Anda di halaman 1dari 16

1.

Boergesenia Forbesii (Harvey)


Nama Latin: Boergeseia Forbesii;

Boergesiana forbessii.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Thallus berbentuk seperti balon yang mirip gada melengkung dan bagian pangkalnya sangat mengecil tempat melekatkan diri, warna hijau transparan, berdinding tipis dan bagian dalamnya berisi cairan. Tinggi kurang dari 3 cm, diameter bagian Sebaran: Habitat. Tumbuh melekat pada karang mati, batuan atau sebagai epifit pada lamun. Pada umumnya hidup di zona pasang surut dan dalam kolam. Sebaran. Asli alge tropis. Mudah ditemukan di seluruh perairan Nusantara. Potensi: Manfaat. Tidak ada informasi pemanfaatannya.

2. Bornetella nitida (Harvey)


Nama Latin: Bornetella nitida;

Bornetella nitida.gif

Spesifikasi: Pertumbuhan thalli berkoloni, membentuk silinder, tabung; tinggi mencapai 5 cm. Percabangan pada bagian dasar thallus seperti gelungan berisi 24-28 percabangan. Bagian holdfast terdapat akar serabut sebagai alat penempelan pada substrat. Sebaran: Habitat. Banyak ditemukan di zona pasang surut. Menempel pada karang yang diselimuti pasir tipis. Juga sering tumbuh dibalik bongkah batu karang yang relatif besar. Sebaran. Asli alge tropis. Tersebar merata di seluruh perairan Nusantara. Potensi: Manfaat. Belum jelas.

3. Caulerpa brachypus Harvey

Caulerpa brachypus1b.jpg Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Alge tumbuh tegak dari stolon yang menjalar, warna hijau, kadang pada bagian ujungnya berwarna kekuningan, tinggi antara 5 - 10 cm. Asimilator berbentuk seperti pita atau lidah, duduk pada tangkai silindris, pendek atau agak panjang, tepi Sebaran: Habitat. Alge ini paling senang hidup pada substrat pasir yang mengandung lumpur halus. Tetapi sering kali dijumpai sebagai tanaman asosiasi (epifit) pada padang Halimeda opuntia atau padang lamun. Kadang juga ditemukan disela-sela celah karang Acropora Potensi: Manfaat. Belum jelas manfaatnya. Ada sebagian kecil nelayan yang mengkonsumsinya untuk sayur.

4. Caulerpa cupressoides
Nama Latin: Caulerpa cupressoides; Nama Daerah: Rumput Hijau (garut - Jawa Barat);

Caulerpa cupressoides.gif Spesifikasi: Agar Hijau (green algae). Stalon pada jenis ini membentuk percabangan ramuli dengan bentuk ramuli yang memanjang dan pinggir bergerigi. Sebaran: Tumbuh di daerah terumbu karang, melekat pada batu atau menancap pada substrat pasir. Terdapat lebih umum di daerah perairan laut dari pulau-pulau sekitar Sulawesi. Stolon pada jenis ini membentuk percabangan ramuli dengan bentuk ramuli yang memanjang da Potensi: Mengandung banyak Vitamin C.

5. Caulerpa fergusonii Muray

caulerpa fergusonii.jpg Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Asimilator tumbuh tegak dari stolon, warna hijau, tinggi bisa mencapai 10 cm. Sumbu assimilator tersusun oleh segmen-segmen yang berbentuk seperti kerucut terbalik. Ramelli muncul pada bagian atas segmen, pada kedua sisinya, saling berhada

Sebaran: Habitat. Hidup di dasar berpasir yang bercampur lumpur halus. Kadang ditemukan sebagai epilitik pada karang mati pada perairan yang agak dalam. Banyak mendiami zona pasang surut bagian tengah hingga zona subtidal. Sebaran. Asli alge tropis

6. Caulerpa lentillifera J. Agardh


Nama Latin: caulerpa lentillifera;

Caulerpa lentillifera.jpg Spesifikasi: Asimilator tumbuh tegak dari stolon, warna hijau, tinggi bisa men-capai 12 cm. Sumbu assimilator silindris, bagian pangkal sumbu tampak telanjang dan menyerupai tangkai, sedang sebagian besar lainnya dikelilingi oleh ramelli yang tersusun teratur. Rameli Sebaran: Habitat: Banyak ditemukan di zona pasang surut, tumbuh di dasar berpasir yang berlumpur, tetapi juga sering tumbuh epifitik pada sela-sela padang Halimeda opuntia. Kadang alge ini ditemukan juga di zona subtidal dan tumbuh menempel pada sela-sela karan Potensi: Manfaat: Dikonsumsi untuk sayur segar. Hasil penelitian menunjukkan alge ini mengandung berbagai zat bio-aktif yang bermanfaat bagi manusia, vitamin C dan mineral. Potensi: Alge ini memiliki potensi untuk dibudidayakan dan hal ini telah berhasil.

7. Caulerpa lessonii Bory

Caulerpa lessonii1.jpg Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Asimilator tegak, warna hijau, tinggi mencapai 10 cm. Sumbu tegak silindris, bagian dekat pangkal telanjang membentuk semacam tangkai, selebihnya bagian atasnya ditumpangi ramelli yang berbentuk seperti buluh pipih yang melengkung kearah Sebaran: Habitat. Banyak tumbuh di zona pasang surut yang dasarnya berupa pasir bercampur Lumpur halus. Membentuk koloni atau semacam padang Caulerpa lessonii. Kadang sebagai alge asosiasi diantara padang lamun. Sebaran. Asli alge tropis. Mudah ditemukan Potensi: Manfaat. Belum jelas manfaatnya.

8. Caulerpa racemosa (Fors)


Nama Latin: Caulerpa racemosa (Fors.) J. Ag var corynephora (Mont) W-vB;

Caulerpa corynophora1b.jpg

Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Asimilator tumbuh tegak dari stolon, warna hijau kadang agak kekuningan, tinggi mencapai 13 cm. Sumbu utama assimilator silindris, bagian pangkal mirip tangkai pendek. Ramelli seperti gada, bagian pangkalnya mengecil, tersusun teratur, b Sebaran: Habitat. Alge ini menyukai habitat pasir bercampur Lumpur halus. Akar jalarnya (stolon) bisa mencapai panjang 70 cm. Kadang ditemukan di celah karang Acropora atau sejenisnya. Kebanyakan hidup di zona pasang surut. Sebaran. Asli alge tropis. Mudah Potensi: Manfaat. Tidak jelas pemanfaatannya.

9. Chaetomorpha antennina
Nama Latin: Chaetomorpha antennina (Bory) Kutzing;

Chaetomorpha antennina.jpg Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Thalli seperti rambut tebal, warna hijau, tersusun oleh satu deretan sel-sel berdinding tebal, diameter antara 90-150 mm. Thalli lurus melekat dengan sejenis cakram perekat kecil, tidak bercabang, panjang mencapai 10 cm. Sebaran: Habitat. Hidup di daerah pasang surut yang berdasar karang berpasir. Melekat pada pecahan karang atau substrat padat lainnya. Pada musim tertentu biasanya tumbuh sangat banyak bersama kelompok Chaetomorpha dan Ulva. Sering sebagai alge asosiasi pada pa Potensi: Manfaat. Oleh nelayan di KTI dipakai sebagai umpan yang dipasang pada bubu. Manfaat lain belum diketahui. Potensi. Tidak diketahui.

10.

Codium guinense Silva

Nama Latin: Codium genuinense Silva ex Lawson et Johnson;

Codium guinense-1.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Alge tumbuh tegak, konsistensi thalli seperti spon, warna hijau, melekat pada subtrat padat dengan sejenis rhizoid, tinggi mencapai 10 cm, thalli tersusun oleh filmen-filamen halus yang berbentuk unik dan terjalin teratur. Percabangan s Sebaran: Habitat. Hidup di zona pasang surut hingga di subtidal. Menempel pada batu karang atau subtrat padat lainnya. Jarang membentuk koloni. Sebaran. Asli sebagai alge tropis. Tersebar di perairan kepulauan Nusantara. Potensi: Manfaat. Sebagian kecil masyarakat nelayan memanen alge ini dan mengkonsumsinya untuk sayuran. Potensi. Tidak diketahui. Tidak dibudidayakan.

11.

Halimeda copiosa

Nama Latin: Halimeda copiosa;

Halimeda copiosa.gif Spesifikasi: Pertumbuhan thalli tinggi mencapai 70 cm, warna hijau, kandungan karbonat

sedang. Percabangan dichotomus atau trichotomus beruntai dalam satu rumpun. Segment lebar 16 mm, panjang 9 mm. Basal segment tidak tampak. Holdfast dalam satu unit tunggal kecil le Sebaran: Pertumbuhan melekat pada substrat karang batu, dan disela-sela pertumbuhan karang. Keberadaannya banyak dijumpai di pantai yang berkarang dengan kedalaman 10 m atau lebih, terutama perairan laut Indonesia kawasan tengah, timur dan laut selatan Pulau Jawa Potensi: Sebagai sumber karbonat di laut, belum dimanfaatkan.

12.

Halimeda laccunalis Taylor

Nama Latin: Halimeda laccunalis;

Halimeda laccunalis.gif Spesifikasi: Pertumbuhan thalli tegak tinggi mencapai 18 cm warna hijau, kandungan karbonat tipis. Percabangan dichotomus kadang-kadang tumbuh empat segment baru dalam satu percabangan utama. Basal segment relatif kecil segment berbentuk subcuneate atau obovate dapat Sebaran: Tumbuh di daerah tubir menempel pada karang, batu karang dan gravel terutama di areal air jernih. Keberadaan di berbagai daerah tubir di kawasan laut berkarang di seluruh Indonesia. Potensi: Sebagai sumber karbonat di laut belum dimanfaatkan.

13.

Halimeda micronesica Yamada

Nama Latin: Halimeda Micronesica;

Halimeda micronesica1.jpg Spesifikasi: Pertumbuhan thalli kompak, menjalar tinggi mencapai 10 cm. Percabangan utama trichotomus, segment lebar 7 mm, panjang 5 mm, berbentuk subcuneate atau discoidal. Basal segment lebar 7 mm, panjang 5 mm, berbentuk ginjal, kadang-kadang berbentuk silinder. Ho Sebaran: Tumbuh pada substrat karang batu menempel diantara sela-sela karang hidup> Keberadaannya di daerah tubir dengan kedalaman 5-50 m terutama pantai erkarang dapat dijumpai di perairan laut Indonesia kawasan tengah dan timur. Potensi: Sebagai sumber karbonat di laut, belum dimanfaatkan.

14.

Halimeda renschii Hauck

Nama Latin: Halimeda renschii;

Halimeda renschii.jpg Spesifikasi: Pertumbuhan thalli tegak kompak dalam satu rumpun tinggi 8 cm. Percabangan

utama dichotomus atau trichotomus. Segment bulat gepeng atau oval lebar 6 mm, panjang 5 mm dan Basal segment lebar 7 mm, panjang 5 mm. Holdfast lebar 1 mm, panjang 7 mm atau lebih Sebaran: Tumbuh kebanyakan di daerah paparan terumbu karang terutama pada substrat pasir dan pecahan karang dapat dijumpai pada perairan laut dengan kedalaman 2-15 m. Keberadaannya hampir seluruh paparan terumbu yang bersubstrat pasir dan pecahan karang mati disel Potensi: Sebagai sumber karbonat di laut belum dimanfaatkan.

15.

Neomeris annulata Dickie

Nama Latin: Neomeris annulata;

Neomeris annulata1.gif Spesifikasi: Pertumbuhan thallus berbentuk silinder, tabung tinggi mencapai 30 mm, warna hijau-keputihan atau bagian ujung thallus warna hijau kekuning-kuningan. Thallus mengandung karbonat sedang. Percabangan terdapat cabang utama pada daerah basal merupakan tempat p Sebaran: Tumbuh menempel pada substrat benda-benda keras dasar laut dan karang mati. Keberadaan pada daerah pasang surut di perairan yang dangkal terdapat di seluruh perairan laut Indonesia. Potensi: Belum ada

16.

Tydemania Expeditions Weber van Bosse

Nama Latin: Tydemania Expeditions;

Tydemnia expeditionis.gif Spesifikasi: Pertumbuhan thallus tegak bulat-bulat berambut lembut dalam thallus utama seperti tusukan sate dengan interval 1 cm warna hijau tiap gulungan thallus dasar terdapat 4-5 pertumbuhan thalli dengan percabangan dichotomus atau trichotomus. Sebaran: Tumbuh pada substrat karang berpasir terutama daerah tubir pada kedalaman 5-30 m jarang dijumpai di dasar paparan terumbu karang di areal dangkal. Keberadaan pada perairan jernih diseluruh wilayah perairan laut Indonesia Potensi: Belum diketahui

17.

Udotea argentea Zanardini

Nama Latin: Udotea argentea;

Udotea argentea.gif

Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Penampakannya alga ini hampir sama dengan U.flabellum hanya lembaran-lembaran thallinya agak melengkung dan berbentuk menyerupai buah pear atau bentuk ginjal. Sebaran: Membentuk komunitas bersama dengan Udotea lainnya dan Halimeda, terutama di perairan laut sekitar Sulawesi. Habitat. Hidup di zona pasang surut yang berdasar pasir bercampur Lumpur. Sering membentuk koloni. Merupakan alge asosiasi oada padang lamun. Potensi: Belum dimanfaatkan secara ekonomis

18.

Udotea flabellum (Ellis and Solander)

Nama Latin: Udotea flabellum;

Udotea flabellum.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Penampakan alga ini hampir mirip dengan Halimeda hanya mempunyai thalli yang lebih tipis berbentuk lembaran dan tidak membentuk segmen-segmen yang jelas. Bentuknya menyerupai kipas yang berlipat-lipat berwarna hijau pada bagian permukaa Sebaran: Habitat. Hidup di zona pasang surut yang berdasar pasir bercampur Lumpur. Sering tumbuh dibawah kanopi padang lamun. Sebaran. Asli sebagai alge tropis. Banyak ditemukan di perairan Kepulauan Nusantara. Tumbuh di daerah terumbu karang umumnya Potensi: Belum dimanfaatkan secara ekonomis

19.

Ulva fasciata Delile

Nama Latin: Ulva fasciata;

Ulva fasciata.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Thallus menyerupai lembaran halus dengan pinggiran yang ikal berombak. Ukuran lebar thallus dapat mencapai 5 cm dengan panjang mencapai 25 cm. Warna thalli umumnya adalah hijau cerah. Sebaran: Alga hijau jenis ini umumnya tumbuh di daerah rataan terumbu melekat pada substrat batu atau dapat juga bersifat epifit. Populasi pertumbuhannya dapat berlimpah dan menutupi substrat dengan areal yang meluas. Misal dapat dijumpai di daerah pantai Pameungp Potensi: Belum dimanfaatkan secara ekonomis. Kandungan kimianya tercatat sekitar 15% air, 35% abu, 12% serat, 30% karbohidrat, 6% protein dan 1% lemak. Prospeknya adalah untuk makanan (manusia dan ternak) dan bahan farmasi.

20.

Ulva lactuca Linnaeus

Nama Latin: Ulva lactuca;

Ulva lactuca.gif

Spesifikasi: Thallus tipis bentuk lembaran licin warna hijau tua tepi lembaran berombak. Thalluswarna gelap pada bagian tertentu terutama dekat bagian pangkal karena ada sedikit penebalan. Sebaran: Tumbuh melekat pada substrat karang mati di daerah paparan terumbu karang di perairan dangkal dengan kedalaman 0,5 - 5 m dan dapat hidup pada perairan payau. Sebarannya agak luas di perairan pantai dangkal di seluruh Indonesia. Potensi: Belum dimanfaatkan secara ekonomis, di kawasan Indonesia timur ada yang dijadikan sebagai makanan ternak.

21.

Ulva reticulata Forsskal

Nama Latin: Ulva reticulata;

Ulva reticulata.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Thalli seperti lembaran warna hijau yang berlubang-lubang sehingga menyerupai jalinan pita lebar. Tumbuh membentuk koloni yang tebal, alat pelekatnya sulit diamati, koloni biasanya terkait pada suatu substrat padat. Sebaran: Habitat. Tumbuh melimpah pada zona pasang surut bagian atas (supratidal). Membentuk koloni yang tebal sehingga pantai tampak hijau. Sebaran. Sebagai alge tropis yang tersebar kosmpolitan, kadang tersebar sampai di perairan subtropics. Banyak dite Potensi: Manfaat. Belum dimanfaatkan. Potensi. Tidak diketahui

22.

Ulva reticulata Forsskal

Nama Latin: Ulva reticulata;

Ulva reticulata.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Thalli seperti lembaran warna hijau yang berlubang-lubang sehingga menyerupai jalinan pita lebar. Tumbuh membentuk koloni yang tebal, alat pelekatnya sulit diamati, koloni biasanya terkait pada suatu substrat padat. Sebaran: Habitat. Tumbuh melimpah pada zona pasang surut bagian atas (supratidal). Membentuk koloni yang tebal sehingga pantai tampak hijau. Sebaran. Sebagai alge tropis yang tersebar kosmpolitan, kadang tersebar sampai di perairan subtropics. Banyak dite Potensi: Manfaat. Belum dimanfaatkan. Potensi. Tidak diketahui

23.

Valonia ventricosa J. Agardh

Nama Latin: Valonia ventricosa;

Valonia ventricosa.gif Spesifikasi: Ciri-ciri umum. Alge menyerupai balon, warna hijau tua, berdinding tipis, dalamnya

berisi cairan, melekat pada substrat dengan cakram pelekat, diameter mencapai 3-5 cm, tidak bercabang. Kebanyakan ditemukan soliter. Sebaran: Habitat. Banyak ditemukan di zona pasang surut. Hidup menempel pada batu karang atau pecahan karang. Kadang juga sebagai epifit pada tanaman lamun. Sebaran. Asli sebagai alge tropis tetapi sebarannya sampai di perairan subtropics. Banyak ditemukan Potensi: Manfaat. Belum diketahui Potensi. Belum diketahui.

Anda mungkin juga menyukai