Anda di halaman 1dari 18

ANALISA DIRI PERAWAT

NURLINA,S.ST,M.Kes

Pengertian
Analisa diri perawat adalah kemampuan perawat dalam menilai aspel-aspek yang dimiliki di

dalam dirinya agar dapat melakukan kemampuan diri secara terapeutik kepada klien. Fokus analisa diri yang penting adalah kesadaran diri, klarifikasi nilai, eksplorasi perasaan, kemampuan menjadi model, altruisme dan rasa tanggung jawab. Khususnya dalam berhubungan dengan klien anak, perawat perlu mengkaji pengalaman masa kanak-kanaknya karena dapat mempengaruhi interaksi. Dengan mengetahui sifat diri sendiri diharapkan perawat dapat memakai dirinya secara terapeutik untuk menolong klien tanpa merusak integritas diri.

A.Kesadaran Diri

Sblm menilai org lain, akan lbh adil jika kita menengok diri sendiri spt apa diri kita baik sbg perawat maupun sbg diri sendiri.Dlm konteks brhubungan dgn org lain maupun klien, akan lbh baik kt mmpersiapkan diri trlebih dahulu mll analisis diri sendiri shg kita bs bradaptasi dgn lingkungan mrk. Kesadaran diri mrp prasyarat sblm melakukan komunikasi terapeutik dgn klien. Kesadaran diri bs diartikan sbg kemampuan seseorg u/ memahami diri sendiri baik perilaku,perasaan maupun pkirannya sendiri. Kesadaran diri & perkembangan diri perawat perlu ditingkatkan agar penggunaan diri sec terapeutik dpt lbh efektif. Perawat perlu menjawab pertanyaan siapa saya. Perawat harus dapat mengkaji perasaan, reaksi dan perilakunya secara pribadi maupun sebagai pemberi perawatan. Kesadaran diri akan membuat perawat menerima perbedaan dan keunikan klien.

Campbell (1980) mendefenisikan kesadaran diri menurut model keperawatan secara holistik meliputi : Komponen psikologi Termasuk pengetahuan, emosi, motivasi, konsep diri dan personaliti. Komponen fisik Adalah pengetahuan tentang fisiologi personal dan umum, juga termasuk sensasi tubuh, gambaran diri dan potensial fisik. Komponen lingkungan Berisi tentang lingkungan sosiokultural, hubungan dengan orang lain, dan pengetahuan tentang hubungan antara manusia dan alam. Komponen filosopi Adalah perasaan tentang makna kehidupan. Pilosopi diri berupa tentang kehidupan dan kematian baik yang disadari maupun tidak disadaritermasuk kemampuan superior, tetapi juga meliputi tanggung jawab terhadap perilaku baik secara etik dan nyata.

Seorang Perawat perlu menyadari tentang siapa dirinya atau kesadaran diri, di mana pada tingkatan ini diperlukan komunikasi

intrapersonal. Untuk menuju kesadaran diri diperlukan: mempelajari diri sendiri, belajar dari orang lain, dan membuka diri secara tidak langsung akan mendorong seseorang untuk melakukan komunikasi dengan orang lain/ komunikasi interpersonal. Untuk meningkatkan kesadaran diri perlu dipahami tentang teori jendela Johari.

Johari Window menggambarkan tentang

perilaku, pikiran, perasaan seseorang melalui gambar berikut :


1 2

Diketahui oleh diri sendiri dan orang lain 3


Hanya diketahui oleh diri sendiri

Hanya diketahui oleh orang lain 4


Tidak diketahui oleh siapapun

Ada 3 prinsip yang dapat diambil dari Johari Window yaitu : Perubahan satu kuadran akan mempengaruhi kuadran yang lain. Jika kuadran 1 yang paling kecil, berarti komunikasinya buruk atau kesadaran dirinya kurang. Kuadran 1 paling besar pada individu yang mempunyai kesadaran diri yang tinggi.

Kesadaran diri dapat ditingkatkan melalui tiga cara (Stuart dan Sundeen) : Mempelajari diri sendiri. Proses eksplorasi diri sendiri, tentang pikiran, perasaan, perilaku, termasuk pengalaman yang menyenangkan, hubungan hubungan interpersonal dan kebutuhan pribadi. Caranya meningkatkan pengetahuan diri, diperlukan dengan belajar tentang diri sendiri. Belajar dari orang lain. Belajar dan mendengar orang lain. Pengetahuan tentang diri tidak bisa diketahui oleh diri sendiri. Juga berhubungan dengan orang lain, individu mempelajari diri sendiri, juga belajar untuk mendengar secara aktif dan terbuka menerima umpan balik dari orang lain. Kesediaan dan keterbukaan menerima umpan balik orang lain akan meningkatkan pengetahuan tentang diri sendiri. Membuka diri. Keterbukaan merupakan salah satu kriteria kepribadian yang sehat. Untuk ini harus ada teman intim yang dapat dipercaya tempat menceritakan hal yang merupakan rahasia. Proses peningkatan kesadaran diri sering menyakitkan dan tidak mudah khususnya jika ditemukan konflik dengan ideal diri. Tetapi merupakan tantangan untuk berubah dan tumbuh.

Mengetahui Tipologi Kepribadian


1.

Tipologi C.G.Jung a. Introvert Tipe di mana seorg yg minatnya lbh mengarah ke dlm pikiran & pengalamannya sendiri. Tindakannya lbh dipengaruhhi o/ dunia dlm diri sendiri. Introvert bersifat tertutup,suka memikirkan diri sendiri, tdk trpengaruh pujian,byk fantasi,tdk tahan kritik,mdh trsinggung,menaham ekspresi emosinya,sukar brgaul,sukar dimengerti org lain,suka mmbesarkan kesalahnnya,serta analisis & kritik diri sendiri mnjd buah pikirannya. b.Ekstrovert Tipe yg dipengaruhi o/ dunia luar. Extrovert brsifat trbuka,lincah dlm prgaulan,riang,ramah,mudah brhubungan dg org lain,melihat realitas & keharusan,kebal trhdp kritik,ekspresi emosinya spontan,tdk bgt merasa kegagalan serta tdk byk mengadakan analisis & kritik diri sendiri. c. Ambivert Tipe yg memiliki kedua tipe dasar shg sulit u/ memasukkan ke dlm salah satu tipe.

2. Tipologi G.Heymen a. Tipe Emosionalitas Emosional, mudah trgoyah o/ persaan shg mudah brtindak Tdk emosional, perasaan sdkt yg artinya tdk mudah trgoyah o/ perasaan org lain shg tdk mudah brgerak. b. Tipe aktivitas Aktif, dgn dorongan a/ motif yg lemah sdh dpt trgerak u/ brtindak Tdk aktif, dgn dorongan a/ motif yg kuat blm dpt trgerak u/ brtindak

c. Tipe akibat perasaan Primer, respon & afek hanya bekerja apabila berada pd pusat kesadaran & pemikiran.Sifatnya : byk brgerak,krg tekun,tdk tabah,suasana hati brubahubah,daya ingatan kurang,mghamburkan uang,tdk cermat,tdk brprinsip & pendpt brlawanan dgn tindakan. Sekunder, respon & afek msh tetap brtahan, masa lampau tetap brpengaruh trhdp masa kini, pikiran, perasaan & kehendaknya. Sifatnya : tenang,tekun,suasana hati tetap,bijaksana,ingatan bak,dpt menabung,suka mmbantu,menaruh kasihan,dpt dipercaya,memiliki pendirian yg tetap,brkeyakinan,konsekuen & konservatif.

B. Klarifikasi Nilai
Perawat harus mampu menjawab, apa yang penting untuk saya?

Kesadaran membantu perawat untuk sayang dan tidak menjauhi pasien dan membantu sesuai dengan kebutuhannya. Walaupun hubungan perawat klien merupakan hubungan timbal balik, tetapi kebutuhan klien selalu di utamakan. Perawat sebaiknya mempunyai sumber kepuasan dan rasa aman yang cukup, sehingga tidak menggunakan klien untuk kepuasan dan keamanannya. Jika perawat mempunyai konflik, ketidakpuasan, sebaiknya perawat menyadari dan mengklarifikasi agar tidak mempengaruhi keberhasilan hubungan perawat klien. Dengan menyadari sistem nilai yang dimiliki perawat, misalnya kepercayaan, seksual, ikatan keluarga, perawat akan siap mengidentifikasi situasi yang bertentangan dengan sistem nilai yang dimiliki.

C.Eksplorasi Perasaan
Penggunaan diri sec terapeutik memerlukan strategi yg optimal

agar mndptkan data dr klien yg akurat dlm rangka memberikan asuhan keperawatan. Salah satu strategi u/ hal tsb ad/ mmbebaskan diri dr rasa kecemasan saat akan a/ sesudah melaksanakan prtemuan d klien dg cara mgkaji a/ menggali perasaan-perasaan yg timbul sblm & sesdh brinteraksi dg org lain. Saat brtemu dg klien, orientasi komunikasi hanya satu yaitu komunikasi terapeutik diperlukan persiapan yg matang mll eksplorasi perasaan dgn menyadari responnya & mengontrol penampilan. Bagi perawat, eksplorasi perasaan merupakan hal yang perlu dilakukan agar perawat terbuka dan sadar terhadap perasaannya sehingga dia dapat mengontrol perasaanya agar ia dapat menggunakan dirinya secara terapeutik

D. Kemampuan Menjadi Model (Role Model)


Peningkatan sbh performa mrp sarana u/ meningkatkan jati diri dlm

rangka mmbentuk identitas pribadi shg seorg trbawa pd irama & gaya seseorg. Seorg perawat hrs sadar bhw apa yg ia lakukan sll mnjd sorotan & teladan bg klien & klg shg perawat hrs mampu mnjaga image tsb. Seorg perawat hrs sadar & mampu mngatur dirinya sendiri dlm brpenampilan maupun brprilaku agar klien & kl merasa trkesan dgn penampilannya. Perawat sbg model brarti bgm perawat mmberikan contoh yg bik dlm stp tindakan keperawatan mll perilaku & sikap yg dpt diteladani. Perawat hrs tetap mnjaga performa jati diri perawat saat mnjalani profesinya walaupun dlm hatinya marah akibat konflik yg menyelimuti hatinya perawat hrs mampu memisahkan diri antara kehidupan pribadi dgn kehidupan profesional yg sdg dijalani.

E.Altruisme
Menurut Taylor (1997) Altruisme merupakan

kepedulian perawat terhadap kesejahteraan orang lain.Altruisme bisa dimaknai juga sbg panggilan jiwa atas keadaan yg mmbutuhkan pertolongan tanpa memandang dari sisi manapun kecuali dari sisi humanistik. Perawat selalu hadir saat diperlukan klien shg dlm memberikan yan-kep perawat melakukan dgn sungguh-sungguh & penuh perhatian.Altruisme tumbuh dlm diri perawat krn dlm jiwanya trtanamnilai-nilai esensial dari jati diri perawat yg profesional dg payung kode etik keperawatan.

F. Etik dan Tanggung Jawab

Keyakinan diri pada seseorang dan masyarakat dapat memberikan berupa kesadaran akan petunjuk untuk melakukan tindakan. Kode untuk perawat umumnya menampilkan penguatan nilai hubungan perawat-klien dan tanggung jawab dan pemberian pelayanan yang merupakan rujukan untuk semua perawat dalam memberikan penguatan untuk kesejahteraan pasien dan tanggung jawab sosial. Pilihan etik bertanggung jawab dalam menentukan pertanggung jawaban, risiko, komitmen dan keadilan. Hubungan perawat dengan etik adalah kebutuhan akan tanggung jawab untuk merubah perilaku. Dimana harus diketahui batasan dan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Juga dilakukan oleh anggota tim kesehatan, perawat yang setiap waktu siap untuk menggali pengetahuan dan kemampuan dalam menolong orang lain; sumbersumber yang digunakan guna dipertanggung jawabkan.

Sebutkan 10 hal positif dari diri kita, teman di samping akan menyebutkan 10 hal positif kita menurut dia dan dicocokkan dengan apa yang

kita tulis tadi. Kalo sama, dikasi tanda bintang. Dan kalo beda, dituliskan sebagai tambahan. Jawab pertanyaan berikut : 1. Apa pencapaian pribadi saat ini? 2. Apa pencapaian keluarga saat ini? 3. Apa yang ingin dilakukan setelah 60 tahun? 4. Sebutkan 3 hal positif yang dimiliki. 5. Apa yang dicita-citakan sehingga harus bekerja keras? 6. Apa motto pribadi?