Anda di halaman 1dari 3

PERTANYAAN STUKAS HIPERTENSI VINA 1. Apakah aspek psikologis banyak berpengaruh terhadap derajat kesehatan Tn.E? 2.

Apa usaha yang telah dilakukan pasien untuk mengurangi stessor psikologis penyakitnya? 3. Bagaimana anda mengedukasi pasien anda posisi ergonomis saat bekerja? 4. Mengapa pada pasien ini pengobatan neurobion dihentikan? 5. Apakah pelaku rawat berfungsi dengan baik? 6. Bagimana follow up dari retinopathy hipertensinya? 7. Mengapa dislipidemia pasien belum mendapat terapi? 8. Apa kemajuan intervensi yang paling signifikan dari pasien stelah dibina? PERTANYAAN STUKAS MIGREN MIMIT 1. Stresor kerja apa saja yang dialami oleh pasien? 2. Siapa yang berperan sebagai pelaku rawat? 3. Pasien memiliki riwayat sakit kepala yang berulang, kenapa ini bisa terjadi? 4. Jika sakit kepala yang dialami pasien terus berlanjut, pemeriksaan penunjang apa saja yang anda anjurkan kepada pasien? 5. Keluarga ini memiliki 2 pembantu, apakah pekerjaan yang dilakukan sama? 6. Stresor kerja yang dialami pasien dengan pembantu yang lain apakah sama? 7. Penyebab lain dari migren berulang selain faktor stress, apa? 8. Edukasi kepada pasien untuk dapat menurunkan faktor stres yang dialami pasien? 9. Contoh menu yang dianjurkan kepada pasien? PERTANYAAN STUKAS SINDROM METABOLIK SANTI 1. Apa saja aspek yg terdapat pada pasien yg merupakan satu kesatuan untuk dignostik holistic pada kasus ini? 2. Bagaimanakah Anda dapat memberikan diagnosis Sindroma Metabolik pada pasien ini ? 3. Kemudian bagaimana prinsip penatalaksanaan Sindroma Metabolik pada pasien ini ? Apakah sudah sesuai ? 4. Mengapa pada pasien ini tidak langsung saja diberikan therapy untuk DM nya langsung ? 5. Namun sampai kapan kita harus menunggu sampai pasien memang harus diberikan therapy medikamentosa ? 6. Bagaimanakah penatalaksanaan yang tepat untuk therapy non medikamentosanya pada Sindroma Metaboliknya ? 7. Bagaimana dengan diagnosis OA pada pasien ini mengingat usia pasien yang belum termasuk usia lanjut ? 8. Lalu untuk penatalaksanaan Osteoarthritisnya itu sendiri bagaimana ? 9. Bagaimanakah dengan aspek risiko internal dari pasien ini ? Dan bagaimanakah intervensi yang Pembina lakukan terhadap masalah tersebut ? PERTANYAAN STUKAS DM DESI 1. Apakah pada pasien ini tetap dapat menjalankan ibadah puasa? 2. Jika dapat berpuasa, edukasi apa saja yang sudah dijelaskan pada pasien ini agar tidakmenimbulkan efek samping saat berpuasa? 3. Jelaskan bagaimana cara perawatan kaki yang baik, agar pasien dapat melakukannya sendiri? 4. Apa yg dpt dilakukan dokter keluarga untuk membantu mengingatkan pasien, selain istri sebagai pelaku rawat? 5. Prinsip apa saja yang perlu diperhatikan pada proses edukasi pasien tsb?

PERTANYAAN STUKAS TINEA ANGGIA 1. BAGAIMANA ANDA DAPAT MENYIMPULKAN BAHWA PASIEN TERSEBUT TERKENA TINEA CORPORIS? a. Pemeriksaan penunjang T.corporis apa yang seharusnya pasien lakukan,apa sudah dilakukan? b. Bagaimana penatalaksanaan farmakologis T. corporis seharusnya untuk pasien?dan apa pada pasien sudah sesuai? c. Bagaimana penatalaksanaan non farmakologis T.corporis seharusnya?apakah pasien mengikutinya? 2. Apa sajakah faktor internal dari pasien ini? Bagaimana penanggulangannya dilihat dari pendekatan dokter keluarga? a. Bagaimana dengan masalah eksternal pasien?bagaimana penanggulangannya dilihat dari pendekatan dokter keluarga? b. Factor pendukung terselesaikannya masalah? c. factor penghambat terselesaikan masalah? 3. Apakah ada anggota keluarga mengalami hal yang sama(Tinea corporis) karena pasien tinggal hanya dikamar ukuran 3X3m bersama kedua putrinya berisiko untuk penularan? 4. Bagaimana penangulangan agar tidak tertular? a. Bagaimana dengan tetangga kosan apakah ada yang mengalami hal yang sama karena dilihat Dikosan hanya terdapat 1 kamar mandi yang memungkinkan terjadinya penularan? b. Apakah Pembina juga memberikan edukasi kepada tetangga pasien agar tidak tertular? c. Jadi bagaimana cara nya agar tetangga juga tidak tertular. d. Bagaimana dengan dyspepsia pasien apakah diberikan pengobatan farmakologis? e. Apakah keadaan suami yang pekerja serabutan mempengaruhi dyspepsia pasien? f. Bagaimana Penanggulangannya berdasarkan pendekatan dokter keluarga? g. Adakah hambatan terselesaikan masalah dyspepsia?

PERTANYAAN EVAPRO DIARE ANGGIA 1. Apa tujuan dari program pemberantasan Penyakit Diare? 2. Kalo itu tujuannya, program P2D apa saja ? 3. Dari hasil evaluasi program ini, masalah apa saja yang saudara dapatkan di puskesmas kelurahan Galur? 4. Jadinya bisa disimpulkan kalau indicator P2D ini apa ya? 5. Masih mengenai kesimpulan saudara, jadi cara untuk penentuan atau identifikasi masalah? 6. Bagaimana jalan keluar menurut saudara untuk mengatasi masalah-masalah yang baru saja saudara jelaskan? 7. Jadi apa saja alternatif jalan keluar dari masalah yang ada pada program pemberian makanan tambahan pada gizi buruk ini? 8. Jadi, sudah ditentukan prioritas masalah dari masalah-masalah yang ditemukan. Terus, bagaimana jalan keluar menurut saudara untuk mengatasi prioritas masalah tersebut? Atau semua jalan keluar yang tadi sudah disebutkan? 9. Dari komponen-komponen input, proses, dampak, lingkungan, dan umpan balik, bagaimana pencapaiannya setelah saudara lakukan evaluasi di puskesmas kelurahan galur? 10. Bagaimana pengaruh komponen-komponen tersebut terhadap output di Puskesmas kelurahan Galur 11. Jadi, secara kesimpulan, saudara menyarankan jalan keluar apa untuk memperbaiki program P2D ini di Puskesmas kelurahan galur

PERTANYAAN EVAPRO TBC MIMIT 1. Jadi untuk penanggulagan TB ini di Puskesmas Johar Baru , mereka menggunakan aturan/pedoman dari mana ya? 2. Lalu berapa jumlah petugas kesehatan dalm pelaksanaan program ini? 3. Lalu untuk pelaksanaan program TB sendiri bagaimana?? Apa program ini dapat berjalan walaupun minim tenaga pelaksana? 4. Mengapa hal ni tidak bisa menjadi prioritas masalah?mengapa harus karena masalah PMO? PERTANYAAN EVAPRO KIA DESI 1. Apa penyebab tidak tercapainya target beberapa indicator ANC pada puskesmas johat baru? 2. Apa akibatnya jika indicator-indikator tersebut tidak tercapai? 3. Apakah yang sering menjadi penghambat pencapaian kualitas ANC pd PKM tsb? 4. Apa solusi yang mungkin dpaat dilakukan? 5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah dari komponen input, proses, lingkungan? 6. Apa keuntungan atau dampak yang didapat jika masalah masing2 komponen tsb dpt diatasi? 7. Apa yg dilakukan jika maslahnya dtg dr ibu hamil / keluarga bukan dari pelayanan kesehatan? 8. Bagaimana cara memberikan penyuluhan tentang ANC agar semua indicator dapat tercapai sesuai target? PERTANYAAN EVAPRO KB VINA 1. Kenapa laju pertumbuhan malah meningkat setelah tahun 2000? 2. Produk KB apa saja yg termasuk MKET? Dan kenapa dipilih produk tsb? 3. Apa kekurangan desentralisasi dan kenapa? PERTANYAAN EVAPRO IMUNISASI SANTI 1. Apakah anak yang sudah di imunisasi akan kebal terhadap penyakit lainnya ? 2. Bagaimanakah pembagian sasaran imunisasi berdasarkan tingkat kekebalan yang ditimbulkan ? Apakah ada ? 3. Apakah vaksin BCG efektif mencegah terkena infeksi TBC secara total ? 4. Apakah penyebab masalah belum optimalnya program imunisasi di Puskesmas Johar Baru II ? 5. Bagaimanakah alternatif pemecahan dari masalah yang ada ? 6. Apakah tujuan dari Program Imunisasi Dasar di tempat Puskesmas Anda ? 7. Jika tujuannya demikian, apa pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas untuk program imunisasi dasar tersebut ? 8. Dari semua pelayanan yang Anda jabarkan tadi tentunya Anda juga membuat tolok ukur untuk keberhasilan atau tercapainya program imunisasi dasar tersebut. Bisa tolong Anda jelaskan apa saja tolok ukurnya ? 9. Kemudian setelah Anda mendapatkan tolok ukurnya, bagaimana keluaran hasil imunisasi dasar di Puskesmas tersebut ? Apakah sudah mencapai tolok ukur yang diharapkan ? 10. Jika memang tidak tercapai bagaimana Anda bisa meyelesaikan kesemua masalah tersebut ? 11. Setelah Anda menentukan prioritas masalah tersebut, apa yang kira2 Anda lakukan selanjutnya karena tidak mungkin suatu masalah akan selesai tanpa mencari penyebabnya ? 12. Lantas bagian mana yang menurut Anda bisa ditetapkan sebagai prioritas masalah dari kerangka konsep tersebut ? 13. Adakah prioritas utama penyebab masalah tersebut ? Bagaimana cara menyelesaikan nya ? 14. Apa saran yang menurut Anda bisa dilakukanoleh Puskesmas tersebut setelah mengetahui permasalah yang ada ?