Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Kalimantan juga lebih dikenal dengan sebutan pulau borneo, dan terbagi menjadi empat provinsi yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah merupakan provinsi terbesar ketiga di Indonesia setelah Papua dan Kalimantan Timur, dengan luas wilayah 153.564 kilometer persegi atau 1,5 kali luas Pulau Jawa. Provinsi ini memiliki hutan tropis yang mencapai 68,7% wilayahnya dan terluas di Kalimantan, sehingga menjadi paru-paru Kalimantan, Indonesia, bahkan dunia. Provinsi Kalimantan Tengah dibelah secara membujur dari utara ke selatan oleh sebelas sungai besar dan ratusan sungai kecil atau danau. Sebagian besar Suku Dayak Ngaju tinggal di desa-desa, sepanjang pinggir sungai, sebagian lagi di perkotaan Provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar berupa kawasan hutan namun kawasan hutan tersebut makin berkurang karena adanya illegal loging . Kawasan hutan yang semakin berkurang ini juga disebabkan oleh penebangan liar yang tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan masalah multidimensi yang dirasakan masyarakat setempat. Kawasan yang dulunya hijau berubah menjadi hamparan yang kering, gundul dan bersuhu ekstrim. Ditambah lagi dengan pembukaan lahan dari para pemilik HPH dan perorangan yang membuka lahan kelapa sawit, pertambangan batubara, penambangan emas yang tidak berwawasan lingkungan, dan banyak lahan mengalami perubahan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya, seperti lahan terbuka hijau, pertanian dan perkebunan berubah menjadi bangunan-bangunan sentra bisnis dan industri yang tidak memperhatikan lingkungan.

Dewasa ini di kalimantan Tengah sangat marak pembukaan lahan tambang, umumnya perusahaan tambang yang telah memiliki ijin menjalankan peraturan dengan benar. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan masih terdapat kelalaian sehingga terjadi kecelakaan kerja kepada para pekerja tambang. Penambangan emas yang menggunakan metode tambang semprot, secara tidak langsung menyebabkan banyak dampak negatif apabila dilakukan tanpa memperhatikan prosedur yang berlaku, padahal telah mendapat ijin dari aparatur daerah setempat. Kurangnya kesadaran akan keselamatan kerja juga menjadi permasalahan utama seringnya terjadi kecelakaan di areal tambang semprot. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat judul Prosedur Keamanan Pekerja Tambang Semprot dalam Penambangan Emas. Penulis berharap makalah ini dapat menjadi literatur yang bermanfaat bagi setiap pembacanya. Juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan pekerja dalam pertambangan.

1.2. Tujuan Tujuan umum dalam makalah ini adalah memaparkan tentang prosedur keselamatan kerja tambang semprot dalam penambangan emas. Sedangkan tujuan khusus, berkaitan dengan judul dapat dirintis sebagai berikut. a. b. c. d. Menjelaskan tentang prosedur keselamatan kerja Menjelaskan pengertian tambang semprot Menjelaskan pengertian penambangan emas Menjelaskan dampak positif dan negatif dari penambangan emas tambang semprot.

1.3.Manfaat Berdasarkan latar belakang, dan tujuan penulisan. Manfaat dari penulisan makalah ini dapat dikelompokan menjadi. a. Manfaat Edukatif Manfaat edukatif adalah manfaat yang memberikan kontribusi pengetahuan bagi pembacanya sehingga makalah ini sangat disarankan untuk dibaca berbagai kalangan. b. Manfaat Apresiasi Manfaat apresiasi adalah manfaat yang diberikan bagi penulis untuk mengemukakan pendapat, ide, gagasan, dan perencanaan dengan harapan disambut baik oleh berbagai pihak. c. Manfaat Informatif Manfaat informatif adalah bagaimana makalah ini dapat memberikan informasi mengenai berbagai permasalahan yang sesuai dengan pembahasan.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kerangka Acuan Teoritis 2.1.1. Prosedur Keselamatan Kerja Setiap orang pastilah mengharapkan memiliki kehidupan yang layak dan pekerjaan yang layak pula. Harapan tersebut tidak dapat terwujut tanpa adanya campur tangan pemerintah. Semua hal tersebut sebenaranya telah diatur didalam Undang-undang dasar 1945 pada bab X tentang warga negara dan penduduk yang terdapat dipasal 27 ayat 2 yang berbunyi tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pada saat seseorang telah mendapatkan pekerjaan, tidak menutup kemungkinan ada pihak yang tidak memperhatikan prosedur keselamatan kerja. Akibat dari hal tersebut terjadi kecelakaan kerja, dan hak yang dimaksud dalam undang-undang dasar tersebut tidak terpenuhi dengan baik. Prosedur keselamatan kerja tersusun dari tiga kata yaitu prosedur, keselamatan, dan kerja. Prosedur mempunyai arti cara kerja, atau cara menjalankan. keselamatan berasal dari kata dasar selamat yang diberi imbuhan kesehingga memiliki arti terhindar dari bahaya. Sedangkan kerja mempunyai arti kegiatan melakukan sesuatu. Sehingga, prosedur keselamatan kerja mempunyai arti cara menjalankan kegiatan dengan terhindar dari bahaya. Dalam kegiatan penambangan para pekerja sangat ditekankan pada personal safety atau keselamatan pribadi. Karena dalam pertambangan sangat sering terjadi personal aciden atau kecelakaan kerja. Semua hal yang mengatur tentang ketenagakerjaan diatur dalam undang-undang RI nomor 13 tahun 2003. Undang-undang RI nomor 13 tahun 2003 tersusun atas 18 bab 193 pasal dan 514 ayat. Dalam undang-undang RI nomor 13 tahun 2003 bab 1 pasal 1 ayat 2 yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Dari hal tersebut jelas bahwa pekerja memiliki andil bagian dalam pembangunan perekonomian bangsa. Selain untuk memenuhi kebutuhanan hidupnya para pekerja juga menopang kehidupan orang lain dalam hal ini para pengusaha.
4

Sedangkan yang dimaksud dengan pekerja/buruh dalam UU RI no 13 tahun 2003 pada pasal 1 ayat 3 yaitu Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Maksud dari pasal ini adalah pekerja memiliki hak atas pekerjaan yang telah dilakukannya dengan bayaran berupa upah berdasarkan kesepakatan bersama. Dalam dunia kerja lapangan pekerjaan diciptakan oleh para pemberi kerja. Adapun pengertian pemberi kerja dalam UU RI no 13 tahun 2003 pasal 1 ayat 4 yaitu Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. Dapat ditanggapi bahwa pemberi kerja dapat berupa badan swasta ataupun negeri. Dalam ruang lingkup lapangan pekerjaan swasta sang pemberi kerja dikenal dengan nama pengusaha. Biasanya pengusaha memberi lapangan pekerjaan pada perusahaaan yang dimilikinya. Pengertian mengenai pengusaha dan perusahaan juga tercantum dalam UU RI nomor 13 tahun 2003 pada pasal 1 ayat 5 dan 6. Dalam pasal 1 ayat 5 yang dimaksud dengan pengusaha adalah: a. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatuperusahaan milik sendiri; b. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendirimenjalankan perusahaan bukan miliknya; c. orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesiamewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b yangberkedudukan di luar wilayah Indonesia. Sedangkan perusahaan dalam pasal 1 ayat 6 adalah : a. setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milikpersekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yangmempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuklain; b. usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Dengan peran pekerja, pemberi kerja, pengusaha, dan perusahaan diharapkan dapat mensejahterakan pekerja dan masyarakat. Pekerja juga sebagai penunjang pembangunan bangsa memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu mengenai kesejahteraan pekerja juga telah diatur dalam UU RI nomor 13 yang tersebar dari pasal 2-6. Secara spesifik telah diatur tentang perlindungan, pengupahaan, dan kesejahteraan pada bab 10. Pada bab 10 terdapat 34 pasal yaitu dari pasal 67-101. Keseluruhan pasal tersebut mengatur tentang perlindungan, pengupahan dan kesejahteraan pekerja. Seperti yang telah diketahui bahwa keselamatan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan dalam dunia kerja. Keselamatan kerja mencakup juga kesehatan kerja dan diatur dalam UU RI nomor 13 tahun 2003 pasal 86 dan 87. Adapun isi dari pasal 86 ini adalah 1. Setiap pekerja/buruh mempnyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : a. Keselamatan dan kesehatan kerja; b. Moral dan kesusilaan; dan c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta niulaji-nilai agama. 2. Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehataan kerja. 3. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai denganm peratuan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan pasal 87 berbunyi : 1. Setiap peerusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. 2. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaiman dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Upaya keselamabtan dan kesehatan kerja dimaksudkan untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya ditempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian dari sistem manajemen pereusahaan secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, pelaksanaan, tanggung jawab, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapaan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamantan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. 2.1.2. Tambang Semprot Dalam dunia pertambangan dikenal sistem penambangan. Sistem tersebut dibagi menjadi dua yaitu tambang terbuka (surface mining) dan tambang bawah tanah/tambang dalam (underground mining). Tambang terbuka dibagi menjadi beberapa metode, yaitu: 1. Open Pit/Open Cast 2. Strip Mining 3. Kuari (Quarry) 4. Alluvial mining Sedangkan alluvial Mining dibedakan menjadi 3 metode, yaitu : a) Tambang Semprot (Hydraulicking) b) Penambangan dengan Kapal Keruk (Dredging) c) Manual mining method

Tambang semprot merupakan tempat penambangan yang menggunakan bantuan alat penyemprot bertekanan tinggi. Pada tambang semprot penggalian endapan alluvial dilakukan dengan menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi yang berasal dari penyemprotan yang disebut monitor atau water jet atau giant.Tekanan aliran air yang dihasilkan oleh monitor dapat diatur sesuai dengan keadaan material yang akan digali atau disemprot yang biasanya bisa mencapai tekanan sampai 10 atm. Penyemprotan dengan monitor tidak hanya dilakukan pada bidang rata, tetapi juga pada gundukan tanah. Umumnya pekerjaan tambang semprot dilakukan pada tanah aluvial. Tanah aluvial umumnya terdapat di dataran atau lembah, juga di sepanjang aliran sungai. Tanah Alluvial pada proses pembentukannya sangat tergantung dari bahan induk asal tanah dan topografi, punya tingkat kesuburan yang bervariasi dari rendah sampai tinggi, tekstur dari sedang hingga kasar, serta kandungan bahan organik dari rendah sampai tinggi dan pH tanah berkisar masam, netral, sampai alkalin, kejenuhan basa dan kapasitas tukar kation juga bervariasi karena tergantung dari bahan induk (Hardjowigeno, 1985). Kata Alluvial berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti tanah dari endapan karena air atau tanah endapan lumpur. Menurut kamus besar bahasa indonesia (2005), aluvial mempunyai arti berhubungan dengan yang terdapat di dalam. Sedangkan tanah aluvial memiliki pengertian tanah yang terbentuk dari material halus hasil pengendapan aliran sungai. Umumnya terdapat di dataran rendah atau lembah. Berdasarkan uraian tersebut, pengertian tambang aluvial atau alluvial mining adalah tempat untuk mengambil bahan tambang dari tanah hasil endapan aliran sungai. Tanah aluvial memiliki pH yang sangat rendah yaitu kurang dari 4, sehingga sulit untuk dibudidayakan. Alluvial atau Inceptisol yang bermasalah adalah sulfaquepts yang mengandung horizon sulfuric ( cat clay ) yang sangat masam (Munir, 1996).

Sarief (1987) menyatakan bahwa tanah Aluvial berwarna kelabu sampai kecoklat-coklatan. Tekstur tanahnya liat atau liat berpasir, mempunyai konsistensi keras waktu kering dan teguh pada waktu lembab. Kandungan unsur haranya relatif kaya dan banyak tergantung pada bahan induknya. Reaksi tanahnya dari asam, netral sampai basa. Berdasarkan bahan induknya terdapat tanah Aluvial pasir, lempung, kapur, basa,asam dan lain-lain (Darmawijaya, 1990). Secara geologi, lokasi penambangan emas dihuni oleh endapan-endapan aluvial muda dan aluvial tua yang secara umum terdiri dari fragmen-fragmen kuarsa putih susu, batuan ultramafik, batuan malihan dan batuan sedimen. Umumnya potensi kandungan emas dalam endapan aluvial tua akan meningkat seiring dengan peningkatan ukuran butiran endapan tersebut yang relatif lebih dalam dan dekat dengan batuan dasarnya. 2.1.3. Penambangan Emas Sebelum jauh mengenal pengertian penambangan emas alangkah baiknya mengerti pengertian pertambangan dan penambangan terlebih dahulu. Pertambangan dan penambangan memiliki pengertian yang berbeda. Penambangan merupakan pekerjaan mengambil bahan tambang dari bumi, sedangkan pertambangan adalah usaha untuk mengambil bahan tambang. Tetapi kedua kata tersebut memiliki kata dasar tambang. Tambang merupakan tempat untuk melakukan pekerjaan penambangan. Sedangkan dalam KBBI (2005) emas memiliki arti logam mulia yang memiliki harga yang tinggi. Emas adalah unsur kimia dlm tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang sifat fisik lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage.

Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius. Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%. Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram. Harga emas di prediksi akan terus mengalami kenaikan karena tidak adanya kepastian kapan berakhirnya krisis hutang yang melilit negara-negara eropa, dan penurunan tingkat ekonomi dari 9 negara anggota uni-Eropa, sehingga harga saham di berbagai bursa di dunia mengalami kejatuhan. sehingga banyak masyarakat yang mengalihkan dananya untuk berinvestasi dalam bentuk emas. Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

10

Perusahaan pertambangan yang mengeksploitasi cadangan emas di Indonesia antara lain: 1. PT Aneka Tambang, merupakan BUMN 2. PT Freeport Indonesia 3. PT Newmont Nusa Tenggara Berdasarkan paparan di atas, jadi pengertian dari penambangan emas merupakan pekerjaan mengambil mineral emas dari dalam bumi. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh para pekerja dengan bantuan alat semprot. 2.1.4. Dampak Positif dan Negatif Tambang Semprot Dalam kegiatan yang terjadi pada siklus kehidupan manusia, pasti terdapat dampak dari kegiatan tersebut. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif maupun negatif. Sama halnya dengan kegiatan penambangan dengan metode tambang semprot. Sebelum mengetahui dampak dari tamabang semprot alangkah baiknya mengetahui dampak positif dan negatif dari pertambangan secara umum. Adapun dampak tersebut adalah sebagai berikut: Dampak positif pertambangan adalah : 1. Menambah pendapatan negara. 2. Ikut meningkatkan perkembangan sosial, ekonomi dan budaya daerah setempat. 3. Memberikan kesempatan kerja (lapangan pekerjaan baru). 4. 5. Memberikan kesempatan ahli teknologi dan informasi. Memantapkan keamanan lingkungan.

11

Sedangkan dampak negatif industri pertambangan adalah : 1. Merubah morfologi dan fisiologi tanah (tata guna tanah). 2. Merusak lingkungan, karena tanah yang subur hilang, vegetasi dibabat sehingga daerah menjadi gundul dan mudah tererosi serta longsor, flora dan fauna rusak sehingga ekologi rusak, polusi sungai, udara dan suara. 3. Dapat menimbulkan kesenjangan sosial, ekonomi dan budaya. Dampak Positif dari tambang semprot : 1. Mempertinggi taraf pendapatan kehidupan 2. Mempertinggi taraf ekonomi suatu daerah 3. Membuka lapangan pekerjaan 4. Mengurangi tingkat pengangguran produktif Sedangkan Dampak Negatif dari tambang semprot : 1. Merusak tanah, karena mengkikis lapisan tanah. 2. Merusak betang alam. 3. perubahan topografi lahan, hilangnya vegetasi alami, berkurangnya habitat satwa liar Kegiatan penambangan menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem yang besar. 4. taraf kecelakaan yang tinggi akibat kurangnya pengetahuan akan

keselamatan kerja.

12

BAB III PEMBAHASAN 3.1. Analisis Data 3.1.1. Prosedur Keselamantan Kerja Prosedur keselamatan kerja tersusun dari tiga kata yaitu prosedur, keselamatan, dan kerja. Prosedur mempunyai arti cara kerja, atau cara menjalankan. keselamatan berasal dari kata dasar selamat yang diberi imbuhan ke- sehingga memiliki arti terhindar dari bahaya. Sedangkan kerja mempunyai arti kegiatan melakukan sesuatu. Sehingga, prosedur keselamatan kerja mempunyai arti cara menjalankan kegiatan dengan terhindar dari bahaya. Dalam undang-undang RI nomor 13 tahun 2003 bab 1 pasal 1 ayat 2 yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Dari hal tersebut jelas bahwa pekerja memiliki andil bagian dalam pembangunan perekonomian bangsa. Selain untuk memenuhi kebutuhanan hidupnya para pekerja juga menopang kehidupan orang lain dalam hal ini para pengusaha. Sedangkan yang dimaksud dengan pekerja/buruh dalam UU RI no 13 2003 pada pasal 1 ayat 3 yaitu Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Maksud dari pasal ini adalah pekerja memiliki hak atas pekerjaan yang telah dilakukannya dengan bayaran berupa upah berdasarkan kesepakatan bersama.

13

Dalam kegiatan tambang semprot prosedur keselamatan kerja sangat lah penting karena risiko yang ada pada pekerjaan ini sangatlah besar. Biasanya tambang semprot dimiliki oleh seorang pengusaha yang memiliki alat penyemprot yang disebut monitor. Dalam melakukan kegiatannya sang pengusaha memerlukan tenaga para pekerja/buruh. Tetapi sampai saat ini para pengusaha masih lalai dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja sehingga banyak para pekerja yang menjadi korban dalam pertambangan dengan metode ini. Sangatlah perlu disadari baik oleh para pekerja maupun para pengusaha bahwa keselamatan menjadi hal utama yang harus diutamakan. Belum lagi dalam usaha penambangan ini banyak pekerja dibawah umur dan wanita yang turut bekerja. Dalam praktek perundang-undangan yang mengatur tentang

keselamatan kerja semua hal tersebut diatas tertuluis jelas memiliki dasar hukum yang kuat. Seharusnya para penghusaha memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerjanya. Karena dalam praktek timbal balik hubungan antara pekerja dan pengusaha sangat mempengaruhi produktivitas. Undang-undang nomor 13 tahun 2003 merupakan undang-undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan. Dalam bab 10 tentang perlindungan, pengupahan, dan kesejahteraan. Pada bab 10 terdapat 34 pasal yaitu dari pasal 67-101. Maksud dari perlindungan ini diberikan kepada pekerja yang

menyandang cacat seperti terdapatdalam pasal 67 ayat 1 yang berbunyi Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat wajib memberikan perlindungan sesuai dengan jenis dan derajat kecacatannya. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat ini misalnya penyedian aksesibilitas, pemberian alat kerja, dan alat pelindung diri yang disesuaikan dengan jenis dan derajat kecacatannya.

14

Selain perlindungan diberikan kepada penyandang cacat, perlindungan juga diberikan kepada anak dan perempuan. Ada pun pasal yang mengatur tentang mempekerjakan anak terdapat dalam pasal 68-75. Ketentuan dalam pasal ini diamaksudkan untuk melindungi anak agar pengembangan bakat dan minat anak yang pada umumnya muncul pada usia ini terhambat. Penanggulangan anak yang bekerja diluar hubungan kerja dimaksudkan untuk menghapuskan atau mengurangi anak yang bekerja diluar hubungan kerja. Upaya tersebut harus dilakukan secara terncana, terpadu, dan terkoordinasi dengan intansi terkait. Pasal yang mengatur tentang mempekerjakan perempuan terdapat pada pasal 76 ayat 1-5. Adapaun bunyi dalam ayat 1 adalah sebagai berikut Pekerja/buruh perempuan yang berumur kurang dari 18 ( delapan belas ) tahun dilarang dipekerjakan anatara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00. Yang bertanggung jawab atas pelanggaran ayat ini adalah pengusaha. Apabila pekerja/buruh perempuan yang dimaksud dalam ayat ini dipekerjakan antara pukul 23.00 samapai dengan pukul 07.00 maka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut adalah pengusaha. Seperti yang telah diketahui bahwa keselamatan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan dalam dunia kerja. Keselamatan kerja mencakup juga kesehatan kerja dan diatur dalam UU RI nomor 13 tahun 2003 pasal 86 dan 87. Adapun isi dari pasal 86 ini adalah : 1. Setiap pekerja/buruh mempnyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : a. Keselamatan dan kesehatan kerja; b. Moral dan kesusilaan; dan c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilainilai agama. 2. Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan

produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehataan kerja.

15

3. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan pasal 87 berbunyi : 1. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. 2. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaiman dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah. Selain perlindungan yang berupa keselamatan dan kesehatan kerja, salah satu hak yang dimiliki pekerja/buruh adalah pengupahan. Hal tersebut telah diatur dalam pasal 88-98 UU RI No. 13 tahun 2003. Salah satu pasal yang dapat dijadikan acuan adalah pasal 88 ayat 1 yang berbunyi Setiap
pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusian. Maksud dari penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak adalah jumlah penerimaan atau pendapatan pekerja/buruh dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhhi kehidupan pekerja/buruh dan keluarganya secara wajar yang meliputi pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan jaminan hari tua. Bagian terakhir dari bab X adalah mengenai kesejahteraan dan telah diatur dalam pasal 99-101. Kesejahteraan merupakan hak dari setiap pekerja/buruh dan keluarganya yang harus dimiliki. Hal tersebut jelas tertulis didalam pasal 99 ayat 1 yang berbunyi setiap pekerja/buruh dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja.

16

3.1.2. Tambang Semprot

Tambang Semprot adalah kegiatan penambangan yang mengupas permukaan tanah dengan menggunakan tenaga air. peralatan yang biasa digunakan yaitu : 1. Water Pump 2. Selang 3. Monitor/jet spray 4. Mesin pengerak Dalam proses kerjanya alat-alat ini saling berkaitan satu sama lain, fungsi dari water pump adalah untuk memompa air dengan bantuan monitor/jet spray, mesin penggerak dan selang. Kemampuan semprotan mesin ini dapat mencapai 10 atm, sehingga dapat dengan mudah mengupas permukaan tanah. Tanah yang menjadi tempat penambangan adalah tanah aluvial yang banyak mengandung kandungan emas. Tetapi sangat disayangkan pekerjaan penambangan ini dilakukan secara berpindah-pindah. Sehingga mengakibatkan banyaknya lobang-lobang bekas pekerjaan penambangan yang tidak ditutup kembali oleh para pengusaha. Bukan menjadi hal yang aneh apabila dalam pekerjaan penambangan ini banyak terdapat korban jiwa. Semua pihak baik pengusaha maupun pekerja samasama tidak menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Bukti nyata dari pernyataan tersebut dapat dilihat dari equipment atau apa yang mereka kenakan. Bukan hanya jauh dari standar tetapi sangat tidak layak pakai. Bahkan ada pekerja yang bekerja hanya menggunakan celana dalam saja. Padahal pekerjaan yang mereka lakukan sangat beresiko.

17

Dewasa ini para pekerja tambang semprot bukan hanya orang dewasa melainkan anak-anak usia sekolah yang seharusnya mengenyam bangku sekolah. Tetapi ada juga yang bekerja setelah pulang dari sekolah. Keadaan ini sangat memperihatinkan karena kurangnya kesadaraan pemberi kerja bahwa anak-anak usia sekolah adalah pemimpin masa depan. 3.1.3. Penambangan Emas Sebelum jauh mengenal pengertian penambangan emas alangkah baiknya mengerti pengertian dan pertambangan penambangan dan penambangan pengertian terlebih yang dahulu. berbeda.

Pertambangan

memiliki

Penambangan merupakan pekerjaan mengambil bahan tambang dari bumi, sedangkan pertambangan adalah usaha untuk mengambil bahan tambang. Tetapi kedua kata tersebut memiliki kata dasar tambang. Tambang merupakan tempat untuk melakukan pekerjaan penambangan. Sedangkan dalam KBBI (2005) emas memiliki arti logam mulia yang memiliki harga yang tinggi. Emas adalah unsur kimia dlm tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang sifat fisik lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

18

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%. Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Dalam penambangan emas juga ada hal-hal yang dipercaya oleh para pengusaha yang ingin membuka lahan ini, seperti adanya mitos bahwa saat bekerja dalam lahan yang terdapat emas para pekerja tidak boleh melakukan halhal yang berbau negatif atau macam-macam. Khususnya masyarakat daerah pulau Kalimantan yang masih mempeercayai hal tersebut hingga sekarang. 3.1.4. Dampak Positif dan Negatif dari Penambangan Emas Tambang Semprot. Dampak Positif dari tambang semprot : 1. Mempertinggi taraf pendapatan kehidupan 2. Mempertinggi taraf ekonomi suatu daerah 3. Membuka lapangan pekerjaan 4. Mengurangi tingkat pengangguran produktif

19

Sedangkan Dampak Negatif dari tambang semprot : 1. Merusak tanah, karena mengkikis lapisan tanah. 2. Merusak betang alam. 3. perubahan topografi lahan, hilangnya vegetasi alami, berkurangnya habitat satwa liar Kegiatan penambangan menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem yang besar. 4. Taraf kecelakaan yang tinggi akibat kurangnya pengetahuan akan keselamatan kerja.

3.1.5. Prosedur Keselamatan Kerja Tambang Semprot Prosedur keselamatan kerja mempunyai arti cara menjalankan kegiatan dengan terhindar dari bahaya. Sedangkan tambang semprot merupakan kegiatan penambangan yang mengupas permukaan tanah dengan

menggunakan tenaga air. Jadi prosedur keselamatan kerja tambang semprot merupakan cara menjalankan kegiatan penambangan dengan menggunakan tenaga air dengan aman. Prosedur tentang keselamatan kerja telah diatur dalam undang-undang RI nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam pasal 86 dan 87 jelas tertulis bahwa: 1. Setiap pekerja/buruh mempnyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : d. Keselamatan dan kesehatan kerja; e. Moral dan kesusilaan; dan f. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta niulaji-nilai agama.

20

2. Untuk

melindungi

keselamatan

pekerja/buruh

guna

mewujudkan

produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehataan kerja. 3. Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai denganm peratuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan pasal 87 berbunyi : 1. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. 2. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaiman dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah. Walaupun ketentuan telah dibuat dalam peraturan perundangundangan tetapi praktek pelaksanaannya belum dilaksanakan semaksimal mungkin. Salah satu buktinya adalah masih kurangnya kesadaran akan keselamatan kerja baik dari pengusaha maupun para pekerjanya. Pemerintah dalam hal ini seharusnya memberikan sosialisasi tentang bahaya apabila prosedur keselamatan kerja tidak dilaksanakan dengan benar. Berdasarkan uraian diatas penulis menggagas sebuah pemikiran bahwa pemerintah khususnya dinas terkait harus bekerja sama dengan pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan sebuah sistem pertambangan yang berwawasan

keselamatan dan kesehatan kerja.

21

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan Prosedur keselamatan kerja mempunyai arti cara menjalankan kegiatan dengan terhindar dari bahaya. Sedangkan tambang semprot merupakan kegiatan penambangan yang mengupas permukaan tanah dengan menggunakan tenaga air. Jadi prosedur keselamatan kerja tambang semprot merupakan cara menjalankan kegiatan penambangan dengan menggunakan tenaga air dengan aman. 4.2.Saran Saran yang pertama ditujukan kepada pemerintah khususnya dinas terkait harus bekerja sama dengan pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan sebuah sistem pertambangan yang berwawasan keselamatan dan kesehatan kerja. Saran kepada pembaca khusus kalangan pelajar dan mahasiswa, agar dapat lebih bermasyarakat sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat awam agar lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja.

22

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. 2010. The Windows Of Business Investment In Central Kalimantan. Palangka Raya: PT Anggrek Bulan. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Pelajar. Seri Hukum dan Perundangan. 2011. Undang-undang ketenagakerjaan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Jakarta: SL Media. Wikipedia.com

23

Makalah Unpar Students Mining Competition ( USMC )


Prosedur keselamantan Kerja Tambang Semprot dalam Penambangan Emas

Disusun oleh: Hendra Wijaya Beni Sawito Achmad Dasuki Achmad Syafriansyah Rizky Rivai Dhony Pranata Waltisep (DBD 112 035) ( DBD 112 154) ( DBD 112 006) ( DBD 112 001) (DBD 112 053 ) ( DBD 112 076) ( DBD 112 060)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS TEKNIK SEPTEMBER 2012
24

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................... HALAMAN DAFTAR ISI........................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................. i ii vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. Latar Belakang .................................................................... Tujuan Penulisan ................................................................. Manfaat Penulisan ............................................................... 1 3 3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kerangka AcuanTeoritis ....................................................... 2.1.1. Prosedur Keselamatan Kerja ................................... 2.1.2. Tambang semprot ...................................................... 2.1.3. Penambangan Emas .................................................. 2.1.4. Dampak Positif dan Negatif Tambang Semprot .... BAB III PEMBAHASAN 3.1. Analisis Data ......................................................................... 3.1.1. Prosedur keselamatan kerja .................................... 3.1.2. Tambang semprot ..................................................... 3.1.3. Penambangan emas .................................................. 3.1.4. Dampak positif dan negatif tambang semprot ...... 3.1.5. Prosedur keselamatan kerja tambang semprot ..... BAB IV PENUTUP 4.1. 4.2. Kesimpulan .......................................................................... Saran ..................................................................................... 22 22 13 13 17 18 19 20 4 4 7 9 11

DAFTAR PUSTAKA

25 ii

Anda mungkin juga menyukai