P. 1
1 Vektor Fisika i

1 Vektor Fisika i

|Views: 33|Likes:
Dipublikasikan oleh Yanuar Ega

More info:

Published by: Yanuar Ega on Nov 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

Hand Out Fisika I (FI-1113

)
11/1/2012
Departemen Sains
1
VEKTOR
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
2
VEKTOR
A

a
b
R
Perpindahan dari a ke b dinyatakan oleh vektor R
Sebuah besaran vektor dapat dinyatakan oleh huruf di cetak tebal
(misal A) atau diberi tanda panah diatas huruf (misal ). Dalam
handout ini sebuah besaran vektor dinyatakan oleh huruf yang
dicetak tebal.
Besaran vektor adalah besaran yang terdiri dari dua variabel, yaitu
besar dan arah. Sebagai contoh dari besaran vektor adalah
perpindahan.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
3
PENJUMLAHAN VEKTOR
Penjumlahan vektor R yang menyatakan perpindahan a ke b
dan vektor S yang menyatakan perpindahan b ke c
menghasilkan vektor T yang menyatakan perpindahan a ke c.
Cara menjumlahkan dua buah vektor dengan mempertemukan
ujung vektor pertama, vektor R, dengan pangkal vektor kedua,
vektor S. Maka resultan vektornya, vektor T, adalah
menghubungkan pangkal vektor pertama dan ujung vektor
kedua.
b
c
a
R
S
T
T = R + S
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
4
BESAR VEKTOR RESULTAN
Jika besar vektor R dinyatakan oleh R dan besar vektor S
dinyatakan oleh S, maka besar vektor T sama dengan :
θ cos 2RS S R T
2 2
÷ + =
Sudut θ menyatakan sudut yang dibentuk antara vektor R dan
vektor S
R
S
T
T = R + S
θ
(1.1)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
5
PENGURANGAN VEKTOR
Untuk pengurangan vektor, misal A – B dapat dinyatakan
sebagai penjumlahan dari A + (-B). Vektor -B atau negatif dari
vektor B adalah sebuah vektor yang besarnya sama dengan
vektor B tetapi arahnya berlawanan.
A
B
-B
D
D = A – B
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
6
CONTOH
Sebuah mobil bergerak ke Utara sejauh 20 km, kemudian
bergerak ke Barat sejauh 40 km dan bergerak ke Selatan sejauh
10 km. Tentukan jarak perpindahan mobil itu !
40 km
S
10 km
20 km
U
B
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
7
CONTOH
Jawab :
40 km
10 km
20 km
10 km
40 km
A
B
C
Jika perpindahan pertama dinyatakan vektor A, perpindahan
kedua dinyatakan vektor B, dan perpindahan ketiga dinyatakan
vektor C, maka perpindahan total dinyatakan vektor D.
Dari gambar di atas dapat diketahui panjang vektor D adalah :
m 17 10 10 40
2 2
= +
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
8
VEKTOR SATUAN
Vektor satuan didefenisikan sebagai :
R
R
r =
Vektor satuan r tidak mempunyai dimensi dan besarnya adalah
satu satuan. Dari persamaan di atas, sebuah besaran vektor
dapat dinyatakan sebagai besar vektor tersebut dikali vektor
satuan. Vektor satuan r menyatakan arah dari vektor R.
Terdapat vektor satuan standar dalam koordinat Kartesian di
mana arah-arah dari masing-masing sumbu dinyatakan dalam
vektor satuan.
•Vektor satuan i menyatakan arah sumbu X positif
•Vektor satuan j menyatakan arah sumbu Y positif
•Vektor satuan k menyatakan arah sumbu Z positif
(1.2)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
9
PENULISAN VEKTOR SECARA ANALITIS
2
z
2
y
2
x
R R R R + + =
Vektor R dinyatakan oleh : R = R
x
i + R
y
j + R
z
k
Besar vektor R adalah :
R
R
y

R
z

R
x

Vektor dalam 2 Dimensi
Vektor satuan standar tersebut setiap vektor dapat dinyatakan
dalam bentuk penjumlahan dari vektor komponen masing-masing
sumbu koordinat.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
10
CONTOH
Sebuah vektor berpindah dari titik (2,2) ke titik (-2,5). Tentukan :
a. Vektor perpindahan dinyatakan secara analitis
b. Sudut yang dibentuk vektor tersebut dengan sumbu X
c. Panjang vektor
Jawab :
(2,2)
(-2,5)
x
y
Vektor perpindahan :
R = (x
ujung
– x
pangkal
)i + (y
ujung
– y
pangkal
)j
R = (-2 – 2)i + (5 – 2)j = -4i + 3j
pangkal
ujung
u
R
x

R
y

a.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
11
CONTOH
o 1
x
y
1
37
4
3
tan
R
R
tan =
|
.
|

\
|
= = u
÷ ÷
(2,2)
(-2,5)
x
y
pangkal
ujung
u
R
x

R
y

b.
Besar vektor R =
5 4 3 R R
2 2
2
y
2
x
= + = +
c.
satuan
Sudut yang dibentuk :
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
12
PENJUMLAHAN VEKTOR CARA ANALITIS
Jika diketahui sebuah vektor A = x
A
i + y
A
j dan vektor B = x
B
i +
y
B
j, maka penjumlahan vektor A + B = (x
A
+ x
B
)i + (y
A
+ y
B
)j.
Atau secara umum jika menjumlahkan n buah vektor berlaku :
R = (x
0
+ …+x
i
+ …+x
n
)i + (y
0
+ …+y
i
+ …+y
n
)j
x
A
x
B

y
A

y
B

A
B
x
A
+ x
B
A
B
y
A
+ y
B
(1.3)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
13
CONTOH
Diketahui dua buah vektor.
A = 3i + 2j
B = 2i ÷ 4j
Tentukan :
a. A + B dan |A + B|
b. A ÷ B dan |A ÷ B|
Jawab :
a. A + B = 3i + 2j + 2i ÷ 4j
= 5i ÷ 2j
|A + B| =
29 ) 2 ( 5
2 2
= ÷ +
b. A ÷ B = 3i + 2j ÷ (2i ÷ 4j) = i + 6 j
|A ÷ B| =
37 6 1
2 2
= +
A
B
-B
A ÷ B
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
14
SOAL
1. Nyatakan sebuah vektor yang mempunyai besar 4 satuan dan
arahnya 6 0
o
dari sumbu X positif secara analitis dan tentukan
vektor satuannya!
2. Sebuah benda bergerak dari titik (1,2)m ke titik (5,0)m. Tentukan :
a. Vektor perpindahan benda tersebut
b. Jarak perpindahan
c. Arah dari vektor perpindahan benda tersebut dinyatakan oleh
vektor satuannya

3. Diketahui A = 3i + 4j. Tentukan konstanta skalar c sehingga
berlaku cA = 10 satuan !

4. Diketahui A = 2i + 4j, B = -7i, dan C = 8j. Tentukan :
a. A + B - C
b. |A + B + C|
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
15
SOLUSI
R = R
x
i + R
y
j
Diketahui :
R
x
= R cos u = 4 cos 6 0
o
= 2 satuan
R
y
= R sin u = 4 sin 6 0
o
= 2 satuan
Dengan demikian R = 2i + 2 j satuan
Vektor satuan :
r = cos 6 0
o
+ sin 6 0
o
= ½ i + ½ j

60
o
X
Y
R
u
3
3
1.
3
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
16
SOLUSI
m 5 2 2 4 R R
2 2 2
y
2
x
= + = +
j i
R
r
5
5
5
5 2
R
÷ = =
X
Y
R
1 5
2
a. R = (x
2
– x
1
) i + (y
2
– y
1
) j. Titik awal (x
1
,y
1
) = (1,2) dan
titik akhir (x
2
,y
2
) = (5,0).
Dengan demikian vektor R = 4 i – 2 j.
b. R =
c.
2.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
17
SOLUSI
4.
a. A + B – C = 2i + 4j - 7i - 8j = -5i - 4j
b. |A + B + C| = |2i + 4j - 7i + 8j| = |-5i + 12j|
|-5i + 12j| = = 13 satuan

3.
Besar vektor A = = 5 satuan
Dengan demikian nilai c = 2 satuan
2 2
4 3 +
2 2
12 5 +
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
18
PERKALIAN TITIK
Perkalian skalar atau juga sering disebut perkalian titik dari dua
buah vektor menghasilkan besaran skalar di mana berlaku :
A . B = AB cos u (1.4)
Jika diketahui A = a
x
i + a
y
j + a
z
k dan B = b
x
i + b
y
j + b
z
k,
maka :
A . B = a
x
b
x
+ a
y
b
y
+ a
z
b
z
(1.5)
Sebagai hasil perkalian skalar adalah usaha, tenaga potensial,
fluks magnet, dan lain-lain.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
19
Perlu diperhatikan dan diingat dalam perkalian titik adalah :
i . i = j . j = k . k = 1
i . j = j . k = k . i = 0
Perhatikan animasi di
samping ini !
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
20
CONTOH
AB
cos
B . A
= u
Diketahui dua buah vektor, A = 3i + 4j dan B = 4i ÷ 2j. Tentukan
sudut antara vektor A dan B !
Jawab :
A
B
u
Untuk menentukan sudut antara
vektor A dan B dapat menggunakan
persamaan (1.4).
A . B = (3i + 4j) . (4i ÷ 2j) = 3.4 +
4.(-2) = 4
Besar vektor A = 5 4 3
2 2
= +
Besar vektor B =
20 ) 2 ( 4
2 2
= ÷ +
125
2
AB
cos = = u
B . A
Dengan demikian u = 79,7
o

A
B

Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
21
PERKALIAN SILANG
Perkalian vektor atau perkalian silang dari dua buah vektor
menghasilkan besaran vektor lain di mana berlaku :
A × B = C (1.6)
Besar vektor C adalah :
C = AB sin u (1.7)
Arah vektor C selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk
oleh vektor A dan vektor B. Untuk menentukan arah vektor C
dapat diperhatikan gambar di bawah ini. Diketahui bahwa hasil A
× B tidak sama dengan B × A. Walaupun besar vektor hasil
perkalian silang itu sama, tetapi arahnya saling berlawanan.
B
B
A
A
C = A × B
C’ = B × A
u
u
C = -C’
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
22
Perlu diperhatikan dan diingat dalam perkalian titik adalah :
i × i = j × j = k × k = 0
i × j = k ; j × k = i; k × i = j
j × i = -k ; k × j = -i; i × k = -j
Perhatikan animasi di
samping ini !
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
23
Untuk menentukan arah dari hasil perkalian silang dari dua buah
vektor dapat menggunakan aturan tangan kanan. Jika urutan
perkalian dari dua vektor (misal A × B), maka empat jari
menyatakan arah putaran sudut terkecil dari vektor A ke vektor B.
Ibu jari menyatakan arah dari hasil kali kedua vektor tersebut.
Untuk memahami aturan ini perhatikan animasi di bawah ini :
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
24
CONTOH
Diketahui dua buah vektor.
A = 3i + 4j B = 4i ÷ 2j + k
Tentukan : a. A × B
b. Buktikan A × B = -B × A
Jawab :
A × B = (3i + 4j) × (4i ÷ 2j + k) = 3.4(i×i) + 3.(-2)(i×j) + 3.1(i×k) +
4.4(j×i) + 4.(-2)(j×j) + 4.1(j×k) = 12.0 – 6k + 3(-j) + 16(-k) – 8.0
+ 4i = 4i – 3j – 22k
a.
B × A = (4i ÷ 2j + k) × (3i + 4j) = 4.3(i×i) + 4.4(i×j) +(-
2).3(j×i) + (-2).4(j×j) + 1.3(k×i) + 1.3(k×j) = 12.0 + 16k – 6(-
k) – 8.0 + 3j + 4(-i) = -4i + 3j + 22k = - A × B
terbukti
b.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
25
SOAL
1. Tentukan sudut yang dibentuk oleh vektor A = i + 2 j – k dan
vektor B = 3 i – 4 k !
2. Tentukan panjang proyeksi dari vektor A = 4 i + 2 j – k terhadap
arah vektor B = i + 3 j – 4 k !
3. Diberikan tiga buah vektor :
A = 1 i + 2 j – k
B = 4 i + 2 j + 3 k
C = 2 j – 3 k
Tentukan :
a. A . (B × C)
b. A . (B + C)
c. A × (B + C)
4. Buktikan vektor R = 3 i + 2 j - 4 k dan S = 2 i + j + 2 k adalah
tegak lurus !
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
26
SOLUSI
6 1) ( 2 1 A
2 2 2
= ÷ + + =
Menurut persamaan (1.5) A . B = 1.3 + 2.0 + (-1).(-4) = 7. Besar
vektor A :
5 4) ( 3 B
2 2
= ÷ + =
1.
Nilai sudut antara A dan B ditentukan oleh :
6 5
7
AB
cos = = u
B . A
Dengan demikian u = 55,1
o

Besar vektor B :
2.
A
B
A
B

u
Panjang A
B
menyatakan panjang proyeksi A terhadap B yang
besarnya :
26
14
) 4 ( 3 1
) 4 ).( 1 ( 3 . 2 1 . 4
B
cos A A
2 2 2
B
=
÷ + +
÷ ÷ + +
= = u =
A.B
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
27
SOLUSI
B × C = (4i + 2j + 3k) × (2j – 3k) = 8(i × j) – 12(i × k) – 6(j ×
k) + 6(k × j) = 8k + 12j ÷ 12i
A . (B × C) = (i + 2j – k).(-12i + 12j + 8k) = -12 + 24 – 8 = 4
3. a.
B + C = 4i + 4j. Nilai A . (B + C) = (i + 2j – k).(4i + 4j) = 12
b.
A × (B + C) = (i + 2j – k) × (4i + 4j) = i – 4j – 4k c.
Dua buah vektor tegak lurus jika membentuk sudut 90
o
.
Menurut persamaan (1.4) dan (1.5) diperoleh :
R . S = RS cos 90
o
= RS . 0 = 0
R . S = R
x
S
x
+ R
y
S
y
+ R
z
S
z

Jika diketahui R = 3 i + 2 j - 4 k dan S = 2 i + j + 2 k, maka :
R . S = 3.2 + 2.1 + (-4).2 = 0

4.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
28
BESARAN FISIS
Setiap keadaan fisis dari materi selalu dinyatakan sebagai fungsi
matematis dari besaran lain yang mempengaruhinya.

S = f(x
1
, x
2
, . . . , x
n
) (1.8)

S menyatakan besaran yang diukur, sedangkan x
i
menyatakan
variabel yang menentukan besaran S. Sebagai contoh gaya
interaksi antar dua partikel bermuatan F ditentukan oleh besar
muatan pertama q
1
, besar muatan kedua q
2
, jarak antar partikel r
12
,
dan medium di mana kedua partikel tersebut berada.

Namun untuk menggambarkan sebuah besaran yang merupakan
fungsi dari beberapa variabel cukup sulit. Pada pembahasan
materi di sini, ditinjau besaran yang hanya bergantung pada satu
variabel saja.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
29
Tinjau sebuah fungsi y = f(x) di bawah ini di mana nilai y hanya
ditentukan oleh satu variabel, yaitu x.
Dari grafik di samping
diketahui y
1
= f(x
1
), y
2
=
f(x
2
), y
3
= f(x
3
), dan y
4
=
y
1
.
Setiap besaran fisis yang bergantung pada satu variabel dapat
digambarkan dalam bentuk grafik seperti di atas.
y
x
x
1
x
2
x
3
x
4

y
1

y
2

y
3

Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
30
Di bawah ini contoh besaran fisika, yaitu posisi x sebagai fungsi
waktu. Posisi sebuah partikel dalam arah x sebagai fungsi waktu.
t (detik) x (meter)
0 9
1 4
2 1
3 0
4 1
5 4
6 9
7 16
8 25
9 36
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
t
x
(
t
)
x(t) = (t – 3)
2

Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
31
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
r
E(r)
Medan listrik sebagai fungsi jarak. Diketahui besar q = 1 nC.
2
r
q
E k =
r (m) E (N/C)
1 9
2 2,25
3 1
4 0,5625
5 0,36
6 0,25
7 0.1837
8 0,1406
9 0,1111
10 0,09
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
32
CONTOH
1. Sebuah benda yang dihubungkan pada pegas mengalami gaya
pegas dinyatakan sebagai F = kx dengan k adalah konstanta
pegas dan x adalah jarak. Gambarkan grafik F sebagai fungsi
jarak x !

x
F
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
33
Muatan dalam kapasitor yang terhubung dengan sumber
tegangan DC bergantung pada waktu yang dinyatakan oleh
fungsi :
Q(t) = q(1 – e
-At
)
dengan q dan A adalah konstanta. Gambarkan grafik Q terhadap
t !
2.
CONTOH
t
Q = q(1 – e
-At
)
Q
q
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
34
DIFERENSIAL
Diferensial atau turunan pertama kali dibahas untuk menentukan
garis singgung dari suatu kurva. Masalah ini sudah dibahas sejak
jaman Archimedes sekitar abad ke 3 SM.
Dalam fisika, turunan pertama kali digunakan untuk menentukan
besar kecepatan sesaat pada t tertentu dari persamaan posisi
terhadap waktu.
f(x)
x
c c+h
f(c+h)
f(c)
Lihat gambar di samping.
Gradien dari garis singgung
pada titik P dapat ditentukan
oleh persamaan :
P
h
) c ( f ) h c ( f
lim
m
0 h
÷ +
=
÷
(1.9)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
35
x
) x ( f
lim
x ' x
) x ( f ) ' x ( f
lim
m
x' x x' x
A
A
=
÷
÷
=
÷ ÷
Jika x = c dan x’ = c + h, maka persamaan (1.9) menjadi :
(1.10)
Penulisan turunan dari suatu fungsi y = f(x) terhadap x dinyatakan
oleh :
f’(x) D
x
y
dx
dy
Berlaku untuk turunan :
1. D
x
(cf(x)) = c D
x
f(x) c : konstanta (1.11a)
2. D
x
(f(x) + g(x)) = D
x
f(x) + D
x
g(x) (1.11b)
3. D
x
(f(x)g(x)) = (D
x
f(x))g(x) + f(x)(D
x
g(x)) (1.11c)
4. D
x
(f(g(x))) = D
g(x)
f(g(x)).D
x
g(x) (1.11d)
5. D
x
(x
n
) = nX
n-1
(1.11e)
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
36
dC
dB
A =
Dalam fisika, suatu besaran A yang dinyatakan sebagai
perbandingan besaran B terhadap besaran C selalu dinyatakan
dalam bentuk :
Hal ini berlaku karena pada umumnya besaran B merupakan
fungsi dari besaran C. Sebagai contoh :
waktu
Jarak
tan Kecepa =
dt
dx
v =
waktu
Usaha
Daya =
dt
dW
P =
waktu
tan Mua
Arus =
dt
dq
I =
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
37
CONTOH
Muatan dalam kapasitor yang terhubung dengan sumber tegangan
DC bergantung pada waktu yang dinyatakan oleh fungsi :
Q(t) = q(1 – e
-At
)
dengan q dan A adalah konstanta. Tentukan :
a. Fungsi arus sebagai waktu
b. Besar arus saat t = 0
c. Gambarkan grafik I(t)
Jawab :
( )
At At
qAe ) e 1 ( q
dt
d
dt
dQ
I
÷ ÷
= ÷ = =
Besar arus I : a.
Pada saat t = 0 harga I adalah :
I = qAe
-A.0
= qA
b.



qA
I(t)
t
c.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
38
INTEGRAL
Integral digunakan untuk menentukan luas daerah di antara kurva
fungsi f(x) dan sumbu x.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
55
x
y
x
0

Ax
x
1
x
2
x
3
x
4
x
5

x
6
x
7

Sebagai contoh diketahui y
= f(x) = (x – 3)
2
+ 5 dan
luas yang ditentukan pada
batas dari x = 1 sampai
dengan x = 8.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
39
Dari gambar diketahui luas yang dicari dapat didekati dengan :
A(n = 7) = f(1)Ax + f(2)Ax + f(3)Ax + f(4)Ax + f(5)Ax + f(6)Ax +
f(7)Ax
¿
=
A = =
7
0 i
i
x ) x ( f ) 7 n ( A
Nilai Ax = 1 ditentukan dengan membagi selang 1 < x < 8 dibagi
dengan n = 7. Nilai A(n = 7) = 9 + 6 + 5 + 6 + 9 + 14 + 21 = 70
satuan persegi.
Jika nilai n diperbesar, maka luas mendekati luas sebenarnya.
Nilai A sebenarnya diperoleh pada nilai n endekati tak hingga.
¿
}
=
· ÷ · ÷
= A = =
n
0 i
8
1
i
n n
dx ) x ( f x ) x ( f lim ) n ( A lim A
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
40
}
= dT S R
Dalam fisika, integral digunakan untuk suatu besaran yang
merupakan hasil kali dari besaran-besaran lain dengan syarat
masing-masing besaran tersebut tidak saling bebas satu sama
lain.
Tinjau suatu besaran R = ST. Jika besaran S fungsi dari T,
maka besaran R harus dinyatakan dalam bentuk :
Sebagai contoh :
Usaha = Gaya × jarak
Fluks = Medan × luas
}
= u dA E
}
= ds F W
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
41
CONTOH
Sebuah benda yang dihubungkan pada pegas mengalami gaya
pegas dinyatakan sebagai F = kx dengan k adalah konstanta
pegas dan x adalah jarak. Tentukan :
a. Besar usaha yang dilakukan oleh gaya pegas
b. Gambarkan grafik usaha sebagai fungsi waktu
Jawab :
Usaha yang dilakukan :
} }
= = =
2
2
1
kx dx kx dx F W
a.
W
x
b.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
42
SOAL
Sebuah partikel bergerak akibat gaya yang dinyatakan oleh
persamaan F(x) = Ax ÷ Bx
2
. Jika diketahui nilai A = 10
3
N/m dan
B = 5.10
3
N/m
2
. Tentukan :
a. Grafik F terhadap x
b. Perubahan Gaya F terhadap jarak
c. Usaha yang dilakukan gaya dari x = 3 cm sampai x = 9 cm
1.
Di bawah ini grafik dari potensial listrik terhadap jarak. 2.
x (m)
10
8
4
V (volt)
Tentukan :
a. Fungsi potensial V sebagai fungsi x
b. Jika diketahui medan listrik E adalah
turunan pertama dari potensial listrik
V, tentukan fungsi E(x)
c. Gambarkan grafik E terhadap x
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
43
Sebuah partikel bergerak dengan kecepatan v(t) = 10t – 2t
2
m/s
bergerak dengan posisi awal di x = 1 m. Tentukan :
a. Gambarkan grafik v(t)
b. Kecepatan saat t = 1 detik dan t = 3 detik
c. Fungsi a(t) sebagai turunan pertama dari v(t)
d. Gambarkan grafik a(t)
e. Fungsi posisi x(t) terhadap waktu
f. Posisi saat kecepatan v = 0
3.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
44
SOLUSI
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
x (cm)
F (N)
1. a.
Perubahan gaya terhadap jarak dinyatakan oleh
dx
dF
= A – 2Bx = 10
3
– 10
4
x
1. b.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
45
Usaha yang dilakukan :
( ) ( )
2
2
2
2
10 . 9
10 . 3
3
3
1
2
2
1
10 . 9
10 . 3
2
x B x A dx Bx Ax dx F W
÷
÷
÷
÷
÷ = ÷ = =
} }
W = 36.10
-4
A – 234.10
-6
B = 2,43 Joule
1. c.
2. a.
Dari grafik diketahui V(x) adalah
fungsi linier yang menghubungkan
titik (0,4) dan titik (10,8). Dengan
menggunakan persamaan garis V =
ax + b.
Untuk titik (0,4) 0.a + b = 4
Untuk titik (10,8) 10.a + b = 8
10
8
4
V (volt)
x (m)
Dengan metoda eliminasi diperoleh b = 4 dan a = 2,5.
Dengan demikian fungsi V(x) = 2,5x + 4
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
46
Medan listrik E(x) =
dx
) x ( dV
Dengan demikian nilai E(x) konstan.
x (m)
E (V/m)
2,5
2. b.
2. c.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
-20
-15
-10
-5
0
5
10
15
20
x (m)
v (m/s)
3. a.
= 2,5
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
47
SOLUSI
Kecepatan saat t = 1 detik adalah v(1) = 10.1 – 2.1
2
= 6 m/s.
Sedangkan kecepatan saat t = 3 detik adalah v(1) = 10.3 – 2.3
2

= 12 m/s.
3. b.
Percepatan a(t) =
dt
) t ( dv
= 10 – 4t
3. c.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
-20
-15
-10
-5
0
5
10
x (m)
a (m/s
2
)
3. d.
Hand Out Fisika I (FI-1113)
11/1/2012
Departemen Sains
48
Fungsi posisi x(t) =
3
3
2
2 2
t t 5 dt t 2 t 10 dt ) t ( v ÷ = ÷ =
} }
3. e.
Saat v = 10t – 2t
2
= 0 terjadi saat t = 0 dan t = 5 detik. Pada
saat t = 0 posisi x(0) = 0. Sedangkan pada saat t = 5 detik
posisi x di :
3
2
3
3
2
2
41
3
125
5 5 . 5 = = ÷
Dengan demikian kecepatan v = 0 di posisi x = 0 dan x =
41,67 m
3. f.
x(5) =

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->