.064.458 1.126 103.842.080 253.978 262.975 1.605 90.983 1.1 S.061 1.908 381.709.981 2.867.510.503 215.764.366.987 540.566 10.128 4.133 16.630.598 388.888 155.889.107.162 4.395 5.544 145.545 411.981 260.445 1.041 729.425 4.067 137.532.906.651 5.665.999.566 25.380 536.985 77.309.950 423.586.645 71.126 PEMAKAIAN KVARH 8 31.073.526 80.513 622.358 14.187.187.350 6.480.429 11.995 27.841.279.105.195.308 18.785 30.501 JUMLAH 13=9+10+11+12 69.808.OKTOBER 2004 Kondisi Awal KWH WBP = Rata .526 434.603.561.518 187.509.867 14.rata KWH WBP Selama 12 Bulan Terakhir GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.780.211 257.211.652 16.709.417 3.069 7.673 2.546.037 1.707.240 1.290.438 587.920.621.532.561 10.072.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.159.927.528 4.708 54.547 1.515.533 6.080.310.561.024.542.660 10.416.615 314 604.098 770.Ko R.285.489.526 434.262 7.561 7.055.893 199.2 R.284 116.456 2.440 3.3.120.

229.200 1.640 4.166.583 15.535.310 1.244 8.345 1.370.377.3 I.800.230 28.728 1.683 2.3 I.278.552.993 5.810.101.150 670.002 73.700 33.407 .561.219 4.207.305 4.233.679.639 289 250 1.861.537.204 125.108.946 291.773 22.812 58.932.494.982.873 125.024.145 249.037.648 54.812.924.584 317.509.220.756.819 857.251.894 122.608.368 904.111.623.B.250.029 94.978.338.200 VA >2.667 4.594 72.000 7.766 166.380 11.415 340.639 2.036 1.085 14.429 2.095 1.118 7.916.127 262.651 1.173.012 921.815.200 447.985 452.840 149.522.083.727.732.252.273 6.150.913 5.976.573 1.900.809 568.043.300 312.673.250.230 20.775.065.946 32.282.505 2.267 52.652 47.721.315.358.198 1.320 707.673.358 20.854 - 352.788.266.217 5.118.340.292.775 39.837 539 3.012 921.896 1.318 179.305 1.017 25.611.784 4.640 94.554.668 1.4 P.039 272.732.323.044 91.094.649.922 645.517 32.753.300 VA 2.159 73.012.598 32.589.534.867 58.275 87.858 23.345 1.230 165.248.166 3.333.293 116.964.758 9.951 221.812.207 3.130 6.581.894.323.391.765.050.330.300VA 2.551.554.652.224.927 1.037.760.011 1.863.721.561 2.111.958.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.063 13.841 14.963 58.685.924 38.369 668.594 72.305 4.323.351 774.425 356.186 2.896 2.612 58.090 3.409.836.360.395 31.198 287.644.828.483 107.700.162 516.992 134.860 96.245 2.337 384.597.165.883 173.070.044.213 286.027 1.365 28.939 232.219.587 2.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.987 25.200 1.197 3.438 402.405 41.075.199.450 206.249.338.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 14 113 262 30 14 453 429 318 274 193 515 7 1.395 66.587 44.207 382.752.936.063 17.795.236 797.867 1.097.288.173 2.839.783 708.2 I.460 5.911.808 2.100 43.1 450 VA 900 VA 1.150.744.732 6.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.500 481.145.425 28.883.225 26.666 8.480 5.843 52.744.794.569.878.765 494.678.387 5.242.985 393.114 101.408 8.463 4.917 34.033 12.307 2.891.935.963 867.333 8.071 42.686.545.300VA 2.973.747.2 P.891 35.663 6.982 111.041.975 21.471 160.210 175.587 44.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.782.149.604 192.788 63.883.957.892 834.484 54 23.570 944.723.687.727 100.000 38.814.685.016 2.613.781 1.544 428.455 24.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.983 34.392.364.245 4.548 11.967 3.250 108.033 4.283 11.843.758.668 3.687 257.866 16.200VA >2.508.963 6.860.665.738 3.473.910 31.806.135.016.648 43.619 171.463 408.646 2.736 38.200 VA P.213 690.436 3.734.604 19.378 1.200VA I.418.867 3.887 2.139.161.500 7.400 553.203 21.115 8.725 8.855 B.071 42.159 99.795.824.

LAMPIRAN 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat. saya ucapkan terimakasih. Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mengenai PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN. sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya. saya mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr/I dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini. Demikain atas kesediaan dan kerjasamanya. Hormat saya Husna Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Sistem Energi Elektrik Universitas Gadjah Mada .

....................……………………………............ .......................... Kawasan : ...... ( nama responden ) ......... Oktober 2005 .... : ................... Agama 8....... Pekerjaan Tetap 6..Pinggiran Perkotaan 12................……....................................... Yogyakarta..Perkotaan 2............ UP/UPJ PLN : ........... 10...…..................... Laki – laki b... Nama Pelanggan 2....... ...... Nomor Pelanggan 4.......... ... Umur 5.............. ...........tahun : ..... Kabupaten/kota 11...... Perempuan : .. Alamat : ............................... : ......... : .... : a....... Jenis kelamin 7..................……... : 1.........................................................KUESIONER PENELITIAN PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN 1.............…………………………………….............................................................

.000 – Rp 2. Rp. 300. Rice Cooker k........1000..500.dll? a.. Peralatan apa saja yang dimiliki keluarga Bapak/Ibu/Sdr/I saat ini ? ( boleh diisi lebih dari satu ) a. Lainnya. 900 VA c...500. Q1..... 7.... Rp..700. Rp.000 b..sebutkan…………..... c. Apa Pekerjaan Bapak/Ibu/Sdr/I sekarang? a.000 e. Video CD d.. Apakah Pendidikan Terakhir Bapak/Ibu/Sdr/I? a. Bagaimana pola pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I ? a.dan perasaan Bapak/Ibu/Sdr/I dengan memberi tanda pada pilihan yang tersedia. SMA atau yang sederajat d.000 – Rp 500. jangan ragu bertanya terlebih dahulu. rumah.......000 – Rp 1000..000... Televisi c. tetapi tidak termasuk pengeluaran untuk kredit sperti: mobil.1000....000 d... Rp. Harian b.. Microwave j.... 5. a. 2200 VA .....000 h....000 – Rp 2. Status dalam keluarga ( Lingkari salah satu ) a.000 f. AC/ Kipas Angin l. Berapa jumlah tanggungan keluarga ( Jumlah anggota kelurga yang tinggal serumah dan menikmati fasilitas listrik yang sama )... UMUM 1.... Dalam Satu bulan berap kira – kira berapa rupiah pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I? a.. Saudara e.. 9.sebutkan…………… 4. pendapat. Rp.......sebutkan…………… 2.000 c...... Rp. Wiraswasta g.. barang electronik. Pegawai Swasta e.000.500. < Rp 300.000 – Rp 700.000 – Rp 1000.... Dispencer g....PETUNJUK PENGISIAN Mohon agar pertanyaan berikut diisi sesuai dengan sikap...000. TNI f. Berapakah Pengeluaran Keluarga perbulan untuk keperluan sehari – hari...000 b... Blender i. Rp..... Lainnya. 500.000 e. Lainnya... Lainnya.... > Rp 2.. > Rp 2. < Rp 300.....000 f.......000 – Rp 500. Magic Jar h. Pegawai Negeri d.000 – Rp 700.. Lainnya.Pengacara h. 8. Profesional: Dokter. Satu b. Lainnya Sebutkan. 1.000 – Rp 1. Anak d.000 g. Ibu Rumag Tangga c.. 1300 VA d. Tiga d.. Lainnya Sebutkan. 300. Rp.. Apabila Bapak/Ibu/Sdr/I krang jelas.....Sebutkan. 1. S2/S3 atau yang sederajat g..000 g..... dua c. Pembantu Rumah tangga f....Sebutkan. Tadio Tape f. 450 VA b.. Kepala keluarga b.000 h.700.. 500.000 c.. Rp. SD b.000 – Rp 1.sebutkan…………… 3.....000 d. Mingguan d..Lainnya . Terima kasih. Bulanan c...000. Rp.. Ibu Rumah Tangga b....... Sarjana Muda/Diploma e. Dosen/Pengajar 6. Berapa batas daya yang digunakan (R-1) a. SLTP c. Sarjana ( S-1 ) f.... Komputer e..500. Kulkas b...

000.000 g. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui tentang Harga Resmi? a. MENGENAI PEMASANGAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Metode mana yang sebenarnya ingin Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan untuk membayar listrik a. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. d. Kepada siapa Bapak/Ibu/Sdr/I membayar biaya teresebut Petugas PLN Kontraktor Pasang Baru Perubahan Daya 6.000 – Rp 100. > Rp 1. Rp. Biaya yang dibayarkan tersebut diatas ( lingkari salah satu sesuai dengan pendapat anda ) a.000 e.000 d.000. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. sebutkan………………………. Titip pada orang lain g. Murah b. Spanduk c. sebutkan………………………. 20. Mahal d.000 – Rp 300. Informasi dikantor PLN B. MENGENAI PEMBAYARAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. 500. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c.000 – Rp 50. Mahal sekali 7. Metode pembayaran yang Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan : a. Bayar Langsung ke loket tertentu b. < Rp 20. Rp. Bayar langsung melalui KUD e. Bayar melalui ATM f. Bayar langsung melaui Bank d.Q2.000 b. Wajar c. Petugas PLN Q3.sebutkan 2. Rp.000 h. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 4. 50.000 c. Biaya yang dikeluarkan untuk pasang baru atau perubahan daya( isi salah satu atau keduanya ) Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 3.100. Bayar langsung melalui KUD . Bayar langsung melaui Bank d.000 – Rp 500. Rp. Lainnya.000 f. Lainnya. 3.000 – Rp 1. Biaya Pemakain Listrik Perbulan a. Pemasangan baru atau rubah daya ( isi salah satu atau keduanya ) tanggal Bulan Tahun Daya Daya sebelummnya saat ini Pasang Baru Perubahan Daya Kategori perubahan daya tambah tahun kategori PB PD 2. Bayar Langsung ke loket terentu b. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I yang dibayarkan biaya tersebut? Biaya Resmi 1 Biaya tidak resmi 2 jika memilih jawaban ke 2 silahkan lanjut ke Q3 5. Lainnya. Rp 300. Brosur/Leflet e.

sangat tidak puas sekali b. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Sistem Pembayarn rekening ( on – line atau manual ) Pelayanan informasi tagihan dapat dilakukan melalui operator Periode pembayaran rekening listrik Jam pelayanan pembayaran rekening listrik Respon petugas terhadap keluhan ketidaksesuaian tagihan pada rekening Tempat pembayan yang mudah di jangkau Kenyamanan di tempat pembayaran rekening Tersedia nomer urut antrian a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a a a a a a a b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e f f f f f f f f f f f f f f f . Alasan menunggak. 3. Berilah nilai pada beberapa peertanyaan berikut sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang Bapak/Ibu/Sdr/I rasakan.. Sangat tidak puas c.....e..………………………………………. Tanggal berapa anda biasanya Bapak/Ibu/Sdr/I biasanya melakukan pembayaran rekening listrik? …………………………………………. Menurut anda periode pembayaran listrik sebaiknya dari kapan sampai kapan?……………………………………. sangat puas sekali Q4.……………..... puas e.. sebutkan……………………….... Ya b.. puas e. Sebutkan.Mengenai pembacaan Meter Listrik.. Tingkat KEPUASAN a. 5. tidak 4. sangat puas f. Hal yang berkaitan dengan Rekening 1.. Titip pada orang lain h. No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Penampilan petugas rapi dan bersih Sikap petugas sopan Petugas mencatat dengan akurat ( sesuai dengan yang tertera pada meteran ) Petugas mengisi data kartu di kartu meter pelanggan Pencatatan dilakukan secara rutin Respon Petugas terhadap kesalahan baca meter Petugas menggunakan alat meter elektronik ( alat baca meter yang langsung melakukan perhitungan rekening listrik a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a b c d e f a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f Q5. Lainnya. tidak puas d... sangat tidak puas sekali b. tidak puas d.. Pemotongan langsung dari rekening Bank f.. Sangat tidak puas c. 2.. ………………………………… ………………………………………………………………………. sangat puas sekali Tingkat KEPENTINGAN a. sangat puas f..... ….. Bayar melalui ATM g. Apakah Anda pernah menunggak? a.

... Pertanyaan Pelayanan ganggaun mudah dihubungi Pelayanan gangguan terbuka 24 jam Petugas sangat ramah menerima laporan gangguan Petugas cepat merespon laporan gangguan Petugas dating melakukan cek dan perbaikan ke tempat terjadinya gangguan Petugas mencatat semua laporan ganngguan Petugas memperbaiki gangguan dengan cepat Jadwal pemadaman Sebab – sebab pemdaman a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f f f a a a a a a a a a f f f f f f f f f Q7.. Mengapa Bapak/Ibu/Sdr/I tidak menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Q8. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah menghubungi 123 atau 290123? a... Pernah b. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui nomer tersebut? a.. Informasi dikantor PLN B. Lainnya. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Ya b... Lainnya.Q6... Hal yang berkaitan dengan pelayanan No 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 Pertanyaan Stabilitas tegangan Lama listrik padam Listrik sering padam Daya yang tersedia Dapat menggunakan listrik setiap kali membutuhkan ( tidak sering padam ) Kerapihan jaringan sekitar tempat tinggal anda Pemulihan kerusakan Keamanan jaringan sekitar tempat tinggal anda Kepedulian PLN terhadap kebutuhan pelanggan Kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar a a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f f f f f a a a a a a a a a a Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f F f f f Q9. Apakah anda pernah mendengar Program hemat energi? a. Hal yang berkaitan dengan Gangguan listrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9.selebaran/spanduk e..... Darimana anda memperoleh informasi tentang program tersebut? a.. Radio d.. d. PEMAHAMAN DAN PERSEPSI TENTANG HEMAT ENERGI 1. Apa tujuan Bapak/Ibu/Sdr/I menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 5.... Surat kabar/majalah b.sebutkan. Spanduk c. Lembaran Rekening Listrik g.... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah mendengar layanan 123 atau 290123? a.. Tidak 4. Televisi c. Brosur/Leflet d.... Mengenai Pelayanan 123 1. Belum Pernah 2.sebutkan………………… 3.. Ya b... Penyuluhan PLN .... Petugas PLN e....... Tidak 2..

... karena ....... Radio d........... jam 18........ e..... 12............. alasan........ Televisi c. sebutkan ......00 c...............3. belum 8..... Apa alasan anda menghemat listrik? a.............00 b...... b..... sebutkan...……............... alasan ………………………………………………………………………………………………………....00 ) tarif listrik mahal.............………………… 15. ……………………………………………………………………………………….......... Lainnya.. b.................................. Bagus............... jam 06.... c.... Surat kabar/majalah b............ Mengikuti Himbauan tersebut b.............00 s/d 06....................... Apa pendapat anda tentang himbauan tersebut.... Penyuluhan PLN 7.. Sejak kapan anda mulai menghemat listrik? Bulan... Sudah b........... kadang – kadang c... tidak pernah 6... sebutkan ........... Lainnya.................. Tidak tentu e........................………………………….......... Apakah anda mengerti mengerti maksud dan tujuan program tersebut? a........ ………………………………………………………………………………………………. ……………………………………………………………………………………....00 s/d 18................. 9.............00) tariff nya murah? a.00 )........................ ………………………………………………………………………………………………………………….......... sebutkan . Tidak tau c.. Apakah Anda Bersedia untuk menggunakan peralatan listrik pada waktu luar beban puncak ( 22... Lainnya..... 13... Darimana anda memperoleh informasi tentang hal terserbut? a.... Tidak Mengikuti Himbauan tersebut c.. ……………………………………………………………………………………………………………………….... ……………………………………………………………………………………………………................... anda sudah berusaha menghemat? a..... Saat Kapan anda banyak menggunakan peralatan listrik a.......00 s/d 22.00 d......... Apakah anda pernah mendengar bahwa PLN mengalami krisis energi atau kekurangan pasokan listrik? a... ………………………... Tidak bersedia....... Buruk............ Mengikuti saran PLN c......... Lainnya.........Untuk menghemat rekening listrik ( biaya ) b... jam 22................. ………………………………………………………………………............ Lainnya.......... Mengikuti saran orang lain d... karena ....................………............... Tidak tau d.................. Apa alasan anda menggunakan pada jam tersebut? …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………...……........ sebutkan............... a. Apakah selama ini dalam mengkonsumsi listrik. Mengerti..... …………………........00 s/d 18....... 11.00 s/d 18.. Bagaimana Pendapat anda tentang program hemat energi? a.. dan pada Waktu luar beban puncak ( 22...... selebaran/spanduk f.... Sekarang sedang disosialisasikan agar menghemat energi waktu beban puncak ( 18..........................................................00)? Bersedia...................……………………………………………………………………………………………...00 s/d 22..................00 s/d 22........... tentang ...... Tidak tau 4......... Apakah Pendapat/komentar Anda kalau listrik sering padam? ………………………………………………………………………………………………... Apakah Anda mengetahui kalau pada waktu beban puncak ( 18.……... Tau b......... 14...……………… …………………………………………………………………………………………. tahun ......... Pernah b. 10....... ................ Tidak tau 5..................

....... Tidak 2.. Jika Ya..... Apa yang mendorong anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik tersebut? ( boleh lebih dari satu jawaban ) a... dengan Daya…… …watt 3. 4.. lainnya.sebanyak…….... Ya b. apakah anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik yang lain? a.... dengan Daya………... Ya b.kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan ........sebanyak…….... tidak tau Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki dalam rangka penghematan Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) .....)Rp ………..Q10. Menurut Anda.. KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SETELAH MENGHEMAT ENERGI LISTRIK 1...) . buah.... Q11... KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SEBELUM MENGHEMAT ENERGI LISTRIK Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan . semata – mata untuk memenuhi kebutuhan b. buah...……....…watt ……………..... merasa lebih nyaman c.. Apakah peralatan yang anda gunakan tersebut tergolong peralatan yang hemat energi? a. berupa apa? ……………. Setelah menghemat listrik...... sebutkan ……………………………………………... tidak c...

........kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan ........ Q12.............. sebutkan……………………… 2............................................ ................................. ............................ Apa Pendapat anda mengenai hemat energi? ........................................... bagaimana prilaku anda dalam pemakaian peralatan rumah tangga Yang lain ? a..............…… ………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..... justru lebih boros c...................................... Dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penghematan...................................... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I Puas dengan pelayan yang diberikan oleh PLN selam ini? Kalau Iya.. Sebutkan.........……………………………………………………………………………………. EFEK PENGHEMATAN 1............................................................)Rp ……………........ ………………………………………………………………...Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan ... Lainnya................................................) .... Dengan cara apa anda menghemat energi listrik? ......…………………………………………………………………………… …………........... Kalau tidak...................... sebutkan............................. 4.. Seberapa pentingkah Listrik bagi anda? …………………………............................. berusaha lebih hemat b................................... . 3....................... ………………………………………………………………........... …………………………....... sama saja d..……………………………………............... ……………………………………………………………… 5..........

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.