Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN BIOLOGI MANGROVE ANATOMI DAN MORFOLOGI MANGROVE KELOMPOK 2 SYAYYIDAH MUSLIMAH (1509 100 012) WENNY DEVINTA

D.R. (1509 100 017) DENADA VISITIA RIZKITAVANI (1509 100 019) ROQIB MUTAALI (1509 100 026) RIZKY YANUARISTA (1509 100 027) MUTIARA ARUM KUSUMANINGATI (1509 100 039) FITRI WULANDARI EFFENDI (1509 100 060) DITA DWI A. (1509100068) SYAMSUL Abstrak Mangrove merupakan karakteristik dari bentuk tanaman pantai, estuari atau muara sungai, dan delta di tempat yang terlindung daerah tropis dan sub tropis. Karakteristik yang menarik dari species mangrove dapat dilihat dari sistem perakarannya dan buah. Tanah pada habitat mangrove adalah anaerobik (hampa udara) bila berada di bawah air. Praktikum ini dibagi menjadi dua yaitu morfologi dan anatomi mangrove dan dilakukan di Bosem Wonorejo pada tanggal 21 April 2012. Deskripsi secara umum dari Avicennia marina adalah berbentuk belukar atau pohon yang tumbuh tegak atau menyebar, ketinggian pohon mencapai 30 meter. Memiliki sistem perakaran horizontal yang rumit dan berbentuk pensil (atau berbentuk asparagus), akar nafas tegak dengan sejumlah lentisel. Kulit kayu halus dengan burik-burik hijau-abu dan terkelupas dalam bagian-bagian kecil. Pada pengamatan anatomi Avicennia marina dilakukan pada bagian bantang, daun dan stomatanya. Tipe stomata dari Avicennia marina ini tidak terlihat hanya bagian trikomanya saja. Kata kunci: Avicennia marina,morfologi,anatomi Abstrac Mangrove is a characteristic of the plant form of estuaries or beaches, estuaries, and delta in a place sheltered tropical. An interesting characteristic of mangrove species can be seen from the rooting system and fruit. Mangrove habitat on the ground is anaerobic (vacuum) when under water. This practicum instructors are divided into two, there are morphology and anatomy of mangrove and performed in Bosem Wonorejo on 21 April 2012. General description of Avicennia marina is a shrub or tree which grows upright or spreading, the height of the tree reaching 30 meters. It has a complicated system of horizontal rooting and pencil-shaped (or asparagus-shaped), breath upright with a number of root lentisel. Bark smooth with dots green and chipped in small parts. Anatomical observation on performed on the back of the leaf and stomata. The type Avicennia marina stomata of this invisible to watch, only the tricome. Keywords : Avicennia marina, morphology, anatomy Pendahuluan Mangrove merupakan karakteristik dari bentuk tanaman pantai, estuari atau muara sungai, dan delta di tempat yang terlindung daerah tropis dan sub tropis. Mangrove merupakan ekosistem yang terdapat di antara daratan dan lautan dan pada kondisi yang sesuai mangrove akan membentuk hutan yang ekstensif dan produktif. Mangrove sering juga dinamakan hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau, atau hutan bakau karena hidupnya di dekat pantai. Istilah bakau itu sendiri dalam bahasa Indonesia merupakan nama dari salah satu spesies penyusun hutan mangrove, yaitu Rhizophora sp. Sehingga dalam percaturan bidang keilmuan untuk tidak membuat bias antara bakau dan mangrove maka hutan mangrove sudah ditetapkan merupakan istilah baku untuk menyebutkan hutan yang memiliki

karakteristik hidup di daerah pantai. Berkaitan dengan penggunaan istilah mangrove maka menurut FAO (1982): Mangrove adalah individu jenis tumbuhan maupun komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut. Istilah mangrove merupakan perpaduan dari dua kata yaitu mangue dan grove. Di Eropa, ahli ekologi menggunakan istilah mangrove untuk menerangkan individu jenis dan mangal untuk komunitasnya. Hal ini juga dijelaskan oleh Macnae (1968) dalam (Anonim1) yang menyatakan bahwa kata nmangrove seharusnya digunakan untuk individu pohon sedangkan mangal merupakan komunitas dari beberapa jenis tumbuhan. Hutan mangrove meliputi pohonpohon dan semak yang tergolong ke dalam 8 famili, dan terdiri atas 12 genera tumbuhan berbunga, yaitu Avicennia, Sonneratia, Rhyzophora, Bruguiera, Ceriops, Xylocarpus, Lummitzera, Laguncularia, Aegiceras, Aegiatilis, Snaeda, dan Conocarpus (Noor, 1999). Tomlinson (1984) dalam Noor (1999) mengklasifikasikan mangrove menjadi tiga, yaitu mangrove mayor, mangrove minor dan kelompok asosiasi mangrove. Mangrove mayor terlihat karakteristik morfologinya : sistem perakaran udara, mekanisme fisiologis khusus untuk mengeluarkan garam agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mangrove. Komponen mangrove mayor berdasarkan pemisahan taksonomi dari hubungan daratan dan hanya terjadi di hutan mangrove. Membentuk tegakan murni namun tidak meluas ke dalam komunitas daratan, contohnya Rhizopora sp., Avicennia sp., Soneratia sp.,Ceriops sp., Bruguiera sp., dll. Mangrove minor adalah tumbuhan mangrove yang tidak termasuk elemen mencolok dari tumbuh-tumbuhan yang mungkin terdapat di sekitar habitatnya dan jarang berbentuk tegakan murni, misalnya Acrostichum, Pemphis acidula, Xylocarpus, Heritiera littoralis, dll. Kelompok asosiasi mangrove

jarang ditemukan spesies yang tumbuh di dalam komunitas mangrove yang sebenarnya dan kebanyakan sering ditemukan dalam komunitas mangrove yang sebenarnya dan kebanyakan sering ditemukan dalam tumbuhtumbuhan darat, contohnya Asclepias speciosa, Thespesia populnea, Terminalia cattapa, Terminalia, Ficus,Apocinaceae, Casuarina, Hibiscus, dll. Karakteristik Morfologi Karakteristik yang menarik dari species mangrove dapat dilihat dari sistem perakarannya dan buah. Tanah pada habitat mangrove adalah anaerobik (hampa udara) bila berada di bawah air. Beberapa species memiliki sistem perakaran khusus yang disebut akar udara yang cocok untuk kondisi tanah yang anaerobik. Ada beberapa tipe perakaran, yaitu: akar tunjang, akar napas, akar lutut, dll. Semua species mangrove memproduksi buah yang biasanya disebarkan melalui air. Ada beberapa macam bentuk buah, seperti berbentuk silinder, bulat dan berbentuk kacang. Macam- macam bentuk benih mangrove, yaitu : 1. Benih Vivipari, Umumnya terdapat pada family Rhizophoraceae, buahnya berbentuk silinder. 2. Benih Cryplovivipari, Umumnya terdapat pada family Avicennia (Seperti buah kacang), Aegeceras (Sikunder) dan Nypa fruticans, yang buahnya berbentuk Cryplovivipoarious di mana bibitnya berkecambah tetapi diliputi oleh selaput buah sebelum dilepaskan atau ditinggalkan dari pohon induknya. 3. Benih Normal, Ditemukan pada species Sonneratia dan Xylocarpus. Buahnya berbentuk bulat seperti bola dengan benih normal. Species lain kebanyakan buahnya berbentuk kapsul. Sebagai benih normal, buah tersebut mengalami proses dimana mereka memecahkan diri dan

menyebarkan mencapai air.

benihnya

pada

saat

(Anonim1). Permasalahan yang dihadapi dalam praktikum ini adalah bagaimana karakter morfologi dan anatomi dari Avicennia marina serta bagaimana mekanisme adaptasi dari Avicennia marina. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan anatomi dari Avicennia marina serta mengetahui mekanisme adaptasi dari Avicennia marina. Metodologi Praktikum morfologi dan anatomi mangrove ini dilakukan di Bosem Wonorejo pada tanggal 21 April 2012. Peralatan yang dibawa pada praktikum morfologi dan anatomi mangrove adalah kamera, mikroskop, kuteks bening, isolasi, kaca benda, dan cuter. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum morfologi dan anatomi mangrove adalah daun Avicennia marina. Cara kerja untuk mengetahui Morfologi adalah dengan cara mengamati 1 pohon mangrove dengan keliling batang kurang lebih 20cm. Kemudian difoto pada bagian akar,batang dan daunnya. Setelah diamati, dicocokkan dengan buku panduan morfologi mangrove. Untuk cara kerja pada anatomi mangrove yaitu dengan cara mengamati pada stomatanya,pada bagian melintang batang dan pada bagian melintang akarnya. Pertama-tama daun dari Avicennia marina diambil,kemudian diolesi dengan kuteks bening dan ditunggu hingga kering. Setelah kering bagian yang ditempel dengan kuteks ditempelin dengan isolasi yang kemudian isolasi diangkat dan ditempelkan pada kaca benda. Setelah didapatkan,diamati dengan mikroskop, sedangkan pada bagian melintang batang dan akarnya,pertama-tama batang dan akar disayat melintang dengan menggunakan mikrotom supaya didapatkan sayatan yang sangat tipis,setelah didapatkan, diamati dengan menggunakan mikroskop.

Pembahasan Morfologi Avicennia marina Deskripsi secara umum dari Avicennia marina adalah berbentuk belukar atau pohon yang tumbuh tegak atau menyebar, ketinggian pohon mencapai 30 meter. Memiliki sistem perakaran horizontal yang rumit dan berbentuk pensil (atau berbentuk asparagus), akar nafas tegak dengan sejumlah lentisel. Kulit kayu halus dengan burik-burik hijau-abu dan terkelupas dalam bagian-bagian kecil (Noor, 1999).

Gambar 1. Batang pohon Avicennia marina.

Gambar 2. Akar nafas Avicennia marina.

Ranting muda dan tangkai daun berwarna kuning, tidak berbulu. Bagian atas permukaan daun ditutupi bintik-bintik kelenjar berbentuk cekung. Bagian bawah daun putihabu-abu muda. Letak daun sederhana & berlawanan. Bentuk daun elips, bulat memanjang, bulat telur terbalik. Ujung meruncing hingga membundar. Daun berukuran: 9 x 4,5 cm (Noor, 1999).

Gambar 3. Daun Avicennia marina.

Manfaat Avicennia marina pada bagian daun digunakan untuk mengatasi kulit yang terbakar. Resin yang keluar dari kulit kayu digunakan sebagai alat kontrasepsi. Buah dapat dimakan. Kayu menghasilkan bahan kertas berkualitas tinggi. Daun digunakan sebagai makanan ternak (Noor, 1999).

Bunga seperti trisula dengan bunga bergerombol muncul di ujung tandan, bau menyengat, nektar banyak. Letaknya di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Formasi bunga berbentuk bulir (2-12 bunga per tandan). Daun mahkota berjumlah 4, berwarna kuning pucat-jingga tua, berukuran 5-8 mm. Kelopak bunga berjumlah 5 dengan benang sari berjumlah 4 (Noor, 1999). Avicennia marina mempunyai buah agak membulat, berwarna hijau agak keabuabuan. Permukaan buah berambut halus (seperti ada tepungnya) dan ujung buah agak tajam seperti paruh. Berukuran sekitar 1,5x2,5 cm (Noor, 1999). Avicennia marina merupakan tumbuhan pionir pada lahan pantai yang terlindung, memiliki kemampuan menempati dan tumbuh pada berbagai habitat pasangsurut, bahkan di tempat asin sekalipun. Jenis ini merupakan salah satu jenis tumbuhan yang paling umum ditemukan di habitat pasangsurut. Akarnya sering dilaporkan membantu pengikatan sedimen dan mempercepat proses pembentukan tanah timbul. Jenis ini dapat juga bergerombol membentuk suatu kelompok pada habitat tertentu. Berbuah sepanjang tahun, kadang-kadang bersifat vivipar. Buah membuka pada saat telah matang, melalui lapisan dorsal. Buah dapat juga terbuka karena dimakan semut atau setelah terjadi penyerapan air (Noor, 1999). Penyebaran Avicennia marina adalah dapat tumbuh di Afrika, Asia, Amerika Selatan, Australia, Polynesia dan Selandia Baru serta di seluruh Indonesia (Noor, 1999).

Gambar 4. Morfologi Avicennia marina a. bunga; b. buah; c. daun; d. Pohon (Noor, 1999).

ADAPTASI MANGROVE Berdasarnya karakteristik dari ekosistem mangrove adalah berkaitan dengan keadaan tanah, salinitas, pasang surut, dan keadaan tanah. Adapun adaptasi dari tumbuhan mangrove terhadap habitat terebut tampak pada fisiologi dan komposisi struktur tumbuhan mangrove (Onrizal, 2005). Adaptasi Anantomi Mangrove Vegetasi mangrove memiliki adaptasi anatomi dalam merespon berbagai kondisi eksrim misalkan adanya kelenjar garam pada mangrove secreter dan melepasnya kulit sebagai tanggapan terhadap lingkungan salin pada non-secreter, selain itu sistem perakaran yang khas sebagai tanggapan terhadap tanah yang jenuh air (Onrizal, 2005). Pada jenis mangrove nonsecreter kehilangan garam terjadi ketika daun atau bagian tumbuhan lain gugur.

Berdasarkan pada jenis mangrove nonsecreter memiliki kulit luar yang mati yang jauh lebih tebal dibandingkan jenis-jenis mangrove yang memiliki kelenjar garam. Kulit luar yang mati dan tebal tersebut kemudian mengelupas dan lepas dari tumbuhan serta digantikan oleh kulit yang baru. Hilangnya kulit yang mati dan tebal pada jenis mangrove non-secreter merupakan salah satu mekanisme hilangnya garam dari tumbuhan tersebut (Onrizal, 2005). Adaptasi tumbuhan mangrove secara anatomi terhadap keadaan tanah dan kekurangan oksigen adalah melalui sistem perakaran yang khas dan lentisel pada akar napas, batang dan organ lainnya. Ada tiga bentuk sistem perakaran pada tumbuhan pada tumbuhan mangrove, yaitu : 1. Akar lutur yang memberikan kesempatan bagi oksigen masuk ke sistem perakaran. 2. Akar napas yang muncul dipermukaan tanah untuk aerasi 3. Akar tunjang yang berbentuk seperti jangkar, berguna untuk menopang pohon (Onrizal, 2005). Pada dasarnya sistem perakarannya tumbuhan mangrove terdiri dari tiga komponen, yaitu: 1. Komponen aerasi, yaitu bagian akar yang mencuat kebagian atas dari sistem perakaran dam berfungsi sebagai pertukaran gas. 2. Komponen penyerapan dan penjangkaran, yaitu berfungsi untuk membentuk basis penjangkaran pada seluruh sistem dan untuk melakukan penyerapan zat hara. 3. Komponen jaringan, yaitu bagian horizontal yang meluas dan berfungsi menyatu dengan penyerapan dan penjangkaran dari sistem perakaran (Onrizal, 2005). Akar merupakan organ yang kontak secara langsung dengan lingkungan salin. Selain bentuk akar yang khas dan adanya lentisel di berbagai organ tumbuhan

mangrove, kekurangan oksigen juga dapat diatasi dengan adanya lubang-lubang yang ada di dalam tanah yang dibuat oleh hewanhewan. Lubang-lubang ini membawa oksigen ke bagian akar tumbuhan mangrove. Kondisi ini terjadi saat air laut surut, sehinnga lantai hutan mangrove saat air laut surut tersebut tidak tergenang air secara keseluruhan (Onrizal, 2005). Hampir semua jenis mangrove, daundaunnya mempunyai sejumlah kenampakkan anatomi yang membatasi hilangnya uap air. Hal ini mencakup kutikula yang tebal, lapisan lilin, dan stomata yang tersembunyi, yang semuanya terdapat hanya pada permukaan abaksial dari beberapa jenis. Anatomi daun mangrove demikian merupakan adaptasi terhadap kondisi lingkungan mangrove yang memiliki radiasi sinar matahari dan suhu udara yang umumnya tinggi, oleh karena mangrove tumbuh di daerah pesisir dan sebagian besar di wilayah garis lintang rendah/tropis. Keunikan daun mangrove sebagai adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya mempunyai suhu dan radiasi sinar matahari yang tinngi terlihat pada daun-daun yang posisinyaterbuka pada tajuk teratas secara tajam condong, kadang posisinya mendekati vertikal, sedangkan daun yang ternaungi yang berada jauh diantara tajuk, cenderung posisinya horizontal. Oleh karena itu, walaupun lingkungan tempat tumbuh mangrove yang memiliki radiasi sinar matahari dan suhu udara yang umumnya tinggi yang mendorong laju transpirasi yang tinngi pula, namun pada kenyataannya mangrove memiliki laju transpirasi yang rendah yang disebabkan oleh adaptasi anatomi daunnya (Onrizal, 2005). Adaptasi Fisiologi Mangrove Mangrove sebagai kelompok khusus yang mempunyai kapasitas menahan air yang tinggi dari substrat yang bergaram. Mangrove juga dapat mempertahankan keseimbangan

air yang baik karena adanya mekanisme pengaturan yang beragam, seperti perilaku stomata, penyesuaian osmotik, tingkat kesekulenan, dan pengeluaran garam (Onrizal, 2005). Pada umumnya transpirasi jenis-jenis mangrove adalah rendah, sedangkan akarnya terus menerus mengabsorbsi air garam. Hal ini menyebabkan terjadinya akumulasi garam pada daun. Untuk mengatasi hal ini beberapa jenis mangrove mempunyai kelenjar pengeluaran garam pada daunnya, sedangkan pada mangrove yang tidak memiliki kelenjar garam dilakukan dengan cara mengalirkan garam tersebut ke daun-daun meda yang baru terbentuk (Onrizal, 2005). Hampir semua jenis mangrove mengandung konsentrasi garam yang tinggi pada jaringannya. Secara umum, konsentrasi ion-ion organik yang tinggi diperlukan oleh mangrove didalam mengatur potensi osmotik antar sel, agar lebih rendah dari potensi air dalam tanah. Hal ini merupakan kebutuhan minimum untuk mengatur keseimbangan air positif (Onrizal, 2005). Anatomi Avicennia marina Adaptasi tumbuhan mengrove secara anatomi terhadap keadaan tanah dan kekurangan oksigen adalah melaui sistem perakaran yang khas dan lentisel pada akar nafas, batang dan organ lainnya (Tomlinson, 1986). Avicennia marina memiliki sistem perakaran horizontal yang rumit dan berbentuk pensil (atau berbentuk asparagus), akar nafas tegak dengan sejumlah lentisel. Lawton et.al (1985) dalam Shannon et.al (1994) dalam Onrizal (2005) membandingkan anatomi akar dari jenis Avicennia marina yang mempunyai kelenjar garam pada daunnya sebagai kelompok saltexcrete. Pada anatomi daun Avicennia marina terdiri dari endodermis, epidermis, dan korteks.

Gambar 5. Penampang melintang daun Avicennia marina. 1.)epidermis. 2.) koteks. 3.) endodermis.

Pada penampang melintang batang Avicennia marina terlihat jaringan epidermis, korteks, xilem, floem dan pidh. 1

2 3 4

5
Gambar 6. Penampang batang Avicennia marina yang terdiri dari (1) epidermis, (2) korteks, (3) xilem, (4) floem dan (5) pidh.

Pada stomata Avicennia marina tidak terlihat stomatanya. Yang terlihat hanya trikomanya saja. Hal tersebut terjadi karena pemotongannya yang kurang sempurna.

berbentuk cekung sedangkan bagian bawah daun putih abu-abu muda. Bunganya terletak di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Buah agak membulat, berwarna hijau agak keabu-abuan. Pada pengamatan anatomi Avicennia marina dilakukan pada bagian bantang, daun dan stomatanya. Tipe stomata dari Avicennia marina ini tidak terlihat hanya bagian trikomanya saja. 1 Daftar Pustaka Anonim1. Pengertian dan karakteristik morfologi mangrove dikutip dari www.ipb.ac.id diakses pada 6 Juni 2012, pukul 15.27 WIB. FAO, 1982. Management and Utilization of Mangroves in Asia and the Pasific. FAO Environmental Paper 3. Noor, Yus Rusila, dkk. 1999. Paduan Pengenalan Mangrove Di Indonesia. Wetlands International Indonesia Programme. Onrizal. 2005. Adaptasi Tumbuhan Mangrove Pada Lingkungan Salin Dan Jenuh Air. Jurusan kehutanan fakultas pertanian universitas sumatera utara. Medan

Gambar 7. Stomata Avicennia marina.1) trikoma.

Kesimpulan Praktikum morfologi dan anatomi mangrove ini dapat disimpulkan bahwa Avicennia marina mempunyai morfologi batang tegak dan tersebar dengan kulit kayu halus dengan burik-burik hijau-abu dan terkelupas. Akar memiliki sistem perakaran horizontal yang rumit dan berbentuk pensil (atau berbentuk asparagus), akar nafas tegak dengan sejumlah lentisel. Daun bagian atas permukaan ditutupi bintik-bintik kelenjar

Lampiran Morfologi dan Anatomi Mangrove Lokasi : Bosem Wonorejo Spesies : Avicennia marina Nama lokal Klasifikasi Ordo : Scrophulariales Familia : Acanthaceae Genus : Avicennia Species : Avicennia marina (www.plantamor.com)

insert akar

insert batang

penampang melintang batang

insert stomata insert daun

penampang melintang daun