Anda di halaman 1dari 6

Sistem Koordinat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Nama NIM

: Arif Rosada : M0509011

Jurusan Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret 2012

dst… sedangkan untuk batas lintang dibagi berdasarkan nilai 8 derajat.000. Untuk studi kasus di Indonesia. diperlukanlah teknik yang diberi nama sistem koordinat. terdiri dari 2 komponen : Lintang = garis dari atas ke bawah yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan Bujur = garis mendatar yang sejajar dengan garis khatulistiwa Indonesia terletak pada 95o Bujur Timur(BT) sampai dengan 141o Bujur Timur dan 6o Lintang Utara sampai dengan 11o Lintang Selatan(LS).70833 LS. bila dijumlahkan. sistem koordinat geografis dan sistem koordinat UTM ( Universal Transverse Mercator ). Penulisan koordinat untuk sistem ini mengikuti aturan lingkaran.000 meter dan panjang y sebesar 10. 4+(42/60)+(30/3600). 42 menit 30 detik lintang selatan. Proyeksi ini menjadi dasar koordinat sistem global yang pada awalnya dikembangkan untuk keperluan militer. zona 3 dimulai dari 1680 BB-1620 BB. Sistem Koordinat Geografis Sistem ini sering disebut dengan sistem koordinat Bujur – Lintang ( atau Latitude – Longitude dalam bahasa Inggris ).. Sistem Koordinat UTM adalah rangkaian proyeksi Transverse Mercator untuk global dimana bumi dibagi menjadi 60 bagian zona. khususnya GIS. Setiap zona mencangkup 6 derajat bujur (longitude) dan memiliki meridian tengah tersendiri. lokasi suatu tempat sangatlah penting diketahui. Atau bisa juga ditulis dengan menjumlahkan derajat. dan detik(“).70833.000 meter. Dari contoh tadi.Pendahuluan Di dalam suatu peta. Berbeda dengan koordinat geografi yang satuan unitnya adalah derajat. bila dituliskan akan menjadi 4. menit(„).Sehingga. namun sekarang sudah dipakai lebih luas. menit dan detik itu. koordinat UTM menggunakan satuan unit meter. akan menghasilkan nilai 4. Contohnya adalah 4o 42‟ 30” LS. Untuk mencari koordinat suatu tempat. yang dibaca 4 derajat. zona 1 pada koordinat UTM dimulai dari 1800 BB-1740 BB. ada 2 macam sistem koordinat yang bisa dipakai. kemudian dilanjutkan dengan zona 2 yang dimulai dari 1740 BB-1680 BB. Lokasi ini biasanya diberi nama dengan koordinat. yaitu derajat(o). Setiap zona memiliki panjang x sebesar 500. .

Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C. transversal. zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB. Setiap zone UTM memiliki system koordinat sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian sentralnya dengan ekuator.1440BT dan 110LS . Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x.Untuk Indonesia yang berada pada posisi 900BT . dan seterusnya. Untuk menghindari koordinat negative. Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C. Untuk zone yang terletak dibagian selatan ekuator (LS). hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB.y) menggunakan proyeksi silinder. meridian tengah diberi nilai awal absis (x) 500. Sedangkan untuk zone yang terletak dibagian utara ekuator. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E. ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter.000. juga untuk menghindari koordinat negative ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10.F.D.000 meter. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU.60LU terbagi ke dalam 9 zona UTM yaitu zona 46 – 54 UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid.000 meter. . Sebagai contoh. 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D. terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT.E.

Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni: 1. Sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat.Untuk wilayah Indonesia terbagi atas sembilan zone UTM.Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat 2.Sistem Koordinat 3 Dimensi. . dimulai dari meridian 90° BT sampai dengan 144° BT dengan batas pararel (lintang) 11° LS hingga 6° LU. Dengan demikian wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141° BT).Sistem Koordinat 2 Dimensi. 3.

id. Jika penetapan titik acuan tersebut secara asumsi.go. maka sistim koordinat tersebut bersifat Lokal atau disebut Koordinat Lokal dan jika ditetapkan sebagai kesepakatan berdasar matematis maka koordinat itu disebut koordinat yang mempunyai sistim kesepakatan dasar matematisnya. BMKG memakai sistem koordinat geografis. Sistem Koordinat BMKG Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di situs bmkg. hal ini dapat dibuktikan dalam screenshot dibawah ini : . Koordinat Geografi pada Proyeksi UTM adalah salah satu transformasi geografi yang mempunyai referensi Posisi Acuan dan arah yang sama yaitu Titik Pusat Proyeksi untuk posisi dan arah utara Grid di Meridian Pusat sebagai arah acuan.Posisi acuan dapat ditetapkan dengan asumsi atau ditetapkan dengan suatu kesepakatan matematis yang diakui secara universal dan baku.

Pada kolom lokasi. oleh karena itu. . BMKG memakai sistem koordinat geografis untuk menentukan joordinat suatu tempat dalam peta. terlihat jelas penulisannya memakai aturan sistem koordinat geografis.Screenshot ini menampilkan data gempa yang baru terjadi dalam waktu yang paling dekat.