Anda di halaman 1dari 37

Case Report Session Infeksi Saluran Kemih

Oleh : Fadlan Aziman H

I. Keterangan Umum
       Nama : An. R Umur : 5 tahun Jenis Kelamin : Laki laki Alamat : Bojong Raya Tanggal masuk RS : 3 Oktober 2012 Tanggal pemeriksaan : 7 Oktober 2012 Pekerjaan Orang tua Ayah : Wiraswasta Ibu : Pekerja Pabrik

II. ANAMNESA

 Keluhan Utama

: Demam

sakit perut. sakit dada mual. Sejak 4 hari SMRS. . Demam disertai dengan batuk berdahak. penderita demam yang tinggi dan terus menerus. Pasien sering ke kamar mandi untuk membasuh badannya dengan alasan ingin buang air kecil. Mengompol ketika tidur disangkal. Pasien juga sering menggigau ketika tidur. Pasien sering BAK tetapi hanya sedikit-sedikit dan tidak sakit. BAB konsistensi encer tetapi hanya 1-2 kali sehari.

bintik-bintik. . diberi obat penurun panas dan antibiotik tetapi belum diminum samapai masuk ke UGD 4 hari kemudian. Muntah. mimisan disangkal. Pasien juga belum disunat. Orang tua mengeluhkan pasien minum susu lebih sedikit dari biasanya. Karena demamnya pasien dibawa ke dokter anak dua kali dihari pertama demam.

riwayat peyakit yang sama di keluarga tidak ada. Penderita baru pertama kali sakit seperti ini. Riwayat kontak dengan penderita dewasa batuk lama atau yang mendapatkan pengobatan selama 6 bulan tidak ada .

5kg dan langsung menangis . lahir cukup bulan. berat 3. Imunisasi sudah lengkap dan pada umur 49 bulan diberikan imunisasi suntik di sekolah namun orang tua tidak mengetahui jenis imunisasinya  Pasien anak ke 2 dari 2 bersaudara.

 Asi ibu tidak mencukupi sehingga dari lahir sudah diberikan susu formula .

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum  Kesadaran : komposmentis  Kesan : tampak sakit sedang Tanda Vital  Nadi : 108x/menit.  Respirasi : 49x/menit  Suhu : 37.III.7˚C .

5 kg : 111 cm : median : median : median .Status Gizi  Berat badan  Tinggi badan  BB/U  TB/U  BMI/U : 17.

Kepala Mata : konjungtiva tidak anemis sklera tidak ikterik Hidung : sekret (-/-) pernafasan cuping hidung (-) Telinga : sekret (-/-) .

Mulut :  Gusi : tidak ada kelainan  Faring : tidak ada kelainan  Tonsil : tidak ada kelainan Leher  Retraksi suprasternal (-)  KGB tidak membesar .

Thoraks  Bentuk dan gerak simetris Pulmo Anterior  Inspeksi : retraksi intercostal (-/-)  Auskultasi : VBS kiri = kanan.  Palpasi : vocal fremitus sulit dinilai  Perkusi : sonor kiri = kanan .

Crackles lapang kanan bawah paru : vocal fremitus sulit dinilai : sonor kiri = kanan .Pulmo Posterior  Inspeksi  Auskultasi  Palpasi  Perkusi : retraksi intercostal (-/-) : VBS kiri = kanan.

Cor  Inspeksi tampak  Auskultasi regular  Palpasi : ictus cordis tidak : bunyi jantung murni : ictus cordis tidak teraba .

Abdomen      Inspeksi Auskultasi Palpasi Hepar Lien : : : : : datar. bising usus ( + ) normal lembut tidak teraba tidak teraba . lembut.

)  Capillary refill < 2 detik . Tidak ada kelainan Ekstremitas  Akral hangat  Sianosis ( .Alat Genital  Laki -Laki.)  Clubbing ( .

PEMERIKSAAN PENUNJANG Urinalysis :  Mikrobiologi : tidak ada pertumbuhan bakteri  Hitung Kuman : Negatif  Biakan Mikrobio: tidak ditemukan Immunoserologi  Tubex T : 3  Ferritin : 591.IV.3 ng/dL (N : 6-55 ng/dL) .

 Serum Iron: 51 μg/dL (N: 59-158 μg/dL)  TIBC : 182 μg/dL (N: 260 – 445 μg/dL) .

Urin rutin (kimia)          Blood (-) Berat jenis 1.015 (N: 1.029) pH 9.003-1.0 (N: 5-8) Nitrite (-) Protein (-) Glukosa (-) Keton 50/+++ (N: negatif) Urobilinogen <1 (N: <1) Bilirubin (-) .

 Makroskopik : warna kuning. jernih  Mikroskopik:       Eritrosit (-) Lekusoit :2 (N: <6) Sel epitel : 2 Bakteri (-) Kristal (-) Silinder (-) .

DIAGNOSIS BANDING     ISK + dehidrasi Typhoid + dehidrasi Pneumonia lobar + dehidrasi Tb milier .V.

DIAGNOSIS KERJA ISK + dehidrasi .VI.

USG .VII. Foto thoraks 2. USUL PEMERIKSAAN 1.

(+) cc/jam (RL) Perbaikan -> kurangi 20% -> perbaikan -> kurangi 50 % . PENATALAKSANAAN Umum :  Tirah baring  Rehidrasi Rumus Dollar : 10 berat badan pertama x 5 10 berat badan kedua x2 Sisa berat badan x1 -------.VIII.

VIII. PENATALAKSANAAN Khusus :  Cefixime : 8mg/kgBB/hari. 2 x 1 .

PROGNOSIS  Quo ad vitam  Quo ad functionam bonam : ad bonam : dubia ad .IX.

Infeksi Saluran Kemih  Pertumbuhan dan perkembangan bakteri dalam saluran kemih  Kalsifikasi  Lokasi : atas dan bawah  Ada tidaknya kelainan struktur : penyulit dan non penyulit  Simtomatik dan non simtomatik  Akut dan kronik .

Coli pada ISK akut 70-80% pada ISK berulang  Ascendent infection terbanyak.hematogen . jarang perkontinuitatum. atau limfogen  Pada neonatal . Etiologi : 90% E.

gangguan pertumbuhan. Simtomatik  Neonatus: sepsis tidak khas : panas. polakisuria. BB tidak . ikterik. muntah. mencret. kesadaran  Anak: disuria dengan frekuensi . nyeri perut/pinggang. muntah. enuresis . urgensi. malas minum.

reduktase biru metilen .Pemeriksaan lab Metode Pengambilan Pancar tengah Biakan Frekuensi 1 Jumlah koloni Kemungkinan /mL urin ISK (%) 105 80 2 Suprapubic 1 105 1 kuman gram 1000 kuman gram (+) 95 99 99 95 Kateterisasi 1 >105 Kemungkinan ISK :  kuman pada air kemih tidak dipusing/pewarnaan -> 2 kuman/10 LPB atau 5 kuman/10 LPB • pluria atau leukosituria (≥ 5/LPB) • tes nitrit.

    Penyulit Sepsis Abses Perinefrik Gagal Ginjal Kronik .

2x1  Sulfametoksazol 30-60mg/kgBB/hari.o/i. 2x1. p.Terapi  Khusus: Antibiotik  Amoksisilin 50-100mg/kgBB/hari.v  Sefiksim 8mg/kgBB/hari. 3x1.o/i.o/i. 2x1 .v/i. p.v  Nitrofurantoin 5-7 mg/kgBB/hari.m  Trimetropin 5-12mg/kgBB/hari. p. 3-4x1.

       Umum Mencegah kekambuhan Cairan / minum yang cukup Menjaga kebersihan daerah perineum Hindari pakaian terlalu ketat Hindari konstipasi / menahan BAK Jangan mandi berendam .

    Follow Up 2-3 hari terapi selesai Ulang biakan setelah 2-3 minggu Profilaksis .tanpa penyulit berulang ≥ 3 x/th selama 3-6 bln .dengan penyulit berulang ≥ 3 x/th selama 1-2 thn .

1/3 dosis terapeutik dalam 2 dosis atau dosis tunggal  Nitrofurantoin : 1-2 mg/kgBB/hari  Trimetropin : 1-2 mg/kgBB/hari  Sulfametoksazol : 5-10 mg/kgBB/hari . Antibiotik propilaksis dosis ¼.

TERIMA KASIH .