Anda di halaman 1dari 10

MODUL PENGANGGARAN PERUSAHAAN

Mata Kuliah Materi Dosen Semester Pertemuan

: Penganggaran Perusahaan : Forecast Penjualan / Pendapatan : Diah Fistiani S, ST, MM, AFP : Genap. : 2 (kedua)

Th. Akademik : 2010 / 2011.

Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami metode ramalan penjualan / pendapatan dan mampu menghitung ramalan penjualan / pendapatan.

Daftar Materi Pembahasan :  Pengertian forecast penjualan   Metode-metode yang digunakan Pemilihan metode yang terbaik untuk diterapkan

Program Kuliah Kelas Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Jakarta 2011

‘11

1

Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S, ST. MM. AFP

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . MM. METODE-METODE FORECASTING Metode yang digunakan dalam membuat ramalan jualan: 1. Ramalan Penjualan adalah : merupakan proses aktivitas memperkirakan produk yang akan dijual dimasa mendatang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi. Metode Kualitatif Peramalan yang dibuat dengan menggunakan metode pendapatan para tenaga penjualan.FORECAST PENJUALAN / PENDAPATAN DEFINISI Ramalan (Forecasting) Adalah proses aktivitas memperkirakan keadaan yang akan terjadi dimasa lalu. Ramalan Penjualan mempengaruhi pengambilan keputusanatau perumusan kebijaksanaan dalam hal: • • • • • • Perencanaan Produksi Kebijaksanaan persediaan barang jadi Penggunaan mesin-mesin Investasi dalam aktiva tetap Rencana pembelian bahan mentah atau pembantu Rencana aliran kas. Terdiri dari: ‘11 2 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. ST. Menjual / Jualan (Sale) Adalah aktivitas menyerahkan sesuatu (produk berupa barang atau jasa) kepada pembeli (konsumen) dengan harga tertentu.

Kekurangannya: a.- metode pendapatan para tenaga penjualan: menekankan pertimbangan dan keahlian dari tenaga penjual. Ramalan dibuat oleh individu yang terdekat dengan pelanggan c. Kelebihannya: a. dari bawah ke atas sangat ditekankan. Kelebihannya: a. Rencana awalnya disetujui oleh orang yang bertanggung jawab untuk tercapainya target penjualan. ekonomis Kekurangannya: a. Tenaga penjual bisa terlalu optimis atau pesimis guna Metode ini terbatas pada peramalan taktis jangka melindungi diri sendiri dari target penjualan. langsung c. b. pendek - Metode pendapat para manajer devisi penjualan: menekankan pertanggung jawaban dari manajer penjualan daerah atau produk yang didasarkan pada survei informal dari pelanggan utama perusahaan. Kekurangannya: Digunakan untuk ramalan jualan jangka pendek. Dalam hal ini partisipasi tinggi. Menanamkan tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap perusahaan b. Memerlukan pengalaman khusus dan pengetahuan yang luas ‘11 3 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. ST. - Metode pendapat eksekutif: peramalan dibuat berdasarkan pertimbangan kombinasi atau pendapat dari eksekutif tingkat atas dalam perusahaan. b. Kelebihannya: a. sederhana b. MM. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . sehingga dapat mengabaikan pemaksimalan laba jangka panjang. Berguna dalam situasi jumlah pelanggan terbatas. Dapat digunakan secara luas oleh perusahaan dari semua ukuran.

Metode Distribusi Probabilitas. serta inovasi dan produk campuran. dan titik tengah dari kelas interval tersebut dipilih sebagai nilai kelas interval masing-masing. Ramalan jualan baik strategis maupun taktis harus mencakup keputusan sementara tentang jalur produk baru yang akan diperkenalkan. setelah itu memilih angka tertentu untuk membuat kelas interval. metode distribusi probabilitas. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Digunakan untuk meramalkan jualan dengan cara menaksir variasi produk yang akan dijual. 2. Metode Analisis Lini Produk. perusahaan. jalur produk lama yang akan dihapus. ‘11 4 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. - Metode pendapat para pakar: peramalan yang dibuat berdasarkan pendapat para ahli dibidang penjualan. artinya lebih mengandalkan orangnya daripada data yang mendukung pendapat orang tersebut. departemen negara atau organisasi tertentu dengan menggunakan metode sampling. MM.b. Metode Kuantitatif Peramalan yang dibuat menggunakan metode analisis lini produk. analisis tren dan analisis regresi. Kelebihannya: Bersifat obyektif Kekurangannya: Yang diteliti hanya sampel bukan keseluruhan konsumen sehinggahasilnya berupa taksiran saja. - Metode pendapat dari survei konsumen: peramalan dibuat berdasarkan data yang diperoleh melalui survei dengan sasaran berupa individu. ST. Kelebihannya: Mudah dilakukan Kekurangannya: Bersifat subyektif. Menghasilkan ramalan yang kurang ilmiah. rumah tangga.

Analisis regresi terdiri atas regresi sederhana dan regresi berganda. ANALISIS TREN GARIS LURUS Tren merupakan gerakan lamban jangka panjang dan senderung menuju ke satu arah (menaik atau menurun) dalam suatu runtut waktu. Analisis Tren garis lurus / linear terdiri dari: a.Kelebihan metode ini adalah adanya nilai tunggal pada nilai yang diharapkan dan distribusi probabilitas itu sendiri mudah dikerjakan. Rumus yang digunakan: Y = b = n ∑X2 . Metode Analisis Tren Salah satu metode statistik yang mudah digunakan dalam meramalankan (jualan). MM.∑X ∑Y ‘11 5 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Metode Kuadrat Terkecil.(∑X)2 ∑Y a = n Keterangan: Y = Nilai trend periode tertentu (variable terikat) X = Nilai variable bebas a = Nilai trend periode dasar (nilai konstan) b = Koefisien arah regresi b n ∑X a + bX n ∑XY . ST. dan tren bukan garis lurus Metode Analisis Regresi Metode analisis ini juga sering dipakai untuk meramalkan jualan. Kekurangannya adalah lebih bergantung pada taksiran manajemen dalam penentuan besarnya nilai probabilitas. Analisis tren terdiri dari tren garis lurus atau linear.

Tren Garis Lengkung (Parabola). Metode Momen. ST. Adalah tren yang nilai variabel terikatnya naik atau turun bukan garis lurus (melengkung).n = banyaknya data b. MM. Persamaan Tren parabola kuadrat: Y = a + bX + c (X)2 2. Tren Eksponensial. Rumus yang digunakan: Y = a + + bX b ∑X b ∑X2 ∑Y = n a ∑XY = a ∑X + Keterangan: Y = Nilai trend periode tertentu (variable terikat) X = Nilai variable bebas a = Nilai trend periode dasar (nilai konstan) b = Koefisien arah regresi n = banyaknya data ANALISIS TREN BUKAN GARIS LURUS Terdiri dari: 1. Adalah Tren yang nilai variabel bebasnya naik secara berlipat ganda ( bukan garis lurus). Tren Eksponensial sering digunakan untuk meramalkan: Jumlah penduduk Hasil Produksi Hasil Penjualan atau Kejadian yang pertumbuhannya berkembang secara cepat. Persamaan yang digunakan: Y = a + bX Keterangan: ‘11 6 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

Tren Eksponensial Yang Dirubah Persamaan yang digunakan: k = Y1 .b = rata-rata kenaikan Y persatuan waktu (bulan. Analisis Korelasi adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara beberapa variabel.Y1 Y = k + abx 2 ANALISIS REGRESI SEDERHANA Analisis yang digunakan untuk menganalisa satu variabel terikat (Y) dengan menggunakan satu variabel bebas (X). Rumus yang digunakan untuk analisis korelasi: Y = a + bX n ∑XY .(∑X)2 ∑Y .Y1 b = b2 . Variabel bebas yang dipilih adalah yang mempunyai hubungan (korelasi) dengan variabel terikat. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . ST.b∑Y a = n Keterangan: ‘11 7 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S.Y2 b = Y2 .a Y2 . MM. tahub. Untuk mengetahui bahwa variabel bebas (X) yang dipilih mempunyai korelasi dengan variabel terikat (Y) dapat digunakan analisis korelasi. dsb) 3.∑X ∑Y b = n ∑X2 .1 Y3 .

MM. Rumus Koefisien Determinan: a ∑Y + b ∑XY . Rumus regresi linear berganda: Y = a0 + a1 X1 + a2 X2 Keterangan: Y a0 a1 dan a2 X1 dan X2 = variabel terikat = kontanta (intersep) dari Y = koefisien regresi parsial = dua varuabel bebas Rumus Koefisien Korelasi Berganda: R = √ R2 ‘11 8 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. Koefisien Determinan menggambarkan seberapa jauh variabilitas Y sipengaruhi oleh variabilitas X. ST. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .(∑X)2 n∑Y2 .n Y2 R = ∑Y2 n Y2 2 ANALISIS REGRESI BERGANDA Regresi yang mampu menjelaskan hubungan antara variable terikat (dependen) dengan variable bebas (independen) yang lebih dari satu.n = jumlah data yang dianalisis a = jumlah pasang observasi = nilai konstan b = koefisien regresi Rumus Koefisien Korelasi (R): n ∑XY R = n ∑X2 .(∑Y)2 ∑X ∑Y Koefisien Determinan (R2) mengukur presentase variabilitas Y yang dapat dijelaskan dengan variable bebas X.

ST. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Rumus SKP: SKP = Keterangan: X = jualan nyata Y = ramalan jualan n = jumlah data yang dianalisis -2 = 2 derajat kebebasan hilang karena dua parameter populasi sedang diramalkan dengan nilai sampel data (a dan b) √ ∑(X – Y)2 : n . MM.2 ‘11 9 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. maka dapat digunakan Standar Kesalahan Peramalan (SKP) yang terkecil.Rumus Koefisien Determinasi Berganda: ( a1 ∑X1 Y + a2 ∑X2 Y ) R = ∑Y2 2 METODE TERBAIK YANG DIGUNAKAN Untuk menentukan metode mana antara metode tren garis lurus dengan tren bukan garis lurus yang paling mendekati kesesuaian.

DAFTAR PUSTAKA 1. Drs. Penyusunan Anggaran Perusahaan. A (1989). 5. Tendi Haruman dan Sri Rahayu (2007). ST. Penerbit Harvarindo. Penerbit Graha Ilmu Bandung 2. Adi Saputro Gunawan (2001). Ahyari. Penerbit Salemba Empat Jakarta 3. Amin Widjaja Tunggal. Anggaran Perusahaan: Pendekatan Kuantitatif. Penerbit BPFE Yogyakarta 4. Anggaran Perusahaan. MBA (2009). MM. Penerbit BPFE Yogyakarta. Penganggaran Perusahaan. AFP Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Nafirin (2007). ‘11 10 Penganggaran Perusahaan Diah Fistiani S. Pokok-Pokok Budgeting. Ak.