Anda di halaman 1dari 3

Proses Kelompok Selain sumber daya dan struktur kelompok, faktor lain yang juga menentukan kinerja dan

kepuasan kelompok adalah proses yang terjadi dalam suatu kelompok, seperti komunikasi pengambilan keputusan, dan manajemen konflik. Proses ini harus dipahami oleh kelompok kerja karena mempengaruhi kinerja dan kepuasan kelompok.

Pengambilan keputusan kelompok Banyak organisasi yang memiliki komite, satuan tugas, panel peninjau, tim studi, atau kelompok sejenis yang menghasilkan keputusan. Salah satu keunggulan dari keputusan kelompok dibandingkan keputusan individu adalah keputusan kelompok menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap. Keput usan kelompok menghasilkan pengalaman dan prespektif yang beragam dalam proses pengambilan keputusan ketimbang keputusan individu. Selain itu, keputusan kelompok juga menghasilkan alternatif yang beragam karena memiliki jumlah informasi yang banyak dan beragam. Dan juga, anggota kelompok tidak akan

melemahkan keputusan tersebut karena keputusan itu dikembangkan mereka sendiri.

Selain memiliki keunggulan, keputusan kelompok juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah keputusan kelompok selalu membutuhkan waktu lebih banyak dalam mencari solusi. Kemudian suara minoritas yang vokal biasanya memiliki pengaruh terhadap hasil akhir, dan pemikiran suatu kelompok dapat melemahkan pemikiran kelompok lainnya.

Manajemen Konflik Konflik merupakan perbedaan yang tidak bisa diterima yang menghasilkan sejenis gangguan atau penolakan. Ada tiga pandangan yang berkembang terkait dengan konflik. 1. Konflik dari sudut pandang tradisional Menyatakan bahwa konflik apapun harus dihindari terutama yang mengindikasikan adanya masalah dalam kelompok. 2. Konflik dari sudut pandang hubungan manusia Menyatakan bahwa konflik itu merupakan hal yang alami dan tak terhindarkan dalam kelompok apaun serta tidak harus dipandang secara negatif, tetapi bisa berpotensi menjadi pendorong positif bagi kinerja kelompok.

3. Konflik dari sudut pandang interaksionis Menganggap bahwa konflik tidak hanya menjadi dorongan positif bagi kelompok, bahkan konflik itu harus terjadi agar kelompok itu bisa berkinerja secar efektif.

Pengambilan keputusan kelompok kreatif


Kelompok pembuat keputusan yang berinteraksi dengan menggunakan jaringan komputer Proses penciptaan ide yang mendorong alternatif sembari mencegah kritik

Rapat elektronik

Peningkatan kreativitas

Brainstorming

Nominal Group Technique


Teknik pengambilan keputusan kelompok di mana anggota kelompok diberikan suatu masalah, setiap anggota secara independen menuliskan gagasan solusinya terhadap masalah ini dan kemudian setiap anggota menjelaskan masaing-masing idenya

Dari padangan-pandangan diatas, konflik dapat bersifat fungsional dapat bersifat disfungsional. Konflik yang bersifat fungsional sebisa mungkin minimalisir sebelum menjadi konflik disfungsional. Jika tingkat konflik kelompok itu tinggi, manajer bisa memilih salah satu dari lima manajemen konflik seperti: 1. Penghindaran (avoiding) 2. Pengakomodasian (accomodating) 3. Pemaksaan (forcing) 4. Kompromi (compromising) 5. Kolaborasi( collaborating)

Mengubah Kelompok Menjadi Tim yang Efektif

Banyak organisasi menggunakan struktur berbasis tim karena relatif lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan dibandingkan departemen tradisional atau kelompok kerja permanen lainnya. Selain itu tim kerja dapat di susun, dipekerjakan, direfokuskan, dan dibubarkan secara cepat. Sebenarnya tim kerja merupakan kelompok dimana para anggotanya berkerja secara intensif untuk mencapai suatu tujuan bersama yang spesifik, dengan menggunakan sinergi positif, akuntabilitas individu dan kelompok, serta ketrampilan pelengkap.

Tantangan Masa Kini Dalam Mengelola Tim Hanya sedikit tren yang mempengaruhi bagaimana suatu pekerjaan dilakukan dalam organisasi dengan tim kerja. Pergeseran paradigma dari bekerja sendiri ke bekerja dalam tim menuntut karyawan bekerja sama dengan orang lain, berbagi informasi, menghadapi perbedaan dan mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan tim.

Memahami Jaringan Sosial Manajer harus memahami jaringan sosial dan hubungan sosial dari kelompok kerja karena hubungan sosial informal kelompok dapat membantu atau menghambat efektivitasnya