Anda di halaman 1dari 4

C. Generalisasi Generalisasi berasal dari kata general yang berarti umum atau menyeluruh. Fakih S.

Amlawi (1989:9) mengemukakan bahwa: Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki karakteristik dan makna. Generalisasi adalah pernyataan tentang hubungan diantara konsep. Generalisasi mengungkapkan sejumlah besar informasi. Pendapat Savage dan Amstrong (1996:26) sebagai berikut : Ketika angka pengangguran di suatu Negara meningkat, maka kejahatan dan kriminal pun meningkat pula. Dari generalisasi tersebut terdapat berupa konsep yaitu : konsep pengangguran, konsep Negara, konsep kejahatan, dan konsep kriminal. Generalisasi adalah suatu pernyataan yang mendekati hukum atau yang mempunyai tingkat aplikasi yang lebih luas yang menyatakan perhubungan di antara sejumlah (dua atau lebih) konsep-konsep. Generalisasi biasanya dinyatakan dalam kalimat deklaratif. Generalisasi juga mempunyai nilai prediktif (meramalkan) dan eksplanatory (menjelaskan). Generalisasi merupakan paduan dari dua atau lebih dari konsep-konsep: dapat sederhana (kian besar keluarga, kian besar biaya), dan dapat kompleks (setiap masyarakat memiliki kebuadayaan masing-masing). Kumpulan dari generalisasi atau biasanya berupa prinsip, dalil, hukum, pernyataan dapat membentuk teori. Generalisasi berfungsi dalam pengajaran IPS antara lain adalah: (1) membantu dalam pemilihan bahan pelajaran, (2) sebagai tujuan umum IPS, (3) mengorganisasi kegiatan belajar mengajar, (4) membantu dalam membangun hubungan pengertian atau artikulasi bahanbahan pengajaran dalam kurikulum IPS. Selain hal tersebut juga generalisasi memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain: (a) generalisasi menunjukkan hubungan dua konsep atau lebih, (b) generalisasi lebih bersifat umum dan merupakan abstraksi yang menunjukkan pada keseluruhan dan bukan bagian atau contoh, (c) generalisasi adalah tingkat abstraksi yang lebih tinggi dan bukan sekedar konsep, (d) generalisasi didasarkan pada proses. Generalisasi dikembangkan atas dasar penalaran dan bukan hanya berdasarkan pengamatan semata

(e) generalisasi berisi pernyataan-pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya, (f) generalisasi bukanlah sekedar pernyataan yang diverbalkan atau penegasan pernyataan akan tetapi satu kesatuan pengertian. Berikut ini contoh generalisasi untuk berbagai disiplin ilmu sosial: 1. Generalisasi Sejarah Perubahan dalam masyarakat manusia dapat terjadi secara evolusi atau revolusi; Tidak ada kejadian dalam sejarah yang hanya disebabkan oleh satu sebab saja; Pengetahuan masa lampau diperlukan untuk memahami masa sekarang dan kejadian masa depan; Perubahan adalah sifat universal dari semua peradaban masyarakat manusia. 2. Generalisasi Geografi Faktor-faktor geografis mempengaruhi di mana dan bagaimana manusia hidup dan apa yang mereka lakukan; Manusia pada dasarnya mengadaptasi, membentuk, memanfaatkan, dan mengusahakan bumi untuk memenuhi kebutuhannya; Pemanfaatan dan penggunaan sumber daya alam berkaitan erat dengan tingkat kebudayaan, dan perkembangan teknologi dari masyarakat di daerah itu; Tempat-tempat di permukaan bumi mempunyai kekhususah yang membedakan satu tempat dengan lainnya; Lokasi dan kegiatan ekonomi penduduk di suatu tempat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar dan pilihan-pilihan nilai dari dalam. 3. Generalisasi Ilmu Ekonomi Ekonomi suatu negara atau wilayah berkaitan erat dengan sumber daya yang tersedia, investasi modal, dan perkembangan pendidikan dari warga negaranya; Kebutuhan manusia tidak terbatas, sedang sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya adalah terbatas/langka,

sehingga masyarakat dan individu harus membuat pilihan untuk memenuhi kebutuhan tersebut; Sistem pasar adalah lembaga utama yang ditentukan oleh produksi dan distribusi barang dan jasa dalam kehidupan ekonomi; Saling ketergantungan antarbangsa/negara di dunia menimbulkan terjadinya pertukaran dan perdagangan berbagai kebutuhan dalam dunia modern. 4. Generalisasi Antropologi Kebudayaan dipelajari secara sosial dan berfungsi sebagai pedoman bagi perilaku anggota masyarakat; Perubahan yang terjadi pada satu unsur kebudayaan akan mempengaruhi keseluruhan pola kebudayaan tersebut; Perubahan kebudayaan dapat terjadi karena difusi, inovasi, discovery, dan invention. 5. Generalisasi Sosiologi Keluarga merupakan unit dasar dalam masyarakat dan menjadi sumber dari hampir semua proses belajar yang perlu dan fundamental dalam masyarakat dan kebudayaan; Setiap masyarakat mengembangkan sistem peranan, nilai, norma, dan sanksi, untuk membimbing perilaku individu dan kelompok dalam masyarakat; Interaksi sosial dapat berupa kooperasi (kerja sama), konflik, asimilasi, dan akomodasi; Sosialisasi adalah proses di mana individu menjadi anggota masyarakat yang baik. 6. Generalisasi Politik Suatu pemerintahan yang stabil memberi kemudahan bagi perkembangan ekonomi dan sosial bangsa itu; Keputusan-keputsan, kebijaksanaan, dan hukum yang telah dibuat oleh suatu masyarakat mencerminkan nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang berkembang dalam masyarakat tersebut; Setiap masyarakat mempunyai kebijaksanaan dan sistem hukum tentang bagaimana warga negara seharusnya hidup bersama.

Dari contoh-contoh tersebut di atas, kita dapat membuat suatu analisa bahwa generalisasi merupakan proses memperoleh suatu prinsip dari berbagai pengalaman dan pengamatan atau dalam arti yang singkat disebut kesimpulan umum. Kesimpulan umum ini diperoleh seseorang (peneliti) melalui berbagai pengalaman yang dialaminya atau dari hasil pengamatan yang berulang-ulang. Hanya yang perlu diingat, generalisasi tidak selamanya benar. Hal itu tergantung pada kenyataan-kenyataan atau fakta-fakta yang mendukungnya. Kadang-kadang suatu generalisasi itu menjadi salah karena pengambilan kesimpulan yang tergesa-gesa atau fakta yang dijadikan dasar pijakannya sudah salah.

Generalisasi Dalam IPS Jelas dikatakan bahwa pada Ilmu Pengetahuan tidak akan dapat terbentuk secara teoritis apabila tidak didukung oleh generalisasi. Keterkaitan dan kedudukan atau peranan generalisasi dalam IPS sudah diawali sejak pengumpulan fakta atau data, membentuk suatu konsep dan akhirnya membuat suatu generalisasi. Untuk lebih jelasnya tentang kedudukan generalisasi dalam IPS dapat kita simak pada ilustrasi dibawah ini. Makin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat, maka makin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut. Dapat dijadikan suatu dalil atau teori bahwa : tingkat pendidikan berkolerasi positif terhadap tingkat kesejahteraan. Sedangkan konsep pendidikan dan konsep kesejahteraan merupakan suatu bahan kajian yang sangat penting dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.