Anda di halaman 1dari 5

KONSERVASI KIMIAWI

PENDAHULUAN

TANAH

DAN

AIR

SECARA

Konservasi tanah dan konservasi air selalu berjalan beriringan dimana saat melakukan tindakan konservasi tanah juga di lakukan tindakan konservasi air, Setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan tempat-tempat hilirnya. Oleh karena itu maka konservasi tanah dan konservasi air merupakan dua hal yang berhubungan erat. Tanah termasuk dalam kelompok sumberdaya sebagai masukan proses produksi, karena tanah tidak dapat langsung dikonsumsi. Oleh karena itu, tanah harus dikelola dengan baik supaya memberikan masukan yang optimal. Sebagai masukan proses produksi pertanian, bahan organic akan sangat menentukan tingkat kesuburan tanah dimana semakin banyak tanah mengandung bahan organic akan semakin tinggi kualitas kesuburannya. Agar tanah tetap subur secara berkelanjutan, maka perlu ada usaha konservasi tanah

METODE KONSERVASI TANAH


Tanah relative mudah mengalami kerusakan atau degradasi. Kerusakan tanah dapat terjadi antara lain oleh: Kehilangan unsur hara dan bahan organic dari daerah perakaran. Terkumpulnya garam di daerah perakaran. Terkumpulnya unsur atau senyawa yang merupakan racun bagi tanaman penjenuhan tanah oleh air. Erosi

Kerusajan tanah yang diakibattkan oleh satu atau lebih proses tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman atau menghasilkan barang atau jasa. Konservasi tanah diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Oleh karena itu, masalah konservasi tanah adalah masalah menjaga agar struktur tanah tidak terdispersi, mengatur kekuatan gerak dan jumlah aliran permukaan. Ada 3 cara pendekatan dalam konservasi tanah, yaitu: 1. Menutup tanah dengan tumbuh-tumbuhan / tanaman atau sisasisanya agar terlindung dari daya perusak butir-butir hujan yang jatuh.

2. Memperbaiki keadaan tanah agar tahan terhadap penghancuran agregat dan pengangkutan, serta lebih besar dayanya untuk menyerap air di permukaan tanah. 3. Mengatur aliran air permukaan agar mengalir dengan kecepatan yang tidak merusak dan memperbesar jumlah air yang terinfiltrasi ke dalam tanah. Berdasarkan keadaan diatas, ada beberapa metode konservasi tanah yang dapat dibagi menjadi tiga golongan utama, yaitu vegetative/biologi, mekanik/fisik, dan kimia.

METODE KONSERVASI SECARA KIMIA


Secara kimia dalam konservasi tanah maksudnya adalah pemanfaatan bahan pemantap tanah (soil conditioner) dalam hal memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi. Pemakaian bahan ini sebaiknya terbatas untuk keadaan-keadaann yang sangat perlu atau sangat mendesak, karena harganya yang mahal. Namun demikian, hasil dari pengguunaannya memang sangat positif untuk memperbaiki kemantapan atau kestabilan struktur tanah. Bahan kimia ini pertamakali digunakan oleh Van Bavel (1950) antara lain yaitu campuran dimethyl dichlorosilane dan methyl trichlorosilane yang disebut MCS. Dalam tahun 1952 Monsato Chemical Coompany mengumumkan pembubatan bahan pemantap tanah ini dengan merek dagang Krilium. Berbagai bahan kimia yang dikembangkann untuk memperbaiki struktur tanah dikelompokkan sebagai berikut: 1) Polymer tak terionisasi: Poly Vinyl Alcohol (PVA) 2) Polyanion: a. Poly Vinyl Acitate (PVA) b. Poly Acrylic Acid (PAA) c. Vinyl Acetate Malcic Acidcopolymer (VAMA) 3) Polycation: Dimethyl Amino Ethyl Metacrylate (DAEMA) 4) Dipole Polymer: Polyacrylamide (PAM) 5) Emulsi bitumen Dari berbagai macam bahan pemantap tanah di atas yang paling murah harganya adalah emulsi. Karena bahan ini sangat cocok digunakan pada tanah yang mudah mengeras dan bisa mengurangi penguapan air.

Adapun cara penggunaannya harus dicampur dulu dengan air dalam perbandingan 1:3 baru kemudian dicampur dengan tanah. Ada beberapa cara dalam penggunaan bahan pemantap tanah, yaitu: a. Dicampurkan, artinya bahan kimia yang berupa emulsi atau bahan larutan dicampur dulu dengan air, dengan perbandingan tertentu kemudian disemprottkan ke permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul. b. Disemprotkan ke permukaan tanah tanpa ada pengadukan/pengolahan tanah. c. Pemakaian setempat, artinya bahan kimia diberikan pada tempat-tempat tertentu yang akan ditanami tanaman saja. Hal ini sering digunakan untuk menanam tanaman tahunan.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN


Kelebihan konservasi kimia: o o o Banyak perlakuan agar dapat didayagunakan dengan efektif untuk lahan baru. Pada waktu penyiapan lahan tersebut telah banyak unsur- unsur hara yang terangkat, sehingga diperlukan pasokan unsur hara tambahan. Pengerjaan lahan tersebut menjadi lahan yang siap karena penambahan bahan kimia,sehingga tanah menjadi lebih subur.

Kekurangan konservasi secara kimia: o o Teknik konservasi dengan kimiawi jarang digunakan petani karena keterbatasan modal Sebagian tanah yang sensitif terhadap bahan kimia.

KESIMPULAN
Teknik konservasi secara kimiawi adalah setiap penggunaan bahan-bahan kimia baik organik maupun anorganik. Konservasi tanah dan air secara Kimia, dengan menggunakan soil conditioner dan bahan kimia lainnya seperti polimer tak terionisasi Polyvinyl alcohol (PVA), Polyanion, dan bitumen.

KONSERVASI TANAH DAN AIR SECARA KIMIAWI

Disusun oleh: M. Hafis Adli R. Reza Roseno R. Galih Windu P. 105060100111020 105060100111057 105060107111031

JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA