Anda di halaman 1dari 8

MIKROHIDRO

Deskripsi Penyediaan air baku dan listrik masih merupakan permasalahan untuk beberapa daerah atau kawasan Di pegunungan/dataran Desa Sukarame, kampung

tinggi di Indonesia. masyarakat

sukarame, legok dan cigasti yang berada di atas bukit mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk mck dan pembuatan batu bata. Di Kabupaten Tanggamus listrik. Di Kabupaten Nabire, listrik berasal dari PLTD yang tidak bekerja sepanjang hari dan bila pasokan BBM terlambat, pemadaman listrik berlangsung lama. Di Kabupaten Banyumas baru 59% dari jumlah kk yang menikmati listrik. Di daerah pegunungan tengah Propinsi Papua masih > 90% masyarakatnya belum menikmati energi listrik PLN Teknologi Mikrohidro adalah teknologi berskala kecil yang dapat diterapkan pada sumber daya air untuk mengubah potensi tenaga air yang ada menjadi daya listrik dan atau pemutar peralatan lainnya antara lain pompa air, mesin giling padi dll, yang secara tidak langsung akan masih ada 160 desa yang masyarakatnya belum menikmati

MIKROHIDRO

bermanfaat

untuk

menunjang

kegiatan

sosial

ekonomi masyarakat di pedesaan. Pengembangan mikro hidro dipandang sebagai pilihan yang tepat untuk penyediaan energi listrik untuk daerah terpencil dengan jumlah penduduk yang sedikit dan sulit dijangkau jaringan listrik dari PLN.

Keunggulan MIKROHIDRO 1. Karena teknologi ini memanfaatkan sumber daya yang terbarukan, maka biaya operasi dan pemeliharaannya lebih rendah dibandingkan dengan mesin diesel yang menggunakan energi fosil (BBM) 2. Penerapannya relatif mudah dan ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi udara dan suara. 3. Efisiensinya tinggi. 4. Apabila teknologi ini di gunakan untuk memutar pompa air, aman karena pompa tidak digerakan dengan motor listrik. Disamping itu efisiensinya menjadi lebih baik. 5. Apabila sistem pemasangan turbin di saluran irigasi sedemikian rupa sehingga air penggerak turbin dapat dialirkan kembali ke salurannya, maka efisiensi menjadi lebih besar, karena dengan demikian air irigasi ditingkatkan daya gunanya. 6. Masyarakat yang menikmati manfaat mikrohidro dapat membantu menjaga kondisi lingkungan daerah tangkapan airnya. Kelemahan MIKROHIDRO 1. Teknologi Mikro Hidro belum mempunyai nilai ekonomi yang baik karena masih dibuat secara pesanan (tailor made), sehingga harga masih relatif tinggi.

MIKROHIDRO

2. Sosialisasi Teknologi Mikro Hidro masih sangat kurang, terutama mengenai fungsinya yang dapat digunakan untuk penggerak peralatan lainnya seperti pompa air, penggiling padi,

kopi, dll.
3. Diperlukan sosialisasi mengenai dampak positip penerapan mikro hidro terhadap pengembangan kegiatan sosial ekonomi masyarakat pedesaan seperti industri kecil/rumah, perbengkelan, pertanian, peternakan, pendidikan, dll.

Penggunaan MIKROHIDRO Kriteria Desain Teknologi pembangkit daya berskala kecil dengan memanfaatkan potensi tenaga aliran air dengan tinggi jatuh (H) dan debit (Q) tertentu, menjadi tenaga penggerak poros turbin yang selanjutnya daya yang dihasilkan oleh putaran poros turbin dapat digunakan menjalankan peralatan lain antara lain generator, pompa air, penggiling padi, kopi dll. Daya hidraulik tenaga air : Pair = gQH dimana : PAir = daya hidraulik [Watt] = kerapatan masa air = 1000 kg/m3 g = percepatan gravitasi = 9.81 m/det2 Q = debit [m3/det] H = tinggi jatuh efektif [m], beda tinggi MA udik dan MA hilir (H static) Kehilangan Energi (H) Daya turbin yang dihasilkan : PT = TPair dimana : PT = daya turbin [Watt] T = Efisiensi Turbin Daya listrik yang dihasilkan : PE = Pair dimana : PE = daya listrik [Watt] = Efisiensi gabungan turbin dan generator = T G T = Efisiensi Turbin, G = Efisiensi Generator Daya pompa air : PP = gQPHP dimana : PP = daya pompa air [Watt]

MIKROHIDRO

QP = debit air yang dihasilkan pompa [m 3/det] HP = tinggi energi pompa = Hstatik + H [m] Daya yang diperlukan untuk menjalankan pompa yang dapat berupa energi listrik atau lainnya (daya putaran poros turbin): PpP = PP/ P dimana : PpP = daya penggerak pompa [Watt] P = efisiensi pompa Apabila pompa air dijalankan dengan motor listrik maka daya listrik yang diperlukan untuk menjalankan pompa menjadi lebih besar dari daya penggerak pompa tersebut diatas, sebagai akibat adanya kehilangan daya pada motor listrik yang dinyatakan dengan efisiensi motor listrik. Bangunan Sipil Yang Diperlukan Bangunan Sipil adalah bangunan-bangunan yang diperlukan untuk mengendalikan aliran air agar dapat diperoleh tinggi energi efektif (H) dan debit (Q) yang diperlukan untuk menjalankan turbin Bangunan Sipil di jaringan irigasi meliputi : Bangunan sadap, pintu air, saringan sampah, saluran pembawa, rumah pembangkit, saluran hilir atau pelepas, bak penampungan air. Bila digunakan turbin jenis propeller juga diperlukan bak turbin dan draught tube. Untuk turbin aliran silang diperlukan bak simulasi dan pipa pesat/penstok. Sebagian besar dari bangunan tersebut pada umumnya sudah ada di jaringan irigasi. Bila memungkinkan dapat dimanfaatkan. Sketsa Tinggi Energi Efektif Turbin Aliran Silang Dan Turbin Propeller

MIKROHIDRO

Pada Turbin Aliran Silang (Cross Flow), tinggi energi efektif (HEff)dihitung dari beda tinggi antara muka air di bak penenang dan poros runner turbin dikurangi kehilangan energi antar bak penenang dan sumbu runner (H).

Pada Turbin Propeller, tinggi energi efektif (HEff)dihitung dari beda tinggi antara muka air di bak penenang dan muka air hilir dikurangi dengan kehilangan energi antar bak penenang dan propeller (H) serta kehilangan energi pada outlet pipa hisap (draft tube)

Untuk menentukan jenis turbin yang sesuai untuk tinggi jatuh tertentu digunakan parameter Kecepatan Spesifik Runner Maksimum (Ns max) yang mempunyai rentang batas untuk tiap jenis turbin, sbb : Turbin Pelton : Ns
max

85,49 H-0,243

dengan rentang batas 12Ns 25 Turbin Cross Flow : Ns Turbin Francis : Ns


max

650 H-0,5

dengan rentang batas 40Ns 200


max

30 + [20000/( H+20)]

MIKROHIDRO

dengan rentang batas 60Ns 300 Turbin Propeller : Ns


max

50 + [20000/( H+20)]

dengan rentang batas 250Ns 1000

Sketsa Turbin Propeller Potensi Pengembangan Mikro Hidro di Indonesia

Sketsa Turbin Cross Flow (Aliran Silang)

Harga BBM dunia meningkat terus, sebagai akibat persediaan energi fosil tersebut menipis, sementara ini lebih dari 35% pembangkit listrik PLN mempergunakan BBM.

Sumber Daya Air, merupakan salah satu energi primer pembangkit energi listrik, potensi yang ada sangat besar yaitu 75000 MW, 500 MW diantaranya adalah potensi untuk PLTMikro Hidro yang oleh CIDA dalam studi potensi mikro hidro di jaringan irigasi (1992) ditetapkan 50 kW, sedang dalam wilayah internasional/dunia ditetapkan batasan mikro hidro adalah 100 kW. Potensi Mikro Hidro di Indonesia yang besarnya 500 MW, baru dimanfaatkan sekitar 20 MW (4%). Dari beberapa alternatif pemenuhan kebutuhan energi seperti generator diesel, tenaga surya, kincir angin, energi gas bumi dan mikro hidro, hasil analisis keuntungan dan kerugian

MIKROHIDRO

terhadap faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih alternatif menunjukkan mikro hidro merupakan alternatif yang layak untuk dipilih. Berdasarkan data PLN tahun 1993, masyrakat Indonesia masih banyak yang belum dapat menikmati listrik, yaitu kurang lebih 52,9% Investasi dan Biaya Operasional Pengoperasian 1. Bersihkan sampah di intake, saluran pemasukkan, dan bak simulasi. 2. Pasang stoplog / skotbalk di hilir intake. 3. Buka pintu intake. 4. Setelah kedalaman air di bak simulasi mencapai 0,10 m, di bawah ambang pelimpah guide vane turbin dibuka secara perlahan-lahan sampai besar bukaan tertentu dimana tegangan listrik mencapai 220 volt dan arus listrik yang dihasilkan maksimum sesuai dengan debit yang ada, yang dapat dilihat pada meter penunjuk di Panel Kontrol. 5. Amati muka air di bak simulasi, apabila terjadi penurunan muka air yang besar, maka bukaan guide vane perlu dikurangi sampai muka air di bak simulasi atau bak penenang stabil. 6. Memeriksa apakah air dari pompa telah mencapai bak penampungan. 7. Selama pengoperasian saringan sampah pada lokasi lokasi yang memungkinkan perlu secara rutin dibersihkan. Pemeliharaan 1. Pemeriksaan kondisi serta ketegangan V-Belt dari pulley turbin ke pulley pompa dan generator setiap kali hendak mengoperasikan. 2. Pemeriksaan bocoran-bocoran pada pipa-pipa, bak penenang, turbin dan pompa 1(satu) minggu sekali. 3. Pengencangan baud-baud 1(satu) minggu sekali. 4. Penambahan/Pengisian stempet 1 (satu) bulan sekali. 5. Mengamati apabila ada kelainan pada suara putaran turbin dan pompa.

MIKROHIDRO

6. Pemeriksaan dan Penggantian bantalan/bearing bila ada kelainan suara putaran atau kerusakan Biaya Pengadaan Turbin Aliran Silang lengkap dengan chasis, pulley dan reducer : Pipa Pesat/Penstock Peralatan Electrical Pompa centrifugal termasuk dudukkan dan pulley : Total Biaya Pengadaan : Rp. 5.000.000,Bangunan Sipil dan perpipaan PVC : Rp. 75.000.000,Rp.200.000.000,Rp. 50.000.000,Rp. 40.000.000,Rp. 30.000.000,-

Biaya tersebut merupakan harga di Puslitbang Sumber Daya Air, Bandung, per Juli 2005 dan belum termasuk biaya survei lokasi, perencanaan dan mobilisasi barang.

MIKROHIDRO