Anda di halaman 1dari 3

Vaksin pada CA Cerviks Sebuah vaksin yang disebut Gardsil telah dikembangkan yang mana dapat melindungi dari

serangan dua tipe HPV yang memiliki resiko tinggi, yaitu tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab 70 % CA Cerviks dan dua dari HPV yang bertipe resiko rendah, yaitu tipe 6 dan 11 yang menyebabkan 90% Warts of Genital. Gardasil adalah vaksin yang digunakan di Australia di suatu sekolah dengan berdasarkan program vaksinasi HPV nasional. Selain itu, terdapat vaksin lain yang disebut Cervarix yang bekerja melindungi dari serangan yang sama, yaitu dua tipe HPV yang berisiko tinggi, tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker cerviks sebanyak 70%, tetapi tidak seperti Gardsil yang juga dapat melindungi terjadinya Wart of Genital. Kebanyakan dokter saat ini menggunakan cervarix dibandingkan gardsil. Vaksin Gardsil dibentuk dari protein yang sangat kecil yang sangat mirip dengan badan atau bentuk terluar dari HPV yang asli. Selain itu, ini juga berisikan dengan alumunium, garam (sodium klorida), air, L-Histidine, polysorbate 80 dan borax untuk menstimulasi sistem imun tubuh, menjaga kestabilan vaksin dan cocok untuk diberikan (diinjeksi). Vaksin ini tidak terkandung virus yang hidup ataupun virus yang telah dilemahkan atau dibunuh ataupun DNA dari virus, jadi vaksin ini tidak akan atau bisa menyebabkan CA Cerviks, kanker yang lain atau penyakit yang berhubungan dengan HPV. Ketika vaksin diberikan , tubuh membentuk antibodi sebagai respon terhadap protein asing agar dapat dibersihkan dari tubuh. Jika seseorang yang telah diberi vaksin lalu terekspos dengan virus yang asli (HPV), maka antibodi yang sama dapat mencegah invasi dari virus dengan cara mencegahnya masuk ke dalam sel tubuh dan membuat suatu infeksi. Selanjutnya tentang seberapa efektif pemberian vaksin ini. Vaksin CA Cerviks memberikan 100% perlindungan dari HPV dengan tipe 6, 11, 16 dan 18, jika tiga dosis vaksin diberikan dalam interval yang benar, dan jika diberikan saat sebelum seseorang terkena infeksi dari tipe ini. Perlindungan yang diberikan diharapkan dapat berlangsung lama. Vaksin pertama kali diberikan pada mata pelajaran vaksin di tahun 2003. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa vaksin masih menyediakan hampir 100% perlindungan lebih dari 5 tahun setelah penerima vaksin mendapatkan pemberian vaksin dan perlindungannya tidak menunjukkan suatu kelemahan. Penelitian ini masih berlajut. Jika booster memang dibutuhkan, wanita akan dihubungi oleh pihak Registrasi HPV yang menyimpan data semua orang yang menerima vaksin. Vaksin adalah sebuah cara preventatif bukan suatu tindakan kuratif. Jadi vaksin ini dapat menolong tubuh pemakai membersihkan atau menghilangkan infeksi HPV jika sudah terbentuk antibodi didalam tubuhnya.

Itulah mengapa di Australia, setiap siswa putri dari Sekolah Menengah Atas di vaksinasi pada tahun pertama ketika kontak secara seksual belum terjadi. Vaksin CA Cerviks ini diberikan sebanyak tiga kali injeksi di lengan atas. Reaksi terbaik dari vaksin akan bekerja jika para penerima vaksin telah mendapatkan pemberian vaksin tersebut lebih dari enam bulan dengan pemberian dosis kedua pada dua bulan setelah pemberian pertama dan dosis final empat bulan setelah pemberian kedua. Di Australia perempuan berusia 12- 13 tahun bisa diberikan vaksin CA Cerviks secara gratis sebagai bagian dari program Pemerintah, Program Vaksinasi HPV Nasional. Pemberian vaksin kesekolah sekolah tergantung antara wilayah dan negara bagian. Jika terdapat anak yang belajar secara Home Schooling, berusia 12 13 tahun menginginkan untuk mendapat pemberian vaksin, anak tersebut dapat menghubungi dokter keluarga yang bekerja di wilayah tempat ia tinggal untuk mendapatkan vaksin tersebut secara gratis. Di Australia, Gardsil disetujui untuk diberikan pada wanita berusia 9 45 tahun dan laki laki dengan usia 9 26 tahun (pada laki laki dapat mengurangi resiko untuk terjadinya kanker rektum dll), sedangkan cervarix disetujui untuk diberikan pada wanita berusia 10 45 tahun. Bagaimana jika seseorang yang mendapatkan pemberian vaksin tersebut lupa untuk mendapatkan pemberian vaksin pada dosis kedua dan ketiga? Orang tersebut harus segera mendapatkan pemberian vaksin sisanya. Penelitian menunujukkan bahwa pemberian vaksin secara lengkap 3 dosis dala tiga interval, yang walau tidak sesuai penerimaan dan intervalnya, vaksin tersebut masih sangat menguntungkan karena tubuh masih berespon terhadap vaksin dan pembentukkan antibodi. Idelanya pemberian vaksin kedua dapat dilakukan pada dua bulan setelah pemberian vaksin pertama dan vaksin ketiga empat bulan setelah pemberian vaksin kedua, jika terlewat atau sulit untuk dilakukan dalam interval tersebut, usahakan untuk mendapatkan seluruh dosis tersebut dalam waktu satu tahun. Pemberian vaksin ini aman untuk diberikan dan telah didokumentasikan serta di disetujui dalam garis pedoman internasional. Therapeutic Goods Administration (TGA) adalah suatu badan yang bertanggung jawab terhadap peredaran dan penggunaan obat obatan di Australia dan telah menyatakan aman atas penggunaan vaksin tsb. Selain itu, WHO di tahun 2007 dalam acara World Health Organization's Global Advisory Committee on Vaccine Safety telah memberikan penyataan bahwa kedua vaksin (Gardsil dan cervarix) memiliki profil keamanan yang baik. Saat ini, lebih dari 65 juta dosis tela diberikan secara aman di lebih dari 100 negara di dunia. Keefektifan dan keamanan pemberian vaksin ini masih dimonitoring oleh TGA dan WHO. Pemberian vaksin ini juga memiliki efek samping seperti nyeri, kemerahan dan atau bengkak pada daerah yang diinjeksikan. Gangguan tersebut diatasi dengan cold pack atau paracetamol jika perlu. Efek samping seperti reaksi alergi atau syok anafilaktik jarang terjadi.

Orang orang yang tidak harus mendapatkan vaksin ini adalah: Orang dengan alergi ragi atau jamur Wanita hamil; meskipun penelitian telah menunjukkan tidak ada efek yang signifikan terhadap tubuh ibu dan bayi jika orang tsb mendapatkan vaksin dan nantinya orang tsb mendapati dirinya hamil Orang orang dengan gangguan pembekuan darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai vaksin Orang orang dengan riwayat syok anafilaktik sebelumnya karena penggunaan vaksin Jika dinegara dengan program pemerintah pemberian vaksin secara nasional, vaksin dapat diberikan secara gratis, sedangkan jika tidak, vaksin dapat dibeli seharga $ 450 atau sekitar Rp 4.275.000,- untuk ketiga dosis vaksin yang diberikan dalam tiga interval. Pemberian vaksin sebaiknya diberikan pada wanita yang lebih muda karena suatu penelitian menunjukkan bahwa: Hasil dari perbandingannya tidak menunjukkan peningkatan reaksi yang merugikan jika dibandingkan dengan pemberian kepada wanita yang lebih tua Membentuk antibodi yang lebih banyak sebagai respon terhadap vaksin dibandingkan wanita yang lebih tua, yang berarti kita bisa berharap terjadi perlindungan yang lebih baik dari HPV.

Sumber: http://www.cervicalcancervaccine.org.au/