Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS SKENARIO   ID : Perempuan/ 42 tahun TB : 156 cm IMT : 29,59 (overweight)   KU Mata kuning KP Kencing berwarna kecoklatan 2 hari sebelum masuk

rumah sakit. Kelelahan dan lemah badan sejak dua minggu sebelumnya. Meriang, batuk-batuk, serta pilek yang disertai mual dan muntah dan nyeri uluhati yang kadangkadang menusuk seminggu terakhir.  RPD Pernah menderita sakit kuning waktu menjadi mahasiswa semester 2, tapi sembuh sendiri. Pernah merasa nyeri menusuk yang hebat di uluhati sampai opname disertai mata kuning tetapi tidak seberat ini 5 tahun yang lalu dan sembuh setelah pemberian antibiotik. Memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi sejak sepuluh tahun terakhir. Pemeriksaan Vital Sign TD : 130/80 (Pre hipertensi) RR : 20 Kali/menit (normal) Pemeriksaan Fisik Sclera yang ikterik Nyeri tekan di epigastrium Peristaltic kesan normal

BB

: 72 kg

 

Pendekatan Diagnosis 1. Mata Kuning (sclera ikterus) Hal ini adalah efek dari ikterus. Ikterus adalah perubahan warna kulit, sclera mata atau jaringan lainnya yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah. Biasanya yang pertama kali mengalami ikterus adalah jaringan yang kaya elastin. Tanda ini muncul bilamana kadar bilirubin serum telah mencapai 3 mg/dL. 2. Kencing Berwarna Kecoklatan Terjadi obstruksi pada daerah kanalikuli yang merupakan saluran untuk keluarnya bilirubin menuju usus yang nantinya oleh flora bakteri usus mengubahnya menjadi sterkobilin. Namun akibat adanya obstruksi atau gangguan, seluruh bilirubin dialikan ke sirkulasi sehingga kadarnya di darah meningkat dan terfiltrasi oleh ginjal. 3. Kelelahan dan Lemah Badan, Meriang, Batuk-batuk, Pilek (Flu syndrome)

Inefektif erytropoiesis Hematoma.Akibat dari penurunan imunitas tubuh karena terjadi gangguan di tubuh. Hemolisis. cirrhosis . Nyeri uluhati (Epigastrium) Terjadi karena adanya iritasi pada organ-organ di daerah epigastrium dan sekitarnya (hati. kandung empedu. Ini merupakan gejala yang muncul jika terjadi penurunan imunitas tubuh. medication Consider: Medication. pancreas dan lambung). Dimana organ tersebut mengalami suatu gangguan atau kelainan (missal: infeksi) yang akan mencetuskan nyeri yang didukung dengan adanya ujung-ujung saraf nyeri.ALT Alkali fosfatase Normal Aminotrasferase and AFP Abnormal Aminotrasferase or AFP Fraksi Bilirubin USG Unconjugated hiperbilirubinemia Conjugated hiperbilirubinemia Consider: Gilbert syndrom. 4. Differential Diagnosis    Planning  Pemeriksaan Lanjutan Hepatitis Kolelitiasis Kolesistitis Hiperbilirubinemia AST.

Antinuclear Ab. Liver biopsy Viral serologies Positive Negative AST/ALT Ratio >2:1 HBsAg (+) HBc IgG(+) HBV DNA (+) HBcAg(+) HAV IgM(+) Consider Alcoholic Liver disease Yes Acute Hepatitis B Chronic Hepatitis B Acute Hepatitis A USG HCV Ab(+) HCV RIBA(+) Treat: Diabetes. obesity Consider biopsy AST/ALT Ratio<2:1 HBc IgM(+) Obesity. riview medications Hepatic imaging. Fe/TIBC Ceruloplasmin @1antitypsin Consider : Occupational and environment exposure Hepatitis C .USG Obstruction No obstruction ERCP or Percutaneous cholangiogram High clinical Suspicion for Extrahepatic obstruction Low clinical Suspicion for Extrahepatic obstruction No obstruction Obstruction Intrahepatic cholestasis Therapy Viral serologies. hiperlipidemia No Ferritin. Antimitochondrial Ab. Diabetes.

seperti: 1) Istirahat baring pada masa masih banyak keluhan. dan transaminase serum menurun. bilirubin. diet tinggi lemak dikurangi. Penatalaksaan Karena belum dipastikan diagnosis kerjanya. 4) Mual dan muntah diberikan obat-obat prokinetik. mobilisasi berangsur dimulai jika keluhan/ gejala berkurang. maka dari itu sambil menunggu hasil tes pemeriksaan penunjang dapat dilakukan tatalaksana awal. 2) Perlu perawatan di rumah sakit baik untuk masalah nutrisi dan dehidrasi 3) Diet tinggi kalori dipertahankan. 5) Suplemen vitamin K jika diperlukan .