Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar belakang Mahasiswa merupakan golongan kaum intelektual yang bernaung di bawah suatu perguruan tinggi, segala tindakan, aktifitas dan pola pikir seorang mahasisiwa tidak terlepas dari sikap ilmiahnya sebagai golongan yang terdidik. Keberadaan seorang mahasisiwa diharapkan dapat memberikan suatu kontribusi positif baik saat dia berada di lingkungan kampus maupun saat terjun di lingkungan masyarakat, dan seorang mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pola pikir dan pola tingkah laku yang ilmiah dimanapun dia berada sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Industri pariwisata seperti Perusahaan Penerbangan (Airlines), Biro Perjalanan Wisata (Travel Agen), serta Objek Wisata merupakan suatu laboraturium yang berada di luar lingkungan kampus yang dapat dijadikan sebagai sarana penerapan sekaligus pendalaman ilmu dan pengalaman dalam program PKL (Praktek Kerja Lapangan) bagi mahasiswa jurusan Usaha Wisata. Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) sangat diharuskan bagi setiap mahasiswa program Diploma III Pariwisata. Hal ini bertujuan agar para mahasiswa dapat menerapkan ilmu-ilmu atau teori-teori yang telah dipelajari selama proses perkuliahan berlangsung. Selain itu PKL juga bertujuan untuk mengenal setiap aktifitas konkret yang berhubungan dengan industri pariwisata agar mahasiswa tidak merasa kaku saat terjun langsung di lingkungan kerja nantinya. Setelah masa PKL usai, mahasiswa juga diharuskan membuat suatu laporan ilmiah secara tertulis berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama menjalani PKL. Hal ini
1

meliputi tentang uraian bagaimana sistem tata operasional perusahaan, etika perusahaan, sistem organisasi dan hierarki perusahaan, keinginan customer, dan sebagainya. Jadi, setelah menyelesaikan studinya, mahasiswa dapat menuangkan ilmunya dengan sempurna dalam kehidupan sehari-hari.

1.1 Tujuan Praktek Kerja Lapangan Tujuan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan bagi mahasiswa D III Pariwisata pada Bidang Keahlian Usaha Wisata adalah sebagai berikut : Menerapkan teori-teori ilmiah yang telah dipelajari selama masa perkuliahan berlangsung. Mengasah keterampilan dan pengalaman melalui fasilitas-fasilitas yang tersedia di industri pariwisata. Menciptakan kebiasaan disiplin kerja untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap suatu pekerjaan. Menciptakan pengalaman-pengalaman baru bagi mahasisiwa dalam

menghadapi masalah pekerjaan. Membangkitkan rasa percaya diri agar tidak kaku terhadap suatu pekerjaan sehingga nantinya akan mampu bersaing untuk membangun karir dalam bidang industri pariwisata. Melatih mahasiswa agar mudah berbaur dengan sesama rekan kerja untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis.

Menyalurkan kretivitas untuk menumbuhkan motivasi kerja. Memenuhi persyaratan akademis, untuk memperoleh Sertifikat Program Diploma III Pariwisata USU.

1.2 Tujuan Pembuatan Laporan Praktek Kerja Lapangan Penyusunan laporan PKL secara tertulis merupakan kewajiban bagi setiap mahasiswa Program Studi Pariwisata bidang keahlian Usaha Wisata. Adapun tujuannya adalah sebagai berikut: Memantapkan ilmu yang telah diperoleh selama PKL secara tertulis agar tidak hanya dapat dijadikan sebagai pengalaman semata, akan tetapi juga dapat dijadikan sumber bacaan. Untuk melatih mahasiswa agar lebih terbiasa dengan laporan ilmiah sehingga akan mempermudah mahasiswa dalam menyusun Kertas Karya. Sebagai sarana bagi mahasiswa untuk menuangkan buah pikiran serta berbagi pengalaman dalam bentuk tulisan. Sebagai salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa/penulis memang benar-benar telah melaksanakan PKL dengan berasungguh-sungguh.

BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengartian Pariwisata dan Kepariwisataan A. Pariwisata Arti pariwisata belum banyak diungkapkan oleh para ahli bahasa dan pariwisata Indonesia. Kata pariwisata berasal dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata. Pari berarti banyak, berkali-kali dan berputar-putar. Wisata berarti perjalanan.

Oleh karena itu, kata pariwisata itu dapat diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ketempat lain.

Menurut pendapat beberapa ahli mengenai pariwisata dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. McIntosh (1995:10) menyatakan bahwa pariwisata merupakan aktivitas, pelayanan dan produk hasil industry pariwisata yang mampu menciptakan pengalaman perjalanan bagi wisatawan.

2. Norval menyatakan bahwa pariwisata adalah keseluruhan kegiatan yang berhubungan dengan masuk, tinggal, dan pergarakan penduduk asing di dalam atau di luar suatu negara, kota, atau wilayah tertentu. 3. Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 (Bab I, Pasal I, Ayat 3) menerangkan bahwa pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. B. Kepariwisataan Kepariwisataan mempunyai peranan penting untuk memperluas dan meratakan kesempatan kerja, dan lapangan kerja mendorong pembangunan daerah dan memperbesar pendapatan Negara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkaya kebudayaan nasional dan memantapkan pembinaan dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa dan mempererat persahabatan antar bangsa. Tidak heran bila pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang lebih besar di bidang ini. Di dalam UU No. 9 Tahun 1990 terdapat beberapa pengertian tentang kepariwisataan, yakni: a) Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebahagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. b) Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.

c) Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan pemerintah dunia usaha dan masyarakat yang ditujukan untuk menata kebutuhan perjalanan dan persinggahan wisatawan (PP No 24/1979). d) Usaha pemerintah adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan dan mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. e) Wisatawan adalah orang-orang yang melakukan kegiatan pariwisata. f) Objek dan daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran wisatawan. 2.2 Pengertian Biro Perjalanan Wisata dan Paket Wisata A. Biro Perjalanan Wisata (BPW) Biro Perjalanan Wisata adalah usaha yang menyelenggarakan kegiatan wisata dan jasa lain yang terkait dengan penyelenggaraan perjalanan wisata baik dalam ke luar negeri maupun sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa tugas dari biro perjalanan wisata: Merencanakan dan mengemas komponen perjalanan wisata, meliputi sarana

wisata, objekbdan daya tarik wisata yang dikemas dalam bentuk paket wisata. Menyelenggarakan penjualan paket wisata dengan cara menyalurkan melalui

agen perjalanan dan atau menjual langsung kepada wisatawan atau konsumen. Menyediakan pelayanan pramuwisata untuk paket wisata yang dijual. Menyediakan layanan angkutan wisata.
6

Menyediakan jasa pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi, tiket

pertujukan seni budaya, dan kunjungan ke objek wisata. Menyediakan jasa pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor, visa atau

dokumen lainnya. Menyelenggarakan perjalanan ibadah agama dan perjalanan insentif.

B. Paket Wisata (Tour Package) Paket Wisata yaitu wisata dengan acara tetap dan rutin, dengan harga yang sudah ditetepkan, termasuk untuk transfer (jemputan untuk wisatawan di stasiun, bandara, atau pelabuhan ke hotel dan sebaliknya), pengangkutan (transport), fasilitas akomodasi (penginapan), dan rekreasi ke objek-objek wisata. Dilihat dari sudut pandang aktivitas/kegiatan terdapat beberapa jenis paket tour, yaitu: Pleasure Tourism Recreation Tourism Cultural Tourism Adventure Tourism Sport Tourism Business Tourism Convention Tourism Special Interest Tourism

2.3 Pengertian Penerbangan, Reservasi, Ticketing dan Sales Report A. Penerbangan (Airlines) Menurut R. S. Damardjati dalam bukunya Istilah-Istilah Dunia Pariwisata (2001 : 06) mengemukakan pengertian perusahaan penerbangan sebagai berikut : Perusahaan penerbangan adalah perusahaan miliki swasta atau pemerintah yang khusus

menyelenggarakan pelayanan angkutan udara untuk penumpang umum baik yang berjadwal (schedule service/regular flight) maupun yang tidak berjadwal (non schedule service). Penerbangan berjadwal menempuh rute penerbangan berdasarkan jadwal waktu, kota tujuan maupun kota-kota persinggahan yang tetap. Sedangkan penerbangan tidak berjadwal sebaliknya, dengan waktu, rute, maupun kota-kota tujuan dan persinggahan bergantung kepada kebutuhan dan permintaan pihak penyewa. Sedangkan menurut F. X. Widadi A. Suwarno (2001 : 7) berpendapat Perusahaan penerbangan atau airlines adalah perusahaan penerbangan yang menerbitkan dokumen penerbangan untuk mengangkut penumpang beserta bagasinya, barang kiriman (kargo), dan benda pos (mail) dengan pesawat udara. Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan penerbangan adalah suatu perusahaan angkutan udara yang memberikan dan menyelenggarakan pelayanan jasa angkutan udara yang mengoperasikan dan menerbitkan dokumen penerbangan dengan teratur dan terencana untuk mengangkut penumpang, bagasi penumpang, barang kiriman (kargo), dan benda pos ke tempat tujuan. B. Reservasi

Reservasi adalah perjanjian pemesanan, penyediaan dan pembukuan pada suatu tempat dan pada periode waktu tertentu bagi calon pelanggan berikut dengan produk jasa berserta permintaan fasilitas-fasilitas tertentu jika diperlukan seperti wheel chair, stretcher, special meal, dan unaccompanied. Adapun manajemen reservasi secara garis besar adalah :
1. Melakukan penjualan tiket kepada walking passanger. 2. Melayani telephone sales (pemesanan tiket melalui telepon). 3. Melakukan booking, termasuk pemeriksaan ulang data penumpang.

4. Menyelesaikan pembayaran, berikut dokumen-dokumen pembayaran misalnya kwitansi. 5. Meng-issued ticket.


6. Membuat sales report (laporan penjualan: biasanya perhari).

Tugas resevasi:
Memonitor posisi reservasi di dalam system

Mencatat pembukuan (baik melalui sistem maupun manual) Pembatalan pembukuan Meningkatkan load factor (pemenuhan pesawat) Mencatat permintaan khusus seperti wheelchair dan streetchair Memberitahukan kepada penumpang perubahan-perubahan penerbangan pada waktu-waktu tertentu (misalnya delay dan cancel) Menyampaikan tingkat isian pesawat (load factor) ke atasannya. Menginformasikan ketersediaan seat yang dapat dijual kepada pelanggan Melaksanakan over booking dengan control yang ketat.
9

Tarif atau fare adalah harga tiket pesawat udara yang harus dibayar oleh penumpang untuk suatu route penerbangan. Harga tersebut biasanya dicantumkan pada tiket yang diterbitkan, termasuk biaya dan segala persyaratan yang mengikatnya. Jumlah uang yang tertera pada tiket penerbangan terdiri dari beberapa komponen biaya yang harus dibayar oleh penumpang. Tarif penerbangan tersebut bukan tarif yang ditetapkan dan berlaku bagi masingmasing perusahaan penerbangan, tetapi tarif yang ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku untuk seluruh perusahaan penerbangan domestik.Penetapan tarif oleh pemerintah dan berlaku untuk seluruh perusahaan penerbangan bertujuan agar tidak terjadi persaingan harga antar perusahaan penerbangan. Untuk menarik perhatian dan merebut konsumen, perusahaan penerbangan dapat memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada konsumen. C. Ticketting Tugas utama bagian ticketing terhadap walking passanger (calon penumpang yang langsung datang ke kantor) yaitu: Meng-check reservasi (Menanyakan kode booking) Memastikan kembali reservasi penumpang Menerima payment Menerbitkan kwitansi/bukti pembayaran Menerbitkan ticket (issued ticket) Membacakan kembali reservasi dan mengingatkan kembali waktu check-in, serta memberitahukan jumlah free bagasi Greeting (mengucapkan salam). D. Sales report

10

Selain bertugas melakukan proses reservasi, booking, dan ticketing, sales counter juga diwajibkan untuk melakukan sales report atau membuat laporan penjualan perhari kepada bagian accounting, kemudian bagian accounting memeriksa kelengkapan laporan yang disampaikan oleh sales counter dan merekap data laporan penjualan untuk dicocokkan dengan kas yang ada. Sales report adalah laporan jumlah penjualan yang dihasilkan oleh bagian penjualan/ticketing setiap hari . BAB III PEMBAHASAN

3.1. LAPORAN PKL PT. AGUNG SEDAYU TRAVEL 3.1.1. Profil PT. Agung Sedayu Travel Agung Sedayu Tour & Travel merupakan salah satu biro perjalanan wisata dan agen tiket beberapa maskapai penerbangan yang berdiri pada tahun 2011. Bertempat di Jalan Diponegoro No.5 P. Siantar ini melayani dan membantu masyarakat dalam hal pengurusan akomodasi dan perjalanan, baik merupakan perjalanan dinas, perjalanan wisata keluarga maupun dalam hal pengurusan travel dokumen yang perlukan oleh setiap orang yang akan bepergian keluar negeri. Selain sebagai biro perjalanan, Agung Sedayu Tour & Travel juga melayani penjualan tiket pesawat secara online, diantaranya tiket pesawat Batavia Air, Lion Air, Garuda Airline, Merpati Airlines, Sriwijaya Air dan lainnya. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya demand

11

dari masyarakat di P. Siantar secara umum dan secara khusus yang banyak terbang ke provinsi lain atau ke luar Negeri dengan berbagai macam alasan. Untuk meningkatkan penjualan tiket maupun permintaan akan paket tour, maka PT. Agung Sedayu Tour & travel berupaya melakukan promosi ke beberapa media masa seperti koran dan radio lokal P. Siantar.

3.1.2. Pimpinan PT. Agung Sedayu Tour & Travel Pimpinan Utama Karyawan/Receptionis Karyawan Reservasi Tiket : Maringan Manurung : Raya : Donna

3.1.3.Uraian Tugas dan Fungsi PT. Agung Sedayu Travel 1. Uraian Tugas a. Managing Directur

Bertanggung jawab atas kegiatan yang berlangsung di perusahaan Berfungsi sebagai pimpinan harian dan koordinasi direktur/manager dan sebagai wakil dalam kegiatan keanggotaan/asosiasi

12

Menetapkan anggaran biaya perusahaan (overhead) dan menentukan investasi dan produksi serta mengatur dan merencanakan program kerja tahunan

Mengadakan hubungan keluar dengan mitra usaha dan menandatangani kontrak perjanjian kerja

Menetapkan kebijaksanaan keuangan/tata kerja kepegawaian, anggaran belanja dan pendapatan perusahaan

b. Secretary to Managing Director Secretary mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : Memeriksa surat-surat masuk dan menyerahkan kepada pimpinan untuk selanjutnya diteruskan kepada department lain

Membuat file tentang kondisi perusahaan Mencatat dan menyediakan kebutuhan administrasi perusahaan Membuat dan membalas surat yang masuk

c. Plan and Marketing Director Plan and Marketing Director mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : Merencanakan produk-produk dan memasarkan melalui iklan di pasar pariwisata atau yang dipasarkan secara langsung Menyusun rangkaian produk wisata baru selambat-lambatnya 6 bulan sebelum di pasarkan.

13

Memeriksa perkembangan harga pasar dan melakukan perbandingan dengan produksi usaha.

d. Office Manager

Membantu managing direktur dalam melaksanakan tugasnya dalam mengkoordinasi seluruh kegiatan usaha di dalam perusahaan.

Membuat laporan mengenai neraca keuangan dan pelaksanaan program kerja tahunan yang telah ditetapkan oleh managing direktur.

Tugas managing direktur dapat dibebankan/dilaksanakan pada wakil direktur, apabila managing direktur berhalamngan hadir.

e. Travel Department Mengatur dan mempersiapkan urusan perjalanan wisatawan dalam maupun luar negeri baik melalui darat, laut maupun udara. Menangani tiket penerbangan khusus untuk wisatawan yang masuk. Mengatur kemudahan urusan keberangkatan dan kedatangan di pelabuhan.

3.2 LAPORAN PKL PT. MERPATI NUSANTARA AIRLINE 3.2.1 Sekilas Sejarah Merpati Nusantara TAHUN 1962, BERDIRINYA PN. MERPATI NUSANTARA. Keberhasilan Angkatan Udara Republik Indonesia membangun Jembatan Udara di Kalimantan, menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendirikan suatu Perusahaan Negara yang berada di bawah lingkungan

14

Departemen Perhubungan. Sebagai tindak lanjut maka berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1962, didirikanlah Perusahaan Negara Perhubungan Udara Daerah dan Penerbangan Serba Guna Merpati yang selanjutnya disebut PN. Merpati Nusantara pada tanggal 06 September 1962. Bermodalkan 10 juta rupiah dengan 4 pesawat De Havilland Otter DHC-3 milik AURI dan dua pesawat Dakota DC-3, Merpati mengawali operasinya mendobrak keterisolasian daerah-daerah terpencil dengan menghubungkan Jakarta dengan kota Banjarmasin, Pangkalanbun dan Sampit serta Jakarta-Pontianak. TAHUN 1963, AWAL OPERASI MERPATI DI WILAYAH TIMUR

Dengan diserahkannya wilayah Irian Jaya dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia, Merpati Nusantara mendapat limpahan hak operasi dan kepemilikan pesawat eks perusahaan penerbangan Belanda NV. De Krooinduif dari Garuda Indonesia pada awal tahun 1964. Merpati menerima 3 Dakota DC-3, 2 Twin Pioneer dan 1 Beaver. Tahun 1969, Merpati dibagi menjadi dua daerah operasi, yakni operasi MIB (Merpati Irian Barat) dan MOB (Merpati Operasi Barat) yang mencakup pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat. Merpati kemudian mengubah namanya menjadi Merpati Nusantara Airlines dan sejak itu nama MNA terkenal di masyarakat. TAHUN 1970, AWAL PERKEMBANGAN MERPATI NUSANTARA

Pada usia yang sewindu, Merpati telah mampu mengembangkan operasinya dengan menerbangi rute-rute jarak pendek, sedang dan juga jarak jauh sesuai kosensi yang diberikan oleh pemerintah. Untuk itu wilayah Merpati sudah meliputi wilayah Nusantara bahkan sampai ke negara tetangga, seperti rute Pontianak-Kuching dan Palembang-Singapore.

15

TAHUN 1975, MERPATI MENJADI PERSERO. Dengan kemantapan manajemen dan jaringan operasi yang semakin luas, telah menumbuhkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan perusahaan. Untuk itu pada tanggal 6 September 1975 status hukum Merpati ditingkatkan menjadi perusahaan Persero atau PT. Merpati Nusantara Airlines. Pada tahun 1975-1978 Merpati diserahi tugas untuk Angkutan Jemaah Haji dengan menggunakan pesawat Boeing707. Dengan kemampuan armadanya sebanyak 37 pesawat, Merpati telah dapat

menghubungkan 97 kota di 19 propinsi di Indonesia. Di samping melayani juga Penerbangan Borongan International (Charter Flight) untuk rute Manila-Denpasar dan rute Los AngelesDenpasar dengan Boeing 707 pada tahun 1976. TAHUN 1978, MERPATI MENJADI ANAK PERUSAHAAN GARUDA. Dalam rangka memantapkan penyelenggaraan penerbangan nasional secara terpadu, pemerintah

mengalihkan penguasaan Modal Negara Republik Indonesia dalam PT. Merpati Nusantara Airlines pada PT. Garuda Indonesia Airways. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1978 dan dengan demikian Merpati menjadi anak perusahaan Garuda. TAHUN 1986, LOGO BARU MERPATI. Bersamaan dengan ditanda-tanganinya penyerahan pesawat pertama CN-235, maka secara resmi pula diperkenalkan logo baru Merpati yang dilukiskan sebagai Gelombang Angin yang diartikan Jembatan Udara. Pada awal tahun ini Merpati menambah jaringan operasi penerbangan lintas batasnya dengan membuka rute Kupang-Darwin. TAHUN 1989, OPERASI TERPADU MERPATI-GARUDA. Dalam rangka

meningkatkan efisiensi di bidang operasi penerbangan, dilaksanakan operasi terpadu antara Merpati dengan Garuda. Kebijakan pemerintah ini ditandai dengan dialihkannya 37 pesawat

16

Garuda kepada Merpati, DC-9 dan F-28. Di samping itu, beberapa rute domestik Garuda dialihkan juga kepada Merpati. TAHUN 1991-1995, PERESMIAN FASILITAS-FASILITAS MERPATI. Pusat

Perawatan Merpati yang dikenal dengan MMF (Merpati Maintenance Facility) dan terletak di Surabaya diresmikan pada tahun 1991 sebagai pusat perawatan pesawat jenis Propeler yang terbesar di Asia Tenggara. Tahun 1993, Gedung Merpati Nusantara yang berlokasi di Jakarta diresmikan penggunaanya oleh Direktur Utama Garuda selaku Komisaris Utama Merpati saat itu. Selanjutnya pada tahun 1995, diresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan atau merpati Training Center yang terletak bersebelahan dengan MMF Surabaya. TAHUN 1996, MERPATI GO INTERNATIONAL. Semakin ketatnya persaingan bisnis jasa angkutan udara saat itu mendorong Merpati berekspansi di luar wilayah Nusantara, dengan membuka rute ke Melbourne dan Perth menggunakan pesawat Airbus. TAHUN 1997, MERPATI DIPISAHKAN SECARA RESMI DARI INDUKNYA GARUDA. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1997 ditetapkan Merpati secara resmi menjadi Badan Usaha Milik Negara yang mandiri sejak 29 April 1997. TAHUN 1999-2000, MERUPAKAN TAHUN PERTUMBUHAN MERPATI. Tahun 1999-2000 merupakan tahap restrukturisasi di berbagai bidang dalam rangka meningkatkan posisi kompetitif Merpati melalui penajaman fokus bisnis inti sebagai commersial air transportation dan penciptaan Competence Related Business melalui Strategic Business Unit (SBU). Sejalan dengan kemajuan yang dicapai pada tahun 1999-2000 manajemen selanjutnya mencanangkan tahun 2000 sebagai tahun pertumbuhan bagi perkembangan usaha Merpati untuk selalu bisa menjadi yang terdepan.

17

Pada awal Mei 2000 diserahkan sertifikat ISO 9002 bagi Merpati Maintenance Facility di Surabaya bersamaan dengan peluncuran Program Total komunikasi 2000 dan slogan baru Get the feeling. Dan pada tahun yang sama tepatnya pada ulang tahun yang ke-38 Merpati menerima kembali sertifikat ISO 9000 untuk MTC dan ISO 9001 Aviation Safety. Selanjutnya tanggal 8 February 2001 Merpati menerima ISO 9002 untuk Distrik Bandung. Tahun 2001 merupakan periode yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan bisnis Merpati selanjutnya. Semakin ketatnya persaingan bisnis angkatan udara, mendorong lahirnya upaya-upaya inovatif untuk meningkatkan pelayanan. Pada pertengahan tahun 2001, telah diluncurkan layanan Call & Fly dan Merpati Online, suatu bentuk diversifikasi layanan yang pertama diterapkan oleh Airlines Nasional. Tahun 2003 Pusat Pendidikan Merpati Training Center memperluas pasar bisnisnya dengan diterimanya sertifikat CASR 141 di bidang Pelatihan Operasional untuk Pramugari, Pilot, FOO. Pada tahun 2003 Merpati Maintenance Facility mampu melakukan perbaikan skala besar pesawat jenis Boeing 737-200/ dengan kategori D-Check. Tahun 2004 Manajemen Merpati mulai menerapkan sistem komputerisasi ERP-SAP untuk efisiensi administrasi back office. Kemudian dibentuk Merpati Commuter Services (MCS) guna meningkatkan peluang bisnis dengan Pemerintah Daerah. Pada tahun yang sama Merpati melebarkan saluran distribusi penjualan dengan membuka gerai di Bogor dan Depok untuk kemudahan pelanggan. Pada tahun ini dimulainya penerbangan kepresidenan. Tahun 2008 Tahun Perbaikan. Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Keuangan menyetujui penambahan modal Merpati sebesar Rp. 300 Miliar untuk memperbaiki kondisi perusahaan, antara lain, dengan melaksanakan Restrukturisasi SDM,

18

Revitalisasi Armada, Relokasi Operasi dan perbaikan cash flow. Termasuk penjualan aset yang tidak produktif. Tahun 2009, Merpati meluncurkan kembali sistem pelayanan secara online. pada tahun ini Merpati menerapkan program kinerja SDM terpadu melalui PMS atau Performance Manajemen System, serta peluncuran Merpati Pilot School (MPS) untuk mencetak kebutuhan penerbang Merpati. Tahun 2010, pada usianya yang ke-48, manajemen menetapkan untuk terus melakukan upaya-upaya perbaikan kinerja perusahaan khususnya pemulihan kondisi keuangan dan peningkatan pedapatan perusahaan. upaya-upaya tersebut utamanya difokuskan kepada:
1. Penambahan dan Peremajaan Armada (MA-60)

2. 3. 4.

Peningkatan Safety Penghematan Biaya Optimalisasi Revenue

Hal ini perlu kita dukung dan sadari bahwa keberhasilan tersebut nantinya akan meningkatkan kesejahteraan kita semua. Untuk itu maju terus pantang mundur, dengan kebersamaan kita tingkatkan semangat kerja dan profesionalisme. Pimpinan Merpati. Sejak lahirnya sampai saat ini, pucuk pimpinan Merpati dijabat oleh Komodor udara Henk Sutoyo Adiputro, Capt. Wibisono Roesnosiputri, Alm. Marsekal Pertama TNI Santoso Suharto, Alm. Marsekal Muda TNI Ramli Sumardi, Bapak RAJ Lumenta, Bapak Alm. J. Soekarjo, Bapak Soeratman, Alm. Capt. F. H. Sumolang, bapak Ridwan Fatarudin, Bapak Budiarto Subroto, Bapak Wahyu Hidayat, Bapak Hotasi Nababa, Bapak Cucuk Suryo Suprojo, Almarhum Bapak Bambang Bhakti, Capt. Sardjono Jhony dan saat ini dijabat oleh Ir. Rudy H. Setyo Purnomo sebagai President Director Merpati.
19

3.2.2. Visi dan Misi PT. Merpati Nusantara Airline Visi Perusahaan Menjadi perusahaan penerbangan pilihan utama yang aman dan nyaman dengan keramahan Indonesia yang tumbuh secara berkesinambungan di arena domestik dan regional Misi Perusahaan Menyediakan jasa angkutan udara bagi penumpang dan barang serta jasa pendukung penerbangan lainnya dengan berperan aktif mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi untuk senantiasa memberi nilai tambah bagi stakeholder

3.2.3. Struktur Organisasi PT. Merpati Airline Nusantara

Struktur Organisasi PT. Merpati Nusantar Airlines Medan adalah :

Kepala Perwakilan

: Agus Noorsaman
20

Manager Accounting Accounting

: Daud Sormin : 1. Fani 2. Sri Rahayu

Sekretaris Reservasi Ticketing

: Ola : Abdul Karim : 1. Yustina 2. Liza 3. Giantara

3.3 Laporan Penelitian Daerah Objek Wisata (PDOW) di Kota Sabang 3.3.1 Keadaan Geografis Kota Sabang Kota Sabang adalah salah satu kota di Aceh,Indonesia. Kota ini berupa kepulauan,di seberang utara kepulauan Sumatera dengan pulau Weh sebagai pulau terbesar. Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling utara Indonesia, tepatnya di Pulau Rondo.Dari segi geografis Indonesia, wilayah Kota Sabang berada pada 9513'02"9522'36" BT, dan 0546'28"-0554'-28" LU, merupakan wilayah administratif paling utara, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand, dan India. Wilayah Kota Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

21

Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Kota Sabang adalah Pulau Klah, Pulau Rondo, Pulau Rubiah, Pulau Seulako dan Pulau Weh . Sementara wilayah administrasi pemerintahan Kota Sabang terdiri dari 2 Kecamatan dan 18 Kelurahan. 3.3.2 Keadaan Penduduk Kota Sabang Penduduk di Kota Sabang yaitu Karo, Jawa, Aceh, dan suku pendatang lainnya. Akan tetapi, walaupun mereka berbeda suku, masyarakat Kota Sabang sangat menghargai akan perbedaan. Kota Sabang yang merupakan sebuah kota kecil di pesisir pantai barat Sumatera memiliki potensi yang besar dibidang perikanan. Selama ini perekonomian Kota Sabang sangat didukung oleh besarnya hasil dari perikanan laut. Secara umum perekonomian Kota Sibolga masih ditopang dari sektor pariwisata yang disusul oleh sektor perdangangan, hotel dan restoran. Besarnya kontribusi kedua sektor inilah yang bisa dijadikan dasar dalam pembangunan kota yang harus didukung oleh berbagai fasilitas yang ada. 3.3.3 Potensi Wisata Alam Kota Sabang Letak Kota Sabang yang sepi di tepi pantai merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki. Keindahan alam tepi pantai, dengan pesona deretan pulau-pulau yang ada menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan. Dengan keindahan alam tepi pantai ini, Kota Sabang sangat berpotensi untuk mengembangkan paket wisata bahari. Potensi wisata lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah wisata sejarah dan budaya. Kota Sabang banyak meninggalkan catatan sejarah masa lampau yang penuh romantika perjuangan. Dan sejumlah peninggalan sejarah masa lalu, yang paling banyak adalah

22

peninggalan masa penjajahan Jepang. Beberapa destinasi wisata unggulan di Sabang, antara lain : Pulau Klah Pulau Rondo Tanggo Rubiah Pulau Seulako Pantai Weh

3.3.4 Kendala-Kendala Yang Dapat Mempengaruhi Pertumbuhan DTW Sabang Satu-satunya kendala yang sangat fenomenal dalam dunia pariwisata di Indonesia adalah Akses (jalan). Sebagian besar daerah tujuan wisata di Indonesia mengeluhkan perihal kondisi jalan yang rusak, ataupun di kota-kota besar yang dikeluhkan adalah masalah kemacetan. Akses menuju kota Sabang bisa dikatakan agak sulit. Hal ini dikarenakan untuk menuju Sibolga kondisi alam yang dilewati adalah pegunungan. Jalan yang berliku-liku, tikungan yang tajam, jurang yang curam mengiringi perjalana ke Kota Sabang. Belum lagi harus menyebrangi laut dengan kapal feri yang biasanya tidak bisa mengangkut bnyk penumpang atau kendaraan para wisatawan. Untuk memperlancar pertumbuhan ekonomi akses jalan haruslah diperbuat semaksimal mungkin sehingga dengan kondisi jalan yang baik maka proses produksi di suatu industri akan semakin lancar, begitu pula dengan Kota Sabang.

23

LAMPIRAN

A. Data Informan
1. Nama : Bapak Agussalim

Profesi : Petugas Central Informasi Boat Wisata


2. Nama : Ibu Safriadi,ST,M,SC

Profesi : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata


3. Nama : Bapak

Profesi : Keuchik Gampong Ie Meulee


4. Nama : Bapak Marzuki Patok

Profesi : Keuchik Gampong Anoe Itam

24