Anda di halaman 1dari 21

ON TARGET

UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG JURUSAN MANAJEMEN

Sistem Informasi Akuntansi

SISTEM PENGENDALIAN INTERN


HERONIMUS ERI NIM. 2009120021

Email : heronimuseri@ymail.com

ON TARGET

DEFINISI SISTEM PENGENDALIAN INTERN Sistem Pengendalian Intern


Meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Dari definisi tersebut Sistem Pengendalian Intern lebih menekankan tujuan yang hendak dicapai, dan bukan pada unsurunsur yang membentuk sistem tersebut.

Dan pengertian pengendalian intern tersebut di atas berlaku baik dalam perusahaan yang mengolah informasinya secara manual, dengan mesin pembukuan, maupun dengan komputer.

ON TARGET

TUJUAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN PEMBAGIAN SISTEM TERSEBUT MENURUT TUJUANNYA
Menjaga Kekayaan organisasi Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

Tujuan Pengendalian Intern Akuntansi

Tujuan Pokok Sistem Pengendalian Intern

Mendorong efisiensi

Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Tujuan Pengendalian Intern Administratif

ON TARGET

Unsur Pokok Sistem Pengendalian Intern


Praktik Yang Sehat

Karyawan Yang Mutunya sesuai dengan Tanggung Jawab

Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan Organisasi Yang Memisahkan Tanggung Jawab dan Wewenang Secara Tegas

ON TARGET

Struktur Organisasi Yang Memisahkan Tanggung Jawab Fungsional Secara Tegas

Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini :
Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi. Suatu fungsi tidak boleh di beri tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi.

ON TARGET

Struktur Sistem Otorisasi dan Prosuder pencatatan

Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, hutang, pendapatan dan biaya.
Prosedur pencatatan yang baik akan menjamin data yang direkam dalam formulir dicatat dalam catatan akuntansi dengan tingkat ketelitian dan keandalannya (reliability) yang tinggi. Dengan demikian sistem otorisasi akan menjamin dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya, sehingga akan menjadi masukan yang dapat dipercaya bagi proses akuntansi. Prosedur pencatatan yang baik akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, dan biaya suatu organisasi.

ON TARGET

Praktik Yang Sehat Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Setiap Unit Organisasi

Adapun Cara-cara yang umumnya di tempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktik yang sehat adalah :
Penggunaan Pemeriksaan formulir bernomor mendadak urut tercetak yang (Surprised Audit). pemakaiannya harus dipertanggug jawabkan oleh yang berwenang.
Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain. Perputaran jabatan (Job Rotation)

ON TARGET

Praktik Yang Sehat Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Setiap Unit Organisasi

Adapun Cara-cara yang umumnya di tempuh oleh perusahaan dalam menciptakan praktik yang sehat adalah :
Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak. Secara periodek diadakan pencocokan fisik karyawan dengan cacatannya. Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektivitas unsurunsur sistem pengendalian intern yang lain.

ON TARGET

Karyawan Yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawab

Untuk mendapatkan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya, berbagai cara berikut ini dapat ditempuh :
Seleksi Calon Karyawan berdasarkan persyaratan yang di tuntut oleh pekerjaannya. Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan, sesua i dengan tuntutan perkembangan pekerjaannya.

ON TARGET

Sistem Pengendalian Intern

LINGKUNGAN PENGENDALIAN CONTROL ENVIRONMENT

ON TARGET

Efektivitas pengendalian intern dalam suatu perusahaan dipengaruhi oleh lingkungan pengendalian intern. Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan para pemilik dan manajer perusahaan mengenai pentingnya pengendalian intern perusahaan . Efektivitas unsur pengendalian intern sangat ditentukan oleh atmosfer yang diciptakan lingkungan pengendalian. Lingkungan pengendalian memiliki empat unsur :
FILOSOFI DAN GAYA OPERASI BERFUNGSINYA DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE PEMERIKSA METODE PENGENDALIAN MANAJEMEN KESADARAN PENGENDALIAN

ON TARGET

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGENDALIAN AKUNTANSI ?

Tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengoperasikan pengendalian intern akuntansi yang baik dalam perusahaan adalah terletak di tangan manajemen puncak, karena di pundak merekalah tanggung jawab atas pengelolahan dana yang dipercayakan oleh pemilik perusahaan terletak.

ON TARGET

KONSEP YANG SALAH MENGENAI SISTEM PENGENDALIAN INTERN


Manajemen puncak seringkali mempunyai konsep yang salah mengenai sistem pengendalian intern Konsep yang salah tersebut meliputi (1) Sistem pengendalian intern dikira merupakan tanggung jawab direktur keuangan saja, sehingga direksi umumnya menyerahkan pengembangannya kepada direktur keuangan, tanpa dukungan penuh dari anggota direksi yang lain. (2) Manajemen puncak memiliki persepsi bahwa sistem pengendalian intern dapat menggantikan kekurang-ahliannya dalam mengelolah perusahaan. (3) Sistem pengendalian intern seringkali disamakan dengan unit organisasi yang disebut dengan satuan pengawas intern dalam perusahaan.

ON TARGET

PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI DALAM LINGKUNGAN PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK


Sistem pengendalian intern dalam perusahaan yang menggunakan manual system dalam akuntansinya lebih dititikberatkan pada orang yang melaksanakan sistem tersebut, atau dengan kata lain lebih berorientasi pada orang (people-oriented system). Jika komputer digunakan sebagai alat bantu pengolahan data, akan terjadi pergeseran dari sistem yang berorientasi pada orang ke sistem yang berorientasi pada komputer (Computer-Oriented system). Pengendalian intern akuntansi dalam lingkungan pengolahan data eletronik dibagi menjadi PENGENDALIAN UMUM (GENERAL CONTROL)

PENGENDALIAN APLIAKSI (APPLICATION CONTROL)

ON TARGET

PENGENDALIAN UMUM (GENERAL CONTROL)


ORGANISASI

PENGENDALIAN TERHADAP SISTEM DAN PROGRAM

PENGENDALIAN TERHADAP FASILITAS PENGOLAHAN DATA

ON TARGET

PENGENDALIAN APLIKASI (Application Control)


Berbeda dengan pengendalian umum seperti yang telah diuraikan di atas, pengendalian apliaksi dirancang untuk memenuhi persyaratan pengendalian khusus setiap aplikasi

PENGENDALIAN PREVENTIF
PENGENDALIAN DETEKTIF

ON TARGET

BAGIAN GUDANG
Mulai
Membuat Surat Permintaan Pembelian

6
Laporan Penerimaan Barang

Surat Permintaan Pembelian

1 2
Kartu Gudang

BAGIAN PEMBELIAN
1 Surat 1 Permintaan Pembelian
Membuat Surat Order Pembelian

5 Laporan 1 Penerimaan Pembelian

Dari Pemasok Faktur

Membandingkan

4 2 3

Mengirim Faktur LPB

1 Surat Order Pembelian


1 Dikirim ke pamasok

1 A

Faktur

BAGIAN PENERIMAAN
2

Surat Order 2 Pembelian Menerima Barang dari Pemasok

SOP 4 3 2 Laporan 1 Penerimaan Barang 4 5 6

Membuat Laporan Penerimaan Barang

BAGIAN UTANG
3 Surat Order Pembelian 4 Laporan Penerimaan Barang 7

Faktur

LPB
Membandingkan

4 3

SOP Faktur

Membuat bukti kas keluar

Bukti Kas keluar Register Bukti Kas keluar

T 8

BAGIAN KARTU PERSEDIAAN


8

Bukti kas Keluar

Kartu Persediaan

SELESAI