Anda di halaman 1dari 33

1

BERKAS PASIEN
Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan No Berkas No Rekam Medis Pasien Ke : Puskesmas Kecamatan Johar Baru :1 : 8472/10 : 2 dalam keluarga

Data Administrasi
Tanggal 28 Juli 2011
Tabel 1

Diisi oleh : Inggrita Wisnuwardani & Dini Rafida


Identitas Pasien Pasien Keterangan

Nama Umur / tanggal lahir Alamat Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Status perkawinan

An. Sheila Angeline 4 tahun 7 bulan / 26 Desember 2006 Jl. Tanah Tinggi RT 11/RW 5 Perempuan Budha TK Tidak Bekerja Belum Menikah Datang sendiri

Kedatangan yang ke

Tenang Kunjungan pertama kali Diantar oleh ibu pasien

Telah diobati sebelumnya Alergi obat System pembayaran

Belum Tidak Ada Bayar sendiri

Data Pelayanan
1) Anamnesis
Dilakukan secara alloanamnesis dengan ibu pasien pada tanggal 20 Juli 2011 di Puskesmas Kecamatan Johar Baru pada pukul 13.00 WIB.

A. Keluhan Utama Timbul bintik-bintik berwarna merah dengan diameter kurang lebih 0.5-1 cm di seluruh punggung. Ibu pasien khawatir pasien tertular penyakit kakaknya yaitu cacar. Menurut ibu pasien, penyakit cacar adalah penyakit menular. B. Keluhan Tambahan Batuk dan pilek. C. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang berobat ditemani ibunya ke Puskesmas Kecamatan Johar Baru pada tanggal 20 Juli 2011. Ibu pasien menemukan adanya bintik-bintik merah, yang mirip seperti kakak pasien, di punggung pasien saat memandikan pasien di pagi hari pada saat 3 hari yang lalu. Bintik-bintik berwarna merah berdiameter kurang lebih 0.5-1 cm. Pada keesokan harinya bintik-bintik merah tersebut menyebar ke seluruh bagian tubuh terutama ke bagian tungkai. Ibu pasien menyangkal adanya panas, gatal, dan pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya pada pasien. Ibu pasien juga menyatakan pasien mengalami batuk dan pilek sejak 2 hari yang lalu. Batuk yang dialami pasien tidak berdahak dan terjadi secara terus menerus. Pilek yang dialami pasien juga terjadi secara terus menerus dengan lendir yang dikeluarkan berwarna putih susu. Ibu pasien menyangkal pasien mengalami panas, dahak sulit dikeluarkan, serta tenggorokan terasa sakit.

D. Riwayat Penyakit Keluarga Pada tanggal 9 Juli 2011, kakak pasien mengalami kejadian yang serupa seperti yang dialami oleh pasien. Terdapat bintik-bintik merah dengan diameter kurang lebih 0.5-1 cm di punggungnya yang kemudian pada keesokan harinya menyebar ke

seluruh tubuh. Kakak pasien mengalami panas selama bintik-bintik merah ada, kurang lebih 4 hari sebelum bintik-bintik merah tersebut mengering. Akan tetapi ibu pasien menyangkal kakak pasien mengalami kejang selama periode panas tersebut. Pasien dibawa berobat ke Puskesmas Kecamatan Johar Baru juga untuk mendapat pengobatan. Pada saat itulah ibu pasien baru menyadari bahwa gejala seperti ini yang dinamakan cacar. Sebelumnya, pada usia 2 tahun kakak pasien pernah mengalami penyakit flek paru (TBC paru) dan menjalani pengobatan selama 6 bulan. Pasca menjalani pengobatan 6 bulan ke dokter spesialis anak di dekat rumah, setelah dilakukan rontgen paru ulang, kakak pasien dinyatakan sembuh dari penyakit flek paru. Ibu pasien menyangkal kakak pasien tertular dari anggota rumah. Ibu pasien menganalisa pasien tertular dari lingkungan sekitar rumah. Selain itu, kakak pasien menjalani imunisasi yang kurang lengkap yaitu tidak dilakukannya program imunisasi DPT 2 dan 3. Tanggal 23 Juli 2011 ibu pasien mengalami kemunculan bintik-bintik merah di punggung. Pada keesokan harinya menyebar secara merata ke seluruh bagian tubuh. Ibu pasien menyangkal dirinya mengalami panas sebelum atau selama bintik-bintik merah itu ada. Ibu pasien melakukan upaya pengobatan ke Puskesmas Kecamatan Johar Baru seperti pasien dan kakak pasien. Tanggal 25 Juli 2011 paman pasien juga mengalami kemunculan bintik-bintik merah. Akan tetapi lokasi kemunculan pertama di tangan dan wajah. Keesokan harinya bintik-bintik merah tersebut menyebar ke seluruh bagian tubuh. Sehari sebelumnya, paman pasien mengalami panas yang cukup tinggi yang sampai mengakibatkan badan menggigil semalaman. Paman pasien berobat ke klinik perusahaan saat pertama kali bintik-bintik merah itu muncul dan menjalani cuti bekerja selama seminggu.

E. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien lahir dengan umur kehamilan 9 bulan lebih 10 hari. Persalinan saat itu ditolong oleh bidan dengan berat lahir 3800 gr dan panjang lahir 50 cm. Ibu pasien menyatakan pasien langsung menangis ketika lahir.

Pasien hanya menjalani program ASI eksklusif hanya selama 1 minggu. Hal ini dikarenakan ASI ibu pasien tidak keluar dan menurut keterangan ibu pasien, pasien menolak untuk menyusu. Maka dari itu, sejak usia 1 minggu pasien minum susu formula. Hal yang sama juga terjadi pada kakak pasien akan tetapi kejadiannya dari sejak kakak pasien lahir. Pada usia 3 bulan pasien mengalami diare yang cukup sehingga pasien harus menjalani rawat inap di RS St. Carolus selama kurang lebih 5 hari. Setelah itu, ibu pasien menyangkal pasien pernah mengalami sakit lagi yang sampai mengharuskan rawat inap. Riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap. Pasien hanya menjalani imunisasi BCG, Polio 1, dan Hepatitis B 1 saat lahir, kemudian Polio 2 dan 3 serta Hepatitis B 2 saat usia yang tidak dapat diingat ibu pasien secara persis. Alasan tidak dilakukannya imunisasi dasar lengkap pada pasien adalah pada saat ingin dilakukan imunisasi, pasien selalu berada pada kondisi tidak sehat.

F. Riwayat Psikososial Pasien saat ini merupakan siswi dari Taman Kanak-kanak. Selama periode sakitnya, pasien tidak masuk sekolah selama 1 minggu karena dikhawatirkan menularkan teman-teman lainnya. Kegiatan sehari-hari pasien selain sekolah di TK adalah bermain bersama teman-teman di sekitar lingkungan rumah dan pergi les membaca setiap hari kamis jam 14.00-15.30. Kebiasaan waktu makan teratur, 2-3 kali sehari. Akan tetapi pasien menyukai makanan yang manis-manis dan kurang menyukai makan sayur. Pasien menyenangi mengkonsumsi susu secara rutin. Sering makan makanan kecil yang dibeli di warung dekat rumah karena melihat teman bermainnya. Di sela-sela waktu makan sering makan selingan berupa coklat, roti, dan permen yang dibeli di warung dan yang tersedia di rumah. Saat ini pasien tinggal di rumah bersama dengan orang tua, kakak, dan paman dari pihak ayahnya. Kebutuhan pribadi sehari-hari dipenuhi oleh ayahnya yang bekerja sebagai buruh di perusahaan di Ciledug, sedangkan ibunya tidak bekerja. Hubungan antar anggota keluarga yang tinggal satu rumah baik, tidak ada masalah.

Untuk masalah kesehatan baru pergi ke dokter spesialis anak dekat rumah atau Puskesmas Kecamatan Johar Baru jika terdapat keluhan, dan jika diminta untuk kontrol akan selalu diusahakan untuk kembali lagi sampai dinyatakan sembuh. Tidak ada dana khusus di keluarga yang dikumpulkan untuk masalah kesehatan keluarga.

2) Pemeriksaan Fisik
A. Keadaan Umum, Tanda-tanda Vital, dan Status Gizi Keadaan Umum : Tampak sakit ringan / Kpamanpos mentis Tekanan Darah : Frekuensi Nadi : 72 x/menit, teratur, isi cukup. Frekuensi Napas : 24 x/menit, teratur. Suhu Berat Badan Tinggi Badan Status Gizi : 36,70C : 20 kg : 107 cm : Baik

B. Status Generalis Mata THT Leher Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik : Faring hiperemis (+), T1-T1 : JVP 5+0 cmH20, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening : : Iktus kordis tidak terlihat : Iktus kordis tidak teraba : Batas atas : ICS II linea parasternal sinistra

Batas kanan : ICS IV linea parasternalis dextra Batas kiri : ICS V linea axilaris anterior sinistra

Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-) Paru Inspeksi Palpasi Perkusi : : Simetris, statis, dan dinamis : Fremitus kanan = kiri : Sonor

Auskultasi : Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/Abdpamanen Inspeksi Palpasi : : Datar : Lemas, nyeri tekan (-) pada epigastrium, hepar dan limpa - BH. Perkusi : Timpani, tidak ada shifting dullness
/ , perfusi perifer baik. /

Auskultasi : Bising usus dalam batas normal Ekstremitas : Akral hangat, edema

Status neurologis : tidak ada kelainan.

C. Status Lokalis UKK di bagian punggung, tungkai, dan kaki : Plak miliar sirkumskrip generalisata dan krusta hiperpigmentosa sirkumskrip generalisata.

Depan

Belakang

3) Pengkajian Masalah Kesehatan Pasien


Anamnesis : 1. Bintik-bintik merah di seluruh tubuh. 2. Batuk tidak berdahak. 3. Pilek dengan lendir berwarna putih susu. 4. Riwayat diare pada umur 3 bulan. 5. Riwayat tidak mendapat ASI eksklusif. 6. Riwayat imunisasi dasar tidak lengkap.

Pemeriksaan Fisik : - Faring hiperemis (+) - Papul miliar sirkumskrip generalisata - Vesikel hiperpigmentosa sirkumskrip generalisata

Aspek Klinis : 1. Varicella zoster virus 2. Rhinofaringitis viral

Resiko Internal : 1. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. 2. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar. 3. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya.

Resiko Psikososial : 1. Lingkungan rumah pasien sangat padat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 2. Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali Paman, dalam 1 ruangan. 3. Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh.

Bagan 1. Masalah Kesehatan Pasien

4) Diagnosis Holistik
Aspek I (Apek Personal) Keluhan : bintik-bintik merah di seluruh tubuh, batuk tidak berdahak, dan pilek. Harapan Kekhawatiran : Keluhan bisa sembuh. : ibu pasien khawatir pasien dapat menularkan penyakitnya ke teman-teman bermainnya.

Aspek II (Aspek Klinis) 1. Varicella zoster virus. 2. Rhinofaringitis akut viral.

Aspek III (Resiko internal) 1. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. 2. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar. 3. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya.

Aspek IV (Aspek Psikososial Keluarga) 1. Lingkungan rumah pasien sangat padat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 2. Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali paman, dalam 1 ruangan. 3. Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh.

Aspek V (Skala fungsional) Skala 2 (Masih mampu melakukan kegiatan sehari-hari di dalam rumah dengan sedikit bantuan).

5) Rencana Penatalaksanaan Pasien

No 1

Kegiatan Aspek personal

Sasaran

Waktu

Hasil yang Diharapkan

Keterangan

Ibu khawatir pasien

pasien
Saat di Pasien Keluarga mengerti Memberikan informasi cara penularan penyakit cacar air.

dapat

menularkan penyakitnya ke teman-teman bermainnya


2 Aspek Klinis

puskesm mengenai penyakit as yang diderita pasien

Pasien meminum obat Pasien 1 Bulan secara teratur dan memberikan bedak salisil jika terasa gatal.

Menjelaskan kepada ibu pasien mengenai mengenai cara kerja obat yang diminum serta yang harus dilakukan jika bintikbintik terasa gatal.

Varicella zoster virus

Jika bintik-bintik tersebut telah mengering, jangan digaruk.

Menggunting kuku agar jika tidak sengaja tergaruk tidak menimbulkan infeksi sekunder.

Jaga anak dari temanteman bermainnya yang belum terkena cacar.

10 Medikamentosa : Acyclovir 2 x 200mg Paracetamol Syr 3 x 1 cth Salicyl talk No. I PK No. I Pasien meminum obat Rhinofaringitis akut viral Pasien 1 Minggu secara teratur dan kontrol kembali jika tidak ada perbaikan atau terdapat sesak nafas. - Konseling mengenai

komplikasi dan faktor resiko. - Non medikamentosa: Banyak minum air putih hangat dan kurangi

minum air dingin. - Medikamentosa: CTM 3 x tablet GG 3 x tablet 3 Aspek internal - Keluarga pasien Pasien keluarga 2 Minggu mengerti mengenai penyakit yang dialami oleh anaknya. - Tahu bagaimana cara mencegahnya agar tidak menjadi lebih berat. - Tahu bagaimana mencegah terjadinya penularan. - Menjelaskan mengenai varicella zoster virus dan komplikasinya yang mungkin terjadi jika terkena pada saat dewasa.

Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang.

Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar
Pasien keluarga 1 Minggu

- Pasien dipisahkan tempat tidurnya sampai krusta hiperpigmentosanya mengelupas. - Keluarga pasien menjaga kondisi

Memberikan

konseling

kepada keluarga pasien mengenai pentingnya

mencegah penularan.

11 tubuh agar tidak terjadi komplikasi.

Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anakanak lainnya
Pasien 2 Minggu

Pasien dapat menahan diri untuk tidak banyak bermain di luar terutama saat telah berubah menjadi krusta hiperpigmentosa.

Konseling keluarga pasien mengenai prinsip penularan VZV, dan dampak yang akan dialami jika tidak dicegah penularannya.

Aspek Psikososial Seluruh anggota 2 Minggu Pasien mengerti mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya preventif dalam mencegah penyakit. Konseling dan motivasi untuk melakukan upaya preventif dalam pola hidup bersih dan sehat.

Lingkungan rumah sangat sehingga mudah terjadi penularan penyakit

pasien keluarga padat

- Konseling dan motivasi

Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali Paman, dalam 1 ruangan

Seluruh anggota keluarga

4 Minggu Keluarga pasien mau dan bersedia untuk memisahkan antara ruangan tidur untuk anak dan orang tua. Adik kandung ayah pasien mau dan bersedia untuk mulai membiasakan diri hidup terpisah.

mengenai pentingnya pemisahan ruangan antara anak dan orang tua sebagai bagian dari pembelajaran kedewasaan dan pemberian ruang pribadi bagi orang tua. - Konseling dan motivasi mengenai pentingnya menikah dan berkeluarga kepada adik kandung ayah pasien

12 serta menjalani kehidupan terpisah layaknya manusia dewasa.

Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh


Seluruh anggota keluarga 4 Minggu

Seluruh anggota keluarga bersedia dan mau melakukan perawatan kesehatan jika harus walaupun tempat pelayanan kesehatan cukup jauh.

Konseling dan motivasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan tidak membiarkan penyakit secara berlarutlarut (mencegah penyakit sebelum terjadi komplikasi).

Persetujuan I (Dokter PJ Klinik) Tanda Tangan : Nama Jelas Tanggal : dr. Herqutanto, MPH, MARS :

6) Tindak Lanjut dan Hasil Intervensi

Tanggal

Intervensi yang Dilakukan, Diagnosis Holistik, dan Rencana Selanjutnya Intervensi :

Kedatangan pertama, 20-07-2011 di

Anamnesis Keluhan terdapat bintik-bintik merah di seluruh tubuh, batuk tidak berdahak, dan pilek.

13

Puskesmas Kecamatan Johar Baru

Pemeriksaan fisik Faring : hiperemis (+) UKK : - papul miliar sirkumskrip generalisata - vesikel miliar sirkumskrip generalisata

Diagnosis Holistik Aspek I (Aspek Personal) Keluhan : bintik-bintik merah di seluruh tubuh, batuk tidak berdahak, dan pilek. Harapan Kekhawatiran : Keluhan bisa sembuh. : ibu pasien khawatir pasien dapat menularkan penyakitnya ke teman-teman bermainnya.

Aspek II (Aspek Klinis) 1. Varicella zoster virus. 2. Rhinofaringitis akut viral. 4 468

Aspek III (Resiko internal) 1. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. 2. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar. 3. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya.

Aspek IV (Aspek Psikososial Keluarga) 1. Lingkungan rumah pasien sangat padat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 2. Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali paman, dalam 1 ruangan. 3. Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh.

Aspek V (Skala fungsional)

14

Skala 2 (Masih mampu melakukan kegiatan sehari-hari di dalam rumah dengan sedikit bantuan).

Tatalaksana Non-medikamentosa : 1. Konseling mengenai kemungkinan penyakit pasien. 2. Menjelaskan mengenai pentingnya menjaga agar penyakit ini tidak lagi ditularkan ke anggota keluarga yang lain dan lingkungan sekitar. 3. Konseling mengenai pentingnya menggunting kuku agar tidak terjadi infeksi sekunder saat tergaruk. 4. Konseling mengenai pentingnya menjaga kebersihan pakaian agar tidak bertambah gatal.

Medikamentosa : Acyclovir 3 x 200 mg Paracetamol syr 3 x 1 cth (jika demam) CTM 3 x tablet GG 3 x tablet PK No. I Salicyl talk No. I

Rencana Selanjutnya Kontrol 1 minggu lagi (27 April 2011). Tindak lanjut I, 28-07-2011 di rumah pasien Pemeriksaan fisik Faring : hiperemis (-) Intervensi : Reanamnesis Keluhan bintik-bintik merah di badan sudah mengering tergantikan bercak-bercak kehitaman, batuk dan pilek telah mengalami perbaikan.

15

Krusta hiperpigmentosa sirkumskrip generalisata

Diagnosis Holistik Aspek I (Aspek Personal) Keluhan Harapan : bercak kehitaman di badan. : Keluhan bisa sembuh.

Kekhawatiran : Takut menimbulkan bekas yang sulit hilang.

Aspek II (Aspek Klinis) 1. Varicella zoster virus. 2. Rhinofaringitis akut viral dengan perbaikan.

Aspek III (Resiko internal) 1. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. 2. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar. 3. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya. Aspek IV (Aspek Psikososial Keluarga) 1. Lingkungan rumah pasien sangat padat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 2. Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali paman, dalam 1 ruangan. 3. Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh. Aspek V (Skala fungsional) Skala 1 (Mampu melakukan pekerjaan sehari-hari di dalam dan luar rumah).

Tatalaksana Non-medikamentosa : 1. Konseling keluarga pasien mengenai dampak yang akan terjadi jika pasien tidak minum obat secara teratur. 2. Konseling mengenai pentingnya minum obat teratur.

16

3. Memotivasi ibu pasien untuk menjaga pasien agar tidak menularkan ke teman-teman bermainnya. 4. Konseling keluarga pasien untuk mencoba melakukan pemisahan ruangan tidur antara anak dan orang tua. 5. Menjelaskan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan rumah. 6. Menggunting kuku agar ketika tergaruk tidak timbul infeksi sekunder.

Medikamentosa : Acyclovir 3 x 200 mg Paracetamol syr 3 x 1 cth (Jika demam) CTM 3 x tablet GG 3 x tablet PK I Salicyl talk I

Rencana Selanjutnya : Melihat perkembangan dari tata laksana non medika mentosa

Tindak lanjut II, 01-08-2011 di rumah pasien

Intervensi : Reanamnesis Bercak-bercak kehitaman di tubuh sudah berkurang, batuk dan pilek membaik.

Pemeriksaan fisik Faring : hiperemis (-) Krusta hiperpigmentosa sirkumskrip generalisata

Aspek I (Aspek Personal) Keluhan : bercak-bercak kehitaman di tubuh. Harapan : Keluhan bisa sembuh.

Kekhawatiran : Takut bercak tersebut dapat menimbulkan bekas luka.

17

Aspek II (Aspek Klinis) 1. Varicella zoster virus dengan perbaikan. 2. Rhinofaringitis akut viral dengan perbaikan.

Aspek III (Resiko internal) 1. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. 2. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar. 3. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya.

Aspek IV (Aspek Psikososial Keluarga) 1. Lingkungan rumah pasien sangat padat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 2. Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali Paman, dalam 1 ruangan. 3. Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh.

Aspek V (Skala fungsional) Skala 1 (Mampu melakukan pekerjaan sehari-hari di dalam dan luar rumah).

Tata Laksana Non-medikamentosa : 1. Konseling mengenai pentingnya menggunting kuku dan menjaga

kebersihan pakaian pribadi. 2. Memotivasi ibu pasien untuk menjaga pasien agar tidak menularkan ke teman-teman bermainnya. 3. Konseling keluarga pasien untuk mencoba melakukan pemisahan ruangan tidur antara anak dan orang tua. 4. Menjelaskan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan rumah.

18

Medikamentosa : Acyclovir 3 x 200 mg Paracetamol syr 3 x 1 cth (Jika demam) CTM 3 x tablet GG 3 x tablet PK I Salicyl talk I

7) Kesimpulan Penatalaksanaan Pasien dalam Binaan Pertama

Diagnosis Holistik pada saat berakhirnya pembinaan pertama Aspek I (Aspek Personal) Keluhan Harapan : bercak-bercak kehitaman di tubuh. : Keluhan bisa sembuh.

Kekhawatiran : Takut bercak tersebut dapat menimbulkan bekas luka. Aspek II (Aspek Klinis) 1. Varicella zoster virus dengan perbaikan. 2. Rhinofaringitis akut viral dengan perbaikan.

Aspek III (Resiko internal) 1. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. 2. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar. 3. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya.

Aspek IV (Aspek Psikososial Keluarga) 1. Lingkungan rumah pasien sangat padat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 2. Pasien tidur bersama dengan 1 keluarga, kecuali paman, dalam 1 ruangan. 3. Jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh.

19

Aspek V (Skala fungsional) Skala 1 (Mampu melakukan pekerjaan sehari-hari di dalam dan luar rumah). Faktor pendukung terselesaikannya masalah 1. Keluarga pasien bersifat terbuka dalam menerima informasi sehingga dapat menerima konseling pembina dengan baik. 2. Dukungan dan perhatian keluarga yang baik dalam tatalaksana penyakit pasien. Faktor penghambat terselesaikannya masalah 1. Tingkat pemahaman keluarga pasien yang rendah karena tingkat pendidikan SLTA dan SLTP. 2. Pasien berada pada masa mengenal dunia luar dan sedang aktif bermain, sehingga sulit untuk menjaga agar pasien tidak menulari teman bermainnya. 3. Keadaan finansial pasien dan keluarga yang terbatas sehingga dapat menjadi kendala dalam kontinuitas pengobatan selanjutnya. Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya 1. Evaluasi perkembangan penyakit pasien. 2. Evaluasi perubahan gaya hidup (pemisahan ruangan tidur antara anak dengan orang tua serta pola hidup bersih dan sehat).

Persetujuan II (Dokter PJ Klinik) Tanda Tangan : Nama Jelas Tanggal : dr. Herqutanto, MPH, MARS :

20

BERKAS KELUARGA BINAAN Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan No Berkas No Rekam Medis Nama Pembina : Puskesmas Kecamatan Johar Baru :1 : 8472/10 : Inggrita Wisnuwardani dan Dini Rafida

Alasan untuk dilaksanakan pembinaan keluarga pada keluarga ini: Pasien menderita varicella zoster virus namun tidak memahami tentang varicella zoster virus, komplikasi serta penatalaksanaannya yang dalam tatalaksananya memerlukan peran serta dan dukungan keluarga dan terdapat perilaku dalam keluarga yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit pasien sehingga perlu intervensi untuk mengoptimalkan tatalaksana varicella zoster virus pada pasien serta keluarga yang masih bersifat kuratif. Pelaku rawat/contact person/significant other dari pasien adalah : Ny. Yukielie, hubungan dengan pasien : ibu kandung pasien. Data Demografi Keluarga Alamat : Jl Tanah Tinggi RT 11/RW 03

Tabel 1. Anggota keluarga yang tinggal serumah atau yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga

No

Nama

Kedudukan dalam keluarga Kepala Keluarga Istri

Gender

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Ket tambahan

Tn. Tjin Aho Ny. Yukielie An. Vellicia Maureen An. Sheila Angeline Tn. Tjin Atsing

Laki-laki

38 tahun 36 tahun

SLTP

Buruh pabrik Ibu rumah tangga

Sehat Menderita sakit yang sama

Perempuan

SLTA

Anak kandung

Perempuan

6 tahun

SD

Pelajar

Sehat

Anak kandung Adik kandung

Perempuan

4,7 tahun 28 tahun

TK

Pelajar Buruh pabrik

Pasien Menderita penyakit yang sama

Laki-laki

SLTA

21

Diagram genogram

TAM (68)

LT (70)

TY (75)

E (68)

TAM (45) TTZ (40)

TAH (38) TAT (28)

GM (43)

E (40)

Y (36) TY (31) JY (27) CM (23)

Perempuan Laki-laki

VM (6)

SA (4)

Pasien Meninggal Tinggal Serumah

Menderita sakit yang sama


Bagan 2. Genogram

22

Data Dinamika Keluarga Bentuk keluarga extended. Tahapan siklus hidup keluarga dengan anak usia sekolah

Tn. Ah

Ny. Y

An. M Keterangan gambar Perempuan Laki-laki Hubungan antara anggota keluarga baik

Tn. At

Hubungan antara anggota keluarga sangat dekat


Bagan 3. Hubungan antar anggota keluarga

Tabel 6. Fungsi-fungsi dalam keluarga Kesimpulan Pembina untuk fungsi kelurga yang bersangkutan

Fungsi keluarga Biologis Komponen

Penilaian penilaian

yang Berdasarkan

penilaian

terhadap

Adalah sikap dan perilaku keluarga digunakan disesuaikan dengan komponen pada keluarga, maka selama ini dalam menghadapi risiko tahapan siklus keluarga saat ini. Pembina dapat menyimpulkan

masalah biologis, pencegahan, cara Sesuaikan pula bila keluarga apakah fungsi biologis keluarga ini mengatasinya dan beradaptasi memiliki lebih dari satu tahapan. berjalan dengan baik, atau memiliki

dengan masalah biologis (masalah Pasien infeksi yang saat ini kelemahan, atau disfungsi (telah fisik jasmaniah) terdapat pada keluarga dialami ada dampaknya dalam keluarga). oleh pasien, ibu kandung pasien, Tuliskan pula keterangan tambahan dan paman pasien. Ibu kandung yang pasien selalu mendampingi Pembina. - Kebiasaan masih berobat bersifat keluarga kuratif, memperjelas penilaian

pasien berobat. Anggota keluarga yang lain tidak ikut mendampingi

23 namun peduli dengan sedangkan pencegahan masih kurang

perkembangan kesehatan pasien. Psikologis Adalah sikap dan perilaku keluarga Komponen selama ini dalam penilaian

yang Fungsi psikologis cukup baik

membangun digunakan biasanya merupakan yang seperti dilakukan rutinitas

hubungan psikologis internal antar kebiasaan anggota kelurga. Termasuk dalam keluarga,

hal memelihara kepuasan psikologis menjaga kpamanunikasi anggota seluruh anggota keluarga dan keluarga, dsb dalam - Hubungan antara pasien dengan anggota dekat, keluarganya terutama cukup dengan

manajemen

keluarga

menghadapi masalah psikologis

ayahnya. Kedekatan pasien di rumah sering bersama dengan seluruh anggota keluarga yaitu ayah, ibu, kakak, dan paman. Sosial Adalah sikap dan perilaku keluarga Komponen selama ini dalam mempersiapkan digunakan penilaian adalah yang Fungsi sosial keluarga cukup baik jenjang

anggota keluarga untuk terjun ke pendidikan formal, pendidikan tengah masyarakat termasuk di informal yang pernah diikuti, dengan keaktifan masyarakat dalam

dalamnya pendidikan formal dan hubungan informal untuk dapat mandiri. sekitar,

berorganisasi, riwayat pekerjaan, dsb. - Pasien mengenyam pendidikan baik formal, maupun informal. Pasien sedang berada dalam tahapan belajar menulis dan membaca. Sedangkan untuk

kakak kandung pasien adalah SD, sedangkan untuk ayah kandung terakhirnya pendidikan adalah SLTP,

24 sedangkan untuk ibu kandung dan paman kandungnya

pendidikan terakhirnya adalah SLTA. Pasien dan keluarga mengenal cukup baik warga disekitarnya dengan baik

dikarenakan lingkungan rumah yang sangat padat. Pasien dan keluarga turut berperan dalam berbagai aktivitas sosial di lingkungan rumah. Ekonomi& Pemenuhan Kebutuhan Adalah sikap dan perilaku keluarga Pemenuhan kebutuhan keluarga Fungsi ekonomi dan kebutuhan selama ini dalam usaha pemenuhan pasien dari pendapatan kepala sehari-hari cukup kebutuhan primer kebutuhan primer, sekunder dan keluarga yang bekerja sebagai tercukupi tersier. buruh penghasilan kurang pabrik, perbulan Rp dengan sebesar 1.500.000

lebih

sedangkan untuk ibu kandung pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga. umumnya kebutuhan Pendapatan digunakan primer mereka untuk

sehari-hari,

tidak ada dana khusus untuk kesehatan.

25

Data Risiko Internal Keluarga


Tabel 7. Perilaku kesehatan keluarga

Perilaku Kebersihan lingkungan


Apakah penampilan individual dan lingkungan bersih terawat, bagaimana kebiasaan perawatan kebersihannya

Sikap & perilaku keluarga yang menggambarkan perilaku tsb dan


- Higiene anggota keluarga cukup baik. - Higiene pasien cukup baik - Lingkungan kurang bersih dan tidak tertata rapi. - Lingkungan rumah sangat padat. - Tidak ada pembagian kerja dalam upaya menjaga kebersihan.

Kesimpulan Pembina untuk perilaku ybs

pribadi

- Kebersihan pribadi pasien cukup baik. - Kebersihan kurang terjaga. lingkungan

Pencegahan spesifik Termasuk perilaku imunisasi anggota keluarga, ANC, gerakan pencegahan penyakit lain yang telah dianjurkan (baik penyakit menular maupun tidak menular) - Kebiasaan berobat masih kuratif. - Berobat jika ada keluhan. - Saat ibu kandung pasien hamil periksa ke bidan rutin 1x setiap bulannya, akan tetapi pasien tidak di imunisasi secara lengkap. - Sedangkan saat hamil kakak - Perilaku berobat masih bersifat kuratif.

pasien, ibu kandung pasien juga rutin memeriksakan kehamilannya 1x setiap bulan ke bidan dan anaknya mendapat imunisasi dasar lebih adiknya. Gizi keluarga Pengaturan makanan keluarga mulai cara pengadaan, kuantitas dan
Pemenuhan makanan Kebutuhan keluarga dilakukan oleh ibu kandung cukup. pasien. Pemenuhan makanan dengan kebutuhan

lengkap

dibandingkan

gizi

keluarga

26

kualitas makanan serta perilaku terhadap diet yang dianjurkan bagi penyakit tertentu pada anggota keluarga.

cara memasak makanan terkadang juga membeli lauk di warteg dekat rumah. Menu makanan cukup baik dengan adanya karbohidrat berupa nasi putih, berbagai macam menu sayur-mayur yang dimasak tidak begitu lama dengan ditumis atau dimasak bening, daging merah, kebutuhan protein didapat dari tempe dan tahu yang digoreng serta ikan segar. Penggunaan minyak goreng 2-3 kali pemakaian. Konsumsi buah terhitung cukup. Pasien menyukai makanan yang manis, camilan. kurang sayur, gurih, dan

- Perkembangan jasmani & rohani Asah, asih, asuh baik : sering berdoa ke wihara. - Gangguan tumbuh kembang tidak ada. - Kasih sayang cukup. Kesehatan reproduksi Generasi I : baik Generasi II : baik latihan jasmani/aktivitas fisik Generasi I, II, dan III : aktivitas Aktivitas jasmani kurang. olahraga jarang. Penggunaan pelayanan kesehatan Semua anggota keluarga hanya Kurang, pemanfaatan datang ke pusat pelayanan pelayanan kesehatan hanya bersifat kuratif. dan perilaku Kesehatan reproduksi baik. Baik.

kesehatan saat ada keluhan/ kuratif. Kebiasaan/perilaku lainnya yang buruk untuk kesehatan

Tidak ada yang minum alkohol, Kebiasaan merokok, begadang jarang.

buruk tidak ada.

27

Data Sarana Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Kehidupan keluarga


Tabel 8. Faktor Pelayanan kesehatan

Faktor Pusat pelayanan kesehatan yang digunakan keluarga

Keterangan Rumah sakit, Puskesmas, Posyandu, Praktik dokter spesialis

Kesimpulan pembina Jarak ke pelayanan kesehatan cukup jauh 2 km ke Puskesmas Kecamatan Johar Baru. Tarif kesehatan masih terjangkau.

Cara mencapai pusat pelayanan kesehatan tersebut Tarif pelayanan kesehatan tersebut dirasakan Kualitas pelayanan kesehatan tersebut

Diantar oleh ibu kandung pasien Terjangkau

Hal ini tidak mendorong pasien untuk kontrol teratur.

Baik

Tabel 9. Tempat tinggal

Kepemilikan rumah : milik sendiri. Daerah pemukiman : padat sedikit kotor. Karakteristik rumah Luas rumah : 9 x 3 m2 Jumlah orang dalam satu rumah : 5 orang Luas halaman rumah - m2 Lantai rumah : keramik Dinding rumah : tembok dan triplek Penerangan didalam rumah : listrik, jendela Ventilasi : rumah lembab, terdapat kipas angin untuk bantuan ventilasi di dalam rumah Kebersihan didalam rumah : cukup baik Tataletak barang dalam rumah : tidak tertata dengan baik, barang-barang menumpuk Sumber air : air minum, air cuci dan masak Kesimpulan Pembina Lingkungan rumah terbilang padat, kondisi rumah cukup bersih akan tetapi kurang ventilasi, jumlah kamar tidak sesuai dengan jumlah penghuni rumah. Luas rumah sudah cukup sesuai dengan jumlah penghuni rumah.

28

berasal dari PAM. Kamar mandi keluarga ada 2 buah, satu buah di tiap lantai, ukuran 2 x 2 m2 Jamban ada, tanpa pegangan, dan bentuk jamban jongkok Limbah dialirkan ke got, tidak ada tempat sampah diluar rumah tapi di dalam rumah, kesan kurang. kebersihan lingkungan pemukiman

Denah Rumah Lantai I

U
Tangga
Rak Piring

Lemari TV
Tempat tidur

9m

Lantai II
Tempat tidur

4m

3m
Gambar 1. Denah Rumah

3m

29

Diagnosis Keluarga dan Lingkungan Masalah Internal Keluarga 1. Masalah biologis : Pasien menderita varicella zoster virus dan rhinofaringitis akut viral. 2. Masalah psikologis : keluarga pasien kurang memperhatikan kebersihan lingkungan rumah. 3. Masalah psikososial : orang tua pasien hanya mengenyam tingkat pendidikan SLTP dan SLTA sehingga pemahaman tentang penyakit pasien tidak begitu baik. 4. Masalah ekonomi dan pemenuhan kebutuhan : keluarga pasien tidak memiliki alokasi dana khusus untuk kesehatan keluarga. 5. Masalah perilaku kesehatan keluarga : keluarga pasien mempunyai perilaku kesehatan yang bersifat kuratif. Masalah Eksternal Keluarga Lingkungan rumah : lingkungan rumah terbilang padat, kondisi rumah lembab dan kurang ventilasi.

Skor

Kemampuan

Keluarga

dalam

penyelesaian

masalah

dan

rencana

penatalaksanaaannya Tanggal 28 Juli 2011 dan 1 Agustus 2011 dilakukan kunjungan ke rumah pasien untuk mendeteksi faktor-faktor dan risiko yang berkaitan dengan masalah fisik, psikososial, dan lingkungan keluarganya serta melakukan edukasi dan motivasi kepada anggota keluarga yang lain sehingga dapat ikut serta dalam penatalaksanaan pasien secara menyeluruh. (Tabel terlampir) Penilaian kemampuan mengatasi masalah secara keseluruhan dan kemampuan adaptasi dengan skala : Skor 1 Skor 2 : Tidak dilakukan, keluarga menolak, tidak ada partisipasi. : Keluarga mau melakukan tapi tidak mampu, tak ada sumber (hanya keinginan), penyelesaian masalah dilakukan sepenuhnya oleh provider. Skor 3 : Keluarga mau melakukan namun perlu penggalian sumber yang belum

dimanfaatkan, penyelesaian masalah dilakukan sebagian besar oleh provider. Skor 4 : Keluarga mau melakukan namun tak sepenuhnya masih tergantung pada upaya provider. Skor 5 : Dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga.

30

Tindak Lanjut dan Hasil Intervensi


Tabel 2 Tindak Lanjut dan Hasil Intervensi

Tanggal

Intervensi yang dilakukan, kemajuan masalah kesehatan keluarga, kesesuaian dengan hasil yang diharapkan dan rencana selanjutnya 1. Perkenalan dengan pasien dan keluarga serta membina raport.

Kedatangan pertama, 20 7 2011 Di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Tindak lanjut I, 28 07 2011 Di rumah pasien

2. Pengumpulan data melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan penegakkan diagnosis. 3. Permintaan persetujuan untuk melakukan intervensi masalah pasien dan keluarga. 4. Permintaan persetujuan untuk melakukan kunjungan rumah.

Kegiatan yang dilakukan : 1. Mengumpulkan data pasien dan keluarga termasuk data demografi, fungsi keluarga, data risiko internal keluarga, data sarana pelayanan kesehatan dan lingkungan kehidupan keluarga untuk mengisi berkas keluarga. 2. Konseling mengenai penyakit pasien, penatalaksanaanya dan

komplikasi serta pentingnya mencegah penularan dan pengobatan yang rutin dalam tatalaksana penyakit pasien. 3. Konseling pasien agar minum obat secara teratur. 4. Konseling mengenai pola makan yang teratur dan bergizi. 5. Konseling dan motivasi untuk melakukan upaya preventif dalam penanganan penyakit. 6. Konseling dan motivasi untuk belajar menabung untuk dana khusus kesehatan dengan cara menyisihkan sejumlah uang misal Rp. 1000 setiap harinya dan hanya bisa dipergunakan untuk keperluan kesehatan. Hasil intervensi : Ibu kandung pasien mengerti mengenai penyakit pasien,

penatalaksanaannya dan komplikasi serta pentingnya mencegah penularan dalam tatalaksana penyakitnya.

31

Tindak lanjut II 01-08-2011 Di rumah pasien

Kegiatan yang dilakukan : 1. Konseling dan motivasi untuk menjaga diri dan pasien agar tidak menularkan penyakitnya ke orang lain. 2. Konseling dan memotivasi untuk belajar menabung untuk dana khusus kesehatan dengan cara menyisihkan sejumlah uang misal Rp. 1000 setiap harinya dan hanya bisa dipergunakan untuk keperluan kesehatan. 3. Konseling mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, rumah, dan lingkungan sekitar rumah. 4. Konseling untuk mulai memisahkan ruangan tidur antara anak dengan orang tua.

Hasil Intervensi : 1. Pasien sudah minum obat secara teratur dan kontrol ke klinik yang dekat dengan rumahnya. 2. Pasien sudah melaksanakan anjuran pembina dalam hal mengurangi makanan camilan yang dibeli di warung. 3. Keluarga pasien sudah mulai membiasakan pola gaya hidup bersih dan sehat. 4. Keluarga pasien belum dapat menabung untuk dana khusus kesehatan karena habis dipakai untuk keperluan sehari-hari. 5. Keluarga pasien belum dapat melakukan pemisahan ruangan tidur dikarenakan ruangan rumah yang terbatas dan anak-anak belum bersedia dipisah.

32

Kesimpulan Pembinaan keluarga pada pembinaan keluarga saat ini

Tabel 11. Kesimpulan Pembinaan keluarga pada pembinaan keluarga saat ini

Masalah Kesehatan pada Saat Berakhirnya pembinaan pertama Masalah Internal Keluarga Masalah biologis Pasien menderita varicella zoster virus dan rhinofaringitis viral. Masalah psikologis : keluarga pasien kurang memperhatikan gaya hidup bersih dan sehat. Masalah psikososial : orang tua pasien hanya mengenyam tingkat pendidikan sampai SLTP dan SLTA sehingga pemahaman tentang penyakit pasien tidak begitu baik. Masalah ekonomi dan pemenuhan kebutuhan : keluarga pasien tidak memiliki alokasi dana khusus untuk kesehatan keluarga. Masalah perilaku kesehatan keluarga : keluarga pasien mempunyai perilaku kesehatan yang bersifat kuratif.

Masalah Eksternal Keluarga Lingkungan rumah : lingkungan rumah terbilang padat, kondisi rumah lembab dan kurang ventilasi. Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah Kesehatan Keluarga Keluarga pasien bersifat terbuka dalam menerima informasi sehingga dapat menerima konseling pembina dengan baik. Dukungan dan perhatian keluarga pasien yang baik dalam tatalaksana penyakit pasien. Faktor Penghambat terselesaikannya Masalah Kesehatan Keluarga Tingkat pemahaman pasien yang kurang karena pendidikan yang dianut terakhir. Keadaan finansial keluarga pasien yang terbatas sehingga dapat menjadi kendala dalam kontinuitas pengobatan selanjutnya. Lingkungan rumah yang sangat padat. Rencana Pembinaan Keluarga Selanjutnya Follow up untuk pasien dan keluarga dilakukan dengan segera tanpa putus sehingga

33

dapat dipantau dengan baik. Evaluasi kebutuhan dan dosis obat varicella zoster virus dan rhinofaringitis viral terhadap perkembangan penyakit pasien. Evaluasi perubahan gaya hidup (pemisahan ruangan tidur antara orang tua dengan annak dan pola gaya hidup bersih dan sehat).

Persetujuan Pembimbing Studi Kasus Tanda Tangan : Nama Jelas Tanggal : dr. Herqutanto, MPH, MARS :