Anda di halaman 1dari 101

UTS

KOMUNIKASI KELOMPOK
Dosen: RUBAHAETI

Disusun oleh: Rahmadayu Febrina 210 110 110 336 Manajemen Komunikasi - D

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012


1

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

DAFTAR ISI
A. Definisi Komunikasi dan Kelompok Definisi Komunikasi.....................................................................................................3 Definisi Kelompok........................................................................................................9 B. C. D. E. F. The Nature of Group Communication.................................................................15 Jenis-Jenis Kelompok................................................................................................20 Teori Komunikasi Kelompok..................................................................................28 Jenis-Jenis Diskusi........................................................................................................84 Perlunya Aspek Psikologi Sosial Dalam Komunikasi Kelompok................99 RESENSI.....................................................................................................................100

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

A.Definisi Komunikasi dan Kelompok Komunikasi


1. Communication is the process of passing information and understanding from one person to another. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain. (Keith Davis).

2.

Communication is the behavior or activities of delivering a message or information on thoughts or feelings. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan. (Roben J.G.)

3.

Communication comes from latin communis, common, when we communicate we are trying to share information, an idea or an attitude... that the essence of communication is getting the receiver and the sender tuned together for a particular messages. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis, common. Bilamana kita mengadakan komunikasi, itu artinya kita membentuk persamaan dengan orang lain, yakni kita mecoba berbagi informasi, ide, atau sikap. (Wilbur Schram)

4.

Communication is a process where verbal and nonverbal symbols sent, received and given meaning. Komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti. (William J.Seller)

5.

Communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan. (Forsdale)

6.

Communication is a process of sending and receiving messages. Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan. (Bovee)

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

7.

Communication is a process in which the parties mutually to use the information for a common goal and a communication link that ties posed by the successor generation of stimuli and rewards. Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya. (Colin Cherry)

8.

Communication is the process of transmitting information, ideas, emotions, skills and so on by using symbols, words, pictures, graphic, numeric, etc. Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb. (Bernard Barelson & Garry A. Stainer)

9.

Communication

is

the

transmission

of

information

consisting

of

discriminative stimuli from the source to the receiver. Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima. (New Comb)

10.

Communication occurs when the source of the message to the recipient with a conscious intention to influence their behavior. Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka. (Gerald R. Miller)

11.

Communication is the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usuallyverbal symbols) tomodify thebehaviour of other individuals (communicates). Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain. (Carl I. Hovland)

12.

Communication occurs when the source of the message to the recipient with a conscious intention to influence their behavior. Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka. (Everett M. Rogers)

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

13.

Communication is the process of transmitting meaningful symbols between individuals. Komunikasi adalah prosespengoperasian lambang-lanmbang yang berarti antara individu-individu . (William Albig)

14.

Communication is a transactional process involving cognitive sorting. selecting and sharing of symbol in such away as to help another elite from his own experiences a meaning or responses similar to that intended by the source. Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator. (Raymond Ross)

15.

Communication is an interpersonal interactions using linguistic symbol systems, such as the system of verbal symbols (words) and non-verbal. This system can be disseminated directly / face-to-face or via other media (written, oral, and visual. Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual). (Karfried Knapp)

16.

Communication is the process of transferring a point from the source to the receiver, the process involves a series of events, or a series of steps that ease the transition purpose. Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahaptahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut. (A. Winnet)

17.

Communication means a mechanism of human relationships is done by interpreting symbols orally and read through space and save the time. Komunikasi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu. (Charles H. Cooley)

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

18.

Communication is a process of significant interactions between human beings. Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia. (Delton E, Mc Farland)

19.

Communication is the art of conveying information, ideas and attitudes of one person to another. Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain. (Edwin Emery)

20.

Communication is the dissemination of information, ideas as attitudes or emotions from one person to another mainly through symbols. Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol. (Theodorson & Thedorson)

21.

Communication is a process of exchange of information between individuals through a common system (common), either by means of symbols, sinyaksignal, and behavior or action. Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan. (Himstreet & Baty)

22.

Communication is a process that describes who said what in what way, to whom with what effect. Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa. (Laswell)

23.

When two people are together, they communicate continuously because they can not behave. He strongly believes that one can not not communicate. Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena mereka tidak dapat berperilaku. Ia sangat percaya bahwa seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi. (Palo Alto)

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

24.

Communication is the intercourse by words, letters or messages. Komunikasi adalah hubungan seksual dengan kata-kata, huruf atau pesan. (Fred G. Meyer)

25.

Communication is transfer of information from one person to another, whether or not it elicits confidence. But the information transferred must be understandable to the receiver. Komunikasi adalah transfer informasi dari satu orang ke orang lain, apakah atau tidak itu memunculkan kepercayaan diri. Namun informasi yang ditransfer harus dimengerti ke penerima. (G.G. Brown)

26.

The process of interaction between people for the purpose of integration of intrapersonal and interpersonal. Proses interaksi di antara orang untuk tujuan integrasi intrapersonal dan interpersonal. (Harnack & Fest)

27.

The process to turn the man into a working group. Proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang berfungsi. (Edwin Neuman)

28.

Communication is the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) tomodify the behaviour of other. individuals (the audience). Komunikasi adalah suatu proses dimana seorang individual (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya dengan lambang bahasa) untuk mengubah perilaku individu lain (komunikan). (Hovland, Janis, & Kelley)

29.

Communication is the influence of one personal region on another where by a change in one results in a corresponding change in the other region. Komunikasi adalah pengaruh suatu wilayah persona pada yang lain sehingga perubahan dalam suatu wilayah menimbulkan perubahan pada wilayah lain. (K. Lewin)

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

30.

When social interactions involves the transmission of meaning through. The use of symbols, it is known is communication. Bila interaksi sosial meliputi pengoperan arti-arti dengan jalan menggunakan lambang-lambang, maka ia dinamakan komunikasi. (Noel Gist)

31.

Communication is an effort aimed at sharing to achieve unity. Komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. (Lexicographer)

32.

Communication is a form of human interactions influence each other, intentionally or unintentionally, and is not limited to verbal forms of communication, but also in terms of facial expressions, painting, art, and technology. Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (Sharon dan Weaver)

33.

Communication is a dynamic transaction involving the ideas and feelings. Komunikasi adalah suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan. (William I. Gordon)

34.

Communication is the process of meaning between two or more people. Komunikasi adalah proses pembentukan makna antara dua orang atau lebih. (Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss)

35.

Communication is a process of exchange of information, ideas and feelings. The process includes not only the information conveyed orally and in writing, but also with body language, style and appearance, or using assistive alta around us to enrich a message. Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi, gagasan dan perasaan. Proses itu meliputi informasi yang disampaikan tidak hanya secara lisan dan tulisan, tetapi juga dengan bahasa tubuh, gaya maupun penampilan diri, atau menggunakan alta bantu di sekeliling kita untuk memperkaya sebuah pesan ( Hybels and Weafer II)

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

36.

Communication is the process of understanding and sharing meaning. Komunikasi adalah proses memahami dan berbagi makna. (Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson)

37.

Communication is an effective self-expression, the exchange of written messages, the messages in the conversation, even through imagination, exchange of information or entertainment with words through conversation or by another method, the transfer of information from one person to another, the meaning of interpersonal exchange the symbol system, the transfer of messages through certain channels to others with certain securities Komunikasi adalah pernyataan diri yang efektif , pertukaran pesan-pesan yang tertulis, pesan-pesan dalam percakapan, bahkan melalui imajinasi, pertukaran informasi atau hiburan dengan kata-kata melalui percakapan atau dengan metode lain, pengalihan informasi dari seseorang kepada orang lain, pertukaran makna antarpribadi dalam system symbol, proses pengalihan pesan melalui saluran tertentu kepada orang lain dengan efek tertentu ( Walhstrom,1992)

Kelompok
1. The group is a unit (unit) consisting of socially two or more people who see themselves as part of that group. Kelompok adalah Satuan (unit) sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang melihat diri mereka sendiri sebagai bagian dari kelompok itu. (Bales) 2. The group is a collective made up of various organisms in which the existence of all members is essential to satisfy the various needs of individuals. Kelompok adalah suatu kolektif yang terdiri atas berbagai organisme dimana eksistensi semua anggota sangat penting untuk memuaskan berbagai kebutuhan individu. (Cartwright & Zander) 3. The group is a collection of individuals who interact with each other. Kelompok adalah Stogdill)
9

kumpulan individu yang saling berinteraksi. (Bonner dan

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

4.

The group is a collection of individuals who are trying to meet some needs by incorporating them (joint association). Kelompok merupakan kumpulan individu yang mencoba untuk memenuhi beberapa kebutuhan melalui penggabungan diri mereka (joint association). (Cattel)

5.

Groups are a number of individuals to communicate with one another in a specified period of time are not too many, so that everyone can communicate with all the members directly. Kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung. (Homans)

6.

The group is a collection of individuals who join together to achieve a common goal. Kelompok merupakan kumpulan individu yang bersama-sama bergabung untuk mencapai satu tujuan. (Deutsch dan Mills)

7.

Reveal the definition of a group as two or more individuals who interact face to face, each aware of their membership in a group, and each realized positive interdependence in achieving common goals. Mengungkapkan definisi sebuah kelompok sebagai dua individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka, yang masing-masing menyadari keanggotaannya dalam kelompok, dan masing-masing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama. (Johnson & Johnson)

8.

The group is a collection of two or more people who have dynamic interaction with each other. Kelompok adalah suatu kumpulan dua atau lebih orang-orang yang mengalami interaksi dinamis satu sama lain. (McGrath)

10

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

9.

The group is two or more objects or people to form a pattern or a pattern unit, a union of people or objects that form a separate unit, a set, a unity, a collection of objects that have a similarity relations, or properties the same. Kelompok adalah dua atau lebih benda atau orang membentuk suatu pola atau suatu unit pola, suatu kesatuan orang-orang atau benda-benda yang membentuk suatu unit yang terpisah, suatu himpunan, suatu persatuan, suatu kumpulan objek yang mempunyai hubungan kesamaan, atau sifat-sifat yang sama. (Webster)

10.

The group is a collection of people who have a common awareness and membership would interact. Kelompok adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. (Paul B. Horton)

11.

Groups are a number of individuals to communicate with one another in a specified period of time are not too many. Kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak. (Homans)

12.

The group is an open interaction system where patterns of interaction are determined by the structure of the system. Kelompok adalah suatu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi tersebut di tentukan oleh struktur sistem tersebut. (Stogdill)

13.

Group are individuals who have a common destiny in which if an event affects a person in the group then the other members will be affected. Kelompok adalah individu yang mempunyai takdir bersama dimana jika satu kejadian mempengaruhi seseorang dalam kelompok maka anggota lain akan terpengaruh. (Friedler)

14.

The group is a collection of people who interact with each other on a regular basis in a given period, and feel a dependence between them in achieving a common goal. Kelompok merupakan suatu kumpulan orang yang berinteraksi satu sama lainnya secara teratur dalam suatu periode tertentu, dan merasakan adanya

ketergantungan diantara mereka dalam mencapai satu tujuan bersama. (Wekley dan Yulk)
11

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

15.

The group is a social unit consisting of a number of individuals that have a symbiotic relationship with each other according to the status and role in writing or not they have held norms that govern the behavior of group members. Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompoknya. (Sherif)

16.

The group is a very effective tool implementation. Kelompok adalah alat implementasi yang sangat efektif. (Robbins (Pearson).

17.

The group is an arena of conflict. Kelompok merupakan suatu arena terjadinya konflik. (Antonius Atoshoki)

18.

Groups are a number of people who have (interaction) between one and the other, which is psychologically aware of the presence of the other, and who think of themselves as a group. Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok. (Acmad S. Ruky)

19.

The group is a collection of individuals who are bound by the behavior or interests. Kelompok merupakan kumpulan individu-individu yang diikat oleh tingkah laku atau kepentingan yang sama. (Nicholas Evans)

20.

The group is a unit consisting of two or more people who interact or communicate with each other. Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi. (Wila Huky)

12

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

21.

The group is a group of people who interact with each other in accordance with the established pattern. Kelompok merupakan sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan. (Robert K. Merton)

22.

A group covering two or more people among whom there are some patterns that can be understood by interasi its members or any other person as a whole. Suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola interasi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan. (Joseph S. Roucek)

23.

The group is any collection of human beings physically (for example, a group of people who are waiting for a city bus). Kelompok merupakan setiap kumpulan manusia secara fisik (misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota). (Paul B. Horton)

24.

Group is a group of individuals where their existence as a group reward. kelompok adalah sekumpulan individu dimana keberadaannya sebagai kelompok menjadi reward. (Bass)

25.

The group is a unit of which there are few individuals who have the ability to act with unity in the manner and on the basis of the unity of perception. Kelompok adalah satu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi. (Hernert Smith)

26.

The group is a group, the number of people that exists between the relationship with each other and the relationship is as a structure. Kelompok adalah satu grup, yaitu sejumlah orang yang ada antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah struktur. (Mayor Polak)

27.

Group is two or more individuals who interact through social interaction. kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling mempengaruhi melalui interaksi sosial. (Forsyth)

13

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

28.

Group has two psychological mark, the first, a sense of belonging, and second, the fate of the group members depend on each other so that the results of each member associated with the other members. kelompok memiliki 2 tanda psikologis, yaitu pertama, adanya sense of belonging; kedua, nasib anggota kelompok tergantung satu sama lain sehingga hasil setiap anggota terkait dengan anggota yang lain. (Baron & Byrne)

29.

Group is a group of individuals that are small enough for all members to communicate relatively easily. The members relate to each other with some of the same goals and have some sort of organization or structure between them. The group develops norms, or rules that identify about apayang considered a desirable behaviour for all members. Kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya. (De Vito)

30.

The group is a small group of people who interact with each other, usually face to face for a long time in order to achieve certain goals. There are four elements of the group are: interaction, time, size, destination. Kelompok adalah sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm waktu yg lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok yaitu: interaksi, waktu, ukuran, tujuan. (Adler dan Rodman)

*** *** ***

14

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

B.The Nature of Group Communication


KELOMPOK SOSIAL, KELOMPOK KERJA, DAN TIM Jenis isu dan masalah yang kita hadapi sebagai masyarakat menjadi semakin kompleks. Isu dan banyak masalah seperti perawatan kesehatan, energi, pendidikan, dan inovasi ekonomi tidak bisa diatasi oleh aksi seorang individu tetapi mereka memerlukan tindakan terkoordinasi yang bekerja bersama menyelesaikan masalah yang kompleks. Kolaborasi dapat didefinisikan sebagai "orang dengan pandangan yang berbeda dan perspektif yang datang bersama-sama dan mendiskusikan secara terbuka dan mencapai tujuan yang lebih luas" (Lafasto & Larson, 2001.p. xvii). Kolaborasi dalam kelompok dan tim menjadi penting sebagai kelompok biasanya membuat keputusan yang lebih baik daripada individu: kekayaan pengetahuan dan wawasan yang lebih besar dalam kelompok sebagai individu banyak membawa latar belakang mereka yang unik dan pengetahuan untuk menyelesaikan tugas di tangan mereka.

Pengakaran Kelompok Sekelompok kecil ini didefinisikan sebagai tiga atau lebih orang yang berinteraksi dengan satu sama lain menuju tercapainya tujuan bersama dan menganggap dirinya sebagai anggota suatu kelompok tertentu. Definisi tersebut disertai dengan tiga asumsi penting. Pertama, batas bawah untuk sekelompok kecil ditetapkan pada tiga orang, tapi tidak ada batas atas yang diatur. Definisi sebagian besar kelompok kecil menggunakan tiga individu yang lebih rendah karena ketiganya terikat dan memungkinkan koalisi untuk muncul di mana dua orang dapat membentuk aliansi terhadap satu orang. Kedua, kelompokkelompok kecil menekankan interaksi. Inilah yang merupakan pendekatan komunikasi untuk mempelajari tanda-tanda, simbol, dan pesan bahwa anggota kelompok digunakan untuk menyelesaikan tugas mereka. Ketiga, anggota kelompok kecil memiliki ketergantungan perilaku dan tujuan. Perilaku saling ketergantungan mengacu pada cara anggota kelompok menyampaikan pesan serta mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pesan grup anggota lain. Tujuan ketergantungan mengacu pada tujuan utama dimana anggota kelompok bersamasama paham akan sesuatu. Setidaknya ada tiga cara penting di mana kita dapat mengatakan bahwa kelompok-kelompok tertanam dalam konteksnya.

15

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

a. Group dan anggota tim membawa latar belakang mereka sendiri pribadi, profesional, dan budaya yang berbeda yang dialami dalam group mereka. Cara pengalaman pribadi dari individu masuk ke dalam hidup kelompok.

Keanekaragaman dalam kelompok kecil telah dikonseptualisasikan dalam hal berbagai karakteristik sosial umum (misalnya identitas nasional, jenis kelamin, ras, etnis, orientasi seksual, dan nilai-nilai) serta karakteristik organisasi (keanggotaan dalam suatu departemen tertentu atau divisi, dan keahlian teknis). Kadang-kadang kesalahan garis atau koalisi subkelompok dapat muncul dalam kelompok dan tim karena karakteristik demografi dan dapat menggagalkan kolaborasi.

b. Kelompok ada di waktu. Waktu sangat penting untuk kegiatan kelompok. Kehidupan grup tidak ada dalam waktu kosong; itu ada dalam periode waktu tertentu, dan periode waktu ini berasosiasi dengan ide-ide budaya tertentu yang akan dibawa dalam pengalaman group yang mempengaruhi bagaimana mereka melakukan negosiasi dari seluruh pengalaman kelompok mereka untuk merespon tugas itu.

Kebanyakan model kelompok dan pengembangan tim menganggap bahwa kelompok mulai dengan fase orientasi di mana anggota menyesuaikan diri dengan parameter dari pekerjaan yang mereka capai dan satu sama lain. Untuk contoh Tuckman dan Jensen (1977) menawarkan model klasik dari pengembangan kelompok. Dalam model mereka, kelompok mulai dengan tahap yang disebut bergabung, di mana anggota kelompok saling mengenal satu sama lain dan menentukan ruang lingkup kerja mereka. Hal ini biasanya diikuti oleh fase yang disebut storming, dimana anggota kelompok mungkin tidak setuju atas sifat tugas, yang anggota untuk bertindak dalam peran apa, dan apa prosedur yang harus digunakan untuk melakukan tugas. Pada akhirnya, kelompok bergerak dari penyerbuan ke norma dan kemudian ke dalam pertunjukan.

c. Kelompok dan tim dalam jaringan kelompok lain dan tim lain. Untuk memperjelas John Donne, tidak ada group atau tim dalam sebuah kesatuan. Grup yang tertanam di dalam jaringan kelompok lain dan tim. Pada tingkat individual, keterhubungan mungkin termasuk kelompok tumpang tindih. Pada akhirnya, kelompok dan tim berpindah dari storming, norming, dan kemudian berpindah ke performing.

16

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Kegiatan Komunikasi Kelompok Keempat aktivitas penting dalam komunikasi adalah: (1) manajemen informasi (2) pengambilan keputusan (3) pembelajaran, dan (4) yang berkaitan (relating)

Manajemen Informasi (Information Management) Informasi adalah nyawa dari kelompok-kelompok kecil. Informasi bermanfaat dan tepat waktu sangat penting bagi kelompok-kelompok kecil untuk membuat pilihan cerdas tentang bagaimana mengatur kegiatan mereka dan melaksanakan tugas mereka. Pertama, kelompok harus memiliki akses dan mampu menyebarkan informasi dengan cepat. Kedua, kelompok perlu mengembangkan sistem untuk memonitoring lingkungan mereka. Richard Hackman (2002) berpendapat bahwa terdapat lima syarat kondisi penting yang mengarah pada keefektifan kelompok atau efektivitas tim: 1. Melibatkan arah yang jelas 2. Fasilitatif struktur kelompok 3. Mendukung konteks organisasi 4. Tersedia ahli pembinaan 5. Bahan sumber daya yang memadai

Pembuatan Keputusan (Decision Making) Salah satu kegiatan utama dalam kelompok adalah pengambilan keputusan. Membuat keputusan yang baik tergantung pada kegiatan komunikasi selama diskusi. 1. Mengembangkan pemahaman tentang masalah, termasuk berbicara tentang sifat dari masalah, ruang lingkup, gejala, dan penyebab yang mungkin. 2. Mengidentifikasi kriteria untuk memecahkan masalah.
17

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

3. Menghasilkan berbagai alternatif realistis dengan brainstorming berbagai kemungkinan masalah yang mencakup berbagai pilihan yang dapat diterima. 4. Mengevaluasi konsekuensi negatif dan positif yang terkait dengan alternatif tertentu.

Hal tersebut merupakan pendekatan fungsional untuk pengambilan keputusan kelompok.

Belajar (Learning) Banyak kelompok dan tim secara khusus dirancang untuk meningkatkan

pembelajaran anggotanya. Kadang-kadang, pelatihan keterampilan kelompok diciptakan oleh organisasi komunitas nirlaba untuk meningkatkan kecakapan hidup dasar, seperti ketegasan, manajemen konflik, manajemen keuangan, pengasuhan, dan kompetensi kerja. Dialog dapat dilihat sebagai bentuk komunikasi yang memungkinkan orang untuk berpikir secara kolektif dan memeriksa masing-masing asumsi tentang situasi. Dialog melibatkan jenis kegiatan berikut: - Melihat keseluruhan antara bagian-bagian - Melihat hubungan antara bagian-bagian - Memunculkan asumsi - Belajar melalui penyelidikan dan pengungkapan - Menciptakan berbagi makna antara orang-orang.

Berkaitan (Relating) Hubungan yang efektif dibangun pada kekuatan komunikasi afirmatif. Menciptakan hubungan positif dalam belajardan menumbuhkan dalam kelompok membutuhkan menjaga keseimbangan antara afirmatif dan tantangan.

18

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Penjelasan lebih lanjut tentang Kelompok social, Kelompok kerja, dan Tim terdapat dalam matrixs di bawah ini:

Kelompok Sosial Definisi Kelompok social (Muzafer Sherif) adalah suatu kesatuan social yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi social yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-norma tertentu. Ciri-ciri Kelompok social menurut Muzafer Sherif antara lain: a. Adanya dorongan atau motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi social sesamanya dan tertuju pada tujuan bersama. b. Adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda diantara individu satu dengan yang lain akibat terjadinya interaksi social. c. Adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas, terdiri dari peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya dalam rangka mencapai tujuan bersama. d. Adanya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok.

Kelompok Kerja Kelompok kerja merupakan salah satu bentuk dari kelompok formal dimana terdiri ats karyawankaryawan yang bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Salah satu model perkembangan kelompok yang paling banyak digunakan mengasumsikan bahwa kelompok-kelompok berkembang melalui lima tahap perkembangan: (1) tahap pembentukan/ forming (2) tahap konflik/ storming (3) tahap pembentukan norma/ norming (4) tahap penunjukan kinerja/ performing (5) dan tahap pembubaran./ adjourning

Tim Sebuah tim dilihat sebagai sebuah kelompok matang yang terdiri dari orang-orang yang saling bergantung, termotivasi, dan memiliki komitmen untuk mencapai sebuah sasaran yang disepakati bersama. Tidak ada system klasifikasi standar yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai macam tim. Pembedaan antar tim dapat dilakukan dengan menggunakan dasar ukuran, komposisi, tingkat organisasi, durasi (permanen versus kontemporer), sasaran, dan potensi sumbangsih tim terhadap kinerja organisasi. Sejumlah kategori tersebut digunakan untuk membagi beberapa jenis kelompok yang penting dalam organisasi saat ini, antara lain: a. Tim penyelesaian masalah b. Tim lintas fungsi (CrossFunctional System) c. Tim maya (Virtual team) d. Tim pengembangan dan penelitian, dan e. Tim mandiri

19

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

C. Jenis-Jenis Kelompok 1. Kelompok Formal dan Informal


Kelompok Formal Ditandai dengan peraturan/anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan pembagian tugas yang jelas.

Contoh : Partai Politik, Koperasi

Formal groups Marked with the regulations / statutes and bylaws and a clear division of tasks. Example: Political Parties, Cooperative

Kelompok Informal Tidak didukung oleh peraturan/anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang ada. Sifatnya berdasarkan kekeluargaan dengan perasaan simpatik. Contoh: Kelompok arisan

Informal group Not supported by regulations / statutes and rules that exist. Its based on kinship with sympathetic feelings. Example: Group gathering

2. Kelompok terbuka dan tertutup

Kelompok terbuka adalah suatu kelompok yang secara tetap mempunyai rasa tanggap akan perubahan dan pembaharuan.
20

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Open group is a group that continues to have a sense of responsiveness for change and renewal.

Kelompok tertutup adalah suatu kelompok yang kecil kemungkinannya untuk menerima perubahan dan pembaharuan atau memiliki kecenderungan untuk tetap menjaga kestabilan yang telah ada.

Closed group is a group that is less likely to accept the changes and updates, or have a tendency to keep the stability that has been there.

3. Kelompok Primer dan Sekunder

Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengatakan bahwa:

Kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama.

Contoh : keluarga, rukun tetangga, kelompok diskusi, kelompok agama, dll.

Charles Horton Cooley in 1909 (under Jalaluddin Rahmat, 1994) says that: Primary group is a group whose members are related to the familiar, personal, and touches the heart in association and cooperation. Example: family, neighborhood, discussion groups, religious groups, etc..

Kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita. Terjadi apabila interaksi sosial dilakukan secara tidak langsung.

21

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Contoh: Partai politik, Himpunan serikat pekerja, dll.

Secondary group is a group whose members were not familiar touch, not personal, and do not touch our hearts. Occurs when social interaction is done indirectly. Example: Political parties, trade unions set, etc..

Jalaludin

Rakhmat

membedakan

kelompok

ini

berdasarkan

karakteristik

komunikasinya, sebagai berikut: a. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsurunsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas. b. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal. c. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya. d. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental. e. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.

Jalaludin Rakhmat distinguish these groups based on the characteristics of the communication, as follows: a. The quality of communication in primary groups are deep and widespread. In this, it means our personality penetrate the most hidden, revealing backstage elements (behavior that we are putting in a private course). Widespread, meaning that very few constraints that determine the range and how to communicate. In the secondary group communication is superficial and limited.

22

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

b. Communication in primary groups are personal, while the secondary group nonpersonal. c. Communication emphasizes the primary aspects of the relationship rather than the content aspect, while the secondary is the opposite. d. Communications Primary groups tend expressive, while the secondary instrumental. e. Communications tend to be informal primary group, while the formal secondary.

4. Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan


Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: a. fungsi komparatif, Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang

b. fungsi normatif, Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai

c. fungsi perspektif. Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia inicara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan

memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui.

23

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Erwin P. Bettinghaus mengemukakan cara-cara menggunakan kelompok rujukan dalam persuasi : a. Jika mengetahui kelompok rujukan khalayak kita, hubungkanlah pesan kita dengan kelompok rujukan kita. b. kelompok-kelompok itu mempunyai nilaiyang bermacam-macamsebagai kelompok rujukan. Misalnya bagi sebagian orang, keluarga mungkin lebih penting dari organisasi masa, dan bagi orang lain mungkin sebaliknya. Dalam merencanakan pesannya, komunikator harus memperhitungkan relevansi dan nilai kelompok rujukan yang lebih tepat bagi kelompok tertentu. c. Kelompok keanggotaan jelas menentukan serangkaian perilaku yang baku bagi anggota-anggotanya. Standar perilaku ini dapat digunakan untuk menambah peluang diterimanya pesan kita. d. Suasan fisik komuniksi dapat menunjukkan kemungkinan satu kelompok rujukan didahulukan dari kelompok rujukan yang lain. e. kadang-kadang kelompok rujukan yang positif dapat dikutip langsung dalam pesan, untuk mendorong respons positif dari khalayak.

Theodore Newcomb (1930) gave birth to the term group membership (group membership) and the reference group (reference group). Group membership is a group whose members are administratively and physically become a member of the group.

reference group is the group that is used as a gauge (standard) to self-assess or to form attitudes.

According to the theory, a reference group has three functions: a. comparative function, I make Islam as my reference group, to measure and assess the situation and my status now

b. normative function, Islam also gave me a number of norms and attitude should I have-the frame of reference to guide my behavior, and shows what I need to accomplish

24

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

c. function perspective. In addition, Islam also gives me a way to see the world-how to define the situation, organizing experience, and give meaning to the various objects, events, and people I've met.

Erwin P. Bettinghaus suggests ways to use a reference group in persuasion: a. If you know the reference group our audience, our message plug it with our reference group. b. these groups have diverse nilaiyang macamsebagai reference group. For example, for some people, the family may be more important than the organization's future, and for others it might otherwise. In planning the message, the communicator must consider the relevance and value of the reference is more appropriate for certain groups. c. Group membership clearly define a set of standard behavior for its members. Standards of behavior can be used to increase the chance of receiving our message. d. Physical suasan komuniksi may indicate the possibility of a reference group take precedence over the other reference groups. e. sometimes positive reference groups can be quoted directly in the message, to encourage a positive response from the audience.

5. Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif


John F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: o kelompok tugas; Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. o

kelompok pertemuan Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok.

25

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: o diskusi meja bundar, o simposium, o diskusi panel, o forum, o kolokium, o prosedur parlementer.

John F. Cragan and David W. Wright (1980) divided into two groups: descriptive and peskriptif. Descriptive Categories demonstrated by looking at the classification of the group formation process in nature. Based on the objectives, measures, and communication patterns, descriptive divided into three groups: task groups; Task group aims to solve problems, such as heart transplantation, or designing political campaigns.

group meetings Group meetings are a group of people who make themselves as the principal event.

The prescriptive, referring to the steps that should be taken by members of the group to achieve group goals. Cragan and Wright categorize groups of six prescriptive format, namely: roundtable discussions, symposium, The panel discussion, forums, colloquium, parliamentary procedure.

26

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

6. Ingroup dan Outgroup


IN-GROUP : kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya. Sifat-sifat in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati, dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok Ingroup dapat berupa kelompok primer maupun sekunder. Keluarga kita adalah in-group kelompok primer. Fakultas adalah in-group kelompok sekunder. Untuk membedakan in-group dan out-group, kita membuat batas/boundaries, yang menentukan siapa masuk orang dalam dan siapa orang luar. Batas-batas ini dapat berupa lokasi geografis (Indonesia, Thailand, dsb.); sukubangsa (Jawa, Batak, Minang); pandangan/ideologi (Muslim, Kristen, liberal, konservatif,); profesi (akuntan, pedagang, dokter, dosen); bahasa (Inggris, Cina); status sosial (elite, menengah, bawah). OUT-GROUP : kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-group-nya. Sifat outgroup selalu ditandai dengan sifat kelainan yang berwujud antagonisme dan antipati IN-GROUP: social groups in which individuals identify themselves. Properties of the ingroup is generally based on the sympathy factor, and always had a feeling close to the group members Ingroups can be either primary or secondary groups. Our families are the primary in-group. Faculty is in-group secondary group. To distinguish the in-group and out-group, we create limits / boundaries, which determines who is in and who entered the outsiders. These boundaries can be geographic location (Indonesia, Thailand, etc..), Ethnic (Javanese, Batak, Minangkabau); view / ideology (Muslim, Christian, liberal, conservative,); professions (accountants, traders, doctors, professors) ; languages (English, Chinese), social status (elite, middle, bottom). OUT-GROUP: social groups defined by the individual as opposed to the in-group. Nature of the out-group is always characterized by abnormalities of the intangible nature of antagonism and antipathy

27

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

D.Teori Komunikasi Kelompok


1. TEORI PEMIKIRAN KELOMPOK (Groupthink Theory) Inventors History and Theory Starting from a very scholarly work Irving L. Janis (1972), which is contained in his book ''victims of Groupthink: A psychological Study for foreign Decision and fiascoes". He used the term groupthink to demonstrate a model of thinking cohesive group. He defines groupthink as a method of thinking that is applied by the people when they are deeply involved in a cohesive group, when the members want to achieve unamity eliminating their motivation to realistically appraise alternative courses of action. Groupthink theory developed by Irvin L. Janis and his friends were taken from a test in detail the effectiveness of decision-making in groups. Emphasis critical thinking, Janis showed a condition that carries a high satisfaction group, but the results were not effective. Janis used the term groupthink to indicate a mode of thinking group of people that are cohesive (integrated) when the efforts of committed members of a group to reach a consensus has ruled out the motivation for the action alternatives assess realistically. From where groupthink is defined as a situation in decision making processes that show growing deterioration of mental efficiency, reality testing, and moral judgment caused by pressure groups.

Assumptions Groupthink Theory Groupthink is a theory related to small group communication. Small groups are part of the phenomenon of almost every segment of the world community and especially the United States. In fact, Marshall Scott Poole (1998) argue that small groups harus'menjadi 'basic unit of analysis''. Janis focused his work on problem solving oriented groups and task groups, whose main goal is to make decisions and provide policy recommendations. Decision making is an important part of these small groups. Other activities of smaller groups include sharing information, socializing, dealing with people and groups outside the group, to educate new members, define roles, and storytelling (Frey & Sunwolf, 2005; poole & Hirokawa. 1996). With that thought, we can divide the three critical assumptions that guide this theory, namely;

28

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

High-Kondisidalam group cohesiveness - Group problem solving is basically an integrated process - Groups and group decision making often complex In his research, discovered Janis groupthink can lead to something negative because: 1) Group discussion based on the idea of limiting the alternatives that have been identified and shut down the possibility of other creative ideas. So the decisions taken by the group tend to be flat because no excavation depth idea. 2) the absence of a review of the original idea proposed by a handful of the largest individual owner of power within the group. 3) neglect of minority opinions. 4) Do not engage an expert or specialist fields required in making or decision-making. 5) Focusing only on information that supports decision-making. 6) Group too confident in the decisions made so as not setting up an alternative to face the bad things that might happen. Groupthink is defined as a way of reasoning that is used when the group members wish they would deal surpass their motivation to assess all the existing action plan. Agreements or agreements between members of the groups in their desire for unity and agreement, and to achieve a goal or decision greater motivation than judging the truth of the decision against the moral and ethical requirements. Irving Janis found that group members often engage in a style of reasoning in which a need for everyone to agree more severe than common sense. That is as if we are in a group, usually we just want to achieve a goal is more important than producing solutions to problems that makes sense.

29

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Teori Bermula dari karyanya yang sangat ilmiah Irving L. Janis (1972), yang termuat dalam bukunya victims of Groupthink : A psychological Study for foreign Decision and Fiascoes. Dia menggunakan istilah groupthink untuk menunjukkan suatu model berpikir sekelompok orang yang bersifat kohesif. Dia mendefinisikan groupthink sebagai suatu metode berpikir yang diterapkan oleh orang-orang apabila mereka terlibat secara mendalam di dalam suatu kelompok yang kohesif , apabila para anggota ingin mencapai unamity sehingga menghilangkan motivasi mereka untuk menilai secara realistis rangkaian tindakan alternatif lainnya. Teori groupthink dikembangkan oleh Irvin L. Janis dan teman-temannya yang diangkat dari sebuah pengujian secara mendetil mengenai efektifitas pengambilan keputusan dalam kelompok. Penekanan pemikiran kritis, Janis menunjukkan suatu kondisi yang membawa kepuasan kelompok yang tinggi namun hasil yang tidak efektif. Janis menggunakan istilah groupthink untuk menunjukkan suatu mode berpikir sekelompok orang yang sifatnya kohesif (terpadu) ketika usaha-usaha keras yang dilakukan anggotaanggota kelompok untuk mencapai kata mufakat telah mengesampingkan motivasinya untuk menilai alternatif-alternatif tindakan secara realistis. Dari sinilah groupthink didefinisikan sebagai suatu situasi dalam proses pengambilan keputusan yang menunjukkan tumbuhnya kemerosotan efisiensi mental, pengujian realitas, dan penilaian moral yang disebabkan oleh tekanan-tekanan kelompok.

Asumsi Groupthink Theory Groupthink adalah sebuah teori yang terkait dengan komunikasi kelompok kecil. Kelompokkelompok kecil merupakan bagian dari fenomena hampir setiap segmen masyarakat dunia dan khusunya Amerika Serikat. Bahkan, Marshall Scott Poole (1998) berpendapat bahwa kelompok kecil harus'menjadi 'unit dasar analisis''. Janis memfokuskan karyanya pada pemecahan masalah yang berorientasi pada kelompok dan tugas kelompok, yang tujuan utamanya adalah untuk membuat keputusan dan memberikan rekomendasi kebijakan. Pengambilan keputusan adalah bagian penting dari kelompok-kelompok kecil ini. Kegiatan lain dari kelompok-kelompok kecil mencakup berbagi informasi, bersosialisasi, berhubungan dengan orang-orang dan kelompok-kelompok di luar kelompok, mendidik anggota baru, menentukan peran, dan bercerita (Frey & Sunwolf, 2005; poole & Hirokawa. 1996). Dengan pikiran itu, kita dapat membagi tiga asumsi kritis yang membimbing teori ini,yaitu;
30

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

-Kondisidalam kelompok kohesivitas tinggi - Kelompok pemecahan masalah pada dasarnya merupakan suatu proses terpadu - Kelompok-kelompok dan pengambilan keputusan kelompok sering sekali kompleks Dalam penelitiannya, Janis menemukan pemikiran kelompok dapat menimbulkan sesuatu yang negatif karena: 1) Kelompok membatasi diskusi berdasarkan ide alternatif yang sudah ditentukan dan menutup kemungkinan atas ide kreatif lainnya. Sehingga keputusan kelompok yang diambil cenderung datar karena tidak ada penggalian ide yang mendalam. 2) Tidak adanya pengkajian ulang atas ide awal yang dikemukakan oleh segelintir individu pemilik power terbesar dalam kelompok. 3) Pengabaian pendapat minoritas. 4) Tidak melibatkan seorang pakar atau ahli bidang yang dibutuhkan dalam membuat atau pengambilan keputusan. 5) Memusatkan perhatian hanya pada informasi yang mendukung pengambilan keputusan. 6) Kelompok terlalu percaya diri pada keputusan yang dibuat sehingga tidak meyiapkan alternatif untuk menghadapi hal buruk yang mungkin terjadi. Groupthink didefinisikan sebagai suatu cara pertimbangan yang digunakan anggota kelompok ketika keinginan mereka akan kesepakatan melampaui motivasi mereka dalam menilai semua rencana tindakan yang ada. Kesepakatan antar anggota kelompok atau kesepakatan kelompok dalam keinginan mereka akan kekompakan dan kesepakatan serta mencapai sebuah tujuan atau keputusan lebih besar motivasinya dibandingkan menilai akan kebenaran keputusan tersebut terhadap moral dan etis kelompok yang berlaku. Irving Janis berpendapat bahwa anggota-anggota kelompok seringkali terlibat di dalam sebuah gaya pertimbangan dimana sebuah kebutuhan semua orang untuk sepakat lebih berat dibandingkan akal sehat. Yaitu seperti jika kita di dalam sebuah kelompok, biasanya kita hanya berkeinginan untuk mencapai suatu tujuan itu lebih penting, dibanding menghasilkan solusi pemecahan masalah yang masuk akal.

31

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

2. TEORI PSIKODINAMIKA Inventors History and Theory Psychodynamic theories of group function proposed by Bion in the year 1948-1951. Previous Bion observation and participation in therapy groups Psychodynamic theory of function groups originated from the theory of neo-analysis. The theory of neo-analysis of stream-born neo-analysis rooted in Freud's theory. There are also other figures who developed the theory, such as Sullivan, Adler, Fromm, and prior to departing. Basic Assumption Theory and Explanation The basic assumption of the psychodynamic theory of function groups, not just a collection of individuals, but is a characteristic unit with its own dynamics and emotion. These groups have a characteristic, which is functioning at an unconscious level based on the concerns and motivations that exist in human beings. As expressed by Sigmund Freud, in theory, there are three personalities in a group, which consists of: a. Needs and motives (function id), b. Objectives and mechanisms (ego functions), and c. Limitations (superego functions). The working group also discussed in this theory. The working group is a group that aims to carry out the task. There are a number of rules and procedures to be performed. Bion tend to call this working group as a high level group (sophisticated). Bion suggests there are three basic assumptions regarding the mechanism of action of groups of related, among other things: - Assumptions dependence, - Assumptions couples, and - The assumption fight-run

32

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Teori Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok dikemukakan oleh Bion pada tahun 1948-1951. Sebelumnya Bion melakukan pengamatan dan partisipasinya dalam kelompok-kelompok terapi Teori Psikodinamika dari Fungsi Kelompok berawal dari teori neo-analisis. Teori neo-analisis lahir dari aliran-aliran neo-analisis yang bersumber pada teori Freud. Ada pula tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori tersebut, seperti Sullivan, Adler, Fromm, dan Hornay. Asumsi Dasar dan Uraian Teori Asumsi dasar dari teori psikodinamika dari fungsi kelompok, yaitu kelompok bukanlah sekedar kumpulan individu, melainkan merupakan suatu satuan dengan ciri dinamika dan emosi tersendiri. Kelompok-kelompok ini memiliki ciri, yaitu berfungsi pada taraf tidak sadar yang berdasarkan atas suatu kecemasan dan motivasi yang ada dalam diri manusia. Seperti yang diungkapkan oleh Sigmund Freud, dalam teori ini ada tiga kepribadian dalam suatu kelompok, yang terdiri atas : a. Kebutuhan-kebutuhan dan motif-motif (fungsi id), b. Tujuan dan mekanisme (fungsi ego), dan c. Keterbatasan-keterbatasan (fungsi superego). Kelompok kerja juga dibicarakan dalam teori ini. Kelompok kerja merupakan suatu kelompok yang bertujuan untuk melaksanakan tugas. Ada sejumlah peraturan dan prosedur yang harus dilakukan. Bion cenderung menamakan kelompok kerja ini sebagai kelompok yang bertaraf tinggi (sophisticated). Bion mengemukakan ada tiga asumsi dasar mengenai mekanisme kerja kelompok yang saling berkaitan, antara lain : - Asumsi ketergantungan, - Asumsi pasangan, dan - Asumsi melawan-lari

33

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

3. DRIVE THEORY Inventors History and Theory Drive Theory is the progress being made by Robert Zajonc in 1965. It could be argued that this theory is the mediator between researchers dissent. Starting from Allport statements concerning social facilities are described as individual achievement rising as witnessed by the group. Facility comes from the French word "facile" which means easy. The trend participation of social groups in the facility showing a positive effect on a person's reinforced by research conducted by Triplett (1897), Munsterberg (1914), and Moede (1920). But a question mark when the research was done by Floyd Alport in 1924 because the results are not always positive. Floyd Alport then concluded that the presence of the facilitative nature when the work was done by a simple job skills, and can complicate the job when the job with regard to reason and judgment. Similarly, the study conducted by Gates and Allee (1933), Pessin (1933), and Husband (1940) who found inconsistent results. They assume that the group is sometimes facilitative, and at times destructive to the execution of work.

Basic Assumption Theory and Explanation The basic assumption of the theory that drives the others can be considered energy generation effect (energizing effect) on the behavior of individuals, this effect would provide a dominant energy. Dominant energy is positive or negative depends on the truth or falsity of response generated one. Zajonc managed to overcome the crisis inconsistencies in previous researchers, but in the drive theory as if it explained that good or bad performance group members not only because of the presence of the group but also for the monitoring and assessment of the group.

34

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Teori Drive Theory merupakan perkembangan yang dilakukan oleh Robert Zajonc pada tahun 1965. Dapat dikatakan bahwa teori ini adalah penengah di antara perbedaan pendapat para peneliti. Dimulai dari pernyataan Allport mengenai fasilitas sosial yang digambarkan sebagai prestasi individu yang meningkat karena disaksikan kelompok. Fasilitas berasal dari kata Prancis facile yang artinya mudah. Kecenderungan peran serta kelompok dalam fasilitas sosial menunjukkan hal yang positif terhadap seseorang diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Triplett (1897), Munsterberg (1914), dan Moede (1920). Namun menjadi tanda tanya ketika penelitian tersebut dilakukan oleh Floyd Alport pada tahun 1924 karena hasilnya tidak selalu positif. Floyd Alport kemudian menyimpulkan bahwa kehadiran kelompok bersifat fasilitatif bila pekerjaan yang dilakukan berupa pekerjaan keterampilan yang sederhana, dan kelompok dapat mempersulit pekerjaan bila pekerjaan berkenaan dengan nalar dan penilaian. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Gates dan Allee (1933), Pessin (1933), dan Husband (1940) yang menemukan hasil yang tidak konsisten. Mereka beranggapan bahwa kelompok kadang-kadang fasilitatif, dan sewaktu-waktu destruktif terhadap pelaksanaan kerja.

Asumsi Dasar dan Uraian Teori Asumsi dasar dari drive theory yaitu adanya orang lain dapat dianggap menimbulkan efek pembangkit energi (energizing effect) pada perilaku individu, efek ini akan memberikan sebuah energi yang dominan. Energi dominan ini bersifat positif ataupun negatif tergantung pada benar salahnya respons yang dihasilkan seseorang. Zajonc berhasil mengatasi kemelut inkonsistensi pada para peneliti sebelumnya namun di dalam drive theory seolah-olah dijelaskan bahwa baik atau buruknya prestasi anggota kelompok tidak hanya karena kehadiran kelompok tetapi juga karena adanya pengawasan dan penilaian dari kelompok.

35

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

4. TEORI KESEIMBANGAN (HEIDER) Inventors History and Theory Equilibrium theory says that when tensions arise between and within oneself, he tried to mute it or deal with it yourself or try to persuade people to persuade this lain.Teori dikemukan first time in 1946 by Fritz Heider Main articles: Heider, F. (1946). Attitudes and cognitive organization. Journal of Psychology, 21, 107112.

Basic Assumption Theory Equilibrium theory is a theory of humanistic stream. Epistemology flow assumes that there are no theories have the absolute truth in predicting human (multiple truths). Ontology is a portrait of the human stream to be active and have the ability to make decisions according to what she likes and does not like. Axiology flow assumes that the values that are embedded in a person influences his attitude to behave. Research in this stream is more subjective.

Criticism: The results of the research in this timely equilibrium theory. This means that the result will not be the same at different times. But basically, if there is tension in a person, he tried to reduce the tension. Everyone has their opinion each of which not everyone agrees with his opinion. When dealing with people who have the same opinion with us, we feel comfortable or the theory is called balanced. But when we are dealing with people who disagree, we tend to be uncomfortable or theory called unbalanced.

Thought and Implication: Equilibrium theory assumes that there are three ways to make someone feel balanced. First, communicator and communicant may not like something but basically they like
36

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

each other, so they're basically like the difference. Second, communicant and communicators can have a positive attitude about an object or idea and discuss one another's positive side. Third, communicator and communicant could not agree on these ideas and also they do not like each other, but they can obtain information as to why people do not like the object or idea. This means that as constructive criticism for each party.

Case in point: Revelation love watching the ball and not like gossip but Ais love watching gossip and do not like football. They were both dating and dearest to one another. They both feel each other does not want to lose each other. If one of them does not change its stance, then there will be no balance between them. The scope of the theory of equilibrium (balance theory) of Heider is about interpersonal relationships. Heider balance theory discusses the extent of influence and how to deal with people we do not like is a cognitive harmony. This theory attempts to explain how individuals as part of the social structure (such as a group) tend to have a relationship with each other. Heider theory focuses on intra-personal (intrapersonal) that serves as an "attraction", ie all the cognitive state associated with feelings of likes and dislikes of individuals and other objects. Heider theory is a very interesting explanation about the symptoms and provide some communication scholars a useful way to look at a group that has ties to the events of intra-personal information relating to the structural dimensions of the feeling of love. This theory may also be useful to explain some of the presence of open communication within the group, although not directly related to the behavior of the message.

37

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Teori Teori keseimbangan mengatakan bahwa ketika timbul ketegangan antara maupun didalam diri seseorang, ia mencoba untuk meredamnya atau mengatasinya dengan cara mempersuasi diri sendiri atau mencoba mempersuasi orang lain.Teori ini dikemukan pertama kali tahun 1946 oleh Fritz Heider Artikel utama: Heider, F. (1946). Attitudes and cognitive organization. Journal of Psychology, 21, 107-112.

Asumsi Dasar Teori Teori keseimbangan adalah teori dari aliran humanistik. Epistemologi aliran ini menganggap bahwa tidak ada teori yang memiliki kebenaran yang mutlak dalam memprediksi manusia (multiple truths). Ontologi aliran ini mengambarkan bahwa manusia bersikap aktif dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan apa yang disukai maupun yang tidak disukainya. Aksiologi aliran ini menganggap bahwa nilai-nilai yang tertanam pada seseorang turut mempengaruhi sikapnya dalam berperilaku. Penelitian dalam aliran ini lebih bersifat subjektif.

Kritik: Hasil penelitian dalam teori keseimbangan ini timely. Artinya hasilnya tidak akan sama pada kurun waktu yang berbeda. Namun pada dasarnya, jika terjadi ketegangan pada diri seseorang, dia mencoba untuk mengurangi ketegangan tersebut. Setiap orang memiliki opininya masing-masing yang mana tidak semua orang sependapat dengan opininya. Ketika berhadapan dengan orang yang memiliki kesamaan pendapat dengan kita, kita merasa nyaman atau dalam teori ini disebut seimbang. Namun ketika kita berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat, kita cenderung tidak nyaman atau teori ini menyebutnya sebagai tidak seimbang.

38

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Pemikiran dan Implikasnya: Teori keseimbangan beranggapan bahwa ada tiga cara agar seseorang merasa seimbang. Pertama, komunikator dan komunikan bisa saja tidak menyukai sesuatu namun pada dasarnya mereka saling menyukai, jadi mereka pada dasarnya menyukai perbedaan tersebut. Kedua, komunikan dan komunikator bisa memiliki sikap positif mengenai suatu objek atau gagasan dan bisa saling berdiskusi mengenai sisi positif itu. Ketiga, komunikator dan komunikan bisa saja tidak setuju mengenai gagasannya tersebut dan juga mereka tidak saling suka, namun mereka bisa memperoleh informasi mengapa orang lain tidak menyukai objek atau gagasan tersebut. Artinya sebagai kritik membangun bagi masing-masing pihak.

Contoh kasus: Wahyu suka menonton acara bola dan tidak suka gosip namun Ais suka nonton gosip dan tidak suka bola. Mereka berdua berpacaran, dan saling menyanyangi. Mereka berdua merasa saling tidak ingin kehilangan satu sama lain. Jika salah satu dari mereka tidak merubah sikapnya, maka akan timbul tidak keseimbangan diantara mereka. Ruang lingkup teori keseimbangan (balance theory) dari Heider adalah mengenai hubunganhubungan antarpribadi. Teori keseimbangan Heider membahas tentang sejauh mana cara mempengaruhi dan menghadapi orang yang tidak kita sukai adalah merupakan suatu harmoni kognitif. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu-individu sebagai bagian dari struktur sosial (misalnya sebagai suatu kelompok) cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain. Teori Heider memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi (intrapersonal) yang berfungsi sebagai daya tarik, yaitu semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu-individu dan objek-objek lain. Teori Heider merupakan penjelasan yang sangat menarik tentang gejala-gejala kelompok dan menyediakan bagi para sarjana komunikasi beberapa cara yang bermanfaat untuk melihat kelompok yang mempunyai hubungan dengan kejadian-kejadian intra-pribadi yang berkaitan dengan dimensi-dimensi struktural dari perasaan suka. Teori ini mungkin juga bermanfaat untuk menerangkan beberapa kehadiran komunikasi terbuka di dalam kelompok, walau tidak secara langsung berhubungan dengan tingkah laku pesan.

39

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

5. INGROUP AND OUTGROUP THEORY Inventors History and Theory Ingroups and outgroups Theory proposed by Sumner. This theory is a continuation of the explanations that have been put forward by Charles Horton Cooley on the primary and secondary groups. Described by Cooley that when a person becomes a member of many groups, only a few are emotionally attached. Groups who are emotionally attached to this so-called primary and as a member of the group would have thought that the group is a group of "us". Recognition is called the Theory ingroups.

Basic Assumption Theory Ingroups is the "us", while the outgroup is a group of them. In addition to including the primary group, ingroups theory was related to the secondary group because of the recognition that "we" are part of a group that is bound either emotionally or not. In a relationship there is a feeling ingroups passion to do something for a group that is considered part of "us". Sense of spirit is called group cohesion. There are stages through which if incorporated in a ingroups and must compete with the outgroup. Initially each group may only interact with fellow group only, but can develop friends with other groups that it is also a conflict. The existence of conflict is almost certain there will be resolution. Sometimes the end of a conflict would create a friendship between one group against another. In the last stage between ingroups and outgroup relationships will create a good cooperation.

Tranlate Sejarah dan Penemu Teori Ingroup and Outgroup Theory dikemukakan oleh Sumner. Teori ini merupakan lanjutan dari penjelasan yang telah dikemukakan oleh Charles Horton Cooley mengenai kelompok primer dan kelompok sekunder. Dijelaskan oleh Cooley bahwa ketika seseorang menjadi anggota banyak kelompok, hanya beberapa saja yang terikat secara emosional. Kelompok-kelompok yang terikat secara emosional ini disebut kelompok primer dan sebagai anggota pasti akan menganggap bahwa kelompok tersebut adalah kelompok kita. Pengakuan inilah yang disebut dengan Ingroup Theory. 40 UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi Dasar Teori Ingroup adalah kelompok kita, sedangkan outgroup adalah kelompok mereka. Selain termasuk dalam kelompok primer, ingroup theory pun berkaitan dengan kelompok sekunder karena adanya pengakuan bahwa kita adalah bagian dari kelompok baik itu yang terikat secara emosional ataupun tidak. Dalam suatu hubungan ingroup akan ada perasaan semangat untuk melakukan sesuatu untuk kelompok yang dianggap bagian dari kita. Rasa semangat ini disebut kohesi kelompok. Ada tahapan-tahapan yang dilalui jika tergabung dalam suatu ingroup dan harus bersaing dengan outgroup. Awalnya mungkin setiap kelompok hanya berinteraksi dengan rekan sesama kelompoknya saja, namun bisa berkembang berteman dengan kelompok lain bahkan bisa juga terjadi konflik. Adanya konflik sudah dipastikan akan ada pula penyelesaiannya. Terkadang akhir dari sebuah konflik akan menciptakan persahabatan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Pada tahapan terakhir antara hubungan ingroup dan outgroup akan tercipta suatu kerja sama yang baik.

6. Teori Disonansi Kognitif History and Inventors Presented by Leon Festinger that uneven feeling is called cognitive dissonance: this is a feeling that people have when mereka'menemukan themselves doing something that is not in accordance with what they know, or having opinions that do not fit with other opinions that they hold "(1957, p 4). This concept forms the core of the theory of cognitive dissonance, the theory argues that dissonance is an uncomfortable feeling that motivates people to take steps to reduce the discomfort that. (Figure 7.1) Roger Brown (1965) says, the basis of this theory follows the principle of sufficient simple "state of cognitive dissonance keadaam described as psychological discomfort or tension that motivates efforts to achieve konsonansi. Dissonance is imbalance and konsonansi designation is the designation for the balance. Brown stated this theory allows two elements to look at three different relationships to each other. Maybe consonant (consonant), dissonance (dissoanant), or irrelevant (irrelevant). 41 UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Relations consonants (consonant relationship) exists between the two elements when the two elements are poised to each other. If you believe, for example, that health and fitness is an important goal, and you exercise three to five times a week, then your beliefs about your own kesahatan and behavior will have a consonant relationship between each other. Relations dissonance (dissonant relationship) means that the elements are not equal to each other. Examples of dissonant relationship between elements is a devout Catholic who supports a woman's right to choose an abortion. In this case, the religious belief that conflicted with his political beliefs on abortion. Relationships are not relevant (irrelevanrelationship) exists when elements do not imply anything about each other. The importance of cognitive dissonance for communication researchers Festinger indicated in a statement that the discomfort caused by the dissonance will foster change.

Basic Assumption Theory The theory of cognitive dissonance is to explain the beliefs and behavior change attitudes. This theory focuses on the effect that there are inconsistencies between the cognition-cognition. 4 basic assumption of this theory: Humans have a desire for consistency in beliefs, attitudes, and behavior .. Explanation: emphasize a model regarding the nature of human beings who are concerned adalnya stability and consistency. This theory states that people will not enjoy the inconsistencies in their thoughts and beliefs. Instead, they will be looking for consistency. Psychological dissonance created by inconsistencies. Explanation: talking about the kind of consistency that are important to people. This theory does not stick to a rigid logical consistency. Sevaliknya theory refers to the fact that cognition-cognition must be psychologically inconsistent (compared logically inconsistent) Dissonance is the feeling not like to encourage people to perform actions with measurable impact. Explanation: states that when people experience psychological dissonance created by inconsistencies lead to a squeeze not like. So people are not happy to be in a state of dissonance, it is an uncomfortable situation

42

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Dissonance konsonansi encourage businesses to obtain and attempt to reduce the dissonance explanation: to avoid situations that create inconsistencies and trying to find a situation that restores consistency. Thus, the image of human nature that framed this theory is the nature in which humans seek psychological consistency as a result of the stimulation caused by the condition of hostility towards cognition inconsistent

Concepts and Processes Cognitive Dissonance When dissonance theorists try to predict how much discomfort or dissonance experienced by a person, they recognize the concept of levels of dissonance. Level of dissonance (magnitude of dissonance) refers to the amount of quantitative dissonance experienced by someone. The level of dissonance will determine the action to be taken one and cognition that he might use to reduce dissonance. CDT theory distinguishes between situations that produce more dissonance and situations that generate less dissonance.

Level of dissonance 3 factors that can affect a person's perceived level of dissonance (Zimbardo, ebbsen & Maslach, 1977): Interest, or how significant a problem, affect the level of perceived dissonance. The ratio of the amount of cognitive dissonance or proportional to the number of dissonant cognitions are consonant Individual rationality used to justify inconsistencies. This factor refers to the grounds raised by to explain why an inconsistency arises. Makin banyaka reason that one has to address the gaps that exist, the less dissonance that one feels.

43

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Dikemukakan oleh Leon Festinger bahwa perasaan yang tidak seimbang ini disebut sebagai disonansi kognitif; hal ini merupakan perasaan yang dimiliki orang ketika merekamenemukan diri mereka sendiri melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui, atau mempunyai pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat lain yang mereka pegang(1957,hal 4). Konsep ini membentuk inti dari teori disonansi kognitif, teori ini berpendapat bahwa disonansi adalah sebuah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyaman itu.(figur 7.1)Roger brown (1965)katakan, dasar dari teori ini mengikuti sebuah prinsip yang cukup sederhanaKeadaan disonansi kognitif dikatakan sebagai keadaam ketidaknyaman psikologis atau ketegangan yang memotivasi usaha-usaha untuk mencapai konsonansi. Disonansi adalah sebutan ketidakseimbangan dan konsonansi adalah sebutan untuk keseimbangan. Brown menyatakan teori ini memungkinkan dua elemen untuk melihat tiga hubungan yang berbeda satu sama lain. Mungkin saja konsonan(consonant),disonansi(dissoanant), atau tidak relevan(irrelevan). Hubungan konsonan(consonant relationship) ada antara dua elemen ketika dua elemen tersebut pada posisi seimbang satu sama lain. Jika anda yakin, misalnya, bahwa kesehatan dan kebugaran adalah tujuan yang penting dan anda berolahraga sebanyak tiga sampai lima kali dalam seminggu, maka keyakinan anda mengenai kesahatan dan perilaku anda sendiri akan memiliki hubungan yang konsonan antara satu sama lain. Hubungan

disonansi(dissonant relationship) berarti bahwa elemen-elemennya tidak seimbang satu dengan lainnya. Contoh dari hubungan disonan antarelemen adalah seorang penganut katolik yang mendukung hak perempuan untuk memilih melakukan aborsi. Dalam kasus ini, keyakinan keagamaan orang itu berkonflik dengan keyakinan politiknya mengenai aborsi. Hubungan tidak relevan(irrelevanrelationship) ada ketika elemen-elemen tidak

mengimplikasikan apa pun mengenai satu sama lain. Pentingnya disonansi kognitif bagi peneliti komunikasi ditunjukkan dalam pernyataan Festinger bahwa ketidaknyaman yang disebabkan oleh disonansi akan mendorong terjadinya perubahan.

44

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi Dasar Teori Teori disonansi kognitif adalah menjelaskan mengenai keyakinan dan perilaku mengubah sikap. Teori ini berfokus pada efek inkonsistensi yang ada diantara kognisi-kognisi. 4 asumsi dasar dari teori ini: Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada keyakinan, sikap, dan perilakunya.. Penjelasan: menekankan sebuah model mengenai sifat dasar dari manusia yang mementingkan adalnya stabilitas dan konsistensi. Teori ini menyatakan bahwa orang tidak akan menikmati inkonsistensi dalam pikiran dan keyakinan mereka. Sebaliknya, mereka akan mencari konsistensi. Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi psikologis. Penjelasan: berbicara mengenai jenis konsistensi yang penting bagi orang. Teori ini tidak berpegang pada konsistensi logis yang kaku. Sevaliknya teori ini merujuk pada fakta bahwa kognisi-kognisi harus tidak konsisten secara psikologis(dibandingkan tidak konsisten secara logis) Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan tindakantindakan dengan dampak yang dapat diukur. Penjelasan: menyatakan bahwa ketika orang mengalami inkonsistensi psikologis disonansi tercipta menimbulkan perasan tidak suka. Jadi orang tidak senang berada dalam keadaan disonansi, hal itu merupakan suatu keadaan yang tidak nyaman Disonansi mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi Penjelasan: untuk menghindari situasi yang menciptakan inkonsistensi dan berusaha mencari situasi yang mengembalikan konsistensi. Jadi, gambaran akan sifat dasar manusia yang membingkai teori ini adalah sifat dimana manusia mencari konsistensi psikologis sebagai hasil dari rangsangan yang disebabkan oleh kondisi ketidaksenangan terhadap kognisi yang tidak konsisten

Konsep dan Proses Disonansi Kognitif Ketika teoretikus disonansi berusaha untuk melakukan prediksi seberapa banyak ketidaknyaman atau disonansi yang dialami seseorang, mereka mengakui adanya konsep tingkat disonansi. Tingkat disonansi(magnitude of dissonance) merujuk kepada jumlah kuantitatif disonansi yang dialami oleh seseorang. Tingkat disonansi akan menentukan tindakan yang akan diambil seseorang dan kognisi yang mungkin ia gunakan untuk

45

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

mengurangi disonansi. Teori CDT membedakan antara situasi yang menghasilkan lebih banyak disonansi dan situasi yang menghasilkan lebih sedikit disonansi.

Tingkat disonansi 3 faktor yang dapat mempengaruhi tingkat disonansi yang dirasakan seseorang ( Zimbardo, ebbsen & Maslach, 1977) : Kepentingan, atau seberapa signifikan suatu masalah, berpengaruh terhadap tingkat disonansi yang dirasakan. Rasio disonansi atau jumlah kognisi disonan berbanding dengan jumlah kognisi yang konsonan Rasionalitas yang digunakan individu untuk menjustifikasi inkonsistensi.

Faktor ini merujuk pada alasan yang dikemukan untuk menjelaskan mengapa sebuah inkonsistensi muncul. Makin banyaka alasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesenjangan yang ada, maka semakin sedikit disonansi yang seseorang rasakan.

7. TEORI KEPRIBADIAN KELOMPOK (Group syntality Theory) Inventors History and Theory Sintalitas Theory Group embodies the communication process of a group. The theory was developed by Cattell in 1948. Cattell found that in order to make scientific guesses right, everything should be described, measured, and classified appropriately and carefully. In theory this sintalitas, Cattell explained that in a group must have a personality that can be learned. For this reason, the theory Cattell said as a developer called Psychology Personality Psychology. Personality theory is the study of group interaction on the basis of the dimensions and dynamics of personality. Dimension refers to the characteristic population or individual characteristics such as age, scholarship (intelligence), while the personality
46

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

characteristic or an effect that allows the group to act as a whole, referring to the specific roles and status positions. The dynamics of personality measured by the socalled synergy, ie the level or degree of energy of each individual who brought the group to be used in carrying out the goals of the group. Lots of synergy or group energy should be devoted to the maintenance of harmony and cohesiveness of the group.

The basic assumption Theory This theory that the origin of the word sintalitas (syntality) used by Cattell to demonstrate "the personality" that mencankup togetherness, dynamics, temperament, and ability groups. The basics of the opinions expressed by Cattell influenced by McDougall (1920) about the group, namely: - The behavior and structure typical of a group will remain there even if its members change. - The experiences recorded in the memory. - The group showed impulses. - The group as a whole was able to respond to the stimuli that focused on one part. - Group show varying emotions. - The group showed a collective considerations (together). Cattell proposed requiring at least three panels in a group, which consists of: sintalitas properties that influence of the group as a whole, both the other groups and to the environment, the properties of the structure of the relationship that is created between the members of the group, the behaviors in the group, and patterns of group organization, and the properties of the population of the average properties of the group members. The relationship of these three panels are interdependent. Apart from the three panels that have been described are, Cattell also stated that there are two important aspects in the group, namely the existence of the group depends on the needs of individual members and groups often overlap.

47

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Teori Teori Sintalitas Kelompok merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948. Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat. Dalam teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Dengan alasan ini, Cattell dengan teorinya dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok. Teori kepribadian merupakan studi mengenai interaksi kelompok pada basis dimensi kelompok dan dinamika kepribadian. Dimensi kelompok merujuk pada cirri-ciri populasi atau karakteristik individu seperti umur, kecendekiawanan (intelligence), sementara cirri-ciri kepribadian atau suatu efek yang memungkinkan kelompok bertindak sebagai satu keseluruhan, merujuk pada peran-peran spesifik, dan posisi status. Dinamika kepribadian diukur oleh apa yang disebut dengan synergy, yaitu tingkat atau derajat energi dari setiap individu yang dibawa dalam kelompok untuk digunakan dalam melaksanakan tujuan-tujuan kelompok. Banyak dari synergy atau energi kelompok harus dicurahkan ke arah pemeliharaan keselarasan dan keterpaduan kelompok.

Asumsi dasar Teori Teori ini menggunakan asal kata dari sintalitas (syntality) yang digunakan oleh Cattell untuk menunjukkan kepribadian kelompok yang mencankup kebersamaan, dinamika,

temperamen, dan kemampuan kelompok. Dasar-dasar pendapat yang dikemukakan oleh Cattell dipengaruhi oleh pandangan McDougall (1920) tentang kelompok, yaitu : - Perilaku dan struktur yang khas dari suatu kelompok akan tetap ada walaupun anggotaanggotanya berganti. - Pengalaman-pengalaman kelompok direkam dalam ingatan. - Kelompok menunjukkan adanya dorongan-dorongan.

48

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

- Kelompok mampu berespons secara keseluruhan terhadap suatu rangsang yang tertuju pada salah satu bagiannya. - Kelompok menunjukkan emosi yang bervariasi. - Kelompok menunjukkan adanya pertimbangan-pertimbangan kolektif (bersama). Cattell mengemukakan setidaknya membutuhkan tiga panel dalam suatu kelompok, yang terdiri atas : sifat-sifat sintalitas yaitu pengaruh dari adanya kelompok sebagai keseluruhan, baik terhadap kelompok lain maupun terhadap lingkungan; sifat-sifat struktur kelompok yaitu hubungan yang tercipta antara anggota kelompok, perilaku-perilaku di dalam kelompok, dan pola organisasi kelompok; dan sifat-sifat populasi yaitu sifat rata-rata dari anggota-anggota kelompok. Hubungan dari ketiga panel ini adalah saling ketergantungan. Selain dari tiga panel yang telah diuraikan tersebut, Cattell juga menyatakan adanya dua aspek penting pada kelompok, yaitu : eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya dan kelompok-kelompok biasanya saling tumpang tindih.

8. TEORI PERCAKAPAN KELOMPOK (Group achievement theory). Conversation group theory is related to the productivity of the group or efforts to achieve through checks input from members (member input), intermediate variables (mediating variables), and the output of the group (group output). Input or input from members of the group can be identified as behaviors, interactions and expectations (expectation) that is individualized. While the intermediate variables refer to the formal structures and structures such as the role of group status, norms, and goals of the group. The meaning of the output is the achievement or accomplishment of a task or group goals. The productivity of a group can be explained by the consequences of behavior, interaction and expectations through the structure of the group. In other words, behaviors, interactions and expectations (input variables) leads to the formal structure and the structure of the role (mediating variables) instead of this variable leads to productivity, morale and cohesion (group achievement).

49

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

This theory is the result of the development of the earlier theories are classified in three different orientations, such as: orientation amplifier (learning theories), the orientation of the field (the theories of interaction), and cognitive orientation (theories of expectations).

Basic Assumption Theory and Explanation The basic assumption of this theory is the process in which the group dimuiai from input to output through media variables. In this theory there will be feedback (feedback). Here is the translation of theory achievement divided into several factors that affect a group, namely: a. Input from members is a source of input. According to Stogdill, group interaction is an open system. Structure and continuity of the system relies heavily on the actions of members and connections between members. There are three important elements that are included in the input members, namely: social interaction (stating that a relationship is done by two people or more, the interaction consists of actions and reactions between the group members interact), the results of actions (part of an interaction can be applied in the form of cooperation, planning, assessing, communicating, making kepetusan) and

expectations (willingness to get an amplifier, this is a function of expectation as a boost (drive), estimates dasil fun or not, and estimates of the likely outcome will actually happen).

b. Variable media Variable media describes the operation and functioning of a group. Elements in it, such as: formal structure (formal structure which includes the functions and status of the group consists of individuals who each masingmembawa expectations and his own actions) and structural roles (structural roles include responsibility and authority where individuals occupying certain positions almost no effect on the status and functions of the position).

50

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

c. Achievement group Achievement is the output or purpose of the group. There are three elements that determine the achievement of the group, namely: productivity (the degree of change in expectations about the values generated by the behavior of the group), moral (degrees of freedom from the constraints in the working group to the destination), and unity (the ability to maintain the level of structure and mechanisms operating in stressful conditions (stress).

Translate Teori percakapan kelompok ini sangat berkaitan dengan produktivitas kelompok atau upayaupaya untuk mencapainya melalui pemeriksaaan masukan dari anggota (member input), variable-variabel perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok (group output). Masukan atau input yang berasal dari anggota kelompok dapat diidentifikasikan sebagai perilaku, interkasi dan harapan-harapan (expectation) yang bersifat individual. Sedangkan variabel-variabel perantara merujuk pada struktur-struktur formal dan struktur peran dari kelompok seperti status, norma, dan tujuan-tujuan kelompok. Yang dimaksud dengan output kelompok adalah pencapaian atau prestasi dari tugas atau tujuan kelompok. Produktivitas dari suatu kelompok dapat dijelaskan melalui konsekuensi perilaku, interaksi dan harapan-harapan melalui struktur kelompok. Dengan kata lain, perilaku, interaksi dan harapan-harapan (input variables) mengarah pada struktur formal dan struktur peran (mediating variables) sebaliknya variabel ini mengarah pada produktivitas, semangat dan keterpaduan (group achievement). Teori ini merupakan hasil pengembangan dari teori-teori sebelumnya yang tergolong dalam tiga orientasi yang berbeda, seperti : orientasi penguat (teori-teori belajar), orientasi lapangan (teori-teori tentang interaksi), dan orientasi kognitif (teori-teori tentang harapan). Asumsi Dasar dan Uraian Teori Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimuiai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back). Berikut ini adalah penjabaran teori prestasi yang terbagi atas beberapa faktor yang mempengaruhi suatu kelompok, yaitu :
51

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

a. Masukan dari anggota merupakan sumber input. Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interaksi yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota. Ada tiga elemen penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu : interaksi sosial (menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang berinteraksi); hasil perbuatan (bagian dari suatu interaksi yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kerja sama, berencana, menilai, berkomunikasi, membuat kepetusan); dan harapan (kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya dasil, dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi).

b. Variabel media Variabel media menjelaskan mengenai beroperasi dan berfungsinya suatu kelompok. Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu : struktur formal (struktur formal mencakup fungsi dan status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-

masingmembawa harapan dan perbuatannya sendiri) dan struktur peran (struktur peran mencakup tanggung jawab dan otoritas dimana individu yang menduduki posisi tertentu hampir tidak berpengaruh pada status dan fungsi posisi tersebut).

c. Prestasi kelompok Prestasi kelompok merupakan output atau tujuan dari kelompok. Ada tiga unsur yang menentukan prestasi kelompok, yaitu : produktivitas (derajat perubahan harapan tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh perilaku kelompok), moral (derajat kebebasan dari hambatanhambatan dalam kerja kelompok menuju tujuannya), dan kesatuan (tingkat kemampuan kelompok untuk mempertahankan struktur dan mekanisme operasinya dalam kondisi yang penuh tekanan (stress).

52

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

9. TEORI PERKEMBANGAN KELOMPOK Creator and Historical Theory The development of group theory proposed by Bennis and Shepherd in 1956. This theory is the development or at least influenced by what has been revealed by previous people, such as S. Freud, Kurt Lewin (1946), Sullivan (1953), Schutz (1955) and Carl Rogers. Earlier this theory is that of non-sengajaan Kurt Lewin in 1946 that found the fundamentals of the emergence of sensitivity. Continued in the 1960's a group meeting, and Carl Rogers saw the benefits of the meeting, namely the development of self. This method is used by psychologists to train the patient to find out how his own. Then in the 1970's, also found that the group meetings can also speed up the destruction caused by the damage of the leadership group.

Basic Assumption Theory and Explanation The basic assumption of this theory is the developmental process that occurs in the interaction between people who are in a situation in sebuh group exercises. Theory Development group is a division of a large group. This theory is a part of meeting the communication act. Bennis and Shepherd examines the development of the theory group of the observations made on the groups training at the National Training Laboratory for Group Development at Bethel, Maine, United States. The participants were selected from a group of different backgrounds ranging from education, social, and economic, as well as his personality. Initially each member of the group did not know each other. A coach gives assignments to the group with the procedures that have been made. A meeting between members of the group performed several times in one menggu and this is done in a few weeks. To achieve the objectives of these tasks, which initially did not know each other now would not want to become acquainted even interact to complete tasks assigned coach. These steps are performed when joining a group. No development or process that is passed to the achievement of common goals agreed upon. Bennis and Shepherd stated that not all keompok to reach the end point of its development.

53

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

The purpose of the training is done in a group, are: at the individual level can help participants to develop the motivation to interact with others, increasing the understanding of the situation, increased control of human communication, adding to the diversity of social behavior in each participant's exercise, while at the level of the group can form a valid communication where each anngota can communicate feelings, motivations, desires freely and precisely.

Stages of group development are usually passed someone in a group, consisting of: a.Tahap Authority, the stage in which doubts dependence can be disbursed. It is composed of three sub stages, namely: phase dependence, stage uprisings and thawing stage. b.Tahap Pribadi, the stage where interdependence doubts melted. It is composed of three sub stages, namely: harmony stage, the stage of personal identity, and the stage of liquefaction problems.

Translate Pencipta dan Sejarah Teori Teori Perkembangan Kelompok dikemukakan oleh Bennis dan Shepherd pada tahun 1956. Teori ini merupakan pengembangan atau setidaknya dipengaruhi dari apa yang telah diungkapkan oleh orang-orang sebelumnya, seperti S. Freud, Kurt Lewin (1946), Sullivan (1953), Schutz (1955) dan Carl Rogers. Awal dari teori ini adalah dari ketidak-sengajaan Kurt Lewin pada tahun 1946 yang menemukan dasar-dasar munculnya kelompok sensitivitas. Dilanjutkan pada tahun 1960-an adanya kelompok pertemuan, dan Carl Rogers melihat adanya manfaat dari kelompok pertemuan ini, yaitu pengembangan diri. Cara ini biasa dilakukan oleh para psikolog untuk melatih pasien menemukan bagaimana dirinya sendiri. Kemudian pada tahun 1970-an, ditemukan pula bahwa kelompok pertemuan ini juga dapat mempercepat suatu kehancuran akibat dari kepemimpinan kelompok yang merusak.

54

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi Dasar dan Uraian Teori Asumsi dasar dari teori ini adalah proses perkembangan kelompok yang terjadi dalam interaksi antara orang-orang yang berada dalam suatu situasi latihan di sebuh kelompok. Teori Perkembangan Kelompok ini merupakan pembagian dari kelompok besar. Teori ini merupakan suatu bagian dari tindak komunikasi kelompok pertemuan. Bennis dan Shepherd meneliti teori perkembangan kelompok ini dari sebuah pengamatan yang dilakukan pada kelompok-kelompok latihan di National Training Laboratory for Group Development di Bethel, Maine, Amerika Serikat. Para peserta kelompok dipilih dari latar belakang yang berbeda mulai dari pendidikan, sosial, dan ekonomi, begitu pula dengan kepribadiannya. Pada awalnya anggota kelompok satu sama lain tidak saling mengenal. Seorang pelatih memberikan tugas-tugas kepada kelompok tersebut dengan prosedur yang telah dibuat. Pertemuan antara anggota kelompok dilakukan beberapa kali dalam satu menggu dan ini dilakukan dalam beberapa minggu. Untuk mencapai tujuan dari tugas-tugas ini, yang mulanya tidak saling mengenal kini mau tidak mau harus saling berkenalan bahkan saling berinteraksi untuk dapat menyelesaikan tugas yang diberikan pelatih. Inilah tahapantahapan yang dilakukan ketika bergabung dalam suatu kelompok. Ada perkembangan atau proses yang dilewati untuk pencapaian tujuan bersama yang telah disepakati. Bennis dan Shepherd menyatakan bahwa tidak semua keompok bisa mencapai titik akhir

perkembangannya. Tujuan dari pelatihan yang dilakukan dalam sebuah kelompok, antara lain : pada tingkat individual dapat membantu peserta untuk mengembangkan motivasi dalam berinteraksi terhadap orang lain, peningkatan pemahaman terhadap situasi kelompok, peningkatan kendali terhadap komunikasi antar manusia, menambah keragaman perilaku sosial pada setiap peserta latihan; sedangkan pada tingkat kelompok dapat membentuk suatu komunikasi yang valid dimana setiap anngota dapat mengkomunikasikan perasaan, motivasi, keinginannya secara bebas dan tepat. Tahapan-tahapan perkembangan kelompok yang biasanya dilalui seseorang dalam suatu kelompok, terdiri atas : a.Tahap Otoritas, yaitu tahap di mana keraguan ketergantungan dapat dicairkan. Tahapan ini terdiri atas tiga subtahap, yaitu : tahap ketergantungan, tahap pemberontakan, dan tahap pencairan.

55

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

b.Tahap Pribadi, yaitu tahap dimana dicairkan keraguan saling ketergantungan. Tahapan ini terdiri atas tiga subtahap, yaitu : tahap harmoni, tahap identitas pribadi, dan tahap pencairan masalah.

10. Fisher Creator Model Theory and History


Fisher's model as the name suggests that the theory advanced by Aubrey Fisher. The existence of this theory overshadow their backs on the division of a large group. This theory is a part of the action group communication tasks. In Fisher's model there are four stages that must be passed someone in a relationship with the living members of the group. Basic Assumption Theory and Explanation This theory explains how the process must one go through in a group to produce something that is mutually agreed between the members of the group. The basic assumption The existence of the stages that must be passed person to have a relationship with others (members of the group). These stages consist of: - Orientation, at this stage an individual will seek to know each other, catching each other feelings of group members, and trying to find a role and status. In this phase, there will be a tendency dissent. - Conflict, the stage is a follow up of the difference of opinion in the first phase. In this situation there is an increase in the difference between one individual with other group members, individuals trying to maintain what he wants. - The appearance, at this stage, each individual seeks to reduce the level of disagreement. The goal is to reduce conflict, but what happens is that individuals no longer have clarity in menentukkan attitude. - Affirmation, the final stage of a person in a group that is how members strengthen group consensus. In this case there would be a good suggestion how settlement and there will be a decision of the differences that exist in the members.

56

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Model Fisher sesuai dengan namanya bahwa teori ini dikemukakan oleh Aubrey Fisher. Adanya teori ini dilatar-belakangi adanya pembagian dari kelompok besar. Teori ini merupakan suatu bagian dari tindak komunikasi kelompok tugas. Dalam model Fisher ini ada empat tahap yang harus dilewati seseorang dalam menjalani suatu hubungan dengan anggota kelompok. Asumsi Dasar dan Uraian Teori Teori ini menjelaskan bagaimana proses yang harus dilewati seseorang dalam suatu kelompok untuk menghasilkan sesuatu yang disepakati bersama antar anggota kelompok.

Asumsi dasar Adanya tahapan-tahapan yang harus dilalui seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain (anggota dalam kelompoknya). Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas : - Orientasi, pada tahapan ini seorang individu akan berusaha untuk saling mengenal, saling menangkap perasaan anggota kelompoknya, dan mencoba menemukan peranan dan status. Dalam tahapan ini akan ada kecenderungan perbedaan pendapat. - Konflik, tahapan ini merupakan tindak lanjut dari adanya perbedaan pendapat pada tahap pertama. Dalam situasi ini terdapat peningkatan perbedaan antara satu individu dengan anggota kelompok lainnya, setiap individu berusaha mempertahankan apa yang ia inginkan. - Pemunculan, pada tahap ini setiap individu berusaha untuk mengurangi tingkat perbedaan pendapat. Tujuannya untuk mengurangi konflik, namun yang terjadi adalah individu sudah tidak lagi memiliki kejelasan dalam menentukkan sikap. - Peneguhan, tahap akhir yang dilakukan seseorang dalam kelompoknya yaitu bagaimana para anggota memperteguh konsensus kelompok. Dalam hal ini akan ada saran bagaimana penyelesaian yang baik dan akan ada keputusan dari perbedaan yang ada pada para anggota.

57

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

11. TEORI PERBANDINGAN SOSIAL Social comparison theory is a theory that was first proposed by social psychologist Leon Festinger in 1954. It explains how individuals evaluate their own opinions and desires by comparing themselves to others. As people always comparing between us and another person or group we are with another group and it acts as the group communication needs of individuals to compare what they all have in common such as, attitudes, opinions, abilities, social status, personality, beauty etc.. Social comparison theory or approach suggests that the act of communication within the group because of the ongoing needs of the individual to compare the attitudes, opinions and abilities with other individuals. In view of this social comparison theory, pressure someone to communicate with other group members will be increased if disagreements arise associated * with an event or events, if such events increased in importance, and if the relationship is in a group (group cohesivenes) also showed an increase.

Basic Assumption Theory In the initial theory, Festinger argued hypotheses about some things. First, he states that humans have the urge to evaluate themselves by examining their opinions and abilities in comparison to others. To this, he added that the tendency to compare oneself with some other specific person decreases as the difference between the opinions of the person or person's own abilities and become more distinct. He also hypothesized that there is a drive to the top to achieve greater capacity, but that there are non-social restrictions that make it nearly impossible to change them, and that this is largely no opinion (Festinger, 1954). In addition, after a group decision was made, the group members will communicate with each other to get the information that supports or makes individuals in a group more happy with the decision made tersebut.Teori social comparison is encouraged to explain how the act of communication of the members groups experienced improvement or penuruanan.

58

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Taken together there are three assumptions proposed by Festinger People have the urge to evaluate themselves in groups. People prefer to compare with similar others. The needs of individuals in groups to compare the attitudes, opinions, and abilities with other individuals. In a society that is structured in a strict stratification, the dominant group can use their power to impose an ideology that justifies discrimination to maintain their advantageous position in a social group. This makes the dominant group prejudice against those considered able to shake their confidence. Meanwhile, a group that dominated was prejudiced against the dominant group because of fear of being exploited. Communication in the action takes place because of the needs of the individual to compare the attitudes, opinions and kempuannya with other individuals.

Translate Sejarah dan Penemu Teori Teori perbandingan sosial adalah suatu teori yang pertama kali dikemukakan oleh psikolog sosial Leon Festinger pada tahun 1954. Ini menjelaskan bagaimana individu mengevaluasi pendapat mereka sendiri dan keinginan dengan membandingkan diri pada orang lain. Sebagai manusia selalu membandingan antara kita dengan orang lain atau kelompok kita dengan kelompok lain dan ternyata tindak komunikasi dalam kelompok karena adanya kebutuhan-kebutuhan individu untuk membandingkan yang mereka semua miliki seperti, sikap, pendapat, kemampuan, status sosial, kepribadian, kecantikan dll. Teori atau pendekatan perbandingan sosial mengemukakan bahwa tindak komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk

membandingkan sikap, pendapat dan kemampuannya dengan individu-individu lainnya. Pada pandangan teori perbandingan sosial ini, tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya akan mengalami peningkatan jika muncul ketidak setujuan yang berkaitan dngan suatu kejadian atau peristiwa, kalau tingkat kepentingannya peristiwa tersebut meningkat dan apabila hubungan dalam kelompok (group cohesivenes) juga menunjukkan peningkatan. 59 UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi Dasar Teori Dalam teori awalnya, Festinger mengemukakan hipotesis mengenai beberapa hal. Pertama, ia menyatakan bahwa manusia memiliki dorongan untuk mengevaluasi diri mereka sendiri dengan memeriksa pendapat dan kemampuan mereka dibandingkan dengan orang lain. Untuk ini, ia menambahkan bahwa kecenderungan untuk membandingkan diri sendiri dengan beberapa orang tertentu lainnya menurun sebagai perbedaan antara pendapat orang itu atau kemampuan dan seseorang sendiri menjadi lebih berbeda. Ia juga memiliki hipotesis bahwa ada drive ke atas untuk mencapai kemampuan yang lebih besar, tetapi bahwa ada non-sosial pembatasan yang membuatnya hampir tidak mungkin untuk mengubah mereka, dan bahwa ini adalah sebagian besar tidak ada pendapat (Festinger, 1954). Selain itu, setelah suatu keputusan kelompok dibuat, para anggota kelompok akan saling berkomunikasi untuk mendapatkan informasi yang mendukung atau membuat individuindividu dalam kelompok lebih merasa senang dengan keputusan yang dibuat tersebut.Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penuruanan. Diambil kesimpulan ada 3 asumsi yang dikemukakan oleh Festinger Orang-orang memiliki dorongan untuk mengevaluasi diri mereka dalam kelompok. Orang lebih suka untuk membandingkan dengan orang lain yang serupa. Adanya kebutuhan individu dalam kelompok untuk membandingkan sikap, pendapat, dan kemampuannya dengan individu lainnya. Dalam masyarakat yang terstruktur dalam stratifikasi yang ketat, kelompok dominan dapat menggunakan kekuasaan mereka untuk memaksakan ideologi yang menjustifikasi praktek diskriminasi untuk mempertahankan posisi menguntungkan mereka dalam kelompok sosial. Hal ini membuat kelompok dominan berprasangka terhadap pihak-pihak yang dinilai bisa menggoyahkan kepercayaan mereka. Sementara itu kelompok yang didominasi pun berprasangka terhadap kelompok dominan karena kecemasan akan dieksploitasi. Tindakan Komunikasi dalam kelompok berlangsung karena adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap,pendapat dan kempuannya dengan individu lain.

60

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

12. TEORI PERTUKARAN SOSIAL (Social Exchange Theory) Creator and Historical Theory This theory is based on the premise that a person reaches the understanding of the complex nature of the premises examined the relationship between two people (dyadic relationship). This theory means that human interaction involves the exchange of goods and services, cost (cost) and reward (reward). Figures who developed the theory of social exchange among others, is a psychologist John Thibaut and Kelley Harlod (1959), sociologist George Homans (1961), Richard Emerson (1962), and Peter Blau (1964). Social Exchange Theory examines how the contribution of a person in a relationship affects the contributions of others. Originator of this theory is Thibaut and Kelley, who suggested that people evaluate relationships with other people. This theory is not only applicable in relation antarpersona but also in a group. This theory sees the relationship as a trade transaction, means that people relate to others because they expect something to meet their needs. This theory gives as if when someone enters a group will think of profits and losses of the decision. It is also sometimes carried out by the group.

Basic Assumption Theory and Explanation According to the originator of this theory, Thibaut and Kelley, the basic assumption underlying the whole analysis that individuals voluntarily enter and remain in relationships only as long as the relationship is quite satisfactory in terms of several aspects, among others: - The reward is any positive result obtained which was considered a person from a relationship. - Costs are assessed negative consequences that occur in a relationship. - The result is a reward or profit minus cost. - The comparison shows the raw size (standard) is used as a criterion in assessing the individual's relationship to the present.

61

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Social exchange theory assumes people relate to others because they expect something that meets their needs. In the objective approach tends to regard man as they observe the changes caused by passive and social forces outside themselves. This approach is also found, to a certain degree of unpredictability of human behavior, although not as precise prediction forecast natural behavior. In other words, the laws that apply to human behavior is possible (probabilistic). For example, if students more studious, they (probably) will get a better value, otherwise we are friendly to others, others (probably) be gracious to us: if the husband and wife often quarrel, they (probably) will get divorced.

Translate Pencipta dan Sejarah Teori Teori ini didasarkan pada pemikiran bahwa seseorang mencapai satu pengertian mengenai sifat kompleks dari kelompok denga mengkaji hubungan diantara dua orang (dyadic relationship). Teori ini diartikan bahwa interaksi manusia melibatkan pertukaran barang dan jasa, biaya (cost) dan imbalan (reward). Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Social Exchange Theory menelaah bagaimana kontribusi seseorang dalam suatu hubungan mempengaruhi kontribusi orang lainnya. Pencetus teori ini adalah Thibaut dan Kelley, yang mengemukakan bahwa orang mengevaluasi hubungannya dengan orang lain. Teori ini tidak hanya dapat diaplikasikan dalam hubungan antarpersona tetapi juga pada suatu kelompok. Teori ini memandang suatu hubungan sebagai suatu transaksi dagang, maksudnya adalah orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Teori ini seolah-olah memberikan gambaran ketika seseorang memasuki suatu kelompok akan memikirkan laba dan rugi yang akan diterimanya. Hal tersebut juga terkadang dilakukan oleh kelompok. Asumsi Dasar dan Uraian Teori Menurut pencetus teori ini, Thibaut dan Kelley, asumsi dasar yang mendasari seluruh analisisnya bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan
62

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari beberapa segi, antara lain : - Ganjaran adalah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. - Biaya adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. - Hasil atau laba adalah ganjaran dikurangi biaya. - Tingkat perbandingan menunjukkan ukuran baku (standar) yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. Teori Pertukaran sosial beranggapan orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Pada pendekatan obyektif cenderung menganggap manusia yang mereka amati sebagai pasif dan perubahannya disebabkan kekuatan-kekuatan sosial di luar diri mereka. Pendekatan ini juga berpendapat, hingga derajat tertentu perilaku manusia dapat diramalkan, meskipun ramalan tersebut tidak setepat ramalan perilaku alam. Dengan kata lain, hukum-hukum yang berlaku pada perilaku manusia bersifat mungkin (probabilistik). Misalnya, kalau mahasiswa lebih rajin belajar, mereka (mungkin) akan mendapatkan nilai lebih baik; kalau kita ramah kepada orang lain, orang lain (mungkin) akan ramah kepada kita; bila suami isteri sering bertengkar, mereka (mungkin) akan bercerai.

13. TEORI SOSIMETRIS MORENO Inventors History and Theory Sosiometris can be interpreted as toeritis and methodological approaches to the groups that initially created initially by Moreno and later developed by Jennings and others. Basically dealing with the "appeal" (attration) and "rejection" (Repulsion) are perceived by individuals individuals against each other and the implications for the formation of a feeling these feelings and group structure.

63

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

A test generally includes questions are asked each member of the group members to rank them based on their effectiveness in carrying out the tasks and interpersonal attractiveness. An analysis of the test gives an overview of social berbagia configuration or structure that has been developed by members of the group.

The basic assumption Theory The assumption is raised is that the individuals in the group who are attracted to each other, there will be more to follow communication, whereas individuals repel, just a little or carry out acts of communication. Although sosiometris not directly concerned with the communication, sosiometris structure of a group can not be denied yabg berbungan with some things happening in the communications group. it seems quite reasonable to deem that individuals individuals who are attracted to each other and are mutually put themselves at a higher rank, would prefer to communicate in such a way that distinguishes them from communicating with members of the group members hate each other.

Translate Sejarah dan Penemu Teori Sosiometris dapat di artikan sebagai pendekatan toeritis dan metodologis terhadap kelompok-kelompok yang di ciptakan mula mula oleh Moreno dan kemudian di kembangkan oleh Jennings dan dengan yang lainnya. Pada dasarnya berhubungan dengan "daya tarik" (attration) dan "penolakan" (repulsion) yang dirasakan oleh individu individu terhadap satu sama lain dan implikasi perasaan perasaan ini bagi pembentukan dan struktur kelompok. Suatu uji coba pada umumnya mencakup pertanyaan pertanyaan yang meminta anggota anggota kelompok untuk saling menentukan peringkat mereka berdasarkan efektivitas dalam melaksanakan tugas dan daya tarik antarpribadi. Suatu analisis terhadap uji coba memberikan gambaran tentang berbagia konfigurasi sosial atau struktur yang telah di kembangkan oleh anggota kelompok.

64

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi dasar Teori Asumsi yang dimunculkan adalah bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, sebaliknya individuindividu yang saling menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi. Meskipun sosiometris tidak langsung berkepentingan dengan komunikasi, struktur sosiometris dari suatu kelompok tidak bisa di sangkal berbungan dengan beberapa hal yabg terjadi dalam komunikasi kelompok. tampaknya cukup masuk akal untuk menggap bahwa individu individu yang merasa tertarik satu sama lain dan yang saling menempatkan diri pada peringkat yang tinggi, akan lebih suka berkomunikasi sedemikan rupa sehingga membedakan mereka dari berkomunikasi dengan anggota anggota kelompok yang saling membenci.

14. Model Chesebro, Cragan, dan McCullough Inventors History and Theory Model Chesebro, Cragan, and McCullough is the same model with the inventor, James Chesebro, John Cragan, and Patricia McCullough. This theory is the result of a field study conducted by the three inventors of the revolutionary movement in Minessota homosexuals. The beginning of the third study conducted by the 1960s in the United States appear radical women's emancipation movement, in order to oppose a society dominated by men. This radical movement is the driving force of the radical movement performed by the group afterwards. For example, in 1978, the world was shocked by the mass suicides committed by 900 members of the Peoples Temple pastor Jimmy Jones. Communications group used to influence these actions.

Basic Assumption Theory The basic assumption of this theory is that there is a four-stage development of penyadar groups, namely:
65

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

- Self-awareness will be the new identity, the sense of a new identity taken sample group of homosexuals; members gathered in a group composed of similar characteristics as the basis for group formation. Similar characteristics will create a vibrant communication because of the similarities between the story of the members of one another, such as a feeling of where the members of the group have the same thoughts that tend to feel appreciated. - The identity of the group through the polarization, if the first stage of what is perceived similarities discussed by members of the homosexual group, then at this stage to be otherwise. There will be a different conversation with each other raised above his own, as he gets oppression. Given this disagreement will create a lively discussion in which the group members will analyze everything that is expressed by members of the group. - Enforce new values for the group, at this stage will create a new sense of rules or group deemed "right" even though it is against the rules or norms that already exist in society at large. New values are deliberately created by members of the homosexual group to legalize what it does. - Connecting to the revolutionary group, aware of the many differences between him (the homosexual) with the community could then isolate the homosexual group and only want to deal with similar groups.

Translate Sejarah dan Penemu Teori Model Chesebro, Cragan, dan McCullough merupakan model yang sama dengan penemunya, yaitu James Chesebro, John Cragan, dan Patricia McCullough. Teori ini merupakan hasil dari studi lapangan yang dilakukan oleh ketiga penemunya di Minessota tentang gerakan revolusioner kaum homoseksual. Awal dari adanya penelitian yang dilakukan ketiganya karena pada tahun 1960-an di Amerika muncul gerakan emansipasi wanita yang radikal, tujuannya untuk menentang masyarakat yang didominasi oleh kaum pria. Gerakan radikal ini merupakan pendorong dari gerakan radikal yang dilakukan oleh kelompok sesudahnya. Misalnya saja pada tahun 1978, dunia dikejutkan dengan terjadinya peristiwa bunuh diri masal yang dilakukan oleh 900 orang
66

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

anggota Kuil Rakyat dari pendeta Jimmy Jones. Komunikasi kelompok digunakan untuk mempengaruhi tindakan tersebut. Asumsi Dasar Teori Asumsi dasar yang ada dari teori ini adalah adanya empat tahap perkembangan dari kelompok penyadar, yaitu : - Kesadaran diri akan identitas baru, dalam kesadaran akan suatu identitas baru diambil contoh kelompok kaum homoseksual; anggota-anggota yang berkumpul dalam suatu kelompok terdiri dari karakteristik yang mirip sebagai dasar pembentukkan kelompok. Karakteristik yang mirip ini akan menciptakan sebuah komunikasi yang bergairah karena adanya kesamaan cerita antara anggota yang satu dengan yang lain, seperti perasaan dimana anggota-anggota dalam kelompok tersebut memiliki pemikiran yang sama sehingga cenderung merasa dihargai. - Identitas kelompok melalui polarisasi, jika pada tahapan pertama dibicarakan kesamaan apa yang dirasakan oleh anggota-anggota dari kelompok homoseksual, maka pada tahap ini terjadi sebaliknya. Akan ada pembicaraan yang berbeda satu sama lain yang dikemukakan atas pandangannya sendiri, seperti penindasan yang didapatkannya. Dengan adanya perbedaan pendapat ini akan tercipta diskusi yang hangat dimana para anggota kelompok akan menganalisis segala hal yang diungkapkan oleh anggota kelompoknya. - Menegakkan nilai-nilai baru bagi kelompok, pada tahapan ini akan tercipta sebuah aturan atau pengertian baru yang dianggap kelompoknya benar meskipun itu bertentangan dengan aturan atau norma yang telah ada di masyarakat pada umumnya. Nilai-nilai baru ini sengaja diciptakan oleh anggota-anggota kelompok homoseksual untuk melegalkan apa yang dilakukannya. - Menghubungkan diri dengan kelompok revolusioner, menyadari akan banyak sekali perbedaan antara dirinya (kelompok homoseksual) dengan masyarakat maka bisa saja kelompok homoseksual mengisolasi kelompoknya dan hanya ingin berhubungan dengan kelompok sejenis.

67

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

15. COMMUNICATION THEORY Goldberg Group communication is a field of study, research and application focus, not only on the group in general, but also on the communication behavior of individuals in face-toface small group discussion. The basic assumption by Alvin A. Goldberg and Carl E. Larson matters include the following: 1. Role There are two trends that will happen, first the members of the supporting role behaviors that are considered to help meet their needs, the second was distributed to the group members carry out the functions they can handle efficiently. 2. Group Norms That is a rule or order that apply within an organization or group. 3. Social Climate That is typical of members in the group interaction. Social climate can be official or unofficial. From the social climate can also be known whether or not a group of cooperative, competitive or not, and others. 4. Adaptation Usually by the group there is a tendency to always push their members to want to adapt to the norms and rules that apply in the group

Translate Komunikasi kelompok adalah suatu bidang studi, penelitian dan penerapan yang menitikberatkan, tidak hanya pada proses kelompok secara umum, tetapi juga pada perilaku komunikasi individu-individu pada tatap muka diskusi kelompok kecil. Asumsi dasar menurut Alvin A. Goldberg dan Carl E. Larson hal-hal tersebut meliputi sebagai berikut : 1. Peranan

68

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Ada dua kecenderungan yang akan terjadi, pertama yaitu para anggota mendukung perilaku peranan yang dianggap dapat membantu memenuhi kebutuhannya, yang kedua yaitu para anggota kelompok didistribusikan untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang dapat mereka tangani secara efisien. 2. Norma-norma Kelompok Yaitu suatu aturan atau tata tertib yang berlaku di dalam suatu organisasi atau kelompok. 3. Iklim Sosial Yaitu ciri khas interaksi anggota di dalam kelompoknya. Iklim sosial dapat resmi atau tidak resmi. Dari iklim sosial juga dapat diketahui apakah suatu kelompok kooperatif atau tidak, kompetitif atau tidak dan lain-lain. 4. Penyesuaian Biasanya oleh kelompok ada kecenderungan untuk selalu menekan para anggotanya agar mau menyesuaikan dirinya dengan norma-norma dan aturan yang berlaku dalam kelompok tersebut.

16. TEORI A-B-X NEWCOMB Inventors History and Theory In 1953 dilahirkanlah Newcomb theory, this theory is a manifestation of interpersonal communication that looked from the perspective of social psychology that reminds us of the network diagram on cognitive consistency. Newcombs Communication Model ABX is the development of the theory of Heider (1946) yangmengatakan that the relationship of two people who have a difference on an object / individual will be balanced when two people like each other and they also like the object / individual.

69

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Basic Assumption Theory Alignment theory originated and evolved from the study of the meaning of concepts. In the study it was assumed that the connotation (implied meaning) of a word can be set located on a bipolar spectrum (two) poles are divided in an interesting scale. The scale is called the semantic differential scale that looks as follows: ::::::::::: bad either. Framework for assessing a person tends toward a maximum penyederhadanaan. This assumption is related to two other assumptions, namely: 1) There is a tendency that these objects were considered good or bad at all at all. 2) The objects are considered to be good, regardless of the level of kindness is seen as equal or similar, while objects that are considered ugly extent will be classified as a group. Within this theory describes the degree of similarity between actors of communication in which the recipient is no longer considered passive. This theory can be input into the circular. In the Newcomb develop this theory based on earlier work of psychologist Heider (1946). Heider theory states, if two people have liked or disliked the attitude object. If there is a balance, each will resist change and if there ketidakeseimbangan, each side will try to restore that balance. Just like the theory of Heider, Newcomb theory suggests that any system whatsoever may be marked by a balance of power and that any change will cause tension to balance. The model of the theory of Newcomb is a triangle. This theory we can describe the situation when a person (A) likes sports pool (X) and then someone else also loved sports pool (B), then the relationship between two people is going to be positive. Newcomb's ABX theory is a model of communication that seeks to understand the social psychology of communication as a way in which people are able to maintain the balance of their relationship on the basis of these concepts to each other. Balancing between beliefs, attitudes, and what is important to a person through persuasive communication, according to Newcomb, if the balance of disturbed relationships, communication is then used to restore the relationship. The model of Newcomb

70

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

involves three elements, namely A and B representing two individuals interact, and X as the object talks

Translate Sejarah dan Penemu Teori Pada tahun 1953 dilahirkanlah Teori Newcomb, teori ini merupakan perwujudan dari hubungan komunikasi antar pribadi yang memandang dari perspektif psikologi sosial yang mengingatkan kita akan diagram jaringan kelompok mengenai konsistensi kognitif. Model Komunikasi ABX Newcombs merupakan pengembangan dari teori Heider (1946) yangmengatakan bahwa hubungan dua orang yang memiliki perbedaan pada suatu objek/individu akan seimbang ketika dua orang saling menyukai dan keduanya juga menyukai objek/individu itu.

Asumsi Dasar Teori Teori keselarasan berawal dan berkembang dari penelitian tentang arti berbagai konsep. Dalam penelitian itu diasumsikan bahwa konotasi (arti yang tersirat) dari sebuah kata dapat ditetapkan letaknya pada suatu spektrum bipolar (dua) kutub yang terbagi-bagi dalam suatu skala menarik. Skala itu disebut skala diferensial semantik yang bentuknya sebagai berikut: baik : : : : : : : : : : : buruk . Kerangka penilaian seseorang cenderung ke arah penyederhadanaan yang maksimal. Asumsi ini berkaitan dengan dua asumsi lainnya, yaitu: 1) Ada kecenderungan bahwa objek-objek dipandang baik sama sekali atau buruk sama sekali. 2) Objek-objek yang dipandang baik, berapapun tingkat kebaikannya dipandang sebagai sama atau serupa, sedangkan objek-objek yang dipandang jelek batas tertentu akan digolongkan sebagai satu kelompok. Didalam teori ini menggambarkan kesamaan derajat antara pelaku komunikasi di mana penerima pesan tidak lagi di anggap pasif.

71

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Teori ini dapat kita masukan ke dalam kelompok sirkuler. Di dalam teorinya ini newcomb mengembangkannya berdasarkan karya terdahulu dari seorang ahli psikolog Heider (1946). Teori Heider menyatakan, jika ada dua orang memiliki sikap menyukai atau tidak menyukai objek itu. Jika terjadi keseimbangan, masing-masing akan menolak perubahan dan jika terdapat ketidakeseimbangan, masing-masing pihak akan berusaha mengembalikan keseimbangan itu. Sama seperti teori heider, teori newcomb mengisyaratkan bahwa setiap sistem apapun mungkin ditandai oleh keseimbangan kekuatan dan bahwa setiap perubahan tersebut akan menimbulkan ketegangan terhadap keseimbangan. Bentuk model dari teori newcomb adalah segitiga. Teori ini dapat kita gambarkan dalam situasi saat seseorang (A) menyukai olahraga renang (X) lalu seseorang lainnya juga menyukai olahraga renang (B), maka hubungan antara dua orang tersebut akan menjadi positif. Teori A-B-X Newcomb ini adalah model komunikasi psikologi sosial yang berusaha memahami komunikasi sebagai cara dimana orang-orang mampu menjaga keseimbangan hubungan mereka dasar pada konsep ini satu sama lain. Menyeimbangkan antara kepercayaan, sikap dan sesuatu yang penting bagi seseorang melalui komunikasi yang bersifat persuasif , menurut Newcomb, jika keseimbangan hubungan terganggu, komunikasi kemudian digunakan untuk memugar kembali hubungan itu. Model dari Newcomb ini melibatkan 3 unsur, yaitu A dan B yang mewakili dua orang individu yang berinteraksi, dan X sebagai objek pembicaraan.

72

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

17. Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) Theory. Another reason a person or group of people decide to enter into membership of a group is based on a theory called the Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) theory. Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) theory invented by William C. Schultz. This theory was found in 1960 to describe the basis of the communication behavior in a small group. This theory explains how one enters the group because of the three interpersonal needs, namely: inclusion, control, and affection. This theory has continuity from those described by Wright Cragan and that there are two dimensions of interpersonal influencing the effectiveness of a group, namely: the need for interpersonal and interpersonal processes that include transparency (disclosure), trust and empathy. The beginning of the interest in Schutz's theory on the formation of working groups are effective. The observations made Schutz heavily influenced by the works of Bion (1949) and redl (1942) so it is not surprising that the theory expressed by Schutz very smelly psychoanalysis.

Basic Assumption Theory and Explanation The main idea of FIRO Theory is that everyone orients itself to others in a certain way and this way is a major factor affecting their behavior in relation to others in the group sebuh. The basic assumption of this theory is an individual incentive to enter as a group based on several things, namely: 1.Inclusion, that one's desire to go in a group. In this position, one tends to think about how they interact in this new environment groups, such as the attitude of what I would take if I am entering this group. In this situation, there will be two possibilities to be done, namely over-react (over-react) as dominating the conversation, and react deficiency (under-react) as more likely to listen to or just want to share some of the stories of life to those who believe it .

73

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

2.Control, which is a person's attitude to control or manage others in a hierarchical order. In this position as the division of labor are needed to produce something productive. This situation can create some attitude, the autocrat (attitudes of individuals who have a more powerful or dominant tendencies of the other group members), and abdikrat (individuals who give up attitude and tend to follow what is being said by individuals who dominate).

3.Affection, ie a situation where someone wants to obtain emotional closeness of the other group members. In this situation, one needs compassion as a support to finish the job. This kind of attitude will create overpersonal (a state in which the individual can do the job in the absence of a bond of affection), and underpersonal (a state in which the individual's lack of self-love that is given does not affect the other members of the work)

Translate Alasan lain seseorang atau kelompok orang memutuskan untuk masuk kedalam keanggotaan sebuah kelompok didasarkan pada sebuah teori yang bernama Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) Theory. Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) Theory ditemukan oleh William C. Schultz. Teori ini ditemukan pada tahun 1960 untuk menggambarkan hal dasar mengenai perilaku komunikasi di suatu kelompok kecil. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memasuki kelompok karena adanya tiga kebutuhan interpersonal, yaitu : inclusion, control, dan affection. Teori ini memiliki kesinambungan dari yang diuraikan oleh Cragan dan Wright bahwa ada dua dimensi interpersonal yang mempengaruhi keefektifan suatu kelompok, yaitu : kebutuhan interpersonal dan proses interpersonal yang meliputi keterbukaan (disclosure), percaya, dan empati. Awal dari teori ini yaitu minat Schutz terhadap pembentukan kelompok-kelompok kerja yang efektif. Pengamatan yang dilakukan Schutz sangat dipengaruhi oleh karya-karya Bion (1949) dan Redl (1942) sehingga tidak mengherankan teori yang diungkapkan oleh Schutz sangat berbau psikoanalisis. 74 UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi Dasar dan Uraian Teori Ide pokok dari FIRO Theory adalah bahwa setiap orang mengorientasikan dirinya kepada orang lain dengan cara tertentu dan cara ini merupakan faktor utama yang mempengaruhi perilakunya dalam hubungan dengan orang lain dalam sebuh kelompok. Asumsi dasar dari teori ini adalah suatu individu terdorong untuk memasuki suatu kelompok karena didasari oleh beberapa hal, yaitu : 1.Inclusion, yaitu keinginan seseorang untuk masuk dalam suatu kelompok. Dalam posisi ini, seseorang cenderung berpikir bagaimana cara mereka berinteraksi dalam lingkungan kelompok yang baru ini, seperti sikap apa yang akan saya ambil jika saya memasuki kelompok ini. Dalam situasi ini, akan ada dua kemungkinan yang akan dilakukan, yaitu bereaksi berlebihan (over-react) seperti mendominasi pembicaraan, dan bereaksi

kekurangan (under-react) seperti lebih sering mendengarkan atau hanya ingin membagi sebagian kisah hidup kepada orang-orang yang dipercayai saja.

.Control, yaitu suatu sikap seseorang untuk mengendalikan atau mengatur orang lain dalam suatu tatanan hierarkis. Dalam posisi ini pembagian kerja seperti sangat dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang produktif. Situasi ini dapat menciptakan beberapa sikap, yaitu otokrat (sikap individu yang memiliki kecenderungan lebih kuat atau mendominasi dari pada anggota kelompok lainnya), dan abdikrat (sikap individu yang menyerah dan cenderung mengikuti apa yang dikatakan oleh individu yang mendominasi).

3.Affection, yaitu suatu keadaan dimana seseorang ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok yang lain. Dalam situasi ini, seseorang membutuhkan kasih sayang sebagai suatu pendukung dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sikap seperti ini akan menciptakan overpersonal (suatu keadaan dalam diri individu dimana tidak dapat mengerjakan pekerjaan karena tidak adanya ikatan kasih sayang), dan underpersonal (suatu keadaan dalam diri individu dimana tidak adanya kasih sayang yang diberikan anggota lain tidak berpengaruh terhadap pekerjaannya).

75

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

18. Teori Komunikasi: Teori Komunikasi Kelompok Fungsional (Functional Group Communication Theory) Inventors History and Theory John Dewey (American, 20 October 1859-1 June 1952) Robert Bales Irving Lester Janis (California, 26 May 1918-15 November 1990) Stohl and Holmes Gouran and Hirokawa During the beginning of the 20th century, John Dewey developed a method to describe the process that one must go through when they are working on solving the problem. 1900-1950s: John Dewey developed a method to describe the process that one must go through when they are working on solving the problem. Robert Bales and his colleagues are working on group members' ability to deal with four functional problems: adaptation, instrumental control, expression, and integration. 1972-1993an: Development of a functional theory of effective decision-making is the work of Irving Janis in the decision carefully. Gouran and Hirokawa made functional in terms of functional group communication. Stohl and Holmes proposed extension by suggesting understand the past, present, and future to understand the group's relationship with the environment. After 1993's: Gouran and Hirokawa also filed a revision in the book Decision Making, Communication and Group.

Basic Assumptions and Its application Communication theory is a blend of functional groups and the whole of the proposition, assumption, and claims to explain how and why the communication relates to the quality of decision making by the group. This theory was influential in guiding researchers and practitioners look how communication affects group decision making. This theory is applied in a discussion group. How did the group make a decision by looking at certain conditions in order to produce a sound.

76

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Translate Sejarah dan Penemu Teori John Dewey (Amerika, 20 Oktober 1859-1 Juni 1952) Robert Bales Irving Lester Janis (California, 26 Mei 1918-15 November 1990) Stohl dan Holmes Gouran dan Hirokawa Selama awal abad ke-20, John Dewey mengembangkan metode untuk menggambarkan proses bahwa seseorang harus melalui saat mereka bekerja pada pemecahan masalah. 1900-1950an: John Dewey mengembangkan metode untuk menggambarkan proses bahwa seseorang harus melalui saat mereka bekerja pada pemecahan masalah. Robert Bales dan rekan-rekannya bekerja pada kemampuan anggota kelompok untuk menangani empat masalah fungsional: adaptasi, kontrol instrumental, ekspresi, dan integrasi. 1972-1993an: Pengembangan teori fungsional dari pengambilan keputusan yang efektif adalah karya Irving Janis pada pengambilan keputusan yang hati-hati. Gouran dan Hirokawa membuat syarat fungsional dalam komunikasi kelompok fungsional. Stohl dan Holmes mengusulkan perpanjangan dengan menyarankan memahami masa lalu, kini, dan masa depan untuk memahami hubungan kelompok itu dengan lingkungannya. Setelah 1993-an: Gouran dan Hirokawa juga mengajukan revisi dalam Buku Pengambilan Keputusan, Komunikasi dan Kelompok.

Asumsi Dasar dan Pengaplikasiannya Teori komunikasi kelompok fungsional merupakan perpaduan dan keseluruhan dari proposisi, asumsi, dan klaim-klaim yang menjelaskan bagaimana dan mengapa komunikasi berhubungan dengan kualitas pembuatan keputusan oleh kelompok. Teori ini berpengaruh dalam membimbing peneliti dan praktisi memandang bagaimana komunikasi mempengaruhi pengambilan keputusan kelompok. Teori ini diaplikasikan dalam diskusi kelompok. Bagaimana kelompok membuat suatu keputusan dengan memerhatikan syarat-syarat tertentu agar dapat menghasilkan satu suara.

77

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

19. ANALISIS PROSES INTERAKASI (BALES) Bales: Interaction Process Analysis Bales interaction process analysis is a system of balance (equilibrium). All the elements are in balance. There are the same number of categories tigas and socioemotional categories and two categories were split equally in the positive elements and negative elements. In addition, research shows that the groups involved in communication activities related to the tasks during one phase of the trial, tends "to maintain their balance." This is done by taking a longer time on the socio-emotional activities in the following phases of the trial, and vice versa.

Basic Assumption Theory: Bales and create a unified theory of communication developed by both small group that aims to explain the types of messages that people exchange in the group, from which all shape the role and personality of group members, therefore, how they affect all of the characters in general to a group. If humans do not share enough information, they would have such a Bales calls "the problem of communication", if they do not share their opinions, they will experience a "problem of evaluation", if they do not ask or give advice, the group will suffer "experiences to the control ", if the group can not reach an agreement, members will have" experiences to the decision "and if dramatization is not sufficient, it will be a" tension problems "; finally, if the group is not friendly, it will have" problems in reintegration ", as set out by Bales that the group was not able to rebuild a sense of unity or cohesion in the group. The idea of the latter group with lots of tension-is an area of special interest in the theory assumes Bales. Theory of communication behaviors Bales includes two basic classes, a division that has a huge influence in a small group literature. First, it covers the social emotional behavior (socioemotional), as it seems friendly, shows tension, and dramatization. The second category is the behavior of the task (task behavior) presented by the advice, opinions, and information. It is equally important to social emotional leader, who is working to improve the relationships in the group, concentrate on the positive and negative areas.

78

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

According to Bales, the position of the individual in a group is a function of three dimensions: 1. Dominant opposed to passive 2. Friendly unfriendly opponent 3. On an emotional opponent. As a research psychologist, Bales very interested in the behavior of individual members of the group. Although he called his theory "interaction process analysis", very little to do with the "interaction" or "process" as we understand the term today. Now, we realize that the focus on individual behaviors Bales limit the ability of the theory involved in larger systems, while the current thinking in the field of communication that the issues are so broad it should be understood from the point.

Translate Bales: Analisis Proses Interaksi Analisis proses interaksi Bales adalah sistem keseimbangan (equilibrium). Semua unsurunsur berada dalam keadaan seimbang. Terdapat jumlah yang sama kategori tigas dan kategori sosio-emosional, dan dua kategori tersebut dibagi sama dalam unsur positif dan unsur negatifnya. Selain itu penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang terlibat dalam kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan tugas selama satu tahapan sidang, cenderung mempertahankan keseimbangan mereka. Hal ini dilakukan dengan cara meluangkan waktu yang lebih lama pada kegiatan sosio-emosional dalam tahapan sidang berikut, dan begitu juga sebaliknya.

Asumsi Dasar Teori : Bales menciptakan sebuah teori terpadu dan dikembangkan dengan baik dari komunikasi kelompok kecil yang bertujuan untuk menjelaskan jenis pesan yang manusia tukar dalam kelompok, dari yang semua membentuk peran dan kepribadian anggota kelompok, oleh karena itu, cara mereka memengaruhi semua karakter secara umum pada sebuah kelompok. Jika manusia tidak berbagi informasi secara cukup, mereka akan memiliki seperti yang Bales sebut permasalahan dalam komunikasi; jika mereka tidak berbagi opini, mereka akan mengalami permasalahan dalam evaluasi; jika mereka tidak meminta atau memberi 79 UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

saran, kelompok akan menderita permasalan dalam kendali; jika kelompok tidak dapat mencapai kesepakatan, anggota akan memiliki permasalan dalam keputusan; dan jika dramatisasi yang tidak mencukupi, maka akan menjadi permasalahan ketegangan; akhirnya, jika kelompok tidak ramah, maka akan memiliki permasalahan dalam reintegrasi, seperti yang dimaksudkan oleh Bales bahwa kelompok tidak mampu membangun kembali sebuah perasaan kesatuan atau kepaduan dalam kelompok. Gagasan yang terakhir ini-kelompok dengan banyak ketegangan-adalah sebuah area yang mengasumsikan kepentingan khusus dalam teori Bales. Teori Bales mencakup perilaku komunikasi dari dua kelas dasar, sebuah pembagian yang memiliki pengaruh besar sekali dalam sebuah kelompok kecil sastra. Pertama, mencakup perilaku emosi sosial (socioemotional), seperti kelihatannya ramah, menunjukkan ketegangan, dan dramatisasi. Kategori kedua adalah perilaku tugas (task behavior) disajikan oleh saran, opini, dan informasi. Hal yang sama pentingnya adalah emosi sosial pemimpin, yang bekerja demi memperbaiki hubungan dalam kelompok, berkonsentrasi pada area positif dan negatif.

Menurut Bales, posisi individu dalam sebuah kelompok adalah sebuah fungsi dari tiga dimensi: 1. Dominan lawan pasif 2. Ramah lawan tidak ramah 3. Aktif lawan emosional. Seperti penelitian seorang psikolog, Bales sangat tertarik dengan perilaku individu anggota kelompok. Walaupun ia menamakan teorinya analisis proses interaksi, sangatlah kecil hubungannya dengan interaksi atau proses seperti istilah yang kita pahami saat ini. Sekarang, kita menyadari bahwa fokus Bales pada perilaku individu membatasi kemampuan teori dalam berkecimpung dalam sistem yang lebih besar, sedangkan pemikiran terkini dalam bidang komunikasi bahwa isu-isu yang sangat luas ini harus dipahami dari intinya.

80

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

20. TEORI PRESTASI KELOMPOK (Theory of Group Achievement) Inventors History and Theory The theory put forward by a group achievement Stogdill in 1959. Stogdill assume that theories about the group in general is based on the concept of interaction has a certain theoretical weaknesses. Therefore, Stogdill proposed the theory group achievement. The theory put forward by this Stogdill, include input (input), variable media, and achievement (output) of a group. This theory is the result of the development of the earlier theories are classified in three different orientations, such as: orientation amplifier (learning theories), the orientation of the field (the theories of interaction), and cognitive orientation (theories of expectations).

Basic Assumption Theory The basic assumption of this theory is the process in which the group dimuiai from input to output through media variables. In this theory there will be feedback (feedback). Here is the translation of theory achievement divided into several factors that affect a group, namely: a. Input from members Input from members is a source of input. According to Stogdill, group interaction is an open system. Structure and continuity of the system relies heavily on the actions of members and connections between members. There are three important elements that are included in the input members, namely: social interaction (stating that a relationship is done by two people or more, the interaction consists of actions and reactions between the group members interact), the results of actions (part of an interaction can be applied in the form of cooperation, planning, assessing, communicating, making kepetusan) and expectations (willingness to get an amplifier, this is a function of expectation as a boost (drive), estimates dasil fun or not, and estimates of the likely outcome will actually happen).

81

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

b. Variable media Variable media describes the operation and functioning of a group. Elements in it, such as: formal structure (formal structure which includes the functions and status of the group consists of individuals who each masingmembawa expectations and his own actions) and structural roles (structural roles include responsibility and authority where individuals occupying certain positions almost no effect on the status and functions of the position).

c. Achievement group Achievement is the output or purpose of the group. There are three elements that mjenentukkan achievement groups: productivity (the degree of change in

expectations about the values generated by the behavior of the group), moral (degrees of freedom from the constraints in the working group to the destination), and unity (the ability to maintain the level of structure and mechanisms operating in stressful conditions (stress)

Translate Sejarah dan Penemu Teori Teori Prestasi kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Stogdill menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka dari itu, Stogdill mengajukan teori prestasi kelompok. Teori yang dikemukakan oleh Stogdill ini, menyertakan masukan (input), variabel media, dan prestasi (output) dari suatu kelompok. Teori ini merupakan hasil pengembangan dari teori-teori sebelumnya yang tergolong dalam tiga orientasi yang berbeda, seperti : orientasi penguat (teori-teori belajar), orientasi lapangan (teori-teori tentang interaksi), dan orientasi kognitif (teori-teori tentang harapan).

82

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Asumsi Dasar Teori Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimuiai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back). Berikut ini adalah penjabaran teori prestasi yang terbagi atas beberapa faktor yang mempengaruhi suatu kelompok, yaitu : a. Masukan dari anggota Masukan dari anggota merupakan sumber input. Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interaksi yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota. Ada tiga elemen penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu : interaksi sosial (menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang berinteraksi); hasil perbuatan (bagian dari suatu interaksi yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kerja sama, berencana, menilai, berkomunikasi, membuat kepetusan); dan harapan (kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya dasil, dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi). b. Variabel media Variabel media menjelaskan mengenai beroperasi dan berfungsinya suatu kelompok. Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu : struktur formal (struktur formal mencakup fungsi dan status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-

masingmembawa harapan dan perbuatannya sendiri) dan struktur peran (struktur peran mencakup tanggung jawab dan otoritas dimana individu yang menduduki posisi tertentu hampir tidak berpengaruh pada status dan fungsi posisi tersebut).

c. Prestasi kelompok Prestasi kelompok merupakan output atau tujuan dari kelompok. Ada tiga unsur yang mjenentukkan prestasi kelompok, yaitu : produktivitas (derajat perubahan harapan tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh perilaku kelompok), moral (derajat kebebasan dari hambatanhambatan dalam kerja kelompok menuju tujuannya), dan kesatuan (tingkat kemampuan kelompok untuk mempertahankan struktur dan mekanisme operasinya dalam kondisi yang penuh tekanan (stress). 83 UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

E. Jenis-Jenis Diskusi
Discussion is a conversation of an official nature, serious in accordance with existing rules. The goal is to understand the problems or issues, find the causes, as well as trying to find a solution or a way out of the problem proficiency level. Thus, there must be a discussion of the problems discussed, none of the participants and leaders, as well as the rules that need to be obeyed. Diskusi adalah percakapan yang bersifat resmi, serius sesuai dengan aturan yang ada. Tujuannya untuk memahami masalah atau persoalan-persoalan, mencari sebab-sebab, sekaligus berusaha menemukan pemecahan atau jalan keluar dari persoalan tesebut. Jadi, dalam diskusi harus ada masalah yang dibahas, ada peserta dan pemimpin, serta aturan yang perlu ditaati. 1. Diskusi kelompok Discussion group is to exchange ideas in the deliberations. In the discussion group to exchange ideas about some specific issues, and limited to just one kind of problem. The issues discussed were issues of mutual interest. Discussions took place between the leader discussions with participants and no audience. Diskusi kelompok adalah bertukar pikiran dalam musyawarah. Dalam diskusi kelompok beberapa orang bertukar pikiran tentang masalah khusus, dan terbatas pada satu macam masalah saja. Masalah yang didiskusikan adalah masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Diskusi terjadi antara pemimpin diskusi dengan peserta diskusi dan tidak ada pendengarnya.

2. Diskusi Umum atau Forum That fall into this type of discussion include: panels, symposia, seminars, lectures, public hearings, debates, and others Yang termasuk ke dalam jenis diskusi ini di ntaranya: panel, simposiuum, seminar, kuliah, dengar pendapat umum, debat, dan lain-lain.

84

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

a. Diskusi panel The panel discussion was part of a general discussion consisting of a chairman, a number of participants and listeners. In this discussion of seating arranged so that tertur. In this panel, only the participants are discussing the subject matter which is used. Having discussed the issue raised is completed, the leader of the conversation that summarizes all results and then invite listeners to discuss or ask questions about the matter. The time required for bertanyajawab roughly half of the available time.

Advantages of Panel Discussion Provide an opportunity for the audience to follow a variety of views as well. Usually arise in a panel discussion the pros and cons of view, the more fierce the pros and cons, then the discussion will be more interesting to follow. During the panel discussion, group discussions will be careful in filing a view or an opinion, aware will be directly challenged or contradicted. Participants who have more knowledge and skills can be discussed in terms of their views.

The shortcomings of the Panel Discussion The panel discussion becomes interesting if all participants are anxious to get their views openly and all participants feel free to have differing views. Atmosphere in a panel discussion will be crippled or unbalanced if no participants are much more agile in delivering more than others. There are times when the moderator was forced to try to make their own conclusions and present the discussion. Must choose a moderator bold and able to intervene to save the discussion in order not to cripple or bias. There is a possibility of "libel" in a panel discussion.

Diskusi panel adalah bagian dari diskusi umum yang terdiri atas seorang pimpinan, sejumlah peserta dan pendengar. Dalam diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga tertur. Dalam panel, hanya peserta-peserta saja yang mendiskusikan masalah yang dijadikan topik pembicaraan. Setelah masalah yang diajukan selesai didiskusikan, pemimpin merangkum seluruh hasil pembicarannya
85

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

itu dan kemudian mengajak pendengar mendiskusikan atau bertanya jawab tentang masalah itu. Waktu yang diperlukan untuk bertanyajawab kira-kira separuh dari waktu yang tesedia.

Kelebihan-kelebihan dari Diskusi Panel Memberikan kesempatan kepada pendengar berbagai pandangan sekaligus. Biasanya dalam diskusi panel timbul pro dan kontra pandangan, semakin sengit pro dan kontra, maka diskusi akan semakin menarik untuk diikuti. Dalam diskusi panel, kelompok yang melakukan diskusi akan berhatihati dalam mengajukan pandangan atau mengemukakan pendapat, karena menyadari akan dapat langsung digugat atau dibantah. Peserta yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang lebih dalam hal yang didiskusikan dapat menyampaikan pandangan. untuk mengikuti

Kekurangan-kekurangan dari Diskusi Panel Diskusi panel menjadi tidak menarik apabila semua peserta waswas untuk menyampaikan pandangan secara terus terang dan semua peserta merasa sungkan untuk berbeda pandangan. Suasana dalam diskusi panel akan menjadi pincang atau tidak seimbang apabila ada peserta yang jauh lebih tangkas dalam menyampaikan daripada yang lainnya. Ada kalanya moderator terpaksa harus berusaha membuat

kesimpulannya sendiri dan menyampaikannya dalam diskusi itu. Harus memilih moderator yang berani dan mampu turun tangan untuk menyelamatkan diskusi agar jangan sampai pincang atau berat sebelah. Ada kemungkinan terjadinya pencemaran nama baik dalam diskusi panel.

86

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

b. Simposium This is the kind of discussion that explores the scientific meetings of experts or expert opinion on an issue raised by some people or a committee. Description of the symposium presented by the paper relates. The person who submitted working paper called pemrasaran. The symposium is a series of short speech in front of the visitors with a leader. The symposium featuring several speakers and they suggested aspects and different views of the same topic. Can also occur, a subject matter is divided into several aspects, and each aspect separately highlighted in particular, do not need from different points of view. Speakers at the symposium consisted of speakers (main discussant) and buffer (pemrasaran appeal), led by a moderator. Listeners were given the opportunity to ask any questions or concerns after a major critic and protester finished speaking. Moderator coordinate only way to continue the

conversation and questions, objections or general view of the participants. The results of the symposium can be transmitted, especially from the main critic and protester, while the public views it deems necessary. Pros: o Can be used in large or small groups. * It can be argued informnasi a lot in a short time. o Substitution speakers add variety and scrutiny of various terms will be hearing more attractive. o Can be planned well in advance.

weaknesses: o Less spontaneity and kneatifitas as discussant and buffer was determined. o Less interaction group. o Emphasize the subject.
87

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

o Somewhat formal feel. o Personality speaker can emphasize the material. o Difficult held kontnol time. o In general, limiting opinion speaker. o Requires advance planning carefully to ensure proper coverage. o Tends to be used excessively.

Diskusi jenis ini merupakan pertemuan ilmiah yang mengetengahkan pendapat para ahli atau pakar mengenai suatu masalah yang diajukan oleh beberapa orang atau sebuah panitia. Uraian dalam simposium diajukan lewat kertas berhubungan. Orang yang mengajukan prasaran disebut pemrasaran. Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan. Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), dibawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya

mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandanganpandangan umum yang dianggap perlu saja. Kelebihan : o Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil. o Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat. o Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.
88

o Dapat direncanakan jauh sebelumnya. UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Kelemahan : o Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun

penyanggah sudah ditentukan. o Kurang interaksi kelompok. o Menekankan pokok pembicaraan. o Agak terasa formal. o Kepribadian pembicara dapat menekankan materi. o Sulit mengadakan kontnol waktu. o Secara umum membatasi pendapat pembicara. o Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk

menjamin jangkauan yang tepat. o Cenderung dipakai secara berlebihan.

c. Seminar Understanding the seminar can be divided into two: I. The meeting, organized by a group of students in order to address the research report, and largely under the guidance of a lecturer. II. The meeting to discuss the issue under the leadership of the chairman or the chairman of the meeting (expert, professor, etc.) The seminar is a discussion of the scientific issues, even though the topics covered are everyday problems. In discussing the problem, the goal is to find a solution, because it always ends with a seminar conclusions or decisions are the result of common opinion, which is sometimes followed by a resolution or recommendation. The discussion in the seminar stems on paper or paper that has been prepared previously by several speakers in accordance with the points of discussion were prompted by something organizers. The principal topics requested by the organizers penitia. Highlights of the week, will be discussed theoretically and divided into several subpokok discussion when the problem is extensive. At the beginning of the seminar, can be opened with an overview of the person authorized (designated committee) so that the purpose of the seminar focused. Then the audience (mass) divided into groups to discuss the issue further. Each group can be given the task of discussing a sub subject
89

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

for discussion in a group usually referred to section / commission, under the leadership of a chairman of the commission (s). From the results of the group, which is composed of a formulation of a conclusion formulated by a drafting team appointed. The discussion in the seminar takes a longer time because it is scientific. If the speaker can not control yourself plenty of time usually used for less critical discussion. Therefore, it needs leaders who control the problem so that the deviation from the subject matter can be prevented. This distortion can be overcome if each time the chairman concluded the conversation so what will be discussed further been directed

Pengertian seminar dapat dibagi menjadi dua: I. Pertemuan yang diadakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka menyampaikan laporan penelitiannya, dan umumnya berada di bawah bimbingan seorang dosen. II. Pertemuan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang atau ketua pertemuan (ahli, guru besar, dan lain-lain) Seminar merupakan suatu pembahasan masalah secara ilmiah, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi. Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa orang pembicara sesuai dengan pokokpokok bahasan yang diminta oleh sesuatu panitia penyelenggara. Pokok-pokok bahasan yang diminta oleh suatu penitia penyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahas secara teoritis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan bila masalahnya sangat luas. Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh orang berwenang (yang ditunjuk panitia) sehingga tujuan seminar terarah. Kemudian hadirin (massa) dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas permasalahan lebih lanjut. Tiap kelompok dapat diserahi tugas membahas suatu sub pokok bahasan untuk dibahas dalam kelompok yang biasanya juga disebut seksi/komisi, di bawah pimpinan seorang ketua komisi
90

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

(kelompok). Dari hasil-hasil kelompok, disusun suatu perumusan yang merupakan suatu kesimpulan yang dirumuskan oleh suatu tim perumus yang ditunjuk. Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting. Oleh karena itu dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah. Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah

d. Lecture Discussion The discussion was carried out by talking about an issue, then discuss. They are usually only one or one issue alone Pandanan. Diskusi ini dilaksanakan dengan membeberkan suatu persoalan, kemudian didiskusikan. Disini biasanya hanya satu pandanan atau satu persoalan saja.

e. Rapat Meeting, is a form of official communication media group that is face to face, which is often held by many organizations, both private and government. Meeting is a tool to get consensus, through group discussion. Meeting is a medium that can be used unttuk decision-making by consensus and consensus. Meeting is a meeting between the members in the office / company / organization itself to discuss, negotiate the issues of mutual interest. Meetings are tools / media communication is face-to-face groups, and very importantly, organized by many organizations, both private and government to gain consensus through deliberation and decision making. So the meeting is a form of communication that was attended by several people to discuss and solve a particular problem, where through meeting a variety of problems can be solved and the various organizational policy can be formulated.

91

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Although the meeting is a very important activity, but often we find some problems in the meeting, where we often hear complaints from pengawai, "What the heck, pointless meetings? '. That is a necessity for organizational members attend the meeting because the meeting is considered unnecessary, a waste of time.

This happens due to the lack of proper management of the meeting include: Members of the organization are too often asked to attend the meeting without consideration, and who will actually be involved in the meeting. Meeting is only used as a means of justification ideas or will the leadership. The meeting was never followed up or just stop at the level of ideas, without ever sought to be realized

Rapat, merupakan suatu bentuk media komunikasi kelompok resmi yang bersifat tatap muka, yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah. Rapat merupakan alat untuk mendapatkan mufakat, melalui musyawarah kelompok. Rapat merupakan media yang dapat dipakai unttuk pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat. Rapat merupakan pertemuan antara para anggota di lingkungan kantor/ perusahaan/organisasi sendiri untuk membicarakan, merundingkan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Rapat merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai

kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan. Walaupun rapat merupakan aktivitas yang sangat penting, namun sering kita temukan beberapa permasalahan dalam rapat, dimana kita sering mendengar adanya keluhan dari pengawai,Apa sih, gunanya rapat?. Artinya adanya keterpaksaan anggota organisasi untuk mengikuti rapat karena rapat dianggap tidak perlu, membuang-buang waktu.

92

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

Hal ini terjadi karena pengelolaan rapat yang kurang tepat antara lain: Para anggota organisasi terlalu sering diminta mengikuti rapat tanpa dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat. Rapat hanya dijadikan alat pembenaran ide atau kehendak pimpinan. Hasil rapat tidak pernah ditindak-lanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide saja, tanpa pernah diusahakan untuk direalisasikan f. Lokakarya (Inggris: workshop) An event where a few people get together to solve a particular problem and find a solution. A workshop is a small scientific meeting. The workshop is an assessment of specific issues through meetings with the presentation of the working paper and the responses and in-depth technical discussions. In this discussion if necessary, followed by a demonstration / modeling problem. Workshop participants generally experts. The goal is to get consensus / keputusuan together on the issue. His study: Subject matter approach. Suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Lokakarya merupakan pengkajian masalah tertentu melalui pertemuan dengan penyajian prasaran dan tanggapan serta diskusi secara teknis mendalam. Dalam diskusi ini bila perlu diikuti dengan demonstrasi/peragaan masalah tersebut. Peserta lokakarya pada umumnya para ahli. Tujuannya mendapatkan konsensus/keputusuan bersama mengenai masalah tersebut. Telaahnya : Subject matter approach.

g. Konferensi Is a meeting organized by an organization or official body in connection with a particular problem. If the conference is only intended to convey the results of a decision of an organization or government agency about a problem then it is called a public hearing or a press conference. Adalah pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu. Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan dengar pendapat atau jumpa pers.
93

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

h. Debat Debate is an activity of an argument between two or more parties, either individually or in groups, to discuss and decide issues and differences. Formally, the debate is mostly done in the legislative institutions such as parliaments, especially in countries that use the system opposition. In this case, the debate conducted follow clear rules and the results of the debate can be generated through a vote or decision of the jury. Another example is formally organized debate is a debate between the candidates and the debate between the candidates for the legislature president / vice-president ahead of general elections.

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri. Contoh lain debat yang diselenggarakan secara formal adalah debat antar kandidat legislatif dan debat antar calon presiden/wakil presiden yang umum dilakukan menjelang pemilihan umum.

i. Brainstorming Brainstorming, a discussion dues opinion, the group contributed new ideas without being judged, criticized, analyzed were implemented quickly (short time). Brainstorming, merupakan diskusi iuran pendapat, yakni kelompok

menyumbangkan ide baru tanpa dinilai, dikritik, dianalisis yang dilaksanakan dengan cepat (waktu pendek).

94

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

j. Fish Bowl a discussion with some of the participants led by a chairman and hold discussions to make a decision. Discussion of these models are usually set with a circular seating area with 2 or 3 empty seats facing the participants. Groups of listeners sitting around a group discussion so as if the participants see the fish in the bowl. merupakan diskusi dengan beberapa orang peserta dipimpin oleh seorang ketua mengadakan diskusi untuk mengambil keputusan. Diskusi model ini biasanya diatur dengan tempat duduk melingkar dengan 2 atau 3 kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi sehingga seolaholah peserta melihat ikan dalam mangkok.

k. Forum ceramah discussion format is done primarily to share information. format diskusi yang dilakukan terutama sekali untuk saling berbagi informasi.

l. Diskusi meja bundar discussion format by way of a circular in which there is no moderator assigned specifically. format berdiskusi dengan cara melingkar dimana tidak ada seorang moderator yang ditunjuk secara khusus.

m. Prosedur parlementer discussion format to strictly regulate a large group discussion on a certain period of time when a decision must be made. format diskusi yang secara ketat mengatur peserta diskusi yang besar pada periode waktu yang tertentu ketika sejumlah keputusan harus dibuat.

95

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

n. Kolokium similar discussion format provides an opportunity for representatives of the public to ask questions that had been prepared for a (or some) experts. sejenis format diskusi yang memberikan kesempatan pada wakil-wakil khalayak untuk mengajukan pertanyaan yang sudah dipersiapkan kepada seorang (atau beberapa orang) ahli.

According to Dewa Ketut Sekardi (2008: 222), namely: a. Judging from the number of members If the views of the members, group discussions form large groups and small groups. A large group of about 20 people or more. While a small group of less than 20 people, usually around 2-12 people.

b. Judging from the establishment When viewed from the formation, the discussion of the formal and informal groups. In the form of a formal, deliberate creation process to set up a discussion group. While the informal discussion process of formation of spontaneous and unplanned.

c. Judging from destination When viewed from the group of discussion purposes there are two kinds of problem-solving and therapeutic members. Problem solving has emphasized the main characteristics on the outcome of the discussion, while the members of therapy emphasizes the process of discussion.

96

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

d. Judging from the discussion time When viewed from the time in discussions, group discussions, there are two forms, marathons and short / regular. Marathon performed continuously without time delay 5-12 hours, while short / regular performed 1-2 hours and is performed repeatedly.

e. Judging from the problems discussed If viewed from the issues discussed, the discussion groups there are two kinds of simple and complex / complicated. Simple main characteristics have solved the problem relatively easily, while complex / complex problems are solved quite difficult.

f. Judging from group activities When viewed from group activities, group discussions there are two kinds, namely centered and democratic leaders (divided to all members). Discussion centered on the leaders tend to be less active members but leaders are more active. As for democracy, members and leaders are active in providing advice and opinions.

Menurut Dewa Ketut Sekardi (2008: 222), yaitu: a. Dilihat dari jumlah anggota Jika dilihat dari jumlah anggota, diskusi kelompok berbentuk kelompok besar dan kelompok kecil. Kelompok besar berjumlah 20 orang atau lebih. Sedangkan kelompok kecil berjumlah kurang dari 20 orang, biasanya sekitar 2-12 orang. b. Dilihat dari pembentukan Jika dilihat dari pembentukannya, diskusi kelompok berbentuk formal dan informal. Dalam bentuk formal, proses pembentukannya sengaja untuk dibentuk suatu diskusi kelompok. Sedangkan yang informal, proses terbentuknya diskusi secara spontan dan tanpa direncanakan.

97

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

c.

Dilihat dari tujuan Jika dilihat dari tujuan diskusi kelomok ada dua macam yaitu pemecahan masalah dan terapi anggota. Pemecahan masalah memiliki cirri utama menekankan pada hasil diskusi, sedangkan terapi anggota menekankan pada proses diskusi. Dilihat dari waktu diskusi Jika dilihat dari waktu dalam diskusi, diskusi kelompok ada dua bentuknya, maraton dan singkat/regular. Marathon dilakukan secara terus menerus tanpa jeda waktu selama 5-12 jam, sedangkan singkat/regular dilakukan 1-2 jam dan dilakukan secara berulang-ulang. Dilihat dari masalah yang dibahas Jika dilihat dari masalah yang dibahas, diskusi kelompok ada dua macam yaitu sederhana dan kompleks/rumit. Sederhana mempunyai cirri utama masalah yang dipecahkan relatif mudah, sedangkan kompleks/rumit masalah yang dipecahkan cukup sulit. Dilihat dari aktifitas kelompok Jika dilihat dari aktifitas kelompok, diskusi kelompok ada dua macam, yaitu terpusat pada pemimpin dan demokratis (terbagi ke semua anggota). Diskusi yang terpusat pada pemimpin cenderung anggotanya yang kurang aktif akan tetapi pemimpin yang lebih aktif. Sedangkan demokrasi, anggota dan pemimpin sama-sama aktif dalam memberikan saran dan pendapat.

d.

e.

f.

98

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

F. Perlunya Aspek Psikologi Sosial Dalam Komunikasi Kelompok


Communication is communication among a group of people (small: 4-20 people, large: 20-50 people) in a group. Characteristics of communication within the group is determined by two things, the norms and roles. Norma was a deal and assessment of how the people in a group relate to one another and behave. The role is a dynamic aspect of the position (status). If someone exercising their rights and obligations in accordance with the position that he was running a role (Soekanto, 2002:242) The processes that occur in the group communication enables elements of culture, social norms, situational conditions, the order of psychology, mental attitude, the context of cultural traditions, and rituals influence everything proceeds and helped define these communication processes. Thus, group communication is a systematic and structured process and establishes a system consisting of the system components, such as the context of the communicator, message context, and the construction of ideas, patterns of interaction context, situational context, the context of individual attitudes towards the group and the concept tolerance in the group itself. Therefore in understanding group communication, then what is needed is an understanding of the culture, values, attitudes and beliefs communicator, context, cultural orientation groups, linguistic groups, and a series of psychological factors, especially social psychology. Komunikasi kelompok merupakan komunikasi diantara sejumlah orang ( kecil : 4-20 orang, besar: 20-50 orang) di dalam sebuah kelompok. Karakteristik komunikasi dalam kelompok ditentukan melalui dua hal, yaitu norma dan peran. Norma adalah kesepakatan dan pengkajian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berhubungan dan berperilaku satu dengan lainnya. Peran adalah aspek dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan suatu peran (soekanto, 2002:242) Proses-proses yang terjadi dalam komunikasi kelompok memungkinkan unsur-unsur kebudayaan, norma sosial, kondisi situasional, tatanan psikologi, sikap mental, konteks tradisi cultural, maupun pengaruh ritual semuanya berproses dan turut menentukan proses-proses komunikasi ini. Dengan demikian, komunikasi kelompok merupakan proses yang sistematik dan terstruktur serta membentuk suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen sistemnya, seperti konteks komunikator, konteks pesan, dan konstruksi ide, konteks pola interaksi, konteks situasional,konteks sikap-sikap individu terhadap kelompok dan konsep toleransi yang ada dalam kelompok itu sendiri. Karena itu dalam memahami komunikasi kelompok, maka yang diperlukan adalah pemahaman tentang budaya, nilai-nilai, sikap dan keyakinan komunikator, konteksnya, orientasi cultural kelompok,lingustik kelompok, dan serangkaian factor psikologis, terutama psikologi sosial.
99

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

RESENSI
(National Joint Committee for the Communicative Needs of Persons with Severe Disabilities, 1992, p. 2) Drs. Jalaluddin Rakhmat, M. (2008). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Guffey, M. E., & Loewey, D. (2010). Business Communication: Process and Product. SouthWestern College Pub. http://communicationtheory.org/definitions-of-communication/ http://carapedia.com/pengertian_definisi_komunikasi_menurut_para_ahli_info487.html http://www.oppapers.com/essays/Group-Communication/439569 http://quizlet.com/dictionary/group-communication/ http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/komunikasi-kelompok.html http://belajar-komunikasi.blogspot.com/2011/02/sistem-komunikasi-kelompok.html http://www.kemsos.go.id/unduh/Komunikasi_Berketahanan_Sosial.pdf Bentuk-Bentuk Diskusi Kelompok | belajarpsikologi.com http://nakih.blogdetik.com/index.php/2009/01/28/diskusi-macam-macam-diskusi/ http://aidaannouncer.blogspot.com/2011/06/macam-macam-diskusi-dan-pengertiannya.html http://sosiologi-industri.blogspot.com/2012/05/in-group-dan-out-group.html http://meiliemma.wordpress.com/2008/01/27/teori-pertukaran-sosial/ http://dhanybw.wordpress.com/2012/03/25/teori-perbandingan-sosial-festinger/ http://www.scribd.com/doc/87725067/LJ-bab-8 http://atpsikologi.blogspot.com/2009/11/makalah-sosial-comparation.html http://yekai2000.blogspot.com/2008/10/balance-theory-teori-keseimbangan.html http://officialblognabilla.blogspot.com/ http://ekalasma.blogspot.com/2012/04/komunikasi-kelompok.html

100

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK

http://harismasterpsikology.wordpress.com/2010/10/16/teory-percakapan-kelompok-groupachievement-theory/ http://www.musiccog.ohio-state.edu/Music220/Bloch.lectures/3.Methodology.html http://shindohjourney.wordpress.com/seputar-kuliah/komunikasi-kelompok/ http://rudinimulyateknikindustrimercubuana.blogspot.com/2012_03_01_archive.html http://edmonroyankalesaran.blogspot.com/2010/10/teori-teori-komunikasi-kelompok.html

101

UTS KOMUNIKASI KELOMPOK