Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Tiap dokter baik umum maupun yang menjalankan praktek spesialis pada suatu saat akan berhadapan dengan seorang penderita yang terganggu kesadaran nya, yang mana hal ini sering di sebut dengan koma. Koma bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu keadaan klinik tertentu yang di sebabkan oleh berbagai faktor. Pemeriksaan seorang penderita yang berada dalam koma, harus dilakukan secara cepat dan tepat, dimana saja dan kapan saja. Sering kita melihat bahwa seorang dokter yang baru lulus bila berhadapan dengan seorang penderita yang berada dalam keadaan koma, yang tidak dapat berbicara dan karena itu tidak dapat dilakukan anamnesis, tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya, padahal waktu sangat penting pada penanganan seorang penderita dalam keadaan koma. Dengan demikian setiap dokter perlu sekali memahami koma dengan sebaik baiknya. Mengingat faktor penyebab koma yang begitu banyak terutama gangguan sistem saraf pusat dan penyakit sistemik, serta memperhatikan pula pathofisiologi koma, maka penanganan penderita koma pada tingkat pertama akan sangat menentukan prognosisnya. B. Tujuan Mampu mendiagnosis dan memahami prinsip penatalaksanaan koma, serta bagaimana menentukan prognosisnya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Koma ialah keadaan di mana kesadaran menurun pada derajat yang terendah. Kesadaran sendiri mempunyai dua komponen yaitu Awareness dan Arausal. Awareness adalah suatu komponen yang memungkinkan seseorang mengenal dirinya sendiri dan lingkungannya, mekanismenya terletak difus di korteks serebri. Arousal adalah suatu komponen yang memungkinkan seseorang untuk bereaksi secara optimal terhadap seluruh rangsangan, mekanisme ini terletak di batang otak dan meluas dari medula sampai talamus (disebut juga : ARAS = Ascending Reticular Activating System) yang berfungsi sebagai tombol off on ke korteks serebri, Aurosal memungkinkan reaksi : Membuka mata kalau ada rangsangan sakit Refleks kornea Reaksi pupil Gerakan bola mata Turunnya kesadaran .. B. Pathofisiologi Berdasarkan difinisi seperti tersebut diatas, maka pathofisiologi koma dan gangguan kesadaran dapat dibedakan sebagai berikut : a) Gangguan korteks serebri bilateral difus yaitu gangguan pada korteks serebri yang menyebabkan komponen awareness terganggu, sedangkan komponen arousal tetap baik dan disebut sebagai status vegetatif. Biasanya keadaan ini di sebabkan karena anoksia dan atau iskemia (pada cardiac arrest). b) Gangguan batang otak yaitu gangguan pada batang otak yang menyebabkan komponen aurosal terganggu atau rusak dan dengan sendirinya menyebabkan komponen awareness juga terganggu. Pada keadaan ini terjadi keadaan tidur yang patologis. Gangguan batang otak dapat terjadi karena :

Kelainan batang otak primer (misalnya perdarahan dan infark pons) Kelainan batang otak sekunder, karena desakan massa yang secara normal letaknya tidak menyebabkan gangguan (misal hernia trans-tentorial / unkal karena massa di lobus temporalis, hernia serebelar karena massa di serebelum sendiri) Kombinasi a dan b (ensefalopati metabolik, intoksikasi)