Anda di halaman 1dari 8

SOAL LATIHAN KIMIA KOLIGATIF

1. Harga kenaikan titik didih molal (Kb) bergantung pada: a. Jumlah g zat terlarut dalam 1 L larutan b. Jumlah mol zat terlarut dalam 1 L larutan c. Jumlah mol zat terlarut dalam 1 L pelarut d. Jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g larutan e. Jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut Di antara larutan berikut ini yang mengandung jumlah partikel terbanyak: a. b. c. d. e. 3. AlCl3 0,2M Ba(NO3)2 0,1M NaCl 0,3M CO(NH2)2 0,2M C6H12O6 0,3M

2.

Sifat koligatif larutan ialah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh: a.
1 2 3 4

b. c. d. e.

Banyaknya partikel zat terlarut Jenis partikel zat terlarut Banyak sedikitnya larutan Massa jenis larutan Warna zat pelarut

4.

Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling tinggi adalah:
1 2 3 4 5

a. b. c. d. e.

Na2CO3 0,3M CH3COOH 0,5 M Glukosa 0,8M Mg(NO3)2 0,2M CuSO4 0,2M

5.

Titik didih larutan CaCl2 0,01 molal dan titik didih larutan glukosa (C6H12O6) 0,03 molal adalah sama, karena: 1 a. Keduanya bukan elektrolit 2 b. Keduanya adalah nonelektrolit 3 c. Keduanya adalah elektrolit kuat 4 d. Jumlah partikel yang ada dalam kedua larutan sama banyak 5 e. Derajat ionisasi CaCl2 3x lebih besar daripada derajat ionisasi glukosa Garam NH4Cl yang dilarutkan dalam air akan terjadi larutan yang:

6.

a. Titik didih pelarutnya lebih tinggi daripada titik didih larutannya b. Titik beku pelarutnya lebih rendah daripada titik beku larutannya c. Tekanan uap jenuh pelarut murninya lebih rendah daripada tekanan uap jenuh larutannya 4 d. Tekanan osmotik pelarutnya lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya 5 e. pH pelarutnya lebih besar daripada pH larutannya
1 2 3

7.

Zat yang dilarutkan dalam suatu pelarut akan terjadi larutan yang: 1 a. Titik didih pelarut lebih rendah daripada titik didih larutannya 2 b. Titik beku pelarut lebih tinggi daripada titik beku larutannya 3 c. Tekanan uap jenuh pelarut murni lebih tinggi daripada tekanan uap jenuh larutannya 4 d. Tekanan osmotik pelarut lebih tinggi daripada tekanan osmotik larutannya 5 e. Massa jenis pelarut lebih besar daripada massa jenis larutannya Di antara larutan zat berikut ini yang titik bekunya paling rendah adalah:
1 2 3 4 5

8.

a. b. c. d. e.

Na2CO3 0,3M CH3COOH 0,5 M Glukosa 0,8M Mg(NO3)2 0,2M CuSO4 0,2M

9.

NaCl 1m artinya:
1 2 3 4 5

a. b. c. d. e.

1 mol NaCl dalam 1000 g pelarut 1 mol NaCl dalam 1000 g larutan 1 mol NaCl dalam 1 L larutan 1 g NaCl dalam 1 L larutan 1 kg NaCl dalam 1 L larutan

10. Larutan A mempunyai tekanan osmotik lebih besar daripada larutan B, maka larutan A terhadap larutan B disebut: a. b. c. d. e. Isotonik Hipotonik Hipertonik Supertonik Monotonik

11. Ca(NO3)2 Ca2+ + 2 NO3a. Derajat ionisasi = 1 b. n = 2

c. Merupakan elektrolit biner d. n disebut faktor van't Hoff e. Jumlah partikel dalam larutan menjadi 2x 12. Tekanan uap air jenuh pada suhu 30oC adalah 31,8 mmHg dan fraksi mol suatu zat dalam air adalah 0,056 mol. Pada suhu 30oC, tekanan uap larutan adalah a. b. c. d. e. 1,78 mmHg 33,59 mmHg 17,8 mmHg 30,02 mmHg 28,30 mmHg

13. Suatu larutan zat non elektrolit dalam air mendidih pada suhu 100,26C. Jika Kb air = 0,52C/m dan Kf air = l,86C/m, maka larutan tersebut akan membeku pada suhu . a. b. c. d. e. 1,86C 0,93C 0,52C 0,260C 0,13C

14. Dilarutkan 18 gram glukosa C6H12O6 ke dalam 500 gram air. Jika kalor baku molal air (Kf) = 1,8oC mol-1, Ar : C = 12 , H = 1 O = 16. Titik beku larutan tersebut adalah a. b. c. d. e. 0,18oC 0,36oC 1,8oC 3,6oC 7,2oC

15. Larutan 1 molal NaOH terbuat dari 1 mol (40 gram) NaOH dengan .
1 2 3 4 5

960 gram air 1 liter air Air hingga volume larutan 1 liter 1000 gram air 960 ml air

16. Yang berikut ini tergolong sifat koligatif larutan, kecuali .


1

Penurunan tekanan uap jenuh

2 3 4 5

Kenaikan titik didih Penurunan titik beku Tekanan osmotic Derajat keasaman atau pH

17. Kelarutan CaCl2 dalam air pada 00C adalah sekitar 5,4 molal. Jika Kf = 1,86 0C, maka penurunan titik beku larutan CaCl2 0,54 molal adalah 0C
1 2 3 4 5 6

1,0 5,0 3,0 2,7 2,0

18. Untuk membuat 200 ml larutan Urea yang isotonik dengan larutan NaCl 0,1 M, diperlukan Urea (Mr = 60) sebanyak gram
1 2 3 4 5

1,2 2,4 3,0 6,0 e. 7,2 19. Sebanyak 46 gram gliserol (Mr = 96) dicampur dengan 27 gram air (Mr = 18). Jika tekanan uap air pada suhu tersebut 30 mmHg, tekanan larutan adalah a 7,55 mmHg b 22,5 mmHg c 30 mmHg d 32,5 mmHg e 37,5 mmHg
1

Larutan 0,5 molal suatu larutan elektolit biner membeku pada suhu -1,55oC. Jika harga Kf = 1,86 C/m, derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah 1 2 3 4 5 0,33 0,42 0,66 0,83 0,99

Dalam 100 ml larutan terdapat 6,84 gram zat X yang non elektrolit. Pada temperatur 27oC tekanan osmotik larutan 4,92 atm. Massa molekul relatif zat non elektrolit tersebut adalah
a

b c d e f

30 32 34 106 342

Rumus untuk mencari jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg zat pelarut adalah a. b. c. d. e.

Seorang siswa akan membuat larutan Ba(OH)2 X m. Dari hasil penghitungannya, ia memutuskan untuk melarutkan 3,42 g Ba(OH)2 (Mr = 171) dalam 500 mL air. Berapakah X?
a b c d e

0,004 0,04 0,4 0,002 0,2

Jika 0,05 mol BaCl2 dilarutkan dalam 3,75 kg air, tentukan kemolalan larutan!
a b c d e

0,05 0,1 2 0,13 0,14

Kelebihan kemolaran dibandingkan kemolalan, yaitu a Memudahkan perhitungan stokiometri b Lebih banyak menggunakan besaran massa daripada mol c Jumlah zat terlarut dan jumlah larutan diukur berdasarkan massa d Konsentrasi larutan tidak dipengaruhi apapun e Jumlah larutan dapat ditentukan tanpa mengetahui massa jenis larutannya Kelemahan kemolaran dibandingkan kemolalan, yaitu a Memudahkan perhitungan stokiometri b Lebih banyak menggunakan besaran massa daripada mol c Jumlah zat terlarut dan jumlah larutan diukur berdasarkan massa

d e 8

Konsentrasi larutan dipengaruhi oleh suhu Jumlah larutan dapat ditentukan tanpa mengetahui massa jenis larutannya

Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam setiap


a b c d e

Jumlah zat larutan Massa larutan Massa pelarut Koefisien larutan Liter larutan

Diketahui Mr HCl = 36,5 dan massa jenis larutan 2.21 g mL-1. Tentukan kemolaran larutan HCl 2 m.
a b c d e

4,1 M 3,5 M 7,4 M 1M 1,1 M

10

menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol total larutan.
a b c d e

Molaritas Molalitas Fraksi mol Konsentrasi Massa jenis

11

Tentukan kemolalan larutan 0,9 mol NaOH dalam 420 kg air.


a b c d e

0,1 2,1 1 1,2 3,14

12

Rumus hukum Raoult adalah a. b. c. d. e.

13

Nilai fraksi mol pelarut pada larutan selau lebih kecil daripada satu dan molekuk molekul pelarut lebih sulit untuk meninggalkan permukaan karena terhalangi zat terlarut. Oleh karena itu, tekanan uap jenuh larutan (p) a Selalu lebih besar daripada tekanan uap jenuh pelarut murni b Sama dengan tekanan uap jenuh perlarut murni c Tidak lebih besar dari 5 d Dua kali lebih besar daripada tekanan uap jenuh pelarut murni e Selalu lebih kecil daripada tekanan uap jenuh pelarut murni Fraksi mol larutan urea dalam air 0,3. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu 20oC sebesar 17,5 mmHg, tekanan uap jenuh larutan pada suhu tersebut adalah
a b c d e

14

10 mmHg 12,5 mmHg 15 mmHg 7,5 mmHg 5 mmHg

15

Larutan glukosa dalam air mendidih pada suhu 100,5oC. Jika Kd air = 0,52oC/m dan Kb air = 1,86oC/m, larutan tersebut akan membeku pada suhu
a b c d e

-0,7 C -1,66 C -0,1 C -1,79 C -0,92 C

16

Seorang siswa melarutkan 0,57 molal garam, dan diketahui Kd air = 0,52oC/m. Tentukan titik didih larutan garam tersebut.
a b c d e

100 C 100,1 C 100,2 C 100,3 C 100,4 C

17

Suatu zat non elektrolit yang tidak menguap sebanyak 98 g dilarutkan dalam 700 g pelarut naftalena dan membeku pada suhu 68,85oC (Kb naftalena 6,92oC dan titik beku pelarut naftalena 80,2oC). Tentukan massa molekul relatif zat tersebut.
a b c

60 g mol-1 45,22 g mol-1 63,88 g mol-1

d e

85,63 g mol-1 90,07 g mol-1

18

30 gr gula dilarutkan dalam X mL air panas (Mr = 342). Larutan gula tersebut membeku pada suhu 0,83oC. Tentukan nilai X.
a b c d e

196,6 mL 1L 200 mL 186,6 mL 210,5 mL