Anda di halaman 1dari 16

RADIASI BENDA HITAM

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Fisika Kuantum




Disusun Oleh :
N Yulia Sulma .M 1209207050
Nety Nurjanah 1209207054
Ridwan Fauzi 1209207062
Rifa Afauna NQ 1209207063
Sajun Jaenudin 1209207068
Siti Maemunah 1209207075
Titin Fatimah 1210207108
Umi Nur Arfah 1209207082
Yoyoh Yulyanti 1209207088




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kepada pembaca tentang radiasi
benda hitam.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.






Bandung, 27 September 2012


Penyusun,





ii
DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB.1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Tujuan ................................................................................................... 1

BAB.2 PEMBAHASAN ...................................................................................... 1
A. Pengertian Radiasi ................................................................................ 1
B. Daya Emisi ........................................................................................... 2
C. Spektrum Daya Emisi Benda Hitam ..................................................... 2
D. Daya Emisi Total Benda Hitam ............................................................ 5
E. Distribusi Planck .................................................................................. 6
F. Hukum-Hukum Radiasi Benda Hitam .................................................. 8
a. Hukum Stefan Boltzmann ............................................................. 8
b. Hukum Pergeseran Wien ............................................................... 9
c. Teori Klasik Radiasi Benda Hitam ................................................ 10
d. Hukum Planck .............................................................................. 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

Setiap benda memancarkan radiasi panas, tetapi umumnya benda yang
terlihat oleh kita karena benda itu memantulkan cahaya yang datang padanya.Dan
bukan karena ia memancarkan radiasi panas.Benda baru terlihat karena
meradiasikan panas, jika suhunya melebihi 1000k pada suhu ini benda mulai
berpijar merah seperti kumparan pemanas sebuah kompor listrik. Pada suhu diatas
2000k benda berpijar kuning atau keputih-putihan seperti besi berpijar putih dari
filamen lampu pijar. Begitu suhu benda terus ditingkatkan, intensitas relatif dari
spektrum cahaya yang dipancarkannya berubah ini menyebabkan pergeseran
dalam warna-warna spektrum yang diamati.
Secara umum bentuk terinci dari spektrum radiasi panas yang dipancarkan
oleh suatu benda panas tergantung pada kpmposisi benda itu . Hasil eksperimen
menunjukkan bahwa benda hitam adalah suatu benda yang permukaanya
sedemikian sehingga menyerap semua radiasi yang datang padanya ( tidak ada
radiasi yang dipantulkan keluar dari benda hitam ). Semua benda hitam pada suhu
yang sama memancarkan radiasi dengan spektrum yang sama karena tidak ada
benda yang hitam sempurna sebab kita hanya dapat menbuat benda yang
mendekati benda hitam.

A. TUJUAN PEMBAHASAN
Dengan mempelajari pembahasan radiasi benda hitam ini diharapkan
kita dapat :
1. Mengetahui pengertian radiasi
2. Mengetahui penjabaran atau penjelasan radiasi benda hitam
3. Mengetahui hukum-hukum tentang radiasi benda hitam





1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN RADIASI
Radiasi adalah proses perpindahan panas melalui gelombang
electromagnet atau paket-paket energi (foton) yang dapat merambat sampai
jarak yang sangat jauh tanpa memerlukan interaksi dengan medium. Radiasi
bergerak diruang sebagai garis atau berkas cahaya dan hanya benda-benda
yang dapat terlihat oleh benda yang melakukan radiasi itu saja yang dapat
menangkap radiasi benda itu. Dalam kenyataan radiasi yang dipantulkan akan
menimpa benda-benda lain yang menyerap dan akhirnya akan dikonversikan
menjadi kalor, setelah beberapa pemantulan.
Benda-benda yang terkena radiasi, meradiasi energi yang energinya
terdiri atas foton-foton yang bergerak dengan arah, fasa, dan frekuensi yang
acak. Foton-foton tersebut ada yang diserap, direfleksi atau diteruskan melalui
permukaan tersebut.
Radiasi biasanya digolongkan menurut panjang gelombang yang
menjadi cirinya. Elektromagnetik mencakup banyak radiasi, dari sinar gamma
dan sinar X yang berpanjang gelombang pendek sampai gelombang radio yang
panjang gelombangnya panjang. Radiasi termal didefinisikan sebagai energi
radiasi yang di pancarkan oleh suatu zat antara berdasar atas suhunya dengan
kata lain pancaran radiasi termal diatur oleh suhu benda pemancarnya. Pada
radiasi termal proses perpindahan panas melalui paket-paket energi yang
disebut foton (kuantum), menurut Planck setiap kuantum mengandung energi
sebesar
34
6, 625 10 h Js

=
Setiap kuantum adalah suatu partikel yang mempunyai energi, masa dan
momentum. Hubungan masa dan energi dari partikel dikaitkan dengan
persamaan

2
2
2
E mc hf
hf
m
c
= =
=

( )
2
hf hf
momentum c
c
c
= =
Laju energi yang dipindahkan tergantung kepada beberapa faktor:
1. Temperatur (permukaan yang memancarkan dan yang menerima
radiasi)
2. emisivitas (permukaan yang teradiasi)
3. Refleksi, absorpsi, dan transmisi
4. faktor pandang antara permukaan yang mengemisi dan yang
menerima radiasi (sudut pandang antara manusia terhadap sumber
radiasi)

B. DAYA EMISI
Setiap medium secara berkelanjutan akan menghasilkan radiasi
electromagnet secara acak ke seluruh arah. Benda yang mempunyai permukaan
kasar akan mempunyai sifat refleksi rendah, serta emisivitas dan absorpsi
tinggi. Hal ini berlaku sebaliknya untuk permukaan licin dan dipoles.
Fluks kalor radiasi yang dihasilkan permukaan sebuah benda disebut
sebagai daya emisi E. Secara lengkap total daya emisi hemispherical dapat
didefinisikan sebagai berikut : Laju dimana radiasi yang dihasilkan per satuan
luas pada semua panjang gelombang yang mungkin dan pada semua arah
yang mungkin.
( )
0
E E d


C. SPEKTRUM DAYA EMISI BENDA HITAM
Matahari dapat mencapai sifat benda hitam pada temperatur 5762 K.
Spektral fluks matahari yang sampai ke bumi atau solar irradiationuntuk
kondisi ekstraterestrial dan masa udara satu ditunjukkan oleh gambar berikut.

3
(catatan: radiasi matahari akan mengalami pengurangan pada saat dia
memasuki atmosfir).

Gambar 1. Iradiasi matahari yang memasuki bumi

Perbedaan antara total dan spectral daya emisi suatu permukaan adalah:
1.

Spektrum daya emisi E



, ,
energi emisi
waktu permukaan Frekuensi


2.
Spektrum daya emisi E

, , .
energi emisi
waktu permukaan no gelombang
n


3.
Spektrum daya emisi E

, ,
energi emisi
waktu permukaan panjang gelombang



4.
Spektrum daya emisi E

,
energi emisi
waktu permukaan



4
Daya emisi E digunakan untuk menghitung daya emisi dari suatu
permukaan yang bersifat menyerap atau menghasilkan energi radiasi. Daya
emisi Edigunakan untuk menghitung radiasi pada gas. Daya emisi E
digunakan untuk menghitung energi radiasi dimana tidak terjadi perubahan
frekuensi dari sinar radiasi tersebut pada saat melewati suatu permukaan
menuju permukaan lainnya. Dari postulat Planck, mengasumsikan bahwa
sebuah molekul dapat menghasilkan photon hanya pada tingkat energi tertentu.
Planck menemukan bahwa daya emisi suatu permukaan benda hitam yang
dikelilingi oleh medium transparan dengan indeks refraktif, n sebagai:
( )
( )
( )
( )
0
0
3 2
2
0
2
0
2 5
2 3
0
2
2
,
1
2
,
1
2
,
1
bv
h
kT
b
hC
n kT
b
hC
nkT
h n
E T v
C e
hC
E T
n e
hC n
E T
n e
u

n
n
t u
t

t
n
=

=
| |

|
\ .
=
| |

|
\ .


Dengan,
0
2 16 2
1 0
0
1
-23
cepat rambat cahaya diruang hampa
2 3, 7419 10
14, 388 .
konstanta Boltzman = 1,3806 10

C
C hC Wm
C
C h mK
k
J
k
K
frekuensi
t
u
u

=
= =
= =
=
=

Hubungan antara ,
b b b
E d E d dan E d
u n
u n adalah:
b b b
E d E d E d
u n
u n = =
Persamaan ini lebih sering digunakan hanya jika indeks refraktif tidak
tergantung kepada frekuensi, panjang gelombang dan nomor gelombang, yaitu
pada kondisi di ruang vakum dimana n = 1 atau medium gas dimana n 1.
Persamaan ini juga dapat diterima untuk medium semi transparan dimana nilai

5
1,52<n<1,68 diantara panjang gelombang 0,2 s/d 2,4 m diasumsikan n
konstan.

D. DAYA EMISI TOTAL BENDA HITAM
Daya emisi total dari benda hitam bisa diperoleh dari persamaan
berikut:
( ) ( )
( )
( )
( )
( )
2 4
1
5
0 0
2 4
,
1
b b
n T
b
d n T
E T E T d C n T
n T e
E T n T

t

= =



=



Dengan:
4
8 1
4 2 4
2
konstanta Boltzman
5, 670 10
15
C W
C m K
.
t
t

=
= =

Seringkali diperlukan perhitungan untuk memperoleh nilai daya emisi
antara dua panjang gelombang, seperti
1
dan
2
:
( ) ( )
2 1
1 2
2
1T
3
2 4 1
2
2 2T
3
0
3 5 4
0
0
1
15
1
C n
b
C n
b n T
b
C
n T
b
C d
E d n T
C e
E d
E d
f n T d n T
n T e
E d

c

c c


c c

t t

| |
= = =
|

\ .


sehingga:
( ) ( )
2
1
2 4
2 2 1 b
E d f n T f n T n T

t

=


Persamaan terakhir merupakan fungsi dari variabel tunggal, nTyang
dapat dilihat nilainya pada tabel di lampiran.



6
Permukaan benda hitam adalah permukaan ideal yang mempunyai sifat-
sifat:
1. Benda hitam menyerap semua radiasi yang disengaja (irradiasi) tanpa
melihat panjang gelombang dan arah datangnya sinar.
2. Pada semua temperatur dan panjang gelombang yang diijinkan, tidak ada
3. permukaan yang dapat menghasilkan energi lebih banyak daripada benda
hitam.
4. Walaupun emisi radiasi yang dihasilkan benda hitam adalah fungsi dari
panjang
5. gelombang dan temperatur, tetapi tidak tergantung kepada arah datangnya
sinar.

E. DISTRIBUSI PLANCK
| |
2
0
5
0
2
( , )
exp( / ) 1
b
hC
I T
hC kT


dengan:
-34
-23
0
konstanta Planck (6,6256 10 J.s)
konstanta Boltzman (1,3805 10 J/K)
C kecepatan cahaya di ruang vakum
T= temperatur absolut dari benda hitam
h
k
=
=
=


Benda hitam bersifat diffuse(pengemisi hamburan) maka spektral daya
emisi adalah:
| |
1
5
1
( , )
exp( / ) 1
b
C
E T
C T


Dengan:
2
1 0
2 3 2
0
2 4
0
C konstanta radiasi/2 hC
(2 hC ) 3, 742 x 10 W /
/ 1, 439 x 10 m.K
m m
C hC k
t
t u
u
=
=
= =




7
Dari distribusi di atas, distribusi Planck untuk temperature tertentu
dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Emisi radiasi berkelanjutan sesuai dengan panjang gelombang. Meningkat
sesuai dengan peningkatan suhu.
- Bagian spektral di mana terdapat konsentrasi radiasi yang tergantung kepada
temperatur, maka persamaan dengan peningkatan radiasi, panjang
gelombang akan semakin pendek dan temperatur semakin meningkat.
- Fraksi penting matahari dihasilkan pada saat matahari mencapai kondisi
benda hitam, yaitu pada temperatur 5800 K (fraksi ini merupakan fraksi
yang dapat dilihat oleh mata manusia). Pada temperatur T 800 K, emisi
lebih banyak terjadi pada spektrum sinar infra merah dimana bagian ini
tidak terlihat oleh mata.

Gambar 2. Hubungan antara panjang gelombang terhadap temperature

8
F. HUKUM-HUKUM RADIASI BENDA HITAM
1. Hukum Stefan Boltzmann
Pada tahun 1859 , Gustan kirchhoff membuktikan suatu teorema yang
sama pentingnya dengan teorema rangkaian listriktertutupnya ketika ia
menunjukkan argumen berdasarkan pada termodinamika bahwa setiap benda
dalam kesetimbangan termal dengan radiasi daya yang dipancarkan adalah
sebanding dengan daya yang diserapnya
( ) ,
f
R J f T =
Dengan
( ) , J f T adalah suatu fungsi universal (sama untuk semua
benda) F adalah frekuensi cahaya (Hz), T adalah suhu mutlak benda (K atau F )
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa daya yang dipancarkan persatuan luas
persatuan frekuensi oleh benda hitam bergantung hanya pada suhu dan
frekuensi cahaya dan tidak bergantung pada sifat fisika dan kimia yang
menyusun benda hitam.
Seorang ahli fisika Austria, Josef Stefan ( 1835-1893 ) pada tahun 1879
mendapatkan eksperimen bahwa daya total per satuan luas dipancarkan pada
semua frekuensi oleh suatu benda hitam panas, I
total
(intensitas radiasi total),
adalah sebanding dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Persamaan
empiris hukum Stefan ditulis sebagai:
4
0
total f
I R df T o

= =



Dengan I
total
adalah intensitas ( daya persatuan luas ) radiasi pada
permukaan benda hitam pada semua frekuensi R
f
adalah intensitas radiasi per
satuan frekuensi yangdiperlukan oleh benda hitam,T adalah suhu mutlak benda
( K atau F ) dan adalah tetapan Stefan-Boltzmann,yaitu 5,669 x 10
-
8
W/m
2
k
4
atau 0,1714 x 110
-8
Btu/jam ft
2
R
4
.
Untuk benda bukan hitam hanya diberi tambahan koefisien emisivitas,e
yang lebih kecil dari pada 1
4
total
I e T o =

9
I
total
= P / A
,
sehingga dapat ditulis :


Dimana :
P adalah daya radiasi ( watt )
A adalah luas permukaan benda ( m
2
)
T temperatur absolut ( K atau F )
adalah tetapan Stefan-Boltzmann,yaitu 5,669 x 10
-8
W/m
2
k
4
atau
0,1714 x 110
-8
Btu/jam ft
2
R
4
.

2. Hukum pergeseran Wien
Pda tahun 1893, Wilhem Wien mengusulkan suatu bentuk umum dari
hukum distribusi benda hitam J ( f,T ) yang memberikan hubungan

dan
T yang bersesuaian dengan hasil eksperimen. Hubungan ini disebut hukum
pergeseran wien. Besarnya berbanding terbalik dengan temperatur
absolut,seperti pada rumus berikut :


Dimana :

= panjang gelombang ( m )
T = temperatur absolut ( K atau F )
C = tetapan pergeseran Wien yaitu 2,90 x 10
-3
mK

Seperti contoh jika dianggap bahwa puncak kepekaan mata manusia
terhadap matahari kira-kira 500 nm ( biru-kehijauan ) maka suhu yang akan
didapat berdasarkan wien adalah :






10
3. Teori klasik radiasi benda hitam
Kerapatan energi memiliki hubungan sebagai berikut
( ) ( )


Akan tetapi suatu prakiraan penting terhadap bentuk fungsi universal
u( f,T) dinyatakan pertama kali oleh wien pada 1893oleh Wien yang memiliki
bentuk
( )


Dalam bentuk panjang gelombang
( )


Dengan,
C
1
=8hc dan C
2
=ch/k,
A = luas permukaan (m),
F = adalah frekuensi (Hz).
Rayleigh dan Jeans menyatakan bahwa gelombang-gelombang
elektromagnetik stasioner dalam rongga dapat dipertimbangkan memiliki suhu
T, karena mereka secara konstan bertukaran energi dengan dinding-dinding dan
menyebabkan termometer dalam rongga mencapai suhu yang sama dengan
dinding.
Mereka mendapatkan energi penggetar rata-rata tak bergantung pada
panjang gelombang dan sama dengan kT dari hukum distribusi Maxwell-
Boltzmann
( )
4
, 8 u T kT t

=
Dengan k adalah tetapan Boltzmann, pernyataan ini disebut hukum
Rayleigh-jeans

4. Hukum Planck
Pada tahun 1900, Planck memulai pekerjaannya dengan membuat suatu
anggapan baru tentang sifat dasar dari getaran molekul-molekul dalam dinding
rongga benda hitam.Anggapan tersebut bertentangan dengan fisika klasik, yaitu

11
1. Radiasi yang dipancarkan oleh getaran molekul-molekul tidaklah
kontinu tetapi kontinu tetapi dalam paket-paket energi diskret yang
disebut kuntum.
2. Molekul-molekul memancarkan atau menyerap energi dalam satuan
diskret dari energi cahaya disebut kuantum ( foton )
Berdasarkan teori kuantum diatas planck dapat menyatukan hukum
radiasi wien dan hukum radiasi Rayleigh-Jeans, dan menyatakan hukum radiasi
benda hitamnya yang akan berlajku untuk semua panjang gelombang.Hukum
radiasi planck tersebut adalah :
( )
5
8
,
1
hc kt
kT
u T
e

t


Dengan :
h = tetapan planck 6,6 x 10
-34
J s
c = cepat rambat cahaya 3,0 x 10
8
m/s
k = tetapan Boltzmann 1,38 x 10
-23
j/K
T = suhu mutlak benda hitam



12
Daftar Pustaka
Beiser, Arthur. 2004 .Konsep Fisika Modern. Jakarta:Erlangga
http://ilhamstalker.multiply.com/journal/item/7
http://faktailmiah2010
Krane,Kenneth. 2006. Fisika Modern. Jakarta :Universitas Indonesia
Tipler. 2001. Fisika Untuk Sains dan teknik. Jakarta: Erlangga