Anda di halaman 1dari 22

BAHAN AJAR MANAJEMEN KOPERASI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MANADO 2012 BAB I BEBERAPA ASPEK DASAR MANAJEMEN KOPERASI 1. Pengertian Manajemen Manajemen , sering dipersama an dengan “pengelolaan’ pendapat ini didasari oleh arti harfiah dari Manajemen yang berasal dan ata “manager” yang berarti ‘mengendali an” ata u “mengatur’. Encyclopaedia of Social Sciences menjelas an ma na dari manajemen deng an “. The process, by which the excution of a given purpose is put into operation and supervised”, atau bila diterjemah an secara umum, manajemen, adalah pela sanaa n dan pengawasan terhadap proses pencapaian tujuan. Manajemen merupa an perpaduan harmonis dari ‘ilmu” dan “seni”. Sebagal ilmu dapat di uti p pendapat Terry dalam bu u “Principles of Management’ yang menyata an, ‘Manajemen dit andai dan dipandu oeh ilmu dan metode-metode eiImuan, dengan demi ian lang ah-l ang ah metode ilmiah dalam mencari ebenaran lewat proses verifi asi diguna an p ada saat mengembang an ilmu manajemen. Analisis uantitatif dan ualitatif digun a an dalam menganalisis fenomena dan ejadian- ejadian yang benlangsung secara o bje tif dan rasional. Sedang manajemen sebagai seni lebih mene an an, bahwa manajemen merupa an e spre si dan a tualisasi dari cipta, arsa dan rasa manusia. Untu yang tera hir ini m anajemen dinggap sebagai eahilan yang dibawa seja lahir, sedang an pendapat ya ng pertama emampuan manajemen lebih banya sebagai hasil dari program pendidi a n dan latihan. Dalam pra te nya ilmu dan seni dalam manajemen harus dilihat sebagai hal yang o mprehensif dan terintegrasi, artinya bu an polarisasi atau dua utub dalam spect rum Manajemen. Karena pada dasamya eduanya saling mengisi dan meleng api untu mendapat an model perila u manajerial yang memili i dimensi obje tif-rasional da n se aligus memili i dimensi etis-humanis. Dengan demi ian seorang manajer (pela sana manajemen) harus menjadi seorang yang mampu menjalan an rasa yang pe a nam un juga Ia seorang yang dapat berfi ir secara cerdas dan nalar. Atje Partadiredja mengata an: Manajemen adalah tinda an meng- ombinasi an ide, p soses, bahan-bahan fasilitas dan orang-orang dalam mencapai suatu tujuan. Ide at au gagasan terdapat dalam pi iran manusia, proses adalah suatu peristiwa, bahanbahan adalah benda yang diguna an, fasilitas adalah sesuatu yang membantu tejadi nya suatu peristiwa, semua ini digabung- an dengan orang-orang yang mengerja ann ya. Pencipta dan penaggungjawab tinda an ini adalah orang-orang dalam bidang ma najemen. Manajemen merupa an suatu egiatan / serang aian tinda an / proses untu mencapai tujuan yang telah ditetap an , melaalui erjasama dengan orang lain. Sebagai ar ti dari serang aian tinda an adalah dalam mencapai tujuannya diperlu an adanya erjasama yang rasional dan efe tif, dengan berbagai tinda an yang saling ber ait an. Seorang pa ar manajemen , James A. F. Stoner, mengurai an bahwa manajemen merupa an suatu proses perencanaan, pengorganisasina, pengarahan dan pengawasan atau u saha-usaha para anggota organisasi untu mencapai tujuan yang telah ditetap an. Sebagi suatu proses, ma a manejemen sebagi titi utamanya memili i fungsi bertur ut-turut sebagi beri ut : Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Koordinasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

       

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

   

 

   

dan Pengawasan (Planning, Organizing, Actuating, Coordinating and Controlling). Planning atau perncanaan merupa an suatu eputusan tentang apa yang a an dila u a untu mencapai tujuan. Organizing atau Pengorganisasian adalah suatu pe erjaan yang dila u an oleh seorang pemimpin untu menggabung an dan mengatur sumber d aya yang dimili i. Lang ah-lang ah yang dimili i meliputi: penetapan stru tur or ganisasi dengan pembagian tugas, pengaturan ha dan wewenang masing – masing sehin gga dapat be erjasama secara efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetap an . Fungsi beri utnya adalah actuating atau pengarahan orang—orang agar mau be erja sa ma secara sadar dalam suatu elompo erja guna mencapai tujuan. Berdasar an fun gsi tersebut manajer harus tahu persis ebutuhan dari orang - orang ter ait, seh ingga Ia dengan mudah dapat menggera an (orang lain) untu mengerja an tugas tugasnya. Coordinating atau oordinasi adalah suatu usaha memadu an atau menyama an berbagai arahan atau ane a perintah untu dijadi an suatu tujuan atau satu a rah yang sama, menyelaras an einginan masing-masing anggotanya yang ter ait. Co ntrolling atau pengawasan merupa an tinda an yang sistematis dan manajemen untu mengarah an agar setiap pela sanaan erja sesuai dengan apa yang telah ditentu an semua. Dalam pengawasan, diperlu an tinda an pemantauan yang efe tif agar dap at mencegah penyimpangan yang merugi an organisasi Pada gambar dibawah ini ditunju an hubungan antara fungsi - fungsi manajemen. D alam enyataannya hubungan - hubungan tersebut ternyata begitu omple s dan rumi t, dimulai dari penetapan tujuan dan strategi untu mencapainya, sampai dengan l ang ah — lang ah yang terinci tentang tugas dan tanggung jawab masing - masing seh ingga dapat memberi an motivasi bagi para pela sana agar be erja sesuai dengan a turan yang ada.

Gambar: Hubungan Fungsi - fungsi Manajemen 2. Pengertian Koperasi Tulisan ata operasi berasal dari ata Ko-operasj, yang artinya: o = bersama dan operasi be erja. Jadi operasi artinya be erja sama. Oleh sebab itu pada das arnya operasi adalah erjasama elompo individu dalam memenuhi ebutuhan hiciu p, melalul erjasama itu mere a ya in pencapaian tujuan usaha dapat terwujud leb ih cepat dan efisien. Selanjutnya untu epentingan tertentu “ operasi didefinisi an dalam berbagai rumu san. Perbedaan definisi tersebut lebih banya disebab an cara pandang atau sisi pandang masing - masing disiplin ilmu yang melatarbela angi pemberian definisi t ersebut, di samping pentingan yang diharap an oleh masyara at atau negara terte ntu dan ehadiran operasi. Semenja ide operasi dicetus an oleh para pembaharu sosial abad e-19, pemi iran tentang onsep operasi, bai yang dipengaruhi ole h pandangan sosial-reformisti , sosiologis maupun des riptif telah banya di emu a an para ahil. Ewell Paul Roy (1981:13), misalnya mendefinisi an operasi sebagai beri ut: The definitions of a true cooperative as follows: “an association, usually incorporate d, with economic aims formed by and for persons or business entities having comm on needs, having approximately equal voice in its management, ma ing approximate ly equal or proportional contribution to capital and deriving proportional servi ces and benefits from it”. Pendapat lain di emu a an oleh para pendu ung pende atan esensialis, Institusion al, maupun nominalis. Pende atan esensialils memandang operasi atas dasar suatu daftar prinsip yang membeda an operasi dengan organisasi lainnya. Prinsip-prin sip ini di satu piha memuat sejumlah nilai, norma, serta tujuan nyata yang tida harus sama ditemu an pada semua operasi. Dan pende atan esensialis ini dirumu s an pengertian operasi atas dasar prinsip po o yaitu: 1. Voluntary membership without restrictions as to race, political views, a nd religious beliefs; 2. Democratic Control; 3. Limited interest or no interest on shares of study earnings to belong to members, and method of distribution to be decided by them; 4. Education of members, advisors, employes, and the public at large; 5. Cooperation among cooperatives on local, national, and international lev

         

 

 

     

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

   

       

 

 

 

 

 

   

       

 

 

 

 

   

 

  

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

   

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

       

 

 

 

   

 

 

   

   

 

dapat disimpul an bahwa operasi dilihat dari subtan sinya adalas suatu sistem sosial-e onomi. Pende atan institusional dalam mendefinis an operasi berang at dari riteria fo rmal (legal). 3. 4. egiatan e onomi anggota secara individu. operasi dipandang sebagai organisasi yang mem ili i empat ara teristi utama yaitu: 1.’ (Muen ner. Berbeda dengan edua pende atan di atas. perusahaan operasi. They use as an instrument for that purpose a jointly owned and maintaine d enterprise (cooperative Enterprise) Sebagai instrumen (wahana ) untu mewujud annya adalah suatu perusahaan yang dimili i dan dibina secara bersama (perusahaa n operasi). individual are united in group by-at least common Interest or goal (coor perative group). dan hubungan pemili an sert a hubungan usaha atau pelayanan perusahaan operasi epada anggotanya. 5. pende atan nominalis dengan pelopornya para ahli e onomi operasi dan universitas Philipps .urangnya satu epentingan atau tujuan yang sama ( elompo operasi). anggota-anggota perseorangan. perusahaan atau egiatan e onomi anggota seca ra individu. cara erjanya adalah suatu sistem yang berorientasi pada tujuan. hubungan epemili an antara elompo operasi dan perusahaan operasi ya ng mengarah an adanya promosi anggota atau hubungan usaha yang saling menunjang antara egiatan e onomi anggota individu dengan perusahaan operasi. juga telah dapat memberi an penjelasan yang cu up rinci mengenai perbedaan operasi dengan organisasi e onomi lainnya yang                                                                                                                                                                                                                                                                                      . merumus an penger tian operasi atas dasar sifat husus dari stru tur dasar tipe sosial . which are owned by the members and charged with the promotion of their members in their role as customers of the cooperative enterprise Dari batasan di atas ma a disimpul an bahwa dalam organisasi operasi mele at se cara utuh lima unsur esensial.Marburg. 2. Menurut pende atan ini : uSemua organisasi disebut operasi ji a s ecara hu um dinyata an sebagai operasi. Dengan demi ian tergambar an dengan je!as. ji a dapat diawasi secara teratur dan j i a dapat mengi uti prinsip-prinsip operasi. elompo operasi. yaitu memperb ai i situasi e onomi dan sosial mere a. 4. da n pernanfaatan sumber dayanya adalah suatu organisasi e onomi yang unsumya menca up: anggota-anggota perseorangan. Sejumlah individu yang bersatu dalam suatu elompo atas dasar se urang. dengan cara menye dia an / menawar an barang dan jasa yang dibutuh an oleh anggota dalam egiatan e onominya. (Anggota-anggota elompo operasi secara individual berte ad mewujud an tujuannya. among other. satuan usaha) dan atau rumah tangganya masing-masing (tujuan / tugas atau prinsip promosi anggota).urangnya satu epentingan yang sama e dalam. yaitu: 1. Menurut pende atan nominalis. The Individual members of the cooperative group intend to pursue through joint action and mutual support. yang d iiri an secara permanent dimili i dan dibina secara bersama sehingga tercipta suatu. the goal of Improving their econo mic and social situation (self-help of the cooperative group). hubungannya dengan ling ungannya bersi fat terbu a. yang secara sadar berte ad mela u an usaha bersama da n saling membantu demi perbai an ondisi e onomi dan sosial mere a melalui. lebih lanjut Hanel menjelas an sebagai beri ut : Thus. cooperative are also characterized & be autonomous busin ess organizations. perusahaan operasi. Berdasar an uraian di atas. Ber aitan dengan eempat ara teristi tersebut.e onomin ya. business units) and individual household (charge or principle of member promotion) (Perusahaan operasi itu ditugas an u ntu menunjang epentingan para anggota elompo operasi itu. yang bersatu atas dasar se ura ng. pende atan nominalis dalam merumus an pengentian operasi di samping telah dapat menunju an ciri-ciri esensial oper asi yang dapat di aji secara ilmiah.1985:3). melalul usaha-usaha (a si-a si) bersama dan saling membantu (swadaya dari group). 2. elompo operasi. 3. yaitu dalam perusahaanm / usaha (usaha tani.els. The cooperative enterprise is charge with the performance of the (formal ) goal or as to promote the members the cooperative group trough offering them directly such good and services (farms.

Segala eputusan yang diambil seyogyanya berdasar an m usayawarah dan mufa at inti dari azas e eluargaan yang dima sud adalah adanya r asa eadilan dan cinta asih dalam setiap a tivitas yang ber aitan dengan ehupa n ber operasi. Koperasi adalah badan Usaha (Business Enterprise) Sebagai Badan Usaha.bu an operasi. 25 tahun 19 92. 25 / 1992. ma a operasi meliputi dua hal: Organisasi e onomi (jenis organisasi). Koperasi Indonesia berazas an e eluargaan Dengan azas ini. Undang-undang ini menegas an bahwa operasi adalah “Badan Usaha”. Dengan demi ian. Laba merupa an elemen unci dalam suatu sistem usaha bisnis dimana sistem itu a an gagal be erja tanpa memperoleh laba Koperasi adalah umpulan orang-orang dan atau badan-badan hu um operasi Ini berarti bahwa. egiatan usaha operasi tida semata-mata hanya dituju an epada anggot. UU No . Individu-individu dengan masing-masing usaha atas esamaan epentingan menghimpu n diri dalam suatu organisasi operasi di elola secara modern. Definisi operasi yang menjadi dasar pengembangan operasi di Indonesia dalam be rapa dasawarsa tera hir. Peran inilah yang dijadi an acuan dalam mengenali si stem operasi di berbagai negara. ma a operasi harus memperoleh laba. 25 Tahun 1992 memberi an jumlah minimal orang-orang (anggota) yang ingin membe ntu organisasi operasi (minimal 20 orang). Anggota dalam operasi memili dua peran strategis se aligus. Koperasi modeen ini menunju peran anggota sebagai indi ator pen ting dalam mendefinisi an operasi secara universal dengan tida dibatasi oleh v isi politis maupun ondisi sosial e onomi elompo masyara at dimana operasi it u hidup. Usaha yang dijalan an senantiasa diprioritas an untu membentu usaha anggota. ini memili i arti yang Iebih tegas dan jelas bahwa Koperasi sebagai badan usaha Iainnya memili l eleluasaan gera dalam menjalan an usaha selama tida menyalahi etentuan perund ang-undangan yang ada. Berdasar an batasan operasi ini. ya ni: anggota sebagai pemili (owners) anggota sebagai pelanggan/pemanfaat (cust&rners)beneficlers) Kedua peran (dual identity) tersebut menunju an bahwa yang mela u an erjasama adalah manusia atau anggotanya. Dalam Undang-undang no. namun satu sama lain saling ber aitan menjadi satu esatuan ( eseluruhan = sistem). A an tetapi saat ini definisi tersebut tida lagi diguna an selaras dengan diberla u annya Undang-undarig Koperasi No. Koperasi Indonesia bu an umpulan modal. professional. demi ian pula elebihan usaha operasi harus memili i ontribusi yang berarti bagi esejahteraan anggot a melalul me anisme yang disepa ati bersama. tetapi juga epada masyara at umum. ya ni “Koperasi Indonesia adalah organisasi e onomi yai g berwata sosial beranggota an orang-orang atau badan hu um berdasar an erjasa ma dan atas azas e eluargaan”. Kedua unsur tersebut berbeda. Koperasi adalah organisasi e onomi sehingga se                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      . mengacu pada Bab III pasal 3 Undang-undang Po o per op erasian no. 12 tahun 1967. Koperasi Indonesia merupa an baglan dan sistem pere onomian n asional. operasi Indonesia meng andung 5 unsur sebagai beti ut. efi sien dan efe tif agar memperoh hasil usaha yang rasional. Pengertian Manajemen Koperasi Sesuai dengan pengertian yang telah dijabar an sebelumnya yang ber aitan dengan eperluan manajemen. Dalam hal ini. 3. bai pada saat mengelola maupun pada saat memafa at an hasil usaha operasi. Syarat lain yang harus dipemuhi ialah bah wa anggota-anggota tersebut mempunyai epentingan e onomi yang sama Koperasi Indonesia adalah opersasi yang be erja berdasar an prinsip-prinsip op erasi Koperasi Indonesia adalah “Gera an E onomi Ra yat” Ini berarti bahwa. tentang per operasian memuat definisi op erasi sbb: Koperasi adalah badan usaha yang beranggota an orang seorang atau bad an hu um operasi dengan melandas an egiatannya berdasar an prinsip operasi se aligus gera an e onomi ra yat yang berdasar an asas e eluargaan. eputusan yang ber aitan depgan usaha dan organisasi dilandasi dengan jiwa e eluargaan. untu operasi primer dan 3 Badan H u um Koperasi untu operasi se under. Wata sosial.

inovatif dan didu ung oleh adanya epemimpinan. manajemen sumber daya. meng oordinasi dan mengernbäng an eseluruhan potensi yang ada pada anggota secara optimal sehingga potensi tersebut menjadi e uatan untu mening at an taraf hidup anggota melalul proses “nilai tambah” berupa usaha sistematis sepe rti yang diharap an oleh anggota. yaitu : Kriteria Pengertian Substansi Suatu sistem sosial Hubungan terhadap Ling ungan Suatu sistem yang terbu a Cara erja Suatu sistem yang berodentasi pada tujuan Pemanfaatan sumberdaya Suatu sistem e onomi Memperhat an criteria dan pengertian organisasi operasi di atas. manajemen personalia. Partisipasi anggota merupa an sum berdaya po o yang senantiasa pertu d ptimal an. Ma a tugas Manajemen operasi ada bh menghimpun. Adanya perusahaan yang bersifat permanen yang didiri an.perti halnya perusahaan. Ciri Organisasi Koperasi Menurut Hanel. suatu organisasi operasi dapat ditinjau dari beberapa criteria. manajemen pembel anjaan. Agar dapat ber embang ma a operasi harus beoperasi dengan efisien. Dengan demi ian. organisasi operasi diarti an sebagali suatu sistem sosial e onom i atau sosial te ni yang terbu a dan berorientasi pada tujuan. arena hany a dengan itulah anggota atau calon anggota tergera untu memilih operasi sebag ai alternative yang leblh rasional dalam mela u an transa si e onominya. dibiayai.a an tetapi apli asi manajemen dalam ehidupan operasi. prinsip-prinsip. Oleh dan Untu anggota”. Dengan demi ian manajemen Koperasi disimpul an sebagai egiatan: “Dari. sebagai : “Penerapan onsep . manajemen pengadaan. Dengan demi ian piha manajemen operasi dituntut untu selalu berpi ir selang a h tebih maju dalam memberi manfaat dibanding anggota maupun pesaing. Mempertimbang an batasan dan prinsip dasar operasi serta rambu-rambu dalam aid ah manajemen. bah an alau bisa terus di embang an. edau. manajemen o perasi. Ia harus mempertahan an elangsungan h iupnya. Manajemen Koperasi bu an sal ah satu dari aspe ilmu manajemen. manajemen pemasaran. ma a operasi merupa an lembaga e onomi mempunyai syarat -syarat yang harus dipenuhi sebagai b eri ut: Adanya elompo operasi yang terdiri dari orang-orang yang merasa an eter itan arena adanya esamaan tujuan yang ingin dicapai. manajemen pemasaran dan sebagainya. Batasan t ersebut mengandung dua onse wensi. ya ni: pertama. Kelompo operasi ini berciri an motivasi swadaya yaitu berusaha memenuhi tujuan nya meIaui erja sama diantara mere a. Pengembangan Manajemen Koperasi sesuai dengan ber emb angnya teori-teori dan dimensi bidang eilmuan manajemen maupun bidang eilmuan Koperasi. manajemen euangan.onsep. bahwa Koperasi menempat an fa tor “manusia’ seb ai elemen penting dalam sistem eorganisasian. dan manajemen egiatan yang lain (Su amdiyo 1 999: 8). Seperti telah di emu a an terdahulu. dan diawasi s ecara bersama dan berfungsi sebagai sarana untu pencapaian ebutuhan para anggo                                                                                                                                                                                                                                                       . aspe -aspe dan strategi-strategi yang berla u pada pra te manajemen dalam mengembang an institusi operasi. BAB II ORGANISASI KOPERASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL EKONOMI 1. fungsi-fungsi. Efisiensi operasional bisa tercapai apabila dalam pra te nya operasi mela sana an fungsi-fungsi manajemen umum. seperti: manajemen euangan. ma a Manajemen Koperasi dapat diarti an.

yait u untu mening at an epentingan anggota atau sering disebut promosi anggota. Di sini terlihat bahwa operasi merupa an suatu wadah dimana epentingan pdbadi dan epentingan elompo tergabung sedemi ian rupa. Prinsip Koperasi Pninsip-prisip operasi merupa an jiwa dari operasi. yang dimili i para anggota dalam perannya sebagai pelanggan dan perusahaan operasi. religion and politica (tida ada perbedaan berdasar an ras. yang memung in an setiap individu dan elompo orang-orang untu merumus an tujuan individu da n elompo secara otonom dan menetap an tujuan-tujuan itu melalui a tivitas-a ti vitas e onomi yang dila sana an secara ooperatif. Adapun prinsip operasi Ro chdale tersebut adalah 1) Open membership and voluntary ( eanggotaan yang bersifat terbu a dan su arela) 2) Democratic control / one member. hal ini dila u an antara lain dengan penentua n simpanan po o yang amat besar. 2. tetapi juga pada eberhas ilan pen embangan operasi itu sendiri. A ibatnya hanya beberapa orang yang mampu membayarlah yang a an menjadi anggota operasi terseb ut. Jadi operasi merupa an organisasi otono m dalam suatu Iing ungan sosio-e onomis dan dalam sistem e onomi. bahasa dan lain sebagainya. Democratic Control (pengawasan secara demo rasi) Yang dima sud dengan pengawasan secara demo ratis adalah bahwa ontrol pengawasa                                                                                                                                                                                                                                                                                                         . dan politi ) 7) Sale of pure and unadulterated goods (barang-barang yang dijual harus me rupa an barang-barang asli. Koperasi merupa an organisasi-organisasi yang otonom. ebangsaaan ebudayaan. Pem batasan dalam hal eanggotaan bagi operasi. 5) Goods to be sold at current mar et-price and for cash only (barang-baran g hanya dijual den gan harga pasar yang berla u dan hanya secara tunal) 6) Netrality inrace. yang salah sa m atau mung in semuanya a an memudah an timbulnya perselisihan-perselisihan. Pembatasan ideologis. Bentu pembatasan semacam ini pada umumnya memanfaat an pe rbedaan ideologi sebagai batasannya. Prinsip operasi ini juga ditelusuri melalui logi a. Pembatasan ini menyang ut hal yang luas dan tida jelas batasannya. sehingga melalui egiatan e lompo epentingan pribadi para anggota menjadi e uatan pendorong yang memberi an manfaat bagi seluruh anggota elompo tersebut. tida rusa atau palsu). agama. se aligus sebagai indi ato r pembeda antara operasi dengan badan usaha non operasi. pe rbedaan asta. sehingga tida semua orang yang ber einginan d an ber epentingan untu menjadi anggota mampu untu membayarnya. Adanya suatu hubungan husus antara perusahaan bersama dengan para anggota. 8) Continous education of members (pendidi an terhadap anggota secara ber e sinambungan).ta. one vote (pengawasan secara demo rasi) 3) Limited interest of capital (bunga yang terbatas atas modal anggota) 4) Proportional distribution of surplus (pengembalian sisa hasil usaha sesu ai dengan jasanya pada operasi / patronage refund). yang mirip deñgannya adalah perbedaan ras. wama ulit. disamping banya yang membawa ebai an namun tida sedi it juga yang a an membawa eburu an atau minimal terdapat d ua dampa yang a an terlihat ya ni: menghalangi pembangunan e onomi dan masyara at dan merosotnya wata operasi. Hal ini bisa terjadi ji a el ompo tersebut secara relatif homogen dan setiap anggotanya mampu memberi an on tribusi yang nyata. Karena perusahaan op erasi mela u an usahanya dengan anggota dan memperoleh du ungan dari lembaga yan g secara tida langsung ber epentingan pada pelayanan. Pembatasan yang bersifat e onomis. menyirat an apa yang menjadi tujuan operasi dan alat serta upaya yang a an dila u an untu mencapai tujuan tersebut. Beberapa prinsip di atas dalam pra te nya se arang ini diperlu an beberapa penye suaian arena beberapa alasan: 1) Kondisi saat ini tida a an sama dengan ondisi pada wa tu operasi Roch dale didiri an. Sebagaimana telah dijelas an diatas bahwa pninsip operasi lahir dan aturan-atur an yang dibuat oleh pendiri operasi Rochdale (1844).

dan internasional. 3. Pada operasi yang masih ecil m emung in an untu mela sana an Rapat anggota yang dihadiri oleh seluruh anggota. Ketentuan yang demi ian ini merupa an perwujudan nilai e eluargaan dan eadilan. Tujuan utama dari suatu per umpulan operasi ialah menyelenggara an epentingan para anggotanya sehingga apa yang menjadi epentingan dan esejahteraan para ang gota pada suatu eadaan tertentu hanyalah para anggota itu sendiri yang menentu an. Lebih jelas lagi.riti nya. eputusan. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. berarti manajemennya sangat dipengaruhi oleh pemerintah dan menjadi sarana ebija an yang biasanya cenderung bersifat politis atau menyang ut esejahteraan masyara at. Kemandirian Kemandirian mengandung pengertian dapat berdiri sendiri. Hal ini dima sud an untu mening at an emampuan dan mempe rluas wawasan anggota.O/1989 Pasal I. Jadi. Pembagian sisa hasil usaha dila u an secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing. Perbedaan dan pe rsamaannya harus di aji secara Iebih mendalam arena dari situlah sumber perbeda an dan e hasan manajemen operasi dibanding dengan manajemen BUMN dan BUMS. Dengan ata lain peng urus operasi dipilih oleh anggota dan mempertanggungjawab an epengurusannya pa da anggota embali.n tertinggi berada di tangan anggota. swadaya. Oleh arena itu balas jasa terhadap modal y ang diberi an epada para anggota juga terbatas. untu pengembangan dirinya. yang dima su d dengan Badan Usaha Mili Negara adalah badan usaha dan ana perusahaan BUMN ya itu seluruh modalnya dimili i oleh negara. Dalam hal pengambilan eputusan ciengan suara terbanya bert a u satu orang satu suara (one man one vote). Para anggota itulah yang memegang dan mela sana an e uasaan tertinggi dalam operasi. berani mempertanggungjawab an perbuatan sendiri. Prinsip ini tida mutla harus demi ian. masing anggota. regional . Artinya apabila para anggota tida puas at as inerja manager dan pengurus operasi. arena pemili modal adalah neg ara.O/1989. dan tida didasar an semata-mat a atas besarnya modal yang diberi an. Di sini a an dibahas secara sing at mengenai sifat-sifat yang dapat membeda an seca ra cepat etiga badan tersebut. hajat hidup orang banya dan pemerataan hasil pembangunan (lihat Pa sal 33 Ayat 2 UUD 1945). menurut Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 74O/KMK. mere a mempunyai ha dan e uasaan unt u mengemu a an riti . dan ehenda untu mengelola sendiri. Kerjasama dima sud dapat dila u an antar operasi di ting at lo al. Perbedaan Koperasi Dengan Badan Usaha Non Koperasi Dengan mengacu pada pengertian operasi yang telah dijelas an dterdahulu. Yang dima sud dengan terbatas adalah wajar dalam arti tida melebihi su u bunga yang berla u di pasar. emamp uan. Pembagian Sisa Hasil Usaha epada anggota dila u an tida semata-mata berdasar a n modal yang dimili i seseorang dalam operasi tetapi juga berdasar an perimban gan jasa usaha anggota terhadap operasi. nasional. tanpa bergantung pada p iha lain yang dilandasi oleh epercayaan epada pertimbangan. Modal dalam operasi pada dasamya diperguna an untu emanfaatan anggota dan bu an untu se edar mencari euntungan. Berarti e uasaaan tertinggi berada di tangan anggota. Pengelolaan dila u an secara demo ratis Prinsip demo rasi menunju an bahwa pengelolaan operasi dila u an atas ehenda dan eputusan para anggota. jelas bahwa ada perbedaan yang cu up menyolo antara operasi dengan Badan Usaha Mili Negara (BUMN) dan juga dengan Badan Usaha Mili Swasta (BUMS). Dalam emandirian ter andung pula pengertian ebebasan y ang bertanggung jawab. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 232/KMK. Jadi. tida berdasar an pada besam ya modal yang ditanam an dalam operasi seperti yang berla u pada badan usaha la innya. Di samping elima prinsip di atas. dan memper uat solidaritas dalam mewujud an tujuan opera si. dan usaha sendiri. otonomi. menyata an penola an dan bah an dalam hal pali ng e strim mere a dapat memecat dan mengganti para pengurus dan pegawai-pegawai. te                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                . operasi juga mel a sana an dua prinsip operasi yang lain yaitu pendidi an per operasian dan erj asama antar operasi.

Perseroan Komanditer (CV) Berdasar an itab Undang-undang Hu um Dagang pasal 19. Kegiatan yang dila u an manajemen adalah mengad a an transa si usaha dan perjanjian bisnis guna mencari euntungan. Perusahaan Jawatan. PLN dan PT. bila terjadi erugian Ia harus men anggungnya sendiri. Dengan berbagai pert imbangan.ntang Pening atan Efisiensi dan Produ tifitas. pemimpin. BUMS (Badan Usaha Mili Swasta) Pemili BUMS bermacam-macam. • BUMN patungan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. pemasaran. CV adalah suatu bentu pe rjanjian erja antara orang-orang yang bersedia memimpin atau mengatur perusahaa n dan bertanggung jawab penuh. Si ap saling percaya di antar a para se utu merupa an unci eberhasilan pengelolaan dan tanggung jawab usaha. • Dibentu untu mela sana an ebija an pemerintah tertentu atau yang bersifat str ategis. te nologi. • Dibentu berdasar an peraturan perundang-undangan yang berta u dan hams dimih i serta di elola oleh Pementah. Sebali nya. seperti membangun prasarana tertent u guna melayani epentingan masyara at (public utili. walaupun tet ap melayani epentingan masyara at. Pembagian euntungan di antara para se utu didasar an atas esepa atan bersama. Firma Firma adalah perse utuan dua orang atau lebih yang menjalan an perusahaan dengan mengguna an nama bersama dan membagi hasil yang didapat an dari usahanya. clan juga pengelola. tergantung pada badan hu umnya.orang yang berse utu. • Ke ayaan negara pada BUMN yang dipisah an berdasar an Peraturan Pemerintah. • Dibentu dengan tujuan melindungi eselamatan clan esejahteraan masyara at. terutama pertimbangan efisiensi usaha. ma a semua a an menjadi mili nya. TELK OM atau Perusahaan Tele omuni asi. Demi ian pula halnya bila teadi erugian hams dipi ul. Perusahaan Perorangan Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dijalan an seseorang yang merupa an pemili . Di Indonesia perusahaan jenis ini banya jumlahnya di mana s ebagian besar volume usahanya masih ecil atau sedi it dan masih Iemah. ditanggung secara bersam a. dan manajemen. Perusahaan mili negara yang berbentu BUMN dapat dipecah lagi menjadi Perusahaa n Daerah. dan Perusahaan Umum. Di sini hanya a an diberi an beb erapa contoh BUMS. o Badan Usaha Patungan BUMN dengan Swasta Nasional atau Asing di mana Nega ra memili i saham mayontas (minimal 51 %). o BUMN patungan antara Pemerintah dengan BUMN lain. tetapi statusnya disama an d engan BUMN. Dengan ara teristi tersebut. Kelemaha n ini menca up segi-segi modal. pengusaha. Perusahaan Negara se arang suda h ada yang diswasta an. misalnya Perseroan Terbatas seperti PT. Salah satu cara untu mengatasi elemahan ini adalah dengan berusaha bersama-sama seperti m embentu operasi produsen. Di sini e ayaan pribadi dipisah an dengan e aya                                                                                                                                                                                                                                       . BUMN adalah perusahaan yang mempunyai ara teristi beri ut: • Usahanya bersifat membantu tugas Pemerintah.ties). Persero. yaitu: o BUMN patungan antara Pemerintah dan Pementah Daerah. • Usahanya bersifat omersial dan fungsinya dapat dila u an oleh swasta. Badan Usaha Mili Negara adalah: • Badan usaha yang sebagian sahamnya dimili i negara • Badan usaha yang sebagian sahamnya dimili i Negara. Sebagian besar firma yang ada di Indonesia mempunyal se utu di alangan eluar ga sendiri. Apabila perusahaan memperoleh euntungan. dan masing-masing m empunyai sifat serta cara erja yang berlainan. Bab I Pasal 1. ma a manajemen jenis perusahaan ini sangat terg antung pada emampuan orang. a Menghasil an barang yang arena pertimbangan eamanan dan erahasiaan hams di uasal oleh Negara. Karen a ada dua pemili dan pengelola. jelas bahwa manajemen BUMN dapat bebas bergera s eperti halnya perusahaan swasta. Jadi segala sesuatunya terga ntung pada emampuan dirinya sendiri.

(Uraian meng enai jenis perusahaan ini dapat dibaca pada bu u-bu u Pengantar Bisnis). Perusahaan Patungan (Joint Venture) Perusahaan patungan adalah perusahaan yang be erjasama dalam mengelola suatu eg iatan bisnis. jadi tida hanya me ngejar euntungan saja. di mana sema in besar modal yang ditanam sema i n besar bagian euntungan yang diperolehnya. biasanya mencari euntungan. Holding Company. • Bertujuan mencari laba sebesar-besamya • Keuntungan dibagi atas dasar modal yang disetor. Salah satu ciri penting perusahaan jenis ini adalah pada umumny a mere a bubar setelah tugas yang di erja an selesai atau tujuan bersama tercapa i. PT merupa an bentu perusah aan di mana perolehan modalnya berasal dari penjualan saham. Merger. Jadi yang memili i lembar saham terbanya a an memili i suara mayoritas. yang memili i saham terba nya a an memperoleh bagian yang besar • Pemili dan pengelola dipisah an. • Ke uasaan tertinggi berada pada eputusan rapat pemegang Saham • Merupa an suatu per umpulan modal. Dengan ara teristi demi ian. • Koperasi merupa an se umpulan orang atau badan hu um yang berusaha mensejahtera an masyara at (termasu para anggotanya). Di sini fungsi sosial sangat diperhati an oleh operasi • Keuntungan dibagi berdasar an besamya jasa anggota epada operasi. PT merupa an suatu umpulan modal yang diberi ha dan dia ui oleh hu um untu me ncapai tujuan tertentu. dan Concern. Perseroan Terbatas (PT). manajemen sebagai anggota omanditer tida i ut menjalan an perusahaan. perusahaan Multinational. yaitu dua tujuan perusahaan masing-masing yang be erja sama dan satu tujuan.an perusahaan. Berbagai ara teristi operasi yang membeda annya dengan perusahaan non operas i adalah sebagai beri ut: • Pemili adalah anggota se aligus juga pelanggan • Ke uasaan tertinggi berada pada Rapat Anggota • Satu anggota adalah satu suara • Organisasi ini diurus secara demo ratis • Tujuan yang ingin dicapai adalah mensejahtera an anggotanya. Jadi ada 3 perang at tujuan. Trust. Setiap wa tu (biasanya setahun se ali ) diada an rapat para per sero sebagai forum tertinggi e uasaan para pemili . setiap 1 lembar saham yang dimili i berarti satu sua ra. Jadi. • Tatala sananya bersifat tertutup (hanya terbu a bagi persero). ma a manajemen perusahaan BUMS harus benar-benar be erja secara profesional dan modern. Contoh-contoh jenis perusahaan ini menca up: Limited Partnership. Pembagian euntungan di perusahaan jenis ini biasanya didasar an atas besamya modal yang ditanam. I atan pa ra se utu hanya terbatas pada obye yang mere a erja an bersama saja. Hal ini dituntut oleh ondisi persaingan yang ma ih tajam dan sudah mengarah e persaingan yang sangat luas (globalisasi) . • Unit usahanya didasar an pada ebutuhan onsumen (pasar). Di sini. • Dalam rapat pemegang saham. Jadi manajemen usaha diurus dan dila sana an o leh pengelola. mere a hanya berha mengawasi jala nnya perusahaan. Kartel. Kara teristi utama dad PT adalah sebagai beri ut: • Pemili nya adalah para pemegang saham. Pada rapat ini a an ditunju manajer atau dire tur yang diserahi tugas memimpin usaha. sedang an pengelola bertanggung jawab epada pemili . • Koperasi merupa an alat perjuangan e onomi                                                                                                                                                                                                                           . di mana perusahaan yang bergabung tetap berdiri sendiri.

dan pengawas (pasal 21 UU No. Sebagai pedoman dalam mela sana an tugas. RapatAnggota Rapat anggota atau istilah lamanya RAT. Mere a bersumpah di depan para anggota untu s etia daii mengabdi demi epentingan oprasi secara su a rela Pen gawas Pengawas merupa an badan yang dipilih dan dan oleh anggota dalam Rapat Anggota y ang sesuai dengan bunyi pasal 38 UU No. se ertaris. dan pela sanaan ebija an pengurus. berbagai usul dan saran serta pendapat dan para anggota dap at di eluar an secara adil sesuai dengan ha nya. Namun edudu annya hanyalah sebagai pela sana dan ebija an yang ditetap an oleh RAT. Pengurus merup a an wa il para anggota yang memenuhi syarat dan riteria tertentu serta dipilih dan disah an oleh Rapat Anggota. diselenggara an satu tahu n se ali atau selambat-Iambatnya tiga bulan setelah tutup bu u pada tahun yang b ersang utan. Karena dia berwenang untu meneliti catatan serta menguji ebenaran harta. pengurus. dipilih dan diberhenti an jabatan pengurus serta badan peng awas.                                                                                                                                                                                               . • Dalam rapat anggota ml semua anggaran pendapatan dan biaya yang telah disusun d iminta an juga persetujuan dan para anggota. • Dalam rapat anggota. apalagi oleh pengurus. • Dalam rapat anggota. sehingga dia bertangg ung jawab epada pengurus. Pengurus Koprasi Pengurus oprasi terdiri dan etua. Organisasi in ternal dapat diarti an sebagai pembagian tugas dan wewenang yang sesuai dengan f ungsi atau unit-unit yang ada dalam organisasi oprasi. Secara umum. 25 Tahun 1992. Rapat anggota merupa an e uasaan tertinggi pada organisasi operas i yang dapat diwujud an sebagai beri ut: • Dalam rapat anggota. ma a jabatan ini tida boleh dirang ap . 25 Tahun 1992). pengawas m enyusun laporan tertulis tentang hasil pemeri saannya yang a an disampai an e R AT. secara normal.BAB III STRUKTUR ORGANISASI DAN KEUNGGULAN KOPERASI 1. Tugas manajer adalah mengelola dan me njalan an usaha operasi sebagai organisasi e onomi. dalam organisasi (internal) operasi indonesia terdapat stru tur at au tatanan menajemen sebagai beri ut: Alat Keleng apan atau Perang at Organisasi Koprasi Alat ini terdiri dari: rapat anggota. Stru tur Internal Organisasi Koperasi Stru tur organisasi merupa an bidang pertama yang menjadi permasalahan dalam man ajemen. harus terdapat garis-garis das ar yang menetap an pedoman pela sanaan organisasi dan suatu Usaha. Dewan penasihat atau badan pembina Apabila dirasa perlu ma a dapat diang at seorang penasehat atau pembina. Pada Gambar disaji an bagan stru tur organisasi inter nal dan operasil). Dalam mela u an tugas-tugas tersebut. Fungsi ini biasanya dijabat oleh personil dan Kantor Koperasi clan Pengusaha Kecil atau dan Pemda atau dan Koperasi Se under Manajer Manajer dalah pemimpin dan semua aryawan yang dimili i oleh operasi yang diser ahi tugas dan tanggung jawab oeh pengurus. Jadi forum ini merupa an perwujudan dan pela sanaan demo rasi anggota. h a . yaitu satu anggota satu suara. Pengawas bertugas mela u an pemeri saan terhadap tata ehidupan operasi. dan bendahara serta anggota yang dipilih oleh Rapat Anggota sesuai dengan Anggaran Dasar oprasi. termasu organisasi usaha. didengar laporan pengurus serta disah an laporan pertanggun g jawaban pengurus. diputus an rencana-rencana erja operasi untu periode yan g a an datang. • Dalam rapat anggota. dan ewajiban yang dimili i operasi.

Stru tur E sternal Koperasi Secara individu. Sesuai dengan Pasal 6 UU No. operasi mempunyai stru tur organisasi e sternal yang secara be rsamas ama mengada an i atan.Keterangan : Garis Perintah Garis Tanggung Jawab Gambar : stru tur organisasi internal Dari stru tur organisasi internal yang terdapat di Gambar di atas. bersifat idiil yaitu menampung dan mengelola segala aspirasi serta masalah operasi di Indones ia. dan manajer ar ena egiatan itulah yang menjadi unsur po o manajemen operasi. Sesuai dengan ebutuhan dan efisiensinya. se bagai lembaga tertinggi yang mewa ili gera an operasi Indonesia. operasi gabungan. tujuan. Gambaran mengenai isi dan luas organisasi serta tugas dan ruang gera masing-mas ing ting atan operasi dalam Iing ungan e stemal dapat dilihat pada Gambar beri ut: Gambar : Stru tur organisasi E sternal Guna mencapai cita-cita. operasi pusat. bal dengan pemenintah maupun dengan masya ra at • Sebagai alat perjuangan operasi dalam mening at an esejahteraan ra yat. dan indu operasi. • Sebagai alat pendemo rasian nasional. dan epentingan bersama operasi Indonesia dibe ntu lah satu badan yang disebut Gera an Koperasi Indonesia. 2S Tahun 1992 tentang operasi primer dan operasi se unde r.                                                                                                                                                                                                   . Bentu organisasi in i adalah tunggal dan diberi nama DEKOPIN (Dewan Koperasi Indonesia). seperti: operasi primer. di emu a an bahwa operasi gabungan dan pusat adalah bentu dari operasi se under. I atan ini di enal sebagai str u tur organisasi e sternal operasi. paling tida dalam operasi itu sendiri • Sebagai pembina operasi bal primer maupun se under Merupa an wadah partisipasi ra yat dalam mela sana an ebija an pemerintah di bidang pembangunan. Fungsi DEKOPIN adalah sebagai beri ut: Fungsi idill : • Sebagai juru bicara gera an operasi. DEKOPIN. Sedang an Koperasi primer sampai ti ng at teratas harus merupa an satu esatuan yang tida dapat dipisah an. di emu a an b ahwa yang menjadi titi sentral adalah: rapat anggota. DEKOPIN bu an mempa an badan hu um yang mela u an egiatan dalam bidang e on omi. operasi di ting at terbawah dapat mem bentu operasi pusat dan operasi gabungan. pengurus. 2. Dalam i atan tersebut juga ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan peran masing-masing.

Dalam m embanding an efisiensi e onomi dan suatu organisasi. individu itu tentu saja tid a a an berminat terhadap efisiensi dalam fungsi ideal dan suatu organisasi. dalam mana individu-individu membanding an manfaat yang dapat d ia peroleh dari organisasi tcrtentu dibanding dengan saingan-saingannya. se perti onsultasi. Bila benefit atau manfaat yang dihasil an operasi bagi seorang anggota adalah I ebih besar dan pada manfaat yang dicapai oleh individu itu bila dia tetap tingga l di luar operasi. dan ebutuhan onsumsi para anggota. Gambar Stru tur Organisasi De opin DEKOPIN juga merupa an wadah resmi dan pergera an pere onomian di Indonesia 3. usaha. bahwa eputusan dari seorang individu untu menggabun g an diri atau untu tetap tinggal pada suatu organisasi tergantung pada proses evolusi e onomi. Manfaat utama yang diharap an dan eanggotaan operasi adalah du ungan operasi terhadap elancanan I estabilan usaha. Set iap individu a an mendasar an eputusan. • Pengadaan input untu anggota dengan harga beli yang lebih rendah dan atau lebih stabil. Keunggulan Koperasi Fa tor e onomi menjadi alasan yang sangat dominan bagi seseorang untu masu dan menetap pada suatu operasi.eputusan mere a dengan membanding an ad ventages ( eunggulan/ elebihan) dengan disadventages ( etida unggulan). Secara specific lagi. E onomi di sini diarti an sebagai evolusi rasional dan eunggulan yang dapat direalisasi an oleh seorang anggota dengan mengguna a n atau dengan tida mengguna an servis-servis operasi itu. • Sebagai pusat penelitian per operasian yang sementara ini masih terbentur dengan masalah dana yang belum mencu upi. dan pembinaan organisasi. ar ena tida a an ada artinya bila mengetahui apa yang dapat dicapai secara ideal t ida a an pernah terjadi dalam enyataan.Pembinaan di bidang per operasian • Sebagai pusat pelatihan dan pendidi an bal bagi pengurus. bantuan hu um. Secara s ematis eunggulan dapat dilihat sebagai beri ut: Kembali e propossi dasar. sep erti: • Pemasaran hasil produ si para anggota dengan harga jual yang lebih tinggi dan at au lebih stabil. anggota maupun masyar a at. • Sebagai penghubung operasi Indonesia bai di dalam maupun di luar negeri. terut ama epada sesama gera an operasi. Keunggulan (advantages) operasi dilihat dan dievaluasi dan sudut pandang ebutu han individu para anggota. Para individu mencoba membangun evolus i e onominya mengenai benefit (manfaat) dan cost dengan mengguna an egiatan org anisasi-organisasi yang bersaing dan hari e hari yang normal.                                                                                                                                                                                         . mung in dengan me nduga-duga atau dengan memanfaat an pengalaman yang dimili i. ma a individu itu barang ali a an tetap tinggal dalam opera si itu dan operasi bah an dapat menani anggota baru. pengawasan. • Sebagai pusat pemberi jasa dalam mendorong dan menggalang operasi Indonesia.

etimbang hasil yang mung in diperoleh dan piha lain. operasi harus ber usaha secara efisien yang sanggup bersaing dengan berhasil di pasar. efe operasi dianggap memili i dua omponen. • Dalam jang a panjang. Cooperative dan Competitor). • Koperasi harus mampu menghindari terjadinya situasi dimana emanfaatan dan usaha                                                                                                                                                                                                                                                                                               . tetapi harus dihasil an atau d iperjuang an oleh operasi. tugas utama perusahaan operasi menunjang e giatan perusahaan operasi dan rumah tangga anggotanya dalam mening at an e uat an e onominya melalui penyediaan barang dan jasa yang dibutuh an. mere a harus me nawar an eunggulan husus yang tida dapat diberi an oleh organisasi lainnya. atau • Ditawar an dengan harga. para anggota atau anggota potensial (member atau potential members) dan pesaing (competitor). Manfaat dapat beru pa pening atan jumlah hasil (expected return). Ketiga pemain itu adalah operasi itu sendini (cooperative). • Organisasi operasi harus efisien atau efe tif bagi anggotanya. pelanggan. D engan ata lain. operasi harus memberi an epada setiap anggota suatu sald o positif antara pemanfaatan (insentif) yang diperolehnya dan operasi dan sumba ngan ( ontribusi)nya epada operasi. Bila mere a ingin menari anggota. artinya setiap a nggota a an menilai bahwa manfaat yang diperoleh arena berpartisipasi dalam usa ha bersama merupa an ontribusi yang Iebih efe lif dalam mencapai epentingan da n tujuan-tujuannya. Prasyarat Keunggulan Koperasi Koperasi dapat bersaing dengan organisasi-organisasi lain dalam hal anggota. artinya oper asi harus memberi an manfaat dan menghasil an potensi pening atan pelayanan yang cu up bagi anggotanya. mutu dan syarat-syarat yang lebih menguntung an. sebagai perusahaan. Beberapa persyaratan eberhasilan per embangan operasi yang seca ra umum diterima oleh teori e onomi operasi dijelas an oleh Hanel (1989) sebaga i beri ut: • Organisasi operasi harus berusaha secara efisien atLau produ tif. Efe operasi tida a an terjadi secara otomatis. yaitu: • Koperasi harus mampu bertahan melawan pesaing-pesaing (uji pasar) • Koperasi harus mampu merangsang anggota unlu berpartisipasi dalam pencapaian pr estasi (Uji partisipasi). dan pa da yang ditawar an di pasar atau oleh badan-badan resmi. Mas ing-masing dan omponen strategis tersebut sering disebut “The Third’s C Strategic” (C ustomer/members. operasi harus tumbuh dan ber embang secara efe ti f dan efisien. Gambar : Hubungan Badan Usaha dengan Piha Lain Persyaratan umum eberhasilan per embangan operasi Seperti yang di emu a an terdahulu. Guna mencapai tugas tersebut. Manfaat eanggotaan ini sering disebut juga efe operasi (cooperative effect). Menurut Rop e (1992). Dengan ata lain. penemuan itu harus diperjuang an atau dila sana an.• Pengadaan ebutuhan onsumsi dengan harga yang lebih murah dan atau stabil. Dalam pengertian yang lebih jauh. eunggulan itu a an diperoleh ji a mere a menjadi pemili dan pada wa tu yang bersamaan juga menjadi pema ai dan servis-servis yang diberi an operasi tersebut. dan lain-lain. mod al. Efe operasi harus ditemu an dan diperoleh dan ji a telah ditemu an. Koperasi dalam segitiga strategis Untu menganalisis eunggulan operasi harus ada tiga pemain yang diperhitung an . eunggulan husus tida a an dijumpai pada organisasi lain dan hanya dapat direalisasi an oleh individu-individu ji a mere a menjadi anggota su atu operasi. Manfaat eanggotaan pada suatu operasi dapat dihitung dengan jalan melihat perb edaan da hasil usaha anggota alau menjadi anggota dengan alau tida menjadi an ggota operasi tersebut atau menjadi anggota organisasi lain. berupa pening atan estabilan dan hasil (standart deviation of return) alau ombinasi dan eduanya. yang mung in: • Sama se ali tida tersedia di pasar. Efe operasi dapat dihitung dengan: Efe operasi = euntungan dari operasi .eutungan dari non operasi Dengan ata lain efe operasi merupa an basil pengembangan anggota melalui ope rasi.

• Planning (perencanaan). artinya operasi harus mampu mencegah timbulnya dampa -dampa dan penumpang gelap (free raider) yang terjadi arena edudu an s ebagai orang luar sema in menari nya. Di sini diambil pembagian yang umum dipa ai oleh berbagai pengarang . program-program dan prosedur-prosedur untu mencapai tujuan itu. BAB IV FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PADA KOPERASI 1. Pengarang lain membagi fungsi manajemen dalam Planning. • Coordinating (penyelarasan. apa ah tujuan itu berupa penemuan te ni -te ni baru dengan jalan riset atau ah berupa euntungan. Pra te nya semua bagian itu_tida dapat d ipisah-pisah. Jawatan Pemerintah atau ah Organisasi Keagamaan dan Ang atan Perang. Sesuda h itu dipi ir an semua egiatan yang diperlu an untu mencapai tujuan itu. Directing. ma a tugas manajemen dipecah menjad i beberapa bagian disebut fungsi manajemen. menentu an dan mengatur fa tor-fa tor yang dibutuh an dalam menjalan an suatu p erusahaan. memutus an dan menentu an apa yang a an di erja an. • Controling (pengawasan) atau dising at PODCC. • Organizing (penyusunan). ebija sanaanebija sanaan. Or ganizing. Staffing. PT. Kemudian men yerah an pela sanaan-pela sanaan egiatan. Suatu persiapan ceta biru (blue print) untu tinda an-tinda an yang a an dijalan an. fasilitas-fasilitas. bagaimana dan oleh siapa agar dapat mencapai tujuan terte ntu atau dapat mencapai hasil-hasil yang ditetap an. Mes i pun demi ian. Planning (perencanaan) Planning atau perencanaan berarti. Controlling dan Appraising. Fungsi Manajerial Untu mengetahui erja atau fungsi manajemen. melain an dijalan an h ampir bersama-sama. yang meliputi orang-orang. tapi isinya hampir sama.bersama itu menjadi mili umum. Lagi pula fungsi manajem en ini bersifat universal. Perusaha an Negara. Directing dan Controlling dengan fun gsi Coordinating sebagai fungsi po o . menimbang-nimbang.adang berulang-ulang atau merupa an sebuah l ing aran ta berujung pang al. mana pun yang diambil intinya tetap sama. Kegia tan. Organizing. penuntunan). Atau ju ga berarti pemilihan tujuan-tujuan perusahaan beserta ebija sanaan. euangan dan lain-lain yang dibutuh an. Delegating. penyerampa an). dan delegasi e uasaan untu mela sana an nya. dan tida selalu berurutan seperti di atas. • Directing (pengarahan. prosedur-prosedur. menyerampa an atau oord                                                                                                                                                                                                                                          . Beberapa pengarang membagi fungsi ma najemen dengan cara yang berbeda dan dengan pembagian yang berlainan pula.. Universitas. Ada juga yang memba ginya dalam Planning.egiatan ini lalu digolong-golong an atas suatu dasar tertentu. penggolongan egiatan.egiatan yang sudah di golong an itu epada departemen-departemen atau bagian-bagian tertentu yang di e palai oleh seorang manajer (pengurus).egiatan ini. Jadi mula-mula adalah memahami tujuan perusahaan. malahan adang. Merencana an adalah memi ir an. pemi iran yang cermat dalam mempertimbang an.egiatan yang diperlu an untu mencapai tujuan-tujuan perusahaan . apa ah itu dalam Koperasi. Pengorganisasian (organizing) Koontz dan O’Donnell memberi an definisi yang lain. Mere a menyata an bahwa fungsi organisasi seorang manajer meliputi penentuan dan peny ebutan egiatan.egiatan itu epada se si-se si atau b agian-bagian yang bersang utan dalam perusahaan itu. Pengarahan (Actuating) Fungsi ini juga sering diarti an sebagai penyelarasan. penyerahan egiatan. atau arena usaha operasi mengarah e usa ha bu an anggota.ebija sanaa n. di mana-mana.

Sebagai a ibat pela sanaan fungsi pengorganissian ma a organisasi yang be sar menjadi terbagi e dalam unit-unit yang lebih ecil yang memili i ewenangan . Sinergi antar unit atau elompo erja jelas d ibutuh an untu mencapai tujuan. Manajemen Keuangan dan Manajemen Sumber Daya Manusia Koperasi. Di ata an bahwa ada dua ondisi yang harus dipenuhi bagi suatu operasi agar men jadi alternatif yang menari bagi para anggota dan calon anggta. dan bagaimana menanggulan gi penyimpangan-penyimpangan dalam suatu perusahaan. Di samping itu. Hal ini dimung in an bila setiap unit erja bu an saja menyadari sebgai bagian dan sistem besar. mengambil eputusan dan pengawasan. ini berart i bahwa sebelum ada tinda an pengamatan haruslah lebih dulu ada tujuan dan renca na (plan). Operasi perusahaan harus sesuai dengan rencana untu mencapai tujuan. motivasi dan esanggupan berpartisip asi dalam menentu an tujuan. Da pat berupa esatuan fisi seperti ribuan ton barang. Analisis Kebutuhan Anggota Para anggota a an terus mcmpertahan an eanggotaannya dan terus mengada an trans a si dengan perusahaan operasi apabila mere a memperoleh manfaat. oleh sebab itu fungsi man ajemen yang dibutuh an selanjutnya adalah mengarah an. Dan lang ah-Iang ah tera hir ialah memperbai i atau melurus an tinda an-tinda an yang se iranya a an berlain an dengan rencana. dan malahan mung in otonomi. Sementara organisasi haru s dapat berjalan agar tercapai tujuan yang diharap an. namun sinergi itu a an terbentu apabila fungsi pengarahan ini dapat dila u an secara efe tif. Terhadap rencana inilah semua operasi dicoco an. Arti lain. Para anggota harus i ut serta membiayai perusah aan operasi yang diperlu an untu menunjang usaha dan rumah tangga para anggota nya secara efisien sesuai dengan ebutuhan dan tujuannya. Fungsi-fungsi ini meliputi: Manajemen Strategi Pelayanan Kepada Anggota. controlling adalah pengu uran dan pengore si an semua tinda an bawahan untu menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Dengan ata lain. Ha l-hal tersebut a an dibahas pada bab tersendiri pada po o bahasan setanjutnya. meyelaras an. mere a harus memili i ha . di mana. yaitu: • Koperasi harus dapat menghasil an paling sedi it elebihan yang sama dengan peru sahan non operasi. se ian satuan jasa. mutu dan syarat-syaratnya lebih menguntung an daripada yang diperoleh dan piha lain yang bu an operasi. pendapatan. artinya sesua i dengan ebutuhan dan epentingannya. menyerampa an dan meng oordinasi an antar unit ini menjadi an unit yang ada ibarat alat mu si yang tengah bermain or estra. Tanpa adanya rencan a ini pengurus tida dapat mengu ur pe erjaan orang-orang yang ada di bawah tang gung jawabnya tida a an dapat mengetahui bahwa orang-orang itu be erja e arah tujuan yang sama. inves tasi. ontrol ialah se mua egiatan yang dituju an untu membuat semua peristiwa dalam perusahaan sesua i dengan rencana. menyimpang atau tida berdasar an standar. jam er ja atau dapatjuga berupa satuan-satuan euangan seperti biaya. 2. juga ta alah pentingnya adalah omitmen mere a untu menjalani erjasama dengan unit lain sec ara fungsional. Di samping itu yang perlu dite an an ialahbahwa controlling at au pengamatan dijalan an atas operasi-operasi perusahaan di masa yang a an datan g. Lang ah edua ialah menguji semua a tivitas oran g-orang. euntungan dan lain-lain. dan mengetahui bilamana. BAB V MANAJEMEN KEANGGOTAAN 1. Fungsi-fungsi Operasional Fungsi-fungsi operasional operasi tida berbeda dengan perusahaan non operasi. yaitu memperoleh barang dan jasa yang har ganya. eleluasaan. Manaje men Pemasaran. St andar atau u uran itu adalah rencana yang dibuat untu mencapai suatu tujuan. Koperasi harus mejadi pemenang dalam persaingan dan harus rne                                                                                                                                                                                                                                                                                            . Controlling (pengamatan/pengawasan) Controlling atau appraising adalah mengamati operasi.inasi. e uasaan. pembuatan u uran atau standar. penilaian tinda an yang diharap an berdasar an u uran tadi dan emudian menanggulangi ji a terjadi penyimpangan-penyimpangan. mengaialisa arah gera bes erta hasil-hasilnya. Lang ah-lang ah yang diperlu an dalam menjalan an pengamatan ini adalah pertama. emung inan bertinda .

“Uji Partisipasi” (participation test). persaingan dan paso pasar dapat menurun an basis e onomi pelayanan epada anggotanya. Pertama. “Uji Pasar” (mar et test). dan yang merupa an nilai nyata dan manf aat tersebut adalah besarnya hasil lebih dari perbandingan antara biaya-biaya tr ansa si dengan efisiensi pemasarannya. Mengingat operasi adalah organisasi bisnis yang bertujuan mening at an taraf hi dup anggotanya dan ini merupa an tanggung jawab dan tugas e onomi. Keterlibatan anggota terha dap operasi sangat tergantung dan sejauh mana operasi dapat menawar an manfaat -manfaat e onomi epada para anggotanya. yaitu operasi harus memili i potensi advantages bersaing dibanding dengan institusi la innya. Kedua. apalagi bila operasi lebih memaling an bisnisnya epada non anggota. Para anggo ta operasi harus mampu mengendali an manajemen dengan cara. ma a omitmen anggota harus dilihat hanya dan aspe -aspe e onomi.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         . Menurut Burhan Arif (1990). Koperasi harus mempunyai potensi untu menyedia an eunggulan husus. sehingga menga ibat an transa si bisnis sebag ian atau seluruhnya epada piha pesaing operasi. Namun demi ian. Fa tor yang terpenting sebagai pengi at omitmen anggota adalah manfaat-manfaat pasar operasi dan biaya-biaya transa si yang dihasil an dan pertu aran barang. Dalam hal demi ian operasi masih mempunyai nilai lebih dan segi ualitas dan pe layanannya. Ke ndatipun saat ini hanya pesaing operasi yang menawar an pelayanan-pelayanan h usus epada anggota operasi. sebab anggota Ie bih merupa an investor dan bu an lagi re an bisnis. 2. masalah “membership commitment” a an selalu a tual terut ama eti a operasi harus selalu bersaing dengan organisasi lain yang non operas i. mere a a an ehilangan interest mere a untu tetap tinggal dalum operasi.mpunyai potensi untu mernberi an “advantages” husus atau eunggulan husus pada pa ra anggotanya. tetapi para anggota tida dapat berpartisipasi dalam eunggulan itu. Kewajiban Dan Ha Anggota Keanggotaan • Anggota operasi adalah pemili dan se aligus pengguna jasa operasi • Anggota operasi dicatat dalam bu u daftar anggota • Yang dapat menjadi anggota operasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mam pu mela u an tinda an hu um atau operasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetap dalam Anggaran Dasar • Koperasi dapat memili i anggota luar biasa yang persyaratan. ha dan ewajiban eanggotaannya ditetap an dalam anggaran dasar • Keanggotaan operasi didasar an pada esamaam epentingan e onomi dalam Iing up usaha operasi • Keanggotaan operasi dapat diperoleh atau dia hiri setelah syarat sebagaimana di atur dalam Anggaran Dasar dipenuhi • Keanggotaan operasi tida dapat dipindahtangan an • Setiap anggota operasi mempunyai ewajiban dan ha yang sama terhadap operasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. Dengan ata lain. manajemen dimotivas i untu mempromosi an epentingan anggotanya. Para anggola harus mampu mengendail an manajemen operasi dengan cara menuntut agar manajeme n itu rnampu dan bersedia mernpromosi an interest para anggota. operasi menghadapi dua ujiann dalam mendapat an anggota denga n memberi an ‘net advantages’ epada mere a. • Bah an sungguhpun operasi dapat memenang an persaingan dalam suatu ondisi hus us. Rea si operasi pada umumnya terhadap masalah ini adalah dengan jalan mening at an bisnisnya dengan nonanggot a secara berlebihan hanya dengan dasar ingin mening at an euntungan. Keanggotaan. Bila ini t erjadi prinsip identitas yang menjadi pifar operasi a an hang. Komitmen anggota terhadap operasi tida a an menjadi masalah sejauh pelayana n-pelayanan yang dibutuh an anggota dapat dipenuhi oleh operasi itu sendiri. masih mung in iranya operasi mengi at secara e o nomis apabila operasi menawar an pelayanan yang lebih bai daripada pesaingnya. Biaya transa si yang rendah yang menga ib at an barang operasi Iebih ompetitif adalah unci terpenting dalam bisnis deng an anggota. yaitu operasi harus dapat mer ealisasi an dan mela sana an/memanfaat an eunggulan itu demi euntungan anggota nya.

Kewajiban Dan Ha Anggota Koperasi Sertiap anggota operasi mempunyai Kewajiban: • Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi serta eputusan yang telah disepa ati dalam Rapat Anggota. Tanpa rangsangan partisip asi yang efe tif. yang artinya mengi utserta an piha lain dalam mencapai tujuan. Kuba. partisipasi yang dipa sa an (f orced) dan pantisipasi su arela (foluntary). Pada beberapa negara banya pe erja dipa sa oleh undang-undang atau eputusan pemerintah untu berpartisipasi dalam pengambilan eputusan yang berhubungan dengan pe erjaan. pela sanaannya dan peransert a perorangan? se elompo orang. misalnya di negara-neg ara omunis ( eti a masih ber uasa) seperti Rusia. pela sanaan program-program manajemen tida a an berhasil dengan bai . Melalui partisipasi segala aspe yang berhubun gan dengan pela sanaan egiatan pencapaian tujuan direalisasi an. Dimensi-dimensi partisipasi dijelas an sebagai b eri ut Dimensi partisipasi dipandang dan sifatnya Dipandang dan sifatnya. Oleh arena itu seorang pimpinan da larn bidang apapun. Partisipasi Anggota Koperasi Partisipasi merupa an fa tor yang paling penting dalam mendu ung eberhasilan at au per embangan suatu organisasi. menyata an pendaapat dan memberi an suara dalam rapat anggota • Memilih dan atau dipili menjadi Anggota Pengurus Dan Pengawas • Meminta diada an Rapat Anggota menurut etentuan dalam Anggaran Dasar • Mengemu a an pendapat atau saran epada pengurus diluar Rapat Anggota bai dimin ta maupun tida • Memanfaat an operasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota • Mendapat an eterangan mengenai per embangan operasi menurut etentuan dalam An ggaran Dasar. Pa ntisipasi su arela terjadi bila manajemen memulai gagasan tententu dan para bawa han menyetujui untu berpantisipasi dan mendu ung gagasan tersebut. partisipasi yang dipa sa an (forced ) tida sesuai dengan pninsip operasi eanggotaan terbu a dan su arela serta ma najemen yang demo ratis. Sifat esu arelaan ini menuntut emampuan manajemen o perasi dalam merangsang a tivitas partisipasi anggota. K. mulai dan ting at paling atas sampal ting at paling balwah h arus mampu mening a an pantisipasi semua omponen atau unsur yang ada. Dimensi partisipasi dipandang dari bentu nya Dipandang dari sifat eformalannya. partisipasi dapat bcrsifat formal (formal pa rticipation) dan dapat pula bersifat informal (informal patricipation). • Berpartisipasi dalam egiatan usaha yang diselenggara an oleh operasi • Mengembang an dan memelihara ebersamaan berdasar atas asas e eluargaan Setiap anggota operasi mempunyai Ha : • Menghadiri. dan lain-lain. partisipasi dapat berupa. 3. partisipasi dalam operasi tida a an berjalan. Secara harfiah partisipasi diambil dan bahasa asing participation. Ji a tida dipa sa oleh situasi dan ondisi. P artisipasi. Pada par tisipasi yang bersifat formal biasanya telah tercipta suatu me anisme formal dal am pengambilan eputusan dan dalam pela sanaan setiap egiatan (misalnya seri at                                                                                                                                                                                                                                                                                           . Seorang pimpinan a an berhasi l dalarn mela sana an tugasnya bilamana pimpinan tersebut mampu mening at an par tisipasi semua omponen atau unsur yang ada. Tanpa du ungan semua unsur alau ompon en. Semua program yang harus dila sana an oleh manajemen perlu memperoleh du ungan dan semua unsur atau omponen yang ada dalam organisasi. Davis (1976) menyata an partisipasi adalah eteri atan mental dan emosi seseo rang dalam situasi elompo yang mendorong dia untu memberi an ontribusi dan i ut serta bentanggung jawab atas pencapaian tujuan-tujuan elompo . Partisipasi yang sesuai pada operasi adalah partisipas i yang bersifat su arela. tergantung dan sudut mana ita mandang. lstilah pantisipasi berdimensi banya . Cina. Dan pengerti an ini ma a agar suatu egiatan dapat di ata an sebagal partisipasi harus memenu hi unsur-Unsuir: (1) adanya eterlibatan mental dan emosi seseorang dalam organisasi (2) ber aitan dengan elompo (3) memberi an ontribusi (4) bertanggung jawab alas eberhasilan dan egagalan organisasinya. bentu nya. bisa dipandang dan sifatnya.

anggota tersebar di wilayah erja operasi yang begilu luas. • Setelah dana yang ter umpul tersebut diguna an oleh perusahaan operasi. tergantung situasi dan ondisi serta aturan-aturan partisipasi yang dib erla u an. manfaat yang dipe roleh anggota tersebut a an sema in banya . dan (2) mengambil bagian dala m penetapan tujuan. Pada partisipasi yang bersifat informal biasanya hany a terdapat persetujuan lisan antara atasan dan bawahan dalam bidang-bidang parti sipasi. sehingga diperlu an pcrwa ilan-pcrwa ilan untu menyampai an aspirasinya. proses pengambilan eputusan mengenai penetapan tujuan dan ebija sanaan serta proses p engawasan jalannya perusahaan operasi harus melibat an anggota arena anggota s ebagai pemili perusahaan operasi (partisipasi ontnibustif anggota dalam penga mbilan eputusan).                                                                                                                                                                                                                                                                                            . dan bila ini terjadi. anggota sebagai pelanggan/pema ai h arus memanfaat an setiap pelayanan yang diberi an oleh operasi (partispasi inse ntif). Partisipasi langsung dapat dila u an dengan memanfaat an fasilitas oper asi (membeli atau menjual epada operasi). (1) para anggota memberi an ontribusinya te rhadap pembentu an dan pertumbuhan perusahaan operasi dalam bentu ontribusi euangan (penyerahan simpanan po o . simpanan su arela. pembuatan eputusan dan proses pengawasan terhadap jalannya perusahaan operasi. atau dan a-dana pribadi yang diinvestasi an pada operasi). Dalam edudu annya sebagal pelanggan / pema ai. • Tetapi untu mendu ung pertumbuhan operasi. Pada operasi partisipasi langsung dan partisipasi tida langsung dapat dila san a an secara bersama-sama tergantung pada situasi dan ondisi serta aturan yang b erla u. OIeh arena itu an ggota perlu dirangsang dengan pelayanan-pelayana yang menari dan sesuai dengan ebutuhan anggotanya. Antara parti sipasi ontributif dengan partisipasi insentif terdapat hubungan yang sangat era t. • Dalam rang a membiayai pertumbuhan operasi. membahas po o persoalan. Manajemen operasi bisa merangsang partisipasi anggota secara formal maupun i nformal. simpanan wajib. infomasi. memberi an saran-saran atau informas i dalam rapat. Dalam edudu annya sebagai pemili . Sedang an partisipasi tida langsung terjadi apabila ada wa il yang membawa as pirasi orang lain. Dimensi partisipasi dipandang dari segi epentingannya Dan segi epentingannya partisipasi dalam operasi dapat berupa partisipasi ont ributif (contributif participation) dan partisipasi insentif (incentif participa tion).pe erja. misalnya aryawan atau anggota. Sema in banya anggota memanfaat an pelayanan operasi. Partisipasi semacam ini disebut partisipasi ontributif. Partisipasi langsung terjadi apabila setiap orang dap at mengaju an pandangan. memberi an ontribusi modal. dewan pengurus). memilih pengurus. partisipasi dapat dila sana an secara langsung mau pun secara tida langsung. einginan. harapan. simpanan su arela maupun yang berasal dan usah a scndiri para anggota (partisipasi ontribusi euangan) sangat diperlu an. para anggota memanfaat an berbag ai potensi pelayanan yang disedia an oleh pcrusahaan operasi dalam menunjang e pentingannya. Partisipasi dipandang dan pela sanaannya Dipandang dan pela sanaannya. dan lain-lain. atau operasi yang terinte grasi. mengaju an eberatan serta la ngsung terhadap einginan orang lain atau terhadap ucapannya. Wa il yang terpilih tersebut a an berbicara atas nama aryawan atau anggota dengan elompo yang lebih tinggi ting atannya (manajer atau pengurus). saran dan lain -lain epada piha yang menjadi pimpinannya tanpa harus melalui dewan perwa ilan . simpanan wajib. secara bersama-sam a. Seseorang dapat se cara tangsung menyampai an ide-ide. ontribusi euangan bai yang berup a simpanan po o . Partisipasi semacam ini disebut partisipasi insentif. esadaran dala m pela sanaan partisipasi ontributif a an sema in mening at. Pan tisipasi tida langsung terjadi apabila jumlah anggota terlampau banya . Kedua jenis partisipasi ini timbul sebagai a ibat peran ganda anggota seb agai pemili dan se ailgus sebagai pelanggan. Pada operasi edua bentu partisipasi ini bisa dila sana an.

Dalam ondisi tersebut operasi mempunyai eunggulan omparatif terutama dan seg i harga pelayanan pada anggota.operasi. • Kebebasan eluar dan masu bagi perusahaan. Berdasar an grafi diatas dapat dilihat bahwa harga adalah sama dengan ong os pr odu si minimum rata-rata. Kara teristi dan bentu pasar persaingan sempurna. sebagaimana pela u e onomi di pasar dengan stru tur ini. Koperasi dapat masu dalarn stru tur pasar ini dengan ting at harga di baw ah atau sama dengan ting at harga. Koperasi. yaitu pada titi P1 dengan jumlah yang ditawar an Q1 dan itu a an tercapai pada titi MC=MR. tida mempuny ai e uatan untu mempengaruhi harga. OIeh arena itu demand curve dari operasi berbentu elastis sempurna. Da lam eadaan itu operasi tida memili i eunggulan omparatif bagi anggota sehin gga tida menari bagi anggota. Prasyarat unt u unggul dalam situasi persaingan adalah eadaan usaha operasi yang menonjol a n efisiensi dan efe tivitas. Namun a ibat harga operasi yang lebih rendah da n harga pasar. Koperasi harus senantiasa siap dengan emung inan terjadinya i lim persaingan ba i dengan sesama operasi maupun dengan badan usaha non. • Pengetahuan sempuma dan pembeli dan penjual. Pasar persaingan sempurna merupa an stru tur pasar yang paling ideal dilihat dan peluang terciptanya efisiensi dalarn proses produ si dan distribusi barang dan jasa. Koperasi dalam Pasar Persaingan Sempurna Jang a Pende Berdasar an gambar diatas ji a operasi mengutama an laba ma simum ma a strategi harga harus ditetap an berdasar an harga yang berla u di pasar. • Semua penjual menjual produ identi . Karena eterbatasan sumberdaya ma a operasi tida dapat memenuhi pemintaan sehingga ban ya nya permintaan embali mendorong harga menjadi tinggi. adalah: • Pembeli maupun penjual dalam jumlah yang banya . Ji a operasi lebih mengutama an laba bagi badan                                                                                                                                                                                                             . banya anggota dan non anggota a an membeli e operasi. Koperasi dalam Persaingan Sempurna Persaingan sempurna ditempat an sebagai bagian penting dalam era e onomi pasar. Bila berdasar an untu mening at an esejahteraan bagi anggota ma a strategi yan g tepat adalah menjual pada harga di bawah harga pasar yang berla u yaitu pada P 2 dengan jumlah yang ditawar an sebesar Q2 yang alan tercapai pada titi AC=AR.Gambar : Dimensi Partisipasi BAB VI ORGANISASI KOPERASI DALAM BERBAGAI BENTUK PASAR 1. hampir tida ada perbedaan antara operasi dengan peru sahaan yang mema simum an laba. dengan demi ian operasi memili i eunggulan ompetitif bagi anggotanya.

Ji a oligopoli t adi olusi ma a a hirnya stru tur pasar yang dihadapi operasi adalah monopolist i . Dengan ata lain. Di samping itu setiap eputusan harg a yang diambil oleh suatu perusahaan (penjual) harus dipertimbang an oleh perusa haan-perusahaan lain dalam pasar. dengan sendirinya oper asi dalam pasar persaingan sempurna jang a panjang a an mati. lo asi. 3. sehingga setiap eputusan dan masing-masing penjual a an mempunyai dampa signifi an (nyata) pada perusahaan lain. suatu perusahaan tida a an memperhitung an a si p erusahaan lain sehinggga intera si yang strategis di alangan mere a jelas tida ada. Oleh arena perusahaan dalam pasar hanya sedi it. Integrasi verti al yang dila sana an oleh perusahaan operasi atau perusahaanperusahaan lainnya disamping sebagai upaya mening at an efisiensi perusahaan. ma a operasi hams menjual dibawah harga pasar yaitu pada P2. Dewasa ini banya operasi di pasar-pasar lo al yang telah berintegrasi verti al .usaha ma a harga jual operasi adalah pada harga pasar yang berla u yaitu pada P1 dengan jumlah Q1. dengan demi ian sampai pada batas tert entu operasi masih bisa bersaing dalam menetap an harga. tercapai pada titi MC=MR. Sementara operasi harus bersaing dengan badan usaha non opera si yang sudah sangat establish di pasar bai dari segi manajemen yang efisien ma upun dari segi penggunaan te nologi tinggi. sebab eterbatasan jumlah penjual a an menga ibat an esaling etergantungan antara p enjual satu dengan lainnya. ma a ada beberapa emung inan y ang harus dihadapi. selesai masa subs idi operasi a an exit . Setiap penjual telah mencola membuat produ nya berbeda sedi it dibanding an produ (barang) penjual lainnya. Jadi perila u set iap penjual sangat tergantung dan eputusan. Ji a Koperasi ingin masu dalam pasar oligopoly. menerima subsidi dari pemerintah. mengingat sifat pasar oligopoly sangat sensitive terhadap harga. ecuali asumsi mengenai produ yang homogen. bai sebagai saingan maupun sebagai re an erja sama. dan lain-lain. operasi juga menghadapi trust. Di pasar persaingan sempurna. pengepa an. Pada pas ar persaingan monopolisti emung inan tersebut masih terbu a mengingat urva pe rmintaan yang dihadapinya adalah elastis. bai secara independen (sendiri-sendiri) maupun secara dia m-diam be erja sama. Dalam pasar oligopoly. Kedua. ma a Ia harus mampu memberi an tambahan pendapatan epada anggotanya d an atau secara umum harus mampu memperbesar ema muran para anggotanya. Dalam ondisi seperti ini berbagai macam a ibat yang mung in terjadi tergantung pada derajat e arah mana oligopolis berti nda . Koperasi Dalam Pasar Monopolisti Agar suatu operasi yang beroperasi di pasar persaingan monopolisti mencapai e su sesan. ma a perlu dila sana an peraturan yang etat t emtama dalam hal pela sanaan uota antara anggota dalam tubuh operasi itu sendi ri dan pengontrolan terhadap mental manajer. Pertama. Persaingan diantara beberapa penjual (oligopoly) a an berbeda dengan persaingan diantara banya penjual (persaingan sempurna dan persaingan monopolisti ). ma a a an selalu ada rintangan untu memasu i pasar. Menurut                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         . i lan. operasi hanya dapat hidup dalam jang a pende walaupun m endapat subsidi dan pemenintah. hal tersebut tida mung ing arena P2 berada di bawah ong os minimum rata-rata. ju ga untu menghindari persaingan yang etat antar penjual. Dengan demi ian dapat disimpul an bahwa ji a operasi ingin tetap dipertahan an dan di embang an dalam pasar ini. Qalam eadaan ini operasi tida mempunyai eunggulan bagi anggotanya. Koperasi Dalam Pasar Oligopoli Oligopoli adalah stru tur pasar di mana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang menguasai pasar. rea si pesaing terhadap epu tusan harga dan output adalah paling penting dalam oligopoly. Asumsi yang mendasari model persaingan monopolisti secara mutla sama seperti ompetisi sempurna. Tetapi di pasar oligopoly yang diciri an dengan sedi itnya jumlah pe rusahaan (penjual).eputusan penjual lainnya. 4. Terbu a emung inan operasi disubsidi oleh pengusaha-pengusaha yang tergabu ng dalam industri oligopolisti . Dalam hal ini tida ada satu penjual pun yang merupa an ancaman bagi penju al lainnya. masing-masing oligopolis a an merumus an ebija annya dengan melihat efe ebija an penjual lain. Ji a operasi Iebih mengutama an epentingan anggota yaitu optimum output. Pada persaingan monopolisti para penjual bersaing dengan diferensiasi produ dalam hal ualitas .

Jochen. Marburg University Ger many Hendar & Kusnadi. Suatu perbedaan analisis yang membeda an situasi persai ngan sempurna dengan persaingan monopolisti adalah bahwa arena eheterogenan p rodu . Terjemahan: Ancella Anitawati Hermaw an. 2003. J i a penjual mengubah harga produ nya. Ewel Paul. 1985. 1985. Marburg Jerman Mun ners. 1999. 1984. Development. Manajemen Koperasi Terapan: Serial Pra tis Pengetahuan Dasar Kope rasi. BPFE UGM Yogya arta Dulfer Eberhard. stru tur pasar seperti ini adalah secara empiris paling re levan dalam dunia nyata. 1993. 19891. Manajemen Koperasi: Pasca UUNomor25 Tahun 1992. Oleh arena itu urva permintaan individual tida a an horizontal seperti pada asus pasar persaingan sempurna. IKOPIN Bandung Rully Indrawan & Tati Suhartati Joesron. Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Koperasi: Masalah Pengembangan Dan Pembinaannya. Basic Aspects Of Coooperatives Organization and Policies Fo r Their Promotion In Developing Countries. Bhratara Ja arta Bambang Riyanto. Manajemen Pemasaran. sehingga setiap penjuala. 1997. -----------------------. 2001. tetapi a an menurun dan iri atas e anan bawah dengan elastisitas yang urang sempurna. Philip. FAO Of UN Roma -----------------------. dapat berperila u sebagai monopolisti ecil. Salemba Empat Ja arta Ign. 1995. Cooperative. Manajemen Koperasi.banya ahli e onomi. 1974. Vandenhoe & Ruprecht Gotingen Germany Hanel. ma a tida a an ada perpindahan onsumen s ecara total e penjual lain. 2002. Koperasi Teori Dan Pra te . 1999. 1994 International Hand Boo Of Cooperative Organizatio n. The I nterstate Printers & Pub Inc USA Rop e. 1995. 1985. FE UI Ja arta Koermen. Lembaga Penerbit UI Ja arta Hendrojogi. E onomi Koperasi. Kewirausahaan Koperasi. Pusta a Raya Ja arta Kotleer. Alfred. The Economics Theory Of Cooperatives Interprice In Developi ng Countries With Special Referens To Indonesia. Marburg University. Su amdiyo. Introduction Into Cooperatives Law. Erlangga Ja arta Atje Partadiredja. Kurva Permintaan Dan Kurva Marginal Revenue Pada Pasar Monopolisti DAFTAR PUSTAKA Arifin Sitio & Haloman Tamba. Manajemen Koperasi. Lemlit UNPAS Bandung                                                                                               . Operation Efficient Of Agricultural Cooperatives In Devel oping Countries. Hans. Principles And Manajemen. Erlangga J a arta Roy.

Salemba Empat Ja arta         . Teori E onomi Mi ro. 2000. Man faat Ber operasi: Suatu Kajian Teoritis. 2003. Swa Bisnis Bandung ------------------------.Tati Soehartaty Joesron.