Anda di halaman 1dari 2

Studi kasus

1. BAGAIMANA ANDA DAPAT MENYIMPULKAN BAHWA PASIEN TERSEBUT TERKENA VARICELLA?

Pasien datang dengan bintik-bintik merah di seluruh punggung, bintik-bintik berwarna merah tersebut berdiameter kurang lebih 0.5-1 cm. Pada anamnesa ibu pasien mengakui bintik-bintik merah tersebut menyebar ke seluruh bagian tubuh terutama ke bagian tungkai, dan semakin bertambah pd hari ke-3 sejak kemunculan bintik-bintik merah. Sebelumnya kakak pasien mengalami kejadian yang serupa seperti yang dialami oleh pasien. Kemudian setelah pasien mengalami keluhan bintik-bintik merah, 3 hari kemudian keluhan yang sama dialami ibu pasien, dan paman pasien. Keluhan bintik-bintik merah tersebut berbentuk plak miliar sirkumskrip generalisata dan krusta hiperpigmentosa sirkumskrip generalisata.

2. ADAKAH HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT PASIEN DENGAN KEBIASAAN PASIEN? Ada, kebiasaan pasien dan kakak pasien yang senang main diluar rumah dengan teman bermainnya, berpotensi penularan varicella melalui kontak langsung dengan penderita varicella lainnya (yang kemungkinan teman bermainnya menderita varicella juga). Kemudian kebiasaan pasien dengan jajan makanan kecil diwarung, makanan yang dikonsumsi belum terjamin hygienisitasnya, sehingga mempengaruhi kekebalan tubuh pasien, dan saat paparan dengan virus, sistem kekebalan tubuh pasien tidak cukup kuat untuk menangkal penyakit, dan hal tersebut juga memungkinkan sebagai penyebab infeksi sekunder yang dialami pasien, berupa batuk-pilek.

3. Apa sajakah faktor internal dari pasien ini? Bagaimana penanggulangannya dilihat dari pendekatan dokter keluarga?

Faktor internal pasien ini adalah : a. Tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap penyakitnya masih kurang. b. Seluruh keluarga pasien kecuali ayah pasien belum pernah terkena cacar.
c. Pasien sering bermain keluar rumah dengan berbagai macam anak-anak lainnya. Pendekatan secara dokter keluarga yaitu dengan cara : a. Menjelaskan mengenai varicella zoster virus dan komplikasinya yang mungkin terjadi jika terkena pada saat dewasa.

b. Memberikan konseling penularan.

kepada keluarga pasien mengenai pentingnya mencegah

c. Konseling keluarga pasien mengenai prinsip penularan VZV, dan dampak yang akan dialami jika tidak dicegah penularannya.

4. Mengapa anda menyimpulkan bahwa pasien ini memiliki skala fungsional, skala 2? Pasien ini masih dapat melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa bantuan. Penyakit yang diderita pasien ini tidak mengganggu aktivitas dan kegiatan pasien. Akan tetapi pasien tidak masuk sekolah selama 1 minggu karena dikhawatirkan dapat menularkan penyakitnya ke teman-teman sekolahnya. Atas dasar itulah, maka kami menyimpulkan skala fungsionalnya adalah skala 2.

5. Apa yang menyebabkan anda mendiagnosis pasien ini menderita rhinofaringitis viral? Dan bagaimana penanggulangannya secara pendekatannya dokter keluarga?

Ibu pasien menyatakan pasien mengalami batuk dan pilek sejak 2 hari yang sebelum datang ke puskesmas. Batuk yang dialami pasien tidak berdahak dan terjadi secara terus menerus. Pilek yang dialami pasien juga terjadi secara terus menerus dengan lendir yang dikeluarkan berwarna putih susu. Pada awalnya pasien mengalami pilek kemudian diikuti dengan batuk. Dikarenakan hal ini baru terjadi 2 hari sebelum datang ke puskesmas, maka kami menyimpulkan penyebabnya adalah virus. Penanggulangannya melalui pendekatan dokter keluarga yaitu selain dengan konseling
mengenai tata laksana non medikamentosa yaitu banyak minum air putih hangat dan kurangi minum air dingin, juga memberikan konseling mengenai pola gaya hidup yang bersih dan sehat, serta memperbaiki dan memperbanyak ventilasi di rumah.