Anda di halaman 1dari 5

D I S U S U N OLEH : AMELIA HERMALA NIM 709220003 NIM 709520007

YUNING SUCIANOTISA NIM 709220067

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu instansi, komputer merupakan sarana dalam menciptakan dan mengembangkan suatu sistem informasi handal. Oleh karena itu setiap orang harus mampu mengikuti arus informasi yang berkembang di dunia teknologi ini. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Informasi yang berkualitas ini akan memudahkan user dalam mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan bernilai strategis. Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia tidak akan dapat melanjutkan kehidupannya. Hal ini berlaku juga di dalam sebuah perusahaan, bagaimana peran informasi yang sangat besar dalam mendukung kelangsungan perusahaan. Akibat ketiadaan atau kekurangan informasi dalam waktu tertentu, perusahaan akan mengalami ketidakmampuan dalam mengelola dan mengontrol sumber daya secara terpadu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan bersaing dengan para pesaingnya. Salah satu upaya untuk memperkuat Sistem Manajemen Informasi suatu organisasi adalah bagaimana membangun dan mengelola sistem telokomunikasi dan jaringannya. Hal ini menjadi sangat urgen bagi perusahaan yang ingin bersaing dalam area global terkait dengan proses pengembangan bisnis dan pemasarannya. Perkembangan teknologi dalam pemasaran seperti menggunakan sarana e-commerce dan e-business ternyata menuntut perusahaan untuk dapat menciptakan sistem telekomunikasi dan jaringan yang memadai dari sisi teknologi yang dipakai, ruang lingkup jaringan yang digunakan, dan kesiapan sumber daya yang mendukungnya. Banyak perusahaan yang gagal dalam membangun sistem telekomunikasi dan jaringannya bukan disebabkan ketidakmampuan dalam mimilih sistem yang dipakai atau kekurangan sarana pendukung, tetapi ketidakmampuan dalam mengelola sistem tersebut yang sudah dimiliki. Lemahnya dukungan dari pemimpin, ketiadaan SDM yang mengelola sistem tersebut, serta ketergantungan yang begitu besar terhadap pihak ketiga yang dianggap ahli dalam mengelola sistem tersebut apabila proses pembangunannya diserahkan kepada pihak eksternal. Apalagi investasi dalam membangun dan mengelola sistem ini cukup mahal, terutama untuk perusahaan kecilmenengah yang ingin mengembangkan usahanya lebih progresif. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan sarana teknologi ini secara optimal dengan melibatkan seluruh elemen perusahaan termasuk para stakeholdersnya. A. MODEL JARINGAN KOMUNIKASI Secara umum terdapat lima komponen dasar dalam jaringan telekomunikasi, yaitu: a. Terminal, merupakan alat input/output yang menggunakan jaringan telekomunikasi untuk mengirim atau menerima data. b. Prosesor telekomunikasi, merupakan seperangkat perlatan yang mendukung dan menerima data antara terminal dan komputer. Peralatan ini meliputi modem, switch, dan router. c. Saluran komunikasi, merupakan kombinasi dari beberapa media, seperti kawat baja, kabel koaksial, atau kabel serat optik, atau menggunakan sistem nirkabel seperti gelombang pendek, satelit komunikasi, radio, dan sistem selular untuk saling menghubungkan komponen yang lain dalam jaringan telekomunikasi.

d. Komputer, merupakan sarana utama untuk melakukan tugas pemrosesan informasi. e. Software pengendalian telekomunikasi, merupakan kumpulan program yang mengendalikan aktivitas komunikasi dan mengelola fungsi jaringan telekomunikasi. B. JENIS-JENIS JARINGAN KOMUNIKASI a. Wide Area Network (WAN) WAN merupakan jaringan telekomunikasi yang mencakup area geografis yang luas (Obrien, 2011). WAN dapat menghubungkan banyak Local Area Network (LAN) dalam satu jaringan yang terpadu (Tanenbaum, 1996). Jaringan yang mencakup area kota yang luas atau metropolitan dapat juga termasuk dalam kategori ini. WAN banyak digunakan oleh banyak perusahaan multinasional dalam mengirim dan menerima informasi antarkaryawan, pelanggan, pemasok, dan organisasi lainnya di berbagai kota, wilayah, negara di dunia ini.

Keuntungan WAN : - Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang. - Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat. - Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat. - Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan. b. Local Area Network (LAN) LAN merupakan jaringan telekomunikasi yang menghubungkan komputer dan alat pemrosesan lainnya pada area fisik yang terbatas, misalnya kantor, ruang kelas, gedung, pabrik manufaktur, atau tempat kerja lainnya (OBrien, 2011). LAN menggunakan berbagai media telekomunikasi, seperti kabel telepon, kabel koaksial, atau bahkan radio nirkabel dan sistem inframerah, untuk saling menghubungkan tempat kerja mikrokomputer dengan periferal komputer.

Keuntngan Jaringan LAN : - Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing). - Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing). - File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin. - File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol. - Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat. - Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali. - Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat. - Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem. c. Metropolitan Area Network (MAN) MAN (Metropolitan Area Network) pada prinsipnya sama dengan LAN, hanya saja ukuran jaringannya lebih besar dibandingkan dengan LAN. Jarak yang ditempuh oleh MAN ini berkisar antara 10-50 Km. MAN sangat cocok diterapkan untuk membangun jaringan antarkantor yang letaknya berdekatan dengan kota yang sama.

C. MEDIA TELEKOMUNIKASI Menurut OBrien, bahwa media telekomunikasi mencakup twisted pair wair, coaxial cable, dan fiber optic cable, yang kesemuanya tersebut secara fisik menghubungkan alat-alat di dalam jaringan. a. Twisted pair wair, adalah media telekomunikasi yang paling banyak digunakan. Hal ini dikarenakan kabel ini digunakan untuk jaringan komunikasi di seluruh dunia baik untuk mengirim suara mapun data. Kabel ini dibungkus dan dilindungi dalam berbagai bentuk dan digunakan secara meluas dalam sistem telepon rumah dan kantor, serta di banyak LAN dan WAN. b. Coaxial cable, merupakan kabel jaringan telekomunikasi yang terdiri dari kabel aluminium atau tembaga yang kuat dan dibungkus dengan pembatas yang berfungsi sebagai insulator dan pelindung. Insulasi dan pelindung meminimalkan gangguan dalam kabel besar agar mudah dipasang. Kabel ini juga digunakan di banyak gedung perkantoran dan tempat kerja lainnya untuk LAN. c. Fiber optic cable, merupakan media telekomunikasi yang menggunakan kabel terdiri dari satu atau beberapa kawat pijar yang setipis rambut dari serat kaca yang dibungkus dengan jaket pelindung. Fiber optic cable dapat menghasilkan photon yang dihasilkan oleh sinar laser dengan tingkat transmisi hingga triliunan byte per detik. Ini sekitar ratusan kali lebih besasr daripada coaxial cable dan ribuan kali lebih baik daripada twisted pair wair. Kabel ini tidak terpengaruh oleh dan tidak menghasilkan radiasi elektromagnetik. Kemudian kabel ini tidak perlu melakukan pengulangan transmisi, seperti media kabel tembaga. Fiber optic cable juga memiliki tingkat kesalahan data yang lebih rendah daripada media lainnya dan lebih sulit disadap daripada kabel elektrik.