P. 1
Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya - 1

Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya - 1

|Views: 328|Likes:
Dipublikasikan oleh Barep Prajitno

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Barep Prajitno on Nov 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2015

pdf

text

original

BANK & LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA

1

Daftar Isi
 Perbankan di Indonesia  Bank Indonesia  Analisa Kesehatan Bank

 Rahasia Bank
 Klasifikasi Bank  Sumber-sumber Dana Bank  Produk dan Jasa Bank  Perbankan Syariah  Leasing (Sewa Guna) dan Modal Ventura  Pegadaian dan Asuransi  Pasar Modal dan Dana Pensiun  Reksadana dan Anjak Piutang
2

Perbankan di Indonesia

3

Peranan Lembaga Keuangan
Pada prinsipnya sistem Keuangan. di Indonesia, dibagi : • sistem moneter • sistem perbankan • sistem lemb. keu. Bukan bank
Sistem Keuangan Indonesia Sistem LKBB Sistem Moneter Dewan Moneter Sist. Perbankan Otoritas Moneter

Bank Indonesia

Dep. Keuangan

4

Sistem LKBB
Lemb. Pembiayaan Sewa Guna Usaha Anjak Piutang Modal Ventura Pemb. Konsumen Usaha Asuransi Dana Pensiun Pasar Modal Bursa Efek

Pegadaian

Kerugian

DPPK

Jiwa

DPLK

Reksadana

Sosial

Pasar Uang

Reasuransi

Broker Asuransi

5

Bank adalah :
- suatu badan yang tugas utamanya menghimpun uang

dari pihak ketiga - suatu badan yang tugas utamanya sebagai perantara untuk menyalurkan penawaran dan permintaan kredit pada waktu yang ditentukan - suatu badan yang usaha utamanya menciptakan kredit - suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral
6

Fungsi pokok bank umum
 menyediakan mekanisme dan

 
7

alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi. menciptakan uang melalui pembayaran kredit dan investasi. menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat. menyediakan jasa-jasa pengelolaan dana dan trust atau wali amanat kepada individu dan perusahaan. menyediakan fasilitas untuk perdagangan internasional. memberikan pelayanan peyimpanan untuk barangbarang berharga.

Tugas dan Lapangan Usaha Bank
Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Menghimpun dana (funding)

Simpanan Giro (Demand Deposit) : merupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Pemegang rekening giro -- bunga -- jasa giro -- dana murah Simpanan Tabungan (Saving Deposit) : merupakan simpanan pada bank yang penarikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank --- buku tabungan, slip penarikan, kuitansi atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM)---bunga tabungan -jasa atas tabungannya.

 Simpanan Deposito (Time

Deposit) : merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannyapun --- jangka waktu tersebut. Dalam praktiknya jenis deposito terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposit on call.

8

Menyalurkan Dana (Lending)
 Kredit Investasi, Yaitu merupakan kredit yang diberikan

kepada pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya kredit jenis ini memiliki jangka waktu yang relatif panjang yaitu di atas 1(satu) tahun. Contoh : kredit untuk membangun pabrik atau membeli peralatan pabrik seperti mesin-mesin
 Kedit Modal Kerja, Merupakan kredit yang digunakan

sebagai modal usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek yaitu tidak.lebih dari 1 (satu) tahun. Contoh : untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan dan modal kerja lainnya.

9

Lending
 Kredit Perdagangan, Merupakan kredit yang diberikan kepada

para pedagang dalam rangka memperlancar atau memperluas atau memperbesar kegiatan perdagangannya. Contoh : untuk membeli barang dagangan yang diberikan kepada para suplier atau agen.
 Kredit Produktif, Merupakan kredit yang dapat berupa

investasi, modal kerja atau perdagangan. Dalam arti kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai  Kredit Konsumtif, merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan pribadi misalnya keperluan konsumsi, baik pangan, sandang maupun papan. Contoh : kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor yang kesemuanya untuk dipakai sendiri.
10

 Kredit Profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para

Services
 Kiriman Uang (Transfer) merupakan jasa pengiriman uang lewat bank.

11

Pengiriman uang dapat dilakukan pada bank yang sama atau bank yang berlainan. Pengiriman uang juga dapat dilakukan derigan tujuan dalam kota, luar kota atau luar negeri. Khusus untuk pengiriman uang keluar negeri harus melalui bank devisa. Kliring (Clearing) merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari dalam kota. Proses penagihan lewat kliring hanya memakan waktu 1 (satu) hari. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan. Bank Notes merupakan jasa penukaran valuta asing. Dalam jual beli bank notes bank menggunakan kurs (nilai tukar rupiah dengan mata uang asing). Inkaso (Collection) merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Proses penagihan lewat inkaso tergantung dari jarak lokasi penagihan dan biasanya memakan waktu 1 (satu) minggu sampai 1 (satu) bulan. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak serta pertimbangan lainnya. Safe Deposit Box atau dikenal dengan istilah safe loket jasa pelayanan ini memberikan layanan penyewaan box atau kotak pengaman tempat menyimpan surat-surat berharga atau barang-barang berharga milik nasabah. Biasanya surat-surat atau barang-barang berharga yang disimpan di dalam box tersebut aman dari pencurian dan kebakaran.

Services
 Bank Card (Kartu kredit) atau lebih populer dengan sebutan kartu

kredit atau juga uang plastik. Kepada pemegang kartu kredit dikenakan biaya iuran tahunan yang besarnya tergantung dari bank yang mengeluarkan. Setiap pembelanjaan memiliki tenggang waktu pembayaran dan akan dikenakan bunga dari jumlah uang yang telah dibelanjakan jika melewati tenggang waktu yang telah ditetapkan.  Bank Garansi merupakan jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membiayai suatu usaha. Dengan jaminan bank ini si pengusaha memperoleh fasilitas untuk melaksanakan kegiatannya dengan pihak lain. Tentu sebelum jaminan bank dikeluarkan bank terlebih dulu mempelajari kredibilitas nasabahnya.  Letter of Credit (L/C) merupakan surat kredit yang diberikan kepada para eksportir dan importir yang digunakan untuk melakukan pembayaran atas transaksi ekspor-impor yang mereka lakukan. Dalam transaksi ini terdapat berbagai macam jenis L/C, sehingga nasabah dapat meminta sesuai dengan kondisi yang diinginkannya.  Cek Wisata (Travellers Cheque) merupakan cek perjalanan yang biasa digunakan oleh turis atau wisatawan. Cek Wisata dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran diberbagai tempat pembelanjaan atau hiburan seperti hotel, supermarket. Cek Wisata 12 juga bisa digunakan sebagai hadiah kepada para relasinya.

 Menerima setoran-setoran. Dalam hal ini bank membantu

Services

nasabahnya dalam rangka menampung setoran dari berbagai tempat antara lain : Pembayaran pajak ; Pembayaran telepon ; Pembayaran air ; Pembayaran listrik ; Pembayaran uang kuliah
 Melayani pembayaran-pembayaran. Sama halnya seperti

dalam hal menerima setoran, bank juga melakukan pembayaran seperti yang diperintahkan oleh nasabahnya antara lain : Membayar Gaji/Pensiun/honorarium ; Pembayaran deviden Pembayaran kupon; Pembayaran bonus/hadiah
 Bermain di dalam pasar modal. Kegiatan bank dapat

memberikan atau bermain surat-surat berharga di pasar modal. Bank dapat berperan dalam berbagai kegiatan seperti menjadi : - Penjamin emisi (underwriter) - Penjamin (guarantor) 13 - Wali amanat (trustee)

Jasa perbankan lainnya
 Wholesale banking atau corporate banking adalah

kegiatan layanan bank kepada nasabah yang berskala besar. Untuk nasabah yang berskala besar (biasanya perusahaan-perusahaan besar) biasanya dibedakan dengan layanan kepada individu.
 Retail banking atau consumer banking adalah

kegiatan layanan bank kepada nasabah berskala kecil dan menengah. ATM adalah salah satu contoh layanan bank kepada nasabah berskala kecil dan menengah,
 Private banking adalah kegiatan layanan bank

kepada nasabah terkemuka dan orang-orang kaya yang lebih menyukai layanan secara khusus dari bank. Banyak orang-orang kaya lebih menyukai layanan khusus yang tidak sama dengan orang-orang lain.
14

BANK INDONESIA

15

BANK INDONESIA
1. SEJARAH 2. STATUS DAN KEDUDUKAN 3. TUGAS 4. DEWAN GUBERNUR 5. AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI 6. HUBUNGAN DENGAN LEMBAGA LAIN

16

Bank Sirkulasi

(De Javasche Bank NV) Sept 45
Pusat Bank Indonesia 1949 De Javasche Bank = BS

1. Sejarah
Cikal bakal Bank Negara Indonesia

1953 Bank Indonesia = BS

-Menjaga stabilitas moneter -Mengedarkan uang -Mengembangkan sistem perbankan

-Menjalankan fungsi bank komersial

1968

-Tanggungjawab Kebijakan moneter ada pada pemerintah -Fungsi Bank Komersil dihapuskan -Agen Pembagunan -Banker’s bank - Kasir Pemerintah - Dewan Moneter

Bank Indonesia = BS

1999 Bank Indonesia = BS (Independen)
17

-Kebijakan moneter dilaksanakan oleh Bank Indonesia -Menolak campurtangan pihak luar

-Menjadi badan hukum

2. STATUS BI
 LEMBAGA INDEPENDEN  PEMERINTAH ATAU PIHAK LAIN TIDAK BOLEH

INTERVENSI
 BI WAJIB MENOLAK INTERVENSI

*TUJUAN BI
 Mencapai dan memelihara kestabilan nilai

rupiah = Internal // inflasi = Eksternal // kurs
18

Independensi Bank Indonesia
 Sesuai dengan UU 23/1999 yang telah diamandemen dengan UU 3/2004, BI mempunyai:  Instrument independence:  BI diberikan kewenangan untuk menetapkan sasaransasaran dan instrumen kebijakan moneter untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan, dengan mempertimbangkan dampaknya thd perkembangan ekonomi dan keuangan.  Personal independence:  Pihak lain dilarang mencampuri kebijakan moneter BI.  Masa jabatan Dewan Gubernur lima tahun, dengan akhir jabatan secara berjenjang, dan dapat diangkat kembali.  Dewan Gubernur diusulkan dan diangkat Presiden dengan persetujuan oleh DPR.  BI tidak mempunyai goal independence karena sasaran inflasi ditetapkan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi dengan BI.
19

19

3. TUGAS BI
UNTUK MENCAPAI TUJUAN MENSTABILKAN RUPIAH, BI MEMILIKI 3 TUGAS:  MENETAPKAN DAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN MONETER  MENGATUR DAN MENJAGA KELANCARAN SISTEM PEMBAYARAN  MENGATUR DAN MENGAWASI BANK

20

A. TUGAS PENETAPAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN MONETER
 Menetapkan sasaran moneter

 Mengatur dan menjaga

-

-

 

21 -

dengan memperhatikan sasaran laju inflasi; BI menetapkan sasaran inflasi dengan memperhatikan perkembangan dan prospek ekonomi makro, terutama perkembangan harga Untuk mencapai sasaran inflasi tersebut, BI menetapkan besaranbesaran moneter atau likuiditas perekonomian Mengatur dan Mengawasi Bank BI Tetap berfungsi sebagai lender of last resort yang memungkinkan BI membantu kesulitan pendanaan jangka pendek yang dihadapi bank dengan syarat: # jangka waktu maksimal 90 hari # penggunaan hanya untuk mismacth

 

kelancaran sistem pembayaran Pengendalian moneter menggunakan instrumen kebijakan moneter Penetapan tagihan diskonto Pengaturan kredit dan pembiayaan Penetapan cadangan minimal Operasi pasar terbuka Mengelola cadangan devisa Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem yg ditetapkan - UU Lalu Lintas Devisa Mengelola Cadangan Devisa Negara Dengan Syarat:

B. TUGAS PENGATURAN DAN PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN
 Mencetak , mengedarkan, mencabut, menarik,

dan memusnahkan rupiah dari peredaran  Mengatur sistem kliring antar bank  Melaksanakan dan memberi izin atas penyelenggaran jasa sistem pembayaran  Menetapkan penggunaan alat pembayaran

22

C. TUGAS MENGATUR DAN MENGAWASI BANK
 Menetapkan peraturan berdasarkan prinsip     

prudential banking Memberikan dan mencabut izin kelembagaan dan kegiatan usaha bank Melaksanakan pengawasan Melaksanakan pemeriksaan Memberikan sanksi Tugas pengawasan akan dialihkan kepada pengwas sektor jasa keuangan

23

Kepemimpinan Bank Indonesia
Susunan Dewan Gubernur BI Gubernur

24

Deputi Gubernur Senior

Deputi Gubernur    

Deputi Gubernur

Deputi Gubernur

Deputi Gubernur

Deputi Gubernur

Deputi Gubernur

Calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Calon Deputi Gubernur diusulkan oleh Presiden berdasarkan rekomendasi Gubernur. Dewan Gubernur berwenang untuk menetapkan kebijakan prinsipil dan strategis (tidak membedakan kebijakan moneter, perbankan, sist.pembayaran). Dewan Gubernur secara keseluruhan bertindak sebagai Policy making body, sedang Deputi Gubernur dan Direktur-Direktur bertindak sebagai executing body. 24 Kinerja Dewan Gubernur dan Bank Indonesia dinilai oleh DPR.

4. HUBUNGAN DENGAN PEMERINTAH
 PEMEGANG KAS PEMERINTAH  MENGELOLA KEWAJIBAN PEMERINTAH

THP LUAR NEGERI  MEMBANTU PENERBITAN SURAT HUTANG  TIDAK BOLEH MEMBERI PINJAMAN KEPADA PEMERINTAH  MEMBERI PENDAPAT DAN PERTIMBANGAN MENGENAI RAPB
25

HUBUNGAN INTERNASIONAL
 KERJASAMA DENGAN

BANK SENTRAL NEGARA LAIN, ORGANISASI DAN LEMBAGA INTERNASIONAL  BERTINDAK ATAS NAMA PEMERINTAH

26

5. AKUNTABILITAS DAN ANGGARAN
 Menyampaikan informasi

kepada masyarakat. = Evaluasi kebijakan moneter = Rencana kebijakan moneter  BPK dapat melakukan pemeriksaan khusus  Sisa surplus usaha BI diserahkan kepada pemerintah

27

Amandemen Undang-Undang Bank indonesia (UU N0 3 th 2004)
 Penetapan Sasaran Inflasi oleh Pemerintah

 Penundaan Pengalihan Tugas Pengawasan

28

Bank  Pengaturan Fasilitas Pembiayaan Darurat Bagi Perbankan  Peneyempurnaan Mekanisme Pencalonan Dewan Gubernur  Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi  Pembentukan Badan Supervisi  Persetujuan Anggaran Operasional oleh DPR

ANALISIS & PENILAIAN KESEHATAN BANK

29

PEMBAHASAN
 PENDAHULUAN  METODE PENILAIAN  PERMODALAN  KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF  MANAJEMEN  RENTABILITAS  LIKUIDITAS  PEMENUHAN KETENTUAN  FAKTOR YANG MENGGUGURKAN

30

PEDAHULUAN
TUJUAN  Tolok ukur bagi manajemen untuk menilai apakah pengelolaan bank dilakukan sejalan dengan azas-azas perbankan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Tolok ukur untuk menetapkan arah pembinaan dan pengembangan bank baik secara individual maupun perbankan secara keseluruhan KETENTUAN  SK DIR BI No.30/12/KEP/DIR & SE BI No.30/3/UPPB masingmasing tgl 30 April 1997 Perihal TKS BPR  SK DIR BI No.30/11/KEP/DIR tgl 30 April 1997 & SK DIR BI No.30/277/KEP/DIR tgl 19 Maret 1998 Perihal TKS Bank Umum

31

METODE PENILAIAN
PENILAIAN DILAKUKAN DENGAN MENGKUANTIFIKASIKAN DUA ASPEK :  Aspek pertama mencakup lima faktor yang dikenal sebagai CAMEL  Aspek kedua mencakup faktor penilaian terhadap Pelaksanaan ketentuan yg sanksinya dikaitkan dengan dgn tingkat kesehatan KUANTIFIKASI TERSEBUT DIMUNGKINKAN DILAKUKAN PENILAIAN LEBIH LANJUT DGN MENGGUNAKAN JUDGEMENT YAITU:  Judgement yg berkaitan dgn penilaian tambahan untuk mendapatkan tingkat kesehatan yg sebenarnya  Judgement yg berkaitan dgn faktor-faktor yg 32menggugurkan

FAKTOR2 YG DINILAI
CAMEL
 Permodalan  Kualitas Aktiva Produktif

BOBOT BPR 30%

BOBOT BANK UMUM 25% 30% 25% 10% 10%

30%  Kualitas Manajemen  Rentabilitas  Likuiditas

20% 10% 10%

PELAKSANAAN KETENTUAN  BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)  PDN (Posisi Devisa Neto; khusus Bank Umum Devisa) FAKTOR JUDGEMENT  Faktor yang menggugurkan
33

PREDIKAT
 TINGKAT KESEHATAN DIGOLONGKAN DALAM

EMPAT KETEGORI.
 SISTEM PEMBERIAN NILAI DALAM MENETAPKAN

TINGKAT KESEHATAN DIDASARKAN PADA “SISTEM KREDIT” DENGAN NILAI KREDIT : 0 – 100
 NILAI KREDIT

81 – 100 66 -< 81 51 -< 66 0 -< 51
34

PREDIKAT SEHAT CUKUP SEHAT KURANG SEHAT TIDAK SEHAT

1. PERMODALAN
 Mengukur kemampuan bank dalam rangka pengembangan    

usaha & menampung resiko kerugian Penyediaan Modal didasarkan pada Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) => Modal (inti+pelengkap)/ATMR Rasio 8%  predikat SEHAT  NK = 81 Setiap kenaikkan 0,1% NK ditambah 1 dgn maks. 100. Rasio dibawah 8% atau 7,9%  predikat KURANG SEHAT  NK = 65 Setiap penurunan 0,1% dari 7,9% NK dikurangi 1 dgn min 0. Hasil Penilaian NK komponen  Bobot 30% S : >= 8,0% KS : >= 6,5% - < 8,0% TS : < 6,5%

35

2. KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
 Menunjukkan kualitas penanaman aktiva serta porsi


36

penyisihan utk menutupi kerugian akibat penghapusan aktiva produktif Semua aktiva rupiah/valas yang dimiliki oleh bank dgn maksud untuk memperoleh penghasilan (SE No.26/4/BPPP tgl. 27 Mei 1993) Aktiva produktif digolongkan menurut kualitasnya berdasarkan kolektibilitas (BPR  Lancar, Kurang Lancar, Diragukan, Macet; BU  L, Dalam Perhatian Khusus, KL, D, M) Unsur AP yg diklasifikasikan (BPR  KL = 50%, D = 75%, M = 100%; BU  DPK = 25%, KL = 50%, D = 75%, M = 100%) Unsur AP untuk BPR  Kredit yg diberikan, Surat Berharga, Penempatan pd bank lain (kecuali giro) dan

Bobot Total KAP 30%
 Rasio KAP (APD/AP)  bobot 25%

- Rasio 22,5% atau lebih NK = 0 dan setiap penurunan 0,15% NK ditambah 1 dgn maks 100  BPR. - Rasio 15,5% atau lebih NK = 0 dan setiap penurunan 0,15% NK ditambah 1 dgn maks 100  BU. - Rasio KAP pada prinsipnya menggunakan data LapBul BPR/BU, hasil pemeriksaan atau lainnya termasuk laporan manajemen ttg perbaikan KAP.  Rasio PPAP/PPAPWD  bobot 5% - Rasio 0% NK = 0 dan setiap kenaikkan 1%  NK ditambah 1 dgn maks 100. - Pembentukan PPAPWD : BPR  0,5% dari AP Lancar; 10% dari AP Kurang Lancar; 50% dari AP Diragukan; dan 100% dari AP Macet. BU  1% dari AP; DPK= 5% dari AP Lancar; 15% dari AP Kurang Lancar; 50% dari AP Diragukan; dan 100% dari AP Macet.
37

 Hasil Penilaian Rasio KAP (APD/AP)

- S : 0,00% - <=10,35% - CS : >10,35% - <=12,60% - KS : >12,60% - <=14,85% - TS : >14,85%  Hasil Penilaian Rasio PPAP/PPAWD - S : >=81,0% - CS : >=66,0% - <81,0% - KS : >=51,0% - <66,0% - TS : <51,0%
38

3. MANAJEMEN
 Menilai pelaksanaan manajemen bank &

keputusan2 strategis yg sangat mempengaruhi kondisi permodalan, penempatan dana, profitabilitas serta likuiditas bank.  Penilaian faktor manajemen meliputi 2 komponen : manajemen umum dan manajemen resiko, yg terdiri 25 aspek pertanyaan/pernyataan yakni manajemen umum 10 & manajemen resiko 15  Untuk BPR; dan untuk Bank umum  100 aspek pertanyaan/pernyataan yakni manajemen umum 40 & manajemen resiko 60.  Skala penilaian : 0 = kondisi lemah; 1,2,3 = kondisi antara; 4 = kondisi baik.
39

MATERI PERTANYAAN/PERNYATAAN:
 Manajemen Umum

- Strategi/sasaran, Struktur, Sistem, dan Kepemimpinan  Manajemen Risiko - Risiko likuiditas - Risiko kredit - Risiko operasional - Risiko hukum - Risiko pemilik & pengurus  Bobot manajemen umum 8% (BPR); 10% (BU) dan manajemen resiko 12% (BPR); 15% (BU).  Hasil Penilaian - S : 81 - 100 - CS : 66 - <81 - KS : 51 - <66 - TS : <51
40

4. RENTABILITAS
 Mengukur tingkat profitabilitas bank dalam mengelola aktiva produktif dan 

 

 

41

sumber pendapatan lainnya serta tingkat efisiensi operasional. Rasio - ROA = (laba selama 12 bln terakhir)/(rata2 total asset dlm 12 bln terakhir)x100% - BOPO = biaya operasional/pendapatan operasionalx100% Rasio ROA = 0 atau negatif  NK = 0 Setiap naik 0,015% mulai dari 0  NK ditambah 1 maks 100. Rasio BOPO = 100 atau lebih  NK = 0 Setiap penurunan 0,08% mulai dari 100NK ditambah 1 maksimal 100. Bobot total Rentabilitas 10% Hasil Penilaian ROA Bobot 5% - S : >=1,215% - CS : >=0,999% - <1,215% - KS : >= 0,765 - < 0,999% - TS : <0,765 Hasil Penilaian BOPO Bobot 5% - S : <=93,52% - CS : >93,53% - <=94,72% - KS : >94,72% - <=95,92% - TS : >95,92%

5. LIKUIDITAS
 Menilai kemampuan bank untuk memenuhi seluruh kewajiban2 jangka pendek  

42

terhadap pihak III Bobot total likuiditas 10% Rasio - Cash Ratio=Alat likuid/Hutang Lancar x 100% Rasio 0%  NK = 0, setiap kenaikkan 0,05%  BPR Cash Ratio=Kewajiban bersih antarbank/Modal inti x 100% Rasio 0%  NK = 0, setiap penurunan 0,1%  BU mulai dari 0%  NK ditambah 1 maks 100 - Rasio LDR = Kredit/dana yg diterima x 100% Rasio 115% atau lebih  NK = 0, setiap penurunan 1% mulai dari 115%  NK ditambah 4 maks 100. HASIL PENILAIAN Cash Ratio  bobot 5% - S : >=4,05% - CS : >=3,30% - <4,05% - KS : >=2,55% - <3,30% - TS : <2,55% HASIL PENILAIAN LDR  bobot 5% - S : <=94,75% - CS : >94,75% - <=98,50% - KS : >98,50% - <=102,25% - TS : >102,25%

PEMENUHAN KETENTUAN FAKTOR YG MENGGUGURKAN
 BMPK (individu tdk terkait <

20%, kelompok tidak terkait <  Predikat tingkat kesehatan 30% & terkait < 10%) dan Bank yg S/CS/KS akan PDN (maks 20% dari Modal) diturunkan menjadi TS, jika  Untuk setiap pelanggaran terdapat : BMPK atau PDN  NK - Perselihan intern dikurangi 5, dan - Campur tangan pihak2 di  Untuk setiap 1% pelanggaran luar bank dalam BMPK NK dikurangi lagi dgn kepengurusan bank 0,05 dgn maks 10 - Windows dressing  Perhitungan = Jumlah Pelanggaran/Modal Bank x - Praktek bank dalam bank 100%

43

- Penghentian dalam kliring - Praktek perbankan yang dapat membahayakan kesehatan

CONTOH
Misal hasil perhitungan :  CAR = 17,50%  Rasio KAP = 10,83%  Rasio PPAP/PPAPWD = 191,51%  Manj. Umum nilai 33 & Manj. Risiko nilai 46  ROA = 1,91%  Rasio BOPO = 92,91%  Cash Rasio = 3,96%  LDR = 99,10%  Pelanggaran BMPK/Modal = 15%
44

Perhitungan NK:  CAR = (17,50% 8%)/0,1x1NK+81NK =176 NK maks NK = 100.  Rasio KAP = (22,5%10,83%)/0,15x1 NK = 77,8NK  Rasio PPAP/PPAPWD = (191,51%-0%)/0,01x1 NK = 191,5 NK, maks NK = 100  ROA = (1,91%-0%)/0,015x1NK =127,3 NK, maks NK = 100  Rasio BOPO = (100%92,91%)/0,08x1NK =88,6 NK  Cash Rasio = 3,96%/0,05% x 1 NK = 79,20 NK  LDR = (115%-99,10%)X4nk = 63,60NK  Pelanggaran BMPK/Modal =

PERHITUNGAN ATMR UNTUK RISIKO OPERASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN PID ATMR untuk Risiko Operasional = 12,5 x beban modal Risiko Operasional. * beban modal Risiko Operasional adalah ratarata dari penjumlahan pendapatan bruto (gross income) tahunan (Januari-Desember) yang positif pada 3 (tiga) tahun terakhir dikali 15% (lima belas persen).
 Rumus Perhitungan beban modal Risiko Operasional sebagai berikut:

KPID = [ Σ(GI 1...n x a)]/n *KPID = beban modal Risiko Operasional menggunakan PID *GI = pendapatan bruto positif tahunan dalam tiga tahun terakhir *n = jumlah tahun di mana pendapatan bruto positif *a = 15%  Contoh: *(dalam Jutaan Rp) Bank A 2010 2009 2008 2007 2006 45 Pendapatan Bruto 750 3.000 2.250 1.750 2.500

Berdasarkan data di atas, maka pendapatan bruto dalam rangka menghitung ATMR untuk Risiko Operasional posisi tahun 2011 adalah sebagai berikut: ATMR Risiko Operasional = 12,5 x beban modal Risiko Operasional
 = 12,5 x [15%x{(750+3.000+2.250)/3}]  = Rp.3.750 juta

46

RAHASIA BANK

47

PENGERTIAN
 RAHASIA

SESUATU YANG DIPERCAYAKAN SESEORANG UNTUK TIDAK DICERITAKAN KEPADA ORANG YANG TIDAK BERWENANG MENGETAHUINYA
 RAHASIA BANK

SESUATU YANG DIPERCAYAKAN NASABAH KEPADA BANK AGAR TIDAK DICERITAKAN KEPADA ORANG LAIN YANG TIDAK BERWENANG MENGETAHUI

48

MENGAPA RAHASIA BANK PENTING?
 RAHASIA BANK ADALAH LANDASAN ETIKA

BISNIS ANTARA BANK DENGAN CUSTOMER

49

SEJARAH:
 SEMULA TUMBUH DALAM PRAKTIK BAHWA

RAHASIA BANK ADALAH MASALAH NASABAH, BUKAN MASALAH BANK SEBAGAI LEMBAGA INTERMEDIASI  PADA NEGARA YANG MENGANUT SISTEM LIBERALISME, PERLINDUNGAN HAK MILIK HARUS DIREALISASI, SEHINGGA DALAM “BANKING ACT” DIATUR
 RESTRICTION ON DISCLOSURE OF INFORMATION

ATAU  OBSERVANCE OF SECRECY AND RESPONSIBILITY  DI EROPA DIANUT FILOSOFI: KERAHASIAAN BANK ADALAH HAL YANG PRIMA DALAM LANDASAN ETIKA 50 BISNIS ANTARA BANK DENGAN CUSTOMER

lanjutan…….. SEJARAH
SWISS: KEWAJIBAN MENJAGA RAHASIA BANK BERDASAR: 1. RIGHT TO PERSONAL PRIVACY: TERDAPAT DALAM UU 2. CONTRACTUAL RELATIONSHIP, ANTARA NASABAH DENGAN BANK SEBAGAI AGEN  BANK HARUS MENJAGA RAHASIA BANK SEBAGAI BAGIAN HUBUNGAN KONTRAKTUAL SEBAGAI KONSEKWENSI BERLAKUNYA “PRINCIPLE OF GOOD FAITH INHERENT IN CISTOMARY LAW” 3. PASAL 47 BANKING LAW: … BANK SECRECY IS PROTECTED BY STATUTE, THE VIOLATION OF WHICH IS A PUNISHABLE OFFENCE”

AUSTRIA: DALAM KONTRAK BANK DENGAN NASABAH DIATUR MENGENAI LARANGAN TERHADAP PEJABAT BANK UNTUK MEMBUKA INFORMASI NASABAH KEPADA PIHAK LAIN  DENGAN BATASAN, TIDAK MELANGGAR UU DLL
51

TEORI RAHASIA BANK (Muhammad Djumhana)
 TEORI RAHASIA BANK BERSIFAT MUTLAK

(ABSOLUTELY THEORY)
BANK BERKEWAJIBAN UNTUK MENYIMPAN RAHASIA NASABAH YANG DIKETAHUI BANK KARENA KEGIATAN USAHANYA DALAM KEADAAN APAPUN, BIASA ATAU DALAM KEADAAN LUAR BIASA.
 TEORI RAHASIA BANK BERSIFAT NISBI

BANK DIPERBOLEHKAN MEMBUKA RAHASIA NASABAHNYA, APABILA UNTUK KEPENTINGAN YANG MENDESAK, MISALNYA UNTUK KEPENTINGAN NEGARA.
52

Ketentuan – Rahasia Bank
 Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 23

Tahun 1960 tentang Rahasia Bank  UU RI Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan
 UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan

“segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan”.
 UU RI Nomor 10 Tahun 1998 (Revisi UU Nomor 7
53

Tahun 1992) “sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan

Falsafah Pengaturan Rahasia Bank: 1. Meyakinkan dan menenangkan nasabah . 2. Penyimpanan keterangan nasabah – tidak disalah gunakan 3. Rahasia bank diatur dalam UU Negara (Negara pihak penguasa dan Rakyat pihak yang dikuasai) – campur tangan penguasa. Pengecualian Rahasia Bank 1. Untuk memenuhi kepentingan peradilan dan perkara pidana 2. Untuk kepentingan pajak 3. Dalam rangka tukar-menukar informasi antara Bank 4. Dalam perkara perdata antara Bank dan nasabah 545. Dalam hal nasabah penyimpan telah meninggal

Sanksi Pelanggaran Rahasia Bank 1. Barang siapa tanpa membawa perintah tertulis atau izin dari pimpinan Bank Indonesia, dengan sengaja memaksa Bank atau pihak terafiliasi untuk memberikan keterangan, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahun dan paling lama 4 tahun serta denda sekurangkurangnya 10 milyar rupiah dan paling banyak 200 milyar rupiah. 2. Anggota dewan komisaris, direksi, pegawai bank atau pihak terafiliasi lainnya yang dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahundan paling lama 7 55tahun serta denda sekurang-kurangnya 4 milyar rupiah dan

SEJARAH RAHASIA BANK DI INDONESIA
1. UU NO 11 TAHUN 1953 TENTANG TUGAS POKOK BANK INDONESIA
 PASAL 7 DAN 8: TUGAS BANK INDONESIA “ …..

MEMAJUKAN PERKEMBANGAN YANG SEHAT …. DAN PENGAWASAN URUSAN KREDIT”  MENUNJUKKAN ADANYA OTORITAS BANKING SUPERVISION  PP 1 TAHUN 1955 TENTANG PENGAWASAN URUSAN KREDIT: “KETERANGAN TENTANG BADAN KREDIT YANG DIPEROLEH BI TIDAK DIUMUMKAN DAN BERSIFAT RAHASIA”
56

2. UU 23 PRP TAHUN 1960 TENTANG RAHASIA BANK
 ISI: 7 PASAL  PASAL 2: BANK TIDAK BOLEH MEMBERIKAN

KETERANGAN-KETERANGAN TENTANG KEADAAN KEUANGAN LANGGANANNYA YANG TERCATAT PADANYA DAN HAL-HAL LAIN YANG HARUS DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT KELAZIMAN, KECUALI PERPAJAKAN DAN KEPENTINGAN PERADILAN  LANGGANAN BANK ADALAH ORANG-ORANG YANG MEMPERCAYAKAN UANGNYA PADA BANK, MENERIMA CEK, BUNGA DARI BANK DAN LAIN SEBAGAINYA
57

• RAHASIA BANK HANYA BERLAKU UNTUK

NASABAH DEPOSAN & WALKING CUSTOMER
• PENEROBOSAN OLEH MENKEU (PAJAK), DAN JA-

GUNG DAN KETUA MA (PERADILAN)
• DICABUT DENGAN LAHIRNYA UU 14/1967

TENTANG POKOK-POKOK PERBANKAN
• RAHASIA BANK MASUK DALAM UU PERBANKAN,

TIDAK TERPISAH DALAM UU TERSENDIRI
• TIDAK TERDAPAT RUMUSAN YANG JELAS

TENTANG RAHASIA BANK
• DIBUTUHKAN SUATU PENAFSIRAN RESMI BANK
58

INDONESIA

3. UU 14 TAHUN 1967 TENTANG POKOK-POKOK PERBANKAN
PASAL 36: BANK TIDAK BOLEH MEMBERIKAN KETERANGAN2 TENTANG KEADAAN KEUANGAN NASABAHNYA YANG TERCATAT PADANYA DAN HAL-HAL LAIN YANG HARUS DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT KELAZIMAN DALAM DUNIA PERBANKAN, KECUALI DALAM HALHAL YANG DITENTUKAN DALAM UU INI
59

SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO. 2/377/UPPB/PbB PERIHAL PENAFSIRAN TENTANG PENGERTIAN RAHASIA BANK TANGGAL 11 SEPTEMBER 1969
 KEADAAN KEUANGAN YANG TERCATAT PADANYA ADALAH

KEADAAN MENGENAI KEUANGAN YANG TERDAPAT PADA BANK YANG MELIPUTI SEGALA SIMPANANNYA YANG TERCANTUM DALAM SEMUA POS PASIVA, DAN SEGALA POS AKTIVA YANG MERUPAKAN PEMBERIAN KREDIT DALAM BERBAGAI MACAM BENTUK KEPADA YANG BERSANGKUTAN  HAL-HAL LAIN YANG HARUS DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT KELAZIMAN DALAM DUNIA PERBANKAN, IALAH SEGALA KETERANGAN ORANG ATAU BADAN YANG DIKETAHUI OLEH BANK KARENA KEGIATAN DAN USAHANYA, YAITU:  PEMBERIAN PELAYANAN, DAN JASA DALAM LALU LINTAS UANG, BAIK DALAM MAUPUN LUAR NEGERI  PENDISKONTOAN. DAN JUAL-BELI SURAT BERHARGA RAHASIA BANK MENCAKUP NASABAH: DEPOSAN, DEBITUR, DAN KEGIATAN DALAM SISTEM PEMBAYARAN

60

4. RAHASIA BANK DALAM UU 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN
PENGERTIAN: PASAL 1 ANGKA 16 “RAHASIA BANK ADALAH SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEUANGAN DAN HAL-HAL LAIN DARI NASABAH BANK YANG MENURUT KELAZIMAN DUNIA PERBANKAN WAJIB DIRAHASIAKAN”

PASAL 40 AYAT 1: BANK DILARANG MEMBERIKAN KETERANGAN YANG DICATAT PADA BANK TENTANG KEADAAN 61 KEUANGAN DAN HAL-HAL LAIN DARI NASABAHNYA, YANG WAJIB

• NASABAH MENCAKUP NASABAH

AKTIVA DAN PASIVA
• KELAZIMAN: MIS. CARA SIMPAN DAN

TARIK DANA, BESAR DEPOSITO, JUMLAH KREDIT, BESAR BUNGA DLL
• DIATURNYA TENTANG PIHAK

TERAFILIASI (DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, PEJABAT, KARYAWAN DLL)
62

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM UU 7 TAHUN 1992
1.
2.

3.
4.

PASAL 41: KEPENTINGAN PERPAJAKAN PASAL 42: KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA PIDANA PASAL 43: DALAM PERKARA PERDATA ANTARA BANK DENGAN NASABAH PASAL 44: TUKAR-MENUKAR INFORMASI ANTAR BANK

63

RAHASIA BANK DALAM UU 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN UU 7 TAHUN 1992 TENTANGPERBANKAN
PENGERTIAN: PASAL 1 ANGKA 28 “RAHASIA BANK ADALAH SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERANGAN MENGENAI NASABAH PENYIMPAN DAN SIMPANANNYA”

RAHASIA BANK HANYA TERBATAS KEPADA NASABAH PENYIMPAN (DEPOSAN) DAN SIMPANANNYA SAJA
64

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM UU 10 TAHUN 1998
PASAL 41 (1): “UNTUK KEPENTINGAN PERPAJAKAN PIMPINAN BANK INDONESIA ATAS PERMINTAAN MENTRI KEUANGAN BERWENANG MENGELUARKAN PERINTAH TERTULIS KEPADA BANK AGAR MEMBERIKAN KETERANGAN DAN MEMPERLIHATKAN BUKTI-BUKTI TERTULIS SERTA SURAT-SURAT MENGENAI KEADAAN KEUANGAN NASABAH PENYIMPAN TERTENTU KEPADA PEJABAT PAJAK” PASAL 42 (1): “UNTUK KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA 65 PIDANA, PIMPINAN BANK INDONESIA DAPAT

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM UU 10 TAHUN 1998
PASAL 41 A (1): “UNTUK PENYELESAIAN PIUTANG BANK YANG TELAH DISERAHKAN KEPADA BADAN URUSAN PIUTANG DAN LELANG NEGARA/PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA, PIMPINAN BANK INDONESIA MEMBERIKAN IZIN KEPADA PEJABAT BADAN URUSAN PIUTANG DAN LELANG NEGARA/PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA UNTUK MEMPEROLEH KETERANGAN DARI BANK MENGENAI SIMPANAN NASABAH DEBITUR” PASAL 43: “DALAM PERKARA PERDATA ANTARA BANK DENGAN 66NASABAHNYA, DIREKSI BANK YANG BERSANGKUTAN

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM UU 10 TAHUN 1998
PASAL 44 (1): “DALAM RANGKA TUKAR MENUKAR INFORMASI ANTAR BANK, DIREKSI BANK DAPAT MEMBERITAHUKAN KEADAAN KEUANGAN NASABAHNYA KEPADA BANK LAIN” PASAL 44 A (1): “ATAS PERMINTAAN, PERSETUJUAN ATAU KUASA DARI NASABAH PENYIMPAN YANG DIBUAT SECARA TERTULIS, BANK WAJIB MEMBERIKAN KETERANGAN MENGENAI SIMPANAN NASABAH PENYIMPAN PADA BANK YBS KEPADA PIHAK YANG DITUNJUK OLEH NASABAH PENYIMPAN TERSEBUT” PASAL 44 A (2): “DALAM HAL NASABAH PENYIMPAN TELAH MENINGGAL DUNIA, 67 AHLI

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM UU 10/1998: 1. IJIN DARI PEMERINTAH/BI (PAJAK, PIUTANG BANK YANG DISERAHKAN BUPLN/PUPN, PERADILAM DALAM PERKARA PIDANA) 2. TANPA IJIN (PERKARA PERDATA, TUKAR INFORMASI ANTAR BANK, KUASA NASABAH, AHLI WARIS)

68

SANKSI ATAS KETENTUAN RAHASIA BANK DALAM UU PERBANKAN
BENTUK SANKSI: PIDANA DAN DENDA SECARA AKUMULATIF
 PASAL 47 (1): TANPA MEMBAWA PERINTAH TERTULIS

ATAU TANPA IJIN MEMAKSA BANK ATAU PIHAK TERAFILIASI UNTUK MEMBERI KETERANGAN DIANCAM PIDANA PENJARA 2 - 4 TAHUN, DAN DENDA 10 - 200 M  PASAL 47 (2): ANGGOTA DIREKSI, KOMISARIS ATAU PIHAK TERAFILIASI YANG SENGAJA MEMBERI KETERANGAN DIANCAM PIDANA PENJARA 2 – 4 TAHUN DAN DENDA 4 – 800 M  PASAL 47 A: ANGGOTA DIREKSI, KOMISARIS ATAU 69 PIHAK TERAFILIASI YANG SENGAJA TIDAK MEMBERIKAN KETERANGAN, DIANCAM PIDANA

KESIMPULAN
UU
UU 23 PRP TAHUN 1960
UU 14 TAHUN 1967 UU 7 TAHUN 1992 UU 10 TAHUN 1998

CAKUPAN RAHASIA BANK
NASABAH DEPOSAN & WALKING CUSTOMER

PENEROBOSAN RAHASIA BANK
PERPAJAKAN PERADILAN

KEUANGAN NASABAH PADA POS AKTIVA DAN PASIVA, SERTA KEGIATAN DALAM SISTEM PEMBAYARAN KEUANGAN DAN HAL-HAL LAIN DARI NASABAH

SDA

41-44: PERPAJAKAN, PERADILAN PERKARA PIDANA, PERKARA PERDATA ANTARA BANK DENGAN NASABAH,TUKAR-MENUKAR INFORMASI ANTAR BANK
1.

NASABAH PENYIMPAN (DEPOSAN) DAN SIMPANANNYA

2.

IJIN DARI PEMERINTAH/BI (PAJAK, PIUTANG BANK YANG DISERAHKAN BUPLN/PUPN, PERADILAM DALAM PERKARA PIDANA) TANPA IJIN (PERKARA PERDATA, TUKAR INFORMASI ANTAR BANK, KUASA NASABAH, AHLI WARIS)

70

PERSYARATAN DAN TATA CARA PEMBERIAN PERINTAH ATAU IZIN TERTULIS MEMBUKA RAHASIA BANK

71

PBI NO. 2/19/PBI/2000 TANGGAL 7 SEPTEMBER 2000

PASAL 1: PENGERTIAN BANK, SIMPANAN, NASABAH, NASABAH DEBITOR, DAN RAHASIA BANK PASAL 2 AYAT 4: KEWAJIBAN MERAHASIAKAN SEGALA SESUATU SEHUBUNGAN DENGAN NASABAH PENYIMPAN TIDAK BERLAKU UNTUK:
a. b. c.

d.
e. f. g.
72

KEPENTINGAN PERPAJAKAN PENYELESAIAN PIUTANG BANK YANG SUDAH DISELESAIKAN KEPADA BUPLN/PUPN KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA PIDANA KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA PERDATA ANTARA BANK DENGAN NASABAHNYA TUKAR MENUKAR INFORMASI ANTAR BANK PERMINTAAAN, PERSETUJUAN ATAU KUASA DARI NASABAH PENYIMPAN YANG DIBUAT SECARA TERTULIS PERMINTAAN AHLI WARIS YANG SAH DARI NASABAH PENYIMPAN YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

Lanjutan……..
 KEWAJIBAN RAHASIA BANK BERLAKU UNTUK PIHAK

TERAFILIASI  BUTIR A, B DAN C WAJIB MEMPEROLEH PERINTAH ATAU IZIN TERTULIS UNTUK MEMBUKA RAHASIA BANK DARI PIMPINAN BI:  KEPENTINGAN PAJAK DIDASARKAN PERMINTAAN TERTULIS MENTERI KEUANGAN  PENYELESAIAN PIUTANG NEGARA ATAS PERMINTAAN TERTULIS KEPALA BUPLN/PUPN  PEADILAN PERKARA PIDANA ATAS PERMINTAAN TERTULIS DARI KAPOLRI, JAKSA AGUNG DAN KETUA MAHKAMAH AGUNG  DAN BUTIR D,E, F DAN G TIDAK DIPERLUKAN PERINTAH  DALAM KAITAN DENGAN TINDAK PIDANA KORUPSI DILAKSANAKAN OLEH GBI DALAM WAKTU SELAMBATLAMBATNYA 3 HARI KERJA TERHITUNG SEJAK SURAT 73 PERMINTAAN DITERIMA SECARA LENGKAP OLEH

Lanjutan……..
 GBI DAPAT MENOLAK UNTUK MEMBERIKAN PERINTAH

SECARA TERTULIS APABILA SURAT PERMINTAAN TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN, YANG HARUS DIBERITAHUKAN SECARA TERTULIS SELAMBATLAMBATNYA 14 HARI SETELAH SURAT PERMINTAAN DITERIMA  PEMBLOKIRAN DAN ATAU PENYITAAN SIMPANAN ATAS NAMA SEORANG NASABAH YANG TELAH DINYATAKAN SEBAGAI TERSANGKA ATAU TERDAKWA OLEH POLISI, JAKSA, ATAU HAKIM DAPAT DILAKUKAN TANPA MEMERLUKAN IZIN PIMPINAN BI. DALAM HAL POLISI, JAKSA ATAU HAKIM BERMAKSUD MEMPEROLEH KETERANGAN MENGENAI NASABAH PENYIMPANAN DAN SIMPANANNYA YANG DIBLOKIR DAN ATAU DISITA, 74 MAKA BERLAKU KETENTUAN MENGENAI CARA-CARA

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DI LUAR UU PERBANKAN
 SURAT MAHKAMAH AGUNG NO.

KMA/694/R.45/XII/2004 PERIHAL PERTIMBANGAN HUKUM ATAS PELAKSANAAN KEWENANGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)
 BERISI PENEGASAN BAHWA KETENTUAN

PASAL 12 UU 30 TAHUN 2002 TENTANG KPK MERUPAKAN KETENTUAN KHUSUS (LEX SPECIALIS) YANG MEMBERIKAN KEWENANGAN KEPADA KPK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PENYELIDIKAN, PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN”
75

PENGECUALIAN RAHASIA BANK DI LUAR UU PERBANKAN

76

PROSEDUR IJIN MEMBUKA RAHASIA BANK SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PASAL 42 UU PERBANKAN TIDAK BERLAKU BAGI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI.

Klasifikasi Bank

77

Klasifikasi Jenis Bank
1. Jenis Bank Menurut Kegiatannya
 Bank Tabungan  Bank Pembangunan  Bank Ekspor – Impor  Bank Umum  Bank Pengkreditan

Rakyat

78

Tujuan:  Memudahkan dlm memilih kegiatan perbankan yang paling sesuai dengan karakter masingmasing bank  Menyederhanakan dan memudahkan dalam urusan mendapatkan izin operasi

2. Jenis Bank Menurut Target Pasar
 Corporate Bank –

pelayanan berskala besar  Retail Bank – pelayanan berskala kecil  Retail Corporate Bank – pelayanan berskala besar dan kecil
79

Tujuan  Memberi pelayanan efisien  Fokus pada kelompok nasabah (karakter) tertentu

3. Jenis Bank Menurut 4. Jenis Bank Kepemilikannya Menurut Status atau (penguasaan saham & akta Kedudukan (ukuran
pendirian Bank)
 Bank milik pemerintah; BNI, 



80

BRI, BTN Bank milik pemerintah daerah; Bank Sumut, Bank  Bank Devisa DKI  Bank Non-Devisa Bank milik koperasi; Bank Umum Koperasi Indonesia Bank milik swasta nasional; BCA, BII, Bank Mua’malat Bank milik asing; CitiBank, Standard Chartered Bank milik campuran;

kemampuan dr segi jumlah produk, modal, & kualitas)

5. Jenis Bank Menurut Kepemilikannya
 Bank – prinsip konventional; menggunakan sistem bunga

dan free based. - Dominan di Indonesia.
 Bank – prinsip syariah; berdasarkan etika & prinsip-

prinsip Islam hingga bebas dari; a. unsur Riba (bunga) b. bebas dari unsur spekulatif non-produktif seperti perjudian (maysir) c. bebas dari kegiatan yang meragukan (gharar) d. bebas dari perkara yang tidah sah (bathil) e. hanya membiayai usaha-usaha yang halal
81

Types of Investment banks
 Bank investasi "menanggung" (jaminan penjualan) saham

dan obligasi, perdagangan untuk account mereka sendiri, membuat pasar dan perusahaan memberikan saran tentang kegiatan pasar modal seperti merger dan akuisisi.  Secara tradisional, bank terlibat dalam pembiayaan perdagangan. Namun, definisi modern, mengacu pada bank-bank yang menyediakan modal untuk perusahaan dalam bentuk saham, bukan pinjaman. Tidak seperti perusahaan modal ventura, mereka cenderung untuk tidak berinvestasi dalam usaha baru. Both combined  A universal bank is a bank that participate in all kinds of banking activities. It is a bank that is both a Commercial bank and an Investment bank.  For example, First Bank (a very large bank) is involved in 82 commercial and retail lending, and its subsidiaries in tax-

Sumber Dana Bank & Aktivitas Perbankan

83

Pengertian Sumber Dana Bank
 Sumber dana bank adalah adalah suatu usaha yang

dilakukan oleh bank untuk mencari atau menghimpun dana untuk digunakan sebagai biaya operasi dan pengelolaan bank. Dana yang dihimpun dapat berasal dari dalam perusahaan maupun lembaga lain diluar perusahaan dan juga dan dapat diperoleh dari masyarakat.

84

Sumber-sumber dana Perbankan :
1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri  Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Dapat disimpulkan pencarian dana sendiri terdiri dari : a. Setoran modal dari pemegang saham b. Cadangan-cadangan bank, maksudnya adlah cadangancadangan laba pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya. c. Laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu.
 Keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu
85

membayar bunga yang relatif lebih besar daripada jika meminjam ke lembaga lain.

2. Dana yang berasal dari masyarakat luas.
Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan opersai bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Dapat dikelompokkan: a. Simpanan giro b. Simpanan tabungan c. Simpanan deposito.

86

3. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya
Sumber dana yang ketiga inin merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua di atas. Pencarian dari sumber dana ini relaitif labih mahal dan sifatnya hanya semntara waktu saja. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari :

a. Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Diberikan bank Indonesia kpd bankbank yg mengalami kesulitan likuiditas & diberikan kpd pembiayaan sector tertentu.
b. Pinjaman antar bank (call money); - diberikan kpd bank yang mengalami kalah kliring di dlm lembaga kliring - Bersifat jangka pendek dgn bunga yg relatif tinggi. 87

1. Simpanan Giro
 Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap

saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana pembayaran lainnya atau dgn cara pemindahbukuan (UU Perbankkan nomor 10 thn 1998). Pengertian giro lain: a. Simpanan pihak ketiga  Simpanan pihak ketiga berupa penyimpanan sejumlah uang di bank dalam bentuk giro. Simpanan ini dilakukan atas kesepakatan antara pihak bank dan nasabah, dimana nasabah menyimpan dananya dibank, untuk kemudian dikelola oleh pihak bank, dan dalam setoran pertama untuk membuka rekening giro ini masingmasing bank mematok jumlah yang berbeda. b. Penarikan dana dapat setiap saat  Penarikan dana dari rekening giro dapat dilakukan kapan saja, asalkan dana yang tersedia mencukupi dana yang hendak diambil pada saat itu. c. Cara penarikan  Ada beberapa jenis sarana yang dapat dipakai untuk menarik dana 88 di rekening:

Bilyet Giro

89

Cek

90

PENGERTIAN CEK (CHEQUE)  Cek merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau mengambil uang direkening giro. Fungsi lain dari cek adalah sebagai alat untuk melakukan pembayaran.  Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral seperti yang diatur di dalam KUH Dagang pasal 178 yaitu :  pada surat cek harus tertulis perkataan "CEK" 91 surat cek harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu .

Syarat lain :
 tersedianya dana  ada materai yang cukup  jika ada coretan atau  tidak diblokir pihak     

perubahan harus ditandatangani oleh si pemberi cek  jumlah uang yang tertulis diangka dengan huruf haruslah sama.  memperlihatkan masa kedaluarsa cek yaitu 70 hari setelah dikeluarkannya cek tersebut  tanda tangan atau stempel 92 perusahaan harus sama dengan yang ada di

berwenang resi cek sudah kembali endorsment cek benar, jika ada kondisi cek sempurna rekening belum ditutup dan syarat-syarat lainnya

Jenis-jenis Cek
1. Cek Atas Nama  Merupakan cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut. Sebagai contoh jika didalam cek tertulis perintah bayarlah kepada : Tn. Roy Akase sejumlah Rp 3.000.000,- atau bayarlah kepada PT. Marindo uang sejumlah Rp 1.000.000,- maka cek inilah yang disebut dengan cek atas nama, namun dengan catatan kata "atau pembawa" dibelakang nama yang diperintahkan dicoret. 2.Cek Atas Unjuk  Cek atas unjuk merupakan kebalikan dari cek atas nama. Di dalam cek atas unjuk tidak tertulis nama seseorang atau badan hukum tertentu jadi siapa saja dapat menguangkan cek atau dengan kata lain cek 93 dapat diuangkan oleh si pembawa cek. Sebagai contoh

Jenis-jenis Cek
3. Cek Silang  Cek Silang atau cross cheque merupakan cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang. Cek ini sengaja diberi silang, sehingga fungsi cek yang semula tunai berubah menjadi non tunai atau sebagai pemindahbukuan. 4. Cek Mundur  Merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal sekarang, misalnya hari ini tanggal 30 Oktober 2011. Sebagai contoh. Tn. Roy Akase bermaksud mencairkan selembar cek dan di mana dalam cek tersebut tertulis tanggal 30 Oktober 2011. jenis cek inilah yang disebut dengan cek mundur atau cek yang belum jatuh tempo, hal ini biasanya terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si penerima cek, misalnya karena belum memiliki dana

94

Jenis-jenis Cek
5. Cek Kosong  Cek kosong atau blank cheque merupakan cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro. Sebagai contoh nasabah Tn. Rahman Hakim menarik cek senilai 60 juta rupiah yang tertulis di dalam cek tersebut, akan tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada 50 juta rupiah. Ini berarti kekurangan dana sebesar 10 juta rupiah, apabila nasabah menariknya. Jadi jelas cek tersebut kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah dana yang ada.

95

Keterangan yang ada didalam suatu cek :
1. Ada tertulis kata-kata Cek atau Cheque 2. Ada tertulis Bank Penerbit (Bank Matras) 3. Ada nomor cek 4. Ada tanggal penulisan cek (di bawah nomor cek) 5. Ada perintah membayar " bayarlah kepada....... atau pembawa" 6. Ada jumlah uang (nominal angka dan huruf) 7. Ada-tanda tangan dan atau cap perusahaan pemilik cek

96

CONTOH PERHITUNGAN JASA GIRO
Transaksi yang terjadi pada rekening giro Tn. Ray Ibrahim selama bulan Mei 2002 Nama nasabah : Tn. Ray Ibrahim Nomor Rekening : 10.04.2002.10 - Tgl. 01 setor tunai Rp 10.000.000,- Tgl. 07 tarik dengan cek Rp 2.000.000,- Tgl. 10 setor tunai Rp 5.000.000,- Tgl. 14 setor kliring Rp 12.000.000,- Tgl. 16 tarik dengan BG Rp 5.000.000,- Tgl. 18 transfer ke luar beban rek. Rp 3.000.000,- Tgl. 23 kliring masuk Rp 7.000.000,- Tgl. 29 setor dengan cek bank lain Rp 8.000.000,Pertanyaan : Saudara diminta untuk menghitung berapa bunga bersih yang diperoleh Tn. Ray Ibrahim selama bulan Mei jika bunga dihitung dari saldo terendah dan saldo rata-rata pada bulan yang bersangkutan dengan suku bunga yang berlaku 17% per tahun. Nasabah juga dikenakan pajak 15% atas jasa giro. Buatkan juga laporan rekening 97 korannya secara lengkap.

Pembuatan rekening koran

98

Keterangan Laporan Keuangan:
 Transaksi biasanya dibuat  Setor kliring maksudnya

dalam kode tertentu, menyetor uang dengan misalnya setor tunai 01, tarik menggunakan cek atau BG tunai 02 dan seterusnya. dari bank lain (kredit).  Sisi debet merupakan sisi  Transfer keluar artinya untuk pengurangan dana mengirim uang dari bank yang dan sisi kredit untuk bersangkutan ke bank lain penambahan dana. melalui pembebanan rekening giro nasabah di bank yang  Setor tunai atau setor bersangkutan (debet). dengan cek atau setor dengan BG akan menambah  Transfer masuk artinya rekening nasabah (kredit) adanya uang masuk dari bank clan tarik tunai atau tarik lain ke bank Matras dan dengan cek atau tarik masuk ke rekening nasabah dengan BG akan (kredit) mengurangi rekening  Saldo artinya sisa uang yang (debet) ada direkening pada tanggal  Tarik dengan cek tertentu setelah melalui 99 maksudnya menarik uang pengurangan dan

a. Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo terendah
17 % x Rp 8 000.000,bunga = 12 bulan pajak = 15% x Rp 113.333,bunga bersih bulan Mei

= Rp 113.333,-

= Rp = Rp

16.999,96.334,-

100

b. Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo rata-rata
Saldo rata-rata untuk bulan Mei adalah : 121.000.000,= 15.125.000,8 17 % x Rp 15.125.000,bunga = Rp 214.271,12 bulan pajak 15 % x Rp 214.271,= Rp 32.141,bunga bersih 182.130,= Rp

101

2. Simpanan Tabungan
 (UU Perbankan nomor 10 tahun 1998); simpanan yang

penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syaratsyarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.  Besarnya bunga dan setoran awal simpanan tabungan disetiap bank menjadi berbeda, sesuai dengan prosedur masing-masing bank. Alat penarikan yg digunakan: a. Buku tabungan; buku nasabah diberikan kpd nasabah pada awal menabung. b. Kartu penarikan; kartu yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah dana pd mesin penarikan uang pd lokasi tertentu, ATM (Automated Teller machine). c. Surat Kuasa; adalah surat yang berisi pernyataan nasabah yang memberikan kuasa pada si pemegang surat kuasa yang terdapat tandatangan nasabah dan si pemegang surat kuasa untuk menarik 102 sejumlah dana dari rekening nasabah.

CONTOH PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN
 Transaksi yang terjadi di rekening tabungan Tn. Roy Akase

selama bulan Mei 2002 : Tgl. 01 setor tunai Rp 5.000.000,Tgl. 06 setor dengan cek bank lain Rp 8 000.000,Tgl. 12 tarik tunai Rp 10.000.000,Tgl. 17 transfer masuk Rp 7.000.000,Tgl. 22 tarik tunai Rp 5.000.000,Tgl.31 setor tunai Rp 3.000.000, Suku bunga 18% per tahun (Pa) untuk perhitungan saldo terendah dan saldo rata-rata. Pertanyaan : Coba saudara hitung berapa bunga bersih yang diterima Tn. Roy Akase dengan menggunakan saldo terendah, saldo rata-rata dan saldo 103 harian dan dikenakan pajak 15% atas bunga tabungan. Kemudian buatkan

Laporan buku tabungan

104

Perhitungan dengan saldo bunga terendah

18% x RP 3.000.000, bunga = = 12 bulan pajak 15% x Rp 45.000,= Rp 6.750,bunga bersih = Rp 38.250,105

Rp 45.000,-

3. Simpanan Deposito
 Jangka waktu lebih lama bila dibandingkan dengan simpanan giro ataupun

simpanan tabungan, serta tidak dapat diambil setiap waktu. (UU No.10 tahun 1998); simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan bank. Alat yang dapat digunakan untuk penarikan simpanan deposito tergantung dari jenis depositonya: - Deposito berjangka --- bilyet deposito - Sertifikat deposito --- sertifikat deposito. a. Deposito berjangka; Deposito yg diterbitkan oleh bank umum, diterbitkan atas nama orang atau lembaga. Jangka waktu deposito bervariasi mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, dan 24 bulan, dapat ditarik setiap bulan atau pada saat jatuh tempo baik tunai ataupun nontunai dengan cara pemindahbukuan. Batas minimalnya adalah sebesar Rp 5.000.000. Jika ditarik sebelum jatuh temponya, akan dikenakan penalty rate. Sedangkan insentif yang diberikan untuk nominal dana yang cukup besar berupa spesial rate, hadiah ataupun cindera mata. b. Sertifikat Deposito; Deposito yang diterbitkan atas unjuk, maksudnya hanya ada nilai 106 nominalnya tidak disertai dengan nama orang ataupun lembaga hingga dpt

Deposito Berjangka

107

Aktivitas Perbankan
1. Penghimpunan Dana Sumber-sumber dana yg menjadi harapan:
a. b. c. d. e. f. g. h. i. j.

Perbankan --- melakukan penghimpunan dan penyaluran dana.  Keberhasilan penghimpunan dana tergantung faktor: a. Tingkat Pendapatan. b. Tingkat Resiko c. Tingkat Kepercayaan d. Tingkat Pelayanan

108

Dana Sendiri Dana Deposan Dana Pinjaman Call Money Pinjaman antar Bank Kredit Liquiditas Surat Berharga Pasar Dana Transfer Setoran Jaminan (pendel/menengah) Diskonto BI

2. Penggunaan Dana
2 hal perhatian alokasi Dana: a. Resiko b. Jangka Waktu & Liquiditas

c. Penyaluran Kredit  Aspek Penilaian Penyaluran Kredit:
Aspek Penilaian 5C (Unsur) Character Capacity Capital Collateral Condition Aspek Penilaian 7P (Prinsip) Personality Party Purpose Prospect Payment Profitability Protection

Penyaluran Dana: a. Cadangan Liquiditas; Cadangan Primer & Sekunder b. Investasi

109

 Jenis Kredit; investasi, modal

kerja, pertanian, peternakan, industri & perumahan  Jaminan Kredit; Dengan

Produk dan Jasa Bank

110

Kliring
 “tindakan bertukar wesel pada satu sama lain dan

menyelesaikan perbedaan”  Jasa penyelesain hutang-piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring yang koordinir oleh Bank Indonesia.  Warkat; alat lalu lintas pembayaran giral yang diperhitungkan dalam satu lembaga yang disebut Lembaga Kliring. Contoh warkat: - Cek, Bilyet Giro, Surat bukti penerimaan transfer, wesel bank, nota kredit dll  Lembaga Kliring dibentuk pd tgl 7 maret 1967
111

 Penolakan proses Kliring atas alasan

tertentu  Bank Peserta Kliring  Wakil Bank Peserta Kliring  Proses Penyelesaian Kliring - Sistem Kliring Manual - Sistem Kliring Semiotomasi - Sistem Kliring Otomasi - Sistem Kliring Elektronik
112

Bank Garansi
 Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan

kepada pihak penerima jaminan, apabil pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibannya.  3 pihak yang terkait dalam penerbitan Bank Garansi  Proses Penerbitan Bank Garansi?  Jenis-Jenis Bank Garansi: - Bid Bond disebut juga Tender Bond adalah jaminan penawaran. - Advance Payment Bond adalah jaminan uang muka. - Performance Bond adalah jaminan pelaksanaan. - Retention/Maintenance Bond adalah jaminan pemeliharaan.  Manfaat Bank Garansi: mempermudah/lancar urusan bisnis, keuntungan utk pihak Bank  Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Bagi Penerima Bank Garansi • Pastikan keaslian dan keabsahan Bank Garansi dengan cara menghubungi bank penerbit. • Periksa masa berlaku Bank Garansi sesuai dengan jangka 113 waktu proyek Anda.

Bank Garansi

114

Jenis-jenis Jasa Bank Lainnya
Telah dijelaskan didepan bila kelengkapan jenis-jenis jasa bank lainnya akan sangat tergantung dari apakah bank tersebut BPR, bank umum konvensional ataukah bank umum syariah. Berikut adalah beberapa jenis jasa-jasa bank lainnya : 1. Kiriman Uang (Transfer) Transfer adalah merupakan jasa pengiriman uang baik di dalam negari ataupun luar negeri. Sebagai contoh Rita mengirim uang kepada ayahnya sebesar Rp 5.000.000 melalui “bank R” melalui jasa transfer.
115

Inkaso

116

Inkaso

117

3. Safe Deposit Box Safe deposit box merupakan jasa banjk yang diberikan kepada para nasabahnya yang membutuhkan keamanan pada benda-benda ataupun suratsurat berharga miliknya. Bentuknya berupa kotak dimana terdapat ukukran yang berbedebeda sesuai dengan kebutuhan dari para nasabahnya. Adapun surat-surat berharga disimpan didalam safe deposit box adalah : a. Sertifikat deposito b. Sertifikat tanah c. Saham d. Obligasi e. Surat Perjanjian f. Akte kelahiran g. Akte pernikahan h. Ijasah
Sedangkan untuk benda-benda-yang dapat disimpan di dalam safe deposit box adalah : a. Emas b. Mutiara 118 Berlian c.

Safe Deposit Box

119

4. Bank Card Bank card adalah “kartu plastik”atau yang biasa kita sebut dengan ATM, yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan kepada nasabahnya untuk dipergunakan sebagai alat pembayaran ditempattempat yang menyediakan fasilitas untuk ATM ini.
5. Travellers Cheque Travelier cheque dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan, cek ini biasanya dipergunakan untuk orang-orang yang senang bepergian.Traveller cheque diterbitkan dalam pecahanpecahan tertentu 120seperti halnya uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang

Traveller Cheque

121

6. Letter of Credit (L/C)  Letter of credit merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepadamasyarakat untuk memperlancar arus barang termasuk barang dalam negeri.
 Kegunaan letter of credit adalah untuk menampung

dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangannya. Pembukaan L/C oleh importir dilakukan nasabah melalui bank yang disebut Opening Bank atau inssuing Bank sedangkan bank eksportir merupakan bank pembayar terhadap barang yang diperdagangkan.
 Dalam hal ini eksportir berhubungan dengan bank
122

pembayar atau disebut dengan advising bank

Pelaku L/C
 Applicant atau pemohon kredit adalah importir (pembeli) yang
  


123

mengajukan aplikasi L/C. Beneficiary adalah eksportir (penjual) yang menerima L/C. Issuing bank atau opening adalah bank pembuka L/C. Advising bank adalah bank yang meneruskan L/C, yaitu bank koresponden (agen) yang meneruskan L/C kepada beneficiary. Bank tidak bertanggung jawab atas isi L/C dan hanya bertindak sebagai perantara. Confirming bank adalah bank yang melakukan konfirmasi atas permintaan issuing bank dan menjamin sepenuhnya pembayaran. Paying bank adalah bank yang secara khusus ditunjuk dalam L/C untuk melakukan pembayaran dan beneficiary berkewajiban menyerahkan dokumen kepada bank tersebut. Carrier adalah pengangkut barang yang dikirim (Perusahaan Pelayaran/Penerbangan) untuk dibeberapa negara dengan perbatasan darat bisa juga perusahaan angkutan darat seperti

Jenis-jenis L/C
 Revocable L/C.  Irrevocable L/C.  Irrevocable dan Confirmed L/C  Clean Letter of Credit  Documentary Letter of Credit  Documentary L/C dengan Red Clause  Revolving L/C  Back to Back L/C.  Transverable L/C

124

L/C

125

Keuntungan Jasa-Jasa Bank
 Keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak bank adalah selisih

antara bunga simpanan dengan bunga kredit. Selain itu ada lagi keuntungan yang dapat diperoleh perbankkan yaitu melalui : 1. Biaya administrasi Biaya ini dikenakan untuk jasa-jasa yang memerlukan administrasi khusus, biasanya dikenakan untuk pengelolaan fasilitas tertentu. 2. Biaya Kirim Biaya kirim diperoleh dari jasa pengiriman uang atau yang biasa disebut dengan transfer, baik transfer dalam negari ataupun luar negeri. 3. Biaya Tagih Jasa yang dikenakan untuk menagihkan dokumen-dokumen milik nasabahnya seperti jasa kliring dan jasa inkaso. Biaya tagih ini dilakukan baik untuk tagihan dokumen dalam negeri maupun luar negeri. 4. Biaya Provisi dan Komisi Biaya ini dibebankan kepada jasa kredit dan jasa transfer serta jasa-jasa 126 atas bantuan bank terhadap suatu fasilitas perbankkan.

 RTGS (Real-Time Gross
Sistem RTGS adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per transaksi (individually processed / gross settlement) dan bersifat Real-Time (electronically processed), di mana rekening peserta dapat di- debit / di-kredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan perintah pembayaran dan penerimaan pembayaran.  Dengan sistem RTGS, peserta pengirim melalui terminal RTGS di tempatnya mentransmisikan transaksi pembayaran ke pusat pengolahan sistem RTGS di Bank Indonesia untuk proses settlement. Jika proses settlement berhasil, transaksi pembayaran akan diteruskan secara otomatis dan elektronis kepada peserta penerima.  Kecukupan saldo peserta pengirim adalah PENTING karena dalam sistem BI-RTGS peserta hanya diperbolehkan untuk 127 mengkredit peserta lain.  Penerapan sistem RTGS di Indonesia telah dimulai sejak

Settlement).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->