Anda di halaman 1dari 8

TANGGAPAN WARGA PALARAN TERHADAP PEMANASAN GLOBAL

Oleh: Ismail Mochtar, Ari Ryan Anggara

( 8 Halaman )

Daftar Isi:

Cover .. 1 Daftar Isi... 2 BAB 1 Pendahuluan. 3 BAB 2 Landasan Teori. 3 BAB 3 Proses Penelitian.. 5 BAB 4 Hasil Penelitian. 6 BAB 5 Pembahasan.. 7 BAB 6 Kesimpulan Dan Hasil.. 7

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sudah beberapa tahun ini, kita banyak mendengar dan melihat berbagai kampanye tentang perubahan iklim akibat pemanasan global. Bukan hanya di Negara kita saja, hampir seluruh dunia telah menyadari akan akibat dari pemanasan global ini. Mulai dari kenaikan suhu atmosfer, iklim yang berubah, hingga ancaman tenggelamnya beberapa pulau dalam waktu puluhan tahun lagi. Meskipun sosialisasi dan program-program untuk mengurangi pemanasan global seperti mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, konversi minyak tanah-elpiji, serta daur ulang sampah sudah dicanangkan ke seluruh Indonesia, namun ternyata tidak banyak orang yang menanggapi ajakan tersebut. Bagaimana dengan Masyarakat di Kecamatan Palaran? Apakah banyak yang sadar dan mulai mengikuti ajakan pemerintah, atau malah sebaliknya?

1.1

Tujuan Penelitian Mengetahui respon dan kesadaran warga kecamatan Palaran terhadap pemanasan global. dan menyimpulkan hasil dari data yang telah diperoleh.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Pemanasan Global. Pemanasan global adalah proses perubahan iklim terutama kenaikan suhu atmosfer di wilayah Khatulistiwa, serta perubahan sistem iklim di belahan bumi utara dan selatan sebagai akibat dari berbagai faktor penyebab pemanasan global. 2.2 Faktor-Faktor Penyebab Pemanasan Global. Seperti telah disebut diatas, pemanasan global disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya emisi gas karbon dioksida ( ), emisi gas metana ( ) dari timbunan sampah, dan juga penebangan hutan. 2.2.1 Emisi Gas Karbon Dioksida. termasuk sebagai gas rumah kaca karena keberadaannya di udara dapat menghambat pemantulan radiasi matahari keluar dari Bumi. Akhirnya radiasi tersebut hanya terpantul di atmosfer bumi, dan menaikkan suhu atmosfer bumi. dibutuhkan dalam jumlah tidak lebih dari 10% volum udara untuk menjaga suhu bumi tetap hangat. Namun yang berlebihan dapat menimbulkan banyak masalah, terutama pemanasan global.
3

2.2.2 Emisi Metana. adalah senyawa hidrokarbon yang terdapat di dalam perut bumi bersama dengan minyak bumi, dan juga terdapat di permukaan bumi dari proses pembusukan sampah. Metana secara komersial digunakan sebagai bahan bakar. Metana termasuk sebagai salah satu faktor pendukung pemanasan global (Global Warming) karena keberadaan metana di udara dapat menghalangi proses pembentukan ozon( ) dari Oksigen( ). Ozon adalah gas di lapisan stratosfer yang berfungsi menyerap sebagian radiasi matahari sehingga tidak membahayakan makhluk di permukaan bumi. 2.2.3 Penebangan Hutan. Masalah lingkungan yang sudah tak asing dan sangat marak dijumpai di negara yang memiliki hutan lebat adalah penebangan hutan. Penebangan hutan selain berdampak pada flora & fauna, juga berpengaruh pada pemanasan global dan iklim dunia. Dalam hal pemanasan global, hutan berperan menyeimbangkan konsentrasi di udara, dengan menyerap dan melepas oksigen( ). Jika hutan yang sangat penting peranannya ini terus menerus ditebang, maka pasti jumlah di atmosfer akan terus meningkat tanpa ada pepohonan yang menyerap. Dan pemanasan global akan semakin parah. 2.3 kelompok Masyarakat Terhadap pemanasan global . 2.3.1 Kelompok Masyarakat Sadar-Bertindak. Kelompok masyarakat ini telah menyadari sebab dan akibat dari pemanasan global, serta telah melakukan usaha untuk mengurangi dampaknya. 2.3.2 Kelompok Masyarakat yang Sadar-Tidak Bertindak. Kelompok masyarakat ini telah menyadari dan mengetahui sebab dan akibat dari pemanasan global, namun tidak melakukan tindakan untuk menguranginya. Baik karena malas ataupun tidak tahu bagaimana cara melakukannya. 2.3.3 Kelompok Masyarakat Yang Tidak Tahu. Kelompok masyarakat ini tidak tahu sama sekali akan sebab dan akibat dari pemanasan global, serta tidak melakukan apapun yang berhubungan dengan usaha menanggulangi pemanasan global.

BAB III PROSES PENELITIAN


Penelitian dan pengumpulan data dilakukan dengan mewawancara sejumlah masyarakat yang tinggal wilayah kecamatan Palaran, dan juga melakukan observasi terhadap aktivitas warga yang berhubungan dengan pemanasan global. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah warga yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: warga yang telah memiliki KTP (berumur lebih dari 17 tahun), berdomisili di kecamatan Palaran, dan telah tinggal di sana selama minimal 1 tahun. 3.1 Lokasi Penelitian. Pengumpulan data dari wawancara dan observasi dilakukan secara acak terhadap beberapa warga/KK. Meliputi seluruh kelurahan di kecamataan Palaran, yaitu: Rawa Makmur, Bukuan, Simpang Pasir, bantuas, dan Handil Bakti. 3.2 Metode Analisis Data. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan responden ke dalam 3 kelompok yang telah disebutkan di bagian sebelumnya. Yaitu: 1- Kelompok Masyrakat Yang Sadar-Bertindak. 2- kelompok Masyarakat Yang Sadar-Tidak Bertindak. 3- kelompok masyarakat Yang Tidak Tahu. Pada pembahasan selanjutnya, kelompok di atas dapat disederhanakan menjadi dua kelompok, yaitu warga yang positif ( warga yang telah berusaha mengurangi pemanasan global), dan warga yang negatif (warga yang tidak melakukan usaha untuk mengurangi pemanasan global).

BAB IV HASIL PENELITIAN


4.1 Hasil Wawancara. Wawancara dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada 10 KK yang dipilih secara acak dari setiap kelurahan di kecamatan Palaran, tentang kesadaran warga terhadap pemanasan global, apakah termasuk positif, atau negatif. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh data sebagai berikut, No. Pengelompokkan Masyarakat Jumlah (KK) Persentase 1 Masyarakat Sadar-Bertindak 15 30% 2 Masyarakat Sadar-Tidak bertindak 10 20% 3 Masyarakat Tidak tahu 25 50%
Keterangan: data ini didapaat dari hasil wawancara dan bukan berdasarkan pengamatan nyata

4.2 Hasil Observasi. Responden: warga dari beberapa RT yang ada di kecamatan Palaran. Observasi dilakukan selamaa 6 hari. Dari tanggal 7 Februari 2011, sampai tanggal 12 Februari 2011, dengan mengamati kegiatan warga di tiga RT dan tiga kelurahan di kecamatan Palaran (3 RT dan 3 kelurahan tersebut dipilih secara acak melalui pengundian). Tujun pengamatan adalah untuk: Mengetahui secara kualitatif dan kuantitatif, tindakan warga untuk mengurangi pemanasan global. Menarik kesimpulan dari pengamataan tersebut. Adapun hasil pengamatan tersebut adalah sebagai berikut: Kelurahan RT yang diobservasi RT. 1 Handil Bakti RT. 5 RT. 6 RT. 2 Bukuan RT. 5 RT. 12 RT. 10 Rawa Makmur RT. 14 RT. 15 Ada Tindakan Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Tidak Bentuk Tindakan
Warga tidak menggunakan kendaraan bermotor sebagai transportasi utama. Mereka hanya menggunakan motor saat akan bepergian jauh. Warga bersama beberapa RT di sekitarnya melakukan penanaman 1 pohon/KK, setiap 6 bulan sekali. Melakukan manajemen pembuangan sampah dengan memisahkan sampah menjadi 3 kategori. Warga aktif melakukan daur ulang sampah plastik, dan juga produksi pupuk kompos dari sampah basah. -

BAB V PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa warga Palaran tidak menyadari dampak dan usaha-usaha untuk mengurangi pemanasan global. Hal ini didasarkan pada: 5.1 Hasil wawancara: Warga yang sadar dan telah berusaha mengurangi pemanasan global lebih sedikit daripada warga yang tidak melakukan apa-apa. Yaitu sekitar 30% dari warga yang diamati. Angka ini berarti bahwa warga masih belum menyadari atau tidak mendukung usaha mengurangi pemanasan global. 5.2 Hasil observasi: Dari Sembilan RT di kecamatan Palaran yang diamati selama enam hari, hanya empat RT yang melakukan tindakan positif dalam mengurangi pemanasan global, sedangkan sisanya meenunjukkan tindakan negatif. Persentase dari warga yang melakukan tindakan positif hanya 44,4%. Dari data tersebut, secara kasar dapat diartikan warga yang positif lebih sedikit daripada warga yang negatif (yang tidak melakukan usaha untuk mengurangi pemanasan global).

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 Kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Warga yang tinggal di kecamatan Palaran masih kurang menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Hal ini berarti bahwa sosialisasi, informasi dari televisi, serta program-program yang dijalankan pemerintah selama ini tidak cukup menyadarkan warga untuk ikut memerangi pemanasan global. Melalui wawancara terhadap beberapa warga, kami mengetahui sebab-sebab mengapa mereka tidak berusaha atau tergerak untuk ikut mengurangi pemanasan global. Diantaranya sebagai berikut: 1. Mereka berpikir isu pemanasan global tersebut hanya isapan jempol belaka. Belum ada dampak yang nyata dari pemanasan global yang dapat membuat takut masyarakat (memerangi pemanasan global bukan hal penting saat ini). 2. Sebagian masyarakat yang termasuk kelompok negative, mengaku bahwa mereka tidak tahu apa itu pemanasan global, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini tentu adalah kesalahan pemerintah yang tidak serius men-sosialisasikan informasi tentang global warming ini.
7

6.2 Saran. Dari hasil pengamatan tentang tanggapan, dan perilaku masyarakat terhadap global warming, kami memiliki saran sebagai berikut: Sebaiknya sedini mungkin masyarakat harus diberi tahu bahwa pemanasan global bukan hanya isu atau omong kosong, tapi adalah bencana yang nyata dan merupakan ancaman seluruh dunia. Perlu juga dibentuk organisasi yang secara aktif: 1. Men-sosialisasikan segala hal tentang pemanasan global. 2. Memberi jalan bagi warga untuk ikut berjuang memerangi pemanasan global. Misalnya mengadakan kegiatan penanaman pohon, dan mengajarkan daur ulang sampah pada warga. Para ilmuwan kini telah banyak menciptakan penemuan yang dapat membantu mengurangi faktor-faktor penyebab pemanasan global. Bahkan juga ilmuwan di Indonesia. Tidak semuanya mahal, ada juga yang murah, namun pemerintah tidak mau melihat karya-karya anak bangsa tersebut. Seharusnya pemerintah tidak boleh tutup mata, dan menjadi jembatan bagi ilmuwan dengan masyarakat. Caranya dengan mem-produksi missal penemuan tersebut agar seluruh masyarakat dapat membantu mengurangi pemanasan global. Jika seluruh Negara di Dunia melakukan hal itu, bukan tidak mungkin pemanasan global akan berhenti, dan Bumi kembali normal.