Anda di halaman 1dari 8

KLASIFIKASI GANGGUAN KEJIWAAN

KLASIFIKASI GANGGUAN KEJIWAAN


American Psychology Association (APA) pada tahun 1952 yang pada tahun 1992 telah berhasil melahirkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (DSM IV), ICD-10

PPDGJ III.

AXIS I :

Gangguan-gangguan yang biasanya didiagnosis pada masa bayi, anak, atau remaja. Termasuk dalam aksis ini retardasi mental, gangguan belajar, gangguan keterampilan motoric, gangguan komunikasi, gangguan perkembangan pervasif, gangguan perhatian dan perilaku distruptif, gangguan makan pada bayi dan anak-anak, gangguan tik, dan gangguan eliminasi. Delirium, dementia, amnesia, dan gangguan kognitif lain. Gangguan mental yang menyangkut kondisi medis umum yang tidak dapat diklasifikasikan pada jenis lain, seperti gangguan katatonik yan berhubungan dengan kondisi medis umum, perubahan kepribadian yang berhubungan dengan kondisi medis umum, gangguan mental NOS (No Observed Specified) yang berhubungan dengan kondisi umum.

Gangguan yang berhubungan dengan napza, termasuk gangguan penggunaan alcohol, gangguan yang dipicu oleh alcohol, amfetamin, gangguan yang dipengaruhi kafein, gangguan penggunaan cannabis, gangguan yang dipicu anxiolytic, hypnotic, dan sedative. Skizofrenia dan gangguan psikosis lainnya, termasuk skizofrenia, gangguan bentuk skizofrenia, gangguan skizoaktif, gangguan delusional, gangguan psikotik singkat, shared psychotic disorder, gangguan psikotik yang berhubungan dengan kondisi medis umum, NOS gangguan psikotik. Gangguan suasana hati (code current state of majir depressive), gangguan depresif, gangguan bipolar, gangguan suasana hati yang berhubungan dengan kondisi umum, gangguan suasana hati NOS. Gangguan kecemasan, seperti gangguan panic, phobia, posttraumatic stress disorder, generalized anxiety disorder, obsessive

compulsive disorder, gangguan kecemasan yang berhubungan dengan kondisi medis umum, NOS gangguan kecemasan. Gangguan somatoform, seperti gangguan somatisasi, gangguan konversi, hipohondirasis, gangguan dismorfik badan, dan gangguan somatoform NOS. Gangguan disosiatif, seperti amnesia disosiatif, fuga disosiatif, gangguan identitas disosiatif, gangguan disperdonalisasi, dan gangguan disosiatif NOS. Gangguan identitas gender dan seksual, antara lain disfungsi seksual, parafilas, gangguan identitas gender, dan gangguan seksual NOS. Gangguan makan, seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan NOS.

Gangguan

tidur, seperti gangguan tidur primer, gangguan tidur yang berhubungan dengan gangguan mental lain. Gangguan pengendalian impuls yang tidak termasuk golongan lain, seperti kleptomania, piromanis, tuntutan berjudi yang tidak terkendali (trikotilomania), dan gangguan pengendalian impuls NOS. Gangguan penyesuaian diri, seperti gangguan penyesuaian diri dengan kecemasan atau suasana hati dpresi.

AXIS II (Gangguan Kepribadian)

Gangguan kepribadian, seperti gangguan kepribadian paranoid, gangguan kepribadian schizoid, gangguan kepribadian skizotipal, gangguan kepribadian antisosial, gangguan kepribadian hhistirionik, gangguan kepribadian dependen, dan gangguan kepribadian obsessive-kompulsif. Kondisi lain yang bisa jadi berfokus pada perhatian klinis, seperti gangguan gerakan yang dipengaruhi oleh medikasi, masalah relasional, masalah relasi yang berhubungan dengan penyalahgunaan dan penyisihan. Kode tambahan, seperti gangguan mental yang tidka spesifik, gangguan yang tidak termasuk dalan AXIS I dan AXIS II

KLASIFIKASI GANGGUAN KEJIWAAN


Kondisi lain yang menjadi focus perhatian klinis F00 F09 = Gangguan Mental Organik (+simtomatik) F10 F19 = Gangguan Mental dan Perilaku Zat Psikoaktif F20 F29 = Skizofrenia, Gangguan Skizopital dan Gangguan Waham F30 F 39 = Gangguan Suasana Perasaan (Afektif/Mood) F40 F48 = Gangguan Neurotik, Gangguan Somatoform & Gangguan Terkait Stress F50 F59 = Sindrom Perilaku Gangguan Fisiologis/Fisik F62 F68 = Perubahan Kepribadian Non Organi, Gangguan Impuls, Gangguan Seks F80 F89 = Gangguan perilaku & Emosional Onset kanak- remaja Kondisi lain yang menjadi Fokus Perhatian Klinis, yaitu Z 03.2 = Tidak ada diagnosis Aksis I R 69 = Diagnosis Aksis tertunda