Anda di halaman 1dari 5

BAB II iut KRISTAL LOGAM

Pendahuluan Semua logam, sebagian besar keramik dan beberapa polimer membentuk kristal ketika bahan tersebut membeku. Bahan padat seperti logam ditinjau dari segi struktur atau susunan atomnya cukup sederhana seperti kpr (kubik pemusatan ruang), kps (kubik pemusatan sisi) dan htp (heksagonal tumpukan padat). Kita perlu mengenal cara-cara penandaan tata letak sel satuan dan arah kristal, karena akan digunakan selanjutnya untuk mengkaitkan struktur kristal dengan sifat dan perilaku bahan. 2.1 Kristal Tata jangkau panjang merupakan karakteristik kristal seperti terlihat pada Gambar 2.1. Model ini memperlihatkan beberapa pola atom kisi yang dapat terjadi bila terdapat satu jenis atom. Karena pola atom ini berulang secara tak terhingga, untuk mudahnya kisi kristal ini dalam sel satuan. Sel satuan mempunyai volume terbatas, masing-masing memiliki ciri yang sama dengan kristal secara keseluruhan. Jarak yang selalu terulang, yang disebut konstanta kisi, dalam pola jangkau panjang kristal, menentukan ukuran sel satuan.

Gambar 2.1: Pola kristal yang memiliki sel satuan berbentuk kubik dan a adalah konstanta kisi dalam tiga arah koordinat (x,y,z). Sistem Kristal

II - 1

Kristal kubik memiliki pola yang sama sepanjang ketiga sumbu tegak lurus: a1 = a2 = a3. Kebanyakan logam dan beberapa jenis keramik berbentuk kubik. Ada tujuh system kristal yaitu; kubik, tetragonal, ortorombik, monoklinik, triklinik, heksagonal, rombohedral. Khusus dalam pelajaran ini, pembahasan lebih tertuju pada bentuk kristal kubik yang lebih sederhana, dan kristal heksagonal. Contoh soal 2.1 Sel satuan krom adalah kubik dan mempunyai dua atom. Tentukan konstanta kisi krom. Berat jenis krom=7,20 Mg/m3. Massa atom = 52,0 g/mol. Jawab : Massa per sel satuan = 2 . (52,0 g/mol)/(0,602 x 1024 mol-1) = 172,76 x 10-24 g Volume = a3 = berat jenis /densitas = (172,76x10-24 g)/ (7,20x106 g/m3) Konstanta kisi (a) = 0,2884x10-9 m 1.2. Kisi Kubik (Cubic Lattices) Kristal kubik terdiri dari 3 bentuk kisi, kisi kubik sederhana, kubik pemusatan ruang dan kubik pemusatan sisi. Sebagian besar logam memiliki kisi kubik pemusatan ruang (kpr) atau kisi kubik pemusatan sisi (kps). 1.2.1. Logam kubik pemusatan ruang Besi merupakan stuktur kubik. Pada suhu ruang sel satuan besi mempunyai atom pada tiap titik sudut kubus dan satu atom pada pusat kubus (Gambar 2.2). Tiap atom besi dalam struktur kubik pemusatan ruang (kpr) ini dikelilingi oleh delapan atom tetangga; hal ini berlaku untuk setiap atom, baik yang terletak pada pada titik sudut maupun atom dipusat sel satuan.

II - 2

Gambar 2.2. Struktur kubik pemusatan ruang logam

Gambar 2.3: Sel satuan kubik pemusatan ruang (logam) Pada logam antara konstanta kisi a dan jari-jari atom r terdapat hubungan sebagai berikut: (a kpr)logam = 4r/3 .................................................................... (2.1) Dalam hal ini, konsep tumpukan atom (FT) dapat juga diterapkan pada logam kpr seperti terlihat pada ilustrasi berikut. Dengan menggunakan model bola keras, maka fraksi volum dari sel satuan yang ditempati oleh bola-bola tersebut adalah: Faktor Tumpukan=Volume atom/Volume sel satuan Pada sel satuan logam kpr terdapat dua buah atom sehingga: FT= 2.(4..R3/3)/ a3 = 2.(4..R3/3)/ (4R/3)3 = 0,68 1.2.2. Logam kubik pemusatan sisi Pengaturan atom dalam tembaga, tidak sama dengan pengaturan atom dalam besi, meski keduanya kubik. Disamping atom pada setiap titik sudut sel .................. (2.2)

II - 3

satuan tembaga, terdapat sebuah atom ditengah setiap bidang permukaan, namun tidak satupun dititik pusat kubus. Struktur kubik pemusatan sisi ini sering dijumpai pada logam antara lain; aluuminium, tembaga, timah hitam, perak dan nikel dan mempunyai pengaturan atom pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4: Struktur kubik pemusatan sisi pada logam

Gambar 2.5 : Sel kubik pemusatan sisi Logam dengan struktur kps mempunyai 4 kali lebih banyak atom. Kedelapan atom pada titik sudut menghasilkan satu atom dan ke-enam bidang sisi lain menghasilkan 3 atom per sel satuan. Dalam logam, hubungan antara konstanta kisi a dengan jari-jari atau R dinyatakan dengan persamaan: (a kps)logam = 4R/2
1.3. Kristal Heksagonal

................................................................... (1.3)

Volume sel untuk kristal htp, lebih besar daripada kpr dan kps. Logam tidak akan membentuk kristal dengan susunan atom heksagonal sederhana karena faktor tumpukannya terlalu rendah. Tetapi logam cenderung membentuk struktur

II - 4

kristal dengan tumpukan yang lebih padat seperti pada magnesium dan disebut heksagonal tumpukan padat (htp) gambar 2.6. Ciri khasnya adalah; bahwa setiap atom dalam lapisan tertentu terletak tepat diatas atau dibawah sela antara tiga atom pada
lapisan berikutnya. Akibatnya setiap atom menyinggung tiga atom lainnya pada lapisan dibawahnya, enam atom dibidangnya sendiri dan tiga atom pada lapisan atasnya.

Gambar 2.6 : Struktur heksagonal tumpukan padat (htp)


2.4. Latihan Soal

2.4.1. Hitunglah faktor Tumpukan atom logam kps !.


2.4.2. Nikel memiliki massa atom= 58,71 g/mol dan berstruktur kubik pemusatan sisi (kps). Berat jenisnya= 8,9 g/cm3 a. Hitunglah volume sel satuan berdasarkan berdasarkan berat jenisnya!. b. Dari hitungan pada a,tentukan jari-jari nikel. 2.4.3. Tembaga mempunyai struktur kps dan jari-jari atomya 0,1278 nm. Hitunglah Bjnya!

II - 5