PENGENDALIAN BEBAN YANG EFFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Tesis

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarajana S-2 Fakultas Teknik – Program Studi S-2 Teknik Elektro Minat : Magister Sistem Energi Elektrik

Diajukan oleh : Husna 14787/PS/MSEE/04

kepada SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA AGUSTUS, 2006

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka

Yogyakarta, 4 Agustus 2006

Husna

iii

KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.CEng. iv . M. Tumiran. Ir. Tesis ini dengan judul “ Pengendalian Beban yang Effekti terhadap kepuasan pelanggan.Sc.Sekretaris Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 5. Ir. Selaku Pembimbing Utama dalam penulisan tesis ini.Sc. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammbad SAW neserta kelurga .Eng.2 pada Jurusan Teknik Elektro Program Magister Sistem Energi Elektrik. Selama Proses Penelitian ini.MT. Direktur sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada 2. yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik..Ph. selaku ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 3.D. sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. ST. disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S . M.. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. M. Ir.MIEE. F Danang Wijaya. dalam kesempatan ini pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. T Haryono.. Soedjatmiko. Selaku Pengelola Program Magister Sistem Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 4. banyak pihak yang telah membantu penulis.

7.teman Mahasiswa Program MSEE angkatan IV 20004/2005 dan Mahasiswa Program S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada. Ayahanda. Semua Pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian tesis ini. Yogyakarta. Ir. atas segala bantuannya hingga penulisan tesis ini dapat terselesaikan 12. Selaku Pembimbing Pendamping dalam penulisan tesis ini.PLN Ungaran Semarang 8. 11. 4 Agustus 2006 Penulis Husna v . Abang serta Adik tercinta. Bambang Sugiyantoro. Staf Pengajar dan seluruh karyawan Program MSEE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada serta Staf Pengajar dan seluruh karyawan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada 10. Teman – teman kost Gerbang merah Pogung Dalangan Sleman Yogyakarta. Ibunda. MT. Sunandar yang telah banyak membantu kegiatan penulis 13. Staf karyawan PT.6. Apabila dalam penulisan ini masih terdapat kekurangan. kririk dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dikemudian hari. yang telah banyak membantu dalam penulisan tesis ini 12. Teman . dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. PLN APJ Yogyakarta dan PT.

Ibunda. kecuali tempat – tempat belajar. kecuali yang diamalkan. Semua ilmu adalah Fakta yang memberatkan manusia. dan seluruh keluarga yang tiada hentinya berdo’a serta memberi motivasi kepada penulis. tapi kita bisa berpengetahuam dengan pengetahuan orang lain ( Michel De Montaigne ) Sesungguhnya dunia ini kebodohan dan kesia – siaan. maka ia akan pergi dengan mencelamu. Semua amalan adalah kemunafikan. kecuali manusia memahami di jalan apa hidupnya bakal berakhir ( Imam Ali ) Wahai Anak Adam ( Masa ) Siangmu adalah tamumu. jika engkau berbuat baik kepadanya. vi . Sahabat dan handaitholan yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian tesis ini. karena sesungguhnya. Para Guru. niscaya dia akan pergi dengan memujimu.Kita Tidak bisa menjadi Bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain. Abang serta Adik tercinta. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya. maka berbuat baiklah terhadapnya. kecuali yang dilakukan dengan niat yang ikhlas. Begitu juga dengan Malammu ( Al Hasan Al-Bahri ) Penulis Persembahkan Karya ini untuk : Allah SWT dan Rasulullah Ayahanda. Dan keikhlasan ini berbahaya.

.. i HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………… ii HALAMAN PERNYATAAN ………………………………………………… iii KATA PENGANTAR ………………………………………………….………. 12 vii .DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………. PENDAHULUAN 1.xv BAB I. xi DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………. Tinjauan Pustaka ……………………………………………. 2. Tujuan Penelitian ……………………………………………… 7 Metodelogi Penelitian …………………………………………. xii INTISARI …………………………………………………………………….3 1.. 1. 1.... 1. 6 Faedah penelitian ……………………………………………… 7.. 1. . .4.5 1.….2. iii DAFTAR ISI …………………………………………………….2. xiii ABSTRAK ……………………………………………………………………..…….1. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2..6..………..1. vii DAFTAR GAMBAR ………………………………………………….. 11 Landasan Teori ……………………………………………….x DAFTAR TABEL …………………………………………………….…... 8 Sistematika Pembahasan……………………………………… 10 BAB II.…….7 Latar Belakang ………………………………………………… 1 Rumusan masalah ………………………………………………6 Keaslian Penelitian …………………………………………….…..

38 Tempat dan Jadwal Penelitian .2 Load Interuptible dan Load Curtailable ……………….5.……………………….2. 37 Alat Penelitian ….2. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa .2.2 2.………………………………………… 20...………………………………… 42 viii .2. 2. 41 Hasil Pergeseran Beban .………33 2. Bahan Penelitian ……………. 23 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY.2.Madura .2.4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. 40 Analisis Data .3.2 2.………….………………………….2.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi ……… 34 2.1 Pengendalian Beban ………………………………………….1 Hasil …..1.4.………………………………..2. 3. 4. 3. ……………………....………… 36 BAB III.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) ……………………………. 4.……………….…………………………………………… 37 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data .……………………………… 38 Kesulitan-kesulitan Penelitian ……………………………… 39 BAB IV. 35 Rencana Penelitian … ….4.4. 33 2. 27 2.….2. 3. Hipotesis … ………………………………………………….2.…………………………………………… .3.3..2.…………………………….3..2.4..2 Demand Side Management ………….2. 15 Pembangkitan …. 30 2. CARA PENELITIAN 3.Bali ………….4..2.2.2.1 3.1 2.1 2.4 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali…………………… 12 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY…………. 25 Pola Beban …………………………………………………… 25 2.4.3 2.4...2.

54 DAFTAR PUSTAKA ….1.2 Perhitungan Insentif dan Kompensasi untuk pengendalian Beban…………………………………………………………47 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian .2.….…………………………………………… 53 Saran-saran …..………………………… 51 BAB V. 5.57 ix .…………………………………………….……………………………………………………… 55 LAMPIRAN . Kesimpulan ..…………………………………………………………………... PENUTUP 5.4. . ….2.

PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004 ) …...PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 ………………………………………….4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.…28 Gambar 4.………………………..7 Kurva pertumbuhan beban puncak system jaeng dan DIY 3 November 2004……………………………………………….1 Kurva Beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 ……….2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.…….…19 Gambar 2.. Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY ………….6.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian …….3 Setelah Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP……………………47 .Bali ………………. Sebelum Pengalihan Beban dari WBP ke LWBP…. x ..14 Gambar 2.1 Peta jaringan transmisi sistem Jawa-Madura.………………………………………………………….2 ...5 Pengelompokan Pembangkit………………………………………. 42 Gambar 4...……… 44 Gambar 4.18 Gambar 2.3 Peta jaringan transmisi sistem Jateng dan DIY …………………..…26 Gambar 2.20 Gambar 2..…15 Gambar 2. 9 Gambar 2.

..1 Tabel 2.…46 Tabel 4.……………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY ………. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT. Beban Setelah Pergeseran ………………….PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY…………………………………………………….5 ..2 .DAFTAR TABEL Tabel 2.17 Tabel 2.16 Faktor Beban PT.….2 Tabel 2.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY …………………………………………………………………17 Tabel 2.……. 46 Tabel 4.17 Tabel 4..…44 Tabel 4. 50 xi .3 Besar Pergeseran …………………………………………..….6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .4 PSA setelah pergeseran Beban ……………………………………….……..1 Beban Sebelum Pergeseran ………………………………….….16 Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY.4 Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY ……………….…17 Beban Minimum / Beban Terendah PT...3 Tabel 2...

Kondisi Awal KWH WBP ………………... 58 Lampiran 3 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Satelah Pergeseran Beban ……………………….…………..68 xii .09) Bulan November 2004 sebelum Pengurangan ( WBP – LWBP ) …………………….09) Bulan November 2004 setelah Pergeseran ( WBP – LWBP ) ……………………...64 Lampiarn 7 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .60 Lampiarn 5 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .…….66 Lampiran 8 Kuesioner …………………………………………………………..59 Lampiarn 4 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III .09) Bulan November 2003 0 0ktober 2004..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban ……………………………….….09) Bulan November 2004 setelah Pengurangan ( WBP – LWBP ) ……………….……….…..62 Lampiarn 6 Laporan Penjualan Aliran Listrik ( TUL III ..… 57 Lampiran 2 Kondisi Beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban ………………………...

00 s/d 06. dengan komponen WBP 18. yaitu LWPP1. dengan infrastruktur untuk penyaluran energi listrik dengan keandalan tinggi. transmisi/distribusi dan beban. Analisis ini menghasilkan pergeseran untuk WBP menjadi LWBP yang berdasarkan pada perbaikan faktor daya. Serta perlu dilakukan menejemen dan pengendalian dengan xiii . perlu dilakukan MoU dengan pemilik cadangan energi/swasta. Terutama pada ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan untuk pembangunan segala aspek. secara umum disusun oleh beberapa bagian utama.00 s/d 22. dengan berdasarkan pada analisis beban puncak.00 (Rp. 200/kWh) dan LWBP2 06.00 (Rp. yaitu pembangkit. Selain itu untuk menjamin pelayanan sistem tenaga listrik di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Serta dukungan berbagai departemen terkait. Pada pembangunan sistem sistem tenaga listrik.00 (Rp. Hal ini dilakukan untuk mengontrol beban melalui demand side management (DSM). serta didukung dengan pengembangan energi untuk menjamin kesejahteraan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya kompensasi bagi pelanggan dan optimisasi untuk pembangkit di Jawa Tengah dan Yogyakarta.INTISARI Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang didukung dengan pemerataan. 309/kWh). 434/kWh). termasuk pemotongan puncak beban dan pergeseran puncak beban. LWBP2 dan WBP secara harian.00 s/d 18. LWBP1 22.

LWBP. Kata kunci: pergeseran. beban.menggeser beban puncak WBP menjadi LWBP yang dapat meningkatkan efisiensi. WBP. sistem xiv .

system xv . it must see MoU. valley filling. load. was done to load control demand side management (DSM). load shifting. LWBP2 and WBP on peak load of daily electricity. 309/kWh).00 (Rp. LWBP. LWBP1 22. To support those programs. and lines demand This research aimed is to calculate customer compensation cost and optimize power station in Central Java and Jogjakarta based on analyzing LWBP1. the infrastructure of electric power system was established with high reliability. transmission. WBP.00 s/d 22. Besider that Loading management and controlling shifting of WBP to LWBP could increase the efficiency. 434/kWh). including peak clipping.00 s/d 06.00 (Rp.00 s/d 18. 200/kWh) and LWBP2 06. Keywords: shifting. The result of this research is shifting of WBP to LWBP based on power factor improvement with components happen periodically WBP 18. lines distribution. available power station and energy stock. Electric power system is constructed by existing part such as power station.00 (Rp.ABSTRACT The purposes of the national electricity are to increase the living society with regular energy supply and provide the continuation of electrical energy. For serving the power system in Central Java and Jogjakarta.

1 . transmisi dan distribusi tenaga listrik( UU No 20 Thn 2002 ).1 Latar Belakang Pembangunan nasional bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. menimbulkan banyak perubahan dalam standar dan pola kehidupan masyarakat. Pengoperasian sistem tenaga listrik adalah suatu kegiatan usaha untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan antar sistem pembangkitan. Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari sistem pembangkitan kepada konsumen. Penyediaan tenaga listrik perlu diselenggarakan secara efisien melalui kompetisi dan transparansi dalam iklim usaha yang sehat dengan pengaturan yang memberikan perlakuan yang sama kepada semua pelaku usaha serta memberikan manfaat yang adil dan merata kepada konsumen Peningkatan taraf hidup yang terjadi di Indonesia akibat adanya keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan. Saluran Transmisi dan Sistem Distribusi. masalah ini terkait dengan perubahan pola hidup masyarakat yang mempengaruhi pola konsumsi tenaga listrik Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama : Pusat Pembangkitan. guna mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Perubahan tersebut akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan daya listrik.BAB I PENDAHULUAN 1.

distribusi hingga pelayanan pelanggan. Dalam operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. transmisi. Perencanaan Operasi yaitu : pemikiran bagaimana sistem tenaga listrik akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. tetapi dengan biaya yang efisien. efektif. keandalan serta mutu tenaga listrik. Salah satu diantaranya dalam bidang pengelolaan sistem tenaga listrik mulai dari pembangkitan. b. Koordinasi pemeliharaan peralatan. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi. Perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu ( Marsudi D. yang utamanya ditujukan untuk memperoleh sistem yang aman. Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Pelaksanaan dan pengendalian operasi yaitu : pelaksanaan dari Rencana operasi serta pengendaliaannya apabila terjadi hal – hal yang menyimpang 2 . optimisasi.Perkembangan dan kemajuan dalam bidang kelistrikan terutama dalam dekade terakhir ini cukup pesat. Pemikiran ini harus mencakup perkiraan dan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban. 1990 ) Untuk pengendalian operasi pada sistem tersebut perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimisasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. dengan mutu yang baik. bermutu dan bisa diandalkan.

Analisis Operasi yaitu : analisis atas hasil – hasil operasi untuk memberikan umpan balik bagi perencanaan operasi maupun bagi pelaksanaan dan pengendalian operasi. suatu perusahaan tidak akan ada artinya.( Republika. Ketersediaan sumber energi listrik tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan listrik di Indonesia. maka operator harus segera berusaha membawa sistem ke kondisi normal. mulai kewalahan dalam melayani pelanggan dalam hal kebutuhan energi listrik. seperti kata orang pelanggan adalah raja. 19 maret 2005 ). Listrik kini sudah menjadi kebutuhan primer setiap masyarakat. Tujuannya supaya sistem tenaga listrik untuk selalu tetap dalam kondisi normal. Untuk perusahaan yang berwawasan pelanggan. Pihak penyedia Energi tersebut harus berupaya menghargai pelanggan. pemutusan sementara dan pembagian energi secara bergilir tidak dapat dihindari. tanpa adanya pelanggan. Barangkali ada benarnya. yang berimbas terhadap penyuplaian energi listrik ke konsumen. c. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia tunggal energi listrik di Indonesia. kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus kiat pemasaran. Analisis operasi juga diperlukan untuk memberikan saran – saran bagi pengembangan sistem serta penyempurnaan pemeliharaan instalasi. Sedangkan pada kondisi normal pembangkitan bisa diatur sedemikian rupa sehingga ongkos seminim mungkin bisa dicapai. Namun jika terjadi gangguan. dimana kualitas energi listrik yang diterima menurun. 3 .dari recana operasi.

dan memuaskan. Responsiveness ( Ketanggapan ) yaitu : kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik. Masalah penyediaan energi saat ini merupakan issu nasional yang membutuhkan penanganan yang tepat. perlengkapan karyawan dan sarana komunikasi.Kepuasan Pelanggan didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antar tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian ( Rangkuti. 2006 ). Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. Tangibles ( bukti langsung ) yaitu : meliputi fasilitas fisik. Reliability ( keandalan) yaitu : kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera. memahami kebutuhan pelanggan. kesopanan petugas serta sifatnya yang dapat dipercaya sehingga pelanggan terbebas dari resiko. e. serta kemudahan untuk dihubungi d. akurat. Krisis ekonomi yang mengakibatkan 4 . Assurance ( Jaminan ) yaitu : pengetahuan. c. b. lima Dimensi tersebut meliputi : a. Emphaty ( empati ) yaitu : rasa peduli untuk memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan.

Melihat begitu mengkhawatirkannya persoalan persediaan daya listrik ini. perusahaan listrik maupun masyarakat. Setidaknya ada tiga sasaran dari program DSM ini. namun sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Periode Waktu Beban Puncak (WBP) terjadi dalam waktu yang relatif singkat ( kurang lebih 4 jam ). baik pada besaran daya maupun waktunya yang akan memberikan manfaat bagi pelanggan. Kebijakan Demand Side Management (DSM) yang dilakukan oleh PLN bertujuan untuk mengubah perilaku pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien.berbagai perubahan mendasar pada perekonomian dan pola supply demand energi mengakibatkan perubahan signifikan dalam biaya operasi penyediaan energi listrik. Demand side management ( DSM ) adalah solusi yang tepat diterapkan. yakni penghematan pemakaian listrik (energy conservation). Pembangkit sejenis ini disebut sebagai pembangkit pemikul beban puncak. 5 .pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. pemangkasan pada beban puncak (load management) serta penggeseran beban dari waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak (load shifting). Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat. Maka operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak.

dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut : 1. 1. Keaslian Penelitian Studi tentang Pengendalian beban telah dilakukan dan dijumpai pada beberapa makalah dan tesis dengan berbagai metode kajian. Seberapa besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP 3.Dalam tesis ini akan diusulkan salah satu metode dalam pengalihan beban puncak. Rumusan masalah Dari latar belakang tersebut. Namun belum ada penelitian sebelumnya tentang evaluasi Pengendalian beban pada suatu sistem distribusi yang membahas aspek-aspek pengendalian beban yang efektif terhadap kepuasan pelanggan. Seberapa besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban 2. Tingkat Konsumsi Pelanggan dalam penggunaan energi listrik. Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi 4. Pengendalian beban melalui pergeseran waktu konsumsi dari WBP ke LWBP tujuannnya untuk antisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan tenaga listrik pada saat beroperasi secara normal. 1.2. dalam hubungannya dengan penghematan energi. Penelitian melalui eksprimen dengan metode pergeseran waktu konsumsi untuk mengurangi pemakaian KWH WBP dengan mengalihakan ke LWBP 6 .3.

berdasarkan aturan pentaripan yang berlaku saat ini. Mendapatkan besar pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban dan mendaptakan Faktor . sementara pelanggan dapat menikmati pelayananan listrik dengan sewajarnya dan pihak penyuplai daya tidak dirugikan. 3. Faedah Penelitian Dari hasil penelitian studi kinerja jaringan distribusi tentang pengendalian beban yang efektif akan dapat masukan bagi pengembangan pengetahuan mengenai usaha-usaha perencanaan jaringan distribusi. Mengetahui besar peluang energi yang bisa di geser dari WBP ke WLBP. 7 .1. Mengetahui besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan listrik setelah mengalihkan energi listriknya dari WBP ke WLBP.4. keuntungan dan kerugian secara ekonomis serta harapan pelanggan yang berdampak pada penghematan energi listrik.faktor yang mempengaruhi pola konsumsi 2. sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara nasional Penelitian ini sungguh sangat berharga khususnya buat penulis sendiri dalam hal penerapan ilmu-ilmu dilapangan dengan menggunakan metode-metode yang sederhana. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1.5. 1.

adapun data tersebut diataranya : Profil beban Sistem JAMALI Profil beban golongan tarif tahun 2004 hasil Survey UGM Statistik 2003 dan 2004 PT. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 Neraca 2004 PT. PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali Laporan tahunan PT. b. PLN ( Persero) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 APJ Yogyakarta c. Tahap Pengolahan data Dari data diatas.1 dibawah ini. 8 . Metodelogi penelitian yang ditempuh dapat dilihat dalam Gambar 1. maka dapat dihitung berapa besar biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan selama tahun 2004.1.6. Metodologi Penelitian Metodelogi penulisan yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu : a. dari hasil perhitungan tersebut akan disajikan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. Tahap Pengumpulan data dilapangan Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data di PLN dan informasi lainnya. Tahap Studi Literatur Teori dan data diperoleh dari beberapa literatur dan informasi pendukung lainnya.

1 Diagram Alir Metodelogi Penelitian 9 .Mulai Permasalahan Studi Literatur Pengumpulan data dan memasukkan data Pengolahan dan Analisis data Hasil Pengolahan data Tidak Persetujuan Laporan Ya Tidak Semua Telah Diproses Ya Selesai Gambar 1.

tujuan penelitian. Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang yang mencakup perumusan masalah. Cara penelitian menguraikan tentang bahan dan data penelitian. Sistem tenaga listrik Sub Sistem Jateng dan DIY. Tempat dan Jadwal Penelitian. alat penelitian. hipotesis dan Rencana Penelitian. 10 .Bali. Bab IV meliputi : Hasil. Bab III. Demand Side Mangement. Kecukupan Pasokan Sistem Jateng dan DIY. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk pengendalian beban serta Hasil Penelitian dan Pembahasan 5. Load Time of Use Rates. Landasan Teori. Pembangkitan. Tinjauan Pustaka.1. Hasil Pergeseran. Bab II. Keaslian Penelitian.7 Sistematika Pembahasan Tesis ini ditulis berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. Bab I. Pengendalian Beban. yang meliputi : Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali. Analisis Data. Load Interuptible danLoad Curtible. Teknik Pengumpulan dan pengolahan data. 3. faedah penelitian. Pola Beban. Pengendalian Beban melalui Insentif dan kompensasi. Bab V Penutup menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran. Metodelogi Penelitian dan sistematika penulisan. 2. serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penulisan tesis ini. 4. Kecukupan Pasokan Sistem Jawa – Madura .

mau tidak mau menghemat energi harus dilakukan. Kapasitas terpasang pembangkit Jateng dan DIY tahun 2004 adalah sebesar 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem energi listrik terdiri dari komponen utama. 1983 ). daya mampu pembangkit akibat peningkatan permintaan yang lebih banyak dikonsumsikan pada saat WBP. dan kapasitas seluruh trafo 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.50 MVA atau 1.50 MW.00. ( PT.769. karena apabila terjadi gangguan atau kualitas buruk pada sistem distribusi akan dirasakan langsung oleh pelanggan ( Stevenson.00 hingga 22. penambahan pembangkit pada WBP merupakan biaya yang perlu diperhitungkan. Program Pangkas Listrik pukul 18.774.26 MW.143. harus disadari sebagai tanggung jawab bersama dalam upaya penghematan listrik.448.294.90 MW. pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak.90 MW dan Pembangkit Hydro : 368. sehingga untuk mengefesiensikan pada saat tersebut harga listrik lebih mahal dibandingkan LWBP. Agar kualitas penyedian energi listrik tetap terjaga ditentukan oleh keandalan bagian distribusi. peranan distribusi sangat penting.80 MVA atau 2. Semakin mahalnya Listrik.33 MVA atau 1. yaitu: pembangkit. Saluran distribusi adalah yang terdekat dalam melayani konsumen energi listrik. saluran transmisi dan salurann distribusi.198.064. Akibatnya konsumenlah yang jadi korban.16 MW dengan rincian Pembangkit Thermal : 1.PLN P3B Region Jateng dan DIY tahun 2004 ) 11 . sedangkan Beban rata – rata tahun 2004 adalah 2.83 MVA atau 320.

146 GWh (34. Kemampuan pasokan pembangkit kepada sistem 14. sektor rumah tangga 27. Untuk tahun 2005. beban puncak diperkirakan akan mencapai 15.672 dengan beban puncak rata-rata 14.018 GWh (14.066 GWh dengan pertumbuhan 9.2.Pemakaian sendiri 3-4% .132 GWh (5.2 Landasan Teori 2. Kapasitas terpasang pembangkit untuk memasok beban sebesar 19.4%). Penurunan kemampuan pasok pembangkit dibandingkan dengan kapasitas terpasang disebabkan oleh: .Pada kondisi ini apabila satu unit pembangkit terbesar mengalami gangguan.398 MW.245 MW atau naik 5.951.050 MW.66% terhadap tahun 2003.77 %).29%). Konsumsi tenaga listrik di Jawa-Bali pada akhir tahun 2004 sebesar 78.2.770 GWh (45. sektor komersial sebesar 11.Penurunan kemampuan karena umur (derating) 2-3% . sistem Jawa-Bali sudah dalam kondisi kritis.81 %).615 MW dengan daya mampu netto 18.Pemeliharaan dan perbaikan pembangkit 12-15% .9%.700 MW dengan serta cadangan daya (reserve margin) 650 MW (4.1 Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali Sistem Jawa Madura Bali merupakan sistem interkoneksi dengan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV yang membentang sepanjang pulau Jawa dan dihubungkan dengan tegangan 150 kV dengan pulau Bali.Variasi musim 1-3% jumlah 12 . Penggunaan tenaga listrik sektor industri sebesar 35.11%) dan sektor Publik sebesar 4.042 MVA dan pelanggan 21. Dengan daya tersambung 35.

Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang bijaksana untuk mengantisipasinya. Disamping itu terdapat pembangkit Captive Power sebesar 6.110 MW. pengendalian operasi pada sistem ini akan mempunyai nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga listrik kepada konsumen.532 kmc. PT PLN sebagai perusahaan pelayanan publik harus menyediakan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi keseluruhan permintaan termasuk beban puncak yang hanya terjadi beberapa jam saja. yang mutlak harus dilaksanakan oleh produsen dan konsumen tenaga listrik Sistem tenaga listrik Jawa Madura Bali juga merupakan sistem tenaga listrik yang terbesar di Indonesia dengan mengkonsumsi hampir 80% dari tenaga listrik yang diproduksi. PLN PMT (858 MW) dan Swasta (3334 MW) yang disalurkan melalui jaringan transmisi sepanjang 18. PJB (6471 MW).2.. Disamping itu tingginya pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang belum dapat diimbangi dengan pasokan akibat terlambatnya pembangunan pembangkit baru. Idealnya. Solusi utama jangka pendek yang dapat dilakukan adalah penghematan. 13 .Cadangan operasi (reserve margin) minimal 5% Jumlah kapasitas terpasang dipasok dari 216 pembangkit yang tersebar di Jawa-Bali yang dikelola PT Indonesia Power (8952 MW).1 dan Penggunaan Energi Listrik dapat dilihat dalam gambar 2. Peta jaringan transmisi sistem jawa madura bali saat ini seperti pada gambar 2.

1: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Madura Bali 14 .Gambar 2.

727 ( 0. PJB 26. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai salah satu unit bisnis PLN di bidang pengusahaan ketengalistrikan di Jawa Tengah dan DIY.PT.07 %) Energi tersedia di system/ Available energy in system 92. Klaten.066. INDONESIA POWER 42. Muara Tawar 920.395 ( 0.2.419 ( 100 %) PS GI/ Substation Use 62.219.308 ( 46.PLN ( Persero ) P3B Tahun 2004 ( Flow of Energi Purchased and Transferred in 2004) 2. 15 .06 %) Gambar 2.23 %) PT.680.95 %) Susut Transmisi/ Transmission Losses 2.99 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 56. dan Cilacap.512 (28. PT PLN Distribusi Jateng memilki unit satuan pelaksana cabang. yaitu Semarang.813.276 ( 2.137. Salatiga. Yogyakarta.204 ( 2.2 Penggunaan Energi Listrik ( kWh ) PT.229 ( 0.34 %) Pembangkit non PLN Non PLN Generations 22. Pekalongan. Surakarta.633.307 %) Distribusi/ Distribution 90.99 %) Wilayah XI ( Bali )/ Region XI 311.07 %) Di salurkan ke PT. Magelang.153 ( 0.2 Sistem Tenaga Listrik Sub Sistem Jateng dan DIY Sistem ketenagalistrikan Sistem Jateng dan DIY merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik jawa Madura Bali ( JAMALI ). Purwokerto.034 ( 97. Kudus. Tegal.

225 136. disalurkan melalui transmisi 500 KV.1 : Energi yang disalurkan ke Distribusi Jateng & DIY Ke PLN Distribusi ( GWh ) Delta ( % ) Thn 2003 11.162.731.685 12.99 16 . yang merupakan bagian dari manajemen PT.487 122. disuplai sistem interkoneksi di Jawa dan Bali dengan pembangkit yang terbesar di kedua pulau ini.82 Thn 2004 6.262 6.PLN ( Persero) Unit Distribusi Jawa Tengah dan DIY.244.09 Thn 2004 12.999 5. yang berkedudukan di Ungaran semarang.188.066 96.758.gardu induk didaerah pusat beban. Sistem ketenagalistrikan untuk wilayah pelayanan propinsi DIY dikelola oleh PT.2 : Produksi dan Konsumsi Energi listrik PLN Region Jateng & DIY Jenis Produksi ( MWh ) Terima dari Region lain & IBT( MWh ) Ke Region Lain ( MWh ) Konsumsi ( MWh ) Rugi Rugi Transmisi ( MWh ) % Thn 2003 5.432.067 231.496 11. Untuk kepentingan pelayanan pelanggan di DIY di tangani langsung oleh PT. dan 150 kV. Penggunaan tenaga tahun 2003 dan 2004 listrik dapat dilihat dalam tabel perbandingan berikut : Tabel 2.34 6.133 0.972.936 0.PLN( Persero ) Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.71 Tabel 2.79 2.PLN ( Persero ) Area Pelayanan dan Jaringan ( APJ ) Yogyakarta. ke gardu .220 Volt ke pelanggan.393.Sistem kelistrikan di Jawa Tengah. kemudian disalurkan dengan jaringan distribusi 20 kV dan 6 kV maupun jaringan 380 .

Tabel 2.5.8 740.1 12 Februari 2003 Pukul : 18.3 Februari 2004 1456.8 (%) 17 .3 : Faktor Beban PT.040.PLN ( Persero ) Region Jateng dan DIY Beban Puncak Beban Puncak Siang ( MWh ) Delta ( % ) Beban Puncak Beban Puncak Malam ( MWh ) Delta ( % ) 24 Oktober 2003 Pukul : 10.8 1979.6 Pertumbuhan Beban Puncak PT.9 1000.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Beban Minimum 26 Nopember 2003 Pukul : 13. Beban Puncak /Beban Tertinggi PT.7 1774.70 2.1 2004 Hari Kerja Hari Mingg u Hari Natal Idul Fitri Peak Load / Tertinggi ( MW ) 2267.30 WIB 2.0 Beban minimum Siang ( MWh ) Beban Minimum Beban minimum Malam ( MWh ) 676.247.6 Idul Fitri ( MW ) 1693 1774 4.7 Tahun 2004 61.rata ( MW ) Tahun 2003 63.90 Tabel 2.4 1032.1 Tabel 2.30 WIB 1.4 0.4 Min Load / Terendah ( MW ) 1114.45 Tabel 2.46 2.30 WIB April Thn 2004 685.39 15 September 2004 Pukul : 13.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Jenis Faktor Beban % Beban rata .198.8 Tahun Baru ( MW ) 1911 1951 2.110.267.40 7.00 WIB 2.4 Natal ( MW ) 1912 1980 3.60 10.30 WIB 1.4 : Beban Minimum / Beban Terendah PT.PLN ( Persero ) Region Jateng & DIY Tahun 2003 2004 Kenaikan Hari Kerja ( MW ) 2110 2267 7.55 24 Desember 2003 Pukul : 19.380.68 3 Nopember 2004 Pukul : 18.4 2165.10 2.00 WIB 1384.

WNGRI Pm t kondisi masuk Pm t dibuka ( Pengaturan ) 1 2 60 20 MVA 2 1 2 30 30 MVA ~ ~ 12.PLN (PERSERO) P3B REGION JAWA TENGAH & DIY KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM JAWA TENGAH & DIY KONDISI NORMAL KLNGU RDRUT KRAPK PDLAM U.PT.3 WLERI SLIMA TAMBAKLOROK 2X12.5M VA ~ ~ ~ AA2.5 60 60 MVA 25 MX AUX 20MVA ~ 74.1 A9 A12 AB12 B12 AB8 AB9 B9 B10 B11 AB10 AB11 B8 BB1.3 GT1.0 GT2.5 31.2 GT2.2 GT1.1 ST1.1 BTANG KLSRI U.0 GT1.1 30 A10 A11 A13 AUX A A2 A5 AB5 B5 2 56 MVA B6 B7 AB6 AB7 AB2 AB4 B4 B 1 B2 B3 AB3 A3 A4 A7 AA1.3 MVA WBJAN PEDAN I II I II 1 60 60 60 MVA 60 MVA I II 2 3 30 30 30 MVA 1 2 Ngawi / manisrejo SLBRU WNGRI KLATN WSARI 1 BANTL SMANU I II 2 3 30 30 MVA 60 MVA I II 2 I II Keterangan : PP.1 ~ ~ A14 ~ A15 A16 ~ A17 PKLON SRDOL I II 30MVA 1 I II 16 30 MVA AB13 B13 BB2.4M W 18 .1 I II I II 2 60 16 MVA 1 2 I II 1 1 60MVA 60 60 MVA 60MVA 3 60 30 30 MVA 1 16 2 3 16 60 MVA 2 2 I II I II I II I II ~ ~ ~ ~ AUX 20M VA ST2.5 MVA I II PMLNG DIENG A A2 A3 AB5 AB1 AB2 B2 1 2 20 30 30 MVA 3 105 MX 105 MX 15 60 MVA B3 B4 2 2 3 1 AB3 B1 AB4 100M X B 1 2 I II IBT-2 IBT-1 500 500 MVA B5 I II I II I II 6.3 GT2.1 AB14 B14 AB15 B15 AB16 B16 AB17 B17 PLSDO PYUNG 1 2 31.5 MVA 60 MVA I II 1 2 3 31.2 U.3: Peta jaringan transmisi sistem Jawa Tengah dan DIY ~ ~ 1 1 2 mobile ~ JELOK ~ ~ MDARI 2 sunyaragi 1 2 4 60 30 MVA 2 MVA 3 30 60 JKULO PATI MJNGO I II 1 30 30 I II 2 I II 1 2 30 60 MVA 1 MVA 2 20 30 MVA I II RBANG 1 2 20 30 MVA ~ I II ~ ~ ~ TIMO GJYAN MKRAN BDONO 1 20 60 MVA 2 2 BLORA I II 60 MVA 1 2 KNTUG I II JAJAR KDIRI 1 100 MX B4 AB4 A4 IBT-2 500 MVA 100 MX B5 AB5 A5 I II 1 60 2 3 60 16 MVA 16 16 25 MVAR MVA CEPU I II 1 2 20 16 MVA MRICA WALIN I II GDEAN BJGRO PALUR SRAGN I II I II 6.3 MVA 100M X A1 UNGAR PWRDI KDNBO 1 2 I II SYUNG I II TJATI 54 MVA 30 60 MVA ~ ~ KBSEN 16 MVA 30 MVA GARNG TMGNG krian BAWEN KLMBU ~ I II 1 2 30 30 MVA I II 1 JPARA 2 I II mandirancan bandung selatan SDRJO ~ KUDUS I II 25 20 MX 30 MVA 2 1 20 30 MVA 20 MVA 60 I II I I II I II 2 1 30 30 30 MVA 2 3 1 30 16 MVA BRBES SCANG BRNGI 1 60 30 MVA BMAYU WSOBO II SGRAH 30 MVA I II 1 2 20 30 MVA 1 2 30 16 MVA I II 1 2 I ~ U3 U2 U1 MVA 30 2 A5 A4 AB4 AB3 AB2 AB1 B4 B3 B 2 60 30 MVA B 4 B1 AB1 A 1 2 30 30 MVA A1 IBT-1 500 MVA I II AB2 A2 B2 B1 60 60 MVA A3 A2 A1 AB5 A 1 2 30 MVA 1 30 KTNGR 30 16 MVA 25 MX II KLBKL I II 1 20 MVA 3 2 20 60 MVA MVA MNANG I II I II RWALO banjar 2 20 2 30 20 MVA ~ ~ U1 60 MVA I II U2 1 PJKLN GBONG 1 3 60 60 MVA 3 30 20 MVA 2 STARA 16 16 MVA I II LMNIS WATES 1 2 30 30 MVA 60 2 x 25 MVA MX I II customer 30 MVA U1 U2 ~ ~ ~ PLTG CLCAP 1 ~ SMPOR 1 2 30 20 MVA KBMEN PWRJO 1 2 1 2 30 16 MVA 3 20 30 MVA Gambar 2.

19 ( 50.89 % ) PLTGU 3.59 ( 49.685.38 ( 0.PLTA 814.70 % ) PLTG 39.602.99 % ) KIRIM KE REGION LAIN 136.08 % ) ENERGI YANG TERSEDIA 12.78 ( 100 % ) RUGI TRANSMISI 122.261.64 ( 0.527.766.486.225.337.55 % ) PLTU 1.443.40 ( 2.4 Penggunaan Energi Listrik ( MWh ) PT.10 % ) KE DISTRIBUSI 12.67 ( 27.935.291.936.188.83 % ) Gambar 2.75 ( 97.05 ( 1.930.338.PLN ( Persero ) Region Jawa Tengah dan DIY 2004 19 .432.162.32 % ) PRODUKSI PEMBANGKIT ( NETTO ) 6.14 ( 6.77 % ) TERIMA DARI REGION LAIN 6.00 ( 12.23 % ) PS GI 10.244.34 ( 0.32 % ) PLTP 287.

Perbedaan energi primer dan tingkat efisiensi menyebabkan biaya produksi dari masing . minyak dan panas bumi.5 Pengelompokan Pembangkit 20 .masing pembangkit menjadi berbeda. gas alam.2. Sedangkan perbedaan karakteristik teknis menyebabkan posisi pembangkit dalam mensuplai beban sistem menjadi berbeda.3 Pembangkitan Sistem Tenaga listrik Jawa-Madura-Bali diproduksi oleh pembangkit dengan karakteristik teknis dan tingkat efisiensi yang berbeda. yang umumnya dikelompokkan menjadi tiga segmen. batubara. pemikul beban menengah (load follower) dan pemikul beban puncak (peaker). serta bersumber dari beragam energi primer seperti air. Gambar 2. Gambar 2.2. yaitu pembangkit pemikul beban dasar (base load).5 menunjukkan ketiga kelompok pembangkit.

PLTD serta PLTA waduk. Disamping keterbatasan teknis. ikatan kontrak pembelian bahan bakar berupa take-or-pay. seperti pembangkit hidro run-off-river. Pembangkit kelompok ini digolongkan ke dalam pembangkit base load. Pembangkit kelompok load follower meliputi pembangkit yang lebih fleksibel namun lebih mahal dari pembangkit base load.Pembangkit dengan karakteristik yang kurang fleksibel karena tidak dapat dihidupkan atau dimatikan dalam waktu yang singkat serta lambat dalam menaikkan/menurunkan pembebanan mengharuskan pembangkit untuk dioperasikan sepanjang pembangkit siap. Pembangkit base load biasanya berskala besar dan memiliki biaya produksi yang lebih murah dibandingkan kelompok pembangkit lainnya. PLTGU gas juga diposisikan sebagai base loader karena adanya ikatan kontrak take-or-pay pembelian gas alam. terkadang juga menjadi alasan mengapa pembangkit digolongkan sebagai pembangkit base load. PLTA waduk pada sistem Jawa-Madura-Bali seperti 21 . seperti PLTG minyak. Pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak meliputi pembangkit yang fleksibel baik dalam kecepatan perubahan pembebanan maupun start-stop pembangkit dan umumnya berskala dibawah 100 MW. Pembangkit jenis ini contohnya PLTU batubara. pembangkit yang terikat kontrak take-or-pay bahan bakar seperti PLTP. serta pembangkit hidro yang memiliki sumber air yang hanya akan ekonomis bila dioperasikan. seperti PLTGU gas dan PLTU minyak. Untuk sistem Jawa-Madura-Bali. Pembangkit base load umumnya dioperasikan pada kapasitas terpasang maksimum sepanjang pembangkit tersebut siap serta sesuai dengan kesiapan sistem penyaluran.

Faktor kesiapan adalah rasio antara jumlah jam pembangkit siap terhadap total jam dalam satu tahun.77. Faktor kapasitas merupakan rasio antara energi yang disalurkan terhadap energi maksimum yang mampu diproduksi jika pembangkit dioperasikan pada kapasitas terpasangnya.83 %. apakah sebagai pembangkit base load. pengoperasian pembangkit ini sangat tergantung pada variasi musim. dalam kurun setahun faktor kapasitas pembangkit pada sistem tidak akan pernah mencapai 100%. faktor kapasitas ini berkaitan dengan faktor beban dan faktor kesiapan (availability factor) pembangkit. namun ada sebagian pembangkit base load terpaksa mungkin tidak dapat difungsikan sebagai base loader yang dibebani terus . Besar faktor kapasitas pembangkit disamping tergantung pada kesiapan pembangkit juga tergantung pada pola beban yang ada pada suatu sistem. maka dengan faktor beban sebesar 61. maka angka maksimum faktor kapasitas yang dapat dicapai adalah sebesar 49. Namun. maka secara keseluruhan. Ukuran yang sering digunakan untuk melihat tingkat utilitas pembangkitan adalah faktor kapasitas (capacity factor).menerus. load follower atau peaker. Karena pembangkit memerlukan waktu untuk memelihara pembangkit dan adanya pola beban pada sistem yang tidak merata sepanjang hari. Bila sub sistem Jateng dan DIY diambil sebagai contoh. Faktor kapasitas tiap pembangkit akan berbeda antara satu dengan lainnya sesuai dengan fungsinya. Dengan kata lain.70 % dan kesiapan pembangkit tipikal sebesar 97.PLTA Saguling dan Cirata difungsikan sebagai pembangkit pemotong beban puncak (peak-shaving) karena nilai ekonomis yang dimiliki. melainkan harus disesuaikan operasinya 22 .

hal-hal yang mempengaruhi besarnya pasokan ini antara lain pemeliharaan. yaitu kurang dari 15%. Dari sisi pasokan. maka faktor kapasitas untuk pembangkit ini otomatis akan menjadi kecil. Variasi musim akan mempengaruhi daya dari PLTA. variasi musim.2. perbaikan instalasi. PLTA akan menurun dayanya. Pada saat musim hujan. Hal ini mengingat sifat tenaga listrik yang tidak dapat disimpan. Karena pembangkit load follower di sistem Jawa-Madura-Bali memiliki faktor kapasitas yang lebih kecil. kebutuhan tenaga listrik bersifat acak dan dinamis sehingga diperlukan strategi perkiraan beban dan penyediaan daya yang terdistribusi sesuai dengan dinamika kebutuhan beban. Faktor kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Madura-Bali ini tidak berbeda jauh dengan faktor kapasitas pembangkit di sistem tenaga listrik negara lain 2. daya dari PLTA dapat maksimum. Sedangkan bagi pembangkit yang difungsikan sebagai pemikul beban puncak. Disamping itu. yaitu berkisar antara 30% hingga 50%.1 Kecukupan Pasokan Sistem Jawa-Madura-Bali Kecukupan pasokan tenaga listrik diukur dengan melihat kemampuan pasokan daya listrik pada saat beban puncak (neraca daya).3. Pemeliharaan pembangkit harus diatur sedemikian rupa sehingga cadangan daya dapat merata sepanjang waktu.mengikuti perubahan pola beban. sehingga kebutuhan suatu saat harus dipasok saat itu juga. dan kendala transmisi. hanya dioperasikan pada periode WBP. 23 . Pengaturan ini harus merupakan kompromi dari kebutuhan pemeliharaan pembangkit yang berbeda-beda dan kebutuhan cadangan yang merata sepanjang tahun. tetapi sebaliknya pada musim kering.

Cadangan ini dibutuhkan untuk menghadapi gangguan pembangkit serta deviasi perkiraan beban. khususnya cadangan putar. sedangkan cadangan operasi sekitar 620 MW. maka pasokan ke pemakai listrik tidak boleh terganggu. setiap saat harus tersedia cadangan. Sehingga. Disamping cadangan putar.bahkan ada beberapa PLTA yang tidak beroperasi. Gangguan pembangkit dapat berupa berhentinya operasi pembangkit maupun berkurangnya kemampuan pembangkit secara tiba-tiba. minimal sebesar satu unit pembangkit terbesar (615 MW). Hal ini berarti bahwa apabila terjadi gangguan pada satu unit pembangkit. Cadangan dingin maupun cadangan putar disebut sebagai cadangan operasi. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan daya pada sistem sangat terbatas. Realisasi neraca daya sistem Jawa-Madura-Bali sepanjang tahun 2003 menunjukkan bahwa rata-rata cadangan putar yang tersedia selama tahun 2003 adalah sebesar 365 MW (jauh dibawah 615 MW). Pada sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali kriteria cadangan menggunakan single contingency atau lebih dikenal dengan kriteria N-1. diperlukan juga cadangan dingin agar jaminan kecukupan daya dalam jangka lebih dari satu hari dapat dipenuhi. Besarnya cadangan operasi sangat tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan listrik. sehingga apabila unit pembangkit terbesar tersebut terganggu maka pembangkit lain dapat langsung menggantikan. Kondisi ini telah membawa konsekuensi pemadaman berupa pemutusan 24 . maka dibutuhkan cadangan putar yang cukup. Dari sisi pembangkitan. untuk mengantisipasi agar penggantian pembangkit dapat dilaksanakan secara cepat. Hal lain yang sangat penting adalah cadangan operasi.

2. 2005 ) 2. ( Media.2. Pada perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang baik dan akurat. Disamping dari sisi pasokan. Dalam table tersebut terlihat bahwa penerimaan tenaga listrik di DIY senantiasa meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan makin berkembangnya sektor ekonomi masyarakat.beban (load-curtailment). Laju pertumbuhan dan perubahan pola hidup yang disebabkan arus globalisasi. Ketersediaan energi listrik yang cukup bagi sektor – sektor tersebut akan menentukan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. telekomunikasi dan sektor – sektor penggerak ekonomi lainnya.3. seperti dapat dilhat dalam Tabel 2.2 Kecukupan Pasokan Sub Sistem Jateng dan DIY Pasokan Tenaga listrik untuk wilayah Jateng dan DIY yang diperoleh hampir seluruhya dari sistem interkoneksi JAMALI ditambah dengan produksi sendiri dengan kapasitas yang sangat kecil.2. ternyata juga sangat mempengaruhi tingkat permintaan energi listrik.4 Pola Beban Penyediaan tenaga listrik yang memadai dan berkualitas merupakan parameter penting bagi kemajuan sektor industri. perdagangan.2. kecukupan pasokan daya juga sangat ditentukan oleh pertumbuhan beban. tentunya pengawasan selama beroperasi relatif perlu dilakukan. yang sepanjang tahun 2003 terjadi sebanyak 15 kali. agar pelaksanaan dari rencanaan operasi apabila terjadi hal – hal yang menyimpamg dari pengoperasiaan dapat terkendali. 25 .

yaitu pola untuk hari kerja. 2. pemakaian daya listrik tertinggi hanya terjadi selama kurang lebih 4 jam setiap harinya.7 ). Menarik untuk diamati bahwa pada berbagai pola beban yang ada. operasi sistem tenaga listrik membutuhkan tersedianya pembangkit yang selalu stand-by dan hanya difungsikan pada saat beban puncak. pola beban harian sistem tenaga listrik system jateng dan DIY menunjukkan model-model yang berbeda. 2500 2250 2000 1750 1500 HARI KERJA HARI NATAL IDUL FITRI TAHUN BARU 2001 1962 1824 1651 1719 2002 2061 1824 1689 1786 2003 2110 1912 1693 1911 2004 2267 1980 1774 1951 Gambar.6 Pertumbuhan Beban Puncak Sistem Jateng dan DIY Pola beban suatu sistem tenaga listrik seringkali direpresentasikan dengan ukuran faktor beban (load factor). Meskipun beban puncak terjadi dalam waktu yang relatif singkat. hari Sabtu. sistem harus mampu menyediakan kapasitas pembangkitan untuk memasok kebutuhan beban puncak tersebut. Oleh karena itu. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Waktu Beban Puncak (WBP). Faktor beban adalah rasio antara beban 26 .. bulanan maupun tahunan. Secara umum. hari Minggu dan hari libur ( Gambar2.Pola beban adalah pola konsumsi tenaga listrik dalam kurun harian.

2. operator sistem harus segera menaikkan pembebanan pembangkit yang belum dibebani penuh dengan memperhatikan kemampuan laju kenaikan beban masing-masing pembangkit serta mulai mengoperasikan pembangkit lain yang belum terhubung ke sistem. namun juga kebutuhan rutin lainnya. Dalam gambar 2. harus kita sadari sebagai tanggung jawab kita bersama dalam upaya penghematan listrik.1 Pengendalian Beban Pengurangan pemakaian listrik pada beban puncak (18. Angka faktor beban sesungguhnya merefleksikan kegiatan masyarakat setempat. 27 . kebutuhan beban cukup rendah.4.rata-rata sistem dan beban puncak sistem.00 hingga 22.00 hingga 16. ini akan melayani beban sangat tinggi pada malam hari.00 WIB. Sub-sistem Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebagian besar konsumennya berupa residensial. Untuk mengatasi kondisi semacam ini. Tentu saja ini bukan hanya menunjukkan lampu lampu penerangan saja.2. konsumen industri umumnya mengoperasikan pabrik selama 24 jam terus menerus akan sangat berbeda dengan konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga.00). memiliki pola konsumsi tenaga listrik yang mengikuti pola hidup rumah tangga. terdapat kenaikan beban yang cukup tajam.7 dan kondisi beban harian sistem Jateng dan DIY tanggal 3 November 2004 (lampiran 1) pengunaan listrik dalam sehari terlihat fluktuasi beban yang bervariasi . Seperti pada lampiran 1 menunjukkan bahwa menjelang terjadinya beban puncak. Semakin tinggi faktor beban suatu sistem maka semakin rata penggunaan tenaga listrik sepanjang waktu. Terlihat jelas pada waktu jam 07.

951.4 2.951.267.4 1500 1000 80 : 3 1: 0 0 3 1: 0 2 3 1: 0 4 3 1: 0 6 3 1: 0 8 3 2: 0 0 3 W AKTU = = = = = WBP Idul Fitri WBP Tahun Baru WBP Natal WBP Hari Minggu WBP Hari Kerja 1.1 1.150 MW. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 2: 0 2 3 00 : 3 20 : 3 40 : 3 60 : 3 500 28 . Kalau dilihat beban penerangan malam terlihat bahwa peningkatan listrik yang merupakan beban puncak ini dimulai pukul 17:00 hingga pukul 22:00.7 2.165.Kebutuhan beban terendah pada pukul 07.7 1.774. Kegiatan pagi hari dimulai pada pukul 8 dengan peningkatan hingga pukul 11:00.7.0 2000 1.4 Gambar 2.1 1.4 1.774. Kondisi ini dapat dianggap merupakan kebutuhan primer yang harus selalu tersedia.0 2. Beban ini lebih kurang merupakan pencerimanan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.979.00 pagi hari diperkirakan karena baru dimulai aktifitas seperti melakukan perjalanan menuju tempat bekerja. KURVA BEBAN HARIAN SISTEM JA WA TENGA H & DIY TH 2004 MW 2500 2.165.267.979. Pada tengah hari ketika istirahat siang pukul 12 -13 terjadi penurunan beban sebesar 100 .

Pembatasan lampu penerangan umum bukan merupakan bagian dari pembatasan beban puncak. Dengan demikian pembatasan pada jenis tersebut akan berdampak pada tingginya atau besarnya beban puncak yang tentu saja merupakan beban berat bagi penyedia energi listrik. Penghematan pada WBP tentunya akan berdampak sangat signifikan sesuai dengan besarnya angka. Pemanfaatan AC diduga menelan daya paling besar yang sangat mudah untuk dikurangi. Namun tidak mudah menurunkan konsumsi ini. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak.Disamping itu juga Kegiatan rutin selama tujuh hari pada jam ini terjadi pada pertokoan serta mall. ketika sedang bekerja justru akan sangat mungkin mengurangi produktifitas karena mengurangi kenyamanan dalam bekerja yangg mungkin saja mengurangi semangat bekerja walaupun dipastikan mengurangi penggunaan energi. karena setelah pukul 22. dan ini mungkin saja akan berdampak mungkin cukup signifikan dalam penghematan beban energi listrik walaupun beban ini cukup kecil namun karena dalam jangka operasinya 6 -7 jam sehari. namun karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi 29 . Ketika malam hari listrik padam (‘trip’) tentunya beban PLN bertambah dengan menerima keluhan pelanggan. Pengurangan yang dimungkinkan hanya pada sisi bisnis dan perkantoran.00 malam lampu penerangan jalan masih menyala terang. Sistem pentarifan harus dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan. hampir 70% masyarakat belum sepenuhnya melakukan himbauan hemat energi dengan alasan pengurangan penggunaan listrik yang secara langsung mengurangi kenikmatan. Berdasarkan hasil data kuesioner. dan mungkin juga papan reklame.

Untuk mengatasi kondisi kritis dalam jangka pendek dan panjang maka dilaksanakan langkah-langkah mengatasi kritis baik pada sisi kebutuhan yaitu melaksakan program Demand Side Management ( DSM ) maupun sisi penyediaan dengan menyelesaikan pembangunan beberapa pembangkit. 2. Salah satu langkah pengehematan adalah dengan kecermatan pemilihan alat-alat listrik yang memiliki efisiensi tinggi.2 Demand Side Management Dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY akan menghadapi kondisi kritis dalam beberapa waktu ke depan. 2002 ).4.2.akhirnya akan dibebankan kepada konsumen. Perusahaan listrik sebagai penyedia tenaga listrik akan memberikan keuntungan antara lain: 30 . mengurangi kepentingan konsumen dan memberi dampak positif terhadap lingkungan ( Program Konservasi Energi dan Manajemen Energi. dengan mengatur pemakian listrik disisi Konsumen akan memberikan manfaat bagi konsumen berupa penghematan biaya. Dari sisi Konsumen. Untuk konsumen industri akan berdampak pada biaya produksi yang semakin kecil sehingga dapat memperkuat daya saing. Demand Side Management ( DSM ) Selain bermanfaat bagi sisi konsumen dan pemasok juga bermanfaat secara nasional yaitu : mengurangi laju pertumbuhan energi. menunda investasi pembangunan pembangkit listrik baru.

bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi kosumen dan kebutuhan tenaga listrik secara keseluruhan. Sedangkan secara nasional keberhasilan pelaksanaan pengaturan beban pada sisi konsumen dapat memberikan manfaat antara lain: a. yaitu sebagai pembatasan pemakaian lstrik pada WBP. sehingga biaya operasi akan lebih murah karena beban dasar dapat dioperasikan maksimum. Valley Filling Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk menggunakan listrik pada periode dimana beban sistem pembangkit 31 . maka dengan jumlah pembangkit yang sama dapat melayani konsumen yang lebih banyak dan dapat mengurangi atau menunda biaya pembangunan pembangkit baru. Pengurangan pencemaran lingkungan DSM merupakan suatu kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempengaruhi pola konsumsi pelanggan sehingga memperbaiki kurva beban sistem pembangkit dan mengurangi rekening listrik konsumen. Penghematan energi nasional b. b. Investasi semakin efisien. b. Energy conservation program. Pengusahaan yang efisien. yaitu dengan pengurangan pemakaian listrik pada WBP dan mengalihkannya pada LWBP maka faktor beban system akan menjadi lebih baik.a. Beberapa program DSM dan strategi pemilihan DSM yang tepat adalah sebagai berikut a. Peak Clipping. ( Pemangkasan Beban Puncak ) Yaitu Pengendalian beban puncak dengan melakukan upaya untuk mengurangi pemakaian listrik pada saat WBP c.

32 . cara ini dapat dicapai misalnya dengan menerapkan mekanisme Time of Use Rate. d. tapi hanya waktu pemakaiannya yang berubah. berarti pelanggan akan mengurangi pemakian Listrik pada WBP ( pukul 18. Flexible load management program. e. bertujuan meningkatkan konsumsi pelanggan dan demand tenaga listrik secara keseluruhan.relative rendah atau pada pada saat LWBP.00 WIB ) dengan mengalihkan konsumsi pada LWBP ( Pukul 22. Dengan cara ini dapat memperbaiki factor kapasitas penggunaan sistem pembangkit yang pada gilirannya akan mengurangi biaya operasi. Load Shifting ( Pergeseran Beban ). dan kompensasi layak diberikan kepada pelanggan yang bersedia listriknya dikurangi. Load shifting diterapkan akan memberikan kombinasi keuntungan peak clipping dan valley filling yaitu mengurangi beban puncak tanpa mengurangi konsumsi energi. yaitu mendorong pelanggan agar mengeser pemakaian tenaga listrik pada periode luar waktu beban puncak ( LWBP ) tanpa mengorbankan kepentingan pelanggan. Load building program.00 WIB ).00 s/d 18. membolehkan pemadaman atau pengurangan demand pelanggan utama (key customers demand) untuk memperbaiki fleksibilitas dengan menyesuaikan penyediaan kapasitas pembangkit dengan demand pelanggan. dipadamkan atau dialihkan sewaktu – waktu diperlukan f.00 s/d 22. Dengan kata lain pelanggan bukan mengurangi kapasitas pemakaian. Pola ini jumlah energi yang digunakan tetap.

33 .2.4. Ini tidak terlepas karena keterbatasan pasokan listrik. sementara pembangkit harus beroperasi normal.2. 2. Interruptible load merupakan beban atau pemakaian yang sudah tertentu waktu pemakaiannya.1 Load Time of Use Rates ( TOU ) Pemberlakuan Time of Use ( TOU ) dimana Tarif WBP lebih Mahal dari tarif LWBP.2. baik melalui peralatan otomatis di sisi konsumen sendiri atau secara remote control melalui pusat pengendali.Sebelum memilih program DSM yang tepat untuk dilaksanakan. yaitu interruptible load dan curtaible load. 2.4. perusahaan listrik terlebih dahulu mengidentifikasi masalah yang telah terjadi dan yang akan terjadi di masa mendatang agar diperoleh manfaat yang paling maksimal.2 Load Interruptible dan Load Curtailable Pada mekanisme ini terdapat dua macam beban yang dapat diatur. Sedangkan Curtaible load adalah beban atau pemakaian oleh konsumen yang dapat dimatikan pada kondisi tertentu dengan pemberitahuan terlebih dahulu dan terdapat kekurangan jumlah pembangkit karena gangguan di pembangkit besar atau sebab-sebab lain. Mekanisme ini akan mendorong pemakaian listrik oleh konsumen sebagian besar lebih pada LWBP dan akan mengurangi sebanyak mungkin pemakain listrik pada WBP. sehingga pada WBP peralatan tersebut akan terhenti suplai listriknya. hal ini dapat diterapkan pada sistem pendingin (cold storage) dan proses-proses pabrikasi lainnya yang tidak perlu beroperasi terus menerus.2 .

dari Waktu Beban Puncak (WBP) dari pukul 18. Tujuannnya untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman karena berkurangnya pasokan listrik.00. Peduli Aktif : PLN akan memberikan insentif kepada pelanggan yang bersedia mengggeser bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP.2. Besarnya 25 persen dari biaya pemakaian tenaga listrik yang digeser pemakaiannya. Metode ini ada 2 jenis : Peduli Aktif dan Peduli Pasif. Paket Peduli ( Pelanggan Dukung Keandalan Pasokan Listrik ) berupa insentif dan kompensasi bagi pelanggan yang bersedia menggeser beban WBP ke LWBP atau di potong bebannya pada WBP manakala diperlukan. ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22.4. Ini merupakan kebijakan perusahaan dalam menambah pendapatan atau memperkecil kerugian.2.3 Pengendalian Beban Melalui Insentif dan Kompensasi Pemberian Insentif kepada para pelanggan tegangan tinggi dan tegangan menengah.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan Terakhir 34 . yang bersedia menggeser pemakaian listriknya.00 . Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .2.

Peduli Pasif : PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang bersedia dikurangi bebannya dari WBP ke LWBP atau mengurangi pemakaian listriknya pada saat WBP. Pelanggan mendapatkan insentif atas pengurangan pemakaian listrik pada WBP. Kompensasi dan Insentif diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan. Besarnya Kompensasi : 4 X KVA beban yang dikurangi X jam lama pemotongan X ( 100% 2,5% ) Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = Biaya Beban TDL 2003 tahap IV 30 X 24

Insentif maupun kompensasi diberlakukan bagi pelanggan yang menggunakan kWH double atau daya diatas 200 KVA.

2.3 Hipotesis Berdasarkan Telaah Pustaka dan landasan teori yang telah

dikemukakan diatas. Maka : 1. Pengendalian dengan Menggeser pemakaian WBP ke LWBP akan memperoreh efisiensi energi yang lebih tinggi dan memperbaiki faktor beban. 2. Pengendalian dengan Menggeser pemakain WBP ke LWBP akan mempengaruhi pola konsumsi pelanggan dalam penggunaan energi listrik, dalam hubungannya dengan penghematan energi.

35

2.4 Rencana Penelitian Rencana Penelitian yang ditempuh guna pembuktian hipotesis diatas adalah : 1. Menghitung persentase besar pemakaian energi listrik dari WBP ke LWBP 2. Menentukan besarnya energi dan biaya kompensasi yang diberikan kepada pelanggan akibat dari pengalihan beban WBP ke LWBP.

36

BAB III CARA PENELITIAN
3.1 Bahan Penelitian Bahan atau materi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Profil Beban 2. Data beban di PT. PLN ( Persero ) P3B Region Jawa tengah dan DIY Tahun 2004 3. Buku yang berkaitan dengan materi permasalahan distribusi Tenaga listrik. 4. Makalah, Jurnal, dan Website yang berkaitan dengan pengendalian beban tenaga listrik.

3.2 Alat Penelitian Peralatan yang digunakan dalam menganalisis data sehingga penelitian ini mendapatkan hasil yang diinginkan adalah : 1. Perangkat keras komputer Processor pentium IV, memori 128 Mbytes, dan monitor 14” . 2. Flash Disk dan CDRW 2. Perinter Canon i255. 3. Kertas Paper One HVS 80g/m2 4. Tinta Data Print 5. Perangkat Lunak Program Microsoft Word 2003

37

3. Media lainnya yang mendukung proses tesis ini 3. Pengelompokkan data berdasarkan tujuan penelitian 3. Semua data dikumpulkan dan data satu persatu apakah telah sesuai yang dibutuhkah dalam penelitian ini .PLN Ungaran Semarang dan data PT. Pengolahan data dengan merumuskan permasalahan dari penelitian.6. Perangkat Lunak Program Microsoft Excel 2003 7. Menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis data 3. 4. Sedangkan jadwal penelitian adalah : No Urutan Kegiatan September Bulan Pelaksanaan Penelitian Oktober November Desember Januari 1 2 3 4 5 6 7 8 Studi Pustaka Pengambilan Data Dilapangan Pengolahan Data Analisa Hasil/ Seminar I Hasil Penelitian Seminar II/ Pra Pendadaran Penyusunan Laporan Konsultasi Dosen Pembimbing Pendadaran 38 . PLN APJ Yogyakarta. adapun langkah langkah pengolahan : 1. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian. 2.4 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di PT.

3.5 Kesulitan -Kesulitan Penelitian Kesulitan - kesulitan yang timbul selama penulis melakukan penelitian dan mencoba cari solusi adalah : 1. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengambilan data yang di butuhkan di tempat objek penelitian ( PT.PLN Ungaran Semarang dan PT.PLN APJ Yogyakarta), yang dapat menghambat tesis ini. Walau kadang ada bagian bagian yang enggan melayani dan cenderung menolak sama sekali

pengambilan data di tempat mereka. 2. Kesulitan mendapatkan buku-buku literatur, khususnya buku tentang pengendalian beban. Dalam hal ini penulis melakukan Browsing lewat Internet 3. Kadang data yang perlukan tidak bisa di dapatkan seketika, sehingga data tidak langsung diperoleh pada saat mengunjungi lokasi penelitian, itu lebih di sebabkan oleh kesibukan Pegawai yang pada saat itu memang sedang sibuk dengan tugas rutinnya. Mengingat lokasi pengambilan data jauh dari tempat tinggal penulis, pihak PT.PLN memberikan alamat email mereka untuk memudahkan data yang diperlukan

39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Berdasarkan tarif dasar listrik yang di anut PT.PLN, maka pelanggan dapat digolongkan dalam golongan sosial, rumah tangga, Bisnis, industri, kantor pemerintah dan penerangan jalan umum, traksi, curah dan multi guna. Penggolongan tersebut diatas selanjutnya dapat diperinci menjadi segmen pelanggan yang lebih kecil. Sebagai contoh, untuk sektor Bisnis/komersial meliputi : retail toko, kantor, hotel, sekolah, dan sebagainya. Untuk sektor rumah tangga seperti pelanggan besar dan pelanggan kecil. Segementasi pelanggan juga dapat dilakukan berdasarkan batas daya seperti : s/d 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, di atas 2200 VA s/d 200 kVA, di atas 200 kVA. Namun hal ini kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda.

Pola

konsumsi

pelanggan

tiap-tiap

sektor

selanjutnya

dapat

diidentifikasi dengan melakukan pendataan peralatan listrik (end uses) yang digunakan oleh pelanggan seperti rencana, misalnya pada AC, kulkas, memasak, dan sebagainya serta prediksi potensi perubahan penggunaan end-uses dari pelanggan yang akan merubah pola konsumsi pelanggan. Masing-masing grup pelanggan akan mempunyai pola konsumsi pemakaian listrik yang berbeda satu dengan lainnya berdasarkan waktu penggunaan listrik mereka. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga yang menggunakan peralatan end uses

40

seperti penerangan, peralatan memasak dan kulkas lebih banyak menggunakan energi listrik di waktu malam. Sektor komersial pada umumnya menggunakan peralatan end uses pada siang hari, dengan memperhatikan perkembangan peningkatan beban puncak dan kapasitas terpasang saat ini serta cadangan daya sebesar 25% maka kemampuan pasokan sistem Jateng dan DIY defisit Seperti pada gambar 4.1 terlihat beban tidak merata mengalami

4.2. Analisis Data Berdasarkan tinjauan pustaka sebelumnya, akan dihitung besarnya pergeseran beban setelah pengalihan waktu konsumsi dan kemungkinan pemberian insentif maupun kompensasi yang diberikan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening kepada pelanggan pelanggan golongan B3, I2, I3, I4 dan P2 , berdasarkan surat Edaran Direksi PT.PLN No.0013.E/DIR/2005 dan

No.016.E/DIR/2005. Akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Kebijakan ini diorientasikan untuk menghemat energi. Sebab PLN adalah pengguna bahan bakar solar terbesar di Indonesia. Bentuk konkretnya, PLN menyarankan agar pelanggan golongan di atas bisa mengalihkan waktu pemakaian energi listrik di luar waktu beban puncak. Kalau selama ini pemakaian listrik terbesar mereka antara pukul 18.00 - 22.00, disarankan digeser tengah malam hingga dinihari, atau pagi sampai siang hari

41

0 0 0 1 8 . LWBP1 42 .00 s/d 06.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta.0 0 0 W BP LW BP1 LW BP2 2 4 .2. untuk tujuan perbaikan faktor beban di sisi Distribusi.0 0 0 1 6 .WBP .0 0 0 1 4 .1 Hasil Pergeseran Beban Sesuai dengan Surat PLN Pusat No.0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 :0 :0 0 0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 0 3 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 :0 7 8 9 6 0 1 0 1 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 5 2 24 :0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2 Jam Gambar 4.LWBP 2 : 18.0 0 0 2 6 .4. 434/kWh) : 22.00 (Rp.00 (Rp.00 (Rp. diberlakukan harga energi dengan 3 komponen tarif : .00 s/d 22. 200/kWh) : 06.00 s/d 18. 01727/532/DDPKP/2005 tanggal 1 April 2005 Tentang Transfer Tenaga Listrik (PSA / Power Sales Agreement).1 Kurva beban dan Penggolongan Tarif Berdasarkan PSA 2005 Pengendalian beban dengan cara menggeser /mengalihkan beban pelanggan dari WBP ke LWBP didasarkan pada laporan perjualan Aliran Listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan IV PT.LWBP 1 .0 0 0 2 2 . 309/kWh) G R A F IK P E N G G O L O N G A N T A R IF BERD AS AR K AN PSA 2005 2 8 .0 0 0 KW 2 0 .

LWBP 2 : 06.00 s/d 05. 00 s/d 00.00 = 3 jam = pemakaian energy 11.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08.00 s/d 08. 309/kWh) = 12 Jam. 200/kWh) = 8 Jam. Rumah Tangga. dan Publik 06. dari sore hingga malam hari.00 s/d 18. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. pola konsumsi listrik sebelum pergeseran ( Gambar.00 = 2 jam = pulang dari beraktifitas 43 . 434/kWh) = 4 Jam.00 s/d 02 . LWBP 1 : 22. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan.00 = 2 jam = istirahat 13. Rumah Tangga. dan Bisnis.00 = 2 jam = Pemakaian energi 00.00 s/d 06.00 s/d 13.00 = 2 jam = waktu Istirahat 02.00 (Rp. dari pagi hingga sore hari. Pemakaian penuh selama 4 jam 2.00 s/d 22.00 (Rp.00 = 3 jam = Pemakaian Energy 05 s/d 06 = 1 jam = pemakaian Energy Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 3 jam 3. pada umunya untuk aktifitas kehidupan dan rumah tangga 22. WBP : 18. Industri.00 s/d 18. Bisnis.00 = 3 jam = beraktifitas kembali 16.00 s/d 16.Berdasarkan pengamatan kurva beban sistem Jateng dan DIY Tahun 2004 .2 ) adalah : 1. dari tengah malam hingga pagi.00 (Rp.00 s/d 11. Sosial. Sosial.

951.8 1.000.000.1 2.6 2.345.83 Idul Fitri ( MW ) 55.5 1.2 2.0 Kerja 2.250. Tabel 4.032.165.0 1 0.5 2.058.000.7 2.569.267.4 1.5 1.0 1.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.432.4 740.713.006.7 1.584. Pemakaian energi pada waktu LWBP 11 jam.8 1.1 903.0 Natal Minggu 4.1 Beban Sebelum Pergeseran Hari Minggu Tahun Kerja ( MW ) ( MW ) Beban Max Min Beban rata -rata/hari Faktor beban/hari (%) 76.0 0.000.67 Kurba Beban Harian Siatem Jateng & DIY Tahun 2004 Sebelum Pergeseran Waktu Konsumsi 1 2.9 1.000.4 1.73 Tahun Baru ( MW ) 60.000.0 0: 1:30 1:00 2:30 2:00 3:30 3:00 4:30 4:00 5:30 5:00 6:30 6:00 7:30 7:00 8:30 8:00 9:30 9 00 10 :30 10:00 11:30 11:00 1 2:30 12:00 13:30 1 3 :00 14:30 14 :00 1 5 :30 15:00 16 :30 16 :00 1 7 :3 0 1 7 :0 0 18:30 1 8:0 0 1 9 :3 0 19:00 20:30 20:00 21:3 0 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4.9 1.2 sebelum pengalihan dari WBP ke LWBP 44 .000.0 8. 7 2.Pada saat LWBP2 Total pemakaian Energy 6 jam dan waktu istirahat 6 jam.114.0 2.774.9 1.160. istirahat 9 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam.78 Natal ( MW ) 64.446.979.91 69.

00 s/d 08. dari sore hingga malam hari. tapi pemakaian energi dikurangi 25% 2.00 s/d 06.00 = 1 jam = saat pulang dari beraktifitas Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 7 jam dan waktu istirahat 4 jam Pemakaian energi pada waktu LWBP 12 jam. 200/kWh) = 9 Jam. Rumah Tangga.00 (Rp. LWBP 1 : 21. dan Bisnis.00 s/d 13.00 s/d 12.00 = 4 jam = jam istirahat 04.00 = 4 jam = pemakaian energi 12.00 s/d 21.00 (Rp.3 ) adalah : 1. WBP : 17.00 s/d 06.00 s/d 17.00 = 2 jam = pemakian energi Berarti pada jam LWBP1 Total pemakaian Energy 5 jam dan waktu istirahat 4 jam 3.00 s/d 16.00 = 3 jam = masih melakukan aktfitas 00.00 s/d 04. 434/kWh) = 4 Jam. Sosial. 00 s/d 00.00 (Rp. 309/kWh) = 11 Jam.Setelah pergeseran waktu konsumsi ( Tabel 4. 21. LWBP 2 : 06.00 = 2 jam = waktu akan memulai aktifitas 08. istirahat 8 jam dari waktu total waktu LWBP 20 jam Dari pergeseran waktu konsumsi tersebut terlihat penghematan energi selama 24 jam menunjukkan angka yang cukup signifikan. Pemakaian penuh 4 jam. 06.00 s/d 17. pada umumnya meningkat karena kebutuhan penerangan. Kalau pada hari kerja kita ambil 45 .00 = 1 jam = istirahat 13.00 = 3 jam = pemakaian energi 16.

5 0 18.91 2.4 69.1 Faktor beban/hari (%) 2.860. maka selama 24 pemakaian energi pada waktu WBP dikurangi 25% dari beban pemakaian sebelumnya.0 54.0 49.9 46 .9 2.3 1.7 -0.58 1.80 2.5 Min 1.9 1.Beban Setelah Pergeseran Hari Tahun Minggu Natal Idul Fitri Tahun Kerja Baru ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) ( MW ) beban 75.341.9 55.3 Mingg u ( MW ) 819.8 741.724.99 2.0 Tahun Baru ( MW ) 700.2 63.07 1.5 1.580.881.9 Natal ( MW ) 752.247.3 Besar pergeseran Tahun Beban Max Min Beban rata – rata/hari Faktor beban/hari (%) Penghematan/hari Hari Kerja ( MW ) 886.21 177.5 59.74 Tabel 4.442.68 1.5 Beban rata – rata/hari 1.104.86 2.1 Idul Fitri ( MW ) 651.56 1.203.6 0 17. pada waktu LWBP ditambah 2% selama 12 jam waktu pemakaian.157.46 1.4 0 15.0 14.9 1.18 165.4 13.896.4 55.contoh persentase penghematan.1 Max 2.4 1. Sisa Pengurangan 1% selama 12 jam = 30% perbulan Tabel 4.6 -9.242.17 189.1 64.5 60.000.8 1.2.4 1.924.11 146.567.7 1.7 1.404.2 912.114.14 146.032.

2.PLN ( Persero ) Jateng dan DIY APJ Yogyakarta dengan beban yang dikurangi pada saat WBP masing – masing 25% dari beban Total Konsumsi.000.3 Setelah Pengalihan dari WBP ke LWBP 4.0 10. Untuk S.0 8.000.0 Tahun Baru Idul Fitri MW 6.000. Perhitungan Insentif dan kompensasi untuk penghendalian beban Kompensasi dan insentif diberikan kepada pelanggan dalam bentuk diskon atas tagihan rekening listrik bulan bersangkutan bila pelanggan bersedia dikurangi bebannya pada saat diperlukan ( WBP ) namun pelanggan bisa juga terkena disentif apabila pemakaian melebihi yang disyaratkan.0 0.0 0 1:30 1:00 2:30 : 2:00 3:30 3:00 4 30 4:00 5:30 : 5:00 6:30 6:00 7 30 7:00 8:30 : 8:00 9 30 9:0 10 :30 1 :0 0 10:30 11:00 11:30 2 12:00 13:30 13:00 1 :30 14:00 14:30 5 15:00 16:30 16:00 1 :30 17:00 17:30 8 18:00 19:30 19:00 2 :30 20:00 20:30 1 21:00 22:30 22:00 23:30 23:00 0 0::30 00 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Waktu Gambar 4. ( Lampiran 8 ) 1.0 Natal Minggu 4./TM > 200 kVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.000.500/kVA/bulan = 42.2. Sample perhitungan menurut transfer energi listrik ( TUL III–09 ) bulan November 2004 triwulan III PT.3.Kurva Beban Harian Sistem Jateng dan DIY setelah pergeseran beban 12.0 Kerja 2.000.000.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam 47 .

526 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 263.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1 X 434 /KWH = 868 Rp/kWH K : Faktor Perbandingan antara harga kwh WBP dengan harga kwh LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat.5% ) Rp 42.2.262 48 .326 = Rp 16.210 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan Novembe 2004 adalah sebesar = Rp 260. untuk S.3 Murni = 1 dan S.361 = Rp 12.17 Jumlah Insentif : ( 339.240 KWH Biaya pemakaian S.2.168.3 Komersil = 1.403.142.240 KWH ) X 25% X ( 100% .2.5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 339. Untuk Region Jateng dan DIY k = 2 P : Faktor Pengali.936 + Rp 16.553 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .Kompensasi : 4 X 3.5% ) Rp 868 = Rp 16.140.526 KWH – 263.069 X 24 X ( 100% .

5% ) biaya pemakaian WBP TDL 2003 tahap IV KWH yang digeser = Kondisi Awal KWH WBP – Pemakaian KWH WBP Bulan bersangkutan Kondisi Awal KWH WBP = Rata rata KWH WBP pada 12 Bulan terakhir Kondisi awal KWH WBP = 80.016 = Rp -56.361/kVA/Jam 30 X 24 Jam Kompensasi : 4 X 2825 X 24 X ( 100% .096 Besarnya Insentif : KWH WBP yang digeser X 25% X ( 100% .365. Untuk S.201.164.2.2.2.600 KWH Pemakaian KWH WBP November 2004 = 308.044.016 Rp/kWH Jumlah Insentif : ( 80.4 49 .3 Komersil > 200 KVA Biaya Beban TDL 2003 tahap IV per jam = 30.5% ) Rp 1.2.140 = Rp -45.361 = Rp 11.600 KWH – 308.500/kVA/bulan = 42.3 WBP = K X 434 KWH = 2 X 1.200 KWH Biaya pemakaian S.096 + Rp -56.201. Hasil selengkapnya lihat tabel 4.17 X 434 /KWH = 1.365..5% ) Rp 42.140 Diskon atas tagihan rekening listrik = Kompensasi + Insentif Maka Diskon untuk bulan November 2004 adalah sebesar = Rp 11.200 KWH ) X 25% X ( 100% .

II.II Blok I.170 22.981 124.Tabel 4.539 4.2 450 VA 900 VA 1.667 4.446 65.275.024 9.165.095. II.336.346.825 14.300VA 2.591 90.949 9.324.II.II Blok I.III Blok I.696 - Jumlah R B.798 351.864 28.993.II Blok I.200VA >2200VA s/d 200K S.II 3.724 433 1.683 135.074 16.200VA >2.408 16.819 8.II.564.140) (56.841 1.050 142.079 632 43.013.214 1.775.2 > 2201 s/d 200 kVA B.320.097.965 972 109.1A 450 VA R.691 5 33 39 700 47.2 >14 kVA s/d 200 kVA I.400 WBP 6 65.II 4 17 13 116 258 11 33 Daya (VA) Tersambung 3 3.810 77.571 Insentif 8 16.205 6.3 >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam I.407) Diskon 10 28.300VA 2.200 3.738.4 >30.992 16.000 4.586 434 396 23.228 2.978.454.096 53.357.500.600 1.607.433 6.218.766 1.364 30.870 Kompensasi 7 1.530.803 166.140.800 15.600 22.888.245 8.086) (20.196.III Blok I.625 2.483 3.608 140.308.786.000 56.000 kVA 50 .233 1.700 21.943 33.3 > 6.758 1.200VA I.885.876 5.705.II Blok I.273.4 PSA Setelah Pergeseran waktu konsumsi GOLONGAN TARIP 1 S.093 55.114 4.455.449 10.000 20.379.004 5.680 23.900 16.376 43.III Blok I.587.300 VA 2.152 17.1 450 VA 900 VA 1.300.897 346 621.763 28.600 56.958.147.763 13.III Blok I.860 354.210 16.211.269 5.931.308.000 9.231.1 220 VA S.389.100 28.270 37.II.II.256 113.III Blok I.3 > 200 kVA Jumlah B I.742.II.3.174 27.100 18.693.168.086) (66.1 450 VA 900 VA 1.139 3.II Blok I.III Blok I.940 67.154 28.719 985.079.600 1.504.860.792.3 > 200 Kva S.211.397 14.056 72.1 450 VA 900 VA 1.358 4.301 1.600 37.500 438.612 384.003 KWH LWBP 5 3.070 1.125 Rp Disentif 9 (56.000 115.365.394 26.440 2.407.435 14.340 857 1.810 354.900 6.841 9.325 Blok I.673.411 47.140) (20.II.100 35.426 3.080 57.969 293.810 66.210 4.822 56 23.Ko > 200 Kva Jumlah S R.017.450 173.152 215.III Blok I.893 Blok I.III Blok I.340 3.781 5.315.014 37.140.II Blok I.701 332.174 15.II Blok I.900 144.673.100 12.202.529.002 35.224 1.000 11.600 VA Blok I Blok I.792 20.284 15 20 15.200 VA R.732.332 47.605.236.000 1.732 12.200VA B.II Jumlah Pelanggan 2 7.201.600 5.502.170 13.675 4.320.000 KVA Yang dikurangi 4 847 948 436 471 5.553 11.400 56.820.158 22.II Blok I.550 111.899.150 149.929.373.2 > 2201 s/d 6600 VA R.600 1.360 1.365.400 21.700 3.455 5.096.865 1 6 7 274 4.300VA 2.069 2.302.

396 257.262 544.3 Jumlah P Total >200 kVA 452 420 315 280 189 538 7 1. karena penggunaan listrik merupakan salah satu bagian dari biaya produksi akhirnya akan dibebankan kepada konsumen.200 VA P.200 283.052 663.664.755 295. Jika dihasilkan barang dan jasa yang tidak bermutu. cara ini masih mungkin dapat mengurangi beban puncak.754 23. namun demikian ada harga yang harus dibayar oleh PLN Distribusi Jateng dan DIY APJ Yogyakarta sebagai dampak dari pergeseran beban tersebut dari sisi 51 .731 31. Jika dihasilkan barang dan jasa yang harganya mahal.415.136 5.584.258.671 3.607.666.100 4.961 4.175) (8.798 807 684 1. Dari hasil analisis terdapat keuntungan penghematan atau efisiensi transfer energi sebagai akibat pergeseran waktu Konsumsi dari WBP ke LWBP.494 14.008 7.300 VA 2.750 47 71 91 104 2.546.223 (763) 20.073 6.471 24.001.700.Jumlah I P.900 188.000 415.137 125.808) 70.424.912.970.375 2.239.066.028 112.545.500 364.096 51.303 3. Untuk menentukan kepuasan pelanggan diperlukan data yang menggambarkan lima faktor lima dimensi jasa yang diwujudkan dalam bentuk harapan dan kenyataan.105.450 1.975 541.978 173.800 9. kepuasan pelanggan merupakan faktor penentu untuk merebut keunggulan dalam bersaing.354 1.3 Pembahasan hasil Penelitian Dalam dunia yang penuh persaingan dewasa ini.258 230.747 8.254. Sistem pentarifan agaknya perlu dilakukan dengan sangat selektif dibarengi pembatasan.1 450 VA 900 VA 1.682. pelanggan akan berpindah pada penyedia barang atau jasa yang lebih murah namun sama mutunya.200 VA >2.299 47.991 59. maka pelanggan akan kabur.045.354 693.407) (8.591 62.509 (66.453 18.650.175) (151.2 P.822.581 82.000 8.175 2.450 24.254.757 338.

881.99 %.dengan faktor beban 1.058. .91 %. Dengan perkiraan pergeseran beban dari Gambar 2. sehingga dalam 1 hari penghematan 177.pendapatan operasi yaitu berkurangnya penjualan energi listrik pada WBP dengn tarif lebih mahal bergeser ke lebih murah pada LWBP.7.21 % 52 .4 MW dan faktor beban 2. kurva pertumbuhan beban puncak sistem jateng dan DIY 3 November 2004 dan data pada lampiran 1. maka setelah pergeseran 75.3 MW. didapat besar energi yang akan dialokasikan sebelum pergeseran untuk hari Kerja saja dalam 1 hari sebesar 76.7 MW dengan faktor beban 2.

Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi jasa. Pengaruh pergeseran beban terhadap faktor beban menunjukkan efisiensi yang cukup signifikan 2. Pengaturan beban disisi konsumen sangat bermanfaat baik dari sisi konsumen. 4. perusahaan listrik maupun pemerintah. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat dismpulkan antar lain : 1. sedikitnya bisa mengatasi masalah sumber dan cadangan energi nasional yang semakin terbatas dan mahal. Salah satu strategi pola konsumsi yang dilakukan adalah dengan mengatur pemakaian listrik seperti dengan mengurangi pemakaian di malam hari dan memindahkannya pada waktu siang hari atau pagi hari.BAB V PENUTUP 5. 6. Pengendalian beban dengan mengalihkan sebahagian beban WBP ke LWBP dapat meningkatkan efisiensi harga pembelian listrik pembangkitan dan penyaluran. lima Dimensi tersebut 53 .1. walaupun pihak penyuplai daya harus mengeluarkan biaya kompensasi kepada pelanggan besar. Kurang jelas untuk mengidentifikasi pola konsumsi pelanggan untuk pemakaian listrik dari grup yang berbeda. 3. Melalui pengendalian pergeseran beban.

Sebagai produsen. Untuk mengatasi krisis energi listrik. Pihak Penyedia energi agar terus mensosialisasikan tentang hemat energi . Sedangkan selaku konsumen. Diharapkan suatau Perencanaan yang sistematis dan jadwal yang ketat atas pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik. kerja sama dua sisi yakni produsen dan konsumen sangat diperlukan.22. Tangibles ( bukti langsung ) Assurance ( Jaminan ) dan 5. Kecukupan pasokan daya listrik agar sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik 54 . Saran Sehubungan dengan masalah pengalihan beban pelanggan dari WBP ke LWBP . Emphaty ( empati ). masyarakat (khususnya kalangan industri dan rumah tangga) diharapkan partisipasinya mengendalikan pemakaian energi tersebut. 3. maka defisit listrik dari satu pembangkit bisa secepatnya didukung oleh pembangkit lain. bila semua pembangkit terpelihara dengan baik.2.00 ). Dengan demikian.00 – 18. Maka.meliputi : Responsiveness ( Ketanggapan ). Namun dapat menikmati kualitas pelayanan sebagaimana biasanya 2.00 WIB). Reliability ( keandalan). maka disaran kan : 1.00 . dan mengalihkan pemakaian ke Luar Waktu Beban Puncak ( Pukul 22. sehingga timbulnya kesadaran pelanggan untuk mematuhi pemakian listrik terutama pada Waktu Beban Puncak (pukul 18. PLN dituntut untuk menyediakan kecukupan pasokan listrik.

IEEE Power Egineering serie Mohamed E. McGraw Hill Publishing Book Company. Teknologi Sitem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis Scada. 2001.DAFTAR PUSTAKA BerayanMunthe. 2005. M. Salemba 3Empat . Electricity Economics.El – Hawary Gonen. 1990.PLN. Jakarta 55 .2003. Jakarta: Departemen Energi Sumber Daya dan Mineral. Inc. Kantor Pusat PT. 1999. Kotler P dkk. 1986. “ Statistik 2002 PT. Electrical Power Distribution System Engineering. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Teknik Elekto Bonar Panjaitan. 2004 “ Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Prov DIY 2004 “ Geoffrey Rothwell. Manjemen Pemasaran di Indonesia.PLN ( Persero ) P3B. Fakultas Teknik UGM.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. 2003. Prenhallindo El-Hawary. New York: The Institute of Electrical and Electronics Engineers. Balai Penerbit dan Humas ISTN PT. Marsudi D . T. 1994. Tentang Harga Jual Tenaga Listrik yang disediakan Oleh PT. International Student Edition. 1995. Singapore. Tesis “ Studi Kinerja Jaringan Distribusi dan Prakiraan Pertumbuhan Beban “.PLN ( Persero ). Electrical Power System.E. regulation and Deregulation. Keputusan Menteri ESDM Nomor 3032K/46/MEM/2001. Jakarta.

PLN ( Persero ). 2001.pln-jawa-bali.1983.PLN ( Persero ) Disjateng dan DIY dengan system Kompensasi Biaya “. 2005. Jakarat Rudy Styobudi.PT. 2003.T. Jakarta PT. Sulasno. Jakarta PT.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. www.WD. Analisis system tenaga Listrik. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.PLN ( Persero) 2005.PLN ( Persero )P3B Region Jateng dan DIY Tahun 2004 “. Stevenson Jr. “ Statistik 2004 PT.PLN ( Persero ) P3B.PLN ( Persero ).Gramedia Pustaka Utama. MSEE Standar Nasional Indonesia. Distribusi Tenaga Listrik. Kantor Pusat PT.PLN ( Persero ) P3B Jawa Bali. “Laporan Beban penyulang hingga September 2005 Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta “ . Kantor Pusat PT. 2006 “ Measring Customer Satisfaction. 2004. 2005.co. Emeritus North Carolina State University. P.id electrical 56 . “Statistik 2003 PT. “ Laporan Tahunan PT.. PT. P3B Jawa Bali Region Jateng dan DIY PT. 2005. Badan penerbit Universitas Diponegoro ( UNDIP ) Semarang.PLN ( Persero ). Tesis “ Pengendalian Beban pada Distribusi Tenaga Listrik PT.PLN ( Persero ) P3B. Tegangan Standar. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta Rangkuti F. Profesor of Enginineering.

097.484.1 1.490.8 933.145.9 1.7 1.5 744.035.7 907.6 1.4 1.9 903.5 1.0 1.412.7 1.424.2 1.4 1.000.063.6 1.267.1 1.409.0 931.581.8 777.1 1.045.316.2 1.1 1.951.470.604.5 1.2 1.519.3 988.8 931.2 76.4 1.751.4 1.7 1.9 1.119.042.9 741.416.6 1.120.3 1.4 1.406.284.186.7 2.777.359.797.9 942.0 1.546.0 1.034.307.0 1.2 1.4 1.6 1.700.7 69.5 913.326.510.9 Natal 1.9 1.3 1.9 1.4 1.4 2.078.0 1.4 1.2 60.7 1.405.2 933.0 1.7 2.285.1 929.1 1.774.026.6 791.4 1.024.710.9 1.4 1.976.3 1.095.4 778.586.839.280.435.0 1.120.3 2.9 1.356.742.935.7 751.884.124.1 926.0 1.139.752.9 1.8 942.2 1.2 1.771.8 1.422.1 1.857.9 1.7 1.774.5 2.4 1.3 1.1 1.4 1.4 1.1 1.4 1.5 1.620.979.4 Minggu 1.5 1.8 741.142.0 948.4 1.7 1.045.9 1.475.9 64.6 1.1 1.120.8 1.867.5 1.621.249.0 1.233.3 1.039.019.324.063.293.332.237.3 1.7 1.3 1.350.4 740.418.0 1.7 751.8 1.9 1.1 1.8 1.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .976.9 2.3 1.221.4 1.0 1.482.310.7 1.572.320.1 1.4 1.7 1.346.528.8 1.0 1.242.6 851.368.212.0 2.405.071.0 1.4 1.114.6 1.5 1.006.7 1.233.059.5 1.002.8 1.432.4 1.8 1.424.137.6 1.037.6 740.4 771.9 1.3 952.165.5 1.3 2.4 1.2 2.4 1.053.428.443.0 2.2 1.4 1.267.569.1 1.7 1.329.0 1.8 1.031.2 1.000.2 1.8 Tahun Baru 1.1 1.153.4 1.8 1.5 1.065.1 1.5 1.881.503.5 1.8 1.765.172.6 2.360.2 1.671.545.7 1.2 1.661.7 1.8 1.3 1.779.8 1.7 1.7 1.933.3 1.3 1.433.637.169.165.316.022.570.114.3 1.274.8 Idul Fitri 1.600.089.8 1.2 1.0 1.7 1.0 1.058.8 1.3 1.032.468.569.496.7 837.5 761.979.5 1.900.0 1.250.443.739.687.7 1.045.9 55.7 1.401.007.623.218.7 2.0 1.6 1.056.3 802.271.641.1 931.3 1.035.0 1.713.4 1.8 760.9 943.1 956.958.8 933.5 751.1 1.038.650.5 973.685.1 939.6 1.8 1.7 1.1 1.8 1.8 1.4 1.033.8 771.012.339.6 948.032.7 760.374.093.045.8 751.933.5 1.416.0 1.9 1.569.466.456.5 1.9 1.2 751.8 1.1 1.9 1.4 1.120.401.735.684.8 1.332.LAMPIRAN 1 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Sebelum Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 1.084.238.5 1.577.4 1.032.564.0 2.050.6 1.4 1.064.390.374.9 1.9 1.214.009.9 1.937.7 1.3 932.301.8 778.708.1 903.951.358.9 2.6 2.571.283.2 1.0 1.058.5 1.242.3 1.649.713.1 1.468.410.1 1.081.090.436.866.231.0 1.2 2.766.5 1.184.4 1.404.708.859.603.3 1.6 1.1 2.

3 12.1 886.6 54.7 7.1 13.0 0.0 10.6 (9.8 12.4 7.9 16.0 0.0 0.3 10.0 0.0 0.8 13.0 14.8 10.2 32.0 0.7 14.0 0.0 40.4 14.0 0.5 60.0 0.1 15.2 45.4 7.4 (0.0 15.4 12.8 10.0 0.0 12.0 0.8 7.7 700.0 7.9 0.3 10.0 29.0 11.4 59.5 54.7 17.2 49.0 13.1 10.0 0.2 13.0 0.0 12.3 54.6 17.7 819.0 0.2 13.5 49.0 15.3 9.9 15.5 10.8 42.4 15.6 7.0 0.3 14.8 16.7 49.1 13.1 13.1 45.6 11.0 11.0 26.0 42.1 47.9 0.5 7.3 9.9 10.6 52.4 10.8 55.4 55.1 0.0 0.2 62.0 14.0 0.6 10.5 7.9 0.0 49.4 10.0 0.0 0.3 9.0 0.7 0.0 0.1 60.0 0.1 53.4 16.0) Idul Fitri 0.LAMPIRAN 2 Kondisi beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Saat Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 MAX MIN Kerja 0.5 63.0 0.2 0.0 10.4 17.0 0.0 62.8 50.0 0.7 15.3 9.2 12.0 0.8 62.0 39.5 60.7 16.9 651.2 13.0 9.0 0.7 54.4 9.0 14.3 9.0 0.5 0.0 10.6 58.1 10.7 12.0 0.2 52.0 0.0 0.2 10.8 0.1 13.0 0.4 10.7 14.0 0.0 16.7 15.8 18.0 0.8 12.1 12.6 0.3 9.2 0.0 13.0 0.5 59.0 0.7 0.1 47.0 10.0 63.3 10.8 15.4) Tahun Baru 0.0 0.0 0.1 14.7 12.0 13.2 60.0 0.0) LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban Ket : 0 tidak ada penambahan atau pengurangan beban ( kondisi normal ) .0 0.3 18.4 55.1 9.1 0.5 9.0 0.4 7.4 10.0 Minggu 0.0 0.5 13.0 54.3 0.1 17.5 7.0 7.0 9.0 0.0 0.0 14.3 34.0 0.6 10.6 13.4 14.5 9.0 17.8 16.5 0.6 (0) Natal 0.2 11.5 0.3 10.6 13.0 0.6 59.0 0.9 14.4 57.2 11.0 0.5 0.0 13.0 0.7 (0.8 49.2 63.2 54.0 10.0 0.8 17.6 10.3 17.3 9.6 19.8 14.4 51.7 62.0 0.8 7.0 9.8 19.5 10.0 0.1 52.0 0.8 49.9 15.0 0.3 20.0 49.5 752.6 7.0 0.

7 1.401.3 1.320.024.637.727.5 759.5 1.6 1.8 1.468.8 1.0 1.104.9 1.728.586.9 1.511.9 1.287.6 1.8 1.3 941.184.4 1.2 1.049.4 64.0 1.649.765.7 1.5 922.4 69.254.2 1.588.5 1.8 942.9 1.329.6 1.7 1.8 1.7 1.4 1.9 1.1 1.8 1.6 1.9 Natal 1.2 1.857.4 1.2 768.9 778.360.725.4 771.4 Minggu 1.8 1.9 1.261.359.033.896.9 1.881.9 1.3 942.4 2.3 1.0 1.060.717.387.2 2.6 1.6 1.685.9 1.8 942.031.8 1.1 1.788.5 1.1 1.0 1.661.401.LAMPIRAN 3 Kondisi Total beban Harian Sistem Jateng dan DIY Tanggal 3 November 2004 Setelah Pergeseran Beban Periode pukul 0:30 1:00 1:30 2:00 2:30 3:00 3:30 4:00 4:30 5:00 5:30 6:00 6:30 7:00 7:30 8:00 8:30 9:00 9:30 10:00 10:30 11:00 11:30 12:00 12:30 13:00 13:30 14:00 14:30 15:00 15:30 16:00 16:30 17:00 17:30 18:00 18:30 19:00 19:30 20:00 20:30 21:00 21:30 22:00 22:30 23:00 23:30 0:00 Kerja 1.2 1.4 2.233.3 1.0 1.285.3 749.159.7 1.5 1.3 1.6 1.567.5 1.924.048.293.7 1.1 913.0 1.2 1.9 1.022.059.8 1.6 2.8 1.032.2 943.106.436.996.813.2 1.449.924.9 1.8 1.9 1.7 1.050.418.073.432.5 1.896.342.1 1.242.2 2.5 1.084.0 912.2 1.724.404.073.6 1.5 1.120.6 1.569.505.2 941.885.8 2.7 1.3 759.3 1.0 1.571.2 1.8 1.035.2 Tahun Baru 1.602.203.9 1.882.5 1.1 1.019.4 1.329.390.3 1.296.238.9 1.7 837.081.383.4 1.2 1.152.752.2 1.847.8 Idul Fitri 1.466.877.3 1.8 1.7 1.424.4 1.5 1.4 1.9 1.012.456.490.4 1.092.1 1.416.5 1.339.7 1.660.5 973.881.101.0 1.104.9 1.5 1.9 1.246.4 952.6 1.544.3 75.132.066.3 1.5 786.621.702.1 1.056.546.1 1.314.142.8 941.388.406.114.7 1.1 1.6 2.2 1.2 1.029.323.525.9 1.8 779.831.032.8 1.1 2.585.2 1.747.1 917.1 931.4 1.6 1.7 1.2 1.007.271.0 1.1 1.063.1 1.7 1.9 1.045.9 1.000.426.2 1.169.089.2 1.760.424.3 1.3 1.030.7 1.175.1 1.796.724.381.5 1.619.739.139.095.458.461.6 785.139.013.5 1.482.337.860.107.7 1.0 2.5 744.1 2.443.5 939.000.104.055.416.5 1.5 1.3 1.064.392.5 LWBP1 LWBP2 WBP LWBP1 Beban Beban Beban .244.7 1.9 1.1 1.4 768.036.032.9 2.3 1.7 741.878.591.093.360.4 1.4 MAX MIN 2.9 59.4 1.8 2.2 758.703.306.5 957.7 1.1 751.3 1.0 2.033.203.482.650.722.7 1.3 802.198.704.333.1 956.688.069.2 1.2 2.1 957.0 1.498.3 1.6 1.3 1.828.8 1.6 791.623.5 935.296.007.3 1.0 1.0 769.428.060.953.044.3 1.6 759.730.358.6 998.3 1.224.184.339.0 1.0 1.7 1.2 1.7 1.7 1.7 1.369.7 2.0 748.9 2.9 1.580.920.085.597.6 1.1 1.4 1.332.137.179.4 1.5 912.364.424.114.2 953.574.4 1.4 1.4 1.045.6 1.3 1.8 1.7 1.3 1.9 1.9 1.616.8 1.047.9 748.2 1.419.8 55.620.187.4 1.717.410.4 1.405.484.903.2 1.332.5 851.577.1 1.1 1.4 1.1 1.045.545.7 1.131.8 933.477.658.

686 149.525 125.772.616.600 7.665 15.022.510.387.920 263.315 13.821.110 2.500 2.533 231.076.3 S.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .844.150.822.055 482.551.800 13.903.680 757.302 118.095 4.595 40.045 671.055 17.982.286 7.191.976.200 571.600 437.000 303.826.590 JUMLAH 13=9+10+11+12 152.803 12.076.816 28.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.169 79.441 492.395 4.020.799.760 6.996.823 31.479.105 5.120 2.840 15.294.380 652.612 384.124.620 96.028.595 11.257.931.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SEBELUM PENGURANGAN ( WBP .139.961.335 12.945 1.738.980 S.440 2.765.139.800 6.744.260.080 691.320 355.310.1 S.933 166.105 386.121 1.441 492.397.618.049.200 703.430 2.410.725.077.426.555 123.502 5.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.805 303.3.275 1.220 438.506.575 JUMLAH Plgn 3 7.745 2.020.571 619.272 7.829.732 810.340 1.597.518 4.630 1.008.915 31.923 176.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.257.600 8.195 7.595 63.060.400 280.903.722 37.296.237.LAMPIRAN 4 PT.920 3.297.478.228 1.420.705.300.004.389.955 226.380 2.780 133.105 1.200 1.650.284 21.897 346 15.823.522.678.600 VA 3.860 1.397 15 20 15.000 42.821.500 333.2 R.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA Blok I 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.741 21.757.904.047.566.291.725.327.505.885.308.450 173.100 2.860 1.275.235 1.886.465.953.738.937.044.000 11.870 7.275 5.616 362.180 437.885 857 1.670 56.418.825.397.253.910 60.000 208.225 5.160 SUPLISI 12 995.000 1.323.000 11.676.620 10.157.240 308.714.301 126.079.653.040 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.020 541.620 25.516.952.200 37.587.152 56.514.625.1A R.350.230 20.376 149.645 275.112.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.137.342.163.598 5.389.406.279 1.397.505 4.430.520 163.350 1.296.994.139 37.730 1.350 10.315.340 .440 14.680 1.920 1.000 56.269 5.888.240 305.394 188.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 483.580.895 1.860.764 1.566.491.035 3.565 193.064.352.120 757.860.088 2.494.495 50.110 19.095 2.994.235 83.425 895.320.097.961.130 311.Ko R.593 1.742.161 43.150.400 PEMAKAIAN KVARH 8 BIAYA BEBAN 9 33.463.825 2.200 VA Blok I Blok II Blok III R.150 2.2 3.886.400 7. KWH Rp KVARH 10 11 23.990 11.690.126 229.792.529.275.100 320.675 5.432.638.700 3.214 3.300VA Blok I Blok II Blok III 2.620.400 19.

480 2.840 6.040 1.500 1.577.944.876 5.192.632.414.545 244 176 1.933 520.804 40.600 5.156.009.900 188.420 623.260 238.084.947.100 35.311.000 590.200 3.978.970.340 34.899.198 61.320.752.858.480 15.867.881.194 1.600 2.912.240 94.198 61.052 663.074 3.419.274 29.401 396.000 8.620.949 8.000 12.392 7.611.303 3.530 561.108 - - 8.003.166 (38.590 47.219.660 34.610 16.955 12.180 58.437.263.621 124.116.949.593.118.400 4.037.609.100 4.116.480 2.783.335 34.255 1.071 2.266.279 422.803 1.530.500 (12.345 1.889.562 109.388 917.015 76.732.659.215.529.410 26.223.800 3.048 4.761.754.377.893.000 20.934.494 63.419.637.340 34.700.984.754 23.527.440 969.950 8.200 280.800 2.549.200 VA P.200 90.800.200 25.020 1.852.050 1.195.579.780 915.120 19.300 VA 2.875 - 41.991 438.600 116.720 615.585 16.600 30.780.880 17.600 205.215 B.669 2.543.525 58.584.600 5.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 1.863 4.180 177.346 404.2 P.420.151.360.145 264.545.493.105 183.370 .734.060 333.987.529.500 364.358 4.835 - 97.3 I.434.318 6.609.704.718.105.200 368.415.070 3.252.037.661.600) 622.365.860.345 94.820.579.100 28.661.526.177.995 - 266.136) 1.600 56.240 892.325 3.762 105.560 261.800 4.520.190 4.065 20.055 92.100.202.828.219.405 231.096.260 26.240 1.781 5.136) 1.398.195) 854.779 829.384.200 35.995 26.025 113.455 297.180 1.900 10.182.335.270 3.454.522.300VA 2.000 115.480 2.883 60.455 137.700 21.690.031.343.455.200VA I.990 398.250 58.890 643.001.210 23.3 I.600 3.360 45.584.715.600 (22.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.375 180.699.402.600 22.200VA >2.687.921 40.410 4.807.000 4.000 372.644.952.860 71.048 4.932.785.415.800 6.300VA 2.479 7.088 89.385 1.769.400 702.250 187.975 40.565 36.947 277.1 Jumlah R 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.637.346 502.780.349.711.000 9.255 23.468.655 454.961 2.199.019.587.550 8.4 P.515 45.460 41.440 2.140 16.200 283.822 56 23.525 1.435.200 VA >2.600 1.040 2.226 720.982 89.275 244.912.471.950 3.166 (38.851.600 1.607.523.905 27.013.735.280 751.457.583 111.017.431.800 97.000 415.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 621.695 291.532.B.330 1.844.100 138.700.213.695.843.067.354 693.540 2.930.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.752.362 514.240 971.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.194.285 63.868.383.880 1.785 420 3.331.140 148.935 3.407.471 63.089 2.391.465 1.177.578.146 6.131.990.949 4.555 15.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA Blok I Blok II 900 VA 1.472.600 579.239.916.500.249.000 59.650.893 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.006.900 6.740 1.163.216.900 16.2 I.513.363 26.312.695.800 9.463.830 9.

800 43.012.150 428.573.569 671.100 10.597.079.389.450 4.666 30.213.119 1.365.006.041 47.745.677.214 3.462 BIAYA BEBAN 9 25.880.300VA Blok I Blok II Blok III 2.000 11.117.584.565.969.535 25.284 21.868.481.003 38.742.353.860.286.296 289.563.485 145.798.507.447.492.222.450 173.379 3.257.490.848 233.000 4.950 5.390 1.275.265 406.057.700 3.895.565.196 795.440 1.529.141.1A R.557.644 93.325 15.269 5.784 2.693 169.650 31.715.721.503.150 1.292.228.600 JUMLAH Plgn 3 7.683 45.238.245.635.383.193.171 1.686 23.495.669 2.956 6.966 122.515.231 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.281 3.215 19.143.116.220.150 527.303.483.863.946 4.500 438.362 21.579 4.499 11.139 37.579 19.465 72.759.924 266.074.300.329 1.570.100 857 1.798.440 2.501 3.580 11.685.835 99.232.942.440 2.978.990 1.000 56.899.174.070 4.097.706.150 27.081 369.181 156.600 166.340 1.866.421 783.3.750 8.059 1.400 1.472.849.691 5.060 518.120.690.885 327.854.215.218.630 11.859.927.223 1.1 S.108.376 149.706 1.472.619.430 231.705.315.554.500 1.900 PEMAKAIAN KVARH 8 197.808.984 206.395 - S.445 14.612 384.308.152 56.946 47.014.903 4.497.674.400 15 20 15.265.Ko R.896 5.604 227. KWH Rp KVARH 10 11 17.044.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PENGURANGAN ( WBP .037.989.145 361.090 1.871.000 227.2 R.3 S.120 92.550 31.200 VA Blok I Blok II Blok III R.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.871 271.333 2.271.931.300.090 568.453.359 JUMLAH 13=9+10+11+12 114.071 854.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.236 10.803 12.530 42.164.738.673 15.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .375 250.LAMPIRAN 5 PT.546 328.340 .823 2.821 3.885.888.035.792.462.163.709 8.464.962.2 SUPLISI 12 746.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.285.044.428.690 1.600 VA Jumlah R 3.426 62.995.263 7.883.263 1.267.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.751.637.557.665 329.548 6.628.678.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.121 1.798 9.164 1.897 346 621.369.872.766.343.500 503.785 489.180 229.600 17.389 210.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 362.

988.015 1.350 79.000 415.700 (17.650.869.464.001.900 16.700 22.759 45.800 9.938 43.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.133.430 200.617.956 183.200 VA P.892.788.161.052 663.787.382.545.851.805 910.170 540.447.815.394 31.771 218.494 276.278 135.200VA I.201 2.938 140.022 19.199.500 364.270 198.600 5.325 103.580 1.890.084 47.000 8.501 1.052.394.801.822 56 23.544 5.157.3 I.500 442.882.354.585.699.354 693.B.000 59.520.767.396.371.350 73.893 1.625 1.341 103.246 20.853 73.2 P.708.632.170.3 I.668 482.524.2 I.587.781 5.683.993 298.115.645.454.706.925 7.027.303 2.1 450 VA 900 VA 1.978.408 17.744.528.200VA >2.043.191 917.000 4.100 4.032 - 1.200 2.991 340.561.662.609 5.937 30.625 (9.776 43.811.595 83.000 20.463 2.200 3.774.291 69.195.437.700 434.700 153.389.695.200) 466.291 687.327.847.415.137.212 6.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.900 188.599 1.113.420 196.600 22.079 137.826.895.762.439 12.839 315 2.983.804 173.300.017.283.412 73.100 28.350 3.136 34.183.189.000 279.988.303 3.4 P.740.930 669.350 5.450 87.401.885 133.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.308 3.648.724.895.650 755.031 B.430 1.393 3.080 727.514.610 1.064.299 15.019 85.759 70.064.000 115.816 67.246 33.585.058.098.085 686.780 1.134.637.664.900 6.587.910 1.805.912.200 VA >2.315 467.138.339.695 19.105 111.325.633.500.790 461.600 56.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.533.929 20.053 1.100.894.876 5.295 250.828.960.456.885 1.695 178.645 53.821.050 527.102 998.013.200 283.754 23.623 7.732.936.300 VA 2.350 73.460 563.700 21.587.992.280 1.430 728.600 1.301.342.610 11.073.950 4.772 70.135 385.096.340 14.455.000 9.300 3.399.122.713 6.396) 640.897 3.100 35.288 756.761 57.149.593.394 43.571.078.414.630 5.400 26.913 6.584.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.991 .666 11.998 1.058 19.358 4.155 1.515.275.300VA 2.216 9.063.105.484.105 12.150 210.820.202.424 27.300VA 2.252.700.587.483.490.453 2.466 93.376 12.480 2.206 21.480 2.396.700.695.273.313 36.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.394.075.789 1.708 17.637.

219 683.494.852.154.770 5.833 112.778.266 3.705.803 12.008 7.365 2.300.3 S.910 6.380.742 1.728.377 14.206 147.909.680.925.434.951.665.029.627.324 192.082 487.451 100.370 2.404.801.340 1.982 631.616.241.376.09 ) BULAN NOVEMBER 2004 SETELAH PERGESERAN( WBP .672.073 9.768.073 20.376 149.1A R.454 50.834.290.293 1.887 826.885.902.933 14.196 24.987.384.200 VA Blok I Blok II Blok III R.828.000 4.299.365 10.009 773.505.742 326.692 4.139 37.LWBP ) GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.069.696.694.960 4.650 BIAYA BEBAN 9 60.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.696 640.936.173.484.284 21.854 772.775.450 173.223.896 3.934.044.539 DAYA (VA) PLGGN 4 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 855.792.897 346 621.219 31.169.269 5.531.936.010.545 342.397.424 PEMAKAIAN KVARH 8 197.004 4.254.545 959.148.864.125 590.703.738.157 8.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.040 551.050 20.016.285.050.626 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.369.3.937 112.440 152.414 8.216.267 35.1 S.631 13.600 17.200 289.150 428.991.675 12.189.446.647.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.987 45.865 1.749 5.434.243.773.927.078 24.574 73.167.223.994.187.064 236.947.062 1.222 854.663 7.780.243.580 26.939.430 231.383 60.430.097.692 80.Ko R.834.333.899.886 90.194 401.540 18.607 774.540 3.101.915.188.800 43.318.772 10.508 369.400 1.888.417 170.459.303 1.931.332 71.400 15 20 15.792.445.717.761.325 15.2 R.152 56.580.807 JUMLAH 13=9+10+11+12 270.720 2.029.079.000 11.554 66.LAMPIRAN 6 PT.719.100 857 1. KWH Rp KVARH 10 11 40.887 129.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.043.857.275.416 2.794.440 1.931.436.910.835.841.612 384.745.268.158 13.150 1.068 121.105.371.764 3.265 5.365 4.090 35.848.436.301 179.500 2.156 38.440 2.267.2 3.337 26.904.376 22.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .495.896 64.077 496.750 11.865.554 1.340.794.745 540.012 - SUPLISI 12 1.370 9.600 166.769.571.600 VA Jumlah R 3.389.096.732 7.245.541 10.123 1.378.118 6.769 776.136.006 45.755.446 9.742.340 .231.784.379 4.072.384 1.877.529.405.016.749 233.892 5.071.993.440.018 75.267 3.921.789.819.163 218.000 56.458 7.600 JUMLAH Plgn 3 7.834 1.318.756 3.068.640 536.762.092 20.500 438.020 629.165.482 22.621 4.860.180 55.887 28.315.300VA Blok I Blok II Blok III 2.700 3.458 5.471 870.243.491 107.294.688 2.124.064 S.979 1.214 3.959 221.349.584.754 1.118 2.465 536.220 1.451 235.390 501.

354 693.456 46.901 47.796.348 6.454.692.899) 1.389 (38.342.028 3.103.290.882 62.958.613.450.849.358 4.089 102.871 2.824 1.935 1.875.978.600 56.030.888.368.238 2.044.719.370 1.260 2.115.745 36.053.642 41.263 3.829 6.434.026.044.258 33.967 163.1 450 VA 900 VA 1.995 (22.900 188.772 166.736 591.355 1.866.329.430 1.374.581.364.992.275.700 21.772 53.002 2.430 200.147 34.097 409.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.466.331.654 1.702 704.195 6.486 158.267.434 3.572.900 16.236 249 180 1.243.B.100 28.165.147 34.284.000 2.579.884 13.147.201.948.494 651.359.678 17.773 332.154.564.036.991 166.292 6.042 126.2 P.869 16.457.686.715 846.848.132.036.713 35.129.386 12.3 I.093 586.661 4.058.968 29.272.209.369.201.200VA I.892 530.825 430.860 515.480 46.315 744 6.634 5.064.4 P.402.700.292 72.674.672 5.055 3.495 319.849.497.816.756 7.359 1.069 1.822 56 23.093 412.200 3.415.719 41.682 90.921 1.388.574.179 804.046.202.527.470 40.3 I.414 112.600 5.100 35.033.760 1.716.160.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.668.282.882 62.889.872 48.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.199.640.456 41.991 106.887.630.595 29.186.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 13 116 258 11 33 452 420 315 280 189 538 7 1.284 197.870 5.718.609.095.392.421.694.719 910.284 6.300 VA 2.2 I.203.139.633.179 219.350 73.790 22.121 573.844 14.606 4.480 422.000 20.500 364.700 434.885 244.000 415.876 5.700.249 74.978.389 (38.952.795 3.412 73.398.926 4.608.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.026.546 324.990.587.848 262.122 10.202 80.661.291 2.308.106.467.786.640 64.456.527.373 103.097 432.490 26.131 B.058.600 1.838.781 5.089.144.135 1.623.861 3.415.702 2.200 283.137 107.462.700.100 4.936.400 13.912.200 VA >2.000 59.087 1.300.685 51.126 8.200 660.893.452 363.856 3.809 404.301.904 62.000 9.144.209 314.188 4.645.243 190.611.062 206.848 29.545.187.421 79.838 8.594 84.303 3.870 4.754 23.500.308.333 3.102 998.649.972 27.350 3.127 12.600 22.929 4.292 (40.562 15.133.584.458.554 15.013.023 1.300 1.315.466.222.361 3.077 468.075 3.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.820.243.893 1.147.432) 1.629 4.166 1.364.200VA >2.995.431.722 92.511.097.896 2.718 1.101.000 8.000 4.782.111 462.500.528.757 136.723.462.096.626.249 102.732.791.629 4.532.800 9.766 282.171 46.619.918 14.899) 1.300VA 2.726 7.630.866.703 18.300VA 2.200 VA P.818.052 663.904 303.335) 1.047 245.516.455.017.001.064.409 2.594 495.900 6.066.610 1.501.991 .781.653.430.292.045.684 200.000 115.278.

853.614 2.884 306.042.734.545 411.518 339.230 24 8 14.546.997.630.334.510.217 448.497.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA-TENGAH DAN DIY APJ YOGYAKARTA LAPORAN PENJUALAN ALIRAN LISTRIK ( TUL III .321 9.277.906.126 103.300 VA Blok I Blok II Blok III 2.016 23.133 6.456 2.147 42.262 7.586.726.015.702 BIAYA BEBAN 9 69.533 6.278.314 834 1.764.257 8.908 54.600 VA Jumlah R JUMLAH Plgn 3 5 7.437.1 S.561 10.082.284 116.560 4.938.869.133 16.978 262.116 4.586.094 4.107.795.882.521.526 434.920.149 52.499.544 145.417 17.200 VA Blok I Blok II Blok III R.867 14.098 770.417 3.603.853 58.856.526 80.983 1.085 257.469 833.211 257.187.887 393.893 199.480.561 5.2 R.195.717.250 196.240 1.340.528 4.416.736.513 622.999.927.888 155.386.515.186 171.598 388.785 30.278.362 2.686 110.077.185 15.1 > 200 kVA > 200 kVA Jumlah S 450 VA 450 VA Blok I Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.892 1.186 DAYA (VA) PLGGN 4 1.275 1.784.908 381.433 21.913 2.645 71.155 3.985 77.823 115.857 8.018 15.126 PEMAKAIAN KVARH 8 31.080 253.652 16.887.200VA Blok I Blok II Blok III >2200VA s/d 20 Blok I Blok II S.053 957.217 146.163.067 33.605 132.111.950 423.509.826.LAMPIRAN 7 PT.105.069 7.539 35.290.310.366.526 434.042.513 621.358 14.373.846 RUPIAH PENJUALAN BIAYA PEMAKAIN Rp.128 49.255 3.071 142.621.401.761.090 24.037 1.080.709.867 35.067 137.964 4.532.395 5.620.489 33.477 2.232 PEMAKAIN / MUTASI BULAN INI KWH TERJUAL JUMLAH LWBP WBP 6 7 5=6+7 513 513 444.528.278 175.951 388.429 11.738 296.995 27.438 587.651 5.542.308 18.981 2.842.443.780.032.798.111.340 2.841.458 1.834.237 .202 118.285.055.082.279.615 314 604.673 2.855.686 1.187.811.574 2.rata KWH WBP Selama 12 Bulan Terakhir GOLONGAN T A R I P 2 220 VA 450 VA Blok I Blok II Blok III 900 VA Blok I Blok II Blok III 1.3 S.518 187.690 31.230 121.309.964.459.007 243.350 52.975 1.3.566 25.532.500 4.546.708 54.012 463.676 41.859.145.842 54.425 4.120.836.880 9.867.857.889.994.907.503 215.665.027 3.659.658.605 90.489.084 103.750 1.2 SUPLISI 12 297.251.910 1.697.655.871 2.457 2. KWH Rp KVARH 10 11 22.300VA Blok I Blok II Blok III 2.777.024.138.561.144 700.879.535.3 > 2201 s/d 6600 VA > 6.730.600 420.Ko R.547 1.1A R.562.018.307 641.735 660.032.211.159.981 260.284 3.128 4.766 158.890 15.161.380 536.709.329 2.064.348 851.677.316.110.680 266.072.239 17.852.444.796 42.707.532.266 116.618.561.808.401.342 18.660 10.708.440 3.355.556.445 1.118 1.241.561 7.987 540.546.853 58.OKTOBER 2004 Kondisi Awal KWH WBP = Rata .958 3.566 10.061 1.09 ) BULAN NOVEMBER 2003 .162 4.073.699 130.074 1.588.350 6.152.041 729.976 1.875.932 1.221 - S.501 JUMLAH 13=9+10+11+12 69.

036 1.781 1.101.756.037.800.812 58.927 1.438 402.683 2.747.687 257.854 - 352.407 .425 28.307 2.207 3.283 11.300VA 2.039 272.450 206.508.011 1.471 160.483 107.409.387 5.700 33.744.094.939 232.809 568.963 6.700.033 4.773 22.561.071 42.766 166.217 5.351 774.967 3.810.070.150 670.544 428.840 149.391.395 66.159 73.668 1.987 25.686.668 3.063 17.587 2.640 94.245 2.649.219 4.843.463 408.186 2.230 28.836.219.573 1.892 834.2 > 2201 s/d 200 kV Blok I Blok II B.924 38.200 VA P.738 3.758 9.993 5.460 5.455 24.883 173.883.050.095 1.029 94.963 867.358.646 2.318 179.992 134.200VA Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II 3.250.783 708.323.788.922 645.883.554.199.017 25.016 2.248.044 91.044.594 72.251.338.758.207 382.200 1.765 494.873 125.753.173.812.782.345 1.2 I.982 111.145.369 668.244 8.500 7.114 101.978.204 125.203 21.509.964.090 3.775.794.230 20.639 289 250 1.310 1.249.130 6.233.1 Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II Blok I Blok II >14 kVA s/d 200 kVA >200 kVA < 350 Jam > 350 Jam >30.230 165.983 34.405 41.891.665.788 63.727 100.300 VA 2.250 108.613.732.839.085 14.275 87.425 356.570 944.744.679.1 > 200 kVA Jumlah B 450 VA 900 VA 1.041.200VA >2.315.024.505 2.608.814.985 452.935.408 8.597.887 2.097.819 857.594 72.293 116.913 5.760.236 797.012.229.648 43.723.139.861.806.651 1.000 kVA Jumlah I 450 VA 900 VA 1.775 39.545.534.843 52.3 I.932.554.815.340.894.866 16.765.725 8.623.784 4.936.581.B.652.598 32.946 291.619 171.867 3.245 4.812.663 6.473.075.985 393.721.037.115 8.377.100 43.278.463 4.012 921.685.000 38.012 921.220.267 52.855 B.858 23.242.500 481.400 553.392.517 32.640 4.752.213 690.673.368 904.305 4.687.678.1 450 VA 900 VA 1.145 249.083.685.612 58.548 11.323.910 31.667 4.365 28.165.333 8.611.587 44.063 13.494.000 7.198 287.946 32.065.896 2.135.330.345 1.734.338.951 221.305 1.589.429 2.604 19.867 1.648 54.917 34.3 Jumlah P Jumlah Seluruh >200 kVA 4 17 14 113 262 30 14 453 429 318 274 193 515 7 1.282.198 1.395 31.728 1.200 447.166.288.111.3 I.958.860.118.292.894 122.370.225 26.916.159 99.252.975 21.200 1.841 14.480 5.721.016.795.378 1.027 1.584 317.149.878.604 192.860 96.118 7.583 15.127 262.200 VA >2.924.522.002 73.639 2.732 6.837 539 3.957.727.867 58.364.535.150.963 58.305 4.166 3.360.033 12.200VA I.161.587 44.250.732.569.436 3.173 2.896 1.652 47.808 2.2 P.071 42.300 312.4 P.150.108.337 384.043.863.973.213 286.736 38.561 2.358 20.552.418.824.320 707.380 11.207.795.162 516.224.976.644.982.111.210 175.484 54 23.673.666 8.537.415 340.900.551.323.300VA 2.911.273 6.197 3.266.828.333.891 35.

saya ucapkan terimakasih. saya mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr/I dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner ini. Hormat saya Husna Mahasiswa Program Pasca Sarjana Magister Sistem Energi Elektrik Universitas Gadjah Mada . Demikain atas kesediaan dan kerjasamanya.LAMPIRAN 8 KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat. sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya. Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mengenai PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN.

.. Pekerjaan Tetap 6..............…. Agama 8...............tahun : ...................... ......……………………………………......................................................... ( nama responden ) ........ Alamat : ......... : a.................................KUESIONER PENELITIAN PENGENDALIAN BEBAN YANG EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN 1............................... Jenis kelamin 7....................... Kawasan : .........……...... Nomor Pelanggan 4.... : ............ UP/UPJ PLN : . .................. ..... Yogyakarta.Pinggiran Perkotaan 12. : 1..........……………………………............ : ... Nama Pelanggan 2.... Oktober 2005 ................................... Laki – laki b...................................................... Umur 5...... 10............ Kabupaten/kota 11....... Perempuan : ... ...Perkotaan 2....……............................... : .................

..PETUNJUK PENGISIAN Mohon agar pertanyaan berikut diisi sesuai dengan sikap.000 b.. Pegawai Swasta e.sebutkan…………… 2.000 d. Microwave j. Lainnya.. 8.000 – Rp 700. 1300 VA d. tetapi tidak termasuk pengeluaran untuk kredit sperti: mobil...000 – Rp 500. c....000. UMUM 1. Mingguan d.. Bulanan c.000 – Rp 1000. Video CD d...Pengacara h... Apabila Bapak/Ibu/Sdr/I krang jelas..000 f.. Rp... Lainnya. Rp.. Tiga d..sebutkan…………… 4. Ibu Rumah Tangga b.000 – Rp 2. Satu b..... 300.. Harian b... 300.. Kepala keluarga b. 500.. 450 VA b. 7. Rice Cooker k...000 – Rp 1.... Rp.Lainnya .. SD b..sebutkan………….. Rp. TNI f..500.000 h.... Sarjana Muda/Diploma e. Tadio Tape f. Ibu Rumag Tangga c. Peralatan apa saja yang dimiliki keluarga Bapak/Ibu/Sdr/I saat ini ? ( boleh diisi lebih dari satu ) a. Wiraswasta g. Blender i.. Dosen/Pengajar 6. 2200 VA . barang electronik.. Komputer e..000 b....500. 9.... Status dalam keluarga ( Lingkari salah satu ) a.. > Rp 2..... Kulkas b... Pembantu Rumah tangga f... 500........500... Apa Pekerjaan Bapak/Ibu/Sdr/I sekarang? a... S2/S3 atau yang sederajat g.000 – Rp 700.000 f. jangan ragu bertanya terlebih dahulu. Berapa batas daya yang digunakan (R-1) a. Pegawai Negeri d.1000.000 h.. Anak d... 1... a.dll? a..500. Lainnya Sebutkan..000 – Rp 500... Rp. Rp. > Rp 2. Lainnya...... 1. pendapat. Rp.000 g..... Magic Jar h.700. Lainnya Sebutkan. Saudara e...... Televisi c. Bagaimana pola pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I ? a.Sebutkan.000 – Rp 1.. Sarjana ( S-1 ) f. < Rp 300..000......000 – Rp 1000.000 d...... Apakah Pendidikan Terakhir Bapak/Ibu/Sdr/I? a..000 e.. Rp... Dispencer g. Rp.. AC/ Kipas Angin l.Sebutkan.......000.000 g.000 e..1000. rumah... Profesional: Dokter... 900 VA c. Rp. SLTP c...000 – Rp 2........700....000 c.. Lainnya.000.. 5.. Terima kasih. Lainnya.. Berapakah Pengeluaran Keluarga perbulan untuk keperluan sehari – hari.. dua c. Dalam Satu bulan berap kira – kira berapa rupiah pendapatan tetap Bapak/Ibu/Sdr/I? a.000 c.. Q1. Berapa jumlah tanggungan keluarga ( Jumlah anggota kelurga yang tinggal serumah dan menikmati fasilitas listrik yang sama ). < Rp 300.sebutkan…………… 3. SMA atau yang sederajat d...dan perasaan Bapak/Ibu/Sdr/I dengan memberi tanda pada pilihan yang tersedia.

sebutkan……………………….000 – Rp 300. Informasi dikantor PLN B. Bayar langsung melaui Bank d. Brosur/Leflet e. Bayar langsung melaui Bank d. > Rp 1.000 – Rp 1.000 – Rp 100. Lainnya. Bayar Langsung ke loket tertentu b. < Rp 20.000 g.000 e.000. Bayar langsung melalui KUD .000 – Rp 500. Titip pada orang lain g. Murah b. Spanduk c. Kepada siapa Bapak/Ibu/Sdr/I membayar biaya teresebut Petugas PLN Kontraktor Pasang Baru Perubahan Daya 6.000 – Rp 50.000 h. Rp. 20. Biaya yang dikeluarkan untuk pasang baru atau perubahan daya( isi salah satu atau keduanya ) Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 3. Rp 300.000. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui tentang Harga Resmi? a. Mahal sekali 7.sebutkan 2. sebutkan………………………. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I yang dibayarkan biaya tersebut? Biaya Resmi 1 Biaya tidak resmi 2 jika memilih jawaban ke 2 silahkan lanjut ke Q3 5. Bayar langsung ke loket PLN ( tidak tentu ) c. Bayar melalui ATM f. Menurut Bapak/Ibu/Sdr/I Pasang Baru Rp Perubahan Daya Rp 4. Rp.000 b. Pemasangan baru atau rubah daya ( isi salah satu atau keduanya ) tanggal Bulan Tahun Daya Daya sebelummnya saat ini Pasang Baru Perubahan Daya Kategori perubahan daya tambah tahun kategori PB PD 2. Rp. Mahal d. Biaya Pemakain Listrik Perbulan a. 500.100. 3. Bayar langsung melalui KUD e.000 c. Wajar c. Biaya yang dibayarkan tersebut diatas ( lingkari salah satu sesuai dengan pendapat anda ) a. Lainnya. Rp. MENGENAI PEMASANGAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1. Lainnya.000 f. Petugas PLN Q3. d. Bayar Langsung ke loket terentu b. Metode pembayaran yang Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan : a.000 d. 50. Metode mana yang sebenarnya ingin Bapak/Ibu/Sdr/I gunakan untuk membayar listrik a. MENGENAI PEMBAYARAN LISTRIK DI TEMPAT ANDA 1.Q2.

………………………………… ………………………………………………………………………. Alasan menunggak. Ya b. sangat puas f. sangat tidak puas sekali b. sangat puas f. 5.. tidak puas d.. Tingkat KEPUASAN a.Mengenai pembacaan Meter Listrik.. Hal yang berkaitan dengan Rekening 1.... 2... Sebutkan.……………………………………….. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Sistem Pembayarn rekening ( on – line atau manual ) Pelayanan informasi tagihan dapat dilakukan melalui operator Periode pembayaran rekening listrik Jam pelayanan pembayaran rekening listrik Respon petugas terhadap keluhan ketidaksesuaian tagihan pada rekening Tempat pembayan yang mudah di jangkau Kenyamanan di tempat pembayaran rekening Tersedia nomer urut antrian a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a a a a a a a b b b b b b b c c c c c c c d d d d d d d e e e e e e e f f f f f f f f f f f f f f f ... Titip pada orang lain h. sebutkan………………………. 3.. No 1 2 3 4 5 6 7 Pertanyaan Penampilan petugas rapi dan bersih Sikap petugas sopan Petugas mencatat dengan akurat ( sesuai dengan yang tertera pada meteran ) Petugas mengisi data kartu di kartu meter pelanggan Pencatatan dilakukan secara rutin Respon Petugas terhadap kesalahan baca meter Petugas menggunakan alat meter elektronik ( alat baca meter yang langsung melakukan perhitungan rekening listrik a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f Tingkat KEPENTINGAN a b c d e f a b c d e f a a a a a b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f Q5. sangat tidak puas sekali b..... Tanggal berapa anda biasanya Bapak/Ibu/Sdr/I biasanya melakukan pembayaran rekening listrik? …………………………………………..e. Pemotongan langsung dari rekening Bank f. sangat puas sekali Q4. tidak puas d. Apakah Anda pernah menunggak? a.. puas e.... Berilah nilai pada beberapa peertanyaan berikut sesuai dengan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang Bapak/Ibu/Sdr/I rasakan. Bayar melalui ATM g. …. Sangat tidak puas c.... Sangat tidak puas c. sangat puas sekali Tingkat KEPENTINGAN a. tidak 4. Menurut anda periode pembayaran listrik sebaiknya dari kapan sampai kapan?……………………………………. Lainnya.... puas e.…………….

. Penyuluhan PLN ... Mengenai Pelayanan 123 1.... Radio d.... Spanduk c.. Apakah anda pernah mendengar Program hemat energi? a. Hal yang berkaitan dengan Gangguan listrik No 1 2 3 4 5 6 7 8 9... Petugas PLN e.. Informasi dikantor PLN B.. Lainnya. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah menghubungi 123 atau 290123? a. Hal yang berkaitan dengan pelayanan No 1 2 3 4 5 6 7 4 5 6 Pertanyaan Stabilitas tegangan Lama listrik padam Listrik sering padam Daya yang tersedia Dapat menggunakan listrik setiap kali membutuhkan ( tidak sering padam ) Kerapihan jaringan sekitar tempat tinggal anda Pemulihan kerusakan Keamanan jaringan sekitar tempat tinggal anda Kepedulian PLN terhadap kebutuhan pelanggan Kepedulian PLN terhadap lingkungan sekitar a a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f f f f f a a a a a a a a a a Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b b c c c c c c d d d d d d e e e e e e f f f f f f F f f f Q9..... Ya b. Ya b..selebaran/spanduk e.. Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I pernah mendengar layanan 123 atau 290123? a. Mengapa Bapak/Ibu/Sdr/I tidak menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… Q8. Apa tujuan Bapak/Ibu/Sdr/I menghubungi nomer tersebut? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………… 5....sebutkan. Pernah b. Darimana Bapak/Ibu/Sdr/I mengetahui nomer tersebut? a.Q6. Tidak 4.. Belum Pernah 2. Pertanyaan Pelayanan ganggaun mudah dihubungi Pelayanan gangguan terbuka 24 jam Petugas sangat ramah menerima laporan gangguan Petugas cepat merespon laporan gangguan Petugas dating melakukan cek dan perbaikan ke tempat terjadinya gangguan Petugas mencatat semua laporan ganngguan Petugas memperbaiki gangguan dengan cepat Jadwal pemadaman Sebab – sebab pemdaman a a a a a a a a a Tingkat KEPUASAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e Tingkat KEPENTINGAN b c d e b c d e b c d e b c d e b b b b b c c c c c d d d d d e e e e e f f f f f f f f f a a a a a a a a a f f f f f f f f f Q7..sebutkan………………… 3...... Surat kabar/majalah b. Brosur/Leflet d........ Lembaran Rekening Listrik g. d. Iklan Media ( Radio/Televisi ) f. Darimana anda memperoleh informasi tentang program tersebut? a. Lainnya. Televisi c... Tidak 2.. PEMAHAMAN DAN PERSEPSI TENTANG HEMAT ENERGI 1.

.. tidak pernah 6...................................................... Apakah Pendapat/komentar Anda kalau listrik sering padam? ………………………………………………………………………………………………... Lainnya. Bagus.... Tidak tau c...00 s/d 22. Apakah Anda mengetahui kalau pada waktu beban puncak ( 18.00 s/d 22.. a........ Apakah Anda Bersedia untuk menggunakan peralatan listrik pada waktu luar beban puncak ( 22. sebutkan............ dan pada Waktu luar beban puncak ( 22... Lainnya.. 12.. Tidak tentu e. 13.... alasan ………………………………………………………………………………………………………......00)? Bersedia...00 )........................... ……………………….. Tidak Mengikuti Himbauan tersebut c........ Mengikuti saran orang lain d......00 s/d 18...…………………………...... jam 06...................................Untuk menghemat rekening listrik ( biaya ) b. Radio d. ………………….. Apa pendapat anda tentang himbauan tersebut.... tahun ......... alasan..... b.......00 c.............................. ………………………………………………………………………............................... 10....00 b.... Buruk.... tentang ....... Surat kabar/majalah b...............00 s/d 22............ Apa alasan anda menggunakan pada jam tersebut? …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………..…….. Apakah anda pernah mendengar bahwa PLN mengalami krisis energi atau kekurangan pasokan listrik? a..........……………………………………………………………………………………………..........00) tariff nya murah? a....... 14.... Lainnya. ……………………………………………………………………………………………….................... Lainnya.............00 ) tarif listrik mahal.. belum 8..................... Penyuluhan PLN 7.............. sebutkan...........00 d........ ................ Darimana anda memperoleh informasi tentang hal terserbut? a.................. Tidak tau 4..... ……………………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………….................. Apakah anda mengerti mengerti maksud dan tujuan program tersebut? a....... jam 18............................... Mengikuti saran PLN c..………………… 15. anda sudah berusaha menghemat? a..... Apa alasan anda menghemat listrik? a.……..........................……………… ………………………………………………………………………………………….................... Tidak tau d... Sejak kapan anda mulai menghemat listrik? Bulan........... ……………………………………………………………………………………........ Sekarang sedang disosialisasikan agar menghemat energi waktu beban puncak ( 18... c......... Apakah selama ini dalam mengkonsumsi listrik........ b...3... Tau b.. 9... Bagaimana Pendapat anda tentang program hemat energi? a........ karena .... e. Sudah b....... 11...................... sebutkan ..... Mengikuti Himbauan tersebut b................ sebutkan .... Tidak tau 5....... ……………………………………………………………………………………………………………………….......... kadang – kadang c.............00 s/d 06.. selebaran/spanduk f............. jam 22....... karena .....……….. Televisi c...... …………………………………………………………………………………………………………………....00 s/d 18... Pernah b..................... Tidak bersedia........00 s/d 18...........…….......... Mengerti..... sebutkan ........ Saat Kapan anda banyak menggunakan peralatan listrik a................. Lainnya.....

.. Menurut Anda.. KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SETELAH MENGHEMAT ENERGI LISTRIK 1. tidak c... semata – mata untuk memenuhi kebutuhan b....…watt ……………..sebanyak……... 4... Jika Ya...Q10.. KONDISI DAN PERSEPSI PELANGGAN SEBELUM MENGHEMAT ENERGI LISTRIK Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan .. dengan Daya……….. Apa yang mendorong anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik tersebut? ( boleh lebih dari satu jawaban ) a..... Apakah peralatan yang anda gunakan tersebut tergolong peralatan yang hemat energi? a.sebanyak…….. tidak tau Peralatan yang mengkonsumsi listrik yang anda miliki dalam rangka penghematan Rata – rata Daya Jumlah Pemakaian No Jenis (Watt) ( Buah ) Per hari ( jam ) . buah................... Setelah menghemat listrik. Ya b.... sebutkan …………………………………………….. Ya b.. berupa apa? …………….. dengan Daya…… …watt 3. Q11.. buah.kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan .......... lainnya... apakah anda melakukan penambahan peralatan yang mengkonsumsi listrik yang lain? a.)Rp ………...…….) .. Tidak 2. merasa lebih nyaman c....

................... Apa Pendapat anda mengenai hemat energi? ...................... Apakah Bapak/Ibu/Sdr/I Puas dengan pelayan yang diberikan oleh PLN selam ini? Kalau Iya.... Dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah penghematan.....................…………………………………………………………………………………….... 4............... Seberapa pentingkah Listrik bagi anda? …………………………...............................)Rp …………….............................. ......................................................................... sebutkan......…………………………………….kWh Jumlah tagihan rekening rata – rata per bulan ( bulan ........ Lainnya...................... EFEK PENGHEMATAN 1.............................................................................. berusaha lebih hemat b....... Sebutkan.................... ………………………………………………………………......... Kalau tidak........... bagaimana prilaku anda dalam pemakaian peralatan rumah tangga Yang lain ? a...................... sebutkan……………………… 2......................…… ………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………….................... …………………………....................... Q12... ……………………………………………………………… 5........ justru lebih boros c.... 3............... Dengan cara apa anda menghemat energi listrik? ... .. .............................Jumlah pemakaian kWh rata – rata perbulan ( bulan .................... sama saja d.............…………………………………………………………………………… …………........) ................................... ………………………………………………………………......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times