Anda di halaman 1dari 20

Berkas Pasien Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Klinik Dokter Keluarga Kiara No Berkas : 1 No Rekam Medis : F.402.

09 Pasien Ke : 1 dalam keluarga Data Administrasi Tanggal : 15 Juli 2011 diisi oleh Nama : Shintawati R.Z & Victor Jansen NPM: 0920221113 & 0920221119 Pasien Putra Ramdhani 1th 10bl/ 08-09-2009 Kalibaru Timur V RT 7/7 Laki-laki Islam 5 Tidak Tidak Bayar sendiri Keterangan

Nama Umur / tgl. Lahir Alamat Jenis kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Status perkawinan Kedatangan yang ke Telah diobati sebelumnya Alergi obat Sistem pembayaran Data Pelayanan

Diantar oleh ibu & ayahnya

ANAMNESIS (dilakukan secara alloanamnesis dengan ibu kandung) A. Alasan kedatangan/keluhan utama Keluhan Utama : bab cair sejak 2 hari yang lalu Harapan : keluarga berharap dengan pengobatan, diare anak dapat sembuh Kekhawatiran : keluarga khawatir pasien akan menderita bab cair lebih lama/berkepanjangan. B. Keluhan lain /tambahan Batuk berdahak sejak ± 4 hari yang lalu. C. Riwayat perjalanan penyakit sekarang Pasien datang ke Klinik Dokter Keluarga dengan keluhan bab cair sejak ± 2 hari yang lalu. Hari pertama, pasien bab 4 kali dalam sehari, cair, warna kuning, berampas, tidak ada lendir dan darah. Banyaknya ± ½ gelas belimbing tiap bab. Hari kedua pada saat kedatangan (pagi) pasien sudah bab 2 kali, cair, berwarna kuning, berampas, tidak ada lendir dan darah. Banyaknya ¼ gelas belimbing tiap bab. Pasien tidak terlihat haus, air matanya masih keluar saat menangis, kulitnya tidak keriput, tidak kembung dan tidak demam. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak sejak ± 4 hari yang lalu disertai pilek berwarna putih kekuningan, kental. Demam dan nyeri tenggorokan ketika menelan tidak dirasakan. Keluhan batuk ini pernah terjadi sekitar ± 2 bulan yang lalu dan juga berobat ke Klinik Dokter Keluarga Kiara.

D. Riwayat penyakit keluarga - Riwayat kebiasaan ayah merokok. - Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien (bab cair & batuk) - Penyakit alergi disangkal. - Penyakit kencing manis, hipertensi, jantung dan TB disangkal. E. Riwayat penyakit dahulu • Riwayat penyakit yang sama, berobat ke Klinik Dokter Keluarga, diberi obat dan sembuh dalam satu bulan. • Penyakit THT (rhinofaringitis) (+) 2 bulan yang lalu. F. Riwayat psikososial Pasien berusia 1 tahun 1 bulan, saat ini belum sekolah dan merupakan anak pertama (satusatunya). Sehari-hari pasien diasuh oleh ibunya yang tinggal bersama di satu rumah. Ayah seorang wiraswasta dalam bidang ojek dan ibu seorang ibu rumah tangga. Ia dapat bercengkrama dengan orang tuanya setiap hari. Setiap sore ia juga bermain dengan anak-anak seusianya di sekitar rumah. Dalam sehari pasien makan teratur 3 kali sehari. Namun ia suka sekali jajan makanan kecil (snack dan makanan ringan lain), sehingga kadang sulit makan makanan yang ada dirumah. Ia masih mau minum susu 1-2 gelas sehari. Keluarga pasien tinggal di kawasan yang padat penduduk, interaksi dengan tetangga sekitar cukup baik. Lingkungan rumah kurang bersih, perabotan rumah tangga banyak sekali yang berdebu karena jarang dibersihkan, seprei jarang diganti, dan barang barang lain yang tidak tersusun rapi, tersebar di mana-mana. Ventilasi udara juga kurang baik, sehingga rumah menjadi lembab karena tidak ada sirkulasi udara. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan umum dan tanda-tanda vital termasuk status gizi Kesadaran : Compos Mentis Keadaan umum : Tampak sakit ringan Tinggi badan : 85 cm Berat badan : 9 kg Status gizi : Kurang (BB/U : 73% , TB/U : 100% , BB/TB : 74%) Tanda vital : Tekanan darah : Frekuensi nadi : 96 x/menit Frekuensi nafas : 28 x/menit Suhu : 36,2 oC

B. Status generalis Mata : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, tidak cekung THT : sekret berwarna putih kekuningan Paru I : simetris, statis dan dinamis

gallop (-) : : : : Datar. CRT < 2 ” Status neurologis : Pupil bulat. sianosis (-). ∅ 3mm/3mm. refleks cahaya tak langsung +/+ Tanda rangsang meningeal tidak diperiksa Nervus kranialis kesan normal Motorik & sensorik kesan normal C. refleks cahaya langsung +/+. wheezing -/: Iktus kordis tidak terlihat : Iktus kordis tidak teraba : Batas atas : ICS II linea parasternal sinistra Batas kanan : ICS IV linea sternalis dextra Batas kiri : ICS IV linea mid klavikula sinistra : BJ I-II normal. hepar dan limpa tidak teraba Timpani Bising usus dalam batas normal A Abdomen I P P A Ekstremitas : Akral hangat. rhonki -/-.P P A Jantung I P P : Fremitus kanan = kiri : Sonor : bronkovesikuler. isokor. supel Nyeri tekan (-). murmur (-). Status lokalis Refleks batuk Refleks batuk PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN .

diare anak dapat sembuh Kekhawatiran : keluarga khawatir pasien akan menderita bab cair lebih lama/berkepanjangan. ventilasi dan sirkulasi udara kurang baik. ▪ Tinggal Lingkungan ▪ Interaksi dengan lingkungan sekitar cukup baik. Aspek klinik Aspek risiko internal Aspek psikososial : Diare akut tanpa dehidrasi.  Pengetahuan tentang pencegahan penyakit masih kurang  Pengetahuan tentang pola makan bergizi seimbang masih kurang  Pengetahuan tentang efek jajan sembarangan masih kurang  Pengetahuan tentang bahaya merokok masih kurang DIAGNOSIS HOLISTIK Aspek personal : Keluhan Utama : bab cair sejak 2 hari yang lalu Harapan : keluarga berharap dengan pengobatan. Sarana Pelayanan Kesehatan  Mudah terjangkau  Murah  Pendekatan dokter keluarga dengan kunjungan rumah Perilaku  Tingkat pengetahuan orangtua terhadap hal-hal yang mengakibatkan anak diare dan mengalami kekambuhan batuk. supel. : . masalah adanya faktor internal dan eksternal pada pasien yang mempengaruhi penyakit dan merupakan alasan untuk pembinaan keluarga dan kunjungan rumah Genetik Tidak ada riwayat atopi Pemeriksaan Fisik Status gizi kurang Mata : tidak cekung THT : sekret putih kekuningan Paru : bronkovesikuler. Gizi kurang. Tempat Tinggal di lingkungan padat penduduk ▪ Tinggal di rumah kontrakan ▪ Rumah kurang bersih. wheezing -/Abdomen : datar. Rhinofaringitis akut berulang. Sering jajan sembarangan Ayah sering merokok di dekat pasien Derajat fungsional : 1 (dapat bermain dengan anak seusia nya) RENCANA PENATALAKSANAAN PASIEN . nyeri tekan (-). Bab cair sejak 2 hari dan batuk berdahak sejak 4 hari.Berikut ini kerangka konseptual yang menggambarkan adanya kaitan antara temuan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Keluarga ▪ Usia masih sangat muda (1 tahun 10 bulan) ▪ Pola asuh rawat oleh ibu ▪ Mendapat perhatian penuh dari orangtua. rhonki -/-. ventilasi dan sirkulasi udara kurang baik.masih kurang.Usia masih sangat muda (1 tahun 10 bulan) : Tinggal di lingkungan padat penduduk Tinggal di rumah kontrakan Rumah kurang bersih. BU (+) Pasien Anak laki-laki usia 1 tahun 10 bulan.

Aspek klinik: • Pengobatan bab cair • Pengobatan batuk • Hindari faktor pencetus Orangtua 1 minggu • Lacto B • Curcuma 2x1 cth • Keluhan batuk dapat diatasi dan dahak dapat dikeluarkan • Babycough syr 3x1 cth .Konseling mengenai pola asuh yang baik pada anak .Orangtua dapat menerapkan pola asuh yang baik. Aspek psikososial: . 3. .Konseling mengenai pola asuh yang baik pada anak 4.Konseling mengenai faktor pencetus • Orangtua dapat menghindari/ mengantisipasi paparan polutan dan penyebab bab cair.Tergantung pelaku Orangtua rawat 1 minggu . Aspek risiko internal: .Orangtua lebih memperhatikan pola makan dan perilaku jajan sembarangan anak.Lingkungan rumah yang kurang bersih .Pola asuh yang kurang baik .Perilaku jajan sembarangan . Kegiatan Aspek personal Kekhawatiran keluarga mengenai penyakit pasien Sasaran Orangtua Waktu 1 minggu Hasil yang diharapkan Keluarga mengerti penyakit pasien beserta prognosis nya sehingga kekhawatiran dapat berkurang • Keluhan bab cair bisa diobati Keterangan 2.Gizi : Juli 2011 . .No 1.Perilaku ayah merokok Orangtua Orangtua Orangtua Orangtua 1 minggu 1 minggu 1 minggu 1 minggu .Orangtua (terutama ibu) mengerti perannya dalam pertumbuhan anak serta pola asuh yang benar .Orangtua memperhatikan kebersihan & sirkulasi rumah. .Orangtua (terutama ayah) sadar dan mengerti bahwa rokok sebagai salah satu faktor pencetus batuk Persetujuan I (Dokter PJ Klinik) Tanda Tangan : Nama Tanggal : dr.Dian Kusumadewi. M.

ventilasi dan sirkulasi udara kurang baik.TINDAK LANJUT & HASIL INTERVENSI INTERVENSI YANG DILAKUKAN. Alloanamnesis 15-7-2011 Bab cair sejak ± 2 hari yll. diare anak dapat sembuh Kekhawatiran : keluarga khawatir pasien akan menderita bab cair lebih lama/ berkepanjangan. DIAGNOSIS HOLISTIK & RENCANA SELANJUTNYA Kedatangan Intervensi : pertama. Sering jajan sembarangan Ayah sering merokok di dekat pasien Aspek V : 1 (dapat bermain dengan anak seusianya) Rencana Tatalaksana . Gizi kurang. Aspek II : Diare akut tanpa dehidrasi.Tinggal di lingkungan padat penduduk Tinggal di rumah kontrakan Rumah kurang bersih. Sebelumnya batuk berdahak disertai pilek sejak ± 4 hari Kiara yll berwarna putih kekuningan. Aspek III : Usia masih sangat muda (1 tahun 10 bulan) Aspek IV : . Rhinofaringitis akut berulang. TB/U : 100% .2 oC Mata : tidak cekung THT : sekret berwarna putih kekuningan Pemeriksaan lain dalam batas normal Status Lokalis Tanggal Refleks batuk Refleks batuk Diagnosis Holistik Aspek I : Keluhan Utama : bab cair sejak 2 hari yang lalu Harapan : keluarga berharap dengan pengobatan. kental. 4 kali pada hari pertama dan dua kali di hari kedua di KDK (pagi saat kedatangan). Pemeriksaan fisik Status gizi : Kurang (BB/U : 73% . BB/TB : 74%) Frekuensi nadi : 96 x/ menit Frekuensi napas : 24 x/ menit Suhu : 36.

keluhan batuk dan pilek berkurang. Aspek II : Diare akut tanpa dehidrasi dengan perbaikan. 18-7-2011 di rumah pasien Intervensi : Reanamnesis Keluhan bab cair sudah tidak ada. Konseling untuk makan makanan bergizi seimbang. TB/U : 100% . Gizi kurang belum ada perbaikan. Konseling untuk menjaga kebersihan & sirkulasi rumah. Rhinofaringitis akut berulang dengan perbaikan. Aspek III : Usia masih sangat muda (1 tahun 10 bulan) Aspek IV : . Konseling mengenai pola asuh yang baik pada anak. Konseling untuk menghindari debu. Pemeriksaan fisik Status gizi : Kurang (BB/U : 73% . Kekhawatiran : Keluarga khawatir pasien menderita sakit batuk pilek berkepanjangan.Nonmedikamentosa : Konseling untuk memperhatikan pola makan anak dan bahaya jajan sembarangan. BB/TB : 74%) Frekuensi nadi : 96 x/ menit Frekuensi napas : 28 x/ menit Suhu : 36. ventilasi dan sirkulasi udara kurang baik. pilek sudah berkurang : Keluarga berharap dengan pengobatan keluhan batuk dan pilek bisa sembuh.Tinggal di lingkungan padat penduduk Tinggal di rumah kontrakan Rumah kurang bersih.3 oC Mata : tidak cekung THT : sekret berwarna putih kekuningan Pemeriksaan lain dalam batas normal .Ditegakkan diagnosis Diagnosis Holistik Aspek I : Keluhan Harapan : Batuk. paparan polutan. • Medikamentosa : Babycough syr 3x1 cth Lacto B Curcuma 2x1 cth • Rencana selanjutnya : Kontrol jika tidak ada perbaikan atau sakit berkepanjangan/ berat Tindak Lanjut I. Aspek V : 1 (dapat bermain dengan anak seusianya) Rencana Tatalaksana .

Konseling untuk makan makanan bergizi seimbang. menjelaskan kegunaannya Rencana selanjutnya Kontrol jika keluhan timbul lagi dan memberat. Pemeriksaan fisik Status gizi : Kurang (BB/U : 73% . . Aspek II : Diare akut tanpa dehidrasi dengan perbaikan. Kekhawatiran : Keluarga khawatir pasien menderita sakit batuk pilek berkepanjangan. 20-7-2011 di rumah pasien Intervensi : Reanamnesis Keluhan bab cair sudah tidak ada. .3 oC Mata : tidak cekung THT : sekret tidak berwarna (bening) Pemeriksaan lain dalam batas normal . penyebab dan komplikasi.Konseling pentingnya menghindari jajan sembarangan. .Nonmedikamentosa : .Tinggal di lingkungan padat penduduk Tinggal di rumah kontrakan Rumah kurang bersih. Aspek V : 1 (dapat bermain dengan anak seusianya) Rencana Tatalaksana Nonmedikamentosa : • Sama seperti kunjungan sebelumnya. debu dan paparan polutan.Ditegakkan diagnosis Diagnosis Holistik Aspek I : Keluhan Harapan : Batuk. Gizi kurang belum ada perbaikan. BB/TB : 74%) Frekuensi nadi : 96 x/ menit Frekuensi napas : 28 x/ menit Suhu : 36. .Meminta pasien untuk membuat food recall. pilek sudah berkurang : Keluarga berharap dengan pengobatan keluhan batuk dan pilek bisa sembuh. Tindak Lanjut II.Konseling mengenai kemungkinan kesembuhan penyakit pasien. • Menganalisis asupan pasien berupa food recall Rencana selanjutnya : . ventilasi dan sirkulasi udara kurang baik. Aspek III : Usia masih sangat muda (1 tahun 10 bulan) Aspek IV : .Konseling dan motivasi orang tua untuk lebih memperhatikan pola asuh anak. keluhan batuk dan pilek semakin berkurang. Rhinofaringitis akut berulang dengan perbaikan. TB/U : 100% .

diare anak dapat sembuh Kekhawatiran : keluarga khawatir pasien akan menderita bab cair lebih lama/ berkepanjangan. debu dan kontak polutan) . dianjurkan untuk mengkonsumsi menu makanan bergizi sesuai dengan yang telah kami uraikan di contoh menu gizi seimbang. Gizi kurang. Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya . Rhinofaringitis akut berulang. Aspek III : Usia masih sangat muda (1 tahun 10 bulan) Aspek IV : .Dari catatan food recall pasien didapatkan konsumsi 812.5 kal (hari 1). KESIMPULAN PENATALAKSANAAN PASIEN DALAM BINAAN PERTAMA Diagnosis Holistik pada saat berakhirnya pembinaan pertama Aspek I : Keluhan Utama : bab cair sejak 2 hari yang lalu Harapan : keluarga berharap dengan pengobatan.Ibu pasien sulit untuk menolak keinginan anaknya jika ingin jajan. .Dukungan dan perhatian orangtua yang baik dalam tatalaksana penyakit pasien Faktor penghambat terselesaikannya masalah kesehatan pasien : . Aspek II : Diare akut tanpa dehidrasi. . 715 kal (hari 2) dan 712..Tingkat pemahaman pasien yang dikatakan sulit karena pasien masih anak-anak. .Pasien dan orangtua bersikap kooperatif dalam pembinaan keluarga .5 kal (hari 3) sementara kebutuhan harian pasien perhari adalah 1326 kal. kontak debu dan paparan polutan) .Konseling pentingnya pencegahan penyebab keluhan (jajan sembarangan.Tingkat kesadaran ayah akan pengaruh rokok terhadap kesehatan anak dan keluarganya masih kurang.Pasien dan orangtua bersikap terbuka dalam menerima informasi sehingga dapat menerima informasi dan konseling dari pembina dengan baik .Evaluasi dalam pencegahan penyebab keluhan (jajan sembarangan. .Evaluasi pola makan makanan bergizi seimbang. ventilasi dan sirkulasi udara kurang baik. Maka.Tinggal di lingkungan padat penduduk Tinggal di rumah kontrakan Rumah kurang bersih. Sering jajan sembarangan Ayah sering merokok di dekat pasien Aspek V : 1 (dapat bermain dengan anak seusianya) Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan pasien : . sesuai dengan contoh menu gizi seimbang.Evaluasi perubahan pola asuh ( peranan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak) .Mengupayakan peran serta orang tua dalam tatalaksana penyakit pasien dengan memberi perhatian dan dukungan kepada pasien.Keinginan dan motivasi pasien dan orangtua yang kuat untuk sembuh .

Gizi : Juli 2011 Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia .Dian Kusumadewi. M.Persetujuan II (Dokter PJ Klinik) Tanda Tangan : Nama Tanggal : dr.

Pelaku rawat dari pasien ini adalah : Ny. serta terdapat pola asuh yang kurang tepat dalam keluarga yang mempengaruhi penyakit dan gizi kurang yang dialami anak sehingga perlu intervensi untuk mengoptimalkan tatalaksana diare. penyebab dan penatalaksanaannya yang memerlukan peran serta dan dukungan keluarga. Genogram . Anggota keluarga yang tinggal serumah atau yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga No Nama Keduduk an dalam keluarga KK Istri Anak L/P Umur Pendidik an Pekerjaan Berpartisi pasi dalam pembinaa n Ya Ya Ya Ket tambahan 1 2 3 Tn. W An.09 Nama Pembina : Shintawati R. F Ny. W hubungan dengan pasien : Ibu kandung Data Demografi Keluarga Tabel 1.Berkas Keluarga Binaan Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Klinik Dokter Keluarga Kiara No Berkas : 1 No Rekam Medis : F.402. rhinofaringitis akut dan gizi kurang pada pasien. P L P L 26 th 23 th 1th 10b l SMA SMA - Wiraswas ta IRT - Sehat Sehat Pasien Diagram 1.Z & Victor Jansen Alasan untuk dilaksanakan pembinaan keluarga pada keluarga ini: Pasien menderita diare karena kebiasaan jajan sembarangan dan juga menderita rhinofaringitis akut yang berulang namun tidak memahami tentang bahaya diare dan rhinofaringitis akut yang berulang ini.

Ket : = Laki – Laki = Perempuan = Pasien = Meninggal = Tinggal serumah Data Dinamika Keluarga Bentuk keluarga : Keluarga pasien termasuk ke dalam nuclear family. Pasien tinggal bersama ayah dan ibunya. Ayahnya bekerja sebagai wiraswata. Tahapan siklus hidup keluarga : Terdapat satu siklus keluarga di rumah pasien. Family map Keterangan gambar: Tn. Diagram 2. Z Tabel 2. Tidak ada riwayat penyakit atopi baik dari ayah maupun ibu. yaitu keluarga inti. W Hubungan antara anggota keluarga baik Hubungan antara anggota keluarga sangat dekat An. ibunya tidak bekerja. Anak memiliki riwayat ANC dan imunisasi yang baik Kesimpulan pembina Fungsi biologis kurang baik . anggota keluarga hanya berobat jika terdapat keluhan saja. F Perempuan Laki-laki N y. Fungsi-fungsi dalam keluarga Fungsi Keluarga Biologis Penilaian Pola pengobatan keluarga adalah kuratif.

Fungsi psikologis cukup baik Pelaku rawat cukup perhatian mengenai kesehatan pasien Keluarga cukup bersosialisasi. Interaksi antar anggota keluarga cukup baik.Psikologis Hubungan antara keluarga baik. sekunder. Perilaku kesehatan keluarga Perilaku Kebersihan pribadi & lingkungan Sikap & perilaku keluarga yang menggambarkan perilaku tsb Pasien dan keluarga tinggal di pemukiman padat penduduk. Ibu mengaku ANC rutin setiap 3 bulan dan membawa anak ke posyandu. Keluarga tidak mengikuti organisasi apapun. lingkungan dan rumah kurang baik Pencegahan spesifik Perilaku berobat bersifat kuratif masih Pasien mempunyai perilaku pencegahan spesifik yang cukup . anak lebih dekat dengan ibunya. Pasien sudah di imunisasi sejak pertama lahir. Ekonomi & Pemenuhan kebutuhan Keadaan ekonomi keluarga tergolong kurang namun kebutuhan primer dapat tercukupi dengan baik dan masih bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekunder. Pelaku rawat cukup perhatian kepada pasien. Bila ada masalah biasanya dibicarakan bersama dan diputuskan bersama. Anak mempunyai teman sebaya. Kesimpulan pembina untuk perilaku ybs Kebersihan pribadi. Rumah dibersihkan oleh ibunya. Kebersihan di dalam rumah maupun di lingkungan dirasakan kurang bersih. Penghasilan kepala keluarga yang bekerja sebagai wiraswasta dan istri yang tidak bekerja dirasakan pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan primer. Pasien belum bersekolah. Sosial Kepala keluarga dan istri merupakan lulusan SMA. Hubungan keluarga dengan tetangga cukup dekat karena berada di pemukiman padat penduduk yang sosialisasinya masih cukup baik. Keluarga hanya berobat jika ada masalah kesehatan. Data Risiko Internal Keluarga Tabel 3. Kebiasaan berobat keluarga hanya untuk menyembuhkan penyakit (kuratif) sedangkan pencegahan penyakit (preventif) masih kurang.

sayur. Keluarga memasak sendiri di rumah yang dilakukan oleh ibu. Ayah memiliki kebiasaan merokok yang sulit dihilangkan dan sering merokok di dekat istri dan anaknya. Faktor pelayanan kesehatan Faktor Pusat pelayanan kesehatan yang digunakan oleh pasien dan keluarga. Kebiasaan/ perilaku lainnya yang buruk untuk kesehatan Kebiasaan keluarga kurang baik. Makanan terutama nasi putih. dan perlu bimbingan. Bila ada yang sakit. Pasien dan keluarga tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Apalagi umur pasien yang masih kecil (1 tahun 10 bulan). Ayah pasien seorang wiraswasta yang bekerja menggunakan sepeda motor. Pasien diasuh oleh ibunya. Kesan kualitas dan kuantitas gizi keluarga kurang. Asah asih asuh Asah asih asuh cukup baik Latihan jasmani/ aktivitas fisik Latihan jasmani keluarga kurang Penggunaan pelayanan kesehatan Perilaku pengobatan masih kuratif.Gizi keluarga Pemenuhan gizi keluarga dilakukan dengan penyediaan makanan setiap hari. Tetapi terkadang jika ayah sedang ada dirumah ayah juga akan membantu mengasuh. ibu mengurusi rumah (mencuci. Data Sarana Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Kehidupan Keluarga Tabel 4. Cara mencapai pusat pelayanan kesehatan. . Pasien sering jajan sembarangan dan ibu sulit untuk melarang keinginan anak. pasien dan keluarga berobat ke Klinik Dokter Keluarga. Tarif pelayanan kesehatan tersebut dirasakan Kualitas pelayanan kesehatan tersebut dirasakan Keterangan Klinik Dokter Keluarga Jalan kaki/ naik motor Terjangkau Baik Kesimpulan pembina untuk faktor pelayanan kesehatan Tidak terdapat kesulitan bagi pasien dan keluarga untuk mengakses pelayanan kesehatan. Keluarga makan 13 kali dalam 1 hari. ikan dan telur atau terkadang daging. tetapi sudah cukup baik. Anaknya masih menyusu. menyapu dsb) Pasien dan keluarga datang ke pelayanan kesehatan hanya untuk kuratif saja. Namun kadang membeli makanan diluar dan jajanan.

air cuci dan masak berasal dari PAM. Tempat tinggal Kepemilikan rumah : kontrak Daerah perumahan : padat kurang bersih Karakteristik Rumah Luas rumah : 4 x 8 m2 Jumlah orang dalam satu rumah : 3 org Luas Halaman rumah : . lembab dengan. Kebersihan di dalam rumah : kurang Tata letak barang dalam rumah : kurang rapih dan tidak teratur Sumber air : Air minum beli dari tukang air. ukuran 1. jumlah 1 buah. terdapat kipas angin untuk bantuan ventilasi di dalam rumah. . Jendela Ventilasi Rumah lembab.m2 Tidak bertingkat Lantai rumah dari : keramik Dinding rumah dari : tembok Penerangan di dalam rumah : Listrik. kesan kebersihan lingkungan pemukiman cukup Kesimpulan pembina untuk tempat tinggal Tempat tinggal keluarga berada di daerah pemukiman padat yang kurang bersih.Tabel 5. Kamar Mandi Keluarga ada di dalam rumah. Rumah keluarga kurang bersih. sirkulasi udara yang tidak berputar dan sinar matahari yang kurang. ada tempat sampah diluar rumah.5 x 2 m2 Jamban jongkok Limbah dialirkan ke got.

rhinofaringitis akut berulang dan status gizi kurang. dia bermain dengan anak seusianya di lingkungan rumah. • Masalah perilaku kesehatan keluarga : Keluarga mempunyai perilaku kesehatan yang bersifat kuratif Masalah eksternal keluarga : • Masalah pelayanan kesehatan : Tidak terdapat kesulitan keluarga untuk mengakses pelayanan kesehatan • Lingkungan rumah : Lingkungan rumah terbilang padat.Diagram denah rumah Lantai 1 Diagram peta 1 Rumah Pasien 2 Jl. kondisi rumah lembab dan kurang bersih serta sirkulasi udaranya kurang baik. • Masalah Psikologis : Hubungan pasien dengan ibu dan ayah cukup erat dan mendapat perhatian penuh dari orangtua.kali baru 3 4 KDK Keterangan : 1 Ruang tamu 2 Kamar tidur 3 Kamar mandi 4 Dapur Diagnosis Kesehatan Keluarga Masalah internal keluarga: • Masalah Biologis Pasien menderita diare akut tanpa dehidrasi. . • Masalah Psikososial : Saat ini pasien belum sekolah. • Masalah Ekonomi dan pemenuhan kebutuhan : Keluarga tidak mempunyai masalah ekonomi dan masalah pemenuhan kebutuhan primer.

. Konseling dan motivasi untuk melakukan upaya preventif dalam penanganan penyakit Orangtua 1 minggu 5 Orangtua 1 minggu 4 Masalah Eksternal keluarga 5 Masalah lingkungan rumah 2 Konseling dan motivasi untuk membersihkan dan menata rumah secara rutin Konseling dan motivasi untuk membagi kegiatan rumah tangga kepada seluruh anggota keluarga Konseling untuk menjaga ventilasi dan sirkulasi rumah dengan baik Orangtua 1 minggu 4 Ventilasi sirkulasi rumah baik dan udara Keterangan Coping score: 1 = Tidak dilakukan. paparan polutan dan jajan sembarangan. Orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu dirumah dan lebih sering berkomunikasi dan memberi perhatian kepada pasien Orangtua bersamasama dalam mengasuh anak.konseling untuk makan makanan yang bergizi.Lacto B .Babycough syr 3x1 cth Konseling kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anak. Pasien dan keluarga mengerti pentingnya upaya preventif dalam penanganan penyakit Kebersihan rumah dan lingkungan terjaga Skor Akhir 4 Masalah internal keluarga 2 5 Orangtua 1 minggu 5 3 Masalah psikososial Masalah perilaku kesehatan keluarga 2 4 2 Anggota keluarga lebih memberikan waktu luang untuk mengajak pasien bermain.Skor kemampuan keluarga dalam penyelesaian masalah dan Rencana Penatalaksanaan No 1 Masalah Masalah biologis Pasien menderita diare akut tanpa dehidrasi. menolak.Curcuma 2x1 cth .Pelaku rawat mengerti masalah penyakitnya . tak ada sumber (hanya keinginan) penyelesaian masalah dilakukan sepenuhnya oleh provider 3 = Mau melakukan. namun perlu penggalian sumber yang belum dimanfaatkan sehingga penyelesaian masalah dilakukan sebagian besar oleh provider 4 = Mau melakukan namun tak sepenuhnya.hindari debu. .Diketahui faktor pencetus . Sasaran Pasien Waktu 1 minggu Indikator Keberhasilan . rhinofaringiti s akut berulang dan status gizi kurang.konseling untuk menghindari jajan sembarangan. masih tergantung pada upaya provider 5 = Dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga . Masalah psikologis Skor Awal 2 Rencana Intervensi • Nonmedikamentosa : .makan makanan yang bergizi. tidak ada partisipasi 2 = Mau melakukan tapi tidak mampu. • Medikamentosa : . debu dan paparan polutan.

 Konseling kepada orang tua untuk lebih memberi perhatian kepada pasien  Konseling dan motivasi untuk membagi kegiatan rumah tangga kepada seluruh anggota keluarga  Konseling dan motivasi untuk ikut serta dalam kegiatan sosial di lingkungan rumah untuk menjaga kehidupan bermasyarakat. data risiko internal keluarga.  Konseling dan motivasi untuk membersihkan dan menata rumah secara rutin  Konseling untuk menjaga ventilasi rumah dengan baik Hasil intervensi :  Orang tua pasien khususnya. 15-72011 di KDK Kiara Intervensi yang dilakukan. keluarga termasuk data demografi keluarga. data sarana pelayanan kesehatan dan lingkungan kehidupan keluarga untuk mengisi berkas keluarga  Konseling mengenai penyakit pasien. penatalaksanaan dan komplikasi serta pentingnya menghindari penyebab dalam tatalaksana penyakit pasien  Konseling pelaku rawat agar menghindari faktor penyebab dan lebih memperhatikan kebersihan rumah  Konseling kepada orang tua pasien untuk lebih memperhatikan makanan yang dimakan anak serta gizi yang dikandungnya. 20-7-2011 di rumah pasien . pemeriksaan fisik dan penegakkan diagnosis  Permintaan persetujuan untuk melakukan intervensi masalah pasien dan keluarga  Permintaan persetujuan untuk melakukan kunjungan rumah Kegiatan yang dilakukan :  Mengumpulkan data pasien. dan pengurangan kebiasaan jajan diluar rumah)  Pasien dan keluarga mulai memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan dengan lebih sering menyapu dan mengepel lantai. penatalaksanaannya dan komplikasi serta pentingnya modifikasi gaya hidup pengobatan yang rutin dalam tatalaksana penyakit  Upaya preventif dalam penanganan penyakit ( melakukan gaya hidup sehat sesuai dengan penyakit pasien sudah mulai dilakukan dengan memulai makan makanan bergizi seimbang. Kegiatan yang dilakukan:  Konseling untuk melakukan upaya pengobatan preventif dalam penanganan penyakit (melakukan gaya hidup sehat dengan memulai makan makanan bergizi seimbang) tidak hanya kuratif saja. Hasil intervensi:  Pasien dan pelaku rawat sudah mengerti mengenai penyakit pasien.Tindak lanjut dan hasil intervensi Tanggal Kedatangan pertama. 18-7-2011 di rumah pasien Tindak Lanjut II. mengerti mengenai penyakit dan penatalaksanaan serta pentingnya menghindari penyebab dari penyakit. fungsi keluarga. kesesuaian dengan hasil yang diharapkan dan rencana selanjutnya  Perkenalan dengan pasien dan membina rapport  Pengumpulan data melalui anamnesis. kemajuan masalah kesehatan keluarga. membuang sampah ke tempat sampah dan mulai menata perabot rumah yang menumpuk  Pembagian kegiatan rumah tangga kepada seluruh anggota keluarga agar tugas di dalam rumah dapat terselesaikan dengan baik  Upaya untuk menjaga ventilasi rumah mulai ada dengan sering membuka jendela setiap pagi Tindak Lanjut I. dan dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keluhan serupa dan mengupayakan untuk lebih memperbaiki pola asuh pasien.

• Masalah Psikososial : Saat ini pasien belum sekolah. Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan keluarga • Pelaku rawat dan orang tua pasien kooperatif dan terbuka terhadap informasi yang diberikan Faktor penghambat terselesaikannya masalah kesehatan keluarga • Kondisi rumah yang kurang bersih • Kurangnya kesadaran orangtua akan kebersihan diri.Kesimpulan Pembinaan Keluarga pada Pembinaan Keluarga Saat ini Masalah kesehatan keluarga pada saat berakhirnya pembinaan pertama dan coping score akhir Masalah internal keluarga: • Masalah Biologis Pasien menderita diare akut tanpa dehidrasi. • Masalah perilaku kesehatan keluarga : Keluarga mempunyai perilaku kesehatan yang bersifat kuratif Masalah eksternal keluarga : • Masalah pelayanan kesehatan : Tidak terdapat kesulitan keluarga untuk mengakses pelayanan kesehatan • Lingkungan rumah : Lingkungan rumah terbilang padat.Dian Kusumadewi. • Masalah Ekonomi dan pemenuhan kebutuhan : Keluarga tidak mempunyai masalah ekonomi dan masalah pemenuhan kebutuhan primer. dia bermain dengan anak seusianya di lingkungan rumah. kontak polutan dan debu) • Konseling pentingnya upaya preventif dalam penanganan penyakit • Konseling dan motivasi orang tua untuk lebih memperhatikan pola asuh anak • Mengupayakan peran serta orang tua dalam tatalaksana penyakit pasien dengan memberi perhatian dan dukungan kepada pasien Persetujuan Pembimbing Studi Kasus Tanda Tangan : Nama : dr. • Masalah Psikologis : Hubungan pasien dengan ibu dan ayah cukup erat dan mendapat perhatian penuh dari orangtua.Gizi . M. rhinofaringitis akut berulang dan status gizi kurang. rumah dan lingkungan • Kurangnya kesadaran orangtua (terutama ayah) untuk tidak merokok di dekat anak Rencana pembinaan keluarga selanjutnya • Konseling dalam pencegahan penyebab penyakit (jajanan. kondisi rumah lembab dan kurang bersih serta sirkulasi udaranya kurang baik.

Tanggal : Agustus 2011 .