Anda di halaman 1dari 8

RUMUS-RUMUS FISIKA SMP

KELAS VII Suhu toC = .toR toR = toC


L = Lo T Lt = panjang pada suhu t (m) Lo = panjang pada suhu awal (m) = koefisien muai panjang (/oC)

toR = .toC toC = toC t C = .t F


o o

T = perubahan suhu (oC) = suhu akhir suhu awal L = pertambahan panjang (m) 2. Muai Luas At = Ao (1 +T) A = Ao T At = luas pada suhu t (m2)

toF = toC + 32 toF = .C toC = (toF 32)

Ao = luas pada suhu awal (m2)

toC = .tK tK = toC + 273 tK = . toC toC = tK + 273


Massa Jenis

= 2 = koefisien muai luas (/oC) T = perubahan suhu (oC) = suhu akhir suhu awal A = pertambahan luas (m2) 3. Muai Ruang

= massa jenis (kg/m3) m = massa benda (kg) V = volume benda (m3) Pemuaian Zat Padat 1. Muai Panjang Lt = Lo (1 +T)

Vt = Vo (1 +T) V = Vo T Vt = panjang pada suhu t (m3) Vo = panjang pada suhu awal (m3)

= 3 = koefisien muai ruang (/oC) T = perubahan suhu (oC) = suhu akhir suhu awal V = pertambahan volume (m3) Pemuaian Zat Cair Vt = Vo (1 +T) Kalor

V = pertambahan volume (m3)

Kalor mengakibatkan perubahan suhu : Q = m.c. T Q = banyaknya kalor (J) m = massa zat (kg) T = perubahan suhu (oC)

V = Vo T = suhu akhir suhu awal Dengan : Kalor mengakibatkan perubahan wujud : Vt = panjang pada suhu t (m ) Peleburan/pembekuan : Vo = panjang pada suhu awal (m3) Q = m.L = 3 = koefisien muai ruang (/oC) T = perubahan suhu (oC) = suhu akhir suhu awal V = pertambahan volume (m3) Pemuaian Gas Vt = Vo (1 +T) V = Vo T Vt = panjang pada suhu t (m3) Q = banyaknya kalor (J) m = massa zat (kg) L = kalor laten peleburan (J/kg) Penguapan/pengembunan : Q = m.U Q = banyaknya kalor (J) m = massa zat (kg) U = kalor laten penguapan (J/kg)
3

Vo = panjang pada suhu awal (m3) Azaz Black = (/oC) T = perubahan suhu (oC) = suhu akhir suhu awal = koefisien muai ruang Qlepas = Qterima Gerak GLB (Gerak Lurus Beraturan)

v = kecepatan (m/s2) s= jarak yang ditempuh (m) t = waktu yang diperlukan (s) GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan) vt = vo +at s = vot + at2

F = 0 jika benda dalam keadaan diam atau sedang bergerak lurus beraturan Hukum II Newton F = m.a F = resultan gaya (N) m = massa zat (kg) a = percepatan benda (m/s2) Hukum III Newton Faksi = - Freaksi Tekanan Tekanan Pada Zat Padat

vt2 = vo2 + 2as vt = kecepatan pada saat t (m/s) vo= kecepatan awal (m/s) a = percepatan (m/s2) s = jarak yang ditempuh (m) a = + (percepatan) a = - (perlambatan) a = g untuk jatuh bebas dan gerak vertical ke atas

P = tekanan (Pa=N/m2) F = gaya (N) A = luas bidang tekan (m2) Tekanan Hidrostatis

KELAS VIII P=gh Gaya P = tekanan (Pa=N/m2) Resultan gaya : R = F = F1 + F2 + F3 + ..jika gaya searah R = F = F1 - F2 jika F1 ke kanan dan F2 ke kiri Hukum I Newton = massa jenis (kg/m3) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) h = kedalamam (m) Hukum Pascal

Energi Potensial F1 = gaya pada piston 1 (N) A1 = luas piston 1 (m2) F2 = gaya pada piston 2 (N) A2 = luas piston 2 (m2) Hukum Archimedes FA = g V FA = gaya Archimedes (N) = massa jenis (kg/m3) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) V = volume benda yang tercelup (m3) Tekanan Pada Gas Hukum Boyle P1V1 = P2.V2 P1 = tekanan awal (atm atau Pa) V1 = volume awal (liter atau m3) P2 = tekanan akhir (atm atau Pa) V2 = volume akhir (liter atau m3) Energi Energi Kinetik Ek = m.v
2

Ep= m.g.h Ep= energy potensial (J) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) h = ketinggian (m) Energi Mekanik EM= Ek + Ep Usaha W=F.s W = usaha (J) F = gaya (N) s = perpindahan (m) Pesawat Sederhana Tuas/pengungkit F. lk = w. lb

F = gaya (N) lk = lengan kuasa (m) lb = lengan beban (m) w = berat beban (N) M = keuntungan mekanik Bidang Miring F.s=w.h

Ek = energy kinetic (J) m = massa zat (kg) v = kecepatan (m/s2)

F = gaya (N) s = panjang bidang miring (m) h = tinggi bidang miring (m)

Gelombang

f =frekuensi getaran (Hz) w = berat beban (N) T = perioda getaran (s) Getaran v = cepat rambat gelombang (m/s2) = panjang gelombang (m) f =frekuensi getaran (Hz) T = perioda getaran (s) n = banyaknya getaran (x) bunyi pantul (mengukur t = waktu yang diperlukan (s) v = kecepatan (m/s2) s= jarak yang ditempuh (m) t = waktu yang diperlukan (s) Cahaya Jumlah bayangan oleh 2 buah cermin kedalaman laut) ho = jarak benda (cm atau m) hi = jarak benda (cm atau m) f = jarak benda (cm atau m) M = perbesaran bayangan (x) R = jari-jari kelengkungan lensa/cermin (cm atau m) f atau R = + untuk cermin cekung atau lensa cembung N = jumlah bayangan = besarnya sudut(o) Persamaan pada cermin/lensa + =
M =

Bunyi bunyi asli

f atau R = - untuk cermin cembung atau lensa cekung Alat Optik Mata : cacat mata miopi (Rabun jauh)

So = jarak benda (cm atau m) Si = jarak benda (cm atau m)

: cacat mata hipermetropi (rabun jauh) P = kekuatan lensa (dioptri) PR = titik jauh mata (cm) PP = titik dekat mata (cm)

Q = muatan (C) Listrik Dinamis Kuat arus listrik

I= kuat arus (A) Q = banyaknya muatan (C) t = waktu (s) Hukum Ohm

KELAS IX Listik Statis Gaya Coulomb

I= kuat arus (A) F = gaya Coulomb (N) K = tetapan = 9.109 Nm2/C2 Q1, Q2 = muatan masing-masing benda (C) r = jarak antar muatan (m) Kuat Medan Listrik GGL Sumber Tegangan V = tegangan/beda potensial (V) R = hambatan () Hukum Kirchhoff Imasuk = Imasuk

E = kuat medan listrik (N/C) Potensial Listrik I= kuat arus (A) E = Ggl/tegangan sumber (V) R = hambatan luar() V = potensial listrik (Volt) r = hambatan dalam sumber W =Energi potensial listrik (J) tegangan ()

Gaya Lorentz Hambatan penghantar F = B.I.l F = gaya Lorentz (N) B = kuat medan magnet (Tesla) R = hambatan () I= kuat arus (A) l = panjang penghantar (m) l = panjang kawat (m) A = luas penampang penghantar(m2) Induksi Elektromagnetik Rangkaian Hambatan Transformator/Trafo Rtot = R1 + R2 + R3 + Rangkaian Seri Rangkaian parallel Energi dan Daya Listrik W = V.I.t = I2.R.t = P = V.I = I .R = Np = jumlah lilitan primer (x) W = besarnya energy listrik (J) I= kuat arus (A) V = tegangan/beda potensial (V) R = hambatan () t = waktu (s) Kawat berarus dalam medan magnet Ns = jumlah lilitan sekunder (x) Ip = kuat arus primer (A) Is = kuat arus sekunder (A) Pp = daya primer (watt) Ps = daya sekunder (watt) = efisiensi trafo (%)
2

: trafo ideal

Vp = tegangan primer (V) Vs = tegangan sekunder (V)